.::| Pencarian |::.

.::| Pilihan |::.


| Kebohongan Kristen part. 3 |

52. AGAMA KRISTEN BUKAN AJARAN YESUS

Umat Kristen selalu mengklaim bahwa "Kristen" adalah ajaran Yesus. Klaim ini sesungguhnya tidak memiliki dasar sama sekali selain hanya angan-angan dan omong-kosong belaka.

Pokok-pokok pikiran di bawah ini, tanpa bisa dibantah oleh siapapun, membuktikan bahwa "Kristen" sama sekali bukan ajaran Yesus!

1. Yesus tidak pernah mengajarkan atau memberi nama "Kristen" pada misi dan tugas yang diembannya.

Kristen memang hanyalah sebuah sebutan :



* Kisah Para Rasul 11:26
"Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen."
KJV : And when he had found him, he brought him unto Antioch. And it came to pass, that a whole year they assembled themselves with the church, and taught much people. And the disciples were called Christians first in Antioch.
TR : και ευρων αυτον ηγαγεν αυτον εις αντιοχειαν εγενετο δε αυτους ενιαυτον ολον συναχθηναι εν τη εκκλησια και διδαξαι οχλον ικανον χρηματισαι τε πρωτον εν αντιοχεια τους μαθητας χριστιανους
Interlinear : kai {dan} eurôn {setelah menemui} auton {dia} êgagen {membawa} auton {dia} eis {ke} antiocheian {Antiokhia} egeneto {(itu) terjadi} de {lalu} autous {pada mereka} eniauton {satu tahun} olon {genap} sunachthênai {mereka berkumpul} en {dengan} ekklêsia {jemaat} kai {dan} didaxai {mengajar} ochlon {massa} ikanon {banyak} chrêmatisai {memakai nama/ dipanggil} te {dan} prôton {untuk pertama kali} en {di} antiocheia {Antipkhia} tous {itu} mathêtas {murid-murid} christianous {orang-orang Kristen}


Di Antiokhia; pengikut kristus disebut Kristen (pertama kali)
Arti Kristen sebenarnya (harfiah) adalah Kristus Kecil. Kemudian nama ini menjadi nama yang legitimate untuk menyebut kelompok orang yang percaya Kristus.

Kumpulan umat percaya/murid-murid Tuhan Yesus yang disebut Kristen ini beribadah dengan mementingkan aspek-aspek rohani seperti yang diajarkan dan ditekankan Yesus dalam pelayananNya yang tertulis pada Alkitab Perjanjian Baru.

2. Yesus tidak pernah memerintahkan umatnya (umat Israel) untuk sembahyang (kebaktian) di "gereja".

Kata 'jemaat/ gereja' dalam Alkitab PB bahasa asli Yunani ditulis dengan kata ' εκκλησια, ekklêsia', harfiah, ('ek'=keluar; 'klesia' dari kata 'kaleo'=memanggil). Arti kontekstualnya dalam kehidupan Kekristenan adalah 'dipanggil keluar untuk menjadi murid Kristus'.

Istilah tersebut diadaptasi Alkitab menjadi "himpunan orang-orang percaya sepanjang zaman yang dipanggil ke luar dari dunia dan menjadi pengikut Kristus", inilah Gereja yang rohani dan sebenarnya. Itulah sebabnya di dalam Alkitab kita tidak menemukan Denominasi Gereja, yang ada hanya Gereja menurut geografi seperti Gereja di Efesus atau Galatia. Namun Gereja bukan sekadar "himpunan orang-orang percaya", Alkitab melukiskan pula Gereja sebagai:


1. Tubuh Kristus (Roma 12, 1Korintus 12 dan Efesus 4). Gereja pada hakekatnya bukanlah organisasi melainkan adalah suatu organisme yang hidup dan Kristus sebagai Kepalanya. Di dalam tubuh ini terjadi hubungan hidup antara pribadi orang-orang percaya dengan Kristus, dan melalui Kristus dengan semua orang percaya. Tubuh rohani ini sebagaimana tubuh kita mempunyai anggota-anggota tubuh dengan fungsi-fungsi tertentu. Di dalamnya kita menemukan tiap orang percaya ditempatkan Tuhan dengan diberi karunia masing-masing demi kesejahteraan bersama dan pertumbuhan Jemaat (1Petrus 4:10, 1Korintus 12:7). Dengan demikian sepatutnyalah tiap anggota Jemaat memanfaatkan karunia yang dimiliki untuk saling melayani dengan penuh sukacita, bukan dengan terpaksa, membanding-banding berat ringannya pelayanan ataupun bersungut-sungut. Melalui berbagai pelayanan yang demikian pastilah masing-masing pribadi maupun Jemaat secara keseluruhan dapat bertumbuh menuju kedewasaan Kristus serta dapat menarik lebih banyak anggota-anggota baru kepada Kristus dan bergabung dengan Gereja kita.

2. Keluarga (Efesus 3:14-19, 1Tesalonika 2:7-13. Sifat keluarga dalam Gereja bukan hanya dinyatakan dengan menggunakan sebutan-sebutan keluarga seperti "Saudara dan Saudari". Khusus bila kita memperhatikan panggilan seseorang di Amerika, maka hanya di dalam lingkungan Kristen sajalah kita menemukan sebutan "Brothers and Sisters". Namun keluarga juga menyatakan hubungan intim sesama anggota keluarga dengan Allah sebagai Bapa. Berulang-ulang Alkitab menganjurkan agar kita saling-mengasihi serta membangun hubungan pribadi yang intim dengan saling menerima dan mendorong, membagi suka duka, menasihati dan memperbaiki, mengampuni dan memperhatikan; sehingga melaluinya dunia mengenal bahwa kita adalah pengikut-pengikut Kristus yang sejati. Tidak diragukan lagi apabila Gereja ingin memenuhi tuntutan Alkitab maka Gereja haruslah menjadi suatu Komunikasi Kasih, bergandengan tangan menyaksikan kasih Kristus dan melakukan perbuatan-perbuatan baik secara bersama.


Ibadah umat Kristiani tidak hanya dibatasi dengan 'bangunan' . Sebuah bangunan Bait Suci tidak memberikan jaminan mutlak akan kehadiran Allah. Bait Suci melambangkan kehadiran Allah hanya sejauh umat itu menolak ilah-ilah lain dan menaati hukum Allah yang kudus. Dalam iman Kristiani. Gereja mempunyai makna rohani, Umat Allah adalah gereja, gereja disebut sebagai bait Allah karena didiami oleh Kristus dan Roh Kudus. Roh Kudus tidak saja berdiam di dalam gereja, tetapi juga di dalam diri orang percaya sebagai bait-Nya. Gereja yang utama haruslah memberitakan Injil Kristus, untuk itulah Gereja berada dan hadir di tengah dunia ini! Gereja dan orang Kristen yang tidak memberitakan Injil adalah Gereja dan orang Kristen yang mati.


3. Yesus tidak pernah menyatakan dirinya sebagai "Tuhan Pencipta Semesta Alam".

Silahkan pelajari Yohanes pasal 1 tentang ke-pra-adaanNya sebagai manusia.

ALKITAB bersaksi tentang ke-ALLAH-an Yesus Kristus :


* Yohanes 1:1-3,14
1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
1:2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.
1:3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
1:14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.


* Yohanes 13:13-24
13:13 Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan
13:14 Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu;


* Yohanes 20:28
Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!


Beberapa perkataan Yesus yang menarik dipelajari:


* Yesus mengatakan, ' Akulah gembala yang baik'(Yohanes 10:11), sedangkan Perjanjian Lama mengatakan, 'TUHAN adalah gembalaku'(Mazmur 23:1).

* Yesus menyatakan Dia adalah hakim atas segala bangsa (Yohanes 5:27; Matius 25:31), Perjanjian Lama mengatakan TUHAN adalah hakim segala bangsa (Yoel 3:12).

* Yesus mengatakan, 'Akulah terang dunia' (Yohanes 8:12), Perjanjian Lama mengatakan ''TUHAN akan menjadi penerang abadi bagimu" (Yesaya 60:19).

* Yesus berdoa kepada Bapa untuk berbagi kemuliaan kekal-Nya, "Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada" (Yohanes 17:5)

* Yesus mengatakan Dia adalah yang pertama dan yang akhir (Wahyu 1:17), sama seperti Yehovah dalam Perjanjian Lama (Yesaya 44:6).

Pernyataan keilahian Yesus sangat jelas di Yohanes 8:58, 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada'


4. Yesus tidak pernah memerintahkan umatnya (umat Israel) untuk menyembah dia.

Yesus Kristus tidak meminta orang menyembah-Nya karena di situlah letak kerendahan pribadi-Nya, bahkan Dia pun rela lahir di kandang hewan, bukan di istana. Meskipun Yesus tidak meminta orang menyembah-Nya, namun Dia tidak mencegah atau melarang orang menyembah-Nya.


* Wahyu 1:17-18
"Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: 'Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.'"


Bukti-buki yang lain Yesus menerima penyembahan :

1. Yesus pertama kali disembah, ketika Ia masih bayi, oleh orang Majus (Matius 2:11)
2. Sebelum disembuhkan, seorang sakit kusta menyembah Dia (Matius 8:2).
3. Sebelum anaknya dibangkitkan Yesus, seorang kepala rumah ibadat menyembah Dia (Matius 9:18).
4. Setelah Yesus melakukan mujizat berjalan di atas air, orang-orang yang berada di dalam perahu menyembah Dia (Matius 14:33).
5. Sebelum anaknya yang kerasukan setan disembuhkan, seorang perempuan Kanaan menyembah Dia (Matius 15:25)
6. Sebelum seorang kerasukan setan disembuhkan, ia menyembah Yesus (Markus 5:6).
7. Seorang buta yang telah disembuhkan menyembah Yesus (Yohanes 9:38)
8. Anak-anak Zebedeus dan ibu mereka menyembah Yesus (Matius 20:20)
9. Setelah kebangkitan-Nya, murid-murid menyembah Dia (Matius 28:9)
10. Sebelum memberikan perintah untuk mengabarkan Injil, murid-murid menyembah Dia (Matius 28:17)

5. Agama Kristen baru benar-benar eksis setelah kanonisasi Perjanjian Baru. Sebelumnya, Kristen sama sekali belum eksis di muka bumi ini.

Memang benar, Kristen yang akhirnya menjadi nama legitimate pengikut-pengikut Kristus akhirnya menjadi lembaga/institusi --> Agama Kristen. Tetapi prinsip-prinsip ajaran Kristus yang mementingkan aspek rohani dalam hubungan kepada Allah tetap dijalankan sebagaimana Kristus mengajari kita berdoa, dan berhubungan dengan Allah secara rohani. Yang penting iman dan hubungan kepada Tuhan, bukan tingkah laku agama. Plus Tuhan Yesus menjanjikan kalau Roh Kudus akan berdiam di setiap believer, yang akan selalu menguatkan, mengajar, menasehati dan menegur. Dalam kekristenan, selalu membawa prinsip-prinsip ajaran Yesus.

bedanya Christianity (kekristenan) dengan agama:

Agama : obey rules to find God
Christianity : found by God, be loved by God, love God, obey Him (not rules)

6. "Kristen" adalah istilah Yunani dari kata "Christos" yang merupakan terjemahan dari kata Ibrani "Mesiah" yang berarti "yang diurapi" atau "yang ditahbiskan". Sementara Yesus adalah seorang Israel yang berbahasa Ibrani. Jadi, bagaimana mungkin Yesus mengajarkan "Kristen" yang notabene bukan istilah bahasanya?

Kristen (indonesia), Christian (Inggris) dalam bahasa Yunaninya adalah "christianous" bukan "Christos"


* Kisah Para Rasul 11:26
"Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen."
KJV : And when he had found him, he brought him unto Antioch. And it came to pass, that a whole year they assembled themselves with the church, and taught much people. And the disciples were called Christians first in Antioch.
TR : και ευρων αυτον ηγαγεν αυτον εις αντιοχειαν εγενετο δε αυτους ενιαυτον ολον συναχθηναι εν τη εκκλησια και διδαξαι οχλον ικανον χρηματισαι τε πρωτον εν αντιοχεια τους μαθητας χριστιανους
Interlinear : kai {dan} eurôn {setelah menemui} auton {dia} êgagen {membawa} auton {dia} eis {ke} antiocheian {Antiokhia} egeneto {(itu) terjadi} de {lalu} autous {pada mereka} eniauton {satu tahun} olon {genap} sunachthênai {mereka berkumpul} en {dengan} ekklêsia {jemaat} kai {dan} didaxai {mengajar} ochlon {massa} ikanon {banyak} chrêmatisai {memakai nama/ dipanggil} te {dan} prôton {untuk pertama kali} en {di} antiocheia {Antipkhia} tous {itu} mathêtas {murid-murid} christianous {orang-orang Kristen}

7. Selama hidupnya di dunia, Yesus tidak pernah menyeberang ke negeri lain kecuali hanya muter-muter di negeri Israel. Bagaimana mungkin Tuhan hanya mondar-mandir di negeri Israel saja? Memangnya manusia pada waktu itu cuma ada di negeri Israel?

Dalam eksistensinya sebagai manusia dan waktu pelayananNya yang singkat (kira-kira 3.5 tahun). Pelayanan Yesus terbatas di daerah Yudea dan sekitarnya. Tetapi sebelum Ia naik ke Surga, Yesus memberikan mandat bagi murid-muridNya demikian :

* Matius 28:19-20
18:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
28:20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."


Pada Kitab Kisah Para Rasul lebih jelas lagi tahapan-tahapannya bahwa pelayanan dimulai dari Yudea kemudian Samaria bahkan sampai ke ujung bumi.


* Kisah 1:7-8 menuliskan,
JawabNya: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasaNya. Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksiKu di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."

8. "Kristen" menemukan identitas dirinya melalui propaganda Paulus Tarsus. Sebagaimana diketahui, Yesus, tidak pernah kenal, tidak pernah melihat, tidak pernah menyebut, dan tidak pernah berbicara dengan manusia yang bernama Paulus dari Tarsus.

penulis Islam memang sering memojokkan Paulus seraya menuduh bahwa "agama" Kristen tidak didirikan oleh Yesus, melainkan oleh Paulus. Terhadap tuduhan pertama itu, jelas sekali hal itu tidak benar karena jemaat Kristen mula-mula terbentuk di Yerusalem, jauh sebelum Paulus bertobat, bahkan Paulus inilah yang menganiaya, mengejar, dan membunuh sebagian besar anggota jemaat yang mula-mula.


* Kisah Para Rasul 8:3
"Tetapi Saulus berusaha membinasakan jemaat itu dan ia memasuki rumah demi rumah dan menyeret laki-laki dan perempuan ke luar dan menyerahkan mereka untuk dimasukkan ke dalam penjara."
KJV : As for Saul, he made havock of the church, entering into every house, and haling men and women committed them to prison.
TR TRANSLIT : saulos de elumaineto tên ekklêsian (JEMAAT/GEREJA) kata tous oikous eisporeuomenos surôn te andras kai gunaikas paredidou eis phulakên


Tuduhan kedua yang menyatakan Yesus tidak mengenal Paulus, Alkitab mencatat bahwa Yesus sendiri menemui Paulus dalam sebuah pertemuan yang adi-kodrati, silahkan baca di Kisah 9:1-19a.

Alkitab menulis secara jelas bahwa Murid-murid Yesus lainnya mengakui Paulus sebagai rasul.


* Kisah Para Rasul 15:22
"Maka rasul-rasul dan penatua-penatua beserta seluruh jemaat itu mengambil keputusan untuk memilih dari antara mereka beberapa orang yang akan diutus ke Antiokhia bersama-sama dengan Paulus dan Barnabas, yaitu Yudas yang disebut Barsabas dan Silas. Keduanya adalah orang terpandang di antara saudara-saudara itu."


* 2 Petrus 3:15
"Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat, seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya."


9. Yesus disunat, sedangkan umat Kristen tidak perlu disunat (sesuai ajaran Paulus).

Benar, Yesus Kristus sebagai manusia seutuhnya dan sebagai orang Yahudi tetap disunat (Lukas 2 : 21).

Menganai Ajaran Paulus. Silakan baca selengkapnya Galatia 5:1-12. Pokok persoalan adalah sunat.
Sebagai tanda dari Yahudi ortodoks, sunat dipandang mutlak hakiki untuk kesetiaan kepada syariat Taurat dan keselamatan. Sekalipun demikian, sunat adalah tindakan manusia untuk kebenaran. Karena itu, siapa Kristus dan apa yang dilakukan-Nya sedikit sekali artinya bagi orang yang hanya mementingkan pemenuhan dirinya akan syariat Taurat.

Keselamatan tidaklah datang oleh Kristus plus syariat Taurat, melainkan oleh Kristus saja.

seseorang tidak mungkin mampu sempurna melaksanakan syariat Taurat karena Syariat Taurat menuntut kesetiaan yang sempurna, padahal hal itu merupakan sesuatu yang tidak mungkin.

Dengan penyerahan demikian, dan keinginan untuk dibenarkan karena amal perbuatan sedemikian rupa, seorang pada prinsipnya dan dalam kenyataannya memisahkan dirinya dari lingkungan "kasih karunia" dan dari kesetiaan iman dalam Yesus Kristus. Dengan demikian seseorang membuat anugerah itu tidak berhasil.

"Hidup di luar kasih karunia", 'tês charitos exepesate', harfiah "jatuh, hilang, karam, dari kasih karunia, tidak berarti jatuh ke luar keselamatan, melainkan mereka telah jatuh terpisah dari suatu hidup yang berpautan dengan anugerah kepada suatu hidup yang terkungkung dalam legalisme. Kedua jalan tersebut saling berlawanan. Untuk menerima legalisme, berarti menolak Kristus. Seorang tidak dapat mencoba-coba menyelamatkan dirinya sendiri, dan pada saat yang sama menaruh seluruh kepercayaan kepada Kristus untuk keselamatan.

Perjanjian Baru tegas dan pasti: bahwa tanpa ketaatan, sunat adalah melulu omong kosong. Tanda lahiriah pudar tanpa arti jika dibandingkan dengan menaati perintah-perintah, iman bekerja oleh kasih, dan suatu ciptaan baru. Namun orang Kristen tidak bebas memandang rendah tanda itu. Walaupun sejauh tanda itu mengungkapkan keselamatan karena perbuatan-perbuatan hukum, orang Kristen harus menghindarinya, namun dalam arti batiniah orang Kristen memerlukannya. Justru ada sunat Kristus, berupa "penanggalan akan tubuh (dan bukan hanya sebagian) yang berdosa", suatu perbuatan rohani, yang tidak dilakukan oleh tangan manusia, suatu hubungan dengan Kristus dalam kematian dan kebangkitan-Nya, dimeteraikan oleh peraturan penerimaan atas perjanjian baru. Sebagai akibatnya, orang Kristen ialah orang bersunat.


* Filipi 3:3
"karena kitalah orang-orang bersunat, yang beribadah oleh Roh Allah, dan bermegah dalam Kristus Yesus dan tidak menaruh percaya pada hal-hal lahiriah."


10. Yesus meninggal diberi kain kafan, sedangkan umat Kristen meninggal berpakaian pengantin (seperti meninggalnya Paulus).

Yesus Kristus memang dikubur dengan dikafani karena demikianlah "menurut adat orang Yahudi" yang berlaku masa itu.

Alkitab mencatat para nabi juga dikubur dengan cara yang berbeda-beda :

Adalah tuntutan adat untuk menguburkan seorang keturunan di kuburan keluarga (gua atau lubang dalam karang); demikianlah Sara, Abraham, Ishak dan Rebeka, Lea dan Yakub telah dikuburkan di gua Makhpela, sebelah timur Hebron.

Kadang-kadang orang terpaksa dikuburkan di tempat lain kalau ia meninggal jauh dari kuburan keluarga, misalnya Debora dikuburkan dekat Betel dan Rahel di jalan ke Efrata dan kuburan mereka ditandai dengan sebuah tugu dan pohon besar.

Yakub dan Yusuf dibalsem dan memakai peti bagi Yusuf karena disesuaikan dengan kebiasaan di Mesir :


* Kejadian 50:2
"Dan Yusuf memerintahkan kepada tabib-tabib, yaitu hamba-hambanya, untuk merempah-rempahi mayat ayahnya; maka tabib-tabib itu merempah-rempahi mayat Israel."


* Kejadian 50:26
"Kemudian matilah Yusuf, berumur seratus sepuluh tahun. Mayatnya dirempah-rempahi, dan ditaruh dalam peti mati di Mesir."


Sedangkan Musa dan Harun & Miryam dikubur (Ulangan 34:1-5, Bilangan 20:1, ) . Demikian juga cara perkabungan bisa berbeda-beda tergantung kebiasaan setempat dan dituasinya (Bilangan 20:29).

Dengan demikian walaupun mereka sama-sama bangsa Israel mereka itu bisa berbeda2 cara penguburannya.


Di era Perjanjian Baru, seseorang yang mati kemudian dikafani dan dikubur adalah hal yang biasa.

* Yohanes 11:44
"Orang yang telah mati itu datang ke luar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kapan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka: 'Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi."


* Kisah Para Rasul 5:6
"Lalu datanglah beberapa orang muda; mereka mengafani mayat itu, mengusungnya ke luar dan pergi menguburnya."


Kalau zaman sekarang, orang Kristen harus dikafani dan dikubur di dalam gua seperti Yesus waktu itu. Kalau di Hongkong dan Jepang; malah tidak peduli agama apapun, orang mati harus dikremasi, karena tidak ada lahan!

Sekarang yang baru saja kita lihat, Kematian Paus Yohanes Paulus II (Sabtu, 2 April 2005), jasadnya tidak dikafani, melainkan memakai pakaian kebesaran kepausan, dan wajahnya-pun dipertontonkan sekian hari untuk umum (difoto, disiarkan ke media-media) sebelum paus dimasukkan ke-peti mati dan dikubur (dan tentu saja mengawetkan dalam jasad Paus untuk sekian hari disemayamkan di St Peter, pasti menggunakan cara pembalseman/diformalin).

Umumnya orang-orang Kristen yang meninggal sekarang ini, mereka didandani yang laki-laki memakai jas dasi, yang perempuan memakai gaun putih seperti pengantin dan dimasukkan dalam peti (seperti Film seri 6feet under). Dan mereka dibalsem/diformalin untuk tahan beberapa hari untuk upacara/kebaktian penghiburan bagi keluarga sebelum upacara penguburan.

Yang pasti Kekristenan tidak terikat kepada tradisi tertentu, harus begini atau begitu; sebab hal yang terpenting dalam Kekristenan adalah "aspek rohaninya".

Dari pokok-pokok pikiran di atas, jelaslah bahwa "Kristen" bukan saja tidak pernah diajarkan oleh Yesus, tetapi istilah "Kristen" sendiri baru muncul puluhan tahun kemudian setelah dugaan penyaliban Yesus (Kisah Para Rasul 11:26), yakni resminya setelah kanonisasi Perjanjian Baru.

Telah dijelaskan kata 'kristen' adalah sebutan. Kumpulan umat percaya/Jemaat/Ekklesia yang disebut Kristen ini beribadah yang mementingkan aspek-aspek rohani seperti yang diajarkan dan ditekankan Yesus dalam pelayananNya yang tertulis pada Alkitab Perjanjian Baru. Dan kelompok mereka telah ada/eksis sebelum istilah Kristen (christianous) itu ada.


53. UMAT KRISTEN, PEMBANGKANG PERINTAH YESUS/TUHAN !

Konon, di dalam Yohanes, Yesus berkata:

14:15. "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.

Konon pula, Yesus berkata menurut Matius:

5:19 Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.

Setiap orang Kristen yang ditanya, "Apakah kamu mengikuti hukum dan firman-Nya?" Mereka akan menjawab, "Tidak!" Jika ditanya lagi, "Mengapa tidak?" Jika ia adalah seorang yang tidak taat pada Alkitab, maka ia akan menjawab, "Hukum tersebut sudah kuno dan dibuang. Kita hidup dalam zaman modern sekarang."

Saya mulai dari ayat 18 :


* Matius 5:18
Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi
amên gar legô humin heôs an parelthê ho ouranos kai hê gê iôta hen hê mia keraia ou mê parelthê apo tou nomou heôs an panta genêtai


Tinjauan ayat 18 :

Iota adalah huruf Ibrani yod atau waw, yang artinya “titik” dan garis kecil. huruf ini dalam tulisan Ibrani sering boleh saja dilihangkan.

“selama belum lenyap langit dan bumi ini” artinya pada masa ini --> ini menunjukkan keabadian Taurat itu. ditiadakan: Yunani parelthê dari kata parerkhomai adalah kata yang sama dengan lenyap.
semuanya terjadi : genêtai dari kata ginomai. Kata ini sering dipakai oleh Matius untuk sesuatu yang terjadi sebagai penggenapan nubuat (bandingkan dengan Matius 1:22, 21:4, 24:6, 26:54, 56) sbb:


* Matius 1:22 Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi
* Matius 21:4 Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi
* Matius 24:6 Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya. Mat 26:54 Jika begitu, bagaimanakah akan digenapi yang tertulis dalam Kitab Suci, yang mengatakan, bahwa harus terjadi demikian?
* Matius 26:56 Akan tetapi semua ini terjadi supaya genap yang ada tertulis dalam kitab nabi-nabi." Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri.


Pada Matius 24:34-35 sejajar dengan Matius 5:18 :
24:34 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya ini terjadi
amên legô umin hoti ou mê parelthê ê genea autê heôs an panta tauta genêtai
24:35 Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu
ho ouranos kai hê gê pareleusetai pareleusontai hoi de logoi mou ou mê parelthôsin


Kata ginomai dan parerkhomai sama-sama dipakai dalam ayat diatas. Maka bisa kita tarik kesimpulan bahwa pada masa ini tidak akan ada yang dilenyapkan dari Firman yang tertulis dalam Perjanjian Lama. Sampai semua yang dinubuatkan dalam Perjanjian Lama tentang Mesias sudah terjadi, dengan begitu artinya yang sepenuhnya sudah nyata.


Tinjauan ayat 19 :

* Matius 5:19
Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.
os ean oun lusê mian tôn entolôn toutôn tôn elachistôn kai didaxê outôs tous anthrôpous elachistos klêthêsetai en tê basileia tôn ouranôn os d an poiêsê kai didaxê outos megas klêthêsetai en tê basileia tôn ouranôn


Ayat diatas memperluas prinsip dari apa yang “digenapi” dengan datangnya Kristus, ke sikap para murid terhadap hukum Taurat.
meniadakan (memperlunak), yang dilakukan oleh orang-orang Farisi. Dengan cara penafsiran mereka yang kasuistik, mereka membuat Hukum Taurat itu dapat gampang dilaksanakan karena memperlemah (memperlunak) kuasa moral Hukum Taurat itu.

segala perintah menunjuk kepada Hukum Taurat PL dan hal-hal yang segera menyusul, yakni rumusan Kristus yang lebih dalam tentang Hukum Taurat yang menunjukkan kepada penggenapan sesungguhnya (Matius 5:38, Matius 22:34-40 dst)
menduduki tempat yang paling rendah….., menduduki tempat yang paling tinggi….. artinya secara harfiah akan disebut “tak berarti”, akan disebut “besar”.


Lanjut ayat 20 :


* Matius 5:20
LAI TB : Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
LAI TL : [color=green]Karena Aku berkata kepadamu: Jikalau tiada kebenaranmu terlebih daripada kebenaran segala ahli Taurat dan orang Parisi, sekali-kali tiada dapat kamu masuk ke dalam kerajaan surga
ASB : "For I say to you that unless your righteousness surpasses that of the scribes and Pharisees, you will not enter the kingdom of heaven.
legô gar umin oti ean mê perisseusê humôn hê dikaiosunê umôn pleion tôn grammateôn kai pharisaiôn ou mê eiselthête eis tên basileian tôn ouranôn.


Disini padanan dikaiosunê “kebenaran” dalam terjemahan lama (TL) lebih tepat daripada “hidup keagamaan” di (TB). Keagamaan berbau kepada inisyatif manusia, justru kurang tepat menggambarkan syarat masuk surga.
lebih benar : lebih benar, bukan lebih besar! Ahli-ahli Taurat yang adalah orang-orang yang menganggap dirinya sebagai pengajar Hukum Taurat, dan Farisi adalah orang-orang yang mengaku mengerjakan hukum Taurat. Masuk ke dalam Kerajaan Surga itu tergantung pada hubungan dengan Allah dan ini harus diperlihatkan dalam kehidupan dan ajaran yang bersifat mendalam. Kita dituntut untuk melakukan kebenaran itu sebagai syarat untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga.

Sebagai kelanjutan dari Matius 5:19; Tuhan Yesus merangkumkan rumusan baru mengenai Hukum Taurat, lex talionis (Ulangan 19:21).:


* Matius 5:38
"Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi. Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu. Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil. Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu.


Tidak selesai sampai disitu, Tuhan Yesus kristus kembali memberikan rumusan baru yang dikenal sebagai HUKUM KASIH :


* Matius 22:34-40
22:34 Ketika orang-orang Farisi mendengar, bahwa Yesus telah membuat orang-orang Saduki itu bungkam, berkumpullah mereka
22:35 dan seorang dari mereka, seorang ahli Taurat, bertanya untuk mencobai Dia:
22:36 "Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?"
22:37 Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
22:38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
22:39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
22:40 Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."


Artinya, prinsip hukum Taurat tetap dilaksanakan dalam iman kristiani. Tetapi pelaksanaannya telah disempurnakan, dirumuskan ulang, direformulasikan sekaligus direvitalisasikan oleh Tuhan Yesus Kristus.

Tuhan Yesus memberi pengajaran yang sederhana dan jelas; meskipun kelihatannya sederhana, tetapi hukum diatas mencakup seluruh hukum Taurat!
Bahwa jika kita mengasihi Allah, maka kita akan melakukan prinsip-prinsip bahwa TUHAN adalah satu-satunya sesembahan kita, dan pelaksanaan ini akan selaras dengan hukum ke1-5 dalam Dasa Titah. Jika kita mengasihi sesama, tentu kita tidak boleh membunuh (hukum ke 6); berzinah (hukum ke 7) dan seterusnya. Dan semuanya akan selaras dengan (hukum 6-10)

10 Hukum yang menulis ”Jangan ini, jangan itu” harus kita akui, memang cenderung negatif. Ini berbeda gaya dengan apa yang dirumuskan Yesus tentang Hukum Kasih yang lebih positif ”Hendaklah begini atau begitu”. Dasa Titah memberi peringatan bahwa orang telah salah jalan, sedangkan Hukum Kasih memberi petunjuk, ke mana orang mesti putar haluan.

Tuhan Yesus merangkum 10 Hukum/ Dasa Titah itu menjadi 2 point yang sederhana. Pelaksanaan Hukum Kasih sudah mencerminkan seluruh hukum Taurat (ayat 40).

Firman dalam PL tetap merupakan Firman Allah bagi orang percaya, sebab semuanya adalah dasar dari Perjanjian Baru.
Kita tidak akan bisa mengerti arti "kurban Yesus" tanpa melihat dan memahami dosa asal yang diperbuat Adam-Hawa.
Kita tidak akan mengerti terminologi "Anak Domba Allah" tanpa mempelajari prinsip-prinsip pengampunan dosa yang ada di Perjanjian Lama, kurban bakaran, kurban pengampunan dosa dll.

Dengan demikian, Yesus telah menggenapinya dan menyempurnakannya.
Pada beberapa keterangan Alkitab "Menggenapi" berarti "Memenuhi, sesuai dengan, melaksanakan dengan baik".


* Matius 3: 15
Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah." Dan Yohanespun menuruti-Nya.

* Roma 13:10
Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat

Setiap kali diingatkan dengan apa yang dikatakan Tuhan Yesus-nya, mereka akan mendebat dengan kata-kata dari Korintus, Galatia, Efesus, Filipi, dan lain-lain. Jika ditanya, "Siapakah mereka?" Mereka akan menjawab, "Paulus, Paulus, Paulus." Tetapi jika ditanya, "Siapakah Tuhanmu?" Mereka serentak menjawab, "Yesus!" Namun demikian, mereka akan segera membantah bahwa Yesus sama dengan Paulus.

Tak seorang pun umat Kristen yang memperdebatkan kenyataan bahwa pendiri sebenarnya dari agama Kristen adalah Paulus Tarsus. Oleh karena itu, wajarlah apabila Michael H. Hart menempatkan Yesus pada urutan ke-3 setelah Musa dan Muhammad (Michael H. Hart [1978]: The 100: A ranking of the Most Influential Persons in History. New York, Hart Publishing Company, Inc.).

PERNYATAAN TUHAN VERSUS PERNYATAAN PAULUS

Pernyataan Tuhan:

Dan orang yang tidak disunat, yakni laki-laki yang tidak dikerat kulit khatannya, maka orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya: ia telah mengingkari perjanjian-Ku. (Kejadian 17:14)

Pernyataan Paulus:

Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak penting. Yang penting ialah mentaati hukum-hukum Allah. (1Korintus 7:19)

(Menurut Tuhan, sunat itu hukumnya WAJIB dan merupakan hukum Allah yang teramat penting. Sebaliknya, menurut Paulus, sunat itu tidak penting karena ia sama sekali bukan merupakan hukum Allah. Pernyataan Paulus inilah yang diikuti umat Kristen.)

PERNYATAAN TUHAN VERSUS PERILAKU UMAT KRISTEN

Pernyataan Tuhan:

Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya... (Keluaran 20:4-5)

Perilaku Umat Kristen:

Membuat patung Bunda Maria, patung Yesus, patung salib, dan patung tokoh-tokoh Kristen. Sebagian umat Kristen juga memuja-muja kepada patung Bunda Maria dan patung Yesus.

(Perilaku umat Kristen dengan membuat dan memuja patung-patung tersebut, bertolak-belakang dengan pernyataan Tuhan dalam Keluaran 20:4-5 dan Ulangan 5:8-9.)


Karena saya bukan orang katolik atau orang yang gemar mengkoleksi patung; saya copykan saja pendapat saudara kita dari Katolik sbb :


* Kesepuluh firman (20:1-17)
20:1 Lalu Allah mengucapkan segala firman ini:
20:2 "Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan.
20:3 Jangan ada padamu Allah lain dihadapan-Ku.
20:4 Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.
20:5 Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,
20:6 tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku.


Jadi tentang penyembahan patung ini, adalah dalam konteks sepuluh perintah Allah. Dan kala itu Allah berbicara mengenai janganlah ada allah lain selain Allah Bapa sendiri. Perhatikan ayat 3 & 4: "Jangan ada padamu Allah lain dihadapan-Ku. Kel 20:4 Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.".

Jadi ayat 4 tidak berdiri sendiri melainkan sebagai kelanjutan dan penjelasan dari ayat 3, yakni jangan membuat patung allah lain, apalagi menyembah patung itu sebagai tuhan. Gereja Katolik tidak memiliki Allah lain selain Allah pencipta langit dan bumi. Allah umat Katolik adalah Allah maha kasih yang bersatu dengan Putera dan Roh Kudus dalam kemuliaan yang maha tinggi.

Patung Yesus, patung bunda Maria & Yosef, serta patung para kudus, tidak pernah menjadi tuhan atau berhala. Patung adalah tetap patung, yang membawa kedekatan hati, membantu penciptaan kerohanian yang baik, sakral, dan khusuk dalam berdoa kepada Allah. Dengan semua maksud baik itu, saya kira umat non-katolik tidak perlu repot & khawatir.

Saya bisa mengerti, amat sulit bagi orang non-katolik utk mengerti jalan pikiran apalagi nuansa kebatinan seorang katolik dalam berkomunikasi dengan Allah Bapa. Orang Katolik menggunakan salib yang ada patung Yesusnya, menggunakan rosario, memiliki 7 sakramen, memiliki doa salam Maria, dan sebagainya. Tetapi ketidakmengertian itu, jangan lantas membuat kecurigaan dan penilainan yang tidak perlu. Sering saya umpamakan, seseorang tidak akan mengerti tata letak rumah tetangganya, melebihi sang tuan rumah sendiri.

Gereja dan umat Katolik selalu berusaha hidup seturut kehendak Tuhan lewat firman-firmanNya. Ttg patung ini pun, gereja katolik seseungguhnya tidak menyalahi firman Tuhan. Bacalah ayat 3 dan 4 sebagai satukesatuan yang tidak terpisah, maka semoga Allah yang maha kasih membuka pikiran kita semua.



54. MATIUS VERSUS YOHANES & LUKAS

I. MATIUS VERSUS YOHANES: Kontradiksi "Elia".


Umat Yahudi mempunyai keyakinan paralel bahwa sebelum Mesias datang, Elia akan datang terlebih dahulu.

MATIUS:

17:11 Jawab Yesus: "Memang Elia akan datang dan memulihkan segala sesuatu
17:12 dan Aku berkata kepadamu: Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka. Demikian juga Anak Manusia akan menderita oleh mereka."
17:13 Pada waktu itu mengertilah murid-murid Yesus bahwa Ia berbicara tentang Yohanes Pembaptis.

Menurut ayat2 Matius di atas, bahwa Elia itu adalah Yohanes Pembaptis.

Marilah kita konfirmasi kepada Yohanes Pembaptis sendiri.

YOHANES:

1:19. Dan inilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus beberapa imam dan orang-orang Lewi kepadanya untuk menanyakan dia: "Siapakah engkau?"
1:20 Ia mengaku dan tidak berdusta, katanya: "Aku bukan Mesias."
1:21 Lalu mereka bertanya kepadanya: "Kalau begitu, siapakah engkau? Elia?" Dan ia menjawab: "Bukan!" "Engkaukah nabi yang akan datang?" Dan ia menjawab: "Bukan!"

Perhatikan ayat2 Yohanes di atas! Menurut Yohanes Pembaptis sendiri, ia bukanlah Elia sebagaimana dinyatakan dalam ayat2 Matius di atas.

Benar2 tidak berbicara kebenaran!!!

Karenanya, umat Israel dimana Yesus diutus, tidak mengakui Yesus sebagai Mesiah yang diidam2kan itu, bahkan mereka menganggap Yesus adalah nabi palsu. Salah satu penyebabnya adalah bahwa Elia yang menurut Matius adalah Yohanes Pembaptis, ternyata dibantah oleh Yohanes Pembaptis sendiri.

Oleh sebab itulah orang2 Yahudi membenci Yesus dan mengejar2nya seperti maling ayam hingga membunuh "Yesus" di tiang salib. Jadi, kalau Kristen mengklaim bahwa penyaliban Yesus di tiang salib merupakan "janji Yesus", adalah BOHONG BESAR!!!

Yesus Kristus mengatakan bahwa Yohanes Pembaptis adalah Elia --> Yohanes Pembaptis bukanlah "reinkarnasi" Elia, tetapi ia menggenapi peranan Elia.

Sedangkan Yohanes Pembaptis menyangkal bahwa ia adalah Elia. Hal ini tidak bertentangan --> Yohanes menyangkal bahwa ia adalah "titisan" Elia karena kalangan Yahudi mengharapkan kedatangan Elia secara fisik. Yesus Kristus pun tidak mengatakan bahwa Yohanes Pembaptis adalah Elia secara fisik, Dia menyamakan Elia dalam arti rohani yang sebenarnya.

Coba perhatikan penjelasan Yesus Kristus ini.

* Lukas 1:17
"dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya."

Jika ada seseorang berjalan dalam "roh" dan "kuasa" Yesus Kristus, apakah ia dapat disebut sebagai Yesus Kristus secara fisik?

Lebih jauh, Yudas Iskariot, yang telah berjasa besar bagi upaya penyaliban "Yesus", dituduh sebagai penghianat oleh umat Kristen.

Jika orang2 Kristen berakal waras, tentunya Kristen mengelu2kan Yudas Iskariot sebagai pahlawan, karena ia telah mencatat sejarah sebagai orang yang paling berjasa bagi penyaliban Yesus!

Maksud dari penulis diatas :
Tidak ada Yudas --> manusia tidak selamat, karena manusia butuh penebusan
Penjahat bisa jadi pahlawan hanya tergantung dari kerelaan korbannya. Kalau korbannya rela, maka penjahat tsb adalah pahlawan.

Kristus dinyatakan sebagai Domba Allah yang harus disembelih, agar darah-Nya yang suci bisa menghapus dosa dunia. Tanpa ada orang yang mau menyembelih Domba Allah, darah tidak akan keluar, jadi akan sia-sialah Tuhan Yesus dilahirkan ke dunia ini, sebab misinya akan gagal. Agar misi ini bisa berhasil maka Yudas Iskariot harus mau dan harus bersedia untuk dijadikan tumbal dan harus mau memainkan peran yang telah ditentukan sebelumnya ialah untuk menjadi pengkhianat atau penyembelih Domba Allah! Walaupun untuk dirinya sendiri tidak ada keuntungan yang bisa dinikmatinya!

***

Apakah benar bahwa Tuhan menghendaki Yudas Iskariot dijadikan tumbal?


* Kisah Para Rasul 1:25
"untuk menerima jabatan pelayanan, yaitu kerasulan yang ditinggalkan Yudas yang telah jatuh ke tempat yang wajar baginya."
TR TRANSLIT INTERLINEAR : labein {menerima} ton klêron {bagian} tês diakonias {pelayanan} tautês {ini} kai {dan} apostolês {kerasulan} ex {dari} hês {yang} parebê {ditinggalkan} ioudas {Yudas} poreuthênai {jatuh} eis {ke} ton topon {tempatnya} ton idion {sendiri}


Apakah watak Yudas yang sesungguhnya? Jika tempat yang wajar baginya ("ton topon ton idion", harfiah tempatnya sendiri) adalah pilihannya sendiri, apakah yang mendorong dia ke jurusan dan nasip yang mengerikan ini? Dan bagaimana pernyataan tempat yang wajar baginya dapat dipertemukan dengan ayat-ayat Alkitab yang memberi kesan, bahwa ia sudah dari dulu ditentukan untuk memainkan peranan pengkhianat? Bahwa Yesus memilih dia, walaupun Yesus tahu bahwa Yudas akan menyerahkan Dia?


Bahwa sejak semula ia terima cap watak yang tak terelakkan seperti yang ditulis dalam ayat di bawah ini:


* Yohanes 17:12
"Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorangpun dari mereka yang binasa selain daripada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci?"
TR TRANSLIT INTERLINEAR : hote {selama} êmên {Aku adalah} met {bersama} autôn {mereka} en {di dalam} tô kosmô {dunia} egô {Aku} etêroun {memelihara} autous {mereka} en {dalam} tô onomati {nama} sou {-Mu} hous {yang} dedôkas {Engkau sudah memberikan} moi {kepada-Ku} ephulaxa {Aku menjaga} kai {dan} oudeis {tidak ada seorangpun} ex {dari} autôn {mereka} apôleto {ia binasa} ei mê {selain daripada} ho huios {anak} tês apôleias {kebinasaan} hina {supaya} hê {yang} graphê { tertulis} plêrôthê {ia digenapi}"


Alasan-alasan Yudas Iskariot antara lain adalah :

- Cinta uang (Yudas menjual Yesus dengan 30 keping perak);
- Cemburu kepada murid-murid lain;
- Ketakutan akan akhir pelayanan gurunya yang tak terelakkan, yang - mendorong dia mengkhianati rekannya untuk menyelamatkan dirinya sendiri;
- Niat yang membawa untuk memaksa Yesus menyatakan diri-nya Mesias.
- Juga alasan hati yang sebal dan dendam, yang timbul sesudah harapan-harapan duniawinya pudar; hati yang tidak senang menjurus kepada penyesalan mengikuti Yesus, dan penyesalan ini berubah menjadi kebencian.

Yudas dipilih oleh Yesus menjadi muridnya, untuk berjalan dekatNya, namun dia menjauhkan diri. Yudas bukan dipilih untuk didapuk sebagai pengkianat. Menjadi pengkianat adalah pilihan Yudas sendiri :

Kita tidak boleh meragukan kesungguhan panggilan Yesus. Pada mulanya Yesus memandang Yudas Iskariot sebagai murid dan pengikut berbakat. Tidak ada pra dalil lain untuk menilai benar-tidaknya kebijakan Yesus, juga himbauan-Nya yang berulang-ulang kepada Yudas;
Pra pengetahuan Yesus tidak mencakup pra penentuan, bahwa Yudas secara tak terelakkan harus menjadi pengkhianat;
Yudas tak pernah sungguh-sungguh murid Yesus. Dia jatuh dari jabatan rasul, tapi ia tak pernah mempunyai persekutuan yang sungguh dengan Yesus.

Perhatikan ayat ini :


* Matius 26:25
"Yudas yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: 'Bukan aku, ya RABI?' Kata Yesus kepadanya: 'Engkau telah mengatakannya.'"
TR TRANSLIT INTERLINEAR : apokritheis {menjawab} de {dan} ioudas {Yudas} ho {yang} paradidous {menyerahkan} auton {-Nya} eipen {ia berkata} mêti {apakah} egô {aku} eimi {adalah} rabbi {rabi} legei {Dia berkata} autô {kepadanya} su {engkau} eipas {sudah berkata}


Ternyata bahwa gelar Yesus yang tertinggi bagi Yudas hanyalah sekedar Rabi dan bukan Tuhan.

Di arena Alkitab, Yudas hidup sebagai peringatan yang mengerikan bagi setiap pengikut Yesus yang tidak sungguh-sungguh pasrah terikat kepada-Nya, kendati memang benar berada dalam persekutuan-Nya, tetapi tidak memiliki Roh-Nya.


* Roma 8:9
"Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus."
TR TRANSLIT INTERLINEAR : humeis {kalian} de {tetapi} ouk {tidak} este {adalah} en {dalam} sarki {daging} all {melainkan} en {dalam} pneumati {Roh} eiper {jika memang} pneuma {Roh} theou {Allah} oikei {Dia diam} en {di dalam} humin {kalian} ei {jika} de {tetapi} tis {seseorang} pneuma {Roh} khristou {Kristus} ouk {tidak} ekhei {ia memiliki} houtos {ini} ouk {bukan} estin {ia adalah} autou {milik-Nya}


Nyatalah bahwa Yudas meninggal sebagai seorang yang bernasib malang dan yang terkutuk adalah atas pilihannya sendiri.


Kristen, benar2 agama yang tidak berbicara kebenaran!!!


II. MATIUS VERSUS LUKAS: Berbagai Kontradiksi tentang Yesus.


1. Siapa Yang Memberi Nama "Yesus"?

Menurut Matius 1:20-25, malaikat Tuhan bertemu dengan Yusuf dan memerintahkan Yusuf untuk memberi nama "Yesus" kepada anak yang akan dilahirkan oleh Maria. Tetapi menurut Lukas 1:28-35, malaikat Tuhan bertemu dengan Maria dan memerintahkannya untuk memberi nama "Yesus" pada anak yang akan dilahirkannaya.

Kita memakai logika sederhana saja; Bukanlah hal yang mustahil jika Malaikat datang kepada kedua belah pihak; kepada Maria dan kepada Yusuf tunangannya. Ini penting sekali karena Yusuf adalah “future husban” untuk Maria, maka penjelasan akan seorang Anak yang akan dilahirkan ini juga penting diberitahan secara langsung kepada Yusuf juga.


Malaikat Gabriel memberitakan tentang Anak dan nama Anak yang akan dilahirkan oleh Maria kepada Maria, ibu Yesus :


* Lukas 1;28-35
1:28 Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau."
1:29 Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu.
1:30 Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.
1:31 Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.
1:32 Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya,
1:33 dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan."
1:34 Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?"
1:35 Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.


Kemudian secara rinci Lukas menulis Silsilah Yesus menurut garis Maria yang merupakan keturunan Daud dari anaknya yang bernama Nathan,


Malaikat Gabriel memberitakan tentang Anak dan nama Anak yang akan dilahirkan oleh Maria kepada Yusuf, ayah Yesus secara hukum :


* Matius 1:18-25
1:18 Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.
1:19 Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.
1:20 Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.
1:21 Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."
1:22 Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi:
1:23 "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" -- yang berarti: Allah menyertai kita.
1:24 Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya,
1:25 tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus.


Matius mencatat Silsilah Yesus Kristus menurut garis Yusuf (garis ayah Yesus menurut Hukum Yahudi), Yusuf adalah keturunan Daud dari anaknya yang bernama Salomo.

Disinilah mengapa ada 4 Injil (Matius, Markus, Lukas, Yohaned), Karena masing-masing Injil mempunyai maksud tujuan yang berbeda, yang mempertajam isi Injil itu sendiri dan semuanya saling melengkapi dan memperkaya pemahaman kita tentang Yesus.


2. Zaman Kelahiran Yesus.

Menurut Matius 2:1-8, Yesus dilahirkan pada zaman raja Herodes, tetapi menurut Lukas 2:1-20, Yesus dilahirkan pada zaman kaisar Agustus (sesudah zaman Herodes), yakni ketika diadakan sensus penduduk di Yedea.

Pada masa Yesus lahir seluruh wilayah palestina dalam kekuasaan Romawi yang kala itu kaisarnya adalah Kaisar Agustus. Sedangkan Herodes adalah raja wilayah Palestina (wilayah Yudea), tetapi dibawah pengawasan Romawi.


3. Masa Kecil Yesus.

Menurut Matius 2:1-15, sesudah Yesus dilahirkan maka ia langsung dilarikan bersama ibunya oleh Yusuf ke Mesir sampai raja Herodes mati. Tetapi menurut Lukas 2:6-46, sesudah Yesus dilahirkan, ia dibawa ke Yerusalem kemudian ke Nazareth dan tinggal di sana selama 12 tahun.

Perbedaan apa yang tertulis dalam kitab Matius dan Lukas ini bukanlah sebuah kontradiksi.
Injil Matius ditulis untuk orang percaya bangsa Yahudi. Latar Belakang Yahudi dari Injil ini tampak dalam banyak hal, sehingga dalam beberapa peristiwa, Matius menuliskannya dengan lebih detail. Namun kedua kitab tersebut menyatakan bahwa masa kecil Yesus adalah di Nazaret.

Penulisan tentang masa kecil Yesus pernah tinggal di Mesir ini adalah sangat penting; sebab ini menggenapi Nubuat yang tertulis dalam Hosea 11: 1 “Ketika Israel masih muda, Kukasihi dia, dan dari Mesir Kupanggil anak-Ku itu.”

Dan kemudian penggenapannya adalah dalam kitab Matius 2: 15 “dan tinggal di sana hingga Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku."

Sekalipun demikian, Injil Matius ini tidak semata-mata untuk orang Yahudi saja. Seperti amanat Yesus sendiri, Injil Matius pada hakikatnya ditujukan kepada seluruh umat manusia serta dengan seksama menyatakan lingkup universal Injil (mis. Matius 2:1-12; Matius 8:11-12; Matius 13:38; Matius 21:43; Matius 28:18-20).

Disinilah mengapa ada 4 Injil (Matius, Markus, Lukas, Yohaned), Karena masing-masing Injil mempunyai maksud tujuan yang berbeda, yang mempertajam isi Injil itu sendiri dan semuanya saling melengkapi dan memperkaya pemahaman kita tentang Yesus.

4. Silsilah Yesus.

Menurut Matius 1:2-16, silsilah Yesus dari Abraham hingga Yesus terdiri atas 40 keturunan, tetapi menurut Lukas 3:23-34, silsilah Yesus dari Abraham hingga Yesus terdiri atas 56 keturunan. Disamping itu juga, nama-nama keturunan dalam kedua silsilah Yesus tersebut hampir semuanya berbeda.

Seperti sudah sering dijelaskan perbedaan nama-mana dalam Silsilah yang ditulis oleh Matius dan Lukas itu berbeda karena Matius mencatat Silsilah Yesus melalui garis Yusuf (ayah Yesus secara Hukum Yahudi). Sedangkan Lukas mencatat Silsilah Yesus dari garis Maria yang melahirkanNya.

5. Masa Berlaku Hukum Taurat.

Menurut Matius 5:17-20, hukum Taurat berlaku hingga hari kiamat dan barangsiapa yang hidupnya tidak lebih baik dari ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, maka ia tidak akan masuk ke dalam kerajaan surga. Tetapi menurut Lukas 16:16, hukum Taurat berlaku sampai kepada zaman Yohanes Pembaptis.




55. MISI KERASULAN YESUS !

[QS. 61:6. Dan (ingatlah) ketika Yesus anak Maria berkata: "Hai Bani Israel, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)." Maka tatkala Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata."]


Tercatat ada 5 (lima) kasus dalam Alkitab yang berkaitan dengan misi kerasulan Yesus yang tampak dibatasi hanya untuk umat Israel. Perlu dijelaskan terlebih dahulu bahwa ketika membaca frasa "umat Israel", maka ia berkonotasi dengan "umat Yahudi", sementara ketika membaca frasa "umat Yahudi", maka ia belum tentu berkonotasi dengan "umat Israel", karena "agama Yahudi" bukan saja dianut oleh para keturunan Israel (Yakub), tetapi juga dianut oleh orang2 dari bangsa2 lain yang berafiliasi ke agama Yahudi. Namun demikian, Yesus mengemban misi kerasulannya sama sekali bukan untuk orang2 Yahudi, tetapi hanya kepada orang2 keturunan Yakub (Bani Israel). Simak baik2 kasus2 berikut ini:


1. Kasus 1: Perempuan Kanaan.

MATIUS:

15:21. Lalu Yesus pergi dari situ dan menyingkir ke daerah Tirus dan Sidon.
15:22 Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: "Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita."
15:23 Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawabnya. Lalu murid-murid-Nya datang dan meminta kepada-Nya: "Suruhlah ia pergi, ia mengikuti kita dengan berteriak-teriak."
15:24 Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel."
15:25 Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: "Tuhan, tolonglah aku."
15:26 Tetapi Yesus menjawab: "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."* 15:27 Kata perempuan itu: "Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya."
15:28 Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: "Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." Dan seketika itu juga anaknya sembuh.

Dalam kasus di atas, Yesus membatasi misinya hanya kepada orang2 sesat dari umat Israel, yang dimetaforakan sebagai "domba2 yang hilang". Tetapi, mengingat desakan dari perempuan Kanaan tersebut, dan mengingat imannya begitu besar, maka Yesus pun menurutinya. Tindakan Yesus ini merupakan pengecualian atas misinya. Adapun kata "Kanaan" merupakan sebutan bagi kelompok etnis masyarakat yang menghuni Palestina sebelum, dan kemudian berdampingan dengan, bangsa Israel.

Perlu diketahui juga, bahwa kata "anak-anak" dalam ayat di atas adalah metafora bagi umat Israel dimana Yesus mengemban misinya, yaitu para keturunan Israel dari Yehuda. Demikian juga dengan para keturunan Israel dari Benyamin, mereka juga dirujuk sebagai umat Israel. Sedangkan kata "anjing" dalam ayat di atas merupakan metafora bagi orang2 selain umat Yesus yang dalam konteks ini adalah "orang Kanaan". Orang2 Kanaan, bukanlah umat dimana Yesus mengemban misinya (perhatikan konteks ayat2nya).

YESUS UNIVERSAL

Kisah ini adalah kisah favorit saya. :)

Pengajaran Yesus ini seringkali diklaim oleh orang-orang di luar Kristus sebagai pengajaran yang rasialis. Padahal justru sebaliknya ada pengajaran yang sangat berharga bisa dipetik dari kisah tersebut.

Yesus kala itu berada didalam lingkungan masyarakat yang memiliki pola pikir bahwa orang-orang Yahudi adalah umat pilihan Allah; sedangkan bangsa lain tidak berhak menerima berkat Allah. Bangsa lain lebih rendah dan sebagainya. Yesus menjawab dengan "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel. Hal ini adalah untuk menguji iman perempuan tersebut dan bahkan lebih jauh lagi Yesus mengucapkan kata-kata yang kedengarannya “kasar” sekali yaitu Anjing.
Mengapa Yesus menggunakan kata “anjing” dalam kasus tersebut? Karena memang orang-orang Yahudi menganggap orang-orang Kanaan rendah dan menyebut orang-orang Kanaan “anjing”. Yesus “sengaja” mengangkat topik ini.

Satu hal yang kita harus perhatikan dalam kisah ini adalah bahwa Yesus telah menyembuhkan begitu banyak orang tetapi tidak semuanya memiliki IMAN seperti perempuan Kanaan ini. Yang justru dari kalangan yang terhina dengan sebutan “anjing”

Bukan itu saja perempuan Kanaan ini mempunyai keberanian; ayat 27 Kata perempuan itu: "Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya." Perempuan Kanaan yang datang kepada Yesus, dengan berani meminta agar anak perempuannya disembuhkan.

Ia mengatakan bahwa ia tidak meminta apa yang diperuntukkan bagi orang Israel tetapi ia hanya meminta yang layak ia dapatkan, yakni remah-remahnya. Di sini kita melihat bagaimana imannya, karena ia tidak memaksakan kehendaknya tetapi ia benar-benar memfokuskan permohonnya kepada belas kasihan dari Yesus. Ia tetap menganggap suatu anugerah bila ia pun hanya mendapatkan remah-remah, sesuatu yang tidak lagi dihargai orang lain.

Pelajaran besar yang diambil dari iman perempuan ini bahwa dia tidak goyah ketika Yesus menjawab dengan sedikit kasar bahwa “tidak patutlah mengambil roti yang disedikan bagi anak-anak”, dia balik menjawab dengan keberanian yang luar biasa “bahwa anjing yang berada di bawah meja itu makan roti anak-anak tersebut”. Seorang perempuan dari kalangan kafir dan seorang dari warga kelas dua, keprihatinannya terhadap anak perempuannya telah membuat dia berani menembus batas-batas budaya, tradisi dan jender dengan tabah. Inilah yang kemudian membuat Tuhan Yesus menjadi kagum.

Maka kemudian kita melihat bukti bahwa pelayanan Yesuspun menembus batas-batas kebiasan eksklusifitas Yahudi, dan dari pihak-Nya, Pelayanan Yesus juga melintasi batas-batas yang sama, maka Yesus berkata "Hai Ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." Dan seketika itu juga anaknya sembuh.” Yesus dibuat kagum oleh kesederhanaan iman dan pola pikir dari perempuan Kanaan ini. Pujian semacam ini sangat jarang diucapkan oleh Yesus!

Perempuan ini telah datang pada alamat yang tepat, dia memiliki sikap yang benar, dan mendapatkan anugerah-Nya yang telah terbukti mendobrak pola pikir rasialis bangsa Yahudi masa itu.

2. Kasus 2: Perempuan Yunani.

MARKUS:

7:24. Lalu Yesus berangkat dari situ dan pergi ke daerah Tirus. Ia masuk ke sebuah rumah dan tidak mau bahwa ada orang yang mengetahuinya, tetapi kedatangan-Nya tidak dapat dirahasiakan.
7:25 Malah seorang ibu, yang anaknya perempuan kerasukan roh jahat, segera mendengar tentang Dia, lalu datang dan tersungkur di depan kaki-Nya.
7:26 Perempuan itu seorang Yunani bangsa Siro-Fenisia. Ia memohon kepada Yesus untuk mengusir setan itu dari anaknya.
7:27 Lalu Yesus berkata kepadanya: "Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."*
7:28 Tetapi perempuan itu menjawab: "Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak."
7:29 Maka kata Yesus kepada perempuan itu: "Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu."
7:30 Perempuan itu pulang ke rumahnya, lalu didapatinya anak itu berbaring di tempat tidur, sedang setan itu sudah keluar.

Kasus Markus di atas sebenarnya sejenis dengan kasus Matius sebelumnya, namun orang yang meminta tolong dalam kasus ini adalah orang Yunani. Dalam kasus ini, orang Yunani tersebut memohon dengan sangat kepada Yesus, yang digambarkan dalam ayat di atas dengan "tersungkur di depan kaki Yesus".

Lagi2 Yesus menegaskan, bahwa dirinya hanyalah mengemban misi kepada "anak-anak", bukan kepada "anjing". Sebagaimana dijelaskan dalam kasus Matius di atas, bahwa kata "anak-anak" adalah metafora bagi umat Israel dimana Yesus mengemban misinya, sedangkan kata "anjing" merupakan metafora bagi orang2 selain umat Yesus, yang dalam konteks ini adalah "orang Yunani". Jangankan orang Yunani, orang Kanaan pun Yesus tidak menyampaikan misinya.

Namun demikian, oleh karena desakan dan permohonan yang merengek2 dari orang Yunani tersebut, Yesus pun menuruti permohonannya. Sebagaimana kasus Matius di atas, kasus ini juga merupakan pengecualian atas misi yang diemban Yesus, oleh karena "kata-kata orang Yunani" tersebut telah meluluhkan hati Yesus.

Kisah dalam MATIUS 15:21-28 adalah sama dengan kisah yang dicatat dalam MARKUS 7:24-30

Bangsa Yunani Siro-Fenisia (Syro-phoenician) sering disebut juga orang2 Kanaan karena mereka tinggal di daerah Kanaan. Tirus dan Sidon ada di daerah Fenisia (Phoenicia) tepatnya berada di daerah northwest of Canaan. Mereka adalah orang2 non Yahudi yang mempunyai kebudayaan paganisme/ bangsa kafir.

Jadi Kisah tersebut diatas adalah sebuah kisah yang sama dan tidak bertentangan, hanya saja Markus lebih detail menuliskan asal dari perempuan tersebut bahwa dia terlahir sebagai bangsa Syro-Phoenician yang merupakan keturunan dari bangsa Yunani.


3. Kasus 3: Perwira Romawi.

LUKAS:

7:1. Setelah Yesus selesai berbicara di depan orang banyak, masuklah Ia ke Kapernaum.
7:2 Di situ ada seorang perwira yang mempunyai seorang hamba, yang sangat dihargainya. Hamba itu sedang sakit keras dan hampir mati.
7:3 Ketika perwira itu mendengar tentang Yesus, ia menyuruh beberapa orang tua-tua Yahudi kepada-Nya untuk meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan hambanya.
7:4 Mereka datang kepada Yesus dan dengan sangat mereka meminta pertolongan-Nya, katanya: "Ia layak Engkau tolong,
7:5 sebab ia mengasihi bangsa kita dan dialah yang menanggung pembangunan rumah ibadat kami."
7:6 Lalu Yesus pergi bersama-sama dengan mereka. Ketika Ia tidak jauh lagi dari rumah perwira itu, perwira itu menyuruh sahabat-sahabatnya untuk mengatakan kepada-Nya: "Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku;
7:7 sebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu. Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.
7:8 Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya."
7:9 Setelah Yesus mendengar perkataan itu, Ia heran akan dia, dan sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti Dia, Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!"
7:10 Dan setelah orang-orang yang disuruh itu kembali ke rumah, didapatinyalah hamba itu telah sehat kembali.

Dalam kasus di atas, Perwira Romawi tidak langsung meminta tolong kepada Yesus, tetapi meminta tolong kepada sesepuh2 Yahudi untuk menemui Yesus. Sesepuh2 Yahudi berhasil meyakinkan Yesus bahwa Perwira Romawi tersebut layak untuk mendapat pertolongan karena banyak berjasa bagi umat Israel. Akhirnya, Yesus pun menuruti keinginan sesepuh2 Yahudi tersebut. Sesampainya Yesus di dekat rumah Perwira Romawi, Yesus mendapati iman Perwira tersebut begitu besar, sehingga hambanya disembuhkan. Lagi2 ini adalah pengecualian atas misi kerasulan Yesus, karena dibujuk oleh sesepuh2 Yahudi.

Telah kita pelajari kisah tentang perempuan Kanaan (bangsa Siro-Fenisia) diatas menerima belas-kasihan dari Yesus Kristus, suatu bukti bahwa Yesus untuk semua bangsa. Dalam Kisan tentang Perwira ini juga membuktikan bahwa Yesus untuk bangsa non Yahudi. Kisah-kisah semacam ini menjadi sesuatu hal yang penting di kalangan Jemaat mula-mula mengenai misi kepada orang kafir (non-Yahudi). Kewarganegaraan si Perwira disebutkan sebagai seorang perwira Romawi, dan ia bukan orang Yahudi. Ia adalah anggota pasukan perdamaian Herodes yang dikirim oleh pemerintah pusat Romawi (lihat Lukas 3:14). Ia mempunyai cukup uang untuk membantu pembangunan rumah ibadat di Kapernaum; Ia diperkenalkan sebagai seorang yang mempunyai watak yang sangat mulia dalam perhatiannya kepada hambanya, sikapnya terhadap orang yahudi dan kesadarannya atas ketidak-layakannya di hadapan Yesus secara khusus menunjukkan mutu imannya. Si perwira mengesankan hati Yesus oleh kerendahan hati dan imannya. Barangkali ketelitian perwira ini juga terungkap disini; ia tentunya tahu bahwa ada kebiasaan orang Yahudi memasuki rumah seorang kafir menyebabkan seorang Yahudi itu najis, sehingga tidak bisa mengikuti ibadat. Tetapi iman si perwiralah yang membuat Yesus mau melakukan mujizat untuk kesembuhan hambanya, bukan karena bujukan sesepuh-sesepuh Yahudi itu. Yesus memuji kebesaran imannya itu, dan ini ditekankan oleh Yesus dihadapan para pendengarNya.

Dalam kejadian ini menyiratkan pernyataan, bahwa Tuhan tidak mengenai perbedaan, melainkan setiap orang dari bangsa manapun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepadaNya (Kisah 10:34-35; Lihat Lukas 15:9).


4. Kasus 4: Larangan Yesus.

MATIUS:

10:5. Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: "Janganlah kamu menyimpang ke negeri orang-orang non Yahudi[/color=red]**[/color]atau masuk ke dalam kota orang Samaria,
10:6 melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.

Dalam ayat2 di atas, Yesus melarang keduabelas muridnya untuk memasuki wilayah orang2 non Yahudi termasuk wilayah Samaria. Orang2 Samaria adalah keturunan campuran antara orang2 Asyur dan orang2 Israel, yang melaksanakan jenis agama Yahudi mereka sendiri, lengkap dengan versi Taurat mereka. Yesus hanya memerintahkan murid2nya kepada orang2 sesat dari umat Israel, yang dimataforakan sebagai "domba2 yang hilang". Lagi2 Yesus membatasi misi kerasulannya, bahkan untuk orang Samaria sekalipun! Lebih jauh, Yesus menyebut orang Samaria sebagai orang asing! Selengkapnya, lihat di bawah ini.

YESUS UNIVERSAL!


* Matius 10:5-6
10:5 Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: "Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria
10:6 melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel

* MATIUS 15:24
Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.


Ayat-ayat diatas sering diklaim bahwa Injil diperuntukkan bagi orang-orang Israel saja. Namun ayat tersebut tidak berdiri sendirian dan itu adalah diperuntukkan ketika murid-murid Yesus melaksanakan awal-awal penginjilan. Injil itu untuk semua bangsa, tetapi dalam penyebarannya tentu akan melewati tahapan-tahapan. Bahwa penginjilan adalah dimulai dari lingkungan dimana mereka berada; menyelamatkan dahulu kepada orang orang disekitarnya. Dan pada saat itu murid-murid Yesus masih dalam tahapan awal dalam usahanya mengabarkan kabar baik bahwa Sang juru Selamat/ Mesias itu sudah datang.

Pada Matius 10, Yesus baru dikenal oleh kalangan Yahudi, dan Yesus sedang menggenapi nubuatan tentang Mesias yang memang ada di kepercayaan Yahudi. Kalo tiba-tiba Yesus memperkenalkan diri kepada bangsa non-Yahudi, lalu mengaku sebagai Mesias, otomatis mereka akan kebingungan sendiri.

Nah, sejak karya kesembuhan Yesus meluas kepada bangsa-bangsa non Yahudi, barulah mereka melihat bahwa Yesus memiliki kuasa yang mereka juga butuhkan dalam hidup mereka. Sehingga ketika Matius 15 perempuan non Yahudi datang kepada Yesus untuk menyembuhkan anaknya, Yesus sempat menguji imannya, dengan sikap yang sama seperti Matius 10. Barulah setelah perempuan itu yakin bahwa kesembuhan itu juga merupakan bagiannya, Yesus akhirnya memuji imannya dan menyembuhkan anaknya. Sejak Matius 15:28, barulah karya Yesus diperluas kepada bangsa non-Yahudi juga, yang sudah melihat dan percaya kepadaNya.

Kemudian pada tahap akhir pelayanan Yesus dibumi, Tuhan Yesus memberikan Amanat Agung kepada murid-murid untuk mengabarkan injil bagi semua bangsa, menjadikan semua bangsa (tanpa terkecuali) menjadi murid Yesus :

* Matius 28:19-20
18:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
28:20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."


Terlebih jauh lagi pada Kitab Kisah Para Rasul lebih jelas lagi tahapan-tahapannya bahwa pelayanan dimulai dari Yudea kemudian Samaria bahkan sampai ke ujung bumi.

* Kisah Rasul 1:7-8 menuliskan,
JawabNya: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasaNya. Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksiKu di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."


Langkah pertama: melayani di Yerusalem dulu, setelah itu baru melangkah ke Yudea, Samaria dan sampai ke ujung-ujung bumi. Saya percaya bahwa peranan yang Tuhan percayakan untuk melangkah ke bangsa-bangsa tidak akan berhasil apabila daerah Yudea dan Samaria tidak ditangani dengan baik. Yudea dan Samaria berbicara tentang jemaat lokal, kota dan daerah sekitar dimana kita berada. Kalau ini tidak dikelola dengan baik, saya percaya pelayanan ke bangsa-bangsa itu tidak akan ada artinya. Karena Tuhan akan mempercaya-kan perkara yang kecil terlebih dahulu. Kalau kita lulus dalam perkara yang kecil baru Tuhan akan memberikan perkara yang lebih besar.

Yudea dan Samaria adalah langkah yang harus dilewati untuk sampai ke ujung-ujung bumi. Waktu murid-murid Yesus melangkah ke bangsa-bangsa, tentunya Yudea dan Samaria itu menjadi tanggungjawab terlebih dahulu. Mereka melayani di wilayah Yudea dan Samaria, baru nanti pelayanan mereka akan menentukan keberhasilan pelayanan di bangsa-bangsa lain.

Bagaimana mengukur keberhasilan mereka menjadi berkat bagi bangsa-bangsa adalah sangat tergantung kepada keberhasilan mereka melayani di wilayah Yudea dan Samaria.

Kemudian dengan jelas pula kita baca dalam ayat dibawah ini :

* Kisah Para Rasul 16:10
Setelah Paulus melihat penglihatan itu, segeralah kami mencari kesempatan untuk berangkat ke Makedonia, karena dari penglihatan itu kami menarik kesimpulan, bahwa Allah telah memanggil kami untuk memberitakan Injil kepada orang-orang di sana.


Bahwa ada perintah untuk keluar dari lingkup Israel dan mengabarkan Injil kepada bangsa-bangsa lain. Rasul Paulus dikenal sebagai Rasul yang banyak melakukan terobosan-terobosan sehingga Injil bisa diterima oleh segala macam lapisan, orang Yahudi, non Yahudi dan bangsa-bangsa lain.

5. Kasus 5: Orang Asing.

LUKAS:

17:11. Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem Yesus menyusur perbatasan Samaria dan Galilea.
17:12 Ketika Ia memasuki suatu desa datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh
17:13 dan berteriak: "Yesus, Guru, kasihanilah kami!"
17:14 Lalu Ia memandang mereka dan berkata: "Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam." Dan sementara mereka di tengah jalan mereka menjadi tahir.
17:15 Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring,
17:16 lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu adalah seorang Samaria.
17:17 Lalu Yesus berkata: "Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu?
17:18 Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?"
17:19 Lalu Ia berkata kepada orang itu: "Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau."

Perhatikan baik2 bagaimana Yesus kembali menyembuhkan seseorang yang bukan dari Israel lantaran iman yang didapati Yesus terhadap orang tersebut demikian baik. Sekali lagi, ini merupakan pengecualian atas misi yang diemban Yesus.

Dalam kasus di atas, dari sepuluh orang berpenyakit kusta yang telah disembuhkan Yesus, salah satunya adalah seorang Samaria. Dan Yesus menyembuhkan orang tersebut oleh karena iman orang tersebut yang baik. Perlu dicatat, di sini Yesus secara tegas menyatakan berkenaan dengan orang Samaria yang telah disembuhkannya itu sebagai orang asing. Sementara sembilan orang Israel yang telah disembuhkan bersama2 orang Samaria tersebut, kabur menjauh dari Yesus.

Orang Samaria yang sembuh dan tahir dari penyakit kustanya, menyatakan bahwa pelayanan Yesus tidak terbatas pada orang-orang Yahudi saja. Perhatikan ayat 17, Yesus mengkomentari mantan penderita kusta lainnya (yang mungkin semuanya adalah orang Yahudi) dan pada ayat 19 Yesus menegaskan bahwa iman orang Samaria itu telah membuatnya sembuh dalam tubuh dan jiwa. Itu adalah gambaran tentang iman yang mengerjakan mujizat (lihat Lukas 17:6).

Semakin jelaslah sekarang, bahwa Yesus hanya mengemban misi kerasulan yang sangat terbatas, yakni hanya kepada orang2 sesat Israel!

Dari kelima kasus di atas, terlihat jelas bahwa Yesus membatasi misinya hanya untuk umat Israel. Mengapa orang2 non Israel tidak memperhatikan misi yang diemban Yesus??? Sungguh sangat mengherankan!!!

Sudah dijawab diatas bahwa Yesus untuk semua bangsa!

Saya sekedar menambahkan tentang pandangan awal Islam tentang kenabian Isa.

Dikutip dari buku :
Sirah Ibnu Ishaq – Kisah Sejarah Nabi Tertua,
Muhammadiyah University Press, 2003, jilid 3, halaman 200 :

Setiap orang dari mereka yang menguasai bahasa suatu negeri, dia akan dikirim ke negeri tersebut. (T. Yesus berkata : “Inilah apa yang telah ditetapkan Allah yang harus kalian patuhi, maka berangkatlah”)
Mereka yang dikirim Yesus putra Maryam, baik para pendeta maupun mereka yang datang sesudahnya, dinegeri itu adalah : Peter sang murid dan Paul yang ikut bersamanya, (Paul termasuk dari para pengikut tetapi bukan seorang murid) ke Roma, Andrew dan Matthew ke negeri para kanibal, Thomas ke negeri Babel di negeri sebelah timur, Phillip ke Carthage yang terletak di Afrika, John ke Efesus, kota dimana pernah tinggal para pemuda al Kahfi, James ke Yerusalem, yang adalah Aelia kota suci tempat kuil berada, Bartholomew ke Arab yang merupakan negeri Hijaz, simon ke negeri Berbers , Judah yang bukan termasuk diantara murid Yesus dikirim ke Judas.

Kutipan dari Sirah Ibnu Ishaq (penulis biografi Muhammad SAW yang PALING AWAL) ini membuktikan :

Perintah menyebarkan injil ke seluruh dunia adalah perintah yang memang diberikan oleh Yesus kepada murid-muridnya. Ini terbukti bahwa murid-murid Yesus melakukan perjalanan ke 3 benua, yaitu Eropa (Roma), Afrika (Karthago) dan Asia (Persia)

Catatan lagi dari Al-Qur'an :

* QS 21 : 91
Dan (ingatlah kisah) Maryam yang telah memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan ke dalam (tubuhnya) ruh dari Kami dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda (kekuasaan Allah) yang besar bagi semesta alam


Jadi nabi Isa bukan hanya tanda bagi umat Israel, melainkan adalah tanda yang besar bagi SEMESTA ALAM.


Keterangan:

* Selain terdapat dalam Matius 7:6; 15:26 dan Markus 7:27, metafora "anjing" juga terdapat dalam salah satu kitab apokrif Perjanjian Baru, yaitu "Injil" Thomas (Robinson JM, hal 136 - 1990), yang oleh para sarjana alkitabiah diidentifikasi berasal dari sumber Q.

Banyak orang Yahudi saat itu menyebut orang non-Yahudi sebagai anjing "kuôn" (Yunani),


Namun dalam perikop Matius 15:21-28 & Markus 7:24-30 Yesus Kristus menggunakan bentuk dininutif (makna kecil) dari kata "kuôn" (anjing) dengan "kunarion" (anjing kecil), tempat rumah tangga, bukan anjing liar.

* Matius 15:26
Tetapi Yesus menjawab: "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."
o de apokritheis eipen ouk estin kalon labein ton arton tôn teknôn kai balein tois kunariois


Yesus Kristus mempertentangkan dua hal : anak-anak "teknôn" dan anak anjing "kunarion", namun tanggapan perempuan kanaan itu menunjukkan iman dan kerendahan hatinya.


* Matius 15:27
Kata perempuan itu: "Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya."
ê de eipen nai kurie kai gar ta [i]kunaria esthiei apo tôn psichiôn tôn piptontôn apo tês trapezês tôn kuriôn autôn [/i]


Perempuan Kanaan ini tidak membela diri dikatakan sebagai anjing (anak anjing "kunarion"), namun ia mengambil kesempatan dari setiap kata yag diucapkan Yesus bahwa anak anjing "kunarion" makan remah-remah "psichiôn" (juga dalam bentuk diminutif) yang jatuh dari meja "kuriôn" tuan kecil mereka, yaitu anak-anak tadi.


* Markus 7:27
Lalu Yesus berkata kepadanya: "Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.
TR INTERLINEAR : o de {BUT} iêsous {JESUS} eipen {SAID} autê {TO HER,} aphes {SUFFER} prôton {FIRST} chortasthênai {TO BE SATISFIED} ta {THE} tekna {CHILDREN;} ou gar {FOR NOT} kalon {GOOD} estin {IS IT} labein {TO TAKE} ton {THE} arton {BREAD} tôn {OF THE} teknôn {CHILDREN,} kai {AND}balein {CAST [IT]} tois {TO THE} kunariois {DOGS (anak anjing)}


Markus 7:27 mencatat perkataan yesus Kristus "biarlah anak-anak kenyang dahulu" menimbulkan harapan bagi perempuan itu bahwa gilirannya akan tiba dan ia memperoleh hasilnya, Yesus Kristus melakukan penyembuhan bagi anaknya dari jarak jauh.


**Frasa "orang-orang non Yahudi" dalam Matius 10:5, diganti dengan "bangsa lain" dalam versi Alkitab Indonesia.



56. Apakah Muhammad keturunan Ismail bin Ibrahim ?

Rasulullah (Muhammad) bersabda:

[H.R. AT-TURMUDZI, dari Watsilah bin Al-Asqa r.a. Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya, Allah telah memilih Ismail menjadi anak Ibrahim dan Dia telah memilih keturunan Kinanah menjadi keturunan Ismail dan Dia telah memilih Quraisy dari keturunan Kinanah dan Dia telah memilih Hasyim[/color] dari Quraisy, dan Dia telah memilih aku (Muhammad) dari keturunan Hasyim."]

Menurut Hadits di atas, Muhammad adalah keturunan Ismail bin Ibrahim. Dapatkah Hadits tersebut "shahih" atau "benar"? Untuk menjelaskannya kita harus mengkonfirmasi dengan ayat2 Al-Qur'an. Jika bertentangan, maka Hadits tersebut adalah "dhaif" atau "palsu".

Sekurang2nya ada 4 langkah untuk menjelaskan "status" Hadits tersebut, yaitu:

1. Langkah Pertama: Identifikasi Tempat.

Allah berfirman (artinya):

[QS. 3:96-97. Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia, ialah Baitullah yang di Baka (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barang siapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barang siapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.]

Kata kunci untuk ayat2 di atas adalah "maqam Ibrahim" yang terletak di "Baka". Adakah maqam Ibrahim di tempat lain? Dalam seluruh literatur di dunia ini, maqam Ibrahim hanya terdapat di Mekah. Dengan demikian, maka "Baka" tidak lain adalah Mekah. Selain itu, ayat2 di atas juga menjelaskan tentang "Rumah Allah/Baitullah" yang pertama kali dibangun yang terletak di Baka/Mekah itu.

2. Langkah Kedua: Sebahagian Keturunan Ibrahim.

Allah berfirman (artinya):

[QS. 14:35,37. Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: "Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala...Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan salat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur."]

Kata kunci dari ayat2 di atas adalah "sebahagian keturunanku", yaitu keturunan Ibrahim.

Dalam ayat 37 di atas, Ibrahim berkata bahwa ia telah menempatkan "sebahagian keturunannya" di lembah di dekat "Rumah Allah". Sebagaimana dijelaskan dalam "Langkah Pertama" di atas, bahwa "Rumah Allah" tersebut terletak di Mekah.

Lalu, siapakah "sebahagian keturunan Ibrahim" itu? Lihat "Langkah Ketiga" berikut ini.

3. Langkah Ketiga: Ismail adalah anak Ibrahim?

Allah berfirman (artinya):

[QS. 2:125. Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat salat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: "Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, yang iktikaf, yang rukuk dan yang sujud"]

Kata kunci dari ayat di atas adalah "Ibrahim dan Ismail". Apakah Ismail anak Ibrahim? Perhatikan kisah penyembelihan menurut Al-Qur'an berikut ini:

Allah berfirman dalam QS. 37:102-112 (artinya):

[102] Maka tatkala anak itu (Ismail) sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar".
[103] Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis (nya), (nyatalah kesabaran keduanya).
[104] Dan Kami panggillah dia: "Hai Ibrahim,
[105] sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu", sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
[106] Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.
[107] Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.
[108] Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian,
[109] (yaitu) "Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim".
[110] Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
[111] Sesungguhnya ia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.
[112] Dan Kami beri dia (Ibrahim) kabar gembira dengan kelahiran Ishak, seorang nabi yang termasuk orang-orang yang saleh.

Dalam ayat 102, tidak disebutkan nama anak yang akan disembelih itu, tetapi identifikasi Ismail dalam ayat tersebut sangat jelas, oleh karena dalam ayat 112, Ishak, adik Ismail, baru dilahirkan setelah peristiwa penyembelihan tersebut.

Jadi, "sebahagian keturunan Ibrahim" sebagaimana dimaksud "Langkah Kedua" di atas adalah "Ismail dan anak-cucunya".

4. Langkah Keempat: Muhammad Keturunan Ismail bin Ibrahim?

Allah berfirman (artinya):

[QS. 2:127-130. Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan dasar-dasar Baitullah (Ka'bah) bersama Ismail (seraya berdoa): "Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui". Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) di antara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadah haji kami, dan terimalah tobat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang. Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka seorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Qur'an) dan Al-Hikmah (As-Sunah) serta menyucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Dan tidak ada yang benci kepada agama Ibrahim, melainkan orang yang memperbodoh dirinya sendiri, dan sungguh Kami telah memilihnya di dunia dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang saleh.]

Allah menjawab permohonan Ibrahim di atas dengan berfirman (artinya):

[QS. 2:124] Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia". Ibrahim berkata: "(Dan saya mohon juga) dari keturunanku". Allah berfirman: "Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang-orang yang lalim".

Frasa kunci untuk ayat2 di atas adalah "diantara anak-cucu kami" dan "utuslah untuk mereka seorang Rasul".

Pertanyaannya adalah: Siapakah Rasul yang dimaksud itu?

Untuk menjawab pertanyaan di atas, Allah dengan tegas berfirman (artinya):

[QS. 3:67-68. Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik." Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini (Muhammad), serta orang-orang yang beriman (kepada Muhammad), dan Allah adalah Pelindung semua orang-orang yang beriman.]

Dikatakan dalam ayat2 di atas, bahwa orang2 yang paling dekat dengan Ibrahim adalah orang2 yang mengikutinya pada waktu itu dan Nabi Muhammad.

Lebih jauh, Ibrahim berkata sebagaimana Firman Allah berikut ini (artinya):

[QS. 2:132] Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Yakub. (Ibrahim berkata): "Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam" .

Perhatikan kata "agama Islam" dalam ayat di atas yang berhubungan erat dengan Nabi Muhammad.

Kesimpulan:

[B]Hadits riwayat Turmudzi di atas, selain isnad-nya terkenal, juga matan-nya tidak bertentangan dengan nash Al-Qur'an. Sehingga dengan demikian, maka Hadits tersebut adalah "shahih", yang sekaligus membenarkan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah keturunan Nabi Ibrahim dari anak sulungnya, Nabi Ismail.

Muslim mengklaim bahwa nabi SAW adalah keturunan dari Ismail.

Dikutip dari :
The Choice
Ahmed Deedat
Bab 1-1-3 : Bukti Lebih Lanjut

…... Dengan cara yang sama Muhammad berasal dari saudara bangsa Israel, karena dia adalah keturunan anak Ismail putra Ibrahim. …….

Secara lebih spesifik Ahmed Deedat merujuk kepada KEDAR, anak Ismail.
Dikutip dari :
The Choice – Combat Kit :

(B) ". . desa-desa yang didiami Kedar" (Injil-Yesaya 42: 11).
"Arab dan semua pemuka Kedar.... " (Injil - Yehezkiel 27: 21)
Ensiklopedi Injil standar Internasional mengutip yang berikut ini dari A. S. Fulton:
" ... Dari rumpun Ismail, Kedar adalah yang paling penting, dan oleh karena itu pada masa berikutnya nama tersebut diaplikasikan untuk semua suku-suku liar padang pasir Melalui Kedar (Arab Keidar) geneolog Muslim menelusuri nenek moyang Muhammad dari Ismail."


Apakah nabi Muhammad SAW adalah keturunan Kedar – keturunan Ismail?

Kita lihat dulu silsilah nabi SAW yang diambil dari :
http://media.isnet.org/islam/Silsilah/Muhammad02.html (sebelah kiri)
http://www.ahle-sunnat.org.uk/PLINAGE3.html (sebelah kanan)


Kedua sumber sama untuk nama di bawah Adnan, namun berbeda untuk nama diatas Adnan, berikut Nabit dan Kedar.

00 IBRAHIM ...vs 00 Prophet Ibrahim (Alaihi Salaam)
01 Isma'eel …..vs 01 Prophet Ismail (Alaihi Salaam
02 NABIT ….....vs 02. QAIDAR (KEDAR)
03 Yashjub …...vs 03. Nabt
04 Tayrah …....vs 04. Al YAsa
05 Nahur ……...vs ??????
06 Muqawwam vs 05. Al Muqawwam
?????????.........vs 06 Yaqdud
?????????.........vs 07 Zayd
07 Udad …….....vs 08. Adad
08 'ADNAN ......vs 09 Adnan
09 Mu'ad
10 Nizar
11 MUDAR
12 Ilyas
13 Mudrika
14 Khuzayma
15 Kinana
16 AL NADR (AL QURAYSH)
17 Malik
18 Fihr
19 Ghalib
20 Lu'ayy
21 Ka'ab
22 Murra
23 Kilab
24 Qussayy (Real name: Zayd)
25 'Abdu Manaf (Real name: Al Mughira)
26 Hashim (Real name: 'Amr) as Banu Hashim
27 'Abdu Al Mutallib (Real name: Shaiba)
28 'Abdullah
29 MUHAMMAD saw

Nama yang perlu mendapat perhatian adalah Nabit, Kedar. Adnan, Mudhar dan Quraish.

Beberapa poin penting sehubungan dengan silsilah nabi SAW adalah :


PERTAMA :


Setidaknya ada 2 pendapat tentang asal usul nabi Muhammad SAW, yaitu melalui Nabit dan melalui Kedar.
Nabit adalah anak pertama Ismail, sedang Kedar adalah anak ke 2 Ismail
Kej 25 : 13 : ….. Nebayot anak sulung Ismail, selanjutnya Kedar ………

1. Dikutip dari Sirat Ibnu Ishaq
(Kitab Sejarah Nabi Tertua), buku 1,
Muhammadiyah University Press, 2002, halaman 4 :
Muhammad adalah anak dari Abdullah, bin Abdul Muttalib, bin Hashim …… bin Mudhar … bin Adnan ….. bin Yashjub, bin Nabit, bin Ismail, bin Ibrahim.

Nabi Muhammad SAW adalah keturunan Nabit anak pertama Ismail


Ibn Ishaq
Nama lengkapnya adalah Muhammad Ibn Ishaq Ibn Yasar. Lahir di Medinah 704 M, meninggal di Baghdad 767 M. Mengunpulkan kisah-kisah tentang kehidupan nabi SAW dengan sumber berasal dari ayah dan ke 2 pamannya. Buku biografi tentang nabi SAW yang direview kembali oleh Ibn Hisham adalah sumber tertua tentang sejarah hidup nabi SAW.


2. Dikutip dari Sejarah Hidup Muhammad,

Syaikh Shafiyyur Rahman al Mubarakfury
Robbani Press, 2002, halaman 46 – 47 :
Kedua, bagian yang mereka perselisihkan, antara setuju dan tidak, yaitu diatas Adnan sampai Ibrahim. ………..
Bagian kedua, yaitu diatas Adnan. Adnan adalah bin Ad bin Humaisi ….. bin Iram bin Qidar bin Ismail bin Ibrahim.

Nabi Muhammad SAW adalah keturunan Kedar anak kedua Ismail.

Jadi sejarah tertua mengkaitkan nabi Muhammad SAW dengan Nabit (anak pertama), sementara tulisan yang belakangan mengkaitkan nabi Muhammad SAW dengan Qidar (Kedar – anak kedua Ismail).

Kenapa terjadi perubahan?
Kemungkinannya karena pakar-pakar Islam awal cenderung mengkaitkan dengan anak sulung yaitu Nabit yang secara tradisi umumnya menjadi anak yang mendapat hak kesulungan.


Sementara pakar Islam modern setelah lebih mengetahui Alkitab ternyata mendapati :

• Nabit sama sekali tidak memegang peranan dan hampir tidak disebutkan namanya. Bahkan malah dihubungkan dengan domba-domba yang akan akan dikurbankan orang Israel.


* Yesaya 60 : 7
Segala kambing domba Kedar akan berhimpun kepadamu, domba-domba jantan Nebayot akan tersedia untuk ibadahmu; semuanya akan dipersembahkan di atas mezbah-Ku sebagai korban yang berkenan kepada-Ku, dan Aku akan menyemarakkan rumah keagungan-Ku.


Tentu saja ayat ini tidak mengenakkan bagi pakar-pakar muslim sehingga pandangan bahwa nabi SAW keturunan Nabit tidak lagi perlu dipertahankan.

• nama Kedar disebutkan dalam konotasi “kegembiraan” :
Yesaya 42 : 11 : "..demikian pun segala dusun yang diduduki ORANG KEDAR, baiklah bersorak-sorai penduduk Bukit Batu ……".

Kalimat dalam Yes 42 kemudian dipergunakan untuk menjustifikasi bahwa nabi Muhammad SAW telah diramalkan dalam Alkitab melalui Kedar, sementara bukit batu berarti wilayah Mekah yang berbukit-bukit.


Itu sebabnya silsilah harus diganti dari Nabit menjadi Kedar.

Ironisnya, Kedar justru dikonotasikan sebagai musuh Israel.


* Mazmur 120 : 5 – 7 :
Ayat 5 : CELAKALAH aku karena harus tinggal sebagai orang asing di Mesekh, karena harus diam diantara kemah-kemah KEDAR.
Ayat 6 : Cukup lama aku tinggal bersama-sama dengan orang-orang yang MEMBENCI PERDAMAIAN.
Ayat 7 : Aku ini suka perdamaian, tetapi apabila aku berbicara, maka MEREKA MENGHENDAKI PERANG


Jadi Kedar muncul dalam konteks CELAKA, PEPERANGAN dan KETIDAKDAMAIAN.

Jika muslim berkeras bahwa Kedar menubuatkan nabi SAW (bangsa Arab), maka NUBUAT ALKITAB INI TERPENUHI dengan PEPERANGAN-PEPERANGAN yang dilancarkan oleh nabi SAW dan muslim selanjutnya

Jika ayat ini menjadi tidak mengenakkan muslim, MUNGKIN di kemudian hari akan ada perubahan lagi bahwa nabi SAW keturunan dari Tema, anak ke 9 Ismail.
Kej 25 : 13 : …… Hadad, TEMA, Yetur, ………

Perubahan dimungkinkan karena adanya sebuah oase di digurun Nefud di Arab Tengah yang bernama TEIMA. Jadi nabi SAW bisa dikaitkan dengan TEMA – dengan Ismail.


KEDUA :


Sebetulnya garis keturunan nabi Muhammad diatas Adnan tidak dapat ditentukan lagi.

Perhatikan kutipan-kutipan berikut :
1. The Life of the Prophet Muhammad
AL- SIRA AL- NABAWIYYA by IBN KATHIR , volume 1
Translated by Professor Trevor le Gassick
Paper Back Reviewed by Dr A Fareed / Dr.M Fareed
Garnet Publishing – UK, halaman 50 – 52


Imam Ibn Kathir
Namanya Abul Fida Ismail ibn Abi Hafs Shihabuddin Omar ibn Kathir ibn Daw ibn Kathir. Lahir di Busra (Syria) tahun 1302 M, meninggal 1373 M. Mengarang kitab tafsir yang diakui oleh muslim sebagai satu yang terbaik.


Berikut kutipannya :

1. Dilaporkan bahwa ibn Abbas berkata, “Antara Adnan dan Ismail ada 30 generasi yang TIDAK DIKETAHUI”
2. Umar ibn Khatab menyatakan, “Kami mengetahui daftar nenek moyang hanya SAMPAI KEPADA ADNAN”
3. Abu al-Aswad menyatakan bahwa dia mendengar Abu Bakar Sulayman ibn Abu Khaytam, salah satu orang yang paling terkemuka dalam sejarah suku Quraysh berkata, “Kami tidak pernah mengatahui ada orang yang mengetahui garis keturunan SEBELUM ADNAN, DALAM BENTUK APAPUN.”
4. Sementara menurut Malik - Allah mengasihinya - Malik menunjukkan ketidaksetujuannya ketika seseorang menyatakan silsilah nenek moyangnya hingga ke Adam dan berkata, “Kapan informasi itu sampai kepadanya?” Ketika Malik ditanya silsilah hingga Ismail, dia menunjukkan ketidaksetujuannya, dan bertanya, “SIAPA YANG DAPAT MEMBERIKAN INFORMASI SILSILAH ITU?”
5. Ibn abbas dilaporkan ketika mengecek silsilah nenek moyang hingga Adnan, berkata, “Ahli silsilah telah BERBOHONG”


Jadi ada kebohongan untuk mengkaitkan nabi Muhammad SAW dengan Ismail dan Abraham dalam khasanah sejarah Islam.

Pada akhirnya Ibn Kathir hanya dapat meyakini nabi Muhammad SAW keturunan Kedar – Ismail hanya atas dasar IMAN.


2. Ibn Sa'ad's Kitab Al-Tabaqat Al-Kabir Volume I

Terjemahan oleh S. Moinul Haq, M.A., PH.D dibantu oleh H.K. Ghazanfar M.A.
Halaman 50 – 53 :


Muhammad Ibn Sa’d
Lahir di Basrah 783 M dan meninggal tahun 845 M. Belajar agama dari Muhammad ibn Umar al-Waqidi. Dalam pencariannya terhadap ilmu, Ibn Sa’d belajar hingga ke Kufa dan Madina. Otoritasnya diakui oleh ulama belakangan yaitu : Ibn Hajar, adh-Dhahabi, al-Khatib al-Baghdadi dan Ibn Khallikan.


Berikut kutipannya :

1. ….. menurut Urwah : Kami tidak menemukan seorangpun yang dapat mengetahui silsilah DIATAS MA‘ADD IBN ‘ADNAN.
2. …. Aku mendengar Abu Bakar Ibn Sulayman Ibn Abu Hathamah berkata …… Kami tidak menemukan dengan pasti pengetahuan dari ilmuwan ataupun dari sajak-sajak kuno tentang silsilah DIATAS MA‘ADD IBN ‘ADNAN…

Jelas bahwa silsilah nabi SAW hanya diketahui sampai Adnan saja.
Jadi sebetulnya TIDAK ADA YANG TAHU garis keturunan sebelum Adnan.

Kalau memang tidak ada yang tahu bagaimana bisa mengkaitkan nabi SAW dengan Adnan dan dengan Ismail??


KETIGA :


Bahkan silsilah nabi SAW dari MUDHAR juga baru muncul BELAKANGAN. Dan lagi-lagi muncullah Jibril yang menyelamatkan (mirip saat ingin menikahi Zainab) dengan memberitahu garis keturunan nabi Muhammad melalui Mudhar.

Ibn Sa'd, Kitab al-Tabaqat al-Kabir, Volume I,
Terjemahan oleh S. Moinul Haq, M.A., PH.D dibantu oleh H.K. Ghazanfar M.A.
halaman 4
Ma'n Ibn 'Isa al-Ashja'i al-Qazzaz (pedagang sutera) menginformasikan : dia berkata : Muawiyah Ibn Salih menginfrmasikan menurut Yahya Ibn Jabir yang telah melihat beberapa sahabat Rasulullah SAW dan berkata : Bani Fuhayrah mendatangi Rasulullah SAW dan berkata kepadanya : “Rasulullah SAW adalah dari golongan kami”. Rasulullah SAW menjawab : “Sunguh, JIBRIL TELAH MEMBERITAHUKAN KEPADAKU BAHWA AKU TERMASUK KETURUNAN MUDHAR.”


Ini mengindikasikan bahwa :

1 Bani Fuhayrah tidak mengetahui bahwa nabi Muhammad SAW adalah dari keturunan Mudhar
2 garis keturunan nabi Muhammad hanya diketahui setelah menerima wahyu dari Jibril.

Konsekuensi lebih lanjut adalah garis keturunan bani Quraish dari Mudhar, dari Adnan dan dari Ismail tidak diketahui sebelum munculnya nabi Muhammad SAW karena kalau pengetahuan ini sudah ada kan tidak perlu Jibril mewahyukan sesuatu yang sudah diketahui ramai orang.

Atau dengan kata lain garis keturunan itu DIKARANG kemudian.


KEEMPAT :


Pandangan bahwa Ismael adalah bapa bangsa Arab sebenarnya baru muncul pada awal berkembangnya Islam. Pada jaman pra Islam, tidak ada yang berpendapat bahwa Ismail adalah bapa bangsa Arab.


Beberapa pakar Islam mengakui hal tersebut :

1) Dr. Taha Hussein, seorang profesor dari Mesir, pendapatnya dikutip dalam buku Mizan al Islam karya Anwar Jundi, halaman 170 :
“Dalam kasus cerita Abraham dan Ismail membangun Kabah cukup jelas, cerita ini MUNCUL BELAKANGAN disaat Islam mulai berkembang. Islam mengeploitasi kisah ini untuk kepentingan agama”

Siapa DR. Taha Husayn.
Dikutip dari :
Encyclopaedia Britannica edisi 2003
Sub Topik : Taha Hussein

Terjemahan bebas brw :
Lahir Nov. 14, 1889, Maghaghah, Mesir
Meninggal Oct. 28, 1973, Kairo

Figur yang menonjol dalam khasanah Mesir modern …..Ditahun 1902 dia belajar di Al-Azhar, Kairo …… Ditahun 1908 dia masuk Universitas Kairo dan di tahun 1914 menjadi orang pertama yang meraih gelar doktor …… Taha menjadi professor Kebudayaan Arab di Universitas Kairo, karirnya dipenuhi dengan gejolak karena pandangan-pandangan kritisnya yang sering membuat marah kaum Islam ortodoks. ….Tahun 1926 dia menerbitkan buku On Pre-Islamic Poetry, dalam buku ini dia menyimpulkan beberapa syair-syair yang dinyatakan pra Islam sebetulnya adalah pemalsuan oleh muslim kemudian karena beberapa alasan, salah satunya adalah untuk memberikan otoritas kepada Al-Qur’an. Karena buku ini, dia dinyatakan kafir. ….. Taha kemudian menjabat sebagai Menteri Pendidikan ditahun 1950 – 1952 …..

2) W Aliyudin Shareef, dalam buku In Response to Robert Morey’s Islamic Invasion, halaman 3 – 4 :
“Pada masa sebelum Islam, Ismail TIDAK PERNAH DISEBUTKAN sebagai Bapa Bangsa Arab”

Jadi jelas bahwa :
TIDAK ADA BUKTI BAHWA NABI MUHAMMAD ADALAH KETURUNAN KEDAR/NABIT – ISMAIL - IBRAHIM.



Sumber : VIVALDI


57. MUHAMMAD DALAM KITAB APOKRIF PERJANJIAN BARU !

KITAB BARNABAS: Ramalan Yesus tentang Muhammad.


72:10. "Adapun tentang ketentuan tugasku, sesungguhnya aku datang untuk menyediakan jalan bagi utusan Allah yang akan datang dengan membawa tugas kelepasan alam ini.
72:11. Akan tetapi, awaslah olehmu jika kamu akan ditipu orang, karena sesungguhnya akan datang beberapa orang nabi yang palsu; mereka mengambil perkataanku dan mengotori injil." (lihat Matius 7:15-20).
72.13. Jawab Yesus, "Sesungguhnya, ia tidak akan datang pada masa kamu ini, tetapi ia akan datang kelak berbilang tahun di belakang kamu, yaitu pada waktu injilku ini dirusakkan dan hampir tidak terdapat lagi tiga puluh orang yang beriman.
72:15. Dan ia akan datang dengan membawa kekuatan yang besar untuk mengalahkan orang2 yang berbuat durhaka dan dia akan menghapuskan penyembahan berhala dari dunia."
96:5. Yesus menjawab, "Sebenarnya, Allah telah menjanjikan demikian itu tetapi aku ini bukan mesias yang ditunggu2 itu, karena sesungguhnya dia itu telah dijadikan sebelum aku dan akan datang kemudian aku nanti."
96:8. Yesus menjawab, "Demi Allah yang diriku ada di tangan hadirat-Nya, sesungguhnya aku ini bukan mesias yang ditunggu2 oleh segenap suku di muka bumi ini sebagaimana Allah telah menjadikan kepada bapak kita Ibrahim, katanya, 'Dengan turunan engkau, aku akan memberi berkah atas segenap suku di bumi ini.'
96:9. Tetapi, ketika aku ditarik kembali oleh Allah dari bumi ini, sekali lagi setan akan membangkitkan fitnah yang amat terkutuk, dengan jalan membawa2 orang yang tidak mempunyai takwa kepada Allah, supaya mempunyai kepercayaan bahwa aku ini Allah dan anak Allah.

96:12. Dia akan datang dari sebelah selatan dengan membawa kekuatan, dan dia akan menghapuskan patung2 dan penyembahan2 patung2 berhala itu.
97:5. Akan tetapi, yang menggirangkan aku ialah akan datangnya seorang rasul yang akan menghapuskan tiap2 pikiran dusta tentang diriku dan agamanya akan menjalar meratai seluruh alam ini karena demikian itulah yang telah dijanjikan oleh Allah kepada bapak kita Ibrahim.
97:13. Karena itu, aku katakan kepadamu, bahwasanya alam ini selalu menghinakan nabi2 yang benar dan menyukai orang2 yang dusta, sebagaimana yang telah dapat disaksikan pada masa Yesaya dan Yeremia."
97:16. Sabda Allah, "Sabarlah olehmu, hai Muhammad, karena sesungguhnya Aku lantaran engkaulah Aku hendak menjadikan surga dan alam dunia ini, dan sejumlah besar yang memberkati engkau ia akan diberkati dan siapa2 yang melaknati engkau ia akan dilaknati."

Dalam Barnabas 96:5 di atas, dikatakan Yesus bahwa ia "akan datang kemudian aku nanti". Hal ini sesuai dengan Sabda Rasulullah Muhammad berikut ini:

[HR. Bukhari. "Akan datang nanti mendekati hari kiamat, Isa putra Maryam, menjadi hakim yang adil, menghancurkan salib dan membunuh babi, serta meletakkan jizyah/upeti."]

Sedangkan Barnabas 97:16 di atas berkaitan erat dengan Kejadian 12:2-3 dan QS. 33:56-57 tentang Sholawat Nabi (Muhammad & Ibrahim) yang senantiasa dikumandangkan umat Islam dalam sholatnya ketika duduk takhiat akhir.

Sesungguhnya, ayat2 Barnabas di atas tidak perlu dijelaskan lagi, oleh karena setiap orang dapat memahaminya dengan gamblang tanpa membutuhkan tafsir. Hanya saja perlu ditekankan di sini sebagaimana yang dikatakan oleh Yesus sendiri bahwa ia bukanlah mesias yang ditunggu2 oleh segenap umat manusia, tetapi justru Muhammad-lah mesias itu (ayat 96:5,8; 97:16).


KITAB BARNABAS tidak diakui sebagai Kitab umat Kristiani karena memuat kesalahan-kesalahan yang fatal. Kitab Barnabas adalah Kitab Palsu baik untuk kalangan Kristiani maupun Muslim, silahkan baca penjelasannya di artikel yang berjudul : 20 POINT KERAGUAN KITAB BARNABAS di http://www.sarapanpagi.org/viewtopic.php?p=308#308

Ternyata ada seorang Muslim yang tidak serta-merta membenarkan KITAB BARNABAS hanya karena menulis ‘nubuat’ tentang Muhammad. Ketidak akuratan penulisan terutama yang mengenai latar belakang sejarah, maupun bahasa yang dipergunakan dalam penulisan KITAB BARNABAS asli sudah cukup membuktikan bahwa KITAB BARNABAS tidak layak disetarakan dengan kitab-kitab INJIL KANON. Silahkan kaji Artikel di Artikel yang berjudul di TELAAH KRITIS ATAS "INJIL PALSU-BARNABAS" http://www.sarapanpagi.org/viewtopic.php?p=313#313


Memang benar, ada pengikut Kristus yang bernama BARNABAS, dia adalah salah satu rasul yang tercatat dalam Perjanjian Baru. Namun KITAB BARNABAS terbukti ditulis pada abad 15, sekarang silahkan anda pikir-pikir, seorang yang mengaku Barnabas pada abad 15 apakah seorang yang sama yang hidup di abad pertama MASEHI?

Jika kitab Barnabas menolak 'Isa sebagai al-Masih berarti kitab ini bertentangan dengan Al~Qur'an karena Al~Qur'an mengakui 'Isa sebagai al-Masih.


* Q.S. 3:45
(Ingatlah), ketika Malaikat berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putra yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah),
http://quran.al-islam.com/Targama/DispT ... a=45&t=ind


Tentang kata Al~Masih, Kristus (Christ), Mesias (Messiah), bandingkan dengan terjemahan-terjemahan ini:

* IDZ (ketika) QAALATIL (berkata) MALAA-IKATU (malaikat) YAA (wahai) MARYAMU (Maryam) INNALLAAHA (sesungguhnya Allah) YUBASYSYIRUKI (menggembirakan kamu) BI (dengan) KALIMATIM (kalimat) MINHUS (dari-Nya) MUHUL (namanya Al) MASIIHU (Masih) 'IISABNU (Isa anak) MARYAMA (Maryam) WAJIIHAN (terkemuka) FID (di) DUN-YAA (dunia) WAL (dan di) AAKHIRATI (akhirat) WA (dan) MINAL (dari) MUQARRABIIN (orang-orang yang didekatkan)

* Terjemahan Abdullah Yusuf Ali, "Behold! the angels said: 'O Mary! God giveth thee glad tidings of a Word from Him: his name will be Christ Jesus, the son of Mary, held in honour in this world and the Hereafter and of those nearest to God;"

* Terjemahan M. H. Shakir, "When the angels said: O Marium, surely Allah gives you good news with a Word from Him whose name is the Messiah, Isa son of Marium, worthy of regard in this world and the hereafter and of those who are made near."

* Terjemahan Mohammed Marmaduke Pickthall, "when the angels said: O Mary! Lo! Allah giveth thee glad tidings of a word from him, whose name is the Messiah, Jesus, son of Mary, illustrious in the world and the Hereafter, and one of those brought near."

Lucunya, di satu pihak Injil Barnabas mengakui bahwa Yesus adalah Kristus, di lain pihak Injil ini menyangkal bahwa Yesus adalah Mesias (Al-Masih).
Sang pengarang rupanya 'nggak tahu kalo Kristus (dari bahasa Yunani) dan Mesias (dari bahasa Ibrani) adalah dua kata yang sama.


Karena bertentangan pula dengan Kitab Suci Muslim, masikah perlu kitab Barnabas ini dijadikan rujukan?


58. MUHAMMAD DI DALAM "INJIL" KANONIK !

Perlu diketahui bahwa di dunia ini terdapat 45 injil tentang Yesus, yang terdiri atas 41 injil apokrif dan 4 injil kanonik (Perjanjian Baru), yang kesemuanya itu ditulis jauh sebelum dibangkitkannya Nabi Muhammad.

Oleh karena begitu populernya peristiwa penyaliban Yesus ketika itu, maka banyak orang yang ingin mengabadikan peristiwa tersebut dalam bentuk karya sastra maupun berupa kumpulan sabda2 Yesus dari berbagai sumber. Namun demikian, Alkitab hanya memuat 4 injil saja, yang sebenarnya merupakan hasil karya sastrawan Yunani dan Romawi, yang salah satu rujukannya adalah Septuaginta Perjanjian Lama berbahasa Yunani, disamping gagasan2 pengarangnya sendiri. Hal ini disebabkan mengingat begitu kuatnya dominasi kerajaan Romawi di Palestina dan sekitarnya pada saat itu, yang di dalamnya juga banyak terdapat orang2 Yunani.

Sepandai2nya tupai melompat, pasti akan jatuh juga. Sepandai2nya Ahli Kitab (Yahudi dan Kristen) menyembunyikan kebenaran, pasti ketahuan juga jejaknya. Inilah kira2 ungkapan yang paling tepat dalam upaya pengungkapan Nabi Muhammad di dalam injil.

[QS. 2:146. Orang-orang yang telah Kami beri Al Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui.]

[QS. 61:6. Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata: "Hai Bani Israel, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)." Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata".]


1. KITAB MATIUS: Ramalan Yesus tentang Nabi2 Palsu.

7:15. "Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas. (baca: Barnabas 72:11).
7:16 Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri?
7:17 Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik.
7:18 Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik.
7:19 Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.
7:20 Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.

Dalam ayat 15 di atas, Yesus memperingatkan umatnya akan kedatangan nabi2 palsu sebelum dibangkitkannya Nabi Muhammad. Mereka akan menyamar sebagai "domba", maksudnya bahwa nabi2 palsu tersebut akan kelihatan seperti orang baik2, tetapi sesungguhnya hatinya jahat dan menyesatkan, yang dalam ayat di atas digambarkan seperti "serigala yang buas".

Dalam ayat 17 di atas, Yesus memberikan perumapamaan bahwa "setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik". Ini maksudnya bahwa setiap ajaran yang baik akan menghasilkan umat yang baik (banyak), sedang setiap ajaran yang tidak baik akan menghasilkan umat yang tidak baik (ditinggalkan orang). Apakah Muhammad nabi palsu? Jika Muhammad adalah nabi palsu, tentunya beliau tidak akan diikuti oleh banyak orang seperti sekarang ini, tetapi akan ditinggalkan orang (ayat 18). Lebih jelas lagi dalam ayat 19, jika Muhammad adalah nabi palsu, maka ajarannya sudah dicampakkan dan tidak akan ada orang yang mempercayainya.

Sedangkan dalam ayat 20, Yesus memberikan ciri2 tentang nabi yang akan datang, yaitu agar dilihat "dari buahnya", maksudnya dari ajaran dan umatnya. Dan terbukti umat Muhammad (Islam) berkembang pesat di dunia ini, sehingga dengan demikian Muhammad bukanlah nabi palsu, bahkan nabi yang sesuai dengan ramalan Yesus sebagaimana dimaksud dalam QS. 61:6 di atas.

Pandangan diatas adalah wajar saja karena berasal dari kalangan Muslim.
Perlu diketahui, Alkitab tidak pernah menuduh bahwa akan ada Nabi Palsu yang bernama Muhammad tetapi Alkitab juga tidak pernah menubuatkan adanya Nabi dari kalangan Ismael atau Arab.


2. KITAB YOHANES: Ramalan Yesus tentang Terang dan Penguasa Dunia.

12:31 Sekarang berlangsung penghakiman atas dunia ini: sekarang juga penguasa dunia ini akan dilemparkan ke luar;
12:32 dan Aku, apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku."
12:33 Ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana caranya Ia akan mati.
12:34 Lalu jawab orang banyak itu: "Kami telah mendengar dari hukum Taurat, bahwa Mesias tetap hidup selama-lamanya; bagaimana mungkin Engkau mengatakan, bahwa Anak Manusia harus ditinggikan? Siapakah Anak Manusia itu?"
12:35 Kata Yesus kepada mereka: "Hanya sedikit waktu lagi terang ada di antara kamu. Selama terang itu ada padamu, percayalah kepadanya, supaya kegelapan jangan menguasai kamu; barangsiapa berjalan dalam kegelapan, ia tidak tahu ke mana ia pergi.
12:36 Percayalah kepada terang itu, selama terang itu ada padamu, supaya kamu menjadi anak-anak terang." Sesudah berkata demikian, Yesus pergi bersembunyi dari antara mereka.

Dalam ayat 31-32 di atas, dijelaskan Yesus bahwa penguasa dunia akan "dilemparkan keluar" setelah kenaikan Yesus ke langit.
Siapakah "penguasa dunia" yang dimaksud Yesus ini? Silahkan baca: Penghibur.

Sedangkan dalam ayat 35-36, dijelaskan Yesus bahwa dalam beberapa waktu lagi terang/cahaya akan datang dan agar umat Israel percaya kepada terang/cahaya itu. Siapakah "terang/cahaya" yang dimaksud Yesus itu? "Terang" tidak lain adalah Al-Qur'an!

[QS. 45:52. Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al-Qur'an) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu (Muhammad) tidak mengetahui apakah Al Kitab dan tidak mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al-Qur'an itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu (Muhammad) benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.]

Ada kesalahpahaman dalam memahami ayat 31 diatas. Yang dimaksud Yesus dengan istilah "penguasa dunia" adalah Iblis yang 'menguasai' manusia di dunia untuk senantiasa berbuat dosa.
Hasil dari kemenangan Yesus atas maut membawa kehancuran bagi Iblis yang mengatur sistem dunia ini.
Dalam ayat-ayat yang dikutip diatas, alur teologisnya jelas, bahwa manifestasi kehadiran Allah dalam Yesus Kristus yang penuh kasih pada saat penyaliban memberikan dampak penghakiman atas dunia ini. 'Penguasa dunia kegelapan' akan diusir oleh kuasa terang Yesus Kristus.

Jadi jangan buru-buru mengartikan "penguasa dunia" adalah Muhammad :)

----

Mengenai penghibur, bandingkan dengan ayat ini :

* Yohanes 15:26,
"Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku."
KJV, But when the Comforter is come, whom I will send unto you from the Father, even the Spirit of truth, which proceedeth from the Father, he shall testify of me:
TR, οταν δε ελθη ο παρακλητος ον εγω πεμψω υμιν παρα του πατρος το πνευμα της αληθειας ο παρα του πατρος εκπορευεται εκεινος μαρτυρησει περι εμου
Interlinear, hotan {apabila} de elthê {datang} ho paraklêtos {penolong/ penghibur} hon {yang} egô {Aku} pempsô {mengutus} humin {kepada kamu} para {dari} tou patros {Bapa} to pneuma {Roh} tês alêtheias {(yang menyatakan) kebenaran} ho {yang} para {dari} tou patros {Bapa} ekporeuetai {keluar} ekeinos {(Ia) itu} marturêsei {Akan memberi kesaksian} peri {tentang} emou {Aku}


Ayat diatas menulis bahwa Yesus mengatakan bahwa Dia akan mengutus Penghibur.
Dan yang akan diutusNya itu adalah Roh Kebenaran atau Roh Kudus atau disebut juga Penghibur.
Yesus bukan mengutus seorang manusia.


Kalo penghibur itu diartikan Muhammad, pernahkah Muhammad mengatakan bahwa yang mengutus dirinya adalah Yesus? Tidak pernah!

Jadi Penghibur itu tidak mungkin Muhammad.
Muhammad mengatakan bahwa dirinya adalah utusan Allah.
Apakah menurut penulis diatas, Yesus itu adalah Allah? :)

Maka :
Penghibur itu adalah Roh Kudus.
Penghibur itu bukanlah Muhammad.




59. SIAPAKAH NABI YANG SEPERTI MUSA ?

KITAB ULANGAN:
18:15. Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan.
18:16 Tepat seperti yang kamu minta dahulu kepada TUHAN, Allahmu, di gunung Horeb, pada hari perkumpulan, dengan berkata: Tidak mau aku mendengar lagi suara TUHAN, Allahku, dan api yang besar ini tidak mau aku melihatnya lagi, supaya jangan aku mati.
18:17 Lalu berkatalah TUHAN kepadaku: Apa yang dikatakan mereka itu baik;
18:18 seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya.
18:19 Orang yang tidak mendengarkan segala firman-Ku yang akan diucapkan nabi itu demi nama-Ku, dari padanya akan Kutuntut pertanggungjawaban.
18:20 Tetapi seorang nabi, yang terlalu berani untuk mengucapkan demi nama-Ku perkataan yang tidak Kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi nama allah lain, nabi itu harus dibunuh. (al. Douay Rheims Bible & New Century Version).
18:21 Jika sekiranya kamu berkata dalam hatimu: Bagaimanakah kami mengetahui perkataan yang tidak difirmankan TUHAN?
18:22 apabila seorang nabi berkata demi nama TUHAN dan perkataannya itu tidak terjadi dan tidak sampai, maka itulah perkataan yang tidak difirmankan TUHAN; dengan terlalu berani nabi itu telah mengatakannya, maka janganlah gentar kepadanya."

Ayat2 di atas berasal dari sumber D.

Dalam ayat 19 terdapat frasa "firman-Ku yang akan diucapkan nabi itu demi nama-Ku", maksudnya adalah sebelum membacakan Firman Tuhan yang diturunkan, Nabi itu selalu membaca (artinya): "Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk. Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang."

Dalam ayat 20 diterangkan bahwa "nabi yang berbicara demi nama Tuhan yang tidak diperintahkan oleh Tuhan untuk dikatakannya", NABI ITU HARUS DIBUNUH. Faktanya, meski Yesus berbicara demi nama Tuhan, ia tetap saja "dibunuh" oleh kaumnya sendiri. Ini artinya, bahwa nubuat Ulangan ini bukan ditujukan kepada Yesus, melainkan kepada nabi yang lainnya. Sebaliknya, jika Muhammad adalah nabi palsu, tentu beliau sudah mati lebih awal atau dibunuh kaumnya sendiri. Faktanya, Muhammad mampu mengemban misi kenabian selama 22 tahun lebih dan berhasil mengislamkan seluruh penduduk Jazirah Arab! Bandingkan dengan Yesus yang hanya mampu mengemban misi kenabian selama 3 tahun dan ajarannya ditinggalkan oleh kaumnya sendiri, bangsa Israel!

Adapun mengenai "Nabi yang seperti Musa", sebagaimana disebutkan dalam ayat 18 di atas, dijelaskan panjang lebar berikut ini:

A. Nabi itu akan berasal "dari antara saudara mereka".

Oleh karena Kitab Suci Taurat diturunkan Allah kepada Nabi Musa, maka dapat dipastikan bahwa ayat 15-17 di atas adalah redaksi dari perombak Taurat. Sedangkan ayat 18-22 dapat dikatakan sebagai terjemahan dari teks asli Taurat.

Dalam ayat 18 terdapat frasa "dari antara saudara mereka". Kata "mereka" dalam frasa ini menunjuk kepada umat Israel, sehingga frasa "dari antara saudara mereka" dapat diterjemahkan sebagai "dari antara saudara umat Israel". Pertanyaannya, siapakah "saudara umat Israel" ini? Dalam catatan Alkitab, "saudara umat Israel" yang paling dekat dari aspek genetis adalah orang2 keturunan Ismail dan orang2 keturunan anak2 Abraham dari istri ketiganya, Ketura. Jadi, secara spesifik, frasa "dari antara saudara mereka" dapat diterjemahkan sebagai "dari antara keturunan Ismail" atau "dari antara keturunan anak2 Ketura". Namun demikian, mengingat tidak ada bukti literer berkaitan dengan orang2 keturunan Ketura yang menjadi Nabi, maka keturunan Ketura dalam pembahasan ini diabaikan.

Kita kaji beberapa ungkapan saja apakah Ulangan 18:15, 18 itu merujuk kepada Muhammad atau Yesus Kristus.


* Ulangan 18:15,
LAI TB, Seorang nabi dari tengah tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan.
KJV, The LORD thy God will raise up unto thee a Prophet from the midst of thee, of thy brethren, like unto me; unto him ye shall hearken;
Hebrew,
נָבִיא מִקִּרְבְּךָ מֵאַחֶיךָ כָּמֹנִי יָקִים לְךָ יְהוָה אֱלֹהֶיךָ אֵלָיו תִּשְׁמָעוּן׃
Translit Interlinear, NAVI' {seorang nabi} MIQIRBEKHA {dari tengah-tengahmu} ME'AKHEYKHA {dari saudara-saudaramu} KAMONI {seperti engkau} YAQIM {Aku akan membangkitkan} LEKHA {bagimu} YEHOVAH {baca ADONAY, TUHAN} 'ELOHEYKHA {Allahmu} 'ELAV {kepadanya} TISYMA'ÛN {engkau harus mendengar}


Note: מקרבך - MIQIRBEKHA terdiri atas kata קרב - QEREV, qõf-rêsy-bêt, "tengah-tengah" plus prefiks "mêm", "dari" dan suffiks pronomina 'EKHA', "engkau" dalam bentuk tunggal, diterjemahkan "DARI TENGAH-TENGAHMU".

מאחיך - ME'AKHEYKHA" juga sama, terdiri atas kata אח - ÂKH, "saudara" yang dalam bentuk jamak ditulis "'AKHEY", plus prefiks "mêm", "dari" dan suffiks pronomina 'EKHA', "engkau" dalam bentuk tunggal, diterjemahkan "DARI SAUDARA-SAUDARAMU".


Musa berasal dari suku Lewi, "saudara-saudaranya" yang sedang kerja paksa itu adalah bangsa Israel, bukan hanya dari suku Lewi saja. Ayat di bawah ini lebih tegas lagi bahwa "saudara-saudara" Musa adalah seluruh bangsa Israel.


* Imamat 10:6
"Kemudian berkatalah Musa kepada Harun dan kepada Eleazar dan Itamar, anak-anak Harun: 'Janganlah kamu berkabung dan janganlah kamu berdukacita, supaya jangan kamu mati dan jangan TUHAN memurkai segenap umat ini, tetapi 'SAUDARA-SAUDARAMU', yaitu seluruh bangsa Israel, merekalah yang harus menangis karena api yang dinyalakan TUHAN itu.'"


* Imamat 25:46
"Kamu harus membagikan mereka sebagai milik pusaka kepada anak-anakmu yang kemudian, supaya diwarisi sebagai milik; kamu harus memperbudakkan mereka untuk selama-lamanya, tetapi atas 'SAUDARA-SAUDARAMU' orang-orang Israel, janganlah memerintah dengan kejam yang satu sama yang lain."


* Bilangan 32:6
"Jawab Musa kepada bani Gad dan bani Ruben itu: 'Masakan 'SAUDARA-SAUDARAMU' pergi berperang dan kamu tinggal di sini?"


* Hakim-hakim 20:13
"Maka sekarang, serahkanlah orang-orang itu, yakni orang-orang dursila yang di Gibea itu, supaya kami menghukum mati mereka dan dengan demikian menghapuskan yang jahat itu dari antara orang Israel.' Tetapi bani Benyamin tidak mau mendengarkan perkataan 'SAUDARA-SAUDARANYA', orang Israel itu."


Sebagai keturunan Yehuda, Yesus Kristus bersaudara dengan suku Lewi, tetapi tidak dapat dikatakan secara perseorangan "Yesus, saudara Lewi", melainkan secara kelompok "bani Yehuda, saudara Lewi".

Satu hal lagi, dalam konteks Ulangan 18:15 itu Musa berbicara kepada "seluruh" bangsa Israel termasuk suku Lewi, bukan hanya kepada suku Lewi saja, silakan Anda kaji ayat 4, "Hasil pertama dari gandummu, dari anggurmu dan minyakmu, dan bulu guntingan pertama dari dombamu haruslah kauberikan kepadanya."

Kata ganti orang kedua di sana merujuk kepada bangsa Israel sedangkan kata ganti orang ketiga adalah suku Lewi. Orang Lewi khusus melayani kemah pertemuan, tidak boleh bercocok tanam atau beternak.


* Ulangan 18:18
LAI TB, seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya.
KJV, I will raise them up a Prophet from among their brethren, like unto thee, and will put my words in his mouth; and he shall speak unto them all that I shall command him.
Hebrew,
נָבִיא אָקִים לָהֶם מִקֶּרֶב אֲחֵיהֶם כָּמֹוךָ וְנָתַתִּי דְבָרַי בְּפִיו וְדִבֶּר אֲלֵיהֶם אֵת כָּל־אֲשֶׁר אֲצַוֶּֽנּוּ׃
Translit Interlinear, NAVI' {seorang nabi} 'AQIM {Aku akan membangkitkan} LAHEM {bagi mereka} MIQEREV {dari tengah-tengah} 'AKHEYHEM {saudara mereka} KAMOKHA {seperti engkau} VENATATI {dan Aku akan meletakkan} DEVARAY {firman-Ku} BEFIV {pada mulutnya} VEDIBER {dan ia akan berkata} 'ALEYHEM {kepada mereka} 'ET KOL-'ASYER {seluruh yang} 'ATSAVENU {Aku akan memerintahkan kepadanya}


Note:
מקרב - MIQEREV telah dibahas di atas, אחיהם - 'AKHEYHEM adalah kata אח - AKH, "saudara" dalam bentuk jamak plus suffiks pronomina "-HEM", "mereka".


Pertanyaan, siapakah nabi yang akan dibangkitkan "dari tengah-tengah" bangsa Israel, dan "dari saudara-saudara Israel"?

[1] Muhammad tidak berasal "dari tengah-tengah" bangsa Israel, belum terbukti pula bahwa Muhammad berasal dari keturunan Ismael. Jika seandainya Muhammad berasal dari keturunan Ismael, hal itu pun tidak memenuhi syarat karena Ismael bukan "dari tengah-tengah" bangsa Israel.

[2] Muhammad tidak berasal "dari saudara-saudara Israel". Jika seandainya Muhammad berasal dari Ismael, Ismael bukan "saudara" Israel. Saudara kandung Israel (Yakub) adalah Esau, Ismael adalah "paman" Israel. Bangsa Edom keturunan Esau yang notabene adalah saudara kandung Israel pun tidak disebut sebagai "saudara" Israel.


"Dari antara saudara-saudaramu", מאחיך - MÊ'AKHEYKHA, harfiah "dari saudara-saudaramu" tanpa kata "antara" bermakna dari "kedua belas suku

Israel". Demikian pula "dari antara saudara mereka", מקרב אחיהם ;MIQEREV 'AKHEYHEM, harfiah "dari saudara-saudara mereka", memiliki makna dari "kedua belas suku Israel", contoh:


* Ulangan 17:15
LAI TB, maka hanyalah raja yang dipilih TUHAN, Allahmu, yang harus kauangkat atasmu. Dari tengah-tengah saudara-saudaramu haruslah engkau mengangkat seorang raja atasmu; seorang asing yang bukan saudaramu tidaklah boleh kauangkat atasmu.
KJV, Thou shalt in any wise set him king over thee, whom the LORD thy God shall choose: one from among thy brethren shalt thou set king over thee: thou mayest not set a stranger over thee, which is not thy brother.
Hebrew,
שֹׂום תָּשִׂים עָלֶיךָ מֶלֶךְ אֲשֶׁר יִבְחַר יְהוָה אֱלֹהֶיךָ בֹּו מִקֶּרֶב אַחֶיךָ תָּשִׂים עָלֶיךָ מֶלֶךְ לֹא תוּכַל לָתֵת עָלֶיךָ אִישׁ נָכְרִי אֲשֶׁר לֹא־אָחִיךָ הוּא׃
Translit Interlinear, SOM TASIM 'ALEYKHA MELEKH 'ASYER YIVKHAR YEHOVAH 'ELOHEYKHA BO MIQEREV 'AKHEYKHA TASIM 'ALEYKHA MELEKH LO' TUKHAL LATET 'ALEYKHA 'ISY NOKHRI 'ASYER LO'-'AKHIKHA HU'


Tahukah Anda siapa yang dimaksud dengan "raja dari tengah-tengah saudara-saudaramu", "MELEKH ... MIKEREV 'AKHEIKHA" menurut ayat di atas? Apakah dari bangsa Edom -- saudara kandung Yakub (Israel) -- atau dari bangsa Arab -- saudara Ishak, paman Israel? Ternyata raja pertama Israel adalah Saul, bangsa Israel dari suku Benyamin, raja yang kedua adalah Daud, dari suku Yehuda, dan seterusnya. Tidak pernah ada raja "dari tengah-tengah saudara Israel" yang berasal dari bangsa Arab.


* Ulangan 18:2
LAI TB, Janganlah ia mempunyai milik pusaka di tengah-tengah saudara-saudaranya; Tuhanlah milik pusakanya, seperti yang dijanjikan-Nya kepadanya.
KJV, Therefore shall they have no inheritance among their brethren: the LORD is their inheritance, as he hath said unto them.
Hebrew,
וְנַחֲלָה לֹא־יִהְיֶה־לֹּו בְּקֶרֶב אֶחָיו יְהוָה הוּא נַחֲלָתֹו כַּאֲשֶׁר דִּבֶּר־לֹו׃ ס
Translit Interlinear, VENAKHALAH LO'-YIHYEH-LO BEQEREV 'EKHAV YEHOVAH HÛ' NAKHALATO KA'ASYER DIBER-LO


Siapakah "ia" yang tidak boleh memiliki pusaka "di tengah-tengah saudara Israel"? Bangsa Arab? Yang dimaksud adalah suku Lewi, suku yang tidak memiliki warisan di tengah-tengah "sebelas suku Israel" lainnya karena warisan mereka adalah YHVH, mereka melayani Allah di Bait Suci turun-temurun.


Bagaimana dengan Yesus Kristus?

[1] Yesus Kristus jelas berasal "dari tengah-tengah" bangsa Israel.

[2] Yesus Kristus jelas berasal "dari saudara-saudara Israel" karena Dia berasal dari suku Yehuda, salah satu dari dua belas "saudara-saudara" Israel.

Lebih jauh, pengarang Kitab Ulangan sendiri dalam catatan khususnya menegaskan bahwa Nabi yang seperti Musa itu tidak akan berasal dari orang yang berdarah Israel. Berikut kutipannya:
34:10. Seperti Musa yang dikenal TUHAN dengan [color=blue]berhadapan muka,* tidak ada lagi nabi yang bangkit di antara orang Israel,
34:11. dalam hal segala tanda dan mukjizat, yang dilakukannya atas perintah TUHAN di tanah Mesir terhadap Firaun dan terhadap semua pegawainya dan seluruh negerinya,
34:12. dan dalam hal segala perbuatan kekuasaan dan segala kedahsyatan yang besar yang dilakukan Musa di depan seluruh orang Israel.

Tak terbantah lagi, bahwa nabi itu bukanlah nabi dari bangsa Israel (termasuk Yesus), tetapi nabi itu akan datang dari bangsa lain yang notabene tidak memiliki ikatan darah setetes pun dengan orang2 Israel.

Akan tetapi, agar pembahasan ini terkesan adil, maka frasa "dari tengah-tengahmu" sebagaimana tersebut dalam ayat 15 di atas, tetap disuguhkan dalam pembahasan ini.

* Ulangan 34:10-12
34:10 :Seperti Musa yang dikenal TUHAN dengan berhadapan muka, tidak ada lagi nabi yang bangkit di antara orang Israel
KJV, And there arose not a prophet since in Israel like unto Moses, whom the LORD knew face to face,
TEV, There has never been a prophet in Israel like Moses; the LORD spoke with him face-to-face.
Hebrew,
וְלֹא־קָם נָבִיא עֹוד בְּיִשְׂרָאֵל כְּמֹשֶׁה אֲשֶׁר יְדָעֹו יְהוָה פָּנִים אֶל־פָּנִים׃
Translit,VELO-QAM NAVI 'OD BEYISRA'EL KEMOSYEH 'ASYER YEDA'O YEHOVAH PANIM EL-PANIM

34:11 LAI TB, dalam hal segala tanda dan mujizat, yang dilakukannya atas perintah TUHAN di tanah Mesir terhadap Firaun dan terhadap semua pegawainya dan seluruh negerinya,
KJV, In all the signs and the wonders, which the LORD sent him to do in the land of Egypt to Pharaoh, and to all his servants, and to all his land,
Hebrew,
לְכָל־הָאֹתֹות וְהַמֹּופְתִים אֲשֶׁר שְׁלָחֹו יְהוָה לַעֲשֹׂות בְּאֶרֶץ מִצְרָיִם לְפַרְעֹה וּלְכָל־עֲבָדָיו וּלְכָל־אַרְצֹו׃
Translit, LEKHOL-HA'OTOT VEHAMOFTIM 'ASYER SYELAKHO YEHOVAH LA'ASOT BE'ERETS MITSRAYIM LEFAROH 'ULEKHOL-'AVADAV 'ULEKHOL-ARTSO


34:12 dan dalam hal segala perbuatan kekuasaan dan segala kedahsyatan yang besar yang dilakukan Musa di depan seluruh orang Israel.
KJV, And in all that mighty hand, and in all the great terror which Moses shewed in the sight of all Israel.
Hebrew,
וּלְכֹל הַיָּד הַחֲזָקָה וּלְכֹל הַמֹּורָא הַגָּדֹול אֲשֶׁר עָשָׂה מֹשֶׁה לְעֵינֵי כָּל־יִשְׂרָאֵל׃
Translit, 'ULEKHOL HAYAD HAKHAZAKA 'ULEKHOL HAMORA HAGADOL 'ASYER 'ASAH MOSYEH LE'EINEY KOL-YISRA'EL



Ayat 10 "Tidak ada nabi yang bangkit". Nabi bagaimanapun yang bangkit sebelum ungkapan ini ditulis, tidak seorangpun yang sama dengan Musa dalam cara-caranya yang telah diuraikan secara terperinci dalam Pentateuch. Juga setelah itu tidak pernah ada, hingga datangnya Dia yang dinubuatkan Nabi Musa (Ulangan 18:15). Sebagai seorang nabi, Musa memimpin umatnya (Hosea 12:13), menerahkan kepada mereka pernyataan yang diberikan kepadanya (Ulangan 29:29) dan menunjukkan Mesias mereka yang akan datang (Ulangan 18:15). berhadapan muka, (Lihat Keluaran 33:11).


Ayat 10 : Seperti Musa yang dikenal TUHAN dengan berhadapan muka : Musa dikenal dengan seseorang yang bertemu TUHAN muka dengan muka dan ia bermujizat secara ajaib, hal ini tidak dilakukan Muhammad, Muhammad tidak bertemu TUHAN, ia menerima wahyu melalui Malaikat (QS 2:97; 17:90-93)

Ayat 12, hal segala perbuatan kekuasaan dan segala kedahsyatan yang besar . Bukan hanya Firman Allah bekerja melalui Musa, melainkan juga dalam perbuatan, yang tidak pernah terlupakan. Tanda-tanda dan mujizat-mujizat yang dikerjakan di Mesir, merupakan unsur-unsur penting dalam arus yang lebih besar dari sejarah penyelamatan bagi yang paling penting dari segala karya penyelamatan yang diselesaikan Kristus di Golgota.

Menurut Al~Qur’an, dari sekalian nabi yang langsung berbicara dengan Allah hanya Musa dan Isa.

Allah berfirman :”Hai Musa, sesungguhnya Aku memilih kamu dari manusia yang lain untuk membawa risalahKu dan untuk BERBICARA LANGSUNG denganKu…… (QS 7:144 ; QS 4:164)

….dan ketika Aku mengajarkan Kitab, hikmat, Taurat dan Injil kepada Engkau. (QS 5:110 terj.M.Yunus)


Sejak Musa mati tidak lagi nabi seperti Musa “yang dikenal TUHAN dengan berhadapan muka” dan “dalam hal segala tanda dan mujizat” (Ulangan 34:10-11). Nabi-nabi yang ada menerima firman melalui tanda-tanda, mimpi dan penglihatan. Maka Israel menantikan seorang Nabi seperti Musa. Ketika Yesus datang, Ia melakukan banyak mujizat dan Ia juga langsung berbicara dan mendengar Firman Tuhan dengan suara.


"Tuhan" berfirman kepada Abraham:

KEJADIAN 17:5, "Karena itu namamu bukan lagi Abram, melainkan Abraham, karena engkau telah Kutetapkan menjadi bapa sejumlah besar bangsa.
KEJADIAN 17:6, "Aku akan membuat engkau beranak cucu sangat banyak; engkau akan Kubuat menjadi bangsa-bangsa, dan dari padamu akan berasal raja-raja."
KEJADIAN 17:8, "Kepadamu dan kepada keturunanmu akan Kuberikan negeri ini yang kau diami sebagai orang asing, yakni seluruh tanah Kanaan akan Kuberikan menjadi milikmu untuk selama-lamanya; dan Aku akan menjadi Allah mereka."

Ayat2 di atas berasal dari sumber J.

Menurut ayat2 di atas, Allah berjanji kepada Abraham dan keturunannya akan memberikan tanah Kanaan sebagai milik mereka selamanya dan Allah akan menjadi Tuhan mereka. Dan Allah juga telah menetapkan Abraham sebagai Bapak Umat (baca: QS. 2:124).

Tanah Kanaan sekarang dikenal sebagai tanah Palestina. Tentu saja pengertian Palestina di sini mencakup seluruh wilayah Israel dan Palestina sekarang ini. Lalu, siapakah penduduk Palestina? Secara umum penduduk Palestina terbagi atas 2 bangsa yang saling bersengketa yaitu bangsa Yahudi/Israel yang sebagiannya adalah keturunan Ishak anak Abraham, dan bangsa Arab/Palestina yang sebagiannya adalah keturunan Ismail anak Abraham. Namun demikian, meskipun keduanya saling bersengketa, tetapi pada hakekatnya mereka adalah bersaudara karena sama2 keturunan Abraham.

Saya setuju bahwa Ibrahim (Abraham) adalah bapa dari tiga agama besar: Islam, Kristen, dan Yahudi.


* Kejadian 17:5
LAI TB, Karena itu namamu bukan lagi Abram, melainkan Abraham, karena engkau telah Kutetapkan menjadi bapa sejumlah besar bangsa.
KJV, Neither shall thy name any more be called Abram, but thy name shall be Abraham; for a father of many nations have I made thee.
Hebrew,
וְלֹא־יִקָּרֵא עֹוד אֶת־שִׁמְךָ אַבְרָם וְהָיָה שִׁמְךָ אַבְרָהָם כִּי אַב־הֲמֹון גֹּויִם נְתַתִּיךָ׃
Translit, VELO'-YIQARE' {dan tidak akan dipanggil} 'OD {lagi} 'ET-SYIMKHA {namamu} 'AVRAM {Abram} VEHAYAH {dan ia adalah} SYIMKHA {namamu} 'AVRAHAM {Abraham} KI {karena} 'AV-HAMON {bapa banyak} GOYIM {bangsa-bangsa} NETATIKHA {Aku menjadikan engkau}.

Permasalahannya sekarang adalah, siapakah "Nabi yang seperti Musa"?

B. Apakah Yesus seperti Musa? Perhatikan gambaran berikut ini:

(1) Musa membunuh seorang bangsa Mesir yang dekat dengan Fir'aun yang menentang khutbah Musa. Yang paling penting di sini adalah bahwa Musa menganggap pembunuhan itu pantas untuk menundukkan seseorang yang membuat kericuhan dalam ajaran agamanya. Pada sisi lain, Yesus tidak pernah menundukkan musuh2 agamanya. Sebaliknya, dia sendiri diutus untuk penyaliban oleh mereka yang menentang misinya.

(2) Para pengikut Musa adalah penyembah berhala ketika dia menjadi seorang nabi/rasul. Tetapi para pengikut Yesus bukan penyembah berhala ketika ia menjadi seorang nabi/rasul.

(3) Musa mengalahkan musuh2nya dan menjadi pemenang pada masanya. Sedangkan Yesus dikalahkan oleh musuh2nya dan disalib.

(4) Musa tidak dikhianati oleh para pengikutnya, sedangkan salah seorang murid Yesus yang bernama Yudas Iskariot mengkhianatinya dan menjatuhkannya ke dalam kesengsaraan.

(5) Musa dilahirkan dari pertemuan ayah dan ibu, memiliki istri dan anak2. Sedangkan Yesus dilahirkan dari perawan Maria, tanpa ayah, dan dia tidak mempunyai istri dan anak2.

(6) Musa menyelamatkan kaumnya dari tirani Fir'aun dan hijrah dari Mesir ke negeri lain (Madyan) untuk menghindari serangan dari kaum Fir'aun. Sedangkan Yesus tidak menyelamatkan kaumnya dari dominasi Romawi dan tidak pula hijrah ke negeri lain (kecuali keterangan Matius yang tidak lain merupakan distorsi, dan hal ini dibantah oleh Lukas!).

(7) Musa memerintahkan pengikutnya untuk merebut kembali Palestina, sebagai milik mereka. Sedangkan Yesus tidak meminta pengikutnya untuk ikut serta dalam perjuangan (peperangan).

(8) Musa menerima hukum baru dari Tuhan. Hukumnya dikenal sebagai "Leviticus". Sedangkan Yesus tidak menetapkan hukum baru. Secara tegas, Yesus mengatakan seperti yang tertulis dalam MATIUS 5:17: "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya."

(9) Seluruh bangsa dan Bani Israel telah menerima Musa sebagai pemimpin mereka dan Rasul Allah. Sedangkan Yesus ditolak oleh kebanyakan kaumnya. Hanya 12 orang saja yang mau menerimanya. Bahkan dari jumlah yang kecil ini, terdapat seorang muridnya akhirnya mengkhianatinya dan membiarkannya jatuh ke tangan musuh.

(10) Musa hidup lama dan mengalami kematian secara wajar. Sedangkan Yesus hidup sebentar dan "mati" secara tidak wajar di tiang salib, meski kemudian Yesus bangkit dari antara orang mati dan terangkat ke surga (perspektif Kristen). Dalam perspektif Islam, Yesus tidaklah disalib, tetapi dinaikkan Allah roh dan jasadnya ke langit dan akan diturunkan kembali ke muka bumi mendekati hari kiamat untuk menegakkan Islam kembali dan menghancurkan salib. Betapa pun berbedanya kedua perspektif ini, akhir hayat Musa berbeda dengan akhir hayat Yesus.

(11) Setelah kematian Musa, para pengikut utamanya menyebarkan ajarannya ke seluruh Palestina dan Syria. Namun, tidak begitu halnya yang terjadi setelah kematian Yesus. (Penyebaran Kristen dilakukan oleh orang2 Eropa yang nyata2 bukan pengikut utama Yesus).

(12) Musa memerintahkan umatnya untuk melawan musuh2 mereka dan Musa sendiri ikut berjuang (berperang). Sedangkan Yesus tidak pernah meminta umatnya untuk berjuang atau berperang, karena memang Yesus ditolak mentah2 oleh kaumnya. (Hanya 12 orang saja yang mengikut Yesus).

(13) Musa menerima tanda kenabian di Gunung Tursina (Gunung Horeb) dan ia tidak hanya menyeru Bani Israel, tetapi juga menyeru Kaum Fir'aun (Bangsa Qibti). Sedangkan Yesus menerima tanda kenabian ketika menemui Yahya (Yohanes Pembaptis) dan Yesus hanya menyeru Bani Israel saja. Secara tegas, Yesus mengatakan sebagaimana yang tertulis dalam MATIUS 15:24: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel."

(14) Musa lahir, besar, dan mati di luar tanah Palestina. Ia lahir di tanah Mesir dan mati di tanah Tih (Moab). Meskipun demikian, Musa memerintahkan umatnya untuk menundukkan Palestina. Sedangkan Yesus lahir, besar, dan mati di tanah Palestina. Kebalikan dari Musa, Yesus ditolak mentah2 oleh sebagian besar umatnya hingga akhirnya ia mati di tiang salib oleh umatnya sendiri.

(15) Musa menerima Kitab Taurat dari Allah secara bertahap dan terus menerus hingga ia mati. Sedangkan Yesus menerima Kitab Injil dalam sekali turun saja, karena memang kedatangan Yesus di tanah Israel bukanlah untuk menghilangkan hukum Taurat atau kitab para nabi, melainkan untuk menggenapinya saja. (Yaitu ketika Yesus menjumpai Yohanes Pembaptis kemudian datanglah Malaikat Jibril yang diutus oleh Allah untuk memberikan sebuah buku kepada Yesus yang berisi kabar gembira - Injil, usia Yesus ketika itu kira2 30 tahun).

(16) Hingga kini, Musa dikenang sebagai tokoh terbesar sepanjang sejarah Yahudi (Bani Israel). Sebaliknya, Yesus menjadi orang terhina di mata Yahudi (Bani Israel) padahal ia berasal dari dan diutus hanya untuk Bani Israel.

(17) Musa adalah seorang nabi Allah dan menjadi penguasa pada zamannya, sedangkan Yesus adalah Tuhan (perspektif Kristen) dan tidak pernah menjadi penguasa pada zamannya, karena selalu dirongrong oleh umat Israel. Bahkan, "Yesus" pun harus menderita di tang salib oleh umatnya sendiri (boro2 jadi penguasa).



(18) Kematian Musa adalah kematian yang wajar karena sudah tua, sedangkan kematian Yesus adalah untuk menebus dosa2 manusia (perspektif Kristen).

(19) Musa mati dan jasadnya bersemayam di dalam bumi hingga hari kiamat, sedangkan Yesus bangkit dari antara orang mati dan dinaikkan Allah roh dan jasadnya ke langit.

(20) Berdasarkan ULANGAN 18:20 di atas, maka Yesus bukanlah seorang nabi yang dimaksud dalam ULANGAN 18:18 karena Yesus justru "mati dibunuh" oleh kaumnya sendiri karena dianggap nabi dusta dan palsu. (Usia Yesus ketika mati kira2 33 tahun, ini berarti hanya 3 tahun saja Yesus menjadi nabi/rasul).

Saya jawab dalam perspektif Iman Kristiani :

* Ulangan 18:15,
LAI TB, Seorang nabi dari tengah tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan.
KJV, The LORD thy God will raise up unto thee a Prophet from the midst of thee, of thy brethren, like unto me; unto him ye shall hearken;
Hebrew,
נָבִיא מִקִּרְבְּךָ מֵאַחֶיךָ כָּמֹנִי יָקִים לְךָ יְהוָה אֱלֹהֶיךָ אֵלָיו תִּשְׁמָעוּן׃
Translit Interlinear, NAVI' {seorang nabi} MIQIRBEKHA {dari tengah-tengahmu} ME'AKHEYKHA {dari saudara-saudaramu} KAMONI {seperti engkau} YAQIM {Aku akan membangkitkan} LEKHA {bagimu} YEHOVAH {baca ADONAY, TUHAN} 'ELOHEYKHA {Allahmu} 'ELAV {kepadanya} TISYMA'ÛN {engkau harus mendengar}


* Ulangan 18:18
LAI TB, seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya.
KJV, I will raise them up a Prophet from among their brethren, like unto thee, and will put my words in his mouth; and he shall speak unto them all that I shall command him.
Hebrew,
נָבִיא אָקִים לָהֶם מִקֶּרֶב אֲחֵיהֶם כָּמֹוךָ וְנָתַתִּי דְבָרַי בְּפִיו וְדִבֶּר אֲלֵיהֶם אֵת כָּל־אֲשֶׁר אֲצַוֶּֽנּוּ׃
Translit Interlinear, NAVI' {seorang nabi} 'AQIM {Aku akan membangkitkan} LAHEM {bagi mereka} MIQEREV {dari tengah-tengah} 'AKHEYHEM {saudara mereka} KAMOKHA {seperti engkau} VENATATI {dan Aku akan meletakkan} DEVARAY {firman-Ku} BEFIV {pada mulutnya} VEDIBER {dan ia akan berkata} 'ALEYHEM {kepada mereka} 'ET KOL-'ASYER {seluruh yang} 'ATSAVENU {Aku akan memerintahkan kepadanya}


Bagi kalangan Yudaisme -- selain daripada Yudaisme Mesianik – nabi yang dimaksud itu belum datang.

Bagi kalangan Kristen, nabi yang dimaksud adalah Yesus Kristus.


* Kisah Para Rasul 3:22,
"Bukankah telah dikatakan Musa: Tuhan Allah akan membangkitkan bagimu seorang nabi dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku: Dengarkanlah dia dalam segala sesuatu yang akan dikatakannya kepadamu."


* Kisah Para Rasul 7:37,
"Musa ini pulalah yang berkata kepada orang Israel: Seorang nabi seperti aku ini akan dibangkitkan Allah bagimu dari antara saudara-saudaramu."

C. Apakah Muhammad seperti Musa? Perhatikan gambaran berikut ini:

(1) Seperti Musa, Muhammad berjuang menundukkan kekuatan2 yang menghambat dakwahnya.

(2) Sebelum mereka lahir, kaum Musa dan Muhammad menyembah berhala2.

(3) Seperti halnya Musa, Muhammad juga mengalahkan musuh2nya dan menjadi pemenang atas mereka.

(4) Sebagaimana Musa, tidak ada seorang pun pengikut Muhammad yang berhasil mengkhianatinya.

(5) Seperti Musa, Muhammad dilahirkan karena pertemuan ayah dan ibu, dan mempunyai istri2 dan anak2.

(6) Musa menyelamatkan umatnya dari kekejaman Fir'aun dan bangsa Mesir serta melakukan hijrah dari Mesir ke negeri lain (Madyan) untuk menghindari serangan kaum Fir'aun. Seperti Musa, Muhammad juga membebaskan umatnya dari penganiayaan kaum Quraisy dan melakukan hijrah dari Mekah ke Madinah untuk menghindari serangan kaum Quraisy.

(7) Atas perintah Musa, para pengikutnya mengirimkan kekuatan untuk merebut Palestina dan Syria. Seperti Musa, Muhammad juga memberikan instruksi kepada para sahabatnya untuk menundukkan Palestina dan Syria.

(8) Baik Musa maupun Muhammad menerima berita baru dari Allah untuk penetapan hukum2. (Dengan diturunkannya Al-Qur'an, maka hukum2 sebelumnya menjadi tidak berlaku lagi).

(9) Baik Musa maupun Muhammad diterima sebagai pemimpin oleh umat mereka secara turun-temurun.

(10) Baik Musa maupun Muhammad mengalami kehidupan keluarga dan hidup lama serta mengakhiri kehidupan dunia dengan kematian yang wajar.

(11) Setelah kematian Musa, para pengikut utamanya menyebarkan ajarannya ke seluruh Palestina dan Syria. Demikian juga dengan para pengikut utama Muhammad setelah ia wafat. Pada masa pemerintahan Umar bin Khatab, salah seorang sahabat dekat Muhammad (Khulafaur Rasyidin ke-2), kekuatan dikirimkan untuk merebut Palestina dan Syria sekaligus menyebarkan ajarannya.

(12) Seperti halnya Musa, Muhammad juga memerintahkan umatnya untuk berjuang melawan musuh2 mereka dan Muhammad sendiri ikut berjuang (berperang).

(13) Jika Musa menerima tanda kenabian di Gunung Tursina (Gunung Horeb), maka Muhammad menerima tanda kenabian di Gunung Hira. Seperti Musa, Muhammad juga tidak hanya menyeru bangsa Arab, tetapi juga menyeru bangsa2 lain di seluruh penjuru dunia. Secara tegas, Allah berfirman di dalam AL-QUR'AN 21:107: "Dan tiadalah Kami mengutus kamu (Muhammad), melainkan untuk menjadi rahmat bagi alam semesta."

(14) Seperti halnya Musa, Muhammad juga lahir, besar, dan mati di luar tanah Palestina. Ia lahir di tanah Mekah dan mati di tanah Madinah. Sebagaimana Musa, Muhammad juga memerintahkan para sahabatnya untuk menundukkan Palestina, dan ketika itu mayoritas (92%) orang2 Palestina memeluk agama Islam terbukti dengan dibangunnya Masjidil Aqsha tempat dimana Muhammad melakukan "mi'raj". (Setelah ditandatanganinya "Deklarasi Balfour" di Inggris pada tanggal 2 Nopember 1917 yang melahirkan gerakan "Zionisme", maka orang2 Yahudi dari seluruh penjuru dunia berduyun2 mendatangi bumi Palestina dan mengusir penduduknya).

(15) Sebagaimana Musa, Muhammad juga menerima Kitab Al-Qur'an dari Allah secara bertahap dan terus menerus selama 22 tahun 2 bulan dan 22 hari hingga akhir hayatnya. (Muhammad menerima wahyu pertama pada usia 40 tahun).

(16) Jika Musa dikenang sebagai tokoh terbesar oleh umat Yahudi (Bani Israel), maka Muhammad dikenang sebagai tokoh terbesar sepanjang sejarah oleh Bangsa Arab khususnya dan Umat Islam pada umumnya.

(17) Seperti Musa, Muhammad juga seorang nabi Allah dan menjadi penguasa pada zamannya.

(18) Baik Musa maupun Muhammad, mati secara wajar karena sudah tua (berusia lanjut).


(19) Seperti Musa, Muhammad juga mati dan jasadnya bersemayam di dalam bumi hingga hari kiamat.

(20) Sebagaimana telah dijelaskan, Muhammad hidup lama dan mati secara wajar sehingga dengan sendirinya ia bukanlah nabi sebagaimana yang dimaksud Firman Allah dalam ULANGAN 18:20 di atas. (Muhammad mati pada usia 63 tahun).


KESIMPULAN:

Dari gambaran2 di atas, tidaklah terlalu berlebihan kalau Muhammad dipandang lebih sesuai/mirip dengan Musa dibandingkan dengan Yesus. Muhammad memiliki persamaan dengan Musa dalam berbagai hal. Sebaliknya, Yesus justru bertolak belakang dengan Musa dalam berbagai hal.

Keterangan:

* Jika Musa berhadapan langsung dengan Allah di gunung Thursina, maka Muhammad berhadapan langsung dengan Allah di Sidratul Muntaha (langit ke-7), yaitu ketika Muhammad dipanggil menghadap Allah untuk menerima perintah sholat 5 waktu, yang dikenal dalam sejarah Islam sebagai peristiwa Isra' Mi'raj. [Satu2nya wahyu (perintah Allah) yang diterima langsung oleh Muhammad, yang mengisyaratkan kepada umat jin dan manusia bahwa sholat 5 waktu adalah ibadah yang paling utama di sisi Allah].

Umat Islam meng'klaim' bahwa nabi yang dimaksud adalah Muhammad.

Kelemahan 'klaim' ini di antaranya: Muhammad tidak berasal "dari tengah-tengah" bangsa Israel, Muhammad tidak berasal dari "saudara-saudara" Israel yang 12 suku itu.
Ismael bukanlah saudara Israel, Ismael adalah saudara Ishak sehingga Ismael adalah paman dari Israel.


KESAMAAN MUSA DENGAN YESUS KRISTUS :

Nubuat Musa itu menunjuk kepada kehadiran Yesus Kristus, karena itu ada kesamaan-kesamaan Musa dengan Yesus Kristus itu dalam hal-hal yang khas Unik dan luar biasa. Musa salah satu nabi



* Gara-gara Musa lahir, Firaun mengamuk, anak laki-laki berumur 2 tahun kebawah dibunuh. Sama halnya dengan gara-gara Yesus lahir, Herodes mengamuk anak laki-laki yang berumur dua tahun kebawah juga dibunuh. Diseluruh dunia, hanya dua pribadi ini yang benar-benar sama peristiwanya.

* Musa dimasa kanak-kanaknya itu berada diluar dari tanah tumpah darahnya sendiri, yaitu berada di Mesir . Begitupun juga ada kesamaannya dengan Yesus, bahwa dimasa kanak-kanaknya Jesus juga berada dalam pelarian di tanah Mesir diluar dari tanah tumpah darahnya sendiri . Tidak semua kanak-kanak mesti menyingkir ke Mesir.

* Pribadi yang memiliki Mujizat (Kuasa Allah) untuk menyatakan kemuliaan Allah: Musa sewaktu menjalankan karirnya sebagai nabi utusan Allah mendapat Kuasa Allah yang dikenal dengan sebutan mujizat, begitupun juga dengan Yesus dalam kehadiranNya sebagai Firman yang Hidup, memiliki Kuasa Allah berupa mujizat penyembuhan dan menghidupkan orang mati.

* Sebagai Pembebas : Musa membebaskan bangsa Israel dari belenggu perbudakannya bangsa Mesir, dan Yesuspun membebaskan bangsa Israel dari belenggu perbudakan dosa.

Maka dengan adanya banyak bukti-bukti yang menunjukkan adanya kesamaan-kesamaan yang unik ini, dapatlah kami menyimpulkannya dengan keyakinan bahwa nubuat yang tersebut dalam Ulangan 18 :15-20 itu, bukanlah untuk menunjuk kepada kehadirannya Muhammad sebagai nabi yang dinubuatkan, tetapi adalah untuk menunjuk kepada kehadirannya Yesus Kristus sebagai Juruselamat, Firman yang Hidup

Selanjutnya, kita baca bersama rangkuman yang menjelaskan kesamaan pelayanan Musa dengan Yesus Kristus :


TYPOLOGI MUSA MENGGAMBARKAN PELAYANAN TUHAN YESUS KRISTUS


Sebagai salah satu nabi dan pemimpin terbesar di Perjanjian Lama, tidak mengherankan bila Musa menggambarkan Kristus. Musa meramalkan kepada umat Israel atas dasar Wahyu yang diberikan kepadanya oleh Tuhan : Bahwa Seorang Nabi akan datang yang sama seperti dirinya, kepada Siapa mereka harus mendengarkan :

* Ulangan 18:15-19
18:15 Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan.
18:16 Tepat seperti yang kamu minta dahulu kepada TUHAN, Allahmu, di gunung Horeb, pada hari perkumpulan, dengan berkata: Tidak mau aku mendengar lagi suara TUHAN, Allahku, dan api yang besar ini tidak mau aku melihatnya lagi, supaya jangan aku mati.
18:17 Lalu berkatalah TUHAN kepadaku: Apa yang dikatakan mereka itu baik;
18:18 seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya.
18:19 Orang yang tidak mendengarkan segala firman-Ku yang akan diucapkan nabi itu demi nama-Ku, dari padanya akan Kutuntut pertanggungjawaban.


Typologi Musa adalah didasarkan terutama atas pentingnya peristiwa-peristiwa dalam hidupnya, yang membayangkan kedatangan Kristus.

Seperti Kristus, Musa dimasa kanak-kanak berada dalam bahaya dibunuh, karena ia dilahirkan semasa Irael dibawah penindasan Mesir. Oleh pemilihan Allah menurut kehendakNya sendiri, keduanya dipilih menjadi juru selamat dan pelepas

* Keluaran 3: 7-10
3:7. Dan TUHAN berfirman: "Aku telah memperhatikan dengan sungguh kesengsaraan umat-Ku di tanah Mesir, dan Aku telah mendengar seruan mereka yang disebabkan oleh pengerah-pengerah mereka, ya, Aku mengetahui penderitaan mereka.
3:8 Sebab itu Aku telah turun untuk melepaskan mereka dari tangan orang Mesir dan menuntun mereka keluar dari negeri itu ke suatu negeri yang baik dan luas, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ke tempat orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus.
3:9 Sekarang seruan orang Israel telah sampai kepada-Ku; juga telah Kulihat, betapa kerasnya orang Mesir menindas mereka.
3:10 Jadi sekarang, pergilah, Aku mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umat-Ku, orang Israel, keluar dari Mesir."

* Kisah 7: 25
Pada sangkanya saudara-saudaranya akan mengerti, bahwa Allah memakai dia untuk menyelamatkan mereka, tetapi mereka tidak mengerti.


Keduanya pernah ditolak oleh saudara saudaranya :

* Keluaran 2: 11-15
2:11. Pada waktu itu, ketika Musa telah dewasa, ia keluar mendapatkan saudara-saudaranya untuk melihat kerja paksa mereka; lalu dilihatnyalah seorang Mesir memukul seorang Ibrani, seorang dari saudara-saudaranya itu.
2:12 Ia menoleh ke sana sini dan ketika dilihatnya tidak ada orang, dibunuhnya orang Mesir itu, dan disembunyikannya mayatnya dalam pasir.
2:13 Ketika keesokan harinya ia keluar lagi, didapatinya dua orang Ibrani tengah berkelahi. Ia bertanya kepada yang bersalah itu: "Mengapa engkau pukul temanmu?"
2:14 Tetapi jawabnya: "Siapakah yang mengangkat engkau menjadi pemimpin dan hakim atas kami? Apakah engkau bermaksud membunuh aku, sama seperti engkau telah membunuh orang Mesir itu?" Musa menjadi takut, sebab pikirnya: "Tentulah perkara itu telah ketahuan."
2:15 Ketika Firaun mendengar tentang perkara itu, dicarinya ikhtiar untuk membunuh Musa. Tetapi Musa melarikan diri dari hadapan Firaun dan tiba di tanah Midian, lalu ia duduk-duduk di tepi sebuah sumur.

* Yohanes 1: 11
Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.

* Kisah 7: 23-28
7:23 Pada waktu ia berumur empat puluh tahun, timbullah keinginan dalam hatinya untuk mengunjungi saudara-saudaranya, yaitu orang-orang Israel.
7:24 Ketika itu ia melihat seorang dianiaya oleh seorang Mesir, lalu ia menolong dan membela orang itu dengan membunuh orang Mesir itu.
7:25 Pada sangkanya saudara-saudaranya akan mengerti, bahwa Allah memakai dia untuk menyelamatkan mereka, tetapi mereka tidak mengerti.
7:26 Pada keesokan harinya ia muncul pula ketika dua orang Israel sedang berkelahi, lalu ia berusaha mendamaikan mereka, katanya: Saudara-saudara! Bukankah kamu ini bersaudara? Mengapakah kamu saling menganiaya?
7:27 Tetapi orang yang berbuat salah kepada temannya itu menolak Musa dan berkata: Siapakah yang mengangkat engkau menjadi pemimpin dan hakim atas kami?
7:28 Apakah engkau bermaksud membunuh aku, sama seperti kemarin engkau membunuh orang Mesir itu?

* Kisah 18:5-6
18:5 Ketika Silas dan Timotius datang dari Makedonia, Paulus dengan sepenuhnya dapat memberitakan firman, di mana ia memberi kesaksian kepada orang-orang Yahudi, bahwa Yesus adalah Mesias.
18:6 Tetapi ketika orang-orang itu memusuhi dia dan menghujat, ia mengebaskan debu dari pakaiannya dan berkata kepada mereka: "Biarlah darahmu tertumpah ke atas kepalamu sendiri; aku bersih, tidak bersalah. Mulai dari sekarang aku akan pergi kepada bangsa-bangsa lain."


Semasa penolakan itu keduanya melayani orang kafir dan memperoleh mempelai dari orang kafir, yang menggambarkan gereja :

* Keluaran 2 :16-21
2:16. Adapun imam di Midian itu mempunyai tujuh anak perempuan. Mereka datang menimba air dan mengisi palungan-palungan untuk memberi minum kambing domba ayahnya.
2:17 Maka datanglah gembala-gembala yang mengusir mereka, lalu Musa bangkit menolong mereka dan memberi minum kambing domba mereka.
2:18 Ketika mereka sampai kepada Rehuel, ayah mereka, berkatalah ia: "Mengapa selekas itu kamu pulang hari ini?"
2:19 Jawab mereka: "Seorang Mesir menolong kami terhadap gembala-gembala, bahkan ia menimba air banyak-banyak untuk kami dan memberi minum kambing domba."
2:20 Ia berkata kepada anak-anaknya: "Di manakah ia? Mengapakah kamu tinggalkan orang itu? Panggillah dia makan."
2:21 Musa bersedia tinggal di rumah itu, lalu diberikan Rehuellah Zipora, anaknya, kepada Musa.

* 2 Korintus 11:2
Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus.

* Efesus 5:25-32
5:25 Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya
5:26 untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman,
5:27 supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.
5:28 Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri.
5:29 Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat,
5:30 karena kita adalah anggota tubuh-Nya.
5:31 Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.
5:32 Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat.
5:33 Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku: kasihilah isterimu seperti dirimu sendiri dan isteri hendaklah menghormati suaminya.


Musa, Sesudah periode perpisahan dengan saudara-saudaranya selesai, kembali untuk melepaskan Israel, dan Kristuspun dinubuatkan akan kembali membebaskan Israel. Pada kedatanganNya yang kedua kali, keduanya diterima oleh Israel :

* Keluaran 4: 19-31
4:19 Adapun TUHAN sudah berfirman kepada Musa di Midian: "Kembalilah ke Mesir, sebab semua orang yang ingin mencabut nyawamu telah mati."
4:20 Kemudian Musa mengajak isteri dan anak-anaknya lelaki, lalu menaikkan mereka ke atas keledai dan ia kembali ke tanah Mesir; dan tongkat Allah itu dipegangnya di tangannya.
4:21 Firman TUHAN kepada Musa: "Pada waktu engkau hendak kembali ini ke Mesir, ingatlah, supaya segala mujizat yang telah Kuserahkan ke dalam tanganmu, kauperbuat di depan Firaun. Tetapi Aku akan mengeraskan hatinya, sehingga ia tidak membiarkan bangsa itu pergi.
4:22 Maka engkau harus berkata kepada Firaun: Beginilah firman TUHAN: Israel ialah anak-Ku, anak-Ku yang sulung;
4:23 sebab itu Aku berfirman kepadamu: Biarkanlah anak-Ku itu pergi, supaya ia beribadah kepada-Ku; tetapi jika engkau menolak membiarkannya pergi, maka Aku akan membunuh anakmu, anakmu yang sulung."
4:24. Tetapi di tengah jalan, di suatu tempat bermalam, TUHAN bertemu dengan Musa dan berikhtiar untuk membunuhnya.
4:25 Lalu Zipora mengambil pisau batu, dipotongnya kulit khatan anaknya, kemudian disentuhnya dengan kulit itu kaki Musa sambil berkata: "Sesungguhnya engkau pengantin darah bagiku."
4:26 Lalu TUHAN membiarkan Musa. "Pengantin darah," kata Zipora waktu itu, karena mengingat sunat itu.
4:27 Berfirmanlah TUHAN kepada Harun: "Pergilah ke padang gurun menjumpai Musa." Ia pergi dan bertemu dengan dia di gunung Allah, lalu menciumnya.
4:28 Kemudian Musa memberitahukan kepada Harun segala firman TUHAN yang disuruhkan-Nya kepadanya untuk disampaikan dan segala tanda mujizat yang diperintahkan-Nya kepadanya untuk dibuat.
4:29 Lalu pergilah Musa beserta Harun dan mereka mengumpulkan semua tua-tua Israel.
4:30 Harun mengucapkan segala firman yang telah diucapkan TUHAN kepada Musa, serta membuat di depan bangsa itu tanda-tanda mujizat itu.
4:31 Lalu percayalah bangsa itu, dan ketika mereka mendengar, bahwa TUHAN telah mengindahkan orang Israel dan telah melihat kesengsaraan mereka, maka berlututlah mereka dan sujud menyembah.

* Roma 11:24-26
11:24 Sebab jika kamu telah dipotong sebagai cabang dari pohon zaitun liar, dan bertentangan dengan keadaanmu itu kamu telah dicangkokkan pada pohon zaitun sejati, terlebih lagi mereka ini, yang menurut asal mereka akan dicangkokkan pada pohon zaitun mereka sendiri.
11:25 Sebab, saudara-saudara, supaya kamu jangan menganggap dirimu pandai, aku mau agar kamu mengetahui rahasia ini: Sebagian dari Israel telah menjadi tegar sampai jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa lain telah masuk.
11:26 Dengan jalan demikian seluruh Israel akan diselamatkan, seperti ada tertulis: "Dari Sion akan datang Penebus, Ia akan menyingkirkan segala kefasikan dari pada Yakub.

* Kisah 15: 14,17
15:14 Simon telah menceriterakan, bahwa sejak semula Allah menunjukkan rahmat-Nya kepada bangsa-bangsa lain, yaitu dengan memilih suatu umat dari antara mereka bagi nama-Nya.
15:17 supaya semua orang lain mencari Tuhan dan segala bangsa yang tidak mengenal Allah, yang Kusebut milik-Ku demikianlah firman Tuhan yang melakukan semuanya ini,


Seperti Yesus Kristus, Musa adalah Nabi :

* Bilangan 34:1-2
34:1. TUHAN berfirman kepada Musa:
34:2 "Perintahkanlah kepada orang Israel dan katakanlah kepada mereka: Apabila kamu masuk ke negeri Kanaan, maka inilah negeri yang akan jatuh kepadamu sebagai milik pusaka, yakni tanah Kanaan menurut batas-batasnya.

* Matius 21:11
Dan orang banyak itu menyahut: "Inilah nabi Yesus dari Nazaret di Galilea."

*Kisah 3:22-23
3:22 Bukankah telah dikatakan Musa: Tuhan Allah akan membangkitkan bagimu seorang nabi dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku: Dengarkanlah dia dalam segala sesuatu yang akan dikatakannya kepadamu.
3:23 Dan akan terjadi, bahwa semua orang yang tidak mendengarkan nabi itu, akan dibasmi dari umat kita.


Imam pengantara :

* Keluaran 32:31-35
32:31 Lalu kembalilah Musa menghadap TUHAN dan berkata: "Ah, bangsa ini telah berbuat dosa besar, sebab mereka telah membuat allah emas bagi mereka.
32:32 Tetapi sekarang, kiranya Engkau mengampuni dosa mereka itu--dan jika tidak, hapuskanlah kiranya namaku dari dalam kitab yang telah Kautulis."
32:33 Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa: "Siapa yang berdosa kepada-Ku, nama orang itulah yang akan Kuhapuskan dari dalam kitab-Ku.
32:34 Tetapi pergilah sekarang, tuntunlah bangsa itu ke tempat yang telah Kusebutkan kepadamu; akan berjalan malaikat-Ku di depanmu, tetapi pada hari pembalasan-Ku itu Aku akan membalaskan dosa mereka kepada mereka."
32:35 Demikianlah TUHAN menulahi bangsa itu, karena mereka telah menyuruh membuat anak lembu buatan Harun itu.

* 1 Yohanes 2:1-2
2:1. Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil.
2:2 Dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia.


Dan Sebagai Raja atau Pemimpin :

* Ulangan 33:4-5
33:4 Musa telah memerintahkan hukum Taurat kepada kita, suatu milik bagi jemaah Yakub.
33:5 Ia menjadi raja di Yesyurun, ketika kepala-kepala bangsa datang berkumpul, yakni segala suku Israel bersama-sama

* Yohanes 1:49
Kata Natanael kepada-Nya: "Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!"


Seperti Kristus, Musa harus mati sebelum umat Israel dapat masuk ke tanah perjanjian, yang menggambarkan milik orang Kriaten. Sebagaimana Ishak dan Yusuf, Musa adalah contoh yang menyolok dari kebenaran Typologis yang berharga dalam membayangkan kehidupan dan pelayanan Kristus.


Sumber :
Yesus Kristus Tuhan Kita/ John F Walvoord
Halaman 60

(20) Sebagaimana telah dijelaskan, Muhammad hidup lama dan mati secara wajar sehingga dengan sendirinya ia bukanlah nabi sebagaimana yang dimaksud Firman Allah dalam ULANGAN 18:20 di atas. (Muhammad mati pada usia 63 tahun).

Dalam beberapa sumber Muslim. Muhammad meninggal karena makan racun yang diberikan oleh seorang wanita Yahudi di Khaibar.


Dikutip dari :
Sejarah Hidup Muhammad – Sirah Nabawiyah
Syaikh Shafiyur Rahman Mubarakfury,
Robbani Press, 1998, hal 714 – 715 :

Sakit beliau semakin parah, dan pengaruh RACUN yang pernah beliau makan dari daging yang disuguhkan oleh wanita Yahudi ketika di Khaibar muncul, sampai-sampai beliau berkata, “Wahai Aisyah, aku masih merasakan sakit karena makanan yang KUMAKAN DI KHAIBAR. Sekarang saatnya aku merasakan TERPUTUSNYA URAT NADIKU KARENA RACUN TERSEBUT.”

Atau disini :
http://www.usc.edu/dept/MSA/fundamental ... hari/059.s bt.html#005.059.713

Volume 5, Book 59, Number 551:
Narrated Abu Huraira:
When Khaibar was conquered, a (cooked) sheep containing poison, was given as a present to Allah's Apostle

Dikisahkan oleh Abu Huraira :
Ketika Khaibar ditaklukkan, sepotong daging kambing yang mengandung racun, diberikan sebagai hadiah untuk Rasulullah.

Dan hadis yang berikut :

Volume 5, Book 59, Number 713:
Narrated Ibn Abbas:
'Umar bin Al-Khattab used to let Ibn Abbas sit beside him, so 'AbdurRahman bin 'Auf said to 'Umar, "We have sons similar to him." 'Umar replied, "(I respect him) because of his status that you know." 'Umar then asked Ibn 'Abbas about the meaning of this Holy Verse:-- "When comes the help of Allah and the conquest of Mecca . . ." (110.1)
Ibn 'Abbas replied, "That indicated the death of Allah's Apostle which Allah informed him of." 'Umar said, "I do not understand of it except what you understand."
Narrated 'Aisha: The Prophet in his ailment in which he died, used to say, "O 'Aisha! I still feel the pain caused by the food I ate at Khaibar, and at this time, I feel as if my aorta is being cut from that poison."

Dikisahkan oleh Aisha : Rasulullah dalam keadaan sakit yang menyebabkan kematiannya, biasa berkata, "O, Aisha. Aku masih merasakan sakit akibat makanan yang aku makan di Khaibar, dan saat ini, aku merasa seolah-olah urat nadiku terputus akibat racun itu

-----

Sumber kuno berikut juga memperkuat laporan tentang Muhammad SAW memakan racun di Khaybar dan penderitaannya saat akan meninggal.

Ibnu Jarir at Tabari
Lahir di Thabrastan tahun 839 M, meninggal di Baghdad 932 M. Seorang ahli sejarah yang terkemuka, ahli tafsir dan seorang imam. Kitab tafsirnya telah menjadi rujukan bagi segala ulama tafsir.

Sumber :
The History of al-Tabari, Vol. 8
Ibnu Jarir at Tabari (diterjemahkan William M. Brenner)
State University of New York Press, Albany 1987, halaman 123 :

When the messenger of God rested from his labor, Zaynab bt. al-Harith, the wife of Sallam b. Mishkam, served him a roast sheep. She had asked what part of the sheep the messenger of God liked best and was told that it was the foreleg. So she loaded that part with poison, and she poisoned the rest of the sheep too. Then she brought it. When she set it before the messenger of God, he took the foreleg and chewed a bit of it, but he did not swallow it. With him was Bishr b. al-Bara b. Marur, who, like the messenger of God, took some of it; Bishr, however, swallowed it, while the messenger of God spat it out saying, "This bone informs me that it has been poisoned." He asked, "What led you to do this?" She said: "How you have afflicted my people is not hidden from you. So I said, "If he is a prophet, he will be informed; but if he is a king, I shall be rid of him"". The prophet forgave her. Bishr died of the food he had eaten.

Ketika Rasulullah beristirahat dari kerjanya, Zaynab bt al HArith, istri dari Sallam b. Mishkan, menghidangkan untuknya daging panggang domba. Dia bertanya bagian apa yang paling disukai Rasulullah dan dijawab adalah bagian kaki. Maka dia membubuhinya dengan racun, dan dia membubuhi daging sisanya dengan racun juga. Kemudian disajikannya. Rasulullah kemudian mengambil bagian kaki dan mulai mengunyahnya namun tidak ditelannya. …… Rasulullah memuntahkannya dan berkata, “Tulang ini memberitahuku dia telah diracun” Rasulullah berkata, “Apa yang menyebabkan kamu melakukan ini?” Dia berkata, “Apa yang telah engkau timpakan kepada kaumku tidak akan disembunyikan darimu ….. Bishr meninggal akibat racun yang dimakannya.

Sumber :
Ibid, halaman 124

The messenger of God said during the illness from which he died - the mother of Bishr had come in to visit him - "Umm Bishr, at this very moment I feel my aorta being severed because of the food I ate with your son at Khaybar."

Rasulullah selama sakitnya yang menyebabkan dia meninggal berkata, - ibunda Bishr datang mengunjunginya – “Umm Bishr, pada saat ini aku merasa urat nadiku sangat sakit karena makanan yang aku makan bersama anakmu di Khaybar."

-----

Tambahan informasi tentang peracunan dan sakitnya Muhammad SAW.

Sumber :
"Kitab al-Tabaqat al-Kabir" (Book of the Major Classes),
Ibn Sa'd
Volume 2, halaman 263 :

Verily during his illness the prophet recited "al-Mu'awwadhatayn" [Sura 113, and 114], and blow his breath upon his body while rubbing his face. [This was done in an effort to be healed].

Selama sakitnya Rasulullah membaca "al-Mu'awwadhatayn" [Sura 113 dan 114], dan menghembuskan nafasnya pada tubuhnya sambil menggosok wajahnya. (Ini dilakukan agar dapat disembuhkan.)


Bahkan konon Jibril ikut memohon kesembuhan Muhammad SAW

Sumber :
Ibid, halaman 265 :

The apostle of Allah fell ill and he i.e. Gabriel, chanted on him, saying, "In the name of Allah I chant on to ward off from you every thing that harms you and (to ward off you) against every envier and from every evil eye and Allah will heal you."

Rasulullah merasa sakit dan Jibril melafalkan dengan berkata, “Dalam nama Allah, aku melafal agar engkau terhindar dari segala yang membahayakan engkau, segala yang mengirikan engkau dan dari segala mata iblis dan agar Allah menyembuhkan engkau.


Rasulullah yang konon dibantu Jibril telah memohonkan kesembuhan, tetapi Muhammad SAW harus tetap mengalami kematian yang menyakitkan.


Bandingkan dengan nabi Musa, saat kematiannya, ia masih kuat.

* Ulangan 34:7
Musa berumur seratus dua puluh tahun, ketika ia mati; matanya belum kabur dan kekuatannya belum hilang.



(Sumber : VIVALDI)



60. KITAB WAHYU YANG DIBERIKAN KEPADA YESUS !


Sementara hanya empat injil yang akhirnya dimasukkan dalam kanon Perjanjian Baru, lebih dari 40 injil yang disebut "apokrif"1 bisa diidentifikasi melalui rujukan2 yang ditemukan dalam tulisan2 para pendeta gereja awal atau melalui salinan2 yang masih ada. Yang menarik, hampir seluruh peristiwa yang berkaitan dengan Yesus yang disebutkan dalam Al-Qur'an dan yang tidak dicatat dalam empat injil kanonik itu, bisa diidentifikasi dalam injil2 "apokrif" itu.

Proses evolusioner yang menjadikan Perjanjian Baru seperti yang ada sekarang ini melampaui jarak lebih dari lima abad. Di sini, cukuplah dikatakan bahwa kanon terakhir Perjanjian Baru pada akhirnya hanya mencakup empat injil, yaitu, Markus, Matius, Lukas, dan Yohanes, dengan mengorbankan banyak injil "apokrif" lain yang dianggap sebagai injil otoritatif dan skriptural oleh banyak gereja Kristen awal. Dari keempat injil ini, tiga yang pertama memiliki beberapa kesamaan yang mengarah pada penunjukan ketiganya sebagai injil2 sinoptik, dan yang memungkinkan ketiganya untuk dianalisis sebagai satu kesatuan. Sebaliknya, Injil Yohanes sering kali menggambarkan tradisi yang berbeda dalam gereja2 Kristen awal. Namun demikian, adalah penting menjelaskan format2 kesusasteraan yang muncul di lingkungan Kristen awal sebelum munculnya injil2 tersebut dan yang juga menjadi dasar bagi injil2 kanonik.


Injil dan Format-format Kesusasteraan

Mazhab kritisisme alkitabiah luhur yang dikenal sebagai Formgeschichte, kritisisme format, telah berhasil mengidentifikasi setidaknya lima tipe format sastra lisan di balik penyusunan injil. Format2 kesusasteraan ini, yang diikhtisarkan pada Tabal 1 di bawah, diduga dihimpun dalam kumpulan2 tulisan, yang tetap mempertahankan format kesusasteraannya yang inheren. Oleh karena itu, Tabel 1 bisa dianggap mengikhtisarkan perkembangan awal format2 sastra lisan dan, kemudian, kemunculan-bertahap pelbagai kumpulan karya individual dan kesatuan2 sastra tulis.


Tabel 1: Format-format Kesusasteraan yang Mendasari Injil2

A. Manuskrip Perjanjian Lama atau kutipan-kutipan yang diduga merujuk pada Yesus.

B. Narasi-narasi yang mencapai puncaknya dalam ungkapan yang diduga berasal dari Yesus.

C. Narasi-narasi terinci, utamanya yang terfokus pada mukjizat-mukjizat Yesus.

D. Pelbagai tradisi narasi khusus:
1. Pembaptisan Yesus oleh Yohanes Pembaptis.
2. Godaan yang ditujukan pada Yesus oleh setan.
3. Transfigurasi yang diduga berasal dari Yesus.
4. Kesaksian Petrus kepada identitas yang diduga sebagai milik Yesus.
5. Kasih yang diduga milik Yesus, meskipun dihujahkan bahwa ini merupakan kreasi Markus dan sinonim dengan konstruksi Markus.3

E. Ungkapan-ungkapan dan perumpamaan-perumpamaan yang diduga berasal dari Yesus.


Melalui analisis sebelumnya, jelaslah bahwa setiap wahyu aktual yang diturunkan kepada Yesus menemukan ekspresi utamanya dalam format kesusasteraan E. Format kesusasteraan A jelasnya merupakan kreasi kesusasteraan kelompok pelbagai gereja Kristen awal tertentu yang dirancang untuk membenarkan teologi gereja2 yang berkembang kemudian dan memisahkan diri dari Yahudi. Namun demikian, format kesusasteraan B hingga D, dan mungkin banyak dari karya yang ditemukan dalam format kesusasteraan E, merepresentasikan sesuatu yang berbeda. Di sini, kita dihadapkan pada tindakan2 dan ungkapan2 yang dinisbahkan kepada Yesus. Sesuatu yang jelas2 tidak berkaitan dengan wahyu verbal dan harfiah yang diberikan Allah kepada Yesus, tetapi lebih berkaitan dengan Yesus sebagai pribadi yang dianggap mengucapkan dan melakukannya. Dengan kata lain, dengan menggunakan pembedaan ketika menganalisis Al-Qur'an dan Hadits, format kesusasteraan B hingga D, dan hampir sebagian besar karya yang ditemukan dalam format kesusasteraan E, dianggap berasal dari hadits-hadits Yesus, baik yang palsu maupun asli.

Tipe pembedaan yang hati2 dan sangat cermat, yang dilakukan oleh Islam antara Al-Qur'an dan Hadits, sama sekali diabaikan dalam pembentukan format2 kesusasteraan Kristen awal yang berkenaan dengan Yesus. Sejauh wahyu yang aktual itu dipertahankan, ia dijalin begitu saja dengan hadits yang diduga berasal dari Yesus. Lebih jauh, sementara tradisi Islam secara hati2 mempertahankan dua bagian yang merupakan komponen, yaitu isnad dan matan,4 dari setiap Hadits Nabi MUhammad SAW yang dianggap sahih, tradisi Kristen awal sepenuhnya gagal mencatat setiap isnad, yakni mata rantai transmisi [b]matan, dan karenanya gagal menyediakan sumber bagi hadits yang diduga berasal dari Yesus ini. Hal ini memunculkan upaya untuk memisahkan hadits Yesus yang autentik dari yang palsu, yang sepenuhnya bergantung pada analisis terhadap muatan kisahnya. Sumber, isnad dari narasi tersebut, sama sekali mangkir dalam hal ini.

Sebagaimana digambarkan pada Tabel 1, kumpulan2 tulisan awal ini lebih merupakan upaya2 kesusasteraan yang primitif. Dalam format kesusasteraan D dalam Tabel 1, dicatat bahwa banyak sarjana alkitabiah meletakkan mukjizat2 atau tanda2 tertulis khusus sebagai sumber di balik injil2 kanonik. Sama halnya, berkaitan dengan format kesusasteraan E dalam Tabel 1 , para sarjana alkitabiah telah berhasil mengidentifikasi sumber "ungkapan-ungkapan" tertulis yang dikenal sebagai [b]Q.5 (Q berarti istilah Jerman Quelle yang bisa diterjemahkan sebagai sumber).

Q pada awalnya didefinisikan sebagai materi yang umum bagi Matius dan Lukas, sementara ia mangkir dari Markus.6 Namun demikian, penemuan arkeologis dari Injil Tomas di Nag Hamadi, Mesir, pada 1945, mengungkapkan bahwa definisi awal Q ini harus direvisi. Tentu saja, Tomas adalah salah satu Q dokumen terkait,7 yang diselang-selingi dengan sisipan2 dan perubahan2 Gnostik. Kenyataannya, sekitar sepertiga dari ungkapan2 dalam Tomas memiliki kesamaan langsung dalam materi Q yang biasanya didefinisikan sebagai Matius dan Lukas.8 Oleh karenanya, Q mungkin lebih baik didefinisikan sebagai: materi yang umum bagi Matius dan Lukas, sementara ia mangkir dari Markus; materi yang ditemukan dalam Matius dan Tomas, Lukas dan Tomas, atau Matius, Lukas, dan Tomas, baik ditemukan atau tidak dalam Markus.


Q dan Sumber Mukjizat

Setelah akhirnya mengidentifikasi dua sumber tertulis, yaitu, Q dan sumber mukjizat atau tanda2, yang ada di balik injil2 kanonik, adalah keniscayaan untuk menyadari bahwa dokumen2 ini, bahkan dalam dirinya sendiri, bukanlah konstruksi utuh. Pertama-tama, semua itu merupakan kumpulan karya2 individual atau kumpulan2 literer. Kedua, para sarjana alkitabiah modern telah mengidentifikasi tiga lapisan Q yang berbeda. Lapisan pertama Q, yang diidentifikasi sebagai[b] Q1, kemudian dikumpulkan sebagai dokumen tertulis pada kira2 tahun 50 M. Sebaliknya,[b] Q2 kemudian dirumuskan kira2 pada tahun 65 M, dan Q3 kira2 pada tahun 75 M. 9

Dalam memandang hal ini, bisa diasumsikan bahwa banyak dari ungkapan yang dinisbahkan kepada Yesus dalam Q tidak mungkin dikaitkan secara langsung dengan Yesus. Kita bisa menyatakan bahwa banyak dari ungkapan yang paling disukai dari apa yang disebut Khotbah di atas Bukit ini sudah eksis sebelum kenabian Yesus. Hipotesis ini dibuktikan oleh ungkapan2 yang ditemukan nyaris secara harfiah dalam apa yang disebut literatur Yahudi pseudepigraphical10 dan non kanonik dari abad ke-3 hingga ke-2 SM, yaitu mereka telah eksis sebagai ungkapan2 tertulis 100 hingga 200 tahun sebelum kelahiran Yesus. Dalam hal ini, Testament of the Twelve Patriarch utamanya sangat kaya dengan kutipan2 yang beberapa abad kemudian dinisbahkan kepada Yesus.11 Dengan mengijinkan dilakukannya pelbagai terjemahan dari satu bahasa kuno ke bahasa kuno lainnya, pemberi sifat yang "nyaris harfiah" sebagian besar bisa diabaikan sebagai hal yang sekunder untuk proses terjemahan tersebut. Dengan demikian, dalam pelbagai contoh di mana Q menempatkan kutipan2 dari kitab2 pseudepigraphical awal ini sebagai sabda Yesus, kita harus menyimpulkan bahwasanya: Q keliru ketika menisbahkan kutipan2 ini kepada Yesus; atau bahwa Yesus agak banyak mengutip dari tulisan2 awal ini.


ANALISIS STRUKTURAL ATAS INJIL-INJIL KANONIK[/b]

Analisis struktural atas injil kanonik paling awal, Markus, menunjukkan bahwa Markus menciptakan penggunaan tambal-sulam yang luas atas pelbagai sumber mukjizat atau tanda, pelbagai macam kisah pengungkapan yang beredar, dan mungkin juga penggunaan Q.12 Pengarang awal Markus menyusun karya2 individual dari sumber2 ini menjadi tatanan yang mungkin arbitrer dan kronologis, kemudian mengaitkannya dengan komentar2 editorialnya sendiri. Dokumen yang dihasilkan mungkin bisa disebut proto-Markus. Revisi kemudian oleh para redaktur tak-dikenal, kemungkinan dirangkaikan dengan penambahan materi yang awalnya tidak dimasukkan dalam proto-Markus, menghasilkan injil Markus, yang dibubuhi tanggal sekitar tahun 75 M.13 Agar bisa menentukan sumber kesejarahannya, kita bisa menelusuri kembali waktu kompilasi awal kitab Markus hingga kira2 ke tahun 75 M ini.

Matius secara khusus dipercaya sebagai injil kanonik kedua, dan biasanya ditelusuri waktunya hingga kira2 tahun 85 M.14 Analisis struktural atas Matius menunjukkan bahwa ia disusun dengan cara tambal-sulam dari Markus (atau mungkin proto-Markus), Q, dan sumber2 lisan ataupun tulisan yang khas bagi Matius, yang mungkin disebut M.15 Sama halnya, analisis struktural atas Lukas menunjukkan bahwa ia disusun dengan prosedur tambal-sulam dari Markus (atau mungkin proto-Markus), Q, dan sumber2 lisan ataupun tulisan yang khas bagi Lukas, yang mungkin disebut L.16 Kompilasi Lukas sering kali ditelusuri waktunya hingga kira2 tahun 95 M.16

Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, Yohanes tidak memiliki keumuman2 yang sama dengan yang yang ditemukan dalam Matius, Markus, maupun Lukas. Sejauh ini, sumber2 sebelumnya yang digunakan oleh pengarang Yohanes masih diselimuti misteri.17 Tentu saja, pengarang Yohanes bergantung pada format2 kesusasteraan yang sama, baik lisan maupun tulisan, yang dirinci pada Tabel 1. Lebih jauh, sebagaimana lazim disepakati bahwa Yohanes merupakan injil kanonik terakhir yang ditulis, mungkin sekitar tahun 110 M.18 Sangat mungkin bahwa pengarang Yohanes terutama sekali menggunakan format2 kesusasteraan yang dikompilasi menjadi kumpulan2 tulisan, utamanya mengenai sumber mukjizat atau tanda2,19 dan mungkin juga menggunakan injil2 sinoptik. Lebih jauh, meskipun ia tetap merupakan masa yang bisa ditelusuri, mungkin ada gunanya mencatat bahwa Clementus dari Aleksandria,20 yang menulis kira2 pada tahun 190 M, secara khusus menyatakan bahwa pengarang Yohanes sangat akrab dengan injil2 sinoptik.21 Ini mengisyaratkan bahwa Yohanes mungkin sebagian didasarkan pada Markus. 22 Bagaimanapun juga, jelaslah bahwa Yohanes merupakan sebuah kompilasi tambal-sulam dari sumber2 sebelumnya. Lebih jauh, kesaksian internal Yohanes 21:24-25 dengan jelas mengidentifikasi "pengarang" asli dan "penyunting" kemudian, yang mengharuskan bahwa Yohanes juga bisa dilihat sebagai sebuah komposisi berlapis, dengan Yohanes 21 digunakan sebagai apendiks kemudian bagi injil tersebut 23 dan Yohanes 1:1-18 digunakan sebagai prolog kemudian bagi injil tersebut. 24

Namun demikian, kisah mengenai injil2 tersebut tidak berakhir dengan kompilasi2 awal mereka. Mereka terus-menerus melakukan revisi dan memberi komentar2 editorial, sebagaimana ditunjukkan oleh tambahan Markus kemudian 16:9-20, perubahan Lukas 3:21-22,(25) tambahan terhadap apa yang disebut Doa Tuhan dalam Matius 6:13,(26) revisi2 editorial yang agak jelas dalam Yohanes 2:21-22 dan 4:2,(27) pembalikan yang dilakukan kemudian atas susunan awal Yohanes 5 dan 6,(28) dan kejadian2 lain semacam ini. Kenyataannya, proses revisi editorial terus-menerus dibubuhi tanggal, sebagaimana disaksikan oleh perubahan2 injil sinoptik melalui King James Version, Revised Standard Version, dan New Revised Standard Version.

Terdapat sangat banyak versi kuno Perjanjian Baru yang tidak satu pun bisa disebut sebagai orisinal. Tanpa memasuki pembahasan teknis yang berlebihan, cukuplah ditegaskan bahwa ada pelbagai macam versi Yunani (Koine), versi Suriah, versi Koptik, dan versi Latin. Sekalipun Perjanjian Baru dipercaya mulanya ditulis dalam bahasa Yunani Koine, tidaklah terlalu tepat menyatakan bahwa versi2 Yunani seharusnya lebih tepat daripada versi2 lain yang tersedia. Dalam hal ini diriwayatkan bahwa salah satu versi Suriah, yaitu, Suriah Sinaitik, ditelusuri kembali hingga abad ke-4 M, dan sebagian besar bertanggal sebelum versi2 Yunani ditulis. Dengan demikian, versi2 non Yunani ini bisa memiliki kesaksian yang penting atas masukan2 dan sisipan2 kemudian dalam versi2 Yunani.

Harus dicatat bahwa Suriah Sinaitik tidak memasukkan kata2 yang dianggap berasal dari Yesus sebagaimana dicatat dalam Matius 16:17-20,(29) yang menunjukkan bahwa ayat2 ini tidak dimasukkan dalam manuskrip kuno yang kemudian disalin menjadi Suriah Sinaitik, dan mengisyaratkan bahwa ayat2 ini merupakan tambahan2 yang dibubuhkan kemudian.30


Ikhtisar

Analisis struktural atas empat injil kanonik secara jelas menunjukkan bahwa tidak satu pun yang berupa dokumen tunggal dan utuh. Keempatnya merupakan kompilasi tambal-sulam dari sumber2 sebelumnya, setidaknya dari satu, yaitu Q yang merupakan komposisi berlapis dalam dirinya sendiri. Lebih jauh, keempat injil kanonik tersebut telah mengalami proses pelapisan dan atau revisi editorial.

Sumber aktual keempat injil kanonik tersebut secara dramatis menolak setiap klaim bahwa keempatnya merupakan wahyu yang diturunkan Allah kepada Yesus. Meskipun sebagian dari wahyu yang aktual mungkin dipelihara dalam pelabai serpihan dalam bagian2 keempat injil ini, tetapi sumber sebenarnya keempat injil tersebut pada dasarnya tetap tidak diketahui. Namun demikian, bagian terbesar dari injil2 ini jelas terdiri dari hadits, yaitu, kata2 dan perbuatan2 yang diduga berasal dari Yesus sebagai pribadi. Lebih jauh, injil2 tersebut sama sekali tidak membedakan antara hadits dan wahyu, dan tidak memberikan isnad, yaitu, rantai transmisi, bagi hadits yang dicatat dan dinisbahkan kepada Yesus tersebut.

Oleh karenanya, dalam masing2 kasus, sumber hadits yang dinisbahkan kepada Yesus itu pada dasarnya tidak ada. Dengan demikian, tugas untuk memisahkan hadits autentik dari hadits buatan menjadi sangat rumit, dan tugas ini sepenuhnya bersandar pada analisis isi dari kisah tersebut. Lebih jauh lagi, dalam banyak hal bisa ditunjukkan bahwa ungkapan2 yang dinisbahkan kepada Yesus sebenarnya telah eksis dalam bentuk tertulis dalam literatur pseudepigraphical Yahudi sebelum zaman Yesus.

Akhirnya, perlu dicatat bahwa injil2 kanonik bahkan belum eksis dalam bentuk2 gabungan awal mereka hingga sekitar 40 sampai 70 tahun setelah kenabian Yesus. Setelah itu, keempatnya tetap muncul dalam versi2 yang bervariasi, dengan membiarkan sumber dari kitab2 itu sendiri--untuk tidak menyebutkan wahyu Yesus--dalam kondisi yang sangat terfragmentasi dan terpotong2.


SIMPULAN

Analisis struktur kesusasteraan dan sumber telah memungkinkan banyak kontras-signifikan yang bisa ditarik antara Al-Qur'an, Taurat-yang-diterima, Mazmur, dan injil2 kanonik dalam Perjanjian Baru. Perihal sumber dari keempat kitab suci ini, hanya Al-Qur'anlah yang merupakan dokumen tunggal dan utuh, dan hanya Al-Qur'anlah yang memiliki sumber yang dikenal dan terbukti. Kontras2 signifikan berkenaan dengan struktur dan sumber dari keempat kitab suci ini diikhtisarkan pada Tabel 2 di bawah ini.


Tabel 2: Kitab Suci



STRUKTUR


Tunggal, utuh :
Al-Qur'an , Ya/ Taurat, Tidak/ Mazmur, Tidak/ Injil, Tidak

Tambal-sulam:
Al-Qur'an ,Tidak/ Taurat, Ya/ Mazmur, ?/ Injil, Ya

Berlapis:
Al-Qur'an,Tidak/ Taurat, Ya/ Mazmur, Ya/ Injil ,Ya

Redaksi editorial :
Al-Qur'an , Tidak/ Taurat, Ya/ Mazmur, Ya: / Injil, Ya




SUMBER


Penisbahan kepada "pengarang"31 :
Al-Qur'an, Ya/ Taurat, Tidak / Mazmur,Tidak/ Injil, Tidak

Rentang waktu #1(32) :
Al-Qur'an, 1 tahun/ Taurat, 1.000 tahun/ Mazmur, 570-770/ Injil, 40-70

Versi2 bervariasi :
Al-Qur'an, Tidak/ Taurat, Ya / Mazmur, Ya/ Injil, Ya

Rentang waktu #2(33) :
Al-Qur'an, 1 tahun/ Taurat,2.300 tahun34 / Mazmur, 1.865 tahun35 / Injil, Tidak pasti 36

Sumber wahyu :
Al-Qur'an, Ya/ Taurat,Tidak/ Mazmur, Tidak/ Injil, Tidak

Sumber kitab :
Al-Qur'an, Ya/ Taurat,Tidak/ Mazmur, Tidak/ Injil, Tidak


Keterangan:

1. Daftar injil2 apokrif: Dialog Sang Juru Selamat, Injil Andreas, Injil Apelles, Injil Bardesanes, Injil Barnabas, Injil Bartelomeus, Injil Basilides, Injil Kelahiran Maria, Injil Cerinthus, Injil Hawa, Injil Ebionit, Injil Orang-orang Mesir, Injil Encratites, Injil Empat Wilayah Surgawi, Injil Orang-orang Ibrani, Injil Hesychius, Injil Masa Kecil Yesus Kristus, Injil Judas Iskariot, Injil Jude, Injil Marcion, Injil Mani, Injil Maria, Injil Matthias, Injil Merinthus, Injil Menurut Kaum Nazaret, Injil Nikomedus, Injil Kesempurnaan, Injil Petrus, Injil Philipus, Injil Pseudo-Matius, Injil Scythianus, Injil Tujuh Puluh, Injil Thaddaeus, Injil Tomas, Injil Titan, Injil Kebenaran, Injil Dua Belas Rasul, Injil Valentinus, Protevangelion James, Injil Rahasia Markus, dan Injil Tomas tentang Masa Kecil Yesus Kristus.
2. A) Filson FV (1971) B) Wilson RM (1971)
3. Mack BL (1996)
4. Isnad: daftar lengkap para perawi hadits, dan merupakan pengesahan terhadap sumber hadits. Matan: Narasi atau teks hadits, yang dapat diuji kebenarannya dengan mencocokkannya dengan Al-Qur'an.
5. A) Robinson JM (1971a) B) Robinson JM (1971b) C) Koester H (1971a) D) Mack BL (1996)
6. A) Filson FV (1971) B) Kee HC (1971) C) Baird W (1971) D) Burch EW (1929) E) Leon-Dufour X (1983) F) Koester H (1971b)
7. A) Koester H (1971a) B) Robinson JM (1971b) C) Koester H (1971b) D) Mack BL (1996)
8. Mack BL (1996)
9. Mack BL (1996)
10. Tulisan2 awal yang tidak dimasukkan dalam kanon Alkitab dan Apokrif (dimana yah???)
11. Misalnya, bahan2 Q dalam Matius 5:3 memiliki banyak persamaan dengan Perjanjian Benjamin 1:26-27, Perjanjian Yehuda 4:31, dan Perjanjian Gag 2:15. Sebagai contoh kedua, kandungan Q dalam Matius 5:11-12 memiliki banyak persamaan dengan Perjanjian Levi 4:26 dan Perjanjian Yosef 1:20-21. Mengenai kutipan2 dari Perjanjian Dua Belas Murid ini, lihat Platt RH, Brett JA.
12. Mack BL (1996)
13. A) Duncan GB (1971) B) Davies JN (1929a) C) Moffat J (1929) D) Sunderg AC (1971) E) Pherigo LP (1971) F) Asimov (1969) G) Mack BL (1996) H) Nineham DE (1973) I) Leon-Dufour X (1983)
14. A) Duncan GB (1971) B) Sunderg AC (1971) C) Kee HC (1971) D) Leon-Dufour X (1983) E) Mack BL (1996) F) Fenton JC (1973)
15. A) Mack BL (1996) B) Kee HC (1971) C) Filson FV (1971) D) Burch EW (1929)
16. A) Mack BL (1996) B) Baird W (1971) C) Filson FV (1971) D) Burch EW (1929)
17. A) Mack BL (1996) B) Asimov I (1969) C) Duncan GB (1971) D) Baird W (1971) E) Sundberg AC (1971) F) Sebagian sarjana berhujah bahwa ada versi Lukas yang lebih awal, yang bisa disebut proto-Lukas, yang disusun sekitar tahun 60 Masehi, dan yang dimulai dengan pembaptisan Yesus, sebagaimana dimiliki Markus. Caird GB (1972)
18. Shepherd MH (1971)
19. A) Mack BL (1996) B) Duncan GB (1971) C) Shepherd MH (1971) D) Leon-Dufour X (1983)
20. Mack BL (1996)
21. Seorang santo yang ditahbiskan oleh Gereja Katolik Roma, Titus Flavius Clemens (Clementus) adalah seorang presiden sekolah kateketik Kristen abad ke-2 dan ke-3 M di Aleksandria. Karya2 tulisnya mencakup: Protreptikos, Paidagogos, Stromateis: A Discourse Concerning the Salvation of Rich Man, Exhortation to Patience or Address to the Newly Baptized, Excerpta ex Theodota, Eclogae Propheticae, dan Hypotypeseis. Fredericksen LF et al. (1998)
22. Shepherd MH (1998)
23. A) Mack BL (1996) B) Garvie AE (1929)
24. A) Shepherd MH (1971) B) Moffat J (1929)
25. Garvie AE (1929)
26. Selengkapnya baca buku: "Salib di Bulan Sabit", oleh DR. Jerald F. Dirks, 2001.
27. Tambahan editorial tersebut terdiri atas kata2: "Karena kerajaan, kekuasaan, dan kemuliaan adalah milikmu. Amin."
28. Shepherd MH (1971)
29. A) Shepherd MH (1971) B) Moffat (1929)
30. Matius 16:17-20 secara langsung mengikuti dugaan kesaksian Petrus bahwa Yesus adalah "Sang Juru Selamat, Putra Tuhan yang hidup". Ayat2 ini kemudian terbaca: "Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon putra Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan gerbang-gerbang Hades tidak akan mampu melawannya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga." Lalu Yesus melarang murid-murid-Nya supaya jangan memberitahukan kepada siapapun bahwa dia adalah Sang Juru Selamat."
31. Robertson AT (1929)
32. Dengan kata lain, bisakah kitab suci itu ditelusuri kembali jejaknya sampai pada seseorang yang konon menerima wahyu itu untuk pertama kalinya?
33. Waktu antara berakhirnya wahyu dan kompilasi awal dari seluruh kitab suci.
34. Gambar ini mengasumsikan manuskrip teks Masoterik tahun 895 M merupakan kompilasi "akhir". Namun demikian, kenyataannya, kompilasi "akhir" itu belum lengkap, karena para sarjana alkitabiah terus-menerus melakukan perubahan2 dalam teks tersebut ketika penemuan2 arkeologis baru ditemukan dan dianalisis. Dengan demikian, gambar ini bisa dibaca dengan mudah sebagai: "3.400 tahun atau lebih".
35. Gambar ini mengasumsikan manuskrip teks Masoterik tahun 895 M merupakan kompilasi "akhir". Namun demikian, kenyataannya, kompilasi "akhir" itu belum lengkap, karena para sarjana alkitabiah terus-menerus melakukan perubahan2 dalam teks tersebut ketika penemuan2 arkeologis baru ditemukan dan dianalisis. Dengan demikian, gambar ini bisa dibaca dengan mudah sebagai: "2.970 tahun atau lebih".
36. Perubahan2 terus dilakukan dalam teks tersebut oleh para sarjana alkitabiah, dan gambar tersebut bisa dibaca: "1.960 + beberapa tahun atau lebih".


Dikutip dari buku: "Salib di Bulan Sabit", karya: DR. Jerald F. Dirks, 2003

Tulisan diatas memang ditujukan untuk menyerang ALKITAB, dibawah ini bisa anda bandingkan kebenaran tulisan diatas, sebagai berikut :

(Disalin dari VIVALDI) :


PERBANDINGAN SEJARAH AL-QUR’AN DAN INJIL (PERJANJIAN BARU)


Tulisan ini diilhami dari tulisan A. Ibrahim yang aslinya berjudul THE HISTORY OF THE QURAN AND THE INJIL. Namun saya telah menambahkan cukup banyak materi yang tidak ada dalam tulisan aslinya.
Dalam menulis tentang Al-qur’an, saya menggunakan banyak pandangan muslim tradisional.

Semoga bermanfaat.

Topik ini saya masukkan dalam sub Kristen karena bahasan tentang PB lebih banyak dibandingkan dengan Al-Qur'an.
Jika dirasa kurang tepat, silahkan sdr. moderator memindahkannya.


I. WAKTU PENURUNANNYA


I.1. QUR’AN


Wahyu mulai diterima oleh Muhammad SAW dari sekitar 610 M hingga beberapa waktu menjelang meninggalnya beliau di 8 Juni 632 M. Jadi penurunan wahyu dan kenabian Muhammad SAW terjadi sekitar 23 tahun.


I.2. INJIL


Yesus mulai pelayanannya di sekitar tahun 26 M. Ini diketahui dari :
Injil Lukas 3 : 1 yang menyatakan awal pelayanan “….. dalam tahun ke 15 pemerintahan kaisar Tiberius ….”.
Sejarah sekuler mencatat bahwa kaisar Tiberius mulai memerintah di tahun 11 M.
Jadi 11 M + 15 tahun = 26 M
Lama pelayanan Yesus adalah 3 tahun yang dicatat dalam Yoh 2, 6 dan 12 yang menyebutkan 3 masa paskah yang dilalui oleh Yesus.
Berarti masa pelayanan Yesus adalah dari tahun 26 M – 29 M.

II. PENGHAFALAN dan PENYEBARAN SECARA LISAN


II.1. AL-QUR’AN


Selama masa penerimaan wahyu, rasulullah mendiktekan kepada sahabat-sahabatnya dan mereka menghafalkannya. Ini tercatat dalam :

1. Bukhari, VI, no. 546 : “Yang terutama diantara kamu adalah mereka yang menghafal Al-Qur’an dan mengajarkannya”

2. Bukhari VI no. 106 : “Menurut Ibn Mas’ud. Rasulullah memerintahkan aku, “Bacalah Al-Qur’an untukku”. Aku berkata, “Apakah aku harus membacakannya kepadamu karena aku menerima dari kamu?”. Rasulullah berkata, “Bacalah, aku ingin mendengarnya dari orang lain …”

Wahyu yang diterima oleh Muhammad SAW diturunkan dan dijaga secara lisan selama sekitar 43 tahun dari 610 M hingga sekitar 653 M saat Usman menuliskan Al-Qur’an dalam satu mushaf. Selama sekitar 23 tahun pertamanya, disaat Muhammad SAW masih hidup dirasa tidak perlu adanya rekaman tertulis karena Muhammad SAW dapat mengkonfirmasikannya.

Beberapa sahabat menghafalkan Al-Qur’an melalui bimbingan Muhammad SAW sendiri, beberapa nama yang tercatat adalah Abu Bakr, Umar, Usman, Ali, Ibn Masud, Abu Huraira, Abdullah bin Abbas, Abdullah bin Amr bin al-As, Aisha, Hafsa and Umm Salama. ("Itqan" Suyuti, I, h.124)

Setelah Muhammad SAW meninggal, sahabat-sahabat masih dapat saling mencocokkan hafalannya.

Sejarah Islam kemudian mencatat invasi yang sangat cepat keluar wilayah dalam 25 tahun setelah hijrah. Damaskus direbut 13 H, Persia di 14 H, sementara Mesir direbut 19 H. Sementara sekitar 25 H invasi telah mencapai Turki. Ini menyebabkan bertambahnya pemeluk Islam yang bukan berasal dari bangsa Arab dan akan menimbulkan masalah karena mereka tidak mengalami langsung kehidupan bersama rasulullah. Kejadian ini mendorong kebutuhan akan rekaman tertulis Al-Qur’an.


II.2. INJIL


Apa yang dilakukan dan dikatakan oleh Yesus diingat oleh murid-muridnya dan oleh mereka yang mendengar dan menyaksikan.

Hal ini dapat dipastikan dengan mempertimbangkan 2 hal :
1. Murid-murid Yesus adalah orang-orang Yahudi yang memiliki tradisi menghafal kitab suci dan ajaran-ajaran rabi mereka. Menurut Mishna (kitab peraturan hidup dan tafsir Taurat) : Murid yang baik adalah seperti tanki yang tidak bocor satu tetespun.

2. Lukas 6 : 46 dan 49 tertulis "Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan? dan “ Akan tetapi barangsiapa mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah di atas tanah tanpa dasar. Ketika banjir melandanya, rumah itu segera rubuh dan hebatlah kerusakannya.".

Untuk bisa melaksanakan tentu saja orang harus hafal apa yang diajarkan dan dicontohkan oleh Yesus.

Injil diturunkan secara lisan selama sekitar 29 tahun, mulai dari 26 M hingga 55 M ketika buku pertama dari Perjanjian Baru (PB) ditulis oleh rasul Paulus yaitu 1 Korintus (ada yang berpendapat Galatia ditulis sekitar 48 M).

Sekalipun tidak semua pakar sependapat, namun ada yang berpendapat tentang masa penulisan kitab-kitab PB sebagai berikut :

1. A.T. Robinson
Redating the New Testament, 1976.
“Seluruh kitab-kitab PB telah dituliskan sebelum kehancuran Yerusalem ditahun 70 M”

2. W.F. Albright
Recent Discoveries in Bible Lands, 1955, halaman 136
“atau selambat-lambatnya telah selesai ditulis sebelum tahun 80 M"

Namun pakar –pakar umumnya setuju bahwa penulisan sebagian besar kitab-kitab PB terjadi antara 55 M – 70 M.

Setelah Yerusalem dihancurkan oleh Jenderal Titus ditahun 70 M, maka pusat kekristenan beralih dari Yerusalem menuju ke wilayah Asia Kecil (Turki) dan ke Roma seperti tercatat dalam KPR 2, 11 dan 18. Ini menyebabkan bertambahnya pemeluk Kristen yang bukan berasal dari bangsa Yahudi dan tidak memiliki latar belakang Yahudi. Kejadian ini mendorong kebutuhan akan rekaman tertulis Injil dan pengajaran Yesus.


III. PENULISAN CATATAN-CATATAN AWAL


III.1. AL-QUR’AN


Wahyu yang diterima oleh Muhammad SAW dituliskan dalam media yang bermacam-macam (kulit, batu, kertas dll).
Namun tulisan itu tidaklah dikumpulkan dalam satu buku. Ini dikuatkan dengan kesaksian Zaid bin Tsabit ketika diperintahkan untuk mengumpulkan Al-Qur’an dan dia mulai mengumpulkan dari berbagai macam bahan dan dari ingatan sahabat-sahabatnya.
Wahyu yang diterima oleh Muhammad SAW tidak ditulisnya sendiri melainkan oleh Zaid bin Tsabit sebagaimana terekam dalam hadis berikut :

Bukhari VI no. 512
“Panggilkan Zaid kemari dengan membawa alat tulis”. Kemudian Rasulullah bersabda, “Tulis : Tidaklah sama mereka yang percaya ….”

Atau sumber yang berikut yang menginformasikan adanya tulisan Al-Qur’an sekalipun tidak dijelaskan kondisinya :

Sahifa Hammam ibn Munabbih
Hamidullah, 1979, halaman 64 :
“ketika orang datang ke Medina untuk belajar Islam, mereka disediakan copy dari surah-surah Al-Qur’an untuk dibaca dan dipelajari” ."


III.2. INJIL


Apa yang dikatakan oleh Yesus sangat mungkin telah dituliskan dengan mendasarkan pada :
1. Kesaksian dari Papias, seorang murid rasul Yohanes, yang menuliskan antara 120 M – 130 M yang terekam dalam buku kuno "Church History" V.33,4.1, oleh Eusebius (270 M – 340 M).
“Matius mengumpulkan perkataan-perkataan Yesus dalam bahasa Ibrani”

2. Dalam Lukas 1 : 1 tertulis, “… banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi diantara kita”.
Kitab Lukas ini ditulis antara 60 M – 63 M. Ayat diatas mengindikasinya adanya pencatatan-pencatatan yang dilakukan sebelum Lukas menuliskan injilnya.

Jadi sangat masuk akal bahwa perkataan-perkataan Yesus telah dicatatat oleh beberapa orang selama hidupnya.

IV. PENULISAN KITAB


IV.1. AL-QUR’AN


Catatan-catatan Al-Qur’an telah dituliskan disaat Muhammad SAW masih hidup namun tidak dikumpulkan dalam satu buku. Justru pengumpulan dalam bentuk buku kemudian dilakukan oleh sahabat-sahabat nabi yang masing-masing membuat koleksi mushafnya sendiri-sendiri

Sumber :
Rekonstruksi Sejarah Al-qur’an
Taufik Adnan Amal
FKBA, Agustus 2001, halaman 158 – 159

Skema mushaf-mushaf awal ini – baik mashahif primer maupun sekunder – dapat dikemukakan sebagai berikut :

A. Mushaf Primer

1. Mushaf Salim ibn Ma’qil
2. Mushaf Umar ibn Khatab
3. Mushaf Ubay ibn Ka’b
4. Mushaf Ibn Mas’ud
5. Mushaf Ali ibn abi Thalib
6. Mushaf Abu Musa al Asy’ari
7. Mushaf Hafsah bint Umar
8. Mushaf Zaid ibn Tsabit
9. Mushaf Aisyah bint Abu Bakar
10. Mushaf Ummu Salamah (w. 59 H)
11. Mushaf Abdullah ibn Amr (w. 65 H)
12. Mushaf Ibn Abbas
13. Mushaf Ibn Zubayr
14. Mushaf Ubayd ibn Umair (w. 74 H)
15. Mushaf Anas ibn Malik (w. 91 H)

B. Mushaf-mushaf sekunder :

1. Mushaf Alqama ibn Qais (w. 62 H)
2. Mushaf al Rabi ibn Khutsaim (w. 64 H)
3. Mushaf al-Harits ibn Suwaid (w. 70 H)
4. Mushaf al-Aswad ibn Yazid (w. 74 H)
5. Mushaf Hiththan (w. 73 H)
6. Mushaf Thalhah ibn Musharrif (w. 112 H)
7. Mushaf al-A’masy (w. 148 H)
8. Mushaf Said ibn Jubayr (w. 94 H)
9. Mushaf Mujahid (w. 101 H)
10. Mushaf Ikrimah (w.105 H)
11. Mushaf Atha ibn Abi Rabah (w. 115 H)
12. Mushaf Shalih ibn Kaisan (w. 144 H)
13. Mushaf Jafar al-Shadiq

Daftar tersebut dikutip dari buku Kitab al-Mashahif yang disusun oleh Ibn Abi Dawud (w. 316 H).

Antar mushaf sahabat tersebut memang tidak sama seperti terekam dalam pandangan dibawah ini.

Sumber :
http://islamlib.com/id/page.php?page=article&id=447
Merenungkan Sejarah Alquran
Luthfi Assyaukanie.
Dosen Sejarah Pemikiran Islam di Universitas Paramadina, Jakarta

Sebelum Uthman bin Affan (w. 35 H), khalifah ketiga, memerintahkan satu standarisasi Alquran yang kemudian dikenal dengan “Mushaf Uthmani,” pada masa itu TELAH BEREDAR PULUHAN –KALAU BUKAN RATUSAN -- mushaf yang dinisbatkan kepada para sahabat Nabi. Beberapa sahabat Nabi memiliki MUSHAFNYA SENDIRI-SENDIRI YANG BERBEDA SATU SAMA LAIN, baik dalam hal bacaan, susunan ayat dan surah, maupun jumlah ayat dan surah.


IV.2. INJIL


Pengajaran Yesus tidak ditulis sendiri olehNya, melainkan oleh muridnya, yang tercatat menuliskan adalah Matius sesuai kesaksian murid rasul Yohanes yaitu Papias. Ke 4 Injil adalah hasil tulisan yang menginformasikan ucapan-ucapan dan tindakan Yesus yang ditulis oleh 4 orang yaitu Matius, Markus, Lukas (juga menulis Kisah Para Rasul) dan Yohanes (juga menulis 1,2 dan 3 Yohanes dan Wahyu). Mereka menuliskan dengan inspirasi dari Tuhan (2 Petrus 20 – 21) bagi komunitas yang berbeda-beda.

Mereka menuliskan dengan cara dan gaya penulisan mereka sendiri-sendiri sesuai dengan komunitas yang mereka layani. Sebagian besar penulis-penulis ini adalah saksi mata langsung dari apa yang diajarkan dan dilakukan oleh Yesus.
Antar ke 4 Injil memang tidak identik karena dituliskan oleh 4 orang yang berbeda.

Sejarah mencatat bahwa pernah ada usaha oleh Tatianus untuk membuat satu buku karangan Injil yang mensinergikan ke 4 Injil tersebut.

Sumber :
Rangkuman Sejarah Gereja Kristiani
G. Van Schie
Penerbit Obor, cetakan 1, jilid 1, halaman 424 :

Sekitar tahun 170 Tatianus mengarang buku yang berjudul Diatessaron, semacam injil pukul rata, dengan mengambil unsur dari keempat karangan Injil dan dari beberapa sumber lainnya.

Namun kitab Diatessaron ini tidak pernah digunakan oleh bapa-bapa gereja karena jelas adalah karangan belakangan.

Waktu penulisan kitab-kitab PB (sumber program Alkitab ver. 2.7)
Injil Matius : 60 an M
Injil Markus : 55 M – 65 M
Injil Lukas : 60 M – 63 M
Injil Yohanes : 80 M – 95 M
KPR : 63 M
Roma : 57 M
1 dan 2 Korintus : 55 M – 56 M
Galatia : 48 M
Efsus : 62 M
Filipi : 63 M
Kolose : 62 M
1 dan 2 Tsalonika : 52 M – 53 M
1 dan 2 Timotius : 65 M – 67 M
Titus : 65 M – 66 M
Filemon : 62 M
Ibrani : 67 M – 69 M
Yakobus : 49 M (ada yang berpendapat 55 M)
1 dan 2 Petrus : 60 M – 68 M
1 – 3 Yohanes : 85 M – 95 M
Yudas : 70 M – 80 M
Wahyu : 90 M – 96 M


V. STANDARISASI


V.1. AL QUR’AN


Ketika terjadi perang Yamama ditahun 633, sejumlah muslim meninggal sehingga dikuatirkan bahwa sebagian Al-Qur’an akan hilang bersamaan dengan meninggalnya penghafal Al-Qur’an tersebut. Maka Abu Bakar meminta Zaid bin Tsabit untuk mengumpulkan tulisan-tulisan Al-Qur’an dan menuliskannya ulang.Mushaf ini kemudian disimpan oleh khalifah Umar dan kemudian oleh Hafsah.

Sekitar tahun 653 M, terjadi ekspedisi ke Armenia dan Azerbaijan. Diantara pasukan Muslim terjadilah pertikaian bacaan Al-Qur’an. Hal ini dilaporkan oleh Hudzaifah bin Yaman kepada Usman yang kemudian memerintahkan Zaid bin Tsabit untuk menuliskan lagi mushaf dengan mendasarkan dari mushaf yang disusun sendiri oleh Zaid bin Tsabit dan sekarang disimpan oleh Hafsah.

Setelah selesai dibuat, mushaf asli disimpan di Medinah, 4 copy dikirim ke Mekah, Syria, Basrah dan Kufah.
Usman kemudian mengambil langkah drastis dengan memusnahkan seluruh salinan Al-Qur’an yang lainnya dalam bentuk apapun. Sementara mushaf milik hafsah sendiri akhirnya dimusnahkan oleh Marwan bin al Hakam segera setelah Hafsah meninggal di tahun 54 H (664 M).

Jadi di sekitar tahun 653 M itulah Al-Qur’an yang resmi dinyatakan.

Teks mushaf yang dihasilkan oleh Usman adalah teks konsonan dasar yang tidak dilengkapi dengan vocal dan titik diakritis yang membedakan konsonan bersimbol sama. (15 huruf konsonan dapat dibaca dengan 28 cara berbeda).
Dari teks dasar ini kemudian tulisan al-Qur’an berkembang dimana diwilayah-wilayah mulai menambahkan vocal dan titik diakritisnya masing-masing. Dalam penambahan vocal dan titik diakritis ini ternyata berjalan tidak seragam.


Dikutip dari Luthfi A dari Islamlib :

Untuk mengatasi varian-varian bacaan yang semakin liar, pada tahun 322 H (944 M), Khalifah Abbasiyah lewat dua orang menterinya Ibn Isa dan Ibn Muqlah, memerintahkan Ibn Mujahid (w. 324 H) melakukan penertiban. Setelah membanding-bandingkan semua mushaf yang ada di tangannya, Ibn Mujahid memilih tujuh varian bacaan dari para qurra ternama, yakni :
1. Nafi (Madinah)
2. Ibn Kathir (Mekah)
3. Ibn Amir (Syam)
4. Abu Amr (Bashrah)
5. Asim, Hamzah, dan Kisai (ketiganya dari Kufah).

Tindakannya ini berdasarkan hadis Nabi yang mengatakan bahwa “Alquran diturunkan dalam tujuh huruf.”

Selain kiraah 7 diatas, kemudian dikenal juga kiraah 10 dan kiraah 14. Tambahan versi kiraah adalah :
• Kufa
Selain 3 versi kiraah diatas, ternyata masih ada lagi yaitu kiraah Khalaf ibn Hisyam al Bazzar.

• Madinah,
Selain kiraah Nafi ada lagi kiraah versi Abu Jafar al Makhzumi al Madani.

• Mekkah
Selain kiraah Ibn Kathir, ada lagi kiraah Muhammad ibn Abd al Rahman al Makki.

• Basrah
Selain kiraah Abu Amr, ada lagi kiraah Yaqub al Hadlrami, kiraah Abu Muhammad Yahya ibn al Mubarak dan kiraah Abu Said al Hasan ibn Yasar.

Dengan berjalannya waktu, maka dari 14 kiraah tersebut, hanya 2 yang tetap mampu menjaga popularitasnya yaitu kiraah an Ashim dan an Nafi.

Kecenderungan standarisasi semakin mengkristal sejak ditemukannya mesin cetak pada abad ke 15. Dari kiraah tujuh, hanya 2 yang yang dicetak dan digunakan secara luas, yaitu versi an Ashim dan versi an Nafi.
Pencetakan Al-Qur’an versi standard Mesir tahun 1923 mendasarkan pada versi an Ashim telah menjadikannya semacam supremasi kanon Al-Qur’an. Versi inilah yang
sekarang dugunakan secara sangat luas oleh masyarakat Islam.

Jadi dalam sejarah Al-Qur’an dilakukan 2 kali standarisasi :
Pertama :
Standarisasi dari berbagai mushaf sahabat. Dari sekian banyak mushaf distandarkan menjadi satu mushaf yaitu mushaf Usman.

Kedua :
Standarisasi dari variasi bacaan mushaf Usman akibat perbedaan penambahan huruf hidup dan pembeda konsonan. Digunakan adalah qiraah an Ashim, namun penulisannya di Mesir tahun 1923 / 1924 tidak mendasarkan dari mushaf kuno manapun melainkan diklaim sebagai murni hasil hafalan.


V.2. INJIL


Proses standarisasi dalam Injil berbeda karena yang distandarkan adalah kitab-kitab mana yang bisa diterima sebagai kitab suci. Proses ini dinamakan : KANONISASI.

Proses ini sudah dimulai sekitar pertengahan abad ke 2 M dimana saat itu mulai bermunculanlah bidat-bidat dalam kekristenan dan bidat-bidat tersebut mulai menyusun kitab-kitab mereka sendiri. Beberapa kitab-kitab bidat tersebut antara lain Injil Petrus (aliran anti Yahudi), Injil Orang Mesir (aliran Sabelius), Injil Ebionit (aliran Ebionit) dan Injil Arab tentang Masa Kecil.
Salah satu yang paling awal tercatat membuat kanon adalah Marcion yang menyusun kanonnya di tahun 144 M yang hanya menerima Injil Lukas dan Surat-Surat Paulus.

Munculnya bidat-bidat ini menyebabkan gereja merasa perlu untuk menentukan daftar kitab-kitab yang dinyatakan suci.

Dasar-dasar penentuannya :
Sumber :
Pembimbing Ke Dalam Perjanjian Baru
Drs. M.E. Duyverman
PT BPK Gunung Mulia, cetakan 13 tahun 2000, halaman 235 :


V.2.1. Apakah kitab-kitab tersebut berasal dari rasul (langsung atau tidak langsung : maksudnya dari murid rasul / sahabat rasul) dan didukung tradisi gereja


Bagaimana mengetahui tulisan berasal dari rasul (lansung maupun tidak langsung)
Kriterianya adalah :

Sumber :
Memahami Perjanjian Baru
Pengantar Historis dan Teologis
John Drane
PT BPK Gunung Mulia, 2001, Bab D 10, 11 dan 12

Komentar-komentar bapa gerejawi yang paling awal.

A. Injil Matius
Komentar tertua dari Papias murid rasul Yohanes (lahir 40 M – 130 M) “Matius menulis Logia dalam bahasa Ibrani dan masing-masing menafsirkan menurut kesanggupannya”.

B. Injil Markus
Komentar tertua dari Papias murid rasul Yohanes (lahir 40 M - wafat 130 M) dalam buku History bab III subab 39 sbb : “Markus adalah penterjemah Petrus, ia menulis secara teliti, tetapi tidak secara berurutan, sebanyak mungkin dari apa yang dapat diingatnya tentang hal-hal yang dikatakan dan dilakukan oleh Kristus”

C. Injil Lukas
Komentar tertua berasal dari Clement dari Alexandria (murid rasul Petrus dan rasul Paulus) yang menjadi Uskup di Roma tahun 92 M – 101 M menyebutkan Lukas sebagai penulisnya. Lukas sendiri adalah teman seperjalanan rasul Paulus (Kolose 4 : 14, Filemon 24 : 2 dan 2 Tim 4 :11)

D. Injil Yohanes
Komentar dari Ireneus (115 M – 180 M) sbb : “Yohanes, murid Tuhan, yang duduk dekat Dia waktu makan bersama menerbitkan Injil itu waktu ia ada di Efesus di Asia”

Kriteria ke 2 menurut Duyverman adalah :


V.2.2. Apakah kitab itu dipergunakan oleh umum di dalam gereja ?


Kriterianya adalah :
Apakah sering dikutip oleh bapa-bapa gereja kuno.?

Sumber :
Apologetika Vol 1
Josh Mac Dowell
Gandum Mas, 2002, halaman 95

Pengutipan Perjanjian Baru oleh Para Bapak Gereja Pertama
Justinus Martyr (95 M – ?), mengutip 330 kali
Clement Alexandria (Uskup Roma 92 M – 101 M), mengutip 2406 kali
Ireneus (115 – 180), mengutip 1819 kali
Tertulianus (150 M – 220 M), mengutip 7258 kali
Hippolytus (170 M – 235 M), mengutip 1378 kali
Origenes (185 M – 254 M), mengutip 17922 kali
Eusebius (270 M – 340 M), mengutip 5176 kali

Kriteria ke 3 menurut Duyverman adalah :


V.2.3. Apakah kitab tersebut tua


Penanggalan konservatif
Injil Matius : 60 an M
Injil Markus : 55 M – 65 M
Injil Lukas : 60 M – 63 M
Injil Yohanes : 80 M – 95 M

Jadi ada banyak kriteria ketat yang diterapkan sebelum satu kitab dapat dinyatakan sebagai kitab suci.

Dalam perjalanan sejarah, ada cukup banyak kanon yang tercatat.

Beberapa kanon kuno sebelum konsili Nicea tahun 325 M adalah :
(Agar obyektif, bahan ambil dari sumber Islam dari situs Islamic Awareness yang diasuh oleh DR Saifullah sbb )

1. Kanon Muratori (sekitar tahun 180 M)
Dikutip dari buku Das Muratorische Fragment und die Monarchianischen Prologue zu den Evangelien (Kleine Texte, .I; Bonn, 1902; 2nd ed., Berlin, 1933.)
Sayang kutipan dari situs Islamic Awareness tidak lengkap dimana baru mengutip saat menyebutkan Injil yang ke tiga)

….. Injil yang ketiga adalah menurut Lukas. (3) Lukas, seorang tabib yang terkenal, setelah kenaikan Kristus (4 – 5), ketika Paulus telah mengajaknya sebagai seorang yang taat terhadap hukum, (6) mengarang Injil menurut namanya, menurut kepercayaan (umum). ……. (9) Injil yang keempat adalah menurut Yohanes, (satu) dari murid-murid. …….. Adalah penting (47) bagi kita untuk mendiskusikan satu demi satu, karena Rasul Paulus yang diberkati, dengan mengikuti jejak pendahulunya (49 – 50) Yohanes, menulis dengan nama kepada hanya 7 gereja ………

2. Kanon Origenes (185 M – 254 M)

Dari laporan yang kompleks dari Eusebius dalam bukunya Ecclesiastical History, Vl. XXV. 3-14.
………
(4) Dari ke 4 Injil, yang tidak diragukan oleh Gereja Tuhan dibawah surga, aku telah mempelajari bahwa berdasarkan tradisi, yang pertama adalah yang ditulis menurut Matius, ………. (5) Yang kedua adalah menurut Markus, ……………. (6) Dan yang ketiga, menurut Lukas, ……. Setelah itu, adalah menurut Yohanes.
………
Tetapi dia yang telah dicukupkan untuk menjadi seorang pendeta perjanjian baru, tidak karena tulisan tetapi karena roh (cf. 1 Cor. III. 6), adalah Paulus, yang telah mengabarkan injil dari Yerusalem dan sekitarnya hingga Illyricum. ……

3. Kanon Eusebius dari Kaisarea (265 M – 340 M)

( Dikutip dari buku Eusebius Ecclesiastical History, III. xxv. 1-7.).

Saat ini cukup beralasan untuk menyimpulkan tulisan-tulisan Perjanjian Baru yang telah disebutkan sebelumnya. Yang pertama adalah keempat Injil yang suci, yang diikuti dengan Kisah Para Rasul. (1) Setelah itu harus ……… dari Rasul Paulus …..

4. Kanon yang tidak diketahui namanya, terdapat dalam kodeks Claromontanus

Kanon ini diperkirakan sekitar tahun 300 M.

[Daftar kitab Perjanjian Lama diikuti dengan :]
Empat Injil :
-. Matius, 2600 baris
-. Yohanes, 2000 baris
-. Markus 1600 baris
-. Lukas, 2900 baris

Jadi dari kutipan 4 kanon diatas dapat disimpulkan :
1. Penentuan ke 4 Injil dan kitab-kitab PB lainnya adalah berdasarkan tradisi jemaat mula-mula (abad pertama masehi) dimana ke 4 Injil diterima secara luas.

2. Penerimaan ke 4 Injil oleh gereja secara umum telah terjadi jauh sebelum peristiwa konsili Nicea yang baru diadakan pada tahun 325 M.

3. Surat-surat rasul Pauluspun telah diterima secara luas sebagaimana tercatat dalam kanon Muratori (180 M)

Konsili hanya mengesahkan saja kanon yang sudah lama diakui dan disahkan oleh jemaat-jemaat gereja.
Pengesahan itu terekam dalam beberapa peristiwa :

Pertama :
Athanasius dari Iskandariyah (367 M.) memberikan kepada kita daftar tertua kitab-kitab Perjanjian Baru yang sama dengan daftar Perjanjian Baru kita saat ini. Daftar tersebut dicantumkannya dalam surat yang ditujukan kepada gereja-gereja.

Kedua :
Setelah itu ada konsili Hippo (393 M) yang juga menetapkan ke 27 kitab PB.
Kemudian dilakukan lagi pengesahan kanon melalui konsili Karthago di tahun 397 M.

Berikut diberikan rekapitulasi beberapa kanon, yaitu Ireneus (130 – 200), Muratori (170 – 210), Eusebius (270 – 340) dan Athanasius (367). Dikutip hanya untuk kitab PB saja, tanpa kitab-kitab apokrip.

Sumber :
Ensiklopedi Alkitab Masa Kini
Yayasan Komunikasi Bina Kasih, 1992, halaman 506

……….....……………Ireneus.......Muratori..……Eusebius…….Athanasius
Injil Matius ….…... Ada……… .....Ada…………. Ada…………… Ada
Injil Markus ……... Ada…….....… Ada…………. Ada…………… Ada
Injil Lukas ….…….. Ada…….....… Ada…………. Ada…………… Ada
Injil Yohanes …….. Ada……....… Ada…………. Ada…………… Ada
KPR …....…..……….. Ada…....…… Ada…………. Ada…………… Ada
Roma ……...……….. Ada…....…… Ada…………. Ada…………… Ada
1 Korintus …...….. Ada….....…… Ada…………. Ada…………… Ada
2 Korintus ….…….. Ada…….....… Ada…………. Ada…………… Ada
Galatia ..……....….. Ada ...……… Ada…………. Ada…………… Ada
Efsus ……....….….. Ada.....……… Ada…………. Ada…………… Ada
Filipi …….…...…….. Ada.....……… Ada…………. Ada…………… Ada
Kolose …..…..….... Ada.....……… Ada…………. Ada…………… Ada
1 Tsalonika …..…. Ada.....……… Ada…………. Ada…………… Ada
2 Tesalonika .…... Ada.…...…… Ada…………. Ada…………… Ada
1 Timotius …….….. Ada…....…… Ada…………. Ada…………… Ada
2 Timotius ……….. Ada…….....… Ada…………. Ada…………… Ada
Titus …….……..….. Ada.....……… Ada…………. Ada…………… Ada
Filemon …………... Ada.....……… Ada…………. Ada…………… Ada
Ibrani …………….. T. Ada....….. T. Ada………. Ada……………. Ada
Yakobus ………….. Ada....…….. T. Ada………. Ada*………….. Ada
1 Petrus ………….. Ada....……… T. Ada………. Ada…………… Ada
2 Petrus ………….. T. Ada.....… T.Ada……….. Ada*………….. Ada
1 Yohanes ….…... Ada.....……… Ada…………. Ada…………... Ada
2 Yohanes ………… Ada.....…….. Ada………….. Ada*…………. Ada
3 Yohanes ……….. T. Ada..…… T. Ada………. Ada*…………. Ada
Yudas …….....…... Ada.....……… Ada………….. Ada*…………. Ada
Wahyu ..….……….. Ada....……… Ada………….. Ada*…………. Ada



Catatan :
Ada* berarti tetap ada sebagian gereja yang tidak menerima otoritas kitab tersebut.


VI. MANUSKRIP KUNO


VI.1. AL-QUR’AN


Ada cukup banyak manuskrip Al-qur’an kuno baik dalam bentuk fragmen atau mushaf. Namun catatan sejarah tidaklah jelas tentang bagaimana nasib dari mushaf Usman berikut copy yang dibuatnya. Umumnya pakar AL-Qur’an dewasa ini berpendapat bahwa mushaf Usman berikut copy yang dia buat juga telah musnah.


VI.1.1. Menurut DR. Subhi As Shalim


Sumber :
Membahas Ilmu-Ilmu Al-Qur’an
DR. Subhi as Shalih
Pustaka Firdaus, April 2001, hal 101

Dimanakah mushaf salinan Usman saat ini?. Sampai sekarang pertanyaan seperti itu belum dapat dijawab secara memadai. Dekorasi dan gambar-gambar yang memisahkan satu surah dari surah lain atau yang menandai setiap sepersepuluh juz menunjukkan bahwa mushaf pustaka kuno yang dewasa ini berada di didalam perpustakaan nasional di Kairo bukanlah mushaf salinan Usman mengingat bahwa salinan Usman tidak ada hal-hal semacam itu.


VI.1.2. Menurut Taufik Adnan Amal


Sumber :
Rekonstruksi Sejarah Al-Qur’an
Taufik Adnan Amal
FKBA, Agustus 2001, halaman 205 – 206

Terdapat sebuah manuskrip al-Qur’an yang disimpan di masjid al Husain di Kairo. Mushaf ini dinisbatkan kepada Usman dan ditulis dengan tulisan Kufi kuno. Tetapi bisa dikemukakan bahwa naskah tersebut merupakan salinan dari mushaf Usman (Ahmad Adil Kamal, Ulum al-Qur’an, Kairo, 1974 hal. 56). Semisal dengannya adalah manuskrip yang tersimpan di Tashkent ………….

Sejumlah kesimpang siuran tentang mushaf-mushaf utsmani ini pada gilirannya mengantarkan sejumlah sarjana muslim pada keyakinan bahwa naskah-naskah tersebut telah hilang tanpa bekas. Manuskrip-manuskrip kuno yang ada dewasa ini hanya dipandang sebagai salinan sempurna dari mushaf-mushaf usmani. …….

Sejalan dengannya, penelitian-penelitian tentang naskah kuno al-Qur’an mengungkapkan bahwa manuskrip-manuskrip al-Qur’an tertua – baik dalam bentuk lengkap atau hanya sebagian saja – yang ada dewasa ini adalah berasal dari abad ke 2 H.


VI.1.3 Menurut Muhammad bin Muhammad Abu Syuhbah


Sumber :
Studi Ulumul qur’an – Telaah Atas Mushaf Ustmani
Muhammad bin Muhammad Abu Syuhbah, terj. Drs. Taufiqurrahman M.Ag.
Pustaka Setia, 2003, halaman 33

Penulis kitab Manahil al-Irfan berkata, “Kami tidak memiliki dalil atau petunjuk yang kuat mengenai keberadaan Mushaf Usmani sekarang, terutama dalil yang menunjukkan tempatnya……. Adapun peninggalan mushaf-mushaf yang tersimpan di khazanah-khazanah kitab dan museum-museum di Mesir yang menurut satu pendapat adalah mushaf Ustmani, kami sangat meragukan kebenarannya karena didalamnya terdapat lukisan-lukisan atau gambar-gambar yang diletakkan sebagai ciri yang membatasi antar surat-surat …… Padahal sebagaimana diketahui, mushaf Ustmani tidak memiliki semua itu, bahkan tidak memiliki titik dan syakal sekalipun.

VI.1.4. Menurut situs Understanding Islam
Begitu pula dengan mansukrip yang ada di Tashkent , manuskrip ini tidak dapat dikatakan mushaf Usman karena mengandung perdedaan dengan Al-Qur’an yang sekarang digunakan.

Sumber :
http://www.understanding-islam.com/related/history.asp

Many Muslims scholars believe that the Samarkand Codex preserved at the Tashkent Library is the one compiled by ‘Uthman (rta). A close examinatikon of the text of this mushaf has shown that it cannot be – since it is different from the codex we have in our hands today.

Banyak pakar-pakar muslim percaya bahwa kodex Samarkand yang disimpan di Perpustakaan Tashkent adalah mushaf yang dibuat oleh Usman. Pemeriksaan teks yang cermat terhadap mushaf ini menunjukkan bahwa mushaf ini TIDAK MUNGKIN MUSHAF USMAN KARENA BERBEDA DENGAN KODEX YANG KITA MILIKI SEKARANG INI.


VI.1.5. Menurut John Gilchrist


Sumber :
Jam' Al-Qur'an
John Gilchrist, halaman 153

Salinan Al-Qur’an tertua yang ada hingga saat ini bertarikh tidak lebih awal dari 100 tahun setelah Muhammad SAW meninggal

Kesimpulan didasarkan pada tulisan yang digunakan dimana pada 2 manuskrip yang dianggap tertua yaitu Samarkand dan Topkapi ternyata ditulis dengan huruf Kufic, huruf yang digunakan dikota Kufa di Irak.

Kota Kufa sendiri baru didirikan pada tahun 638 oleh khalifah Umar. Baru menjadi kota yang penting saat dijadikan ibu kota kekhalifahan Ali bin Abi Thalib di tahun 656 M – 661 M.
Dalam periode dinasti Umawiyah (661 M – 749 M), kota ini tetap menjadi kota utama. Setelah dimulainya kekuasaan dinasti Abbasiyah (749 M), kota Kufa menjadi ibu kota administrasi selama beberapa tahun.


VI.1.6. Menurut Gerd A. Puin


Gerd A Puin adalah seorang professor dalam bidang kaligrafi Arab dari Universitas Saarland - Saarbrücken, Jerman. Ditahun 1981 beliau dikirim oleh pemerintah Jerman yang bekerja sama dengan pemerintah Yaman untuk melakukan penelitian naskah Al-Qur’an yang ditemukan di sebuah masjid di San’a - Yaman.

Pembangunan masjid ini dilakukan pada tahun 6 H (628 M) ketika nabi mempercayakan pembangunan masjid kepada salah satu sahabatnya. Ditahun 1385H/1972M, hujan lebat terjadi di San’a. Plafond di sisi Barat Laut rusak.

Dalam survei, pekerja menemukan sebuah ruangan bawah tanah yang penuh berisi perkamen dan kertas manuskrip dari salinan qur’an maupun yang bukan salinan qur’an.

Sumber :
Observation on Early Qur’an Manuscripts in San’a
Gerd R. Puin
Bab The Qur’an as a Text halaman 107 – 111 :

“Dalam manuskrip San’ani ini, tidak hanya eksis perbedaan dalam bacaan dengan mushaf Usmani, baik menyangkut vokalisasi ataupun teks konsonantalnya, tetapi juga dalam perhitungan surat, aransemennya dan sejumlah kekususan ortografis”

Namun sayang karena Gerd A. Puin tampaknya tidak bebas untuk mengemukakan penelitiannya sehingga hanya sedikit sekali yang boleh diungkapkan.

Komentar lebih lanjut dari Gerd A. Puin dikutip oleh Toby Lester seorang editor dari the Atlantic Monthly Web site :

“Begitu banyak muslim yang mempercayai bahwa diantara ke 2 cover Al-Qur’an adalah kata-kata Allah yang tidak pernah berubah. Mereka sering membandingkan dengan kritik teks Alkitab yang menunjukkan adanya factor manusia dalam penulisannya, jadi tidak diturunkan langsung dari Allah seperti Al-Qur’an. Satu-satunya cara untuk menguji pendapat ini adalah dengan membuktikan bahwa Al-Qur’anpun memiliki campur tangan manusia dalam sejarahnya. Manuskrip San’a akan membantu kita dalam melakukan penelitian ini”



VI.2. INJIL (PB)


Setelah dihancurkannya kota Yerusalem ditahun 70 M oleh jenderal Titus, maka pusat kekristenan beralih dari Yerusalem ke Asia Kecil (Antiokhia, Korintus) hingga ke Roma. Kekristenan seolah tercabut dari akar Yahudinya.

Di wilayah-wilayah tersebut kebudayaan Yunani adalah yang digunakan sehari-hari sehingga tidak mengherankan bahwa kekristenan kemudian berkembang bersamaan dengan kebudayaan Yunani (bahasa dan tulisannya) disamping kebudayaan Romawi.

Dalam bidang politis, umat kristenpun selama sekitar 300 tahun pertama abad masehi mengalami penganiayaan yang sangat hebat.

Sejarah mencatat beberapa penghambatan yang dilakukan penguasa Romawi :

 Tahun 70 M : Yerusalem dimusnahkan dan dibakar

 Tahun 112 M : kaisar Trainus melarang agama Kristen

 Tahun 165 M – 180 M : kaisar Marcus Aurelius melakukan pembunuhan besar-besaran terhadap pemeluk Kristen

 Tahun 235 M – 238 M : kaisar Maximinus membunuhi orang-orang Kristen

 Tahun 257 M : kaisar Valerianus membunuh dan menghancurkan milik orang Kristen

 Tahun 297 M : kaisar Diokletianus memusnahkan milik orang Kristen termasuk membakar salinan-salinan Kitab Suci.


Baru pada tahun 312 M kekaisaran Romawi mulai menjadi kekaisaran Kristen dengan masuk Kristennya kaisar Konstantinus.


Namun toh tetap ada cukup banyak salinan Perjanjian Baru yang sampai pada kita sekarang ini. Secara total ada sekitar 5.500 salinan dalam bahasa Yunani yang terdiri dari fragmen (bagian-bagian saja) maupun gulungan yang mengandung sebagian besar teks PB (kodeks)

Berikut diberikan beberapa daftar kodeks Perjanjian Baru yang bertarikh abad ke 4 hingga 6 M (agar lebih obyektif maka sumber saya ambil dari situs Islamic-Awareness yang diasuh oleh DR Saifullah) :

Sinaiticus 4th London British Museum
Alexandrianus 5th London British Museum
Vaticanus 4th Rome Vatican Library
Ephraemi 5th Paris, France Bibliothèque Nationale
Bezae 5th Cambridge, England University Library
Claromontanus 6th Paris, France Bibliothèque Nationale Basiliensis
Coislinianus 6th Mt. Athos, Greece monastery of the Laura
Washington 5th Washington, DC Smithsonian Institution Freer Museum
Sinopensis 6th Paris, France Bibliothèque Nationale
Borgianus 5th Rome, Italy Collegium de Proppaganda Fide
Freer 4thó5th Washington, DC Smithsonian Institution Freer Museum

Terlihat bahwa tidak ada kodeks yang bertarik sebelum abad ke 4 masehi. Kemungkinan besar karena seluruh kodeks telah musnah saat penghambatan agama Kristen oleh kekaisaran Romawi.


VII. VARIASI BACAAN


VII.1. AL-QUR’AN


Banyak hadis melaporkan adanya sahabat-sahabat nabi menuliskan Al-Qur’an mereka masing-masing. (Itqan, Suyuthi 62). Daftar dituliskan oleh Abi Dawuud.

Diantara mushaf-mushaf pra Usman, terdapat juga variasi-variasi bacaan.


VII.1.1. Ibn Mas’ud


Diantara yang paling terkenal adalah Ibn Masud, yang mengklaim telah menghafal lebih dari 70 sura langsung dari rasulullah.

Namun dalam mushafnya tidaklah terdapat sura 1, sura 113 dan sura 114. (Fihrist, I, hal 53 – 57). Dari mushaf Ibn Masud, dilaporkan ada sekitar 1700 perbedaan dengan mushaf yang sekarang digunakan. ("Materials for the history of the text of the Quran" by A. Jeffry,1937)


VII.1.2. Ubay bin Kaab


Sementara mushaf Ubay bin Kab yang adalah sekertaris rasulullah selama di Medina justru mengandung 2 sura tambahan dan ayat-ayat lainnya ("Itqan I" by Suyuti, p.65; "Masahif" by Ibn Abi Dawud, pages 180-181) yaitu Al-Khal dan Al-Hafd.

Contoh lain adalah QS 33 : 6 yang berbunyi :
“Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri [1201] dan isteri-isterinya adalah ibu-ibu mereka. ………………….”, dalam mushaf Ubay terdapat tambahan kalimat “dan rasulullah adalah ayah bagi mereka” ("The Holy Quran" by A. Yusuf Ali, 1975, note 3674)

Contoh lain adalah ayat-ayat rajam
Menurut Suyuthi, ayat rajam ini dilaporkan ada dalam mushaf Ubay bin Ka’b [ /B]dan ditempatkan di sura 33.
Bunyi ayat ini adalah :
Apabila seorang laki-laki dewasa dan seorang perempuan dewasa berzina, maka rajamlah keduanya,itulah kepastian hukum dari Tuhan, dan Tuhan maha kuasa
lagi bijaksana


[B]VII.1.3. Abu Musa


Begitu pula mushaf Abu Musa juga terdapat 2 sura tambahan seperti mushaf Ubay bin Kaab yaitu al-Khal dan al Hafd.

Sumber :
Rekonstruksi Sejarah Al-Qur’an
Taufik Adnan Amal
FKBA, 2001, halaman 181

Berbeda dari mushaf Ubay dan Ibn Mas’ud, tidak ada riwayat yang menuturkan tentang susunan surat didalam mushafnya, selain riwayat bahwa 2 surat ekstra yang ada dalam mushaf Ubay – yakni surat Al-Khal dan surat Al Hafd – terdapat dalam mushafnya


VII.1.4. Ibn Abbas :


Begitu pula mushaf Ibn Abbas juga terdapat 2 sura tambahan seperti mushaf Ubay bin Kaab yaitu al-Khal dan al Hafd.

Sumber :
Rekonstruksi Sejarah Al-Qur’an
Taufik Adnan Amal
FKBA, 2001, halaman 183

Salah satu karakteristik mushaf Ibn Abbas adalah eksisnya dua surat ekstra – surat Al-Khal dan Surat Al-Hafd – didalamnya, sebagaimana yang ada dalam mushaf Ubay dan Abu Musa.

Setelah distandarisasi oleh Usman, ternyata masih juga terdapat banyak variasi bacaan.

Menurut Muhammad Hamidullah dalam Kata Pengantar untuk Al-Qur’an terjemahan Perancis (hal. XXXIII), perbedaan itu dapat dikategorikan menjadi 4 golongan :

1. Perbedaan karena kesalahan saat menyalin teks. Ini dapat diverifikasi dengan membandingkan dengan copy lainnya

2. Perbedaan karena memasukkan catatan kaki kedalam Al-Qur’an

3. Perbedaan karena rasulullah memang mengijinkan pembacaan Al-Qur’an dengan dialek yang berbeda-beda

4. Perbedaan karena mushaf Usman disusun tanpa huruf hidup dan tanpa titik diakritis pembeda konsonan yang memiliki simbol sama (dalam tulisan Arab hanya mengenal 15 huruf mati yang melambangkan 28 cara pembacaan)

Kebanyakan variasi bacaan tersebut menurut Muhammad Hamidullah hanya memiliki perbedaan arti yang kecil. Hanya beberapa yang menimbulkan perbedaan besar, misalkan untuk QS 5 : 63 tercatat ada 19 alternative bacaan yang pernah ada, 14 bacaan karena perbedaan saat menambahkan huruf hidup, 5 karena ada penambahan 1 atau 2 konsonan.


VII.2. INJIL (PB)


Ada sekitar 5500 salinan kuno PB dalam bahasa Yunani yang telah ditemukan saat ini baik keseluruhan maupun sebagian. Diantara salinan-salinan tersebut memang terdapat perbedaan-perbedaan. Perbedaan ini sangat mungkin muncul karena salinan-salinan dibuat dalam kondisi umat Kristen awal yang teraniaya.
Dalam terjemahan modern, ayat-ayat yang mengandung perbedaan itu biasanya dituliskan (dalam tanda kurung).

Beberapa pendapat tentang perbedaan ini :

1. A.T. Robertson
An Introduction to the Textual Criticism of the New Testament"
A.T. Robertson, Broadman, Nashville, 1925, halaman 22 :

A.T. Robertson adalah seorang ahli teks PB berpendapat bahwa perbedaan itu adalah seperseribu dari keseluruhan teks PB.

2. Westcott dan Hort, pendapatnya dikutip dalam buku :
General Introduction to the Bible
L. Geisler and W.E. Nix, Moody Press, Chicago, 1986, halaman 365

Sementara ahli teks PB yaitu Westcott dan Hort yang meneliti variasi bacaan dari banyak naskah-naskah kuno PB menyimpulkan bahwa dari keseluruhan variasi bacaan tersebut yang masih belum dapat dipastikan adalah seperenampuluhnya. Ini menjadikan bahwa 98.33% teks PB adalah tepat.

Berdasarkan banyaknya salinan kuno tersebut, maka dapat ditentukan bacaan mana yang tepat. Kriterianya adalah sbb :

1. Umur dari manuskrip tersebut.
Jika perbedaan muncul di manuskrip yang lebih kemudian, maka variasi bacaan tersebut sangat mungkin tidaklah benar

2. Frekuensi munculnya variasi tersebut.
Jika variasi muncul hanya di beberapa mansukrip, sementara mayoritas manuskrip tidak terdapat variasi tersebut, maka variasi itu seharusnya tidak ada.

3. Kesaksian dari bapa-bapa gereja kuno

Beberapa contoh perbedaan tersebut.


VII.2.1. Markus 16 : 9 – 20.


2 manuskrip paling kuno yaitu Kodeks Sinaitucus dan kodeks Vaticanus tidak menyertakan ayat 9 – 20 ini. Namun di naskah-naskah yang kemudian yaitu kodeks Alexandrinus, Efraemi Rescriptus dan Bezae (ketiganya abad 5 M) teks ini masuk sebagai bagian Markus 16.

Namun ada beberapa alasan dimana umat Kristen bisa meyakini bahwa ayat-ayat ini ada:
1. Kesaksian dari Irenaeus sekitar tahun 180 M.

2. Diayat sebelumnya yaitu Markus 14 : 62 membicarakan tentang kedatangan Yesus yang kedua kalinya dari surga. Kisah yang sama ada di Matius 26 : 64. Menjadi logis bahwa Yesus pasti telah terangkat ke surga sebagaimana kisah dalam Markus 16 : 9 - 20.

3. Menjadi sangat aneh jika Injil Markus berakhir di 16 : 8 yang berbunyi ‘……. Mereka tidak mengatakan apa-apa kepada siapapun juga karena takut (They were afraid for...)". Dalam Injil bahasa Yunani kata terakhir ini adalah kata sambung “gar”. Metzger, seorang pakar Perjanjian Baru dan ahli bahasa Yunani menyatakan adalah tidak lazim sebuah buku dalam bahasa Yunani berakhir dengan kata sambung. ("Text of the New Testament" oleh Metzger, halaman 226-229)

4. Jika diteliti isi dari Markus 16 : 9 – 20 ternyata seluruhnya dapat dijumpai dalam kitab lainnya, yaitu :
a. Ayat 9 – 11 menceritakan penampakan kepada Maria Magdalena. Kisah yang sama ada di Johanes 20 : 11 – 18
b. Ayat 12 – 13 menceritakan penampakan kepada 2 muridNya. Kisah yang sama ada di Lukas 24 : 13 – 35
c. Ayat 14 – 18 menceritakan penampakan kepada 11 murid dan perintah memberitakan Injil. Kisah yang sama ada di Matius 28 : 19 dan Lukas 24 : 36 – 43
d. Ayat 19 – 20 menceritakan kenaikan Yesus ke surga. Ayat yang sama ada di Lukas 24 : 50 – 53 dan Kisah Para Rasul 1 : 6 - 11

Menjadi pertanyaan, kalau begitu mengapa ada manuskrip yang tidak mencantumkan ayat 9 – 20 ini.
Bruce Metzeger memberikan 2 solusi :
1. Markus tidak dapat menyelesaikan penulisannya, mungkin karena meninggal. Penulisan ini baru dilanjutkan oleh muridnya yang mengetahui bahwa peristiwa tersebut memang terjadi.

2. Lembaran papirus yang berisi Markus 16 : 9 – 20 hilang atau rusak saat salinan barunya belum dibuat. Maklum, waktu itu yang namanya buku kan belum seperti sekarang ini dimana sudah dijilid rapi. Yang namanya buku lebih merupakan gabungan dari lembaran-lembaran papyrus yang saling terlepas satu dengan yang lainnya.


VII.2.2. 1 Yoh 5 : 7 – 8


Terjemahan modern King James Version menuliskan “sebab ada tiga yang memberi kesaksian ….. dan ketiganya adalah satu”.

Teks ini tidak terdapat dalam naskah-naskah kuno Yunani dan seluruh terjemahan sebelum abad ke 16 M. ." (N.I.V. Study Bible, 1985, hal. 1913). Tampaknya teks ini adalah catatan kaki yang kemudian tersalin oleh penterjemah King James Version.


VII.2.3. Yoh 7 ayat 53 hingga Yoh 8 ayat 11


Menceritakan tentang wanita pelacur yang dibawa kehadapan Yesus. Cerita ini hampir tidak ditemui dalam naskah-naskah kuno. Tidak ada dalam 4 kodeks paling kuno yaitu Sinaiticus, Vaticanus, Alexandrinus dan Efraemi Rescriptus.

Perikop ini baru muncul di kodeks Bezae. Banyak orang mengira bahwa perikop ini berasal dari sumber lain. Mungkin dahulu merupakan bagian dari Injil Lukas tetapi kemudian disisipkan dalam teks Yohanes.”

Bagaimana ini terjadi. Mungkin karena gulungan yang berisi teks ini ikut tergulung bersama dengan gulungan Injil Yohanes sehingga kemudian oleh penyalin dianggap bagian Injil Yohanes.

Pada waktu itu Injil bukan berupa buku yang terjilid melainkan lebih merupakan kesatuan dari gulungan-gulungan belaka.

VIII. KITAB SUCI YANG SEKARANG


VIII.1. Al-Qur’an


Al-Qur’an yang sekarang digunakan adalah mendasarkan dari versi standard Mesir tahun 1923 mendasarkan pada versi an Ashim.
Satu catatan yang unik adalah mushaf ini tidak disusun dari naskah kuno yang manapun, melainkan mendasarkan pada murni “HAFALAN”.

Sumber :
The writing of the Quran and the timing of the mathematical miracle
http://www.submission.org/miracle/writing.html

It was not until the year 1918 when the Muslim scholars, gathered in Cairo, Egypt, and decided to write a standardized edition of the Quran that avoids all the obvious scribes' errors in different editions of the Quran floating in the world and to standardize the numbering f the suras and verses of the Quran. In 1924, they produced the edition of the Quran that later became the standard edition around the world. They depended mainly on the oral transmission of the Quran to correct all the contradiction seen in the different Rasm (Orthography) and numbering of different Qurans

Hingga ditahun 1918 ketika pakar-pakar muslim, berkumpul di Kairo, Mesir dan memutuskan untuk MENULISKAN EDISI STANDARD AL-QUR’AN UNTUK MENGHINDARKAN SEMUA KESALAHAN TULISAN DALAM EDISI AL-QUR’AN YANG SAAT ITU BEREDAR diseluruh dunia dan untuk menstandarkan penomoran surah dan ayat-ayat alQ-ru’an. Di tahun 1924 mereka menerbitkan edisi Al-Qur’an yang kemudian menjadi standar edisi diseluruh dunia.
MEREKA SEPENUHNYA MENDASARKAN PADA TRADISI LISAN AL-QUR’AN UNTUK MENGOREKSI SEMUA PERBEDAAN TULISAN DAN PENOMORAN DARI AL-QUR’AN YANG BERBEDA-BEDA.

Al-Qur’an edisi Mesir 1923/24 inilah yang kemudian disebarluaskan dengan bantuan dari pemerintah Arab Saudi. Tujuannya adalah untuk secara perlahan mengeliminir Al-Qur’an yang berbeda yang saat itu masih digunakan oleh umat muslim.

Sumber :
http://islamlib.com/id/page.php?page=article&id=447

Tapi pencetakan tahun 1924 itu adalah ikhtiyar yang luar biasa, karena upaya ini merupakan yang paling berhasil dalam sejarah kodifikasi dan pembakuan Alquran sepanjang masa. Terbukti kemudian, ALQURAN EDISI MESIR ITU MERUPAKAN VERSI ALQURAN YANG PALING BANYAK BEREDAR DAN DIGUNAKAN OLEH KAUM MUSLIM.
……..
Apa yang telah dilakukan oleh pemerintah SAUDI ARABIA MENCETAK RATUSAN RIBU KOPI ALQURAN SEJAK TAHUN 1970-AN merupakan bagian dari proyek amal yang sekaligus juga merupakan upaya PENYUKSESAN STANDARISASI ALQUR’AN. ……….. tindakan penguasa Saudi membanjiri pasar Alquran hanya dengan satu edisi, menutupi dan perlahan-lahan menyisihkan edisi lain yang diam-diam masih beredar (khususnya di wilayah Maroko dan sekitarnya).


VIII.2. INJIL (PB)


Terjemahan naskah PB dewasa ini umumnya didasarkan pada beberapa manuskrip kuno yaitu :


1. Kodeks Vaticanus


Bertarik abad 4 M. Tersimpan di perpustakaan Vatikan. Terdiri dari PL dan PB. Khusus PB terdiri dari 4 Injil, KPR, Surat-surat Kiriman, Surat-surat Paulus dan Ibrani hingga 9 : 14.
Terdiri dari 759 halaman, dimana 142 halaman adalah PB.


2. Kodeks Sinaiticus


Bertarik abad 4 M. Tersimpan di London British Museum. Terdiri dari PL dan PB. Khusus PB terdiri dari 4 Injil, KPR, Surat-Surat Kiriman, Surat-Surat Paulus, Wahyu, Surat Barnabas dan Penggembalaan Hermas.
Terdiri dari 346 halaman, dimana 147 halaman adalam PB (termasuk Surat Barnabas dan Penggembalan Hermas).


3. Codex Alexandrinus


Bertarik abad 5 M. Tersimpan di London British Museum. Terdiri dari PL dan PB. Khusus PB terdiri dari 4 Injil, KPR, Surat-Surat Kiriman, Surat-Surat Paulus, Ibrani, Wahyu dan I dan II Clement.
Terdiri dari 773 halaman, dimana 143 halaman adalah PB


4. Codex Ephraemi Rescriptus


Bertarik abad 5 M. Tersimpan di Bibliothèque Nationale, Paris. Terdiri dari sebagian PL dan PB. Khusus PB terdiri dari 4 Injil, KPR, Surat-Surat Kiriman, Surat-Surat Paulus, Ibrani dan Wahyu.
Terdiri dari 209 halaman, dimana 145 halaman adalah PB


5. Codex Bezae


Bertarik abad 5 M. Tersimpan di University Library, Cambridge. Terdiri dari PB yang terdiri dari 4 Injil dan KPR dalam bahasa Yunani dan Latin. Selain itu terdapat juga Surat-Surat Kiriman.
Terdiri dari 510 halaman.


6. P (papiry) 75 yang bertarik sekitar 200 M dan berisikan naskah injil Lukas dan injil Yohanes. Dari seharusnya 144 halaman, yang ditemukan hanya 102 halaman.Tersimpan di Bibliothèque Bodmer, Swiss


7. P (papiry) 46 yang bertarik sekitar 200 M dan berisikan 10 kitab surat kiriman PB yang ditulis oleh rasul Paulus. Dari seharusnya 114 halaman, yang ditemukan hanya 86 halaman. Tersimpan di Perpustakaan Chester Beaty Dublin

Keabsahan P75 dan P 46 ini dikonfirmasikan dengan terjemahan versi Syria yang dilakukan antara tahun 150 M – 180 M. Naskah Syria yang ditemukan bertarik 400 M mengkonfirmasikan bahwa teks P75 dan P46 tepat.

Penjelasan tentang kodeks dan papyrus diatas dikutip dari :
The Principal Uncial Manuscripts Of The New Testament,
William Henry Paine Hatch
The University of Chicago Press, Chicago, 1993, Plate XIV.

Sebagai contoh :


1. King James Version, mendasarkan terutama dari kodeks Bezae (abad 5) yang disimpan di Cambridge University dan kodeks Basiliensis (abad 8) yang disimpan di Basel, Swiss yang ditulis ulang oleh Erasmus


2. The New International Version (NIV), mendasarkan terutama dari kodeks Vaticanus, Sinaiticus dan Alexandrinus. Diselesaikan ditahun 1978 oleh lebih dari 100 ahli bahasa. Terjemahan ini sekarang termasuk salah satu yang paling popular karena menggunakan kodeks-kodeks tertua.


Antar manuskrip kuno tersebut memang terdapat perbedaan. Dalam terjemahan modern, perbedaan-perbedaan tersebut diakomodir dengan menuliskan (dalam tanda kurung), dengan memberikan catatan terhadap ayat yang berbeda antar kodeks, atau sama sekali menghilangkan dengan catatan.

Sesuai dengan kebebasan berpendapat didunia barat, maka tidak ada satu ketentuan yang diambil oleh organisasi gereja tentang manuskrip yang boleh digunakan. Masing-masing denominasi gereja bebas menggunakan manuskrip dan terjemahan yang diinginkan.

IX. KESIMPULAN


Sejarah teks Al-Qur’an dengan PB sebetulnya telah melalui jalan yang hampir sama. Dimana keduanya melalui serangkaian pemilihan variasi teks, tindakan mengcopy, kesalahan-kesalahan pengcopyan, editing, perbaikan dan standarisasi.

Pendapat seperti ini tidak disetujui oleh kalangan muslim orthodoks yang meyakini bahwa Al-Qur’an sudah sama persis sejak jaman Muhammad SAW hidup hingga era modern sekarang ini. Namun pendapat ini mulai ditinggalkan beberapa muslim moderat yang menyadari bahwa dari sisi kesejarahan tidak menyokong pendapat tersebut.


Secara garis besar, perbedaan terletak pada :


1. Bagaimana standarisasi dilakukan :


a. Muslim :
Standarisasi yang dilakukan terhadap Al-Qur’an adalah TERHADAP TEKSnya

b. Kristen :
Standarisasi terhadap PB adalah terhadap KITAB MANA YANG DITERIMA sebagai bagian PB.


2. Bagaimana menyikapi perbedaan variasi teks :


a. Muslim :
i. menginginkan SATU TEKS untuk Al-Qur’an yang digunakan diseluruh dunia, sehingga otoritas muslim harus MENGELIMINIR perbedaan teks.
ii. tidak lagi melakukan kritik teks dengan mengacu pada mushaf kuno

b. Kristen :
i. menerima adanya PERBEDAAN TEKS manuskrip kuno
ii. tetap melakukan penelitian terhadap manuskrip-manuskrip kuno yang ditemukan kemudian, jika ditemukan perbedaan tetap akan diakomodir dalam terjemahan-terjemahan modern dengan memberikan catatan.


Demikian perbandingan singkat sejarah Al-Qur’an dengan Perjanjian Baru (Injil).
Dilain kesempatan mungkin saya akan menambahkan dengan teks Perjanjian Lama.


Salam.
Vivaldi


Salah satu penyesatan informasi yang selalu dilakukan oleh teman-teman muslim adalah tentang Arius dan Konsili Nicea.


Penyesatan informasi adalah tuduhan bahwa Injil telah ditentukan saat konsili Nicea yang pada akhirnya menyebabkan antara lain :


1) musnahnya Injil yang asli yang mendukung ajaran Islam,
2) pembasmian ajaran asli Yesus yang Islami,
3) membungkam Arius yang adalah penerus ajaran Yesus yang Islami yang bertentangan dengan ajaran sesat rasul Paulus.

Berikut ini diberikan kutipan dari :

Sumber :
Jesus, A Prophet of Islam
Muhammad ata ur-Rahim :

Di tahun 325 M, konsili Nicea diadakan. Doktrin Trinitas dikukuhkan sebagai doktrin resmi gereja Paulus. Sebagai konsekuensinya, diputuskan sekitar 300 INJIL YANG DITULIS DALAM HURUF IBRANI HARUS DIMUSNAHKAN, SEDANGKAN 4 INJIL DIPILIH SEBAGAI INJIL RESMI Gereja. Setelah itu, DIMUSNAHKANLAH SEMUA INJIL-INJIL berbahasa Ibrani yang saat itu ada. Keputusan gereja diumumkan bahwa siapa saja yang menyimpan Injil selain 4 yang dinyatakan resmi oleh gereja akan dihukum mati. Ini adalah usaha terorganisir yang pertama kali dilakukan untuk menghilangkan ajaran asli Yesus, baik dalam wujud buku maupun manusia, yang bertentangan dengan doktrin trinitas.

Atau komentar dari salah satu situs http://yesus.8m.com/injil.htm :

Ingat ya! KEEMPAT INJIL YANG ADA KAN ADALAH HASIL KEPUTUSAN KONSILI NICEA / Eropa tahun 300-an SM, keputusan manusia bukan keputusan Allah!, dimana dari puluhan / ratusan Injil yang ada "cap cip cup" hup dipilih empat Injil, sementara Injil-injil yang lain dilarang dibaca.

Tuduhan ini sebetulnya MEREFLEKSIKAN APA YANG TERJADI DALAM SEJARAH AL-QUR’AN sendiri dimana ditulis ulang satu Al-Qur’an yang dianggap resmi, kemudian salinan Al-Qur’an lainnya dimusnahkan.

Apakah memang tuduhan diatas benar.
Kita lihat satu persatu.


I. SIAPA ARIUS


Sumber :
Riwayat Hidup Singkat Tokoh-tokoh Dalam Sejarah Gereja
Drs. F.D. Wellem, M.Th.
BPK Gunung Mulia, 2000, halaman 21 – 22

…… Kemungkinan ia dilahirkan di Alexandria, kira-kira tahun 250 (tambahan : meninggal 336 M), yaitu pada masa penghambatan kaisar Decius ……Arius mengajarkan bahwa Allah dalam pengertian yang sebenarnya hanyalah Allah yang sejati, Bapa saja. … Kemudian Allah melahirkan Anak itu dari yang tiada (ex nihilo) oleh kehendakNya sendiri. Anak itu bukan saja sulung dan permulaan, tetapi Ia juga pencipta alam semesta ….. karena ketergantungan pada status surgawinya, maka Ia tidak berdosa. …. Trinitas dilukiskan dengan rumusan tiga hipostasis, yaitu dalam keallahan terdapat tiga oknum yang terpisah dan berbeda. Dari antara mereka hanya Bapa saja yang memiliki substansi Allah dan sungguh-sungguh Allah dari kekal hingga kekal.

Jadi dapat disimpulkan bahwa pengajaran Arius bahwa Yesus adalah :

1. diciptakan oleh Bapa sebelum segala sesuatu, berarti ada masa dimana Yesus belum ada
2. yang membantu Allah dalam proses penciptaan dunia.
3. Yesus adalah Allah yang lebih rendah (inferior God), jadi tidak sepenuhnya manusia dan tidak sepenuhnya Allah.
4. Yesus tidak satu substansi dengan Bapa

Inilah yang menjadi pangkal perseteruan antara Arius disatu pihak dengan mayoritas pemimpin gereja lainnya yang dipimpin oleh Alexander Uskup Alexandria yang berkeyakinan bahwa Yesus adalah sama dan sehakekat dengan Bapa

Sumber :
Riwayat Hidup Singkat Tokoh-tokoh Dalam Sejarah Gereja
Drs. F.D. Wellem, M.Th.
BPK Gunung Mulia, 2000, halaman 22

Alexander tidak dapat menerima ajaran Arius tersebut. Alexander mengadakan sinode di Alexandria tahun 318 M yang dihadiri oleh 100 orang uskup, dimana Arius dan pengikut-pengikutnya dikutuk dan dipecat. Alexander mengambil rumusan Origenes tentang kelahiran yang kekal daripada Logos ….


II. TENTANG KONSILI NICEA


Sebagai akibat perdebatan antara Arius dan pemimpin-pemimpin gereja lainnya yang dipimpin oleh Alexander Uskup Alexandria menjadi sangat tajam, Kaisar Konstantin memutuskan mengadakan konsili.

Sumber :
Gereja Mula-Mula
Sejarah Gereja Jilid 1
Dr. Dietrich Kuhl
Yayasan Persekutuan Pekabaran Injil Indonesia, 1992, halaman 115

….. Kaisar Konstantinus memanggil konsili Oikumenis pertama untuk bersidang di Nicea pada tahun 325. 318 uskup hadir (yaitu kira-kira seperenam dari semua uskup gereja Katholik). (Tambahan Vivaldi : angka 318 adalah menurut St. Athanasius – sementara Eusebius menuliskan lebih dari 250 uskup) menghadiri konsili itu.

Catatan tambahan :
Kebanyakan adalah uskup dari gereja Timur (Yunani), dari gereja Latin / Barat hanya diketahui 7 orang yaitu Hosius dari Kordoba, Cecilian dari Karthago, Mark dari Calabria, Nicasius dari Dijon, Donnus dari Stridon, dan 2 dari Roma, Victor dan Vincentius yang mewakili Paus. (Sumber : Situs New Advent, topic The First Council of Nicaea)

Tema perdebatan adalah apa kesaksian Yesus sendiri, nabi-nabi dan rasul-rasul tentang keAllahan Yesus.
Setelah perdebatan yang panjang, hampir seluruh uskup peserta konsili Nicea sepakat bahwa pendapat Arius adalah salah.
Semua uskup kecuali lima menyetujui keputusan konsili. Dari 5 yang tidak setuju, 2 kemudian menyatakan persetujuannya.

Sumber
http://www.newadvent.org/cathen/11044a.htm :

Selain Arius, tercatat 2 uskup yang tidak menyetujui Kredo Nicea yaitu Theonas dari Marmarica dan Secundus dari Ptolemais yang kemudian diasingkan dan dikutuk.
Buku-buku Arius (catatan : bukan Injil) kemudian dibakar dan Arius sendiri dibuang ke Illyria.

Hasil keputusan konsili adalah berupa Kredo Nicea.

Sumber :
Gereja Mula-Mula
Sejarah Gereja Jilid 1
Dr. Dietrich Kuhl
Yayasan Persekutuan Pekabaran Injil Indonesia, 1992, halaman 115 – 116

Keputusan-keputusan konsili di Nicea dirumuskan dalam Niceum, dan Niceum ini menolak semua pandangan yang tidak mengakui Trinitas sebagai sifat hakiki dari Allah (Arianisme, subordinasionisme, dinamisme, adopsionisme, patripassianisme, modalisme) :

”Aku percaya kepada satu Tuhan, Yesus Kristus, anak Allah yang tunggal, yang lahir dari sang Bapa sebelum segala jaman.
Allah dari Allah, terang dari terang, Allah yang benar dari Allah yang benar.
Dilahirkan dan tidak diciptakan, sehakikat dengan sang Bapa, yang dengan perantaraannya segala sesuatu dibuat ……..

Yang ditolak :
“Ada suatu waktu dimana dia (Yesus) belum ada,
sebelum dia dilahirkan ia belum ada,
dia menjadi dari apa yang belum ada,
mereka yang mengatakan bahwa dia dari suatu zat atau hakikat yang lain dari pada hakikat sang Bapa,
atau mereka yang mengatakan bahwa Anak Allah diciptakan atau dapat berubah – mereka semua dikutuk oleh Gereja Katolik dan Rasuli

Dari beberapa sumber kuno sejarah, setelah konsili Nicea kaisar Konstantine melakukan beberapa langkah sbb :

1. Konstantine mengasingkan Arius dan beberapa pendukungnya karena menolak dekrit konsili Nicea.

Sumber :
ECCLESIASTICAL HISTORY
SOCRATES SCHOLASTICUS.
Buku I, bab 8.

Upon this the Synod anathematized Arius, and all who adhered to his opinions, prohibiting him at the same time from entering into Alexandria. At the same time an edict of the emperor sent Arius himself into exile, together with Eusebius and Theognis and their followers; Eusebius and Theognis, however, a short time after their banishment, tendered a written declaration of their change of sentiment

Setelah itu, sinode mengutuk Arius dan semua pendukungnya, melarang Arius untuk memasuki kota Alexandria. Pada saat yang bersamaan, keputusan dari kaisar memerintahkan pengasingan Arius, bersama dengan Eusebius dan Theognis, dan pengikut-pengikut mereka. Namun, Eusebius dan Theognis tidak lama setelah pengasingan mereka, menawarkan pernyataan tertulis tentang perubahan sikap mereka ….

2. Konstantine memerintahkan pemusnahan seluruh karya Arius (bukan injil) dengan ancaman hukuman mati bagi yang mempertahankannya. ….

Sumber :
Ibid
Buku I, bab 9 :

This therefore I decree, that if any one shall be detected in concealing a book compiled by Arius, and shall not instantly bring it forward and burn it, the penalty for this offense shall be death

Oleh karena itu, aku memutuskan, jika ada yang ketahuan menyimpan buku karangan Arius, dan tidak menyerahkannya dan membakarnya, hukuman bagi pelanggaran ini adalah kematian.

Catatan tentang Socrates
Sumber :
Catholic Encyclopaedica :

(terjemahan bebas)
Dilahirkan dipenghujung abad ke 4 di Konstantinopel sekalipun tidak ada pernyataan yang menguatkan dari Socrates sendiri. Sejarawan lainnya berpendapat Socrates dilahirkan tahun 379 M. Tahun meninggalnya juga tidak dapat dipastikan, yang jelas karyanya berhenti pada tahun 439 M saat Theodosius Muda bertahta. Mengarang 7 buku sejarah gereja dalam masa mulai dari Constantine tahun 306 M hingga Theodosius Muda tahun 439 M

Atau sumber lain yang mengisahkan hal yang sama.

Sumber :
Ecclestiatical History
Salaminius Hermias Sozomenus.
Buku 1, bab 21.

The emperor punished Arius with exile, and dispatched edicts to the bishops and people of every country, denouncing him and his adherents as ungodly, and commanding. that their books should be destroyed, in order that no remembrance of him or of the doctrine which he had broached might remain. Whoever should be found secreting his writings and who should not burn them immediately on the accusation, should undergo the penalty of death

Kaisar menghukum Arius dengan pengasingan, dan mengirimkan keputusan kepada para uskup dan penduduk diseluruh negeri, mengumumkan Arius dan pengikutnya sebagai penentang Tuhan, dan memerintahkan bahwa buku-buku mereka harus dimusnahkan ……. Siapapun yang ketahuan menyimpan tulisan-tulisannya dan tidak membakarnya dengan segera akan dihukum mati.

Catatan tentang Sozomenus.
Sumber :
Catholic Encyclopaedica :

(terjemahan bebas)
Dilahirkan di Bethelia daerah Gaza, tahun kelahirannya tidak diketahui. Meninggal ditahun 447/8 M. Menuliskan buku Ecclestiatical History yang mencatat sejarah gereja dalam kurun waktu tahun 323 M hingga 425 M. Bukunya ini diselesaikan pada tahun 443 M.

Selain 2 buku diatas, cukup banyak buku-buku kuno yang menuliskan tentang konsili Nicea, misalkan :

Theodoret, Historia Ecclesia, Book I, ch.6-13.
Eusebius, Vita Constantini, Book III, ch.6ff.
Athanasius, De decretis synodis

Selama konsili, disetujui beberapa peraturan-peraturan kedisiplinan gereja, sebanyak 20 buah (dapat diakses di http://www.newadvent.org/fathers/3801.htm), yaitu tentang :

(terjemahan bebas) :
1) kehidupan membiara kaum pendeta,
2) para pentobat baru dan dosa tentang perilaku seksual,
3) teman hidup kaum pendeta,
4) pentahbisan uskup,
5) pemecatan dan sinode untuk peradilan,
6) kewenangan Alexandria, Roma dan Antiokia,
7) keutaman propinsi Yerusalem,
8) tentang Novatianisme
9) pemindahan kaum pendeta,
10) pemindahan kaum pendeta,
11) mereka yang menyangkal iman terhadap Kristus,
12) mereka yang kembali memasuki dinas militer,
13) pemberian komuni kepada orang yang akan meningal,
14) dosa-dosa orang yang baru percaya,
15) tugas tugas kaum pendeta,
16) tugas tugas kaum pendeta,
17) kaum pendeta dan urusan riba,
18) pembatasan-pembatasan diakon,
19) asimilasi pengikut-pengikut Paulus dari Samosata kedalam gereja,
20) doa hari Minggu dan Pantekosta.

Selain masalah diatas, dibicarakan juga tentang perayaan Paskah.


Konsili Nicea tidak memutuskan apapun tentang Injil dan Kitab Suci.


Pemusnahan yang terjadi setelah konsili Nicea juga bukan terhadap injil-injil Ibrani, melainkan terhadap buku-buku Arius dan pengikutnya.

Hal inilah yang kemudian diplintir oleh pakar-pakar muslim dengan menyatakan bahwa yang dimusnahkan adalah Injil.


Sekian
Vivaldi

Muslim Mengkritisi Sejarah al-Qur’an



Muslim senantiasa menyatakan bahwa :

• Al-Qur’an yang sekarang adalah sama persis dengan apa yang diterima oleh nabi SAW.
• Telah dihafalkan dengan sempurna oleh sangat banyak sahabat-sahabat nabi SAW.
• Tidak pernah ada kesalahan dalam penulisannya
• sangat cermat dalam penyusunannya


Apakah klaim tersebut benar? Ataukah hanya perwujutan keimanan saja. Uniknya jika dibaca dari tulisan-tulisan ulama-ulama kuno, justru hal yang sebaliknya yang terjadi yaitu :

• banyak bagian qur’an yang telah hilang
• banyak sahabat yang terlupakan ayat-ayat quran

Tulisan berikut adalah ringkasan dari hasil karya Professor Hossein Modarresi dari Princeton University, New Jersey, Amerika.
Beliau meneliti hasil karya ulama-ulama kuno mulai dari kumpulan hadis Bukhari Sahih (816 M – 870 M), Muslim Sahih (828 M – 883 M), Tirmidhi Sunan (824 M – 892 M), Ibn Maja Sunan (824 M – 887) dan Abu Dawud Sunan (817 M – 889 M) hingga era Suyuthi (1445 M – 1505 M). Selain itu Prof Modarresi juga mengutip dari hasil karya Arthur Jeffrey.


Catatan tambahan:
Beberapa hasil karya ulama kuno yang dikutip adalah dari :

Ahmad Ibn Hanbal
Hidup 780 M –855 M,
Seorang ahli hukum dan ahli agama.
Salah satu karya utamanya adalah Musnad yang merupakan koleksi hadis.

Muhammad Ibn Sa’d
Lahir di Basrah 783 M dan meninggal tahun 845 M. Belajar agama dari Muhammad ibn Umar al-Waqidi. Dalam pencariannya terhadap ilmu, Ibn Sa’d belajar hingga ke Kufa dan Madina. Otoritasnya diakui oleh ulama belakangan yaitu : Ibn Hajar, adh-Dhahabi, al-Khatib al-Baghdadi dan Ibn Khallikan.

Abd Allāh ibn Muslim ibn Qutayba
Lahir 835 M dan meninggal 898 M. Seorang penghafal hadis, ahli bahasa dan orang yan g sangat terpelajar. Namun ulama-ulama kuno berbeda dalam pandangan mereka terhadap Ibn Qutayba. Suyuthi menyatakan Qutayba dapat dipercaya dan memiliki pengetahuan luas.

Ibnu Jarir at Tabari
Lahir di Thabrastan tahun 839 M, meninggal di Baghdad 932 M. Seorang ahli sejarah yang terkemuka, ahli tafsir dan seorang imam. Kitab tafsirnya telah menjadi rujukan bagi segala ulama tafsir.

Ibn al Nadim
Mengarang buku yang sangat terkenal yaitu Fihrist yang berisi ulasan tentang buku-buku kuno Islam yang ditulis sebelumnya. Buku ini diselesaikannya pada tahun 987/988 M. Meninggal pada 17 September 995

Imam Al Bayhaqi
Abu Bakr Ahmad ibn al-Hussayn al-Bayhaqi, seorang imam dan memiliki pengetahuan yang sangat mendalam tentang hadis. Lahir di Bayhaq (Asia Tengah) tahun 1006 M.

Abi Bakr ibn Faraj al Qurtubhi
Lahir di Kordoba tahun 1093 M, meninggal di Maushul tahun 1172 M. Seorang pakar tafsir yang terkenal dan sangat menguasai ilmu qiraat dan hadis.

Ibn Asakir
Ibn `Asakir al-Dimashqi al-Shafi`i al-Ash`ari (lahir 1121 M – meninggal 1193 M), adalah seoram imam dan penghafal hadis dan sejarawan dari Damascus yang sangat terpercaya. Mulai belajar agama saat berusia 6 tahun.

Imam Ibn Kathir
Namanya Abul Fida Ismail ibn Abi Hafs Shihabuddin Omar ibn Kathir ibn Daw ibn Kathir. Lahir di Busra (Syria) tahun 1302 M, meninggal 1373 M. Mengarang kitab tafsir yang diakui oleh muslim sebagai satu yang terbaik.

Badruddin Zarkashi
Mengarang buku yang sangat terkenal yaitu al Burhan fi Ulum al Qur’an pada tahun 1345 M

Jalaludin as Suyuthi
Lahir 1445 M dan meninggal 1505 M. Seorang imam, ahli penyelidik yang ternama, hafizh yang terkemuka, pakar sejarah dan ahli bahasa Arab. Telah menulis lebih dari 500 buku.


Laporan sumber-sumer tradisi Islam tentang pengumpulan qur’an menyatakan bahwa qur’an belum dikumpulkan dalam satu mushaf hingga setelah nabi SAW meninggal ditahun 11 H / 632 M.


Sumber :
• Ibn Sa'd, Kitab al Tabaqat al Kabir, vol 3 p 211, 281
• Ibn Abi Dawud, Kitab al Masahif, p 10
• Ibn Babawayh, Kamal ad Din, p 31-32
• Bayhaqi, Dalail al Nubuwwa, vol 7 p 147-8
• Zarkashi, al Burhan fi ulum al Quran, vol 1 p 262
• Ibn al Hadid, Sharah of Nahj al Balagha. vol 1 p 27
• Ibn Juzayy, al Tashil li ulum al tanzil, vol 1 p 4
• Suyuti, Al Itqan fi ulum al Quran, vol 1 p 202
• Ibrahim al Harbi, Gharib al hadith, vol 1 p 270


Tambahan:
Dikutip dari :
Fath al Bari 13th vol
Ahmad b. Ali b. Muhammad al 'Asqalani, ibn Hajar
Cairo 1939, vol. 9, p.9
[Zaid b. Thabit berkata:] "Nabi wafat dan Qur’an belum dikumpulkan dalam satu tempat "

Namun laporan ini ternyata berseberangan dengan beberapa laporan yang mengindikasikan bahwa nabi SAW telah mengumpulkan satu quran selama hidupnya. Kemungkinan terbesar adalah saat tahun-tahun awalnya di Madina.

• Zarkashi, al Burhan fi ulum al Quran, vol 1 p 235, 237-38, 256, 258
• Suyuti, al Itqan fi ulum al Quran, vol 1 p 212-13, 216


(catatan tambahan)
Bahkan disebutkan nabi SAW sendiri yang memberitahukan tempat penyimpanan qur’an kepada Ali.
Dikutip dari :
Az-Sanjani, Tarikh, p 66
Diriwayatkan bahwa nabi SAW pernah berkata kepada Ali : “Hai Ali, al-Qur’an ada dibelakang tempat tidurku, (tertulis) di atas suhuf, sutera dan kertas. Ambil dan kumpulkanlah. ……… Ali menuju ketempat itu dan membungkus bahan-bahan tersebut dengan kain berwarna kuning


Tambahan :
Jika Al-Qur’an yang dikumpulkan sendiri oleh nabi SAW ini memang ada, tampaknya sudah ikut dimusnahkan oleh Usman karena tidak ada catatan ulama kuno mengenai keberadaan Qur’an kumpulan dari nabi SAW ini. Kalau ini yang terjadi sungguh sangat berani Usman.

Dikisahkan pencatat-pencatat wahyu biasa mencatat dengan cepat ayat-ayat segera setelah nabi SAW menerima wahyu dan mendiktekannya. Yang lain biasa menghafalkannya, dan ada juga yang mencatat di bahan-bahan yang seadanya yang tersedia. Pakar-pakar yang mendukung pandangan bahwa qur’an belum dikumpulkan beralasan karena saat itu nabi SAW masih hidup sehingga selalu ada kemungkinan ayat-ayat tambahan, ayat-ayat yang dihapuskan, penempatan ayat-ayat yang dirubah.


Tambahan:
Alasan ini terasa sangat janggal. Al-Qur’an diturunkan dalam unit-unit wahyu yang jumlahnya hanya beberapa ayat setiap turun (ada yang berpendapat setiap turun 5 ayat, 10 ayat dll) dan isinya tentang satu permasalahan tertentu.

• Kalau ada penambahan ayat tidaklah mungkin akan ditambahkan diantara satu unit wahyu karena itu akan sangat mengacak kontinuitas pesan dalam 1 unit wahyu tersebut.
• Kalau toh ada ayat yang dibatalkan / dihapuskan tidaklah mungkin akan menghapus misalkan 2 ayat saja dari 1 unit wahyu / pesan yang terdiri dari misalkan 5 ayat karena akan sangat merusak pesan yang akan disampaikan. Namun kalau toh ini terjadi, sebetulnya juga tidak ada masalah karena nabi SAW cukup menyuruh mencoret saja ayat –ayat yang dihapuskan tersebut.

• Kalau toh ada ayat yang dipindah tempat tidaklah mungkin memindah 1 atau 2 ayat saja dari 1 unit wahyu yang berisi pesan tertentu. Tidak masuk akal jika orang membaca 1 kesatuan ayat yang misalkan terdiri dari 5 ayat harus melompat sana melompat sini.
• Lagipula penulisan Qur’an kan tidak langsung dijilid rapi seperti buku melainkan 1 unit wahyu ditulis dalam gulungan sendiri-sendiri.
• Jika ada penambahan ayat-ayat, cukup dituliskan dalam gulungan terpisah dan kemudian disisipkan diantara gulungan yang ada ditempat yang ditentukan oleh Allah SWT
• Jika ada 1 unit wahyu ayat yang dibatalkan cukup diambil saja 1 gulungan unit wahyu tersebut dan dimusnahkan
• Jika ada ayat-ayat tertentu saja dalam 1 unit wahyu dibatalkan cukup dicoret saja ayat-ayat yang dibatalkan tersebut, Gulungan tetap diposisikan ditempat semula
• Jika ada 1 unit wahyu yang dipindah tempat tinggal pindahkan saja gulungan yang berisi unit wahyu tersebut ke tempat barunya.


Jadi, sebetulnya Al-Qur'an bisa dibukukan pada saat nabi SAW hidup!


Semua tulisan-tulisan yang ada belum dapat dikatakan mushaf yang lengkap. Banyak orang yang telah menghafalkan sebagian besar qur’an, yang mereka ulang-ulang saat berdoa dan mereka diktekan kepada sahabat-sahabat mereka. Selama nabi masih hidup, tidak diperlukan keberadaan satu kitab.

Sumber :
• Bayhaqi, Dalail al Nubuwwa, vol 7 p 154
• Zarkashi, al Burhan fi ulum al Quran, vol 1 p 235, 262
• Suyutim Al Itqan fi ulum al Quran, vol 1 p 202
• Ahmad al Naraqi, Manahij al ahkam, p 152


Namun keadaan ini berubah setelah nabi SAW meninggal ditambah dengan kejadian-kejadian yang menimpa muslim saat itu. Kisah yang terekam dalam laporan adalah sbb :
Dua tahun setelah nabi SAW meninggal, muslim terlibat dalam pertempuran berdarah di Yamama. Banyak penghafal qur’an yang meninggal.


Sumber :
• Yaqubi, Kitab al Tarikh, vol 2 p 15, menyatakan kebanyakan penghafal qur’an meninggal selama peperangan. Keseluruhan, sekitar 360 muslim meninggal diantaranya adalah sahabat-sahabat nabi SAW yang terdekat
• Tabari, Tarikh, vol 3 p 296
• Ibn al Jazari, al Nashr, p 7, melaporkan yang tewas adalah 500 orang.
• Ibn Kathir, Tafsir al Quran, vol 7 p 439
• Qurtubi, al Jami li Ahkam al Quran, vol 1 p 50
• Abd al Qahir al Baghdadi, Usul al Din p 283, menyebutkan yang tewas adalah 1200 orang.


Catatan tambahan:
Ada beberapa hal yang menarik untuk diperdebatkan :
• Dalam beberapa laporan, disebutkan jumlah penghafal al-Qur’an yang tewas mencapai 500 orang dari keseluruhan korban tewas 1200 orang. Namun jika diteliti dari daftar nama 1200 muslim orang yang meninggal dalam perang ini, ternyata hanya 2 orang yang bisa dikatakan memiliki pengetahuan yang memadai akan al-Qur’an, yaitu Salim ibn Maqil dan Abdullah ibn Hafsh ibn Ganim
• Perang Yamama terjadi di Asia Tengah dan dilakukan oleh kaum muslim yang baru memeluk Islam, apakah mereka dapat telah menghafalkan al-qur’an sedemikian banyak sehingga dikuatirkan sebagian al-qur’an akan lenyap?
• Dalam beberapa laporan disebutkan seolah-olah ribuan orang telah hafal qur’an dengan lengkap dan sempurna.


Dikutip dari :
Ibn Atsir al Jazary, Kitab an Nasyr
Sahabat yang menghafal al Qur’an di masa nabi masih banyak yang hidup. Mereka tidak perlu menulis al Qur’an karena mereka sangat baik hafalannya.
Diantara sahabat yang hafal al Qur’an seluruhnya adalah :
Dari golongan muhajirin :
(1) Abu Bakar, (2) Umar, (3) Usman, (4) Ali bin Abi Thalib, (5) Thalhah, (6) Sa’ad, (7) Hudzaifah, (8) Salim (meninggal di Yamama), (9) Abu Huraira, (10) Ibn Masud, (11) Abdullah ibn Umar, (12) Abdullah ibn Abbas, (13) Amar ibn Ash, (14) Abdullah ibn Amar ibn Ash, (15) Muawiyah, (16) Ibnu Zubair, (17) Aisha, (18) Hafsa, (19) Ummu Salamah

Dari golongan Anshar :
(20) Ubay bin Ka’b, (21) Muadz bin Jabal, (22) Zaid bin Tsabit, (23) Abu Darda, (24) Abu Zaid, (25) Haritsah, (26) Anas ibn Malik.

Selain itu terdapat pula beberapa shahaby, yaitu :
(27) Ubadah ibn Shamit, (28) Fudalah bin Ubaid, (29) Maslamah bin Khalid, (30) Qais Abu Shashah, (31) Tamim Ad Dhary, (32) Uqbah bin Amir, (33) Salamah bin Makhlad, (34) Abu Musa al Asyhari

Jadi dari 34 nama yang dituliskan oleh Atsir bin Jazary, hanya 1 yang meninggal yaitu Salim. Jadi toh sebetulnya masih ada 33 orang yang diklaim hafal seluruh al-Qur’an. Kenapa khalifah Abu Bakar, atau Umar harus merasa khawatir hilangnya al-Qur’an jika mereka berdua saja dan 31 orang lainnya masih hafal seluruh al Qur’an?

Atau memang laporan bahwa begitu banyak orang yang hafal quran adalah satu hal yang dilebih-lebihkan?

Tentang siapa yang mempunyai ide pengumpulan ini juga ada beberapa laporan yang berbeda-beda.


Versi Pertama
Ide berasal dari Abu Bakar.

Khawatir jika sebagian besar qur’an lenyap bersamaan dengan meninggalnya penghafal, Abu Bakar, khalifah pertama memerintahkan pengumpulan qur’an. Sahabat-sahabat nabi dan penghafal qur’an diminta untuk datang dan menginformasikan apa yang mereka ketahui baik bahan tertulis maupun hafalan. Abu Bakar memerintahkan Umar bin Khattab dan Zaid bin Tsabit untuk duduk dimuka pintu masuk masjid di Medina dan menuliskan setiap ayat atau bagian qur’an dimana setidaknya dikuatkan oleh kesaksikan 2 orang. Dalam satu kasus khusus, kesaksian 1 orang dianggap cukup yaitu dalam kasus 2 ayat terakhir dari surah 9 dimana hanya ditemukan pada Abu Khuzaima.

Sumber :
• Bukhari, Sahih, vol 3 p 392-93
• Tirmidhi, Sunan, vol 4 p 346-47
• Abu Bakr al Marwazi, Musnad Abi Bakr al Siddiq, p 97-99, 102-4
• Ibn Abu Dawud, Kitab al Masahif, p 6-7, 9, 20
• Ibn al Nadim, Fihrist, p 27
• al Khatib al Baghdadi, Mudih awham al jam wa l tafrig, vol 1 p 276
• Bayhaqi, Dalail al Nubuwwa, vol 7 p 149-50


(Catatan tambahan oleh)

Versi kedua :
Ide pengumpulan berasal dari Umar

Versi ini lebih umum diterima dimana menyebutkan bahwa ide pengumpulan adalah berasal dari Umar yang dia sampaikan kepada Abu Bakar.

Diriwayatkan oleh Bukhari :
Dari Zaid bin Tsabit, ia berkata : Abu Bakar memberitahukan kepadaku tentang orang yang gugur dalam pertempuran Yamamah, sementara Umar berada disisinya. Abu Bakar berkata : “Umar telah datang kepadaku menceritakan bahwa peperangan Yamamah telah mengakibatkan gugurnya banyak penghafal Al-Qur’an, dan Umar khawatir akan berguguran pula para penghafal lainnya dalam peperangan-peperangan lain sehingga mungkin banyak bagian Al-Qur’an akan hilang. Umar minta agar aku memerintahkan untuk mengumpulkan Al-Qur’an. Lalu aku katakan kepada Umar : Bagaimana mungkin aku melakukan sesuatu yang tidak pernah dilakukan Rasulullah


Versi Ketiga :
Ide pengumpulan oleh Usman

Namun, beberapa laporan menolak pendapat bahwa telah ada perintah resmi pengumpulan quran sebelum masa khalifah Usman. Pengumpulan dilakukan oleh khalifah Usman. Jadi dalam hal ini sama sekali tidak ada peran dari Abu Bakar dan Umar dalam proses pengumpulan Al-qur’an

Sumber :
• Ibn Asakir, Biography of Uthman, p 170
• Zarkashi, al Burhan fi ulum al Quran, vol 1 p 241

Laporan ini diperkuat dengan beberapa kesaksian dari komunitas muslim awal.

Sumber :
• Zarkashi, al Burhan fi ulum al Quran, vol 1 p 235
• Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol1 p 211
• Ibn Asakir, Biography of Uthman, p 243-46


Versi keempat :
Ide oleh Umar - Penyelesaian oleh Usman

Akibatnya muncullah laporan lain untuk menyelaraskan pertentangan ini dengan menyebutkan bahwa pengumpulan dilakukan oleh khalifah Umar, namun beliau meninggal sebelum pengumpulan selesai. Tugas ini kemudian dilanjutkan oleh Usman yang berhasil mengumpulkan quran yang resmi dalam satu mushaf.


Tambahan:

Dikutip dari :
Abu Hilal al Askari, vol 1 p 219

Umar ibn Khattab memutuskan mengumpulkan Al-Qur’an. Ia berdiri ditengah manusia dan berkata : “Barang siapa yang menerima bagian Al-Qur’an apapun langsung dari Rasulullah, bawalah kepada kami.” Mereka telah menulis yang mereka dengar (dari Rasulullah) di atas lembaran-lembaran, luh-luh dan pelepah-pelepah kurma. Umar tidak menerima sesuatupun dari seseorang hingga dua orang menyaksikan (kebenarannya). Tetapi ia terbunuh ketika tengah melakukan pengumpulannya. Usman bin Affan bangkit (melanjutkannya) dan berkata : “Barang siapa memiliki sesuatu dari Kitab Allah, bawalah kepada kami ..........


Tambahan:


Versi kelima :
Murni oleh Umar - diselesaikan oleh Umar


Laporan bersumber dari Noeldeke, Geschichte, halaman 17 yang mengutip dari Yaqubi, Kitab al Tarikh.
Laporan menyatakan bahwa Karena Abu Bakar menolak mengumpulkan Al-Qur’an dengan alasan nabi tidak pernah melakukannya, maka Umar mengambil inisiatif sendiri untuk mengumpulkan Al-Qur’an dan menuliskannya sendiri. Kemudian Umar memerintahkan 25 orang Quraish dan 50 orang Anshar untuk menyalinnya dan mengajukannya kepada Said ibn al Ash.
Jadi disini tidak ada peran Usman dan Zaid bin Tsabit sama sekali.


Versi keenam :
Pengumpulan dilakukan oleh Ali


Ada juga banyak laporan bahwa setelah nabi SAW meninggal, Ali bersumpah untuk tidak keluar dari rumah hingga berhasil mengumpulkan seluruh qur’an dalam satu mushaf. Ali bahkan tidak hadir saat pelantikan Abu Bakar sebagai khalifah pengganti kepemimpinan nabi SAW.

Tambahan:

Ikrima melaporkan bahwa Ali bin Abi Thalib tinggal di rumahnya hingga setelah selesai pelantikan Abu Bakar. Dikabarkan bahwa Ali tidak senang dengan terpilihnya Abu Bakar. Maka Abu Bakar kemudian menemui Ali dan berkata, “Apakah engkau tidak senang dengan pelantikanku?” Ali menjawab, Tidak, demi Tuhan!” Abu Bakar bertanya kembali, “Kalau begitu apa yang menyebabkan engkau tidak hadir dalam pelantikanku?” Ali menjawab, “Aku melihat bahwa Al-qur’an telah ditambahkan, sehingga aku bernasar : “Aku tidak akan menggunakan jubahku kecuali untuk sembahyang, hingga aku bisa mengumpulkan Al-Qur’an.” Abu Bakar berkata, “Itu adalah hal yang sangat mulia.”

Sumber :
• Ibn Sa’d, Kitab al Tabaqat al Kabir, vol 2 p 338
• Ibn Abi Shayba, vol 6 p 148
• Yaqubi, Kitab al Tarikh, vol 2 p 135
• Ibn Abu Dawud, Kitab al Masahif, p 10
• Ibn al Nadim, Fihrist, p 30
• Abu Hilal al Askari, vol 1 p 219-20
• Abu Buaym, vol 1 p 67
• Ibn Abd al Barr, al Istiab, p 333-34
• Ibn Juzay, vol 1 p 4
• Ibn Abi al Hadid, vol 1 p 27
• Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol 1 p 204, 248
• Kulayni, al Kafi, vol 8 p 18

Setelah berhasil menyusun mushafnya, Ali menunjukkannya kepada sahabat-sahabat nabi, namun mereka menolaknya sehingga Ali harus membawanya pulang kembali.

Sumber :
• Sulaym b. Qays al Hilali, Kitab Sulaymn b. Qays, p 72, 108
• Basair al Darajat, p 193
• Kulayni, al Kafi, vol 2 p 633
• Abu Mansur al Tabrisi, vol 1 p 107, 255-28
• Ibn Shahrashub, Manaqib Al Abi Talib, vol 2 p 42
• Yaqubi, Kitab al Tarikh, vol 2 p 135-6


Versi ketujuh :
Pengumpulan oleh Salim


Dikutip dari :
Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol 1 p 205,
mengutip dari Ibn Ashta Kitab al Masahif
Laporan lainnya menyatakan bahwa orang pertama yang mengumpulkan Qur’an adalah Salim, salah satu pelanggan Abu Hudayfa. Dilaporkan bahwa setelah nabi SAW meninggal, Salim bersumpah untuk tidak menggunakan jubahnya hingga berhasil mengumpulkan Qur’an dalam satu mushaf. Kisah ini sangat mirip dengan kisah Ali diatas, hanya beda subyeknya saja. Salim kemudian meninggal di pertempuran Yamama.


Tambahan:

Jadi setidaknya ada 7 versi pengumpulan Al-Qur’an dan ke 4 khalifah pertama (Abu Bakar, Umar bin Khathab, Usman bin Affan dan Ali) semuanya mendapat bagian untuk diceritakan sebagai pengumpul Al-Qur’an yang pertama.

Keabsahan cerita-cerita pengumpulan oleh Abu Bakar, Umar dan Zaid bin Tsabit memang cukup meragukan. Cerita tentang keterlibatan mereka dalam pengumpulan Qur’an tidak pernah muncul dalam tulisan sebelum sekitar tahun 850 an M (sekitar 220 tahun setelah nabi SAW meninggal). Sebagai contoh, cerita keterlibatan mereka tidak ada dalam kitab Tabaqat karya Ibn Sa’d (meninggal 845 M) dalam bagian yang membahas tentang Abu Bakar, Umar dan Zaid. Mustahil jika Ibn Sa’d tidak menuliskan keterlibatan mereka dalam pengumpulan jika hal itu memang terjadi. Absennya laporan tentang keterlibatan Abu Bakar, Umar dan Zaid juga muncul dalam Musnad Ahmad bin Hanbal yang telah mengumpulkan begitu banyak laporan tentang jasa-jasa para sahabat nabi.

Namun, kontradiksi tidak berhenti pada siapa yang memiliki gagasan pengumpulan tersebut. Bahkan lebih jauh lagi, kontradiksi juga terjadi pada peran Zaid b. Tsabit dalam proses pengumpulan ini. Ada 3 versi yang berbeda-beda


Pertama
Mengisahkan bahwa pengumpulan dilakuan oleh Zaid bin Tsabit 2 kali, sekali dibawah Abu Bakar, sekali dibawah Usman
Sumber :
• Bukhari, vol 3 p 393-94
• Tirmidhi, Sunan, vol 4 p 348
• Ibn Abi Dawud, Kitab al Masahif, p 31
• Ibn Asakir, Biography of Uthman, p 234-36)


Kedua :
Tidak menuliskan keterlibatan Zaid sama sekali.
Sumber :

• Ibn Abi Dawud, Kitab al Masahif, p 10-11


Tambahan:

Versinya adalah pada saat pengumpulan dilakukan oleh Abu Bakar, tim penyusun Al-Qur’an dipimpin oleh Ubay bin Kaab yang mendiktekan ayat-ayat kepada tim penyalin. Ketika mencapai pada ayat 9 : 127, beberapa diantara tim penyalin memandang bahwa ayat ini adalah yang terakhir kali diwahyukan nabi SAW. Tetapi, Ubay menunjukkan bahwa nabi telah mengajarkannya 2 ayat lagi (9 : 128 dan 129) yang merupakan bagian terakhir dari wahyu.
Selain versi diatas, versi no 5 juga tidak menyebutkan peran Zaid bin Tsabit sama sekali sebagaimana dilaporkan oleh Yaqubi, Kitab al Tarikh.


Ketiga :

Dua laporan lainnya bahkan menyebutkan Zaid bin Tsabit telah mengumpulkan qur’an bahkan saat nabi masih hidup, dalam bentuk fragmen-fragmen yang ditulis dibahan-bahan primitif.
Sumber :
• Tirmidhi, Sunan, vol 5 p 390
• Al Hakim al Naysaburi, al Mustadrak, vol 2 p 229, 611

Namun versi ketiga ini jelas betabrakan dengan laporan yang dikutip oleh Suyuthi yang menyatakan saat nabi meninggal qur’an belum dikumpulkan
Sumber :
• Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol 1 p 202

Semua bahan-bahan yang diperoleh Zaid bin Tsabit kemudian dituliskan dalam lembaran kertas atau perkamen namun belum dikumpulkan dalam satu mushaf dan disimpan oleh Abu Bakar.

Sumber :
• Yaqubi, Kitab al Tarikh, vol 2 p 135
• Suyuthi, al Itqan fi Ulum al Quran, vol 1 p 185, 207, 208

Kemudian, lembaran-lembaran qur’an ini tidak dipublikasikan kepada umum. Sebagian muslim tetap memiliki qur’an dalam bentuk yang tercerai-berai. Lembaran-lembaran ini tetap dalam pemilikan Abu Bakar dan kemudian Umar. Setelah Umar meninggal suhuf kemudian disimpan oleh Hafsa (putri Umar). Usman saat menjabat khalifah kemudian meminjam suhuf dari Hafsa dan kemudian menyalinnya dan menjilid dalam satu buku qur’an. Usman membuat beberapa copy dan dikirim ke beberapa daerah Islam dan kemudian memerintahkan pembakaran semua salinan qur’an yang lainnya dimanapun ditemukan.

Sumber :
• Bukhari, vol 3 p 393-94,
• Tirmidhi, Sunan, vol 4 p 347-8
• Abu Bakr al Marwazi, Musnad Abu Bakr al Siddiq, p 99-101
• Ibn Abi Dawud, Kitab al Masahif, p 18-21
• Bayhaqi, Dalail al Nubuwwa, vol 7 p 15051
• Abu Hilal Askari, Kitab al Awail, vol 1 p 218



Tentang pembakaran salinan qur’an :

Dikutip dari :
Abi Dawud Kitab al-Masahif; dan al-Tabari, buku 1, chpt. 6, no. 2952 :
Proses pembakaran terhadap salinan Qur’an yang ditulis oleh para saksi mata oleh Usman ini tidaklah disetujui oleh komunitas muslim secara umum. Mereka menyatakan bahwa Usman telah memusnahkan kitab Allah karena sesungguhnya qur’an adalah dalam banyak bentuk, dan Usman telah memusnahkan semuanya kecuali satu.


Catatan tambahan tentang mushaf Abu Bakar :

• Kenapa mushaf ini akhirnya HANYA DISIMPAN ABU BAKAR, UMAR dan HAFSAH putri Umar dan TIDAK DIPUBLIKASIKAN sama sekali padahal Abu Bakar dan Umar adalah pemimpin Islam saat itu?
• Kenapa mushaf tidak disebarluaskan untuk membantu lebih banyak lagi muslim yang akan menghafal al-qur’an, bukankah motif pengumpulannya karena mengingat kekuatiran akan berkurangnya penghafal qur’an dan hilangnya banyak bagian al-qur’an akibat peperangan?


Tambahan:
Kontradiksi ternyata juga muncul pada sumber yang digunakan untuk menyalin Al-Qur’an.


Pertama :

Sumber mushaf Hafsa
Pendapat mayoritas menyebutkan sumber adalah dari mushaf Hafsa sebagaimana laporan berikut :
Sahih Bukhari Volume 6, Buku 61, Nomor 510 :
Dikisahkan oleh Anas bin Malik:
Hudhaifa bin Al-Yaman menghadap Usman. Ia tengah memimpin penduduk Siria dan Irak dalam suatu ekspedisi militer ke Armenia dan Azerbaijan. Hudhaifa merasa cemas oleh pertengkaran mereka (penduduk Siria dan Irak) tentang bacaan Al-qur’an. Maka berkatalah Hudhaifa kepada Usman : “Wahai Amir Al-Mu’minin, selamatkanlah umat ini sebelum mereka bertikai tentang Kitab (Allah), sebagaimana yang telah terjadi pada umat Yahudi dan Nasrani pada masa lalu.” Kemudian Usman mengirim utusan kepada Hafsa dengan pesan : “Kirimkanlah kepada kami shuhuf yang ada ditanganmu, sehingga bisa diperbanyak serta disalin ke dalam mushaf-mushaf, dan setelah itu akan dikembalikan kepadamu.” Hafsah mengirim shuhufnya kepada Usman ……...


Kedua :

Sumber muhaf Ubay
Pendapat minoritas menyebutkan bahwa Al-Qur’an dikumpulkan dari mushaf Ubay bin Kaab
Sumber :
Ibn Abi Dawud, Kitab Mashahif, p. 30


Ketiga :

Sumber mushaf Aisha
Pendapat minoritas yang merupakan variasi dari versi Umar – Usman (versi ke 4) menyebutkan bahwa Al-Qur’an disalin dari mushaf Aisha menurut laporan dari Abdullah ibn Zubayr
Dikisahkan ada seseorang yang datang kepada Umar dan melaporkan pertikaian umat Islam tentang Al-Qur’an. Karena itu Umar memutuskan untuk mengumpulkan Al-Qur’an dalam satu bacaan ....... namun Umar terbunuh ...... orang yang sama kemudian menghadap Usman ...... Usman memerintahkan Abdullah ibn Zubayr untuk meminjam mushaf Aisha ......


Namun dalam proses pengumpulan oleh Usman ternyata tidak sesempurna yang dibayangkan.

Beberapa karya-karya klasik ulama dan pakar muslim melaporkan bahwa beberapa wahyu ternyata telah hilang sebelum pengumpulan oleh Abu Bakar. Dilaporkan, sebagai contoh, Umar mencari ayat tertentu yang hanya diingatnya samar-samar. Namun dengan menyesal akhirnya Umar menemukan bahwa orang yang menghafal ayat tersebut telah terbunuh dalam perang Yamama sehingga ayat tersebut hilang selamanya.


Tambahan:

..... Ia mengekspresikan rasa kehilangannya dengan mengucapkan inna li-llahi wa inna ilayhi raji un, lalu memerintahkan untuk mengumpulkan Al-Qur’an, sehingga Umar adalah orang yang pertama yang mengumpulkan Al-Qur’an kedalam mushaf.

Sumber :
• Ibn Abi Dawud, Kitab al Masahif, p 10
• Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol 1 p 204


Umar juga mengingat keberadaan ayat rajam sebagai hukuman bagi pezinah.


Tambahan:
Bukhari: vol. 8, hadis 817, halaman 539-540; buku 82
…….. , dan diantara yang dinyatakan Allah adalah ayat-ayat tentang Rajam, dan kami telah menghafalkan dan mengerti ayat-ayat tersebut. Rasul Allah melakukan hukuman ini begitu juga kami. Saya khawatir bahwa setelah waktu lama berlalu, seseorang akan berkata, Demi Allah, kami tidak menemukan ayat-ayat Rajam dalam buku Allah”. …


Sumber :
• Malik b. Anas, Muwatta, vol 2 p 824
• Ahmad b. Hanbal, vol 1 p 47, 55
• Muhasibi, Fahm al Quran an wa manih , p 398, 455
• Bukhari, vol 4 p 305
• Muslim, Sahih, vol 2 p 1317
• Ibn Maja, Sunan, vol 2 p 853
• Tirmidhi, Sunan, vol 2 p 442-3
• Abu Dawud, Sunan, vol 4 p 145
• Ibn Qutayba, Tawil mukhtalif al hadith, p 313
• Ibn Salama, al Nasikh wal Mansukh, p 22
• Bayhaqi, al Sunan al Kubra, vol 8 p 211, 213


Tetapi Umar tidak dapat meyakinkan sahabat-sahabatnya untuk memasukkan ayat rajam kedalam qur’an sebab tidak ada yang menyokong pendapatnya sehingga persyaratan minimal kesaksian 2 orang tidak terpenuhi.


Sumber :
• Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol 1 p 206

Namun, beberapa sahabat nabi kemudian mengingat keberadaan ayat rajam tersebut termasuk Aisha

Sumber :
• Ahmad b. Hanbal, vol 5 p 183 (mengutip Zayd b. Thabit dan Said al-As Abd al Razzaq
• Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol 3 p 82, 86
• Suyuthi, al Durr al Manthur, vol 5 p 180 (mengutip Ubayy b. Ka'b dan
Ikrima)

Tambahan brw :
Menurut Suyuthi, ayat rajam ini dilaporkan ada dalam mushaf Ubay bin Ka’b dan ditempatkan di sura 33.
Bunyi ayat ini adalah :
Apabila seorang laki-laki dewasa dan seorang perempuan dewasa berzina, maka rajamlah keduanya,itulah kepastian hukum dari Tuhan, dan Tuhan maha kuasa lagi bijaksana.

Aisha melaporkan bahwa bahwa ada satu lembaran yang berisi 2 ayat, termasuk ayat-ayat rajam, ditulis dalam lembaran yang disimpan dibawah tempat tidurnya. Sayang pada waktu pemakaman nabi SAW, seekor binatang memakannya hingga musnah. Disebutkan dalam bahasa Arab “dajin”, yang dapat berarti hewan seperti kambing, domba ataupun unggas.

Sumber :
• Ibrahim b. Ishaq al Harbis, Gharib al hadith menyebutkan “shal” yang berarti domba
• Zamakshari, al Kashaf, vol 3 p 518, footnote
• Sulaym b. Qays al Hilali, Kitab Sulaymn b. Qays, p 108
• Al Fadl b. Shadahn, al Idah, p 211
• Abd al Jalil al Qazwini, p 133

Peristiwa terjadi saat rumah sedang sibuk dengan pemakaman nabi SAW.


Tambahan:

Kutipan dari Ibn Maja
Aisyah, dia berkata : ayat al-Radha'ah sebanyak 10 kali telah diturunkan oleh Allah SWT dan ditulis dalam mushaf di bawah katilku, tetapi manakala wafat Rasulullah dan kami sibuk dengan pemakamannya maka ayat-ayat tersebut HILANG.

Sumber :
• Ahmad b. Hanbal, vol 4 p 269
• Ibn Maja, Sunan, vol 1 p 626
• Ibn Qutayba, Tawil, p 310
• Shafi'i, Kitab al Umm, vol 5 p 23, vol 7 p 208

Umar juga mengingat keberadaan ayat lain yang dikeluarkan dari Qur’an

Sumber :
• Mabani, p 99
• Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol 3 p 84
• Ibn Abi Shayba, vol 14 p 564, ekspresi yang digunakan adalah Faqadnah, artinya “kita kehilangan ayat tersebut”)

Atau mungkin hilang, termasuk didalamnya adalah ayat tentang kewajiban terhadap orang tua

Sumber :
• Abd al Razzaq, vol 9 p 50
• Ahmad b. Hanbal, vol 1 p 47, 55
• Ibn Abi Shayba, vol 7 p 431
• Bukhari, vol 4 p 306
• Ibn Salama, al Nasikh wal Mansukh, p 22
• Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol 3 p 84
• Zarkashi, al Burhan fi ulum al Quran, vol 1 p 39 (mengacu pada Abu Bakar)

dan tentang jihad


tambahan:

Dikisahkan bahwa Umar bertanya kepada Abdulah Rahman bin Auf apakah mengingat ayat berikut :
Berjuanglah seperti kalian berjuang untuk pertama kalinya.

Sumber :
• Muhasibi, Fahm al Quran an wa manih , p 403
• Mabani, p 99
• Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol 3 p 84

Klaim Umar terutama tentang ayat pertama (kewajiban terhadap orang tua) diperkuat oleh tiga orang lainnya yang memiliki otoritas dalam qur’an yaitu Zayd b. Thabit, 'Abd Allah b. 'Abbas, dan Ubayy b. Ka'b.

Sumber :
• Abd al Razzaq, vol 9 p 52
• Muhasibi, Fahm al Quran an wa manih , p 400
• Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol 3 p 84

Anas b. Malik mengingat satu ayat yang turun saat beberapa muslim terbunuh dalam perang, tetapi kemudian hilang


Tambahan:

Ayat yang diingat Anas bin Malik adalah :
Sampaikanlah kepada kaum kami bahwa kami telah bertemu Tuhan kami, dan Dia ridha kepada kami serta kamipun ridha kepadaNya.

Sumber :
• Muhasibi, Fahm al Quran an wa manih , p 399
• Tabari, Jami al Bayan, vol 2 p 479

Abdullah ibn Umar menyatakan banyak bagian qur’an yang telah hilang.


Tambahan:

Yang dikatakan oleh Abdullah bin Umar adalah :
Sungguh seorang diantara kamu akan berkata, “Saya telah mendapatkan Al-Qur’an yang lengkap.” Dan tidak mengatahui taraf kelengkapannya. Sesungguhnya banyak bagian Al-Qur’an yang telah hilang, dan karena itu seharusnya ia berkata, “Saya telah mendapatkan yang masih ada”

Sumber :
• Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol 3 p 81-82

dan beberapa pakar yang kemudian menyatakan bahwa banyak bagian qur’an telah hilang sebelum dikumpulkan.


Tambahan:

Satu contoh adalah laporan dari Suyuthi sbb :
Aisyah menyatakan Surah al-Ahzab 33 : 56 pada masa Nabi adalah LEBIH PANJANG yaitu dibaca "Wa'ala al-Ladhina Yusaluna al-Sufuf al-Uwal" selepas "Innalla ha wa Mala'ikatahu Yusalluna 'Ala al-Nabi..." Aisyah berkata,"Yaitu sebelum USMAN MENGUBAH mushaf-mushaf."

Contoh laporan lainnya dalam Al Itqan adalah :
Al Tabrani melaporkan bahwa Umar bin Khattab berkata, “Al-Qur’an itu terdiri dari 1.027.000 kata.”
Sementara Al-Qur’an yang ada sekarang hanya tinggal sekitar 1/3 nya.


Sumber :
• Ibn Abi Dawud, Kitab al Masahif, p 23 (mengutip pendapat Ibn Shihab (al Zuhri)
• Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol 5 p 179, mengutip Sufyan al Thawri
• Ibn Qutaybah, Tawil, p 313
• Ibn Lubb, Falh al bab, p 92

Laporan yang senada juga ditujukan kepada mushaf Usman. Banyak laporan bahwa sahabat-sahabat nabi yang terutama tidak dapat menemukan dalam mushaf Usman ayat-ayat yang mereka dengar langsung dari nabi atau menemukannya berbeda bentuk dalam mushaf Usman. Ubay b. Ka’b, sebagai contoh, menuliskan sura 98 berbeda dimana Ubay mengklaim versi dia adalah dia dengar langsung dari nabi SAW. Termasuk 2 surah yang tidak dimasukkan dalam mushaf Usman.


Tambahan:

Ayat yang dimaksud berbunyi :
Sesunguhnya agama disisi Allah adalah al hanifiyah, bukan Yahudi dan bukan pula Nasrani.
Maka barang siapa yang berbuat baik, tidak akan diingkari jerih payahnya.

Sumber :
• Ahmad b. Hanbal, vol 5 p 132
• Tirmidhi, Sunan, vol 5 p 370
• Al Hakim al Naysaburi, al Mustadrak, vol 2 p 224
• Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol 3 p 83

Ubay juga berpendapat bahwa sura 33 (al-Ahzab) seharusnya lebih panjang, dimana yang dia yakin ingat adalah ayat-ayat rajam yang tidak tertulis dalam mushaf Usman.


Tambahan:

Suyuthi dalam Al Itqan bahkan melaporkan Zaid bin Tsabit mengerti ayat ini.
Zaid ibn Thabit and Sa'id bin al-As sedang menuliskan mushaf dan saat mereka sampai pada ayat ini Zaid berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW berkata : ‘Lelaki dewasa dan perempuan dewasa yang berzinah, rajamlah mereka sebagai hukuman’. Umar kemudian berkata, “Ketika ayat diturunkan aku menemui Rasulullah SAW dan berkata, ‘Akankan aku tulis ayat ini’, tetapi Rasulullah terlihat ragu-ragu.

• Ahmad b. HAnbal, vol 5 p 132
• Muhasibi, Fahm al Quran an wa manih , p 405
• Bayhaqi, al Sunan al Kubra, vol 8 p 211
• Al Hakim al Naysaburi, al Mustadrak, vol 2 p 415
• Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol 3 p 82 (klaim yang sama tentang jumlah ayat sura 33 dan keberadaan ayat-ayat rajam diutarakan oleh Umar dan Ikrima dalam Suyuti, al Durre Manthur, vol 5 p 180)

Klaim Ubay juga diperkuat oleh Zayd b. Thabit

Sumber :
• Zarkasi, al Burhan fi ulum al Quran, vol 2 p 35, dimana ayat dikatakan seharusnya berada di Sura 25 (al Nur)
• Mabani, p 83 dan 86, menyatakan ayat seharusnya berada di Sura al Ahzab

Aisha dilaporkan menyatakan bahwa saat nabi SAW hidup, sura 33 (al-Ahzab) adalah 3 kali lebih panjang daripada yang ada dalam mushaf Usman.


Tambahan:

Kutipan dari Suyuthi :
Aisyah berkata, "Surah al-Ahzab dibaca pada zaman Rasulullah SAW SEBANYAK 200 AYAT, tetapi pada masa Usman menulis mushaf surah tersebut TINGGAL 173 AYAT SAJA."

Sumber :
• Al Raghib al Isfahani, Muhadarat al Udaba, vol 4 p 434
• Suyuti, al Durre Manthur, vol 5 p 180
• Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol 1 p 226

Kesaksian juga diperkuat oleh Hudhayfa b. al-Yaman yang menemukan sekitar 70 ayat tidak tercantum dalam mushaf Usman. Ayat-ayat yang biasa dibacanya saat nabi SAW masih hidup.

Sumber :
• Suyuti, al Durre Manthur, vol 5 p 180, mengutip dari Bukhari, Kitab at Tarikh

Hudhayfa juga meyakini bahwa Sura 9 (al-Bara'a) dalam mushaf Usman hanyalah ¼ dari yang biasa dibacakan saat nabi SAW masih hidup.


Tambahan:

Kutipan dari al Mustadrak
Menurut Hudhayfa, muslim membaca “hanya seperempat dari Sura al Tawba yang berarti sebagian besar dari ayat-ayatnya telah hilang

Sumber :
• Al Hakim al Naysaburi, al Mustadrak, vol 2 p 331
• Haytami, Majam al Zawaid, vol 7 p 28-29
• Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol 3 p 84

Pendapat ini diperkuat oleh ahli hukum terkenal abad 2 H yaitu Malik b. Anas, pendiri sekolah hukum Islam Maliki

Sumber :
• Zarkashi, al Burhan fi ulum al Quran, vol 1 p 263
• Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol 1 p 226

Dilaporkan juga bahwa Suras 15 (al-Hijr) and 24 (al-Nur) seharusnya lebih panjang dari yang tercantum dalam mushaf Usman.

Sumber :
• Sulaym b. Qays al Hilali, Kitab Sulaymn b. Qays, p 108
• Abu Mansur al Tabrisi, al Intijaj, vol 1 p 222, 286
• Zarkashi, al Burhan fi ulum al Quran, vol 2 p 35

Abu Musa al-Ash'ari mengingat keberadaan 2 sura yang panjang dimana hanya satu ayat dari 2 sura itu yang dia masih ingat. Namun 2 sura itu tidak ada dalam mushaf Usman.


Tambahan:

Satu ayat yang diingat oleh Abu Musa dalam sebuah sura yang panjangnya menyerupai sura musabbihat (sura 57, 59, 61, 62 dan 64) menurut Imam Muslim adalah :
Hai orang-orang beriman, mengapa kalian katakan apa yang tidak kalian lakukan? Maka dituliskan sebuah kesaksian di leher-lehermu dan kalian akan ditanya tentangnya di hari berbangkit.

Sumber :
• Muslim, vol 2 p 726
• Muhasibi, Fahm al Quran an wa manih , p 405
• Abu Nuaym, Hilyat al Awliya, vol 1 p 257
• Bayhaqi, Dalai, vol 7 p 156
• Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol 3 p 83

Satu dari 2 ayat yang dia ingat (Jika anak Adam memiliki 2 timbunan emas, dia akan mencari yang ketiga) juga dikutip oleh sahabat-sahabat nabi SAW yaitu Ubayy,


Tambahan:

Dalam mushaf Ubay, ayat ini ditempatkan di QS 10 diantara ayat 24 dan 25.

Sumber :
• Ahmad b. Hanbal, vol 5 p 131-32
• Muhasibi, Fahm al Quran an wa manih , p 400-01
• Tirmidhi, Sunan, vol 5 p 370
• Al Hakim al Naysaburi, al Mustadrak, vol 2 p 224

Juga oleh Ibn Masud

Sumber :
• Al Raghib al Isfahani, Muhadarat al Udaba, vol 4 p 433
Tambahan brw :
Dikutip dari :
Ibn Sa'd's Kitab al-Tabaqat al-Kabir, vol. 2, p.444

Tidak mengherankan jika dilaporkan bahwa Ibn Masud menolak Qur’an hasil tulisan Zaid bin Tsabit sebagaimana terekam dalam laporan berikut :
Orang-orang telah berdosa dengan berbohong tentang bacaan Qur’an. Aku memilih untuk membaca Qur’an menurut apa yang aku terima dari Rasulullah daripada menurut apa yang ditulis oleh Zaid bin Tsabit. Demi Allah! Aku telah menghafal lebih dari 70 surah langsung dari mulut Rasulullah disaat Zaid masih anak kecil ......


Dan oleh Ibn 'Abbas


Tambahan:

Dikutip dari Sahih Muslim no. 2285
Ibn Abbas melaporkan bahwa rasulullah berkata, “Jika anak Adam memiliki timbunan kekayaan, dia akan mencari yang berikutnya, dan dia tidak akan merasa kenyang kecuali dengan debu .....

Sumber :
• Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol 1 p 227

Maslama b. Mukhallad al-Ansari menyebutkan 2 ayat lagi yang tidak terdapat dalam mushaf Usman.
Tambahan brw :

Ayat yang dimaksud berbunyi :
1. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjuang di jalan Allah dengan harta dan jiwa mereka, maka bergembiralah kamu, karena sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang beruntung
2. Dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan membantu serta berperang bersama mereka melawan kaum yang dikutuk Tuhan, maka tak satu jiwapun yang mengetahui apa yang disimpankan untuk mereka dari berbagai hal yang menyenangkan pandangan mata, sebagai balasan terhadap apa yang mereka lakukan.

Sumber :
• Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol 3 p 84

dan Aisha melengkapi dengan ayat yang ke 3.

Sumber :
• Abd al Razzaq, vol 7 p 470
• Ibn Maja, Sunan, vol 1 p 625, 626

Dua sura pendek yang dikenal dengan Sural al-Hafd dan Sura al-Khal tercatat dalam mushaf Ubayy


Tambahan:

Surat Al Khal :
Dengan nama Allah yang maha pengasih, maha penyayang
1. Ya Allah, kami memohon kepadaMu pertolongan dan ampunan
2. Kami menyanjungMu dan tidak bersikap kafir kepadaMu
3. Kami ungkapkan puja puji kepadaMu dan kami tinggalkan orang-orang yang berlaku curang kepadaMu

Surat Al Hafd :
Dengan nama Allah yang pengasih, yang penyayang
1. Ya Allah, kepadaMu-lah kami menyembah
2. Dan kapadaMu-lah kami bersembahyang serta bersujud
3. Dan kepadaMu-lah kami berjalan bergegas-gegas serta bersegera
4. Dan berharap akan limpahan rahmatMu
5. Dan kami takut akan azabMu
6. Sesungguhnya azabmu menimpa semua orang yang kafir

Sumber :
• Muhasibi, Fahm al Quran an wa manih , p 400-1
• Ibn al Nadim, Fihrist, p 30
• Al Raghib al Isfahani, Muhadarat al Udaba, vol 4 p 433
• Zarkashi, al Burhan fi ulum al Quran, vol 2 p 37
• Haytami, Majam al Zawaid, vol 7 p 157
• Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol 1 p 226, 227

Tercatat juga dalam mushaf Ibn Abbas dan Abu Musa al Ashari

Sumber :
• Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol 1 p 227

Diketahui juga oleh Umar

Sumber :
• Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol 1 p 226-7

dan sahabat-sahabat nabi lainnya.

Tambahan brw :
Kutipan dari Suyuthi adalah :
Dua surah yang bernama "al-Khal" dan "al-Hafd" telah ditulis dalam mushaf Ubayy bin Ka'b dan mushaf Ibn Abbas, sesungguhnya Ali AS mengajar kedua surah tersebut kepada Abdullah al-Ghafiqi, Umar b. Khatttab dan Abu Musa al-Asy'ari juga membacanya.

Sumber :
• Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol 1 p 227, vol 3 p 85

Ibn Mas’ud tidak memasukkan sura 1, 113, dan 114 dalam mushafnya

Tambahan brw :
Menurut laporan Suyuthi :
Ibn Mas’ud menolak memasukkan surah 1, 113 dan 114, karena sura-sura tersebut adalah doa-doa dan mantera untuk mengusir setan. Hal ini diperkuat dengan laporan dari al Razi, al Tabari dan Ibn Hajar

Sumber :
• Ibn Abi Shayba, vol 6 p 146-47
• Ahmad b. Hanbal, vol 5, p 129-30
• Ibn Qutayba, Tawail mushkil al Quran, p 33-34
• Ibn al Nadim, Fihrist, p 29
• Baqillani, al Intisar, p 184
• Al Raghib al Isfahani, Muhadarat al Udaba, vol 4 p 434
• Zarkashi, al Burhan fi ulum al Quran, vol 1 p 251, vol 2 p 128
• Haytami, Majam al Zawaid, vol 7 p 149-50
• Suyuthi, al Itqan fi Ulum al Quran, vol 1 p 224, 226, 270-73

Namun ada beberapa kata dan kalimat dalam mushaf Mas’ud yang tidak terdapat dalam mushaf Usman

Sumber :
• Arthur Jeffrey, Materials for the History of the Text of the Quran, the Old Codices, p 20-113

Mas’ud dan beberapa sahabat nabi lainnya juga mencatat beberapa ayat yang berbeda dari mushaf Usman.

Sumber :
• Arthur Jeffrey, Materials for the History of the Text of the Quran, the Old Codices, p 114-238


Tambahan:

Dalam buku Fihrist karya al-Nadim, halaman 79 dituliskan daftar buku-buku kuno yang membahas tentang perbedaan antar manuskrip qur’an kuno sbb :
Buku Tentang Perbedaan Manuskrip (Qur’an)
• Perbedaan Antara Manuskrip Penduduk Madina, Kufa dan Basrah menurut al Kisai
• Kalaf, Buku Tentang Perbedaan Manuskrip
• Perbedaan antara Penduduk Kufa, Basra dan Siria tentang Manuskrip, karya al Farra
• Perbedaan Antar Manuskrip, karya al Sijistani
• Al Mada’ini tentang perbedaan antar manuskrip dan pengumpulan al Qur’an
• Perbedaan Manuskrip antara Penduduk Syria, Hijaz dan Iraq, karya Ibn Amir al Yashubi
• Buku karya Muhammad ibn ‘Abd Al-Rahman al-Isbahani tentang perbedaan manuskrip

Dari daftar yang dibuat oleh Ibn Al Nadim sekitar tahun 988 ternyata sudah ada setidaknya 7 buku karya ulama kuno yang membahas tentang perbedaan antar manuskrip qur’an kuno. Perbedaan ini ternyata terjadi setidak-tidaknya antara 4 copy yang dikirim oleh Usman yaitu Medina, Kufa, Basra dan Syria (Damaskus).

Namun yang paling ironis adalah kesalahan mushaf ternyata diketahui juga oleh Usman, laporannya adalah sbb :
Biographical Dictionary
Ibn Khallikan, p. 401 :
Abu Amr menyatakan bahwa dia mendengar kisah ini dari Katada as Sadusi :
“Ketika mushaf Usman ditulis dan diserahkan kepada Usman bin Affan, dia berkata, ‘Ada kesalahan-kesalahan bahasa didalam mushaf, tetapi biarkan orang-orang Arab di padang pasir memperbaikinya dengan pengucapan mereka.


Laporan diatas membuktikan betapa catatan sejarah tentang pengumpulan al-qur’an sungguh mengalami variasi dan kontradiksi yang sangat mendasar.

Seorang pakar Al-qur’an di Indonesia yaitu DR. Quraish Shihab dalam pengantarnya untuk buku Rekonstruksi Sejarah Al-Qur'an karya Taufik Adnan Amal, FKBA, 2001, berkata sbb :

halaman xvii
... Artinya, masih diperlukan upaya-upaya serius untuk "mengakhiri" berbagai hal yang menyelimuti sejarah al-qur'an.
.................

Sementara seorang pakar muslim dari Libanon, DR Subhi as Shalih berpendapat :
Membahas Ilmu Ilmu al-Qur'an
DR. Subhi As Shalih
Pustaka Firdaus, April 2001, hal 1 :
.... ada banyak riwayat dan pendapat dalam kitab-kitab sebelumnya yang saling bertentangan .... hal-hal yang kontradiktif tadi merupakan sumber penyakit dan pangkal musibah bagi umat Islam.


Salam
Vivaldi.

Disalin dari VIVALDI :


Keajaiban Qur'an Yang Tidak Ajaib



Sebagian dari tulisan ini diterjemahkan dari tulisan Sam Shamoun di Answering Islam yang berjudul Respons to 7 Wonders of Qur’an yang merupakan bantahan terhadap tulisan dari Dr. Jamal Badawi. Dr. Jamal Badawi adalah salah satu tokoh Apologetic Islam yang terkemuka di Amerika. Dia berpendapat ada 7 bukti (no. 2 – 8) tentang keajaiban Qur’an yang membuktikan bahwa Qur’an berasal dari Allah dan Muhammad adalah UtusanNya.
Beberapa materi ditambahkan disini agar tulisan lebih lengkap lagi.


Klaim-klaim terhadap keajaiban al-Qur’an tersebut adalah :


1. AL-QUR’AN TETAP SAMA DARI JAMAN MUHAMMAD HINGGA SEKARANG (tambahan)


Pendapat bahwa Al-Qur’an yang sekarang adalah sama persis dengan apa yang dibacakan oleh Muhammad SAW adalah klaim bohong. Klaim ini sengaja dibuat oleh ulama-ulama muslim dengan mengesampingkan laporan-laporan kuno dan sejarah perkembangan Al-Qur’an itu sendiri. Namun ada juga sumber kritis yang mau mengakui kebohongan klaim tersebut.


Sumber :
http://www.submission.org/quran/warsh.html

Are all the Arabic versions of the Quran the same ?
By Said Abdo and Khalil Uthman Detroit, Michigan, USA


These scholars were unaware of the true miracle of the Quran and therefore made up lies about the prophet and even claimed him miracles that he never performed. One of the famous misinformation spread by these scholars is that all the Qurans in the world are identical, and that it is free from any variation. This is not true and has nothing to do with God's promise in verse15:9. Although the Christian missionaries like to attack the Quran for such variations they only show their ignorance with the Quran and its miracle.


Pakar-pakar ini tidaklah menyadari akan keajaiban sebenarnya dari qur’an sehingga MEMBUAT KEBOHONGAN TENTANG NABI DAN MENGKLAIM ADANYA MUJIZAT YANG TIDAK PERNAH DILAKUKAN NABI. Salah satu PENYESATAN INFORMASI OLEH PAKAR-PAKAR INI ADALAH PERNYATAAN BAHWA QUR’AN DISELURUH DUNIA ADALAH SAMA, TIDAK ADA VARIASINYA SAMA SEKALI. INI TIDAKLAH BENAR dan tidak ada hubungannya dengan janji Allah dalam QS 15 : 9. Sekalipun misionaris Kristen menyukai untuk menyerang qur’an karena variasi bacaan tersebut, itu hanyalah menunjukkan ketidaktahuan mereka tentang qur’an dan keajaibannya.



Berikut ini diberikan beberapa kutipan bahwa Al-Qur’an tidaklah sama sejak jaman nabi Muhammad SAW hingga tahun 1924 saat distandarisasi kesekian kalinya.

• PADA JAMAN NABI HIDUP, AL-QUR’AN TIDAKLAH SAMA

Kutipan dari :
Membahas Ilmu-Ilmu Al-Qur’an
DR Subhi As Shalih halaman 119

Diceritakan tentang percekcokan Umar bin Khatab dengan Hisyam bin Hakim sbb :


Pada suatu hari semasa Rasulullah masih hidup, aku mendengar Hisyam bin Hakim membaca SURAH AL FURQAAN. Aku mendengarkan baik-baik bacaannya. Tapi tiba-tiba ia membaca BEBERAPA HURUF YANG TIDAK PERNAH DIBACAKAN RASULULLAH kepadaku sehingga hampir saja ia kuserang ketika ia sedang shalat. Akhirnya kutunggu ia sampai mengucapkan salam. Setelah itu kutarik bajunya. Aku bertanya kepadanya : “Siapakah yang membacakan surah itu kepadamu?”. IA MENJAWAB, “RASULULLAH YANG MEMBACAKANNYA KEPADAKU.” Kukatakan, “Engkau berdusta! Demi Allah, RASULULLAH TIDAK MEMBACAKAN SURAH ITU KEPADAKU SEPERTI KUDENGAR DARIMU.” Hisyam bin Hakim lalu kuseret menghadap rasulullah dan aku bertanya, “Ya Rasulullah, aku mendengar orang ini membaca surah Al-Furqaan dengan huruf-huruf yang tidak engkau bacakan kepadaku ketika engkau membacakan surah Al-Furqaan kepadaku.!” Rasulullah menjawab, “Hai Umar, lepaskan dia. Hai Hisyam, bacalah.” Hisyam kemudian membaca surah Al-Furqaan sebagaimana yang kudengar tadi. Kemudian rasulullah menanggapinya, “Demikian surah itu diturunkan.”. Beliau melanjutkan, “Qur’an itu diturunkan dalam tujuh huruf, karena itu BACALAH MANA YANG MUDAH DARI AL-QUR’AN.” (Sahih Bukhari VI, hal 185)


Jadi dari hadis diatas terlihat RASULULLAH MENDIKTEKAN SURAH AL-FURQAAN YANG BERBEDA kepada Umar dan Hisyam.

Ini jelas bahwa HAFALAN RASULULLAH TIDAK TEPAT.


-----

Muslim biasanya berargumen bahwa perbedaan hanya sekedar perbedaan dialek. Inipun tidak tepat karena Umar dan Hisyam keduanya adalah ORANG QURAISH dan keduanya konon adalah mereka yang MENDENGAR LANGSUNG rasulullah mendiktekan ayat-ayat Al-Qur'an dalam dialek QURAISH.


Sumber :
Muqadimah Al-Qur’an
Bab Satu, halaman 25

Tugas panitia adalah membukukan al-Qur’an, yakni menyalin dari lembaran-lembaran yang tersebut menjadi buku. Dalam pelaksanaan tugas ini Usman menasihatkan supaya :
a. mengambil pedoman kepada bacaan mereka yang hafal Al-Qur’an
b. kalau ada pertikaian antar mereka tentang bahasa (bacaan), maka haruslah dituliskan dalam menurut DIALEK SUKU QUIRAISY, SEBAB AL-QUR’AN DITURUNKAN MENURUT DIALEK MEREKA


Yang sangat mungkin adalah hadis tentang 7 huruf adalah KEBOHONGAN KEMUDIAN untuk membenarkan adanya perbedaan bacaan tersebut sehingga ada alasan kalau HAFALAN RASULULLAH BERBEDA-BEDA SAAT MENDIKTEKAN KEPADA si A atau si B.


• SETELAH NABI MENINGGAL, AL-QUR’AN TIDAKLAH SAMA
Ini sangat jelas dari alasan Usman membuat satu standar Al-Qur’an yaitu karena ADANYA PERBEDAAN AL-QUR’AN ANTARA PENGIKUT IBN MAS’UD (PRAJURIT IRAK) DAN UBAY BIN KAAB (PRAJURIT SYRIA) sebagaimana dilaporkan oleh Huzaifah bin Yaman


Sumber :
Muqadimah Al-Qur’an
Bab Satu, halaman 25

Beliau ini ikut dalam pertempuran menaklukan Armenia dan Azerbaijan, maka selama dalam perjalanan dia pernah mendengar PERTIKAIAN KAUM MUSLIMIN TENTANG BACAAN BEBERAPA AYAT AL-QUR’AN ……..

Muslim akan berargumen perbedaan hanya dari segi dialek. Namun jelas perbedaan antara mushaf Ibn Mas’ud dan Ubay bin Kaab BUKAN PERBEDAAN DIALEK MELAINKAN PERBEDAAN ISI AL-QUR’AN.


Menurut laporan Suyuthi :
Suyuthi, al Itqan fi Ulum al Quran, vol 1 halaman 224, 226, 270-73

IBN MAS’UD MENOLAK MEMASUKKAN SURAH 1, 113 DAN 114, KARENA SURA-SURA TERSEBUT ADALAH DOA-DOA DAN MANTERA UNTUK MENGUSIR SETAN. Hal ini diperkuat dengan laporan dari al Razi, al Tabari dan Ibn Hajar


Sementara mushaf Ubay bin Kaab, mushaf Ibn Abbas, Abu Musa al Ashari dan Ali bin Abi Thalib justru ada penambahan 2 SURAH YANG UNIKNYA SEKARANG JUSTRU TIDAK ADA DI AL-QUR’AN EDISI KAIRO 1924.


Menurut laporan Suyuthi :
Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol 1 hal 227, vol 3 hal 85

Dua surah yang bernama "AL-KHAL" DAN "AL-HAFD" TELAH DITULIS DALAM MUSHAF UBAYY BIN KA'B DAN MUSHAF IBN ABBAS, SESUNGGUHNYA ALI AS MENGAJAR KEDUA SURAH TERSEBUT KEPADA ABDULLAH AL-GHAFIQI, UMAR B. KHATTTAB DAN ABU MUSA AL-ASY'ARI juga membacanya.


Jadi jelas, setelah Muhammad SAW meninggal, mushaf-mushaf sahabat berbeda satu dengan lainnya.


• SETELAH DISTANDARISASI USMAN, AL-QUR’AN MASIH BERBEDA-BEDA.

Mushaf yang distandarisasi oleh Usman ditulis dalam bahasa Arab yang masih sangat sederhana, dimana :
1. Tidak ada tanda baca
2. Tidak ada indikasi huruf hidup
3. Tidak ada pembeda konsonan yang bersimbol sama (15 konsonan bisa dibaca menjadi 28 konsonan yang berbeda)


Karenanya tulisan mushaf Usman tersebut bisa dibaca dengan berbagai macam cara yang berbeda-beda. Tergantung penambahan huruf hidupnya dan penambahan titik diakritis terhadap konsonannya.
Akibatnya timbullah bermacam-macam variasi bacaan, maka lagi-lagi harus dilakukan standarisasi pasca Usman :


Dikutip dari Luthfi A dari Islamlib :
http://islamlib.com/id/page.php?page=article&id=447
Merenungkan Sejarah Alquran


Untuk mengatasi VARIAN-VARIAN BACAAN YANG SEMAKIN LIAR, pada tahun 322 H (944 M), Khalifah Abbasiyah lewat dua orang menterinya Ibn Isa dan Ibn Muqlah, memerintahkan Ibn Mujahid (w. 324 H) melakukan penertiban. SETELAH MEMBANDING-BANDINGKAN SEMUA MUSHAF YANG ADA DI TANGANNYA, Ibn Mujahid memilih tujuh varian bacaan dari para qurra ternama, yakni :
1. Nafi (Madinah)
2. Ibn Kathir (Mekah)
3. Ibn Amir (Syam)
4. Abu Amr (Bashrah)
5. Asim, Hamzah, dan Kisai (ketiganya dari Kufah).
Tindakannya ini berdasarkan hadis Nabi yang mengatakan bahwa “Alquran diturunkan dalam tujuh huruf.”

Adanya perbedaan tulisan Al-Qur’an ini dilaporkan juga oleh seorang ulama yaitu ibn al-Nadim di tahun 988 M.


Sumber :
Fihrist, Ibn al-Nadim, halaman 79
Dalam buku Fihrist, Ibn Al-Nadim menuliskan daftar buku-buku kuno yang membahas tentang perbedaan antar manuskrip qur’an kuno sbb :

Buku Tentang Perbedaan Manuskrip (Qur’an)
• Perbedaan Antara Manuskrip Penduduk Madina, Kufa dan Basrah menurut al Kisai
• Kalaf, Buku Tentang Perbedaan Manuskrip
• Perbedaan antara Penduduk Kufa, Basra dan Siria tentang Manuskrip, karya al Farra
• Perbedaan Antar Manuskrip, karya al Sijistani
• Al Mada’ini tentang perbedaan antar manuskrip dan pengumpulan al Qur’an
• Perbedaan Manuskrip antara Penduduk Syria, Hijaz dan Iraq, karya Ibn Amir al Yashubi
• Buku karya Muhammad ibn ‘Abd Al-Rahman al-Isbahani tentang perbedaan manuskrip

Fakta dimana penambahan huruf hidup dan titik diakritis berbeda-beda antar kota MEMATAHKAN ARGUMEN BAHWA AL-QUR’AN TELAH DIHAFALKAN DENGAN SEMPURNA. Bahkan setelah dibantu dengan tulisan dasarnya, hafalan masing-masing kota ternyata berbeda-beda.

• PENULISAN ULANG DI KAIRO 1923/1924
Upaya terakhir untuk menstandarisasi Al-Qur’an dilakukan di Kairo Mesir ditahun 1923/1924. Satu catatan yang unik adalah mushaf Kairo 1924 ini TIDAK DISUSUN DARI NASKAH KUNO YANG MANAPUN, melainkan DIKLAIM mendasarkan pada murni “HAFALAN”.


Sumber :
The writing of the Quran and the timing of the mathematical miracle
http://www.submission.org/miracle/writing.html

It was not until the year 1918 when the Muslim scholars, gathered in Cairo, Egypt, and decided to write a standardized edition of the Quran that avoids all the obvious scribes' errors in different editions of the Quran floating in the world and to standardize the numbering f the suras and verses of the Quran. In 1924, they produced the edition of the Quran that later became the standard edition around the world. They depended mainly on the oral transmission of the Quran to correct all the contradiction seen in the different Rasm (Orthography) and numbering of different Qurans

Hingga ditahun 1918 ketika pakar-pakar muslim, berkumpul di Kairo, Mesir dan memutuskan untuk MENULISKAN EDISI STANDARD AL-QUR’AN UNTUK MENGHINDARKAN SEMUA KESALAHAN TULISAN DALAM EDISI AL-QUR’AN YANG SAAT ITU BEREDAR diseluruh dunia dan untuk menstandarkan penomoran surah dan ayat-ayat alQ-ru’an. Di tahun 1924 mereka menerbitkan edisi Al-Qur’an yang kemudian menjadi standar edisi diseluruh dunia. MEREKA SEPENUHNYA MENDASARKAN PADA TRADISI LISAN AL-QUR’AN UNTUK MENGOREKSI SEMUA PERBEDAAN TULISAN DAN PENOMORAN DARI AL-QUR’AN YANG BERBEDA-BEDA.


Ini sangat serius karena menjadikan seluruh TULISAN Al-Qur’an sebelum 1923/1924 adalah SALAH. Salah satu contohnya adalah :


Sumber :
http://www.understanding-islam.com/related/history.asp

5. The Extant Samarkand Codex at Tashkent
Many Muslims scholars believe that the Samarkand Codex preserved at the Tashkent Library is the one compiled by ‘Uthman (rta). A close examinatikon of the text of this mushaf has shown that it cannot be – since IT IS DIFFERENT FROM THE CODEX WE HAVE IN OUR HANDS TODAY.

Banyak pakar muslim mempercayai bahwa kodek Samarkand yang disimpan di perpustakaan Tashkent adalah mushaf yang dikumpulkan oleh Usman. Pemeriksaan cermat terhadap teks mushaf ini membuktikan bahwa mushaf ini bukan mushaf asli Usman karena MUSHAF INI BERBEDA DENGAN KODEKS YANG KITA MULIKI SAAT INI.

Jadi klaim muslim bahwa Al-Qur’an selalu sama tidaklah berdasar. Keseragaman teks dan isi Al-Qur’an baru dicapai setelah tahun 1924 dengan diterbitkannya KARANGAN AL-QUR’AN YANG BARU OLEH ULAMA-ULAMA MUSLIM. HASIL KARYA TAHUN 1924 INILAH YANG KEMUDIAN DIKLAIM SAMA DENGAN YANG DIBACA OLEH NABI MUHAMMAD SAW.



2. BUKTI INTERNAL : QUR’AN MENGKLAIM SEBAGAI KALIMAT ALLAH


Argumen bahwa sebuah buku yang mengaku berasal dari Allah adalah cukup sebagai bukti adalah tidak berdasar. Banyak penulis yang akan mampu melakukannya dan membuat klaim yang serupa. Lagipula dalam Qur’an ada bukti ayat yang mengindikasikan bahwa Qur’an bukanlah kalimat Allah :


Contoh kesatu :

QS 27 : 91
AKU HANYA DIPERINTAHKAN UNTUK MENYEMBAH TUHAN NEGERI INI (Mekah) Yang telah menjadikannya suci dan kepunyaan-Nya-lah segala sesuatu, dan aku diperintahkan supaya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.


Jika Allah yang berbicara, maka siapa lagi Tuhan yang dilayaniNya? Jika ayat diatas adalah kalimat malaikat atau Muhammad maka Qur’an tidak dapat dianggap 100% kalimat Allah.

Contoh kedua :

QS 19 : 64 :
DAN TIDAKLAH KAMI (JIBRIL) TURUN, kecuali dengan perintah Tuhanmu. Kepunyaan-Nya-lah apa-apa yang ada di hadapan kita, apa-apa yang ada di belakang kita dan apa-apa yang ada di antara keduanya, dan tidaklah Tuhanmu lupa.

Terjemahan ditambah kata yang tidak ada yaitu jibril. Jika Allah yang berbicara, maka SIAPA LAGI TUHAN YANG MEMERINTAHKAN ALLAH SWT UNTUK TURUN? Atau jika memang itu kalimat Jibril, maka Qur’an tidak dapat dianggap 100% kalimat Allah.


Contoh ketiga :

QS 113 : 1: Katakanlah : “Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh”
QS 114 : 1 : Katakanlah : “Aku berlindung kepada Tuhan manusia”

Jelas kalimat diatas bukanlah kalimat Allah, sehingga oleh editor Al-Qur’an harus ditambahkan KATAKANLAH. Itulah sebabnya ABDULLAH IBN MASUD TIDAK MEMASUKKAN SURAH 113 DAN 114 dengan alasan bahwa sura tersebut berisikan doa yang diucapkan manusia kepada Allah, bukan kalimat Allah yang ditujukan kepada manusia, bahkan dengan penambahan “Katakanlah” sekalipun.


Contoh keempat :

QS 69 : 40 : Sesungguhnya Al-Qur'an itu adalah benar-benar wahyu (ALLAH YANG DITURUNKAN KEPADA) Rasul yang mulia

Kalimat "ALLAH YANG DITURUNKAN KEPADA" tidak ada dalam Al-Qur'an.

Jadi QS 69 : 40 seharusnya berbunyi :
Sesungguhnya Al-Qur'an itu adalah benar-benar WAHYU RASUL yang mulia



3. KEJUJURAN DAN INTEGRITAS PENERIMA WAHYU


Bahkan sebelum menjadi nabi, Muhammad telah dipanggil al-amin (Terpuji, Terpercaya dll) karena kejujurannya. Untuk membuktikan integritas Muhammad SAW, muslim sering mengkutip ayat-ayat qur’an dimana Muhammad SAW memohon ampun atas dosa-dosanya. Jika qur’an adalah karangannya, mengapa menggambarkan dirinya sebagai manusia berdosa? Kenapa tidak memuliakan dirinya sendiri seperti orang kristen memuliakan Yesus? Menurut muslim, inilah bukti kebenaran wahyu yang diterima Muhammad SAW dari Allah, dengan mengesampingkan apakah wahyu tersebut menguntungkan atau tidak.

Lagi, argumen yang digunakan tidak tepat karena ini berarti harus menerima seluruh klaim pemimpin dan pendiri agama yang jujur yang mengakui kelemahan manusiawinya. Hal ini mengakibatkan seluruh agama / aliran kepercayaan menjadi memiliki klaim sebagai berasal dari Allah dan berarti benar.

Yang lebih penting lagi, jika argumen ini diterima, berarti muslim harus menerima kebenaran Alkitab dan INTEGRITAS DAN KEJUJURAN ORANG-ORANG YAHUDI KARENA DALAM ALKITAB PENULIS-PENULISNYA MENGGAMBARKAN BEGITU BANYAK SISI-SISI NEGATIF ORANG-ORANG YAHUDI. Tidak masuk akal jika orang-orang Yahudi yang telah mengubah Alkitab ternyata tidak mengubah tulisan-tulisan yang negatif tentang nabi-nabi, raja-raja mereka dan tentang kaum Yahudi sendiri. BAHWA ALKITAB MEMUAT HAL-HAL YANG NEGATIF TENTANG ORANG-ORANG YAHUDI, MEMBUKTIKAN BAHWA ORANG-ORANG YAHUDI SANGAT JUJUR DALAM MENJAGA KEBENARAN ALKITAB KATA DEMI KATA.

Lebih lanjut, ada bukti-bukti dalam qur’an dan hadis yang menyebutkan motif penurunan ayat-ayat dan menunjukkan betapa “integritas” Muhammad SAW dalam hal ini :

• Ketika Muhammad SAW menginginkan istri anak angkatnya, sim salabim, muncullah ayat yang mengenakkan Muhammad SAW :


QS 33 : 37 :
Dan (ingatlah), ketika kamu berkata kepada orang yang Allah telah melimpahkan ni'mat kepadanya dan kamu (juga) telah memberi ni'mat kepadanya: "Tahanlah terus isterimu dan bertakwalah kepada Allah", sedang kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya, dan kamu takut kepada manusia, sedang Allah-lah yang lebih berhak untuk kamu takuti. MAKA TATKALA ZAID TELAH MENGAKHIRI KEPERLUAN TERHADAP ISTRINYA (MENCERAIKANNYA), KAMI KAWINKAN KAMU DENGAN DIA [1220] supaya tidak ada keberatan bagi orang mu'min untuk (mengawini) isteri-isteri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya daripada isterinya [1221]. Dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi.

• Ketika Muhammad SAW menginginkan menambah jumlah istrinya, tahu-tahu turunlah wahyu yang selaras dengan keinginannya bahkan sepupunyapun dan semua wanita yang menyerahkan diri kepada Muhammad SAW boleh diperistri.

QS 33 : 50 :
Hai Nabi, sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu isteri-isterimu yang telah kamu berikan mas kawinnya dan hamba sahaya yang kamu miliki yang termasuk apa yang kamu peroleh dalam peperangan yang dikaruniakan Allah untukmu, dan (demikian pula) ANAK-ANAK PEREMPUAN DARI SAUDARA LAKI-LAKI BAPAKMU, ANAK-ANAK PEREMPUAN DARI SAUDARA PEREMPUAN BAPAKMU, ANAK-ANAK PEREMPUAN DARI SAUDARA LAKI-LAKI IBUMU DAN ANAK-ANAK PEREMPUAN DARI SAUDARA PEREMPUAN IBUMU yang turut hijrah bersama kamu dan PEREMPUAN MU'MIN YANG MENYERAHKAN DIRINYA kepada Nabi kalau Nabi mau mengawininya, sebagai pengkhususan bagimu, bukan untuk semua orang mu'min.

• Dilain kesempatan, wahyu turun membebaskan Muhammad SAW dari sumpah yang dibuatnya terhadap Hafsah saat Hafsah menjumpai Muhammad SAW “tidur” dengan Mary di rumah Hafsah diluar jadual keadilan. Muhammad SAW bersumpah tidak akan menjumpai Mary lagi jika Hafsah tidak membeberkan aib ini. Namun apa lacur, Hafsah menceritakan kejadian ini kepada Aisah yang kemudian mempertanyakannya kepada Muhammad SAW. Maka turunlah wahyu QS 66 : 1 – 3 yang membebaskan Muhammad SAW dari sumpahnya dan memberikan kebebasan kepada Muhammad SAW untuk mengunjungi istri-istrinya sesuai keinginannya.

QS 66 : 1 :
Hai Nabi, MENGAPA KAMU MENGHARAMKAN APA YANG ALLAH HALALKAN BAGIMU; kamu mencari kesenangan hati isteri-isterimu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang [1486].

QS 66 : 2 :
Sesungguhnya Allah telah mewajibkan kepadamu sekalian MEMBEBASKAN DIRI DARI SUMPAHMU [1487] dan Allah adalah Pelindungmu dan Dia Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

QS 66 : 3 :
Dan ingatlah ketika Nabi membicarakan secara rahasia kepada salah seorang isterinya (Hafsah) suatu peristiwa. Maka tatkala (Hafsah) menceritakan peristiwa itu (kepada Aisyah) dan Allah memberitahukan hal itu (pembicaraan Hafsah dan Aisyah) kepada Muhammad lalu Muhammad memberitahukan sebagian (yang diberitakan Allah kepadanya) dan menyembunyikan sebagian yang lain (kepada Hafsah). Maka tatkala (Muhammad) memberitahukan pembicaraan (antara Hafsah dan Aisyah) lalu (Hafsah) bertanya: "Siapakah yang telah memberitahukan hal ini kepadamu?" Nabi menjawab: "Telah diberitahukan kepadaku oleh Allah yang Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."


Umumnya komentator muslim menolak kisah ini karena tidak sesuai dengan “kesucian” Muhammad SAW. Namun apapun alasannya, ayat-ayat ini telah “menyelamatkan” muka Muhammad SAW dari situasi yang sulit dan memalukan. Kita bisa bertanya, apa manfaat dari ayat-ayat diatas selain daripada menyelamatkan muka Muhammad SAW saat beliau membutuhkannya? Apakah kita harus menyimpulkan bahwa ayat-ayat ini telah tertulis di surga bahkan sebelum penciptaan dunia?


• Dalam perjanjian Hudaibiya, MUHAMMAD SAW SETUJU UNTUK MENGEMBALIKAN ORANG-ORANG MEKAH YANG TELAH MENJADI ISLAM KEPADA PIHAK MEKAH dan setuju mengubah statusnya dalam perjanjian dari Muhammad, Rasul Allah menjadi Muhammad, anak Abdullah sebagai ganti dimana Muhammad SAW dan pengikutnya diperbolehkan melakukan ibadah haji ke Mekah pada tahun berikutnya. Salah satu yang dikembalikan kepada pihak Mekah adalah Abu Jandal. Kita bisa membaca kisah ini dalam Sirat Rasul Allah (edisi Inggris) hal 505 dan Bukhari volume 3 no. 891.


Atau sumber berikut :
Sejarah Hidup Muhammad – Sirah Nabawiyah
Syaikh Shafiyyur Rahman Al-Mubarakfury
Robbani Press, halaman 500

Abu Jandalpun berteriak sekeras-kerasnya, “Wahai kaum muslimin, apakah aku dikembalikan kepada orang-orang musyrik yang akan menyiksaku karena agamaku?”

Sebagai perbandingan, mungkinkah Musa memiliki pemikiran seperti ini, mengembalikan pengikutnya kepada Firaun sebagai ganti untuk tuntutan Musa? Apakah Yesus pernah mengkompromikan kebenaran dengan menyetujui keinginan Parisi agar mengembalikan pengikut-pengikut Yesus dengan imbalan mendapatkan posisi keagamaan?.
Terhadap perjanjian Hudaibiya tersebut, Umar dan banyak muslim sangat marah Kemarahan muslim dapat dimengerti karena Muhammad menjanjikan ibadah haji pada tahun tersebut. Ketika hal ini tidak terealisir, Muhammad SAW mengatakan, “Apakah aku mengatakan bahwa kita akan ke Kabah tahun ini?” Alasan ini jelas dicari-cari karena saat itu kaum muslim tengah dalam perjalanan menuju Mekah saat mereka ditolak oleh penyembah berhala Mekah.

Makanya untuk mengobati kemarahan pengikut-pengikutnya Muhammad SAWpun memerintahkan untuk menghancurkan Yahudi Khaibar dan merampas seluruh kekayaan mereka sebagai kompensasinya.

Dari contoh-contoh diatas kita bisa melihat bagaimana “integritas” Muhammad SAW.



4. TANTANGAN UNTUK MEMBUAT YANG SERUPA AYAT QUR’AN


Tantangan ini tidak jelas kriterianya. Apa dasar penilaiannya?
Apa susahnya membuat ayat-ayat yang serupa Al-Qur’an :


Contoh kesatu :

Demi cahaya menyala-nyala
Sesungguhnya Aku berkata
Kami tidaklah mengutusnya
Dia utusan iblis Hira
Mengujinya berbugil ria.
Tuhan agar mengampuninya

Sudah ada gaya bersumpah ala Allah SWT
Sudah ada pemakaian Aku, Kami dan Tuhannya secara membingungkan
Seluruh ayat terdiri dari 9 suku kata
Terdiri dari 19 kata sesuai dengan klaim keajaiban angka 19
Memiliki rima berakhiran a
Keindahannya hanya dapat dinikmati dalam bahasa Indonesia
Tentang test jibril dengan bugil dapat dibaca di Test Jibril dengan Telanjang ala Muhammad


Atau contoh kedua :

Ingatlah bagaimana babi diciptakan
Dari tetes mani yang memang kelihatan
Terjatuh dalam rongga yang Kami amankan
Sayang terlahir sudah harus diharamkan
Namun Tuhannya bersumpah meyediakan
Babi panggang enak dihari kebangkitan
Disantap bersama anggur yang memabukkan

Sudah ada gaya disuruh mengingat-ingat
Sudah ada keajaiban embriologi ala pengetahuan primitive
Sudah ada kata Kami dan Tuhannya dengan membingungkan
Sudah ada paradoks haram didunia, halal di syurga
Terdiri dari total 91 suku kata, jika dibaca dari kanan ke kiri seperti tulisan Arab berarti 19, memenuhi keajaiban angka 19
Memiliki rima berakhiran kan
Keindahannya hanya dapat dinikmati dalam bahasa Indonesia

Kesulitan satu-satunya dalam membuat buku seperti Al-Qur’an adalah ketidakmampuan manusia untuk mengarang dengan urutan yang tidak runtut seperti cerita-cerita Al-Qur’an. Setiap orang sejak duduk dibangku Sekolah Dasar sudah diajarkan mengarang dengan runtut waktu dan runtut peristiwa, sehingga tidaklah memungkinkan bagi mereka untuk mengarang dengan urutan yang kacau balau.

Mengatakan bahwa qur’an adalah sebuah buku hasil karya yang luar biasa sehingga dikatakan wahyu Allah adalah tidak masuk akal. Ini menjadikan hasil karya Shakespeare atau epik Gilgamesh adalah wahyu Allah juga. Ini menjadikan penulis Yunani yang buta yaitu Homer juga seorang nabi karena mampu menghasilkan 2 buku yang luar biasa yaitu Illiad dan Odessy. Karya-karya penulis diatas telah teruji oleh waktu dan terus dibaca orang hingga sekarang, namun toh tidak menjadikan Homer atau Shakespeare nabi.
Persoalan lain adalah pendapat muslim bahwa keindahan dan keistimewaan qur’an terletak dalam bahasa Arabnya dan tidak dapat dinikmati dalam bahasa lainnya. Jadi Allah telah mewahyukan qur’an dimana keajaibannya hanya dapat dinilai dari bahasa Arabnya saja, membatasi kemampuan Allah dalam mengekspresikan kehendakNya hanya dalam bahasa Arab, bahasa yang justru tidak dimengerti oleh sebagian besar penduduk dunia. Sungguh jauh dari keajaiban.



5. TIDAK ADA KONTRADIKSI INTERNAL.


Beberapa kontradiksi internal dalam qur’an dapat dengan mudah ditemukan. Contohnya :


• Kesatu : Berapa hari penciptaan
Bumi dan langit diciptakan dalam 6 masa


QS 7 : 54 : Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam ENAM MASA, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy [548]. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang

QS 10 : 3 :
Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam ENAM MASA, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy untuk mengatur segala urusan

QS 41 : 9 – 12 : dalam 8 masa (2 + 4 + 2)
Katakanlah: "Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam DUA MASA ………Dan dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni)nya dalam EMPAT MASA. …… Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam DUA MASA.


• Kedua : Urutan penciptaan bumi dan langit
Bumi diciptakan dahulu, baru langit.


QS 41 : 10 – 11 : Dan Dia MENCIPTAKAN DIBUMI itu gunung-gunung …… KEMUDIAN DIA MENUJU KEPADA PENCIPTAAN LANGIT dan langit masih merupakan asap ….


Berkontradiksi dengan :
Langit diciptakan dahulu, baru bumi.

QS 79 : 29 – 30 : Dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita dan menjadikan siangnya terang benderang. Dan BUMI SESUDAH ITU DIHAMPARKANNYA.


Berkontradiksi dengan :
Diciptakan bersama-sama

QS 21 : 30 – 31 : Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasannya LANGIT DAN BUMI ITU KEDUANYA DAHULU ADALAH SUATU YANG PADU, kemudian Kami pisahkan


• Ketiga : Berapa malaikat yang berbicara kepada Maria
QS 3 : 42 dan 45, menyebutkan “the ANGELS said” (jamak, minimal 2 malaikat)


QS 19 : 17 – 18, menyebutkan, “We sent to her our ANGEL (tunggal) and HE (tunggal) appeared before her as A MAN (tunggal)…”


• Keempat : Kadar hari Allah


QS 32 : 5 : satu hari = 1000 tahun
QS 70 : 4 : satu hari = 50.000 tahun
• Kelima : Siapa yang dapat diselamatkan


QS 5 : 69 : Sesungguhnya orang-orang MU'MIN, ORANG-ORANG YAHUDI, SHABIIN DAN ORANG-ORANG NASRANI, siapa saja [431] (diantara mereka) yang benar-benar saleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

QS 3 : 85 : Barangsiapa mencari agama SELAIN AGAMA ISLAM, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.


• Keenam : Allah sebagai pencipta pendosa
Menarik karena ternyata Allah memang menciptakan banyak manusia untuk dimasukkan dalam neraka. Bagaimana mungkin Allah bisa berbuat demikian. Satu ketidakadilan yang luar biasa.


QS 11 : 119 : kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. Kalimat Tuhanmu (keputusan-Nya) telah ditetapkan: sesungguhnya AKU AKAN MEMENUHI NERAKA JAHANNAM DENGAN JIN DAN MANUSIA (yang durhaka) semuanya.

QS 32 : 13 :
Dan kalau Kami menghendaki niscaya Kami akan berikan kepada tiap-tiap jiwa petunjuk, akan tetapi telah tetaplah perkataan dari padaKu: "Sesungguhnya akan AKU PENUHI NERAKA JAHANNAM ITU DENGAN JIN DAN MANUSIA bersama-sama."

QS 7 : 179 : Dan sesungguhnya KAMI JADIKAN UNTUK (ISI NERAKA JAHANNAM) KEBANYAKAN DARI JIN DAN MANUSIA,


Sungguh berbeda dengan pengajaran Kristen dimana neraka diciptakan memang bagi setan, bukan diciptakan bagi manusia.
Mat 25 : 34, 41 : … “Mari kamu yang diberkati bapaKu, terimalah kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan” …… “… enyahlah kedalam api yang kekal yang telah sedia untuk iblis dan malaikat-malaikatnya…..”



6. KETEPATAN NUBUATAN


Klaim bahwa qur’an mengandung puluhan ramalan hanya berdasar impian belaka karena “ramalan-ramalan” tersebut tidak meyakinkan jika dibaca sesuai konteks kalimatnya. Satu-satu ramalan yang “meyakinkan” adalah QS 30 : 2 – 4 yang berbunyi

QS 30 : 2 - 4
Telah dikalahkan bangsa Rumawi [1162], di negeri yang terdekat [1163] dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang [1164] dalam beberapa tahun lagi [1165]. Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). Dan di hari (kemenangan bangsa Rumawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman,


Ramalan menyatakan bangsa Romawi akan menang terhadap Persia sekalipun pada pertempuran awalnya mengalami kekalahan. Tetapi ada beberapa masalah disini :
• Menurut Yusuf Ali kata yang diterjemahkan sebagai beberapa tahun, "Bidh'un” mengindikasikan waktu 3 – 9 tahun. Sementara menurut sejarah Persia mengalahkan Romawi tahun 614 M atau 615 M, penyerangan balik oleh Romawi dimulai 622 M, kemenangan diraih pada 625 M, menjadikan periode 10 – 12 tahun.

• Teks qur’an yang asli tanpa huruf hidup. Jadi kata Arab SAYAGHLIBUNA, "MEREKA AKAN MENGALAHKAN" DAPAT DENGAN MUDAH DISESUAIKAN DENGAN PERUBAHAN 2 HURUF HIDUP MENJADI SAYUGHLABUNA, YANG BERARTI “MEREKA AKAN DIKALAHKAN”. Karena penambahan huruf hidup baru dilakukan beberapa puluh tahun setelah kejadian ini maka sangat mungkin itu dilakukan untuk menjadikan ayat diatas seolah-olah adalah suatu nubuatan.

• Bagaimanapun juga, “nubuatan” tersebut “digenapi” PADA SAAT QUR’AN BELUM DIBAKUKAN DAN DIBUKUKAN. Bagaimana ini bisa dikatakan nubuatan?.
• Romawi pada waktu itu sudah menjadi kerajaan Kristen. Kalau Kristen sudah dikafirkan, kenapa kaum beriman (muslim) harus BERGEMBIRA DI HARI KEMENANGAN KAUM KAFIR TERSEBUT??



7. TIDAK ADA KESALAHAN SEJARAH DAN ILMU PENGETAHUAN


Kita bisa melihat banyak kesalahan dalam qur’an, baik sejarah maupun pengetahuan.


• Kesatu : Zulkarnain

QS 18 : 83 – 98 menyebutkan seorang tokoh Zul-Qarnayn yang adalah muslim. Menurut tokoh Islam Ibn Hisham dan Al-Tabari Zul-Qarnayn adalah Aleksander Agung. Ironisnys, Aleksander Agung adalah seorang polytheis


• Kedua : Matahari terbenam dalam Lumpur

Dalam surah yang sama disebutkan matahari terbenam di lumpur. Sementara dalam QS 36 : 38 dan Bukhari vol 2 hal 743 disebutkan matahari bergerak. Kesimpulannya matahari bergerak hingga terbenam dalam lumpur.


• Ketiga : Orang Samaria dijaman Musa

QS 20 : 87, 94 menyebutkan orang Samiri (Samaritan) yang membuat patung anak lembu pada jaman Musa. Padahal kaum Samiri (Samaritan) baru muncul sekitar 600 tahun kemudian setelah kerajaan Israel terpecah 2 sekitar 931 SM menjadi Yehuda di selatan dan Israel di Utara. Oleh raja Omri dari Israel Utara sekitar tahun 879 SM dibangunlah ibu kota baru yaitu kota Samaria yang kemudian memunculkan sebutan orang-orang Samaria.


• Keempat : Penyaliban dijaman Musa

QS 7 : 124 Firaun mengancam dengan hukuman penyaliban. Padahal penyaliban tidak dikenal oleh orang-orang Mesir dan baru dipraktekkan sekitar abad ke 6 SM oleh orang Persia dan dipopulerkan oleh orang Romawi mulai abad ke 3 SM. Penyaliban di Mesir baru ada di abad ke 2 SM (1200 tahun setelah Musa) setelah Mesir jatuh ke tangan Romawi.


• Kelima : Nimrod dan Abraham

QS 21 : 68 – 69 menyebutkan Abraham dilemparkan dalam nyala api. Menurut tradisi muslim dilakukan oleh Nimrod raja Shinar (Babel), baca juga Kej 10 : 8 – 11. Padahal Nimrod hidup 7 generasi sebelum Abraham.


• Keenam : Masjidil Aqsa dijaman Muhammad SAW

QS 17 : 1 menyebutkan Muhammad dibawa ke Masjid al Aqsa (Bait Allah). Persoalannya Bait Allah sudah dihancurkan pasukan Titus pada tahun 70 M. Sementara Masjid al Aqsa baru dibangun tahun 691 M dibawah pengawasan Amir Abdul Malik. Ini jelas mengindikasikan bahwa Al-Qur’an ditulis ulang setelah tahun ini dan menjelaskan kenapa tidak ada satupun mushaf asli Usman yang selamat.


• Ketujuh : Maryam ibu Yesus saudara perempuan Harun

Yang paling parah adalah penyebutan Maryam ibu Yesus sebagai saudara perempuan Harun dan anak kandung Imran (S. 3:35; S. 19:28; S. 20:25-30; S. 66:12). Allah SWT mengira bahwa Miryam saudara perempuan Musa dan Harun yang adalah anak Amram adalah sama dengan Maryam ibu Yesus. Padahal antar keduanya ada beda waktu 1400 tahun. Kesalahan ini menjadikan Yesus adalah KEPONAKAN MUSA. Makanya oleh Allah SWT dikira hukuman salib sudah ada dijaman Musa.


• Kedelapan : Tujuh langit dan posisi bulan dan bintang.

QS 71 : 15 – 16 :
Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah menciptakan tujuh langit bertingkat-tingkat? Dan Allah menciptakan padanya bulan sebagai cahaya dan menjadikan matahari sebagai pelita?


Ayat ini sendiri sudah bermasalah, BAGAIMANA MUNGKIN MANUSIA BISA MEMPERHATIKAN ALLAH SWT MENCIPTAKAN 7 LANGIT. Satu pertanyaan yang tidak perlu ditanyakan karena waktu Allah SWT konon menciptakan langit kan BELUM ADA MANUSIA. Menurut ayat ini, matahari dan bulan diciptakan diantara ke 7 langit tersebut.

Terjemahan bahasa Indonesia sengaja membuat KESALAHAN. Kita lihat perbandingan dengan terjamahan Yusuf Ali :

QS 71 : 15 – 16 :
Do you not see how God has created the seven heavens
one above the other, and made THE MOON A LIGHT IN THEIR
MIDST (TERJ : DITENGAH-TENGAH 7 LANGIT) , and made the sun as a lamp?

Kenapa harus ada KESALAHAN TERJEMAHAN, karena :
QS 37 : 6 :
Sesungguhnya Kami telah menghias LANGIT YANG TERDEKAT dengan hiasan, yaitu BINTANG-BINTANG,

Jadi menurut Al-Qur’an, bintang-bintang (dilangit terdekat) LEBIH DEKAT ke bumi dibandingkan bulan (dilangit ke 4). Satu kesalahan astronomi yang sangat parah.


• Kesembilan : Langit adalah atap

QS 2 : 22 : Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap

Pemahaman atap ini adalah SEPERTI ATAP TENDA yang terbuat dari sesuatu yang solid dan tidak retak.
QS 50 : 6 :
Maka apakah mereka tidak melihat akan langit yang ada di atas mereka, bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya dan langit itu TIDAK MEMPUNYAI RETAK-RETAK SEDIKITPUN ?


• Kesepuluh : Asal susu sapi

Menurut Al-Quran, susu sapi tercipta dari antara DARAH DAN TAHI. Menjijikkan.
QS 16 : 66 :
Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum dari pada apa yang berada dalam perutnya (berupa) SUSU YANG BERSIH ANTARA TAHI DAN DARAH, yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya.

Bandingkan dengan terjemahan berikut :
"... between EXCRETIONS AND BLOOD ..." Yusuf Ali
"... from betwixt the FECES AND THE BLOOD ..." M. M. Ali-
"... from between EXCRETIONS AND BLOOD ..." M. Taqi-ud Din Al-Hillali - M. Muhsin Khan


• Kesebelas : Yahudi dirubah menjadi monyet dan babi.


QS 2 : 65 :
Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar diantaramu pada hari Sabtu [59], lalu Kami berfirman kepada mereka: "JADILAH KAMU KERA [60] YANG HINA".

QS 5 : 60 :
Katakanlah: "Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang-orang fasik) itu disisi Allah, yaitu orang-orang yang dikutuki dan dimurkai Allah, di antara mereka (ada) yang DIJADIKAN KERA DAN BABI [424]


Kapan dalam catatan sejarah terjadi peristiwa ini??.


• Keduabelas : Yesus sudah meninggal atau belum

Dalam QS 19 : 33 dikatakan Yesus berkata
“Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari AKU DILAHIRKAN, PADA HARI AKU MENINGGAL DAN PADA HARI AKU DIBANGKITKAN hidup kembali".

Penafsiran muslim yang dipaksakan adalah bahwa kematian dan kebangkitan Yesus mengcau pada kedatangan keduanya dimana beliau akan hidup 40 tahun, meninggal dan dibangkitkan. Menurut muslim, Yesus tidak disalibkan melainkan menurut QS 4 : 157 – 159 diangkat hidup-hidup ke surga.
Namun TAFSIR MUSLIM BERUBAH 180 DERAJAT pada saat menafsirkan KALIMAT YANG SAMA TENTANG NABI YAHYA dalam QS 19 : 15 : “Kesejahteraan atas dirinya pada hari ia dilahirkan dan pada hari ia meninggal dan pada hari ia dibangkitkan hidup kembali.”
Dipercaya bahwa nabi Yahya telah meninggal dan akan dibangkitkan kemudian.

Selain itu dalam QS 19 : 31 dikatakan : "dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) ZAKAT SELAMA AKU HIDUP

Jika Yesus belum meninggal, berarti beliau masih harus terus membayar zakat. DAN KEPADA SIAPA ZAKAT ITU DIBAYARKAN YESUS DI SURGA SELAMA SEKITAR 2000 TAHUN INI??

Itulah sebabnya Yusuf Alipun kebingungan saat menafsirkan ayat QS 19 : 33, dan memberikan catatan :
(Ali, The Holy Quran, hal.774, f. 2485)
Christ was not crucified (iv 157). But those who believe that he never died should ponder over this verse.

Kristus tidaklah disalibkan (iv 157). NAMUN MEREKA YANG PERCAYA BAHWA BELIAU TIDAK PERNAH MENIGGAL HARUS MEMPERTIMBANGKAN AYAT INI.

Lebih menarik lagi ketika membaca ayat berikut :
QS. 3 : 144 :
Terjemahan Muhammad Asad
"And Muhammad is only an Apostle; ALL THE [OTHER] APOSTLES HAVE passed away before him..."
Terjemahan Maulvi Sher Ali
"verily ALL MESSENGERS HAVE PASSED AWAY before him."
Terjemahan Maulani Muhammad Ali
"messengers have already passed away before him."

Sementara terjemahan Indonesia agak diselewengkan dengan menyatakan :
Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh TELAH BERLALU SEBELUMNYA BEBERAPA ORANG RASUL [234]

Kata Arabnya adalah al-russul, yang terjemahannya adalah the messengers, yang berarti tertentu dan jamak, mengindikasikan semua rasul sesuai terjemahan Muhammad Asad dan Maulvi Sher Ali.

Maulani Muhammad Ali (seorang Ahmadiyah) menuliskan :
Ali, Holy Quran [Ahmadiyya Anjuman Isha'at Islam Lahore, inc. U.S.A., 1995], hal 168-169, f. 496)
"... This verse affords a conclusive proof that Jesus Christ was also dead..."
“… AYAT INI MEMBERIKAN BUKTI KONKLUSIF BAHWA YESUS KRISTUS JUGA MENINGGAL …”



8. PENGAMBARAN YANG TEPAT DARI EMBRIOLOGI


Bukti terakhir adalah tentang dituliskannya tahapan embriologi dalam qur’an yang tidak mungkin diketahui pada abad ke 6 M yang disinggung oleh Keith Moore dan Maurice Buchaille.

Buku karya Keith Moore yang berjudul The Developing Human, edisi ke 3 dicetak dalam 2 versi. Versi standard yang digunakan di dunia barat, dan versi Islam yang digunakan dibeberapa negara Islam. Dengan membandingkan kedua versi tersebut, terlihat bahwa Keith Moore sendiri tidak yakin dengan “penemuan ilmiah” dalam qur’an yang akan dapat membahayakan reputasinya sebagai akademisi di dunia barat.

Sebagai contoh :


Pertama :

QS 23 : 14
"Kemudian KAMI menjadikan air mani itu segumpal darah, lalu segumpal darah itu KAMI jadikan segumpal daging …..

Ini jelas salah, karena tidak pernah ada periode dimana sperma atau sel telur yang telah dibuahi oleh sperma berubah menjadi segumpal darah.
Uniknya KESALAHAN INI JUGA DISADARI OLEH BUCHAILLE, yang dalam bukunya menyebutkan :

Bucaille, Bible, Quran and Science, halaman .200
The majority of translations describe, for example, man's formation from a 'blood clot' or an 'adhesion.' A statement of this kind is totally unacceptable to scientists specializing in this field.."

Mayoritas terjemahan menuliskan, sebagai contoh, manusia dibentuk dari “segumpal darah” atau “gumpalan”. STATEMEN SEPERTI INI JELAS TIDAK BISA DITERIMA OLEH ILMUWA-ILMUWAN YANG SPESIAL DIBIDANG INI.

Oleh karenanya, BUCHAILLE DENGAN SENGAJA TELAH MENGUSULKAN TERJEMAHAN YANG SALAH YAITU “SESUATU YANG MENEMPEL DI GUMPALAN” yang mengindikasikan fetus menempel di uterus melalui placenta. (halaman 186 – 187)

Ide bahwa manusia berkembang dari gumpalan darah BERASAL DARI ARISTOTELES (322 SM – 384 SM), yang mempercayai bahwa manusia berasal dari sperma yang jatuh ke darah menstruasi wanita. Pandangan inilah yang kemudian diambil oleh Al-Qur’an karena hal inilah yang KELIHATAN OLEH MATA. Wanita setiap bulannya akan mengeluarkan darah mensutruasi sehingga pemikiran Allah SWT / Muhammad SAW menyimpulkan kemudian bahwa manusia berasal dari segumpal darah. Pandangan ini jelas salah. Tidak ada fasenya dimana sperma yang telah membuahi sel telur berubah menjadi segumpal darah. Kejadian ini hanya mungkin terjadi dalam KONDISI JANIN TIDAK BERKEMBANG. Jadi EMBRIO YANG TIDAK BERKEMBANG BERUBAH MENJADI GUMPALAN DARAH. Karena Muhammad memiliki banyak istri, sangat mungkin ada diantara istri-istrinya yang keguguran dan dari pengamatan dari rahim sang istri akan keluarlah gumpalan darah yang adalah embrio yang tidak berkembang.


Kedua :


QS 23 : 14
"Kemudian KAMI menjadikan air mani itu segumpal darah, lalu segumpal darah itu KAMI jadikan segumpal daging, lalu segumpal daging itu KAMI jadikan tulang-tulang, maka KAMI liputi tulang-tulang itu dengan daging, kemudian KAMI menjadikannya satu bentuk yg lain. MAHASUCI ALLAH, sebaik-baik PENCIPTA"

Jadi menurut Al-Qur’an :
Air mani – segumpal darah – segumpal daging – diubah menjadi tulang – meliputi tulang dengan daging – diciptakan bentuk lainnya.

Menurut Prof Keith Moore dalam edisi standardnya, jaringan dimana tulang berasal yaitu mesoderm, adalah jaringan yang sama yang menghasilkan otot dan daging. Jadi tulang dan daging berkembang bersama-sama, bukan tulang dulu baru daging seperti pandangan al-Qur’an. Lagipula pandangan bahwa TULANG DILIPUTI DAGING BERASAL DARI ILMUWAN YUNANI YAITU GALEN DARI PERGAMUS (129 M – 216 M)

Sumber Encyclopaedica Britannica 2003 :
Hingga tahun 500 M hasil karyanya diajarkan dan dirangkum di Alexandria, dan teorinya telah dikutip dibuku-buku medical di Byzantium. Manuskrip Yunaninya dikoleksi dan diterjemahkan dalam bahasa Arab sekitar tahun 850 M oleh Hunayn ibn Ishaq ……

Pengetahuan ini tidaklah istimewa, karena orang-orang kuno juga membuat patung-patung manusia atau binatang dengan teknik yang sama yaitu membuat rangka dengan rangkaian batang kemudian membungkusnya dengan lumpur atau tanah liat. Pengetahuan yang jauh dari ilmiah, melainkan lebih menggambarkan pandangan kuno yang salah.


Ketiga :


Quran 86:5-7
Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan? Dia diciptakan dari air yang terpancar, yang keluar dari antara tulang sulbi dan tulang dada.

Jadi menurut Al Quran air mani itu dipancarkan dari antara tulang rusuk dan tulang dada. Padahal kita semua tahu bahwa sel mani di produksi di testis yang jaraknya cukup jauh dari kedua tulang yang dimaksud.

Uniknya pandangan ini tampaknya dicontek dari PENGAJARAN HIPPOCRATES di abad 5 SM (1100 tahun sebelum Muhammad SAW)

Sumber :
Hippocratic Writings
Penguin Classics, 1983, halaman 317-8
“sperma dihasilkan dari semua cairan dalam tubuh, disebarkan dari otak melalui sumsum tulang belakang kemudian melalui ginjal hingga testikel dan organ pria.


Keempat :


Tidak disebutkan sama sekali peran dari sel telur wanita. Jadi Al-Qur’an hanya dapat menuliskan air mani karena itu kelihatan mata. SEMENTARA YANG TIDAK KELIHATAN MATA TIDAK DIKETAHUI.
Apakah manusia hanya tercipta dari air mani saja? Dimanakah sel telur dan peran perempuan?

Itulah sebabnya versi “Islam” dari bukunya bahkan TIDAK TERSEDIA DI BRITISH LIBRARY, US LIBRARY DAN DI PERPUSTAKAAN-PERPUSTAKAAN DINEGARA MAJU LAINNYA. Kenapa??? Karena Keith Moore sadar bahwa penemuan ilmiah dalam qur’an itu bertentangan dengan pengetahuan yang umum, bahkan juga bertentangan dengan apa yang dia tulis di edisi standardnya.

Dalam bibliografi untuk bab 1 dalam bukunya, Keith Moore mencantumkan buku rujukan The History of Embryology karya J. Needham yang dikenal sebagai salah satu pakar embryology. Uniknya, J. Needham dalam buku tersebut sama sekali tidak terkesan dengan klaim embriologi qur’an. Setelah membahas embriologi yang dikenal dalam budaya kuno Yunani, India dan Mesir sebanyak 60 halaman, J. Needham hanya memberikan tidak lebih dari 1 halaman tentang embriologi qur’an dengan menyimpulkan :

Ilmu pengetahuan Arab, yang begitu sukses dengan ilmu astronominya, ternyata tidak banyak bermanfaat dalam bidang embriologi……….. hanyalah pengulangan dari apa yang diajarkan oleh Aristoteles dan Ayer-veda.


Jadi masih ajaibkah??


Disalin dari VIVALDI :


Teori Kompilasi Al-qur'an


Muslim sering mengkritik Alkitab dengan menuliskan tentang sumber J, E, P, D yang mengasumsikan bahwa Taurat adalah kompilasi dari beberapa penulsi yang ditulis lama setelah nabi Musa meninggal. Salah satu yang mengangkat topik ini adalah Maurice Buchaille.

Kritik sumber J, E, P, D memang sudah cukup lama. Namun harus dimengerti bahwa tidak pernah ada bukti otentik salinan-salinan J, E, P dan D tersebut. Semuanya murni teoritis. Bentuk teori yang dianggap final diterbitkan oleh Julius Wellhausen tahun 1895.

Namun sangat menarik, karena kritik teks dan kritik bentuk sastra dengan mudah dapat juga diterapkan kepada Al-Qur’an.

Pembahasan disini saya tujukan kepada TEORI KOMPILASI QUR’AN, yang pertama kali diangkat oleh Patricia Crone dan Michael Cook.


Dikutip dari :
Hagarism: The Making of the Islamic World
Patricia Crone and Michael Cook
Cambridge, 1977, halaman 18

[The Qur'an] is strikingly lacking in overall structure, frequently obscure and inconsequential in both language and content, perfunctory in its linking of disparate materials, and given to the repetition of whole passages in variant versions. On this basis it can plausibly be argued that the book is the product of belated and imperfect editing of materials from a plurality of traditions.

Qur’an sangatlah kurang dalam keseluruhan strukturnya, sulit dimengerti, sangat tidak menentu dalam bahasa dan isinya, sambungan-sambungan material yang tidak sama, pengulangan-pengulangan pasal dalam variasi yang berbeda-beda. Dengan dasar ini, cukup meyakinkan untuk berargumentasi bahwa Qur’an adalah PRODUK KEMUDIAN dari hasil EDITING YANG TIDAK SEMPURNA dari TRADISI YANG BERBEDA-BEDA.


Coba kita terapkan kritik teks dan kritik bentuk sastra yang sama terhadap Al-Qur’an seperti yang diterapkan kepada Alkitab.


Penurunan Al-qur’an dibagi menjadi 2 periode, yaitu Makiyah dan Madaniyah. Karena Al-Qur’an yang sekarang digunakan secara umum adalah EDISI MESIR yang diterbitkan tahun 1923, maka saya menggunakan kronologis surah-surah menurut edisi Mesir tersebut, yang menyatakan :
• Surah Makiyah ada sejumlah 86
• Surah Madaniyah ada sejumlah 28


Kita lihat dari beberapa criteria.


I. Penggunaan Kata Rabb dan Allah


Padanan kata Arab, Ibrani dan Inggris.
Allah = Elohim = God
Rabb = Adonai = Yehova = Lord

Kita ambil beberapa surah saja untuk melihat penggunaan Rab dan Allah ini :

• Dari periode Mekah awal : sura 54, 55 dan 56, kata Rabb digunakan 1 kali, 36 kali dan 3 kali, sementara kata ALLAH SAMA SEKALI TIDAK DIGUNAKAN.

• Periode Medinah : sura 48 (6 H), 49 (9 H) dan 58 (5 – 7 H), kata Allah digunakan 19 kali, 27 kali dan 40 kali, sementara kata RABB SAMA SEKALI TIDAK DIGUNAKAN.


Berdasarkan kritik teks penggunaan kata Rabb dan Allah, berarti sudah ada 2 sumber Qur’an yang digunakan disini, yaitu :

1. Sumber R (Rabb) yang berasal dari awal Mekah dimana hanya menggunakan kata RABB

2. Sumber A (Allah) yang berasal dari setelah hijrah, dimana hanya menggunakan kata ALLAH



II Kisah Ibrahim didatangi tamu-tamunya


Kita lihat dari kisah bagaimana Ibrahim didatangi oleh tamu-tamunya yang menyatakan dia akan mendapat anak diusia tuanya.


1. Sumber DR (Deutero Rabb = Rabb Kemudian)
Dikutip dari surah 51 Al Dzariyat yang adalah surah ke 67 yang diturunkan di Mekah menurut kronologis Mesir

QS 51 : 24 – 30, mengisahkan :
• Diceritakan Ibrahim menyuguhkan daging anak sapi yang DIBAKAR
• Reaksi istri istri Ibrahim memekik lalu menepuk mukanya sendiri dan berkata “seorang perempuan tua yang mandul”
• Tidak disebutkan sama sekali reaksi dari Ibrahim.
• Di sura ini kata Allah dan Rabb digunakan bersama-sama yaitu 3 kali dan 5 kali.


Karena kata Rabb dan Allah sudah digunakan bersama-sama, berarti ada 1 sumber lagi yang bisa disimpulkan yaitu sumber DA (Deutero Rabb)



2. Sumber PA (Proto Allah = Sebelum Allah)


Dikutip dari surah 15 Al-Hijr yang adalah surah ke 54 yang diturunkan di Mekah menurut kronologis Mesir. Menurut sarjana barat : Weil menempatkan sebagai surah ke 2 yang terakhir, Noeldeke menempatkan sebagai surah ke 13 yang terakhir. Dapat dikatakan ini adalah surah pada PERIODE AKHIR MEKAH.


QS 15 : 51 – 56, mengisahkan cerita yang berkebalikan dari QS 51 :

• Tidak ada cerita Ibrahim menyuguhkan daging anak sapi
• Tidak menyebutkan sama sekali reaksi dari istri Ibrahim,
• sebaliknya disebutkan reaksi ketidakpercayaan Ibrahim terhadap berita yang dibawa tamu-tamunya.
• Disura ini kata Allah digunakan 9 kali dan kata Rabb digunakan 9 kali juga.


Sekalipun dapat diperdebatkan, karena sura ini sudah mendekati periode akhir Mekah atau awal hijrah dimana pengaruh sumber A sudah lebih kuat maka bisa disimpulkan sumbernya adalah PA (Proto Allah)


3. Sumber E (Editing)


Dikutip dari surah 11 Hud yang adalah surah ke 52 yang diturunkan di Mekah menurut kronologis Mesir. Sementara menurut sarjana barat, surat Hud adalah surat-surat akhir periode Mekah.

QS 11 : 69 – 74, cerita sudah lebih lengkap dibandingkan QS 51 dan QS 15, dimana :

• Cerita Ibrahim menyuguhkan daging anak sapi muncul kembali, namun dengan perubahan menjadi daging yang DIPANGGANG, bukan DIBAKAR.
• istri Ibrahim sudah berkata-kata panjang lebar, “Sungguh mengherankan, apakah aku akan melahirkan anak padahal aku adalah seorang perempuan tua, dan ini suamikupun dalam keadaan yang sudah tua pula? Sesungguhnya ini benar-benar sesuatu yang sangat aneh.”
• Keberadaan Ibrahim juga disebutkan


Karena ceritanya sudah lebih lengkap dan ada editing dari daging BAKAR menjadi daging PANGGANG, begitupula ucapan istri Ibrahim maka dapat disimpulkan ada proses editing berupa penggabungan kemudian. Kita bisa menyebutkan sumber E (Editing)



III Kisah yang muncul hanya 1 kali


1. Sumber T (Tambahan)

Dikutip dari surah 37 Al-Al Shaffat yang adalah surah ke 56 yang diturunkan di Mekah menurut kronologis Mesir

QS 37 : 99 – 103, ada kisah pengurbanan anak Ibrahim.

Cerita ini HANYA MUNCUL 1 KALI. Hal ini sungguh aneh karena tidak biasanya Al-Qur’an tidak mengulang-ulang cerita yang sama. Jadi pasti ada 1 sumber lagi yang MENAMBAHKAN cerita-cerita yang hanya muncul 1 kali, sumber ini dapat dinamakan T (Tambahan).

Jadi jika kita menerapkan kritik teks dan kritik bentuk sastra seperti yang dikenakan pada Alkitab, maka kita dapat berteori bahwa ada 6 sumber-sumber Al-Qur’an yaitu :
1. Sumber R, yang muncul diawal Mekah
2. Sumber A, yang muncul di Madinah
3. Sumber DR, yang merupakan penggabungan dari sumber R dan A, namun pengaruh R masih lebih kuat
4. Sumber PA, yang merupakan penggabungan dari sumber A dan R, namun karena sudah menjelang hijrah tampaknya sumber A lebih kuat
5. Sumber E, yang merupakan editing kemudian dari kisah-kisah yang telah diceritakan berulang-ulang
6. Sumber T, yang merupakan penambahan paling belakang dengan menambahkan kisah yang belum pernah ada.

Coba kita lihat hipotesa diatas dengan membahas satu cerita lagi.
Contoh yang akan dibahas adalah cerita tentang pemusnahan Bani Ad, saya ambil dari 4 sura Makiyah dan 1 sura Madaniyah yang menunjukkan adanya indikasi perbedaan sumber dan perubahan tersebut.


Pertama :
Tidak ada cerita tentang bagaimana Bani Ad dimusnahkan


Dikutip dari suta 89 Al-Fajr yang adalah surah ke 10 Makiyah yang diturunkan menurut kronologis Mesir
QS 89 : 6 :
“Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap kaum Ad …….


Belum ada penjabaran ceritanya :
• Tidak disebutkan hukumannya apa
• Tidak disebutkan lamanya hukuman
• Kata Rabb digunakan 8 kali, kata Allah tidak digunakan.
• Berasal dari awal Mekah
Jadi bisa dikategorikan berasal dari SUMBER R (Rabb)

Catatan tambahan :
QS 89 : 6 :
Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap kaum Ad?

Kisah bani Ad pertama muncul di QS 89 : 6 ini, jadi belum ada kisah tentang bani Ad sebelumnya. Bagaimana mungkin muncul pertanyaan “Apakah kamu tidak memperhatikan …..?
Jelas ini mengindikasikan bahwa cerita bani Ad PASTI SUDAH DIKETAHUI sebelumnya, atau dengan kata lain ADA CERITA LEGENDA tentang bani Ad yang telah beredar sebelumnya.
Kalau begitu Al-qur’an mengandung cerita legenda, jadi tidak seluruhnya firman Allah??


Kedua :
Bani Ad dimusnahkan dalam 1 hari.


Dikutip dari sura 54 Al Qamar yang adalah surah ke 37 Makiyah yang diturunkan menurut kronologis Mesir.

QS 54 : 19 :
“Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang sangat kencang pada HARI NAAS yang terus menerus
Terjemahan Yusuf Ali :
For We sent against them a furious wind on A DAY of violent disaster

Cerita sudah lebih lengkap :
• Hukumannya disebutkan yaitu ANGIN YANG SANGAT KENCANG
• Lamanya disebutkan yaitu 1 HARI
• Dikisahkan dalam 5 ayat yang lebih panjang daripada QS 89
• Kata Rabb digunakan 1 kali kata Allah juga digunakan 1 kali.
• Namun lebih dekat awal Mekah.
Jadi bisa dikategorikan berasal dari SUMBER DR (Deutero Rabb = Rabb yang Kemudian)


Ketiga :
Bani Ad dimusnahkan dalam beberapa hari


Dikutip dari sura 41 Fushshilat yang adalah surah ke 61 Makiyah yang diturunkan menurut kronologis Mesir

QS 41 : 16 :
“Maka Kami meniupkan angin yang amat gemuruh kepada mereka dalam BEBERAPA HARI yang sial …

Cerita sudah lebih lengkap lagi dibandingkan QS 54 :

• Hukuman dipertegas lagi dimana bukan hanya sekedar angin kencang, namun ANGIN YANG AMAT GEMURUH jadi semacam BADAI
• Lamanya sudah berubah dari 1 hari menjadi BEBERAPA HARI
• Dikisahkan dalam 6 ayat (ayat 13 – ayat 18) yang lebih panjang dibandingkan QS 54.
• Kata Rabb digunakan 12 kali, kata Allah digunakan 14 kali.
• Lebih dekat akhir Mekah
Jadi bisa dikategorikan berasal dari SUMBER PA (Proto Allah)


Keempat :
Bani Ad dimusnahkan dalam 7 malam dan 8 hari


Dikutip dari surah 69 Al Haaqqah yang adalah surah ke 78 Makiyah yang diturunkan menurut kronologis Mesir
QS 69 : 6 – 7 :
”Yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama 7 malam dan 8 hari terus menerus …….

Cerita mengalami editing lagi, dimana :
• Angin yang amat kencang dan angin yang amat gemuruh karena dirasa tidak sinkron makanya dituliskan hanya ANGIN ITU saja. Jadi bisa ditafsirkan angin kencang maupun angin gemuruh.
• Lamanya sudah diperjelas dari BEBERAPA HARI menjadi 7 MALAM 8 HARI.
• Karena cerita hanya bersifat informasi tambahan, maka hanya dikisahkan dalam 5 ayat (ayat 4 – ayat 8) yang lebih pendek daripada QS 54 dan 41.
Namun karena kisah ini sudah pernah muncul sebelumnya, jadi bisa dikategorikan berasal dari SUMBER E (Editing)


Kelima :
Hukuman dengan merobohkan tembok.


Dikutip dari surah 22 Al Hajj yang adalah surah ke 17 Madaniyah yang diturunkan menurut kronologis Mesir

QS 22 : 42 – 45
• Tidak ada penggambaran hukuman angin, melainkan hukuman adalah dengan merobohkan tembok-tembok menutupi atap-atap.
• Kata Rabb ditemukan 8 kali, kata Allah ditemukan 50 kali
Karena diturunkan di periode Madinah akhir, maka dapat dikategorikan berasal dari SUMBER A. Namun karena kata Rabb juga muncul, sangat mungkin kata-kata Rabb ini ditambahkan kemudian oleh SUMBER T.


Terlihat bagaimana adanya perbaikan dan editing terhadap Al-Qur’an sesuai dengan kronologisnya :

• Ayat yang pertama QS 89 : 6, tidak menyebut apa hukumannya
• Ayat yang kedua QS 54 : 19 menyebut 1 hari
• Ayat berikutnya QS 41 : 16, setelah nabi SAW lebih mengetahui tentang kisah bani Ad ternyata berubah menjadi “beberapa hari”
• Ayat berikutnya QS 69 : 7, karena dirasa ayat sebelumnya tidak memuaskan karena hanya menyebut “beberapa hari”, maka harus diperjelas dengan menuliskan 7 malam dan 8 hari.
• Ayat berikutnya QS 22 : 42 – 45 mengisahkan cerita yang sama sekali berbeda karena berasal dari periode Madinah



Namun sekali lagi, ini hanya teori.


Salam


61. DISTORSI NUBUAT LUKAS 4: KEBANGKITAN YESUS

Ketika murid-murid Yesus sedang bercakap-cakap dengan teman-teman mereka di Yerusalem, konon, Yesus tiba-tiba muncul di tengah-tengah mereka. Kontan saja, murid-murid dan orang-orang menjadi takut, karena mereka menyangka melihat hantu. Akan tetapi, Yesus berusaha meyakinkan mereka bahwa apa yang mereka lihat bukanlah hantu, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya. Untuk lebih meyakinkan mereka, Yesus menanyakan makanan kepada mereka, kemudian mereka memberi Yesus sepotong ikan goreng dan Yesuspun memakannya di depan mata mereka. Setelah itu, Yesus berkata kepada mereka:

Ia berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur." (Lukas 24:44)

Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci. (Lukas 24:45)

Kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga, (Lukas 24:46)

Lukas mengklaim, bahwa seluruh nubuat Perjanjian Lama harus digenapi oleh Yesus, sebagaimana pernyataannya yang dinisbahkan ke dalam mulut Yesus dalam Lukas 24:44 di atas. Namun demikian, hanya diselingi satu ayat pendek saja (Lukas 24:45), Lukas, melalui mulut Yesus, membuat pernyataan yang menimbulkan pertanyaan besar, yakni pernyataan Yesus dalam Lukas 24:46.

Terlepas dari persoalan kontroversi tentang penyaliban, kematian, dan kebangkitan Yesus,** di sini secara tegas Lukas, dalam Lukas 24:46, menyatakan bahwa kebangkitan Yesus dari antara orang mati pada hari yang ketiga merupakan pemenuhan nubuat. Tentu saja, bagi orang awam hal ini bisa semakin menebalkan keyakinan mereka, akan tetapi, yang patut dipertanyakan bersama, dari manakah Lukas mengutip ayat nubuat tersebut, atau, di manakah ada tertulis ayat nubuat tersebut?

Lukas 24:46 memberikan legitimasi yang kuat akan keyakinan adanya kebangkitan Yesus dari antara orang mati. Akan tetapi, sungguh sangat ironis, ayat nubuat yang dikutip Lukas tersebut, sama sekali tidak ada dalam seluruh naskah Perjanjian Lama! Mungkin sekali, Lukas mengada-adakan sendiri ayat nubuat tersebut yang seolah-olah telah digenapi oleh Yesus untuk dijadikan legitimasi adanya peristiwa khayal kebangkitan Yesus dari dalam kubur.

Pembaca dapat membandingkan sendiri, betapa ironisnya, antara pernyataan Yesus dalam Lukas 24:44 yang konon seluruh nubuat Perjanjian Lama harus digenapi oleh Yesus, dengan pernyataan Yesus dalam Lukas 24:46 yang tidak ada rujukannya sama sekali.

Singkatnya, Lukas memiliki nubuat yang "dikutip" yang sama sekali tidak ada!

Bukan hanya Lukas, kitab-kitab PB yang lain juga menulis bahwa Yesus bangkit pada hari ketiga :


* Matius 12:40
LAI TB, Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam.
KJV, For as Jonas was three days and three nights in the whale's belly; so shall the Son of man be three days and three nights in the heart of the earth.
Textus Receptus (TR), ωσπερ γαρ ην ιωνας εν τη κοιλια του κητους τρεις ημερας και τρεις νυκτας ουτως εσται ο υιος του ανθρωπου εν τη καρδια της γης τρεις ημερας και τρεις νυκτας
Translit, HÔSPER GAR ÊN IÔNAS EN TÊ KOILIA TOU KÊTOUS TREIS HÊMERAS KAI TREIS NUKTAS HOUTÔS ESTAI HO HUIOS TOU ANTHRÔPOU EN TÊ KARDIA TÊS GÊS TREIS HÊMERAS KAI TREIS NUKTAS


* Markus 16:9
Setelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan.


* Kisah Para Rasul 10:40
Yesus itu telah dibangkitkan Allah pada hari yang ketiga, dan Allah berkenan, bahwa Ia menampakkan diri,


* 1 Korintus 15:4
bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci;



RUJUKANNYA DALAM PERJANJIAN LAMA :


* Keluaran 19:11
LAI TB, Menjelang hari ketiga mereka harus bersiap, sebab pada hari ketiga TUHAN akan turun di depan mata seluruh bangsa itu di gunung Sinai.
KJV, And be ready against the third day: for the third day the LORD will come down in the sight of all the people upon mount Sinai.
Hebrew,
וְהָיוּ נְכֹנִים לַיֹּום הַשְּׁלִישִׁי כִּי ׀ בַּיֹּום הַשְּׁלִישִׁי יֵרֵד יְהוָה לְעֵינֵי כָל־הָעָם עַל־הַר סִינָי׃
Translit, VEHAYU NEKHONIM LAYOM HASYELISYI KI BAYOM HASYELISYI YERED YEHOVAH LE'EINEY KHOL-HA'AM 'AL-HAR SINAI


* Hosea 6:2
LAI TB, Ia akan menghidupkan kita sesudah dua hari, pada hari yang ketiga Ia akan membangkitkan kita, dan kita akan hidup di hadapan-Nya.
KJV, After two days will he revive us: in the third day he will raise us up, and we shall live in his sight.
Hebrew,
יְחַיֵּנוּ מִיֹּמָיִם בַּיֹּום הַשְּׁלִישִׁי יְקִמֵנוּ וְנִחְיֶה לְפָנָיו׃
Translit, YEKHAYENU MÏYOMAYIM BAYOM HASYELISYI YEQIMENU VENIKHYEH LEFANAV


* Yunus 1:17
LAI TB, Maka atas penentuan TUHAN datanglah seekor ikan besar yang menelan Yunus; dan Yunus tinggal di dalam perut ikan itu tiga hari tiga malam lamanya.
KJV, Now the LORD had prepared a great fish to swallow up Jonah. And Jonah was in the belly of the fish three days and three nights.
Hebrew,
וַיְמַן יְהוָה דָּג גָּדֹול לִבְלֹעַ אֶת־יֹונָה וַיְהִי יֹונָה בִּמְעֵי הַדָּג שְׁלֹשָׁה יָמִים וּשְׁלֹשָׁה לֵילֹות׃
Translit, VAYMAN YEHOVAH DAG GADOL LIVLOA' 'ET-YONAH VAYHÏ YONAH BIM'EY HADAG SYELOSYAH YAMIM USYELOSYAH LEYLOT



Dibawah ini, saya copy/paste, maaf, dalam bahasa Inggris, tentang Hosea 6:2 tersebut


* John Calvin's Commentaries

This place the Hebrew writers pervert, for they think that they are yet to be redeemed by the coming of the Messiah; and they imagine that this will be the third day: for God once drew them out of Egypt, this was their first life; then, secondly, he restored them to life when he brought them back from the Babylonish captivity; and when God shall, by the hand of the Messiah, gather them from their dispersion, this, they say, will be the third resurrection. But these are frivolous notions.

Not withstanding, this place is usually referred to Christ, as declaring, that God would, after two days, and on the third, raise up his Church; for Christ, we know, did not rise privately for himself, but for his members, inasmuch as he is the first-fruits of them who shall rise. This sense does not seem then unsuitable, that is, that the Prophet here encourages the faithful to entertain hope of salvation, because God would raise up his only-begotten Son, whose resurrection would be the common life of the whole Church.

Yet this sense seems to me rather too refined. We must always mind this, that we fly not in the air. Subtle speculations please at first sight, but afterwards vanish. Let every one, then, who desires to make proficiency in the Scriptures always keep to this rule-to gather from the Prophets and apostles only what is solid.

Let us now see what the Prophet meant. He here adds, I doubt not, a second source of consolation, that is, that if God should not immediately revive his people, there would be no reason for delay to cause weariness, as it is wont to do; for we see that when God suffers us to languish long, our spirits fail; and those who at first seem cheerful and courageous enough, in process of time become faint.

As, then, patience is a rare virtue, Hosea here exhorts us patiently to bear delay, when the Lord does not immediately revive us. Thus then did the Israelites say, "After two days will God revive us; on the third day he will raise us up to life".

What did they understand by two days? Even their long affliction; as though they said, "Though the Lord may not deliver us from our miseries the first day, but defer longer our redemption, our hope ought not yet to fail; for God can raise up dead bodies from their graves no less than restore life in a moment." When Daniel meant to show that the affliction of the people would be long, he says, 'After a time, times, and half time,' (Daniel 7:25). That mode of speaking is different, but then as to sense it is the same. He says, 'after a time,' that is, after a year; that would be tolerable: but it follows, 'and times,' that is, many years: God afterwards shortens that period, and brings redemption at a time when least expected. Hosea mentions here two years, because God would not afflict his people for one day, but, as we have before seen, subdue them by degrees; for the perverseness of the people had so prevailed, that they could not be soon healed.

As when diseases have been striking roots for a long time, they cannot be immediately cured, but there is need of slow and various remedies; and were a physician to attempt immediately to remove a disease which had taken full possession of a man, he certainly would not cure him, but take away his life: so also, when the Israelites, through their long obstinacy, had become nearly incurable, it was necessary to lead them to repentance by slow punishments. They therefore said, "After two days God will revive us"; and thus they confirmed themselves in the hope of salvation, though it did not immediately appear: though they long remained in darkness, and the exile was long which they had to endure, they yet did not cease to hope: "Well, let the two days pass, and the Lord will revive us."

We see that a consolation is here opposed to the temptations, which take from us the hope of salvation, when God suspends his favor longer than our flesh desires. Martha said to Christ, 'He is now putrid, it is the fourth day.' She thought it absurd to remove the stone from the sepulchre, because now the body of Lazarus was putrified. But Christ in this instance designed to show his own incredible power by restoring a putrid body to life. So the faithful say here, "The Lord will raise us up after two days": "Though exile seems to be like the sepulchre, where putridity awaits us, yet the Lord will, by his ineffable power, overcome whatever may seem to obstruct our restoration." We now perceive, as I think, the simple and genuine sense of this passage.

But at the same time I do not deny but that God has exhibited a remarkable and a memorable instance of what is here said in his only-begotten Son. As often then as delay begets weariness in us, and when God seems to have thrown aside every care of us, let us flee to Christ; for, as it has been said, His resurrection is a mirror of our life; for we see in that how God is wont to deal with his own people: the Father did not restore life to Christ as soon as he was taken down from the cross; he was deposited in the sepulchre, and he lay there to the third day. When God then intends that we should languish for a time, let us know that we are thus represented in Christ our head, and hence let us gather materials of confidence. We have then in Christ an illustrious proof of this prophecy. But in the first place, let us lay hold on what we have said, that the faithful here obtain hope for themselves, though God extends not immediately his hand to them, but defers for a time his grace of redemption.

Then he adds, "We shall live in his sight", or before him. Here again the faithful strengthen themselves, for God would favor them with his paternal countenance, after he had long turned his back on them, "We shall live before his face". For as long as God cares not for us, a sure destruction awaits us; but as soon as he turns his eyes to us, he inspires life by his look alone. Then the faithful promise this good to themselves that God's face will shine again after long darkness: hence also they gather the hope of life, and at the same time withdraw themselves from all those obstacles which obscure the light of life; for while we run and wander here and there, we cannot lay hold on the life which God promises to us, as the charms of this world are so many veils, which prevent our eyes to see the paternal face of God. We must then remember that this sentence is added, that the faithful, when it pleases God to turn his back on them, may not doubt but that he will again look on them.


* John Gill's Expositor

Ver. 2. "After two days will he revive us: in the third day he will raise us up,"

The Jews, in their present state, are as dead men, both in a civil and spiritual sense, and their conversion and restoration will be as life from the dead; they are like persons buried, and, when they are restored, they will be raised out of their graves, both of sin and misery; see Romans 11:15; Ezekiel 37:11-14; the time of which is here fixed, after two days, and on the third; which Jarchi interprets of the two temples that have been destroyed, and of the third temple to be built, which the Jews expect, but in vain, and when they hope for good times.

Kimchi explains it of their three captivities, in Egypt, Babylon, and the present one, and so Ben Melech, from which they hope to be raised, and live comfortably; which sense is much better than the former: and with it may be compared Vitringa's {s} notion of the text, that the first day was between Israel's coming out of Egypt and the Babylonish captivity; the second day between that and the times of Antiochus, which was the third night; then the third day followed, which is the times of the Messiah: but the Targum comes nearer the truth, which paraphrases the words thus, "he will quicken us in the days of consolation which are to come, and in the day of the resurrection of the dead he will raise us up; "

Where by days of consolation are meant the days of the Messiah, with which the Jews generally connect the resurrection of the dead; and if we understand them of the last days of the Messiah, it is not much amiss; for the words respect the quickening and raising up of the Jews in the latter day, the times of Christ's spiritual coming and reign.

And these two and three days may be expressive of a long and short time, as interpreters differently explain them; of a long time, as the third day is a long time for a man to lie dead, when there can be little or no hope of his reviving, Luke 24:21; or of a short time, for which two or three days is a common phrase; and both true in this case.

It is a long time Israel and Judah have been in captivity, and there may seem little hope of their restoration; but it will be a short time with the Lord, with whom a thousand years are as one day, and one day as a thousand years: and this I take to be the sense of the words, that after the second Millennium, or the Lord's two days, and at the beginning of the third, will be the time of their conversion and restoration, reckoning from the last destruction of them by the Romans; for not till then were Israel and Judah wholly in a state of death.

Many of Israel were mixed among those of Judah before the Babylonish captivity, and many returned with them from it; but, when destroyed by the Romans, there was an end of their civil and church state; which will both be revived on a better foundation at this period of time: but if this conjecture is not agreeable (for I only propose it as such), the sense may be taken thus, that in a short time after the repentance of Israel, and their conversion to the Lord, they will be brought into a very comfortable and happy state and condition, both with respect to things temporal and spiritual; "and we shall live in his sight"; comfortably, in a civil sense, in their own land, and in the possession of all their privileges and liberties; and in a spiritual sense, by faith on Jesus Christ, whom they shall now embrace, and in the enjoyment of the Gospel and Gospel ordinances; and the prophet represents the penitents and faithful among them as believing and hoping for these things.

This may be applied to the case of sensible sinners, who, as they are in their natural state dead in sin, and dead in law, so they see themselves to be such when awakened; and yet entertain a secret hope that sooner or later they shall be revived and refreshed, and raised up to a more comfortable state, and live in the presence of God, and the enjoyment of his favour.

The ancient fathers generally understood these words of Christ, who was buried on the sixth day, lay in the grave the whole seventh day, and after these two days, on the third, rose again from the dead; and to this passage the apostle is thought to have respect, 1Corinthians 15:3; and also of the resurrection of his people in and with him, and by virtue of his: and true it is that Christ rose from the dead on the third day, and all his redeemed ones were quickened and raised up together with him as their head and representative, Ephesians 2:5-6; and his in virtue of his being quickened that they are regenerated and quickened, and made alive, in a spiritual sense; he is the author of their spiritual life, and their life itself; see 1Peter 1:3; and not only in virtue of his resurrection is their spiritual resurrection from the death of sin to a life of grace, but even their corporeal resurrection at the last day; and as, in consequence of their spiritual resurrection, they live in the sight of God a life of grace and holiness by faith in Christ, and in a comfortable view and enjoyment of the divine favour; so they shall live eternally in the presence of God, where are fulness of joy, and pleasures for evermore: but the first sense is best, and most agreeable to the context and scope of it.

{s} Comment. in Isa. viii. 20



Keterangan:

** Ada sekitar 50 injil tentang Yesus. Empat diantaranya menyebutkan penyaliban, kematian, dan kebangkitan Yesus, yakni: Markus, Matius, Lukas, dan Yohanes, yang kemudian dikenal dengan sebutan Injil Kanonik; sedangkan empat lainnya membantah penyaliban, kematian, dan kebangkitan Yesus, yakni: Wahyu Petrus, Risalah Kedua Set Agung, Perbuatan-Perbuatan Yohanes, dan Barnabas, yang kemudian dikenal dengan sebutan Injil Apokrif.



62. MUHAMMAD DALAM PERJANJIAN LAMA !

Sesungguhnya, hampir seluruh nubuat Perjanjian Lama menunjuk pada Nabi Muhammad. Namun, oleh karena telah terjadi perombakan besar2an di dalam tubuh Perjanjian Lama, maka kita hanya bisa mengenali Muhammad melalui Nebayot, Kedar, Tema, dan lembah Baka. "Nebayot", "Kedar", dan "Tema" sangatlah penting, karena mereka adalah anak2 dari Nabi Ismail (Kejadian 25:13-15) dan memberi petunjuk terhadap kelompok masyarakat bangsa Arab. Sementara "Baka" menjadi penting, karena ia memberi petunjuk adanya perjalanan Nabi Ismail ke Mekah. Ada 6 kata kunci dalam mengidentifikasi Muhammad dalam Perjanjian Lama, yaitu: Nebayot, Kedar, Tema, Arab/Arabia, Baka, dan Paran.

Sepandai2nya tupai melompat, pasti akan jatuh juga. Sepandai2nya Ahli Kitab (Yahudi dan Kristen) menyembunyikan kebenaran, pasti ketahuan juga jejaknya. Kira2 inilah ungkapan yang paling tepat dalam mengungkap sosok Nabi Muhammad di dalam Perjanjian Lama.

[QS. 2:146. Orang-orang yang telah Kami beri Al Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui.]

[QS. 6:91. Dan mereka tidak menghormati Allah dengan penghormatan yang semestinya di kala mereka berkata: "Allah tidak menurunkan sesuatu pun kepada manusia". Katakanlah: "Siapakah yang menurunkan kitab (Taurat) yang dibawa oleh Musa sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia, kamu jadikan kitab itu lembaran-lembaran kertas yang bercerai-berai, kamu perlihatkan (sebagiannya) dan kamu sembunyikan sebagian besarnya, padahal telah diajarkan kepadamu apa yang kamu dan bapak-bapak kamu tidak mengetahui (nya)?" Katakanlah: "Allah-lah (yang menurunkannya)", kemudian (sesudah kamu menyampaikan Al Qur'an kepada mereka), biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya.]

[QS. 2:75. Apakah kamu masih mengharapkan mereka (Ahli Kitab) akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui?]

[QS. 2:78-79. Dan di antara mereka ada yang buta huruf, tidak mengetahui Alkitab (Taurat), kecuali dongengan bohong belaka dan mereka hanya menduga-duga. Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Alkitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: "Ini dari Allah", (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang mereka kerjakan.]


1. YEHEZKIEL (Bukti Kedar sebagai orang Arab dan terletak di jazirah Arab).

27:21 Arab dan semua pemuka Kedar berdagang dengan engkau dalam anak domba, domba jantan dan kambing jantan; dalam hal-hal itulah mereka berdagang dengan engkau.

Nubuat Perjanjian Lama banyak menyebut "Kedar", putra kedua Ismail (Kejadian 25:13), yang pada akhirnya menurunkan Nabi Muhammad. Tampak jelas dalam ayat di atas bahwa Kedar adalah nama salah satu klan Arab (Arab pendatang). Meski letaknya tidak disebutkan, tapi ini memberi petunjuk tentang lokasi atau status Kedar sebagai orang Arab yang berkaitan erat dengan kedatangan nabi setelah Yesus yang terlihat pada nubuat2 lainnya di bawah ini.


2. YESAYA (Kedar dan Tema bukti orang2 Arab).

21:13. Ucapan ilahi terhadap Arabia. Di belukar di Arabia kamu akan bermalam, hai kafilah-kafilah orang Dedan!
21:14 Hai penduduk tanah Tema, keluarlah, bawalah air kepada orang yang haus, pergilah, sambutlah orang pelarian dengan roti!
21:15 Sebab mereka melarikan diri terhadap pedang, ya terhadap pedang yang terhunus, terhadap busur yang dilentur, dan terhadap kehebatan peperangan.
21:16 Sebab beginilah firman Tuhan kepadaku: "Dalam setahun lagi, menurut masa kerja prajurit upahan, maka segala kemuliaan Kedar akan habis.
21:17 Dan dari pemanah-pemanah yang gagah perkasa dari bani Kedar, akan tinggal sejumlah kecil saja, sebab TUHAN, Allah Israel, telah mengatakannya."

Dalam ayat 13 terdapat kata "Arabia" yang memberi isyarat tentang kelompok bangsa Arab yang hendak melakukan hijrah. Pengikut Muhammad ketika itu masih sedikit. Dalam ayat di atas digambarkan hanya diikuti oleh orang2 Dedan (anak Yoksan anak Abraham). Muhammad adalah orang Quraisy keturunan Kedar, namun justru orang2 Quraisylah yang memberontak dakwah Muhammad.

Dalam ayat 14 terdapat kata "Tema", anak ke-9 Nabi Ismail yang terletak di Madinah. Ketika itu Muhammad beserta pengikutnya yang belum banyak, hendak diperangi oleh suku Quraisy (keturunan Kedar) di Mekah. Oleh karenanya, atas perintah Muhammad, mereka melakukan hijrah dari Mekah ke Madinah (Dari sinilah tonggak tahun hijriyah dimulai). Kelompok Muhammad yang berhijrah dikenal dengan nama "Muhajirin", sementara orang2 Madinah yang menyambutnya dikenal sebagai kaum "Anshor".

Dalam ayat 17 terdapat kata "Kedar", anak kedua Nabi Ismail, yang menurunkan suku Quraisy dan bermata pencaharian sebagai pemanah (pemburu). Mata pencaharian Bani Kedar ini merupakan warisan dari nenek moyangnya, Ismail, sebagaimana disebutkan dalam Kitab Kejadian berikut ini:

21:20 Allah menyertai anak itu (Ismail), sehingga ia bertambah besar; ia menetap di padang gurun dan menjadi seorang pemanah.
21:21 Maka tinggallah ia di padang gurun Paran, dan ibunya mengambil seorang isteri baginya dari tanah Mesir.

[H.R. AT-TURMUDZI, dari Watsilah bin Al-Asqa r.a. Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya, Allah telah memilih Ismail menjadi anak Ibrahim dan Dia telah memilih keturunan Kinanah menjadi keturunan Ismail dan Dia telah memilih Quraisy dari keturunan Kinanah dan Dia telah memilih Hasyim dari Quraisy, dan Dia telah memilih aku dari keturunan Hasyim."]



Kita harus tahu dulu dari mana bangsa Arab berasal.

Dikutip dari :
Sirah Ibnu Ishaq
Kisah Sejarah Nabi Tertua
Muhammadiay University Press, halaman 3

..... Ishmael anak Ibrahim (Abraham) ibn Tarih (Azar) ibn Nahur ibn Sarugh ibn Rau'ub ibn Falikh ibn Aybar ibn Shalikh ibn Arfakhshadh ibn Sam (Shem) ibn Nuh (Noah).


Garis keturunan diatas menunjukkan hingga Sam anak Nuh. Sementara garis keturunan anak Sam lainnya menyebutkan.


Ibid halaman 3

Ad ibn Aus ibn Iram ibn Sam ibn Nuh dan Thamud dan Jadis dua anak dari Abir ibn Iram ibn Sam ibn Nuh, dan Tasm dan Imlaq dan Umayan anak-anak Lawidh ibn Sam ibn Nuh adalah semuanya Arab. Nabit ibn Isma'il memperanakkan Yashjub dan garis keturunannya adalah : Ta'rub-Tayrah-Bahur-Muqawwan-Udad-'Adnan.


Dari uraian diatas terlihat bahwa :

Sem punya 3 anak, yaitu :
Arpakhsand yang menurunkan Ibrahim dst
Iram dan Lawid yang menurunkan bangsa Arab.

Sumber lainnya adalah dari :

Sahih Bukhari
Volume 4, buku 55, nomer 583:
Dikisahkan oleh Ibn Abbas:

…... Abraham membawa Hagar dan anaknya Ismael yang masih menyusu ketempat dekat Ka’ba dibawah pohon dilokasi Zam Zam. Pada saat itu tidak ada orang di Mekah. Jadi Abraham menyuruh mereka duduk ditempat itu dan meletakkan sebuah tas kulit berisi kurma dan air dalam tas kulit dan kemudian pulang. Hagar mengikutinya dan berkata, “O Abraham! Kamu hendak pergi kemana, meninggalkan kami dilembah ini dimana tidak ada orang dan tidak ada apapun yang dapat menemani kami Hagar mengulang kalimatnya berulang, tetapi Abraham tidak menoleh. Kemudian Hagar bertanya, “ Apakah Allah yang memerintahkan ini?.” Abraham menjawab, “Ya”. Hagar berkata, “ Jika begitu, Allah tidak akan meninggalkan kami”. Dan Hagar kembali sementara Abraham terus berjalan pulang. …………
………. Malaikat berkata bepada Hagar, “Jangan takut , karena disinilah rumah Allah akan dibangun oleh anak ini dan ayahnya, dan Allah tidak pernah mencampakkan umatNya. ………… Hagar hidup disana hingga beberapa orang dari suku Jurhum mendapatinya dan Ismail disana…………….. Ismail tumbuh besar dan belajar bahasa Arab dari mereka (suku Jurhum) ………


Jadi menurut khasanah Islam, bangsa Arab sudah ada sebelum Ibrahim, Ishak dan Ismail lahir.

Ismail adalah pendatang kedalam bangsa Arab. Itulah sebabnya hampir tidak ada naskah-naskah kuno Arab yang menyebutkan tentang Ismail sebagai tokoh penting Arab.

Bahkan pengaitan nabi SAW dengan Mudhar (menurut pakar muslim Mudhar adalah keturunan Adnan - keturunan Ismail) terpaksa harus diberitahukan oleh jibril.


Dikutip dari :

Kitab al Tabaqat al Kabir, karya ibn Sa’d :
Ibn Sa'ad's Kitab Al-Tabaqat Al-Kabir Volume I, parts I & II
Terjemahan Inggris oleh S. Moinul Haq, M.A., PH.D dibantu oleh H.K. Ghazanfar M.A.
Halaman 50 – 53 :

…… Orang-orang bani Fuhayrah datang kepada nabi dan berkata, “Kamu adalah tergolong klan kami.” Nabi menjawab, “Sungguh, jibril telah memberitahu aku bahwa aku berasal dari bani Mudar.”


Ini berarti bahwa garis keturunan nabi SAW (suku Quraish) dari Mudhar TIDAK DIKETAHUI sebelumnya. (Mudhar adalah keturunan kesekian dari Adnan)

Berarti pengkaitan dengan Adnan dan Ismail juga baru dilakukan BELAKANGAN.


Makanya tidaklah mengherankan jika ada pakar Islam yang cukup jujur dan mengakui hal ini :

1. Dr. Taha Husayn, seorang profesor dari Mesir, pendapatnya dikutip dalam buku Mizan al Islam karya Anwar Jundi, halaman 170 :
“Dalam kasus cerita Abraham dan Ismail membangun Kabah cukup jelas, cerita ini muncul belakangan disaat Islam mulai berkembang. Islam mengeploitasi kisah ini untuk kepentingan agama”

2. W Aliyudin Shareef, dalam buku In Response to Robert Morey’s Islamic Invasion, halaman 3 – 4 :
“Pada masa sebelum Islam, Ismail tidak pernah disebutkan sebagai Bapa Bangsa Arab”


Itulah sebabnya pengaitan nabi SAW dengan Ismail ini berbeda-beda.
Pengaitan yang paling tua berasal dari Ibn Ishaq buku Sirat Rasulullah yang dikutip di atas yang menyatakan Muhammad adalah keturunan dari Mudhar – Adnan melalui Nabit anak pertama Ismail.

Pengkaitan yang belakangan oleh Syed Yusuf dan beberapa hadis yang menyatakan nabi Muhammad keturunan dari Qurayz – Mudhar – Adnan – Kedar anak kedua Ismail.


Kedua jalur keturunan tersebut berbeda tentang dari anak Ismail yang mana nabi Muhammad berasal, apakah dari Nabit atau Kedar.


3. MAZMUR (Tempat berziarah dan sumur Zam-Zam di Baka).


84:5 (84-6) Berbahagialah manusia yang kekuatannya di dalam Engkau, yang berhasrat mengadakan ziarah!
84:6 (84-7) Apabila melintasi lembah Baka, mereka membuatnya menjadi tempat yang bermata air; bahkan hujan pada awal musim menyelubunginya dengan berkat.

Ayat2 di atas berbicara tentang tempat berziarah yang selalu ramai dikunjungi oleh hamba2 Tuhan, yaitu Baka/Mekah. Frasa "tempat yang bermata air" dalam ayat di atas memberi petunjuk kepada kita tentang kejadian ajaib Ismail ketika masih bayi, yaitu peristiwa terbentuknya Sumur Zam-Zam di lembah Baka. Dimanakah lokasi Baka selain di Jazirah Arab? Al-Qur'an dengan tegas menyatakan bahwa Baka adalah Mekah. Berikut pernyataan Al-Qur'an:

[QS. 3:96-97. Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia, ialah Baitullah yang di Baka (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barang siapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barang siapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.]

[QS. 14:35,37. Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: "Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala...Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan salat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur."]

[QS. 90:1-2. Aku benar-benar bersumpah dengan kota ini (Mekah), dan kamu (Muhammad) bertempat di kota Mekah ini,]

Penulis diatas sengaja memotong ayat ke 8. karena menjelaskan lokasi yang hendak dituju yaitu Yerusalem (sion).


Selengkapnya demikian :

* Mazmur 84:5-8
84:5 Berbahagialah orang-orang yang diam di rumah-Mu, yang terus-menerus memuji-muji Engkau. S e l a
84:6 Berbahagialah manusia yang kekuatannya di dalam Engkau, yang berhasrat mengadakan ziarah!
84:7 Apabila melintasi lembah Baka, mereka membuatnya menjadi tempat yang bermata air; bahkan hujan pada awal musim menyelubunginya dengan berkat.
84:8 Mereka berjalan makin lama makin kuat, hendak menghadap Allah di Sion


Sion adalah nama lain dari Yerusalem.


* 1 Raja-raja 8:1
Pada waktu itu raja Salomo menyuruh semua para tua-tua Israel dan semua kepala suku … berkumpul di hadapannya di Yerusalem …. yaitu Sion.


Kita lihat dari konteks kalimatnya :

Penulis kitab Mazmur menggambarkan orang-orang Yahudi yang hendak berziarah ke Yerusalem dimana harus melalui lembah Baka.

Tidak logis jika orang-orang Yahudi yang berdiam di tanah Israel saat hendak ke Yerusalem harus menuju Mekah dulu yang jaraknya sekitar 1400 km kemudian berbalik lagi sejauh 1400 km ke Yerusalem.


4. YESAYA ("Inilah Anak-Ku yang Kukasihi kepada-Nyalah Aku berkenan" yang dikutip oleh 4 pengarang injil kanonik sebagai inspirasi karangan mereka ketika "membaptis" Yesus, lihat ayat 1).

42:1. Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa.
42:2 Ia tidak akan berteriak atau menyaringkan suara atau memperdengarkan suaranya di jalan.
42:3 Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum.
42:4 Ia sendiri tidak akan menjadi pudar dan tidak akan patah terkulai, sampai ia menegakkan hukum di bumi; segala pulau mengharapkan pengajarannya.
42:5. Beginilah firman Allah, TUHAN, yang menciptakan langit dan membentangkannya, yang menghamparkan bumi dengan segala yang tumbuh di atasnya, yang memberikan nafas kepada umat manusia yang mendudukinya dan nyawa kepada mereka yang hidup di atasnya:
42:6 "Aku ini, TUHAN, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan, telah memegang tanganmu; Aku telah membentuk engkau dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa,
42:7 untuk membuka mata yang buta, untuk mengeluarkan orang hukuman dari tempat tahanan dan mengeluarkan orang-orang yang duduk dalam gelap dari rumah penjara.
42:8 Aku ini TUHAN, itulah nama-Ku; Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain atau kemasyhuran-Ku kepada patung.
42:9 Nubuat-nubuat yang dahulu sekarang sudah menjadi kenyataan, hal-hal yang baru hendak Kuberitahukan. Sebelum hal-hal itu muncul, Aku mengabarkannya kepadamu."
42:10 Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN dan pujilah Dia dari ujung bumi! Baiklah laut bergemuruh serta segala isinya dan pulau-pulau dengan segala penduduknya.
42:11 Baiklah padang gurun menyaringkan suara dengan kota-kotanya dan dengan desa-desa yang didiami Kedar! Baiklah bersorak-sorai penduduk Bukit Batu, baiklah mereka berseru-seru dari puncak gunung-gunung!
42:12 Baiklah mereka memberi penghormatan kepada TUHAN, dan memberitakan pujian yang kepada-Nya di pulau-pulau.
42:13 TUHAN keluar berperang seperti pahlawan, seperti orang perang Ia membangkitkan semangat-Nya untuk bertempur; Ia bertempik sorak, ya, Ia memekik, terhadap musuh-musuh-Nya Ia membuktikan kepahlawanan-Nya.
42:14 Aku membisu dari sejak dahulu kala, Aku berdiam diri, Aku menahan hati-Ku; sekarang Aku mau mengerang seperti perempuan yang melahirkan, Aku mau mengah-mengah dan megap-megap.
42:15 Aku mau membuat tandus gunung-gunung dan bukit-bukit, dan mau membuat layu segala tumbuh-tumbuhannya; Aku mau membuat sungai-sungai menjadi tanah kering dan mau membuat kering telaga-telaga.
42:16 Aku mau memimpin orang-orang buta di jalan yang tidak mereka kenal, dan mau membawa mereka berjalan di jalan-jalan yang tidak mereka kenal. Aku mau membuat kegelapan yang di depan mereka menjadi terang dan tanah yang berkeluk-keluk menjadi tanah yang rata. Itulah hal-hal yang hendak Kulakukan kepada mereka, yang pasti akan Kulaksanakan.
42:17 Orang-orang yang percaya kepada patung pahatan akan berpaling ke belakang dan mendapat malu, yaitu orang-orang yang berkata kepada patung tuangan: "Kamulah allah kami!"
42:18 Dengarkanlah, hai orang-orang tuli pandanglah dan lihatlah, hai orang-orang buta!
42:19 Siapakah yang buta selain dari hamba-Ku, dan yang tuli seperti utusan yang Kusuruh? Siapakah yang buta seperti suruhan-Ku dan yang tuli seperti hamba TUHAN?
42:20 Engkau melihat banyak, tetapi tidak memperhatikan, engkau memasang telinga, tetapi tidak mendengar.
42:21 TUHAN telah berkenan demi penyelamatan-Nya untuk memberi pengajaran-Nya yang besar dan mulia;
42:22 namun mereka suatu bangsa yang dijarah dan dirampok, mereka semua terjebak dalam geronggang-geronggang dan disembunyikan dalam rumah-rumah penjara; mereka telah menjadi jarahan dan tidak ada yang melepaskan, menjadi rampasan dan tidak ada yang berkata: "Kembalikanlah!"
42:23 Siapakah di antara kamu yang mau memasang telinga kepada hal ini, yang mau memperhatikan dan mendengarkannya untuk masa yang kemudian?
42:24 Siapakah yang menyerahkan Yakub untuk dirampas, dan Israel kepada penjarah? Bukankah itu TUHAN? Sebab kepada-Nya kita telah berdosa, dan orang tidak mau mengikuti jalan yang telah ditunjuk-Nya, dan kepada pengajaran-Nya orang tidak mau mendengar.
42:25 Maka Ia telah menumpahkan kepadanya kepanasan amarah-Nya dan peperangan yang hebat, yang menghanguskan dia dari sekeliling, tetapi ia tidak menginsafinya, dan yang membakar dia, tetapi ia tidak memperhatikannya.


Yesaya 42:1-25 di atas adalah satu kesatuan ayat yang tak terpisahkan, karena ia meramalkan kedatangan seorang Nabi bukan Yesus! Justru ayat2 di atas membuka tabir kebohongan peristiwa pembaptisan Yesus oleh Yohanes Pembaptis sebagaimana dimaksud Matius 3:15-17; 12:16-21, Markus 1:9-11, Lukas 3:21-22, dan Yohanes 1:32-34.

Perlu dicatat, bahwa Yesaya 42:1 di atas menjelaskan tentang konsep "hamba" yang telah dipilih oleh Tuhan untuk seluruh alam semesta, dan secara tegas Al-Qur'an berbicara mengenai hal tersebut:

[QS. 25:1. Maha Suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan (Al Qur'an) kepada hamba-Nya (Muhammad), agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam,]

Dalam ayat 10 di atas terdapat frasa "nyanyian baru" yang berarti syariat baru. Yesus datang bukan untuk membawa syariat baru, melainkan hanya untuk menggenapi syariat Taurat dan kitab2 para nabi (Matius 5:17-20). Sedangkan Muhammad datang untuk membawa syariat baru bagi semesta alam. Dengan tegas Al-Qur'an menyatakan:

[QS. 21:107. Dan tiadalah Kami mengutus kamu (Muhammad), melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam.]

[QS. 38:86-87. Katakanlah (hai Muhammad): "Aku tidak meminta upah sedikit pun kepadamu atas dakwahku; dan bukanlah aku termasuk orang-orang yang mengada-adakan. Al Qur'an ini tidak lain hanyalah peringatan bagi semesta alam.]

Dalam ayat 11 terdapat frasa "didiami Kedar". Sebagaimana sudah dijelaskan di atas, bahwa Bani Kedar adalah orang2 Arab keturunan Nabi Ismail di Mekah. Kemudian juga terdapat frasa "Bukit Batu". Mekah juga secara geologis terkenal dengan gunung2 batunya. Sedangkan Yesus adalah keturunan Ishak, adik Ismail, dengan "memaksakan" garis keturunannya melalui jalur Yusuf, bapak tiri Yesus, oleh karena Yesus lahir dari perawan suci Maria (Matius 1:1-18 dan Lukas 3:23-38). Lebih jauh, ayat ini memberi isyarat adanya ibadah haji yang mengagungkan asma Allah dengan bertahmid dan bertalbiah.

Dalam ayat 13 terdapat frasa "Tuhan keluar berperang seperti pahlawan". Ayat ini jelas2 mengindikasikan kedatangan Muhammad, yang senantiasa dakwahnya diiringi dengan peperangan fisik. Perang yang terkenal dan dahsyat ialah Perang Badar. Sementara Yesus digambarkan Alkitab sebagai sosok yang lemah dan tidak pernah berperang atau memimpin peperangan secara fisik. Bahkan "Yesus" mati dibantai umatnya sendiri di tiang salib.

Dalam ayat 17 terdapat frasa " Orang-orang yang percaya kepada patung pahatan akan berpaling ke belakang". Sebelum Muhammad resmi menjadi Nabi, orang2 Arab pada waktu itu adalah penyembah berhala, bahkan mereka meletakkan berhala2nya di sekeliling Ka'bah hingga mencapai 365 buah. Sedangkan Umat Israel ketika Yesus diutus, bukanlah penyembah berhala dari patung2 buatan manusia, oleh karena mereka sudah mengenal Taurat dan kitab2 para nabi.

Dalam ayat 18 terdapat kata2 ungkapan "buta" dan "tuli". Kata "buta" merupakan ungkapan Tuhan yang dapat diartikan sebagai "tidak dapat membaca dan menulis", sedangkan kata "tuli" dapat diartikan sebagai "tidak pernah mendengar satu kitab pun sebelumnya". Umat Muhammad ketika beliau diutus adalah umat yang buta huruf. Dalam tradisi Islam dikenal sebagai Zaman Jahiliyah (zaman kebodohan). Ini berbeda dengan umat Israel yang sudah pandai merubah2 Taurat dan kitab2 para nabi. Tentang kaum buta huruf ini, diabadikan di dalam Al-Qur'an:

[QS. 62:2. Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, menyucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah (As Sunah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata,]

Dalam ayat 19 digambarkan bahwa "hamba yang dipilih Tuhan" itu adalah seorang hamba yang "buta dan tuli", artinya bahwa "hamba yang dipilih Tuhan" itu adalah seorang hamba yang "tidak dapat membaca dan menulis" dan "belum pernah mengenal satu kitab pun sebelumnya". Al-Qur'an dengan gamblang mengabadikannya:

[QS. 7:157. (Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang tidak dapat membaca dan menulis, yang mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang makruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Qur'an), mereka itulah orang-orang yang beruntung.]

[QS. 42:52. Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al Qur'an) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu (Muhammad) tidaklah mengetahui apakah Al Kitab dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al Qur'an itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.]

Sedangkan ayat 20 di atas menggambarkan sifat orang2 kafir baik pada masa kerasulan Muhammad maupun sesudahnya yang tidak mau tahu dan tidak mau mengerti agama Islam. Hal ini dijelaskan juga dalam Al-Qur'an:

[QS. 2:18. Mereka tuli, bisu dan buta, maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar)].


5. YESAYA ("Roh seperti burung merpati" yang dikutip oleh 4 pengarang injil kanonik ketika "membaptis" Yesus, lihat ayat 8).

60:1. Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu.
60:2 Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu.
60:3 Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit bagimu.
60:4 Angkatlah mukamu dan lihatlah ke sekeliling, mereka semua datang berhimpun kepadamu; anak-anakmu laki-laki datang dari jauh, dan anak-anakmu perempuan digendong.
60:5 Pada waktu itu engkau akan heran melihat dan berseri-seri, engkau akan tercengang dan akan berbesar hati, sebab kelimpahan dari seberang laut akan beralih kepadamu, dan kekayaan bangsa-bangsa akan datang kepadamu.
60:6 Sejumlah besar unta akan menutupi daerahmu, unta-unta muda dari Midian dan Efa. Mereka semua akan datang dari Syeba, akan membawa emas dan kemenyan, serta memberitakan perbuatan masyhur TUHAN.
60:7 Segala kambing domba Kedar akan berhimpun kepadamu, domba-domba jantan Nebayot akan tersedia untuk ibadahmu; semuanya akan dipersembahkan di atas mezbah-Ku sebagai korban yang berkenan kepada-Ku, dan Aku akan menyemarakkan rumah keagungan-Ku.
60:8 Siapakah mereka ini yang melayang seperti awan dan seperti burung merpati ke pintu kandangnya?

Yesaya 60:1-8 di atas adalah satu kesatuan ayat yang tak terpisahkan, karena ia juga meramalkan kedatangan seorang Nabi bukan Yesus! Justru ayat2 di atas membuka tabir kebohongan peristiwa pembaptisan Yesus oleh Yohanes Pembaptis sebagaimana dimaksud Matius 3:15-17; 12:16-21, Markus 1:9-11, Lukas 3:21-22, dan Yohanes 1:32-34.

Ayat 1 di atas menggambarkan Firman Tuhan kepada Muhammad sebagaimana tersebut dalam Al-Qur'an:

[QS. 74:1-3. "Hai orang yang berselimut (Muhammad), bangunlah, lalu berilah peringatan, dan Tuhanmu, agungkanlah"]

[QS. 26:196-197. Dan sesungguhnya Al Qur'an itu benar-benar (tersebut) dalam Kitab-kitab orang yang dahulu. Dan apakah tidak cukup menjadi bukti bagi mereka, bahwa para ulama Bani Israel mengetahuinya?]

Ayat 2-6 menggambarkan keadaan Jazirah Arab pada saat itu yang diliputi kegelapan. Mereka semua hidup dalam kebodohan, tidak ada aturan, menyembah berhala, dan lain2. Setelah dibangkitkannya Muhammad, seluruh Jazirah Arab tunduk patuh di bawah kekuasaannya. Digambarkan dalam ayat di atas bahwa orang2 dari Midian (adik Ismail) dan Efa (anak sulung Midian) pun berduyun2 memeluk agama Islam.

Dalam ayat 7-8 terdapat kata "Kedar" dan "Nebayot" yang merupakan orang2 keturunan Nabi Ismail sebagaimana dijelaskan di atas. Digambarkan bahwa mereka pada akhirnya berduyun2 memeluk agama Islam dan mempersembahkan korban dan mengagungkan nama Tuhan pada musim haji.

6. ULANGAN & HABAKUK (Pegunungan Paran).

ULANGAN 33:2 Berkatalah ia: "TUHAN datang dari Sinai (Taurat) dan terbit kepada mereka dari Seir (Injil); Ia tampak bersinar dari pegunungan Paran (Al-Qur'an) dan datang dari tengah-tengah puluhan ribu orang yang kudus; di sebelah kanan-Nya tampak kepada mereka api yang menyala.

HABAKUK 3:3. Allah datang dari negeri Teman dan Yang Mahakudus dari pegunungan Paran. Sela. Keagungan-Nya menutupi segenap langit, dan bumipun penuh dengan pujian kepada-Nya.
3:4 Ada kilauan seperti cahaya, sinar cahaya (Al-Qur'an) dari sisi-Nya dan di situlah terselubung kekuatan-Nya.

PARAN, adalah nama varian kuno dari Baka/Mekah, karena di Mekahlah tempat tinggal nabi Ismail hingga dikebumikannya (lihat QS. 2:125; 14:37), dan Muhammad adalah satu2nya nabi/rasul keturunan Ismail dari putra keduanya, Kedar. Lebih jelas tentang Paran dan Ismail, baca Kitab Kejadian di bawah ini:

21:20 Allah menyertai anak itu (Ismail), sehingga ia bertambah besar; ia menetap di padang gurun dan menjadi seorang pemanah.
21:21 Maka tinggallah ia di padang gurun Paran, dan ibunya mengambil seorang isteri baginya dari tanah Mesir.

Jika kata "Paran" sebagaimana dimaksud Kitab Kejadian 21:20-21 di atas terdapat di sekitar Palestina, maka kata "Paran" dalam ayat tersebut harus direvisi, karena tidak ada bukti sama sekali bahwa Ismail, semenjak bayi hingga dikuburkannaya, berada di sekitar Palestina. Justru bukti2 kuatnya terdapat di lembah Baka/Mekah, yaitu: kuburan Ismail, Sumur Zam Zam, Hijir Ismail, Bukit Shafa dan Marwah, keturunan Ismail, Ka'bah yang dibangun bersama bapaknya, Ibrahim, dan maqam Ibrahim.

[QS. 2:125. Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat salat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: "Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, yang iktikaf, yang rukuk dan yang sujud"]

[QS. 2:127-129. Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan dasar-dasar Baitullah (Ka'bah) bersama Ismail (seraya berdoa): "Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui". Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) di antara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadah haji kami, dan terimalah tobat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang. Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka seorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Qur'an) dan Al-Hikmah (As-Sunah) serta menyucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.]

PARAN, BAKA DAN MEKAH


Teman-teman muslim senantiasa menyatakan bahwa Paran dan Baka adalah Mekah, sementara Kedar menubuatkan seorang nabi dari keturunan Kedar – Ismail yang berarti merujuk kepada nabi Muhammad SAW.

Apakah klaim itu benar
Mari kita lihat satupersatu.


Teman Muslim juga sering merujuk kata "pujian" dalam Habakuk 3:3 itu sebagai "ahmad". Tetapi usaha mencari kata yang mirip dengan ahmad jelas beda jauh:



I. KITAB ULANGAN


A. PARAN


Menurut muslim :

* Ulangan 33:2
Maka katanya: "Tuhan telah datang dari Thursina, dan telah terbit bagi mereka itu dari Seir. Kelihatanlah ia gemerlapan cahayanya dari gunung Paran, lalu datang hampir dengan Bukit Kades. Maka pada kanannya adalah tiang api bagi mereka itu."


Ayat ke-2 membicarakan tentang tiga tempat, yaitu Thursina, Seir dan Paran.
1. Thursina adalah bukit dimana Nabi Musa a.s. mendapatkan dua log batu dan Tauratnya dari Allah,
2. Seir menyebutkan suatu bukit ditanah Kanaan yang dalam hal ini menunjukkan dimana gerangan Nabi Isa a.s. akan lahir, yakni di Baitlahim
3. Paran namanya adalah menunjukkan di mana Nabi Muhammad akan lahir, sebab Paran itulah nama Mekkah yang aslinya dimana Ismail tinggal sesuai dengan Kej 21 : 21 : Maka tinggallah ia di padang gurun Paran dan ibunya mengambil seorang istri baginya dari tanah Mesir.


Komentar :
Kita lihat dulu peta no. 1 dibawah ini yang mengindikasikan letak Paran, tempat Ismail tinggal diujung timur jazirah Sinai.
Dengan hipotesa bahwa Paran ada di sisi timur jazirah Sinai, kita akan melihat apakah hipotesa ini benar.


Image

Sumber : http://www.keyway.ca/gif/wildjour.gif

I. APAKAH PARAN DI JAZIRAH SINAI


Kita lihat pembahasan berikut ini :


PERTAMA :


Hagar adalah seorang Mesir.
Kejadian 16:1 : …….. Ia mempunyai hamba seorang perempuan, Hagar namanya.

Kutipan kedua :

Sejarah Hidup Muhammad Sirah Nabawiyah
Syaikh Shafiyyur Rahman Al-Mubarakfury
Robbani Press, Mei 2002, halaman 5
…. Hajar adalah seorang yang merdeka, dan dia adalah PUTRI FIR’AUN


Sebagai seorang Mesir, Hagar wanita muda yang memiliki anak yang masih kecil (Ismail), KEMANA IA AKAN PERGI JIKA IA DIUSIR oleh Ibrahim??
Secara naluri Hagar pasti akan mengambil rute PULANG ke MESIR, ketempat dimana DIA BERASAL. Jadi sangat masuk akal jika Paran ini adalah rute pulang dari Israel menuju ke Mesir.
Sangat tidak masuk akal jika Hagar justru mengambil rute Israel menuju ke YAMAN yang melalui Mekah.


KEDUA :


Ismail dan Hagar setelah diusir oleh Abraham menggembara di Bersheba dan menetap di Paran.
Kejadian 21:14, 21 : ….. pergilah Hagar dan mengembara di padang gurun Bersheba ……. Maka tinggallah ia di padang gurun Paran ……

Dimana Bersheba.

Image

Sumber : http://www.lonelyplanet.com/mapimages/midd...territories.gif



Terlihat dari Bersheba ke Paran yang diperbatasan jazirah Sinai tidaklah jauh, hanya sekitar 150 km.
Dan Bersheba – Paran adalah jelas RUTE MENUJU KE MESIR.
HAGAR BERENCANA HENDAK PULANG KE MESIR, dan ini sangat naluriah dan masuk akal.
Bukannya menuju negeri antah berantah yang belum didiami seorangpun.


KETIGA :


Dikutip dari hadis yang mengisahkan Ibrahim meninggalkan Hagar dan Ismail :

Sahih Bukhari, Volume 4, buku 55, nomer 583:
Dikisahkan oleh Ibn Abbas:
…... Abraham membawa Hagar dan anaknya Ismael yang masih menyusu ketempat dekat Kabah dibawah pohon dilokasi Zam Zam, …... Pada saat itu TIDAK ADA ORANG DI MEKAH, BEGITU PULA TIDAK ADA AIR. Jadi Abraham menyuruh mereka duduk ditempat itu dan meletakkan sebuah tas kulit berisi kurma dan AIR DALAM TAS KULIT dan kemudian pulang. …….………. Malaikat berkata bepada Hagar, “Jangan takut , karena disinilah rumah Allah akan dibangun oleh anak ini dan ayahnya, dan Allah tidak pernah mencampakkan umatNya. ………… Hagar HIDUP DISANA HINGGA BEBERAPA ORANG DARI SUKU JURHUM mendapatinya dan Ismail disana…………….. Ismail tumbuh besar dan belajar bahasa Arab dari mereka (suku Jurhum) ………


Hadis diatas menimbulkan beberapa persoalan :

1. Apa perlunya Ibrahim harus mengantar Hagar dan Ismail yang masih menyusu dari Israel ke Mekah yang jaraknya sekitar 1400 km. Perjalanan ini bisa memakan waktu 2 – 3 bulan
2. Mengapa Ibrahim meninggalkan Hagar dan Ismail diMekah yang saat itu BELUM ADA PENDUDUKNYA. Meninggalkan seorang ibu muda dan bayinya yang masih menyusu ditempat yang masih kosong melompong. Apakah ini bukannya pembunuhan secara perlahan.
3. Mengapa Ibrahim meninggalkan Hagar dan Ismail ditempat yang TIDAK ADA AIRNYA hanya dengan bekal air sebanyak 1 tas kulit saja? Apakah ini bukannya pembunuhan secara perlahan.



KEMPAT :


Keturunan Ismail tinggal di TIMUR MESIR ke arah ASYUR


* Kejadian 25:18
Mereka mendiami daerah dari Hawila sampai Syur, yang letaknya di sebelah timur Mesir kearah Asyur


Lokasi Hawila tidak dapat ditentukan secara tepat oleh Arkeologi


Lokasi Syur.
Keluaran 15:22 Musa menyuruh orang Israel berangkat dari laut Teberau lalu mereka pergi ke padang gurun Syur

Setelah keluar dari Mesir, bangsa Israel yang dikejar oleh penguasa Mesir menyeberangi laut Teberau untuk mencapai jazirah Sinai. Jadi Syur berada di jasirah Sinai.


Lokasi Asyur


* Kejadian 2 : 14
Nama sungai yang ketiga ialah Tigris, yakni yang mengalir disebelah timur Asyur …..


Jadi Asyur terletak disebelah barat sungai Tigris dan ini adalah wilayah Irak yang sekarang.

Lokasi sungai Tigris dapat dilihat di peta no. 3 berikut :


Image

Sumber : http://www.keyway.ca/gif/babylon.gif

Dan arah Mesir ke Irak ini adalah MELALUI JAZIRAH SINAI.

Dari uraian diatas jelas bahwa keturunan ISMAIL TINGGAL DIUJUNG TIMUR JAZIRAH SINAI dan tidak mungkin di sekitar Mekah, karena :
• Mekah tidak terletak di timur Mesir melainkan di selatan Mesir
• Mekah tidak terletak di jalur antara Mesir dan Irak, melainkan jalur Mesir dan Yaman.


KELIMA :


Kejadian 37:25 : …… kafilah orang Ismail datang dari Gilead ……. ke Mesir


Dimana Gilead?

2 Raja 10:33 disebelah timur sungai Yordan dengan merebut seluruh tanah Gilead …..


Jadi Gilead adalah tanah disebelah timur sungai Yordan (daerah Yordania yang sekarang)


Lihat peta no 4 dibawah ini.

Image

Sumber : http://www.keyway.ca/gif/gilead.gif

Ayat diatas jelas bahwa kafilah Ismail mondar-mandir membawa barang dagangan dari timur sungai Yordan menuju Mesir.
Jika kita lihat peta no 3 diatas, jelas jalur ini akan melalui jazirah Sinai. Ini mengindikasikan bahwa orang Ismail tinggal di sekitar Sinai yang adalah tengah-tengah rute perjalanan dari Gilead dan Mesir.
Akan aneh jika suku Ismail tinggal di Mekah harus berjalan dulu ke utara sekitar 1200 km ke Gilead (timur sungai Yordan) kemudian berbalik ke barat menuju Mesir karena itu bukan rute yang melalui tempat tinggal mereka.



KEENAM :


Kutipan dari sumber sekuler :

The Encyclopedia of World History. 2001.
dapat diakses di : http://www.bartleby.com/67/127.html

THE KINGDOM OF QEDAR. The Qedarites were the most organized of the Northern Arabian tribes, and at its height in the 6th century, the organization controlled a large region from the Persian Gulf to the Sinai. Ashurbanipal allied himself with the King Yauta` (676–652), though he later helped depose him in favor of Abiyate (652–644). After this, nothing is known of Qedar until the 5th century, when an Aramaic inscription names Geshem and Qainu as kings. The “Geshem the Arab” mentioned in the Book of Nehemiah is possibly this person (Neh. 2:19, 6:1).

Kerajaan Kedar
Kaum Kedar adalah yang paling terorganisir diantara suku-suku ARAB DI UTARA, mencapai kejayaannya di abad 6 SM dengan mengontrol wilayah dari TELUK PERSIA HINGGA SINAI. Ashurbanipal mengadakan aliansi dengan raja Yauta (676 SM – 652 SM) sekalipun kemudian Ashurbanipal memecat Yauta dan menggantikan dengan Abiyate (652 SM – 644 SM). Setelah ini, tidak ada yang diketahui lagi tentang Kedar hingga abad ke 5 SM, ketika sebuah inskripsi Aramaic menyebutkan Geshem dan Qainu sebagai raja. “Geshem Orang Arab” dalam kitab Nehemia 2 : 19 kemungkinan adalah Geshem dalam inskripsi tersebut.


Jadi Kedar adalah suku yang tinggal di ARAB BAGIAN UTARA, jelas BUKAN DI MEKAH.


JAdi Kedar adalah suku yang mengontrol wilayah dari TELUK PERSIA HINGGA SINAI, jelas BUKAN BERKUASA DI MEKAH.


KETUJUH :


Kutipan dari sumber sekuler :

Encyclopedia Britannica edisi 2003,
topic Sinai Peninsula

Terjemahan bebas:
Setelah melemahnya kerajaan Mesir, kaum Nabayot (Nabit) dari Petra mengontrol rute perjalanan di Sinai selama 2 abad hingga saat mereka dikalahkan oleh kekaisaran Romawi di tahun 106 M. Daerah ini kemudian menjadi bagian dari propinsi Arab dari kekaisaran Romawi.


Nabit adalah anak sulung Ismail.

Kejadian 25:13 ….. Nebayot anak sulung Ismail, selanjutnya Kedar ………


Petra ini adalah daerah disekitar perbatasan jazirah Sinai dengan wilayah Israel yang sekarang. Lihat peta no. 5 dibawah ini.

Image

Sumber : http://oi.uchicago.edu/OI/INFO/MAP/SITE/Le...Site_150dpi.gif


Keberadaan keturunan Ismail di Semenanjung Sinai membuktikan bahwa Paran berada di Sinai seperti penuturan Alkitab.

Dalam ketujuh poin diatas dengan memperhatikan point 5 (Kejadian 37 : 25) yang menyatakan bahwa suku Ismail melakukan perdagangan dari Gilead ke Mesir yang melalui Sinai. Peristiwa ini sejaman dengan Yakub yang berarti sekitar tahun 1900 SM.
Sementara abad ke 5 SM suku Kedar menguasai wilayah sekitar Sinai (poin 6) dan ditahun 106 M suku Ismail dari Nabit masih mendiami wilayah Sinai (poin 7).

Berarti dari masa sekitar 1900 SM hingga tahun 107 M wilayah Sinai didiami oleh keturunan Ismail.

Kesimpulannya PARAN ADA DI SISI TIMUR JAZIRAH SINAI BUKAN MEKAH sesuai dengan peta no. 1.



II. APAKAH PARAN ADALAH MEKAH


Kita perhatikan peta no. 6 dibawah ini yang memperlihatkan wilayah Timur Tengah.

Image

Sumber : http://www.sitesatlas.com/Maps/Maps/604r.gif

PERTAMA :

Kejadian 21:21 Maka tinggallah ia di padang gurun Paran dan ibunya mengambil seorang istri baginya dari tanah Mesir.


Jika Ismail tinggal di Mekah apa perlunya Hagar sang ibu harus pergi jauh-jauh ke Mesir untuk mencari istri bagi Ismail.
Bayangkan rute yang harus diambil dengan melalui jalur laut :
• Dari Mekah ke Jedah jarak sekitar 90 km
• Dari Jedah harus naik kapal menyeberang Laut Merah yang lebarnya sekitar 200 km, mendarat di sekitar Port Sudan
• Dari Port Sudan ke kota kuno Mesir, misalkan ke Thebe jaraknya sekitar 600 km


Perjalanan Hagar diatas bisa memakan waktu berbulan-bulan hanya untuk sekedar mendapatkan menantu. Tidak masuk akal.
Sebaliknya jika Paran ada di timur jazirah Sinai maka penuturan Alkitab sangat masuk akal.


KEDUA :


Bilangan 13:1 - 3 : ‘Tuhan berfirman kepada Musa, “Suruhlah beberapa orang mengintai tanah Kanaan yang akan Kuberikan kepada orang Israel …….. Lalu Musa menyuruh mereka dari padang gurun Paran, sesuai dengan titah Tuhan’


Apakah nabi Musa menyuruh mengintai Kanaan dari Mekah yang jauhnya sekitar 1400 km dari Kanaan.
Tidak masuk akal.

Apakah ada ayatnya di qur’an yang menyebutkan nabi Musa dan umat Israel pergi ke Mekah?
Sebaliknya jika Paran ada di timur jazirah Sinai maka penuturan Alkitab sangat masuk akal.


KETIGA :


1 Samuel 25:1 Dan matilah Samuel ; seluruh Israel berkumpul meratapi dia dan menguburkan dia dirumahnya di Rama. Dan Daud berkemas, lalu pergi ke padang gurun Paran.


Apa perlunya raja Daud pergi ke Mekah yang jauhnya sekitar 1400 km dari Rama? Tidak masuk akal.

Apakah ada ayatnya di Qur'an yang menyebutkan nabi Daud pergi ke Mekah?
Sebaliknya jika Paran ada di timur jazirah Sinai maka penuturan Alkitab sangat masuk akal.

Jadi kutipan 3 ayat diatas, bisa disimpulkan bahwa PARAN TIDAK MUNGKIN MEKAH KARENA JARAKNYA TERLALU JAUH.



B. BAKA


Menurut muslim :
Nama Makkah disebut dalam Al-Qur'an dalam surat Al-Fath (48 : 24) :
Dan Dialah yang menahan tangan mereka dan (membinasakan) kamu dan (menahan) tangan kamu dari (membinasakan) mereka ditengah kota Mekah ……..


Nama lain Makkah adalah Bakka, tergantung dialek sukunya.
Hal ini disebut sekali dalam Surat Ali 'Imran (3): 96, yaitu:
"Sesungguhnya rumah yang mula-mula dlbangun (untuk tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Makkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia."

Sungguh mengagumkan, kota Bakka ini disebut oleh Nabi Daud Alaihis-salam dalam Injil - Mazmur 84:7) :
"Apabila melintasi lembah Bakka, mereka membuatnya menjadi tempat yang bermata air; bahkan hujan pada awal musim menyelubunginya dengan berkat."


Komentar :

Dikutip dengan lengkap :


* Mazmur 84:7–8
84:7 LAI TB, Apabila melintasi lembah Baka, mereka membuatnya menjadi tempat yang bermata air; bahkan hujan pada awal musim menyelubunginya dengan berkat.
84:6 KJV, Who passing through the valley of Baca make it a well; the rain also filleth the pools.
Hebrew,
עֹבְרֵי ׀ בְּעֵמֶק הַבָּכָא מַעְיָן יְשִׁיתוּהוּ גַּם־בְּרָכֹות יַעְטֶה מֹורֶה׃
Translit, OVREY BE'EMEQ HABAKHA MAYAN YESYITUHU GAM-BERAKHOT YATEH MOREH

84:8 LAI TB, Mereka berjalan makin lama makin kuat, hendak menghadap Allah di Sion.
84:7 KJV, They go from strength to strength, every one of them in Zion appeareth before God.
Hebrew,
יֵלְכוּ מֵחַיִל אֶל־חָיִל יֵרָאֶה אֶל־אֱלֹהִים בְּצִיֹּון׃
Translit, YELKHU MEKHAYIL 'EL-KHAYIL YERA'EH 'EL-'ELOHIM BETSIYON


בכא - BAKA



Sion adalah nama lain dari Yerusalem.


* 1 Raja 8:1
LAI TB, Pada waktu itu raja Salomo menyuruh para tua-tua Israel dan semua kepala suku, yakni para pemimpin puak orang Israel, berkumpul di hadapannya di Yerusalem, untuk mengangkut tabut perjanjian TUHAN dari kota Daud, yaitu Sion.
KJV, Hebrew,
אָז יַקְהֵל שְׁלֹמֹה אֶת־זִקְנֵי יִשְׂרָאֵל אֶת־כָּל־רָאשֵׁי הַמַּטֹּות נְשִׂיאֵי הָאָבֹות לִבְנֵי יִשְׂרָאֵל אֶל־הַמֶּלֶךְ שְׁלֹמֹה יְרוּשָׁלִָם לְהַעֲלֹות אֶת־אֲרֹון בְּרִית־יְהוָה מֵעִיר דָּוִד הִיא צִיֹּון׃
Translit, 'AZ YAKHEL SYELOMOH 'ET-ZIQ'NEY YISRA'EL 'ET-KOL-RASYEI HAMATOT NESI'EI HA'AVOT LIVNEY YISRA'EL 'EL-HAMELEKH SYELOMOH YERO'USYALAM LE'HA'ALOT 'ET-'ARON BERIT-YEHOVAH (baca ADONAY) ME'IR DAVID HI TSIYON

ירושלם - YERO'USYALAM (YERUSALEM) adalah ציון - TSION (SION)


Kita lihat dari konteks kalimatnya :

Penulis kitab Mazmur menggambarkan orang-orang Yahudi yang hendak berziarah ke Yerusalem dimana harus melalui lembah Baka. Tidak logis jika orang-orang Yahudi yang berdiam di tanah Israel dan wilayah sekitarnya saat hendak ke Yerusalem harus menuju Mekah dulu yang jaraknya sekitar 1400 km kemudian berbalik lagi ke Yerusalem.



Ada 2 pendapat tentang lokasi lembah Baka ini.


PERTAMA :

Yang berpendapat adalah Lembah Beka di Lebanon.
Lembah Beka disebut juga Biqa atau Beqaa berada di Lebanon.

Dikutip dari :

Encyclopaedia Britannica
Edisi 2003
Sub Topik : Al-Biqa

also spelled Bekaa, or Beqaa, classical Coele Syriabroad valley of central Lebanon,
juga disebut Bekka atau Beqaa …. Lembah di Lebanon tengah

The valley contains nearly half of Lebanon's arable land ……
Lembah ini adalah hampir setengah dari tanah Lebanon yang dapat ditanami …..


Perbatasan secara geografi :

Timur : kota Al Labwah
Selatan : kota Baalbek
Barat : kota Bahari
Utara : kota Al Hirmil


Lihat peta no. 7 dibawah ini.

Image

Sumber : http://www.the-lebanon.com/lebanon_country...ebanon_sm02.gif

KEDUA :

Arti בכא - BAKA dalam bahasa Ibrani adalah “pohon param/ pohon kertau (balsam tree)”.

Kita bisa menemukan referensi dari Alkitab tentang lembah POHON PARAM ini.



* 2 Samuel 5 : 22-23
5:22 LAI TB, Ketika orang Filistin maju sekali lagi dan memencar di lembah Refaim,
KJV, And the Philistines came up yet again, and spread themselves in the valley of Rephaim.
Hebrew,
וַיֹּסִפוּ עֹוד פְּלִשְׁתִּים לַעֲלֹות וַיִּנָּטְשׁוּ בְּעֵמֶק רְפָאִים׃
Translit, VAYOSIFU 'OD PELISHTIM LA'ALOT VAYINATSYU BE'EMEQ REFAIM:

5:23 LAI TB, maka bertanyalah Daud kepada TUHAN, dan Ia menjawab: "Janganlah maju, tetapi buatlah gerakan lingkaran sampai ke belakang mereka, sehingga engkau dapat menyerang mereka dari jurusan pohon-pohon kertau.
KJV, And when David enquired of the LORD, he said, Thou shalt not go up; but fetch a compass behind them, and come upon them over against the mulberry trees.
Hebrew,
וַיִּשְׁאַל דָּוִד בַּיהוָה וַיֹּאמֶר לֹא תַעֲלֶה הָסֵב אֶל־אַחֲרֵיהֶם וּבָאתָ לָהֶם מִמּוּל בְּכָאִים׃
Translit, VAYISHAL DAVID BAYEHOVAH VAYOMER LO' TA'ALEH HASEV EL-AKHAREIHEM 'UVATA LAHEM MIMUL BEKHAIM


Lembah Refaim sendiri terletak sekitar 6 km sebelah barat daya Yerusalem. Berarti lembah Baka sendiri pasti terletak tidak jauh dari lembah Refaim.

Tampaknya Islam mengartikan hanya karena kesamaan bunyi dari 2 bahasa yang berbeda. Namun jika kita lihat struktur konsonan antara kedua kata ini maka jelaslah bahwa BAKA tidak mungkin Mekah.
Tulisan Ibrani kuno dan Arab kuno tidak memiliki simbol huruf hidup, semua kata ditulis dengan huruf mati.
Jadi :
BAKA akan ditulis בכא dalam huruf Ibrani kuno

Tampaknya teman-teman Muslim mengartikan hanya karena kemiripan bunyi dari 2 bahasa yang berbeda.




C. MEKAH


Muslim mengklaim bahwa kota Mekah adalah pusat dari agama Islam dan pusat dari sejarah. Menurut mereka “tempat suci pertama yang diperuntukkan manusia adalah Mekah, tempat yang diberkati, petunjuk bagi umat manusia ." (Sura 3:96).

Menurut tradisi Islam, Adam menempatkan batu hitam didalam Kabah. Sementara menurut Qur’an (Sura 2:125-127) adalah Abraham dan Ismael yang membangun ulang Kabah beberapa tahun kemudian. Jadi menurut Muslim, Mekah dipandang sebagai kota yang pertama dan paling penting didunia.

Namun bertentangan dengan pandangan Islam diatas, ternyata yang didapati justru :
• Tidak ada dokumentasi secuilpun yang menyatakan bahwa Abraham pernah pergi atau tinggal di Mekah.
• Tidak ada bukti arkeologis dan referensi secuilpun tentang kota Mekah sebelum era Islam.

Beberapa pembahasan diberikan dsibawah ini :


PERTAMA :


Dari penelitian yang dilakukan oleh Patricia Crone dan Michael Cook dalam buku Hagarism : The Making of The Islamic World, 1977, satu-satunya kemungkinan penyebutan Mekah dalam dokumen pra Islam adalah yang ditulis oleh sejarawan Ptolemy abad ke 2 M yang menyebutkan sebuah kota bernama “Makoraba”. Namun tidak ada kepastian dari dugaan ini karena nama Makoraba hanya disebut sepintas saja.


KEDUA :


Selain itu kemungkinan lain adalah dari laporan Strabo dalam buku :
Geography, buku XVI, bab iv,
halaman 1-4, 18-19, 21-26,
Buku ini bertarikh tahun 22 masehi. Namun laporan dari Strabo tidak menuliskan adanya kota Mekah, melainkan lebih merupakan gambaran tentang sisi pantai Hijaz dan sebuah kota bernama Negrani.

Berikut kutipannya :

Kemudian adalah pantai yang berbukit-bukit, dan setelah itu beberapa teluk dan kota yang dihuni oleh kaum nomaden, yang hidup dengan unta mereka.
Penguasa kota tersebut adalah Sabos. Gallus menghabiskan lima puluh hari melalui daerah ini, melalui jalanan, dan kemudian sampai dikota Negrani.

Namun lagi-lagi, tidak ada kepastian sama sekali tentang Negrani adalah Mekah.


KETIGA :


Sementara dikutip dari buku :

Sejarah Hidup Muhammad
Muhammad Husain Haekal


BAGIAN KEDUA: MEKAH, KA'BAH DAN QURAISY


….. Untuk mengetahui sejarah dibangunnya kota ini SUNGGUH SUKAR SEKALI. MUNGKIN sekali ia bertolak ke masa ribuan tahun yang lalu. ……. MUNGKIN sekali Ismail anak Ibrahim itu orang pertama yang menjadikannya sebagai tempat tinggal, …. Kalau Ismail adalah orang pertama yang menjadikan Mekah sebagai tempat tinggal, maka sejarah tempat ini sebelum itu GELAP SEKALI.


Jadi Haekal mengakui bahwa sejarah kota ini SANGAT SUKAR ditelusuri dan GELAP SEKALI .
Tentu saja, karena pada jaman Pra Islam, kota Mekah boleh dikata TIDAK DIKENAL.


KEEMPAT :


Sementara dari buku yang lain :

Sejarah Kota Mekah – Klasik dan Modern
Akbar Media Eka Sarana, Januari 2003
DR. Muhammad Ilyas Abdul Gani

Tidak satupun memberikan informasi tentang catatan arkeologis pra Islam yang dapat menguatkan klaim bahwa kota Mekah tersebut telah didirikan pada jaman Abraham (sekitar 2000 SM).


KELIMA :


Satu kesimpulan akhir yang cukup masuk akal adalah :

Dikutip dari :

Muhammad – Kisah Hidup Nabi Berdasar Sumber Klasik
Martin Lings
Serambi Ilmu Semesta, 2002, halaman 10

... Ada 2 pusat suci yang melingkupi Ibrahim : satu didaerahnya, dan satu lagi MUNGKIN BELUM DIKETAHUI, dan MUNGKIN KESANALAH Hajar dan Ismail dituntun, kesuatu lembah tandus di Arabia ....... Lembah itu bernama Bakah.


Jadi pengaitan Mekah dengan Bakah hanyalah sesuatu yang hanya bisa disimpulkan sebagai MUNGKIN. Karena memang TIDAK ADA BUKTI-BUKTI PRA ISLAM yang menguatkan hal tersebut.

Begitu juga, tidak ada bukti yang mengkaitkan Mekah sebagai TEMPAT PEMUJAAN YANG UTAMA DARI ERA IBRAHIM HINGGA MENJELANG ERA ISLAM.

(Disalin dari : Vivaldi)


-----



II. KITAB HABAKUK


Dalam beberapa diskusi, teman Muslim juga sering merujuk kata "pujian" dalam Habakuk 3:3 itu sebagai "ahmad". Tetapi usaha mencari kata yang mirip dengan Ahmad jelas beda jauh:


*Habakuk 3:3-4
LAI TB, Allah datang dari negeri Teman dan Yang Mahakudus dari pegunungan Paran. Sela. Keagungan-Nya menutupi segenap langit, dan bumipun penuh dengan pujian kepada-Nya.,
KJV, God came from Teman, and the Holy One from mount Paran. Selah. His glory covered the heavens, and the earth was full of his praise.
Hebrew,
אֱלֹוהַ מִתֵּימָן יָבֹוא וְקָדֹושׁ מֵהַר־פָּארָן סֶלָה כִּסָּה שָׁמַיִם הֹודֹו וּתְהִלָּתֹו מָלְאָה הָאָרֶץ׃
Translit, 'ELOAH (Allah) MITEYMAN (dari [negeri] Teman) YAVO' (Dia akan datang) VEQADOSY (dan Yang Kudus) MEHAR-PA'RAN (dari gunung Paran) SELAH (sela) KISAH (ia menutupi) SYAMAYIM (langit) HODO (kemuliaan-Nya) 'UTEHILATO (dan pujian bagi-Nya) MALE'AH (ia memenuhi) HA'ARETS (bumi itu)

3:4 LAI TB, Ada kilauan seperti cahaya, sinar cahaya dari sisi-Nya dan di situlah terselubung kekuatan-Nya.
KJV, And his brightness was as the light; he had horns coming out of his hand: and there was the hiding of his power.
Hebrew,
וְנֹגַהּ כָּאֹור תִּהְיֶה קַרְנַיִם מִיָּדֹו לֹו וְשָׁם חֶבְיֹון עֻזֹּה ׃
Translit, VENOGA KA'OR TIHYEH QARNAYIM MIYADO LO' VESYAM KHEVYON 'UZO


Habakuk 3:3, Kata "pujian" yang dimaksud bukanlah kata Ahmad melainkan kata תהלה - TEHILAH. Maka usaha mencari ucapan kata yang mirip-pun beda jauh.

Habakuk 3:4, Kata "cahaya" (Ibrani אור - 'OR), entah mengapa ayat ini dihubungkan dengan nubuat tentang Al~Qur'an. Apalagi melihat Habakuk 3:3 tidak ada hubungannya dengan ke-Islaman.




7. KITAB KEJADIAN (Pemeliharaan Sunat).

17:10 Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu (Abraham) serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat;
17:14 Dan orang yang tidak disunat, yakni laki-laki yang tidak dikerat kulit khatannya, maka orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya: ia telah mengingkari perjanjian-Ku."

Realitanya, yang memegang teguh perjanjian tersebut hingga hari kiamat adalah umat Islam, karena umat Kristen tidak disyariatkan untuk sunat, sebagaimana pernyataan pendiri Kristen, Paulus Tarsus dalam 1 Korintus berikut ini:

7:18 Kalau seorang dipanggil dalam keadaan bersunat, janganlah ia berusaha meniadakan tanda-tanda sunat itu. Dan kalau seorang dipanggil dalam keadaan tidak bersunat, janganlah ia mau bersunat.
7:19 Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak penting. Yang penting ialah mentaati hukum-hukum Allah.

Umat Kristen lalai, bahwa perintah sunat merupakan kewajiban setiap individu laki2 yang diperintahkan Tuhan dalam Taurat yang tidak bisa dibantah hanya oleh seorang Paulus Tarsus. Sangat mungkin, Paulus menyatakan demikian karena dia sendiri enggan disunat.

Mengenai HUKUM TAURAT :


Hukum Taurat itu diberikan "khusus" kepada orang Yahudi, tidak berlaku "universal", tidak diberikan kepada umat Islam, Buddha, Hindu, Kong Hu Cu, Sinto, dan agama agama lain, demikian pula terhadap umat Kristen. Sebagian hukum Taurat masih dilakukan oleh "sebagian" kalangan Kristen, sepanjang hukum itu diulangi dan ditegaskan kembali dalam Perjanjian Baru.


* Ulangan 4:44
LAI TB, Inilah hukum Taurat yang dipaparkan Musa kepada orang Israel.
KJV, And this is the law which Moses set before the children of Israel:
Hebrew,
וְזֹאת הַתֹּורָה אֲשֶׁר־שָׂם מֹשֶׁה לִפְנֵי בְּנֵי יִשְׂרָאֵל׃
Translit, VEZO'T HATORAH 'ASYER-SAM MOSYEH LIFNEY BENÊY YISRA'EL


* 1 Tawarikh 16:40
LAI TB, supaya pagi dan petang tetap dipersembahkan korban bakaran kepada TUHAN di atas mezbah korban bakaran, dan supaya dikerjakan segala yang tertulis dalam Taurat TUHAN yang diperintahkan-Nya kepada orang Israel.
KJV, To offer burnt offerings unto the LORD upon the altar of the burnt offering continually morning and evening, and to do according to all that is written in the law of the LORD, which he commanded Israel;
Hebrew,
לְהַעֲלֹות עֹלֹות לַיהוָה עַל־מִזְבַּח הָעֹלָה תָּמִיד לַבֹּקֶר וְלָעָרֶב וּלְכָל־הַכָּתוּב בְּתֹורַת יְהוָה אֲשֶׁר צִוָּה עַל־יִשְׂרָאֵל׃
Translit, LEHA'ALOT 'OLOT LAYHOVAH 'AL-MIZBAKH HA'OLAH TAMID LABOQER VELA'AREV 'ULEKHAL-HAKATUV BETORAT YEHOVAH 'ASYER TSIVAH 'AL-YISRA'EL


* Nehemia 8:1
LAI TB, maka serentak berkumpullah seluruh rakyat di halaman di depan pintu gerbang Air. Mereka meminta kepada Ezra, ahli kitab itu, supaya ia membawa kitab Taurat Musa, yakni kitab hukum yang diberikan TUHAN kepada Israel.
KJV, And all the people gathered themselves together as one man into the street that was before the water gate; and they spake unto Ezra the scribe to bring the book of the law of Moses, which the LORD had commanded to Israel.
Hebrew,
וַיֵּאָסְפוּ כָל־הָעָם כְּאִישׁ אֶחָד אֶל־הָרְחֹוב אֲשֶׁר לִפְנֵי שַׁעַר־הַמָּיִם וַיֹּאמְרוּ לְעֶזְרָא הַסֹּפֵר לְהָבִיא אֶת־סֵפֶר תֹּורַת מֹשֶׁה אֲשֶׁר־צִוָּה יְהוָה אֶת־יִשְׂרָאֵל׃
Translit, VAYE'ASEFU KHOL-HA'AM KE'ISY 'EKHAD 'EL-HARKHOV 'ASYER LIFNEY SYA'AR-HAMAYIM VAYO'MRU LE'EZRA' HASOFER LEHAVI' 'ET-SEFER TORAT MOSYEH 'ASYER-TSIVAH YEHOVAH 'ET-YISRA'EL


Tanya, menurut pendapat Anda, apakah hukum Taurat juga diberikan kepada kalangan Muslim?

8. KEJADIAN (Sholawat Nabi).

12:2 Aku akan membuat engkau (Abraham) menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.
12:3 Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat."

Jelas sekali, bahwa ayat2 di atas bercerita tentang Sholawat Nabi (Muhammad dan Ibrahim) yang senantiasa dibaca oleh umat Islam ketika duduk tasyahud/takhiat akhir dalam sholat. Tidak ada umat lain yang selalu memuliakan Nabi Ibrahim kecuali umat Islam. Umat Kristen sendiri, yang mengklaim Perjanjian Lama sebagai kitabnya, tidak pernah memuliakan Nabi Ibrahim.

[QS. 33:56-57. Sesungguhnya Allah dan malaikat2-Nya bersholawat untuk Nabi. Hai orang2 yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. Sesungguhnya orang2 yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya, Allah akan melaknatinya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan baginya siksa yang menghinakan.]


9. KEJADIAN (Perjanjian Allah dengan Abram/Abraham).

15:18 Pada hari itulah TUHAN mengadakan perjanjian dengan Abram serta berfirman: "Kepada keturunanmulah Kuberikan negeri ini, mulai dari sungai Mesir sampai ke sungai yang besar itu, sungai Efrat:

Dari pihak siapakah keturunan Abram/Abraham akan menguasai wilayah tersebut? Jawabannya sudah pasti, Ismail !!!

Dalam ayat di atas sudah sangat jelas, dan realitanya memang demikian (sebenarnya lebih luas lagi), bahwa keturunan Ismail (bangsa Arab) menyebar dari Sungai Nil di Mesir hingga Sungai Efrat di Irak. Sementara bangsa Israel (keturunan Ishak) hanya menguasai sebagian dari wilayah Palestina (Kanaan).

Ayat di atas juga seolah2 mencocokkan pasangan Abraham dengan Hagar, sebagaimana dijelaskan Taurat sendiri bahwa Abraham berasal dari negeri Ur-Kasdim di pesisir Sungai Efrat, sedangkan Hagar berasal dari negeri Mesir dekat Sungai Nil.

[QS. 3:67-68. Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik." Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini (Muhammad), serta orang-orang yang beriman (kepada Muhammad), dan Allah adalah Pelindung semua orang-orang yang beriman.]

Ibrahim memang bukan seorang Yahudi. Karena Yahudi (Yehuda) adalah cucu buyut dari Ibrahim melalui Ishak, dan Ibrahim bukanlah bangsa Arab melainkan bangsa Ibrani, Semit.

Ibrahim adalah orang "Ibrani" didukung oleh Alkitab


* Kejadian 14:13
LAI TB, Kemudian datanglah seorang pelarian dan menceritakan hal ini kepada Abram, 'ORANG IBRANI' itu, yang tinggal dekat pohon-pohon tarbantin kepunyaan Mamre, orang Amori itu, saudara Eskol dan Aner, yakni teman-teman sekutu Abram.
KJV, And there came one that had escaped, and told Abram the Hebrew; for he dwelt in the plain of Mamre the Amorite, brother of Eshcol, and brother of Aner: and these were confederate with Abram.
Hebrew,
וַיָּבֹא הַפָּלִיט וַיַּגֵּד לְאַבְרָם הָעִבְרִי וְהוּא שֹׁכֵן בְּאֵלֹנֵי מַמְרֵא הָאֱמֹרִי אֲחִי אֶשְׁכֹּל וַאֲחִי עָנֵר וְהֵם בַּעֲלֵי בְרִית־אַבְרָם׃
Translit, VAYAVO' HAPALIT VAYAGED LE'AVRAM HA'IVRI VEHU' SYOKHEN BE'ELONEY MAMRE' HA'EMORI 'AKHI 'ESYKOL VA'AKHI 'ANER VEHEM BA'ALEY VERIT-'AVRAM


Kata Ibrani העברי - HA'IVRI itu berarti "orang Ibrani", bukan orang Arab.

Kata "Ibrani", עברי - 'IVRI, 'ayin - bet - resy - yod, berasal dari kata עבר - 'EBER, leluhur Abram/Abraham/Ibrahim.



Kesimpulannya :


Ibrahim tidak beragama Yahudi (Yudaisme), tidak juga beragama Kristen, apalagi beragama Islam karena agama Islam baru muncul setelah Muhammad.
Yahudi itu berasal dari kata "Yehuda", anak Yakub (Israel) yang notabene adalah cucu buyut Ibrahim.

Paham Yudaisme secara resmi diploklamirkan oleh Musa. Yudaisme sudah ada 2000tahun lebih sebelum masa Islam, berpaham Tauhid, tidak makan babi dan wajib sunat bagi laki-laki, hingga sekarang.

10. YEREMIA ("damai sejahtera" atau "Shalom").

28:9 Tetapi mengenai seorang nabi yang bernubuat tentang damai sejahtera, jika nubuat nabi itu digenapi, maka barulah ketahuan, bahwa nabi itu benar-benar diutus oleh TUHAN."

Ayat di atas bercerita tentang "damai sejahtera" yang asal kata Ibraninya adalah "shalom" dan dalam bahasa Arabnya adalah "Salam" atau "Islam" (lihat QS 3:19; 5:3). Muhammad jelas2 mengemban misi Islam, dan sekarang sudah digenapi oleh pemeluk agama Islam, terutama seluruh jazirah Arab yang tunduk pada agama Islam. Muhammad juga banyak bernubuat, namun tidaklah cukup dimuat di sini. Salah satunya adalah nubuat yang berkaitan dengan cucu beliau yang bernama Husain, yang ketika masih kecil sudah diramalkan oleh Muhammad bahwa ia akan mati dipenggal kepalanya di padang Karbala, Irak. Dan, memang benar2 terbukti!

Sementara Yesus membantah nubuat tersebut, bahwa kedatangannya bukanlah membawa damai di bumi, melainkan pertentangan. Berikut pernyataan Yesus menurut Alkitab:

LUKAS:

12:51 Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan.
12:52 Karena mulai dari sekarang akan ada pertentangan antara lima orang di dalam satu rumah, tiga melawan dua dan dua melawan tiga.
12:53 Mereka akan saling bertentangan, ayah melawan anaknya laki-laki dan anak laki-laki melawan ayahnya, ibu melawan anaknya perempuan, dan anak perempuan melawan ibunya, ibu mertua melawan menantunya perempuan dan menantu perempuan melawan ibu mertuanya."

MATIUS:

10:34 "Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.
10:35 Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya,
10:36 dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.

Mari kita cek bersama ayatnya sbb :


* Yeremia 28:9
Tetapi mengenai seorang nabi yang bernubuat tentang damai sejahtera, jika nubuat nabi itu digenapi, maka barulah ketahuan, bahwa nabi itu benar-benar diutus oleh TUHAN."
KJV, The prophet which prophesieth of peace, when the word of the prophet shall come to pass, then shall the prophet be known, that the LORD hath truly sent him.
Hebrew,
הַנָּבִיא אֲשֶׁר יִנָּבֵא לְשָׁלֹום בְּבֹא דְּבַר הַנָּבִיא יִוָּדַע הַנָּבִיא אֲשֶׁר־שְׁלָחֹו יְהוָה בֶּאֱמֶֽת׃
Translit, HANAVI 'ASYER YINAVE LESYALOM BEVO DEVAR HANAVI YIVADA HANAVI 'ASHER-SYELAKHO YEHOVAH BE'EMET


Alkitab tidak seperti Al~Qur'an dimana ayat-ayatnya berupa klam-klaim saja, namun Alkitab senantiasa menulis ayat dengan konteks, catatan peristiwa dengan latar belakang peristiwanya, disertai dengan keterangan geografis, maksud suatu nubuat/mujizat dll. Maka setiap ayat dalam Alkitab tidak bisa seenaknya dicomot "satu atau dua ayat" kemudian dicocok-cocokkan kepada nabi Muhammad. Apalagi ayat 9 yang diklaim penuduh itu mempunyai konteks, dan ayat diatas bukan "nubuat" bagi nabi yang akan datang, tetapi ayat diatas adalah tanggapan dari Yeremia atas NUBUAT PALSU yang dilakukan oleh nabi (palsu) Hanaya.


Untuk mengerti muatan ayat tersebut sebaiknya dibaca lengkap satu perikop :


* Yeremia 28:1-17 Nabi Yeremia lawan nabi Hanaya
28:1 Dalam tahun itu juga, pada permulaan pemerintahan Zedekia, raja Yehuda, dalam bulan yang kelima tahun yang keempat, berkatalah nabi Hananya bin Azur yang berasal dari Gibeon itu kepadaku di rumah TUHAN, di depan mata imam-imam dan seluruh rakyat:
28:2 "Beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Aku telah mematahkan kuk raja Babel itu.
28:3 Dalam dua tahun ini Aku akan mengembalikan ke tempat ini segala perkakas rumah TUHAN yang telah diambil dari tempat ini oleh Nebukadnezar, raja Babel, dan yang diangkutnya ke Babel.
28:4 Juga Yekhonya bin Yoyakim, raja Yehuda, beserta semua orang buangan dari Yehuda yang dibawa ke Babel akan Kukembalikan ke tempat ini, demikianlah firman TUHAN! Sungguh, Aku akan mematahkan kuk raja Babel itu!"
28:5 Lalu berkatalah nabi Yeremia kepada nabi Hananya di depan mata imam-imam dan di depan mata seluruh rakyat yang berdiri di rumah TUHAN itu,
28:6 kata nabi Yeremia: "Amin! Moga-moga TUHAN berbuat demikian! Moga-moga TUHAN menepati perkataan-perkataan yang kaunubuatkan itu dengan dikembalikannya perkakas-perkakas rumah TUHAN dan semua orang buangan itu dari Babel ke tempat ini.
28:7 Hanya, dengarkanlah hendaknya perkataan yang akan kukatakan ke telingamu dan ke telinga seluruh rakyat ini:
28:8 Nabi-nabi yang ada sebelum aku dan sebelum engkau dari dahulu kala telah bernubuat kepada banyak negeri dan terhadap kerajaan-kerajaan yang besar tentang perang dan malapetaka dan penyakit sampar.
28:9 Tetapi mengenai seorang nabi yang bernubuat tentang damai sejahtera, jika nubuat nabi itu digenapi, maka barulah ketahuan, bahwa nabi itu benar-benar diutus oleh TUHAN."
28:10 Kemudian nabi Hananya mengambil gandar itu dari pada tengkuk nabi Yeremia, lalu mematahkannya.
28:11 Berkatalah Hananya di depan mata seluruh rakyat itu: "Beginilah firman TUHAN: Dalam dua tahun ini begitu jugalah Aku akan mematahkan kuk Nebukadnezar, raja Babel itu, dari pada tengkuk segala bangsa!" Tetapi pergilah nabi Yeremia dari sana.
28:12 Maka sesudah nabi Hananya mematahkan gandar dari pada tengkuk nabi Yeremia, datanglah firman TUHAN kepada Yeremia:
28:13 "Pergilah mengatakan kepada Hananya: Beginilah firman TUHAN: Engkau telah mematahkan gandar kayu, tetapi Aku akan membuat gandar besi sebagai gantinya!
28:14 Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Kuk besi akan Kutaruh ke atas tengkuk segala bangsa ini, sehingga mereka takluk kepada Nebukadnezar, raja Babel; sungguh, mereka akan takluk kepadanya! Malahan binatang-binatang di padang telah Kuserahkan kepadanya."
28:15 Lalu berkatalah nabi Yeremia kepada nabi Hananya: "Dengarkanlah, hai Hananya! TUHAN tidak mengutus engkau, tetapi engkau telah membuat bangsa ini percaya kepada dusta.
28:16 Sebab itu beginilah firman TUHAN: Sesungguhnya, Aku menyuruh engkau pergi dari muka bumi. Tahun ini juga engkau akan mati, sebab engkau telah mengajak murtad terhadap TUHAN."
28:17 Maka matilah nabi Hananya dalam tahun itu juga, pada bulan yang ketujuh.


Ayat 1-4. Nubuat Hananya sebagaimana ditulis dalam ayat 1-4 ini, terhadap nubuat yang diucapkannya akan dibuktikan apakah ia adalah nabi yang benar ataukah ia seorang nabi palsu. Hanaya telah mendengar baha nabi Yeremia mengumumkan pembuangan bagi bangsa Israel -- Kerajaan -- yang telah memberontak. Untuk menandingi apa yang disampaikan Yeremia ini, Hanaya dengan sengit mengatakan bahwa TUHAN memberitahukan justru sebaliknya kepadanya, dan "koreksi" atas nubuat Yeremia ini dilambangkannya dengan "kuk yang dipatahkan. Dan "nubuat" Hanaya itu asing daripada nabi-nabi sebelumnya.

Ayat 5-9. Nabi Yeremia memberikan jawaban, ia dengan ikhlas mengatakan "Amin" terhadap apa yang dikatakan Hanaya yang dalam hal ini justru memberikan kabar baik, bertujuan agar Yehuda makmur. Tetapi Yeremia mengetahui bahwa hal itu tidak berlangsung demikian. Karena hal-hal yang dapat mengelakkan Yehuda dari hukuman Allah adalah perubahan hati dan pertobatan. Dan selanjutnya nabi Yeremia memberikan tanda : "jika seorang nabi yang bernubuat tentang damai sejahtera, jika nubuat nabi itu digenapi, maka barulah ketahuan, bahwa nabi itu benar-benar diutus oleh TUHAN". Jadi jelas dalam ayat 9 ini bukanlah suatu nubuat tentang nabi yang akan datang, dan sama sekali tidak berbicara tentang Muhammad. Yeremia memberikan tantangan kepada Hanaya, apabila nubuatnya itu benar terjadi maka ia adalah nabi yang benar, sebaliknya jika tidak, maka hanaya adalah seorang nabi palsu, bukan benar-benar diutus oleh TUHAN.

Ayat 10-11. Terhadap tanggapan Yeremia, Hanaya mendemonstrasikan secara dramatis pendapatnya dengan mematahkan kuk yang telah diambilnya dari Yeremia. Demikian menurut Hanaya, bahwa kekuasaan Nebukadnezar akan dipatahkan dalam tempo 2 tahun.
Namun waktulah yang akan membuktikan apakah Hanaya ini memang diutus Allah atau tidak.

Ayat 12-17. Pembuktian kebenaran berita yang disampaikan Yeremia. TUHAN menyampaikan berita tentang hukumanNya terhadap Yehuda " Kuk besi akan Kutaruh ke atas tengkuk segala bangsa ini, sehingga mereka takluk kepada Nebukadnezar, raja Babel; sungguh, mereka akan takluk ke