Dipublikasikan pada: Rabu, 11 November 2009
Ditulis oleh Adizjayaz Yusuf
Kebohongan Kristen part. 2
kita baca ayat-ayat berikut :
* Matius 1:20
Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.
Lukas 1:41
Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus,
gampang saja : kita melihat disini Elizabeth dipenuhi dengan Roh Kudus; perbedaannya dengan Maria adalah dia mengandung seorang Anak dari benih Roh Kudus
Apa yang dialami oleh Elisabet dialami pula oleh semua orang percaya --> Roma 8:14 Semua orang yang dipimpin Roh Allah (Kudus) adalah anak Allah.
Tetapi apa yang dialami Maria tidak dialami oleh orang lain, yaitu mengandung dari benih Roh Kudus
Matius 1:18
"Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut : Pada waktu Maria, ibuNya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami istri"
12. Jika Yesus adalah Tuhan oleh karena ia memiliki mukjizat yang mampu menghilangkan berbagai penyakit dan mampu menghidupkan orang mati, mengapa Musa yang memiliki mukjizat jauh lebih dahsyat dari Yesus tidak menjadi Tuhan?
Lalu Musa mengulurkan tongkatnya ke langit, maka TUHAN mengadakan guruh dan hujan es, dan apipun menyambar ke bumi, dan TUHAN menurunkan hujan es meliputi tanah Mesir. Dan turunlah hujan es, beserta api yang berkilat-kilat di tengah-tengah hujan es itu, terlalu dahsyat, seperti yang belum pernah terjadi di seluruh negeri orang Mesir, sejak mereka menjadi suatu bangsa. (Keluaran 9:23-24)
Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman itu TUHAN menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, membuat laut itu menjadi tanah kering; maka terbelahlah air itu. Demikianlah orang Israel berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering; sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka. (Keluaran 14:21-22)
Yesus Kristus tidak disebut sebagai Tuhan oleh karena mujizat-mujizatNya, Yesus adalah Tuhan sebab Dia lahir dari benih Roh Allah.
13. Jika Yesus adalah Tuhan oleh karena ia seorang Kristus (Mesias), mengapa kristus-kristus lain tidak menjadi Tuhan?
Kristus-kristus lain dalam Alkitab: Daud Kristus (Mazmur 2:2), Koresh Kristus (Yesaya 45:1), Saul Kristus (1 Samuel 10:1), Harun Kristus (Imamat 8:12), Elisa Kristus (1 Raja-raja 19:16), dan Salomo Kristus (1 Raja-raja 1:39). Kristus (Yunani) = Mesias (Ibrani) = Yang diurapi.
MESIAS :
"Mesias", Ibrani "MASYIAKH", Aram "MESIHA", Arab "MASIH" artinya "yang diurapi".
Isa Al-Masih menunjukkan bahwa Isa itu "Yang Diurapi" dalam urutan nabi-nabi dalam agama samawi lainnya, hanya Isa yang mempunyai gelar "Al-Masih".
Saya membandingkan kata "MASYIAKH" dengan Al-Masih karena berasal dari rumpun bahasa yang sama.
Sebagai Anak Allah, Yesus Kristus adalah "Mesias" (Ibrani: MASYIAKH, "yang diurapi")
* Matius 16:16,
"Maka jawab Simon Petrus: 'Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!'"
"APOKRITHEIS DE SIMON PETROS EIPEN SU EI HO KHRISTOS HO HUIOS TOU THEOU TOU ZONTOS"
Sebenarnya manusia dapat saja mengenal dengan pengertian mengetahui keberadaan Allah, namun sulit bagi manusia untuk "memahami" Allah.
--------------
Kata "Mesias" untuk manusia (lain)?
Mari kita kaji :
* Yesaya 45:1
LAI : Beginilah firman TUHAN: "Inilah firman-Ku kepada orang yang Kuurapi, kepada Koresh yang tangan kanannya Kupegang supaya Aku menundukkan bangsa-bangsa di depannya dan melucuti raja-raja, supaya Aku membuka pintu-pintu di depannya dan supaya pintu-pintu gerbang tidak tinggal tertutup:
KJV : Thus saith the LORD to his anointed, to Cyrus, whose right hand I have holden, to subdue nations before him; and I will loose the loins of kings, to open before him the two leaved gates; and the gates shall not be shut;
KO-AMAR ADONAI LIMSHIKHO LEKHORESH ASHER-HEKHEZAKTI VIMINO LERAD-LEFANAV GOYIM UMATNEI MELAKHIM AFATEAKH LIFTOAKH LEFANAV DELATAYIM USHEARIM LO YISAGERU
* Mazmur 2:2
LAI : Raja-raja dunia bersiap-siap dan para pembesar bermufakat bersama-sama melawan TUHAN dan yang diurapi-Nya
KJV : The kings of the earth set themselves, and the rulers take counsel together, against the LORD, and against his anointed, saying,
YITYATSVU MALKHEI-ERETS VEROZNIM NOSDU-YAKHAD AL-YEHOVA VEAL-MESHIKHO
Yang Kuurapi adalah dasar dari gelar Mesias; tapi penggunaannya dalam PL adalah umum, terutama bagi raja-raja yang diurapi oleh Allah (misalmnya Saul dalam 1 Samuel 24:6-7). Disini ditekankan bahwa Koresh diangkat dan diperlengkapi untuk tugas yang agung dan mengalahkan raja-raja.
Apalagi dalam ayat diatas pengunaan kata urapan diatas tidak menggunakan kata "Mashiakh" sebagai suatu gelar, tetapi menggunakan kata "LIMSHIKHO" (yes 45:1) dan "MESHIKHO" (Maz 2:2) yang menunjukkan pribadi yang diurapiNya. Pada konteks ayat-ayat tersebut urapan itu diberikan kepada orang-orang yang dipilih Allah untuk diurapiNya.
Sedangkan Gelar Mesias bagi Yesus dijelaskan sbb :
Nama "Kristus" adalah persamaan "Mesias" dalam bahasa Yunani, sehingga nama Yesus Kristus sungguh berarti "Yesus Sang Mesias", atau "Yesus yang Diurapi". Mereka mengajarkan kebenaran ini dengan keyakinan dan kekuatan bahwa tidak hanya orang Yahudi tetapi, kemudian, orang-orang di seluruh dunia, percaya kepada Yesus, sebagai Kristus dan juga sebagai Tuhan dan Penyelamat semua orang.
Nubuat-nubuat dalam Perjanjian Lama mengenai Mesias secara unik tergenapi dalam diri Yesus Kristus. Ada ratusan nubuat mengenai hal ini, sehingga kemungkinan bahwa nubuat tersebut digenapi secara kebetulan pada satu orang biasa sangatlah bertentangan dengan hukum probabilitas.
Beberapa dari nubuat tersebut sangatlah sulit digenapi, seolah-olah tidak dapat dipenuhi oleh seorang pun yang hidup setelah abad pertama Masehi. Sebagai contoh, Yakub mengatakan, dalam Keluaran 49:10, "Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda, ataupun lambang pemerintahan dari antara kakinya, sampai Shiloh datang." Nama "Shiloh" adalah gelar untuk Mesias, dan nubuat menyatakan bahwa suku Yehuda akan tetap menjadi pemimpin bangsa di Israel, secara khusus menghasilkan raja-raja mereka, sampai Mesias datang. Nubuat sudah digenapi sebelum kehancuran Yehuda dan Yerusalem pada tahun 70 Masehi, ketika semua tongkat kerajaan telah meninggalkan Yehuda.
Janji juga diberikan kepada Raja Daud bahwa Mesias akan datang sebagai salah satu keturunannya, sebagai Raja abadi, seperti dikatakan Tuhan, "Dialah yang akan mendirikan rumah bagi nama-Ku dan aku akan mengokohkan tahta kerajaannya untuk selama-lamanya" (II Samuel 7:13). Yesaya mengatakan, "Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai (yaitu ayah Daud), dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah" (Yesaya 11:1). Ini adalah nama yang lain lagi untuk Mesias, dan menunjukkan bahwa, bahkan setelah pohon keluarga Isai terputus, masih ada satu cabang (taruk) yang tumbuh dari tunggulnya. Ternyata cabang terakhir yang muncul dari silsilah ini akhirnya terbukti merupakan Mesias terjanji!
Ini digenapi secara unik dalam diri Yesus. Ayah angkatnya, Yusuf, adalah keturunan Daud melalui Salomo dan karenanya mempunyai hak atas tahta (Matius 1:1-16). Ibunya, Maria, juga keturunan Daud melalui Nathan, seperti dijelaskan dalam silsilah dalam Lukas 3:23-31.
Andai saja silsilah Yesus tidak memenuhi kriteria itu tentu saja semua catatan silsilah akan segera dihancurkan setelahnya. Tetapi kenyataannya tidak demikian, silsilah itu memberikan bukti bahwa nubuat-nubuat itu tergenapi.
Nubuat yang lebih menusuk terdapat dalam Daniel 9:24-27. Dalam ayat itu Daniel menyatakan secara eksplisit bahwa Mesias akan datang 69 "sabat" (yaitu, 69 tahun sabat - atau total 483 tahun) setelah dekrit yang diberikan untuk membangun kembali Yerusalem, yang saat itu tinggal reruntuhan setelah Nebukadnezar, raja Babilonia, menghancurkannya.
Dekrit semacam itu diberikan kemudian oleh kaisar Persia. Walaupun tanggal yang pasti dari dekrit itu tidak diketahui dengan jelas, tanggal terakhir dari nubuat pasti suatu waktu dalam abad pertama Masehi. Sesungguhnya, hal itu pasti terjadi sebelum penghancuran kota dan Bait Allah oleh Romawi pada tahun 70 Masehi, sebab nubuat mengatakan secara eksplisit: "Setelah keenam puluh dua kali tujuh masa itu akan disingkirkan seorang Mesias, padahal tidak ada salahnya apa-apa; maka datanglah rakyat seorang raja memusnahkan kota dan tempat kudus itu" (Daniel 9:26). Bukan saja Mesias pasti datang sebelum pemusnahan kota ini, tetapi juga disebutkan bahwa Dia "disingkirkan", ditolak atau dibunuh, sebelum pemusnahan itu.
Sangat jelas bahwa tidak ada orang lain selain Yesus yang dapat menggenapi semua nubuat itu. Nubuat-nubuat tersebut jelas tidak memungkinkan Mesias di masa mendatang, kecuali bahwa harapan itu akan dipenuhi pada kedatangan kembali Kristus.
Dan kemudian, tentu saja, masih ada ratusan nubuat yang lain, semuanya tergenapi dalam diri Yesus Kristus: kelahiran-Nya dari seorang perawan (Yesaya 7:14); kelahiran-Nya di Betlehem (Mikha 5:2); kematian-Nya yang dikorbankan (Yesaya 53:5); penyaliban-Nya (Mazmur 22:14-18 ); kebangkitan badan-Nya (Mazmur 16:10); dan banyak lainnya. Semua itu bersatu dalam kesaksian mereka bahwa "Yesus adalah Kristus, Putra Allah" (Yohanes 20:31).
Kemungkinan bahwa ratusan prediksi yang begitu rinci, masing-masing saling tidak berhubungan, dapat tergenapi secara bersamaan dalam diri satu orang, amat sangat tidak mungkin terjadi, terutama dari pandangan mukjizat alami yang menyertai banyak di antaranya (yaitu, kelahiran dari seorang perawan, kebangkitan, dll.). Tidak ada kesimpulan yang rasional yang mungkin kecuali bahwa Yesus adalah semua yang dikatakan-Nya - Mesias, Penebus, Tuhan dan Allah.
14. Jika Yesus adalah Tuhan bagi ajaran Paulus, mengapa Yesus memerintahkan untuk menegakkan hukum Musa yang notabene bertentangan dengan ajaran Paulus?
"Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku (Yesus) datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga. Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. (Matius 5:17-20)
TUHAN YESUS KRISTUS MENGGENAPI HUKUM TAURAT
ada 4 pengertian "menggenapi" yang berkaitan dengan hal ini.
I. Menggenapi semua nubuatan mengenai diriNya dalam kitap Taurat, Nabi-nabi dan Mazmur.
* Lukas 24:44
Ia berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur."
* Matius 1: 22-23
Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" --yang berarti: Allah menyertai kita. --> Yesaya 7 : 14
* Matius 2:14-15
Maka Yusufpun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir, dan tinggal di sana hingga Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku." --> Hosea 11:1
* Matius 2:17:18
Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yeremia: "Terdengarlah suara di Rama, tangis dan ratap yang amat sedih; Rahel menangisi anak-anaknya dan ia tidak mau dihibur, sebab mereka tidak ada lagi." --> Yeremia 31: 15
* Matius 4: 13-16
Ia meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali, supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: "Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain, -- bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang." Yesaya 8: 23 - 9:1
* Matius 8:17
Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: "Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita." Yesaya 53:4
* Matius 12: 16-21
Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia, supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya:
"Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa. Ia tidak akan berbantah dan tidak akan berteriak dan orang tidak akan mendengar suara-Nya di jalan-jalan. Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang. Dan pada-Nyalah bangsa-bangsa akan berharap." Yesaya 42 : 1-4
* Matius 21: 4-5
Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi: "Katakanlah kepada puteri Sion: Lihat, Rajamu datang kepadamu, Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda." Zakharia 9:9
* Kisah Para Rasul 13:35
telah digenapi Allah kepada kita, keturunan mereka, dengan membangkitkan Yesus, seperti yang ada tertulis dalam mazmur kedua: Anak-Ku Engkau! Aku telah memperanakkan Engkau pada hari ini. Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati dan Ia tidak akan diserahkan kembali kepada kebinasaan. Hal itu dinyatakan oleh Tuhan dalam firman ini: Aku akan menggenapi kepadamu janji-janji yang kudus yang dapat dipercayai, yang telah Kuberikan kepada Daud.
Sebab itu Ia mengatakan dalam mazmur yang lain: Engkau tidak akan membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan.
* Yohanes 13:18.
Bukan tentang kamu semua Aku berkata. Aku tahu, siapa yang telah Kupilih. Tetapi haruslah genap nas ini: Orang yang makan roti-Ku, telah mengangkat tumitnya terhadap Aku. --> Mazmur 41: 10
* Yohanes 18:32
Demikian hendaknya supaya genaplah firman Yesus, yang dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana caranya Ia akan mati.
* Yohanes 19:24
Karena itu mereka berkata seorang kepada yang lain: "Janganlah kita membaginya menjadi beberapa potong, tetapi baiklah kita membuang undi untuk menentukan siapa yang mendapatnya." Demikianlah hendaknya supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci: "Mereka membagi-bagi pakaian-Ku di antara mereka dan mereka membuang undi atas jubah-Ku." Hal itu telah dilakukan prajurit-prajurit itu. --> Mazmur 22:19
* Yohanes 19:28
Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia--supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci--:"Aku haus!" --> Mazmur 22: 16, 69: 22
* Yohanes: 19:36
Sebab hal itu terjadi, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci: "Tidak ada tulang-Nya yang akan dipatahkan." Keluaran 12:46; Bilangan 9 : 12; Mazmur 34:21
* Yohanes 19:37
Dan ada pula nas yang mengatakan: "Mereka akan memandang kepada Dia yang telah mereka tikam." Zakharia 12: 10
II. Menggenapi hukum Taurat yang melambangkan pekerjaan penebusan yang dilakukan oleh Kristus (hukum upacara)
(al. penyembelihan binatang korban yang dibawa si pendosa untuk menjadi penggantinya; pekerjaan Imam di bilik kudus dan pekerjaan pendamaian di bilik maha kudus oleh Imam Besar; hari-hari raya lambang).
III. Menggenapi hukum Taurat yaitu melakukannya dengan sempurna.
Menggenapi = to fulfill = memenuhi (melaksanakan dengan penuh, dengan sempurna, tanpa cacat ).
Kita tidak bisa melaksanakan hukum Taurat dengan sempurna, namun Kristus telah melakukannya untuk kita. Kristus mendapatkan kebenaranNya bukan karena anugrah tetapi karena Dia memang telah melaksanakan seluruh perintah Allah dengan sempurna. Maka jika kita menerima Kritus menjadi pengganti kita, maka kebenaran Kristus menjadi milik kita.
* Roma 8 : 1-4
Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus. Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut.
Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging, supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh.
Gagal melaksanakan hukum Taurat mendatangkan hukuman (maut), daging kita tak berdaya melaksanakannya. Tapi hukuman maut itu sudah ditanggung Kristus. Kita kini hidup menurut Roh, yang menyanggupkan kita memenuhi kehendak Tuhan dalam hukumNya, yang mana tadinya tidak berdaya oleh daging.
Roma 8 : 12-13
Jadi, saudara-saudara, kita adalah orang berhutang, tetapi bukan kepada daging, supaya hidup menurut daging. Sebab jika kamu hidup menurut danging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.
Catatan :
"Menggenapi" pada beberapa keterangan Alkitab "Menggenapi" berarti "Memenuhi, sesuai dengan, melaksanakan dengan baik".
* Matius 3: 15
Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah." Dan Yohanespun menuruti-Nya.
* Roma 13:10
Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.
IV. Menggenapi hukum Taurat dan Kebenaran
* Roma 10:4
Sebab Kristus adalah kegenapan hukum Taurat, sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang yang percaya.
RSV. For Christ is the end of the law, that every one who has faith may be justified.
Interpretasi ayat ini harus lah selaras dengan bagian lebih awal dari tulisan Paulus dalam surat yang sama kepada jemaat Roma (Roma 3 : 31), yaitu :
"Adakah kami membatalkan hukum Taurat karena iman? Sekali-kali tidak! Sebaliknya, kami meneguhkannya."
Paulus selaras dengan Kristus, yang menyatakan bahwa Dia datang bukan untuk meniadakan Taurat. (Matius 5:17. "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.)
Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata: "Aku mau, jadilah engkau tahir." Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya. Lalu Yesus berkata kepadanya: "Ingatlah, jangan engkau memberitahukan hal ini kepada siapapun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah persembahan yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka." (Matius 8:3-4)
Pemenuhan Perjanjian Lama merupakan tema pusat dari Injil Matius.
Kita baca satu perikop Matius 8:1-4
* Matius 8:1-4 Yesus menyembuhkan seorang sakit kusta (lihat Markus 1:40-44, Lukas 5:12-14)
8:1 Setelah Yesus turun dari bukit, orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia.
8:2 Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepada-Nya, lalu sujud menyembah Dia dan berkata: "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku."
8:3 Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata: "Aku mau, jadilah engkau tahir." Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya.
8:4 Lalu Yesus berkata kepadanya: "Ingatlah, jangan engkau memberitahukan hal ini kepada siapa pun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah persembahan yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka."
Suatu perlakuan yang tidak biasa diantara orang-orang Yahudi, bahwa Yesus mengulurkan tanganNya, menjamah si-kusta dan berkata [bi]"Aku mau, jadilah engkau tahir."[/i]. Penyakit kusta dianggap sebagai penyakit kutukan, sehingga 'haram' bagi orang yang sehat menyentuh orang kusta. Dalam Perjanjian Lama terdapat peraturan-peraturan tentang 'pentahiran'. Termasuk apabila orang yang kusta ini menjadi tahir, maka ia harus mendapat pengakuan dari Para Imam lebih dahulu bahwa ia sudah tahir dan juga melakukan upacara pentahiran dan mempersembahkan persembahan sesuai peraturan Musa (Imamat 14:1-32. Setelah proses ini barulah ia diperbolehkan bergaul dan ada ditengah masyarakat yang tahir (sehat).
Maka perintah Yesus kepada si-kusta itu berkaitan dengan peraturan Taurat yang berlaku diantara orang-orang Yahudi masa itu, bahwa si-kusta ini haruslah mendapat pengakuan dahulu dari para Imam sebelum memberitahukan ketahirannya kepada orang-orang lain.
* Imamat 14:1-32 UPACARA PENTAHIRAN
14:1 TUHAN berfirman kepada Musa:
14:2 "Inilah yang harus menjadi hukum tentang orang yang sakit kusta pada hari pentahirannya: ia harus dibawa kepada imam,
14:3 dan imam harus pergi ke luar perkemahan; kalau menurut pemeriksaan imam penyakit kusta itu telah sembuh dari padanya,
14:4 maka imam harus memerintahkan, supaya bagi orang yang akan ditahirkan itu diambil dua ekor burung yang hidup dan yang tidak haram, juga kayu aras, kain kirmizi dan hisop.
14:5 Imam harus memerintahkan supaya burung yang seekor disembelih di atas belanga tanah berisi air mengalir.
14:6 Tetapi burung yang masih hidup haruslah diambilnya bersama-sama dengan kayu aras, kain kirmizi dan hisop, lalu bersama-sama dengan burung itu semuanya harus dicelupkannya ke dalam darah burung yang sudah disembelih di atas air mengalir itu.
14:7 Kemudian ia harus memercik tujuh kali kepada orang yang akan ditahirkan dari kusta itu dan dengan demikian mentahirkan dia, lalu burung yang hidup itu haruslah dilepaskannya ke padang.
14:8 Orang yang akan ditahirkan itu haruslah mencuci pakaiannya, mencukur seluruh rambutnya dan membasuh tubuhnya dengan air, maka ia menjadi tahir. Sesudah itu ia boleh masuk ke dalam perkemahan, tetapi harus tinggal di luar kemahnya sendiri tujuh hari lamanya.
14:9 Maka pada hari yang ketujuh ia harus mencukur seluruh rambutnya: rambut kepala, janggut, alis, bahkan segala bulunya harus dicukur, pakaiannya dicuci, dan tubuhnya dibasuh dengan air; maka ia menjadi tahir.
14:10 Pada hari yang kedelapan ia harus mengambil dua ekor domba jantan yang tidak bercela dan seekor domba betina berumur setahun yang tidak bercela dan tiga persepuluh efa tepung yang terbaik diolah dengan minyak sebagai korban sajian, serta satu log minyak.
14:11 Imam yang melakukan pentahiran itu harus menempatkan orang yang akan ditahirkan bersama-sama dengan persembahannya di hadapan TUHAN di depan pintu Kemah Pertemuan.
14:12 Dan ia harus mengambil domba jantan yang seekor dan mempersembahkannya sebagai tebusan salah bersama-sama dengan minyak yang satu log itu, dan ia harus mempersembahkannya sebagai persembahan unjukan di hadapan TUHAN.
14:13 Domba jantan itu harus disembelihnya di tempat orang menyembelih korban penghapus dosa dan korban bakaran, di tempat kudus, karena korban penebus salah, begitu juga korban penghapus dosa, adalah bagian imam; itulah bagian maha kudus.
14:14 Imam harus mengambil sedikit dari darah tebusan salah itu dan harus membubuhnya pada cuping telinga kanan dari orang yang akan ditahirkan dan pada ibu jari tangan kanan dan pada ibu jari kaki kanannya.
14:15 Imam harus mengambil sedikit dari minyak yang satu log itu dan menuangnya ke telapak tangan kiri imam sendiri;
14:16 ia harus mencelupkan jari kanannya ke dalam minyak yang di telapak tangan kirinya itu dan sedikit dari minyak itu haruslah dipercikkannya dengan jarinya tujuh kali di hadapan TUHAN.
14:17 Dari minyak selebihnya imam harus membubuh sedikit pada cuping telinga kanan orang itu, pada ibu jari tangan kanannya dan pada ibu jari kaki kanannya, di tempat mana darah tebusan salah dibubuhkan.
14:18 Dan apa yang tinggal dari minyak itu haruslah dibubuhnya pada kepala orang yang akan ditahirkan. Dengan demikian imam mengadakan pendamaian bagi orang itu di hadapan TUHAN.
14:19 Imam harus mempersembahkan korban penghapus dosa dan dengan demikian mengadakan pendamaian bagi orang yang akan ditahirkan dari kenajisannya, dan sesudah itu ia harus menyembelih korban bakaran.
14:20 Kemudian imam harus mempersembahkan korban bakaran dan korban sajian di atas mezbah. Dengan demikian imam mengadakan pendamaian bagi orang itu, maka ia menjadi tahir.
14:21 Tetapi jikalau orang itu miskin dan tidak mampu, ia harus mengambil domba jantan seekor saja sebagai tebusan salah untuk persembahan unjukan, supaya diadakan pendamaian bagi orang itu, juga sepersepuluh efa tepung yang terbaik diolah dengan minyak untuk korban sajian, dan satu log minyak.
14:22 Dan lagi dua ekor burung tekukur atau dua ekor burung merpati sekadar kemampuannya, yang seekor harus menjadi korban penghapus dosa dan yang seekor lagi menjadi korban bakaran.
14:23 Pada hari yang kedelapan ia harus membawa semuanya untuk pentahirannya kepada imam, ke depan pintu Kemah Pertemuan di hadapan TUHAN.
14:24 Kemudian imam harus mengambil domba tebusan salah dan minyak yang satu log itu, lalu imam harus mempersembahkan semuanya sebagai persembahan unjukan di hadapan TUHAN.
14:25 Ia harus menyembelih domba tebusan salah dan imam harus mengambil sedikit dari darah tebusan salah itu dan membubuhnya pada cuping telinga kanan orang itu dan pada ibu jari tangan kanan dan ibu jari kaki kanannya.
14:26 Dan imam harus menuang sedikit dari minyak itu ke telapak tangan kirinya sendiri,
14:27 lalu sedikit dari minyak itu haruslah dipercikkan oleh imam dengan jari kanannya tujuh kali di hadapan TUHAN.
14:28 Kemudian imam harus membubuh sedikit dari minyak itu pada cuping telinga kanan dari orang yang akan ditahirkan, pada ibu jari tangan kanannya dan pada ibu jari kaki kanannya, di tempat mana dibubuhi darah tebusan salah itu.
14:29 Dan minyak selebihnya haruslah dibubuhnya pada kepala orang yang akan ditahirkan, supaya diadakan pendamaian bagi orang itu di hadapan TUHAN.
14:30 Lalu ia harus mempersembahkan seekor dari kedua burung tekukur atau anak burung merpati, yang dibawa orang itu sekadar kemampuannya,
14:31 yang seekor sebagai korban penghapus dosa, dan yang seekor lagi sebagai korban bakaran, di samping korban sajian. Dengan demikian imam mengadakan pendamaian bagi orang yang akan ditahirkan di hadapan TUHAN.
14:32 Itulah hukum tentang pentahiran seorang yang kena kusta yang tidak mampu."
Maka berkatalah Yesus kepada orang banyak dan kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: "Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa. Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya. (Matius 23:1-3)
Silahkan baca selengkapnya Matius 23:1-12 mengenai 'Kecaman terhadap ahli Taurat dan orang Farisi' (lihat Markus 12:38, Lukas 20:45-47) Perdebatan dengan dan perumpamaan mengenai lawan-lawan Yesus memuncak pada serangan dalam Matius 23:1-39. Bagian ini berisikan peringatan keras untuk menghindari gaya hidup religius dari para ahli Kitab dan orang Farisi (Matius 23:1-23), tujuh sabda celaka ditujukan kepada orang Farisi (Matius 23:13-36) dan keluhan mengenai Yerusalem (ayat 37-39).
Para ahli Taurat adalah kaum intelek yang religius, ahli dalam menafsirkan Perjanjian Lama dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Orang Farisi termasuk dalam persekutuan yang mengungkapkan keakraban mereka dengan makan bersama dan membanggakan diri karena mentaati hukum dengan sebaik-baiknya. Tidak setiap ahli kitab adalah orang Farisi. Para ahli kitab dan orang Farisi dalam ayat 2-3 dikatakan duduk di kursi Musa, suatu gambaran untuk melukiskan kursi kehormatan dalam rumah ibadah, darimana seorang guru menyampaikan ajarannya.
Para pendengar didesak untuk mendengarkan ajaran mereka, tetapi hendaknya menghindari kemunafikan dan gaya hidup mereka.
Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: "Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah. Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?" Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah. Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu." (Yohanes 8:4-7)
Baca selengkapnya pada Yohanes 8:1-11 tentang perempuan yang ketahuan berzina.
Kejadian ini berlangsung ketika Yesus mengajar di Bait Allah. Ahli-ahli Taura dan orang-orang farisi mencari Yesus tatkala Ia dikerumuni orang banyak. Niat mereka adalah membuat Ia jauh bersalah terhadap pemimpin-pemimpin, atau dalam hal hukum agama dan hukum sipil yang berlaku kala itu. Pokok dasar yang sesungguhnya ialah mereka ingin mengetahui sikap Yesus terhadap Taurat Musa.
Para pemimpin agama segera menarik perhatian pada titah Musa dalam hal tindakan perzinahan yang mencolok mata (tertangkap basah). Apakah Yesus akan mempersalahkan perempuan itu dan berpegang pada peraturan Taurat. Sebab jika Yesus melakukan sesuai hukum Taurat (merajam) maka pelaksanaan ini tidak sesuai dengan hukum Romawi (hukum sipil yang berlaku), hukum Romawi tidak mengizinkan pelaksanaan hukuman itu. Ataukan Yesus akan mengelak memberikan hukuman rajam, jika saja demikian maka, Ia memaafkan dosa perempuan itu. Pada ayat 7 dicatat bahwa Yesus tidak melakukan keduanya, tetapi mengalihkan tantangan orang Farisi dan para ahli Taurat yang ingin menjebaknya itu "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu". Tuhan Yesus membiarkan persoalan itu di dalam hati nurani mereka. Yesus mengubah kaidah hukum menjadi kaidah moral. Pada ayat 9, Kepergian para pendakwa mulai dari yang paling tua hingga yang seterusnya mempertajam maksud kisah ini. Tidak usah memperdebatkan apa yang dituliskan Yesus dengan jari-Nya di tanah. kehadiranNya adalah cukup untuk membuat pendakwa-pendakwaNya tidak merasa senang, hingga sesaat kemudian hanya Yesus dan perempuan itu yang tinggal. Pada yata 11, Kata Yesus "Akupun tidak menghukum engkau, Pergilah dan jangan berbuat dosa lagi". Tuhan Yesus menekankan kembali esensi dari moralitas, dan penekanan suatu kasih dengan nasehat yang kuat : "jangan berbuat dosa lagi". suatu teladan yang tepat tentang bagaimana memperlakukan pelanggar-pelanggar. Nasehat itu dengan jelas bahwa tidak ada izin sedikitpun untuk perzinahan jelas terlihat pada sikap Yesus terhadap perbuatan dosa perempuan itu.
Bukankah setiap orang percaya selalu memohon ampun dari dosa-dosa / kesalahan yang diperbuatnya dan memohon agar jangan ia dihukum? Tuhan Yesus sudah demikian jelas menyatakan gambarannya, yaitu kasihNya. Tetapi sikapNya tetap tegas "jangan berbuat dosa lagi"!
15. Jika Yesus adalah Tuhan, mengapa ia tidak mampu mempengaruhi umat Israel untuk mengikuti ajarannya, padahal ia lahir, besar, dan mati di tanah Israel? (Bandingkan dengan ahli hipnotis Tommy Raphael yang mampu merubah perangai manusia dalam waktu sekejap!)
Suatu pekara mudah jilakau Allah mau membuat semua orang percaya. Manusia diciptakan dengan free-will (berkehendak bebas). Bandingkan dengan kehendak bebas yang dimilikiManusia pertama (Adam & Hawa), mereka tidak diciptakan sebagai boneka dan robot. Tetapi diberi kehendak bebas silahkan kaji dosa mula-mula yang diperbuat manusia pertama.
Allah memberikan tawaran keselamatan dan kehidupan kekal, tetapi hal ini hanya diberikan kepada mereka yang percaya.
Lalu mereka (umat Israel) kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka: "Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri dan di rumahnya." Dan karena ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mukjizat diadakan-Nya di situ. (Matius 13:57-58 )
Tetapi Yesus tetap diam. Lalu kata Imam Besar itu kepada-Nya: "Demi Allah yang hidup, katakanlah kepada kami, apakah Engkau Mesias, Anak Allah, atau tidak." Jawab Yesus: "Engkau telah mengatakannya. Akan tetapi, Aku berkata kepadamu, mulai sekarang kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di atas awan-awan di langit." Maka Imam Besar itu mengoyakkan pakaiannya dan berkata: "Ia menghujat Allah. Untuk apa kita perlu saksi lagi? Sekarang telah kamu dengar hujat-Nya. Bagaimana pendapat kamu?" Mereka menjawab dan berkata: "Ia harus dihukum mati!" Lalu mereka meludahi muka-Nya dan meninju-Nya; orang-orang lain memukul Dia, dan berkata: "Cobalah katakan kepada kami, hai Mesias, siapakah yang memukul Engkau?" (Matius 26:63-68 )
Hampir semua orang Israel menolak Yesus dan kerajaan-Nya. Mereka tidak mau percaya karena Ia datang sebagai Mesias yang rohani dan bukan sebagai Mesias yang politis.
Tuhan Yesus tidak menginjil dengan cara memaksa, apalagi mengabarkan injil dengan menyulap/menyihir seseorang untuk menjadi 'percaya'.
Allah memberikan tawaran keselamatan dan kehidupan kekal, tetapi hal ini hanya diberikan kepada mereka yang percaya.
16. Jika Yesus adalah Tuhan Semesta Alam, mengapa ia ketakutan menghadapi orang-orang Yahudi? (Bandingkan dengan firman Tuhan dalam Perjanjian Lama!)
Lalu keluarlah orang-orang Farisi itu dan bersekongkol untuk membunuh Dia. Tetapi Yesus mengetahui maksud mereka lalu menyingkir dari sana. (Matius 12:14-15)
Sesudah itu Yesus berjalan keliling Galilea, sebab Ia tidak mau tetap tinggal di Yudea, karena di sana orang-orang Yahudi berusaha untuk membunuh-Nya. (Yohanes 7:1)
Tidak ditulis bahwa Yesus ketakutan. Tetapi tindakan Yesus menghindar dari ancaman pembunuhan, sebab masih banyak pekerjaanNya yang belum digenapi. Bandingkan dengan peristiwa penangkapan Yesus di Taman Getsemani, Yesus tidak melarikan diri bahkan dengan tegas ia menyatakan diriNya :
* Yohanes 18:1-11Yesus ditangkap
18:1 Setelah Yesus mengatakan semuanya itu keluarlah Ia dari situ bersama-sama dengan murid-murid-Nya dan mereka pergi ke seberang sungai Kidron. Di situ ada suatu taman dan Ia masuk ke taman itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya.
18:2 Yudas, yang mengkhianati Yesus, tahu juga tempat itu, karena Yesus sering berkumpul di situ dengan murid-murid-Nya.
18:3 Maka datanglah Yudas juga ke situ dengan sepasukan prajurit dan penjaga-penjaga Bait Allah yang disuruh oleh imam-imam kepala dan orang-orang Farisi lengkap dengan lentera, suluh dan senjata.
18:4 Maka Yesus, yang tahu semua yang akan menimpa diri-Nya, maju ke depan dan berkata kepada mereka: "Siapakah yang kamu cari?"
18:5 Jawab mereka: "Yesus dari Nazaret." Kata-Nya kepada mereka: "Akulah Dia." Yudas yang mengkhianati Dia berdiri juga di situ bersama-sama mereka.
18:6 Ketika Ia berkata kepada mereka: "Akulah Dia," mundurlah mereka dan jatuh ke tanah.
18:7 Maka Ia bertanya pula: "Siapakah yang kamu cari?" Kata mereka: "Yesus dari Nazaret."
18:8 Jawab Yesus: "Telah Kukatakan kepadamu, Akulah Dia. Jika Aku yang kamu cari, biarkanlah mereka ini pergi."
18:9 Demikian hendaknya supaya genaplah firman yang telah dikatakan-Nya: "Dari mereka yang Engkau serahkan kepada-Ku, tidak seorang pun yang Kubiarkan binasa."
18:10 Lalu Simon Petrus, yang membawa pedang, menghunus pedang itu, menetakkannya kepada hamba Imam Besar dan memutuskan telinga kanannya. Nama hamba itu Malkhus.
18:11 Kata Yesus kepada Petrus: "Sarungkan pedangmu itu; bukankah Aku harus minum cawan yang diberikan Bapa kepada-Ku?"
17. Jika Yesus adalah Tuhan, mengapa ia tidak pernah menyatakan dirinya sebagai Tuhan Semesta Alam di depan umat Israel? (Bandingkan dengan firman Tuhan dalam Perjanjian Lama!)
Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku (Yesus): Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!" (Matius 7:21-23)
Matius 7: 22-23 harus dilihat latar belakangnya. Karena setiap ayat-ayat mempunyai maksud dan tujuan sesuai kontain dan konteks-nya. Maka, sebaiknya ayat ini tidak dicuplik 2 ayat saja tetapi kita mundur sedikit ke balakang. Kita mulai dari ayat 15 terus sampai pada ayat ke 23 dimana perikop ayat-ayat tersebut adalah HAL PENGAJARAN YANG SESAT.
* Matius 7:15-23 HAL PENGAJARAN SESAT
7:15 "Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.
7:16 Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri?
7:17 Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik.
7:18 Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik.
7:19 Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.
7:20 Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.
7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"
Jelas sekali konteks Tuhan Yesus memberikan peringatan kepada murid-muridnya, bahwa nanti akan ada orang-orang yang melakukan abusement terhadap pengajaran Tuhan yang sebenarnya, mereka ini bertindak seolah-olah sebagai nabi/ pengajar tetapi sesungguhnya mereka ini adalah penyesat-penyesat.
Dijelaskan pula dalam pasal yang lain, Tuhan Yesus memperingatkan kembali adanya nabi palsu/penyesat-penyesat :
* Matius 24:3-5,10-11
24:3 Ketika Yesus duduk di atas Bukit Zaitun, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya untuk bercakap-cakap sendirian dengan Dia. Kata mereka: "Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan dunia?"
24:4 Jawab Yesus kepada mereka: "Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu!
24:5 Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang.
24:10 dan banyak orang akan murtad dan mereka akan saling menyerahkan dan saling membenci.
24:11 Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang.
Seperti beberapa kali kita temukan, memang ada orang-orang yang mengklaim diri mereka itu seolah-olah nabi dan berbicara atas nama Tuhan, tetapi ajaran mereka ini sesat : Contohnya David Koresh yang dikenal dengan "sekte Davidian Clan" Jim Jones "Sekte Jones", Marshall Applewhite "Sekte Heaven’s Gate” , Luc-Jorret “Sekte Solar Temple”dan lain2. Dan yang terbaru adalah Pendeta Mangapin Sibuea di Bandung dengan "Sekte Hari Kiamat".
Nabi-nabi palsu diatas, berbicara atas nama Tuhan, melakukan segala sesuatu seolah-oleh demi nama Tuhan. Kegiatan inilah yang dimaksud dalam Matius 7:22-23, bahwa mereka ini berteriak Tuhan, Tuhan tetapi sebanarnya mereka ini para pelaku kejahatan. Tuhan Yesus memberikan petunjuk bagaimana mengenali ajaran-ajaran sesat yang dilakukan nabi palsu adalah di Matius 7:16-20 "Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka." Tuhan Yesus memberikan perumpamaan yang baik sekali.
Kita diberitahu untuk selalu waspada terhadap pengajar-pengajar sesat, dan mengenali mereka dari "buahnya" artinya dari hasil-hasil yang mereka dapatkan dan tunjukkan. Misalnya Sekte Children of God yang juga pernah dilarang di Indonesia ini, David Moses, orang yang di-nabi-kan di sekte itu, melakukan penyesatan dengan pengajaran "free sex" dalam ibadah-ibadah mereka. Padahal jelas sekali hal itu merupakan dosa, kebiasaan mereka ini justru bukan mencerminkan kasih Kristus, melainkan kasih hawa nafsu. Maka untuk pengajaran tersebut dengan mudah kita menilai bahwa mereka adalah sesat/ bidat.
Berseru-seru kepada Tuhan tidak selalu dibarengi dengan iman; percaya dan hormat kepada Allah. Melainkan seringkali manusia hanya mengucapkan seruan kepada Allah secara verbally; tetapi tanpa iman dan hormat; dengan tujuan-tujuan tertentu. Misalnya ingin mendapat pujian bahwa dia adalah orang saleh, karena tuntutan profesi karena dia adalah seorang pekerja di ladang Tuhan. Tetapi tidak sungguh- sungguh beribadah dengan iman kepada Tuhan.
inilah yang dimaksud. Maka jelaslah Matius 7:22-23 bukan ditujukan kepada murid-murid Yesus yang setia dan menjalankan kehendakNya, tetapi kepada penyesat-penyesat yang berbicara atas nama Tuhan. Untuk mereka ini Tuhan Yesus akan mengenyahkan mereka pada saat penghakiman nanti dengan mengatakan "Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"
18. Jika Yesus adalah Tuhan Semesta Alam, mengapa ia disetir oleh Allah/Bapa?
Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yag Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku. (Yohanes 5:30)
Jawab Yesus kepada mereka: "Ajaran-Ku tidak berasal dari diri-Ku sendiri, tetapi dari Dia yang telah mengutus Aku. Barangsiapa mau melakukan kehendak-Nya, ia akan tahu entah ajaran-Ku ini berasal dari Allah, entah Aku berkata-kata dari diri-Ku sendiri. Barangsiapa berkata-kata dari diri-Nya sendiri, ia mencari hormat bagi dirinya sendiri, tetapi barangsiapa mencari hormat bagi Dia yang mengutusnya, ia benar dan tidak ada ketidakbenaran padanya. (Yohanes 7:16-18 )
* Yohanes 5:30
"Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menurut kehendak diri-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus aku."
OU DUNAMAI EGร POIEIN AP EMAUTOU OUDEN KATHรS AKOUร KRINร KAI Hร KRISIS Hร EMร DIKAIA ESTIN HOTI OU ZรTร TO THELรMA TO EMON ALLA TO THELรMA TOU PEMPSANTOS ME PATROS
Penghakiman Allah adalah penghakiman yang sempurna. Hanya Allah saja yang suci, dan karena itu hanya Dia saja yang mengetahui ukuran yang benar untuk menghakimi orang. Hanya Allah saja yang secara sempurna mengasihi, dan hanya Dia saja yang melakukan penghakiman dengan belas kasih. Di dalam belas kasih itulah semua penghakiman yang benar dilakukan. Hanya Allah saja yang MENGETAHUI secara sempurna dan penuh, dan penghakiman itu bisa disebut sempurna apabila semua HAL YANG BERSANGKUTAN dengan itu dipertimbangkan. Pertimbangan Yesus sebagai yang berhak menghakimi didasarkan pada pengakuan bahwa di dalam diri-Nya terdapat pikiran Allah yang sempurna. Yesus tidak menghakimi berdasarkan motivasi manusiawi yang mungkin sulit dihindarkan. Yesus melakukan penghakiman dengan kesucian, kasih dan simpati Allah yang sempurna
19. Jika Yesus adalah Tuhan menurut ajaran Paulus, mengapa Melkisedek yang memiliki kesetaraan dengan Yesus tidak menjadi Tuhan? (Jika Yesus adalah Tuhan, maka Melkisedek pasti Tuhan. Sebaliknya, jika Melkisedek bukan Tuhan, maka Yesus pun pasti bukan Tuhan).
Ia (Melkisedek) tidak berbapa, tidak beribu, tidak bersilsilah, harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan, dan karena ia dijadikan sama dengan Anak Allah (Yesus), ia tetap menjadi imam sampai selama-lamanya." (Ibrani 7:3)
* Kejadian 14:18,
"Melkisedek, raja Salem, membawa roti dan anggur; ia seorang imam Allah Yang Mahatinggi."
รMALKร-TSEDEQ MELEKH SYรLรM HรTSร' LEKHEM VรYรYIN VEHร' KHOHรN LE'รL 'ELYรN
Melkisedek adalah manusia biasa, Ibrani MALKร-TSEDEQ dari MELEKH (raja) dan TSEDEQ (kebenaran) artinya "Sedek ialah raja (-ku)" atau, seperti dalam Ibrani 7:2, "raja kebenaran". Dia raja Salem (mungkin kota Yerusalem) dan imam "Allah yang Mahatinggi" ('รL ELYรN), yang menyongsong Abram sekembalinya dari perang melawan Kedorlaomer dan sekutu-sekutunya. Melkisedek memberi Abram roti dan anggur, memberkati dia dalam Nama Allah Yang Mahatinggi, dan menerima dari Abram sepersepuluh rampasan dari tangan musuh. Kemudian Abram menolak tawaran raja Sodom, bahwa semua rampasan perang itu menjadi milik Abram kecuali dari tawanan yang sudah dilepaskan, lalu bersumpah demi Allah Yang Mahatinggi bahwa tidak akan dibiarkannya satu orang pun membanggakan diri dengan berkata, bahwa dialah yang membuat Abram kaya. Peristiwa ini barangkali terjadi pada pertengahan Zaman Perunggu.
Selanjutnya Ibrani 7:3 menulis bahwa
"Ia tidak berbapa, tidak beribu, tidak bersilsilah, harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan ...."
APATรR AMรTรR AGENEALOGรTOS MรTE ARKHรN HรMERรN MรTE ZรรS TELOS EKHรN APHรMOIรMENOS DE Tร HUIร TOU THEOU MENEI HIEREUS EIS TO DIรNEKES
Ayat ini tidak berarti bahwa Melkisedek benar-benar tidak mempunyai ayah dan ibu atau tidak mempunyai kerabat atau bahwa ia seorang malaikat. Ayat ini hanyalah menunjukkan bahwa Alkitab tidak mencantumkan daftar keturunannya dan tidak mengatakan apa-apa mengenai awal dan akhir hidupnya, oleh karena itulah Melkisedek disamakan seperti Anak Allah.
Ungkapan Yunani APATรR atau "tidak berbapa" biasanya ditujukan kepada seseorang yang tidak memiliki ayah, kehilangan ayahnya atau seorang "yatim", seseorang yang lahir setelah kematian ayahnya sehingga ayahnya tidak dikenal, demikian pula halnya dengan AMรTรR, "tidak beribu". Seorang filsuf Yunani, Philo menulis bahwa Sara, istri Abraham (Ibrahim) adalah AMรTรR karena ibunya tidak ditulis dalam Alkitab.
Ungkapan "tidak bersilsilah", Yunani AGENEALOGรTOS dari 'a' (partikel negatif yang berarti "tidak") dan GENEALOGEร, harfiah menghitung dari bawah ke atas diterjemahkan "keturunan" atau "silsilah". Kata GENEALOGEร sendiri berasal dari kata GENEA (generasi, angkatan) dan LOGOS (perkataan, firman). Herbert Weir Smyth, 'A Greek Grammar for Colleges' memberi definisi bahwa AGENEALOGรTOS adalah 'one whose descent there is no record of', "seseorang yang silsilah/keturunannya tidak dicatat".
20. Jika Yesus adalah Tuhan bagi umat Kristen, mengapa ia tidak pernah menurunkan satu kitab pun kepada umat Kristen sebagai pedoman hidup?
Pengajaran Yesus tidak ditulis sendiri olehNya, melainkan oleh muridnya. Mungkin anda-anda akan bertanya, Yesus Kristus yang pasti cakap menulis – tidak menulis sendiri Kitab Injil?
Didalam Alkitab tidak dinyatakan jawaban dari pertanyaan tersebut. Namun, seandainya Yesus menulis sendiri kitab InjilNya, maka dikawatirkan kitab itu akan diperlakukan sebagai jimat dan diberhalakan. Bila hal ini terjadi, tentu bertentangan dengan kehendak Tuhan Yesus sendiri.
Perlu diingat bahwa Kitab Injil tidak daja menyinggung tulisan tangan Yesus, namun juga tidak mencatat ciri-ciri fisik diriNya dalam Injil (misalnya bagaimana warna kulit dan rambutNya, suaraNya, mataNya, gemuk-kurus-tinggi-pendekNya dll). Walaupun banyak sekali pengungkapan Injil tentang kepribadian Yesus, namun Tuhan tampaknya sengaja tidak mengilhamkan tanda-tanda fisikNya untuk ditulis dan diwariskan secara salah ke dunia. Tuhan tahu bahwa pengagungan (idola) unsur-unsur fisik oleh manusia akan berpotensi memicu SARA dan berhala.
BILA INJILNYA ASLI, TENTU HARUS ADA NASKAH KITAB INJIL YANG ASLI:
Sejauh ini agama-agama di dunia tidak memiliki lagi “naskah pengilhaman/ pewahyuan pertama” dimana ia pertama kali dicatat ketika ilham/wahyu itu sedang diucapkan Tuhan! Semua yang ada ditangan kita hanyalah himpunan dan salinan ulang yang dilakukan atas “teks yang dianggap/ dipercaya asli”. Naskah Asli dari materi kuno Alkitab, dalam lempengan batu, kulit, perkamen atau papirus pertama, diyakini telah lama musnah oleh waktu dan cara penyimpanan yang buruk. Namun Tuhan tetap menjaga keaslian isi dan pesan-pesan Injil dengan cara sunggub ajaib lewat naskah-naskah salinan Perjanjian Baru dan bagian-bagiannya. Setelah ribuan naskah-naskah salinannya dihimpun, dikonstruksikan dan diselidiki secara ilmiah, ternyata teks kitab-kitab Injil (Perjanjian Baru) yang sekarang ini adalah teks yang paling mendekati tulisan sumbernya.
Tak satupun dari keempat Injil Kristen - Markus, Matius, Lukas, dan Yohanes - ditulis oleh murid Yesus. Keempatnya ditulis oleh orang-orang yang tidak dikenal. Ini terbukti dari perbedaan-perbedaan narasi dan adanya kontradiksi diantara keempatnya, yang menunjukkan bahwa Injil-Injil tersebut ditulis atas inisiatif masing-masing penulisnya, bukan wahyu dan bukan pula atas perintah dari Yesus.
Injil Matius ini dengan tepat sekali ditempatkan pertama sebagai pengantar PB dan "Mesias, Anak Allah yang hidup" (Mat 16:16). Walaupun nama pengarang
tidak disebutkan dalam nas Alkitab, kesaksian semua bapa gereja yang mula-mula (sejak kira-kira tahun 130 M) menyatakan bahwa Injil ini ditulis oleh Matius, salah seorang murid Yesus.
Injil ini ditujukan untuk orang percaya bangsa Yahudi. Latar Belakang Yahudi dari Injil ini tampak dalam banyak hal, ketergantungannya pada penyataan, janji, dan nubuat PL untuk membuktikan bahwa Yesus memang Mesias yang sudah lama dinantikan, termasuk hal ini terlihat dari penggunaan istilah yang khas Yahudi seperti "Kerajaan Sorga" (yang searti dengan "Kerajaan Allah") sebagai ungkapan rasa hormat orang Yahudi sehingga segan menyebut nama Allah secara langsung. Juga petunjuknya kepada berbagai kebiasaan Yahudi tanpa memberikan penjelasan apa pun (berbeda dengan kitab-kitab Injil yang lain). Sekalipun demikian, Injil ini tidak semata-mata untuk orang Yahudi. Seperti amanat Yesus sendiri, Injil Matius pada hakikatnya ditujukan kepada seluruh gereja, serta dengan saksama menyatakan lingkup universal Injil (mis. Mat 2:1-12; Mat 8:11-12; Mat 13:38; Mat 21:43; Mat 28:18-20).
Injil Markus ditulis untuk orang Romawi.
Injil Lukas untuk Teofilus dan semua orang percaya bukan Yahudi.
Injil Yohanes ditulis oleh Yohanes salah satu murid Yesus, yang menjadi saksi mata penyaliban Yesus. Penulis diidentifikasikan secara tidak langsung sebagai "murid yang dikasihi-Nya" (Yoh 13:23; Yoh 19:26; Yoh 20:2; Yoh 21:7,20). Kesaksian tradisi Kekristenan serta bukti yang terkandung dalam Injil ini sendiri menunjukkan bahwa penulisnya adalah Yohanes anak Zebedeus, salah satu di antara dua belas murid dan anggota kelompok inti Kristus (Petrus, Yohanes, dan Yakobus).
Keilahian Yesus sebagai "Anak Allah" ditekankan. Dari prolog Yohanes dengan pernyataan yang luar biasa, "kita telah melihat kemuliaan-Nya" (Yoh 1:14) sampai akhirnya dengan pengakuan Tomas, "Ya Tuhanku dan Allahku" (Yoh 20:28 ), Yesus adalah Allah yang menjadi manusia.
Kurun waktu penulisan Injil-Injil Kristen antara tahun 65 hingga 115 M, yakni sekitar 45 tahun setelah dugaan penyaliban Yesus untuk kompilasi awal Injil, atau sekitar 70 tahun setelah dugaan penyaliban Yesus untuk kompilasi akhir Injil. Sebuah rentang waktu Injil yang sangat lama yang tidak mungkin ia ditulis oleh murid Yesus!
Jika diasumsikan bahwa usia murid-murid Yesus sama dengan Yesus, dan bahwa Yesus disalib pada usia 33 tahun,** maka murid-murid Yesus untuk pertama kalinya menulis Injil pada usia 78 tahun dan rampung ketika usia mereka mencapai 103 tahun. Mustahil! Jika memang diperintahkan oleh Yesus, mengapa harus menunggu waktu selama itu untuk menulis Injil? Selengkapnya baca: Injil atau Dusta atau Kanonisasi_Injil.
Yesus mulai pelayanannya di sekitar tahun 26 M. Ini diketahui dari :
Injil Lukas 3 : 1 yang menyatakan awal pelayanan “….. dalam tahun ke 15 pemerintahan kaisar Tiberius ….”.
Sejarah sekuler mencatat bahwa kaisar Tiberius mulai memerintah di tahun 11 M.
Jadi 11 M + 15 tahun = 26 M
Lama pelayanan Yesus adalah 3 tahun yang dicatat dalam Yoh 2, 6 dan 12 yang menyebutkan 3 masa paskah yang dilalui oleh Yesus.
Berarti masa pelayanan Yesus adalah dari tahun 26 M – 29 M.
Apa yang dilakukan dan dikatakan oleh Yesus diingat oleh murid-muridnya dan oleh mereka yang mendengar dan menyaksikan.
Hal ini dapat dipastikan dengan mempertimbangkan 2 hal :
1. Murid-murid Yesus adalah orang-orang Yahudi yang memiliki tradisi menghafal kitab suci dan ajaran-ajaran rabi mereka. Menurut Mishna (kitab peraturan hidup dan tafsir Taurat) : Murid yang baik adalah seperti tanki yang tidak bocor satu tetespun.
2. Lukas 6 : 46 dan 49 tertulis "Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan? dan “ Akan tetapi barangsiapa mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah di atas tanah tanpa dasar. Ketika banjir melandanya, rumah itu segera rubuh dan hebatlah kerusakannya.".
Untuk bisa melaksanakan tentu saja orang harus hafal apa yang diajarkan dan dicontohkan oleh Yesus.
Injil diturunkan secara lisan selama sekitar 29 tahun, mulai dari 26 M hingga 55 M ketika buku pertama dari Perjanjian Baru (PB) ditulis oleh rasul Paulus yaitu 1 Korintus (ada yang berpendapat Galatia ditulis sekitar 48 M).
Sekalipun tidak semua pakar sependapat, namun ada yang berpendapat tentang masa penulisan kitab-kitab PB sebagai berikut :
1. A.T. Robinson
Redating the New Testament, 1976.
“Seluruh kitab-kitab PB telah dituliskan sebelum kehancuran Yerusalem ditahun 70 M”
2. W.F. Albright
Recent Discoveries in Bible Lands, 1955, halaman 136
“atau selambat-lambatnya telah selesai ditulis sebelum tahun 80 M"
Namun pakar –pakar umumnya setuju bahwa penulisan sebagian besar kitab-kitab PB terjadi antara 55 M – 70 M.
Setelah Yerusalem dihancurkan oleh Jenderal Titus ditahun 70 M, maka pusat kekristenan beralih dari Yerusalem menuju ke wilayah Asia Kecil (Turki) dan ke Roma seperti tercatat dalam Kisah 2, 11 dan 18. Ini menyebabkan bertambahnya pemeluk Kristen yang bukan berasal dari bangsa Yahudi dan tidak memiliki latar belakang Yahudi. Kejadian ini mendorong kebutuhan akan rekaman tertulis Injil dan pengajaran Yesus.
Apa yang dikatakan oleh Yesus sangat mungkin telah dituliskan dengan mendasarkan pada :
1. Kesaksian dari Papias, seorang murid rasul Yohanes, yang menuliskan antara 120 M – 130 M yang terekam dalam buku kuno "Church History" V.33,4.1, oleh Eusebius (270 M – 340 M).
“Matius mengumpulkan perkataan-perkataan Yesus dalam bahasa Ibrani”
2. Dalam Lukas 1 : 1 tertulis, “… banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi diantara kita”.
Kitab Lukas ini ditulis antara 60 M – 63 M. Ayat diatas mengindikasinya adanya pencatatan-pencatatan yang dilakukan sebelum Lukas menuliskan injilnya.
Jadi sangat masuk akal bahwa perkataan-perkataan Yesus telah dicatatat oleh beberapa orang selama hidupnya.
Pengajaran Yesus tidak ditulis sendiri olehNya, melainkan oleh muridnya, yang tercatat menuliskan adalah Matius sesuai kesaksian murid rasul Yohanes yaitu Papias. Ke 4 Injil adalah hasil tulisan yang menginformasikan ucapan-ucapan dan tindakan Yesus yang ditulis oleh 4 orang yaitu Matius, Markus, Lukas (juga menulis Kisah Para Rasul) dan Yohanes (juga menulis 1,2 dan 3 Yohanes dan Wahyu). Mereka menuliskan dengan inspirasi dari Tuhan (2 Petrus 20 – 21) bagi komunitas yang berbeda-beda.
Mereka menuliskan dengan cara dan gaya penulisan mereka sendiri-sendiri sesuai dengan komunitas yang mereka layani. Sebagian besar penulis-penulis ini adalah saksi mata langsung dari apa yang diajarkan dan dilakukan oleh Yesus.
Antar ke 4 Injil memang tidak identik karena dituliskan oleh 4 orang yang berbeda.
Sejarah mencatat bahwa pernah ada usaha oleh Tatianus untuk membuat satu buku karangan Injil yang mensinergikan ke 4 Injil tersebut.
Sumber :
Rangkuman Sejarah Gereja Kristiani
G. Van Schie
Penerbit Obor, cetakan 1, jilid 1, halaman 424 :
Sekitar tahun 170 Tatianus mengarang buku yang berjudul Diatessaron, semacam injil pukul rata, dengan mengambil unsur dari keempat karangan Injil dan dari beberapa sumber lainnya.
Namun kitab Diatessaron ini tidak pernah digunakan oleh bapa-bapa gereja karena jelas adalah karangan belakangan.
Waktu penulisan kitab-kitab PB (sumber program Alkitab ver. 2.7)
Injil Matius : 60 an M
Injil Markus : 55 M – 65 M
Injil Lukas : 60 M – 63 M
Injil Yohanes : 80 M – 95 M
Kisah Para Rasul : 63 M
Roma : 57 M
1 dan 2 Korintus : 55 M – 56 M
Galatia : 48 M
Efsus : 62 M
Filipi : 63 M
Kolose : 62 M
1 dan 2 Tsalonika : 52 M – 53 M
1 dan 2 Timotius : 65 M – 67 M
Titus : 65 M – 66 M
Filemon : 62 M
Ibrani : 67 M – 69 M
Yakobus : 49 M (ada yang berpendapat 55 M)
1 dan 2 Petrus : 60 M – 68 M
1 – 3 Yohanes : 85 M – 95 M
Yudas : 70 M – 80 M
Wahyu : 90 M – 96 M
** Pengarang Kitab Lukas menempatkan pembaptisan Yesus pada tahun ke-15 pemerintahan Kaisar Roma Tiberius, dan saat Pontius Pilatus menjadi pejabat gubernur Yudaea (Lukas 3:1). Dalam hal ini dinyatakan bahwa Pontius Pilatus menjadi pejabat Yudaea dari tahun 26 hingga 36 M, dan bahwa Kaisar Tiberius menggantikan Kaisar Agustus pada tahun 14 M [Josephus F (1998); Asimov I (1969; Braid W (1971); Duncan GB (1971); Leon-Dufour X (1983)]. Oleh karenanya, jika kita menerima kronologi yang dibuat oleh pengarang Kitab Lukas, berarti Yesus dibaptis oleh Yohanes Pembaptis pada tahun 29 M, yakni ketika Yesus berumur kira-kira 30 tahun, dan pembaptisan tersebut menjadi titik tolak Yesus untuk memulai pekerjaannya sebagai seorang nabi (Lukas 3:23). Bahwa konon Yesus disalib pada masa pemerintahan Pontius Pilatus (Markus 15:5; Matius 27:26; Lukas 23:25; Yohanes 19:16), yang berarti waktunya tidak lebih dari tahun 36 M, dan dengan mengasumsikan bahwa peristiwa penyaliban terjadi pada pertengahan masa pemerintahan Pontius Pilatus, maka Yesus disalib pada usia kira-kira 33 tahun dengan mengemban misi kenabian hanya selama kira-kira 3 tahun!
Penjelasan diatas menuliskan bahwa masa pelayanan Yesus adalah dari tahun 26 M – 29 M.
Tiga tahun saja sudah cukup bagi Yesus melaksanakan misiNya sebagai Juru Selamat yang menebus manusia dari dosa-dosa.
Amin!
Sumber :
Yohannes/ Biblika
PERBANDINGAN SEJARAH AL-QUR’AN DAN INJIL (PERJANJIAN BARU) By Vivaldi.
Tafsir Alkitab Perjanjian Baru : Dianne Bergant, CSA
dan berbagai sumber.
35. KHAYALAN SILSILAH YESUS !
Allah berfirman di dalam Al-Qur'an:
Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: "Kun" (seorang manusia), maka jadilah ia. (QS. 3:59)
Berdasarkan ayat Al-Qur'an di atas, maka Isa/Yesus adalah manusia yang tidak memiliki silsilah!
SILSILAH KETURUNAN YESUS MENURUT INJIL KRISTEN
Injil-Injil hanya mengandung sedikit sekali kalimat-kalimat yang dapat menimbulkan pertentangan dengan hasil-hasil Sains modern. Banyak hikayat dalam Injil yang menggambarkan mukjizat tidak mendapat penafsiran ilmiah. Mukjizat-mukjizat itu ada yang berhubungan dengan orang seperti penyembuhan orang sakit (gila, buta, lumpuh, lepra, menghidupkan Lazarus yang sudah mati), dan ada pula yang mengenai fenomena material, di pinggir batas hukum alam (Yesus berjalan di atas air, Yesus mengganti air jadi anggur). Hal-hal tersebut mungkin hanya merupakan fenomena yang wajar tetapi dengan aspek yang luar biasa oleh karena terjadi dalam waktu yang sangat singkat seperti angin topan yang berhenti seketika, pohon tien yang kering mendadak, atau seperti mencari ikan secara ajaib, seakan-akan seluruh ikan yang ada dalam danau itu berkumpul di tempat di mana jala dilempar.
Dalam kejadian-kejadian tersebut, Tuhan campur tangan dengan kekuasaanNya. Kita tidak usah keheran-heranan bahwa Tuhan itu dapat berbuat hal yang mengherankan bagi manusia, tetapi bagi Tuhan merupakan hal biasa. Ini tidak berarti bahwa seorang yang percaya tidak memerlukan berhubungan dengan Sains. Percaya kepada mukjizat dan percaya kepada Sains adalah tidak bertentangan. Yang pertama adalah tahap ketuhanan yang kedua adalah tahap kemanusiaan.
Secara pribadi saya dengan senang hati dapat percaya bahwa Yesus menyembuhkan orang sakit lepra, tetapi saya tidak dapat menerima suatu teks yang dikatakan autentik dan diwahyukan Tuhan sedangkan dalam teks tersebut saya dapatkan bahwa antara manusia pertama dengan Nabi Ibrahim hanya berselisih waktu 20 generasi, seperti yang dikatakan Injil Lukas (3, 23-28 ). Kita akan lihat sebentar lagi sebab-sebab yang membuktikan bahwa teks Lukas, seperti juga teks Perjanjian Lama tentang hal yang sama, telah disusun menurut imajinasi manusia.
Injil (seperti Al Qur-an) memberikan kita riwayat yang sama mengenai asal-usul biologis Yesus. Membesarnya Yesus dalam kandungan ibunya di luar hukum-hukum alam yang umum bagi seluruh manusia. Biji telor dari ibunya tidak memerlukan bertemu dengan spermatozoid bapak untuk membentuk suatu embryo yang kemudian menjadi bayi. Fenomena yang berakhir dengan dilahirkannya seorang yang normal, tidak dengan campuran dan unsur lelaki, dinamakan parthenogenese. Dalam alam binatang parthenogenese dapat terjadi dengan syarat-syarat tertentu. Seperti halnya serangga, beberapa hewan invertebrata, dan secara sangat jarang, dalam jenis-jenis burung tertentu. Di antara binatang yang menyusui, orang dapat mengadakan percobaan dengan kelinci yang memperoleh perkembangan biji telor tanpa campur tangan spermatozoid dan menjadi embryo yang sederhana tetapi orang tidak dapat menemukan kelinci yang menunjukkan parthenogenese sempurna, secara eksperimental atau secara natural. Tetapi Yesus merupakan kasus parthenogenese. Ibunya adalah perawan dan tetap perawan serta tidak mempunyai anak selain Yesus: Yesus adalah kekecualian biologik.**
Silsilah keturunan Yesus
Dua silsilah keturunan yang terdapat dalam Injil Matius dan Injil Lukas menimbulkan persoalan tentang kebenaran, persesuaian dengan hasil-hasil ilmiah dan juga persoalan "autentik atau tidak." Problema-problema ini sangat menyulitkan ahli-ahli tafsir Kristen oleh karena mereka menolak untuk melihatnya sebagai hasil imajinasi manusia; Imajinasi manusia ini telah memberikan inspirasi kepada para pengarang-pengarang Sakerdotal (pendeta-pendeta) daripada Kitab Kejadian di abad VI S.M. untuk silsilah keturunan manusia-manusia pertama. Imajinasi manusia itu pulalah yang memberi inspirasi kepada Matius dan Lukas dalam hal-hal yang kedua pengarang Injil itu tidak mengambil dari Perjanjian Lama.
Yang perlu kita perhatikan adalah bahwa silsilah keturunan laki-laki tidak ada artinya sama sekali bagi Yesus. Jika orang ingin memberikan silsilah keturunan kepada Yesus, anak tunggal daripada Maryam, tanpa bapa, maka silsilah keturunan itu harus silsilah keturunan Maryam, ibunya. Di bawah ini adalah teks menurut Terjemahan Ekumenik terhadap Bibel, Perjanjian Baru.
Silsilah keturunan menurut Matius terdapat pada permulaan Injilnya (Matius 1:1-17).
KITAB ASAL-USUL YESUS KRISTUS, ANAK DAUD, ANAK IBRAHIM
Ibrahim mempunyai anak Ishak Ishak mempunyai anak Yakub Yakub mempunyai anak Yuda dan saudara-saudaranya Yuda mempunyai anak Phares dan Zara daripada Thamar Phares mempunyai anak Esrom Esrom mempunyai anak Aram Aram mempunyai anak Aminabad Aminabad mempunyai anak Naasson Naasson mempunyai anak Salmon Salmon mempunyai anak Booz daripada Rahad Booz mempunyai anak Yobed daripada Ruth Yobed mempunyai anak Yesse Yesse mempunyai anak Nabi Daud Daud mempunyai anak Suleman (dari istri Urie) Suleman mempunyai anak Roboam Roboam mempunyai anak Abia Abia mempunyai anak Asa Asa mempunyai anak Yosaphat Yosaphat mempunyai anak Yoram Yoram mempunyai anak Ozias Ozias mempunyai anak Yoathan Yoathan mempunyai anak Achaz Achaz mempunyai anak Ezechias Ezechias mempunyai anak Manasse Manasse mempunyai anak Amon Amon mempunyai anak Yosias Yosias mempunyai anak Yechonias dan saudara-saudaranya
Kemudian terjadi pengasingan di Babylon. Sesudah Pengasingan:
Yechonias mempunyai anak Salathiel Salathiel mempunyai anak Zorobabel Zorobabel mempunyai anak Abioud Abioud mempunyai anak Eliakim Eliakim mempunyai anak Azor Azor mempunyai anak Sadok Sadok mempunyai anak Akhim Akhim mempunyai anak Elioud Elioud mempunyai anak Eleazar Eleazar mempunyai anak Mathan Mathan mempunyai anak Yacob Yacob mempunyai anak Yusuf, suami Maryam, yang melahirkan Isa yang dinamakan Al Masih.
Jumlah generasi adalah 14 dari Ibrahim ke Daud, 14 dari Daud hingga pengasingan di Babylon, 14 dari pengasingan sampai Isa Al Masih.
Lukas (3:23-38 ) memberikan silsilah keturunan yang berlainan dari silsilah Matius.
Kita kutipkan di bawah ini dari Terjemahan Ekumenik:
"Yesus pada permulaannya berumur kira-kira 30 tahun. Ia adalah anak Yoseph, anak Heli anak Matthat, anak Levis, anak Melechi, anak Iannai, anak Yoseph, anak Matthatias, anak Amos, anak Naaum, anak Hesti, anak Naggai, anak Maath, anak Mattathias, anak Semein, anak Yosech, anak Ioda, anak Ionam, anak Resa, anak Zorobabel, anak Salathiel, anak Neri, anak Melchi, anak Addi, anak Kosam, anak Elmadam, anak Er, anak Yesus, anak Elieser, anak Yorim, anak Matthat, anak Levi, anak Symeon, anak Yuda, anak Yoseph, anak Ionam, anak Eliakim, anak Melea, anak Menna, anak Mattalha, anak Natham,anak David, anak Yesse, anak Iobed, anak Boos, anak Sola, anak Naasson, anak Aminabad, anak Admin, anak Arni, anak Esrom, anak Phares, anak Yuda, anak Yacob, anak Isaac, anak Abraham, anak Thara, anak Nachor, anak Serauch, anak Ragau, anak Phalek, anak Eber, anak Sala, anak Kainam, anak Arphaxad, anak Sem, anak Noe, anak Lamech, anak Mathausala, anak Enoch, anak Iaret, anak Maleleel, anak Kainam, anak Enos, anak Seth, anak Adam, anak Allah."
Silsilah-silsilah tersebut akan kelihatan lebih terang jika kita gambarkan dua daftar yang satu menggambarkan silsilah sebelum David, dan yang satu lagi menggambarkan silsilah sesudah David.
SILSILAH YESUS SEBELUM DAVID
Menurut Lukas
1. Adam
2. Seth
3. Enos
4. Kainam
5. Maleleel
6. Zaret
7. Enoch
8. Mathausala
9. Lamech
10. Nae
11. Sem
12. Arphaxad
13. Kainam
14. Sala
15. Eber
16. Phalek
17. Ragau
18. Serauch
19. Nachor
20. Thara
21. Abraham
22. Isaac
23. Yacob
24. Yuda
25. Phares
26. Esrom
27. Arni
28. Admin
29. Aminabad
30. Naasson
31. Sala
32. Booz
33. Yobed
34. Yesse
35. David
Menurut Matius
Matius tidak menyebutkan sesuatu nama sebelum Abraham
1. Abraham
2. Isaac
3. Yacob
4. Yuda
5. Phares
6. Esrom
7. Aram
8. Aminabad
9. Naasson
10. Salmon
11. Booz
12. Yobed
13. Yesse
14. David
Silsilah Yesus Sesudah David
Menurut Lukas
35. David
36. Nathan
37. Matlatha
38. Menna
39. Melea
40. Eliakim
41. Ionam
42. Yoseph
43. Yoda
44. Symeon
45. Levi
46. Matthat
47. Iorim
48. Elieser
49. Yesus
50. Er
51. Elmadam
53. Addi
54. Melchi
55. Neri
56. Salathiel
57. Zorobabel
58. Resa
59. Ionan
60. Ioda
61. Iosech
62. Semein
63. Malthatheas
64. Maalh
65. Naggar
66. Hesle
67. Naaum
68. Amos
69. Mattatheas
70. Yoseph
71. Iannai
72. Melchi
73. Levi
74. Matthat
75. Heli
76. Yoseph
77. Yesus
Menurut Matius
14. David
15. Salomon
16. Roboam
17. Abia
18. Asa
19. Yosaphat
20. Yoram
21. Azias
22. Yoathan
23. Achaz
24. Ezechias
25. Manasse
26. Amon
27. Yosias
28. Yechonias
Pengasingan di Babylon
29. Salathiel
30. Zorobabel
31. Abioud
32. Eliakim
33. Azor
34. Sadok
35. Akhim
36. Eliaud
37. Eleazar
38. Mathan
39. Yacob
40. Yoseph
41. Yesus
Perbedaan-Perbedaan Menurut Manuskrip dan dalam Hubungannya dengan Perjanjian Lama
Dengan mengenyampingkan perbedaan tulisan (orthographiq), kita sebutkan:
a). Injil Matius
Silsilah keturunan telah hilang dari Codex Bezae Cantabrigiensis, suatu manuskrip yang sangat penting dari abad VI dalam dua bahasa, Yunani dan Latin. Yang hilang dari teks Yunani adalah seluruh silsilah, sedang yang hilang dari teks Latin hanya sebagian besar. Tetapi hal ini mungkin hanya disebabkan oleh hilangnya halaman-halaman pertama.
Perlu kita sebutkan kebebasan yang sangat besar yang ditunjukkan oleh Matius dalam sikapnya terhadap Perjanjian Lama yang ia potong silsilahnya untuk keperluan penyajian dengan angka (yang pada akhirnya tidak ia lakukan seperti yang akan kita lihat).
b). Injil Lukas
1. Sebelum Nabi Ibrahim, Lukas menyebutkan 20 nama. Perjanjian Lama hanya menyebutkan 19 nama (silahkan lihat tabel keturunan Adam dalam bagian yang khusus untuk Perjanjian Lama), Lukas menambah sesudah Arphaxad (no. 12) nama Kainam (no. 13) yang tak tersebut dalam Kitab Kejadian sebagai anak Arphaxad.
2. Dari Nabi Ibrahim sampai nabi Daud kita dapatkan 14-16 nama menurut manuskrip.
3. Dari Nabi Daud sampai Nabi Isa.
Perbedaan yang sangat penting adalah perbedaan yang terdapat dalam Codex Bezae Cantabrigiensis yang menisbatkan suatu silsilah khayalan kepada Lukas dan silsilah itu terdiri dari silsilah Matius yang sudah ditambah oleh orang yang bikin naskah dengan lima nama. Sayang, silsilah Injil Matius dalam manuskrip tersebut telah hilang, sehingga kita tak dapat mengadakan perbandingan.
PENYELIDIKAN KRITIK MENGENAI TEKS
Di sini kita berhadapan dengan dua silsilah yang mempunyai sifat yang sama, yakni mulai dari Ibrahim dan Dawud. Unttzk memudahkan penyelidikan ini, kita akan menjadikan silsilah tersebut menjadi tiga bagian-bagian:
a. dari Adam sampai Ibrahim
b. dan Ibrahim sampai Dawud
c. dari Dawud sampai Yesus.
1. PERIODE DARI ADAM SAMPAI IBRAHIM
Matius yang memulai silsilahnya dari Ibrahim tidak ada hubungannya dengan periode ini. Lukas memberi keterangan tentang nenek moyang Nabi Ibrahim sehingga Adam; 20 nama, diantaranya 19 nama terdapat dalam Kitab Kejadian (fasal 4, 5 dan 11). Dapatkah kita gambarkan bahwa sebelum nabi Ibrahim hanya ada 19 atau 20 generasi manusia? Soal ini telah kita selidiki ketika kita membahas Perjanjian Lama. Jika kita ingin mendasarkan penyelidikan kita kepada tabel keturunan Adam seperti yang disebutkan dalam Kitab Kejadian dan menerima angka waktu yang ditunjukkan oleh teks Bibel, kita akan mendapat kesimpulan bahwa antara munculnya manusia pertama di atas bumi dengan lahirnya Nabi Ibrahim terdapat 19 abad. Orang memperkirakan bahwa Nabi Ibrahim hidup sekitar tahun 1850 S.M. Dengan begitu maka petunjuk-petunjuk yang terdapat dalam Perjanjian Lama menerangkan bahwa munculnya manusia di atas bumi terjadi pada 38 abad sebelum Yesus. Nampak sekali bahwa Lukas memakai bahan-bahan ini untuk Injilnya. Ia menyebutkan suatu kekeliruan besar untuk menerangkan mengapa ia memakai bahan-bahan tersebut. Kita telah membaca argumentasi sejarah yang meyakinkan yang mendorong kepada pikiran ini.
Hal-hal yang tersebut dalam Perjanjian lama tak dapat diterima lagi pada waktu ini. Bahan-bahan tersebut termasuk dalam golongan "Caduc" (lemah) yang dinyatakan oleh Konsili Vatikan II. Akan tetapi anggapan bahwa para pengarang Injil memakai bahan-bahan yang tidak sesuai dengan Sains modern, merupakan suatu keterangan yang sangat berbahaya bagi mereka yang mempertahankan faham bahwa teks Injil adalah sesuai dengan sejarah.
Para ahli tafsir merasakan bahaya ini. Mereka berusaha untuk mengelakkan kesulitan dengan mengatakan bahwa persoalannya bukan persoalan silsilah yang sempurna, bahwa ada nama-nama yang ditinggalkan oleh penulis Injil dengan sengaja, dan persoalan yang pokok adalah untuk membuktikan dalam garis-garis besar atau dalam unsur-unsurnya yang penting suatu garis yang didasarkan atas realistis sejarah. Disebutkan oleh A. Tricot dalam bukunya: Kamus Kecil tentang Perjanjian Baru, (Petit Dictionnaire du Noaveau Testament). Dalam teks Injil tak ada yang memungkinkan penafsiran semacam itu, karena teks itu teliti; A punya anak B, B punya anak C adalah anaknya B, dan B adalah anaknya A. Dan lagi mengenai periode sebelum Abraham, para penulis Injil mengambil bahan dari Perjanjian Lama, di mana silsilah itu diterangkan sebagai berikut: X pada umur sekian mempunyai anak Y, Y hidup sekian tahun dan mempunyai anak Z. Jadi tak terdapat hal-hal yang putus.
Bagian sebelum Nabi Ibrahim dalam silsilah Yesus menurut Lukas tidak dapat diterima atas dasar pengetahuan modern.
2. PERIODE DARI ABRAHAM SAMPAI DAVID
Di sini, dua silsilah itu cocok atau hampir cocok, kecuali dalam satu atau dua nama. Kesalahan yang tidak disengaja daripada tukang-tukang naskah dapat dijadikan alasan.
Apakah para penulis Injil benar mengenai periode ini?
Dawud dikatakan hidup sekitar tahun 1000 S.M., Ibrahim di sekitar tahun 1800-1850 S.M..
Apakah 14-16 generasi dapat hidup selama 8 abad? Tapi baiklah kita katakan saja bahwa teks Injil, mengenai periode ini, masih dalam batas hal-hal yang dapat diterima
3. PERIODE SESUDAH DAVID
Sayang, teks tidak mungkin lagi membuktikan bahwa Yoseph itu keturunan David.
Kita tinggalkan saja pemalsuan yang terang daripada Codex Bezae Cantabrigiensis yang mengenai Lukas, dan marilah mengadakan perbandingan tentang hal-hal yang diriwayatkan oleh dua manuskrip yang sangat terhormat, yakni Codex Vaticanus dan Codex Sinaiticus.
Dalam silsilah Lukas, kita dapatkan 42 nama sesudah David (no. 35) sampai Yesus (no. 77). Dalam silsilah Matius kita dapatkan 27 nama sesudah David (no. 14) sehingga Yesus (no. 41). Dengan begitu maka jumlah nenek moyang Yesus (fiktif) sesudah David dalam dua manuskrip terhormat tersebut berlainan. Nama-nama dalam silsilah tersebut juga berlainan.
Tetapi ada lagi yang ajaib. Matius mengatakan bahwa silsilah Yesus semenjak Ibrahim terdiri dari tiga kelompok dan masing-masing kelompok terdiri dari 14 nama. Kelompok pertama, dari Ibrahim sampai Dawud. Kelompok kedua, dari Dawud sampai pengasingan. Sedang kelompok ketiga, dari pengasingan di Babylon sampai Yesus. Teks Matius memang memuat 14 nama dalam kelompok pertama dan kedua, akan tetapi dalam kelompok ketiga (dari pengasingan di Babylon sampai Yesus) kita hanya mendapatkan 13 nama dan bukan 14 seperti yang kita harapkan, oleh karena tabel yang dikemukakan menunjukkan bahwa Salathiel adalah nomer 29 dan Yesus nomor 41. Tidak ada riwayat yang berbeda dengan Matius yang menyebutkan 14 nama untuk kelompok ketiga.
Akhirnya agar berhasil mendapatkan 14 nama dalam kelompok kedua, Matius mempergunakan kebebasan terhadap teks Perjanjian Lama. Nama-nama daripada 6 keturunan David yang pertama (no. 15 sampai 20) sesuai dengan apa yang tersebut dalam Perjanjian Lama. Akan tetapi tiga keturunan Ioram (no. 20) yang dikatakan dalam bab dua daripada kitab Tawarikh dalam Bibel sebagai Achazia, Yoas dan Amalsia, telah dihapuskan oleh Matius. Begitu juga, Yechonias (no. 28 ) disebutkan oleh Injil Matius sebagai anak Yosias (no. 27), padahal dalam kitab Raja-raja yang pertama daripada Perjanjian Lama terdapat nama Eliakim diantara Yosias dan Yechonias.
Dengan ini telah terbukti bahwa Matius telah merubah urutan silsilah yang terdapat dalam Perjanjian Lama untuk menonjolkan suatu kelompok buat-buatan yang terdiri daripada 14 nama, antara Nabi Dawud dan pengasingan ke Babylon.
Sesungguhnya kita tidak begitu heran mendapatkan bahwa dalam kelompok ketiga yang disajikan oleh Matius terdapat satu nama yang kurang, sehingga tak ada teks Injil Matius yang menyebutkan 42 nama seperti yang Matius umumkan, hal ini dapat saja dijelaskan dengan mengatakan bahwa seorang tukang naskah membuat kesalahan. Akan tetapi kita sangat heran karena para ahli tafsir Injil bersikap tutup mulut mengenai hal ini. W. Trilling, berbeda dari para ahli tafsir Injil, menulis satu baris mengenai hal tersebut dalam bukunya: Injil Matius. "Sesungguhnya persoalan ini tidak boleh diabaikan begitu saja oleh karena para ahli tafsir Injil, termasuk pengarang-pengarang Terjemahan Ekumenik dan Kardinal Danielou telah menunjukkan pentingnya simbol 3 kali 14 yang telah disebut oleh Matius. Untuk menonjolkan hal tersebut, bukanlah Matius sendiri telah menghilangkan beberapa nama yang tersebut dalam Bibel agar berhasil pembuktiannya tentang angka yang keramat itu."
Nanti akan kita lihat bahwa para ahli tafsir Injil akan membentuk suatu apologetik (cara mempertahankan agama) dengan membenarkan dihapuskannya beberapa nama, tetapi mereka tergelincir mengenai kekurangan-kekurangan nama sehingga mereka tidak berhasil mencapai hal yang diinginkan oleh Matius, si pengarang Injil.
4. TAFSIRAN PARA AHLI TAFSIR MODERN
Kardinal Danielou, dalam karangannya Les Evangiles de l'enfance (Injil Masa Kanak-kanak, terbit tahun 1967), setuju dengan daftar angka yang dibuat oleh Matius dan mengatakan bahwa daftar tersebut mempunyai nilai yang sangat tinggi, karena daftar itu menunjukkan silsilah asal usul Yesus, yang juga diterangkan oleh Lukas. Bagi Kardinal Danielou, "Lukas dan Matius adalah ahli sejarah yang telah mengadakan penyelidikan sejarah, dan silsilah keturunan telah dikutip dari arsip keluarga Yesus." Perlu diterangkan di sini bahwa arsip tersebut tak pernah ditemukan orang.
Kardinal Danielou, menyerang orang-orang yang mengkritik pendiriannya dengan kata-kata: "itu adalah mental orang Barat, kebodohan tentang agama Yahudi Kristen, ketidakadanya perasaan Semitik, yang telah menyesatkan beberapa ahli tafsir dalam memberi interpretasi kepada Injil. Mereka itu telah mempergunakan kategori Plato, Descartes, Hegel dan Heidegger. Memang ada suatu yang keruh dalam pikiran mereka." Sudah terang bahwa Plato, Descartes, Hegel dan Heidegger tidak ada hubungannya dengan sikap kritik terhadap silsilah keturunan yang bersifat khayalan.
Pengarang (Kardinal Danielou) menyelidiki arti 3 x 14 yang disebutkan Matius, dan membuat hipotesa-hipotesa seperti berikut: "Mungkin ada hubungannya dengan 10 minggu yang terkenal dalam hal-hal rahasia dari agama Yahudi, tiga minggu pertama yang mirip dengan periode dari Adam sampai Abraham, harus dihilangkan. Tinggal 7 minggu; enam minggu pertama merupakan tiga grup yang masing-masing terdiri dari 14 nama, dan minggu yang terakhir dimulai oleh Kristus yang memulai periode ke 7 daripada Dunia." Penjelasan semacam itu tak perlu diberi komentar.
Ahli-ahli tafsir "Terjemahan Ekumenik Bibel" -Perjanjian Baru- memberikan pembelaan dengan angka yang tidak kita sangka.
Untuk angka 3 x 14 yang dikemukakan oleh Matius:
Angka 14, mungkin merupakan jumlah nilai huruf yang membentuk nama Dawud dalam bahasa Ibrani D = 4, V = 6. Jadi jumlahnya 4+6+4 = 14.
Bagi Lukas, Terjemahan Ekumenik memberikan 77 nama. Hal ini memberi peluang untuk mengatakan bahwa angka 7 itu dasar. 7 x 11 = 77. Padahal kita sudah tahu bahwa bagi Lukas yang main hapus dan tambah, daftar yang memuat 77 nama itu sama sekali buat-buatan.
Silsilah Yesus dalam Injil-lnjil merupakan masalah yang menimbulkan permainan kata-kata yang sangat menyolok di antara para ahli tafsir Kristen, dan memang hal tersebut adalah sesuai dengan khayalan Lukas dan Matius.
Keterangan:
**Injil-injil menyebutkan saudara-saudara daripada Yesus (Matius 13:46-50; Markus 6:1-6; Yahya 7:3 & 2:12). Kata Yunani yang dipakai adalah Adelphai dan memang berarti saudara lelaki atau perempuan dalam arti biologik. Tentu saja di sini telah terjadi terjemahan yang salah daripada kata Semit yang berarti dekat (familiar), dan tidak lebih. Barangkali yang dimaksudkan di sini adalah saudara-saudara sepupu.
BIBEL, QUR'AN, dan Sains Modern
Dr. Maurice Bucaille
Judul Asli: La Bible Le Coran Et La Science
Alih bahasa: Prof. Dr. H.M. Rasyidi
Penerbit Bulan Bintang, 1979
Kramat Kwitang I/8 Jakarta
Orang sering disebut sebagai anak dari orang yang bukan ayahnya, tetapi kakeknya, atau nenek moyangnya, atau bahkan orang yang mengadopsinya. Karena itu bisa saja dalam satu bagian Kitab Suci seseorang disebut sebagai anak si A, sedangkan dalam bagian Kitab Suci yang lain ia disebut sebagai anak si B.
Contoh:
a. Matius 1 : 1 mengatakan Yesus Kristus anak Daud, Anak Abraham, bukan berarti Ayah Yesus adalah Raja Daud, juga bukan berarti Daud anak "langsung" dari Abraham, melainkan mempunyai pengertian Yesus lahir dari keturunan Daud, keturunan Abraham.
b. Mat 1:16a mengatakan ‘Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria’, sedangkan Luk 3:23b mengatakan ‘Yusuf, anak Eli’ Padaham Yusuf anak Eli ini adalah dalam pengertian "mantu", dan ini lazim dalam pengertian Yudaisme.
c. Matius 1:8 mengatakan bahwa ‘Yoram memperanakkan Uzia’. Sedangkan dalam 2Raja-raja:
- Yoram ayah dari Ahazia (2Raja-raja 8:24-25)
- Ahazia ayah dari Yoas (2Raja-raja 11:2)
- Yoas ayah dari Amazia (2Raja-raja 14:1)
- Amazia ayah dari Azarya (2Raja-raja 15:1)
Keterangan: Uzia (bahasa Yunani) = Azarya (bahasa Ibrani).
Jadi, Matius meloncati 3 orang yaitu Ahazia, Yoas dan Amazia.
d. Matius 1:11 mengatakan bahwa ‘Yosia memperanakkan Yekhonya’. Sedangkan dalam 2 Raja-raja:
Yosia ayah dari Elyakim / Yoyakim (2 Raja-raja 23:34)
Elyakim / Yoyakim ayah dari Yoyakhin (2 Raja-raja 24:6)
Keterangan: Yekhonya (bahasa Yunani)= Yoyakhin (bahasa Ibrani).
Jadi, lagi-lagi Matius meloncati 1 orang, yaitu Elyakim / Yoyakim.
John Murray mengatakan:
“Oftentimes, though we may not able to demonstrate the harmony of Scripture, we are able to show that there is no necessary contradiction” (= seringkali, sekalipun kita tidak bisa menun*jukkan keharmonisan Kitab Suci, kita bisa menunjukkan bahwa disana tidak harus terjadi kontradiksi) - ‘Collected Writings of John Murray’, vol I, p 10.
Jadi maksudnya adalah: pada waktu kita melihat dua bagian Kitab Suci yang kelihatannya kontradiksi, mungkin saja kita tidak bisa mengetahui bagaimana pengharmonisan yang sebenarnya, tetapi setidaknya kita bisa memberikan beberapa kemungkinan pengharmonisan, sehingga dua bagian itu tidak harus kontradiksi.
36. PENAFSIRAN YANG TEPAT TERHADAP AYAT2 INJIL2 KANONIK
Terlepas dari persoalan kebohongan injil2 kanonik, saya perlu menjelaskan ayat2 injil tertentu secara fair dan tidak menyesatkan.
1. KITAB YOHANES: Firman.
1:1. Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
1:14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.
* Yohanes 1:1-3
1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
en archรช รชn o logos kai o logos รชn pros ton theon kai theos รชn o logos
1:2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.
outos รชn en archรช pros ton theon
1:3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
panta di autou egeneto kai chรดris autou egeneto oude en o gegonen
Penjelasan :
Ayat 1,2
Pada mulanya sebelum dunia dijadikan.
Ayat ini menunjukkan bahwa, pada mulanya sebelum dunia dijadikan, menunjukkan bahwa semua alam semesta adalah hasil atau 'produk' yang dijadikan, kecuali Allah, yang ada sejak mulanya.
Sabda Allah (Firman) sudah ada... ada bersama Allah... Sang Sabda adalah Allah Yohanes 1:1 ini secara explicit mengatakan bahwa Firman / Yesus itu adalah Allah. Disini ditegaskan 3 pokok keberadaan Sang Sabda, yaitu :
1. Sabda itu selalu ada, hadir pada awalmulanya, sejak kekal sampai kekal.
2. Sabda itu bersosok, bersatu bersama Allah dan,
3. Sabda Allah itu hakekatnya (DzatNya) sama dengan Allah sepenuhnya)
...Sabda Allah Firman atau Kalam atau Kalimat Allah, ini bukan sekedar Gagasan atau Kata-kata, atau Komunikasi-wahyu yang dikeluarkan Allah, namun keseluruhan sosok "Aku Sang Sabda" (Bandingkan dengan Nama Tuhan (ha-Syem/ Sang Nama) YHVH, yang bukan sekedar terbatas nama, melainkan keseluruhan sosok AKU TUHAN (Keluaran 3:14).
Saba adalah Sebab Hakiki dan Penyebab Tunggal yang merupakan Pembicaraan-Ilahi dan Penyata-Diri Allah untuk Manusia (Ibrani 1:1, Yohanes 1:18) agar Allah yang tidak dipahami menjadi dapat dipahami. Dia mengadakan segala sesuatu, dan bukan yang diadakan. Dia menjadikannya dengan ber Sabda "jadilah" Dan terjadilah itu.
Ayat 3. Allah menciptakan segala sesuatu melalui Sang Sabda Sabda 9Sang Kalimat) tidak diciptakan, melainkan justru mencipta. Sabda mencipta dari yang tidak ada menjadi ada. Ia adalah sepenuhnya Sosok Penyebab yang terandung dalam Kalimat "Jadilah"
dan Ia bukan akubat dari Kalimat/ Sabda tersebut.
Dan inilah kebenaran itu ....
* Yeremia 32:27
"Sesungguhnya, Akulah TUHAN, Allah segala makhluk; adakah sesuatu apapun yang mustahil untuk-Ku?"
"HINEH 'ANI YEHOVAH 'ELOHEY KOL-BASAR HAMIMENI YIPALE' KOL-DAVAR"
* 1 Timotius 3:16
"Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: 'Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah; yang dipercayai di dalam dunia, diangkat dalam kemuliaan.'"
TR, "KAI HOMOLOGOUMENOS MEGA ESTIN TO TES EUSEBEIAS MUSTERION THEOS EPHANEROTHE EN SARKI EDIKAIOTHE EN PNEUMATI OPHTHE AGGELOIS EKERUKHTHE EN ETHNESIN EPISTEUTHE EN KOSMO ANELEPHTHE EN DOXE"
HBHK, "'AMENAH GADOL SOD HAKHASIDUT'ELOHIM NIGLAH BABASAR VETSIDQATO NIGLETAH VARUAKH MAL'AKIM RA'U FANAV VEGOYIM HITBASRU YESYU'ATO 'EMUNATO MALE'AH TEVEL VAYA'AL LAMAROM BEKHAVOD."
* Yohanes 1:14
"Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran."
Ada 2 hal yang perlu digarisbawahi berkaitan dengan frasa "Firman itu telah menjadi manusia" dalam ayat di atas yaitu:
(a) ia bukanlah dikatakan oleh Tuhan, dan
(b) ia juga bukanlah dikatakan oleh Yesus,
Ayat tersebut ditulis oleh Rasul Yohanes, murid Yesus yang dikasihiNya, menulis kitab dengan ilham Roh Kudus :
KONSEP PENGILHAMAN ALKITAB, ADA KESALAH-PAHAMAN YANG PENTING :
Banyak orang keliru dalam memahami Alkitab, mereka beranggapan bahwa suatu kitab Allah harus berisi wahyu Tuhan yang diturunkan langsung ke dunia. Kitab itu dianggap harus murni seratus persen dari surga tanpa campur tangan manusia; tanpa cacat, tanpa kekurangan, dan tanpa kelemahan sekecil apapun. Dengan alasan Tuhan Maha Sempurna tidak mungkin ada kekurangan sekecil apapun pada firmanNya yang telah ditulisNya di Surga.
Cara Allah yang memberi ilham pada penulisan Alkitab adalah berbeda dengan pewahyuan langsung (tanpa sentuhan manusia). Pengilhaman penulisan Alkitab adalah sebagai berikut :
1. Alkitab bukanlah kumpulan ayat-demi-ayat, yang setiap katanya didiktekan secara langsung dan mutlak oleh Tuhan tanpa sentuhan manusia.
Tuhan-Alkitab tidak mendiktekan FirmanNya dengan cara demikian. FirmanNya yang "dimasukkan" ke dunia dan tinggal di dunia untuk berkomunikasi dengan manusia melalui panca-indera dan nalarnya, ternyata justru memilih unsur-unsusr dunia yang terbatas, seperti: tempat, waktu, budaya dan bahasa-dunia. Bukankah ini dapat diumpamakan dengan orang-tua yang harus membatasi dirinya dan menurunkan tingkat bahasanya ketika ia berbicara dengan seorang anak kecil? Karena Tuhan memilih dan memakai hal-hal yang terbatas, maka Ia pun menggambarkan hakekat keilahianNya dalam batas-batas yang dipilihNya itu. melalui bahasa dan budaya manusia namun dalam hikmat Roh Allah, firmanNya disampaikan kepada manusia (1 Korintus 2:13)
2. Kalimat-kalimat di dalam Alkitab itu tidak seluruhnya berupa perkataan yang disabdakan secara langsung oleh Tuhan, melainkan ada pula berupa kisah-kisah yang ditulis dengan menggunakan tangan penulis, namun semua didasari pada ilham Roh Kudus kepada para penulisnya
Berita kebenaran Alkitab ditulis manusia yang tetap diberi kebebasan untuk menggunakan bakat dan gaya penulisan, huruf dan bahasa mereka masing-masing. Dengan demikian, hasil tulisan setiap penulis terkait dengan budaya dan kepribadian sera pengalamannya.
Namun semuanya telah dituntun oleh Roh Kudus untuk menghasilkan Firman-Nya yang dituangkan secara benar, perlu dan cukup, didalam batas-batas pengertian yang mampu diungkapkan melalui rangkaian abjad dunia yang terbatas. Oleh dorongan Roh Kudus orang-orang yang diilhami itu berbicara atas nama Tuhan (2 Petrus 1:21)
3. Alkitab bahkan tidak memuat seluruh perkataaan mujizat dan perbuatan Allah atau nabiNya selama karya utusanNya dibumi
Mengapa orang tidak mempersoalkan jumlah ayat-ayatNya yang terbatas dalam kitabNya, padahal Firman Allah tidak terbatas dalam segala aspek (segi) dan dimensinya? Mengapa orang emnganggap seluruh ayat-ayat tersaji itu sudah lengkap? Bukankah itu aneh.
Mengenai 'keanehan' yang sering tidak kita sadari, Alkitab menerangkan bahwa kelengkapannya tidak ditentukan oleh mutlaknya jumlah ayat dan pasal hukum untuk menjawab setiap masalah dunia kini dan nanti, melainkan lengkap dalam arti cukup untuk menyampaikan maksud dan kehendak Tuhan untuk menyelamatkan manusia, dan bahwa Yesus Kristus itulah Juru selamatnya. Hal ini tertulis antara lain Yohanes 20:30,31 sebagai berikut :
20:30 Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini,
20:31 tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.
Kitab-kitab Injil juga tidak perlu memuat semua ucapan dan perbuatan Yesus selama Ia tinggal di dunia. Lihat, misalnya Matius 4:23, Yohanes 2:23, Yohanes 16:12 atau Lukas 5:4, yang tidak menuliskan ucapan-ucapan dan perbuatan Yesus pada kitab-kitab Injil tersebut. Namun hal ini tidak mengurangi kebenaran dan kesempurnaan injil, yang telah ditulis supaya kita percaya.
* Yohanes 21:25
Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.
4. Dalam banyak hal, Tuhan menyampaikan pesanNya melalui perumpamaan-perumpamaan sederhana. Padahal mustahil perumpamaan-perumpamaan itu dapat menggambarkan secara mutlak kebenaran yang diumpamakan
Yang bisa sempurna menggambarkan sesuaru agaknya hanyalah duplikat atau kembaran atau foto-copy canggih dari gambar aslinya. Mustahil ada perumpamaan yang seratus persen sempurna menyamai rincian-rincian aslinya.
Ketidak sempurnaan ini hanya dapat diartikan bahwa penggambaran dan pengungkapan Firman Tuhan dengan menggunakan perumpamaanpun tidaklah sempurna secara mutlak, kecuali lebih memberikan pemahaman dan pesan-pesan pokok Firman Tuhan
5. Teks, Alkitab saja belum memberikan seluruh makna kebenaran
Alkitab bukan sekadar teks, melainkan Firman Tuhan yang dhidup. Ia bukan hanya pesan yang tersurat melainkan juga tersirat. Bahkan merupakan pesan ilahi yang barudapat dimengerti secara penuh bilamana hati pembacanya diberi pengertian khusus oleh Roh Allajh (devine illumination)
Orang-orang Yahudi, walaupun mengenal Abraham, Musa dan taurat telah ditegur oleh Yesus karena tidak mengenal "bahasanya Taurat", yaitu FirmanNya
" Apakah sebabnya kamu tidak mengerti bahasa-Ku? Sebab kamu tidak dapat menangkap firman-Ku" Yohanes 8:43
Bahkan Petrus dan murid-murid yesus, yang senantiasa bersama Yesus, juga tidak mengerti Kitab Suci sebelum Dia -Sang Pemilik Kitab Suci - membuka pikiran mereka (Lukas 24:44,45). Ini membuktikan, bahwa kebenaran penuhdari Kitab Suci tidak terletak pada kesempurnaan susunan kalimat, kelengkapan jumlah huruf dan semantika teksnya, melainkan pada kelengkapan pengertian yang diberikan oleh Roh Kudus atas teks tersebut.
Yesus berjanji akan memberikan pengertian tersebut kepada mereka yang menyambutNya " Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran;..." Yohanes 16:13
jadi, itulah keunikan pengilhaman Alkitab. Sekalipun tidak dikerjakan secara langsung dan mutlak-total dengan Tangan Tuhan (secara Robot didiktekan), dan sekalipun tunduk mengikuti segenap keterbatasan duniawi, namun Alkitab cukup sempurna untuk menyaksikan kebenaran Mesias, Anak Tuhan, menyampaikan kehendak Tuhan, memberi hikmat, berkat dan keselamatan bagi umat manusia
Pengetahuan tentang seluruh teks Alkitab dan upaya untuk mempelajarinya secara mendalam sangat penting bagi kehidupan dan pengembangan rohani. Namun bukan hal itu yang menjamin keselamatan seseorang. Alkitab tidak mengenal bahwa dengan makin pintarnya seseorang menemukan dan mengamalkan tradisi dan ayat tersembunyi, akan otomatis menempatkannya lebih berpahala sehingga lebih mudah naik ke surga, ketimbang orang-orang bodoh yang kurang mengetahuinya. Inilah keadilan Tuhan-Alkitab, atas orang-orang yangs ederhana dan yang tidak mampu membaca. mereka tetap dibuat pantas dan disetarakan oleh Tuhan dengan para Ahli Kitab yang bahkan menguasai perngertian seluruh ayat Alkitab yang ada!
tetapi merupakan redaksi/pendapat pribadi dengan gaya literer dari pengarangnya. Sehingga, ada 2 penafsiran yang mungkin berkaitan dengan frasa "Firman itu telah menjadi manusia", yaitu:
(a) Firman tersebut telah diwahyukan kepada Yesus berupa Kitab Suci Injil untuk disampaikan kepada manusia yang dalam hal ini adalah umat Israel. [/COLOR]
(b) Firman tersebut berkaitan dengan "penciptaan" Yesus dengan kalimat "Kun" dari Allah.
"KUN" jadilah, "FA" adalah kata sambung "maka", sedangkan huruf "YAA" di depan "KUN" berarti tindakan yang akan datang ('imperfect') atau menyusul kemudian. Dan para pakar Islam sering mengatakan 'KUN FAYAKUN' (QS. 19:35) dalam konteks penciptaan Yesus. Inilah perbedaan antara iman Muslim dan Iman Kristiani, dalam hal ini Alkitab dan Al~Qur'an tidak bisa dilinearkan.
Penjelasan sebelumnya sudah dijabarkan, Yesus bukan sosok ciptaan. Kita tinjau kembali ayat ini :
* Yohanes 1:1
EN {pada} ARCHร {permulaan} รN {Dia adalah} O LOGOS {Firman itu} KAI {dan} O LOGOS {Firman itu} รN {Dia adalah} PROS {ke arah} TON THEON {Allah itu} KAI {dan} THEOS {Allah} รN {Dia adalah} O LOGOS {Firman itu}
ayat diatas berbicara mengenai kepra-beradaan Yesus Kristus sebagai LOGOS, dan... THEOS!
Dan Ia datang sebagai manusia dengan berkenosis (mengosongkan diriNya) :
* Filipi 2:6-7
"yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia."
[QS. 3:45,47. (Ingatlah), ketika Malaikat berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putra yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah)... Maryam berkata: "Ya Tuhanku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-laki pun." Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril): "Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: "Kun", lalu jadilah dia.]
[QS. 3:59. Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: "Kun" (seorang manusia), maka jadilah ia.]
Yesus menurut Alkitab berbeda dengan nabi 'Isa menurut Al~Qur'an meskipun sosok pribadi-Nya sama. Hal ini dapat diilustrasikan dengan dua buah buku yang menulis tentang bung Karno. Kedua-dua buku menulis bahwa tokoh ini dilahirkan di Blitar, 6 Juni 1901, presiden pertama Republik Indonesia sejak 1945 hingga 1966, ayahnya beranama Raden Soekemi Sosrodihardjo, ibunya beranama Ida Ayu Nyoman Rai.
Meskipun ada yang sama, tetapi ada pula yang berbeda. Buku pertama menulis hal-hal positif tentang bung Karno sedangkan buku yang kedua menulis hal-hal yang sebaliknya, bahwa bung Karno adalah komunis, beristri banyak, dan lain-lain.
Tokohnya sama tetapi diceritakan berbeda oleh penulis yang berbeda. Demikian pula halnya dengan Yesus Kristus dalam Alkitab dengan nabi 'Isa dalam Al~Qur'an.
[QS. 19:35. Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: "Kun", maka jadilah ia.]
[QS. 36:82. Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: "Kun!" maka terjadilah ia.
Kita kaji Q.S. 112:3 terlebih dulu :
"LAM (tidak) YALID (Dia memperanakkan) WA (dan) LAM (tidak) YUULAD (Dia diperanakkan)"
Pengertian memperanakkan dan diperanakkan menurut ayat Al~Qur'an di atas adalah pengertian anak secara biologis, bandingkan dengan kata Ibrani YรLAD, memperanakkan secara biologis, sedangkan pengertian Anak Allah menurut Alkitab bukanlah pengertian biologis. Yesus Kristus bukanlah Anak Allah secara biologis.
QS. 19:35 , ini memang bertentangan dengan Alkitab. Ayat-ayat "Tidak layak bagi Allah mempunyai anak" (QS. 19:35 dan 92) tetapi dengan rujukan Q.S. 112:3 kita mengerti bahwa umat Muslim selalu mengartikan hal tersebut secara fisik/biologis, maka tidak layak bagi Allah mempunyai anak.
Iman Kristiani yang mengakui keilahian Yesus Kristus, tidak menganggap bahwa Yesus Kristus adalah Allah karena Dia lahir dari seorang wanita.
* 1 Timotius 3:16
"Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: 'Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah; yang dipercayai di dalam dunia, diangkat dalam kemuliaan."
KAI HOMOLOGOUMENรS MEGA ESTIN TO TรS EUSEBEIAS MUSTรRION THEOS EPHANERรTHร EN SARKI EDIKAIรTHร EN PNEUMATI รPHTHร AGGELOIS EKรRUKHTHร EN ETHNESIN EPISTEUTHร EN KOSMร ANELรPHTHร EN DOXร
Menurut ayat di atas, Ia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia adalah suatu rahasia yang agung. Kata-kata ini menunjukkan, bahwa kelahiran Yesus adalah suatu kebenaran yang tidak mungkin diselidiki oleh akal manusia. Kebenaran ini hanya mungkin disujudi dan disembah. Hanya iman, yang seperti iman rasul Yohaneslah yang dapat melihat kemuliaan-Nya, yang penuh kasih karunia dan kebenaran.
* Yohanes 1:14
"Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran."
KAI HO LOGOS SARX EGENETO KAI ESKรNรSEN EN HรMIN KAI ETHEASAMETHA TรN DOXAN AUTOU DOXAN HรS MONOGENOUS PARA PATROS PLรRรS KHARITOS KAI ALรTHEIAS
Sekalipun kelahiran Yesus adalah suatu rahasia yang agung, namun di sepanjang abad-abad yang telah lalu ada banyak orang yang ingin menjadikan rahasia itu dapat dimengerti. Ada orang yang mengajarkan, bahwa rahasia kelahiran Yesus itu harus diterangkan demikian, bahwa Firman atau LOGOS itu telah menghubungkan diri-Nya dengan seorang manusia. Jadi dapat digambarkan seperti ajaran agama Hindu di dalam ajarannya tentang awatara atau penitisan. Wisnu umpamanya, jikalau dunia berada di dalam kekacauan, menitis pada Rama, anak Dasaratha, atau menitis pada Kresna, anak Wasudewa.
Usaha yang lain lagi untuk menjelaskan rahasia ini ialah, bahwa Firman atau LOGOS dipandang sebagai menghubungkan diri-Nya dengan manusia tanpa roh, atau dengan manusia yang tidak lengkap kemanusiaannya. Ada lagi yang mengatakan seolah-olah Roh Kuduslah yang membuahi Maria, sehingga dilahirkanlah Yesus. Demikianlah masih ada usaha-usaha yang lain lain.
Semua usaha ini jelas bertentangan dengan pemberitaan Alkitab, yang memberitakan, bahwa Kristus adalah Firman yang menjadi manusia, dan bahwa di dalam Kristus telah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan, artinya, bahwa seluruh hakekat Allah dinyatakan di dalam diri Yesus.
* Kolose 2:9
"Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan,
HOTI EN AUTร KATOIKEI PAN TO PLรRรMA TรS THEOTรTOS SรMATIKรS
Di dalam diri Yesus itulah Allah menyatakan atau memperkenalkan diri-Nya secara sempurna. Oleh karena itu maka Yesus juga disebut "cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah", sehingga barangsiapa telah melihat Yesus, ia telah melihat Bapa.
* Ibrani 1:3
"Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi,"
HOS รN APAUGASMA TรS DOXรS KAI KHARAKTรR TรS HUPOSTASEรS AUTOU PHERรN TE TA PANTA Tร RHรMATI TรS DUNAMEรS AUTOU DI HEAUTOU KATHARISMON POIรSAMENOS TรN HAMARTIรN HรMรN EKATHISEN EN DEXIA TรS MEGALรSUNรS EN HUPSรLOIS
Di dalam Yesus itu Allah sendiri telah mendobrak penyembunyian diri-Nya. Hal ini semuanya memang tidak mungkin dapat diselidiki oleh anak manusia.
Jikalau kelahiran Yesus sendiri telah mewujudkan suatu rahasia yang agung, demikian jugalah "kelahiran-Nya 'dari anak dara' Maria".
Alkitab tidak banyak memberitakan hal ini. Dalam ayat di bawah ini malaikat Gabrial berkata kepada Maria, "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau". Apakah arti ungkapan "menaungi" itu?
* Lukas 1:35
"Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah."
KAI APOKRITHEIS HO AGGELOS EIPEN AUTร PNEUMA HAGION EPELEUSETAI EPI SE KAI DUNAMIS HUPSISTOU EPISKIASEI SOI DIO KAI TO GENNรMENON HAGION KLรTHรSETAI UIOS THEOU
Kata menaungi yang dipergunakan di sini sama dengan kata yang dipergunakan di Lukas 9:34, di mana disebutkan, bahwa ada awan yang menaungi Musa dan Yesus, ketika Yesus dimuliakan di atas gunung.
* Lukas 9:34
"Sementara ia berkata demikian, datanglah awan menaungi mereka. Dan ketika mereka masuk ke dalam awan itu, takutlah mereka."
TAUTA DE AUTOU LEGONTOS EGENETO NEPHELร KAI EPESKIASEN AUTOUS EPHOBรTHรSAN DE EN Tร EKEINOUS EISELTHEIN EIS TรN NEPHELรN
Kata ini juga sama dengan kata yang dipergunakan di Keluaran 40:34, yang menyebutkan, bahwa ada awan menutupi Kemah Pertemuan dan kemuliaan TUHAN memenuhi Kemah Suci. Ayat-ayat ini menunjukkan, bahwa ungkapan menaungi di sini menunjuk kepada kuasa mujizat Allah yang ajaib sekali. Maka jikalau disebutkan, bahwa Roh Kudus akan turun atas Maria dan kuasa Allah akan menaungi dia, hal itu tidak lain hanya berarti, bahwa Roh Kudus memberkati dan mempersiapkan Maria bagi tugas yang dikaruniakan kepadanya. Bagaimana hal itu terjadi, manusia tidak perlu mengetahuinya. Yang jelas ialah, bahwa kelahiran Yesus itu menunjuk kepada Kemahakuasaan Allah, yang kuasa untuk memakai cara yang berbeda sekali dengan cara yang biasa terjadi, jikalau ada manusia baru dilahirkan. Dengan karya-Nya yang mengungkapkan Kamahakuasaan-Nya Allah melahirkan Yesus dengan perantaraan Maria.
Kata-kata malaikat Gabriel di Lukas 1:34 hanya menunjukkan, bahwa kelahiran Yesus memakai cara yang berbeda dengan kelahiran yang biasa. Cara Allah yang demikian itu hanya dikenakan pada kelahiran Yesus saja, dan hal itu hanya dimengerti dari penyataan Allah sendiri.
Firman atau LOGOS telah ada sebelum Ia datang di dunia atau sebelum Ia dilahirkan sebagai manusia. Maka manusia Yesus bukan dilahirkan karena kehendak manusia, bukan dilahirkan karena persekutuan lelaki dan perempuan, seperti yang biasa terjadi pada kelahiran manusia baru yang biasa. Ia, yang telah ada sebelum dilahirkan, hanya dapat menjadi manusia dengan kelahiran dari seorang anak dara.
Yesus bukanlah seseorang yang dilahirkan dari seorang bapa dan seorang ibu, lalu dihubungkan dengan Firman Allah, bukan! Yesus adalah Firman yang menjadi manusia. Ia adalah yang semula dalam rupa Allah, tetapi yang kemudian telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Ia lahir di dunia, karena Ia menerima tugas untuk menyelamatkan manusia.
Firman Allah tidak mungkin dilahirkan oleh manusia. Ia sendiri yang lahir, dengan memakai manusia sebagai perantara. Dengan karya Roh Kudus, Firman Allah mengenakan cara hidup insani di dalam kandungan Maria.
Demikianlah kelahiran Yesus memang suatu rahasia yang agung, yang hanya mungkin disembah.
2. KITAB YOHANES: Perantara.
14:6 Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
Pernyataan yang dinisbahkan kepada mulut Yesus di atas adalah dalam konteks Bani Israel, bukan untuk seluruh umat manusia. Mengapa? Karena secara tegas Yesus berkata:
Sejak semula kedatangan Yesus ditujukan kepada segala bangsa, kita kaji ayat berikut ini :
* Yohanes 3:16
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
TR Interlinear :
outรดs {demikian} gar {karena} รชgapรชsen {mengasihi} o theos {Allah} ton kosmon {manusia di dunia} รดste {sehingga} ton uion{anak} autou ton monogenรช {yang tunggal/ yang unik} edรดken {Ia telah memberikan} ina {supaya} pas {setiap (orangyang)} o pisteuรดn {percaya} eis {kepada} auton {Dia} mรช {tidak} apolรชtai {menjadi binasa} all {melainkan} echรช {beroleh} zรดรชn {hidup} aiรดnion {kekal}
Kata "dunia" diatas dalam bahasa asli ditulis dengan kosmon yang berarti manusia di dunia. Ayat ini sudah menunjukkan ke-universalan Yesus bahwa Ia datang untuk semua orang, semua manusia di dunia.'
Seperti yang dijelaskan sebelumnya, Tuhan Yesus menginjil dengan tahapan-tahapan, mulai dari lingkunganNya dahulu, bani Israel kemudian meluas ke bangsa-bangsa.
MATIUS 15:24 Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel."
MATIUS 10:5-6. Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: "Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.
[QS. 61:6. Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata: "Hai Bani Israel, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)." Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata".
Injil itu untuk semua bangsa, tetapi dalam penyebarannya tentu akan melewati tahapan-tahapan
MATIUS 15:24
Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.
Matius 10:5-6
10:5 Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: "Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria
10:6 melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel
Ayat-ayat diatas sering diklaim bahwa Injil diperuntukkan bagi orang-orang Israel saja. Namun ayat tersebut tidak berdiri sendirian dan itu adalah diperuntukkan ketika murid-murid Yesus melaksanakan awal-awal penginjilan. Injil itu untuk semua bangsa, tetapi dalam penyebarannya tentu akan melewati tahapan-tahapan. Bahwa penginjilan adalah dimulai dari lingkungan dimana mereka berada; menyelamatkan dahulu kepada orang orang disekitarnya. Dan pada saat itu murid-murid Yesus masih dalam tahapan awal dalam usahanya mengabarkan kabar baik bahwa Sang juru Selamat/ Mesias itu sudah datang.
Ada pendapat :
Pada Matius 10, Yesus baru dikenal oleh kalangan Yahudi, dan Yesus sedang menggenapi nubuatan tentang Mesias yang memang ada di kepercayaan Yahudi. Kalo tiba-tiba Yesus memperkenalkan diri kepada bangsa non-Yahudi, lalu mengaku sebagai Mesias, otomatis mereka akan kebingungan sendiri. Tau juga enggak Mesias itu apa, siapa, tahu-tahu ada yang ngaku-ngaku penyelamat. Konyol kan ? :D
Nah, sejak karya kesembuhan Yesus meluas kepada bangsa-bangsa non Yahudi, barulah mereka melihat bahwa Yesus memiliki kuasa yang mereka juga butuhkan dalam hidup mereka. Sehingga ketika Matius 15 perempuan non Yahudi datang kepada Yesus untuk menyembuhkan anaknya, Yesus sempat menguji imannya, dengan sikap yang sama seperti Matius 10. Barulah setelah perempuan itu yakin bahwa kesembuhan itu juga merupakan bagiannya, Yesus akhirnya memuji imannya dan menyembuhkan anaknya. Sejak Matius 15:28, barulah karya Yesus diperluas kepada bangsa non-Yahudi juga, yang sudah melihat dan percaya kepadaNya.
Kemudian pada tahap akhir pelayanan Yesus dibumi, Tuhan Yesus memberikan Amanat Agung kepada murid-murid untuk mengabarkan injil bagi semua bangsa, menjadikan semua bangsa (tanpa terkecuali) menjadi murid Yesus :
Matius 28:19-20
18:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
28:20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."
Terlebih jauh lagi pada Kitab Kisah Para Rasul lebih jelas lagi tahapan-tahapannya bahwa pelayanan dimulai dari Yudea kemudian Samaria bahkan sampai ke ujung bumi.
Kisah Rasul 1:7-8 menuliskan,
JawabNya: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasaNya. Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksiKu di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."
Langkah pertama: melayani di Yerusalem dulu, setelah itu baru melangkah ke Yudea, Samaria dan sampai ke ujung-ujung bumi. Saya percaya bahwa peranan yang Tuhan percayakan untuk melangkah ke bangsa-bangsa tidak akan berhasil apabila daerah Yudea dan Samaria tidak ditangani dengan baik. Yudea dan Samaria berbicara tentang jemaat lokal, kota dan daerah sekitar dimana kita berada. Kalau ini tidak dikelola dengan baik, saya percaya pelayanan ke bangsa-bangsa itu tidak akan ada artinya. Karena Tuhan akan mempercaya-kan perkara yang kecil terlebih dahulu. Kalau kita lulus dalam perkara yang kecil baru Tuhan akan memberikan perkara yang lebih besar.
Yudea dan Samaria adalah langkah yang harus dilewati untuk sampai ke ujung-ujung bumi. Waktu murid-murid Yesus melangkah ke bangsa-bangsa, tentunya Yudea dan Samaria itu menjadi tanggungjawab terlebih dahulu. Mereka melayani di wilayah Yudea dan Samaria, baru nanti pelayanan mereka akan menentukan keberhasilan pelayanan di bangsa-bangsa lain.
Bagaimana mengukur keberhasilan mereka menjadi berkat bagi bangsa-bangsa adalah sangat tergantung kepada keberhasilan mereka melayani di wilayah Yudea dan Samaria.
Kemudian dengan jelas pula kita baca dalam ayat dibawah ini :
Kisah Para Rasul 16:10
Setelah Paulus melihat penglihatan itu, segeralah kami mencari kesempatan untuk berangkat ke Makedonia, karena dari penglihatan itu kami menarik kesimpulan, bahwa Allah telah memanggil kami untuk memberitakan Injil kepada orang-orang di sana.
Bahwa ada perintah untuk keluar dari lingkup Israel dan mengabarkan Injil kepada bangsa-bangsa lain. Rasul Paulus dikenal sebagai Rasul yang banyak melakukan terobosan-terobosan sehingga Injil bisa diterima oleh segala macam lapisan, orang Yahudi, non Yahudi dan bangsa-bangsa lain.
3. KITAB YOHANES: Guru dan Pemimpin.
13:13 Kamu menyebut Aku Guru dan Pemimpin, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Pemimpin.
Ayat di atas diterjemahkan dari Alkitab "New American Bible" dimana kata "master" saya terjemahkan sebagai "Pemimpin". Dalam beberapa Alkitab berbahasa Inggris lainnya, umat Kristen mengganti kata "master" dengan kata
AYAT TERSEBUT DALAM BAHASA ASLI ALKITAB:
Textus Receptus (transliterasi) :
"HUMEIS {kalian} PHONEITE {kalian memanggil} ME {-Ku} HO DIDASKALOS {guru} KAI {dan} HO KURIOS {Tuhan} KAI {dan} KALOS {benar} LEGETE {kalian berkata} EIMI {Aku adalah} GAR {karena}"
VERSI LAI TERJEMAHAN BARU:
Yohanes 13:13, "Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan."
VERSI BAHASA INDONESIA SEHARI-HARI :
Yohanes 13:13, Kalian memanggil Aku Guru dan Tuhan. Dan memang demikian.
VERSI TERJEMAHAN LAMA :
Yohanes 13:13, Kamu ini memanggil Aku Guru dan Tuhan, maka betullah katamu itu, karena Akulah Dia.
BAHASA INGGRIS :
New American Standard Bible Update (1995) -- The Lockman Foundation
John 13:13, "You call Me Teacher and Lord; and you are right, for so I am.
New International Version -- Background of the Translation - 1978 (rev. 1983)
John 13:13, "You call me 'Teacher' and 'Lord,' and rightly so, for that is what I am.
American Standard Version 1901 -- Preface to the American Edition
John 13 :13, Ye call me, Teacher, and, Lord: and ye say well; for so I am.
http://www.ccel.org/pager.cgi?
Darby Translation -- Introductory Notice (1890)
John 13:13, Ye call me the Teacher and the Lord, and ye say well, for I am [so].
King James Version -- The Translators to the Reader (KJV Preface, 1611)
John 13:13, Ye call me Master and Lord: and ye say well; for so I am.
New King James Version (1982) -- Ministry of the Word Bible Search
John 13:13, "You call me Teacher and Lord, and you say well, for [so] I am.
New Revised Standard Version (1989) -- The Online Study Bible w/verse notes
John 13:13, You call me Teacher and Lord—and you are right, for that is
Revised Standard Version
John 13:13, "You call me 'Teacher' and 'Lord,' and rightly so, for that is what I am.
World English Bible -- http://www.WorldEnglishBible.org
John 13:13, You call me, 'Teacher' and 'Lord.' You say so correctly, for so I am.
Young 's Literal Translation -- Publisher's Note & Preface (1898)
John 13:13, ye call me, The Teacher and The Lord, and ye say well, for I am;
The Orthodox Jewish Brit Chadasha, "You call me Rebbe and Adoneinu, and you say well, for Ani hu."
"Lord" yang diterjemahkan ke dalam Alkitab Indonesia sebagai "Tuhan"[/COLOR]. Kata "Lord" dalam Perjanjian Lama memang dapat diterjemahkan sebagai "Tuhan" atau "God", namun maknanya juga bisa bervariasi. Tetapi dalam konteks ini ia tidak tepat diterjemahkan sebagai "Tuhan". Sesungguhnya, terjemahan yang tepat untuk kata "Lord" dalam konteks ayat di atas adalah "tuan" bukan "Tuhan"! Bukti2nya dapat dilihat di bawah ini:
1 PETRUS 3:6. sama seperti Sara taat kepada Abraham dan menamai dia tuannya (his Lord). Dan kamu adalah anak-anaknya, jika kamu berbuat baik dan tidak takut akan ancaman.
Kurios tidak punya padanan yang cocok dalam bahasa Indonesia. Dalam bahasa Inggris ada, yaitu Lord, dalam bahasa Arab ada, yaitu Rabb. Dalam bahasa Jawa ada: Gusti,
Istilah "Kurios" tidak menunjuk pada atribut apakah dia manusia atau Allah. Itu menunjuk kepada kuasa, kedaulatan. Jadi bisa dipakai untuk manusia bisa juga buat Allah. Penerjemah Alkitab memilih menggunakan kata "Tuhan" bukan "Tuan" sebagai suatu terjemahan yang konsisten bahwa Yesus adalah Allah. Pemilihan ini adalah untuk menekankan segi ilahi Yesus.
* 1 Petrus 3:6
sama seperti Sara taat kepada Abraham dan menamai dia tuannya. Dan kamu adalah anak-anaknya, jika kamu berbuat baik dan tidak takut akan ancaman
sarra upรชkousen tรด abraam kurion auton kalousa รชs egenรชthรชte tekna agathopoiousai kai mรช phoboumenai mรชdemian ptoรชsin
Kata 'KURIOS' berasal dari kata 'KUROS', supremasi, keunggulan; dan kata 'KURIOS' itu ditujukan kepada pribadi yang memiliki orang atau benda sehingga pribadi itu memiliki kuasa untuk mengatur orang atau benda yang menjadi miliknya.
Bandingkan bahwa kata 'KURIOS' dalam bahasa Arab menggunakan kata 'RABB' yang dapat digunakan baik untuk Allah SWT maupun untuk manusia.
Dalam Injil sendiri, kata "Kurios" dalam banyak ayat dipakai untuk Allah. Misalnya Matius.1:20, 22, 24, Matius.2:13,15, 19; Matius.4:7; Matius.5:33 dan masih banyak lagi.
KURIOS: Tuhan atau Tuan
Genitif kuriou, nomina maskulin dari kuros, keunggulan (supremasi), kekuatan, tenaga, kuasa. Diterjemahkan dalam Alkitab LAI dengan Tuhan dan tuan, KJV: Lord, lord, master, sir, Sir, owner.
Dalam Perjanjian Baru Yunani (Septuaginta) kata ini digunakan untuk menerjemahkan kata Ibrani YHVH.
KURIOS, dipakai untuk:
1. Pemilik, yang empunya harta benda. Majikan, induk semang dari hamba, pelayan, budak.
2. Penguasa tertinggi, raja yang berkuasa, misalnya pembesar, kaisar Romawi.
3. Ilah-ilah,
4. Gelar kehormatan terutama bagi atasan
5. Panggilan dari seorang anak kepada ayahnya
6. Panggilan bagi seseorang yang bermartabat tinggi dan memiliki otoritas
7. Allah sebagai tuan tertinggi dan penguasa alam semesta, biasanya merujuk kepada terjemahan kata Ibrani YHVH dalam bahasa Yunani (Septuaginta). Dengan menggunakan kata sandang HO KURIOS.
Kata Kurios dipakai dalam artian Tuhan, sbb :
KURIOS SABAรTH : Tuhan semesta alam (Septuaginta : 1 Samuel 15:2)
KURIOS PANTOKRATรR : Tuhan Yang Mahakuasa (2 Korintus 6:18, Wahyu 11:17, Septuaginta 2 Samuel 7:8, Nahum 2:13)
KURIOS TรN KURIEUONTรN : Tuhan/Tuan dari segala tuan (1 Timotius 6:15)
OURANOU KAI GรS KURIOS : Tuhan atas langit dan bumi (Kisah Para Rasul 17:24, Matius 11:25, Lukas 10:21)
MAZMUR 82:6. Aku sendiri telah berfirman: "Kamu (umat Israel) adalah Allah (God), dan anak-anak Yang Mahatinggi kamu sekalian.
* Mazmur 82:6
"Aku sendiri telah berfirman: 'Kamu adalah allah, dan anak-anak Yang Mahatinggi kamu sekalian.'"
'ANร-'รMARTร 'ELOHรM 'ATEM รVENรY 'ELYรN KULEKHEM
*Yohanes 10:34-36
[34] Kata Yesus kepada mereka: "Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah allah?APEKRITHร AUTOIS HO IรSOUS OUK ESTIN GEGRAMMENON EN Tร NOMร HUMรN EGร EIPA THEOI ESTE
Note:
Kata 'theoi' adalah bentuk jamak dari 'theos', tidak pernah ditujukan kepada Sang Khalik. Pada hakim-hakim Israel juga disebut 'elohim dalam bentuk jamak karena mereka adalah wakil-wakil Allah.
[35] Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut allah-sedang Kitab Suci tidak dapat dibatalkan,
EI EKEINOUS EIPEN THEOUS PROS OUS HO LOGOS TOU THEOU EGENETO KAI OU DUNATAI LUTHรNAI Hร GRAPHร
Idem, ditulis 'theous', bentuk jamak dari 'theos' dalam kasus akusatif (obyek langsung)
[36] masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah?
HON HO PATรR รGIASEN KAI APESTEILEN EIS TON KOSMON HUMEIS LEGETE HOTI BLASPHรMEIS HOTI EIPON HUIOS TOU THEOU EIMI
Note:
Ungkapan "Engkau menghujat Allah" tidak ada kata Allah dalam naskah Yunani tetapi ditulis 'blasphรชmeis', present aktif indikatif orang ke-2 tunggal dari 'blasphรชmeรด', "menghujat"
'huios tou theou', "Anak Allah" dalam bentuk "tunggal" hanya ditujukan khusus kepada Yesus Kristus, 'tou theou' adalah bentuk genitif (menyatakan milik/sumber) dari kata 'ho theos', "Allah". Jika sebutan anak Allah ditujukan kepada manusia, selain dari Yesus Kristus, maka biasanya digunakan dalam bentuk "jamak", 'huioi (tou) theou' (Matius 5:9; Lukas 20:36; Roma 8:14, 9:26; Galatia 3:26) atau dalam bentuk lain (akusatif, datif), 'tรดn huiรดn tou theou' (Roma 8:19). Tidak ada satu pun ungkapan Yunani untuk Anak Allah dalam bentuk tunggal yang ditujukan kepada orang lain, selain daripada Yesus Kristus sendiri
---------------------------------
Kajian lain ada pada TANGGAPAN 7
http://sarapanpagi.6.forumer.com/viewto ... ?p=116#116
atau di http://www.sarapanpagi.org/viewtopic.php?p=1342#1342
, kutipannya demikian :
Kamu adalah allah, apakah ayat tersebut menyatakan orang-orang adalah allah? Mari kita kaji ayat tersebut dengan latar belakangnya.
Ayat tsb pernah dikutip oleh Yesus demikian :
* Yohanes 10:31-34
10:31 Sekali lagi orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Yesus.
10:32 Kata Yesus kepada mereka: "Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?"
10:33 Jawab orang-orang Yahudi itu: "Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah."
10:34 Kata Yesus kepada mereka: "Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah allah?
Ayat 31 Yesus mendapat ancaman perajaman, kemudian ayat 32-33 Yesus menantang orang Yahudi menyebut "pekerjan baik" untuk mana Ia dirajam, yangmenimbulkan balasan mereka mengenai penghujatan. Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu menunjuk kepada perbuatan-perbuatan Yesus sebagai saksi kasih Allah yang besar. karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah, adalah dakwaan yang menurut Hukum Taurat mendapat hukuman perajaman (Imamat 24:16).
Pada ayat 34 "Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah allah?" perkataan ini tepat! Metode penafsiran yang Yesus pakai adalah khas Yahudi dan menjelaskan lagi betapa Yesus memakai pendekatan yang sama dengan pendekatan Taurat yang dianut oleh orang-orang Yahudi yang hendak merajamNya.
Yesus mencuplik ayat dalam Tanakh Ibrani, demikian :
& Mazmur 82:6
Aku sendiri telah berfirman: "Kamu adalah allah, dan anak-anak Yang Mahatinggi kamu sekalian.
Mazmur 82:6 mempunyai latar belakang, untuk mengerti ayat tersebut harus dibaca 1 perikop penuh;
Kitab Mazmur ditulis dengan bahasa puisi (syair); dalam pemahami isi kitab Mazmur harus dipahami secara tersirat karena banyak menggunakan makna-makna Alegoris.
* MAZMUR 82 Allah dalam sidang ilahi
82:1. Mazmur Asaf. Allah berdiri dalam sidang ilahi, di antara para allah Ia menghakimi:
82:2 "Berapa lama lagi kamu menghakimi dengan lalim dan memihak kepada orang fasik? Sela
82:3 Berilah keadilan kepada orang yang lemah dan kepada anak yatim, belalah hak orang sengsara dan orang yang kekurangan!
82:4 Luputkanlah orang yang lemah dan yang miskin, lepaskanlah mereka dari tangan orang fasik!"
82:5 Mereka tidak tahu dan tidak mengerti apa-apa, dalam kegelapan mereka berjalan; goyanglah segala dasar bumi.
82:6. Aku sendiri telah berfirman: "Kamu adalah allah, dan anak-anak Yang Mahatinggi kamu sekalian. --
82:7 Namun seperti manusia kamu akan mati dan seperti salah seorang pembesar kamu akan tewas."
82:8 Bangunlah ya Allah, hakimilah bumi, sebab Engkaulah yang memiliki segala bangsa.
Penjelasan :
Mazmur 82 berbicara mengenai para hakim yang lupa diri. Ketika mazmur ini ditulis, para hakim tidak hanya menjalankan tugas yudikatif (hukum), tapi juga eksekutif (pemerintahan) dan legislatif (pembuat undang-undang).
Sebagai hakim, mereka harus memerintah dengan adil dan menghukum kejahatan (Ulangan 25:1). Namun, pada kenyataannya, ada hakim yang justru memutarbalikkan kebenaran dan membela kelaliman (ayat 2). Bagaimana mungkin mereka dapat membela kaum tertindas dan lemah (ayat 3-4) jika mereka tidak mengenal hikmat Allah dan tidak berjalan dalam kesucian (ayat 5)?
Itulah sebabnya kita melihat Allah berdiri di hadapan para "allah" untuk menghakimi mereka. Istilah "allah" dengan huruf kecil bukan merupakan suatu pujian untuk status para hakim yang seakan-akan menjadi wakil Allah, namun merupakan sindiran yang keras.
Mereka adalah orang-orang yang mengangkat diri menjadi allah-allah palsu. Kepada orang-orang yang congkak dan lupa diri inilah, Allah akan menumpahkan gemas-Nya (ayat 7). Di dalam "kebesaran", mereka akan dihempaskan, karena wewenang telah disalahgunakan.
Pengertian posisi HAKIM dalam dunia sekuler-pun ada; bahwa posisi seorang hakim adalah seolah-olah sebagai "yang maha kuasa" sebagai otoritas final menentukan seorang bersalah/tidak, dihukum/tidak dst..... Sehingga kita menyebut hakim pada persidangan dengan "yang mulia" atau "your highness", kebiasaan ini lazim dalam persidangan di seluruh dunia.
Mazmur 82, pasal ini ditutup dengan suatu permohonan pada Allah agar Ia segera mengulurkan tangan-Nya, membela kaum papa, dan menghajar para pemimpin yang sewenang-wenang. Ini adalah suatu pernyataan iman bahwa Allah tidak pernah menutup mata terhadap segala kejahatan dan penyimpangan. Sebab Allah sendirilah Hakim yang adil itu.
Kembali ke kasus dalam Yohanes 10:31-34 diatas :
Yesus mencuplik ayat dalam Kitab Mazmur, Kata "allah" dalam ayat ini dalam bahasa aslinya ditulis dalam bentuk jamak theoi : Jika pemerintah-pemerintah yang tidak adil disebut theioi atau allah-allah, dengan artian mereka "playing god" duduk di kursi Allah untuk memberi penghukuman bagi Duta Khusus Allah yang diberi nama " Anak Allah", bagaimana Yesus dapat didakwa dengan penghujatan?
Dengan cara inilah Yesus menunjukkan kesalahan dari dakwaan orang-orang Yahudi itu.
MAZMUR 110:1. Mazmur Daud. Demikianlah firman TUHAN (Lord) kepada tuanku (Lord): "Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuhmu menjadi tumpuan kakimu."
* Mazmur 110:1
Mazmur Daud. Demikianlah firman TUHAN kepada tuanku: "Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuhmu menjadi tumpuan kakimu."
KJV : The LORD (YHVH) said unto my Lord (Adonai), Sit thou at my right hand, until I make thine enemies thy footstool.
NASB : The LORD (YHVH) says to my Lord (Adonai): "Sit at My right hand Until I make Your enemies a footstool for Your feet."
ืืืืื ืชืืฉื-ืืข ืื ืืืื ืืฉ ืื ืืื ืืืื ืืื ืจืืืื ืืืื
:ืืืืืจื ืืื
Hebrew Translit, LEDAVID MIZMOR NEUM YHVH LE'ADONI SHEV LIMINI AD-ASHIT OIVEIKHA HADOM LERAGLEIKHA
Kita tinjau dari pemahaman Yudaisme :
Marmur 110 :1 ini merupakan sebuah nubuat tentang Mesias, sehingga Daud sendiri menyebutnya sebagai "ADONAI/tuanku". Suatu hal yang cukup menarik dimana paham Yudaisme tahu bahwa Mesias akan datang dari dinasty Daud, Daud yang menjadi kakek-moyangnya ini menyebut Sang Mesias sebagai "ADONAI".
Menghubungkan Mazmur 110 dengan Mesias tidak hanya tradisi Kristen, tetapi sudah diawali lebih dulu oleh tulisan-tulisan para rabbi (ulama Yahudi) sebelum zaman Yesus ataupun zaman sesudahnya. Misalnya, seperti ungkapan Rabbi Yodan yang mengajar atas nama rabbi Ahan bar Haninan, bahwa YHVH sendiri yang memanggil Mesias sebagai ADONAI dan akan menempatkan Mesias di sebelah kanan-Nya.
Tafsiran ini selain dijumpai Yalkut Shimoni (Tehilim 110), tercatat juga dalam Nedarim 32b dan Sanhedrin 108b.
Pemahaman Yahudi inilah yang melatarbelakangi khotbah Petrus dalam Kisah Para Rasul 2:36 bahwa Allah sendirilah yang telah menjadikan Yesus sebagai Tuhan dan Kristus. "Tuhan" di sini bukan dalam makna ilah selain Allah, melainkan sebagai rabbi (Penguasa) sesuai dengan pengharapan Yahudi.
Bagaimanakah makna lebih lanjut gelar ADONAI bagi Mesias tersebut?
Tradisi Yahudi tidak berani mengeja Nama Diri (ismu dzat, "proper name") Allah dalam bahasa Ibrani: YHVH (transiterasi: YEHOVAH). Sebagai gantinya, mereka tetap membiarkan empat huruf suci itu dalam Taurat dengan membacanya HA-SHEM (Sang Nama) atau membacanya dengan ADONAI (Yunani: KURIOS ; Aram: MARA; Arab: RABB atau Inggris: LORD).
Pada akhirnya Allah sendiri memberikan gelar itu kepada Yesus sebagai Mesias, Firman-Nya sendiri yang nuzul ke dunia. Karena itu Yesus telah bersabda:
"Segala kuasa di surga maupun di bumi telah dilimpahkan kepada-Ku" (Matius 28:20).
Makna pelimpahan kekuasaan dalam Matius 28:20 ini, sekalipun tidak persis sama, sejajar dengan ungkapan Alquran: (Q.s. ali Imran 3:45, "Al Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat ").
http://quran.al-islam.com/Targama/DispT ... a=45&t=ind
Penerapan gelar ADONAI bagi Sang Mesias berarti melalui Mesias-Nya Allah menyatakan keTuhanan-Nya. Dalam makna itulah, Yesus bi-idzinillah (dengan izin Allah) bergelar "Tuhan (RABBI/ADONAI) dan Mesias (AL-MASIH/ MASYIAKH)" (lihat, Kisah Para Rasul 2:11).
Gelar yang menurut harapan mesianik Yahudi akan diterapkan bagi Raja Mesias ini juga berhubungan erat dengan ungkapan "duduk di sebelah kanan Allah".
Mengapa? Ungkapan simbolik ini muncul dalam kaitan dengan pola bangunan Bait Suci (Ibrani: Beyt hammiqdash di mana istana raja-raja keturunan Raja Daud berada di sebelah selatan ruang Mahakudus (devir) Bait Allah yang menghadap ke timur. Ini berarti istana Daud berada "di sebelah kanan" ruang mahakudus yang melambangkan kehadiran Allah.
Jadi, firman "SHEV LIMINI" (duduklah di sebelah kanan-Ku), dalam Mazmur 110:1 bermakna bahwa kekuasaan yang diberikan kepada Raja Mesias itu kekal selama-lamanya. Maksudnya, Allah menghendaki takhta raja Mesias itu kekal selamanya.
Kata disini 'kanan' tidak bermakna harfiah, Jadi jangan terjebak kata-kata. Istilah (dalam bahasa kiasan) dalam masyarakat pun kita ada istilah "Tangan Kanan" yang artinya: "Kepercayaan" --> 'dia itu tangan-kanan owner perusahaan ini', artinya dia itu adalah orang kepercayaan.
Dalam bahasa Inggris ada pula istilah "Invisible Hand" yang artinya: bantuan atau pertolongan secara kasat mata atau mujizat.
Ayat-ayat lain dalam Perjanjian Baru, yang menyatakan Yesus "disebelah kanan", sebagai berikut :
* Kolose 3:1
Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.
TR, ฮตฮน ฮฟฯ ฮฝ ฯฯ ฮฝฮทฮณฮตฯฮธฮทฯฮต ฯฯ ฯฯฮนฯฯฯ ฯฮฑ ฮฑฮฝฯ ฮถฮทฯฮตฮนฯฮต ฮฟฯ ฮฟ ฯฯฮนฯฯฮฟฯ ฮตฯฯฮนฮฝ ฮตฮฝ ฮดฮตฮพฮนฮฑ ฯฮฟฯ ฮธฮตฮฟฯ ฮบฮฑฮธฮทฮผฮตฮฝฮฟฯ
Translit. Interlinear, ei {JIKA} oun {KARENA ITU} sunรชgerthรชte {KAMU DIBANGKITKAN BERSAMA} tรด christรด {DENGAN KRISTUS} ta {hal-hal} anรด {yang diatas} zรชteite {CARILAH} ou {DIMANA} o christos {KRISTUS} estin en{DI} dexia {KANAN} tou theou {ALLAH} kathรชmenos {DUDUK}
* Ibrani 1:3
Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi,
TR, ฮฟฯ ฯฮฝ ฮฑฯฮฑฯ ฮณฮฑฯฮผฮฑ ฯฮทฯ ฮดฮฟฮพฮทฯ ฮบฮฑฮน ฯฮฑฯฮฑฮบฯฮทฯ ฯฮทฯ ฯ ฯฮฟฯฯฮฑฯฮตฯฯ ฮฑฯ ฯฮฟฯ ฯฮตฯฯฮฝ ฯฮต ฯฮฑ ฯฮฑฮฝฯฮฑ ฯฯ ฯฮทฮผฮฑฯฮน ฯฮทฯ ฮดฯ ฮฝฮฑฮผฮตฯฯ ฮฑฯ ฯฮฟฯ ฮดฮน ฮตฮฑฯ ฯฮฟฯ ฮบฮฑฮธฮฑฯฮนฯฮผฮฟฮฝ ฯฮฟฮนฮทฯฮฑฮผฮตฮฝฮฟฯ ฯฯฮฝ ฮฑฮผฮฑฯฯฮนฯฮฝ ฮทฮผฯฮฝ ฮตฮบฮฑฮธฮนฯฮตฮฝ ฮตฮฝ ฮดฮตฮพฮนฮฑ ฯฮทฯ ฮผฮตฮณฮฑฮปฯฯฯ ฮฝฮทฯ ฮตฮฝ ฯ ฯฮทฮปฮฟฮนฯ
Translit. Interlinear, os {YANG} รดn {ADALAH} apaugasma {CAHAYA/PANTULAN} tรชs doxรชs {DARI KEMULIAAN} kai {DAN} charaktรชr {GAMBAR YANG PERSIS} tรชs upostaseรดs {DARI HAKIKAT} autou {NYA} pherรดn {MENOPANG} te {DAN} ta panta {SEGALA} tรด rรชmati {DENGAN SABDA} tรชs dunameรดs {YANG PENUH KUASA} autou {NYA} di {OLEH} eautou {(dirinya sendiri)} katharismon {PENGHAPUSAN} poiรชsamenos {SETELAH MENGADAKAN} tรดn amartiรดn {DOSA-DOSA} รชmรดn {KITA} ekathisen {DUDUK} en {DI} dexia {KANAN} tรชs megalรดsunรชs {YANG MAHABESAR} en upsรชlois {DI (Surga) YANG TINGGI}
* Ibrani 8:1
Inti segala yang kita bicarakan itu ialah: kita mempunyai Imam Besar yang demikian, yang duduk di sebelah kanan takhta Yang Mahabesar di sorga,
TR, ฮบฮตฯฮฑฮปฮฑฮนฮฟฮฝ ฮดฮต ฮตฯฮน ฯฮฟฮนฯ ฮปฮตฮณฮฟฮผฮตฮฝฮฟฮนฯ ฯฮฟฮนฮฟฯ ฯฮฟฮฝ ฮตฯฮฟฮผฮตฮฝ ฮฑฯฯฮนฮตฯฮตฮฑ ฮฟฯ ฮตฮบฮฑฮธฮนฯฮตฮฝ ฮตฮฝ ฮดฮตฮพฮนฮฑ ฯฮฟฯ ฮธฯฮฟฮฝฮฟฯ ฯฮทฯ ฮผฮตฮณฮฑฮปฯฯฯ ฮฝฮทฯ ฮตฮฝ ฯฮฟฮนฯ ฮฟฯ ฯฮฑฮฝฮฟฮนฯ
Translit. Interlinear, kephalaion {INTI} de {ADAPUN} epi {BERDASARKAN} tois {hal-hal yang} legomenois {DEKATAKAN} toiouton {DEMIKIAN} echomen {KITA MEMPUNYAI} archierea {IMAM BESAR} os {YANG} ekathisen {DUDUK} en {DI} dexia {SEBELAH KANAN} tou thronou {TAKHTA} tรชs megalรดsunรชs {YANG MAHABESAR} en tois ouranois {DI SURGA}
* Ibrani 10:12
Tetapi Ia, setelah mempersembahkan hanya satu korban saja karena dosa, Ia duduk untuk selama-lamanya di sebelah kanan Allah,
TR, ฮฑฯ ฯฮฟฯ ฮดฮต ฮผฮนฮฑฮฝ ฯ ฯฮตฯ ฮฑฮผฮฑฯฯฮนฯฮฝ ฯฯฮฟฯฮตฮฝฮตฮณฮบฮฑฯ ฮธฯ ฯฮนฮฑฮฝ ฮตฮนฯ ฯฮฟ ฮดฮนฮทฮฝฮตฮบฮตฯ ฮตฮบฮฑฮธฮนฯฮตฮฝ ฮตฮฝ ฮดฮตฮพฮนฮฑ ฯฮฟฯ ฮธฮตฮฟฯ
Translit. Interlinear, autos {(Imam) INI} de mian uper {DILAIN PIHAK HANYA SATU} amartiรดn {MENGHAPUS DOSA-DOSA} prosenegkas {TELAH MENYEMBAHKAN} thusian {KURBAN} eis to diรชnekes {UNTUK SELAMA-LAMANYA} ekathisen {DUDUK} en dexia {DISEBELAH KANAN} tou theou {ALLAH}
* Ibrani 12:2
Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.
TR, ฮฑฯฮฟฯฯฮฝฯฮตฯ ฮตฮนฯ ฯฮฟฮฝ ฯฮทฯ ฯฮนฯฯฮตฯฯ ฮฑฯฯฮทฮณฮฟฮฝ ฮบฮฑฮน ฯฮตฮปฮตฮนฯฯฮทฮฝ ฮนฮทฯฮฟฯ ฮฝ ฮฟฯ ฮฑฮฝฯฮน ฯฮทฯ ฯฯฮฟฮบฮตฮนฮผฮตฮฝฮทฯ ฮฑฯ ฯฯ ฯฮฑฯฮฑฯ ฯ ฯฮตฮผฮตฮนฮฝฮตฮฝ ฯฯฮฑฯ ฯฮฟฮฝ ฮฑฮนฯฯฯ ฮฝฮทฯ ฮบฮฑฯฮฑฯฯฮฟฮฝฮทฯฮฑฯ ฮตฮฝ ฮดฮตฮพฮนฮฑ ฯฮต ฯฮฟฯ ฮธฯฮฟฮฝฮฟฯ ฯฮฟฯ ฮธฮตฮฟฯ ฮตฮบฮฑฮธฮนฯฮตฮฝ
Translit. Interlinear, aphorรดntes {PANDANGLAH} eis {KEPADA} ton tรชs pisteรดs {DENGAN IMAN} archรชgon {IMAM} kai {DAN} teleiรดtรชn {PENYEMPURNA} iรชsoun {YESUS} os {YANG} anti {GANTI/UNTUK} tรชs {YANG} prokeimenรชs {ADA DI DEPAN/ DITENTUKAN} autรด {DIA/BAGI DIA} charas {KEBAHAGIAAN} upemeinen {TEKUN MENANGGUNG} stauron {SALIB} aischunรชs {PENGALAMAN DIPERMALUKAN} kataphronรชsas {(dengan) MENGABAIKAN} en {DI} dexia {SEBELAH KANAN} te {DAN} tou thronou {TAKHTA} tou theou {ALLAH} ekathisen {TELAH DUDUK}
* I Petrus 3:22
yang duduk di sebelah kanan Allah, setelah Ia naik ke sorga sesudah segala malaikat, kuasa dan kekuatan ditaklukkan kepada-Nya.
TR, ฮฟฯ ฮตฯฯฮนฮฝ ฮตฮฝ ฮดฮตฮพฮนฮฑ ฯฮฟฯ ฮธฮตฮฟฯ ฯฮฟฯฮตฯ ฮธฮตฮนฯ ฮตฮนฯ ฮฟฯ ฯฮฑฮฝฮฟฮฝ ฯ ฯฮฟฯฮฑฮณฮตฮฝฯฯฮฝ ฮฑฯ ฯฯ ฮฑฮณฮณฮตฮปฯฮฝ ฮบฮฑฮน ฮตฮพฮฟฯ ฯฮนฯฮฝ ฮบฮฑฮน ฮดฯ ฮฝฮฑฮผฮตฯฮฝ
Translit. Interlinear, os {YANG} estin {BERADA} en {DI} dexia {SEBELAH KANAN} tou theou {ALLAH} poreutheis {TELAH PERGI} eis ouranon {KE SURGA} upotagentรดn {TUNDUK} autรด {KEPADANYA} aggelรดn {MALAIKAT-MALAIKAT} kai {DAN} exousiรดn {PENGUASA-PENGUASA} kai {DAN} dunameรดn {KUASA-KUASA}
KELUARAN 7:1. Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Lihat, Aku mengangkat engkau sebagai Allah (God) bagi Firaun, dan Harun, abangmu, akan menjadi nabimu.
Kita kaji ayat tersbeut, apakah dengan demikian Musa diangkat sebagai allah?
* Keluaran 7:1
Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Lihat, Aku mengangkat engkau sebagai Allah bagi Firaun, dan Harun, abangmu, akan menjadi nabimu.
Ayat diatas bermakna bahwa Musa akan mendatangi Firaun "atas nama" Allah dan Harus sebagai nabi atau sebagai "pembawa pesan" atau juru bicara. Mengapa ayat ini diungkapkan?
Kita baca ayat sebelumnya dalam :
Keluaran 6:27-29
6:27 Pada waktu TUHAN berfirman kepada Musa di tanah Mesir,
6:28 TUHAN berfirman kepadanya: "Akulah TUHAN; katakanlah kepada Firaun, raja Mesir, segala yang Kufirmankan kepadamu."
6:29 Tetapi Musa berkata di hadapan TUHAN: "Bukankah aku ini seorang yang tidak petah lidahnya, bagaimanakah mungkin Firaun akan mendengarkan aku?"
7:1 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Lihat, Aku mengangkat engkau sebagai Allah bagi Firaun, dan Harun, abangmu, akan menjadi nabimu.
7:2 Engkau harus mengatakan segala yang Kuperintahkan kepadamu, dan Harun, abangmu, harus berbicara kepada Firaun, supaya dibiarkannya orang Israel itu pergi dari negerinya.
Ungkapan "Aku mengangkat engkau sebagai Allah bagi Firaun" --> Allah menjamin Musa, bahwa ia akan mempunyai fungsi yang bersifat ilahi. Hasilnya nanti adalah Allah benar-benar akan memimpin orang Israel akan keluar dari Mesir (Keluaran 7:4-5). Hal ini penting dilakukan supaya orang Mesir mengetahui bahwa "Aku adalah TUHAN" (ayat 5)
Keluaran 7:4-5
7:4 Bilamana Firaun tidak mendengarkan kamu, maka Aku akan mendatangkan tangan-Ku kepada Mesir dan mengeluarkan pasukan-Ku, umat-Ku, orang Israel, dari tanah Mesir dengan hukuman-hukuman yang berat.
7:5 Dan orang Mesir itu akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, apabila Aku mengacungkan tangan-Ku terhadap Mesir dan membawa orang Israel keluar dari tengah-tengah mereka."
Sekali lagi, Yesus adalah tuan/pemimpin, bukan Tuhan, hal ini dapat dibuktikan dengan pernyataan Yesus lainnya, yang sama2 ditulis oleh penulis yang sama:
YOHANES 17:3 Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah (God) yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.
YOHANES 5:30 Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku.
Jika Yesus adalah Tuhan, maka seharusnya pernyataan Yesus di atas adalah sebagai berikut:
YOHANES 17:3 Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa kamu (umat Israel) mengenal Aku, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Paulus Tarsus yang telah Aku utus.
YOHANES 5:30 Aku dapat berbuat apa saja dari diri-Ku sendiri, Aku menghakimi sesuai dengan apa yang kamu (umat Israel) kerjakan, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku berkehendak atas segala sesuatu dari diri-Ku sendiri.
[QS. 19:30. Berkata Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi.
Hal diatas berkaita dengan "kenosis" Yesus Kristus dalam kapasitasNya sebagai manusia (sudah dijelaskan dalam tangapan-tanggapan sebelumnya)
* Yohanes 5:30
"Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menurut kehendak diri-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus aku."
OU DUNAMAI EGร POIEIN AP EMAUTOU OUDEN KATHรS AKOUร KRINร KAI Hร KRISIS Hร EMร DIKAIA ESTIN HOTI OU ZรTร TO THELรMA TO EMON ALLA TO THELรMA TOU PEMPSANTOS ME PATROS
Penghakiman Allah adalah penghakiman yang sempurna. Hanya Allah saja yang suci, dan karena itu hanya Dia saja yang mengetahui ukuran yang benar untuk menghakimi orang. Hanya Allah saja yang secara sempurna mengasihi, dan hanya Dia saja yang melakukan penghakiman dengan belas kasih. Di dalam belas kasih itulah semua penghakiman yang benar dilakukan. Hanya Allah saja yang MENGETAHUI secara sempurna dan penuh, dan penghakiman itu bisa disebut sempurna apabila semua HAL YANG BERSANGKUTAN dengan itu dipertimbangkan. Pertimbangan Yesus sebagai yang berhak menghakimi didasarkan pada pengakuan bahwa di dalam diri-Nya terdapat pikiran Allah yang sempurna. Yesus tidak menghakimi berdasarkan motivasi manusiawi yang mungkin sulit dihindarkan. Yesus melakukan penghakiman dengan kesucian, kasih dan simpati Allah yang sempurna.
4. KITAB MATIUS & MARKUS: Ibadah Yesus.
Ketika Yesus bersama murid2nya sampai ke suatu tempat yang bernama Getsemani, Yesus merasa sedih dan gentar, kemudian ia sujud dan berdoa kepada Tuhan.
MATIUS 26:39 Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki."
MARKUS 14:35-36 Ia maju sedikit, merebahkan diri ke tanah dan berdoa supaya, sekiranya mungkin, saat itu lalu dari pada-Nya. Kata-Nya: "Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki."
Jelas sekali bahwa ayat2 di atas menunjukkan penghambaan Yesus kepada Tuhan dengan cara bersujud dan berdoa. Ironisnya, tatacara Yesus di atas tidak dilaksanakan oleh umat Kristen, dan bahkan hampir seluruh tatacara ibadah umat Kristen bukanlah yang diajarkan oleh Yesus, tetapi berdasarkan tradisi yang telah diciptakan oleh tokoh2 Gereja Kristen Awal pimpinan Paulus Tarsus. Termasuk pemberian nama "gereja" dan "Kristen", bukanlah diberikan oleh Yesus maupun Tuhan, tetapi justru oleh tokoh2 Gereja Kristen Awal.
Tatacara ibadah Yesus di atas sesungguhnya telah dilaksanakan oleh para nabi Bani Israel sebelumnya dan oleh umat Islam (Sholat). Perhatikan bukti2 di bawah ini:
KELUARAN 40:31-32 Musa dan Harun serta anak-anaknya membasuh tangan dan kaki mereka dengan air dari dalamnya. Apabila mereka masuk ke dalam Kemah Pertemuan dan apabila mereka datang mendekat kepada mezbah itu, maka mereka membasuh kaki dan tangan--seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa.
MAZMUR 95:5-6 Kepunyaan-Nya laut, Dialah yang menjadikannya, dan darat, tangan-Nyalah yang membentuknya. Masuklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan TUHAN yang menjadikan kita.
YOSUA 5:14 Jawabnya: "Bukan, tetapi akulah Panglima Balatentara TUHAN. Sekarang aku datang." Lalu sujudlah Yosua dengan mukanya ke tanah, menyembah dan berkata kepadanya: "Apakah yang akan dikatakan tuanku kepada hambanya ini?"
BILANGAN 20:6 Maka pergilah Musa dan Harun dari umat itu ke pintu Kemah Pertemuan, lalu sujud. Kemudian tampaklah kemuliaan TUHAN kepada mereka.
KEJADIAN 17:2-3 Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau, dan Aku akan membuat engkau sangat banyak." Lalu sujudlah Abram, dan Allah berfirman kepadanya:
KELUARAN 3:5 Lalu Ia berfirman: "Janganlah datang dekat-dekat: tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus."
IMAN KRISTIANI tidak mempermasalahkan tata cara berdoa; sujud; duduk; tangan dilipat; mengangkat tangan; berdiri; berteriak; berbisik; menangis dan sebagainya. Tidak ada ketentuan jam-dan waktu (Efesus 6:18 ); Tidak ada ketentuan untuk harus memakai pakaian tertentu jika berdoa; tidak ada koreografi tertentu untuk berdoa; Doa bukanlah sekedar pengucapan mantra yang diulang-ulang; Tepatnya tidak ada syariat yang mengikat tentang tata-cara penyembahan dan pengucapan doa. Dan Tuhan Yesus sudah memberikan contoh-contohnya. Martin Luther dan kebiasaan para bapak Gereja sering berdoa dengan merebahkan dirinya ke tanah, namun hal ini juga bukanlah suatu keharusan. Kamipun sering melakukan doa dengan sujud seperti yang dilakukan Yesus dan itu diperbolehkan, Tetapi iman Kristen tidak mengharuskan selalu bersujud sengan koreografi tertentu.
Definisi doa adalah adalah sebagai berikut : Hubungan persekutuan dengan Allah di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Atau lebih tepatnya Doa adalah komunikasi pribadi dengan Allah.
Prinsip yang mendasarinya adalah prinsip kekudusan bukan tingkah laku agamawi. "Sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada permohonan (doa) mereka..." (I Petrus. 3:12).
Doa disini adalah menekankan aspek rohani-nya buka jasmaninya (tata cara berdoa). Berdoa yang benar adalah : berdoa dalam roh dan kebenaran, bukan rutinitas dan tata cara jasmaniah, bukan pula ketentuan jumlah berdoa dalam satu hari; tidak terbatas pada ruang dan waktu; tidak harus memakai pakaian tertentu; Kita bisa setiap saat berdoa! inilah the simplicity of the Gospel!
BERDOA DALAM ROH DAN KEBENARAN
Alkitab berkata, "Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah yang benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran." (Yohanes 4:23). Dalam sembah sujud dan berbakti kepada Tuhan ada dua unsur penting. Pertama yaitu berbakti dengan jujur, berbakti di dalam kebenaran; ini suatu aspek fungsi rasio. Kedua, berbakti di dalam roh, berbakti di dalam kuasa Roh Kudus, ini aspek rohani. Iman mencakup dua wilayah; wilayah rasional dan wilayah spiritual. Wilayah rasional bersangkut-paut dengan fungsi pikiran. Wilayah spiritual bersangkut paut dengan fungsi kita berbakti dan memuliakan Allah.
BERDOA DENGAN ROH, BERDOA DENGAN PENGERTIAN
Berbakti dalam doa adalah mencakup aspek fungsi hidup rohani yang disebut berdoa; "Aku akan berdoa juga dengan akal budiku," demikian Paulus berkata dalam 1 Korintus 14:15. Doa dalam roh dan doa dalam pikiran, doa dalam roh dan doa dalam akal, dalam pengertian. Paulus menekankan bukan hanya berdoa dalam roh tetapi juga memakai pengertian. Jadi di sini keseimbangan yang ditekankan. Roh Kudus memimpin rohmu dan Firman memimpin pikiranmu.
Tidak ada seorangpun yang mampu memisahkan Roh Kudus dari kebenaran, dan tidak ada seorang pun berhak memisahkan pimpinan Roh Kudus dengan roh kita. Jika pikiran kita tidak dipimpin oleh Kebenaran, kita belum bisa berbakti kepada Allah. Jika hati dan nurani kita tidak dipimpin oleh Roh Kudus, kita belum mengerti bagaiman berdoa kepada Tuhan. Jadi, berbakti kepada Tuhan dalam kebenaran dan roh, berdoa kepada Tuhan dalam pikiran dan hati nurani yang dipimpin oleh Roh. Roh Kudus tidak mungkin memimpin seseorang tanpa memakai kebenaran. Dengan kebenaran Dia memimpin kita, karena Firman Tuhan menjadi pedoman hidup, Firman Tuhan menjadi pelita bagi jalan kita, Firman Tuhan menjadi penerang bagi hati nurani, dengan cahaya Firman kita dipimpin. Seorang yang bijaksana adalah seorang yang menaklukkan pikiran di bawah kuasa Roh Kudus dan kedaulatan Tuhan Allah.
[QS. 5:72 Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah adalah Al-Masih putra Maryam", padahal Al-Masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israel, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu." Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang lalim itu seorang penolong pun.]
Seperti yang sudah dijelaskan diatas, inilah letak perbedaannya dengan iman Kristiani yang dijelaskan dalam Alkitab. Alkitab dengan jelas menulis Yesus Kristus sudah ada dalam kepra-adaan-Nya sebagai manusia. (Yohanes 1:1-5, 9-11)
Amin.
37. FIRMAN TUHAN MENGGELIKAN DALAM ALKITAB
Alkitab, yang konon merupakan firman Tuhan, di dalamnya banyak ditemukan ayat-ayat Tuhan yang sangat menggelikan jika dibaca. Benarkah ayat-ayat berikut ini merupakan firman Tuhan?
1. KITAB ULANGAN: Tuhan meracuni orang asing.
14:21 Janganlah kamu memakan bangkai apapun, tetapi boleh kauberikan kepada pendatang yang di dalam tempatmu untuk dimakan, atau boleh kaujual kepada orang asing; sebab engkaulah umat yang kudus bagi TUHAN, Allahmu. Janganlah kaumasak anak kambing dalam air susu induknya."
(Hah? Tuhan mau meracuni bangsa asing? Rasialis!)
Sudah jelas bahwa peraturan dan hukum-hukum Taurat adalah spesifik bagi umat pilihan Allah "Israel". Dan memang demikian adanya. Penetapan hukum makanan ini menetapkan jati diri "umat pilihan Allah". Peraturan-peraturan itu secara efektif memotong setiap hubungan dengan bangsa bukan-Yahudi sehingga peraturan ini membantu untuk menghindari dorongan asimilasi. Hukum ini menjadi ketentuan agama Yahudi. kepentingan dasar hukum ini adalah : Umat Allah tidak boleh berperilaku seperti orang-orang yang beribadah kepada dewa dewa asing, dan pembedaan ini sangat menyeluruh termasuk ketentuan tentang makanan.
2. KITAB KEJADIAN: Tuhan capek dan beristirahat (lebih jelas, lihat Kitab Keluaran 31:16-17).**
2:2 Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-nya itu.
2:3 Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.
(Tuhan capek lalu istirahat seharian? Emangnya buruh yang harus libur sehari dalam seminggu?)
Pada hari yang ketujuh Allah telah menyelesaikan pekerjaan-Nya itu, lalu Ia beristirahat. Maka diberkati-Nya hari yang ketujuh itu dan dijadikan-Nya hari yang khusus, karena pada hari itu Allah beristirahat setelah menyelesaikan pekerjaan-Nya. (Kejadian 2:2-3)
Setelah penciptaan, Tuhan beristirahat. Dia tidak berkata “Aku akan mencipta lagi,” atau “Aku ingin menyelesaikan satu pekerjaan lagi.” Tidak. Kitab Kejadian jelas mengatakan, “Tuhan telah menyelesaikan pekerjaan-Nya, kemudian Dia beristirahat.”
Hari Sabat menjadi tanda bahwa Allah adalah Pencipta :
* Keluaran 31:16-17
31:16 Maka haruslah orang Israel memelihara hari Sabat, dengan merayakan sabat, turun-temurun, menjadi perjanjian kekal.
31:17 Antara Aku dan orang Israel maka inilah suatu peringatan untuk selama-lamanya, sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, dan pada hari yang ketujuh Ia berhenti bekerja untuk beristirahat."
Mengapa Allah beristirahat pada hari ke 7?
Inti dari hari ketujuh sebagai peringatan akan penciptaan Allah adalah sebagai berikut :
"Hari-hari Sabat-Ku juga Kuberikan kepada mereka menjadi peringatan di antara Aku dan mereka, supaya mereka mengetahui bahwa Akulah TUHAN, yang menguduskan mereka" (Yehezkiel 20 : 12 )
"...., kuduskanlah hari-hari Sabat-Ku, sehingga itu menjadi peringatan di antara Aku dan kamu, supaya orang mengetahui bahwa Akulah TUHAN, Allahmu..." (Yehezkiel 20 : 20)
Memang ada sedikit perbedaan antara bekerja dan beristirahat. Kapan terakhir kalinya Anda “duduk santai.” Dalam budaya kita seringkali kita menyamakan kesibukan dengan hidup yang berarti. Tapi sesungguhnya kesibukan tidak selalu sama dengan hidup yang berarti, terkadang justru malah sebaliknya. Dalam Alkitab tertulis, “Berhentilah dan ketahuilah, Aku ini Allah.” (Mazmur 46:10). Oleh sebab itu bila diam adalah prasyarat untuk mengenal Tuhan, maka adalah suatu keajaiban kalau dalam kesibukan kita mampu mengenal Dia.
Hubungan antara istirahat dan kerohanian bukanlah hal baru. Dalam Kitab Kejadian kita tahu bahwa Tuhan beristirahat pada hari ketujuh. Kita bicara tentang “istirahat (nafash) dalam arti spiritual.”
3. KITAB KEJADIAN: Adam dan Hawa bermain petak umpet dengan Tuhan.
3:8 Ketika mereka mendengar bunyi langkah Tuhan Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan istrinya itu terhadap Tuhan Allah di antara pohon-pohonan dalam taman.
3:9 Tetapi Tuhan Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?"
3:10 Ia menjawab, "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi."
(Tuhan berpatroli lalu Adam dan Hawa bersembunyi?)
* Kejadian 3:9,
"Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: 'Di manakah engkau?'"
VAYIQRร' YEHOVรH 'ELOHรM 'EL-Hร'รDรM VAYO'MER LO 'AYEKรH
Allah jelas mengetahui Adam bersembunyi di mana, namun Dia menghendaki jawaban atau pengakuan dari Adam sendiri. Allah melihat segala-galanya.
Hal yang sama dapat dijumpai dalam peristiwa Kain-Habel. Allah-pun bertanya kepada Kain, "Dimanakah Habel" hal ini tidak berarti bahwa Allah tidak mengetahui perbuatan Kain, melainkan Kain menyembunyikan bukti dosanya. Allah menghendaki pengakuan yang sesungguhnya dari Kain namun dengan pengakuan semu akan suatu dosa kelalaian, Kain berusaha menutupi dosa perbuatannya.
Menurut salah satu tafsiran Alkitab :
Allah bertanya "Adam, dimanakah engkau.....?"
Tentu saja Allah tahu bahwa Adam bersembunyi di semak-semak. Tentu Allah tahu, tapi ini semua dikatakanNya karena Allah sedih....., sebab Dia tidak dapat berhubungan dengan manusia seperti dulu lagi. Ini adalah suatu ungkapan yang mempunyai arti sangat dalam, bahwa Allah sungguh berduka. Dia kehilangan kekasih yang dicintainya.
Allah itu suci dan tidak dapat berkompromi dengan dosa. Manusia telah kehilangan kemuliaan Allah dan tak lepas dari hukuman Allah. Hukuman ini diberikan bukan karena Allah itu kejam, melainkan Allah itu Maha Adil (Yesaya 24:16). Allah yang Maha Adil selalu menghukum yang bersalah seperti tertulis : "upah dosa adalah maut" (Roma 6:23).
Puji Tuhan! Allah kita yang Maha Adil itu juga Maha Kasih. Ia ingin memulihkan hubunganNya dengan manusia kembali, sehingga Allah sendiri yang datang ke dunia dalam pribadi Yesus Kristus. Seorang penyelamat yang menebus manusia dari dosa, seperti yang tertulis dalam Yohanes 3 : 16 : "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak akan binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal."
Allah mengasihi kita!, Dia menyatakan niat baikNya untuk memulihkan hubunganNya dengan kita manusia yang seharusnya menerima hukuman mati, ternyata masih diberi kesempatan untuk memperoleh pengampunan.
Dapatkah manusia membebaskan dirinya dari hukuman maut itu dengan usahanya sendiri?. Tak ada seorangpun yang mampu melakukannya. Dalam hidupnya, manusia malah menambah dosa-dosanya. Semua manusia dari Adam sampai hari ini, termasuk nabi-nabi telah berbuat dosa, kecuali Yesus Kristus sebab Dia adalah Allah sendiri, didalam Dia, Yesus, tidak ada dosa 1 Yohanes 3 : 5 : "Dan kamu tahu, bahwa Ia (Allah) telah menyatakan diriNya, supaya Ia menghapus segala dosa, dan didalam Dia tidak ada dosa."
Kesaksian-kesaksian tersebut menyatakan bahwa tidak ada manusia yang luput dari dosa, dan yang tidak berdosa hanya Allah saja. Maka Allah sendiri datang ke dunia dengan mengambil rupa seorang hamba (manusia). Dia datang sebagai pribadi Yesus Kristus. Maka Yesus Kristus adalah satu-satunya manusia yang suci, yang tidak pernah berbuat dosa, sebab Dia adalah Allah sendiri. Karena Roh Allah tinggal didalam Yesus. Dia yang berkuasa di Surga, bumi dan semesta alam.
Juru selamat telah datang... dosa-dosa kita sudah ditanggungNya diatas kayu salib. Datanglah pada Yesus, jaminan keselamatan ada ditanganNya dan kita akan bersama-sama menjadi warga negara Kerajaan Surga dan memperoleh kehidupan yang kekal (Yohanes 5:24-25, Yohanes 14:1-7, Kisah Para Rasul 4:12).
4. KITAB KEJADIAN: Tuhan menggauli Sara.
21:1. TUHAN memperhatikan Sara, seperti yang difirmankan-Nya, dan TUHAN melakukan kepada Sara seperti yang dijanjikan-Nya.
21:2 Maka mengandunglah Sara, lalu ia melahirkan seorang anak laki-laki bagi Abraham dalam masa tuanya, pada waktu yang telah ditetapkan, sesuai dengan firman Allah kepadanya.
(Hah? Tuhan menggauli Sara?)
Ayat diatas jelas diartikan secara sempit oleh penulis diatas. Mari kita baca dengan seksama
* Kejadian 21:1-7 ISHAK LAHIR
21:1 TUHAN memperhatikan Sara, seperti yang difirmankan-Nya, dan TUHAN melakukan kepada Sara seperti yang dijanjikan-Nya.
21:2 Maka mengandunglah Sara, lalu ia melahirkan seorang anak laki-laki bagi Abraham dalam masa tuanya, pada waktu yang telah ditetapkan, sesuai dengan firman Allah kepadanya.
21:3 Abraham menamai anaknya yang baru lahir itu Ishak, yang dilahirkan Sara baginya.
21:4 Kemudian Abraham menyunat Ishak, anaknya itu, ketika berumur delapan hari, seperti yang diperintahkan Allah kepadanya.
21:5 Adapun Abraham berumur seratus tahun, ketika Ishak, anaknya, lahir baginya.
21:6 Berkatalah Sara: "Allah telah membuat aku tertawa; setiap orang yang mendengarnya akan tertawa karena aku."
21:7 Lagi katanya: "Siapakah tadinya yang dapat mengatakan kepada Abraham: Sara menyusui anak? Namun aku telah melahirkan seorang anak laki-laki baginya pada masa tuanya."
Bukankah setiap kelahiran anak merupakan anugerah bagi orang-tuanya? tentu hal demikian tidak boleh diartikan secara sempit bahwa Tuhan menggauli manusia. perhatikan ayat 3, dengan jelas ayat tersebut menuliskan bahwa anak yang baru lahir itu adalah anak dari Abraham.
5. KITAB KEJADIAN: Roh Allah melayang-layang.
1:2 Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.
(Bagaimana penulis Alkitab bisa tahu kalau "Roh Allah" melayang-layang di atas air?)
* KEJADIAN 1:1-2
1:1. Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.
1:2 Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air
Melayang-layang adalah kata yang beda dengan terapung-apung
terjemahan lainnya bisa kita kaji demikian :
KING JAMES :
1:1 In the beginning God created the heaven and the earth.
1:2 And the earth was without form, and void; and darkness was upon the face of the deep. And the Spirit of God moved upon the face of the waters.
Tuhan itu Roh 2 Korintus 3:17a Sebab Tuhan adalah Roh;
Raja Daud menuliskan syair yang indah tentang keberadaan Tuhan ini
* Mazmur 139:7-8
"Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu? Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situpun Engkau."
Artinya Roh Allah bisa melayang-layang kemana saja, sebab Dia Maha Hadir.
6. KITAB KEJADIAN: Rupa Allah.
1:26 Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."
(Rupa manusia seperti rupa Allah?)
Tuhan memutuskan untuk menciptakan individu seperti Dia yang dapat bernalar dan merasakan dan mencintai. Inilah yang dimaksud diciptakan menurut gambar Allah.
Gambar Allah berarti 'image Allah' ada dalam diri manusia. Hal yang kedua yang dinyatakan dalam ayat di atas adalah bahwa rancangan Allah atas manusia adalah menurut “rupa” dan “gambar” Allah. Berarti ini menunjuk kepada kenyataan bahwa “proto tipe” dari manusia yang akan diciptakan Allah itu adalah Allah sendiri. Jadi dalam benak Allah ketika merancangkan manusia yang akan Ia ciptakan adalah manusia yang seperti diri-Nya sendiri walaupun tidak akan pernah menjadi Allah.
Dalam hal ini yang dimaksud seperti Allah bukan dari segi fisiknya tetapi non-fisik. Itulah sebabnya, ketika Allah selesai membangun fisik manusia dari debu tanah, Dia memberikan non-fisik dari diri-Nya sendiri yaitu “nafas”. Bagian dari diri Allah inilah yang “dihembuskan” kedalam diri manusia, membuat manusia memiliki apa yang dimiliki oleh Allah. “... ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.” (Kejadian 2:7)
7. KITAB KEJADIAN: Tuhan lebih dari satu.
3:22 Berfirmanlah TUHAN Allah: "Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya."
(Memangnya Tuhan Allah ada berapa ya?)
Menjadi seperti salah satu dari Kita; bandingkan dengan Kejadian 1:26. Dengan melalui penggodaan/pencobaan itu manusia menjadi mengalami penuh pertentangan antara baik dan jahat, seperti makhluk-makhluk sorgawi sebelumnya sudah mengetahuinya. Memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya." . Penghukuman terhadap manusia yang tidak layak akan sakramen hidup itu akan berarti memberikan apa yang diinginkan, yaitu tidak terkena kematian jasmani, dan hal ini secara paradoksal, akan berarti menjadikan keadaan mati dan pengasingan manusia menjadi tetap, karena pendamaian hanya dapat terjadi dengan kematian sebagai korban (bandingkan dengan Kejadian 3:15,21).
Maka hal itu bukan berarti Tuhan akan menjadi banyak. Jika ingin lebih dalam mengerti ayat tersebut sebaiknya kita baca selengkapnya Kejadian 3:1-24
Manusia memang menjadi seperti Allah dalam arti bahwa ia sekarang menentukan apa yang terbaik bagi dirinya. tetapi, ia mengambil keputusan-keputusan itu selaku ciptaan, tanpa kebijaksanaan dan pandangan Sang Pencipta. Siapakah yang mengetahui apa yang paling baik bagi ciptaan? yang menciptakan ataukah ciptaan itu sendiri? Manusia telah menentukan keputusannya sendiri, akan tetapi keputusannya itu tanpa keluasan dan kedalaman kebijaksanaan Allah. Konsekwensi paling langsung dari dosa mula-mula manusia ini adalah kesadaran bahwa mereka telanjang, yang ingin mereka atasi dengan membuat cawat dari daun pohon ara (ayat 7). Kita segera melihat bahwa usaha mereka sia-sia. Dalam percakapan berikut antara TUHAN (YHVH) dengan Adam, kita lihat bahwa ia bukannya menjawab pertanyaan Allah domanakah engkau?, melainkan malah menjelaskan mengapa ia bersembunyi, 'karena aku telanjang'. Alasan itu tepat kendati tidak benar. Ia tidak telanjang, ia sudah berpakaian dengan daun pohon ara. tetapi, dalam kaitan dengan TUHAN, ia telanjang. Hubungannya dengan TIHAN telah terganggu dan akan terus menerus demikian. Manusia tidak dapat memulihkan kesalahan dan rasa malunya sendiri, dan tidak bisa memperbaiki hubungannya dengan TUHAN. Hanya TUHAN sendirilah yang dapat menghapus rasa malu dan rasa salah manusia. Hal ini disampaikan secara simbolis pada ayat 21, ketika TUHAN membuat pakaian untuk mereka dari kulit binatang (berarti disini ada darah yang tercurah). Pembuatan pakaian untuk manusia ini berarti "menutupi" kesalahan dan rasa malu mereka.
Perhatian TUHAN kepada manusia tidak terhenti karena dosa. Ia tetap memelihara manusia. Atas prakarya TUHAN, hubungan yang rusak oleh dosa diperbaiki.
Pada ayat 22 diatas, disinggung mengenai pohon kehidupan. Karena dosa, manusia tertutup kemungkinan untuk mendekati pohon itu, dan manusia diusir dari Taman Eden. Manusia tidak mempu menguasai hak istimewa ilahi untuk tidak bisa mati. Hal ini ditunjukkan dengan adanya malaikat-malaikat penjaga yang berdiri dengan pedang api yang menyala-nyala dan menyambar-nyambar.
6:6-7 maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya. Berfirmanlah TUHAN: "Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang-binatang melata dan burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka."
(Tuhan menyesal? Hati Tuhan pilu?)
Allah bukanlah Allah yang dingin, yang tidak pernah tergerak hati-Nya. Ia bereaksi terhadap perbuatan untuk-Nya. Firman dan karya-Nya adalah kongkrit bersejarah. Ia benar-benar turut menghayati kehidupan umat-Nya. I
* Kejadian 6:6-7
6:6 "maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya.
VAYINรKHEM {dan Dia menyesal} YEHOVรH {TUHAN} Kร-'รSรH {karena Dia menjadikan} 'ET-Hร'รDรM {manusia itu} Bร'รRETS {di bumi} VAYIT'ATSรV {dan memilukan} 'EL-LIBร {hati-Nya}
6:7 Berfirmanlah TUHAN: 'Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang-binatang melata dan burung-burung di udara, sebab AKU MENYESAL, bahwa Aku telah menjadikan mereka."
VAYO'MER {dan Dia berfirman} YEHOVรH {TUHAN} 'EMKHEH {Aku akan membinasakan} 'ET-Hร'รDรM {manusia itu} 'ASYER-BรRร'Tร {yang Aku sudah menciptakan} Mร'AL {dari atas} PENรY {muka} Hร'ADรMรH {tanah itu} Mร'รDรM {dari manusia} 'AD-BEHรMรH {hingga ternak} 'AD-REMES {hingga yang melata} VE'AD-'รF {dan hingga unggas} HASYรMรYIM {langit itu} KรNIKHAMTร {karena Aku menyesal} Kร {karena} 'ASรTIM {Aku menjadikan mereka}
Alkitab Terdjemahan Lama, "Maka firman Tuhan: Bahwa Aku akan membinasakan manusia, jang telah Kudjadikan diatas bumi, baik manusia baik binatang jang berkaki empat, dan binatang jang melata, dan unggas jang diudara, karena bersesallah Aku sebab telah Kudjadikan mereka itu."
King James Version, "And the LORD said, I will destroy man whom I have created from the face of the earth; both man, and beast, and the creeping thing, and the fowls of the air; for it repenteth me that I have made them."
New International Version, "So the LORD said, 'I will wipe mankind, whom I have created, from the face of the earth -- men and animals, and creatures that move along the ground, and birds of the air -- for I am grieved that I have made them.'"
Di dalam terang inilah Kejadian 6:6 di atas harus ditinjau. Di situ disebutkan, bahwa TUHAN MENYESAL (NAKHAM), bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan bahwa hal itu memilukan hati-Nya.
Kata "menyesal" pada ayat 6 diterjemahkan dari kata Ibrani 'nakham' yang secara konseptual bermakna tidak sesuai dengan yang dikehendaki sehingga memperlukan penghiburan, hal-hal yang tidak memuaskan hati. Bandingkan dengan nama "Nuh" dalam Kejadian 5:29 dan bandingkan pula Ishak "dihiburkan" ('nakham') oleh istrinya atas kematian ibunya (Kejadian 24:67), atau Yakub menolak "dihiburkan" ('nakham') atas kematian Yusuf (Kejadian 37:35). Jelas adalah hal-hal yang tidak sesuai dengan kehendak sehingga memerlukan pemakaian kata 'nakham' di situ.
Jadi, ungkapan Allah "menyesal" itu sebenarnya menggambarkan adanya suatu perasaan "negatif" di dalam diri Allah.
Bahwa Allah menyesal di sini ditujukan kepada perbuatan manusia yang membahayakan rencana Allah, menyelamatkan dunia ini. Manusia pada zaman Nuh membahayakan rencana Allah untuk menjadi sekutu manusia, yaitu dengan berbuat dosa yang menyolok sekali. Perbuatan mereka sama dengan perbuatan raja Saul. Oleh karena Allah setia kepada rencana-Nya, artinya oleh karena Ia tetap sama atau tidak berubah terhadap rencana-Nya; maka Ia MENYESALKAN PERBUATAN MANUSIA pada zaman Nuh itu.
KJV menerjemahkannya dengan 'it repenteth me' dan NIV menerjemahkannya dengan 'I am grieved'. Kata "menyesal" yang diterjemahkan dari kata Ibrani 'NรKHAM' mengandung banyak makna misalnya :
"Anak ini akan memberi kepada kita penghiburan ('nakham')" (Kejadian 5:29);
"Ishak mencintainya dan demikian ia dihiburkan {'nakham') setelah ibunya meninggal." (Kejadian 24:67);
"Sekalian anaknya laki-laki dan perempuan berusaha menghiburkan {'nakham') dia, tetapi ia menolak dihiburkan ('nakham')" (Kejadian 37:35).
Kata 'repent' dalam bahasa Inggris berarti 'think with regret or sorrow of; be full of regret (about); wish one had not done. Sedangkan 'grieve' dari 'grief' adalah 'deep or violent sorrow'.
Maka kata "menyesal" itu dapat diterjemahkan dengan kata lain yang lebih tepat ..., apa yang dikehendaki oleh Allah ternyata tidak terlaksana, hal itu tidak menyenangkan dan menghibur-NYA. Allah tidak menghendaki siapa pun berbuat dosa, namun tatkala manusia berbuat dosa maka DIA menjadi "NรKHAM".
Keterangan :
Dalam teologi (ilmu tentang Allah) ada istilah yang disebut "anthropomorphisme" yang berasal dari kata 'anthrรดpos' (manusia) dan 'morphรช' (bentuk, wujud), jadi bermakna mengambil bentuk atau wujud manusia.
Allah yang tidak terbatas itu tidak dapat dipahami oleh akal manusia yang terbatas, namun Allah dapat dikenal oleh manusia karena Dia berkenan menyatakan diri-Nya kepada manusia lewat para nabi dan tertulis pula di Alkitab. Untuk mempermudah pengenalan akan Allah yang tidak terbatas, maka digunakanlah bentuk bentuk yang lazim pada manusia, yang disebut "anthropomorphisme", misalnya:
Allah mendengar, apakah Allah memiliki telinga?
Allah melihat, apakah Allah memiliki mata?
Allah berjalan, apakah Allah memiliki kaki?
Hal yang sama juga digunakan dalam ungkapan Allah "menyesal", berarti ada sesuatu dalam perasaan Allah yang tidak sesuai dengan kehendak-Nya. Menjawab pertanyaan tentang Allah "menyesal" itu tidak sulit, asal kita dapat menjawab dua pertanyaan di bawah ini:
[1] Bagaimana perasaan Allah jika manusia menuruti firman-Nya? Senang, gembira, sukacita, tertawa? Jawaban atas pertanyaan ini saya masukkan ke dalam kategori perasaan Allah yang "positif".
[2] Bagaimana perasaan Allah jika manusia melanggar firman-Nya? Marah, murka, menyesal, pilu, sedih, menangis? Jawaban atas pertanyaan ini termasuk kategori perasaan Allah yang "negatif".
Jawaban atas kedua pertanyaan di atas sebenarnya lebih tepat ditujukan kepada manusia, namun dapat pula digunakan kepada Allah, tentu saja sebatas pengetahuan manusia karena kita tidak bakal dapat memahami perasaan Allah yang sebenarnya.
9. KITAB KEJADIAN: Tuhan berfirman di dalam hati.
8:21 Ketika TUHAN mencium persembahan yang harum itu, berfirmanlah TUHAN dalam hati-Nya: "Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya, dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan.
(Tuhan berfirman di dalam hati? Bagaimana penulis Alkitab bisa tahu?)
* Kejadian 8:21
Ketika TUHAN mencium persembahan yang harum itu, berfirmanlah TUHAN dalam hati-Nya: "Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya, dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan.
And the LORD smelled the sweet savour; and the LORD said in His heart: 'I will not again curse the ground any more for man's sake; for the imagination of man's heart is evil from his youth; neither will I again smite any more every thing living, as I have done.
VAYARAKH ADONAI ET-REIAKH HANIKHOAKH VAYOMER ADONAI EL-LIBO LO OSIF LEKALEL OD ET-HAADAMA BAAVUR HAADAM KI YETSER LEV HAADAM RA MINURAV VELO-OSIF OD LEHAKOT ET-KOL-KHAI KAASHER ASITI
Ayat tersebut menggunakan gaya bahasa "anthropomorphisme" yang sudah dijelaskan diatas.
berfirmanlah TUHAN dalam hati-Nya, sikapNya ini merupakan kebalikan murka Allah digaris-bawahi oleh pengulangan bentuk. (yaitu renungan ilahi) dan buah dari putusan penghakimanNya yang sebelumnya (Kejadian 6:5). Korban yang diberikan Nuh dengan mendirikan Mezbah, mengungkapkan pendamaian, hal ini berbuah berkat kasih karunia.
10. KITAB YESAYA: Tuhan bersuit.
5:26 Ia akan melambaikan panji-panji kepada bangsa yang dari jauh, dan akan bersuit memanggil mereka dari ujung bumi; sesungguhnya mereka akan datang dengan segera, dengan cepat!
7:18 Pada hari itu akan terjadi: TUHAN bersuit memanggil lalat yang ada di ujung anak-anak sungai Nil, dan memanggil lebah yang ada di tanah Asyur.
(Bagaimana suara suitan Tuhan?)
11. KITAB ZAKHARIA: Tuhan bersiul.
10:8 Aku akan bersiul memanggil mereka dan Aku akan mengumpulkan mereka, sebab Aku sudah membebaskan mereka, dan jumlah mereka menjadi banyak seperti dahulu.
(Bagaimana bunyi siulan Tuhan?)
12. KITAB YEREMIA: Tuhan mengaum.
25:30. Dan engkau ini, nubuatkanlah segala firman ini kepada mereka. Katakanlah kepada mereka: TUHAN akan menengking dari tempat tinggi dan memperdengarkan suara-Nya dari tempat pernaungan-Nya yang kudus; Ia akan mengaum hebat terhadap tempat penggembalaan-Nya, suatu pekik, seperti yang dipekikkan pengirik-pengirik buah anggur, terhadap segenap penduduk bumi.
(Kapan Tuhan mengaum? Bagaimana bunyinya?)
13. KITAB YESAYA: Tuhan mencukur.
7:20 Pada hari itu dengan pisau cukur yang dipinjam dari seberang sungai Efrat, yakni raja Asyur, Tuhan akan mencukur kepala dan bulu paha, bahkan pisau itu akan melenyapkan janggut juga.
(Hah? Tuhan meminjam pisau cukur? Tuhan mencukur kepala dan bulu paha?)
14. KITAB YEREMIA: Tuhan jemu menyesal.
15:6 Engkau sendiri telah menolak Aku, demikianlah firman TUHAN, telah pergi meninggalkan Aku. Maka Aku mengacungkan tangan-Ku dan membinasakan engkau; Aku sudah jemu untuk merasa sesal.
(Jemu juga rupanya Tuhan menyesal yah?)
15. KITAB 2 SAMUEL: Tuhan naik kerub.
22:11 Ia mengendarai kerub, lalu terbang, dan tampak di atas sayap angin.
(Hebat bisa terbang yah?)
16. KITAB YESAYA: Tuhan meme-kik, mengerang, mengah-mengah, dan megap-megap.
42:13. TUHAN keluar berperang seperti pahlawan, seperti orang perang Ia membangkitkan semangat-Nya untuk bertempur; Ia bertem-pik sorak, ya, Ia meme-kik, terhadap musuh-musuh-Nya Ia membuktikan kepahlawanan-Nya.
42:14. Aku membisu dari sejak dahulu kala, Aku berdiam diri, Aku menahan hati-Ku; sekarang Aku mau mengerang seperti perempuan yang melahirkan, Aku mau mengah-mengah dan megap-megap.
(Bagaimana suara pekikan Tuhan? Bagaimana Tuhan mengerang dan megap-megap?)
* Yesaya 5:26
Ia akan melambaikan panji-panji kepada bangsa yang dari jauh, dan akan bersuit memanggil mereka dari ujung bumi; sesungguhnya mereka akan datang dengan segera, dengan cepat! (Nubuat)
* Yesaya 7:18
Pada hari itu akan terjadi: TUHAN bersuit memanggil lalat yang ada di ujung anak-anak sungai Nil, dan memanggil lebah yang ada di tanah Asyur. (Pemberitaan mengenai Imanuel/ Nubuat)
* Zhakaria 10:8
Aku akan bersiul memanggil mereka dan Aku akan mengumpulkan mereka, sebab Aku sudah membebaskan mereka, dan jumlah mereka menjadi banyak seperti dahulu. (Syair)
* Yeremia 25:30
Dan engkau ini, nubuatkanlah segala firman ini kepada mereka. Katakanlah kepada mereka: TUHAN akan menengking dari tempat tinggi dan memperdengarkan suara-Nya dari tempat pernaungan-Nya yang kudus; Ia akan mengaum hebat terhadap tempat penggembalaan-Nya, suatu pekik, seperti yang dipekikkan pengirik-pengirik buah anggur, terhadap segenap penduduk bumi. (Piala amarah TUHAN atas bangsa-bangsa/ Nubuat)
* Yesaya 42:13
TUHAN keluar berperang seperti pahlawan, seperti orang perang Ia membangkitkan semangat-Nya untuk bertempur; Ia bertem-pik sorak, ya, Ia me-mekik, terhadap musuh-musuh-Nya Ia membuktikan kepahlawanan-Nya. (Puji-pujian tentang penyelamatan/ Syair)
* Yeremia 25:30
Dan engkau ini, nubuatkanlah segala firman ini kepada mereka. Katakanlah kepada mereka: TUHAN akan menengking dari tempat tinggi dan memperdengarkan suara-Nya dari tempat pernaungan-Nya yang kudus; Ia akan mengaum hebat terhadap tempat penggembalaan-Nya, suatu pekik, seperti yang dipekikkan pengirik-pengirik buah anggur, terhadap segenap penduduk bumi. (Piala amarah TUHAN atas bangsa-bangsa/ Nubuat)
* Yeremia 15:6
Engkau sendiri telah menolak Aku, demikianlah firman TUHAN, telah pergi meninggalkan Aku. Maka Aku mengacungkan tangan-Ku dan membinasakan engkau; Aku sudah jemu untuk merasa sesal (Kedasyatan yang ditimbulkan oleh perang/ Siapakah yang menaruh belas kasihan terhadap Yerusalem?, Jenis Ratapan/ Syair/ Nubuat)
Tidak semua kata bermakna harfiah : Makna alegoris. Makna figuratif, metafora, ibarat dan typologi. Kita akan menemukan banyak bahasa alegoris dalam Alkitab.
Demikian juga jika Alqur'an menulis tentang "memakan harta", emangnya harta seperti emas, perak, dan lain-lain itu ditelan?
Tuhan "mengaum" tidak berarti Tuhan jadi macan dulu dan mengaum, bukan?!
Alkitab seringkali menuliskan sebuah pengajaran tidak dengan "letterlig", banyak sekali figuratif-figuratif didalamnya. Jadi tidak selalu dimaksudkan seperti apa adanya menurut arti lahiriah.
Kitab-kitab seperti Ayub, Mazmur, Amsal, Pengkotbah, dan Kidung Agung adalah contoh-contoh kitab yang isinya berbentuk Puisi (poetical) mengungkapkan pergumulan batin manusia dengan Tuhannya yang diutarakan dalam bahasa sastra yang indah. Demikian juga Kitab Yesaya dan Kitab Yeremia banyak menjabarkan kejahatan manusia menyembah illah-illah lain diibaratkan sebagai "perzinahan" yang bersifat rohani, Alkitab menulis "Allah adalah pencemburu" (Ulangan 5:9, Nahum1:1-3 dan ada banyak lagi ayat-ayat sejenis).
Alkitab bisa disebut karya sastra bila nilai nilai kesusasteraannya anda pandang ada. Dan Anda pun bisa memandangnya sebagai buku manual kehidupan spiritual anda bila anda Pengikut Kristus. Anda bisa juga memandangnya sebagai Dongeng atau fabel bila anda tidak yakin isinya.
Apabila memang Tuhan benar-benar bersiul (bukan figuratif tetapi kenyataan), what's wrong guy?! apakah kehendak Tuhan dapat dibatasi oleh kita?, sehingga anda berpendapat "tidak pantas" Allah bersiul. Atau mustinya Tuhan itu "gengsi" untuk bersiul?
Manusia yang paling pinter-pun tidak akan memahami hakikat Tuhan.
Raja Daud menuliskan sebuah doa dhadapan Allah yang Maha Tahu (Mazmur 139), mengungkapkan dengan segala kerendahan hati dihadapan Tuhan yang kuasaNya tidak akan mampu diselami oleh manusia. Dengan bahasa poetical sekali, saya yakin ketika anda membaca ayat ini akan mengerti walaupun banyak memakai istilah yang bermakna alegoris.
17. KITAB HOSEA: Tuhan menyuruh melacur.
3:1. Berfirmanlah Tuhan kepadaku: "Pergilah lagi, cintailah perempuan yang suka bersundal dan berzinah, seperti Tuhan juga mencintai orang Israel, sekalipun mereka berpaling kepada allah-allah lain dan menyukai kue kismis."
(Mungkin pola hidup freesex dasarnya ayat ini yah?)
Dalam pemahaman Yudaisme maupun iman Kristiani ada istilah "PERZINAHAN ROHANI" (yang dijelaskan secara gamblang pada kitab Yehezkiel).
Berpaling dari Allah dan menyembah illah-illah lain adalah merupakan dosa, Allah mengibaratkan hal tersebut dengan "perzinahan". Demikian pula Kitab Hosea yang memuat kisah Nabi Hosea mengandung ajaran-ajaran :
Rumah tangga Nabi Hosea sebagai lambang hubungan bangsa Israel dengan Allah :
a. Istri Hosea (Gomer) yang melakukan perzinahan melambangkan bangsa Israel yang melakukan penyembahan berhala.
Ketidaksetiaan istri Hosea dicatat sebagai gambaran ketidaksetiaan Israel kepada Allah.
Gomer mengejar-ngejar laki-laki lain, sedangkan Israel mengejar-ngejar dewa-dewa/ illah-illah lain; Gomer melakukan zina jasmaniah, sedangkan Israel zina rohani.
b. Hosea sebagai suami yang mengampuni perzinahan istrinya, melambangkan betapa Allah selalu mengampuni kesalahan (penyembahan berhala) bangsa Israel.
----------------
PENJELASAN LANJUT :
Hosea, yang namanya berarti "keselamatan", diperkenalkan sebagai putra Beeri (Hosea 1:1). Kitab Hosea memuat kilasan otobiografis. Pernikahan Hosea yang tragis dalam kitab yang ditulisnya dipadukan sebagai pesan Allah kepada Israel.
Pada saat kitab ini ditulis (715 - 710 SM). Latar belakang sejarah pelayanan Hosea disebutkan sebagai dalam pemerintahan Yerobeam II (755-715 SM) dari Kerajaan Israel (Utara).
Hosea adalah penduduk Kerajaan Israel (utara), bukan Kerajaan Yehuda.
(Setelah kematian Salomo (992 SM.), Kerajaan Israel pecah menjadi 2 bagian : Kerajaan Israel (utara) dengan dengan ibukota Samaria dan Kerajaan Yehuda dengan ibukota Yerusalem selatan sekitar 930 SM).
Semenjak peristiwa pecahnya Kerajaan Israel, para nabi dengan pelbagai cara diutus oleh Allah kepada kedua kerajaan ini. Namun demikian, lagi-lagi banyak yang gagal untuk memperhatikan pesan peringatan yang dikirimkan oleh nabi-nabi ini.
Selanjutnya, Allah menghukum Kerajaan Israel utara, kerajaan itu hancur oleh kekaisaran Asyur sekitar 722 SM. Orang-orang Israel di Kerajaan Israel utara, yang terdiri atas sepuluh dari dua belas suku Israel, dijebloskan ke penjara, dan tidak muncul-kembali dalam lembaran-lembaran sejarah sebagai masyarakat yang bisa diidentifikasi. Peristiwa ini menyebabkan sepuluh suku Israel tersebut punah.
Kerajaan Yehuda di selatan, yang utamanya terdiri atas suku-suku Benjamin dan Yehuda, terus bertahan dalam kondisi yang sangat sulit selama kira-kira lebih dari 150 tahun. Para nabi terus diutus kepada masyarakat ini, tetapi pun mereka tidak mau kembali kepada Allah dan terus “berjinah”, mereka tidak lagi mengikuti ajaran-ajaran sebagaimana ditetapkan dalam perjanjian Musa, hanya sedikit orang saja yang memegang teguh ajaran-ajaran Musa. Oleh karenanya, Allah mengizinkan jatuhnya Kerajaan Yehuda di selatan kepada Kerajaan Babel/Raja Nebukadnezar sekitar (605-586 SM). Banyak orang-orang Israel yang dibuang ke Babel.
Melalui Nabi Ezra, nabi yang setia kepada Allah berusaha mengumpulkan kembali kitab-kitab suci PL menjadi satu unit, dan memulai bentuk ibadah yang dipakai di sinagoge dan mendirikan Sinagoge Besar di Yerusalem.
Inilah yang dimaksud dari kesetiaan Allah itu, Israel sebagai bangsa pilihan tetapi dalam sejarahnya sering meninggalkan Tuhan dan berpaling kepada ilah-ilah lain (perzinahan rohani). Dan menggambarkan Israel seperti seorang perempuan yang bersundal. Tetapi rencana keselamatan kepada umatNya inipun tetap menjadi agenda Allah. Kitab Ezra mencatat bagaimana Allah menggenapi janji nubuat-Nya melalui Yeremia (Ezra 29:10-14) untuk memulihkan orang Yahudi setelah 70 tahun pembuangan dengan membawa mereka kembali ke tanah air mereka (Ezra 1:1).
Dan lain sebagainya.
Keterangan:
** Kitab Keluaran 31:16-17, dapat dikontroversikan dengan firman Allah dalam Al-Qur'an:
QS.2:255. Allah, tidak ada tuhan melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya, Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Mahatinggi lagi Mahabesar.
Sudah dijelaskan diatas, berikut ini penjelasan tambahan :
* Keluaran 31:16-17
31:16 Maka haruslah orang Israel memelihara hari Sabat, dengan merayakan sabat, turun-temurun, menjadi perjanjian kekal.
VESHAMRU VENEI-YISRAEL ET-HASHABAT LAASOT ET-HASHABAT LEDOROTAM BERIT OLAM
31:17 Antara Aku dan orang Israel maka inilah suatu peringatan untuk selama-lamanya, sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, dan pada hari yang ketujuh Ia berhenti bekerja untuk beristirahat."
BEINI UVEIN BENEI YISRAEL OT HIV LEOLAM KI-SHESHET YAMIM ASA YEHOVAH ET-HASHAMAYIM VE'ET-HA'ARETS UVAYOM HASHEVI'I SHAVAT VAYINAFASH
Pertanyaan yang menarik ialah, Mengapa Allah yang tidak "menjadi lelah dan tidak menjadi lesu" (Yesaya 40:28 ) beristirahat?
Jawabnya diberikan dalam Keluaran 20:8-11, yang menyatakan bahwa Allah beristirahat adalah untuk memberikan contoh bagi umatNya. Kata Ibrani untuk istirahat dalam Keluaran 20:11 dan 31:17. Kata-kata itu berbeda, ada arti yang lebih luas mengenai istirahat. Dalam Keluaran 20:11 kata itu adalah nuach, yang memberikan pemikiran ketenangan ketenteraman, kedamaian dan istirahat.
Dalam Keluaran 31:17 kata itu adalah naphash/nafash, yang memberikan pemikiran mengambil hidup-baru, bernapas dengan bebas dan disegarkan. Bila digabungkan, kedua kata istirahat ini menunjukkan lebih dari sekadar istirahat jasmaniah. Sebaliknya, menunjukkan kepada "peremajaan" dan penyegaran yang datang dari persekutuan erat dengan Allah.
Hari Sabat itu adalah suci. Tetapi apakah yang membuatnya demikian? Penting untuk disadari bahwa Sabat tidak menjadi suci sebab umat Allah yang dipilihnya "memeliharanya". Hari Sabat itu suci karena Allah telah menjadikannya demikian. Esessi kesuciannya adalah hadirat Allah. Walaupun Allah hadir bersama kita sepanjang pekan, hari Sabat adalah hari yang dikhususkan Allah untuk bersekutu dengan umat pilihanNya. Yesaya menyebutnya "hari kenikmatan" (Yesaya 58:13). Kata Ibrani oneg bisa diterjemahkan "hari kenikmatan yang sangat indah" - suatu kata yang digunakan di mana saja dalam Perjanjian Lama hanya dalam hubungan dengan minikmati kesenangan kerajaan. Fakta bahwa Allah telah menetapkan kesempatan "kerajaan" untuk persekutuan erat dengan umatNya, menunjukkan betapa Ia mengasihi umatNya, dan betapa pentingnya persekutuan denganNya.
Amin.
38. INJIL ATAU BULLSHIT (LIE) ?
Secara harfiah, arti kata Ibrani Injil* adalah kabar gembira. Beberapa waktu yang lalu, para sarjana alkitabiah1 di United States of America berhasil merekonstruksi peristiwa bersejarah berupa kronologi waktu kompilasi kitab-kitab kanonik yang konon dinamakan Injil. Rekonstruksi tersebut secara ringkas diikhtisarkan sebagai berikut:
Kitab Kanonik / Waktu Kompilasi
Markus/ 65-85 M 2
Matius/80-90 M 3
Lukas/80-110 M 4
Yohanes/85-115 M 5
Yesus, yang konon menjadi actor utama dalam kitab-kitab tersebut, hidup tidak lebih dari tahun 36 M. Asumsi ini didasarkan pada kurun waktu Pontius Pilatus menjadi pejabat gubernur Yudaea dari tahun 26 hingga 36 M. 6 Pontius Pilatus konon menyerahkan Yesus kepada orang-orang Yahudi untuk disalibkan.7
Dengan mengasumsikan bahwa Yesus disalib pada pertengahan masa pemerintahan Pontius Pilatus, atau sekitar tahun 30 M, bahwa waktu kompilasi Kitab Markus sekitar tahun 75 M, dan bahwa waktu kompilasi Kitab Yohanes sekitar tahun 100 M, maka terdapat kurun waktu kira-kira 45 tahun antara waktu penyaliban Yesus dan waktu kompilasi-awal Injil atau kira-kira 70 tahun antara waktu penyaliban Yesus dan waktu kompilasi-akhir Injil.
Bahwa Yesus bangkit dari antara orang mati pada hari ketiga setelah penyalibannya,8 sama sekali tidak dapat dijadikan patokan untuk menghitung kurun waktu kompilasi Injil, oleh karena dasar "kebangkitan-kembali Yesus" ini bukan didasarkan pada apa yang dinamakan fakta ilmiah, tetapi didasarkan pada ayat-ayat yang termaktub di dalam Injil. Bahkan, secara mengejutkan, beberapa kitab apokrif 9 justru membantah tegas penyaliban Yesus, yang berarti tidak ada peristiwa "kebangkitan-kembali Yesus". Karenanya, satu-satunya cara penghitungan kurun waktu kompilasi Injilyang paling tepat adalah dengan menghitungnya dari peristiwa penyaliban yang konon dialami oleh Yesus ini.
Berkenaan dengan waktu kompilasi keempat kitab kanonik, yang diduga umat Kristen sebagai Injil, maka ayat-ayat kitab kanonik berikut ini, yang secara khusus berbicara tentang Injil, patut dipertanyakan:
Kitab Markus:
1:14 Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah,
1:15 kata-Nya: "Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepadaInjil!"
1:38 Jawab-Nya: "Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang."
1:39 Lalu pergilah Ia ke seluruh Galilea dan memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan.
3:14 Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil
8:35 Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya.
10:29 Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya,
13:10 Tetapi Injil harus diberitakan dahulu kepada semua bangsa.
14:9 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia."
16:15 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.
16:20 Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.
Kitab Matius:
4:23 Yesuspun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu.
9:35. Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.
11:1. Setelah Yesus selesai berpesan kepada kedua belas murid-Nya, pergilah Ia dari sana untuk mengajar dan memberitakan Injil di dalam kota-kota mereka.
24:14 Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya."
26:13 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil ini diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia."
Kitab Lukas:
4:43 Tetapi Ia (Yesus) berkata kepada mereka: "Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus."
4:44 Dan Ia memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat di Yudea
8:1. Tidak lama sesudah itu Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia
9:6 Lalu pergilah mereka dan mereka mengelilingi segala desa sambil memberitakan Injil dan menyembuhkan orang sakit di segala tempat
20:1. Pada suatu hari ketika Yesus mengajar orang banyak di Bait Allah dan memberitakan Injil, datanglah imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat serta tua-tua ke situ
PERTANYAAN:
Setelah memperhatikan ayat-ayat Injil di atas dan menimbang kronologi waktu kompilasi Injil, maka:
1. Injilyang bagaimanakah yang diajarkan Yesus kepada manusia pada masa itu?
2. Mengapakah Injil, yang diklaim umat Kristen sebagai Kitab Tuhan, harus ditunggu kedatangannya selama kurun waktu kira-kira 45 hingga 70 tahun setelah kepergian Yesus dari dunia?
3. Bagaimanakah aktivitas keagamaan murid-murid dan para pengikut Yesus sebelum disusunnya Injil? Kitab apakah yang mereka pakai sebagai pedoman aktivitas keagamaan?
Ketiga pertanyaan berstruktur di atas, harus dapat dijelaskan secara logis dan memuaskan oleh umat Kristen berkenaan dengan klaim mereka terhadap keempat kitab kanonik yang diduga sebagai Injil. Jika tidak, maka keempat kitab kanonik: Markus, Matius, Lukas, dan Yohanes, patut mendapat predikat bullshit (lie).10
Kata Injil berasal dari kata "ฮตฯ ฮฑฮณฮณฮตฮปฮนฮฟฮฝ - euaggelion" (Yunani) artinya adalah kabar baik . Kata 'injil' merupakan Arabisasi untuk kata Yunani "ฮตฯ ฮฑฮณฮณฮตฮปฮนฮฟฮฝ - euaggelion" .
Sedangkan Kitab Injil adalah Kitab yang menuliskan tentang kabar baik.
Jadi jikalau Alkitab Perjanjian Baru menuliskan "memberitakan Injil" itu artinya "memberitakan Kabar Baik" (bukan sebagai nama Kitab) :
* Matius 4:23
LAI TB, Yesus pun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu
TR, ฮบฮฑฮน ฯฮตฯฮนฮทฮณฮตฮฝ ฮฟฮปฮทฮฝ ฯฮทฮฝ ฮณฮฑฮปฮนฮปฮฑฮนฮฑฮฝ ฮฟ ฮนฮทฯฮฟฯ ฯ ฮดฮนฮดฮฑฯฮบฯฮฝ ฮตฮฝ ฯฮฑฮนฯ ฯฯ ฮฝฮฑฮณฯฮณฮฑฮนฯ ฮฑฯ ฯฯฮฝ ฮบฮฑฮน ฮบฮทฯฯ ฯฯฯฮฝ ฯฮฟ ฮตฯ ฮฑฮณฮณฮตฮปฮนฮฟฮฝ ฯฮทฯ ฮฒฮฑฯฮนฮปฮตฮนฮฑฯ ฮบฮฑฮน ฮธฮตฯฮฑฯฮตฯ ฯฮฝ ฯฮฑฯฮฑฮฝ ฮฝฮฟฯฮฟฮฝ ฮบฮฑฮน ฯฮฑฯฮฑฮฝ ฮผฮฑฮปฮฑฮบฮนฮฑฮฝ ฮตฮฝ ฯฯ ฮปฮฑฯ
Translit, kai periรชgen en olรช tรช galilaia olรชn tรชn galilaian ho iรชsous didaskรดn en tais sunagรดgais autรดn kai kรชrussรดn to euaggelion tรชs basileias kai therapeuรดn pasan noson kai pasan malakian en tรด laรด
* Markus 1:14
LAI TB, Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah
TR, ฮผฮตฯฮฑ ฮดฮต ฯฮฟ ฯฮฑฯฮฑฮดฮฟฮธฮทฮฝฮฑฮน ฯฮฟฮฝ ฮนฯฮฑฮฝฮฝฮทฮฝ ฮทฮปฮธฮตฮฝ ฮฟ ฮนฮทฯฮฟฯ ฯ ฮตฮนฯ ฯฮทฮฝ ฮณฮฑฮปฮนฮปฮฑฮนฮฑฮฝ ฮบฮทฯฯ ฯฯฯฮฝ ฯฮฟ ฮตฯ ฮฑฮณฮณฮตฮปฮนฮฟฮฝ ฯฮทฯ ฮฒฮฑฯฮนฮปฮตฮนฮฑฯ ฯฮฟฯ ฮธฮตฮฟฯ
Translit, meta de to paradothรชnai ton iรดannรชn รชlthen ho iรชsous eis tรชn galilaian kรชrussรดn to euaggelion tรชs basileias tou theou theou
* Lukas 4:43
LAI TB, Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus."
TR, ฮฟ ฮดฮต ฮตฮนฯฮตฮฝ ฯฯฮฟฯ ฮฑฯ ฯฮฟฯ ฯ ฮฟฯฮน ฮบฮฑฮน ฯฮฑฮนฯ ฮตฯฮตฯฮฑฮนฯ ฯฮฟฮปฮตฯฮนฮฝ ฮตฯ ฮฑฮณฮณฮตฮปฮนฯฮฑฯฮธฮฑฮน ฮผฮต ฮดฮตฮน ฯฮทฮฝ ฮฒฮฑฯฮนฮปฮตฮนฮฑฮฝ ฯฮฟฯ ฮธฮตฮฟฯ ฮฟฯฮน ฮตฮนฯ ฯฮฟฯ ฯฮฟ ฮฑฯฮตฯฯฮฑฮปฮผฮฑฮน
Translit, ho de eipen pros autous hoti kai tais eterais polesin euaggelisasthai me dei tรชn basileian tou theou hoti epi eis touto apestalรชn apestalmai
Jadi ketika Kitab Injil Matius menuliskan Yesus "memberitakan Injil" artinya Yesus "memberitakan Kabar Baik". Jikalau masih binggung anda boleh saja mengganti terjemahan diatas --> kata Injil diganti dengan kata "Kabar-Baik"
Sedangkan Kitab Injil, adalah menulis tentang kabar baik atau tepatnya 'kabar baik perihal Yesus. Istilah ini digunakan untuk menyebut ke-empat kitab awal dalam Alkitab Perjanjian Baru (Injil Kanonik : Matius, Markus, Lukas & Yohanes)
Disebut demikian karena ke-empatnya menceritakan 'Riwayat Hidup Yesus', khususnya 'ke-tiga kitab pertama (Matius, Markus & Lukas) menyorot kehidupan itu dari sudut pandangan yang sama karena itu disebut 'Injil Sinoptis' sedangkan kitab Yohanes melihatnya dari sudut berbeda yaitu sudut ke'Allah'an Yesus
KATA "INJIL" ("ฮตฯ ฮฑฮณฮณฮตฮปฮนฮฟฮฝ - euaggelion") Rujukan Perjanjian Lama :
Dalam Septuaginta (Kitab Suci Yudaisme "Tanakh Ibrani" dalam bahasa Yunani), kata "Kabar Baik" (Ibrani, ืืฉืืจื - BESORAH ) diterjemahkan menjadi ฮตฯ ฮฑฮณฮณฮตฮปฮนฮฟฮฝ - euaggelion.
Contoh Ayat :
* 2 Samuel 4:10
LAI TB, Ketika ada orang yang membawa kabar (baik) {Euaggelizo} kepadaku demikian: Saul sudah mati! dan memandang dirinya sebagai orang yang menyampaikan kabar baik, maka aku menangkap dan membunuh dia di Ziklag, dan dengan demikian aku memberikan kepadanya upah kabarnya {euaggelion}
Septuaginta (LXX), ฮฟฯฮน ฮฟ ฮฑฯฮฑฮณฮณฮตฮนฮปฮฑฯ ฮผฮฟฮน ฮฟฯฮน ฯฮตฮธฮฝฮทฮบฮตฮฝ ฯฮฑฮฟฯ ฮป ฮบฮฑฮน ฮฑฯ ฯฮฟฯ ฮทฮฝ ฯฯ ฮตฯ ฮฑฮณฮณฮตฮปฮนฮถฮฟ (translit: euaggelizo) ฮผฮตฮฝฮฟฯ ฮตฮฝฯฯฮนฮฟฮฝ ฮผฮฟฯ ฮบฮฑฮน ฮบฮฑฯฮตฯฯฮฟฮฝ ฮฑฯ ฯฮฟฮฝ ฮบฮฑฮน ฮฑฯฮตฮบฯฮตฮนtฮฝฮฑ ฮตฮฝ ฯฮตฮบฮตฮปฮฑฮบ ฯ ฮตฮดฮตฮน ฮผฮต ฮดฮฟฯ ฮฝฮฑฮน ฮตฯ ฮฑฮณฮณฮตฮปฮนฮฑ (translit: euaggelia)
* 1 Raja-raja 1:42
LAI TB, Selagi ia berbicara, datanglah Yonatan anak imam Abyatar. Lalu Adonia berkata: "Masuklah, sebab engkau seorang kesatria dan tentulah engkau membawa kabar baik{Euaggelizo}."
LXX, ฮตฯฮน ฮฑฯ ฯฮฟฯ ฮปฮฑฮปฮฟฯ ฮฝฯฮฟฯ ฮบฮฑฮน ฮนฮดฮฟฯ ฮนฯฮฝฮฑฮธฮฑฮฝ ฯ ฮนฮฟฯ ฮฑฮฒฮนฮฑฮธฮฑฯ ฯฮฟฯ ฮนฮตฯฮตฯฯ ฮทฮปฮธฮตฮฝ ฮบฮฑฮน ฮตฮนฯฮตฮฝ ฮฑฮดฯฮฝฮนฮฑฯ ฮตฮนฯฮตฮปฮธฮต ฮฟฯฮน ฮฑฮฝฮทฯ ฮดฯ ฮฝฮฑฮผฮตฯฯ ฮตฮน ฯฯ ฮบฮฑฮน ฮฑฮณฮฑฮธฮฑ ฮตฯ ฮฑฮณฮณฮตฮปฮนฯฮฑฮน (translit: euaggelisai)
2 Raja-raja 7:9
LAI TB, Lalu berkatalah yang seorang kepada yang lain: "Tidak patut yang kita lakukan ini. Hari ini ialah hari kabar baik {euaggelion} , tetapi kita ini tinggal diam saja. Apabila kita menanti sampai terang pagi, maka hukuman akan menimpa kita. Jadi sekarang, marilah kita pergi menghadap untuk memberitahukan hal itu ke istana raja."
LXX, ฮบฮฑฮน ฮตฮนฯฮตฮฝ ฮฑฮฝฮทฯ ฯฯฮฟฯ ฯฮฟฮฝ ฯฮปฮทฯฮนฮฟฮฝ ฮฑฯ ฯฮฟฯ ฮฟฯ ฯ ฮฟฯ ฯฯฯ ฮทฮผฮตฮนฯ ฯฮฟฮนฮฟฯ ฮผฮตฮฝ ฮท ฮทฮผฮตฯฮฑ ฮฑฯ ฯฮท ฮทฮผฮตฯฮฑ ฮตฯ ฮฑฮณฮณฮตฮปฮนฮฑฯ (Translit, euagelias) ฮตฯฯฮนฮฝ ฮบฮฑฮน ฮทฮผฮตฮนฯ ฯฮนฯฯฯฮผฮตฮฝ ฮบฮฑฮน ฮผฮตฮฝฮฟฮผฮตฮฝ ฮตฯฯ ฯฯฯฮฟฯ ฯฮฟฯ ฯฯฯฮน ฮบฮฑฮน ฮตฯ ฯฮทฯฮฟฮผฮตฮฝ ฮฑฮฝฮฟฮผฮนฮฑฮฝ ฮบฮฑฮน ฮฝฯ ฮฝ ฮดฮตฯ ฯฮฟ ฮบฮฑฮน ฮตฮนฯฮตฮปฮธฯฮผฮตฮฝ ฮบฮฑฮน ฮฑฮฝฮฑฮณฮณฮตฮนฮปฯฮผฮตฮฝ ฮตฮนฯ ฯฮฟฮฝ ฮฟฮนฮบฮฟฮฝ ฯฮฟฯ ฮฒฮฑฯฮนฮปฮตฯฯ
Maka disini jelas apa yang dimaksud dengan Kabar-baik {euaggelion} = Injil dengan Kitab Kabar-Baik {euaggelion} atau Kitab Injil dan kapan penggunaannya.
Persoalan-persoalan di atas menjadi semakin kacau dan rumit, oleh karena Paulus Tarsus dalam suratnya yang ke-4 kepada orang-orang di Galatia, mengaku telah menerima Injil bukan dari manusia, tetapi melalui penyataan Yesus secara langsung:
1:11 Sebab aku menegaskan kepadamu, saudara-saudaraku, bahwa Injil yang kuberitakan itu bukanlah injil manusia.
1:12 Karena aku bukan menerimanya dari manusia, dan bukan manusia yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku menerimanya oleh penyataan Yesus Kristus.
Injil yang bagaimanakah yang diterima Paulus dari Yesus ini?
Memang yang dimaksud Rasul Paulus bukanlah Kitab Injil, melainkan kabar baik (ฮตฯ ฮฑฮณฮณฮตฮปฮนฮฟฮฝ - euaggelion), anda boleh saja mengganti kata Injil diatas dengan kata "Kabar Baik" dimana Yesus datang secara pribadi kepada Paulus
Silahkan kaji peristiwa penampakan & pewahyuan kepada Paulus di Kisah 9:1-31
Keterangan:
1. Harus dibedakan pengertian antara "sarjana alkitabiah" dan "penganut Kristen". Seorang "sarjana alkitabiah" belum tentu seorang penganut Kristen, demikian pula sebaliknya, seorang "penganut Kristen" belum tentu seorang sarjana alkitabiah.
2. A) Duncan GB (1971) B) Davies JN (1929a) C) Moffat J (1929) D) Sundberg AC (1971) E) Pherigo LP (1971) F) Asimov I (1969) G) Mack BL (1996) H) Nineham DE (1973) I) Leon Dufour X (1983)
3. A) Duncan GB (1971) B) Sundberg AC (1971) C) Kee HC (1971) D) Leon Dufour X (1983) E) Mack BL (1996) F) Fenton JC (1973)
4. A) Mack BL (1996) B) Asimov I (1969) C) Duncan GB (1971) D) Baird W (1971) E) Sunberg AC (1971)
5. A) Mack BL (1996) B) Duncan GB (1971) C) Shepherd MH (1971) D) Leon Dufour X (1983)
6. A) Josephus F (1988) B) Asimov I (1969) C) Baird W (1971) D) Duncan GB (1971) E) Leon Dufour X (1983)
7. Markus 15:15; Matius 27:26; Lukas 23:25; Yohanes 19:16
8. Markus 16:6; Matius 28:6; Lukas 24:6; Yohanes 20:9
9. Kitab-kitab apokrif Perjanjian Baru yang secara tegas membantah penyaliban Yesus: Barnabas, Dua Kitab Jeus, Wahyu Petrus, Risalah Kedua Set Agung, dan Perbuatan-Perbuatan Yohanes. Kitab-kitab ini merupakan bagian dari 41 kitab apokrif yang dikompilasikan dari sumber-sumber: A) Platt RH, Brett JA (eds) B) Cameron R (1982) C) Pagels E (1979) D) Robinson JM (1990) E) Hennecke E, Schneemelcher W, Wilson RM (1963)
10. Mack BL (1996)
Rujukan:
- Asimov I (1968): Asimov's Guide to the Bible: Volume II. The New Testament. New York, Avon Books.
- Baird W (1971): The gospel according to Luke. Dalam Laymon CM (1971b): The Interpreter's One-Volume Commentary on the Bible. Nashville, Abingdon Press, 1971.
- Cameron R (1982): The Other Gospels: Non-Canonical Gospel Texts. Philadelphia, The Westminster Press.
- Davies JN (1929a): Mark. Dalam Eiselen FC, Lewis E, Downey DG (1929): The Abingdon Bible Commentary. New York, Abingdon-Cokesbury Press.
- Duncan GB (1971): Chronology. Dalam Laymon CM (1971b): The Interpreter's One-Volume Commentary on the Bible. Nashville, Abingdon Press, 1971.
- Fenton JC (1973): Saint Matthew. Baltimore, Penguin Books.
- Hennecke E, Schneemelcher W, Wilson RM (1963): New Testament Apocrypha. Volume I. Gospels and Related Writings. Philadelphia, The Westminster Press.
- Josephus F (1988): Jewish Antiquities. Dalam Majer PL (trans.): Josephus: The Essential Writings. A Condensation of Jewish Antiquities and The Jewish War. Grand Rapids, Kregel Publications.
- Kee HC (1971): The gospel according to Matthew. Dalam Laymon CM (1971b): The Interpreter's One-Volume Commentary on the Bible. Nashville, Abingdon Press, 1971.
- Leon Dufour X (1983): Dictionary of the New Testament. San Francisco, Harper & Row.
- Mack BL (1996): Who Wrote The New Testament?: The Making of the Christian Myth. San Francisco, Harper.
- Moffat J (1929): The formation of the New Testament. Dalam Eiselen FC, Lewis E, Downey DG (1929): The Abingdon Bible Commentary. New York, Abingdon-Cokesbury Press.
- Nineham DE (1973): Saint Mark. Baltimore, Penguin Books.
- Pagels E (1979): The Gnostic Gospels. New York, Random House.
- Pherigo LP (1971): The gospel according to Mark. Dalam Laymon CM (1971b): The Interpreter's One-Volume Commentary on the Bible. Nashville, Abingdon Press, 1971.
- Platt RH, Brett JA (eds): The Lost Books of the Bible and The Forgotten Books of Eden. New York, The World Publishing Co.
- Robinson JM (1990): The Nag Hamadi Library in English. San Francisco, Harper. Nag Hamadi, sebuah wilayah di Mesir, adalah tempat ditemukannya berbagai kitab apokrif dan dokumen-dokumen lainnya yang berhubungan erat dengan gereja Kristen awal (penggalian tahun 1945).
- Shepherd MH (1971): The gospel according to John. Dalam Laymon CM (1971b): The Interpreter's One-Volume Commentary on the Bible. Nashville, Abingdon Press, 1971.
- Sundberg AC (1971): The making of the New Testament canon. Dalam Laymon CM (1971b): The Interpreter's One-Volume Commentary on the Bible. Nashville, Abingdon Press, 1971.
Kontroversi:
* Umat Islam berkeyakinan, bahwa satu-satunya kitab yang secara khusus diwahyukan Allah kepada Yesus untuk disampaikan kepada Bani Israel adalah Injil. Sementara itu, umat Kristen beranggapan, bahwa yang dimaksud dengan Injil adalah empat kitab --dari lebih 45 kitab-- yang menjadi canon Perjanjian Baru: Markus, Matius, Lukas, dan [Yohanes. Klaim mereka didasarkan pada pernyataan pengantar Markus:
1:1. Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah.
Serupa, tetapi berbeda warna.
Kitab Injil bukanlah kitab yang ditulis oleh Yesus Kristus; dan Kitab Injil bukanlah kitab yang didiktekan oleh Allah. Sudah dibahas pada Tanggapan sebelumnya, kutipannya demikian :
KONSEP PENGILHAMAN ALKITAB, ADA KESALAH-PAHAMAN YANG PENTING :
Banyak orang keliru dalam memahami Alkitab, mereka beranggapan bahwa suatu kitab Allah harus berisi wahyu Tuhan yang diturunkan langsung ke dunia. Kitab itu dianggap harus murni seratus persen dari surga tanpa campur tangan manusia; tanpa cacat, tanpa kekurangan, dan tanpa kelemahan sekecil apapun. Dengan alasan Tuhan Maha Sempurna tidak mungkin ada kekurangan sekecil apapun pada firmanNya yang telah ditulisNya di Surga.
Cara Allah yang memberi ilham pada penulisan Alkitab adalah berbeda dengan pewahyuan langsung (tanpa sentuhan manusia). Pengilhaman penulisan Alkitab adalah sebagai berikut :
1. Alkitab bukanlah kumpulan ayat-demi-ayat, yang setiap katanya didiktekan secara langsung dan mutlak oleh Tuhan tanpa sentuhan manusia.
Tuhan-Alkitab tidak mendiktekan FirmanNya dengan cara demikian. FirmanNya yang "dimasukkan" ke dunia dan tinggal di dunia untuk berkomunikasi dengan manusia melalui panca-indera dan nalarnya, ternyata justru memilih unsur-unsusr dunia yang terbatas, seperti: tempat, waktu, budaya dan bahasa-dunia. Bukankah ini dapat diumpamakan dengan orang-tua yang harus membatasi dirinya dan menurunkan tingkat bahasanya ketika ia berbicara dengan seorang anak kecil? Karena Tuhan memilih dan memakai hal-hal yang terbatas, maka Ia pun menggambarkan hakekat keilahianNya dalam batas-batas yang dipilihNya itu. melalui bahasa dan budaya manusia namun dalam hikmat Roh Allah, firmanNya disampaikan kepada manusia (1 Korintus 2:13)
2. Kalimat-kalimat di dalam Alkitab itu tidak seluruhnya berupa perkataan yang disabdakan secara langsung oleh Tuhan, melainkan ada pula berupa kisah-kisah yang ditulis dengan menggunakan tangan penulis, namun semua didasari pada ilham Roh Kudus kepada para penulisnya
Berita kebenaran Alkitab ditulis manusia yang tetap diberi kebebasan untuk menggunakan bakat dan gaya penulisan, huruf dan bahasa mereka masing-masing. Dengan demikian, hasil tulisan setiap penulis terkait dengan budaya dan kepribadian sera pengalamannya.
Namun semuanya telah dituntun oleh Roh Kudus untuk menghasilkan Firman-Nya yang dituangkan secara benar, perlu dan cukup, didalam batas-batas pengertian yang mampu diungkapkan melalui rangkaian abjad dunia yang terbatas. Oleh dorongan Roh Kudus orang-orang yang diilhami itu berbicara atas nama Tuhan (2 Petrus 1:21)
3. Alkitab bahkan tidak memuat seluruh perkataaan mujizat dan perbuatan Allah atau nabiNya selama karya utusanNya dibumi
Mengapa orang tidak mempersoalkan jumlah ayat-ayatNya yang terbatas dalam kitabNya, padahal Firman Allah tidak terbatas dalam segala aspek (segi) dan dimensinya? Mengapa orang emnganggap seluruh ayat-ayat tersaji itu sudah lengkap? Bukankah itu aneh.
Mengenai 'keanehan' yang sering tidak kita sadari, Alkitab menerangkan bahwa kelengkapannya tidak ditentukan oleh mutlaknya jumlah ayat dan pasal hukum untuk menjawab setiap masalah dunia kini dan nanti, melainkan lengkap dalam arti cukup untuk menyampaikan maksud dan kehendak Tuhan untuk menyelamatkan manusia, dan bahwa Yesus Kristus itulah Juru selamatnya. Hal ini tertulis antara lain Yohanes 20:30,31 sebagai berikut :
20:30 Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini,
20:31 tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.
Kitab-kitab Injil juga tidak perlu memuat semua ucapan dan perbuatan Yesus selama Ia tinggal di dunia. Lihat, misalnya Matius 4:23, Yohanes 2:23, Yohanes 16:12 atau Lukas 5:4, yang tidak menuliskan ucapan-ucapan dan perbuatan Yesus pada kitab-kitab Injil tersebut. Namun hal ini tidak mengurangi kebenaran dan kesempurnaan injil, yang telah ditulis supaya kita percaya.
* Yohanes 21:25 :
Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.
4. Dalam banyak hal, Tuhan menyampaikan pesanNya melalui perumpamaan-perumpamaan sederhana. Padahal mustahil perumpamaan-perumpamaan itu dapat menggambarkan secara mutlak kebenaran yang diumpamakan
Yang bisa sempurna menggambarkan sesuaru agaknya hanyalah duplikat atau kembaran atau foto-copy canggih dari gambar aslinya. Mustahil ada perumpamaan yang seratus persen sempurna menyamai rincian-rincian aslinya.
Ketidak sempurnaan ini hanya dapat diartikan bahwa penggambaran dan pengungkapan Firman Tuhan dengan menggunakan perumpamaanpun tidaklah sempurna secara mutlak, kecuali lebih memberikan pemahaman dan pesan-pesan pokok Firman Tuhan
5. Teks, Alkitab saja belum memberikan seluruh makna kebenaran
Alkitab bukan sekadar teks, melainkan Firman Tuhan yang dhidup. Ia bukan hanya pesan yang tersurat melainkan juga tersirat. Bahkan merupakan pesan ilahi yang barudapat dimengerti secara penuh bilamana hati pembacanya diberi pengertian khusus oleh Roh Allajh (devine illumination)
Orang-orang Yahudi, walaupun mengenal Abraham, Musa dan taurat telah ditegur oleh Yesus karena tidak mengenal "bahasanya Taurat", yaitu FirmanNya
" Apakah sebabnya kamu tidak mengerti bahasa-Ku? Sebab kamu tidak dapat menangkap firman-Ku" Yohanes 8:43
Bahkan Petrus dan murid-murid yesus, yang senantiasa bersama Yesus, juga tidak mengerti Kitab Suci sebelum Dia -Sang Pemilik Kitab Suci - membuka pikiran mereka (Lukas 24:44,45). Ini membuktikan, bahwa kebenaran penuhdari Kitab Suci tidak terletak pada kesempurnaan susunan kalimat, kelengkapan jumlah huruf dan semantika teksnya, melainkan pada kelengkapan pengertian yang diberikan oleh Roh Kudus atas teks tersebut.
Yesus berjanji akan memberikan pengertian tersebut kepada mereka yang menyambutNya "Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran" Yohanes 16:13
jadi, itulah keunikan pengilhaman Alkitab. Sekalipun tidak dikerjakan secara langsung dan mutlak-total dengan Tangan Tuhan (secara Robot didiktekan), dan sekalipun tunduk mengikuti segenap keterbatasan duniawi, namun Alkitab cukup sempurna untuk menyaksikan kebenaran Mesias, Anak Tuhan, menyampaikan kehendak Tuhan, memberi hikmat, berkat dan keselamatan bagi umat manusia
Pengetahuan tentang seluruh teks Alkitab dan upaya untuk mempelajarinya secara mendalam sangat penting bagi kehidupan dan pengembangan rohani. Namun bukan hal itu yang menjamin keselamatan seseorang. Alkitab tidak mengenal bahwa dengan makin pintarnya seseorang menemukan dan mengamalkan tradisi dan ayat tersembunyi, akan otomatis menempatkannya lebih berpahala sehingga lebih mudah naik ke surga, ketimbang orang-orang bodoh yang kurang mengetahuinya. Inilah keadilan Tuhan-Alkitab, atas orang-orang yangs ederhana dan yang tidak mampu membaca. mereka tetap dibuat pantas dan disetarakan oleh Tuhan dengan para Ahli Kitab yang bahkan menguasai perngertian seluruh ayat Alkitab yang ada!
Catatan:
Penulisan inisial I pada kata Injil baik dalam Markus 1:1, Galatia 1:11, maupun dalam ayat-ayat kitab kanonik yang konteksnya dinisbahkan ke mulut Yesus, adalah dengan huruf besar. Ini menunjukkan bahwa kata Injil dalam ayat-ayat tersebut tidak dapat diterjemahkan secara harfiah sebagai kabar gembira, tetapi ia bermakna sebagai sebuah kitab.
Sudah dijelaskan diatas bahwa kata 'Kabar-baik' {euaggelion} pun sudah ada dalam Perjanjian Lama (Septuaginta) yang mengarahkan {euaggelion} sebagai kabar baik/ Good Tiding , bukan sebagai 'Kitab' Injil
Dengan demikian harap Anda tidak 'bingung' dengan istilah Injil dan Kitab Injil.
39. JIPLAK-MENJIPLAK DALAM ALKITAB
KITAB 2 RAJA-RAJA 18:13- 37, 19 :1-37
KITAB YESAYA 36:1-22, 27 :1-38
Siapa yang menyalin dan dari siapa? Siapa yang mencuri dan dari siapa? Tidak satupun penulis Perjanjian Lama yang diketahui namanya!
Kitab 2 Raja- raja, menurut penyelidikan ditulis sekitar 560- 550 sM.
Kitab ini lebih bersifat Kronologis- Historis sejarah.
Kitab Yesaya ditulis sekitar 700-680 sM oleh Yesaya sendiri.
Maka Kitab Yesaya itu lebih dahulu ditulis.
Kitab para Nabi termasuk Yesaya yang hidup pada jaman Raja- raja Israel dan Yehuda lebih memberikan pernyataan sejarah dan telologi penting yang tidak terdapat dalam 2 raja- raja mengenai kemerosotan moral kedua bangsa ini. Maka dalam hal- hal tertentu memang ada ayat- ayat yang sama dengan kitab 2 Raja- Raja itu.
Jadi besar kemungkinan ayat yang tertulis di kitab 2 Raja- raja itu mengambil dari Kitab Yesaya.
Kitab Raja-Raja, meskipun penulisnya tidak disebutkan, jelaslah dia seorang nabi merangkap sejarahwan yang terilhamkan untuk merekam kejadian pemerintahan semua raja Israel dan Yehuda dipandang dari sudut perjanjian Allah dengan bangsa Ibrani. Jelas pula penulis kitab raja- raja itu mempergunakan beberapa sumber masukan:
1. Kitab riawayat Salomo ( 1 Raja- raja 11:41),
2. Kitab sejarah raja- raja Israel ( 1 Raja- raja 14:9 misalnya)
3. Kitab sejarah raja- raja Yehuda ( misalnya 1 Raja- raja 14:29)
4. Penulis juga memeriksa tulisan nabi- nabi lain.
Kita memang menghadapi tuduhan yang bermacam-macam, ketika Matius mengutip ayat dalam PL dengan tidak sepenuhnya, penulis diatas mengatakan Matius 'mendistorsi ayat', ketika ada ayat-ayat yang sama persis dengan kitab lain, katanya plagiarisme
40. KANONISASI PERJANJIAN BARU
Injil Sebelum Kanonisasi
Mungkin sangat mengejutkan bagi sebagian besar kaum Kristen jika menyadari bahwa tulisan-tulisan Kristen awal hanya memberi sedikit perhatian kepada kata-kata dan perbuatan-perbuatan Yesus. Misalnya, surat-surat Paulus (Saulus dari Tarsus) hanya memberikan kiasan-kiasan sangat sederhana mengenai Yesus dalam sejarah (historical Jesust). Begitu sederhana, dalam gereja Kristen awal yang menghasilkan literatur Kristen pertama yang dipelihara, yaitu aspek dari gereja awal yang biasanya diidentifikasi sebagai Paulus atau non-Yahudi, Yesus dalam sejarah diidentikkan dengan apa yang diyakini sebagai proses pengilhaman dan pewahyuan yang terus berjalan. Oleh karenanya, apa yang dikatakan, dilakukan, atau diwahyukan oleh Yesus dalam sejarah sama sekali berlebihan. Yang penting adalah bahwa setiap individu bisa mengklaim otoritas ilahi bagi pernyataan-pernyataan dan tulisan-tulisannya, dengan menyeru pada pengilhaman dan pewahyuan yang terus berjalan melalui Yesus yang konon "dibangkitkan-kembali". Kenyataannya, seluruh klaim Paulus terhadap otoritas apostolik (rasuli) didasarkan pada penegasan yang membesarkan diri-sendiri.1 Dengan demikian, injil-injil yang diakui berkaitan dengan kehidupan, sejarah, dan perkataan-perkataan Yesus sebenarnya merupakan perkembangan yang relatif belakangan dalam literatur Kristen awal.2
Biasanya selalu dinyatakan oleh para sarjana alkitabiah bahwa pada awalnya, injil-injil tersebut berupa seni sastra selama perempat terakhir abad pertama Masehi.3 Lebih jauh, hingga kira-kira tahun 130 M, salah seorang Bapa Rasuli, yaitu, Papias, uskup Hierapolis, belum benar-benar menyebut injil sebagai nama.4 Selain itu, bahkan setelah injil-injil itu mulai tampil sebagai satu bentuk karya sastra, injil-injil tersebut tidak sering dikutip sebagai teks otoritatif oleh para pendeta gereja awal. Kenyataannya, selama pertengahan pertama abad ke-2 M, kata-kata yang dianggap berasal dari Yesus sebagaimana dicatat dalam pelbagai macam injil jarang sekali dianggap sebagai teks otoritatif. Baru menjelang akhir perempat ketiga abad ke-2 M, injil-injil tersebut mulai memiliki peran sebagai kitab suci yang otoritatif dalam gereja-gereja Kristen awal.5 Namun, tulisan injil kemudian mulai mengambil bentuk seni sastra, dan ini akhirnya mengarah pada munculnya injil yang sangat banyak. Berikut ini daftar injil-injil yang berhasil diidentifikasi.
DAFTAR INJIL-INJIL SEBELUM KANONISASI6
1. Injil Markus
2. Injil Matius
3. Injil Lukas
4. Injil Yohanes
5. Dialog Sang Juru Selamat
6. Injil Andreas
7. Injil Apelles
8. Injil Bardesanes
9. Injil Barnabas
10. Injil Bartelomeus
11. Injil Basilides
12. Injil Kelahiran Maria
13. Injil Cerinthus
14. Injil Hawa
15. Injil Ebionit
16. Injil Orang-orang Mesir
17. Injil Encratites
18. Injil Empat Wilayah Surgawi
19. Injil Orang-orang Ibrani
20. Injil Hesychius
21. Injil Masa Kecil Yesus Kristus
22. Injil Judas Iskariot
23. Injil Jude
24. Injil Marcion
25. Injil Mani
26. Injil Maria
27. Injil Matthias
28. Injil Merinthus
29. Injil Menurut Kaum Nazaret
30. Injil Nikomedus
31. Injil Kesempurnaan
32. Injil Petrus
33. Injil Philipus
34. Injil Pseudo-Matius
35. Injil Scythianus
36. Injil Tujuh Puluh
37. Injil Thaddaeus
38. Injil Tomas
39. Injil Titan
40. Injil Kebenaran
41. Injil Dua Belas Rasul
42. Injil Valentinus
43. Protevangelion James
44. Injil Rahasia Markus
45. Injil Tomas tentang Masa Kecil Yesus Kristus.
Injil Setelah Kanonisasi
Dua puluh tujuh kitab yang disebut Perjanjian Baru dalam Alkitab merupakan kitab suci yang khusus bagi agama Kristen. Di antara ke-27 kitab ini (buka: Alkitab), salah satunya adalah kitab Wahyu Yohanes, 1 berupa sejarah gereja awal (Kisah Para Rasul), 21 merupakan surat-surat dari jenis yang satu atau lainnya (Paulus dan lainnya), dan 4 disebut sebagai injil (Markus, Matius, Lukas, dan Yohanes). Sangatlah tidak mungkin bahwa ke-27 kitab ini ditulis oleh setiap orang yang memiliki hubungan langsung dengan Yesus,7 meskipun masing-masing dari keempat injil itu memuat sejarah ajaran dan kenabian Yesus.
Sangat mungkin bahwa kanon Perjanjian Baru berkembang secara bertahap selama beberapa abad. Pada awalnya, selama tiga abad pertama dari apa yang disebut era Kristen, tidak ada konsep mengenai kanon yang resmi dan tertutup berkenaan dengan kitab suci Perjanjian Baru. Beragam kitab dipandang sebagai kitab suci bergantung pada kekuatan klaimnya yang menyatakan sendiri bahwa kitab tersebut diwahyukan dari Tuhan. Peredaran dan popularitasnya di berbagai gereja Kristen menentukan kekuatan klaim itu. Akibatnya, apa yang dulunya dianggap sebagai kitab suci di satu tempat tidak lagi selalu dianggap demikian di tempat lain.
Namun demikian, pada awal abad ke-4 M, situasi tersebut mulai berubah. Dalam bukunya Ecclesiastical History, Eusebius Pamphili, uskup Kaisarea pada abad ke-4 M, mengusulkan sebuah kanon kitab suci Perjanjian Baru di mana ia mengabaikan banyak kitab yang sekarang ditemukan dalam Perjanjian Baru. Pada tahun 367 M, Athanasius, uskup Aleksandria, mengedarkan sepucuk surat Orang Timur, yang memasukkan daftar pertama kitab suci Perjanjian Baru yang sesuai dengan Perjanjian Baru sekarang, meskipun hanya beberapa tahun sebelumnya ia telah memperjuangkan Gembala Hermas (The Shepherd of Hermas) sebagai kitab suci yang akurat dan kanonik. Kitab suci Perjanjian Baru kemudian diratifikasi oleh Dewan Hippo tahun 393 M, Sinode Chartage tahun 397 M, dan Dewan Carthagina tahun 419 M. Namun demikian, tidak seluruh gereja Timur sepakat dengan kanon yang diusulkan ini hingga saat ketika terjemahan dalam bahasa Suriah yang kira-kira muncul pada tahun 508 M akhirnya sesuai dengan kanon ini.8
Dengan demikian, memerlukan waktu tiga hingga lima abad untuk mengikuti selesainya kenabian Yesus sebelum gereja-gereja Kristen awal merumuskan kanon akhir yang terdiri atas 27 kitab, yang kini merupakan Perjanjian Baru. Di antara ke-27 kitab ini, Al-Qur'an hanya merujuk pada Injil Yesus; empat injil kanonik agama Kristen pasti bukan merupakan kitab wahyu ini, meskipun mereka memasukkan bagian-bagian dari kitab ini dalam pelbagai catatan mereka mengenai "sabda-sabda" yang konon berasal dari Yesus.
Keterangan:
1. Galatia 1:11-12
2. Sunberg AC (1971)
3. A) Duncan GB (1971) B) Davies JN (1929a) C) Moffat J (1929) D) Sunberg AC (1971) E) Pherigo LP (1971) F) Asimov J (1969) G) Mack BL (1996) H) Nineham DE (1973) I) Leon Dufour X (1983) J) Kee HC (1971) K) Fenton JC (1973) L) Baird W (1971) M) Shepherd MH (1971)
4. Rujukannya adalah kepada Markus, yang dinisbahkan kepengarangannya pada seorang penerjemah Petrus, salah seorang murid Yesus. Penting dinyatakan bahwa rujukan oleh Papias dengan jelas menyatakan bahwa pengarang Markus tidak pernah bertemu dengan Yesus, dan bukan salah seorang pengikut Yesus. Lebih jauh, Papias menyatakan bahwa ia lebih menyukai tradisi-tradisi lisan daripada injil-injil tertulis yang akrab dengannya. (Jerald F. Dirks [2001])
5. Sunberg AC (1971)
6. A) Platt RH, Brett JA (eds) B) Cameron R (1982) C) Pagels E (1979) D) Robinson JM (1990) E) Hennecke E, Schneemelcher W, Wilson RM (1963)
7. A) Laymon CM (1971b) B) Mack BL (1996)
8. Sunberg AC (1971)
Rujukan:
- Asimov I (1968): Asimov's Guide to the Bible: Volume II. The New Testament. New York, Avon Books.
- Baird W (1971): The gospel according to Luke. Dalam Laymon CM (1971b): The Interpreter's One-Volume Commentary on the Bible. Nashville, Abingdon Press, 1971.
- Cameron R (1982): The Other Gospels: Non-Canonical Gospel Texts. Philadelphia, The Westminster Press.
- Davies JN (1929a): Mark. Dalam Eiselen FC, Lewis E, Downey DG (1929): The Abingdon Bible Commentary. New York, Abingdon-Cokesbury Press.
- Duncan GB (1971): Chronology. Dalam Laymon CM (1971b): The Interpreter's One-Volume Commentary on the Bible. Nashville, Abingdon Press, 1971.
- Fenton JC (1973): Saint Matthew. Baltimore, Penguin Books.
- Hennecke E, Schneemelcher W, Wilson RM (1963): New Testament Apocrypha. Volume I. Gospels and Related Writings. Philadelphia, The Westminster Press.
- Jerald F.Dirks (2001): The Cross and The Crescent. Maryland, Amana Publications.
- Kee HC (1971): The gospel according to Matthew. Dalam Laymon CM (1971b): The Interpreter's One-Volume Commentary on the Bible. Nashville, Abingdon Press, 1971.
- Laymon CM (1971b): The Interpreter's One-Volume Comentary on the Bible. Nashville, Abingdon Press, 1971.
- Leon Dufour X (1983): Dictionary of the New Testament. San Francisco, Harper & Row.
- Mack BL (1996): Who Wrote The New Testament?: The Making of the Christian Myth. San Francisco, Harper.
- Moffat J (1929): The formation of the New Testament. Dalam Eiselen FC, Lewis E, Downey DG (1929): The Abingdon Bible Commentary. New York, Abingdon-Cokesbury Press.
- Nineham DE (1973): Saint Mark. Baltimore, Penguin Books.
- Pagels E (1979): The Gnostic Gospels. New York, Random House.
- Pherigo LP (1971): The gospel according to Mark. Dalam Laymon CM (1971b): The Interpreter's One-Volume Commentary on the Bible. Nashville, Abingdon Press, 1971.
- Platt RH, Brett JA (eds): The Lost Books of the Bible and The Forgotten Books of Eden. New York, The World Publishing Co.
- Robinson JM (1990): The Nag Hamadi Library in English. San Francisco, Harper. Nag Hamadi, sebuah wilayah di Mesir, adalah tempat ditemukannya berbagai kitab apokrif dan dokumen-dokumen lainnya yang berhubungan erat dengan gereja Kristen awal (penggalian tahun 1945).
- Shepherd MH (1971): The gospel according to John. Dalam Laymon CM (1971b): The Interpreter's One-Volume Commentary on the Bible. Nashville, Abingdon Press, 1971.
- Sundberg AC (1971): The making of the New Testament canon. Dalam Laymon CM (1971b): The Interpreter's One-Volume Commentary on the Bible. Nashville, Abingdon Press, 1971.
Kanonisasi
Istilah kanon berasal dari bahasa Yunani yang berarti 'tongkat pengukur, standar atau norma'. Secara historis, Alkitab telah menjadi norma yang berotoritas bagi iman dan kehidupan bergereja. Proses pengkanonan ini dilakukan oleh berpuluh-puluh ahli kitab suci dan bahasa yang dengan teliti dan serius memilah-milah banyak tulisan yang dianggap suci untuk menemukan kitab-kitab yang benar-benar suci dan diwahyukan Allah untuk kemudian dijadikan satu.
Tanda-tanda kanonitas meliputi:
- Kitab tersebut ditulis atau disahkan oleh para nabi/rasul.
- Kitab tersebut diakui otoritasnya di kalangan gereja mula-mula.
- Kitab tersebut mengajarkan hal yang selaras dengan kitab-kitab lainnya yang jelas termasuk dalam kanon.
Setelah Tuhan Yesus naik ke surga, belum sebuah kitab pun ditulis mengenai diri dan ajaran-Nya, karena belum dirasa perlu – para saksi mata utama masih hidup. Jadi Injil masih dalam bentuk verbal, lisan; dari mulut ke mulut, oleh para rasul.
Seiring dengan berjalannya waktu, jumlah para saksi mata dan para rasul berkurang, dan semakin banyak ancaman pemberitaan ajaran-ajaran sesat. Pada masa itu banyak ditemukan tulisan-tulisan yang bercorak rohani, yang sebenarnya bukan Firman Allah. Oleh karena itu gereja merasakan pentingnya ditentukan kitab-kitab mana sajakah yang dapat diakui berotoritas sebagai Firman Allah. Kemudian para rasul mulai menuliskan surat-suratnya untuk para jemaat, lalu perlahan-lahan dibuat salinan surat-surat itu untuk berbagai gereja dan salinan itu dibacakan dalam pertemuan gereja (Kolose 4:16;
1 Tesalonika 5:7, Wahyu 1:3). Tulisan-tulisan ini diinspirasikan oleh Allah (2 Petrus 1:20-21; Wahyu 22:18; Efesus 3:5).
Pada waktu yang bersamaan, ada banyak orang-orang yang menulis kitab-kitab tentang Yesus dan surat-surat ke gereja-gereja, yang tidak termasuk kanon. Lambat-laun gereja-gereja mulai jelas mengenai kitab-kitab mana yang diinspirasikan oleh Roh Kudus dan mana yang bukan.
Pada abad ke 2 kanon PB telah lengkap. Hal ini kita ketahui dari:
1. The Old Syriac – terjemahan PB pada abad kedua dalam bahasa Syria. Semua kitab ada, kecuali: 2 Petrus, 2 Yohanes, 3 Yohanes, Yudas, dan Wahyu.
2. Justin Martyr pada tahun 140 M. Semua kitab PB ada, kecuali: Filipi dan 1 Timotius.
3. The Old Latin – sebuah terjemahan sebelum tahun 200 M. Terkenal sebagai Alkitab dari gereja Barat. Semua PB ada, kecuali Ibrani, Yakobus, 1 Petrus dan 2 Petrus.
4. The Muration Canon pada tahun 170 M. Semua PB ada, kecuali: Ibrani, Yakobus, 1 Petrus dan 2 Petrus (sama dengan The Old Latin).
5. Codex Barococcio pada tahun 206 M. Semua kitab PL dan PB ada, kecuali: Ester dan Wahyu.
6. Polycarp pada tahun 150 M pernah mengutip: Matius, Yohanes, sepuluh surat Paulus, 1 Petrus, 1 Yohanes dan 2 Yohanes.
7. Irenaeus (murid Polycarp) pada tahun 170 M. Semua kitab PB ada, kecuali: Filemon, Yakobus, 2 Petrus, dan 3 Yohanes.
8. Origen pada sekitar tahun 230 M menulis daftar kitab-kitab PB, sebagai berikut: ke-4 Injil, Kisah Para Rasul, ke-13 surat-surat Paulus, 1 Petrus, 1 Yohanes dan Wahyu.
9. Eusebius di awal abad ke 4 menyebut semua kitab PB.
10. Pada tahun 367 M dalam Festal Letter yang ditulis oleh Athanasius, Bishop Alexandria, mencantumkan daftar 27 kitab-kitab PB.
11. Jerome pada tahun 382 M, Ruffinua pada tahun 390 M dan Augustine pada tahun 394 M mencatat kanon PB sebanyak 27 kitab.
12. Akhirnya pada tahun 397 M, konsili gereja di Carthago mengesahkan 27 kitab PB.
Gereja sebagai persekutuan orang-orang yang ditebus, yang beriman sungguh-sungguh di dalam Kristus bukan menentukan atau menciptakan kanon, tetapi gereja hanya mengesahkan kitab-kitab yang memiliki tanda kanonitas dan karena itu kitab-kitab tersebut memiliki otoritas dalam gereja.
Tidak ada orang tertentu atau konferensi tertentu yang diadakan untuk menentukan syarat penerimaan sebuah surat atau tulisan ke dalam kanon Perjanjian Baru. Proses pengkanonan berkembang secara alamiah dari saling membandingkan hasil koleksi di kalangan jemaat-jemaat lokal sampai akhirnya secara universal mengakui dan menerima ke-27 kitab Perjanjian Baru sebagai kitab-kitab yang diilhamkan Allah.
Pembagian kitab dalam PB sesuai kanon:
Injil
Terdiri dari empat kitab: Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes. Mencatat tentang kehidupan dan pelayanan Yesus selama di dunia. Matius menekankan Yesus sebagai raja, Markus menekankan Yesus sebagai hamba, Lukas menekankan Yesus sebagai manusia, Yohanes menekankan Yesus sebagai Anak Allah. Meskipun keempat penulis mempunyai penekanan yang berbeda-beda, tetapi tulisan-tulisan mereka satu dengan yang lain tetap harmonis.
Sejarah
Terdiri dari satu kitab, yaitu Kitab Para Rasul. Mencatat perkembangan kekristenan setelah kenaikan Yesus.
Surat-surat
Terdiri dari:
- 14 surat Paulus: Roma, 1 Korintus, 2 Korintus, Galatia, Efesus, Filipi, Kolose, 1 Tesalonika, 2 Tesalonika, 1 Timotius, 2 Timotius, Titus, Filemon, dan Ibrani.
- 7 surat bukan dari Paulus : Yakobus, 1 Petrus, 2 Petrus, 1 Yohanes, 2 Yohanes, 3 Yohanes, dan Yudas.
Demikianlah keempat Injil dan kumpulan Surat-surat Paulus yang telah dipakai di kalangan luas, diumumkan bersifat alkitabiah bersama dengan beberapa tulisan lainnya yang menyatakan diri ditulis oleh para rasul. Baik pembicaraan mengenai ajaran dan yang bersifat ilmu maupun perkembangan, melanjutkan proses pengakuan sampai Kanon itu dilengkapi pada waktu perwujudan intelektual dan kegirangan dari umat Kristen pada abad 4-5. Tiga patokan dipakai, baik pada abad 2 atau 4, guna meneguhkan bahwa dokumen-dokumen tertulis itu mewujudkan laporan yang benar dari suara dan amanat kesaksian para rasul.
Pertama, mengkaitkannya dengan para rasul; ini tidak berlaku bagi semuanya, misalnya Markus dan Lukas diterima sebagai hasil karya orang-orang yang erat hubungannya dengan para rasul.
Kedua, pemakaian oleh gereja-gereja, yaitu pengakuan oleh gereja membimbing atau oleh sebagian besar gereja. Karena patokan ini banyak itab Apokrifa ditolak, beberapa barangkali tidak berbahaya dan bahkan erisi tradisi asli dari kata-kata Yesus, lebih banyak lagi yang hanya iksi saja, tapi tidak ada yang ditolak yang diakui oleh sebagian besar gereja.
Ketiga, kesesuaian dengan ukuran-ukuran ajaran yang sehat; atas dasar ini Injil keempat mula-mula diragukan tapi akhirnya diterima; atau (sebaliknya) Gospel of Peter dilarang oleh Serapion dari Antiokhia karena kecenderungannya kepada doketisme, sekalipun tuntutannya sudah ditulis oleh rasul.
Demikianlah sejarah perkembangan kanonik kitab Perjanjian Baru itu menunjukkan, bahwa Kanon adalah kumpulan kitab-kitab yang dikaitkan dengan rasul-rasul atau dengan murid-murid mereka, yang oleh gereja pada keempat abad pertama dipandang benar, karena kitab-kitab itu mampu memberitakan dan merumuskan ajaran para rasul, sehingga dipandang cocok bagi pengajaran umum dalam kebaktian kepada Allah. Jikalau ini dimengerti dengan pertumbuhannya yang bertahap dan keanekaan sifat Kanon itu, dapat diketahui mengapa dahulu dan sekarang ada persoalan-persoalan dan ada keraguan terhadap karya-karya tertentu yang dimasukkan ke dalamnya. Karena menganggap ketiga patokan itu memadai, maka umat Kristen Protestan kini tidak mendapatkan alasan untuk menolak keputusan-keputusan angkatan-angkatan terdahulu, dan karena itu menerima Perjanjian Baru sebagai suatu laporan lengkap dan berwibawa dari pernyataan Ilahi sesuai yang diumumkan sejak zaman kuno oleh orang-orang terpilih, yang penuh penyerahan dan yang diilhami.
41. KEBOHONGAN NATAL 25 DESEMBER
SEJARAH NATAL
Kata natal berasal dari bahasa Latin yang berarti lahir. Secara istilah Natal berarti upacara yang dilakukan oleh orang Kristen untuk memperingati hari kelahiran Isa Al Masih - yang mereka sebut Tuhan Yesus.
Peringatan Natal baru tercetus antara tahun 325 - 354 oleh Paus Liberius, yang ditetapkan tanggal 25 Desember, sekaligus menjadi momentum penyembahan Dewa Matahari, yang kadang juga diperingati pada tanggal 6 Januari, 18 Oktober, 28 April atau 18 Mei. Oleh Kaisar Konstantin, tanggal 25 Desember tersebut akhirnya disahkan sebagai kelahiran Yesus (Natal).
Kelahiran Yesus Menurut Bibel
Untuk menyibak tabir Natal pada tanggal 25 Desember yang diyakini sebagai Hari Kelahiran Yesus, marilah kita simak apa yang diberitakan oleh Bibel tentang kelahiran Yesus sebagaimana dalam Lukas 2:1:8 dan Matius 2:1, 10, 11 (Markus dan Yohanes tidak menuliskan kisah kelahiran Yesus).
Memang tidak pernah ada tertulis bahwa Yesus lahir pada tanggal 25 Desember, tetapi catatan tentang kelahiran Yesus pada kitab Lukas dan Matius tidak bertentangan.
Pada masa Yesus lahir seluruh wilayah palestina dalam kekuasaan Romawi yang kala itu kaisarnya adalah Kaisar Agustus. Sedangkan Herodes adalah raja wilayah Palestina (wilayah Yudea), tetapi dibawah pengawasan Romawi.
Lukas 2:1-8:
Pada waktu itu Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendaftarkan semua orang di seluruh dunia.
Inilah pendaftaran yang pertama kali diadakan sewaktu Kirenius menjadi wali negeri di Siria. Maka pergilah semua orang mendaftarkan diri, masing-masing di kotanya sendiri.
Demikian juga Yusuf pergi dan kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem, karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud-supaya didaftarkan bersama-sama dengan Maria, tunangannya yang sedang mengandung.
Ketika mereka disitu tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya didalam palungan, karena tidak ada tempat yang bagi mereka di rumah penginapan.
Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam.
Jadi, menurut Bibel, Yesus lahir pada masa kekuasaan Kaisar Agustus yang saat itu sedang melaksanakan sensus penduduk (7 M = 579 Romawi). Yusuf, tunangan Maryam Ibu Yesus berasal dari Betlehem, maka mereka bertugas ke sana, dan lahirlah Yesus Betlehem, anak sulung Maria. Maria membungkusnya dengan kain lampin dan membaringkannya dalam palungan (tempat makanan sapi, domba yang terbuat dari kayu). Peristiwa itu terjadi pada malam hari dimana gembala sedang menjaga kawanan ternak mereka di padang rumput.
Menurut Matius 2:1, 10, 11:
Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman Herodus, datanglah orang-orang Majus dari Timur ke Yerusalem. Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersuka citalah mereka. Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat anak itu bersama Maria, ibunya.
Jadi menurut Matius, Yesus lahir dalam masa pemerintahan raja Herodus yang disebut Herodus Agung yang memerintahkan tahun 37 SM - 4 M (749 Romawi), ditandai dengan bintang-bintang yang terlihat oleh orang-orang Majusi dari Timur.
Cukup jelas pertentangan kedua Injil tersebut (Lukas 2:1-8 dan Matius 2:1, 10, 11) dalam menjelaskan kelahiran Yesus. Namun begitu keduanya menolak kelahiran Yesus tanggal 25 Desember. Penggambaran kelahiran yang ditandai dengan bintang-bintang di langit dan gembala yang sedang menjaga kawanan domba yang dilepas bebas di padang rumput beratapkan langit dengan bintang-bintangnya yang gemerlapan, menunjukkan kondisi musim panas sehingga gembala berdiam di padang rumput dengan domba-domba mereka pada malam hari untuk menghindari sengatan matahari. Sebab jelas 25 Desember adalah musim dingin. Sedang suhu udara di kawasan Palestina pada bulan Desember itu sangat rendah sehingga salju merupakan hal tidak mustahil.
Bagi yang memiliki wawasan luas, hati terbuka dan lapang dalam mencari kebenaran, kitab suci Al Qur'an telah memberikan jawaban tentang kelahiran Yesus (Isa alaihissalam).
"Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (Maryam) bersandar pada pangkal pohon kurma, ia berkata: "Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti, lagi dilupakan". Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: "Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai dibawahmu (untuk minum). Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu". (Surat Maryam: 23-25).
Jadi menurut Al Qur'an Yesus dilahirkan pada musim panas disaat pohon-pohon kurma berbuah dengan lebatnya. Untuk itu perlu kita cermati pendapat sarjana Kristen Dr. Arthus S. Peak, dalam Commentary on the Bible - seperti dikutip buku Bible dalam Timbangan oleh Soleh A. Nahdi (hal 23) : Yesus lahir dalam bulan Elul (bulan Yahudi), bersamaan dengan bulan: Agustus - September.
Sementara itu Uskup Barns dalam Rise of Christianity - seperti juga dikutip oleh Soleh A. Nahdi berpendapat sebagai berikut:
There is, moreover, no authority for the belief than December 25 was the actual birthday of Jesus. If we can give any credence to the bith-story of Luke, with the shepherds keeping watch by night in the fields near Bethlehem, the birth of Jesus did not take place in winter, when the night temperature is so law in the hill country of judea that snow is not uncommon. After much argument our christmas day seems to have been accepted about A.D. 3000.
(Kepercayaan, bahwa 25 Desember adalah hari lahir Yesus yang pasti tidak ada buktinya. Kalau kita percaya cerita Lukas tentang hari lahir itu dimana gembala-gembala waktu malam menjaga di padang di dekat Behtlehem, maka hari lahir Yesus tentu tidak di musim dingin di saat suhu di negeri pengunungan Yudea amat rendah sekali sehingga salju merupakan hal yang tidak mustahil. Setelah terjadi banyak perbantahan tampaknya hari lahir tersebut diterima penetapannya kira-kira tahun 200 Masehi).
Pada Tahun Berapa Yesus Lahir?
Umat Kristen beranggapan bahwa Yesus dilahirkan pada tahun I, karena penanggalan Masehi yang dirancang oleh Dionysius justru dibuat dan disesuaikan dengan tahun kelahiran Yesus. Namun Injil Lukas 2:1 (sudah dikutip sebelumnya) menyatakan Yesus lahir dalam masa pemerintahan Kaisar Agustus, jadi antara tahun 27 Sebelum Masehi - 14 Sesudah Masehi.** Sedangkan Matius 2:1 (juga telah dikutip) menyatakan Yesus lahir dalam masa pemerintahan raja Herodes Agung: tahun 37 Sebelum Masehi - 4 sesudah Masehi.
Ternyata antara pemahaman yang beredar di kalangan umat Kristen tentang kelahiran Yesus dengan berita yang disampaikan oleh Injil, Lukas maupun Matius, tidaklah menunjukkan suatu kepastian, sehingga ilmuwan-ilmuwan mereka ada yang menyatakan Yesus lahir tahun 8 Sebelum Masehi, tahun 6 Sebelum Masehi, tahun 4 sesudah masehi. Antara lain kita kutip buku tulisan rev. Dr. Charles Franciss Petter, MA., B.D., S.T.M. yang berjudul The Lost Years of Jesus Revealed hal 119 sebagai berikut:
In the nineteehnt century, when it became evident and was finally admitted that Herod died in the year 4 B.C. and it was recalled that, according to story in Matthew's Gospel (2:16), King Herod, in order to eliminate little Jesus as a possible "King of the Jews", had ordered all infants of two years old and under to be killed, the birth-date of Jesus 0bviously had to be moved back to 4 B at least. Today, scholars prefer 5 to 6 B as the date best accomodating the indonsistent and even cont5radictory traditions, legens, and gospels, although some historians push the date back to 8 and 10 b.C. The problem of the correct dating of Jesus' birth, life, and death has now been raised again (due to several statemensin these Essence Scrolls) along with the related question on the deity.
(Pada abad ke-19 setelah terbukti dan akhirnya diajui bahwa Herodes telah mati 4 tahun sebelum masehi dan setelah ditetapkan, bahwa menurut cerita Matius (2:16) raja Herodes memerintahkan pembunuhan kanak-kanak umur/dibawah umur dua tahun untuk membinasakan Yesus yang masih bayi yang katanya bakal jadi raja orang-orang Yahudi, maka jelaslah tanggal lahir Yesus harus digeser ke belakang, paling sedikit 4 tahun sebelum masehi. Masa kini para sarjana lebih condong menggeserkan tanggal lahirnya Yesus itu 5 sampai 6 tahun ke belakang tahun Masehi. Kesulitan menentukan tanggal kelahiran Yesus, kehidupannya dan kematiannya terpaksa ditimbulkan kembali karena adanya keterangan-keterangan yang banyak terdapat dalam gulungan-gulungan Essene (yang terdapat di gua Qamran) malah soal-soal yang berhubungan dengan ketuhanannya juga harus dibangkitkan kembali).
Jadi sampai hari inipun tidak ada kejelasan tahun berapa Yesus dilahirkan.
Tuduhan kontradiksi diatas saya rangkum sbb :
Menurut Injil Lukas 2:1-8 Yesus lahir pada masa kekuasaan Kaisar Agustus yang saat itu yang sedang melaksanakan sensus penduduk (7M=579 Romawi).
Menurut Matius 2:1,10,11 yesus lahir dalam masa pemerintahan raja Herodus yang disebut Herodus Agung yang memerintah tahun 37 SM-4 M (749 Romawi)
jawabannya demikian :
Ada sensus yang pertama dilaksanakan dalam masa pemerintahan Kaisar Agustus yaitu pada tahun 4SM :
SENSUS KIRENIUS :
Pada masa-masa dulu, kejanggalan catatan sejarah ini menjadi masalah bagi peneliti Alkitab. Meskipun demikian belum lama ini ditemukan tulisan kuno yang mengungkapkan bahwa terdapat nama Kirenius menduduki jabatan DUA KALI sebagai Prokonsul Siria.
Injil Lukas, menjelaskan bahwa pendaftaran yang dimaksud adalah pendaftaran (sensus) "pertama kali" yaitu tahun 4SM.
Seorang arkeologis terkemuka bernama Jerry Vardaman telah menemukan sebuah koin dengan nama Kirenius di atasnya. Ini menunjuk Kirenius sebagai prokonsul Siria dan Kilikia dari tahun 11 SM sampai dengan setelah kematian Herodes.
Dengan demikian maka ada 2 nama Kirenius:
Satu yang memerintah hingga 4 SM, dan satu lagi yang memerintah setelah 6 M.
Ada kemungkinan Kirenius adalah orang yang sama, ada kemungkinan juga adalah 2 orang yang bernama sama.
Suatu hal yang biasa bila banyak orang memiliki nama Roma yang sama. Namun periode masa jabatan Kirenius tersebut sudah bisa membuktikan bahwa sensus yang dimaksudkan dalam Injil Lukas ini pasti berlangsung selama pemerintahan Kirenius yang lebih awal.
Jadi, yang dimaksudkan dalam Lukas 2 adalah Pendaftaran/Sensus pada tahun 4 S.M. yang umumnya dikenal sebagai tahun kelahiran Yesus, sehingga tidak ada konflik dengan kisah orang Majus dan Raja Herodes dalam Injil Matius.
Sumber : Lee Strobel, Pembuktian Atas Kebenaran Kristus, Penerbit Gospel Press
Asal usul Perayaan Natal 25 Desember
Perintah untuk menyelenggarakan peringatan Natal tidak ada dalam Bibel dan Yesus tidak pernah memberikan contoh ataupun memerintahkan pada muridnya untuk menyelenggarakan peringatan kelahirannya.
Perayaan Natal baru masuk dalam ajaran Kristen Katolik pada abad ke 4 M. Dan peringatan inipun berasal dari upacara adat masyarakat penyembah berhala. Dimana kita ketahui bahwa abad ke-1 sampai abad ke-4 M dunia masih dikuasai oleh imperium romawi yang paganis politheisme.
Ketika Konstantin dan rakyat Romawi menjadi penganut agama Katholik, mereka tidak mampu meninggalkan adat/budaya pagannya, apalagi terhadap pesta rakyat untuk memperingati hari Sunday (sun = matahari; day = hari) yaitu kelahiran Dewa Matahari tanggal 25 Desember.
Maka supaya agama Katholik bisa diterima dalam kehidupan masyarakat Romawi diadakanlah sinkretisme (perpaduan agama-budaya/penyembahan berhala), dengan cara menyatukan perayaan kelahiran Sun of God (Dewa Matahari) dengan kelahiran Son of God (Anak Tuhan = Yesus).
Maka pada konsili tahun 325, Konstantin memutuskan dan menetapkan tanggal 25 Desember sebagai hari kelahiran Yesus. Juga diputuskan: Pertama, hari Minggu (Sunday = hari matahari) dijadikan pengganti hari Sabat yang menurut hitungan jatuh pada Sabtu. Kedua, lambang dewa matahari yaitu sinar yang bersilang dijadikan lambang Kristen. Ketiga, membuat patung-patung Yesus, untuk menggantikan patung Dewa Matahari.
Sesudah Kaisar Konstantin memeluk agama Katolik pada abad ke-4 Masehi, maka rakyat pun beramai-ramai ikut memeluk agama Katholik. Inilah prestasi gemilang hasil proses sinkretisme Kristen oleh Kaisar Konstantin dengan agama paganisme politheisme nenek moyang.
Demikian asal-usul Christmas atau Natal yang dilestarikan oleh orang-orang Kristen di seluruh dunia sampai sekarang.
Darimana kepercayaan paganis politheisme mendapat ajaran tentang Dewa Matahari yang diperingati tanggal 25 Desember?
Mari kita telusuri melalui Bibel maupun sejarah kepercayaan paganis yang dianut oleh bangsa Babilonia kuni di dalam kekuasaan raja Nimrod (Namrud).
H.W. Armstrong dalam bukunya The Plain Truth About Christmas, Worldwide Church of God, California USA, 1994, menjelaskan:
Namrud cucu Ham. Anak nabi Nuh adalah pendiri sistem kehidupan masyarakat Babilonia kuno. Nama Nirod dalam bahasa Hebrew (Ibrani) berasal dari kota "Marad" yang artinya: "Dia membangkang atau Murtad" antara lain dengan keberaniannya mengawini ibu kandungnya sendiri bernama "Semiramis".
Namun usia Namrud tidak sepanjang ibu sekaligus istrinya. Maka setelah Namrud mati Semiramis menyebarkan ajaran, bahwa roh Namrud tetap hidup selamanya, walaupun jasadnya telah mati. Maka dibuatlah olehnya perumpamaan pohon "Evergreen" yang tumbuh dari sebatang kayu mati.
Maka untuk memperingati kelahirannya dinyatakan bahwa Namrud selalu hadir di pohon Evergreen dan meninggalkan bingkisan yang digantungkan di ranting-ranting pohon itu. Sedangkan kelahiran Namrud dinyatakan tanggal 25 Desember. Inilah asal-usul pohon Natal.
Lebih lanjut Semiramis dianggap sebagai "Ratu Langit" oleh rakyat Babilonia, kemudian Namrud dipuja sebagai "anak suci dari surga".
Putaran jaman menyatakan bahwa penyembah berhala versi Babilonia ini berubah menjadi "Mesiah palsu", berupa dewa "Ba-al" anak dewa matahari dengan obyek penyembahan "Ibu dan Anak" (Semiramis dan Namrud) yang lahir kembali. Ajaran tersebut menjalar ke negara lain: Di Mesir berupa "Isis dan Osiris", di Asia bernama "Cybele dan Deoius", di Roma disebut "Fortuna dan Yupiter". Bahkan di Yunani, "Kwan Im" di China, Jepang, dan Tibet, India, Persia, Afrika, Eropa, dan Meksiko juga ditemukan adat pemujaan terhadap dewa "Madonna" dan lain-lain.
Dewa-dewa berikut dimitoskan lahir pada tanggal 25 Desember, dilahirkan oleh gadis perawan (tanpa bapak), mengalami kematian (salib) dan dipercaya sebagai Juru Selamat (Penebus Dosa).
1. Dewa Mithras (Mitra) di Iran, yang juga diyakini dilahirkan dalam sebuah gua dan mempunyai 12 orang murid. Dia juga disebut sebagai Sang Penyelamat, karena ia pun mengalami kematian, dan dikuburkan, tapi bangkit kembali. Kepercayaan ini menjalar hingga Eropa. Konstantin termasuk salah seorang pengagum sekaligus penganut kepercayaan ini.
2. Apollo, yang terkenal memiliki 12 jasa dan menguasai 12 bintang/planet.
3. Hercules yang terkenal sebagai pahlawan perang tak tertandingi.
4. Ba-al yang disembah orang-orang Israel adalah dewa penduduk asli tanah Kana?an yang terkenal juga sebagai dewa kesuburan.
5. Dewa Ra, sembahan orang-orang Mesir Kuno; kepercayaan ini menyebar hingga ke Romawi dan diperingati secara besar-besar dan dijadikan sebagai pesta rakyat.
Demikian juga Serapsis, Attis, Isis, Horus,Adonis, Bacchus, Krisna, Osiris, Syamas, Kybele dan lain-lain. Selain itu ada lagi tokoh/pahlawan pada suatu bangsa yang oleh mereka diyakini dilahirkan oleh perawan, antara lain Zrates (Bangsa Persia) dan Fo Hi (Bangsa China). Demikian pula pahlawan-pahlawan Helenisme: Agis, Celomenes, Eunus, Solulus, Aristonicus, Tibarius, Grocesus, Yupiter, Minersa, Easter.
Jadi, konsep bahwa Tuhan itu dilahirkan seorang perawan pada tanggal 25 Desember, disalib/dibunuh kemudian dibangkitkan, sudah ada sejak zaman purba.
Konsep/dogma agama bahwa yesus adalah anak Tuhan dan bahwa Tuhan mempunyai tiga pribadi, dengan sangat mudahnya diterima oleh kalangan masyarakat Romawi karena mereka telah memiliki konsep itu sebelumnya. Mereka tinggal mengubah nama-nama dewa menjadi Yesus. Maka dengan jujur Paulus mengakui bahwa dogma-dogma tersebut hanyalah kebohongan yang sengaja dibuatnya. Kata Paulus kepada jemaat di Roma.
Tetapi jika kebesaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliannya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa ? (Roma 3:7).
Mengenai kemungkinan terjadinya pendustaan itu. Yesus telah mensinyalir lewat pesannya:
Jawab Yesus kepada mereka: Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu! Sebab banyak orang akan datang dengan memakai namaku dan berkata Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang?. (Matius 24:4-5).
Pandangan Bibel Tentang Upacara Natal
Untuk mengetahi pandangan Bibel tentang perayaan Natal yang diwarisi dari tradisi paganisme, baiklah kita telaah Yeremia 10:2-4:
"Beginilah firman Tuhan: "Janganlah biasakan dirimu dengan tingkah langkah bangsa-bangsa, janganlah gentar terhadap tanda-tanda di langit, sekalipun bangsa-bangsa gentar terhadapnya. Sebab yang disegani bangsa-bangsa adalah kesia-siaan. Bukankah berhala itu pohon kayu yang ditebang orang dari hutan, yang dikerjakan dengan pahat oleh tangan tukang kayu? Orang memperindahnya dengan emas dan perak, orang memperkuatnya dengan paku dan palu supaya jangan goyang."
Demikianlah pandangan Bibel tentang upacara Natal, yaitu melarang orang Kristen mengikuti kebiasaan bangsa-bangsa penyembah berhala.
Selanjutnya mari kita simak penjelasan dalam Yeremia 10:5:
"Berhala itu sama seperti orang-orangan di kebun mentimun. Tidak dapat berbicara, orang harus mengangkatnya, sebab tidak dapat melangkah. Janganlah takut kepadanya, sebab berhala itu tidak dapat berbuat jahat, dan berbuat baik pun dia tidak dapat."
Sumber-sumber Kristen yang Menolak Natal
1. Catholic Encyclopedia, edisi 1911 tentang Chrismas:
"Natal bukanlah upacara gereja yang pertama ... melainkan ia diyakini berasal dari Mesir, perayaan yang diselenggarakan oleh para penyembah berhala dan jatuh pada bulan Januari, kemudian dijadikan hari kelahiran Yesus."
Dalam buku yang sama, tentang "Natal Day" dinyatakan sebagai berikut:
"Di dalam kitab suci tidak ada seorangpun yang mengadakan upacara atau menyelenggarakan perayaan untuk merayakan hari kelahiran Yesus. Hanyalah orang-orang kafir saja (seperti Fir'aun dan Herodes) yang berpesta pora merayakan hari kelahirannya ke dunia ini."
2. Encyclopedia Britanica, edisi 1946 menyatakan:
"Natal bukanlah upacara gereja abad pertama, Yesus Kristus atau para muridnya tidak pernah menyelenggarakannya, dan Bible juga tidak pernah menganjurkannya. Upacara ini diambi oleh gereja dari kepercayaan kafir penyembah berhala.'
3. Encyclopedia Americana, edisi tahun 1944, menyatakan:
"Menurut para ahli, pada abad-abad permulaan, Natal tidak pernah dirayakan oleh umat Kristen. Pada umumnya umat Kristen hanya merayakan hari kematian orang-orang terkemuka saja, dan tidak pernah merayakan hari kelahiran orang tersebut". (Perjamuan Suci, yang termaktub dalam kitab Perjanjian Baru hanyalah untuk mengenang kematian Yesus Kristus) ... Perayaan Natal yang dianggap sebagai hari kelahiran Yesus, mulai diresmikan pada abad ke-4 M. Pada abad ke-5 M, Gereja Barat memerintahkan kepada umat Kristen untuk merayakan hari kelahiran Yesus, yang diambil dari hari pesta bangsa Roma yang merayakan hari "Kelahiran Dewa Matahari". Sebab tidak seorangpun mengetahui hari kelahiran Yesus."
Keterangan:
** Jika kita menerima keterangan Injil Lukas, maka Yesus dilahirkan pada tahun 2 Sebelum Masehi. Hal ini didasarkan pada keterangan Injil Lukas yang menempatkan pembaptisan Yesus pada tahun ke-15 pemerintahan Kaisar Roma Tiberius, dan saat Pontius Pilatus menjadi pejabat gubernur Yudaea (Lukas 3:1), dan bahwa Kaisar Tiberius menggantikan Kaisar Agustus pada tahun 14 Masehi,* maka Yesus dibaptis oleh Yohanes Pembaptis pada tahun 29 Masehi, yakni ketika Yesus berumur kira-kira 30 tahun (Lukas 3:23). Ini berarti, Yesus dilahirkan pada tahun 2 Sebelum Masehi.
Rujukan:
* A) Josephus F (1998) B) Asimov I (1969) C) Braid W (1971) D) Duncan GB (1971) E) Leon-Dufour X (1983) F) Jerald F. Dirks (2001).
Tidak ada kewajiban bagi orang Kristen untuk merayakan natal. Tidak ada anjuran/keharusan untuk merayakan hari lahir, ini hanya bagian dari tradisi (terutama kebudayaan barat). Tidak merayakannya-pun tidak berarti melanggar peraturan.
Umat Kristen yang merayakan Natal, mereka beribadah kepada Tuhan, bukan kepada dewa-dewa berhala, bukan pula kepada Mithra seperti yang anda tuduhkan diatas.
Istilah ‘Christmas’? Istilah ini berasal kata ‘Cristes Maesse’ yang berarti ‘misa Kristus.’
Sejak berabad-abad lalu, orang Kristen sadar asal muasal perayaan Natal. Ini bukan hal baru, tapi orang cenderung tidak mau repot dengan menanyakan, mengapa masih merayakan Natal. Ini juga menyangkut masalah hati, apakah waktu merayakan Natal orang Kristen merasa merayakan perayaan berhala atau bukan? Apakah ia merasa memuliakan Kristus atau bukan?
Terlebih masa kini umat Kristen tidak ada yang mengkaitkan hari Natal dengan hari dewa Matahari, tidak ada penyembahan atau apapun yang berkaitan dengan paganisme matahari dalam perayaan natal orang-orang Kristen. Karena Kristus-lah yang menjadi center-nya.
Memang tidak ada tertulis dalam Alkitab Yesus lahir pada tanggal 25 Desember.
Tanggal 25 Desember umat Kristen secara umum merayakan hari Natal pada salah satu hari di bulan Desember sampai Januari demi keseragaman
Ada banyak aliran Kristen yang tidak merayakan natal. Aliran tertentu memandangnya berbeda, seperti Kristen Orthodox dan Advent, perlu dimengerti sebagaimana agama ISLAM, agama Kristenpun terbagi dalam beberapa aliran, ini disebabkan karena "Perbedaan tafsir terhadap ayat-ayat suci dan bentuk atau cara ritual yang berbeda", tapi yang pasti mereka mengakui Yesus sebagai Tuhan dan pernah lahir ke dunia.
Mengenai Christmas; Sebenarnya perayaan ini tidak hanya dirayakan secara "religius" oleh umat Kristiani.
Orang-orang yang bukan Kristen di Jepang, orang dari Negara Komunis di China dan lain-lain mereka pun merayakan Christmas sebagai hari raya untuk bersenang-senang. Bahkan Christmas di seluruh dunia banyak digunakan sebagai "marketing tools". Di Malaysia, negara Muslim terakhir saya kesana pada saat menjelang natal; Mall, Dept Store, Restaurant dimana-mana didekor sedemikian rupa untuk menarik minat customer dan turis, walaupun mereka bukan orang Kristen.
Ini karena mereka juga tahu bahwa Christmas hanyalah tradisi, bukan perintah yang tertulis dalam Alkitab.
Saya melihat segi positifnya saja, dengan Christmas banyak orang mengemas acara, ie. gathering, dinner dan macam-macam acara lain, untuk bercengkerama dengan keluarga dan sahabat2 mereka walaupun mereka bukan Kristen. Tetapi Christmas bisa menjadi sesuatu moment bagi tiap orang untuk merayakannya dengan caranya masin-masing.
Amin.
42. KEBOHONGAN PAULUS TARSUS !
"Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang (Yahudi & Kristen) yang menulis Alkitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: 'Ini dari Allah', untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang mereka kerjakan." (QS. 2:79)
Paulus, seorang dari Tarsus (di Turki), kaki tangan penjajah Romawi dan Yunani atas bangsa Palestina, adalah PEMBOHONG nomor wahid dalam ajaran Yesus, yang telah menyesatkan sebagian umat manusia. Ajarannya, kemudian dikenal dengan sebutan "Kristen". Ajaran Kristen dan Gereja, sama sekali bukan dan tidak pernah diajarkan oleh Yesus! Seluruh surat2 Paulus yang berjumlah 14 kitab, yang tergabung dalam Perjanjian Baru, adalah BOHONG BESAR! Agama Kristen, kelahirannya dibidani oleh Paulus
Penulis kalangan Islam memang sering memojokkan Paulus seraya menuduh bahwa "agama" Kristen tidak didirikan oleh Yesus, melainkan oleh Paulus. Terhadap tuduhan itu, jelas sekali hal itu tidak benar karena jemaat Kristen mula-mula terbentuk di Yerusalem, jauh sebelum Paulus bertobat, bahkan Paulus inilah yang menganiaya, mengejar, dan membunuh sebagian besar anggota jemaat yang mula-mula.
* Kisah Para Rasul 8:3
"Tetapi Saulus berusaha membinasakan jemaat itu dan ia memasuki rumah demi rumah dan menyeret laki-laki dan perempuan ke luar dan menyerahkan mereka untuk dimasukkan ke dalam penjara."
Banyak serangan thd ajaran Paulus sebagai penyesat, tetapi Alkitab menulis secara jelas bahwa Murid-murid Yesus lainnya mengakui Paulus sebagai rasul.
* Kisah Para Rasul 15:22,
"Maka rasul-rasul dan penatua-penatua beserta seluruh jemaat itu mengambil keputusan untuk memilih dari antara mereka beberapa orang yang akan diutus ke Antiokhia bersama-sama dengan Paulus dan Barnabas, yaitu Yudas yang disebut Barsabas dan Silas. Keduanya adalah orang terpandang di antara saudara-saudara itu."
TR :TOTE EDOXEN TOIS APOSTOLOIS KAI TOIS PRESBUTEROIS SUN HOLร Tร EKKLรSIA EKLEXAMENOUS ANDRAS EX AUTรN PEMPSAI EIS ANTIOKHEIAN SUN Tร PAULร KAI BARNABA IOUDAN TON EPIKALOUMENON BARSABAN KAI SILAN ANDRAS รGOUMENOUS EN TOIS ADELPHOIS"
The Orthodox Jewish Brit Chadasha, : "Then it was mekabel by the Moshiach's Shluchim and the Zekenim with the entire Kehillah to choose anashim from them to send to Syrian Antioch with Rav Sha'ul and Bar-Nabba, also Yehudah called Bar Sabba, and Sila, all manhigim among the Achim b'Moshiach,"
* 2 Petrus 3:15,
"Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat, seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya."
TR : "KAI TรN TOU KURIOU HรMรN MAKROTHUMIAN SรTรRIAN รGEISTHE KATHรS KAI HO AGAPรTOS HรMรN ADELPHOS PAULOS KATA TรN AUTร DOTHEISAN SOPHIAN EGRAQEN HUMIN"
The Orthodox Jewish Brit Chadasha, : "And regard the zitzfleisch of Adoneynu as Yeshu'at Eloheynu. So also our chaver and ach b'Moshiach Sha'ul, according to the chochmah having been given to him, wrote to you."
SIAPAKAH PAULUS ?
Paulus dilahirkan di Tarsus daerah Silisia, sebuah pusat kebudayaan dan ilmu pengetahuan Yunani, Kis 9:11; 21:39; 22:3, Ia berasal dari sebuah keluarga Yahudi (Filipi 3:5) yang berbahasa Aram (Kisah Para Rasul 13:9) dan kaya (Kisah Para Rasul 22:28 ). Hari ke-8 setelah lahir ia di-sunat (Filipi 3:5) dan diberi nama Saul (nama Romawi: Paulus: Kisah Para Rasul 13:9). Sejak kecil ia belajar bahasa Yunani, bahasa pergaulan di Tarsus.
PAULUS ORANG FARISI
Sekitar umur 15 tahun ia diperkirakan datang ke Yerusalem dan menjadi pengikut seorang yang giat dari golongan kaum Farisi . Semasa mudanya Paulus dididik di Yerusalem oleh Gamaliel yang memberinya pengajaran mendalam tentang agama Yahudi sesuai ajaran mazhab Farisi, Kis 22:3; 26:4 dst; Gal 1;14. Flp 3:5.
Sesuai dengan kebiasaan Yahudi ia belajar mengerjakan salah satu pekerjaan tangan (ia adalah seorang pembuat kemah; Kisah Para Rasul 18:3) yang dilakukannya di tengah-tengah kesibukan karya kerasulannya, dan dipakainya untuk penghidupan (Kisah Para Rasul 18:3; 1 Korintus 4:12; 1 Tesalonika 2:9) sehingga ia tidak tergantung pada siapapun juga (1 Korintus 9:15).
PAULUS WARGA NEGARA ROMA KARENA KELAHIRAN
Paulus adalah warganegara Roma, karena rasul Paulus lahir di kota Tarsus yang berada diwilayah Asia Kecil di pesisir Laut Tengah yang adalah bagian kekaisaran Romawi.
Kisah 22:3. "Aku adalah orang Yahudi, lahir di Tarsus di tanah Kilikia...
Selanjutnya baca di Kisah 16:37 dst 22 :25-28; 23:27.
Kerajaan Roma memakai sistem Ius solis . azas Ius Solis adalah kewarganegaraan yang otomatis diterima seseorang berdasarkan tempat kelahiran.
Ilustrasinya begini: Si-A ini anak dari seorang bapak & ibu yg asli suku Jawa, yg beragama Islam aliran NU tapi Si-A lahir & dibesarkan di Australia sehingga anda berwarga negara Australia sebab australia menganut sistem Ius solis .
Jadi status Si-A ini memang WN Australia , orang asli Jawa, beragama Islam dan sekaligus orang NU.
Dalam hal Paulus :
Paulus mendapat privilege menjadi warga negara Roma karena dia dilahirkan di Tarsus daerah Silisia di area Kerajaan Roma (Ius Solis).
Sumber : Ensiklopedia Groulier 1999 :
Tarsus menjadi ibu kota provinsi Cilicia (Kilikia) yang adalah bagian dari kekaisaran Romawi Kuno . Sebagian warga Yahudi yang tinggal di Tarsus mulai mendapatkan kewarganegaraan Romawi pada jaman pendudukan oleh Pompeius (lahir 106 SM – wafat 48 SM).
Sumber :
Encyclopaedica Britannica
Tarsus
….. In 67 BC Tarsus was absorbed into the new Roman province of Cilicia. ….
….. Di tahun 67 SM Tarsus masuk kedalam propinsi Cilicia Romawi ……
Jadi tidak salah jika Rasul Paulus menyatakan dirinya warga negara Romawi
--------------
Ada pertanyaan yang sering beredar demikian :
Paulus tidak konsisten dan “terkesan” telah berbohong, sebab kalau ia orang Ruma berarti bukan orang Yahudi, bahkan peranakan Roma dengan Yahudi tidak diakui oleh Yahudi sesuai dengan hukum Taurat (Kitab Ezra 10:3-5).
Jawab :
Secara keturunan dia tetap diakui sebagai orang Yahudi Asli karena Bapak-Ibunya adalah orang Yahudi Asli dan masih memegang adat Istiadat dan agama Yahudi dan kemudian dididik kebagai seorang Farisi (Filipi 3:5).
Jadi Paulus orang yang mempunyai dwikewarganegaraan, yang diperbolehkan dalam hukum Romawi masa itu. Apalagi Tanah Israel kala itu masih menjadi daerah jajahan Romawi sehingga hal ini bukanlah menjadi masalah bagi status kewarga-negaraan Paulus.
Mengenai Kitab Ezra ini kita harus membacanya secara keseluruhan (paling tidak mulai dari Pasal 9 sampai dengan 10) apalagi Perikop Pasal 10 adalah berjudul TINDAKAN EZRA ATAS PERKAWINAN CAMPURAN. Kitab Ezra (pasal 9 dan 10) menyoroti kelakuan orang Israel yang meninggalkan Allah akibat perkawinan campuran mereka dengan perempuan-perempuan penganut paganisme.
Konteks yang dalam Kitab Ezra itu sama sekali berbeda dengan kisah Paulus.
Sedangkan Paulus lahir dari Keluarga Yahudi Asli (bukan campuran) dimana Paulus berada dalam lingkungan keluarga yang tetap sebagai penganut agama Yahudi yang taat.
Status Paulus sebagai Warga Negara Roma, memudahkan dirinya untuk mengadakan penginjilan diluar orang-orang Yahudi. Dari karya Paulus inilah Pengabaran berita tentang Yesus semakin meluas.
dalam GALATIA:
2:16 Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: "tidak ada seorangpun yang dibenarkan" oleh karena melakukan hukum Taurat.
Benar, keselamatan hanya ada di dalam Yesus Kristus, bukan dengan menaati hukum Taurat.
Segala sesuatu yang dapat diberikan oleh hukum Taurat Yahudi yang lama hanyalah suatu "bayangan", atau penyajian dalam garis besar.
Korban-korban yang setiap tahun diulangi di kebiasaan Yahudi, tidak berkuasa untuk memberikan keuntungan yang tetap bagi mereka yang dengannya hendak mendekati Allah. Pengulangannya yang terus-menerus itu pertama-tama justru merupakan kesaksian bahwa korban-korban itu tidak berdaya guna untuk menyempurnakan pekerjaan penyucian; dan kedua, kesaksian bahwa mereka yang dengan cara itu menggunakannya tidak mendapatkan dari penggunaannya kelepasan yang sejati dari rasa kesalahan.
* Mazmur 40:6
"Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan dan korban sajian, tetapi Engkau telah membuka telingaku; korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau tuntut."
* Yohanes 1:17
"sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus."
Paulus, sama sekali bukan dan tidak pernah menjadi murid Yesus! Bahkan, Paulus pun tidak pernah bertemu dengan Yesus! Paulus adalah seorang penyesat ajaran Yesus demi kepentingan penjajah Romawi dan Yunani yang menguasai Palestina. Ia bukanlah orang dimana Yesus mengemban misinya. Namun demikian, setelah terangkatnya Yesus ke langit, ia mengaku2 sudah bertobat dan mengaku2 sebagai rasul. Padahal, Yesus tidak pernah menyebut, menunjuk, mengenal, mengangkat, dan melihat manusia yang bernama Paulus dari Tarsus! Bahkan, ciri2nya pun Yesus tidak pernah menyebutkannya! Kecuali namanya dipromosikan melalui kitab propaganda karangan pengarang "Lukas" yang diberi nama "Kisah Para Rasul" (nama versi Alkitab Indonesia).
Seluruh ajaran Paulus bertentangan dengan misi dan tugas kerasulan Yesus yang terbatas hanya untuk umat Israel. Jika kita bahas seluruh ajaran Paulus ini, rasanya terlalu membuang2 waktu, karena akan memakan tulisan yang sangat melelahkan untuk dibaca.
Di sini, kami hanya menyuguhkan beberapa ajaran Paulus saja yang kami rasa cukup mewakili atas semua kebohongan ajaran Paulus Tarsus. Berikut ini kami suguhkan kebohongan fundamental ajaran Paulus terhadap ajaran Yesus dalam GALATIA:
1:10. Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus.
1:11 Sebab aku menegaskan kepadamu, saudara-saudaraku, bahwa Injil yang kuberitakan itu bukanlah injil manusia.
1:12 Karena aku bukan menerimanya dari manusia, dan bukan manusia yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku menerimanya oleh penyataan Yesus Kristus.
1:13 Sebab kamu telah mendengar tentang hidupku dahulu dalam agama Yahudi: tanpa batas aku menganiaya jemaat Allah dan berusaha membinasakannya.
1:14 Dan di dalam agama Yahudi aku jauh lebih maju dari banyak teman yang sebaya dengan aku di antara bangsaku, sebagai orang yang sangat rajin memelihara adat istiadat nenek moyangku.
1:15 Tetapi waktu Ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karunia-Nya,
1:16 berkenan menyatakan Anak-Nya di dalam aku, supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, maka sesaatpun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia;
1:17 juga aku tidak pergi ke Yerusalem mendapatkan mereka yang telah menjadi rasul sebelum aku, tetapi aku berangkat ke tanah Arab dan dari situ kembali lagi ke Damsyik.
1:18 Lalu, tiga tahun kemudian, aku pergi ke Yerusalem untuk mengunjungi Kefas, dan aku menumpang lima belas hari di rumahnya.
1:19 Tetapi aku tidak melihat seorangpun dari rasul-rasul yang lain, kecuali Yakobus, saudara Tuhan Yesus.
1:20 Di hadapan Allah kutegaskan: apa yang kutuliskan kepadamu ini benar, aku tidak berdusta.
1:21 Kemudian aku pergi ke daerah-daerah Siria dan Kilikia.
1:22 Tetapi rupaku tetap tidak dikenal oleh jemaat-jemaat Kristus di Yudea.
1:23 Mereka hanya mendengar, bahwa ia yang dahulu menganiaya mereka, sekarang memberitakan iman, yang pernah hendak dibinasakannya.
1:24 Dan mereka memuliakan Allah karena aku.
Dari tulisan tangan Paulus di atas, terdapat tiga fakta fundamental kebohongan Paulus:
1. Paulus mengaku menerima Injil bukan dari manusia, tetapi dari Yesus (ayat 12). Injil yang bagaimanakah yang diterima Paulus dari Yesus ini? Mengapakah Paulus tidak menunjukkannya kepada umat manusia? Jika injil yang dimaksud adalah keempat injil kanonik, bukankah keempat injil kanonik ini ditulis oleh masing2 pengarangnya jauh setelah terangkatnya Yesus ke langit? Pernyataan Paulus ini tidak lain hanyalah isapan jempol semata, tanpa bukti, dan mengada2!
Injil berasal dari kata 'euaggelion' (Yunani) artinya adalah kabar baik (Good Tidings).
Injil (kabar baik) itu datang kepada Paulus, karena Yesus datang secara pribadi kepada Paulus. Silahkan kaji peristiwa penampakan & pewahyuan kepada Paulus di Kisah 9:1-31
2. Paulus mengaku2 menerima wahyu dari Yesus untuk memberitakan ajarannya kepada bangsa2 non Yahudi (ayat 16). Sebagaimana tersurat dalam injil2 kanonik, Yesus diutus Allah hanya untuk umat sesat Israel. Jadi, bagaimana mungkin Paulus menerima wahyu dari Yesus, sementara Yesus sendiri hanya seorang rasul utusan Allah? Pernyataan ini juga tidak lain hanyalah isapan jempol, tanpa bukti, dan mengada2! Silahkan baca: Misi Kerasulan Yesus!
Misi Paulus selaras dengan misi Yesus Kristus, dengan kata lain para rasul termasuk Paulus meneruskan misi Yesus Kristus.
* Matius 28:19-20
18:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
28:20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."
Terlebih jauh lagi pada Kitab Kisah Para Rasul lebih jelas lagi tahapan-tahapannya bahwa pelayanan dimulai dari Yudea kemudian Samaria bahkan sampai ke ujung bumi.
* Kisah Rasul 1:7-8 menuliskan,
JawabNya: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasaNya. Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksiKu di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."
3. Lebih jelas, Paulus sendiri mengakui kalau rupanya tidak dikenal oleh orang2 Kristen Yudea (ayat 22), yaitu sebuah wilayah di Palestina selatan yang dihuni oleh orang2 Israel keturunan Yehuda, tempat dimana Yesus mengemban misinya. Bagaimana mungkin seorang rasul utusan Yesus tidak dikenal oleh umat Israel dimana Yesus dibesarkan dan mengajarkan ajarannya? Lebih jauh, kecuali hanya sedikit, umat Israel tidak pernah mengakui Yesus sebagai nabi atau pun Tuhan! Bahkan, saking jengkelnya mereka, Yesus pun diburunya dan "dibantai" di tiang salib! Dari sini, kita bisa melihat bahwa umat Israel tidak mungkin menerima Paulus, oleh karena ia bukan dari golongan umat Israel, melainkan seseorang dari bangsa lain. Pernyataan Paulus ini membuktikan bahwa ia sama sekali bukan dan tidak pernah bahkan tidak mungkin menjadi murid Yesus! Lebih jauh lagi, sebenarnya Paulus telah mengada2kan sendiri kesaksiannya yang seolah2 orang2 Yudea tersebut beragama Kristen, padahal orang2 Yudea adalah orang2 Israel yang beragama Yahudi yang lantang menolak Yesus! Kalau begitu, siapakah yang mengajarkan Kristen kepada orang2 Yudea? Bukankah Paulus sendiri ditolak? Benar2 isapan jempol!
Meskipun ada banyak kalangan Yahudi yang menolak ajaran Kristus, bukan berarti semua orang Yahudi menolak Kristus, terbukti ke-12 orang murid-murid Yesus adalah keturunan Yahudi. Dan bukan ke-12 rasul-rasul itu saja (termasuk Matias pengganti Yudas Iskariot) ada orang-orang lain dari kalangan Yahudi yang menerima Kristus.
Silahkan buka Kisah 2:41 : Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa. kemudian ayat 47 : sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.
Dengan demikian, meskipun murid-murid Yesus yang kemudian disebut Kristen ini kaum minoritas di lingkungan Yudea, tetapi mereka eksis dan menjadi sebuah "jemaat" yang mengaku diri mereka adalah murid-murid Yesus.
Terlalu jelas, bagaimana Paulus mengada2kan sendiri ajarannya dengan mengaku2 menjadi rasul yang diutus oleh Yesus. Sebagaimana telah disebutkan di atas, bahwa seluruh ajaran Paulus ini bertentangan dengan tugas kerasulan Yesus, yakni menegakkan hukum Taurat dengan menggenapinya dengan Kitab Suci Injil. Berikut pernyataan Yesus menurut MATIUS:
5:17. "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
5:18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.
5:20 Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
Menurut ayat2 di atas, Yesus datang bukan untuk menghilangkan hukum Taurat dan kitab para nabi, tetapi hanya untuk menggenapinya (melengkapinya). Bahkan, Yesus mengancam kepada umat Israel, jika kehidupan agama mereka tidak lebih baik dari ahli2 Taurat dan orang2 Farisi, mereka tidak akan masuk kerajaan surga. Perlu dijelaskan, bahwa ahli2 Taurat dan orang2 Farisi adalah kelompok masyarakat Israel yang selalu menentang dan mencari2 kesalahan Yesus, karena mereka menolak kerasulan Yesus.
Untuk mempersingkat, berikut ini kami suguhkan beberapa kebohongan ajaran Paulus yang nyata2 bertentangan dengan tugas kerasulan Yesus:
TUHAN YESUS KRISTUS MENGGENAPI HUKUM TAURAT
ada 4 pengertian "menggenapi" yang berkaitan dengan hal ini.
I. Menggenapi semua nubuatan mengenai diriNya dalam kitap Taurat, Nabi-nabi dan Mazmur.
* Lukas 24:44
Ia berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur."
* Matius 1: 22-23
Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" --yang berarti: Allah menyertai kita. --> Yesaya 7 : 14
* Matius 2:14-15
Maka Yusufpun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir, dan tinggal di sana hingga Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku." --> Hosea 11:1
* Matius 2:17:18
Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yeremia: "Terdengarlah suara di Rama, tangis dan ratap yang amat sedih; Rahel menangisi anak-anaknya dan ia tidak mau dihibur, sebab mereka tidak ada lagi." --> Yeremia 31: 15
* Matius 4: 13-16
Ia meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali, supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: "Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain, -- bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang." Yesaya 8: 23 - 9:1
* Matius 8:17
Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: "Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita." Yesaya 53:4
* Matius 12: 16-21
Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia, supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya:
"Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa. Ia tidak akan berbantah dan tidak akan berteriak dan orang tidak akan mendengar suara-Nya di jalan-jalan. Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang. Dan pada-Nyalah bangsa-bangsa akan berharap." Yesaya 42 : 1-4
* Matius 21: 4-5
Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi: "Katakanlah kepada puteri Sion: Lihat, Rajamu datang kepadamu, Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda." Zakharia 9:9
* Kisah Para Rasul 13:35
telah digenapi Allah kepada kita, keturunan mereka, dengan membangkitkan Yesus, seperti yang ada tertulis dalam mazmur kedua: Anak-Ku Engkau! Aku telah memperanakkan Engkau pada hari ini. Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati dan Ia tidak akan diserahkan kembali kepada kebinasaan. Hal itu dinyatakan oleh Tuhan dalam firman ini: Aku akan menggenapi kepadamu janji-janji yang kudus yang dapat dipercayai, yang telah Kuberikan kepada Daud.
Sebab itu Ia mengatakan dalam mazmur yang lain: Engkau tidak akan membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan.
* Yohanes 13:18.
Bukan tentang kamu semua Aku berkata. Aku tahu, siapa yang telah Kupilih. Tetapi haruslah genap nas ini: Orang yang makan roti-Ku, telah mengangkat tumitnya terhadap Aku. --> Mazmur 41: 10
* Yohanes 18:32
Demikian hendaknya supaya genaplah firman Yesus, yang dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana caranya Ia akan mati.
* Yohanes 19:24
Karena itu mereka berkata seorang kepada yang lain: "Janganlah kita membaginya menjadi beberapa potong, tetapi baiklah kita membuang undi untuk menentukan siapa yang mendapatnya." Demikianlah hendaknya supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci: "Mereka membagi-bagi pakaian-Ku di antara mereka dan mereka membuang undi atas jubah-Ku." Hal itu telah dilakukan prajurit-prajurit itu. --> Mazmur 22:19
* Yohanes 19:28
Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia--supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci--:"Aku haus!" --> Maz 22: 16, 69: 22
* Yohanes: 19:36
Sebab hal itu terjadi, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci: "Tidak ada tulang-Nya yang akan dipatahkan." Keluaran 12:46; Bilangan 9 : 12; Mazmur 34:21
* Yohanes 19:37
Dan ada pula nas yang mengatakan: "Mereka akan memandang kepada Dia yang telah mereka tikam." Zakharia 12: 10
II. Menggenapi hukum Taurat yang melambangkan pekerjaan penebusan yang dilakukan oleh Kristus (hukum upacara)
(al. penyembelihan binatang korban yang dibawa si pendosa untuk menjadi penggantinya; pekerjaan Imam di bilik kudus dan pekerjaan pendamaian di bilik maha kudus oleh Imam Besar; hari-hari raya lambang).
III. Menggenapi hukum Taurat yaitu melakukannya dengan sempurna.
Menggenapi = to fulfill = memenuhi (melaksanakan dengan penuh, dengan sempurna, tanpa cacat ).
Kita tidak bisa melaksanakan hukum Taurat dengan sempurna, namun Kristus telah melakukannya untuk kita. Kristus mendapatkan kebenaranNya bukan karena anugrah tetapi karena Dia memang telah melaksanakan seluruh perintah Allah dengan sempurna. Maka jika kita menerima Kritus menjadi pengganti kita, maka kebenaran Kristus menjadi milik kita.
* Roma 8 : 1-4
Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus. Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut.
Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging, supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh.
Gagal melaksanakan hukum Taurat mendatangkan hukuman (maut), daging kita tak berdaya melaksanakannya. Tapi hukuman maut itu sudah ditanggung Kristus. Kita kini hidup menurut Roh, yang menyanggupkan kita memenuhi kehendak Tuhan dalam hukumNya, yang mana tadinya tidak berdaya oleh daging.
* Roma 8 : 12-13
Jadi, saudara-saudara, kita adalah orang berhutang, tetapi bukan kepada daging, supaya hidup menurut daging. Sebab jika kamu hidup menurut danging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.
Catatan :
"Menggenapi" pada beberapa keterangan Alkitab "Menggenapi" berarti "Memenuhi, sesuai dengan, melaksanakan dengan baik".
* Matius 3: 15
Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah." Dan Yohanespun menuruti-Nya.
* Roma 13:10
Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.
IV. Menggenapi/ mengakhiri hukum Taurat sebagai alat mendapatkan Kebenaran
* Roma 10:4
Sebab Kristus adalah kegenapan hukum Taurat, sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang yang percaya.
RSV. For Christ is the end of the law, that every one who has faith may be justified.
Interpretasi ayat ini harus lah selaras dengan bagian lebih awal dari tulisan Paulus dalam surat yang sama kepada jemaat Roma (Roma 3 : 31), yaitu :
"Adakah kami membatalkan hukum Taurat karena iman? Sekali-kali tidak! Sebaliknya, kami meneguhkannya."
Paulus selaras dengan Kristus, yang menyatakan bahwa Dia datang bukan untuk meniadakan Taurat. (Matius 5:17. "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.)
1. KEBOHONGAN PAULUS 1: Yesus adalah Tuhan.
1 KORINTUS 8:6 namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.
Menurut ayat karangan Paulus di atas, Yesus adalah Tuhan. Padahal, Yesus sama sekali bukan dan tidak pernah menyatakan dirinya sebagai Tuhan! Kata2 Yesus dalam injil2 kanonik justru menunjukkan bahwa ia hanyalah seorang utusan Allah kepada umat Israel. Silahkan baca: Bantahan Ketuhanan Yesus 1.
ULANGAN 4:35 Engkau diberi melihatnya untuk mengetahui, bahwa Tuhanlah Allah, tidak ada yang lain kecuali Dia.
MATIUS 15:24 Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel."
MARKUS 12:29 Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.
12:30 Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.
IMAN KRISTEN MENGIMANI KE-ESA-AN ALLAH :
Ajaran Kitab Suci bahwa hanya ada satu Allah sangatlah penting untuk diperhatikan, terutama karena banyak yang tidak mempercayai ajaran ini. Ajaran ini sangat jelas sekali dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.
* Yesaya 45:5.
Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain; kecuali Aku tidak ada Allah. Aku telah mempersenjatai engkau, sekalipun engkau tidak mengenal Aku,
* Ulangan 4:35
Engkau diberi melihatnya untuk mengetahui, bahwa Tuhanlah Allah, tidak ada yang lain kecuali Dia.
Rasul Paulus menulis kepada Timotius, “Karena Allah itu esa (satu) dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus” (1 Timotius 2:5); demikian juga tertulis pada ayat-ayat lain :
* 1 Korintus 8:6
namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.
* Efesus 4:6
Satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua.
Yesus sendiri menekankan pentingnya ajaran Kitab Suci ini tentan ke-Esa-an Allah; ketika ia berkata:
* Markus 12:29
Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.
BAGAIMANA DENGAN AJARAN TRINITAS ?
TRINITAS adalah ajaran Kristen yang paling kontroversial, karena ajaran ini bukan saja sukar untuk dimengerti, namun banyak menimbulkan ke salah pahaman dengan timbulnya anggapan miring bahwa ‘Allah Kristen’ itu tiga, jadi tidak dapat dikatakan sebagai termasuk monotheisme namun lebih tepat termasuk politheisme atau percaya akan banyak ilah. Sebaliknya karena Alkitab secara jelas membicarakan mengenai masalah ini, tentu ajaran Trinitas itu tidak akan pupus hanya karena adanya mereka yang tidak mempercayainya.
Sebenarnya, pengertian Trinitas/Tritunggal mengungkapkan bahwa Allah Itu Esa : (Ulangan6:4; Galatia 3:20), namun dalam keesaanNya itu menyatakan diri dalam Tiga pribadi. Sekalipun demikian ke tiga pribadi itu sehakekat dalam kesatuan pemeliharaan Allah.
Dalam Kejadian 1:26;3:22;11:7, kita melihat TUHAN menyebut dirinya dalam bentuk jamak (Kita). Kejadian1:1-2 menunjuk Allah Bapa dengan Roh terlibat dalam penciptaan sedangkan Yohanes 1:1 menunjukkan Allah Bapa dan Logos terlibat pada peristiwa yang sama. Jadi baik Roh maupun Yesus sudah ada sejak awal sama halnya dengan Bapa, dan ketiganya bersatu dalam penciptaan langit dan bumi.
Kejadian 1 menunjukkan bahwa Elohim atau Allah Bapa itulah pencipta, namun kita melihat Mazmur 33:8 menyebut bahwa “oleh firman TUHAN langit telah dijadikan” sedangkan Yesus disebut sebagai firman yang menciptakan segala sesuatu (Yohanes 1:1-18 ), jadi kedua penyataan itu identik menunjuk pada yang Esa.
ALPHA DAN OMEGA
Yesus juga disamakan dengan ALLAH sebagai Alpha dan Omega (Wahyu 22:13; band.1:8;21:6) dan Awal dan Akhir (Wahyu 1:17; 2:8; bandingkan dengan Wahyu 21:6; Yesaya 44:6;48:12). Ini menunjukkan bahwa Yesus sudah ada sejak awal sama dengan Bapa, jadi Yesus bukannya ciptaaan yang pernah tidak ada sebelum penciptaan melainkan sudah ada sebelum adanya ciptaan.
Sekalipun disebutkan bahwa tidak seorangpun melihat Allah, TUHAN menyatakan diri sebagai Malaikat TUHAN yaitu tiga orang yang bertemu Abraham (Kejadian 18:1-22). Ini tentunya menunjukkan oknum Yesus yang menjelma menjadi manusia, karena Ialah yang berfungsi menyatakan kehadiran Allah kepada manusia.
Yesus juga mengatakan bahwa Ia ada sebelum Abraham ada (Yohanes 8:58 ). Ayat terakhir ini sebenarnya berkata bahwa sebelum Abraham lahir Yesus itu ‘Ada’ ( ‘ego eimi’ yang artinya sama dengan ‘Aku adalah Aku’ dalam Keluaran 3:14). Dalam kitab Hakim-Hakim kita melihat ke tiga oknum TUHAN, Malaekat Allah dan Roh Tuhan bekerja bersama atas diri Samson.
Yesaya menyebut mengenai keesaan Allah (Yesaya 44:6;45:5,22; 46:9), namun dalam surat yang sama kita melihat ketritunggalan itu hadir bersama pula (Yesaya 40; 48:16-17).
YESUS DIPERMULIAKAN
Juga difirmankan bahwa ALLAH tidak akan memberikan kemuliaan kepada yang lain (Yesaya 42:8;48:11), tetapi dalam inkarnasinya Yesus minta Bapa agar mempermuliakan Anak (Yohanes 17:1,5; Wahyu 14:7;15:4) ini menunjukkan bahwa keduanya sama-sama dipermuliakan.
Petrus mengaku Yesus sebagai Messias dan Anak Allah (Matius 16:16). Thomas memanggil Yesus Tuhan dan Allah (Yohanes 20: 28 ) suatu pengakuan yang kelihatannya sudah menjadi pengakuan jemaat awal mengacu pada pengakuan pemazmur (Mazmur 35:32).
Paulus dalam salamnya menyebut dua oknum Allah Bapa dan Tuhan Yesus Kristus sebagai kesatuan terkait (1Korintus 1:3). Demikian juga Yoh.14-16 menyebutkan oknum Roh Kudus sebagai pribadi yang menyatu dalam ke’Allah’an, justru karena pribadi, Roh Kudus disetarakan dengan pribadi Bapa dan Anak dalam rumus baptisan (Matius 28:19).
YESUS ADALAH ALLAH
Perendahan demikian juga berlaku dalam status Allah yang terkait Yesus yang diusahakan direndahkan dengan diterjemahkan menjadi ‘suatu allah’ (a god, Yohanes 1:1), namun dalam ayat lain yang tidak dapat dicari dalihnya diberi pengertian lain.
Sebagai contoh ayat Yesaya 9:5 jelas menunjukkan bahwa “Allah yang Perkasa, Bapa yang kekal, dan Raja Damai” ditujukan kepada Yesus.
Disebutkan bahwa Bapa mengatakan Anak sebagai ‘Allah’ yang diurapi ‘Allah’ (Ibrani 1:8,9) dan bukan hanya Bapa tetapi Anak pun disembah oleh malaIkat dan dimuliakan (Ibrani 1:6; bandingkan dengan Wahyu 1:17;4:10-11;14:7;15:4; dan 19:10;22:8-9). Yesus juga disebut “Imanuel” yaitu ‘Allah menyertai kita’ (Yesaya 7:14; Matius 1:23).
ROH KUDUS ADALAH ALLAH
Ayat-ayat di atas cukup jelas mengenai ke’Allah’an Yesus, dan bila kepribadian ‘Roh Kudus’ juga banyak dibuktikan dalam Alkitab, bagaimana kita bisa diyakinkan bahwa ‘Roh Kudus adalah Allah’?
Sekalipun tidak secara eksplisit disebutkan, kehadiran Roh Kudus selalu dikaitkan dengan Allah (Roh Allah & Roh TUHAN). Roh Kudus juga terlibat dalam penciptaan sejak awalnya (Kejadian 1: 1-2).
Juga disebut agar ‘Jangan Mendukakan Roh Kudus’ dan ‘yang menghujat tidak akan diampuni’ (Matius 12:31). Menghujat Allah adalah sifat si Dajal (Wahyu 13:5,6) dan ‘neraka adalah tempat hukuman mereka yang menghujat Allah’ dan tidak bertobat (Wahyu 16:9).
TRINITAS DALAM ALKITAB
Sekalipun dalam Perjanjian Baru istilah Tritunggal/Trinitas tidak ada. Namun petunjuk ke arah ke’tri’tunggalan ini sangat jelas, seperti dalam peristiwa pembaptisan Yesus (Matius 3: 16-17) dimana ketiga oknum itu menyatakan diri, demikian juga perintah agung penginjilan (Matius 28:19) yang diucapkan Yesus dengan jelas menyebutkan ke tiga oknum Allah dalam kesatuannya. Ketritung-galan itu juga tercermin dalam peristiwa pengurapan ‘Yesus yang berinkarnasi’ (Lukas 4: 18-19;Yesaya 61: 1,2).
Salam Berkat Paulus mengungkapkan keesaan tiga oknum (2 Korintus 13:13). Petrus menyebut Allah Bapa sebagai perencana, Roh sebagai pengudus, dan Yesus sebagai penebus (1Petrus 1:2; band. Yesaya 48:16-17).
Jadi, ketritunggalan Allah berkaitan dengan pemeliharaan dan penebusan Allah yang menyeluruh kepada manusia.
Yesaya 48:16-17 mengungkapkan ketiga oknum Allah bersama-sama dalam karya keselamatan (bandingkan dengan 1Korintus 12:3-6), dan ‘jalan keselamatan’ yang digenapi oleh Yesus yang dirintis jalannya oleh Yohanes Pembaptis merujuk nubuatan Yesaya tentang ‘jalan keselamatan ALLAH (Lukas 3:4-6; Yesaya 40:3-5).
Dari beberapa contoh ayat di atas kita dapat melihat bahwa pengertian Trinitas/Tritunggal sudah tersirat baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, dan sekalipun tidak dirumuskan dalam suatu rumusan doktrin tertentu, dapat dilihat bahwa disadari atau tidak, jemaat pada masa Yesus dan para Rasul sebenarnya sudah mengakui ketritunggalan Allah dan karena sudah jelas tidak perlu ada perumusan sebagai suatu doktrin.
YOHANES 17:3 Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.
Yesus mempunyai gelar Mesias, Raja, Iman dan Nabi dan hal tersebut tidak boleh dipisahkan.
Nabi = Utusan Allah
Yesus diutus?; mungkin ini agak ganjil bagi umat lain
Bagaimana Yesus yang adalah Tuhan itu diutus?
Ketika Yesus datang ke dunia dalam wujud manusia ada Yesus berada dalam batasan-batasan inkarnasi sehingga posisi Bapa saat itu adalah lebih besar.
Yesus dalam status inkarnasi di dunia ini yang memang lebih rendah. Namun ketika Yesus naik ke surga maka Yesus yang adalah Allah itu sendiri kembali dalam pada eksistensiNya yang hakiki :
* Ibrani 2:9
Tetapi Dia, yang untuk waktu yang singkat dibuat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, yaitu Yesus, kita lihat, yang oleh karena penderitaan maut, dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat, supaya oleh kasih karunia Allah Ia mengalami maut bagi semua manusia.
* Filipi 2:5-11
2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
2:6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
2:7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
2:9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
2:10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,
2:11 dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!
ALLAH MENGUTUS ALLAH :
Bapa mengutus Yesus Kristus sama halnya Allah mengutus Sang Firman, jadi bisa diartikan Allah mengutus Allah (baca selengkapnya Injil Yohanes pasal 1).
Bandingkan dengan :
* Yesaya 55:11
"demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya."
"KEN {demikian} YIHYEH {ia akan menjadi} DEVARI {firman-Ku} 'ASYER {yang} YETSE' {ia keluar} MIPI {dari mulut-Ku} LO'-YASYUV {tidak ia akan kembali} 'ELAY {kepada-Ku} REYQAM {sia-sia} KI {bahwa} 'IM-'ASAH {ia akan melaksanakan} 'ET-'ASYER {yang} KHAFATSTI {Aku berkenan} VEHITSLIAKH {dan ia berhasil} 'ASYER {yang} SYELAKHTIV {Aku utus kepadanya}"
Perhatikan bahwa "firman-Ku" itu selanjutnya menggunakan kata ganti orang ketiga. Selanjutnya perhatikan kata "SYELAKHTIV". Kata ini berasal dari kata "SYALAKH", "mengutus" seperti Nuh "mengutus" seekor burung gagak dan merpati saat air bah, Tuhan "mengutus" malaikat-Nya (Kejadian 24:7), dan ini salah satu ayat populer dengan kata "SYALAKH".
* Keluaran 3:14
"Firman Allah kepada Musa: 'AKU ADALAH AKU.' Lagi firman-Nya: 'Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah 'MENGUTUS' (SYALAKH) aku kepadamu."
"VAYO'MER 'ELOHIM 'EL-MOSYEH 'EHYEH 'ASYER 'EHYEH VAYO'MER KOH TO'MAR LIVNEY YISRA'EL 'EHYEH SYELAKHANI 'ALEYKHEM"
Bukankah Allah dapat "mengutus" firman-Nya seperti Yesaya 55:11 di atas?
2. KEBOHONGAN PAULUS 2: Sunat tidak penting.
GALATIA 5:6 Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih.
1 KORINTUS 7:19 Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak penting. Yang penting ialah mentaati hukum-hukum Allah.
Menurut ajaran Paulus di atas, sunat itu tidak penting dan tidak punya arti, yang penting adalah iman dan mentaati hukum2 Allah. Hukum2 Allah yang bagaimanakah yang dimaksud Paulus ini?
Silakan baca selengkapnya Galatia 5:1-12. Pokok persoalan adalah sunat.
Sebagai tanda dari Yahudi ortodoks, sunat dipandang mutlak hakiki untuk kesetiaan kepada syariat Taurat dan keselamatan. Sekalipun demikian, sunat adalah tindakan manusia untuk kebenaran. Karena itu, siapa Kristus dan apa yang dilakukan-Nya sedikit sekali artinya bagi orang yang hanya mementingkan pemenuhan dirinya akan syariat Taurat.
Keselamatan tidaklah datang oleh Kristus plus syariat Taurat, melainkan oleh Kristus saja. Paulus memprotes dari pengalamannya sendiri bahwa untuk menyerahkan diri kepada sunat, bukanlah suatu upacara yang berdiri sendiri. Tindakan itu membuat seseorang sekali lagi di bawah seluruh syariat Taurat yang menuntut kesetiaan yang sempurna, padahal hal itu merupakan sesuatu yang tidak mungkin.
Dengan penyerahan demikian, dan keinginan untuk dibenarkan karena amal perbuatan sedemikian rupa, seorang pada prinsipnya dan dalam kenyataannya memisahkan dirinya dari lingkungan "kasih karunia" dan dari kesetiaan iman dalam Yesus Kristus. Dengan demikian seseorang membuat anugerah itu tidak berhasil.
"Hidup di luar kasih karunia", 'tรชs kharitos exepesate', harfiah "jatuh, hilang, karam, dari kasih karunia, tidak berarti jatuh ke luar keselamatan, melainkan mereka telah jatuh terpisah dari suatu hidup yang berpautan dengan anugerah kepada suatu hidup yang terkungkung dalam legalisme. Kedua jalan tersebut saling berlawanan. Untuk menerima legalisme, berarti menolak Kristus. Seorang tidak dapat mencoba-coba menyelamatkan dirinya sendiri, dan pada saat yang sama menaruh seluruh kepercayaan kepada Kristus untuk keselamatan.
Menurut Kitab Kejadian berikut ini, sunat adalah salah satu hukum Allah yang paling penting bagi umat Israel, dan WAJIB dilaksanakan oleh umat Israel terhadap seluruh orang laki2. Jika menolak, maka orang itu harus dibunuh! Bahkan, Yesus pun disunat (LUKAS 2:21).
KEJADIAN 17:14 Dan orang yang tidak disunat, yakni laki-laki yang tidak dikerat kulit khatannya, maka orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya: ia telah mengingkari perjanjian-Ku."
Lukas 2 : 21 : Yesus disunat pada usia delapan hari
Yesus Kristus sebagai manusia seutuhnya dan sebagai orang Yahudi tetap disunat.
* Matius 3:15
"Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: 'Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.' Dan Yohanespun menuruti-Nya."
* Kejadian 17:9-11, 14
"Lagi firman Allah kepada Abraham: 'Dari pihakmu, engkau harus memegang perjanjian-Ku, engkau dan keturunanmu turun-temurun. Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat; haruslah dikerat kulit khatanmu dan itulah akan menjadi tanda perjanjian antara Aku dan kamu... Dan orang yang tidak disunat, yakni laki-laki yang tidak dikerat kulit khatannya, maka orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya; ia telah mengingkari perjanjian-Ku."
Praktek sunat yang sudah lebih dahulu terdapat di antara bangsa-bangsa lain, dipakai untuk menandakan orang dimasukkan ke dalam perjanjian Abraham. Artinya yang berlangsung telah diketahui dari fungsinya pada waktu ditetapkan. Perjanjian-perjanjian itu diteguhkan dengan sumpah; kutuk sumpah itu ditunjukkan di dalam upacara-upacara simbolis. Suatu kutuk yang lazim ialah "pemotongan" (penyerahan) orang yang ditaklukkan untuk dibinasakan dan peniadaan nama dari benihnya. Yang menyertai tindakan ini adalah suatu upacara dengan pisau yang melambangkan orang yang tidak memenuhi perjanjian akan dipotong-potong. Demikianlah sunat adalah suatu upacara pisau yang dengannya perjanjian Abraham "dipotong".
Ayat 14 menunjukkan bahwa upacara itu melambangkan kutuk pemotongan atau pemisahan dari persekutuan perjanjian. Lebih tepat lagi, pemotongan kulup kelamin lelaki melambangkan pemotongan para keturunan. Pada pihak lain, sebagai tanda sumpah mengakui ketuhanan Allah, maka sunat juga menandai pengudusan. Perjanjian dengan orang taklukan pada zaman purba meliputi; kecuali raja yang ditaklukkan itu, juga kerajaannya dan keturunannya. Demikian juga Tuhan memberikan perjanjian-Nya kepada Abraham, bukan hanya sebagai seorang pengku iman secara perorangan, melainkan sebagai kepala suatu masyarakat, dalam hal ini, suatu rumah tangga keluarganya, termasuk anak-anak dan hamba-hamba, dan hal itu diteruskan hingga keturunan-keturunannya.
Sunat dihisabkan ke dalam ajaran Musa terkait dengan Paskah, dan agaknya diteruskan sepanjang zaman Perjanjian Lama. Sunat menjadi ciri asasi Yudaisme dalam Perjanjian Baru dan menimbulkan pertentangan pada zaman para rasul. Masyarakat Yahudi pada zaman Perjanjian Baru mengaitkan sunat dengan Musa begitu rupa, sehingga mereka melupakan kaitannya yang lebih asasi dengan Abraham.
Yesus telah mengingatkan mereka bahwa sunat adalah lebih dahulu dari Musa. Paulus menekankan bahwa yang tak dapat diterima agama Kristen ialah pandangan umum yang menghubungkan sunat dengan Musa, dan senantiasa mengarahkan pembacanya kembali kepada Abraham.
Kejadian 17 menunjukkan bahwa sunat pertama-tama mewujudkan tanda rohani; kedua, mempunyai arti kebangsaan. Bahwa sunat bersifat kebangsaan, yang mencirikan keanggotaan bangsa Israel, tidak dapat disangkal. Hal ini memang sama jelasnya dalam Kejadian 34 seperti juga setelah Musa. Tapi sifat kebangsaan itu sebenarnya hanyalah dampak sampingan, karena umat Israel pemilik sunat itu disamakan dengan bangsa Israel Perjanjian Lama.
Dalam Kejadian 17:10-14 sunat disamakan dengan perjanjian yang dibuat oleh Abraham. Artinya, sunat menandai gerakan yang penuh kasih karunia dari Allah menuju manusia, dan hanya secara sekunder saja dapat dikatakan menandai penyerahan manusia kepada Allah. Ketika bangsa itu mengembara di padang gurun karena tidak diperkenankan Allah, perjanjian itu seolah-olah ditunda dan sunat tidak diberlakukan.
Lagi, ketika Musa berbicara tentang "seorang yang tidak petah lidaknya" (harfiah "tak bersunat"), hanya karunia firman Allah yang dapat menyembuhkannya. Selanjutnya, Perjanjian Lama berbicara tentang sunat sebagai "meterai" atau pemberian kebenaran dari Allah. Karena itu sunat menjadi tanda dari kasih karunia dimana Allah memilih dan menandai orang-orang milik-Nya.
Perjanjian sunat bekerja atas dasar kesatuan rohani antar anggota rumah tangga dan kepalanya. Perjanjian itu diadakan "antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun-temurun". Kejadian 17 ayat 26 dan 27 khususnya mengungkapkan kebenaran yang sama: "Abraham... Ismael... dan semua orang dari isi rumah Abraham... disunat bersama-sama dengan dia."
Demikianlah asal mula dan caranya sunat menjadi adat Israel, bukan diterima dan berasal dari Mesir atau negeri-negeri lain. Sunat Israel tegas berbeda dari sunat pada bangsa-bangsa lain yang terkait dengan "berjenjang dewasa", dan melulu bersifat sosial. Sunat Israel adalah pertanda kedudukan di hadirat Allah, dan bahwa kasih karunia ilahi mendahului perbuatan manusia.
Mereka yang dengan cara demikian menjadi anggota perjanjian diwajibkan menyatakannya secara lahiriah dengan menaati hukum Allah, seperti dengan tegas ditunjut kepada Abraham, "Hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela". Hubungan antara sunat dan ketaatan ditekankan sepanjang Alkitab. Dalam hal ini sunat mengandung gagasan penyerahan diri kepada Allah, tapi bukan inilah intinya. Sunat menjelmakan, menerapkan janji, dan menghimbau orang untuk hidup dalam ketaatan sesuai perjanjian.
Darah yang tumpah dalam sunat tidak menyatakan batas penyerahan diri itu, tapi mengungkapkan tuntutan yang mahal yang dibuat Allah bagi mereka yang dipanggil-Nya, dan dicirikan dengan tanda perjanjian-Nya.
Tanggapan taat ini tidak senantiasa muncul. Dan sekalipun tanda dan caranya disamakan dalam Kejadian 17:10-14, namun Alkitab terus terang mengakui, bahwa bisa saja orang memiliki tanda sunat, tapi tidak lebih dari itu. Jika demikian, tanda itu tak berarti secara rohani, melainkan menjadi tanda hukuman. Perjanjian Lama jelas mengajarkan hal itu, justru menuntut realitas penerapannya sesuai tanda itu, dan mengingatkan bahwa tanpa kenyataan itu maka tanda sunat sepi arti, dan menubuatkan sunat hati oleh Allah.
Perjanjian Baru tegas dan pasti: bahwa tanpa ketaatan, sunat adalah melulu omong kosong. Tanda lahiriah pudar tanpa arti jika dibandingkan dengan menaati perintah-perintah, iman bekerja oleh kasih, dan suatu ciptaan baru. Namun orang Kristen tidak bebas memandang rendah tanda itu. Walaupun sejauh tanda itu mengungkapkan keselamatan karena perbuatan-perbuatan hukum, orang Kristen harus menghindarinya, namun dalam arti batiniah orang Kristen memerlukannya. Justru ada "sunat Kristus", berupa "penanggalan akan tubuh (dan bukan hanya sebagian) yang berdosa", suatu perbuatan rohani, yang tidak dilakukan oleh tangan manusia, suatu hubungan dengan Kristus dalam kematian dan kebangkitan-Nya, dimeteraikan oleh peraturan penerimaan atas perjanjian baru. Sebagai akibatnya, orang Kristen ialah "orang bersunat".
* Filipi 3:3
"karena kitalah orang-orang bersunat, yang beribadah oleh Roh Allah, dan bermegah dalam Kristus Yesus dan tidak menaruh percaya pada hal-hal lahiriah."
3. KEBOHONGAN PAULUS 3: Salib menebus dosa.
GALATIA 3:13 Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!"
Menurut ajaran Paulus di atas, bahwa Yesus disalib adalah untuk menebus dosa2 manusia. Ajaran yang sangat sesat dan tak berdasar! Ajaran Paulus ini bertentangan dengan ajaran Taurat dan Yesus berikut ini:
YEHEZKIEL 18:20 Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya.
MARKUS 10:14 Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka: "Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah. (lihat juga MATIUS 19:14).
Menurut Yehezkiel, setiap orang akan menanggung akibat perbuatannya masing2. Bahkan menurut Yesus sendiri, anak2 adalah pemilik kerajaan surga, yang berarti keadaan mereka adalah suci tanpa dosa. Bagaimana mungkin anak2 yang suci tanpa dosa harus ditebus dosanya? Ini adalah ajaran Paulus yang paling ngawur!
Ketiga kutipan ayat dari kitab-kitab tersebut menjelaskan subject yang berbeda beda, Maka saya jelaskan satu-persatu sebagai berikut :
----
1. YESUS KRISTUS TERGANTUNG DI SALIB SEBAGAI KURBAN ATAS KUTUK DOSA MANUSIA
mengenai ayat dalam Kitab GALATIA 3:13 :
Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!"
Apa yang diucapkan Paulus adalah dapat dipertanggung jawabkan :
APAKAH HUKUMAN SALIB ITU?
Penyaliban merupakan suatu bentuk hukuman yang dikenal oleh beberapa bangsa penyembah berhala pada abad pertama. Tak dapat dipastikan bahwa hukuman ini digunakan oleh bangsa Yahudi kuno, tapi kemungkinan besar tidak. Karena hukuman mati menurut hukum Musa atau Taurat adalah dengan pedang (Keluaran 21), dibakar (Imamat 20:14), dan dirajam dengan batu (Ulangan 21:21).
Digantung di atas kayu salib merupakan bentuk hukuman mati yang mengerikan, dan bagi umat Yahudi hukuman ini dihindari, karena dikutuk oleh Allah (Ulangan 21:23).
Hukuman ini dimulai dengan mulai diolok-oloknya si terhukum. Dalam kasus Tuhan kita, pengolokannya dilakukan sebelum hukuman dijatuhkan, dan kemungkinan vonisnya dipercepat oleh Pilatus dengan tujuan untuk menghindari tuntutan hukuman yang lebih berat dari massa.
Si terhukum harus membawa kayu salibnya sendiri ke tempat eksekusi yang berada di luar kota. Sebelum dipaku secangkir cuka bercampur empedu (berfungsi semacam obat bius) diberikan kepada terhukum untuk meringankan rasa sakitnya . Tuhan kita menolak ini, sehingga Ia tetap sadar (Matius 27:34). Mereka mencucukkan bunga karang yang dicelupkan dalam anggur asam pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus (Matius 27:48, Lukas 23:36). Ia meminumnya untuk menghilangkan derita dahagaNya ( Yohanes 19:29).
PenyalibanNya dilakukan sesuai dengan hukum Romawi yang berlaku pada masa itu. Ia disalibkan di antara dua penjahat (penggenapan nubuatan Yesaya 53 :12, Lukas 23:32) dan disaksikan oleh sekelompok tentara Romawi dengan komandannya (Yoh 19:23, Mat 27:36,54). Pematahan kaki para terhukum yang disalib dilakukan untuk mempercepat kematian mereka (Yohanes 19:31), tapi karena cepatnya kematian Tuhan kita menyebabkan kakiNya tak dipatahkan (19:33), sehingga nubuatan dari Keluaran 12:46 digenapi.
KematianNya terbukti, prajurit Romawi menusuk lambungNya untuk membuktikan kematiannya (Yohanes 19:34).
Tuhan Yesus mengucapkan beberapa kata di atas kayu salib di antaranya,"Ya Bapa ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan." (Lukas 23:34). "Sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus." (23:43) dan juga dalam Yohanes 19:26, Matius 27:46, Markus 15 :34, Yohanes 19:28, Lukas 23:46 dan Yohanes 19:30 ("Sudah selesai")
--------------------------------------
APA ITU HUKUM TAURAT?
Baca Roma pasal 7-9
Setelah Rasul Paulus menjelaskan bahwa manusia dibenarkan karena percaya kepada Tuhan Yesus, bukan karena memenuhi tuntutan hukum Taurat, muncul berbagai pertanyaan: Bagaimana relasi hukum Taurat dengan kehidupan Kristen? Apa kaitan antara ajaran tentang kebenaran Allah dengan makna hukum Taurat? Apakah hukum Taurat tidak berlaku lagi setelah seseorang beriman kepada Allah?
Roma 7:1; Roma 8:39 secara khusus menjelaskan relasi hidup orang Kristen dan hukum Taurat. Hukum Taurat hanya berlaku selama orang hidup (Roma 7:1-6).
Orang yang percaya kepada Kristus tidak berada di bawah hukum Taurat, sebab ia telah mati bagi hukum Taurat. Apakah hukum Taurat itu dosa? Hukum Taurat tidak sama dengan dosa (Roma 7:7-26).
Rasul Paulus membagikan pengalamannya berjuang melawan hukum Taurat. Ada yang berpendapat bahwa pengalaman ini terjadi sebelum Rasul Paulus bertobat. Pandangan ini sulit diterima karena konteks dekat bagian ini menjelaskan hubungan orang Kristen dengan hukum Taurat.
Di samping itu, pengenalan akan dosa selalu berkaitan dengan orang yang sudah dilahirkan kembali. Bukan hukum Taurat yang membuat ia melakukan dosa, melainkan dosa di dalam dirinya yang mengunakan hukum Taurat untuk memperbudak dirinya. Hukum Taurat mengatakan 'dosa' (Roma 7:7-8 ) dan dosa hidup oleh karena hukum Taurat (Roma 7:9-13).
Hukum Taurat menimbulkan pertentangan dengan dosa (Roma 7:14-25). Paulus tahu bahwa ada jalan yang baik, tetapi justru jalan yang buruk yang dipilihnya. Hal ini terjadi karena adanya perbedaan antara sifat hukum Taurat (yang rohani) dan sifat dirinya (yang bersifat daging) atau pertentangan antara Roh dan daging.
Kemudian Rasul Paulus memaparkan realitas bahwa dosa telah dikalahkan oleh Kristus dan Roh (Roma 8:1-39). Hidup dalam kasih karunia sebagai pekerjaan Roh kontras dengan hidup dalam daging di bawah hukum Taurat. Hidup lama menempatkan perhatian dan kesenangan pada hal-hal yang bersifat daging, tetapi hidup yang baru menempatkannya pada hal- hal rohani. Kalau kita hidup menurut daging, ciri yang bersifat daging nampak juga pada pengharapan dalam pikiran kita. Kalau rohani kita kuat, hal itu akan nampak dalam arah hidup kita (Roma 8:5-11).
Rasul paulus bersukacita karena kemenangan kasih karunia di dalam Kristus dan hidup oleh Roh. Ia yakin bahwa kemuliaan yang akan datang (yaitu Allah menampakkan diri secara sempurna di dalam Yesus Kristus) jauh lebih besar daripada penderitaan sekarang. Di akhir pasal 8 dalam Kitab Roma. Rasul Paulus menutup uraiannya dengan kidung pujian yang bernada kemenangan tentang kemenangan hidup Kristen, yaitu hidup yang tidak di bawah hukum Taurat. Karena Allah di pihak kita, siapakah yang dapat merebut kita dari tangan-Nya. Ia, yang telah memberikan Anak-Nya, pasti akan mengaruniakan segala sesuatu di dalam Dia (Roma 8:31-39).
------
2. DOSA SEBAGAI TANGGUNG JAWAB PRIBADI
* YEHEZKIEL 18:20
Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya.
Kita harus melihat konteks yang diangkat oleh Yehezkiel ini adalah berbeda dengan topik DOSA dan KUTUK yang dibahas oleh Rasul Paulus dalam korelasinya dengan Hukum Taurat
Nabi Yehezkiel datang kepada bangsa Israel untuk menegur kesalahan mereka, dan mengajak mereka untuk memperbarui hidup. (Silahkan Baca keseluruhan Kitab Yehezkiel pasal 18 ini)
Pada jaman nabi Yehezkiel, berkembang sebuah pemikiran yang salah mengenai dosa turunan. Bangsa Israel saat itu merasa bahwa mereka hidup di bawah penghukuman akibat dosa/kesalahan yang dilakukan oleh generasi-generasi sebelum mereka (ay. 2). Orang pada saat itu percaya bahwa sifat baik dan sifat buruk meru pakan faktor keturunan, sehingga mereka merasa tidak perlu untuk merubah diri.
Pemahaman seperti ini muncul akibat mereka salah mengerti firman Allah dalam Keluaran 20:5 “Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku”
Konsep yang diangkat dalam Kel. 20:5 sebenarnya mau menunjukkan bahwa anak-anak dapat terpengaruh oleh dosa yang dilakukan orang-tua mereka, karena orang-tua adalah seorang model bagi anak. Kelakuan buruk orang-tua, dengan mudah dapat mempengaruhi kelakuan anak. Sehingga ketika mereka melakukan dosa yang sama seperti orang-tuanya, maka mereka juga akan menerima hukuman yang sama dengan orang-tua mereka. Namun apabila mereka tidak melakukan dosa seperti orang-tua mereka, mereka tidak akan menerima penghukuman itu. Jadi yang ditekankan di sini sebenarnya adalah tanggung-jawab pribadi terhadap dosa.
Nabi Yehezkiel membawa firman Allah untuk meluruskan pemahaman yang salah tersebut (ay. 3-4). Allah secara tegas mengatakan "..semua jiwa Aku punya!..", untuk menjelaskan bahwa Ia menciptakan semua orang, dan mereka diberi kehendak bebas untuk menuruti jalan Tuhan atau tidak, dan mereka tidak dibelenggu oleh keturunan. Tuhan menegaskan suatu prinsip bahwa orang berdosa Iah yang akan menerima hukuman (ay. 4).
Karena salah mengerti maksud firman Allah, bangsa Israel menganggap tindakan Allah tidak tepat (ay. 25a, 29b). Respon ini menunjukkan sikap kekanak-kanakan bangsa Israel. Allah itu adil, namun manusialah yang melanggar aturan Allah. Bangsa Israel ingin Allah untuk mengikuti standard mereka, padahal seharusnya mereka yang hidup menurut standard yang Allah berikan.
Allah menjelaskan bahwa orang yang berbalik dari dosanya akan hidup sedangkan mereka yang kembali kepada dosa akan mati (ay. 26-28 ), untuk menunjukkan bahwa prinsip keturunan tidak berlaku apabila orang bertobat dari dosa-dosanya. Semua itu tergantung dari pilihan orang yang bersangkutan (ay. 30).
Tuhan memanggil umat Israel untuk bertobat, karena Tuhan tidak menghendaki kematian manusia (ay. 32). Dengan kata lain "kematian" manusia bukanlah sebuah hukuman yang Tuhan berikan, namun sebagai sebuah konsekuensi logis dari dosa manusia. Tuhan ingin manusia hidup, oleh karena itu Ia menawarkan pengampunan bagi mereka yang bertobat.
Dosa dan hukuman atas dosa merupakan akibat dari pilihan pribadi seseorang, bukan masalah keturunan atau bawaan. Seseorang bisa saja terkena dampak dari dosa yang dilakukan oleh orang-lain, namun tidak otomatis bertanggung-jawab terhadap dosa tersebut.
Setiap orang bertanggung-jawab secara pribadi terhadap dosa--dosanya.
Tidak ada gunanya mencari kambing hitam bagi dosa-dosa yang seseorang lakukan.
Yehezkiel mampu menegur bangsa Israel atas kesalahan mereka, karena ia memegang firman Allah, bukan sekedar pendapat pribadinya.
Tuhan tidak menghendaki manusia mati akibat dosa-dosanya, oleh karena itu Ia menganjurkan pertobatan dan menawarkan pengampunan
---
3 IMAN SEPERTI ANAK-ANAK
* Markus 10:13-16
10:13 Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia menjamah mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu.
10:14 Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka: "Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah.
10:15 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya."
10:16 Lalu Ia memeluk anak-anak itu dan sambil meletakkan tangan-Nya atas mereka Ia memberkati mereka.
Dalam Lukas 18:15-17 tentang Yesus memberkati anak-anak ; lebih jelas menyatakan bahwa Iman seperti seorang anak kecil yang menyambut Kerajaan Allah itu berkenan dihati Yesus :
15 Maka datanglah orang-orang membawa anak-anaknya yang kecil kepada Yesus, supaya Ia menjamah mereka. Melihat itu murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu.
16 Tetapi Yesus memanggil mereka dan berkata: "Biarkanlah anak-anak itu datang kepada-Ku, dan jangan kamu menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah.
17 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya."
Menjadi seperti anak kecil berarti menjadi satu dengan Bapa, mencintai Bapa, berdamai dengan Bapa, Allah kita.
Jadi jelas yang diungkapkan disini adalah bukan membahas keselamatan pada diri anak kecil sebagai manusia; namun “eksistensi iman seperti anak kecil” itu yang sedang dinilai.
4. KEBOHONGAN PAULUS 4: Segala sesuatu halal.
1 KORINTUS 6:12 Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apa pun.
Pernyataan Paulus di ataslah yang menjadi dasar pola hidup freesex dan mabuk2an di negara2 Barat. Padahal, Tuhan mengharamkan zinah dan memerintahkan agar para pelakunya dilempari batu sampai mati (IMAMAT 20:1-27 dan ULANGAN 22:13-30); Tuhan mengharamkan anggur dan minuman keras (IMAMAT 10:9); Tuhan mengharamkan beberapa binatang termasuk babi (IMAMAT 11:1-47 dan ULANGAN 14:3-21); Tuhan mengharamkan darah (IMAMAT 17:12); Beberapa hal termasuk sperma adalah najis (IMAMAT 15:1-34); Laki2 yang keluar sperma atau campur dengan istri, keduanya harus mandi wajib (IMAMAT 15:16-18); Tuhan mengharamkan riba (ULANGAN 23:19-20); Yesus memerintahkan potong tangan/kaki bagi pencuri (MATIUS 5:30; 18:8 dan MARKUS 9:43,45); Yesus memerintahkan cungkil mata bagi laki2 yang yang mengingini perempuan bukan istrinya (MATIUS 5:29; 18:9 dan MARKUS 9:47); Yesus memerintahkan rajam bagi pelaku zinah (YOHANES 8:7); dan lain-lain.
DAN LAIN SEBAGAINYA..
Apakah 1 KORINTUS 6:12 mengarahkan umat boleh berbuat semaunya? tentu tidak!
Sikap Paulus terhadap perbuatan dosa sangat jelas :
* Galatia 5:19-21 Buah-buah perbuatan daging
5:19 Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,
5:20 penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,
5:21 kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu -- seperti yang telah kubuat dahulu -- bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.
* Galatia 5:22-23 Buah Roh
5:22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,
5:23 kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.
Maka "segala sesuatu halal" yang dimaksud Paulus adalah bahwa ia tidak lagi terikat pada hukum Taurat. Ketidak terikatan kepada Hukum Taurat ini bukan berarti Paulus menghalalkan dosa. Konsep pemikiran Paulus ini adalah merupakan konsep pemikiran karunia, sbb :
KONSEP PEMIKIRAN ANUGERAH/KASIH KARUNIA :
Konsep pemikiran dan cara pandang kita sebagai umat Kristen harus berkonsep pada pemikiran ANUGERAH/KASIH KARUNIA, bukan pemikiran IMBAL-BALIK. Keselamatan kita atas karya Tuhan Yesus diatas kayu salib adalah Anugerah.
Anugerah mempunyai arti dasar demikian : “yang memberi tidak berkewajiban, yang menerima tidak mempunyai hak”. Sedangkan konsep Imbal-Balik adalah “kita mendapatkan sesuatu karena melakukan sesuatu” seperti layaknya seorang pegawai yang diupah bulanan karena melakukan pekerjaannya selama satu bulan, seorang salesman mendapat bonus karena mampu menjual sekian jumlah barang dagangan. Kalau kita berpikiran kalau saya mentaati aturan Alkitab, kalau saya melakukan amal-ibadah maka saya akan mendapat pahala, itu adalah konsep pemikiran imbal-balik! Dimana hal tersebut menunjukkan kita belum sadar akan arti penebusan itu.
* Roma 6: 14
Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kamu tidak berada dibawah hukum Taurat, tetapi dibawah kasih karunia.
Kekristenan itu bukan agama tetapi sebuah relationship, hubungan kita dengan Allah bukan hubungan imbal-balik, kita bukan sekedar rakyat yang harus patuh akan titah Raja, dan bukan sekedar umat yang harus taat dan melaksanakan hukum-hukum. Tetapi kekristenan adalah hubungan kasih Bapa kepada anakNya, kasih anak kepada Bapanya. Maka ketika kita mempunyai konsep pikiran anugerah/kasih-karunia, kita akan dengan senang hati/ tulus ikhlas melakukan hal-hal yang baik sesuai Alkitab, yang bukan sekedar mentaati hukum, tetapi semuanya timbul karena kasih kita kepada Bapa.
Ketika kita memahami arti Anugerah Keselamatan dan kita sadar akan arti tebusan itu, maka otomatis “hukum taurat” itu mengikutinya, sehingga yang kita lakukan juga sesuai dengan landasan hukum Taurat itu.
* Galatia 5:1
Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.
Hukum Taurat itu sendiri tidak memberikan pembenaran. Kita dibenarkan oleh iman dalam Yesus Kristus (Galatia 2:16). Hidup yang kita jalankan adalah dengan iman dalam Tuhan Yesus Kristus (Galatia 2:20). Oleh hukum Taurat, kita mati oleh hukum Taurat supaya kita dapat hidup untuk Allah (Galatia 2:19). Kita menjalankan prilaku yang sesuai hukum Taurat karena Roh Kudus mengarahkan kita dan hukum Taurat yang memang berasal kodrat Ilahi, yang telah kita peroleh dan menjadi bagian darinya (2Petrus 1:4), seperti Kristus.
Selanjutnya, mari kita kaji tulisan yang menarik dari Rasul Paulus demikian :
* 1 Korintus 10:23
"Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.
Ayat di atas adalah tulisan Paulus kepada jemaat di Korintus, tetapi apakah ungkapan dalam tanda kutip itu merupakan pendapat Paulus? Paulus "mengutip" semboyan umum yang dipakai oleh orang-orang di Korintus untuk membenarkan tingkah laku mereka. Selanjutnya, mari kaji lagi ayat-ayat dalam 1 Korintus 6:12-20 demikian :
6:12 Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apapun.
6:13 Makanan adalah untuk perut dan perut untuk makanan: tetapi kedua-duanya akan dibinasakan Allah. Tetapi tubuh bukanlah untuk percabulan, melainkan untuk Tuhan, dan Tuhan untuk tubuh.
6:14 Allah, yang membangkitkan Tuhan, akan membangkitkan kita juga oleh kuasa-Nya.
6:15 Tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah anggota Kristus? Akan kuambilkah anggota Kristus untuk menyerahkannya kepada percabulan? Sekali-kali tidak!
6:16 Atau tidak tahukah kamu, bahwa siapa yang mengikatkan dirinya pada perempuan cabul, menjadi satu tubuh dengan dia? Sebab, demikianlah kata nas: "Keduanya akan menjadi satu daging."
6:17 Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia.
6:18 Jauhkanlah dirimu dari percabulan! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri.
6:19 Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, --dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?
6:20 Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!
Menjadi murid Yesus bukan sekedar taat akan peraturan, karena Yesus lebih menitik- beratkan bahwa apapun yang kita lakukan adalah karena kita benar-benar mengasihiNya.
Amin.
43. KEBOHONGAN KONSEP TRINITAS !
Perlu diketahui bahwa ketika Yesus diutus, wilayah Palestina itu di bawah dominasi/koloni Kerajaan Romawi, yang di dalamnya juga banyak orang Yunani. Nah, ketika Yesus disalib, berita penyalibannya itu menyebar ke seluruh penjuru Timur Tengah hingga daratan Eropa (terutama Yunani). Banyak orang yang ingin mengabadikan peristiwa tentang Yesus itu. Bukan sastrawan Yunani dan Romawi saja, tetapi juga ada sastrawan dari Timur Tengah sendiri. Terbukti ditemukannya 45 injil tentang Yesus (41 apokrif dan 4 kanonik). Hanya saja waktu itu pengaruh kekuasaan Romawi begitu kuat, sehingga hanya 4 injil saja yang diakui oleh Gereja Kristen Awal sebagai kanon Perjanjian Baru. Ke-4 injil Kristen ini banyak mengutip ayat2nya dari Septuaginta Perjanjian Lama berbahasa Yunani, disamping gagasan2 pengarangnya sendiri, dan sudah terbukti kebusukannya (Baca: Distorsi Kanonik, Markus, Matius, Lukas, dan Yohanes).
Tentang Septuaginta & Kanon Perjanjian Baru sudah dijelaskan pada TANGGAPAN-TANGGAPAN sebelumnya.
Kata Tritunggal/Trinitas tidak ada dalam Perjanjian Lama baik Tanakh Ibrani maupun Septuaginta, harap jangan diarahkan bahwa Septuaginta menuliskan muatan ayat yang berbeda dengan Tanakh Ibrani; Septuaginta hanyalah terjemahan Tanakh Ibrani ke bahasa Yunani. Tetapi isinya semua sama.
Juga dalam Perjanjian Baru istilah Tritunggal/Trinitas tidak ada. Namun petunjuk ke arah ke’tri’tunggalan ini sangat jelas, seperti dalam peristiwa pembaptisan Yesus (Matius 3: 16-17) dimana Ketiganya itu menyatakan diri, demikian juga perintah agung penginjilan (Matius 28:19) yang diucapkan Yesus dengan jelas menyebutkan ke tiga oknum Allah dalam kesatuannya. Ketritunggalan itu juga tercermin dalam peristiwa pengurapan 'Yesus yang berinkarnasi' (Lukas 4: 18-19; Yesaya 61: 1,2).
Salam Berkat Paulus mengungkapkan keesaan Ketiganya (2 Korintus 13:13). Petrus menyebut Allah Bapa sebagai perencana, Roh sebagai pengudus, dan Yesus sebagai penebus (1 Petrus1:2; bandingkan dengan Yesaya 48:16-17).
Jadi, ketritunggalan Allah berkaitan dengan pemeliharaan dan penebusan Allah yang menyeluruh kepada manusia.
Yesaya 48:16-17 mengungkapkan ketiga oknum Allah bersama-sama dalam karya keselamatan (bandingkan dengan 1Korintus 12:3-6), dan ‘jalan keselamatan’ yang digenapi oleh Yesus yang dirintis jalannya oleh Yohanes Pembaptis merujuk nubuatan Yesaya tentang ‘jalan keselamatan ALLAH (Lukas 3:4-6; Yesaya40:3-5).
Dari beberapa contoh ayat di atas kita dapat melihat bahwa pengertian Trinitas/Tritunggal sudah tersirat baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, dan sekalipun tidak dirumuskan dalam suatu rumusan doktrin tertentu, dapat dilihat bahwa disadari atau tidak, jemaat pada masa Yesus dan para Rasul sebenarnya sudah mengakui ketritunggalan Allah dan karena sudah jelas tidak perlu ada perumusan sebagai suatu doktrin.
Dalam Perjanjian Baru banyak terdapat kata "Bapa", "Anak", dan "Roh Kudus".
"Bapa", "Anak", dan "Roh Kudus" itu bukan berarti ada 3 Allah, karena Matius 28:19 menggunakan kata 'ONOMA' dalam bentuk tunggal, berarti hanya "satu" nama saja.
* Matius 28:19
"Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam 'nama' ('ONOMA']) Bapa dan Anak dan Roh Kudus,"
"POREUTHENTES OUN MATHETEUSATE PANTA TA ETHNE BAPTIZONTES AUTOUS EIS TO 'ONOMA' TOU PATROS KAI TOU HUIOU KAI TOU HAGIOU PNEUMATOS"
Perubahan bentuk kata 'ONOMA':
Tunggal:
Nominatif, 'ONOMA'
Genitif, 'ONOMATOS'
Datif, 'ONOMATI'
Akusatif, 'ONOMA'
Jamak:
Nominatif, 'ONOMATA'
Genitif, 'ONOMATON'
Datif, 'ONOMASIN'
Akusatif, 'ONOMATA'
Bapa, Anak, dan Roh Kudus, masing-masing bukanlah "nama".
Kata2 ini sebenarnya dikutip oleh para pengarangnya dari Septuaginta Perjanjian Lama berbahasa Yunani, karena di Perjanjian Lama sendiri kata2 tersebut juga banyak dijumpai. Hanya saja orang2 Yahudi tidak mempertuhankan manusia dan Roh Kudus, tidak seperti Kristen yang lebih sesat itu.
Roh Kudus = Roh TUHAN yang kudus :
Meski kalangan Yudaisme tidak mengenal kata TRINITAS, tetapi mereka mengakui Roh Kudus adalah Roh Allah :
* Yesaya 63:10-11
63:10 Tetapi mereka memberontak dan mendukakan Roh Kudus-Nya; maka Ia berubah menjadi musuh mereka, dan Ia sendiri berperang melawan mereka.
Hebrew Translit. : VEHEMA MARU VEITSVU ET-RUAKH KADSHO VAYEHAFEKH LAHEM LE'OYEV HU NILKHAM-BAM
63:11 Lalu teringatlah mereka kepada zaman dahulu kala, zaman Musa, hamba-Nya itu: Di manakah Dia yang membawa mereka naik dari laut bersama-sama dengan penggembala kambing domba-Nya? Di manakah Dia yang menaruh Roh Kudus-Nya dalam hati mereka;
Hebrew Translit. : VAYIZKOR YEMEI-OLAM MOSHEh AMO AYE HAMA'ALEM MIYAM ET ROEI TSONO AYE HASAM BEKIRBO ET-RUAKH KADSHO
Bahwa mendukakan Roh Kudus adalah mendukakan Allah dapat dibandingkan dengan Mazmur 78:8, 40, 49, 56; 95:9-11; Yehezkiel 6:9; Kisah Para Rasul 7:51, dan Efesus 4:30.
BUKTI BUKTI KEILAHIAN ROH KUDUS
a) Kitab Suci menggunakan sebutan Roh Kudus dan Allah / Tuhan (ADONAI) / TUHAN (YHVH) secara interchangeable (= bisa dibolak-balik).
Contoh:
1. Bandingkan Yesaya 6:8-10 dengan Kisah 28:25-27:
* Yesaya 6:8-10
"Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: ‘Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?’. Maka sahutku: ‘Ini aku, utuslah aku!’. Kemudian firman-Nya: ‘Pergilah, dan katakanlah kepada bangsa ini: Dengarlah sungguh-sungguh, tetapi mengerti: jangan! Lihatlah sungguh-sungguh, tetapi mengerti: jangan! Buatlah hati bangsa ini keras dan buatlah telinganya berat mendengar dan buatlah matanya melekat tertutup, supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya lalu berbalik dan menjadi sembuh’".
* Kisah 28:25-27
"Maka bubarlah pertemuan itu dengan tidak ada kesesuaian di antara mereka. Tetapi Paulus masih mengatakan perkataan yang satu ini: ‘Tepatlah firman yang disampaikan Roh Kudus kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi Yesaya: Pergilah kepada bangsa ini, dan katakanlah: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap. Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka’".
Kalau kita membandingkan 2 bagian Kitab Suci diatas, maka jelas terlihat bahwa apa yang dikatakan Paulus dalam Kisah 28:25-27 itu ia kutip dari Yesaya 6:8-10. Tetapi dalam Yesaya 6:8-10 itu dikatakan bahwa itu adalah ‘suara Tuhan’ kepada nabi Yesaya, sedangkan dalam Kisah 28:25-27 itu Paulus berkata bahwa ‘firman itu disampaikan oleh Roh Kudus’ dengan per-antaraan nabi Yesaya. Ini menunjukkan bahwa Roh Kudus adalah Tuhan sendiri!
2. Bandingkan Ibrani 3:7-11 dengan Mazmur 95:7b-11 dan Keluaran 17:1-7:
* Ibrani 3:7-11
"Sebab itu, seperti yang dikatakan Roh Kudus: ‘Pada hari ini, jika kamu mendengar suaraNya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman pada waktu pencobaan di padang gurun, di mana nenek moyangmu mencobai Aku dengan jalan menguji Aku, sekalipun mereka melihat perbuatan-perbuatanKu, empat puluh tahun lamanya. Itulah sebabnya Aku murka kepada angkatan itu, dan berkata: Selalu mereka sesat hati, dan mereka tidak mengenal jalanKu, sehingga Aku bersumpah dalam murkaKu: Mereka takkan masuk ke tempat perhentianKu’".
Karena kata-kata dalam Ibrani 3:7-11 ini merupakan kata-kata Roh Kudus, maka kata-kata ‘mencobai Aku’ berarti ‘mencobai Roh Kudus’.
Kalau sekarang kita melihat dalam Mazmur 95:7b-11, yang hampir-hampir identik dengan Ibrani 3:7-11 tadi, maka bisa kita dapatkan dari Mazmur 95:8 bahwa itu adalah peristiwa yang terjadi di Masa dan Meriba. Dan peristiwa Masa dan Meriba itu diceritakan dalam Keluaran 17:1-7. Sekarang perhatikan Keluaran 17:7 yang berbunyi:
"Dinamailah tempat itu Masa dan Meriba, oleh karena orang Israel telah bertengkar dan oleh karena mereka telah mencobai TUHAN dengan mengatakan: ‘Adakah TUHAN di tengah-tengah kita atau tidak?’".
Jadi disini dipakai istilah ‘mencobai TUHAN (YHVH)’, padahal tadi dalam Ibrani 3:7-11 dikatakan bahwa mereka ‘mencobai Roh Kudus’. Ini menunjukkan bahwa Roh Kudus itu adalah TUHAN (YHVH)!
3. Bandingkan Ibrani 10:15-17 dengan Yeremia 31:33-34.
* Ibrani 10:15-17
"Dan tentang hal itu Roh Kudus juga memberi kesaksian kepada kita, sebab setelah Ia berfirman: ‘Inilah perjanjian yang akan Kuadakan dengan mereka sesudah waktu itu,’ Ia berfirman pula: ‘Aku akan menaruh hukumKu di dalam hati mereka dan menuliskannya dalam akal budi mereka, dan Aku tidak lagi mengingat dosa-dosa dan kesalahan mereka.’"
* Yeremia 31:33-34
"Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN: Aku akan menaruh TauratKu dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umatKu. Dan tidak usah lagi orang mengajar sesamanya atau mengajar saudaranya dengan mengatakan: Kenallah TUHAN! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku, demikianlah firman TUHAN, sebab Aku akan mengampuni kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa mereka".
Jelas terlihat bahwa Ibrani 10:16-17 merupakan kutipan sebagian (tidak seluruhnya) dari Yeremia 31:33,34. Tetapi dalam Yeremia 31 dikatakan bahwa kata-kata itu diucapkan oleh TUHAN / Yahweh (perhatikan kata-kata ‘firman TUHAN’ dalam Yeremia 31:31,32c,34b). Sedangkan dalam Ibrani 10:15-17 dikatakan bahwa itu merupakan ‘kesaksian / firman Roh Kudus’ (Ibrani 10:15b,16b).
Disamping itu, dalam Yeremia 31 itu, yang mengadakan perjanjian, yang menaruh Taurat dalam batin umatNya, dan yang mengam-puni / tidak mengingat dosa umatNya, adalah TUHAN / Yahweh sendiri. Sedangkan dalam Ibrani 10:15-17, yang mengadakan per-janjian, yang menaruh hukum dalam hati, dan yang mengam-puni / tidak mengingat dosa, adalah Roh Kudus.
Juga perlu diperhatikan bahwa Roh Kudus dikatakan ‘tidak mengingat dosa’. Ini menunjukkan bahwa Roh Kudus mempu-nyai kuasa untuk mengampuni dosa.
Semua ini menunjukkan bahwa Roh Kudus adalah TUHAN / YHVH sendiri!
4. Sekarang mari kita melihat pada Kisah 5:3-4,9 yang berbunyi sebagai berikut:
"Tetapi Petrus berkata: 'Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu? Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu? Mengapa engkau merencana-kan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah. ... Kata Petrus: ‘Mengapa kamu berdua bersepakat untuk mencobai Roh Tuhan?’".
Perhatikan bahwa kalau dalam Kisah 5:3 Petrus berkata bahwa Ananias ‘mendustai Roh Kudus’, maka dalam Kisah 5:4 Petrus berkata bahwa Ananias ‘mendustai Allah’. Lalu dalam Kis 5:9 Petrus berkata bahwa mereka ‘mencobai Roh Tuhan’. Ini lagi-lagi menunjukkan bahwa Roh Kudus adalah Allah!
5. Dalam 1 Korintus 3:16 Paulus berkata bahwa tubuh kita adalah ‘bait Allah’ (= rumah Allah), kemudian ia melanjutkan dengan kata-kata ‘dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu’.
Kalau memang tubuh kita adalah bait / rumah Allah, maka itu seharusnya berarti bahwa Allahlah yang tinggal di dalam tubuh kita. Tetapi Paulus mengatakan Roh Allah (= Roh Kudus) yang tinggal di dalam kita.
Dan kalau kita melihat dalam 1 Korintus 6:19 maka di sana Paulus berkata bahwa tubuh kita adalah ‘bait Roh Kudus’.
Semua ini menunjukkan bahwa Roh Kudus itu adalah Allah!
6. Dengan cara yang sama, kalau kita membandingkan Yesaya 40:13 dengan Yes 40:14 maka bisa kita simpulkan bahwa ‘Roh TUHAN’ dalam Yesaya 40:13 itu adalah 'TUHAN' dalam Yesaya 40:14.
b) ALKITAB menunjukkan bahwa Roh Kudus mempunyai sifat-sifat Allah seperti:
1. Kekal (Ibrani 9:14).
2. Mahaada (Mazmur 139:7-10).
3. Mahatahu (1 Korintus 2:10-11, Yesaya 40:13).
1 Korintus 2:10-11 yang menunjukkan bahwa Roh Kudus itu tahu apa yang ada dalam diri Allah, jelas menunjukkan bahwa Roh Kudus itu mahatahu!
4. Mahakuasa (Matius 12:28 ).
5. Suci.
Ini terlihat dari sebutan ‘kudus’, dan juga terlihat dari Efesus 4:30 yang menunjukkan bahwa dosa kita mendukakan Roh Kudus.
c) Kitab Suci juga menunjukkan bahwa Roh Kudus melakukan pekerjaan-pekerjaan ilahi seperti:
1. Penciptaan (Kejadian 1:2, Ayub 33:4).
2. Melahirbarukan (Yohanes 3:5-6, Titus 3:5).
3. Membangkitkan Yesus (Roma 8:11).
d) Nama Roh Kudus ditempatkan dalam posisi yang sejajar dengan nama Bapa dan Anak, seperti dalam Mat 28:19 dan 2Kor 13:13.
Perlu kita ingat bahwa dalam Mat 28:19 nama Bapa, Anak dan Roh Kudus disejajarkan bukan dalam sembarang peristiwa, tetapi dalam formula baptisan. Adalah aneh, bahkan tidak masuk akal, kalau Yesus memerintahkan supaya seseorang dibaptis dalam nama Bapa (yang adalah Allah), Anak (yang juga adalah Allah), dan Roh Kudus (yang bukan Allah, bahkan bukan pribadi).
Demikian juga dalam 2 Korintus 13:13 Paulus menyejajarkan Yesus, Allah (Bapa) dan Roh Kudus, bukan dalam peristiwa sembarangan, tetapi pada saat ia memberi berkat kepada gereja Korintus.
Karena itu bisa disimpulkan bahwa dalam 2 ayat tersebut, penyejajaran Bapa, Anak dan Roh Kudus menunjukkan bahwa 3 pribadi itu setingkat! Dan ini membuktikan bahwa Roh Kudus adalah Allah sendiri!
Bahwa Yesus dan Roh Kudus juga adalah Allah, sebagaimana Bapa adalah Allah, jelas menunjukkan adanya kejamakan dalam diri Allah.
YESUS ADALAH ALLAH
Yohanes 1:1 dengan jelas kepra-beradaan Yesus Kristus sebagai LOGOS, dan ... THEOS
* Yohannes 1:1
Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah
en arkhรช รชn ho logos kai ho logos รชn pros ton theon kai theos รชn ho logos
* Yohanes 1:14
Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.
APA YANG ADALAH ALLAH, FIRMAN ITULAH DIA
WHAT GOD WAS, THE WORD WAS.
Kemudian, Yesaya 9:5 jelas menunjukkan bahwa “Allah yang Perkasa, Bapa yang kekal, dan Raja Damai” ditujukan kepada Yesus. Disebutkan bahwa Bapa mengatakan Anak sebagai ‘Allah’ yang diurapi ‘Allah’ (Ibrani1:8,9) dan bukan hanya Bapa tetapi Anak pun disembah oleh malaikat dan dimuliakan (Ibrani 1:6; band. Wahyu1:17;4:10-11;14:7;15:4; dan 19:10;22:8-9). Yesus juga disebut “Imanuel” yaitu ‘Allah menyertai kita’ (Yesaya 7:14; Matius 1:23). [/color]
dan masih banyak bukti-bukti yang lain yang sudah dijelaskan pada tanggapan-tanggapan sebelumnya.
Quote:
Adapun mengenai penuhanan terhadap Yesus dan Roh Kudus, yang tergabung dalam konsep Trinitas , sesungguhnya merupakan karangan tokoh2 Gereja Kristen Awal Kemudian yang dipelopori oleh Paulus Tarsus untuk menyesatkan umat manusia. Dan gagasan tentang konsep Trinitas ini sesungguhnya merupakan adopsi [dari ajaran2 Trinitas yang sangat populer pada saat itu, yaitu:
1. Ajaran Trinitas di Mesir: Iziris, Auzuris, dan Huris.
2. Ajaran Trinitas di India: Brahma, Wisynu, dan Syiwa.
3. Ajaran Trinitas di Yunani: Zeus, Poseidon, dan Pedos.
4. Ajaran Trinitas di Romawi: Jupiter, Nipton, dan Pluton.
Jadi, injil2 yang ada dalam Alkitab sekarang itu jauh lebih banyak bohongnya ketimbang apa yang sebenarnya dialami oleh Yesus/Nabi Isa as sendiri. Banyak sekali pernyataan2 Yesus yang sebenarnya merupakan karangan dari sastrawan Yunani dan Romawi tersebut.
Terlalu mudah untuk membuktikan kebohongan injil ini. Di satu sisi, ia banyak mengutip nubuat
Perjanjian Lama (yang sebenarnya melenceng semua), tetapi di lain pihak ia juga banyak pertentangannya dengan Perjanjian Lama itu sendiri. Karena para pengarang injil tampaknya lebih menonjolkan gagasan2nya ketika mengarangnya, sehingga tidak benar2 menguasai Perjanjian Lama, akibatnya banyak ayat injil yang tidak sinkron
dengan Perjanjian Lama yang mereka jadikan salah satu rujukannya itu.
JAWAB
Konsep Trinitas dalam pemahaman Kristiani tidak mengikut dalam ajaran-ajaran paganisme seperti yang disebutkan diatas. Alkitab dengan jelas menunjukkan keesaan Allah. Saya meyakini keesaan Allah yang multi-kompleks. Kata Allah dalam bahasa Ibrani 'ELOHIM menggunakan bentuk jamak tetapi dengan kata kerja tunggal, hal ini saja sudah menyiratkan keesaan Allah yang serba kompleks.
Sebenarnya kita dapat menggunakan ilustrasi untuk mempermudah pengkajian tentang tritunggal. Manusia sendiri dapat terdiri atas roh, manusia dapat berbicara, dan manusia itu merupakan "satu" hakekat.
Hanya ada "satu" Allah, bukan "tiga" Allah. Dialah Sang Pencipta alam semesta. Yang disebut Tritunggal adalah suatu istilah dan penjelasan teologis mengenai keberadaan yang ada di dalam diri Allah yang Esa itu. Haruslah ditegaskan bahwa iman Kristen adalah suatu iman yang menegaskan tauhid (keesaan Allah) sebagaimana yang nyata dalam ayat-ayat berikut ini :
* Ulangan 6:4
"Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!"
SYEMA' {dengarlah} YISRร'รL {wahai Israel} YHVH {baca: 'ADONรY, TUHAN) 'ELOHรYNU {Allah kita} YHVH {baca: 'ADONรY, TUHAN} 'EKHรD {satu, esa}
Yesus sendiri menekankan pentingnya ajaran Kitab Suci ini tentang ke-Esa-an Allah :
* Markus 12:29
Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.
HO DE {dan} IรSOUS {Yesus} APEKRITHร {Dia menjawab} AUTร {kepadanya} HOTI {bahwa} PRรTร {pertama} PASรN {dari segala} TรN ENTOLรN {perintah-perintah} AKOUE {dengarlah engkau} ISRAรL {Israel} KURIOS {Tuhan} HO THEOS {Allah} HรMรN {kita} KURIOS {Tuhan} HEIS {satu} ESTIN {Dia adalah}
Paham Ketritunggalan yang kudus sama sekali tidak berarti adanya tiga allah sebagaimana yang dibayangkan secara salah oleh beberapa orang. Arti dari paham ini ialah bahwa Allah itu satu adanya.....
- Berada dalam diriNya sendiri, Ia menyatakan diriNya sebagai Bapa
- Berbicara dalam FirmanNya. Ia menyatakan diriNya sebagai Anak, yakni Firman.
- Hidup dalam RohNya, Ia menyatakan diriNya sebagai Roh Kudus.
Kita jangan menarik pengertian dari nama-nama ini bahwa ada satu hubungan jasmaniah sebagaimana lazimnya pada sifat manusiawi, karena hal tersebut memiliki satu pengertian rohani.
Nama-nama ini tidak ditetapkan atau ditemukan manusia, melainkan adalah kata-kata dari ilham ilahi dalam Kitab Kudus, sebagaimana yang anda dapat lihat pada ayat-ayat berikut ini:
1. Yesus berkata kepada murid-muridNya, "Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus" (Matius 28:19). Monoteisme jelas sekali dalam kata-kataNya, "baptislah mereka dalam nama"--> 'ONOMA' (single). Yesus tidak berkata baptislah mereka dalam nama-nama 'ONOMATA' (plural) Bapa, Anak dan Roh Kudus. Namun Ketritunggalan dipaparkan dengan jelas dalam kata-kataNya, "Bapa dan Anak dan Roh Kudus." (lihat penjelasan diatas)
2. Rasul Yohanes dengan jelas sekali menegaskan pengertian ini, "Dan ada tiga yang memberikan kesaksian di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu" (I Yohanes 5:7).
Bapa, Anak dan Roh Kudus. Inilah Tritunggal Kudus dalam satu-satunya Allah yang kepadaNya kami percaya.
Amin.
44. KEBUSUKAN ALKITAB INDONESIA !
Kebusukan Alkitab Indonesia di sini hanya menyangkut revisi-revisi terhadap kata atau kata-kata tertentu dari teks yang dapat dikatakan "mendekati orisinal" tanpa konfirmasi terlebih dahulu dengan para pengarang Alkitab yang sesungguhnya sehingga mengurangi nilai kesejarahan ayat-ayat tersebut, antara lain:
Alkitab terjemahan, baik dalam bahasa Inggris maupun dalam bahasa lain-lain terdapat “revisi-revisi”. Demikian juga Alkitab Versi LAI/ Bahasa Indonesia, LAI yang memproduksi Alkitab dalam bahasa Indonesia dalam berbagai Versi.
Misalnya Versi Terjemahan Baru adalah merupakan “revisi” dari Versi Terjemahan Lama.
Mengapa hal ini terjadi?
Karena Bahasa itu senantiasa berubah dan berkembang. Bahasa apapun itu terus berubah, mengalami perubahan dan perkembangan. Contohnya kata "gerombolan". Kata "Gerombolan" jaman dulu tidak punya konotasi buruk. namun sekarang sering kali digunakan untuk menyebutkan suatu kelompok dalam konotasi yang jelek (untuk penjahat).
Dalam bahasa Inggris pun juga mempunyai perubahan, misalnya kata "gay", kata ini artinya adalah "happy, riang gembira dst", Namun sekarang sekarang konotasinya adalah "homosexuality". Di Tahun 1940an (mungkin sampai dengan tahun 1960an) Orang-orang bisa bilang "Oh, you're such a gay person" dan orang itu akan mengatakan "thank you".
Namun kata "gay" masa sekarang ini tidak boleh diucapkan dengan kalimat seperti diatas, karena bisa menyebabkan orang tersebut marah, karena dia bukanlah seorang "homoseks"
Maka versi-versi Alkitab harus mengikuti kaidah dan kecocokan bahasa pada masanya.
Kita ambil contoh lagi dalam bahasa Inggris. Proses penterjemahannya ada banyak macam. Ada yang menitik-beratkan pada akurasi kata per kata, ada yang menitik beratkan pada akurasi kalimat per kalimat, ada yang menitikberatkan pada akurasi tema per tema.
Alkitab Terjemahan Indonesia-pun demikian, ada yang diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia sehari-hari, dengan tujuan supaya pembaca lekas mengerti terhadap terjemahan kalimat yang dibuat dengan bahasa sederhana.
Akibat dari titik berat yang berbeda-beda ini , plus kadang-kadang penggunaan kata juga dipilih supaya sesuai dengan pembaca level tertentu, maka kita end up dengan Alkitab dalam berbagai versi terjemahan baik Inggris maupun Indonesia dan bahasa-bahasa lain.
Namun setiap versi ini berasal dari text Ibrani (PL)dan text Yunani (PB) yg sama. Dan tetap bisa dicek dasar penterjemahannya itu untuk dibandingkan dengan Text aslinya.
Dengan demikian kalau yang dipermasalahkan adalah versi Alkitab mengapa bermacam-macam, saya tegaskan disini bahwa hal tersebut tidak mengubah makna dan isi pengajarannya, setiap versi Alkitab diproses dengan hati-hati oleh para ahli teologi dalam sebuah "team" jadi bukan 1 orang, dan juga bukan asal cetak. Misalnya saja LAI (Lembaga Alkitab Indonesia) lembaga resmi alkitab. mempunyai team-work dalam proses penterjemahan Alkitab di Indonesia.
1. REVISI KITAB MATIUS:
2:23 Setibanya di sana iapun tinggal di sebuah kota yang bernama Nazaret. Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi-nabi, bahwa Ia akan disebut: Orang Nazaret.
Terjemahan yang tepat dari teks "orisinal":
2:23 Setibanya di sana iapun tinggal di sebuah kota yang bernama Nazaret. Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi-nabi, bahwa Ia akan disebut: Orang Nazorea.
(Para penerjemah Alkitab Indonesia merubah frasa "Orang Nazorea" menjadi "Orang Nazaret" tanpa dasar yang jelas)
Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:
Versi The Latin Vulgate (sebelum abad ke-15 M):
2:23 et veniens habitavit in civitate quae vocatur Nazareth ut adimpleretur quod dictum est per prophetas quoniam Nazareus vocabitur
Versi Greek Stephanos 1550 M:
2:23 kai elthon katokesen eis polin legomenen s=nazareth abt=nazaret opos plerothe to rethen dia ton propheton oti nazoraios klethesetai
Versi Douay-Rheims Bible 1582 M:
2:23 And coming he dwelt in a city called Nazareth: that it might be fulfilled which was said by the prophets: That he shall be called a Nazarene.
Versi Wycliffe New Testament:
2:23 and cam, and dwelte in a citee, that ys clepid Nazareth, that is shulde be fulfillid, that was seid bi profetis, For he shal be clepid a Nazarey.
Versi New American Bible:
2:23 He went and dwelt in a town called Nazareth, so that what had been spoken through the prophets might be fulfilled, "He shall be called a Nazorean."
Versi New Revised Standard Version:
2:23 There he made his home in a town called Nazareth, so that what had been spoken through the prophets might be fulfilled, "He will be called a Nazorean."
Alkitab bahasa Indonesia tidak pernah menterjemahkan kata 'Orang Nazaret' menjadi Orang Nazorea
Dalam kaidah bahasa Indonesia tidak mengenal cara terjemahan yang seperti itu.
Contoh :
'American' dalam bahasa Indonesia akan diterjemahkan sebagai 'Orang Amerika'
'Japanese' dalam bahasa Indonesia akan diterjemahkan sebagai 'Orang Jepang'
'Chinese' dalam bahasa Indonesia akan diterjemahkan sebagai 'Orang China'
'British' dalam bahasa Indonesia akan diterjemahkan sebagai 'Orang Inggris'
'Italian' dalam bahasa Indonesia akan diterjemahkan sebagai 'Orang Itali'
'Arabian' dalam bahasa Indonesia akan diterjemahkan sebagai 'Orang Arab' --> tidak diterjemahkan sebagai 'Orang Arabian'
dan seterusnya.
Mari kita kaji ayat tersebut dalam berbagai versi terjemahannya :
* Matius 2:23
Alkitab Klinkert 1870, Laloe datanglah doedoek dalam saboewah negari, jang bernama Nasaret, soepaja genaplah barang jang dikatakan olih segala nabi, bahwa ISA akan bergelar orang Nasaret.
Alkitab Ende, Sesampai disana berdiamlah ia disuatu kota jang bernama Nazaret. Demikianlah ditepati nubuat nabi, bunjinja: "Ia akan disebut Orang Nazaret".
Alkitab Melayu Baba, dan datang tinggal dalam satu negri yang bernama Nasarat, spaya bnarkan perkata'an nabi-nabi, "Dia nanti di-glarkan orang Nasarat."
LAI Terjemahan Lama, kemudian tibalah ia serta diam di dalam sebuah negeri yang bernama Nazaret, supaya sampailah sabda segala nabi, bahwa Yesus akan bergelar Nazari.
BIS Terjemahan Sehari-hari, Di situ ia tinggal di kota yang bernama Nazaret. Dengan demikian terjadilah apa yang dikatakan oleh nabi-nabi mengenai Anak itu: "Ia akan disebut Orang Nazaret."
LAI Terjemahan Baru, Setibanya di sana ia pun tinggal di sebuah kota yang bernama Nazaret. Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi-nabi, bahwa Ia akan disebut: Orang Nazaret.
ENGLISH :
New International Version (NIV), and he went and lived in a town called Nazareth. So was fulfilled what was said through the prophets: "He will be called a Nazarene."
King James Version KJV, And he came and dwelt in a city called Nazareth: that it might be fulfilled which was spoken by the prophets, He shall be called a Nazarene.
New King James Version (NKJV), And he came and dwelt in a city called Nazareth, that it might be fulfilled which was spoken by the prophets, "He shall be called a Nazarene."
New American Standard Bible (NASB), and came and lived in a city called Nazareth This was to fulfill what was spoken through the prophets: "He shall be called a Nazarene."
American Standard Version, and came and dwelt in a city called Nazareth; that it might be fulfilled which was spoken through the prophets, that he should be called a Nazarene.
NASKAH BAHASA ASLI :
Textus Receptus (TR), ฮบฮฑฮน ฮตฮปฮธฯฮฝ ฮบฮฑฯฯฮบฮทฯฮตฮฝ ฮตฮนฯ ฯฮฟฮปฮนฮฝ ฮปฮตฮณฮฟฮผฮตฮฝฮทฮฝ ฮฝฮฑฮถฮฑฯฮตฯ ฮฟฯฯฯ ฯฮปฮทฯฯฮธฮท ฯฮฟ ฯฮทฮธฮตฮฝ ฮดฮนฮฑ ฯฯฮฝ ฯฯฮฟฯฮทฯฯฮฝ ฮฟฯฮน ฮฝฮฑฮถฯฯฮฑฮนฮฟฯ ฮบฮปฮทฮธฮทฯฮตฯฮฑฮน
Translit, kai elthรดn katรดkรชsen eis polin legomenรชn nazaret hopรดs plรชrรดthรช to rรชthen dia tรดn prophรชtรดn hoti nazรดraios klรชthรชsetai
Interlinear Inggris, kai {AND} elthรดn {HAVING COME} katรดkรชsen {HE DWELT} eis {IN} polin {A CITY} legomenรชn {CALLED} nazaret {NAZARETH;} hopรดs {SO THAT} plรชrรดthรช {SHOULD BE FULFILLED} to {THAT WHICH} rรชthen {WAS SPOKEN} dia {BY} tรดn {THE} prophรชtรดn {PROPHETS,} hoti {THAT} nazรดraios {A NAZARENE} klรชthรชsetai {SHALL HE BE CALLED.}
Interlinear Indonesia, kai {KEMUDIAN} elthรดn {SETELAH DATANG} katรดkรชsen {TINGGAL} eis {DI} polin {SEBUAH KOTA} legomenรชn {(YANG) DIPANGGIL} nazaret {NAZARET;} hopรดs {SUPAYA} plรชrรดthรช {DIPENUHI} to {YANG} rรชthen {DIKATAKAN} dia {MELALUI} tรดn {(THE)~PARA} prophรชtรดn {NABI,} hoti nazรดraios {ORANG NAZARET} klรชthรชsetai {IA AKAN DISEBUT.}
Perhatikan, Tidak ada kata 'orang Nazorea'
Dalam Perjanjian Baru, kata ”Orang Nazaret” hanya ditujukan kepada Yesus (Matius 2:23;Markus 1:24; Lukas 2:39). Matius, Lukas dan Yohanes menggunakan kata 'nazรดraios' dengan maksud yang sama. Kata itu juga dipakai untuk menunjuk pada 'Yesus dari Nazaret/ Jesus of Nazareth' (ho apo Nazareth – Matius 21: 11; Maret 1:9; Yohanes 1:45; Kisah 10:38 ).
Catatan:
Di antara dakwaan-dakwaan yang ditujukan terhadap Petrus, salah satunya menyebutkan "Yesus dari Nazaret" (Matius 26:71), dan satu lagi menyebutkan "Yesus, orang dari Nazaret" (Markus 14:67). Pernyataan pertama sebenarnya merupakan terjemahan yang salah-arah dari kata Yunani Nazorean (A. Stegemann H - 1998 B. Perjanjian Matius 2:23 C. Kee HC - 1971), sedangkan pernyataan kedua merupakan terjemahan yang salah-arah dari istilah Yunani Nazarene. Istilah Yunani Nazorean dan Nazarene merupakan transliterasi (Nazarenoi atau Nazoraios) dari kata bahasa Arama Nasren atau Nasraya, yang berarti para pemelihara. Pada gilirannya, kata bahasa Arama itu bisa ditelusuri kembali pada istilah Nazir dalam bahasa Ibrani, yang berarti suci, kudus, atau pemantang. Jika sekte-sekte dan subsekte-subsekte agama Yahudi pada abad pertama Masehi dijajarkan pada poros keagamaan, dimana kutub kiri mewakili liberalisme Yahudi, dan kutub kanan mewakili konservatisme religius, maka kaum Farisi akan berada di tengah-tengah, sedangkan kaum Essene dan Nazorea akan berada di ujung kanan.
Jadi, siapakah, dan apakah sebenarnya, orang-orang Nazorea itu? Sederhananya, mereka adalah kelompok yang sama yang dirujuk dalam perjanjian Lama sebagai orang-orang Nazarite atau Nazirite. Nazarite atau Nazorea adalah seseorang yang melaksanakan sumpah pemantangan dan kesetiaan penuh kepada Hukum Musa, dimana sumpah semacam ini bisa berlaku selama hidup atau untuk jangka waktu trertentu. Aturan-aturan khusus yang mengatur periode menjadi seorang Nazarite atau Nazorea disebutkan satu per satu dalam Kitab Bilangan 6:1-21 dalam Alkitab, tetapi tidak diulangi dalam bab ini. Namun demikian, dijelaskan bahwa orang-orang Nazarite atau Nazorea dicirikahasi dengan penolakan mereka untuk memotong rambut, dengan pemantangan mutlak terhadap alkohol dan seluruh minuman yang berasal dari anggur, dengan penolakan mutlak untuk berada dekat jenazah, dan sebagainya. Tokoh-tokoh alkitabiah termasyur yang diidentifikasi sebagai orang-orang Nazarite atau Nazorea antara lain : Samson (Hakim-hakim 13:1-24; 16:13-17); Samuel (1 Samuel 1:1-22); mungkin Yohanes (Yahya) Sang Pembaptis, mungkin juga James, imam pertama gereja Kristen di Yerusalem (Kisah Para Rasul 21:17-26); dan untuk sementara Paulus (Kisah Para Rasul 21:17-26). Namun demikian, penggambaran alkitabiah mengenai Yesus Kristus sama sekali tidak ada sangkut-pautnya dengan penggambaran tentang seorang Nazorea, karena seorang Nazorea tidak akan pernah menerima apapun yang berasal dari buah anggur, dan tidak bisa mendekati Lazarus yang sudah meninggal, yang oleh Yesus, melalui kekuasaan Allah, konon dibangkitkan dari kematian (Yohanes 11:38-44).
Jadi, tidak ada hubungannya antara frasa "Orang Nazorea" (atau "Orang Nazarene") dengan kota Nazaret. Sekali lagi, orang-orang Nazorea adalah orang-orang yang memiliki keyakinan tertentu terhadap Hukum Musa yang para penganutnya tidak hanya ada di kota Nazaret, tetapi tersebar di seluruh wilayah Israel.
Lebih jauh, nubuat yang "dikutip" Matius tentang "Orang Nazorea" di atas, tidak ditemukan dalam naskah Perjanjian Lama. Singkatnya, Matius memiliki nubuat menyimpang yang "dikutip" yang sama sekali tidak ada! Kesalahan-kesalahan yang bertimbunan!
Ada pengertian yang berbeda antara kata nazรดraios (orang Nazareth) ; nazรดraiรดn aireseรดs (sekte Nasrani); dan Nazorea/ 'Natsorayya' (nama salah satu Sekte gnostik Mandaean).
Penjelasannya sebagai berikut :
1. nazรดraios (orang Nazareth) ;
Sudah dijelaskan diatas bahwa dalam Alkitab Perjanjian Baru bahwa istilah nazรดraios hanya ditujukan kepada Yesus --> Yesus Orang Nazareth (Matius 2:23; Markus 1:24; Lukas 2:39)
2. nazรดraiรดn aireseรดs (sekte Nasrani);
Kata Nasrani tidak mengarah kepada pengikut Yesus Kristus , sebab sebelumnya pengikut Yesus disebut dengan nama 'Kristen' (Christianous, Kisah 11:26).
Sebenarnya 'Sekte Nasrani' sudah ada sebelum kelahiran Yesus dan adanya kaitan nama Yesus dengan kota asalnya Nazaret. Sekte Nasrani adalah sekte Yahudi pra-Kristen yang menganut mistik gnostik orang Mandaean. Sekte ini disebut dalam Epiphanus Panar.I,Haer. 29,6 & Tafsiran Jerome (Yesaya 11:1).
Dalam Talmud (Ta'an.27b); Tertulianus: Marcion IV.3; Tafsiran Jerome (Yesaya 5:18 ), sekte ini jelas menunjukkan ciri sebuah sekte Yahudi yang kemudian bersinkretisasi juga dengan kekristenan (Yohanes Pembaptis) tetapi berbeda dengan pengikut Yesus, bahkan dalam Epiphanes (Panar.I, Haer.18 ) dengan jelas dibedakan antara 'sekte Nasrani' Mandaean dengan 'umat Kristen.'
* Kisah 24:5
LAI TB, Karena orang ini hamba sekalian dapati seperti sampar, yaitu seorang penggerak huru-hara kepada sekalian orang Yahudi di seluruh dunia, dan menjadi kepala mazhab Nasrani
KJV, For we have found this man a pestilent fellow, and a mover of sedition among all the Jews throughout the world, and a ringleader of the sect of the Nazarenes
TR, ฮตฯ ฯฮฟฮฝฯฮตฯ ฮณฮฑฯ ฯฮฟฮฝ ฮฑฮฝฮดฯฮฑ ฯฮฟฯ ฯฮฟฮฝ ฮปฮฟฮนฮผฮฟฮฝ ฮบฮฑฮน ฮบฮนฮฝฮฟฯ ฮฝฯฮฑ ฯฯฮฑฯฮนฮฝ ฯฮฑฯฮนฮฝ ฯฮฟฮนฯ ฮนฮฟฯ ฮดฮฑฮนฮฟฮนฯ ฯฮฟฮนฯ ฮบฮฑฯฮฑ ฯฮทฮฝ ฮฟฮนฮบฮฟฯ ฮผฮตฮฝฮทฮฝ ฯฯฯฯฮฟฯฯฮฑฯฮทฮฝ ฯฮต ฯฮทฯ ฯฯฮฝ ฮฝฮฑฮถฯฯฮฑฮนฯฮฝ ฮฑฮนฯฮตฯฮตฯฯ
Translit, eurontes gar ton andra touton loimon kai kinounta staseis stasin pasin tois ioudaiois tois kata tรชn oikoumenรชn prรดtostatรชn te tรชs tรดn nazรดraiรดn{Nasrani} aireseรดs {Mazhab/sekte}
3. Nazorea/ 'Natsorayya' (nama salah satu Sekte gnostik Mandaean)
Sekte gnostik Mandaean lainnya menyebut diri mereka dengan sebutan 'Natsorayya'/ 'Nazorea' (berasal dari kata 'nazar') atau bahasa Siria 'natsar' (dalam logat Siria istilah Aram 'z' ditulis 'ts). Nazar/natsar berarti 'menjaga' yaitu menjaga tradisi dan mencerminkan usaha untuk mempertahankan tradisi Yahudi & Taurat dengan ketat. Tetapi, sekte ini sekaligus bersifat sinkretis dengan faham gnostik.
Sekte Nasrani bukan Kristen :
'Sekte Nasrani' sudah ada sebelum kelahiran Yesus dan adanya kaitan nama Yesus dengan kota asalnya Nazaret. Sekte Nasrani adalah sekte Yahudi pra-Kristen yang menganut mistik gnostik orang Mandaean. Sekte ini disebut dalam Epiphanus Panar.I,Haer. 29,6 & Tafsiran Jerome (Yesaya 11:1).
Dalam Talmud (Ta'an.27b); Tertulianus:Marcion IV.3; Tafsiran Jerome (Yesaya 5:18 ), sekte ini jelas menunjukkan ciri sebuah sekte Yahudi yang kemudian bersinkretisasi juga dengan kekristenan (Yohanes Pembaptis) tetapi berbeda dengan pengikut Yesus, bahkan dalam Epiphanes (Panar.I, Haer.18 ) dengan jelas dibedakan antara 'sekte Nasrani' Mandaean dengan 'umat Kristen.'
Pada awal perkembangan kekristenan di kalangan Yahudi, masih banyak yang memelihara torat seperti yang dijumpai dalam persidangan di Yerusalem (Kisah15) dan murid-murid Yakobus (Kisah 21:20), tetapi kita mengetahui bahwa kemudian mereka mengikuti ajaran Kristus melalui pengajaran Petrus dan Paulus untuk mengikuti jalan pertobatan iman kepada Tuhan Yesus Kristus dan pertolongan Roh Kudus.
Jadi dapat dimaklumi kalau para orang Kristen yang masih dalam proses transisi 'Taurat menuju Injil' itu kemudian disamakan oleh para pemimpin Yahudi dan dianggap 'sekte Nasrani' juga (Kisah 24:5). Tetapi dengan berkembangnya waktu dan ajaran para rasul maka makin jelas beda antara mereka yang mengikuti 'sekte Nasrani' dengan yang mengikuti ajaran Yesus yang kemudian disebut sebagai 'Kristen' (Kisah 11:26;26:28; 1 Petrus 4:16)
Dalam Al-Quran pengikut Yesus disebut sebagai 'Nasrani' (Nashara, Sura.5:82) Ini bisa dimaklumi mengingat bahwa latar belakang Islam banyak berinteraksi dengan agama Yahudi (terutama di Medinah) dan menggunakan julukan orang Yahudi kepada orang Kristen sebagai julukan mereka juga. Orang Yahudi tidak menerima 'Yesus sebagai Kristus' (Messias) itulah sebabnya label Nasrani yang mereka pakai. Sebenarnya Al-Quran sudah menggunakan nama 'Al-Masihi' (QS 4:157) yang artinya 'messiah' untuk menyebut Yesus (Isa), sedangkan pengikut Yesus disebut sebagai 'Masihi'. Penggunaan nama ini menurut Ensiklopedia Islam disebut disebarluaskan oleh misionaris Kristen menggantikan istilah 'Nasrani' (Nashara, QS.5:82) (lihat Cyril Glasse, dibawah kata 'Masihi').
Maka penyebutan yang umum kita dengar 'Nasrani' bagi kaum Kristiani sebenarnya 'kurang tepat'.
2. REVISI KITAB MATIUS:
19:16. Ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata: "Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"
19:17 Jawab Yesus: "Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah."
Terjemahan yang tepat dari teks "orisinal":
19:16 Ada seorang datang kepada Yesus dan berkata: "Guru yang baik, perbuatan apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"
19:17 Jawab Yesus: "Mengapa engkau memanggil-Ku Guru yang baik? Hanya Satu yang baik, yaitu Tuhan. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah-Nya.
(Para penerjemah Alkitab Indonesia merubah frasa "Guru yang baik" menjadi "perbuatan baik" dan menghilangkan kata "Tuhan" yang merujuk kepada Allah, agar seolah-olah Yesus adalah Allah)
Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:
Versi Douay-Rheims Bible 1582 M:
19:16 And behold one came and said to him: Good master, what good shall I do that I may have life everlasting?
19:17 Who said to him: Why askest thou me concerning good? One is good, God. But if thou wilt enter into life, keep the commandments.
Versi King James 1611 M:
19:16 And, behold, one came and said unto him, Good Master, what good thing shall I do, that I may have eternal life?
19:17 And he said unto him, Why callest thou me good? there is none good but one, that is, God: but if thou wilt enter into life, keep the commandments.
* Matius 19:16
LAI TB,Ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata: "Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"
NIV, Now a man came up to Jesus and asked, "Teacher, what good thing must I do to get eternal life?"
KJV, And, behold , one came and said unto him, Good Master, what good thing shall I do , that I may have eternal life?
NKJV, Now behold, one came and said to Him, "Good Teacher, what good thing shall I do that I may have eternal life?"
TEXTUS RECEPTUS (TR): ฮบฮฑฮน ฮนฮดฮฟฯ ฮตฮนฯ ฯฯฮฟฯฮตฮปฮธฯฮฝ ฮตฮนฯฮตฮฝ ฮฑฯ ฯฯ ฮดฮนฮดฮฑฯฮบฮฑฮปฮต ฮฑฮณฮฑฮธฮต ฯฮน ฮฑฮณฮฑฮธฮฟฮฝ ฯฮฟฮนฮทฯฯ ฮนฮฝฮฑ ฮตฯฯ ฮถฯฮทฮฝ ฮฑฮนฯฮฝฮนฮฟฮฝ
Translit, kai {AND} idou {BEHOLD,} eis {ONE} proselthรดn {HAVING COME TO [HIM]} eipen {SAID} autรด eipen{TO HIM,} didaskale {TEACHER} agathe {GOOD,} ti {WHAT} agathon {GOOD [THING]} poiรชsรด {SHALL I DO} hina {THAT} skhรด ekhรด {I MAY HAVE} zรดรชn {LIFE} aiรดnion {ETERNAL}
WESCOTT HORT (WH), ฮบฮฑฮน ฮนฮดฮฟฯ ฮตฮนฯ ฯฯฮฟฯฮตฮปฮธฯฮฝ ฮฑฯ ฯฯ ฮตฮนฯฮตฮฝ ฮดฮนฮดฮฑฯฮบฮฑฮปฮต ฯฮน ฮฑฮณฮฑฮธฮฟฮฝ ฯฮฟฮนฮทฯฯ ฮนฮฝฮฑ ฯฯฯ ฮถฯฮทฮฝ ฮฑฮนฯฮฝฮนฮฟฮฝ
Translit, kai {AND} idou {BEHOLD,} eis {ONE} proselthรดn autฯ {HAVING COME TO HIM} eipen {SAID} didaskale {TEACHER} ti {WHAT} agathon {GOOD [THING]} poiรชsรด {SHALL I DO} hina {THAT} skhรด ekhรด {I MAY HAVE} zรดรชn {LIFE} aiรดnion {ETERNAL}
LAI mengikuti naskah UBS/WH, sama seperti versi NIV yang menuliskan 'didaskale' {Guru} saja dan tidak memasukkan ฮฑฮณฮฑฮธฮต - agathe {YANG BAIK}.
PENJELASAN TAMBAHAN :
Alkitab Bahasa Indonesia versi LAI, Perjanjian Lama diterjemahkan dari naskah Ibrani BHS (Biblia Hebraica Stuttgartensia), sedangkan Perjanjian Baru diterjemahkan dari naskah Nestle/Kurt Aland - UBS (United Bible Society).
Ada "dua" Alkitab versi bahasa Inggris yang populer yaitu KJV (King James Version) dan NIV (New International Version). KJV menganut sistem 'static', penerjemahan harfiah kata demi kata, sedangkan NIV menganut sistem 'dynamic', penerjemahan kontekstual.
Naskah Perjanjian Baru berbahasa Yunani pun beraneka ragam, namun yang populer ada dua pula yaitu naskah Stephanus yang disebut Textus Receptus berasal dari manuskrip sekitar abad ke-7 Masehi yaitu naskah Barat (Western-type text), dan naskah Westcott/Hort yang diteruskan oleh Nestle/K. Aland dan dikenal sebagai Revised Text berasal dari manuskrip sekitar abad ke-4 Masehi, dikenal sebagai naskah Aleksandria.
KJV menerjemahkan utuh dari naskah Textus Receptus, sedangkan NIV menerjemahkan dari UBS, menggunakan kombinasi antara kedua naskah tersebut. Demikian pula halnya dengan Alkitab terjemahan LAI. Jika kita menemukan ayat dalam tanda kurung dalam Alkitab LAI, berarti ayat itu dijumpai dalam naskah Textus Receptus, tetapi tidak ada dalam naskah WH (Westcott/Hort).
Mengapa ada aneka ragam naskah berbahasa Yunani? Barangkali Anda dapat menelusuri dari ilustrasi ini:
Paulus menulis surat kepada jemaat di Roma, hanya "satu" tulisan tangan Paulus. Surat kiriman Paulus ini diperlukan oleh jemaat di Efesus, maka mereka "menyalin" tulisan tangan Paulus. Jemaat di tempat lain pun memerlukan tulisan serupa, maka mereka "menyalin" pula, terkadang menyalin dari salinan, demikian seterusnya sehingga bermunculanlah 'manuskrip' (salinan naskah tulis tangan). Bahan yang digunakan pun bukanlah bahan yang awet berabad-abad sehingga naskah awal tidak bakal bertahan lama.
Nah, kodrat manusia itu lemah, tidak selamanya salinan dari salinan ini persis, terkadang muncul perbedaan-perbedaan.
3. REVISI KITAB MATIUS:
4:15 "Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain
Terjemahan yang tepat dari teks "orisinal":
4:15 "Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, Galilea, yang dihuni orang-orang non Yahudi
(Para penerjemah Alkitab Indonesia merubah frasa "yang dihuni orang-orang non Yahudi" menjadi "wilayah bangsa-bangsa lain" untuk mempersempit kontradiksi dengan ayat yang dikutip dan telah dimodifikasi oleh pengarang/penerjemah Matius dari Kitab Yesaya 9:1)
Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:
Versi Douay-Rheims Bible 1582 M:
4:15 Land of Zabulon and land of Nephthalim, the way of the sea beyond the Jordan, Galilee of the Gentiles:
Versi King James 1611 M:
The land of Zabulon, and the land of Nephthalim, by the way of the sea, beyond the Jordan, Galilee of the Gentiles;
Catatan:
Pengarang/penerjemah Matius membual bahwa misi kerasulan Yesus bukan hanya untuk orang-orang Israel atau Yahudi saja, tetapi juga untuk orang-orang dari bangsa-bangsa lain, karenanya, frasa "pelbagai umat" dalam teks Yesaya 9:1 yang menjadi rujukan Matius, diubah menjadi "orang-orang non Yahudi" dalam Matius 4:15. Selengkapnya, baca: Distorsi Matius 7.
4. REVISI KITAB MATIUS:
12:18 "Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa
12:21 Dan kepada-Nyalah bangsa-bangsa akan berharap."
Terjemahan yang tepat dari teks "orisinal":
12:18 "Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada orang-orang non Yahudi
12:21 Dan kepada-Nyalah orang-orang non Yahudi akan berharap."
(Para penerjemah Alkitab Indonesia merubah frasa "orang-orang non Yahudi" menjadi "bangsa-bangsa" untuk mempersempit kontradiksi dengan ayat-ayat yang dikutip dan telah dimodifikasi oleh pengarang/penerjemah Matius dari Kitab Yesaya 42:1,4)
Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:
Versi Douay-Rheims Bible 1582 M:
12:18 Behold my servant whom I have chosen, my beloved in whom my soul hath been well pleased. I will put my spirit upon him, and he shall shew judgement to the Gentiles.
12:21 And in his name the Gentiles shall hope.
Versi King James 1611 M:
12:18 Behold my servant, whom I have chosen; my beloved, in whom my soul is well pleased: I will put my spirit upon him, and he shall shew judgement to the Gentiles.
12:21 And in his name shall the Gentiles trust.
Catatan:
Pengarang/penerjemah Matius membual bahwa misi kerasulan Yesus bukan hanya untuk orang-orang Israel atau Yahudi saja, tetapi juga untuk orang-orang dari bangsa-bangsa lain, karenanya, frasa "bangsa-bangsa" dan "segala pulau" dalam teks Yesaya 42:1,4 yang menjadi rujukan Matius, diubah menjadi "orang-orang non Yahudi" dalam Matius 12:18,21. Selengkapnya, baca: Distorsi Matius 10.
Versi Douay-Rheims Bible 1582 M dan Versi King James 1611 M, adalah terjemahan, maka sebaiknya kita kaji teks asli ayat tersebut :
Seperti kasus diatas, maka sebaiknya kita kaji terjemahan tersebut dengan teks aslinya demikian :
* Matius 4:15
LAI Terjemahan Baru, "Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain,
LAI Terjemahan Lama, Tanah Zebulon dan tanah Naftali, yang di sebelah jalan ke tasik, di seberang Yarden, yaitu Galilea, tanah orang kafir;
KJV, The land of Zabulon, and the land of Nephthalim, by the way of the sea, beyond Jordan, Galilee of the Gentiles (bangsa-bangsa kafir);
TR, ฮณฮท ฮถฮฑฮฒฮฟฯ ฮปฯฮฝ ฮบฮฑฮน ฮณฮท ฮฝฮตฯฮธฮฑฮปฮตฮนฮผ ฮฟฮดฮฟฮฝ ฮธฮฑฮปฮฑฯฯฮทฯ ฯฮตฯฮฑฮฝ ฯฮฟฯ ฮนฮฟฯฮดฮฑฮฝฮฟฯ ฮณฮฑฮปฮนฮปฮฑฮนฮฑ ฯฯฮฝ ฮตฮธฮฝฯฮฝ
Translit, gรช zaboulรดn kai gรช nephthalim nephthaleim hodon thalassรชs peran tou iordanou galilaia tรดn ethnรดn
INTERLINEAR TR-KJV, gรช {LAND} zaboulรดn {OF ZEBULUN} kai {AND} gรช {LAND} nephthaleim {OF NAPHTALI,} hodon {WAY} thalassรชs {OF [THE] SEA,} peran {BEYOND} tou {THE} iordanou {JORDAN,} galilaia {GALILEE} tรดn {OF THE} ethnรดn {NATIONS,}
* Matius 12:18
LAI Terjemahan Baru, "Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa.
LAI Terjemahan Lama, Inilah hamba pilihan-Ku, dan kekasih-Ku, yang berkenan kepada hati-Ku; maka Aku akan membubuhkan Roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan menyatakan hukum kepada segala orang kafir.
KJV, Behold my servant, whom I have chosen; my beloved, in whom my soul is well pleased: I will put my spirit upon him, and he shall shew judgment to the Gentiles.
TR, ฮนฮดฮฟฯ ฮฟ ฯฮฑฮนฯ ฮผฮฟฯ ฮฟฮฝ ฮทฯฮตฯฮนฯฮฑ ฮฟ ฮฑฮณฮฑฯฮทฯฮฟฯ ฮผฮฟฯ ฮตฮนฯ ฮฟฮฝ ฮตฯ ฮดฮฟฮบฮทฯฮตฮฝ ฮท ฯฯ ฯฮท ฮผฮฟฯ ฮธฮทฯฯ ฯฮฟ ฯฮฝฮตฯ ฮผฮฑ ฮผฮฟฯ ฮตฯ ฮฑฯ ฯฮฟฮฝ ฮบฮฑฮน ฮบฯฮนฯฮนฮฝ ฯฮฟฮนฯ ฮตฮธฮฝฮตฯฮนฮฝ ฮฑฯฮฑฮณฮณฮตฮปฮตฮน
Translit, idou ho pais mou hon hรชretisa ho agapรชtos mou eis hon eudokรชsen hรช psukhรช mou thรชsรด to pneuma mou ep auton kai krisin tois ethnesin apaggelei
TR-KJV INTERLINEAR, idou {BEHOLD} ho pais mou {MY SERVANT} hon {WHOM} hรชretisa {I HAVE CHOSEN,} ho agapรชtos mou {MY BELOVED} eis {IN} hon {WHOM} eudokรชsen {HAS FOUND DELIGHT} hรช psukhรช mou {MY SOUL.} thรชsรด to {I WILL PUT}pneuma mou {MY SPIRIT} ep {UPON} auton {HIM,} kai {AND} krisin {JUDGMENT} tois {TO THE} ethnesin {NATIONS} aapaggelei {HE SHALL DECLARE.}
* Matius 12:21
LAI Terjemahan Baru, Dan pada-Nyalah bangsa-bangsa akan berharap.
LAI Terjemahan Lama, Dan kepada nama-Nya segala orang kafir akan berharap
KJV, And in his name shall the Gentiles trust.
TR, ฮบฮฑฮน ฮตฮฝ ฯฯ ฮฟฮฝฮฟฮผฮฑฯฮน ฮฑฯ ฯฮฟฯ ฮตฮธฮฝฮท ฮตฮปฯฮนฮฟฯ ฯฮนฮฝ
Translit, kai en tรด onomati autou ethnรช elpiousin
TR-KJV INTERLINEAR : kai {AND} en tรด {IN} onomati autou {HIS NAME [THE]} ethnรช {NATIONS} elpiousin {SHALL HOPE.}
Menurut Leksikon Yunani definisi ethnรช; ethnรดn (jamak) ; ฮตฮธฮฝฮฟฯ - ethnos (tunggal), adalah :
1) a multitude (whether of men or of beasts) associated or living together; a company, troop, swarm.
2) a multitude of individuals of the same nature or genus;the human family.
3) a tribe, nation, people group.
4) in the OT, foreign nations not worshipping the true God, pagans, Gentiles (nations, usually non-Jewish)
5) Paul uses the term for Gentile Christians.
Maka penerjemahan ethnรดn bisa diterjemahkan sebagai bangsa-bangsa non Yahudi (bangsa-bangsa lain); dalam pengertian bukan penyembah Allah nenek moyang Israel (Allah Ibrahim, Ishak, dan Yakub) atau bangsa-bangsa Kafir (The Gentiles).
Tidak ada yang perlu dipermasalahkan.
5. REVISI KITAB YOHANES:
2:4 Kata Yesus kepadanya (ibunya): "Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba."
Terjemahan yang tepat dari teks "orisinal":
2:4 Kata Yesus kepadanya (ibunya): "Mau apakah engkau dari pada-Ku, perempuan? Saat-Ku belum tiba."
(Para penerjemah Alkitab Indonesia merubah kata "perempuan" menjadi "ibu", agar lebih sopan)
Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:
Versi Douay-Rheims Bible 1582 M:
2:4 And Jesus saith to her: Woman, what is that to me and to thee? My hour is not yet come.
Versi King James 1611 M:
2:4 Jesus saith unto her, Woman, what have I to do with thee? mine hour is not yet come.
Versi Douay-Rheims Bible 1582 M dan Versi King James 1611 M, adalah terjemahan, maka sebaiknya kita kaji teks asli ayat tersebut :
Seperti kasus diatas, maka sebaiknya kita kaji terjemahan tersebut dengan teks aslinya demikian :
* Yohanes 2:3-4
LAI Terjemahan Baru,
2:3 Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: "Mereka kehabisan anggur."
2:4 Kata Yesus kepadanya: "Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba."
Alkitab Terjemahan lama,
2:3 Apabila kekurangan air anggur, berkatalah ibu Yesus kepada-Nya, "Mereka itu tiada berair anggur."
2:4 Maka kata Yesus kepadanya, "Hai perempuan, apakah yang kena-mengena di antara Aku dengan engkau? Saat-Ku belum sampai."
Alkitab Bahasa Inggris :
Jesus saith unto her, Woman, what have I to do with thee? mine hour is not yet come. (KJV john 2:4)
And Jesus said to her, "O woman, what have you to do with me? My hour has not yet come." (RSV 1965)
Jesus said to her, Woman, this is not your business; my time is still to come (Bible in Basic English)
Jesus says to her, What have I to do with thee, woman? mine hour has not yet come. (John Nelson Darby translation).
"Woman, what have you to do with me?" (NIV Bible)
TEXTUS RECEPTUS :
ฮปฮตฮณฮตฮน ฮฑฯ ฯฮท ฮฟ ฮนฮทฯฮฟฯ ฯ ฯฮน ฮตฮผฮฟฮน ฮบฮฑฮน ฯฮฟฮน ฮณฯ ฮฝฮฑฮน ฮฟฯ ฯฯ ฮทฮบฮตฮน ฮท ฯฯฮฑ ฮผฮฟฯ [/color]
Translit, legei autรช ho iรชsous ti emoi kai soi gunai oupรด รชkei hรช hรดra mou
Kata GUNAI berasal dari kata ฮณฯ ฮฝฮท - gunรช, berarti : women, a woman of any age, (whether a virgin, or married, or a widow)
Terhadap terjemahan LAI TB yang dipermasalahkan :
Kata 'ibu' dalam kehidupan masyarakat Indonesia, bukan selalu berarti 'mother' bisa juga berarti sebagai 'nyonya'.
Kaidah kata 'ibu' sekarang ini artinya meluas dan sering dipakai sebagai 'sapaan hormat' kepada seorang Wanita, kata 'ibu' ini bisa berarti 'Madame' atau 'lady' dalam bahasa Inggris
Maka LAI Terjemahan Baru (TB) lebih memilih kata 'ibu' yang kesannya lebih ‘manis’ dan sesuai jaman sekarang.
Tetapi penerjemahan yang tepat adalah seperti LAI TL, yaitu 'perempuan'
Penjelasan :
Ketika Yesus memanggil ibu-Nya dengan “Perempuan” ("kasar" kata sebagian orang). Tetapi Kita perlu juga tahu latar belakang budaya / adat-istiadat orang Yahudi untuk panggilan/sapaan kepada orang ke-dua.
Ungkapan "perempuan" Jangan disamakan dengan bahasa Indonesia, atau bahasa Inggris, atas sapaan kepada ibu, dengan dan latar kebudayaan dan bahasa yang digunakan oleh Yesus Kristus.
Bahasa dan kebudayaan serta tradisi suatu bangsa berbeda dengan bangsa lain.
Jika Yesus Kristus memanggil Maria dengan sapaan "Ibu" (Ibrani " ืֵื - EM" ; Aram 'EMA) , maka Dia tidak layak berada di muka khalayak ramai, dianggap masih anak-anak yang perlu momongan orang tua.
Orang Yahudi dewasa di muka khalayak ramai tidak akan memanggil ibunya dengan sapaan demikian, karena sudah menjadi tradisi mereka. Panggilan "Ibu" hanya boleh dilakukan di dalam lingkungan rumah tangga, bukan di muka umum.
* Yohanes 2:4
"Kata Yesus kepadanya: 'Mau apakah engkau dari pada-Ku, 'ibu' Saat-Ku belum tiba.'"
KJV, Jesus saith unto her, Woman, what have I to do with thee? mine hour is not yet come.
TR, ฮปฮตฮณฮตฮน ฮฑฯ ฯฮท ฮฟ ฮนฮทฯฮฟฯ ฯ ฯฮน ฮตฮผฮฟฮน ฮบฮฑฮน ฯฮฟฮน ฮณฯ ฮฝฮฑฮน ฮฟฯ ฯฯ ฮทฮบฮตฮน ฮท ฯฯฮฑ ฮผฮฟฯ
Translit interlinear, legei {berkata} autรช {kepadanya} ho iรชsous {Yesus} ti emoi kai {jangan mengganggu Aku} soi gunai {hai perempuan} oupรด {masih belum} รชkei {tiba} hรช hรดra {waktu} mou {-Ku}
Panggilan akrab, baik, dan hormat yang digunakan di muka khalayak ramai terhadap perempuan, termasuk ibu sendiri adalah kata Aram 'antta’, dalam bahasa Yunani menggunakan kasus vokatif 'ฮณฯ ฮฝฮฑฮน - gunai' dari kata dasar 'ฮณฯ ฮฝฮท - gunรช'.
Orang Yahudi bahkan tidak boleh memanggil seseorang dengan "nama kecil", meskipun ybs. menggunakan nama kecil. Panggilan seperti ini dianggap sebagai " ืืฉืื ืืจืข - LASYON HA-RA'" (evil tongue, sin of gossip).
Panggilan 'ฮณฯ ฮฝฮฑฮน - gunai', juga ditujukan kepada perempuan yang lain sebagai sapaan :
Contoh ayat :
* Matius 15:28
LAI TB, Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: 'Hai 'ibu', besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki.' Dan seketika itu juga anaknya sembuh.
LAI TL, Lalu jawab Yesus, serta berkata kepadanya, "Hai perempuan, besarlah imanmu; jadilah bagimu sama seperti engkau kehendaki." Maka sembuhlah anaknya yang perempuan itu pada ketika itu juga.
NIV,Then Jesus answered, "Woman, you have great faith! Your request is granted." And her daughter was healed from that very hour.
KJV, Then Jesus answered and said unto her, O woman, great is thy faith: be it unto thee even as thou wilt. And her daughter was made whole from that very hour.
TR, ฯฮฟฯฮต ฮฑฯฮฟฮบฯฮนฮธฮตฮนฯ ฮฟ ฮนฮทฯฮฟฯ ฯ ฮตฮนฯฮตฮฝ ฮฑฯ ฯฮท ฯ ฮณฯ ฮฝฮฑฮน ฮผฮตฮณฮฑฮปฮท ฯฮฟฯ ฮท ฯฮนฯฯฮนฯ ฮณฮตฮฝฮทฮธฮทฯฯ ฯฮฟฮน ฯฯ ฮธฮตฮปฮตฮนฯ ฮบฮฑฮน ฮนฮฑฮธฮท ฮท ฮธฯ ฮณฮฑฯฮทฯ ฮฑฯ ฯฮทฯ ฮฑฯฮฟ ฯฮทฯ ฯฯฮฑฯ ฮตฮบฮตฮนฮฝฮทฯ
Translit. tote apokritheis ho iรชsous eipen autรช hรด gunai megalรช sou hรช pistis genรชthรชtรด soi hรดs theleis kai iathรช hรช thugatรชr autรชs apo tรชs hรดras ekeinรชs
* Lukas 13:12
LAI TB, Ketika Yesus melihat perempuan itu, Ia memanggil dia dan berkata kepadanya: "Hai 'ibu', penyakitmu telah sembuh."
LAI TL, Apabila Yesus nampak dia, lalu Ia memanggil perempuan itu serta berkata kepadanya, "Hai perempuan, terlepaslah engkau daripada penyakit lemahmu itu."
NIV, When Jesus saw her, he called her forward and said to her, "Woman, you are set free from your infirmity."
KJV, And when Jesus saw her, he called her to him, and said unto her, Woman, thou art loosed from thine infirmity.
TR, ฮนฮดฯฮฝ ฮดฮต ฮฑฯ ฯฮทฮฝ ฮฟ ฮนฮทฯฮฟฯ ฯ ฯฯฮฟฯฮตฯฯฮฝฮทฯฮตฮฝ ฮบฮฑฮน ฮตฮนฯฮตฮฝ ฮฑฯ ฯฮท ฮณฯ ฮฝฮฑฮน ฮฑฯฮฟฮปฮตฮปฯ ฯฮฑฮน ฯฮทฯ ฮฑฯฮธฮตฮฝฮตฮนฮฑฯ ฯฮฟฯ
Translit, idรดn de autรชn ho iรชsous prosephรดnรชsen kai eipen autรช gunai apolelusai tรชs astheneias sou
* Yohanes 4:21
LAI TB, Kata Yesus kepadanya: "Percayalah kepada-Ku, hai 'perempuan', saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem."
LAI TL, Maka kata Yesus kepadanya, "Hai perempuan, percayalah kepada-Ku, bahwa masanya akan datang apabila kamu akan menyembah Bapa itu, bukan di atas bukit ini dan bukan pula di Yeruzalem.
NIV, Jesus declared, "Believe me, woman, a time is coming when you will worship the Father neither on this mountain nor in Jerusalem.
KJV, Jesus saith unto her, Woman, believe me, the hour cometh, when ye shall neither in this mountain, nor yet at Jerusalem, worship the Father.
TR, ฮปฮตฮณฮตฮน ฮฑฯ ฯฮท ฮฟ ฮนฮทฯฮฟฯ ฯ ฮณฯ ฮฝฮฑฮน ฯฮนฯฯฮตฯ ฯฮฟฮฝ ฮผฮฟฮน ฮฟฯฮน ฮตฯฯฮตฯฮฑฮน ฯฯฮฑ ฮฟฯฮต ฮฟฯ ฯฮต ฮตฮฝ ฯฯ ฮฟฯฮตฮน ฯฮฟฯ ฯฯ ฮฟฯ ฯฮต ฮตฮฝ ฮนฮตฯฮฟฯฮฟฮปฯ ฮผฮฟฮนฯ ฯฯฮฟฯฮบฯ ฮฝฮทฯฮตฯฮต ฯฯ ฯฮฑฯฯฮน
Translit, legei autรช ho iรชsous gunai pisteuson moi hoti erkhetai hรดra hote oute en tรด orei toutรด oute en hierosolumois proskunรชsete tรด patri
* Yohanes 20:13
LAI TB, "Kata malaikat-malaikat itu kepadanya: 'Ibu', mengapa engkau menangis?' Jawab Maria kepada mereka: "Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan."
LAI TL, Maka berkatalah malaekat itu kepada Maryam, "Hai perempuan, apakah sebabnya engkau menangis?" Maka kata Maryam kepadanya, "Sebab orang sudah mengambil Tuhan, dan hamba tiada tahu, di mana orang menaruh Dia."
NIV, They asked her, "Woman, why are you crying?"
KJV, And they say unto her, Woman, why weepest thou? She saith unto them, Because they have taken away my LORD, and I know not where they have laid him.
TR, ฮบฮฑฮน ฮปฮตฮณฮฟฯ ฯฮนฮฝ ฮฑฯ ฯฮท ฮตฮบฮตฮนฮฝฮฟฮน ฮณฯ ฮฝฮฑฮน ฯฮน ฮบฮปฮฑฮนฮตฮนฯ ฮปฮตฮณฮตฮน ฮฑฯ ฯฮฟฮนฯ ฮฟฯฮน ฮทฯฮฑฮฝ ฯฮฟฮฝ ฮบฯ ฯฮนฮฟฮฝ ฮผฮฟฯ ฮบฮฑฮน ฮฟฯ ฮบ ฮฟฮนฮดฮฑ ฯฮฟฯ ฮตฮธฮทฮบฮฑฮฝ ฮฑฯ ฯฮฟฮฝ
Translit, kai legousin autรช ekeinoi gunai ti klaieis legei autois hoti รชran ton kurion mou kai ouk oida pou ethรชkan auton
6. REVISI KITAB 1 SAMUEL:
6:19. Dan Ia membunuh beberapa orang Bet-Semes, karena mereka melihat ke dalam tabut TUHAN; Ia membunuh tujuh puluh orang dari rakyat itu. Rakyat itu berkabung, karena TUHAN telah menghajar mereka dengan dahsyatnya.
Terjemahan yang tepat dari teks "orisinal":
6:19. Dan Ia membunuh beberapa orang Bet-Semes, karena mereka melihat ke dalam tabut TUHAN; Ia membunuh lima puluh ribu tujuh pulu orang dari rakyat itu. Rakyat itu berkabung, karena TUHAN telah menghajar mereka dengan dahsyatnya.
(Para penerjemah Alkitab Indonesia merubah jumlah "50.070" menjadi "70" saja untuk mempersempit kontradiksi dengan Kitab Kejadian 8:21)
Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:
Versi Douay-Rheims Bible 1582 M:
6:19 But he slew of the men of Bethsames, because they had seen the ark of the Lord, and he slew of the people seventy men, and fifty thousand of the common people. And the people lamented, because the Lord had smitten the people with a great slaughter.
Versi King James 1611 M:
6:19 And he smote the men of Bethshemesh, because they had looked into the ark of the LORD, even he smote of the people fifty thousand and threescore and ten men: and the people lamented, because the LORD had smitten many of the people with a great slaughter.
* 1 Samuel 6:19
LAI TB, Dan Ia membunuh beberapa orang Bet-Semes, karena mereka melihat ke dalam tabut TUHAN; Ia membunuh tujuh puluh orang dari rakyat itu. Rakyat itu berkabung, karena TUHAN telah menghajar mereka dengan dahsyatnya
LAI TL, Hata, maka dipalu Tuhan akan orang Bait-Semes sebab mereka itu sudah mengintai ke dalam tabut Tuhan, bahkan, dipalu-Nya dari pada mereka itu tujuh puluh orang dari lima puluh ribu orang. Maka pada masa itu merataplah orang banyak, sebab dipalu Tuhan di antara mereka itu dengan palu yang besar.
Kita kaji teks asli ayat tersebut :
Biblia Hebraic Stuttgartensia (BHS), Hebrew with vowels,
ืַืַּืְ ืְּืַื ְืฉֵׁื ืֵืืช־ืฉֶׁืֶืฉׁ ืִּื ืจָืืּ ืַּืֲืจֹืื ืְืืָื ืַืַּืְ ืָּืขָื ืฉִׁืְืขִืื ืִืืฉׁ ืֲืִืฉִּׁืื ืֶืֶืฃ ืִืืฉׁ ืַืִּืชְืַืְּืืּ ืָืขָื ืִּื־ืִืָּื ืְืืָื ืָּืขָื ืַืָּื ืְืֹืืָื׃
Translit : VAYAKH BEANSYEY VE'IT-SYEMESY KI RAU BAARON YEHOVAH VAYAKH BA'AM {people} SYIVIM {seventy} ISY {man} KHAMISYIM {fifty/ a multiple of fifty (with other numbers) } 'ELEF {thousand} ISY {man} VAYITABLU HA'AM KI-HIKA YEHOVAH BA'AM MAKA GEDOLAH
Jewish Publication Society Tanakh,
And He smote of the men of Beth-shemesh, because they had gazed upon the ark of the LORD, even He smote of the people seventy men, and fifty thousand men; and the people mourned, because the LORD had smitten the people with a great slaughter.
Maka, terjemahan versi LAI TL lebih tepat mendekati teks aslinya. Meski kedua terjemahan tsb tidak bertentangan keduanya menulis bahwa yang dibunuh adalah sebanyak 70 orang
7. REVISI KITAB 2 SAMUEL:
17:25 Absalom telah mengangkat Amasa menggantikan Yoab untuk mengepalai tentara. Amasa adalah anak seorang yang bernama Yitra, seorang Ismael yang telah memperisteri Abigal binti Nahas, saudara perempuan Zeruya ibu Yoab.
Terjemahan yang tepat dari teks "orisinal":
17:25 Absalom telah mengangkat Amasa menggantikan Yoab untuk mengepalai tentara. Amasa adalah anak seorang yang bernama Yitra, seorang Israel yang telah memperisteri Abigal binti Nahas, saudara perempuan Zeruya ibu Yoab.
(Para penerjemah Alkitab Indonesia merubah kata "Israel" menjadi "Ismael" untuk menghilangkan kontradiksi dengan Kitab 1 Tawarikh 2:17)
Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:
Versi The Latin Vulgate (sebelum abad ke-15 M):
17:25 Amasam vero constituit Absalom pro Ioab super exercitum Amasa autem erat filius viri qui vocabatur Iethra de Hiesreli qui ingressus est ad Abigail filiam Naas sororem Sarviae quae fuit mater Ioab
Versi Douay-Rheims Bible 1582 M:
17:25 Now Absalom appointed Amasa in Joab's stead over the army: and Amasa was the son of a man who was called Jethra, of Jezrael, who went in to Abigail the daughter of Naas, the sister of Sarvia who was the mother of Joab.
Versi King James 1611 M:
17:25 And Absalom made Amasa captain of the host instead of Joab: which Amasa was a man's son, whose name was Ithra an Israelite, that went in to Abigail the daughter of Nahash, sister to Zeruiah Joab's mother.
Kita kaji teks asli Tanakh Ibrani :
* 2 Samuel 17:25
Hebrew,
ืְืֶืช־ืขֲืָืฉָׂื ืฉָׂื ืַืְืฉָׁืֹื ืชַּืַืช ืֹืืָื ืขַื־ืַืฆָּืָื ืַืขֲืָืฉָׂื ืֶื־ืִืืฉׁ ืּืฉְׁืֹื ืִืชְืจָื ืַืִּืฉְׂืจְืֵืִื ืֲืฉֶׁืจ־ืָּื ืֶื־ืֲืִืืַื ืַּืช־ื ָืָืฉׁ ืֲืֹืืช ืฆְืจืּืָื ืֵื ืֹืืָื׃
Translit, VE'ET-AMASA SAM AVSYALOM TAKHAT YO'AV AL-HATSAVA VA'AMASA VEN-ISY USYEMO YITRA HAYISRE'ELI ASYER-BA 'EL-AVIGAL BAT-NAKHASY 'AKHOT TSERUYA 'EM YO'AV
Terjemahan Hebrew Tanakh, And Absalom had set Amasa over the host instead of Joab. Now Amasa was the son of a man, whose name was Ithra the Jesraelite, that went in to Abigal the daughter of Nahash, sister to Zeruiah Joab's mother.
LAI TB, Absalom telah mengangkat Amasa menggantikan Yoab untuk mengepalai tentara. Amasa adalah anak seorang yang bernama Yitra, seorang Ismael yang telah memperisteri Abigal binti Nahas, saudara perempuan Zeruya ibu Yoab
LAI TL, Maka telah diangkat Absalom akan Amasa atas balatentara akan ganti Yoab: maka Amasa itu anak seorang yang bernama Yitera, orang Israel yang sudah berbinikan Abigail, anak Nahas, saudara perempuan Zeruya, ibu Yoab itu
semestinya memang diterjemahkan dengan orang Israel, sesuai Tanakh Ibrani. Maka terjemahan LAI TL tebih tepat.
Sekarang kita kaji ayat :
* 1 Tawarikh 2:17
Hebrew,
ืַืֲืִืืַืִื ืָืְืָื ืֶืช־ืขֲืָืฉָׂื ืַืֲืִื ืขֲืָืฉָׂื ืֶืชֶืจ ืַืִּืฉְׁืְืขֵืืִื׃
Translit, VA'AVIGAYIL YALDAH 'ET-AMASA VA'AVI AMASA YETER HAYISYME'ELI
Jewish Publication Society Tanakh, And Abigail bore Amasa; and the father of Amasa was Jether the Ishmaelite.
LAI TB, Abigail melahirkan Amasa dan ayah Amasa ialah Yeter, orang Ismael itu
LAI TL, Maka Abigail beranaklah Amasa, dan bapa Amasa itu Yeter, seorang Ismaeli.
apakah dengan demikian 2 Samuel 17:25 dan 1 Tawarikh 2:17 kontradiksi?
Kitab Samuel
Diperkirakan ditulis oleh nabi Samuel, Natan dan Gad pada sekitar tahun 1000 SM hingga 930 SM pada masa pemerintahan Raja Saul (Thalut menurut Qur’an), raja Daud dan raja Sulaiman.
Pada waktu ini kerajaan Israel telah menjadi kerajaan besar dikawasan timur tengah
Jadi nama Israel lebih mengacu pada kerajaan / negara.
Sedangkan jika berbicara sebagai suku bangsa lebih mengacu pada nama ke 12 suku bangsa Israel.
Yeter hidup pada masa raja Daud pada saat kerajaan Israel sedang berada dalam masa kegemilangannya.
Itulah sebabnya dalam Kitab Samuel dia ditulis sebagai orang Israel yang lebih mengacu kepada WARGA NEGARA ISRAEL.
Kitab Tawarikh
Ditulis pada masa pembuangan di Babel oleh Ezra sekitar tahun 450 SM. Setelah raja Sulaiman wafat, kerajaan Israel terpecah 2 sekitar tahun 930 SM yaitu Israel di Utara dan Yehuda di selatan.
Kerajaan Israel berakhir pada tahun 722 SM dengan ditaklukkan oleh Asyur. Sementara kerajaan Yehuda sendiri pada tahun 589 SM jatuh ketangan Babel dan penduduknya dibuang ke Babel.
Jadi pada waktu Ezra menuliskan kitab Tawarik, kerajaan Israel telah lama lenyap
Itulah sebabnya dalam Kitab Tawarikh, dia ditulis sebagai orang Ismael yang mengacu kepada KETURUNAN.
Jadi kesimpulannya :
Yeter/Yitra adalah seorang keturunan bani Ismail namun menjadi warga kerajaan Israel.
Sama saja seperti petinju Nasim Hamed, dia warganegara Inggris, tapi lebih mengaku sebagai orang keturunan Yaman.
8. REVISI KITAB 2 SAMUEL:
24:13 Kemudian datanglah Gad kepada Daud, memberitahukan kepadanya dengan berkata kepadanya: "Akan datangkah menimpa engkau tiga tahun kelaparan di negerimu? Atau maukah engkau...
Terjemahan yang tepat dari teks "orisinal":
24:13 Kemudian datanglah Gad kepada Daud, memberitahukan kepadanya dengan berkata kepadanya: "Akan datangkah menimpa engkau tujuh tahun kelaparan di negerimu? Atau maukah engkau...
(Para penerjemah Alkitab Indonesia merubah kata "tujuh" menjadi "tiga" untuk menghilangkan kontradiksi dengan Kitab 1 Tawarikh 21:12)
Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:
Versi Douay-Rheims Bible 1582 M:
24:13 And when Gad was come to David, he told him, saying: Either seven years of famine shall come to thee in thy land: or thou shalt...
Versi King James 1611 M:
24:13 So Gad came to David, and told him, and said unto him, Shall seven years of famine shall come to thee in thy land? or wilt thou...
Para penerjemah Alkitab LAI Terjemahan Baru terdiri atas Drs. C.D. Grijns, P.S. Naipospos, Dr. Chr.F. Barth, E.I. Soekarso, Dr. R. Soedarmo, M.H. simanungkalit, O.E.Ch. Woewoengan, Dr. Liem Khiem Yang, J.P.Siboroetorop, Dr. A. de Kuiper, beserta J. Koper dan Drs. Rikin-Bijleveld. Mereka tidak mengubah ayat Alkitab tetapi menerjemahkan Alkitab dari beberapa naskah, dengan meneliti dari berbagai aspek.
* 2 Samuel 24:13
LAI TB, Kemudian datanglah Gad kepada Daud, memberitahukan kepadanya dengan berkata kepadanya: "Akan datangkah menimpa engkau tiga tahun kelaparan di negerimu? Atau maukah engkau melarikan diri tiga bulan lamanya dari hadapan lawanmu, sedang mereka itu mengejar engkau? Atau, akan adakah tiga hari penyakit sampar di negerimu? Maka sekarang, pikirkanlah dan timbanglah, jawab apa yang harus kusampaikan kepada Yang mengutus aku.
naskah Ibrani:
ืַืָּืֹื־ืָื ืֶื־ืָּืִื ืַืַּืֶּื־ืֹื ืַืֹּืืֶืจ ืֹื ืֲืชָืֹืื ืְืָ ืฉֶׁืַืข ืฉָׁื ִืื ืจָืขָื ืְּืַืจְืฆֶืָ ืִื־ืฉְׁืֹืฉָׁื ืֳืָืฉִׁืื ื ֻืกְืָ ืִืคְื ֵื־ืฆָืจֶืืָ ืְืืּื ืจֹืְืคֶืָ ืְืִื־ืֱืֹืืช ืฉְׁืֹืฉֶׁืช ืָืִืื ืֶּืֶืจ ืְּืַืจְืฆֶืָ ืขַืชָּื ืַּืข ืּืจְืֵื ืָื־ืָืฉִׁืื ืฉֹׁืְืִื ืָּืָืจ׃ ืก
Translit, VAYรVO'-GรD 'EL-DรVID VAYAGED-Lร VAYO'MER Lร HATรVร' LEKHA SYEVA' {tujuh} SYรNรM {tahun} Rร'รV BE'ARTSEKHA 'IM-SYELOSYรH KHODรSYรM NUSKHA LIFNรY-TSรREYKHA VEHร' RODEFEKHA VE'IM-HEYรT SYELOSYET YรMรM DEVER BE'ARTSEKHA 'ATรH DA' รRE'รH MรH-'รSYรV SYOLEKHร DรVรR
* 1 Tawarikh 21:11-12,
naskah Ibrani:
21:11
ืַืָּืֹื ืָื ืֶื־ืָּืִืื ืַืֹּืืֶืจ ืֹื ืֹּื־ืָืַืจ ืְืืָื ืงַืֶּื־ืָืְ׃
Translit, VAYรVO' GรD 'EL-DรVรD VAYO'MER Lร KOH-'รMAR YEHOVรH QABEL-LรKH
21:12
ืִื־ืฉָׁืֹืืฉׁ ืฉָׁื ִืื ืจָืขָื ืְืִื־ืฉְׁืֹืฉָׁื ืֳืָืฉִׁืื ื ִืกְืคֶּื ืִืคְּื ֵื־ืฆָืจֶืืָ ืְืֶืจֶื ืֹืืְืֶืָ ืְืַืฉֶּׂืֶืช ืְืִื־ืฉְׁืֹืฉֶׁืช ืָืִืื ืֶืจֶื ืְืืָื ืְืֶืֶืจ ืָּืָืจֶืฅ ืּืַืְืַืְ ืְืืָื ืַืฉְׁืִืืช ืְּืָื־ืְּืืּื ืִืฉְׂืจָืֵื ืְืขַืชָּื ืจְืֵื ืָื־ืָืฉִׁืื ืֶืช־ืฉֹׁืְืִื ืָּืָืจ׃ ืฃ
Translit, 'IM-SYรLรSY {tiga} SYรNรM {tahun} Rร'รV VE'IM-SYELOSYรH KHODรSYรM NISPEH MIPENรY-TSรREYKHA VEKHEREV 'รYEVEKHA LEMASEGET VE'IM-SYELOSYET YรMรM KHEREV YEHOVรH VEDEVER Bร'รRETS รMAL'AKH YEHOVรH MASYKHรT BEKHOL-GEVรL YISRร'รL VE'ATรH RE'รH MรH-'รSYรV 'ET-SYOLEKHร DรVรR
Jika kita perhatikan, ada suatu bentuk paralelisme dalam ayat-ayat di atas yang berhubungan dengan angka, tiga tahun kelaparan, tiga bulan melarikan diri, tiga hari penyakit sampar, seyogianya 2 Samuel 24:13 menulis tiga tahun dan bukan tujuh tahun sesuai dengan kaidah bahasa kesusastraan Perjanjian Lama, namun mengapa teks Ibrani justru menulis, ืฉֶׁืַืข ืฉָׁื ִืื - SYEVA' SYรNรM (tujuh tahun)?
Ada yang memperkirakan bahwa telah terjadi kesalahan penyalinan dari generasi ke generasi.
Kedua kata "tiga" dan "tujuh" ini sama-sama dimulai dengan huruf ืฉ - SYIN sedangkan huruf yang mengikuti ืฉֶׁืַืข - SYEVA', "tujuh" yakni ื - BรT dan ืฆ - AYIN mirip dengan ื - LรMED dan ืฉ - SYINsehingga penyalinan ืฉֶׁืַืข - SYEVA' menjadi ืฉָׁืֹืืฉׁ - SYรLOSY.
Aksara ื - BรT tanpa disadari terbubuhi sedikit garis di atasnya menjadi ื - LรMED, demikian pula dengan ืฉ - SYIN, jika seandainya -- maaf -- ada sehelai janggut pendek sang penyalin yang jatuh pas di sebelah kiri huruf ini, maka ืฉ - SYIN akan terbaca - ืฆ - AYIN.
Bagaimana dengan terjemahan lain seperti Septuaginta yang usianya hampir sama tuanya dengan naskah salinan? Ternyata Septuaginta benar, menerjemahkannya dengan tiga tahun sesuai dengan paralelisme sastra Ibrani.
* 2 Samuel 24:13 menurut Septuaginta:
ฮบฮฑฮน ฮตฮนฯฮทฮปฮธฮตฮฝ ฮณฮฑฮด ฯฯฮฟฯ ฮดฮฑฯ ฮนฮด ฮบฮฑฮน ฮฑฮฝฮทฮณฮณฮตฮนฮปฮตฮฝ ฮฑฯ ฯฯ ฮบฮฑฮน ฮตฮนฯฮตฮฝ ฮฑฯ ฯฯ ฮตฮบฮปฮตฮพฮฑฮน ฯฮตฮฑฯ ฯฯ ฮณฮตฮฝฮตฯฮธฮฑฮน ฮตฮน ฮตฮปฮธฮท ฯฮฟฮน ฯฯฮนฮฑ ฮตฯฮท ฮปฮนฮผฮฟฯ ฮตฮฝ ฯฮท ฮณฮท ฯฮฟฯ ฮท ฯฯฮตฮนฯ ฮผฮทฮฝฮฑฯ ฯฮตฯ ฮณฮตฮนฮฝ ฯฮต ฮตฮผฯฯฮฟฯฮธฮตฮฝ ฯฯฮฝ ฮตฯฮธฯฯฮฝ ฯฮฟฯ ฮบฮฑฮน ฮตฯฮฟฮฝฯฮฑฮน ฮดฮนฯฮบฮฟฮฝฯฮตฯ ฯฮต ฮท ฮณฮตฮฝฮตฯฮธฮฑฮน ฯฯฮตฮนฯ ฮทฮผฮตฯฮฑฯ ฮธฮฑฮฝฮฑฯฮฟฮฝ ฮตฮฝ ฯฮท ฮณฮท ฯฮฟฯ ฮฝฯ ฮฝ ฮฟฯ ฮฝ ฮณฮฝฯฮธฮน ฮบฮฑฮน ฮนฮดฮต ฯฮน ฮฑฯฮฟฮบฯฮนฮธฯ ฯฯ ฮฑฯฮฟฯฯฮตฮนฮปฮฑฮฝฯฮน ฮผฮต ฯฮทฮผฮฑ
Translit, KAI EISรLTHEN GAD PROS DAUID KAI ANรGGEILEN AUTร KAI EIPEN AUTร EKLEXAI SEAUTร GENESTHAI EI ELTHร SOI TRIA ETร LIMOS EN Tร Gร SOU ร TREIS MรNAS PHEUGEIN SE EMPROSTHEN TรN EKHTHRรN SOU KAI ESONTAI DIรKONTES SE ร GENESTHAI TREIS HรMERAS THANATON EN Tร Gร SOU NUN OUN GNรTHI KAI IDE TI APOKRITHร Tร APOSTEILANTI ME RHรMA
Pendapat lain menyatakan kekeliruan penulisan nilai numeral. Aksara Ibrani di samping berfungsi sebagai huruf, juga digunakan sebagai angka, dan sebagian naskah Ibrani menggunakan fungsi ini saat menyalin nilai tertentu.
Ada kemiripan antara aksara ื - ZรYIN yang bernilai tujuh dengan aksara ื - GรMEL yang bernilai tiga, apalagi jika hurufnya ditulis kecil.
9. REVISI KITAB LUKAS:
3:23 Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, Ia adalah anak Yusuf, anak Eli,
Terjemahan yang tepat dari teks "orisinal":
3:23 Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan Ia adalah anak Yusuf, anak Eli,
(Para penerjemah Alkitab Indonesia menambah frasa "menurut anggapan orang" untuk menciptakan persepsi baru bagi umat Kristen)
Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:
Versi Douay-Rheims Bible 1582 M:
3:23 And Jesus himself was beginning about the age of thirty years: being (as it was supposed) the son of Joseph, who was of Heli, who was of Mathat,
Versi King James 1611 M:
3:23 And Jesus himself began to be about thirty years of age, being (as was supposed) the son of Joseph, which was the son of Heli,
Catatan:
Kata-kata yang terdapat di dalam tanda kurung merupakan tambahan dari penerjemah!
* Lukas 3:23
LAI TB, Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, Ia adalah anak Yusuf, anak Eli,
LAI TL, Maka Yesus sendiri tatkala Ia mulai mengajar, umur-Nya sekira-kira tiga puluh tahun; maka pada sangka orang Ia itu anak Yusuf, anak Heli
KJV, And Jesus himself began to be about thirty years of age, being (as was supposed) the son of Joseph, which was the son of Heli,
NIV, "Now Jesus himself was about thirty years old when he began his ministry. He was the son, so it was thought, of Joseph, the son of Heli,
TR, ฮบฮฑฮน ฮฑฯ ฯฮฟฯ ฮทฮฝ ฮฟ ฮนฮทฯฮฟฯ ฯ ฯฯฮตฮน ฮตฯฯฮฝ ฯฯฮนฮฑฮบฮฟฮฝฯฮฑ ฮฑฯฯฮฟฮผฮตฮฝฮฟฯ ฯฮฝ ฯฯ ฮตฮฝฮฟฮผฮนฮถฮตฯฮฟ ฯ ฮนฮฟฯ ฮนฯฯฮทฯ ฯฮฟฯ ฮทฮปฮน
Translit, kai {dan} autos {Dia} รชn {adalah} ho iรชsous {Yesus} hรดsei {kira-kira} etรดn {tahun} triakonta {tiga puluh} arkhomenos {MULAI} รดn {menjadi} hรดs {seperti} enomizeto {Ia dianggap} huios {Anak} iรดsรชph {yusuf} tou {yang dari} รชli {eli}
ฮตฮฝฮฟฮผฮนฮถฮตฯฮฟ - enomizeto, Ia dianggap, 'was supposed' didalam KJV yang dalam tanda kurung bukanlah tambah-tambahan dari penterjemah, kata ini berasal dari kata ฮฝฮฟฮผฮนฮถฯ - nomizรด, Leksikon Yunani : to hold by custom or usage, own as a custom or usage, to follow a custom or usage. it is the custom, it is the received usage. To deem, think, suppose.
Pemakaian kata ฯ ฮนฮฟฯ- huios' di depan nama Yusuf, kemudian penggunaan kata sandang genitif ฯฮฟฯ - tou sesudah itu menyiratkan bahwa Yesus bukanlah anak kandung Yusuf.
Tetapi Yesus 'dianggap' sebagai anak Yusuf secara Hukum Yahudi, Yusuf mengawini Maria, oleh karena itu Yusuf adalah ayah Yesus. Yusuf adalah ayah 'de iure', bukan ayah 'de facto' Yesus. Inilah yang dimaksud dalam terjemahan bahasa Indonesia 'menurut anggapan orang'
Orang menganggap Yesus adalah anak Yusuf karena mereka tidak percaya bahwa Yesus lahir dari benih perempuan tanpa dibuahi oleh benih manusia.
10. REVISI KITAB LUKAS:
24:42 Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng.
Terjemahan yang tepat dari teks "orisinal":
24:42 Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng dan sebuah sarang madu.
(Para penerjemah Alkitab Indonesia menghilangkan frasa "dan sebuah sarang madu" tanpa alasan yang jelas)
Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:
Versi Douay-Rheims Bible 1582 M:
24:42 And they offered him a piece of a broiled fish and a honeycomb.
Versi King James 1611 M:
24:42 And they gave him a piece of a broiled fish, and of an honeycomb.
*Lukas 24:42
LAI TB, Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng
LAI TL, Lalu diberinya Dia ikan goreng sepotong.
Klinkert 1870, Maka diberikanlah olih mareka-itoe sapotong ikan goreng dan sedikit sarang lebah.
KJV, And they gave him a piece of a broiled fish, and of an honeycomb.
NIV, They gave him a piece of broiled fish,
TEXTUS RECEPTUS (TR) :
ฮฟฮน ฮดฮต ฮตฯฮตฮดฯฮบฮฑฮฝ ฮฑฯ ฯฯ ฮนฯฮธฯ ฮฟฯ ฮฟฯฯฮฟฯ ฮผฮตฯฮฟฯ ฮบฮฑฮน ฮฑฯฮฟ ฮผฮตฮปฮนฯฯฮนฮฟฯ ฮบฮทฯฮนฮฟฯ
Translit, hoi de {TETAPI} epedรดkan {MEREKA MEMBERIKAN} autรด {KEPADA-NYA} ikhthuos {IKAN} optou {GORENG} meros {BAGIAN} kai {DAN} apo {DARI} 'melissiou kรชriou' {SARANG MADU}"
WESTCOTT-HORT (WH):
ฮฟฮน ฮดฮต ฮตฯฮตฮดฯฮบฮฑฮฝ ฮฑฯ ฯฯ ฮนฯฮธฯ ฮฟฯ ฮฟฯฯฮฟฯ ฮผฮตฯฮฟฯ
hoi de {TETAPI} epedรดkan {MEREKA MEMBERIKAN} autรด {KEPADA-NYA} ikhthuos {IKAN} optou {GORENG} meros {BAGIAN}
LAI mengikuti naskah UBS/WH, sama seperti versi NIV yang tidak memasukkan ฮบฮฑฮน ฮฑฯฮฟ ฮผฮตฮปฮนฯฯฮนฮฟฯ ฮบฮทฯฮนฮฟฯ ; kai apo melissiou kรชriou, "dan dari sarang madu".
11. REVISI KITAB 2 KORINTUS:
12:16 Baiklah, aku sendiri tidak merupakan suatu beban bagi kamu, tetapi--kamu katakan--dalam kelicikanku aku telah menjerat kamu dengan tipu daya.
Terjemahan yang tepat dari teks "orisinal":
12:16 Baiklah, aku sendiri tidak merupakan suatu beban bagi kamu, tetapi dalam kelicikanku aku telah menjerat kamu dengan tipu daya.
(Para penerjemah Alkitab Indonesia menambah frasa "kamu katakan" untuk menciptakan persepsi baru bagi umat Kristen)
Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:
Versi Douay-Rheims Bible 1582 M:
12:16 But be it so: I did not burthen you: but being crafty, I caught you by guile.
Versi King James 1611 M:
12:16 But be it so, I did not burden you: nevertheless, being crafty, I caught you with guile.
GAYA BAHASA DIATRIBE
Gaya penulisan yang sering digunakan oleh Paulus adalah DIATRIBE. Coraknya adalah rasul Paulus seakan-akan berdebat dengan orang lain.
Jadi dengan kata lain tulisan tersebut seolah disajikan dalam bentuk pertanyaan/tuduhan dan jawaban.
Maka untuk memahami ayat dalam 2 Korintus 12:16 diatas, paling tidak anda harus membaca ayat 14 dahulu diteruskan sampai ke ayat 18, dengan penjelasan demikian :
Beberapa orang Korintus salah menanggapi bahwa kunjungan rasul Paulus adalah demi uang.
ayat 14 : .... sebab bukan hartamu yang aku cari ....
Rasul Paulus menuliskan tuduhan orang Korintus tersebut :
ayat 16 : ..... dalam kelicikanku aku telah menjerat kamu dengan tipu daya.
ayat 17 dan 18 adalah jawaban langsung dari rasul Paulus terhadap tuduhan diatas, yaitu : "Jadi pernahkan aku mengambil untung dari pada kamu oleh seorang dari antara mereka yang kuutus kepada kamu?
inilah gaya DIATRIBE Paulus, yang sering dicuplik sisi negatifnya saja oleh kalangan Muslim.
Hal yang sama juga sering dituduhkan, misalnya ayat Roma 3:7, ini digunakan sebagai tuduhan bahwa Paulus Rasul Palsu, dengan tanpa mamahami ayat-ayat lain yang terkait, bahwa dalam Roma 3:1–8 terdapat gaya DIATRIBE seperti di 2 Korintus 12:14-18 ini.
Dibawah ini kajian ayat 16:
* 2 Korintus 12:16
LAI TB, Baiklah, aku sendiri tidak merupakan suatu beban bagi kamu, tetapi -- kamu katakan -- dalam kelicikanku aku telah menjerat kamu dengan tipu daya.
LAI TL, Tetapi biarlah begitu, aku ini tiada membebankan kamu, melainkan sebab cerdik, aku tangkap kamu dengan muslihat
KJV, But be it so, I did not burden you: nevertheless, being crafty, I caught you with guile.
NKJV, But be that as it may, I did not burden you. Nevertheless, being crafty, I caught you by cunning!
NIV, Be that as it may, I have not been a burden to you. Yet, crafty fellow that I am, I caught you by trickery!
TEXTUS RECEPTUS, ฮตฯฯฯ ฮดฮต ฮตฮณฯ ฮฟฯ ฮบฮฑฯฮตฮฒฮฑฯฮทฯฮฑ ฯ ฮผฮฑฯ ฮฑฮปฮป ฯ ฯฮฑฯฯฯฮฝ ฯฮฑฮฝฮฟฯ ฯฮณฮฟฯ ฮดฮฟฮปฯ ฯ ฮผฮฑฯ ฮตฮปฮฑฮฒฮฟฮฝ
TR Interlinear KJV: estรด de {BUT BE IT SO,} egรด {I} ou katebarรชsa {DID NOT BURDEN} humas {YOU;} alla huparkhรดn {BEING} panourgos {CRAFTY} dolรด {WITH GUILE} humas {YOU} elabon {I TOOK.}
Frasa "kamu katakan" dalam terjemahan LAI TB, memang tidak terdapat dalam teks asli Yunani TR. Tetapi dapat anda pahami ketika membaca konteks seluruhnya yang sedang ditulis oleh Paulus yaitu misi pelayanannya yang dicurigai oleh beberapa orang di Korintus.
12. REVISI KITAB YOHANES:
13:13 Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan.
13:14 Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu;
Terjemahan yang tepat dari teks "orisinal":
13:13 Kamu menyebut Aku kepala (guru) dan tuan, dan katamu itu tepat, sebab begitulah Aku.
13:14 Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah tuan dan kepala (guru)-mu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu;
(Para penerjemah Alkitab Indonesia menerjemahkan kata "lord" atau "master" sebagai "Tuhan" agar seolah-olah Yesus adalah Tuhan, padahal arti kata-kata tersebut bersifat relatif: kepala, tuan, pemimpin, redaktur, sri paduka raja, dan lain-lain)
Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:
Versi Douay-Rheims Bible 1582 M:
13:13 You call me Master and Lord. And you say well: for so I am.
13:14 If then I being your Lord and Master, have washed your feet; you also ought to wash one another?s feet.
Versi King James 1611 M:
13:13 Ye call me Master and Lord: and ye say well; for so I am.
13:14 If I then, your Lord and Master, have washed your feet; ye also ought to wash one another's feet.
Versi New American Bible:
13:13 You call me 'teacher' and 'master,' and rightly so, for indeed I am.
13:14 If I, therefore, the master and teacher, have washed your feet, you ought to wash one another's feet.
Catatan:
Kata "Lord" dalam Perjanjian Lama memang dapat diterjemahkan sebagai "Tuhan" atau "God", namun maknanya juga bisa bervariasi. Tetapi dalam konteks ini ia tidak tepat diterjemahkan sebagai "Tuhan". Sesungguhnya, terjemahan yang tepat untuk kata "Lord" dalam konteks ayat di atas adalah "tuan" bukan "Tuhan"! Bukti-buktinya dapat dilihat di bawah ini:
Alkitab bahasa Indonesia tidak diterjemahkan dari Alkitab bahasa Inggris, melainkan dari Salinan Naskah aslinya. Penterjemahan kata Kurios dalam Alkitab Bahasa Indonesia adalah 'Tuhan' dan 'Tuan'
Sebenarnya tidak ada yang bertentangan antara Alkitab LAI dengan Alkitab terjemahan bhs Inggris, silahkan buka buku kamus anda atau buka di :
http://www.kamus.web.id (kamus netral)
atau
http://kamus.ugm.ac.id/english.php (kamus netral)
masukkan kata "Lord" maka dengan segera diterjemahkan menjadi : penguasa tertinggi, Tuhan, bangsawan, pejabat tinggi
http://www.yourdictionary.com/ (kamus netral) masukkan kata "Lord"
Dalam English Dictionary-Thesaurus Kata “Lord” berarti :
a. God.
b. Christianity Jesus.
c. A man of renowned power or authority.
d. A man who has mastery in a given field or activity.
e. Archaic The male head of a household.
f. Archaic A husband.
Lebih jauh lagi "Lord" memang dipakai untuk menunjukkan :
A man of high rank in a feudal society or in one that retains feudal forms and institutions, especially:
a. A king.
b. A territorial magnate.
c. The proprietor of a manor.
Lords The House of Lords.
Abbr. Ld. Chiefly British The general masculine title of nobility and other rank: a. Used as a form of address for a marquis, an earl, or a viscount. b. Used as the usual style for a baron. c. Used as a courtesy title for a younger son of a duke or marquis. d. Used as a title for certain high officials and dignitaries: Lord Chamberlain; the Lord Mayor of London. e. Used as a title for a bishop.
Sudah menjadi hal yang lazim bahwa orang yang berbahasa Inggris menyebut Tuhan Yesus sebagai "Lord Jesus"
Demikian pula origin dari kata "Tuhan" adalah berasal dari "tuan"
Kita memper-tuan-kan; meng-agung-kan satu oknum tertinggi, Tuan dari segala tuan, maka kita menyebut "Tuhan".
* YOHANES 13:13
VERSI LAI TERJEMAHAN BARU:
"Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan."
VERSI BAHASA INDONESIA SEHARI-HARI :
Kalian memanggil Aku Guru dan Tuhan. Dan memang demikian.
VERSI TERJEMAHAN LAMA :
Kamu ini memanggil Aku Guru dan Tuhan, maka betullah katamu itu, karena Akulah Dia.
BAHASA INGGRIS :
New American Standard Bible Update (1995) -- The Lockman Foundation
"You call Me Teacher and Lord; and you are right, for so I am.
New International Version -- Background of the Translation - 1978 (rev. 1983)
"You call me 'Teacher' and 'Lord,' and rightly so, for that is what I am.
American Standard Version 1901 -- Preface to the American Edition
Ye call me, Teacher, and, Lord: and ye say well; for so I am.
Darby Translation -- Introductory Notice (1890)
Ye call me the Teacher and the Lord, and ye say well, for I am [so].
King James Version -- The Translators to the Reader (KJV Preface, 1611)
Ye call me Master and Lord: and ye say well; for so I am.
New King James Version (1982) -- Ministry of the Word Bible Search
"You call me Teacher and Lord, and you say well, for [so] I am.
New Revised Standard Version (1989) -- The Online Study Bible w/verse notes
You call me Teacher and Lord—and you are right, for that is what I am.
Revised Standard Version
"You call me 'Teacher' and 'Lord,' and rightly so, for that is what I am.
World English Bible --
You call me, 'Teacher' and 'Lord.' You say so correctly, for so I am.
Young 's Literal Translation -- Publisher's Note & Preface (1898)
ye call me, The Teacher and The Lord, and ye say well, for I am;
The Orthodox Jewish Brit Chadasha,
"You call me Rebbe and Adoneinu, and you say well, for Ani hu."
AYAT TERSEBUT DALAM BAHASA ASLI ALKITAB:
Textus Receptus (TR), ฯ ฮผฮตฮนฯ ฯฯฮฝฮตฮนฯฮต ฮผฮต ฮฟ ฮดฮนฮดฮฑฯฮบฮฑฮปฮฟฯ ฮบฮฑฮน ฮฟ ฮบฯ ฯฮนฮฟฯ ฮบฮฑฮน ฮบฮฑฮปฯฯ ฮปฮตฮณฮตฯฮต ฮตฮนฮผฮน ฮณฮฑฯ
Translit, humeis phรดneite me ho didaskalos kai ho kurios kai kalรดs legete eimi gar
Interlinear, humeis {kalian} phรดneite {kalian memanggil} me {-Ku} ho didaskalos {Guru} kai {dan} ho kurios {Tuhan} kai {dan} kalรดs {benar} legete {kalian berkata} eimi {Aku} gar {karena}
1 Petrus 3:6. sama seperti Sara taat kepada Abraham dan menamai dia tuannya (his Lord). Dan kamu adalah anak-anaknya, jika kamu berbuat baik dan tidak takut akan ancaman.
Abraham boleh aja dipanggil ฮบฯ ฯฮนฮฟฯ – kurios, tetapi ia bukan Allah. Tidak semuanya dapat disebut Allah pula, kecuali Yesus Kristus.
Kata Yunani ฮบฯ ฯฮนฮฟฯ – kurios tidak punya padanan yang cocok dalam bahasa Indonesia. Dalam bahasa Inggris ada, yaitu Lord, dalam bahasa Arab ada, yaitu Rabb. Dalam bahasa Jawa ada: Gusti.
Istilah ฮบฯ ฯฮนฮฟฯ – kurios tidak menunjuk pada atribut apakah dia manusia atau Allah. Itu menunjuk kepada kuasa, kedaulatan. Jadi bisa dipakai untuk manusia bisa juga buat Allah. Penerjemah Alkitab memilih menggunakan kata "Tuhan" bukan "Tuan" sebagai suatu terjemahan yang konsisten bahwa Yesus adalah Allah. Pemilihan ini adalah untuk menekankan segi ilahi Yesus.
* 1 Petrus 3:6
LAI TB, sama seperti Sara taat kepada Abraham dan menamai dia tuannya. Dan kamu adalah anak-anaknya, jika kamu berbuat baik dan tidak takut akan ancaman
TR, ฯฯ ฯฮฑฯฯฮฑ ฯ ฯฮทฮบฮฟฯ ฯฮตฮฝ ฯฯ ฮฑฮฒฯฮฑฮฑฮผ ฮบฯ ฯฮนฮฟฮฝ ฮฑฯ ฯฮฟฮฝ ฮบฮฑฮปฮฟฯ ฯฮฑ ฮทฯ ฮตฮณฮตฮฝฮทฮธฮทฯฮต ฯฮตฮบฮฝฮฑ ฮฑฮณฮฑฮธฮฟฯฮฟฮนฮฟฯ ฯฮฑฮน ฮบฮฑฮน ฮผฮท ฯฮฟฮฒฮฟฯ ฮผฮตฮฝฮฑฮน ฮผฮทฮดฮตฮผฮนฮฑฮฝ ฯฯฮฟฮทฯฮนฮฝ
Translit, sarra upรชkousen tรด abraam kurion auton kalousa รชs egenรชthรชte tekna agathopoiousai kai mรช phoboumenai mรชdemian ptoรชsin
Kata ฮบฯ ฯฮนฮฟฯ – kurios berasal dari kata ฮบฯ ฯฮฟฯ - KUROS, supremasi, keunggulan; dan kata ฮบฯ ฯฮนฮฟฯ – kurios itu ditujukan kepada pribadi yang memiliki orang atau benda sehingga pribadi itu memiliki kuasa untuk mengatur orang atau benda yang menjadi miliknya.
Bandingkan bahwa kata ฮบฯ ฯฮนฮฟฯ – kurios dalam bahasa Arab menggunakan kata 'RABB' yang dapat digunakan baik untuk Allah SWT maupun untuk manusia.
Dalam Injil sendiri, kata ฮบฯ ฯฮนฮฟฯ – kurios dalam banyak ayat dipakai untuk Allah. Misalnya Matius.1:20, 22, 24, Matius.2:13,15, 19; Matius.4:7; Matius.5:33 dan masih banyak lagi.
ฮบฯ ฯฮนฮฟฯ – kurios: Tuhan atau Tuan :
Genitif ฮบฯ ฯฮนฮฟฯ - kuriou, nomina maskulin dari kuros, keunggulan (supremasi), kekuatan, tenaga, kuasa. Diterjemahkan dalam Alkitab LAI dengan Tuhan dan tuan, KJV: Lord, lord, master, sir, Sir, owner.
Dalam Perjanjian Baru Yunani (Septuaginta) kata ini digunakan untuk menerjemahkan kata Ibrani ืืืื – YHVH.
ฮบฯ ฯฮนฮฟฯ – kurios, dipakai untuk:
1. Pemilik, yang empunya harta benda. Majikan, induk semang dari hamba, pelayan, budak.
2. Penguasa tertinggi, raja yang berkuasa, misalnya pembesar, kaisar Romawi.
3. Ilah-ilah,
4. Gelar kehormatan terutama bagi atasan
5. Panggilan dari seorang anak kepada ayahnya
6. Panggilan bagi seseorang yang bermartabat tinggi dan memiliki otoritas
7. Allah sebagai tuan tertinggi dan penguasa alam semesta, biasanya merujuk kepada terjemahan kata Ibrani YHVH dalam bahasa Yunani (Septuaginta). Dengan menggunakan kata sandang HO KURIOS.
Kata ฮบฯ ฯฮนฮฟฯ – kurios dipakai dalam artian Tuhan, sbb :
KURIOS SABAรTH : Tuhan semesta alam (Septuaginta : 1 Samuel 15:2)
KURIOS PANTOKRATรR : Tuhan Yang Mahakuasa (2 Korintus 6:18, Wahyu 11:17, Septuaginta 2 Samuel 7:8, Nahum 2:13)
KURIOS TรN KURIEUONTรN : Tuhan/Tuan dari segala tuan (1 Timotius 6:15)
OURANOU KAI GรS KURIOS : Tuhan atas langit dan bumi (Kisah Para Rasul 17:24, Matius 11:25, Lukas 10:21)
ฮบฯ ฯฮนฮฟฯ – kurios dalam bahasa Ibrani adalah ืืื ื - 'ADONAY :
Yesus disebut Tuhan (Ibrani = ืืื ื - 'ADONรY) :
The Orthodox Jewish Brit Chadasha, John 13:13
You call me Rebbe and Adoneinu, and you say well, for Ani hu.
Mazmur 82:6. Aku sendiri telah berfirman: "Kamu (umat Israel) adalah Allah (God), dan anak-anak Yang Mahatinggi kamu sekalian.
Mazmur 110:1. Mazmur Daud. Demikianlah firman TUHAN (Lord) kepada tuanku (my lord): "Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuhmu menjadi tumpuan kakimu."
Keluaran 7:1. Berfirmanlah TUHAN (Lord) kepada Musa: "Lihat, Aku mengangkat engkau sebagai Allah (God) bagi Firaun, dan Harun, abangmu, akan menjadi nabimu.
Sekali lagi, Yesus adalah pemimpin/tuan, bukan Tuhan, hal ini dapat dibuktikan dengan pernyataan Yesus lainnya, yang sama-sama ditulis oleh penulis yang sama:
Yohanes 17:3 Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah (God) yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.
Yohanes 5:30 Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku.
Jika Yesus adalah Tuhan, maka seharusnya pernyataan Yesus di atas adalah sebagai berikut:
Yohanes 17:3 Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa kamu (umat Israel) mengenal Aku, satu-satunya Allah (God) yang benar, dan mengenal Paulus Tarsus yang telah Aku utus.
Yohanes 5:30 Aku dapat berbuat apa saja dari diri-Ku sendiri, Aku menghakimi sesuai dengan apa yang kamu (umat Israel) kerjakan, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku berkehendak atas segala sesuatu dari diri-Ku sendiri.
[QS. 19:30. Berkata Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi.]
Lebih jauh, dalam versi Alkitab Indonesia, seluruh kata "lord" yang menunjuk kepada Yesus, diterjemahkan sebagai "Tuhan". Benar-benar buat-buatan!
13. REVISI NAMA "ELOHIM" DAN "JAHWEH":
Dalam versi Alkitab Indonesia, seluruh kata "Elohim" dan "Jahweh" dalam Perjanjian Lama, masing-masing diterjemahkan sebagai "Allah" dan "Tuhan Allah" (atau "Tuhan" saja), padahal "Elohim" dan "Jahweh" adalah nama-nama Tuhan yang sebenarnya dari umat Yahudi Israel yang menunjukkan kekhasan dari suku-suku tertentu di Israel (Kerajaan Israel utara dan selatan). COLOR=RED]Mengapa seenaknya dirubah?[/COLOR] Berikut contoh-contohnya:
Kitab Kejadian versi Alkitab Indonesia:
1:1. Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.
2:4. Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan. Ketika TUHAN Allah menjadikan bumi dan langit,
Terjemahan yang tepat dari teks "orisinal":
1:1. Pada mulanya Elohim menciptakan langit dan bumi.
2:4. Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan. Ketika Tuhan Jahweh menjadikan bumi dan langit,
Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:
Versi The Darby Translation:
2:4 These are the histories of the heavens and the earth, when they were created, in the day that Jehovah Elohim made earth and heavens,
Versi World English Bible:
2:4 This is the history of the generations of the heavens and of the earth when they were created, in the day that Yahweh God made earth and the heavens.
DAN LAIN SEBAGAINYA.
Begitu mudahnya firman Tuhan dalam Alkitab ditambah, dikurangi, dihilangkan, dan dirubah semaunya sendiri !!!
Ungkapan ืืืืื - 'ELOHIM dan "Jahweh" bukan menunjukkan ke-khasan suku-suku Israel di utara dan selatan, sebab kata ini dikenal manusia sejak Awal Dunia dijadikan yaitu dalam Kitab Kejadian yang ditulis pada zaman Musa, jauh sebelum kerajaan Israel terpecah menjadi utara dan selatan.
Sedangkan Versi The Darby Translation dan Versi World English Bible, keduanya adalah Alkitab terjemahan. makan untuk menelaah makna kata "TUHAN Allah", kita kaji teks Aslinya demikian.
* Kejadian 1:1
LAI TB, Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.
KJV, In the beginning God created the heaven and the earth.
Hebrew,
ืְּืจֵืืฉִׁืืช ืָּืจָื ืֱืֹืִืื ืֵืช ืַืฉָּׁืַืִื ืְืֵืช ืָืָืจֶืฅ׃
Translit, BERE'SYIT {pada mulanya} BARA' {Dia menciptakan} 'ELOHIM {Allah} 'ET HASYAMAYIM {langit itu} VE'ET {dan} HA'ARETS {bumi itu}"[/b]
* Kejadian 2:4
LAI TB, Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan. Ketika TUHAN Allah menjadikan bumi dan langit,
[/color]KJV, These are the generations of the heavens and of the earth when they were created, in the day that the LORD God made the earth and the heavens,
Hebrew,
ืֵืֶּื ืชֹืืְืֹืืช ืַืฉָּׁืַืִื ืְืָืָืจֶืฅ ืְּืִืָּืจְืָื ืְּืֹืื ืขֲืฉֹׂืืช ืְืืָื ืֱืֹืִืื ืֶืจֶืฅ ืְืฉָׁืָืִื׃
Translit, 'ELEH TOLEDOT HASYAMAYIM VEHA'ARETS BEHIBAR'AM BEYOM 'ASOT YHVH (YEHOVAH/ YAHWEH) 'ELOHIM 'ERETS VESYAMAYIM
ืืืืื - 'ELOHIM, 'alef - lamed - he' - yod - mem, adalah kata benda jamak maskulin bermakna Allah. Kata ini muncul lebih dari 2.600 kali dalam Tanakh Ibrani (Perjanjian Lama), pada umumnya merujuk pada Allah yang benar dan sering berpadanan dengan nama unik Allah yaitu ืืืื – YHVH (ditulis YHVH/ YEHOVAH tetapi dibaca ืืื ื - 'ADONAY oleh kalangan Yudaisme).
Kata TUHAN Allah, sering muncul pada perjanjian lama dengan tulisan dalam bahasa Asli adalah ืืืื ืืืืื ; YHVH ELOHIM.
kata TUHAN (memakai huruf besar semua), dalam Alkitab bahasa Indonesia adalah terjemahan kata ืืืื – YHVH yang merupakan ha-Syem (Sang Nama) dari Allah.
Karena kata ืืืื – YHVH itu suci, kalangan Yudaisme tidak berani menyebutnya dan lebih memilih kata ืืื ื - 'ADONAY sebagai gantinya.
Dalam terjemahan Septuaginta, kalangan Yudaisme memilih kata ฮบฯ ฯฮนฮฟฯ – kurios sebagai terjemahan dari ืืืื – YHVH itu.
Pengertian YHVH - Ha-Syem (Sang Nama)ini memang tidak ada di kalangan Muslim yang hanya mengenal kata ALLAH. Sedangkan 'Allah' adalah kata Arab merupakan terjemahan dari kata EL, ELOAH, ELOHIM dalam bahasa Ibrani.
Berikut ini adalah contoh-contoh ayat yang memuat kata TUHAN ( ืืืื – YHVH) Allah ( ืืืืื - 'ELOHIM) :
* Keluaran 9:30
LAI TB, Tetapi tentang engkau dan para pegawaimu, aku tahu, bahwa kamu belum takut kepada TUHAN Allah.
KJV, But as for thee and thy servants, I know that ye will not yet fear the LORD God.
Hebrew,
ืְืַืชָּื ืַืขֲืָืֶืืָ ืָืַืขְืชִּื ืִּื ืֶืจֶื ืชִּืืจְืืּื ืִืคְּื ֵื ืְืืָื ืֱืֹืִืื׃
Translit, VE'ATAH VA'AVADEYKHA YADA'TI KI TEREM TIR'UN MIPENEY YHVH (YEHOVAH) 'ELOHIM"
* 2 Samuel 7:25
LAI TB, Dan sekarang, ya TUHAN Allah, tepatilah untuk selama-lamanya janji yang Kauucapkan mengenai hamba-Mu ini dan mengenai keluarganya dan lakukanlah seperti yang Kaujanjikan itu.
KJV, And now, O LORD God, the word that thou hast spoken concerning thy servant, and concerning his house, establish it for ever, and do as thou hast said.
Hebrew,
ืְืขַืชָּื ืְืืָื ืֱืֹืִืื ืַืָּืָืจ ืֲืฉֶׁืจ ืִּืַּืจְืชָּ ืขַื־ืขַืְืְּืָ ืְืขַื־ืֵּืืชֹื ืָืงֵื ืขַื־ืขֹืืָื ืַืขֲืฉֵׂื ืַּืֲืฉֶׁืจ ืִּืַּืจְืชָּ׃
Translit, VE'ATAH YHVH 'ELOHIM HADAVAR 'ASYER DIBARTA 'AL-'AVDEKHA VE'AL-BEYTO HAQEM 'AD-'OLAM VA'ASEH KA'ASYER DIBARTA
* 2 Raja-raja 19:19
LAI TB, Maka sekarang, ya TUHAN, Allah kami, selamatkanlah kiranya kami dari tangannya, supaya segala kerajaan di bumi mengetahui, bahwa hanya Engkau sendirilah Allah, ya TUHAN.
KJV, Now therefore, O LORD our God, I beseech thee, save thou us out of his hand, that all the kingdoms of the earth may know that thou art the LORD God, even thou only.
Hebrew,
ืְืขַืชָּื ืְืืָื ืֱืֹืֵืื ืּ ืֹืืฉִׁืืขֵื ืּ ื ָื ืִืָּืֹื ืְืֵืְืขืּ ืָּื־ืַืְืְืֹืืช ืָืָืจֶืฅ ืִּื ืַืชָּื ืְืืָื ืֱืֹืִืื ืְืַืֶּืָ׃ ืก
Translit, VE'ATAH YHVH 'ELOHEYNU HOSYI'ENU NA' MIADO VEYEDE'U KOL-MAMLEKHOT HA'ARETS KI 'ATAH YHVH 'ELOHIM LEVADEKHA
* 1 Tawarikh 17:16
LAI TB, Lalu masuklah raja Daud ke dalam, kemudian duduklah ia di hadapan TUHAN sambil berkata: "Siapakah aku ini, ya TUHAN Allah, dan siapakah keluargaku, sehingga Engkau membawa aku sampai sedemikian ini?"
KJV, And David the king came and sat before the LORD, and said, Who am I, O LORD God, and what is mine house, that thou hast brought me hitherto?
Hebrew,
ืַืָּืֹื ืַืֶּืֶืְ ืָּืִืื ืַืֵּืฉֶׁื ืִืคְื ֵื ืְืืָื ืַืֹּืืֶืจ ืִื־ืֲื ִื ืְืืָื ืֱืֹืִืื ืּืִื ืֵืืชִื ืִּื ืֲืִืืֹืชַื ִื ืขַื־ืֲืֹื׃
Translit, VAYAVO' HAMELEKH DAVID VAYESYEV LIFNEY YHVH VAYO'MER MI-'ANI YHVH 'ELOHIM UMI VEYTI KI HAVI'OTANI 'AD-HALOM
* 2 Tawarikh 1:9
LAI TB, Maka sekarang, ya TUHAN Allah, tunjukkanlaah keteguhan janji-Mu kepada Daud, ayahku, sebab Engkaulah yang telah mengangkat aku menjadi raja atas suatu bangsa yang banyaknya seperti debu tanah.
KJV, Now, O LORD God, let thy promise unto David my father be established: for thou hast made me king over a people like the dust of the earth in multitude.
Hebrew,
ืขַืชָּื ืְืืָื ืֱืֹืִืื ืֵืָืֵื ืְּืָืจְืָ ืขִื ืָּืִืื ืָืִื ืִּื ืַืชָּื ืִืְืַืְืชַּื ִื ืขַื־ืขַื ืจַื ืַּืขֲืคַืจ ืָืָืจֶืฅ׃
Translit, 'ATAH YHVH 'ELOHIM YE'AMEN DEVARKHA 'IM DAVID 'AVI KI 'ATAH HIMLAKHTANI 'AL-'AM RAV KA'AFAR HA'ARETS"
* Mazmur 59:6
LAI TB, Engkau, TUHAN, Allah semesta alam, adalah Allah Israel. Bangunlah untuk menghukum segala bangsa; janganlah mengasihani mereka yang melakukan kejahatan dengan berkhianat! Sela
59:5 KJV, Thou therefore, O LORD God of hosts, the God of Israel, awake to visit all the heathen: be not merciful to any wicked transgressors. Selah.
Hebrew,
ืְืַืชָּื ืְืืָื־ืֱืֹืִืื ืฆְืָืֹืืช ืֱืֹืֵื ืִืฉְׂืจָืֵื ืָืงִืืฆָื ืִืคְืงֹื ืָּื־ืַืֹּืืִื ืַื־ืชָּืֹื ืָּื־ืֹּืְืֵื ืָืֶื ืกֶืָื׃
Translit, VE'ATAH YHVH-'ELOHIM TSEVA'OT 'ELOHEY YISRA'EL HAQITSAH LIFQOD KOL-HAGOYIM 'AL-TAKHON KOL-BOGEDEY 'AVEN SELAH
* Yunus 4:6
LAI TB, Lalu atas penentuan TUHAN Allah tumbuhlah sebatang pohon jarak melampaui kepala Yunus untuk menaunginya, agar ia terhibur dari pada kekesalan hatinya. Yunus sangat bersukacita karena pohon jarak itu.
KJV, And the LORD God prepared a gourd, and made it to come up over Jonah, that it might be a shadow over his head, to deliver him from his grief. So Jonah was exceeding glad of the gourd.
Hebrew,
ืַืְืַื ืְืืָื־ืֱืֹืִืื ืงִืืงָืֹืื ืַืַּืขַื ืֵืขַื ืְืֹืื ָื ืִืְืֹืืช ืฆֵื ืขַื־ืจֹืืฉֹׁื ืְืַืฆִּืื ืֹื ืֵืจָืขָืชֹื ืַืִּืฉְׂืַื ืֹืื ָื ืขַื־ืַืงִּืืงָืֹืื ืฉִׂืְืָื ืְืֹืืָื׃
Translit, VAYMAN YHVH-'ELOHIM QIQAYON VAYA'AL ME'AL LEYONAH LIHYOT TSEL 'AL-RO'SYO LEHATSIL LO MERA'ATO VAYISMAKH YONAH 'AL HAQIQAYON SIMKHAH GEDOLAH
keterangan :
ืืืื transliterasi YEHOVAH/ YAHWE/ JAHWE 'diucapkan' ADONAY oleh kalangan Yudaisme.
45. QURBAN & KEBUSUKAN TAURAT-ISRAEL !
Judul di atas sengaja disuguhkan untuk membuktikan bahwa "Taurat" yang sekarang adalah Taurat yang sudah dirombak oleh tangan2 Bani Israel. Namun demikian, di sini hanya disuguhkan 2 contoh saja, sekedar untuk membuktikan bahwa "Taurat" sekarang sudah benar2 dirubah dan ditambah!
Sebelum masuk pada pembahasan ini, ada baiknya kita lihat dulu Kitab Kejadian berikut ini:
16:16 Abram berumur delapan puluh enam tahun, ketika Hagar melahirkan Ismael baginya.
21:5 Adapun Abraham berumur seratus tahun, ketika Ishak, anaknya, lahir baginya.
25:9 Dan anak-anaknya, Ishak dan Ismael, menguburkan dia (Abraham) dalam gua Makhpela, di padang Efron bin Zohar, orang Het itu, padang yang letaknya di sebelah timur Mamre,
Dalam Kejadian 16, Ismail lahir ketika Abraham berumur 86 tahun. Sedangkan dalam Kejadian 21, Ishak lahir ketika Abraham berumur 100 tahun. Ini berarti selisih umur antara Ismail dan Ishak adalah 14 tahun.
Dalam Kejadian 25, Ismail dan Ishak secara bersama2 menguburkan bapaknya, Abraham.
Ada beberapa perbedaan mendasar pada pemahaman diantara agama-agama Samawi/Semitik, mengenai siapa yang disebut sebagai Anak Perjanjian : ISHAK atau ISMAEL.
Alkitab dengan jelas menyebut nama ISHAK, sedangkan Kitab yang lain 'tidak menyebut nama' melainkan hanya kata 'anak' saja, dan kemudian ini ditafsirkan sebagai Ismael.
Ismael memang diakui sebagai anak dari Abraham :
* 1 Tawarikh 1:28
LAI TB, Anak-anak Abraham ialah Ishak dan Ismael.
KJV, The sons of Abraham; Isaac, and Ishmael.
Hebrew,
ืְּื ֵื ืַืְืจָืָื ืִืฆְืָืง ืְืִืฉְׁืָืขֵืื׃ ืก
Translit, BENรY'AVRรHรM YITSKHรQ VEYISYMร'ร'L
Tetapi yang menjadi 'anak perjanjian adalah' yang lahir dari Istri yang bernama Sara :
* Kejadian 21:12
LAI TB, Tetapi Allah berfirman kepada Abraham: "Janganlah sebal hatimu karena hal anak dan budakmu itu; dalam segala yang dikatakan Sara kepadamu, haruslah engkau mendengarkannya, sebab yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak."
KJV, And God said unto Abraham, Let it not be grievous in thy sight because of the lad, and because of thy bondwoman; in all that Sarah hath said unto thee, hearken unto her voice; for in Isaac shall thy seed be called.
Hebrew,
ืַืֹּืืֶืจ ืֱืֹืִืื ืֶื־ืַืְืจָืָื ืַื־ืֵืจַืข ืְּืขֵืื ֶืืָ ืขַื־ืַื ַּืขַืจ ืְืขַื־ืֲืָืชֶืָ ืֹּื ืֲืฉֶׁืจ ืชֹּืืַืจ ืֵืֶืืָ ืฉָׂืจָื ืฉְׁืַืข ืְּืงֹืָืּ ืִּื ืְืִืฆְืָืง ืִืงָּืจֵื ืְืָ ืָืจַืข׃
Translit, VAYO'MER 'ELOHรM 'EL-'AVRรHรM 'AL-YรRA' BE'รYNEYKHA 'AL-HANA'AR VE'AL-'AMรTEKHA KOL 'ASYER TO'MAR 'รLEYKHA SรRรH SYEMA' BEQOLรH Kร VEYITSKHรQ YIQรRร' LEKHA ZรRA'
Ungkapan "yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak", 'Kร VEYITSKHรQ YIQรRร' LEKHA ZรRA' dapat dibandingkan dengan penjelasan rasul Paulus dalam ayat-ayat berikut ini:
Ungkapan "yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak",'Kร VEYITSKHรQ YIQรRร' LEKHA ZรRA' dapat dibandingkan dengan penjelasan rasul Paulus dalam ayat-ayat berikut ini:
* Roma 9:7-8
9:7 dan juga tidak semua yang terhitung keturunan Abraham adalah anak Abraham, tetapi: "Yang berasal dari Ishak yang akan disebut keturunanmu."
9:8 Artinya: bukan anak-anak menurut daging adalah anak-anak Allah, tetapi anak-anak perjanjian yang disebut keturunan yang benar.
Ishak adalah putera Mahkota karena lahir dari Istri Abraham yang sah, Istri pertama/ permaisuri. Maka Ishak-lah yang menerima hak kesulungan (First Born). walaupun Ishak bukan "born first"
Jadi, Kejadian 21:12 lebih menekankan sisi moral dan religius ketimbang keturunan langsung secara fisik.
Sekarang marilah kita lihat pembahasan berikut ini:
1. Peristiwa Terbentuknya Sumur Zam-Zam.
Menurut catatan Alkitab dalam Kitab Kejadian 21:8-13, setelah menyapih Ishak, yang berarti Ismail berusia sekitar 16 tahun, Sarah cemburu dengan Ismail ketika melihat ia bermain bersama Ishak. Kemudian, ia meminta agar Abraham membuang Hagar dan Ismail. Abraham konon merasa tertekan dengan permintaan ini, tetapi Allah meyakinkan Abraham bahwa ia harus mengikuti permintaan Sarah. Kisah Alkitab kemudian dilanjutkan dalam Kitab Kejadian berikut ini:
"Keesokan harinya pagi-pagi Abraham mengambil roti serta sekirbat air dan memberikannya kepada Hagar. Ia meletakkan itu beserta anaknya di atas bahu Hagar, kemudian disuruhnyalah perempuan itu pergi. Maka pergilah Hagar dan mengembara di padang gurun Bersyeba. Ketika air yang dikirbat itu habis, dibuangnyalah anak itu ke bawah semak-semak, dan ia duduk agak jauh, kira-kira sepemanah jauhnya, sebab katanya: "Tidak tahan aku melihat anak itu mati." Sedang ia duduk di situ, menangislah dia dengan suara nyaring. Allah mendengar suara anak itu, lalu Malaikat Allah berseru dari langit kepada Hagar, kata-Nya kepadanya: "Apakah yang engkau susahkan, Hagar? Janganlah takut, sebab Allah telah mendengar suara anak itu dari tempat ia terbaring. Bangunlah, angkatlah anak itu, dan peganglah erat-erat dengan tanganmu, sebab Aku akan membuat dia menjadi bangsa yang besar." Lalu Allah membuka mata Hagar, sehingga ia melihat sebuah sumur; ia pergi mengisi kirbatnya dengan air, kemudian diberinya anak itu minum." (Kejadian 21:14-19 - DRB 1582 & KJV 1611).
Dalam kutipan di atas, cetak biru ditambahkan untuk frasa2 kunci yang mengilustrasikan kemustahilan catatan Kitab Kejadian mengenai Ismail yang berusia 16 tahun pada saat itu. Hagar dengan berbagai cara harus memperlakukan Ismail dengan cara:
- meletakkan Ismail, roti dan sekirbat air di atas bahunya
- membuang Ismail ke bawah semak-semak (membaringkannya)
- mengangkat Ismail dari tempat ia terbaring dan memegang erat2 Ismail dengan tangannya.
Tindakan Hagar di atas, tidaklah pantas dilakukan untuk anak berusia 16 tahun. Tetapi tindakan tersebut mungkin saja dilakukan terhadap seorang balita yang belum disapih dan belum bisa berjalan. Padahal sebelumnya, Ismail sudah bisa bermain bersama dengan Ishak, yang berarti Ismail sudah besar dan sudah bisa berlari2.
Perhatikan juga nama tempat yang tertulis dalam Taurat adalah Bersyeba, padahal peristiwa tersebut terjadi di lembah Baka/Mekah. Tidak ada bukti sama sekali bahwa peristiwa tersebut terjadi di Bersyeba (Palestina dan sekitarnya), tetapi bukti2 itu justru dapat dilihat di Baka/Mekah, yaitu Bukit Shafa dan Marwah, dan Sumur Zam-Zam. Oleh karena Ismail, semenjak diungsikan hingga wafatnya adalah di kota Baka/Mekah.
Ketika itu, Ismail memang masih bayi yang baru beberapa hari dilahirkan. Untuk menghindari kecemburuan Sara, istri pertama Abraham, Allah memerintahkan Abraham untuk mengungsikan Ismail dan ibunya, Hagar, ke lembah Baka/Mekah. Sesampainya di lembah Baka/Mekah, Abraham diperintahkan oleh Allah untuk kembali ke Palestina (Kanaan) menemui Sara dan meninggalkan Ismail dan Hagar di lembah tersebut. Beberapa saat kemudian, Ismail menangis kehausan dan segala persediaan sudah habis. Hagar pun harus mondar mandir antara Bukit Shafa dan Bukit Marwah sebanyak 7 kali untuk mencari air dan tidak pula ia dapatkannya. Atas pertolongan Allah melalui malaikat Jibril, tiba2 muncullah mata air yang deras dari bawah kaki Ismail, dan Hagar pun berteriak kegirangan, "Zam Zam, Zam Zam!" Oleh karena itu, mukjizat Nabi Ismail ini sekarang dikenal sebagai Sumur Zam-Zam.
Indikasi peristiwa terbentuknya Sumur Zam-Zam di Baka/Mekah ini masih dapat ditemukan dalam Kitab Mazmur berikut ini:
84:5 (84-6) Berbahagialah manusia yang kekuatannya di dalam Engkau, yang berhasrat mengadakan ziarah!
84:6 (84-7) Apabila melintasi lembah Baka, mereka membuatnya menjadi tempat yang bermata air; bahkan hujan pada awal musim menyelubunginya dengan berkat.
Jelas sekali bahwa kisah di atas merupakan salah satu bukti telah terjadinya perombakan di dalam Taurat. Ismail yang berusia 16 tahun diperlakukan seperti bayi yang masih berumur 2 bulanan. Perombak Taurat tampaknya ingin menunjukkan seolah2 Ishaklah kakak Ismail, oleh karena Ishak baru saja disapih yang berarti usianya sekitar 2 tahunan, sementara Ismail masih bayi (padahal usia Ismail sekitar 16 tahunan). Dengan demikian, perombak Taurat dapat mengarang kisah selanjutnya di bawah ini.
2. Kisah Penyembelihan dan Penyebutan Ishak sebagai Anak Tunggal.
Setelah semuanya itu Allah mencoba Abraham. Ia berfirman kepadanya: "Abraham," lalu sahutnya: "Ya, Tuhan." Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu." Keesokan harinya pagi-pagi bangunlah Abraham, ia memasang pelana keledainya dan memanggil dua orang bujangnya beserta Ishak, anaknya; ia membelah juga kayu untuk korban bakaran itu, lalu berangkatlah ia dan pergi ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Ketika pada hari ketiga Abraham melayangkan pandangnya, kelihatanlah kepadanya tempat itu dari jauh. Kata Abraham kepada kedua bujangnya itu: "Tinggallah kamu di sini dengan keledai ini; aku beserta anak ini akan pergi ke sana; kami akan sembahyang, sesudah itu kami kembali kepadamu." Lalu Abraham mengambil kayu untuk korban bakaran itu dan memikulkannya ke atas bahu Ishak, anaknya, sedang di tangannya dibawanya api dan pisau. Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama. Lalu berkatalah Ishak kepada Abraham, ayahnya: "Bapa." Sahut Abraham: "Ya, anakku." Bertanyalah ia: "Di sini sudah ada api dan kayu, tetapi di manakah anak domba untuk korban bakaran itu?" Sahut Abraham: "Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku." Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama. Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Lalu Abraham mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu, diikatnya Ishak, anaknya itu, dan diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api. Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya. Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: "Abraham, Abraham." Sahutnya: "Ya, Tuhan." Lalu Ia berfirman: "Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku." Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya. (Kejadian 22:1-13).
Dalam kisah di atas, terdapat 2 kejanggalan besar, yaitu:
1. Ishak disebut sebagai [COLOR=BLUE]anak tunggal Abraham, padahal Ishak adalah adik Ismail.
2. Usia Ishak baru saja disapih, tapi diperlakukan seperti anak berusia 16 tahun ketika akan disembelih Abraham. Silahkan periksa kembali Kejadian 21 di atas. Di sana Ismail yang berusia 16 tahun diperlakukan seperti anak yang baru berumur 2 bulanan. Dengan dasar ini, perombak Taurat ingin menunjukkan seolah2 Ishaklah kakak Ismail, karena Ishak baru saja disapih sementara Ismail masih bayi. Karenanya, mereka dengan konyol menyebut Ishak sebagai anak tunggal Abraham. Padahal, bukti2 Alkitab sendiri sudah jelas, bahwa Ismail adalah kakak Ishak!
Kejanggalan2 di atas tampaknya diakibatkan oleh banyaknya tangan2 Bani Israel yang turut merombak, sehingga antara pasal yang satu dengan yang lain kelihatan tidak ada kesesuaian. Sangat mungkin, ketika mengumpulkan Taurat, mereka tidak meneliti sedemikian jauh sehingga kejanggalan itu tetap saja terlihat dengan jelas.
Umat Yahudi dan Kristen menganggap penyebutan Ishak sebagai anak tunggal Abraham adalah karena Ishak merupakan anak dari istri yang sah, yaitu Sara. Padahal, dalam Kitab Kejadian 16:3 dikatakan bahwa Abraham mengambil Hagar sebagai istrinya. Ini berarti, Hagar juga adalah istri sah Abraham. Suatu alasan yang tidak masuk akal! Sesungguhnya, alasan tersebut sengaja dibuat oleh Bani Israel oleh karena mereka iri/dengki bahwa yang menjadi penerus agama samawi, sebagaimana masih dapat terlihat dengan jelas dalam "Taurat dan Injil", adalah keturunan Ismail (Muhammad).
Dalam kisah versi Taurat di atas, peristiwa penyembelihan itu terjadi di Moria, padahal peristiwa tersebut sebenarnya terjadi di Mina.
Sekarang, marilah kita lihat kisah penyembelihan Ismail menurut [COLOR=BLUE]Al-Qur'an (QS. 37:102-112):
[102] Maka tatkala [COLOR=BLUE]anak itu (Ismail) sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar".
[103] Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis (nya), (nyatalah kesabaran keduanya).
[104] Dan Kami panggillah dia: "Hai Ibrahim,
[105] sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu", sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
[106] Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.
[107] Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.
[108] Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian,
[109] (yaitu) "Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim".
[110] Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
[111] Sesungguhnya ia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.
[112] Dan Kami beri dia (Ibrahim) kabar gembira dengan kelahiran Ishak, seorang nabi yang termasuk orang-orang yang saleh.
Lihat ayat 102, memang tidak tersebut nama Ismail, mungkin ini disebabkan oleh begitu populernya Ismail di Mekah pada saat itu. Sebut saja, adanya situs2 peninggalan Ismail berupa kuburan Ismail, Ka'bah, Hijir Ismail, Sumur Zam-Zam, dan Bukit Shafa dan Marwah, serta situs peninggalan Ibrahim, maqam Ibrahim. Tapi identifikasi Ismail ini tidak diragukan lagi, oleh karena pada ayat 112, Ishak baru dilahirkan. Jadi, anak tunggal pada waktu penyembelihan itu adalah ISMAIL, bukan Ishak sebagaimana tertulis dalam "Taurat" sekarang.
Perlu diketahui juga bahwa Ibrahim (Abraham) bukanlah seorang Yahudi ataupun Kristen. Perhatikan Firman Allah berikut ini (QS. 3:67-71):
[67] Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Kristen, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik."
[68] Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini (Muhammad), serta orang-orang yang beriman (kepada Muhammad), dan Allah adalah Pelindung semua orang-orang yang beriman.
[69] Segolongan dari Ahli Kitab (Yahudi dan Kristen) ingin menyesatkan kamu, padahal mereka (sebenarnya) tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak menyadarinya.
[70] Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mengingkari ayat-ayat Allah, padahal kamu mengetahui (kebenarannya).
[71] Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mencampur adukkan yang hak dengan yang batil, dan menyembunyikan kebenaran, padahal kamu mengetahui?
Lihat ayat 67, bahwa Ibrahim (Abraham) bukanlah seorang Yahudi ataupun Kristen. Bagi orang awam mungkin kelihatan aneh. Bagaimana mungkin Abraham disebut Yahudi ataupun Kristen sementara Yehuda dan Yesus belum lahir? Ayat di atas diturunkan sekaligus untuk memberi jawaban kepada golongan Ahli Kitab (Yahudi dan Kristen) pada waktu itu yang mengklaim Abraham sebagai golongan mereka (hingga sekarang).
Lihat juga ayat 68, bahwa nabi yang paling dekat dengan Ibrahim adalah Nabi Muhammad. Karena hanya umat Muhammad-lah yang senantiasa memuliakan nabi Ibrahim (Sholawat Nabi dalam setiap sholat).
Pendapat di atas wajar-wajar saja karena berasal dari kalangan Muslim, padahal Alkitab sama sekali tidak mendukung.
* Kejadian 17:18
18 Dan Abraham berkata kepada Allah: "Ah, sekiranya Ismael diperkenankan hidup di hadapan-Mu!"
19 Tetapi Allah berfirman: "Tidak, melainkan isterimu Saralah yang akan melahirkan anak laki-laki bagimu, dan engkau akan menamai dia Ishak, dan Aku akan mengadakan perjanjian-Ku dengan dia menjadi perjanjian yang kekal untuk keturunannya.
20 Tentang Ismael, Aku telah mendengarkan permintaanmu; ia akan Kuberkati, Kubuat beranak cucu dan sangat banyak; ia akan memperanakkan dua belas raja, dan Aku akan membuatnya menjadi bangsa yang besar.
21 Tetapi perjanjian-Ku akan Kuadakan dengan Ishak, yang akan dilahirkan Sara bagimu tahun yang akan datang pada waktu seperti ini juga."
Jika ungkapan di atas diganti "Ibrahim, Ismael ..." maka akan terputus karena Alkitab tidak menulis nabi-nabi yang berasal dari Ismael. Yakub, Yusuf, Musa, Daud, Sulaiman, dan seterusnya di dalam Al~Qur'an pun tertulis adalah keturunan Ishak, bukan Ismael.
***
Alkitab dengan jelas menulis nama "Ishak" yang hendak dikorbankan, sedangkan kami tidak menemukan nama "Ismael" dalam Al~Qur'an yang akan dikorbankan.
Tanya : mengapa nama Ismael tidak ditulis di sana?
* Kejadian 22:2
LAI TB, Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu."
KJV, And he said, Take now thy son, thine only son Isaac, whom thou lovest, and get thee into the land of Moriah; and offer him there for a burnt offering upon one of the mountains which I will tell thee of.
Hebrew,
ืַืֹּืืֶืจ ืงַื־ื ָื ืֶืช־ืִּื ְืָ ืֶืช־ืְืִืืְืָ ืֲืฉֶׁืจ־ืָืַืְืชָּ ืֶืช־ืִืฆְืָืง ืְืֶืְ־ืְืָ ืֶื־ืֶืจֶืฅ ืַืֹּืจִืָּื ืְืַืขֲืֵืืּ ืฉָׁื ืְืขֹืָื ืขַื ืַืַื ืֶืָืจִืื ืֲืฉֶׁืจ ืֹืַืจ ืֵืֶืืָ׃
Translit, VAYO'MER QAKH-Nร' 'ET-BINKHA 'ET-YEKHรDKHA 'ASYER-'รHAVTร 'ET-YITSKHรQ VELEKH-LEKHA 'EL-'ERETS HAMORรYรH VEHA'ALรHร SYรM LE'OLรH 'AL 'AKHAD HEHรRรM 'ASYER 'OMAR 'รLEYKHA
***
Ibrahim (Abraham) bukan beragama Yahudi (Yudaisme), Yahudi itu berasal dari kata "Yehuda", anak Yakub (Israel) yang notabene adalah cucu buyut Ibrahim. Tidak juga beragama Kristen, apalagi beragama Islam karena agama Islam baru muncul setelah Muhammad. Tetapi saya setuju bahwa Ibrahim adalah bapa dari tiga agama besar: Islam, Kristen, dan Yahudi :
* Kejadian 17:5
LAI TB, Karena itu namamu bukan lagi Abram, melainkan Abraham, karena engkau telah Kutetapkan menjadi bapa sejumlah besar bangsa.
KJV, Neither shall thy name any more be called Abram, but thy name shall be Abraham; for a father of many nations have I made thee.
Hebrew,
ืְืֹื־ืִืงָּืจֵื ืขֹืื ืֶืช־ืฉִׁืְืָ ืַืְืจָื ืְืָืָื ืฉִׁืְืָ ืַืְืจָืָื ืִּื ืַื־ืֲืֹืื ืֹּืืִื ื ְืชַืชִּืืָ׃
Translit, VELO'-YIQรRร' {dan tidak akan dipanggil} 'OD {lagi} 'ET-SYIMKHA {namamu} 'AVRรM {Abram} VEHรYรH {dan ia adalah} SYIMKHA {namamu} 'AVRรHรM {Abraham} Kร {karena} 'AV-HAMON {bapa banyak} GOYIM{bangsa-bangsa} NETATรKHA {Aku menjadikan engkau}
46. KEMUSTAHILAN AYAT-AYAT TUHAN DALAM ALKITAB
Berbagai kemustahilan ayat-ayat yang konon difirmankan oleh Tuhan dalam Alkitab, antara lain disuguhkan di bawah ini:
1. KITAB BILANGAN: Seekor keledai berbicara.
22:27 Melihat Malaikat TUHAN meniaraplah keledai itu dengan Bileam masih di atasnya. Maka bangkitlah amarah Bileam, lalu dipukulnyalah keledai itu dengan tongkat.
22:28 Ketika itu TUHAN membuka mulut keledai itu, sehingga ia berkata kepada Bileam: "Apakah yang kulakukan kepadamu, sampai engkau memukul aku tiga kali?"
22:29 Jawab Bileam kepada keledai itu: "Karena engkau mempermain-mainkan aku; seandainya ada pedang di tanganku, tentulah engkau kubunuh sekarang."
(Perhatikan, Bileam sama sekali tidak terkejut mendengar keledainya berbicara kepadanya)
Malaikat Tuhan membuat keledai itu berbicara. Bileam yang salah itu ditegur, melalui keledainya. Keledai tidak bisa maju tidak bisa lari karena ia melihat malaikat yang membawa pedang. Karena keledainya berhenti, Bileam marah memukul keledai itu supaya berjalan. Tiba-tiba Tuhan membuka mulut keledai, berbicara dalam bahasa manusia, "Kenapa tuan memukuli saya?" Kejadian ini menegur Bileam yang tidak taat kepada perintah Tuhan, penjelasannya sbb :
Baca selengkapnya Bilangan 22 :
Bileam yang kelihatannya patuh pada Tuhan tetapi sebenarnya tidak taat dan patuh pada Tuhan. Balak bertanya kepada Tuhan dan Tuhan memerintahkan agar jangan Bileam ini pergi bersama-sama dengan Raja Moab, dan jangan mengutuk bangsa Israel (ayat 9-12). Jika saja Bileam ini seorg nabi yg takut akan Tuhan, dia akan langsung mengatakan tidak kepada org2 suruhan Balak. That'll be the end of the story.
Tetapi ternyata kejadiannya tidak berhenti sampai di situ. Bileam tergiur dengan upah penenung yangg dibawa oleh suruhan raja Balak, dan dengan janji2 yang ditawarkan oleh raja Balak, sehingga Bileam berani untuk bertanya kepada Tuhan untuk yang ke 2 kalinya. Mungkin dia berpikir.. hhmm siapa tahu Tuhan akan berubah pikiran?!
Tuhan melihat isi hati Bileam, bahwa sebenarnya hati Bileam itu tergiur dengan segala apa yg ditawarkan oleh Raja Balak. Oleh karena itu, waktu Tuhan ditanya yang ke 2 kali oleh Bileam, Tuhan jawabnya : "Jikalau orang-orang itu memang sudah datang untuk memanggil engkau, bangunlah, pergilah bersama-sama dengan mereka, tetapi hanya apa yang akan Kufirmankan kepadamu harus kaulakukan." (ayat 20)
Mengapa kali ini Allah mengizinkan Balak pergi?
Walaupun sebenarnya Tuhan punya kehendak Bileam untuk tidak pergi. Tetapi karena Bileam adalah manusia yang punya free-will, dan yang hatinya sedang tergiur akan upah yg dari Raja Balak, akhirnya pun dia berani untuk bertanya lagi kepada Tuhan. Melihat itu Tuhan tahu bahwa Bileam hanya ingin melakukan rencananya sendiri, dan seakan-akan dia minta persetujuan dari Tuhan untuk memberkati rencananya. Dan pada akhirnya Tuhan sepertinya mengabulkan kehendaknya itu, meskipun demikian Tuhan memberikan Bileam batas-batas utk hanya mengatakan apa yg Tuhan akan sampaikan utk bangsa Israel.
Prinsip ini juga ada di ayat Yehezkiel 14:4. Ini ayatnya dr KJV;
Therefore speak unto them, and say unto them, Thus saith the Lord GOD; Every man of the house of Israel that setteth up his idols in his heart, and putteth the stumblingblock of his iniquity before his face, and cometh to the prophet; I the LORD will answer him that cometh according to the multitude of his idols..
Jadi kalau di dalam hati kita sudah ada idol/ilah lain yg sangat kita ingini, atau kita nomer satukan... dan ketika kita berdoa ama Tuhan, maka Tuhan akan menjawab doa2 kita "according to" idols/ilah-ilah yg ada di dalam hati kita. Dan kita akan berpikir bahwa Tuhan tuh SETUJU dgn apa yg kita sedang jalan'in. Padahal sebenarnya Tuhan tidak setuju.
Peristiwanya dengan keledai yang bisa berbicara akibat kuasa Tuhan melalui malaikat yang menampakkan diri. Peristiwa ini merupakan peristiwa kiasan/ nubuat dan menjadi peringatan bagi orang yang jalannya menuju kebinasaan. Bileam mengakui Aku telah berdosa, karena aku tidak mengetahui bahwa engkau ini berdiri di jalan menentang aku. Ayat 35: Maksud ilahi dapat dilihat disini, bahwa Tuhan memperkenankan Bileam pergi bersama pemuka-pemuka Balak, tetapi dia hanya boleh berkata-kata kepada Israel sesuai yang difirmankan Allah.
2. KITAB IMAMAT: Kelahiran anak perempuan mempunyai masa nifas dua kali lebih banyak.
12:2 "Katakanlah kepada orang Israel: Apabila seorang perempuan bersalin dan melahirkan anak laki-laki, maka najislah ia selama tujuh hari. Sama seperti pada hari-hari ia bercemar kain ia najis.
12:3 Dan pada hari yang kedelapan haruslah dikerat daging kulit khatan anak itu.
12:4 Selanjutnya tiga puluh tiga hari lamanya perempuan itu harus tinggal menantikan pentahiran dari darah nifas, tidak boleh ia kena kepada sesuatu apapun yang kudus dan tidak boleh ia masuk ke tempat kudus, sampai sudah genap hari-hari pentahirannya.
12:5 Tetapi jikalau ia melahirkan anak perempuan, maka najislah ia selama dua minggu, sama seperti pada waktu ia bercemar kain; selanjutnya enam puluh enam hari lamanya ia harus tinggal menantikan pentahiran dari darah nifas.
(Masa nifas untuk kelahiran anak perempuan dua kali lebih banyak dari pada anak laki-laki?)
* Imamat 12 : 1-5 PENTAHIRAN SESUDAH MELAHIRKAN ANAK
12:1 TUHAN berfirman kepada Musa, demikian:
12:2 "Katakanlah kepada orang Israel: Apabila seorang perempuan bersalin dan melahirkan anak laki-laki, maka najislah ia selama tujuh hari. Sama seperti pada hari-hari ia bercemar kain ia najis.
12:3 Dan pada hari yang kedelapan haruslah dikerat daging kulit khatan anak itu (sunat).
12:4 Selanjutnya tiga puluh tiga hari lamanya perempuan itu harus tinggal menantikan pentahiran dari darah nifas, tidak boleh ia kena kepada sesuatu apa pun yang kudus dan tidak boleh ia masuk ke tempat kudus, sampai sudah genap hari-hari pentahirannya.
12:5 Tetapi jikalau ia melahirkan anak perempuan, maka najislah ia selama dua minggu, sama seperti pada waktu ia bercemar kain; selanjutnya enam puluh enam hari lamanya ia harus tinggal menantikan pentahiran dari darah nifas.
Ayat diatas tidak boleh diartikan bahwa perempuan mempunyai masa nifas 2X lebih banyak, penjelasannya sbb :
Pertama saya jelaskan ttg kenajisan ibu setelah melahirkan.
Najis disini artinya : tidak boleh melakukan ritual keagamaan, tidak hubungan seksual, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan ketentuan-ketentuan Taurat. masa ini bisa diartikan pula sebagai masa rehat.
Masa ini penting untuk perempuan yang sudah saya jelaskan disini : http://www.sarapanpagi.org/viewtopic.php?p=742#742 (Hak Wanita Dalam Alkitab)
Jikalau yang dilahirkan adalah anak laki-laki : Masa najis pertama berlangsung selama 7 hari setelah melahirkan, hari ke 8 setelah anaknya lahir ada upacara ritual sunat (bandingkan dengan kejadian 21:4) Si ibu boleh menghadirinya. Sesudah itu upacara ritual penyunatan itu, ibunya akan kembali masuk dalam masa rehat selama 33hari.
Jikalau yang dilahirkan adalah anak perempuan : (yang notabene tidak melakukan upacara penyunatan). Masa kenajisannya ini dikalikan 2 yang berjumlah total 66hari, pentahiran dari darah nifas. Tidak dijelaskan dalam ayat tersebut mengapa hal ini diharuskan, mungkin dalam Kitab Ibrani Talmud ada penjelasan-penjelasan lain, yang alasannya mungkin tidak hanya terkait pada alasan biologis semata/ masa rehat wanita setelah melahirkan.
3. KITAB HAKIM-HAKIM: Samgar membunuh 600 orang dengan sebuah tongkat penghalau lembu.
3:31. Sesudah dia, bangkitlah Samgar bin Anat; ia menewaskan orang Filistin dengan tongkat penghalau lembu, enam ratus orang banyaknya. Demikianlah ia juga menyelamatkan orang Israel.
(Firman Tuhan atau kesombongan orang Israel?)
4. KITAB HAKIM-HAKIM: Simson membunuh 1000 orang dengan tulang rahang keledai.
15:15 Kemudian ia menemui sebuah tulang rahang keledai yang masih baru, diulurkannya tangannya, dipungutnya dan dipukulnya mati seribu orang dengan tulang itu.
15:16 Berkatalah Simson: "Dengan rahang keledai bangsa keledai itu kuhajar, dengan rahang keledai seribu orang kupukul."
(Firman Tuhan atau kesombongan orang Israel?)
3. KITAB HAKIM-HAKIM: Samgar membunuh 600 orang dengan sebuah tongkat penghalau lembu.
3:31. Sesudah dia, bangkitlah Samgar bin Anat; ia menewaskan orang Filistin dengan tongkat penghalau lembu, enam ratus orang banyaknya. Demikianlah ia juga menyelamatkan orang Israel.
(Firman Tuhan atau kesombongan orang Israel?)
4. KITAB HAKIM-HAKIM: Simson membunuh 1000 orang dengan tulang rahang keledai.
15:15 Kemudian ia menemui sebuah tulang rahang keledai yang masih baru, diulurkannya tangannya, dipungutnya dan dipukulnya mati seribu orang dengan tulang itu.
15:16 Berkatalah Simson: "Dengan rahang keledai bangsa keledai itu kuhajar, dengan rahang keledai seribu orang kupukul."
(Firman Tuhan atau kesombongan orang Israel?)
5. KITAB WAHYU: Seekor macan tutul berkepala tujuh.
13:1. (12-18 ) Dan ia tinggal berdiri di pantai laut. (13-1) Lalu aku melihat seekor binatang keluar dari dalam laut, bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh; di atas tanduk-tanduknya terdapat sepuluh mahkota dan pada kepalanya tertulis nama-nama hujat.
13:2 Binatang yang kulihat itu serupa dengan macan tutul, dan kakinya seperti kaki beruang dan mulutnya seperti mulut singa. Dan naga itu memberikan kepadanya kekuatannya, dan takhtanya dan kekuasaannya yang besar.
(Firman Tuhan atau dongeng?)
Kitab Wahyu ditulis dengan bahasa-bahasa kias, maka ungkapan diatas tidak boleh diartikan secara harfiah. Untuk menafsirkannya perlu pemahaman latar belakang tentang Eskatologi.
Binatang berkepala tujuh artinya : KEPALA = KERAJAAN, BAGIAN-BAGIAN KERAJAAN
Rujukan ayat-ayat yang lain :
* Daniel 7: 6
"Lagipula binatang itu berkepala empat, dan kepadanya diberikan kekuasaan."
* Wahyu 12: 3
"Seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh."
* Wahyu 13: 1
"Lalu saya melihat seekor binatang keluar dari dalam laut, bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh."
* Wahyu 17: 3
"Dan aku melihat seorang perempuan duduk di atas Seekor binatang yang merah ungu.... Mempunyai tujuh kepala dan sepuluh tanduk."
* Wahyu 17: 9, 10
"Ketujuh kepala itu adalah tujuh gunung, yang di atasnya perempuan itu duduk, ketujuhnya adalah juga tujuh raja (kerajaan)."
6. KITAB 2 RAJA-RAJA: Memakan tahi dan meminum air kencing (lihat juga Yesaya 36:12).
18:26 Lalu berkatalah Elyakim bin Hilkia, Sebna dan Yoah kepada juru minuman agung: "Silakan berbicara dalam bahasa Aram kepada hamba-hambamu ini, sebab kami mengerti; tetapi janganlah berbicara dengan kami dalam bahasa Yehuda sambil didengar oleh rakyat yang ada di atas tembok."
18:27 Tetapi juru minuman agung berkata kepada mereka: "Adakah tuanku mengutus aku untuk mengucapkan perkataan-perkataan ini hanya kepada tuanmu dan kepadamu saja? Bukankah juga kepada orang-orang yang duduk di atas tembok, yang memakan tahinya dan meminum air kencingnya bersama-sama dengan kamu?"
(Niscaya tubuh mereka menjadi semakin sehat setelah memakan tahi dan meminum air kencing)
Kutipan ayat :
* 2 RAJA RAJA 18:13-37 YERUSALEM DIKEPUNG OLEH SANHERIP
18:13 Dalam tahun keempat belas zaman raja Hizkia majulah Sanherib, raja Asyur, menyerang segala kota berkubu negeri Yehuda, lalu merebutnya.
18:14 Hizkia, raja Yehuda, mengutus orang kepada raja Asyur di Lakhis dengan pesan: "Aku telah berbuat dosa; undurlah dari padaku; apa pun yang kaubebankan kepadaku akan kupikul." Kemudian raja Asyur membebankan kepada Hizkia, raja Yehuda, tiga ratus talenta perak dan tiga puluh talenta emas.
18:15 Hizkia memberikan segala perak yang terdapat dalam rumah TUHAN dan dalam perbendaharaan istana raja.
18:16 Pada waktu itu Hizkia mengerat emas dari pintu-pintu dan dari jenang-jenang pintu bait TUHAN, yang telah dilapis oleh Hizkia, raja Yehuda; diberikannyalah semuanya kepada raja Asyur.
18:17 Sesudah itu raja Asyur mengirim panglima, kepala istana dan juru minuman agung dari Lakhis kepada raja Hizkia di Yerusalem disertai suatu tentara yang besar. Mereka maju dan sampai ke Yerusalem. Setelah mereka maju dan sampai di situ, mereka mengambil tempat dekat saluran kolam atas yang di jalan raja pada Padang Tukang Penatu.
18:18 Dan ketika mereka memanggil-manggil kepada raja, keluarlah mendapatkan mereka Elyakim bin Hilkia, kepala istana, dan Sebna, panitera negara, serta Yoah bin Asaf, bendahara negara.
18:19 Lalu berkatalah juru minuman agung kepada mereka: "Baiklah katakan kepada Hizkia: Beginilah kata raja agung, raja Asyur: Kepercayaan macam apakah yang kaupegang ini?
18:20 Kaukira bahwa hanya ucapan bibir saja dapat merupakan siasat dan kekuatan untuk perang! Sekarang, kepada siapa engkau berharap, maka engkau memberontak terhadap aku?
18:21 Sesungguhnya, engkau berharap kepada tongkat bambu yang patah terkulai itu, yaitu Mesir, yang akan menusuk dan menembus tangan orang yang bertopang kepadanya. Begitulah keadaan Firaun, raja Mesir, bagi semua orang yang berharap kepadanya.
18:22 Dan apabila kamu berkata kepadaku: Kami berharap kepada TUHAN, Allah kami, -- bukankah Dia itu yang bukit-bukit pengorbanan-Nya dan mezbah-mezbah-Nya telah dijauhkan oleh Hizkia sambil berkata kepada Yehuda dan Yerusalem: Di depan mezbah yang di Yerusalem inilah kamu harus sujud menyembah!
18:23 Maka sekarang, baiklah bertaruh dengan tuanku, raja Asyur: Aku akan memberikan dua ribu ekor kuda kepadamu, jika engkau sanggup memberikan dari pihakmu orang-orang yang mengendarainya.
18:24 Bagaimanakah mungkin engkau memukul mundur satu orang perwira tuanku yang paling kecil? Padahal engkau berharap kepada Mesir dalam hal kereta dan orang-orang berkuda!
18:25 Sekarang pun, adakah di luar kehendak TUHAN aku maju melawan tempat ini untuk memusnahkannya? TUHAN telah berfirman kepadaku: Majulah menyerang negeri itu dan musnahkanlah itu!"
18:26 Lalu berkatalah Elyakim bin Hilkia, Sebna dan Yoah kepada juru minuman agung: "Silakan berbicara dalam bahasa Aram kepada hamba-hambamu ini, sebab kami mengerti; tetapi janganlah berbicara dengan kami dalam bahasa Yehuda sambil didengar oleh rakyat yang ada di atas tembok."
18:27 Tetapi juru minuman agung berkata kepada mereka: "Adakah tuanku mengutus aku untuk mengucapkan perkataan-perkataan ini hanya kepada tuanmu dan kepadamu saja? Bukankah juga kepada orang-orang yang duduk di atas tembok, yang memakan tahinya dan meminum air kencingnya bersama-sama dengan kamu?"
18:28 Kemudian berdirilah juru minuman agung dan berserulah ia dengan suara nyaring dalam bahasa Yehuda. Ia berkata: "Dengarlah perkataan raja agung, raja Asyur!
18:29 Beginilah kata raja: Janganlah Hizkia memperdayakan kamu, sebab ia tidak sanggup melepaskan kamu dari tanganku!
18:30 Janganlah Hizkia mengajak kamu berharap kepada TUHAN dengan mengatakan: Tentulah TUHAN akan melepaskan kita; dan kota ini tidak akan diserahkan ke dalam tangan raja Asyur.
18:31 Janganlah dengarkan Hizkia, sebab beginilah kata raja Asyur: Adakanlah perjanjian penyerahan dengan aku dan datanglah ke luar kepadaku, maka setiap orang dari padamu akan makan dari pohon anggurnya dan dari pohon aranya serta minum dari sumurnya,
18:32 sampai aku datang dan membawa kamu ke suatu negeri seperti negerimu ini, suatu negeri yang bergandum dan berair anggur, suatu negeri yang beroti dan berkebun anggur, suatu negeri yang berpohon zaitun, berminyak dan bermadu; dengan demikian kamu hidup dan tidak mati. Tetapi janganlah dengarkan Hizkia, sebab ia membujuk kamu dengan mengatakan: TUHAN akan melepaskan kita!
18:33 Apakah pernah para allah bangsa-bangsa melepaskan negerinya masing-masing dari tangan raja Asyur?
18:34 Di manakah para allah negeri Hamat dan Arpad? Di manakah para allah negeri Sefarwaim, Hena dan Iwa? Apakah mereka telah melepaskan Samaria dari tanganku?
18:35 Siapakah di antara semua allah negeri-negeri yang telah melepaskan negeri mereka dari tanganku, sehingga TUHAN sanggup melepaskan Yerusalem dari tanganku?"
18:36 Tetapi rakyat itu berdiam diri dan tidak menjawab dia sepatah kata pun, sebab ada perintah raja, bunyinya: "Jangan kamu menjawab dia!"
18:37 Kemudian pergilah Elyakim bin Hilkia, kepala istana, dan Sebna, panitera negara, dan Yoah bin Asaf, bendahara negara, menghadap Hizkia, dengan pakaian yang dikoyakkan, lalu memberitahukan kepadanya perkataan juru minuman agung.
---------------
PENJELASAN :
Kita mundur sedikit dengan membaca
2 Raja-Raja 18 : 1-12 HIZKIA RAJA YEHUDA :
Hizkia berbeda sekali dengan ayahnya, ia bahkan disejajarkan dengan Daud! Hizkia tidak hanya dianggap berjasa menghancurkan sisa-sisa penyembahan berhala Ahas, ayahnya. Tetapi Hizkia juga menyingkirkan ular tembaga yang dibuat Musa (lihat Bilangan 21:9). Sebab pada saat itu orang memberhalakan ular ini yang mereka sebut Nehustan. Kesetiaannya ini mendapat ganjaran masa pemerintahan 29tahun, kemakmuran, kemenangan atas kota-kota filistin, dan jaminan kemerdekaan dari Asyur di awal masa pemerintahannya, persis pada saat Israel dikalahkan.
Selanjutnyakita baca
2 Raja-Raja 18: 13-16 YERUSALEM DIKEPUNG
Bandingkan dengan Yesaya 36:1-39:8
Bagaimanapun juga Asyur tetap merupakan ancaman serius, dialog yang disajikan disini berfokus pada siapa yang harus dipercayai. Hizkia yang disertai Allah atau Raja Asyur yang berkuasa (bandingkan Yesaya 36 dan 1 Raja-Raja 18 ). Hizkia dibuat kelihatan lemah, sementara kemenangan Asyur dimasa lalu diceritakan.
Sanherip naik takhta pada tahun 14 pemerintahan Hizkia (kira-kira 705SM). Yerusalem dalam kepungan pasukan Asyur. Hizkia membayar upeti : 30talenta Mas, 800 talenta perak, ditambah dengan banyak barang-barang lain.
2 Raja-Raja 18: 17-37 EJEKAN JURU MINUMAN
Diceritakan bahwa Raja Asyur mengirim panglima, kepala istana dan juru minuman agung dari Lakhis kepada Raja Hizkia. Juru minuman ini mencela/ mengejek dengan taruhan.
Dihadapan Kepala Istana raja Hizkia (Elyakim bin Hilkia) Juru minuman mengejek dengan bualan bahwa ia telah datang atas perintah Tuhan. Juru minuman itu berkata-kata dengan tidak sopan (ayat 19-25).
Kemudian ayat 26 Elyakim bin Hilkia meminta agar Juru minuman bicara dalam bahasa Aram saja (bahasa ini adalah bahasa yang digunakan oleh para diplomat dan pedagang pada masa itu). Supaya ejekannya ini tidak didengar rakyat Yehuda (yang ada diatas tembok). Bahasa Aram waktu itu ini tidak digunakan sebagai bahasa sehari-hari oleh oleh rakyat Yehuda pada zaman itu.
Jadi bisa kita tafsirkan sebelumnya Juru minuman itu berbicara dalam bahasa Ibrani atau berbicara dalam bahasa Aram dengan perantaraan penterjemah.
Juru minuman itu tidak menggubris permintaan Elyakim, dan ia terus mengejek, Pada ayat ke 27 (lihat Yesaya 36:12). Jawaban Juru minuman itu sangat menghinakan bangsa Yehuda dengan menyebut kata-kata tidak senonoh "Adakah tuanku mengutus aku untuk mengucapkan perkataan-perkataan ini hanya kepada tuanmu dan kepadamu saja? Bukankah juga kepada orang-orang yang duduk di atas tembok, yang memakan tahinya dan meminum air kencingnya bersama-sama dengan kamu?".
Dan tidak berhenti sampai disitu, seruannya itu diteruskan dihadapan orang-orang Yehuda menunjukkan kecongkakannya dan penghinaan kepada rakyat Yehuda dan Allah orang-orang Yehuda (ayat 29-35).
Rakyat Yehuda berdiam diri tidak menimpali ejekan juru minuman itu (ayat 36) sebab ada perintah raja “jangan kamu menjawab dia”. Kemudian Elyakim bin Hilkia dan Sebna dan Yoab menghadap Hizkia dengan pakaian dikoyakkan menghadap Raja Hizkia (ayat 37)
-----
Jadi jelas disini ayat 27 yang “tidak senonoh” itu adalah perkataan seorang yang sombong dari kerajaan Asyur yang saat itu menguasai Yehuda, mereka adalah bangsa penyembah berhala yang tidak takut-takut melecehkan TUHAN Allah bangsa Yehuda.
Dalam kisah selanjutnya, di Pasal 19. Raja Hizkia dengan Nabi Yesaya, secara tegas menentang persekutuan dengan Mesir (bandingkan dengan Yesaya 30:1-7,15; 31:1-9). Selanjutnya Pasal 19:35-37 dicatat bahwa Kerajaan Yehuda terbebas dari Asyur (kekuasaan Sanherip) bandingkan dengan Yesaya 37:36-38, 2 Tawarikh 32:21-23. Dan akhir masa pemerintahan Hizkia dicatat pada pasal 20:1-21.
Dalam kisah ini kita diajar bahwa Kesetiaan Tuhan dan perjanjian akan membawa keberhasilan. Percaya kepada kekuatan asing dan bangsa yang menyembah berhala akan membawa kehancuran.
7. KITAB MALEAKHI: Kotoran hewan pada muka para imam.
2:1. Maka sekarang, kepada kamulah tertuju perintah ini, hai para imam!
2:3 Sesungguhnya, Aku akan mematahkan lenganmu dan akan melemparkan kotoran ke mukamu, yakni kotoran korban dari hari-hari rayamu, dan orang akan menyeret kamu ke kotoran itu.
2:4 Maka kamu akan sadar, bahwa Kukirimkan perintah ini kepadamu, supaya perjanjian-Ku dengan Lewi tetap dipegang, firman TUHAN semesta alam.
(Hah? Tuhan akan melempar kotoran ke muka para imam?)
Ayat diatas itu adalah bagian dari teguran keras kepada para imam yang menodai perjanjian Tuhan. Bahwa mereka adalam para imam, utusan Tuhan yang bertugas mengajar dan memimpin umat, dan mereka mengabaikan dan menodainya dengan hal-hal yang tidak pantas dilakukan oleh para imam.
Kita baca pasal 1 dahulu supaya kita mengerti konteks dan kontain ayat diatas.
Kitab Maleakhi ini berisi tentang Nubuat-nubuat. Nubuat pertama adalah “Kasih Tuhan terhadap Israel”. Dan Nubuat kedua adalah “Dosa para Imam”. Kita baca mulai Maleakhi 1 ayat 6 dan seterusnya. Delapan nubuat telah digabungkan untuk membahas 2 dosa utama para imam : mempersembahkan korban yang tercemar (Maleakhi 1:6-14) dan menarik kembali peranan guru dan para pemimpin (Maleakhi 2:1-9).
Teguran 1 :
* MALEAKHI 1:6-14 PENCEMARAN KORBAN-KORBAN
1:6 Seorang anak menghormati bapanya dan seorang hamba menghormati tuannya. Jika Aku ini bapa, di manakah hormat yang kepada-Ku itu? Jika Aku ini tuan, di manakah takut yang kepada-Ku itu? firman TUHAN semesta alam kepada kamu, hai para imam yang menghina nama-Ku. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menghina nama-Mu?"
1:7 Kamu membawa roti cemar ke atas mezbah-Ku, tetapi berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami mencemarkannya?" Dengan cara menyangka: "Meja TUHAN boleh dihinakan!"
1:8 Apabila kamu membawa seekor binatang buta untuk dipersembahkan, tidakkah itu jahat? Apabila kamu membawa binatang yang timpang dan sakit, tidakkah itu jahat? Cobalah menyampaikannya kepada bupatimu, apakah ia berkenan kepadamu, apalagi menyambut engkau dengan baik? firman TUHAN semesta alam.
1:9 Maka sekarang: "Cobalah melunakkan hati Allah, supaya Ia mengasihani kita!" Oleh tangan kamulah terjadi hal itu, masakan Ia akan menyambut salah seorang dari padamu dengan baik? firman TUHAN semesta alam.
1:10 Sekiranya ada di antara kamu yang mau menutup pintu, supaya jangan kamu menyalakan api di mezbah-Ku dengan percuma. Aku tidak suka kepada kamu, firman TUHAN semesta alam, dan Aku tidak berkenan menerima persembahan dari tanganmu.
1:11 Sebab dari terbitnya sampai kepada terbenamnya matahari nama-Ku besar di antara bangsa-bangsa, dan di setiap tempat dibakar dan dipersembahkan korban bagi nama-Ku dan juga korban sajian yang tahir; sebab nama-Ku besar di antara bangsa-bangsa, firman TUHAN semesta alam.
1:12 Tetapi kamu ini menajiskannya, karena kamu menyangka: "Meja Tuhan memang cemar dan makanan yang ada di situ boleh dihinakan!"
1:13 Kamu berkata: "Lihat, alangkah susah payahnya!" dan kamu menyusahkan Aku, firman TUHAN semesta alam. Kamu membawa binatang yang dirampas, binatang yang timpang dan binatang yang sakit, kamu membawanya sebagai persembahan. Akan berkenankah Aku menerimanya dari tanganmu? firman TUHAN.
1:14 Terkutuklah penipu, yang mempunyai seekor binatang jantan di antara kawanan ternaknya, yang dinazarkannya, tetapi ia mempersembahkan binatang yang cacat kepada Tuhan. Sebab Aku ini Raja yang besar, firman TUHAN semesta alam, dan nama-Ku ditakuti di antara bangsa-bangsa.
Dosa mempersembahkan korban tercemar digambarkan dalam 2 bagian (ayat 6-9 dan ayat 10-14). Tuhan mempertanyakan kesetiaan dari mitra perjanjian. Nada pertanyaan retoris mengisyaratkan bahwa hubungan perjanjian telah dinodai “di manakah hormat yang kepada-Ku itu? di manakah takut yang kepada-Ku itu?” (ayat 6b) bandingkan dengan Keluaran 4:22, Hosea 11:1 dan Yesaya 1:2.
“hai para imam yang menghina nama-Ku” Penghinaan kepada nama Tuhan adalah pelanggaran yang sangat serius, ini sama dengan penghinaan terhadap Tuhan sendiri.
Selanjutnya persoalan imamat (ayat 6c-7, lihat ayat 12). Telah ada aturan standard yang sangat ketat dalam mempersembahkan korban yang sesungguhnya (lihat Imamat 22:18-25 dan Ulangan 15:21). Jelas ada aturan-aturan yang mengharuskan untuk menjaga kesucian ritual.
Ungkapan “meja Tuhan” yang dimaksud adalah meja untuk menyembelih korban yang terletak pada bilik sebelah dalam Bait Suci. Satu meja diletakkan di tempat yang kudus, dimana menurut peraturan Yudaisme, hanya iman saja yang diperbolehkan masuk (lihat Yehezkiel 40:39-43).
Pemberian korban yang cemar sangat jelas ditulis pada ayat 8 (lihat ayat 3-5) binatang yang buta, lumbuh dan sakit merupakan “makanan yang tercemar” apabila persembahan ini diberikan kepada seorang bupati yang adalah manusia itu, ini dianalogikan dengan “perasaan” Tuhan. Pada ayat 9, Maleakhi menuliskan suatu pertanyaan ironis yang menutup nubuatan ini.
Jawaban Tuhan kepada persebahan korban yang tercemar itu (ayat 10-14) : “Biarlah diberhentikan semua korban di Bait Suci” (bandingkan dengan Yehezkiel 40:39-41). Tuhan memilih tanpa korban “ Aku tidak suka kepada kamu, firman TUHAN semesta alam, dan Aku tidak berkenan menerima persembahan dari tanganmu”. Pernyataan ini menimbulkan keresahan para imam.
Pada ayat 11 dijelaskan bahwa pada masa itu bahkan orang-orang non Yahudi membersembahkan korban yang lebih sungguh-sungguh daripada yang di Yerusalem. Pertimbangan Maleakhi ini mungkin disejajarkan dengan “agama persia” yang rupanya jauh lebih murni. Ayat ini menyajikan kelakuan yang kontras antara imam dan bangsa-bangsa lain. Nubuat terakhir mengemukakan sebuah kutukan kepada para imam yang menipu diri sendiri dan jemaat dengan mengorbankan binatang yang “dikebiri” dan menahan binatang yang jantan (ayat 14a, lihat Imamat 22:18 ). Suatu kontras yang tersirat antara jemaat perjanjian dan “bangsa-bangsa”/ Tuhan adalah Raja besar yang namaNya ditakuti bangsa-bangsa (ayat 14b). pengulangan kata “besar” (ayat 5,11,14) dan “nama” (ayat 6,11,14) dalam teguran terhadap “korban yang tercemar” (ayat 6-14) menekankan hakekat Tuhan dan bagaimana tanggapan para imam yang tidak layak.
Teguran ke-2 :
* MALEAKHI 2:1-6 MURKA TUHAN TERHADAP PARA IMAM
2:1 Maka sekarang, kepada kamulah tertuju perintah ini, hai para imam!
2:2 Jika kamu tidak mendengarkan, dan jika kamu tidak memberi perhatian untuk menghormati nama-Ku, firman TUHAN semesta alam, maka Aku akan mengirimkan kutuk ke antaramu dan akan membuat berkat-berkatmu menjadi kutuk, dan Aku telah membuatnya menjadi kutuk, sebab kamu ini tidak memperhatikan.
2:3 Sesungguhnya, Aku akan mematahkan lenganmu dan akan melemparkan kotoran ke mukamu, yakni kotoran korban dari hari-hari rayamu, dan orang akan menyeret kamu ke kotoran itu.
2:4 Maka kamu akan sadar, bahwa Kukirimkan perintah ini kepadamu, supaya perjanjian-Ku dengan Lewi tetap dipegang, firman TUHAN semesta alam.
2:5 Perjanjian-Ku dengan dia pada satu pihak ialah kehidupan dan sejahtera dan itu Kuberikan kepadanya -- pada pihak lain ketakutan -- dan ia takut kepada-Ku dan gentar terhadap nama-Ku.
2:6 Pengajaran yang benar ada dalam mulutnya dan kecurangan tidak terdapat pada bibirnya. Dalam damai sejahtera dan kejujuran ia mengikuti Aku dan banyak orang dibuatnya berbalik dari pada kesalahan.
2:7 Sebab bibir seorang imam memelihara pengetahuan dan orang mencari pengajaran dari mulutnya, sebab dialah utusan TUHAN semesta alam.
2:8 Tetapi kamu ini menyimpang dari jalan; kamu membuat banyak orang tergelincir dengan pengajaranmu; kamu merusakkan perjanjian dengan Lewi, firman TUHAN semesta alam.
2:9 Maka Aku pun akan membuat kamu hina dan rendah bagi seluruh umat ini, oleh karena kamu tidak mengikuti jalan yang Kutunjukkan, tetapi memandang bulu dalam pengajaranmu
Teguran ini diberikan atas kegagalan para imam sebagai guru dan pemimpin karena mereka telah meninggalkan integritas pribadi (2:1-9). Seluruh bagian ini adalah ungkapan perjanjian. Para imam akan dikutuk jika mereka tidak memperhatikan peringatan Tuhan (ayat 1-2, lihat Ulangan 27:14; 28:68 ).
Ayat 2 : “Lengan” adalah bagian binatang kurban yang dipilih untuk para imam (lihat Ulangan 18:3). Maknanya disini adalah para imam akan terhalang dalam melaksanakan tugasnya di mezbah. “Kotoran” atau "Peresh" yang dimaksud adalah isi perut dari binatang-binatang yang disembelih (bandingkan dengan Imamat 4:11). “Dan orang akan menyeret kamu ke kotoran itu” menyatakan bahwa para imam itu tidak sanggup dalam tugas-tugasnya, para imam itu akan diberi malu terang-terangan dan dihinakan sedalam-dalamnya, jika mereka tidak belajar menjadi wakil-wakil Allah yang layak dari perjanjian Allah dengan Lewi (ayat 4). Lihat Bilangan 25:12,13 dan Ulangan 33:9.
* Maleakhi 2:3
Sesungguhnya, Aku akan mematahkan lenganmu dan akan melemparkan kotoran ke mukamu, yakni kotoran korban dari hari-hari rayamu, dan orang akan menyeret kamu ke kotoran itu.
Hebrew Translit. : HINNI GO'ER LAKHEM ET-HAZERA VEZERITI FERESH AL-PENEIKHEM PERESH KHAGEIKHEM VENASA ETKHEM ELAV
Tuhan memberikan tanda kepada para imam, bahwa perintah-perintah ditujukan kepada mereka. Itu adalah “perjanjian dengan Lewi”. Lewi megajarkan Taurat yang benar dan dengan hormat, hidup dalam kejujuran (ayat 6). Para imam harus setia kepada perjanjian sebab mereka adalah utusan TUHAN semesta alam (ayat 7b). Ayat ini sangat istimewa, bahwa hanya di ayat inilah dalam Perjanjian Lama, yang menyebutkan bahwa seorang imam adalah “utusan TUHAN”, biasanya kata “utusan” ini selalu dikaitkan dengan Nabi. Jadi jelas disini bahwa peranan imam juga mengemban sebagai utusan Tuhan, dan ini adalah sebagai dasar dari penghakiman para imam itu (ayat 8-9).
Para Imam telah tidak setia kepada kewajiban-kewajiban dari perjanjian/peranan mereka sebagai pengajar dan pemimpin (ayat 8 ). Karena mereka menolak mentataati perjanjian Tuhan dan mengajar jemaat dalam hukum-hukumnya. Mereka mengajar dengan pandang bulu (terhadap orang kaya). Kesemuanya menunjukkan bahwa mereka telah meniadakan perjanjian Lewi. Tuhan mengambil kedudukan mereka. Mereka menjadi hina dan rendah bagi seluruh umat (ayat 9).
8. KITAB YEHEZKIEL: Memakan roti dengan tahi.
4:12 Makanlah roti itu seperti roti jelai yang bundar dan engkau harus membakarnya di atas kotoran manusia yang sudah kering di hadapan mereka."
4:13 Selanjutnya TUHAN berfirman: "Aku akan membuang orang Israel ke tengah-tengah bangsa-bangsa dan demikianlah mereka akan memakan rotinya najis di sana."
4:14 Maka kujawab: "Aduh, Tuhan ALLAH, sesungguhnya, aku tak pernah dinajiskan dan dari masa mudaku sampai sekarang tak pernah kumakan bangkai atau sisa mangsa binatang buas; lagipula tak pernah masuk ke mulutku ini daging yang sudah basi."
4:15 Lalu firman-Nya kepadaku: "Lihat, kalau begitu Aku mengizinkan engkau memakai kotoran lembu ganti kotoran manusia dan bakarlah rotimu di atasnya."
(Berani coba firman Tuhan ini?)
Untuk mengerti ayat diatas kita harus baca keseluruhannya :
Judul Perikop pada Yehezkiel 4 adalah LAMBANG PENGEPUNGAN KOTA YERUSALEM
Dalam bahasa Inggris ditulis dengan THE SIEGE OF JERUSALEM PORTRAYED
Telah kita pelajari di atas tentang Perjinahan Rohani dan bahasa-bahasa Alegoris banyak sekali diungkap pada kitab Yehezkiel ini, juga dalam kitab-kitab lain Yesaya, Yeremia dan sebagainya.
Yehezkiel Pasal 4 dan Pasal 5 maksud dan topiknya adalah Tindakan simbolis pengepungan dan pembuangan.
Ada 4 tindakan simbolis dalam Yehezkiel 4:1-5:17 menggambarkan nasip orang-orang Yehuda yang tidak masuk ke pembuangan. Yehezkiel bertindak dalam berbagai cara. Ia melaksanakan peran Allah terhadap umat Yehuda dan sekelilingnya, yang akan dihukum.
Dalam tindakan simbolis pertama (4:1-3), Nabi menggambarkan Yerusaem yang dikepung di atas sejenis batu bata yang digunakan di Babel untuk pembangunan. Dengan "menunjukkan pandangannya" (4:3) kepada yang digambar, Yehezkiel mendramatisasi kekuasaan Allah yang aktif atas Yerusalem dengan bahasa Alegoris.
Dalam tindakan simbolis yang kedua (4:4-8 ), Yehezkiel berbaring beberapa hari lamanya pada sisi kirinya menghadap ke utara. Selanjutnya dalam waktu singkat berbaring di sisi kanan dengan menghadap ke selatan, untuk menunjukkan jumlah tahun bahwa Israel Utara dan Yehuda harus mengalami pembuangan.
Pembuangan Yehuda disini ditentukan empat puluh tahun (4:6). Penyebutan Allah mengikat Yehezkiel (4:8 ) adalah kiasan dari penindasan yang dialami oleh nabi demi bangsanya.
Tindakan simbolis ketiga (4:9-17) menggambarkan kekurangan makanan di Yerusalem selama pengepungan. Nabi hanya mendapat sedikit sekali jatah makanan dan air. Ia dengan hati-hati makan campuran gandum yang sesuai dengan perintah harus ia masak dengan menggunakan kotoran manusia sebagai api (4:12). Tindakan demikian membuat Yehezkiel jijik, sehingga Allah memberikan ijin untuk mempergunakan kotoran lembu yang memang biasa dipakai untuk memasak (4:15).
Tindakan simbolis keempat (5:1-17) menggambarkan kematian dan kekerasan yang akan dialami umat di tangan musuh. Yehezkiel memotong rambut di kepala dan janggutnya, dan membagikannya menjadi tiga bagian dengan berat yang sama. Sebagian dibakar dalam api, sebagian lagi dibuang ke udara dan dicerai-beraikan dengan sabetan pedang, sementara bagian ketiga dibiarkan dihembus angin. kekacauan besar akan menimpa penduduk kota yang dikepung. Tafsiran terperinsi dari tindakan simbolis ini barangkali diperluas oleh komunitas di kemudian hari. Kanibalisme yang diisyaratkan dalam ayat 10, seperti terdapat di bagian lain Perjanjian Lama, merupakan ungkapan hukuman berat Allah (lihat Imamat 26:29, 2 Raja-raja 6:29; Yeremia 19:9).
Beberapa penafsir mengisyaratkan bahwa Yehezkiel melakukan tindakan simbolis dari Firman Tuhan karena ia tidak dapat berbicara sehabis menerima pengelihatan. Tafsiran ini bisa jadi benar. Tindakan nabi yang tidak dapat berbicara merupakan cara yang sangat mengesankan untuk menyampaikan pesan Allah. Pemunculan keempat tindakan simbolis bersama-sama dalam bab 4-5, dan fakta bahwa nabi-nabi lain juga melakukan tindakan simbolis, mengisyaratkan bahwa tafsiran di atas tidak sepenuhnya benar. Kumpulan ini mungkin sekali dibuat oleh beberapa pengikut Yehezkiel yang menggolong-golongkan tradisi untuk menggambarkan pengepungan Yerusalem. Tindakan dramatis ini mengingatkan kepada tindakan Yesaya, yang berjalan mengelilingi Yerusalem dengan telanjang dan tidak berkasut tiga tahun lamanya sebagai tanda, bahwa penduduk Yerusalem hendaknya jangan percaya kepada Mesir ataupun Etiopia (Yesaya 20:2-6). Tindakan itu mengingatkan juga kepada tindakan Yeremia, yang diperintahkan untuk membeli ikat pinggang dari kain dan memakainya beberapa waktu, lalu menguburnya, kemudian menggalinya kembali tetapi sudah hancur dan tidak berharga sama sekali. Ini dimaksudkan untuk melambangkan kehancuran "kebanggan Yerusalem" (Yeremia 13:1-11). Para nabi biasanya menggunakan baik tindakan maupun kata-kata dan pengelihatan ataupun mimpi untuk melukiskan kehendak Allah secara simbolis. Dalam Kitab Yehezkiel, penggolongan tindakan simbolis ini mendahului ucapan-ucapan Firman Allah oleh nabi.
Tidak ada kata-kata atau nubuat langsung dari yehezkiel yang menunjukkan dosa mana dari umat yang mendatangkan penghakiman Allah. Penggarapan tindakan simbolis terakhir (bab 5) menunjukkan kepada pengingkaran Israel atas ketetapan dan perintah-perintah Allah 95:6) kepada penodaan tempat kudus (5:11). tetapi, mungkin sekali bahwa penunjukkan-penunjukkan ini berasal dari tradisi kemudia. Rupanya Yehezkiel pada mulanya melakukan beberapa tindakan simbolis, yang menggambarkan nasip Yerusalem dan Yehuda, tanpa menunjukkan mengapa Allah mendatangkan kehancuran. Namun, bab 6-11 memaparkan dengan terperinci kejelekan hidup orang Israel dan ibadahnya. menurut pandangan Yehezkiel, inilah yang mnyebabkan Allah terus menghancurkan kota suci dan sekelilingnya.
9. KITAB HAKIM-HAKIM: Simson berhubungan sex dengan pelacur di Gaza.
16:1. Pada suatu kali, ketika Simson pergi ke Gaza, dilihatnya di sana seorang perempuan sundal, lalu menghampiri dia.
(Firman Tuhan atau buku sex?)
Harus dibaca kisah keseluruhan dari SIMSON ini dalam dalam Kitab Hakim-Hakim pasal 16 ; Apa akibat dari kelakuan Simson yang tidak bia mengendalikan hasrat seksualnya; konsekwensi apa yang dia terima.
Alkitab mengajarkan secara gamblang; sebab akibat dari orang yang tidak bisa menahan nafsu.
Ini bukanlah cerita porno, seperti yang dimaksud penulis diatas.
10. KITAB RUT: Rut tinggal bersama sebagai suami-istri dengan Boaz di tempat pengirikan.
3:6. Sesudah itu pergilah ia ke tempat pengirikan dan dilakukannyalah tepat seperti yang diperintahkan mertuanya kepadanya.
3:7 Setelah Boas habis makan dan minum dan hatinya gembira, datanglah ia untuk membaringkan diri tidur pada ujung timbunan jelai itu. Kemudian datanglah perempuan itu dekat dengan diam-diam, disingkapkannyalah selimut dari kaki Boas dan berbaringlah ia di situ.
3:8 Pada waktu tengah malam dengan terkejut terjagalah orang itu, lalu meraba-raba ke sekelilingnya, dan ternyata ada seorang perempuan berbaring di sebelah kakinya.
3:9 Bertanyalah ia: "Siapakah engkau ini?" Jawabnya: "Aku Rut, hambamu: kembangkanlah kiranya sayapmu melindungi hambamu ini, sebab engkaulah seorang kaum yang wajib menebus kami."
3:10 Lalu katanya: "Diberkatilah kiranya engkau oleh TUHAN, ya anakku! Sekarang engkau menunjukkan kasihmu lebih nyata lagi dari pada yang pertama kali itu, karena engkau tidak mengejar-ngejar orang-orang muda, baik yang miskin maupun yang kaya.
3:11 Oleh sebab itu, anakku, janganlah takut; segala yang kaukatakan itu akan kulakukan kepadamu; sebab setiap orang dalam kota kami tahu, bahwa engkau seorang perempuan baik-baik.
3:12 Maka sekarang, memang aku seorang kaum yang wajib menebus, tetapi walaupun demikian masih ada lagi seorang penebus, yang lebih dekat dari padaku.
3:13 Tinggallah di sini malam ini; dan besok pagi, jika ia mau menebus engkau, baik, biarlah ia menebus; tetapi jika ia tidak suka menebus engkau, maka akulah yang akan menebus engkau, demi TUHAN yang hidup. Berbaring sajalah tidur sampai pagi."
3:14. Jadi berbaringlah ia tidur di sebelah kakinya sampai pagi; lalu bangunlah ia, sebelum orang dapat kenal-mengenal, sebab kata Boas: "Janganlah diketahui orang, bahwa seorang perempuan datang ke tempat pengirikan."
(Firman Tuhan atau buku sex?)
Klaim tentang Ruth dan Boas berzinah jelas tidak benar.
Sebab Alkitab mencatat Ruth dan Boas berhubungan sebagai suami istri ketika Boas secara resmi menikahinya :
Baca di :
Rut 4:13 Lalu Boas mengambil Rut dan perempuan itu menjadi isterinya dan dihampirinyalah dia. Maka atas karunia TUHAN perempuan itu mengandung, lalu melahirkan seorang anak laki-laki.
Jika kita membaca Rut pasal 3 secara keseluruhan kita akan mengerti betapa Boas adalah seorang laki-laki tang bertanggung jawab. Sungguh suatu figur yang mengagumkan dan patut menjadi panutan bagi orang lain. Boas bukan hanya seorang yang beriman, cekatan, takut akan Tuhan, murah hati dan tidak mata keranjang, tetapi ia juga seorang yang bijaksana dan bertanggung jawab. Bagaimana bijaksana dan bertanggung jawabnya Boas dapat dilihat dari tindakan dan keputusannya yang sungguh mencerminkan kearifan seorang yang takut akan Tuhan.
Ketika Boas terjaga dari tidurnya dan menyadari bahwa ada Rut yang masuk ke dalam selimutnya di tengah malam di mana tidak ada orang lain yang hadir, ia tidak menggunakan kesempatan itu untuk menodai Rut. Ia juga tidak mengatakan hal-hal yang buruk tentang Rut karena telah berani datang sendirian kepadanya di tengah malam yang mungkin dapat merusak nama baiknya. Perkataan yang keluar dari mulut Boas justru adalah perkataan yang memberkati Rut, „Diberkatilah kiranya engkau oleh TUHAN, ya anakku!“ Bahkan Boas tetap menyapa Rut dengan sebutan anakku! Boas juga bahkan memuji tindakan Rut yang telah menunjukkan kasihnya kepada mertuanya dan sekarang memintanya untuk menjadi pelindung bagi dirinya sesuai hukum yang berlaku.
Juga Boas dengan bijaknya tidak mengusir Rut untuk pulang sendirian di tengah malam, tetapi ia mengatakan kepada Rut agar tidur saja di tempatnya hingga menjelang pagi. Dan ketika Rut mau pulang, Boas masih memikirkan keberadaan mertua Rut dan membekali Rut dengan enam takar jelai atau sekitar 30 kg jelai.
Tindakan Boas yang bertanggung jawab juga terlihat ketika ia tidak menerima begitu saja permintaan Rut untuk menjadi penebusnya karena masih ada orang yang lebih berhak untuk menjadi penebus Rut. Boas berjanji akan menanyakan terlebih dahulu kepada orang yang lebih berhak itu, apakah ia mau menebus Rut atau tidak. Dan memang, Boas melakukan apa yang telah dijanjikannya kepada Rut dengan penuh tanggung jawab. Keesokan harinya ia pergi ke pintu gerbang dan duduk di sana agar dapat bertemu dengan orang yang ia maksudkan. Ketika orang yang dimaksudkan lewat, Boas langsung menanyakan apakah ia bersedia menebus ladang Elimelekh, Mahlon dan Kilyon yang sekarang dimiliki oleh Naomi sebagai janda mendiang Elimelekh dan Rut sebagai janda dari mendiang Mahlon ?
Berlaku bijak dan bertanggung jawab dapat menjauhkan kita dari berbagai macam masalah yang seharusnya tidak perlu terjadi. Berlaku bijak dan bertanggung jawab dapat membuat suasana menjadi penuh damai sejahtera. Oleh karena itu, mari kita belajar dari Boas, dengan berlaku bijak dan penuh tanggung jawab di dalam setiap keputusan dan permasalahan yang kita hadapi. Mintalah hikmat dan tuntunan kepada Tuhan agar kita semua dapat menjadi orang yang bijak dan bertanggung jawab.
11. KITAB 1 RAJA-RAJA: Daud (kakek Yesus) tidur dengan perawan yang masih muda.
1:1. Raja Daud telah tua dan lanjut umurnya, dan biarpun ia diselimuti, badannya tetap dingin.
1:2 Lalu para pegawainya berkata kepadanya: "Hendaklah dicari bagi tuanku raja seorang perawan yang muda, untuk melayani dan merawat raja; biarlah ia berbaring di pangkuanmu, sehingga badan tuanku raja menjadi panas."
1:3 Maka di seluruh daerah Israel dicarilah seorang gadis yang cantik, dan didapatlah Abisag, gadis Sunem, lalu dibawa kepada raja.
(Kalau yang ini kayaknya perlu dicoba.)
Penulis diatas sengaja tidak menyertakan ayat 4 :
1 Raja-Raja 1:4 Gadis itu amat cantik, dan ia menjadi perawat raja dan melayani dia, tetapi raja tidak bersetubuh dengan dia.
Maka, tidak ada cerita porno seperti yang dituduhkan.
12. KITAB MATIUS: Roh Allah seperti burung merpati (lihat juga Markus 1:10; Lukas 3:22; Yohanes 1:32; Yesaya 60:8 ).
3:16 Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,
(Betapa mustahilnya ayat di atas. Roh Allah seperti burung merpati? Akankah kita percaya pada bualan begitu saja?)
Alkitab mencatat, TUHAN saat menampakkan diriNya sering mengambil perwujutan tertentu. Misalkan dalam Kel 3 : 11 dimana menampakkan dalam bentuk tiang awan atau Kejadian 32:30 dalam wujud manusia. Penampakan inilah yang dapat dilihat oleh manusia. Dan dalam peristiwa Babtisan Yesus Kristus ini, Roh Allah menterupai burung merpati. Tetapi wujud Allah yang sesungguhnya dalam ROH tidak pernah dilihat manusia.
Sebagai perbandingan Al-Qur’anpun mencatat penampakan TUHAN dalam perwujutan kayu:
* QS 28 : 30
Maka tatkala Musa sampai ke (tempat) api itu, DISERULAH DIA dari (arah) pinggir lembah yang sebelah kanan(nya) pada tempat yang diberkahi, DARI SEBATANG POHON KAYU, yaitu : “Ya Musa, sesungguhnya Aku adalah Allah, Tuhan semesta alam”.
Apakah perwujudan itu juga dianggap bualan?
13. KITAB MATIUS: Bangkitnya orang-orang mati gara-gara gempa bumi.
27:50 Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya.
27:51 Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah,
27:52 dan kuburan-kuburan terbuka dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit.
27:53 Dan sesudah kebangkitan Yesus, merekapun keluar dari kubur, lalu masuk ke kota kudus dan menampakkan diri kepada banyak orang.
(Siapa yang bersaksi atas bualan Matius di atas? Hah, orang-orang kudus pada bangkit dari kuburan gara-gara gempa bumi? Lalu mereka masuk ke kota kudus dan menampakkan diri kepada orang banyak? Hiiiiii takuuuuut..!)
* Matius 27:50-54
27:50 Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya.
KJV, Jesus, when he had cried again with a loud voice, yielded up the ghost.
TR, ฮฟ ฮดฮต ฮนฮทฯฮฟฯ ฯ ฯฮฑฮปฮนฮฝ ฮบฯฮฑฮพฮฑฯ ฯฯฮฝฮท ฮผฮตฮณฮฑฮปฮท ฮฑฯฮทฮบฮตฮฝ ฯฮฟ ฯฮฝฮตฯ ฮผฮฑ
Interlinear, ho de {lalu} iรชsous {Yesus} palin {pula} kraxas {setelah berseru} phรดnรช {dengan suara} megalรช {nyaring} aphรชken {menyerahkan} to pneuma {roh (-Nya)}
27:51 Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah,
KJV, And, behold, the veil of the temple was rent in twain from the top to the bottom; and the earth did quake, and the rocks rent;
TR, ฮบฮฑฮน ฮนฮดฮฟฯ ฯฮฟ ฮบฮฑฯฮฑฯฮตฯฮฑฯฮผฮฑ ฯฮฟฯ ฮฝฮฑฮฟฯ ฮตฯฯฮนฯฮธฮท ฮตฮนฯ ฮดฯ ฮฟ ฮฑฯฮฟ ฮฑฮฝฯฮธฮตฮฝ ฮตฯฯ ฮบฮฑฯฯ ฮบฮฑฮน ฮท ฮณฮท ฮตฯฮตฮนฯฮธฮท ฮบฮฑฮน ฮฑฮน ฯฮตฯฯฮฑฮน ฮตฯฯฮนฯฮธฮทฯฮฑฮฝ
Interlinear, kai {dan} idou {perhatikanlah} to katapetasma {tabir/ gorden} tou naou {Bait (Allah)} eschisthรช {terbelah} eis {menjadi} duo {dua} apo anรดthen {atas} eรดs {sampai} katรด {bawah} kai {dan} รช gรช {bumi} eseisthรช {diguncangkan} kai {dam} ai petrai {batu-batu besar} eschisthรชsan {terbelah}
27:52 dan kuburan-kuburan terbuka dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit.
KJV, And the graves were opened; and many bodies of the saints which slept arose,
TR, ฮบฮฑฮน ฯฮฑ ฮผฮฝฮทฮผฮตฮนฮฑ ฮฑฮฝฮตฯฯฮธฮทฯฮฑฮฝ ฮบฮฑฮน ฯฮฟฮปฮปฮฑ ฯฯฮผฮฑฯฮฑ ฯฯฮฝ ฮบฮตฮบฮฟฮนฮผฮทฮผฮตฮฝฯฮฝ ฮฑฮณฮนฯฮฝ ฮทฮณฮตฯฮธฮท
Interlinear, kai {dan} ta mnรชmeia {kubur-kubur} aneรดchthรชsan {terbuka} kai {lalu} polla {banyak} sรดmata {mayat-mayat} tรดn {yang} kekoimรชmenรดn {telah meninggal} agiรดn {(orang-orang) kudus} รชgerthรช {dibangunkan/ dibangkitkan}
27:53 Dan sesudah kebangkitan Yesus, mereka pun keluar dari kubur, lalu masuk ke kota kudus dan menampakkan diri kepada banyak orang.
KJV, And came out of the graves after his resurrection, and went into the holy city, and appeared unto many.
TR, ฮบฮฑฮน ฮตฮพฮตฮปฮธฮฟฮฝฯฮตฯ ฮตฮบ ฯฯฮฝ ฮผฮฝฮทฮผฮตฮนฯฮฝ ฮผฮตฯฮฑ ฯฮทฮฝ ฮตฮณฮตฯฯฮนฮฝ ฮฑฯ ฯฮฟฯ ฮตฮนฯฮทฮปฮธฮฟฮฝ ฮตฮนฯ ฯฮทฮฝ ฮฑฮณฮนฮฑฮฝ ฯฮฟฮปฮนฮฝ ฮบฮฑฮน ฮตฮฝฮตฯฮฑฮฝฮนฯฮธฮทฯฮฑฮฝ ฯฮฟฮปฮปฮฟฮนฯ
Interlinear, kai {lalu} exelthontes {keluar} ek {dari} tรดn mnรชmeiรดn {kubur} meta {sesudah} tรชn egersin {kebangkitan} autou {-Nya} eisรชlthon {masuk} eis {ke} tรชn agian {kudus} polin {kota} kai {dan} enephanisthรชsan {tertampak} pollois {kepada (orang) banyak}
27:54 Kepala pasukan dan prajurit-prajuritnya yang menjaga Yesus menjadi sangat takut ketika mereka melihat gempa bumi dan apa yang telah terjadi, lalu berkata: "Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah."
KJV, Now when the centurion, and they that were with him, watching Jesus, saw the earthquake, and those things that were done, they feared greatly, saying, Truly this was the Son of God.
TR, ฮฟ ฮดฮต ฮตฮบฮฑฯฮฟฮฝฯฮฑฯฯฮฟฯ ฮบฮฑฮน ฮฟฮน ฮผฮตฯ ฮฑฯ ฯฮฟฯ ฯฮทฯฮฟฯ ฮฝฯฮตฯ ฯฮฟฮฝ ฮนฮทฯฮฟฯ ฮฝ ฮนฮดฮฟฮฝฯฮตฯ ฯฮฟฮฝ ฯฮตฮนฯฮผฮฟฮฝ ฮบฮฑฮน ฯฮฑ ฮณฮตฮฝฮฟฮผฮตฮฝฮฑ ฮตฯฮฟฮฒฮทฮธฮทฯฮฑฮฝ ฯฯฮฟฮดฯฮฑ ฮปฮตฮณฮฟฮฝฯฮตฯ ฮฑฮปฮทฮธฯฯ ฮธฮตฮฟฯ ฯ ฮนฮฟฯ ฮทฮฝ ฮฟฯ ฯฮฟฯ
Interlinear, ho de {adapun} ekatontarchos {kepala pasukan seratus} kai {dan} oi {orang2 yang} met {bersama} autou {dia} tรชrountes {menjaga} ton iรชsoun {Yesus} idontes {ketika melihat} ton seismon {gempa-bumi} kai {dan} ta {hal-hal yang} genomena {terjadi} ephobรชthรชsan {menjadi takut} sphodra {sangat} legontes {berkata} alรชthรดs {benar-benar} theou {Allah} uios {Anak} รชn {adalah} outos {(orang) ini}
ada rekan Muslim lain yang mengatakan mereka jadi Zombie seperti dalam film. Namun, Alkitab tidak menulis mayat-mayat bangkit berubah bagaikan hantu yang menakutkan. Kami meyakini apa yang tertulis dalam Alkitab bukan fiksi. Matius menulis tanda-tanda yang terjadi setelah kematian Yesus dan pada saat kebangkitanNya. Tanda-tanda itu diantaranya adalah kebangkitan orang-orang kudus.
Kebangkitan orang-orang kudus melambangkan kemenangan Kristus atas kematian. Dan hal ini adalah peragaan nyata bahwa kematian dan kebangkitan Kristus menghasilkan pelepasan bagi orang-orang benar yang sudah mati dari dunia orang mati :
* Efesus 4:8-9
4:8 Itulah sebabnya kata nas: "Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia."
4:9 Bukankah "Ia telah naik" berarti, bahwa Ia juga telah turun ke bagian bumi yang paling bawah?
Mengenai siapa orang-orang kudus yang bangkit ini tidak disebutkan. Namun diperkirakan adalah mereka yang belum lama meninggal dan tampil di Yerusalem serta dikenal oleh banyak orang. Jika orang-orang kudus itu adalah mereka yang sudah lama meninggal seperti Abraham, Ishak, para nabi Perjanjian Lama, dan lain-lain, wajah mereka tidak dikenal lagi.
Matius 27:52, "dan kuburan-kuburan terbuka dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit." adalah bahwa orang-orang kudus itu "bangkit" (Yunani, 'รชgerthรช', "mereka dibangunkan" dari kata dasar 'egeirรด') pada waktu itu tetapi tidak "keluar dari kubur" sampai saat "sesudah kebangkitan Yesus" (ayat 53). Kristus adalah yang pertama bangkit dari antara orang mati (Kolose 1:18, 1 Korintus 15:20).
Mereka yang bangkit ini diperkirakan adalah orang-orang kudus yang belum lama mati dan dikuburkan di dekat Yerusalem karena mereka "menampakkan diri" kepada banyak orang, tentu saja penduduk Yerusalem saat itu masih mengenal mereka secara fisik.
Bayangkan, jika seandainya Nuh termasuk "orang kudus" yang bangkit, kemudian menampakkan diri di Yerusalem, apakah penduduk Yerusalem mengenalnya? Jika seandainya pula Abraham, Ishak, Yakub, dan para leluhur Israel termasuk di sana, apakah penduduk Yerusalem mengenal mereka?
Jelas yang bangkit dan kemudian "menampakkan diri" kepada banyak orang adalah mereka yang dikenal pada zaman itu, seperti Zakharia (ayah Yohanes Pembaptis), Yohanes Pembaptis, dan lain-lain, yang "dikenal" oleh penduduk di zaman itu.
47. HARI TUHAN DALAM AL-QUR'AN VS ALKITAB
Sepintas lalu, ketika kita membaca kata "hari" baik dalam Al-Qur'an maupun Alkitab, khususnya yang berkaitan dengan "hari" di sisi Tuhan, kelihatan sepele, tidak penting, dan dibaca sambil lalu saja. Namun demikian, dalam uraian singkat di bawah ini kita akan menemukan sebuah konsep "hari" di sisi Tuhan yang amat penting dan prinsipil yang menunjukkan kelogisan dan kemustahilan sebuah catatan kitab suci.
HARI TUHAN DALAM AL-QUR'AN
Kita tidak menemukan kejanggalan dalam Al-Qur'an mengenai konsep "hari" di sisi Tuhan. Secara tegas, dua kali Allah berfirman dalam Al-Qur'an menyangkut "hari" di sisi-Nya:
[QS.22:47] Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari disisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.
[QS.32:5] Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu.
Menurut dua ayat Al-Qur'an di atas, satu "hari" di sisi Allah adalah seperti seribu tahun menurut perhitungan manusia. Ringkasnya, menurut Al-Qur'an, konsep "hari" di sisi Allah berbeda dengan konsep "hari" menurut perhitungan manusia dimana satu "hari" lamanya hanya 12 jam saja.** Dan ini cukup logis mengingat Allah tidak bertempat tinggal di bumi, tetapi di atas 'Arasy (QS.13:2; 20:5), sehingga tidak perlu "hari"-Nya dihitung berdasarkan terbit-terbenamnya matahari seperti manusia menghitung lamanya hari. Matahari, hanyalah salah satu bintang dari milyaran bahkan trilyunan bintang yang diciptakan-Nya.
"………dihadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari".
Apa yang hendak dipermasalahkan? TANAKH IBRANI (Perjanjian Lama) yang ditulis ribuan tahun sebelum Al~Quran menulis demikian :
* Mazmur 90:4
LAI TB, Sebab di mata-Mu seribu tahun sama seperti hari kemarin, apabila berlalu, atau seperti suatu giliran jaga di waktu malam.
KJV, For a thousand years in thy sight are but as yesterday when it is past, and as a watch in the night.
Hebrew,
ืִּื ืֶืֶืฃ ืฉָׁื ִืื ืְּืขֵืื ֶืืָ ืְּืֹืื ืֶืชְืֹืื ืִּื ืַืขֲืֹืจ ืְืַืฉְׁืืּืจָื ืַืָּืְืָื׃
Translit, KI {bahwa} 'ELEF {seribu} SYANIM {tahun} BE'EYNEYKHA {di mata-Mu} KEYOM {seperti sehari} 'ETMOL {kemarin} KI {bahwa} YA'AVOR {ia berlalu} VE'ASYMURAH {dan seperti giliran jaga} VALAYLAH {waktu malam}
Demikian pula Perjanjian Baru, Surat dari Rasul Petrus yang ditulis kurang-lebih 700tahun sebelum Era Islam menuliskan yang sama demikian :
* 2 Petrus 3:8.
3:8 Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari.
KJV, But, beloved, be not ignorant of this one thing, that one day is with the Lord as a thousand years, and a thousand years as one day.
TR, ฮตฮฝ ฮดฮต ฯฮฟฯ ฯฮฟ ฮผฮท ฮปฮฑฮฝฮธฮฑฮฝฮตฯฯ ฯ ฮผฮฑฯ ฮฑฮณฮฑฯฮทฯฮฟฮน ฮฟฯฮน ฮผฮนฮฑ ฮทฮผฮตฯฮฑ ฯฮฑฯฮฑ ฮบฯ ฯฮนฯ ฯฯ ฯฮนฮปฮนฮฑ ฮตฯฮท ฮบฮฑฮน ฯฮนฮปฮนฮฑ ฮตฯฮท ฯฯ ฮทฮผฮตฯฮฑ ฮผฮนฮฑ
Translit. interlinear, en de touto mรช lanthanetรด humas agapรชtoi hoti {bahwa} mia {satu} hรชmera {hari} para {disamping} kuriรด {Tuhan} hรดs {sama seperti} khilia {seribu} etรช {tahun} kai {dan} khilia {seribu} etรช {tahun} hรดs {sama seperti} hรชmera {hemera} mia {satu}
HARI TUHAN DALAM ALKITAB
Sebelum menguraikan lebih lanjut mengenai konsep "hari" di sisi Tuhan menurut Alkitab, maka ayat-ayat Alkitab yang berkenaan dengan "hari" Tuhan disuguhkan di bawah ini:
Kitab Keluaran:
20:8 Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat:
20:9 enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu,
20:10 tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu.
20:11 Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.
(Harap baca juga Kitab Keluaran 31:12-18).
Menurut catatan Alkitab dalam Kitab Keluaran 20:11 di atas, dinyatakan bahwa "enam hari lamanya Tuhan menjadikan langit dan bumi dan segala isinya dan Tuhan berhenti bekerja pada hari ketujuh". Karena itulah "Tuhan memberkati hari Sabat (Sabtu) dan menguduskannya".
Tak bisa dibantah lagi, menurut Kitab Keluaran di atas, Tuhan menciptakan langit dan bumi dan segala isinya selama enam "hari" yang lamanya sama persis seperti "hari" menurut perhitungan manusia, yakni 12 jam.
Dijelaskan dalam ayat-ayat Kitab Keluaran di atas, bahwa "Tuhan berhenti pada hari ketujuh", yakni pada hari Sabat atau hari Sabtu. Sehingga, "enam hari penciptaan langit dan bumi dan segala isinya" adalah Minggu, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, dan Jumat.
Jadi, sekali lagi, konsep "hari" di sisi Tuhan menurut Alkitab adalah sama dengan konsep "hari" menurut perhitungan manusia, yakni selama 12 jam saja[/color].
KEMUSTAHILAN HARI TUHAN DALAM ALKITAB
Sebagaimana sudah dijelaskan di atas, bahwa satu "hari" di sisi Tuhan menurut Alkitab adalah sama dengan satu "hari" menurut perhitungan manusia, maka ayat-ayat Alkitab di bawah ini yang menunjukkan kemustahilan "hari" Tuhan harus disuguhkan berikut ini:
Kitab Kejadian:
1:3. Berfirmanlah Allah: "Jadilah terang." Lalu terang itu jadi.
1:4 Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap.
1:5 Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama.
1:14. Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,
1:15 dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian.
1:16 Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.
1:17 Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,
1:18 dan untuk menguasai siang dan malam, dan untuk memisahkan terang dari gelap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
1:19 Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keempat.
2:1. Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya.
2:2 Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu.
2:3 Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.
Sebagaimana kita ketahui, bahwa manusia menghitung lamanya "hari" berdasarkan terbit dan terbenamnya matahari terhadap bumi. Terbit dan terbenamnya matahari ini, tidak lain disebabkan oleh perputaran bumi pada porosnya (rotasi) terhadap matahari, sehingga terjadilah apa yang disebut siang dan malam.
Sehubungan dengan hal tersebut, catatan Alkitab dalam Kitab Kejadian di atas menunjukkan kemustahilan "hari" Tuhan dalam Alkitab.
Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, bahwa satu "hari" di sisi Tuhan dalam Alkitab adalah sama dengan satu "hari" menurut perhitungan manusia, maka Kejadian 1:3-5 menunjukkan kemustahilan "hari" Tuhan. Menurut Kejadian 1:5, Tuhan menciptakan siang dan malam pada "hari" pertama, yakni Minggu. Padahal, menurut Kejadian 1:16, matahari, yang menjadi penyebab terjadinya siang dan malam, baru diciptakan pada "hari" keempat atau Rabu. Lebih jauh, bagaimanakah Alkitab menetapkan "hari" pertama (Minggu), kedua (Senin), dan ketiga (Selasa) pada tahapan penciptaan langit dan bumi, sementara matahari baru diciptakan pada "hari" keempat (Rabu)?
Lebih jauh lagi, Tuhan tidak bertempat tinggal di bumie, tetapi di suatu tempat yang tidak dapat dijangkau oleh manusia. Kita bisa membayangkan, betapa luasnya jagat raya ini, ada milyaran bahkan trilyunan bintang atau "matahari" di jagat raya ini. Bagaimana mungkin satu "hari" di sisi Tuhan sama dengan 12 jam seperti perhitungan manusia? Memangnya Tuhan bertempat tinggal di bumi sampai hari kiamat? Menurut banyak ayat dalam Alkitab (al. Matius 5:16), Tuhan bertempat tinggal di sorga. Pertanyaannya, apakah di sorga ada matahari sehingga lamanya "hari" Tuhan sama dengan lamanya "hari" manusia di bumi?
Dengan demikian, maka konsep "hari" Tuhan yang semula dianggap remeh oleh para pembaca Alkitab, sekarang menemukan identitasnya, yaitu bahwa Alkitab sama sekali bukan firman Allah, tetapi merupakan karangan manusia yang masih sangat terbatas wawasannya pada waktu itu khususnya menyangkut ilmu ruang angkasa. Akankah kita beriman pada kemustahilan catatan Alkitab seperti ini?
Keterangan:
** 12 jam adalah perkiraan lamanya waktu dalam sehari di bumi, yang perhitungannya diambil dari zone waktu sepanjang garis katulistiwa.
Jangan lupa, Al~Qur'an pun menulis "enam" hari (Arab: YAUM, Ibrani: ืืื - YOM
* Q.S. 7:54
"Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam 'ENAM MASA', lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan matahari, bulan dan bintang-bintang tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam."
http://quran.al-islam.com/Targama/DispT ... a=54&t=ind
* Terjemahan Abdullah Yusuf Ali,
"Your Guardian-Lord is Allah, Who created the heavens and the earth in 'SIX DAYS', and is firmly established on the throne: He draweth the night as a veil o'er the day, each seeking the other in rapid succession: He created the sun, the moon, and the stars, governed by laws under His command.
Is it not His to create and to govern? Blessed be Allah, the Cherisher and Sustainer of the worlds!"
* Terjemahan PICKTHAL,
"Lo! your Lord is Allah Who created the heavens and the earth in 'SIX DAYS', then mounted He the Throne. He covereth the night with the day, which is in haste to follow it, and hath made the sun and the moon and the stars subservient by His command. His verily is all creation and commandment. Blessed be Allah, the Lord of the Worlds!"
* Terjemahan Palmer,
"Verily, your Lord is God who created the heavens and the earth in 'SIX DAYS'; then He made for the Throne. He covers night with the day-it pursues it incessantly- and the sun and the moon and the stars are subject to His bidding. Aye!- His is the creation and the bidding,- blessed be God the Lord of the worlds!"
* Terjemahan Sarwar,
"Your Lord is God who established His dominion over the Throne after having created the heavens and the earth in 'SIX DAYS'. He made the night darken the day which it pursues at a (considerable) speed and He made the sun and the moon submissive to His command. Is it not He Who creates and governs all things? Blessed is God, the Cherisher of the Universe."
Arab "YAUM" dengan "HARI".
* Q.S. 1:4,
"Yang menguasai di Hari Pembalasan (YAUMIDDIN)"
* Q.S. 2:8,
"Di antara manusia ada yang mengatakan: 'Kami beriman kepada Allah dan 'Hari kemudian' (AL YAUMI AL AAKHIRI)', pada hal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman."
* Q.S. 2:48,
"Dan jagalah dirimu dari 'hari' (YAUMAN) seseorang tidak dapat membela orang lain, walau sedikitpun; dan tidak diterima syafa'at dan tebusan dari padanya, dan tidaklah mereka akan ditolong."
* Q.S. 2:80,
"Dan mereka berkata: 'Kami sekali-kali tidak akan disentuh oleh api neraka, kecuali selama 'beberapa hari' (AYYAAMAN) saja." Katakanlah: "Sudahkah kamu menerima janji dari Allah sehingga Allah tidak akan memungkiri janji-Nya, ataukah kamu hanya mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?"
Dan ayat-ayat ini yang ada hubungannya dengan "angka" hari:
* Q.S. 2:196,
"Dan sempurnakanlah ibadah haji dan 'umrah karena Allah. Jika kamu terkepung, maka korban yang mudah didapat, dan jangan kamu mencukur kepalamu, sebelum korban sampai di tempat penyembelihannya. Jika ada di antaramu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya, maka wajiblah atasnya berfid-yah, yaitu: berpuasa atau bersedekah atau berkorban. Apabila kamu telah aman, maka bagi siapa yang ingin mengerjakan 'umrah sebelum haji, korban yang mudah didapat. Tetapi jika ia tidak menemukan , maka wajib berpuasa 'tiga hari' (THALAATHATI AYYAAMIN)) dalam masa haji dan tujuh hari apabila kamu telah pulang kembali. Itulah sepuluh yang sempurna. Demikian itu bagi orang-orang yang keluarganya tidak berada Masjidil Haram. Dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksaan-Nya."
* Q.S. 2:203,
"Dan berdzikirlah Allah dalam beberapa hari yang berbilang. Barangsiapa yang ingin cepat berangkat sesudah 'dua hari' (YAUMAYNI), maka tiada dosa baginya. Dan barangsiapa yang ingin menangguhkan, maka tidak ada dosa pula baginya, bagi orang yang bertakwa. Dan bertakwalah kepada Allah, dan ketahuilah, bahwa kamu akan dikumpulkan kepada-Nya."
* Q.S. 69:7,
"yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama 'tujuh malam' (SABAA LAYAALIN) dan 'delapan hari' (THAMAANIYATA
AYYAAMIN) terus menerus; maka kamu lihat kaum 'Aad pada waktu itu mati bergelimpangan seakan-akan mereka tunggul pohon kurma yang
telah kosong."
Sekarang bandingkan dengan ayat dibawah ini, kata 'AYYAAMIN' yang dipelesetkan menjadi "masa":
* Q.S. 7:54,
"Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam 'ENAM MASA' (SITTATI AYYAAMIN), lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan matahari, bulan dan bintang-bintang tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam."
Kata Arab "YAUM" tidak berbeda dengan kata Ibrani "YOM" yang juga dipergunakan untuk menerjemahkan penciptaan selama "ENAM HARI".
* Keluaran 20:11.
LAI TB, Sebab 'enam hari' (SYESYET-YAMIN) lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.
KJV, For in six days the LORD made heaven and earth, the sea, and all that in them is, and rested the seventh day: wherefore the LORD blessed the sabbath day, and hallowed it.
Hebrew,
ืִּื ืฉֵׁืฉֶׁืช־ืָืִืื ืขָืฉָׂื ืְืืָื ืֶืช־ืַืฉָּׁืַืִื ืְืֶืช־ืָืָืจֶืฅ ืֶืช־ืַืָּื ืְืֶืช־ืָּื־ืֲืฉֶׁืจ־ืָּื ืַืָּื ַื ืַּืֹּืื ืַืฉְּׁืִืืขִื ืขַื־ืֵּื ืֵּืจַืְ ืְืืָื ืֶืช־ืֹืื ืַืฉַּׁืָּืช ืַืְืงַืְּืฉֵׁืืּ׃ ืก
Translit, KI SYESYET-YAMIM 'ASAH YEHOVAH 'ET-HASYAMAYIM VE'ET HA'ARETS 'ET-HAYAM VE'ET-KOL-'ASYER-BAM VAYANAKH BAYOM HASYEVI'I 'AL-KEN BERAKH YEHOVAH 'ET-YOM HASYABAT VAYQADESYEHU
Al~Qur'an terjemahan Indonesia menerjemahkan YAUM dengan "masa" barangkali kuatir kalo tabrakan dengan penemuan ilmiah bahwa bumi ini sudah berusia jutaan tahun, padahal jika Allah menghendaki, jangankan enam hari, dalam hitungan detik pun langit dan bumi ini akan tercipta.....
Tiada yang mustahil bagi Allah!
Maka, tidak ada yang perlu dipermasalahkan
48. INCEST DALAM AL-QUR'AN VERSUS ALKITAB
Tak seorang pun dari umat Kristen yang tertarik untuk membaca ayat-ayat Alkitab tentang incest (hubungan suami-istri) anak-anak Adam yang melahirkan keturunan bagi mereka. Demikian juga dengan umat Islam, tak ada yang tertarik untuk membaca ayat-ayat Al-Qur'an tentang hal tersebut. Namun demikian, uraian singkat di bawah ini, menunjukkan bahwa persoalan incest tersebut sangatlah penting dan prinsipil khususnya berkaitan dengan keabsahan firman Tuhan dalam sebuah kitab suci. Uraian di bawah ini, dengan jelas menunjukkan kelogisan dan kemustahilan ayat-ayat firman Tuhan dalam sebuah kitab suci.
INCEST DALAM AL-QUR'AN
Catatan Al-Qur'an mengenai persoalan incest anak-anak Adam dijelaskan secara umum dan sangat singkat. Mengingat hal ini, ada baiknya kita uraikan persoalan incest tersebut dimulai dari proses kejadian awal manusia (Adam dan Hawa) hingga incest anak-anak mereka:
Pertama, Allah menciptakan Adam dari tanah (QS. 3:59; 15:28; 55:14; 37:11; 15:29, 71:17; 32:7; 32:9).
Kedua, Allah menciptakan Hawa dari diri Adam (QS. 4:1; 39:6).
Ketiga, Adam dan Hawa berinses sebagai suami-istri yang memperkembangbiakkan manusia, laki-laki dan perempuan. Diantara mereka saling berinses sehingga bertambah banyak seperti sekarang ini.
"Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri (Adam), dan dari padanya Allah menciptakan isterinya (Hawa); dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu." (QS. 4:1)
Incest anak-anak Adam dalam Al-Qur'an hanya dapat diketahui dari QS. 4:1 sebagaimana dikutip ayatnya di atas. Selebihnya, Al-Qur'an tidak menjelaskannya. Namun demikian, adalah hak Allah untuk menjelaskan atau tidak tentang incest anak-anak Adam ini, tetapi yang terpenting adalah bahwa Al-Qur'an sudah menjelaskan kepada umat manusia bahwa manusia pertama di dunia ini adalah Adam. Kemudian, dari diri Adam diciptakanlah Hawa sebagai istrinya. Dari keduanya, Allah memperkembangbiakkan manusia hingga sebanyak sekarang ini.
Reproduksi manusia melalui incest menurut ayat-ayat Al-Qur'an di atas, meski hanya secara singkat, cukuplah logis mengingat Al-Qur'an bukanlah buku sex yang menjelaskan proses reproduksi, tetapi sebuah kitab suci yang secara khusus diturunkan untuk menyeru jin dan manusia agar hanya menyembah kepada Allah saja. Disamping juga berbagai perintah dan larangan serta ancaman. Namun demikian, ajaran inti Al-Qur'an adalah ajaran Tauhid, yakni bahwa tidak ada tuhan selain Allah. Dialah Raja yang sebenar-benarnya di jagat raya ini. Karena itu, sembahlah Dia saja, Tuhan pencipta semesta alam.
INCEST DALAM ALKITAB
Sebelum membahas persoalan incest dalam Alkitab, terlebih dahulu perhatikan dan cermati baik-baik ayat-ayat Kitab Kejadian berikut ini:
4:1. Kemudian manusia itu bersetubuh dengan Hawa, isterinya, dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Kain; maka kata perempuan itu: "Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan pertolongan TUHAN."
4:2 Selanjutnya dilahirkannyalah Habel, adik Kain; dan Habel menjadi gembala kambing domba, Kain menjadi petani.
4:8. Kata Kain kepada Habel, adiknya: "Marilah kita pergi ke padang." Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel, adiknya itu, lalu membunuh dia.
4:16. Lalu Kain pergi dari hadapan TUHAN dan ia menetap di tanah Nod, di sebelah timur Eden.
4:17 Kain bersetubuh dengan isterinya dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Henokh; kemudian Kain mendirikan suatu kota dan dinamainya kota itu Henokh, menurut nama anaknya.
4:25. Adam bersetubuh pula dengan isterinya, lalu perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki dan menamainya Set, sebab katanya: "Allah telah mengaruniakan kepadaku anak yang lain sebagai ganti Habel; sebab Kain telah membunuhnya."
5:3 Setelah Adam hidup seratus tiga puluh tahun, ia memperanakkan seorang laki-laki menurut rupa dan gambarnya, lalu memberi nama Set kepadanya.
5:4 Umur Adam, setelah memperanakkan Set, delapan ratus tahun, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
5:5 Jadi Adam mencapai umur sembilan ratus tiga puluh tahun, lalu ia mati.**
5:6. Setelah Set hidup seratus lima tahun, ia memperanakkan Enos.
Dari ayat-ayat Kitab Kejadian di atas, dapat disimpulkan sebagai berikut:
- Nama anak-anak Adam berturut-turut adalah: Kain (laki-laki), Habel (laki-laki), dan Set (laki-laki).
- Umur Adam 130 tahun ketika memperanakkan Set (laki-laki).
- Umur Adam 235 tahun ketika Set memperanakkan Enos.
- Setelah umur Adam 800 tahun, ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
KEMUSTAHILAN CATATAN ALKITAB TENTANG INCEST
Berdasarkan kesimpulan di atas, tanpa bisa dibantah lagi, terdapat dua kemustahilan catatan Alkitab berkaitan dengan incest anak-anak Adam, yaitu:
Pertama, kemustahilan incest Set yang memperanakkan Enos.
Sebagaimana disimpulkan di atas, ketika umur Adam 235 tahun, Set memperanakkan Enos, padahal Adam belum memperanakkan anak perempuan hingga umur 800 tahun. Lalu, dengan siapa Set berincest sehingga memperanakkan Enos? Tentu, ini sebuah kemustahilan catatan Alkitab.
Kedua, kemustahilan incest Kain yang memperanakkan Henokh.
Sebagaimana dijelaskan Alkitab, Adam baru memperanakkan anak perempuan ketika ia berumur 800 tahun. Adam memperanakkan putra ketiganya, Set, ketika ia berumur 130 tahun. Dengan demikian, maka Adam memeperanakkan putra pertamanya, Kain, jauh sebelum umur Adam mencapai 130 tahun.
Jika diasumsikan umur Adam 120 tahun ketika mempertanakkan Kain, dan anak perempuan pertama Adam berumur 20 tahun ketika diambil istri oleh Kain, maka umur Kain ketika berincest dengan istrinya adalah 700 tahun. Sebuah catatan yang tidak masuk akal! Seorang laki-laki normal harus menunggu waktu selama 700 tahun untuk berincest dengan pasangannya.
Lebih jauh, Alkitab mencatat bahwa Kain pergi dan menetap di tanah Nod dan beranak-cucu di sana hingga mendirikan sebuah kota yang bernama Henokh. Dari mana Kain mendapatkan istrinya? Bukankah manusia pertama menurut Alkitab adalah Adam?
Dengan demikian, jelaslah bahwa ayat-ayat Alkitab di atas sama sekali bukan firman Tuhan
, karena mengandung catatan kemustahilan yang sangat fatal. Ayat-ayat di atas, tampaknya lebih merupakan penjabaran dari firman Tuhan yang sebenarnya yang telah dicorengkan secara ngawur oleh tangan-tangan jahil Bani Israel dalam Kitab Kejadian.
Pantaskah manusia beriman pada kemustahilan firman Tuhan dalam Alkitab?
Keterangan:
** Kejadian 5:1-5 adalah berasal dari Sumber P, ayat-ayat selanjutnya sampai dengan Kejadian 5:32 menggunakan Sumber E. Akibatnya, redaksinya menjadi kacau balau dan menimbulkan kontradiksi yang sangat fatal.
Kain adalah anak pertama Adam dan Hawa seperti yang dicatat dalam Alkitab (Kejadian 4:1). Saudara-saudara lelakinya, Habel (Kejadian 4:2) dan Set (Kejadian 4:25), adalah bagian dari generasi pertama dari anak-anak yang lahir di bumi ini.
Walau hanya ketiga anak lelaki ini yang disebut namanya, Adam dan Hawa memiliki anak-anak yang lain. Dalam Kejadian 5:4 sebuah pernyataan menyimpulkan kehidupan Adam dan Hawa -- "Umur Adam, setelah memperanakkan Set, delapan ratus tahun, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan." Tidak dikatakan kapan mereka lahir, tetapi bukan berarti Adam baru mempunyai anak-anak perempuan setelah umur 800tahun. Banyak yang mungkin telah lahir ketika Adam berumur130 tahun (Kejadian 5:3) sebelum Set lahir.
Alkitab tidak mengatakan kepada kita berapa banyak (jumlah total) anak-anak yang dilahirkan dari Adam dan Hawa. Namun dengan mempertimbangkan rentang kehidupan mereka yang panjang (Adam hidup selama 930 tahun -- Kejadian 5:5), masuk akal bila menyatakan mereka ada banyak! Ingat, Mereka diperintahkan untuk "Beranakcuculah, dan bertambah banyak" (Kejadian 1:28 ).
49. AYAT-AYAT TUHAN YANG RAGU-RAGU DALAM ALKITAB
Tuhan ragu-ragu dalam ispirasi wahyu-Nya, sehingga memakai kata dugaan "kira-kira".
Kira-kira jam 3 malam (Matius 14:25, Markus 6:48 ),
Ungkapan kira-kira dalam terjemahan LAI dikarenakan bahwa pada masa Alkitab ditulis tidak menggunakan sistem jam seperti yang kita pakai sekarang ini dan pembagian waktu-nya juga berbeda dengan pembagian waktu masa sekarang.
* Matius 14:25
LAI TB, Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air.
KJV, And in the fourth watch of the night Jesus went unto them, walking on the sea.
TR, ฯฮตฯฮฑฯฯฮท ฮดฮต ฯฯ ฮปฮฑฮบฮท ฯฮทฯ ฮฝฯ ฮบฯฮฟฯ ฮฑฯฮทฮปฮธฮตฮฝ ฯฯฮฟฯ ฮฑฯ ฯฮฟฯ ฯ ฮฟ ฮนฮทฯฮฟฯ ฯ ฯฮตฯฮนฯฮฑฯฯฮฝ ฮตฯฮน ฯฮทฯ ฮธฮฑฮปฮฑฯฯฮทฯ
Translit interlinear, TETARTร {ke-empat} DE {adapun} PHULAKร {pada jam jaga} TรS {itu} NUKTOS {malam} APรLTHEN {Ia datang} PROS {kepada} AUTOUS {mereka} HO IรSOUS {Yesus} PERIPATรN {berjalan} EPI {di atas} TรS THALASSรS {danau}
LAI menerjemahkan kira-kira jam tiga malam dari ungkapan Yunani, ฯฮตฯฮฑฯฯฮท ฮดฮต ฯฯ ฮปฮฑฮบฮท ฯฮทฯ ฮฝฯ ฮบฯฮฟฯ - 'TETARTร PHULAKร TรS NUKTOS', harfiah "keempat - jaga - malam", tidak ada kata "kira-kira" di sana.
Orang Yahudi di era Perjanjian Lama membagi malam menjadi tiga bagian :
- jaga pertama,
- jaga kedua,
- dan jaga ketiga;
Sedangkan di era Yesus Kristus, malam dibagi menjadi empat bagian masing-masing lamanya tiga jam :
- Jaga pertama dihitung mulai matahari terbenam yaitu jam 18:00 - 21:00,
- Jaga kedua dari jam 21:00-24:00,
- Jaga ketiga dari jam 00:00 - 03:00,
- Jaga keempat dari jam 03:00 - 06:00.
Jadi, Yesus Kristus berjalan di atas air antara jam 03:00 dini hari hingga menjelang fajar.
* Markus 6:48
LAI TB, Ketika Ia melihat betapa payahnya mereka mendayung karena angin sakal, maka kira-kira jam tiga malam Ia datang kepada mereka berjalan di atas air dan Ia hendak melewati mereka.
KJV, And he saw them toiling in rowing; for the wind was contrary unto them: and about the fourth watch of the night he cometh unto them, walking upon the sea, and would have passed by them.
TR, ฮบฮฑฮน ฮตฮนฮดฮตฮฝ ฮฑฯ ฯฮฟฯ ฯ ฮฒฮฑฯฮฑฮฝฮนฮถฮฟฮผฮตฮฝฮฟฯ ฯ ฮตฮฝ ฯฯ ฮตฮปฮฑฯ ฮฝฮตฮนฮฝ ฮทฮฝ ฮณฮฑฯ ฮฟ ฮฑฮฝฮตฮผฮฟฯ ฮตฮฝฮฑฮฝฯฮนฮฟฯ ฮฑฯ ฯฮฟฮนฯ ฮบฮฑฮน ฯฮตฯฮน ฯฮตฯฮฑฯฯฮทฮฝ ฯฯ ฮปฮฑฮบฮทฮฝ ฯฮทฯ ฮฝฯ ฮบฯฮฟฯ ฮตฯฯฮตฯฮฑฮน ฯฯฮฟฯ ฮฑฯ ฯฮฟฯ ฯ ฯฮตฯฮนฯฮฑฯฯฮฝ ฮตฯฮน ฯฮทฯ ฮธฮฑฮปฮฑฯฯฮทฯ ฮบฮฑฮน ฮทฮธฮตฮปฮตฮฝ ฯฮฑฯฮตฮปฮธฮตฮนฮฝ ฮฑฯ ฯฮฟฯ ฯ
Translit interlinear, KAI {dan} EIDEN {ketika melihat} AUTOUS {mereka} BASANIZOMENOUS {terganggu/ dengan susah payah} EN {saat} Tร ELAUNEIN {maju/ mendayung} รN {adalah} GAR {karena} HO ANEMOS {angin} ENANTIOS {yang berlawanan (arah)} AUTOIS {terhadap mereka} KAI {dan} PERI {kira-kira} TETARTรN {ke-empat} PHULAKรN {jam jaga} TรS NUKTOS {malam} ERKHETAI {Ia datang} PROS {kepada} AUTOUS {mereka} PERIPATรN {berjalan} EPI {di atas} TรS THALASSรS {danau} KAI {dan} รTHELEN {hendak} PARELTHEIN {melewati} AUTOUS {mereka}
Tidak berbeda dengan Matius 14:25 yang telah dijelaskan sebelumnya, ฯฮตฯฮฑฯฯฮทฮฝ ฯฯ ฮปฮฑฮบฮทฮฝ ฯฮทฯ ฮฝฯ ฮบฯฮฟฯ - 'TETARTรN PHULAKรN TรS NUKTOS' berarti : jaga keempat malam hari, yaitu antara jam 03:00 - 06:00.
-----
kira-kira jam 3 (Matius 27:46),
* Matius 27:46
LAI TB, Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: 'Eli, Eli, lama sabakhtani?' Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau
meninggalkan Aku?
KJV, And about the ninth hour Jesus cried with a loud voice, saying, Eli, Eli, lama sabachthani? that is to say, My God, my God, why hast thou forsaken me?
TR, ฯฮตฯฮน ฮดฮต ฯฮทฮฝ ฮตฮฝฮฝฮฑฯฮทฮฝ ฯฯฮฑฮฝ ฮฑฮฝฮตฮฒฮฟฮทฯฮตฮฝ ฮฟ ฮนฮทฯฮฟฯ ฯ ฯฯฮฝฮท ฮผฮตฮณฮฑฮปฮท ฮปฮตฮณฯฮฝ ฮทฮปฮน ฮทฮปฮน ฮปฮฑฮผฮฑ ฯฮฑฮฒฮฑฯฮธฮฑฮฝฮน ฯฮฟฯ ฯ ฮตฯฯฮนฮฝ ฮธฮตฮต ฮผฮฟฯ ฮธฮตฮต ฮผฮฟฯ ฮนฮฝฮฑ ฯฮน ฮผฮต ฮตฮณฮบฮฑฯฮตฮปฮนฯฮตฯ
Translit interlinear, PERI {kira-kira} DE {lalu} TรN HENNATรN {ke sembilan} HรRAN {jam} ANEBOรSEN {berseru} HO IรSOUS {Yesus} PHรNร {dengan suara} MEGALร {nyaring} LEGรN {berkata} รLI รLI LAMA SABACTHANI {Eli, Eli, lama sabakhtani} TOUT {artinya} ESTIN {adalah} THEE {Allah} MOU {-ku} THEE {Allah} MOU {-ku} HINATI {mengapa} ME {aku} EGKATELIPES {Engkau meninggalkan}
LAI menggunakan sistem 12 jam siang dan 12 jam malam, jam tiga di atas berarti jam tiga sore, sedangkan naskah Yunani menulis ฯฮตฯฮน ฯฮทฮฝ ฮตฮฝฮฝฮฑฯฮทฮฝ ฯฯฮฑฮฝ - 'PERI TรN HENNATรN HรRAN' harfiah "sekitar jam kesembilan".
Dengan tidak menggunakan kata ฯฯ ฮปฮฑฮบฮท - 'PHULAKร', jam ronda/jaga, yang diterapkan malam hari sejak matahari terbenam hingga matahari terbit keesokan harinya, ayat di atas menggunakan kata ฯฯฮฑ - HรRA, "jam". Orang Yahudi di era Yesus Kristus membagi satu hari dan satu malam masing-masing menjadi dua belas bagian dimulai sejak matahari terbit dan matahari terbenam. Jam kesembilan adalah jam 15:00 - 16:00, atau jam 3 - 4 sore.
Catatan :
Di era Yesus Kristus, pembagian waktu malam sbb :
Perincian Jam : Mulai perhitungan jam Yahudi, matahari terbit ± jam 06:00 pagi
Jam ke- 1, jam 07:00 pagi
Jam ke- 2, jam 08:00 pagi
Jam ke- 3, jam 09:00 pagi
Jam ke- 4, jam 10:00 pagi
Jam ke- 5, jam 11:00 pagi
Jam ke- 6, jam 12:00 siang
Jam ke- 7, jam 13:00 siang
Jam ke- 8, jam 14:00 siang
Jam ke- 9, jam 15:00 sore
Jam ke-10, jam 16:00 sore
Jam ke-11, jam 17:00 sore
Malam menjadi empat bagian yang masing-masing terdiri atas tiga jam :
- Jam pertama disebut malam mulai dari jam 18:00 hingga jam 21:00.
- Jam kedua disebut tengah malam mulai dari jam 21:00 hingga jam 24:00.
- Jam ketiga disebut kokok ayam mulai jam 00:00 hingga jam 03:00.
- Jam keempat disebut pagi mulai jam 03:00 hingga jam 06:00.
Kira-kira jam 3 petang (Kisah Para Rasul 10:3),
* Kisah Para Rasul 10:3
LAI TB, Dalam suatu penglihatan, kira-kira jam tiga petang, jelas tampak kepadanya seorang malaikat Allah masuk ke rumahnya dan berkata kepadanya: "Kornelius!"
KJV, He saw in a vision evidently about the ninth hour of the day an angel of God coming in to him, and saying unto him, Cornelius.
TR, ฮตฮนฮดฮตฮฝ ฮตฮฝ ฮฟฯฮฑฮผฮฑฯฮน ฯฮฑฮฝฮตฯฯฯ ฯฯฮตฮน ฯฯฮฑฮฝ ฮตฮฝฮฝฮฑฯฮทฮฝ ฯฮทฯ ฮทฮผฮตฯฮฑฯ ฮฑฮณฮณฮตฮปฮฟฮฝ ฯฮฟฯ ฮธฮตฮฟฯ ฮตฮนฯฮตฮปฮธฮฟฮฝฯฮฑ ฯฯฮฟฯ ฮฑฯ ฯฮฟฮฝ ฮบฮฑฮน ฮตฮนฯฮฟฮฝฯฮฑ ฮฑฯ ฯฯ ฮบฮฟฯฮฝฮทฮปฮนฮต
Translit interlinear, EIDEN {melihat} EN {dalam} ORAMATI {suatu pengelihatan} PHANERรS {dengan jelas} HรSEI {kira-kira} HรRAN {jam} HENNATรN {ke sembilan} TรS {itu} HรMERAS {hari} AGGELON {seorang malaikat} TOU THEOU {Allah} EISELTHONTA {datang} PROS {kepada} AUTON {dia} KAI {dan} EIPONTA {berkata} AUTร {kepadanya} KORNรLIE {kornelius}
Tentang ฯฯฮตฮน ฯฯฮฑฮฝ ฮตฮฝฮฝฮฑฯฮทฮฝ ฯฮทฯ ฮทฮผฮตฯฮฑฯ - 'HรSEI HรRAN HENNATรN TรS HรMERAS', harfiah "kira-kira - jam - kesembilan - hari" silakan merujuk kepada penjelasan tentang ฯฮตฯฮน ฯฮทฮฝ ฮตฮฝฮฝฮฑฯฮทฮฝ ฯฯฮฑฮฝ - 'PERI TรN HENNATรN HรRAN', "sekitar jam kesembilan" dalam Matius 27:46 sebelumnya.
Kira-kira jam 4 (Yohanes 1:39),
* Yohanes 1:39
LAI TB, Ia berkata kepada mereka: "Marilah dan kamu akan melihatnya." Merekapun datang dan melihat di mana Ia tinggal, dan hari itu mereka tinggal bersama-sama dengan Dia; waktu itu kira-kira pukul empat.
KJV, He saith unto them, Come and see. They came and saw where he dwelt, and abode with him that day: for it was about the tenth hour.
TR, ฮปฮตฮณฮตฮน ฮฑฯ ฯฮฟฮนฯ ฮตฯฯฮตฯฮธฮต ฮบฮฑฮน ฮนฮดฮตฯฮต ฮทฮปฮธฮฟฮฝ ฮบฮฑฮน ฮตฮนฮดฮฟฮฝ ฯฮฟฯ ฮผฮตฮฝฮตฮน ฮบฮฑฮน ฯฮฑฯ ฮฑฯ ฯฯ ฮตฮผฮตฮนฮฝฮฑฮฝ ฯฮทฮฝ ฮทฮผฮตฯฮฑฮฝ ฮตฮบฮตฮนฮฝฮทฮฝ ฯฯฮฑ ฮดฮต ฮทฮฝ ฯฯ ฮดฮตฮบฮฑฯฮท
Translit interlinear, LEGEI {ia berkata} AUTOIS {kepada mereka} ERKHESTHE {datanglah} KAI {dan} IDETE {kamu akan melihat} รLTHON {mereka pergi} KAI {dan} EIDON {melihat} POU {di mana} MENEI {Ia tinggal} KAI {lalu} PAR {bersama} AUTร {Dia} EMEINAN {tinggal} TรN HรMERAN {hari} EKEINรN {itu} HรRA {jam} DE รN {waktu itu} HรS {kira-kira} DEKATร {ke sepuluh}
Berbeda dengan ketiga penulis Injil lainnya, Yohanes senantiasa menggunakan perhitungan jam ala Romawi sehingga ฯฯฮฑ ฮดฮต ฮทฮฝ ฯฯ ฮดฮตฮบฮฑฯฮท - 'HรRA รN HรS DEKATร',"jam - ia adalah - kira-kira - sepuluh" adalah jam sepuluh pagi, bukan jam empat sore seperti diterjemahkan oleh LAI karena LAI terpengaruh dengan penulisan jam menurut ketiga penulis Injil. Hal ini dapat dibandingkan dengan Yohanes 20:19 dan 19:14.
Kira-kira jam 5 petang (Matius 20:6),
* Matius 20:6
LAI TB, Kira-kira pukul lima petang ia keluar lagi dan mendapati orang-orang lain pula, lalu katanya kepada mereka: Mengapa kamu menganggur saja di sini sepanjang hari?
KJV, And about the eleventh hour he went out, and found others standing idle, and saith unto them, Why stand ye here all the day idle?
TR, ฯฮตฯฮน ฮดฮต ฯฮทฮฝ ฮตฮฝฮดฮตฮบฮฑฯฮทฮฝ ฯฯฮฑฮฝ ฮตฮพฮตฮปฮธฯฮฝ ฮตฯ ฯฮตฮฝ ฮฑฮปฮปฮฟฯ ฯ ฮตฯฯฯฯฮฑฯ ฮฑฯฮณฮฟฯ ฯ ฮบฮฑฮน ฮปฮตฮณฮตฮน ฮฑฯ ฯฮฟฮนฯ ฯฮน ฯฮดฮต ฮตฯฯฮทฮบฮฑฯฮต ฮฟฮปฮทฮฝ ฯฮทฮฝ ฮทฮผฮตฯฮฑฮฝ ฮฑฯฮณฮฟฮน
Translit interlinear, PERI {kira-kira} DE {lalu} TรN HENDEKATรN {ke-sebelas} HรRAN {jam} EXELTHรN {ketika keluar} HEUREN {ia menemukan} ALLOUS {yang lain} HESTรTAS {berdiri} ARGOUS {istirahat/ menganggur} KAI {dan} LEGEI {berkata} AUTOIS {kepada mereka} TI {mengapa} HรDE {di sini} HESTรKATE {kamu berada} HOLรN {sepanjang} TรN HรMERAN {hari} ARGOI {menganggur/ istirahat}
"Kira-kira pukul lima petang", ฯฮตฯฮน ฯฮทฮฝ ฮตฮฝฮดฮตฮบฮฑฯฮทฮฝ ฯฯฮฑฮฝ - 'PERI TรN HENDEKATรN HรRAN', "sekitar -- kesebelas -- jam" menurut perhitungan Yahudi adalah sekitar jam 17:00 WIB seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya.
Mulai perhitungan jam, matahari terbit ± jam 06:00 WIB
Jam ke- 1, jam 07:00 WIB
Jam ke- 2, jam 08:00 WIB
Jam ke- 3, jam 09:00 WIB
Jam ke- 4, jam 10:00 WIB
Jam ke- 5, jam 11:00 WIB
Jam ke- 6, jam 12:00 WIB
Jam ke- 7, jam 13:00 WIB
Jam ke- 8, jam 14:00 WIB
Jam ke- 9, jam 15:00 WIB
Jam ke-10, jam 16:00 WIB
Jam ke-11, jam 17:00 WIB
Kira-kira jam 5 (Matius 20:9),
* Matius 20:9
LAI TB, Maka datanglah mereka yang mulai bekerja kira-kira pukul lima dan mereka menerima masing-masing satu dinar.
KJV, And when they came that were hired about the eleventh hour, they received every man a penny.
TR, ฮบฮฑฮน ฮตฮปฮธฮฟฮฝฯฮตฯ ฮฟฮน ฯฮตฯฮน ฯฮทฮฝ ฮตฮฝฮดฮตฮบฮฑฯฮทฮฝ ฯฯฮฑฮฝ ฮตฮปฮฑฮฒฮฟฮฝ ฮฑฮฝฮฑ ฮดฮทฮฝฮฑฯฮนฮฟฮฝ
Translit interlinear, KAI {maka} ELTHONTES {datang} HOI {orang-orang} PERI TรN HENDEKATรN {ke sebelas} HรRAN {jam} ELABON {menerima} ANA {masing-masing} DรNARION {sedinar/ satu dinar}
Lihat tanggapan tentang Matius 20:6 sebelumnya, ฯฮตฯฮน ฯฮทฮฝ ฮตฮฝฮดฮตฮบฮฑฯฮทฮฝ ฯฯฮฑฮฝ - 'PERI TรN HENDEKATรN HรRAN', "sekitar jam kesebelas" adalah jam 17:00 WIB atau jam 5 petang.
Kira-kira jam 9 (Kisah Para Rasul 23:23),
* Kisah Para Rasul 23:23
LAI TB, Kemudian kepala pasukan memanggil dua perwira dan berkata: "Siapkan dua ratus orang prajurit untuk berangkat ke Kaisarea beserta tujuh puluh orang berkuda dan dua ratus orang bersenjata lembing, kira-kira pada jam sembilan malam ini
KJV, And he called unto him two centurions, saying, Make ready two hundred soldiers to go to Caesarea, and horsemen threescore and ten, and spearmen two hundred, at the third hour of the night;
TR, ฮบฮฑฮน ฯฯฮฟฯฮบฮฑฮปฮตฯฮฑฮผฮตฮฝฮฟฯ ฮดฯ ฮฟ ฯฮนฮฝฮฑฯ ฯฯฮฝ ฮตฮบฮฑฯฮฟฮฝฯฮฑฯฯฯฮฝ ฮตฮนฯฮตฮฝ ฮตฯฮฟฮนฮผฮฑฯฮฑฯฮต ฯฯฯฮฑฯฮนฯฯฮฑฯ ฮดฮนฮฑฮบฮฟฯฮนฮฟฯ ฯ ฮฟฯฯฯ ฯฮฟฯฮตฯ ฮธฯฯฮนฮฝ ฮตฯฯ ฮบฮฑฮนฯฮฑฯฮตฮนฮฑฯ ฮบฮฑฮน ฮนฯฯฮตฮนฯ ฮตฮฒฮดฮฟฮผฮทฮบฮฟฮฝฯฮฑ ฮบฮฑฮน ฮดฮตฮพฮนฮฟฮปฮฑฮฒฮฟฯ ฯ ฮดฮนฮฑฮบฮฟฯฮนฮฟฯ ฯ ฮฑฯฮฟ ฯฯฮนฯฮทฯ ฯฯฮฑฯ ฯฮทฯ ฮฝฯ ฮบฯฮฟฯ
Translit interlinear, KAI {dan} PROSKALESAMENOS {memanggil datang} DUO {dua} TINAS {tertentu} TรN HEKATONTARKHรN {dari kepala pasukan seratus} EIPEN {bekata} HETOIMASATE {siapkanlah} STRATIรTAS {prajurit-prajurit} DIAKOSIOUS {dua ratus} HOPรS {suapaya} POREUTHรSIN {mereka pergi} HEรS {hingga} KAISAREIAS {kaisaria} KAI {dan} HIPPEIS {pasukan-pasukan berkuda} HEBDOMรKONTA {tujuh-puluh} KAI {dan} DEXIOLABOUS {orang bersenjata lembing} DIAKOSIOUS {dua ratus} APO {mulai dari} TRITรS {ke-tiga} HรRAS {jam} TรS NUKTOS {(itu) malam}
"Kira-kira pada jam sembilan malam ini", ฮฑฯฮฟ ฯฯฮนฯฮทฯ ฯฯฮฑฯ ฯฮทฯ ฮฝฯ ฮบฯฮฟฯ - 'APO TRITรS HรRAS TรS NUKTOS', "dari - ketiga - jam - itu - malam", tidak berbeda dengan perhitungan jam ala Yahudi untuk siang hari yaitu dimulai dari matahari terbenam ± jam 18:00. "Jam ketiga" berarti jam 21:00 WIB atau jam 9 malam.
Kira-kira jam 9 pagi (Matius 20:3),
* Matius 20:3
LAI TB, Kira-kira pukul sembilan pagi ia keluar pula dan dilihatnya ada lagi orang-orang lain menganggur di pasar.
KJV, And he went out about the third hour, and saw others standing idle in the marketplace,
TR, ฮบฮฑฮน ฮตฮพฮตฮปฮธฯฮฝ ฯฮตฯฮน ฯฮทฮฝ ฯฯฮนฯฮทฮฝ ฯฯฮฑฮฝ ฮตฮนฮดฮตฮฝ ฮฑฮปฮปฮฟฯ ฯ ฮตฯฯฯฯฮฑฯ ฮตฮฝ ฯฮท ฮฑฮณฮฟฯฮฑ ฮฑฯฮณฮฟฯ ฯ
Translit interlinear, KAI {lalu} EXELTHรN {keluar} PERI {kira-kira} TรN TRITรN {ke-tuga} HรRAN {jam} EIDEN {ia melihat} ALLOUS {yang lain} HESTรTAS {berdiri} EN {di} Tร AGORA {pasar} ARGOUS {menganggur}
"Kira-kira pukul sembilan pagi", ฯฮทฮฝ ฯฯฮนฯฮทฮฝ ฯฯฮฑฮฝ - 'PERI TรN TRITรN HรRAN' harfiah "sekitar - ketiga - jam" adalah jam 09:00 WIB, lihat penjelasan sebelumnya.
Sekedar patokan, kurangi saja perhitungan jam kita dengan angka 6, niscaya kita akan memperoleh perhitungan jam ala Yahudi tempo doeloe karena jam nol dimulai dari jam 06:00 WIB dan jam 18:00 WIB (6 sore).
Kira-kira jam 12 (Lukas 23:44, Yohanes 19:14),
* Lukas 23:44
LAI TB, Ketika itu hari sudah kira-kira jam dua belas, lalu kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga,
KJV, And it was about the sixth hour, and there was a darkness over all the earth until the ninth hour.
TR, ฮทฮฝ ฮดฮต ฯฯฮตฮน ฯฯฮฑ ฮตฮบฯฮท ฮบฮฑฮน ฯฮบฮฟฯฮฟฯ ฮตฮณฮตฮฝฮตฯฮฟ ฮตฯ ฮฟฮปฮทฮฝ ฯฮทฮฝ ฮณฮทฮฝ ฮตฯฯ ฯฯฮฑฯ ฮตฮฝฮฝฮฑฯฮทฯ
Translit interlinear, รN {adalah} DE {adapun} HรSEI {sekitar} HรRA {jam} HEKTร {ke enam} KAI {ketika} SKOTOS {kegelapan} EGENETO {terjadi} EPH {atas} HOLรN {seluruh} TรN GรN {bumi/ tanah (daerah)} HEรS {hingga/ sampai} HรRAS {jam} HENNATรS {ke-enam}
ฯฯฮตฮน ฯฯฮฑ ฮตฮบฯฮท - 'HรSEI HรRA HEKTร', "kira-kira jam keenam" adalah jam 12:00; ฮตฯฯ ฯฯฮฑฯ ฮตฮฝฮฝฮฑฯฮทฯ - 'HEรS HรRAS HENNATรS', "hingga jam kesembilan" adalah jam 15:00.
* Yohanes 19:14
LAI TB, Hari itu ialah hari persiapan Paskah, kira-kira jam dua belas. Kata Pilatus kepada orang-orang Yahudi itu: "Inilah rajamu!"
KJV, And it was the preparation of the passover, and about the sixth hour: and he saith unto the Jews, Behold your King!
TR, ฮทฮฝ ฮดฮต ฯฮฑฯฮฑฯฮบฮตฯ ฮท ฯฮฟฯ ฯฮฑฯฯฮฑ ฯฯฮฑ ฮดฮต ฯฯฮตฮน ฮตฮบฯฮท ฮบฮฑฮน ฮปฮตฮณฮตฮน ฯฮฟฮนฯ ฮนฮฟฯ ฮดฮฑฮนฮฟฮนฯ ฮนฮดฮต ฮฟ ฮฒฮฑฯฮนฮปฮตฯ ฯ ฯ ฮผฯฮฝ
Translit interlinear, รN {adalah} DE {adapun} PARASKEUร {(hari) persiapan} TOU PASKHA {paskah} HรRA {jam} DE {adapun} HรSEI {kira-kira} HEKTร {ke-enam} KAI {lalu} LEGEI {ia berkata} TOIS IOUDAIOIS {(kepada) orang-orang yahudi} IDE {inilah} HO BASILEUS {raja} HUMรN {kalian}
Sudah ditanggapi sebelumnya bahwa perhitungan waktu menurut Yohanes berbeda dengan ketiga penulis Injil lainnya. Yohanes menggunakan perhitungan ala Romawi, ฯฯฮฑ ฯฯฮตฮน ฮตฮบฯฮท 'HรRA HรSEI HEKTร', "kira-kira jam keenam" adalah jam 06:00 -- bukan jam 12:00
Kira-kira pukul 12 (Matius 20:5, Yohanes 4:6, Kisah Para Rasul 10:9),
* Matius 20:5
LAI TB, Kira-kira pukul dua belas dan pukul tiga petang ia keluar pula dan melakukan sama seperti tadi.
KJV, Again he went out about the sixth and ninth hour, and did likewise.
TR, ฮฟฮน ฮดฮต ฮฑฯฮทฮปฮธฮฟฮฝ ฯฮฑฮปฮนฮฝ ฮตฮพฮตฮปฮธฯฮฝ ฯฮตฯฮน ฮตฮบฯฮทฮฝ ฮบฮฑฮน ฮตฮฝฮฝฮฑฯฮทฮฝ ฯฯฮฑฮฝ ฮตฯฮฟฮนฮทฯฮตฮฝ ฯฯฮฑฯ ฯฯฯ
Translit interlinear, HOI {mereka} DE {adapun} APรLTHON {pergi} PALIN {pula} EXELYรN {keluar} PERI {kira-kira} HEKTรN {ke-enam} KAI {dan} HENNATรN {ke sembilan} HรRAN {jam} EPOIรSEN {ia melakukan} HรSAUTรS {demikian juga}
ฯฮตฯฮน ฮตฮบฯฮทฮฝ ฮบฮฑฮน ฮตฮฝฮฝฮฑฯฮทฮฝ ฯฯฮฑฮฝ - 'PERI HEKTรN KAI HENNATรN HรRAN', "sekitar jam keenam dan kesembilan" berarti jam 12:00 dan jam 15:00.
* Yohanes 4:6
LAI TB, Di situ terdapat sumur Yakub. Yesus sangat letih oleh perjalanan, karena itu Ia duduk di pinggir sumur itu. Hari kira-kira pukul dua belas.
KJV, Now Jacob's well was there. Jesus therefore, being wearied with his journey, sat thus on the well: and it was about the sixth hour.
TR, ฮทฮฝ ฮดฮต ฮตฮบฮตฮน ฯฮทฮณฮท ฯฮฟฯ ฮนฮฑฮบฯฮฒ ฮฟ ฮฟฯ ฮฝ ฮนฮทฯฮฟฯ ฯ ฮบฮตฮบฮฟฯฮนฮฑฮบฯฯ ฮตฮบ ฯฮทฯ ฮฟฮดฮฟฮนฯฮฟฯฮนฮฑฯ ฮตฮบฮฑฮธฮตฮถฮตฯฮฟ ฮฟฯ ฯฯฯ ฮตฯฮน ฯฮท ฯฮทฮณฮท ฯฯฮฑ ฮทฮฝ ฯฯฮตฮน ฮตฮบฯฮท
Translit interlinear, รN {ada } DE {dan} EKEI {disitu} PรGร {sumur} TOU IAKรB {yakub} HO OUN {lalu} IรSOUS {Yesus} KEKOPIAKรS {(yang) merasa letih} EK {karena} TรS HODOIPORIAS {perjalanan} EKATHEZETO {duduk} HOUTรS {saja} EPI {dekat} Tร PรGร {sumur} HรRA {jam} รN {adalah} HรSEI {kira-kira} HEKTร {ke-enam}
"Kira-kira pukul dua belas", ฯฯฮฑ ฮทฮฝ ฯฯฮตฮน ฮตฮบฯฮท - 'HรRA รN HรSEI HEKTร' harfiah "jam -- ia adalah -- kira-kira -- keenam" adalah jam 06:00 sore atau jam 18:00, bukan jam 12:00 menurut terjemahan LAI. Wanita Yahudi, maupun Samaria, tidak pernah menimba air di siang bolong. (Artikel terkait : YESUS DAN PEREMPUAN SAMARIA, di yesus-dan-perempuan-samaria-vt465.html#p925 )
* Kisah Para Rasul 10:9
LAI TB, Keesokan harinya ketika ketiga orang itu berada dalam perjalanan dan sudah dekat kota Yope, kira-kira pukul dua belas tengah hari, naiklah Petrus ke atas rumah untuk berdoa.
KJV, On the morrow, as they went on their journey, and drew nigh unto the city, Peter went up upon the housetop to pray about the sixth hour:
TR, ฯฮท ฮดฮต ฮตฯฮฑฯ ฯฮนฮฟฮฝ ฮฟฮดฮฟฮนฯฮฟฯฮฟฯ ฮฝฯฯฮฝ ฮตฮบฮตฮนฮฝฯฮฝ ฮบฮฑฮน ฯฮท ฯฮฟฮปฮตฮน ฮตฮณฮณฮนฮถฮฟฮฝฯฯฮฝ ฮฑฮฝฮตฮฒฮท ฯฮตฯฯฮฟฯ ฮตฯฮน ฯฮฟ ฮดฯฮผฮฑ ฯฯฮฟฯฮตฯ ฮพฮฑฯฮธฮฑฮน ฯฮตฯฮน ฯฯฮฑฮฝ ฮตฮบฯฮทฮฝ
Translit interlinear, Tร DE {adapun} EPAURION {pada (keesokan hari) yang berikut} HODOIPOROUNTรN {ketika berada dalam perjalanan} EKEINรN {(orang-orang) itu} KAI {dan} Tร POLEI {(itu) kota} EGGIZONTรN {mendekati} ANEBร {naik} PETROS {petrus} EPI {ke atas} TO DรMA {atap rumah} PROSEUXASYAI {untuk berdoa} PERI {sekitar} HรRAN {jam} HEKTรN {ke-enam}
"Kira-kira pukul dua belas tengah hari", ฯฮตฯฮน ฯฯฮฑฮฝ ฮตฮบฯฮทฮฝ - 'PERI HรRAN HEKTรN', harfiah "sekitar -- jam -- keenam" adalah enam jam sesudah matahari terbit. Penulisan jam oleh Lukas sama seperti yang ditulisnya dalam Injil, yaitu menurut perhitungan Yahudi; sedangkan Yohanes menggunakan jam ala Romawi.
* Matius 20:5
LAI TB, Kira-kira pukul dua belas dan pukul tiga petang ia keluar pula dan melakukan sama seperti tadi.
KJV, Again he went out about the sixth and ninth hour, and did likewise.
TR, ฮฟฮน ฮดฮต ฮฑฯฮทฮปฮธฮฟฮฝ ฯฮฑฮปฮนฮฝ ฮตฮพฮตฮปฮธฯฮฝ ฯฮตฯฮน ฮตฮบฯฮทฮฝ ฮบฮฑฮน ฮตฮฝฮฝฮฑฯฮทฮฝ ฯฯฮฑฮฝ ฮตฯฮฟฮนฮทฯฮตฮฝ ฯฯฮฑฯ ฯฯฯ
Translit interlinear, HOI {mereka} DE {adapun} APรLTHON {pergi} PALIN {pula} EXELYรN {keluar} PERI {kira-kira} HEKTรN {ke-enam} KAI {dan} HENNATรN {ke sembilan} HรRAN {jam} EPOIรSEN {ia melakukan} HรSAUTรS {demikian juga}
ฯฮตฯฮน ฮตฮบฯฮทฮฝ ฮบฮฑฮน ฮตฮฝฮฝฮฑฯฮทฮฝ ฯฯฮฑฮฝ - 'PERI HEKTรN KAI HENNATรN HรRAN', "sekitar jam keenam dan kesembilan" berarti jam 12:00 dan jam 15:00.
* Yohanes 4:6
LAI TB, Di situ terdapat sumur Yakub. Yesus sangat letih oleh perjalanan, karena itu Ia duduk di pinggir sumur itu. Hari kira-kira pukul dua belas.
KJV, Now Jacob's well was there. Jesus therefore, being wearied with his journey, sat thus on the well: and it was about the sixth hour.
TR, ฮทฮฝ ฮดฮต ฮตฮบฮตฮน ฯฮทฮณฮท ฯฮฟฯ ฮนฮฑฮบฯฮฒ ฮฟ ฮฟฯ ฮฝ ฮนฮทฯฮฟฯ ฯ ฮบฮตฮบฮฟฯฮนฮฑฮบฯฯ ฮตฮบ ฯฮทฯ ฮฟฮดฮฟฮนฯฮฟฯฮนฮฑฯ ฮตฮบฮฑฮธฮตฮถฮตฯฮฟ ฮฟฯ ฯฯฯ ฮตฯฮน ฯฮท ฯฮทฮณฮท ฯฯฮฑ ฮทฮฝ ฯฯฮตฮน ฮตฮบฯฮท
Translit interlinear, รN {ada } DE {dan} EKEI {disitu} PรGร {sumur} TOU IAKรB {yakub} HO OUN {lalu} IรSOUS {Yesus} KEKOPIAKรS {(yang) merasa letih} EK {karena} TรS HODOIPORIAS {perjalanan} EKATHEZETO {duduk} HOUTรS {saja} EPI {dekat} Tร PรGร {sumur} HรRA {jam} รN {adalah} HรSEI {kira-kira} HEKTร {ke-enam}
"Kira-kira pukul dua belas", ฯฯฮฑ ฮทฮฝ ฯฯฮตฮน ฮตฮบฯฮท - 'HรRA รN HรSEI HEKTร' harfiah "jam -- ia adalah -- kira-kira -- keenam" adalah jam 06:00 sore atau jam 18:00, bukan jam 12:00 menurut terjemahan LAI. Wanita Yahudi, maupun Samaria, tidak pernah menimba air di siang bolong. (Artikel terkait : YESUS DAN PEREMPUAN SAMARIA, di yesus-dan-perempuan-samaria-vt465.html#p925 )
* Kisah Para Rasul 10:9
LAI TB, Keesokan harinya ketika ketiga orang itu berada dalam perjalanan dan sudah dekat kota Yope, kira-kira pukul dua belas tengah hari, naiklah Petrus ke atas rumah untuk berdoa.
KJV, On the morrow, as they went on their journey, and drew nigh unto the city, Peter went up upon the housetop to pray about the sixth hour:
TR, ฯฮท ฮดฮต ฮตฯฮฑฯ ฯฮนฮฟฮฝ ฮฟฮดฮฟฮนฯฮฟฯฮฟฯ ฮฝฯฯฮฝ ฮตฮบฮตฮนฮฝฯฮฝ ฮบฮฑฮน ฯฮท ฯฮฟฮปฮตฮน ฮตฮณฮณฮนฮถฮฟฮฝฯฯฮฝ ฮฑฮฝฮตฮฒฮท ฯฮตฯฯฮฟฯ ฮตฯฮน ฯฮฟ ฮดฯฮผฮฑ ฯฯฮฟฯฮตฯ ฮพฮฑฯฮธฮฑฮน ฯฮตฯฮน ฯฯฮฑฮฝ ฮตฮบฯฮทฮฝ
Translit interlinear, Tร DE {adapun} EPAURION {pada (keesokan hari) yang berikut} HODOIPOROUNTรN {ketika berada dalam perjalanan} EKEINรN {(orang-orang) itu} KAI {dan} Tร POLEI {(itu) kota} EGGIZONTรN {mendekati} ANEBร {naik} PETROS {petrus} EPI {ke atas} TO DรMA {atap rumah} PROSEUXASYAI {untuk berdoa} PERI {sekitar} HรRAN {jam} HEKTรN {ke-enam}
"Kira-kira pukul dua belas tengah hari", ฯฮตฯฮน ฯฯฮฑฮฝ ฮตฮบฯฮทฮฝ - 'PERI HรRAN HEKTรN', harfiah "sekitar -- jam -- keenam" adalah enam jam sesudah matahari terbit. Penulisan jam oleh Lukas sama seperti yang ditulisnya dalam Injil, yaitu menurut perhitungan Yahudi; sedangkan Yohanes menggunakan jam ala Romawi.
* Kisah Para Rasul 19:34
LAI TB, Tetapi ketika mereka tahu, bahwa ia adalah orang Yahudi, berteriaklah mereka bersama-sama kira-kira dua jam lamanya: "Besarlah Artemis dewi orang Efesus!"
KJV, But when they knew that he was a Jew, all with one voice about the space of two hours cried out, Great is Diana of the Ephesians.
TR, ฮตฯฮนฮณฮฝฮฟฮฝฯฯฮฝ ฮดฮต ฮฟฯฮน ฮนฮฟฯ ฮดฮฑฮนฮฟฯ ฮตฯฯฮนฮฝ ฯฯฮฝฮท ฮตฮณฮตฮฝฮตฯฮฟ ฮผฮนฮฑ ฮตฮบ ฯฮฑฮฝฯฯฮฝ ฯฯ ฮตฯฮน ฯฯฮฑฯ ฮดฯ ฮฟ ฮบฯฮฑฮถฮฟฮฝฯฯฮฝ ฮผฮตฮณฮฑฮปฮท ฮท ฮฑฯฯฮตฮผฮนฯ ฮตฯฮตฯฮนฯฮฝ
Translit interlinear, EPIGNONTรN {ketika mengetahui} DE {tetapi} HOTI {bahwa} IOUDAIOS {orang yahudi} ESTIN {ia adalah} PHรNร {teriakan} EGENETO {terjadi} MIA {(menjadi) satu} EK {dari} PANTรN {semua (orang)} HรS {seolah-olah} EPI {di atas} HรRAS {jam-jam} DUO {dua} KRAZONTรN {(yang) berteriak-teriak} MEGALร {besarlah} Hร ARTEMIS {artemis} EPHESIรN {(orang-orang) efesus}
"Kira-kira dua jam lamanya", ฯฯ ฮตฯฮน ฯฯฮฑฯ ฮดฯ ฮฟ - 'HรS EPI HรRAS DUO', "seolah-olah -- di atas -- jam -- dua" merujuk kepada lama atau selang waktu bukan angka jam atau waktu pada suatu titik tertentu. Kata "jam" (Yunani: ฯฯฮฑ - HรRA) ditulis dalam bentuk jamak ฯฯฮฑฯ - 'HรRAS'. Contoh bentuk jamak lainnya:
* Yohanes 11:9
LAI TB, Jawab Yesus: "Bukankah ada dua belas ('DรDEKA') jam ('HรRAI') dalam satu hari? Siapa yang berjalan pada siang hari, kakinya tidak terantuk, karena ia melihat terang dunia ini.
KJV, Jesus answered, Are there not twelve hours in the day? If any man walk in the day, he stumbleth not, because he seeth the light of this world.
TR, ฮฑฯฮตฮบฯฮนฮธฮท ฮฟ ฮนฮทฯฮฟฯ ฯ ฮฟฯ ฯฮน ฮดฯฮดฮตฮบฮฑ ฮตฮนฯฮนฮฝ ฯฯฮฑฮน ฯฮทฯ ฮทฮผฮตฯฮฑฯ ฮตฮฑฮฝ ฯฮนฯ ฯฮตฯฮนฯฮฑฯฮท ฮตฮฝ ฯฮท ฮทฮผฮตฯฮฑ ฮฟฯ ฯฯฮฟฯฮบฮฟฯฯฮตฮน ฮฟฯฮน ฯฮฟ ฯฯฯ ฯฮฟฯ ฮบฮฟฯฮผฮฟฯ ฯฮฟฯ ฯฮฟฯ ฮฒฮปฮตฯฮตฮน
Translit, APEKRITHร HO IรSOUS OUKHI DรDEKA EISIN HรRAI TรS HรMERAS EAN TIS PERIPATร EN Tร HรMERA OU PROSKOPTEI HOTI TO PHรS TOU KOSMOU TOUTOU BLEPEI
Kira-kira 3 jam (Kisah Para Rasul 5:7).
* Kisah Para Rasul 5:7
LAI TB, Kira-kira ('HรS') tiga ('TRIรN') jam ('HรRรN') kemudian masuklah isteri Ananias, tetapi ia tidak tahu apa yang telah terjadi.
KJV, And it was about the space of three hours after, when his wife, not knowing what was done, came in.
TR, ฮตฮณฮตฮฝฮตฯฮฟ ฮดฮต ฯฯ ฯฯฯฮฝ ฯฯฮนฯฮฝ ฮดฮนฮฑฯฯฮทฮผฮฑ ฮบฮฑฮน ฮท ฮณฯ ฮฝฮท ฮฑฯ ฯฮฟฯ ฮผฮท ฮตฮนฮดฯ ฮนฮฑ ฯฮฟ ฮณฮตฮณฮฟฮฝฮฟฯ ฮตฮนฯฮทฮปฮธฮตฮฝ
Translit interlinear, EGENETO {terjadi} DE {adapun} HรS {kira-kira} HรRรN {jam} TRIรN {tiga} DIASTรMA {jarak waktu kemudian} KAI {ketika} Hร GUNร {istri} AUTOU {-nya} Mร {tidak} EIDUIA {ia tahu} TO GEGONOS {(hal yang) terjadi} EISรLTHEN {masuk}
Kira-kira 12 orang (Kisah Para Rasul 19:7),
Kira-kira 20 orang (I Samuel 14:14), Kira-kira 400 orang (I Samuel 25:13, I Raja-raja 22:6, Kisah Para Rasul 5:36), kira-kira 600 orang (I Samuel 14:2; 23:13).
Kira-kira 1000 orang (Yudas 9:49), kira-kira dua atau tiga ribu orang (Yosua 7:3), kira-kira 3000 orang (Yosua 7:4, Yudas 16:27), kira-kira 3000 jiwa (Kisah Para Rasul 2:41), kira-kira 4000 orang (I Samuel 4:2, Markus 8:9), kira-kira 5000 orang (Yosua 8:12), kira-kira 5000 laki-laki (Matius 14:21, Lukas 9:14, Yohanes 6:10, Kisah Para Rasul 4:4).
Kira-kira 10.000 orang (Yudas 3:9), kira-kira lima belas ribu orang (Yudas 8:10), kira-kira 40.000 orang (Yosua 4:13).
Kira-kira 8 hari (Lukas 9:28 ), kira-kira 10 hari (I Samuel 25:38 ), Kira-kira 3 bulan (Kejadian 38:24, Lukas 1:56), kira-kira 12 tahun (Lukas 8:42), kira-kira 30 tahun (Lukas 3:23), kira-kira 100 tahun (Roma 4:19), kira-kira 450 tahun (Kisah Para Rasul 13:20).
Kira-kira 50 kaki (Yohanes 19:39), kira-kira 200 hasta (Yohanes 21:8 ), kira-kira 2000 ekor babi (Markus 5:13), kira-kira 2 mil (Yohanes 11:18 ).
Sebelum mengkritik semestinya penulis diatas menelaah dulu Kitab Sucinya.
Coba bandingkan dengan :
* QS 37:146-147
Dan Kami tumbuhkan untuk dia sebatang pohon dari jenis labu.
Dan Kami utus dia kepada seratus ribu orang atau lebih.
Atau yang berikut ini.
* QS 53:8 - 9
Kemudian dia mendekat, lalu bertambah dekat lagi.
maka jadilah dia dekat (pada Muhammad sejarak) dua ujung busur panah atau lebih dekat (lagi).
Ternyata kitab suci masing-masing mengandung "kira-kira".
50. KESAMAAN ALKITAB DENGAN AL-QUR'AN DAN AL-HADITS
Penting untuk diingat selalu bahwa persamaan antara ajaran/hukum Taurat, Injil, dan Alquran harus dipahami sebagai Firman Allah yang tetap, sedangkan perbedaan ajarannya harus dipahami sebagai nasakh (penggantian/perubahan hukum secara progressif).
Sebaliknya, ajaran Paulus (Kristen) secara tegas menolak hukum Taurat (Galatia 2:16), sehingga dengan demikian, maka penolakan Paulus (Kristen) terhadap hukum Taurat harus dipahami sebagai Pembangkangan terhadap Firman Allah.
Beberapa teks Alkitab di bawah ini memiliki kesamaan atau keserupaan dengan teks Al-Qur'an dan Al-Hadits yang cukup mengagumkan:
1. YESAYA 29:11-12 DENGAN HR. BUKHARI
Maka bagimu penglihatan dari semuanya itu seperti isi sebuah kitab yang termeterai, apabila itu diberikan kepada orang yang tahu membaca dengan mengatakan: "Baiklah baca ini," maka ia akan menjawab: "Aku tidak dapat, sebab kitab itu termeterai"; dan apabila kitab itu diberikan kepada seorang yang tidak dapat membaca dengan mengatakan: "Baiklah baca ini," maka ia akan menjawab: "Aku tidak dapat membaca." (Yesaya 29:11-12)
sama dengan:
Malaikat itu mendekapku (Muhammad) sampai aku sulit bernapas. Kemudian, ia melepaskanku dan berkata, "Bacalah!" Kujawab, "Aku tak dapat membaca." Ia mendekapku lagi hingga aku pun merasa tersesak. Ia melepasku dan berkata, "Bacalah!" dan kembali kujawab, "Aku tak dapat membaca!" Lalu, ketiga kalinya, ia mendekapku seperti sebelumnya, kemudian melepaskanku dan berkata: "baca: QS. 96:1-5" (HR. Bukhari)
Yesaya 29:11-12 tidak menubuatkan adanya Nabi dari kalangan Ismael yang ''tidak dapat membaca'
Ayat tsb harus dibaca yang lebih lengkap hingga ayat 14-nya, jangan cuma ayat 11-12 saja.
* Yesaya 29 : 12-14
29:12 dan apabila kitab itu diberikan kepada seorang yang tidak dapat membaca dengan mengatakan: "Baiklah baca ini," maka ia akan menjawab: "Aku tidak dapat membaca."
29:13 Dan Tuhan telah berfirman: "Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku, dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan,
29:14 maka sebab itu, sesungguhnya, Aku akan melakukan pula hal-hal yang ajaib kepada bangsa ini, keajaiban yang menakjubkan; hikmat orang-orangnya yang berhikmat akan hilang, dan kearifan orang-orangnya yang arif akan bersembunyi.
Jadi ayat diatas adalah merupakan teguran terhadap sikap BEBAL Bani Israel.
Pada Markus 7:6-8 Yesus mengutip Ayat diatas sebagai gambaran Farisiisme . Bahwa adat-istiadat buatan manusia dan perintah manusia yang dihafalkan tidak memiliki wibawa yang sama dengan Firman Allah. Seringkali tokoh agama (orang Farisi/ahli-ahli Taurat) lebih membesarkan adat-istiadat daripada Hukum Allah. Seringkali manusia menyukai upacara keagamaan daripada yang secara batin bersifat susila dan rohani, dan memang banyak orang bersikap demikian dari sejak zaman dahulu hingga sekarang. Tabiat manusia yang demikian pada dasarnya adalah sama pada segala angkatan.
2. YESAYA 60:1 DENGAN QS. 74:1-3
Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu. (Yesaya 60:1)
sama dengan:
"Hai orang yang berselimut (Muhammad), bangkitlah, lalu berilah peringatan, dan Tuhanmu, agungkanlah." (QS. 74:1-3)
Penulis diatas hanya menyamakan 1 kata saja yaitu 'bangkitlah', padahal ada banyak ayat-ayat lain yang memuat kata bangkitlah totalnya ada 93 ayat.
3. YESAYA 40:25 DENGAN QS. 42:11
Dengan siapa hendak kamu samakan Aku, seakan-akan Aku seperti dia? firman Yang Mahakudus. (Yesaya 40:25)
sama dengan:
...Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Melihat. (QS. 42:11)
Yudaisme, Kristen dan Islam mewarisi paham monotheisme Abraham.
4. YESAYA 42:1 DENGAN QS. 25:1
Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa. (Yesaya 42:1)
sama dengan:
Maha Suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan (Al Qur'an) kepada hamba-Nya (Muhammad), agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam. (QS. 25:1)
Tidak ada nubuat Nabi Muhammad dalam Perjanjian Lama
* Yesaya 42:1
Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa.
Al~Qur'an mengamini ayat tersebut untuk Yesus Kristus, coba perhatikan ayat berikut :
* QS 66 : 12
dan (ingatlah) Maryam puteri Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan kedalam rahimnya sebagian dari roh (ciptaan) Kami ; dan dia membenarkan kalimat Tuhannya dan kitab-kitabNya ; dan adalah dia termasuk orang-orang yang taat.
Kata (ciptaan) tidak ada dalam bahasa Arabnya, berarti pengertian yang tepat dari ayat diatas adalah : Yesus adalah sebagian dari Roh Allah SWT, cocok dengan Yes 42 “Aku telah menaruh roh Ku ke atasnya”
Selengkapnya mari kita baca :
* Yesaya 42:1-4
42:1 Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa.
42:2 Ia tidak akan berteriak atau menyaringkan suara atau memperdengarkan suaranya di jalan.
42:3 Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum.
42:4 Ia sendiri tidak akan menjadi pudar dan tidak akan patah terkulai, sampai ia menegakkan hukum di bumi; segala pulau mengharapkan pengajarannya.
Peristiwa babtisan Yesus dalam (Matius 3:15-17, Markus 1:9-11, Lukas 3:21-22 dan Yohanes 1:32-34) ke-4 Kitab Injil menuliskan kisah yang seragam, walaupun ditulis dengan kalimat yang berbeda. Adalah merupakan penggenapan Nubuat pada Yesaya 42:1-4 dan beberapa ayat lain.
5. KEJADIAN 12:2-3 DENGAN QS. 33:56-57
Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat." (Kejadian 12:2-3)
sama dengan:
Sesungguhnya Allah dan malaikat2-Nya bersholawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. Sesungguhnya orang-oang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya, Allah akan melaknatinya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan baginya siksa yang menghinakan. (QS. 33:56-57)
Saya tidak melihat kesamaan ayat-ayat dalam 2 Kitab tersebut :
* Kejadian 12:2-3
12:2 Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.
VE'ESKHA LEGOI {bangsa} GADOL {besar} VAAVAREKHKHA VAAGADLA SHEMEKHA VEHYE BERAKHA {berkat}
12:3 Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat."
VA'AVARKHA MEVARAKHEIKHA UMEKALELKHA AOR VENIVREKHU VEKHA KOL MISHPEKHOT HA'ADAMA
Ayat diatas adalah janji kepada bapa Abraham, penjelasannya :
Ayat 2 : Bangsa (GOI) yang besar (GADOL) mengandung didalamnya daerah dan rakyat. Abraham mendapat berkat ini termasuk kepada 'tanah air' yang lebih baik, yaitu yang 'sorgawi' (Ibrani 11:10, 13-16); Abraham dan keturunannya akan menjadi berkat, berkat ini serupa dengan berkat yang tertulis pada kejadian 1:22,25.
Ayat 3 : 'olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat' atau diberkati (lihat Kisah 3:25; Galatia 3:8 ). Berkat itu diberikan dengan peranrataan Abraham dan keturunannya (bandingkan dengan Kejadian 22:18, Kejadian 26:4; Kejadian 28:14), dan berkat itu adalah berkat Allah.
6. MARKUS 12:29 & ULANGAN 6:4; 32:39 DENGAN QS. 39:4
Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. (Markus 12:29)
Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! (Ulangan 6:4)
Lihatlah sekarang, bahwa Aku, Akulah Dia. Tidak ada Allah kecuali Aku. Akulah yang mematikan dan yang menghidupkan, Aku telah meremukkan, tetapi Akulah yang menyembuhkan, dan seorangpun tidak ada yang dapat melepaskan dari tangan-Ku. (Ulangan 32:39)
sama dengan:
...Maha Suci Allah. Dialah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan. (QS. 39:4)
Abraham (lbrahim)disebut sebagai bapak orang percaya ( Roma 4:11 ) : Agama Yahudi, Kristen dan Islam adalah agama-agama semitik/samawi yang mengikut monoteisme Abraham.
Maka kesamaan ayat diatas tentang 'Tuhan yang Esa' bukanlah hal yang aneh.
Perlu disadari, ketiga agama Semitik/Samawi menyembah El/Allah yang sama yang disembah Abraham/Ibrahim yang sama pula. Yang membedakan adalah pengajaran/aqidah mengenai Allah yang sama itu berbeda.
Agama Yahudi mempercayai Allah Abraham yang memberikan perjanjian melalui Abraham, Ishak dan Yakub (sesuai Tanakh Ibrani).
Agama Kristen percaya juga dan penggenapannya dalam Yesus Kristus (sesuai PL & PB), ini diragukan keotentikannya oleh agama Yahudi.
Agama Islam secara implisit beriman pada kitab-kitab Yahudi & Kristen (QS.2:136) namun secara eksplisit meragukan keotentikannya, dan beriman pada Allah Ibrahim namun juga wahyu yang dipercayai diterima oleh Muhammad. Tetapi wahyu ini diragukan keontentikannya oleh agama Yahudi maupun Kristen.
7. MARKUS 12:31 DENGAN HR. TIRMIDZI
Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri... (Markus 12:31)
sama dengan:
Dari Abdullah bin 'Amru: Rasulullah SAW bersabda: "Orang yang mengasihi akan dikasihi oleh Yang Maha Pengasih. Kasihilah siapapun yang di atas bumi, maka engkau akan dikasihi yang ada di langit..." (HR. Tirmidzi)
Perintah mengasihi telah tertulis dalam Alkitab, jauh sebelum Hadits diatas ditulis. Maka seperti tuduhan penulis diatas sebelumnya tentang PLAGIARISME. Apakah penulis diatas akan menggunakan standard yang sama terhadap hadits diatas? :)
Tuhan Yesus kristus kembali memberikan rumusan yang dikenal sebagai HUKUM KASIH :
* Matius 22:34-40
22:34 Ketika orang-orang Farisi mendengar, bahwa Yesus telah membuat orang-orang Saduki itu bungkam, berkumpullah mereka
22:35 dan seorang dari mereka, seorang ahli Taurat, bertanya untuk mencobai Dia:
22:36 "Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?"
22:37 Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
22:38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
22:39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
22:40 Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."
Tuhan Yesus memberi pengajaran yang sederhana dan jelas; meskipun kelihatannya sederhana, tetapi hukum diatas mencakup seluruh hukum Taurat!
Bahwa jika kita mengasihi Allah, maka kita akan melakukan prinsip-prinsip bahwa TUHAN adalah satu-satunya sesembahan kita, dan pelaksanaan ini akan selaras dengan hukum ke1-5 dalam Dasa Titah.
Jika kita mengasihi sesama, tentu kita tidak boleh membunuh (hukum ke 6); berzinah (hukum ke 7) dan seterusnya. Dan semuanya akan selaras dengan (hukum 6-10)
10 Hukum yang menulis ”Jangan ini, jangan itu” harus kita akui, memang cenderung negatif. Ini berbeda gaya dengan apa yang dirumuskan Yesus tentang Hukum Kasih yang lebih positif ”Hendaklah begini atau begitu”. Dasa Titah memberi peringatan bahwa orang telah salah jalan, sedangkan Hukum Kasih memberi petunjuk, ke mana orang mesti putar haluan.
Tuhan Yesus merangkum 10 Hukum/ Dasa Titah itu menjadi 2 point yang sederhana. Pelaksanaan Hukum Kasih sudah mencerminkan seluruh hukum Taurat (ayat 40).
8. ULANGAN 19:21 DENGAN QS. 5:45
Janganlah engkau merasa sayang kepadanya, sebab berlaku: nyawa ganti nyawa, mata ganti mata, gigi ganti gigi, tangan ganti tangan, kaki ganti kaki." (Ulangan 19:21)
Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi. (Matius 5:38 )
sama dengan:
Dan Kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (At Taurat) bahwasanya nyawa (dibalas) dengan nyawa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka luka (pun) ada kisasnya. Barangsiapa yang melepaskan (hak kisas) nya, maka melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa baginya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim.(QS. 5:45)
Alkitab ditulis lebih dahulu daripada Al~Qur'an.
Hukum lex talionis (Ulangan 19:21) ini telah direformulasi ulang oleh Tuhan Yesus Kristus :
* Matius 5:38
"Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi. Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu. Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil. Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu
Tidak selesai sampai disitu, Tuhan Yesus kristus kembali memberikan rumusan baru yang dikenal sebagai HUKUM KASIH yang sudah dijelaskan diatas.
9. KELUARAN 34:8-9, MATIUS 26:39 & LUKAS 22:41 DENGAN HR. MUSLIM
Segeralah Musa berlutut ke tanah, lalu sujud menyembah serta berkata (berdoa): ... (Keluaran 34:8-9)
Maka Ia (Yesus) maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: ... (Matius 26:39)
Kemudian Ia (Yesus) menjauhkan diri dari mereka kira-kira sepelempar batu jaraknya, lalu Ia berlutut dan berdoa, kata-Nya: ... (Lukas 22:41)
sama dengan:
Dari Abi Hurairah: bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Sedekat-dekatnya seorang hamba dari Tuhannya ketika dia sedang sujud, maka perbanyaklah doa." (HR. Muslim)
Umat Kristiani dalam berdoa, meski tidak ada perintah khusus tentang cara dan koreografinya, bukan berarti umat Kristen tidak boleh bersujud ketika berdoa. Tetapi rumusan doa yang terpenting adalah aspek rohaninya, bukan tingkah lagu agamawi yang sifatnya ragawi.
Definisi doa adalah adalah sebagai berikut : Hubungan persekutuan dengan Allah di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Atau lebih tepatnya Doa adalah komunikasi pribadi dengan Allah.
Prinsip yang mendasarinya adalah prinsip kekudusan bukan tingkah laku agamawi. "Sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada permohonan (doa) mereka..." (1 Petrus. 3:12).
Doa disini adalah menekankan aspek rohani-nya buka jasmaninya (tata cara berdoa). Berdoa yang benar adalah : berdoa dalam roh dan kebenaran, bukan rutinitas dan tata cara jasmaniah, bukan pula ketentuan jumlah berdoa dalam satu hari; tidak terbatas pada ruang dan waktu; tidak harus memakai pakaian tertentu; Kita bisa setiap saat berdoa! inilah the simplicity of the Gospel!
10. MAZMUR 84:10 DENGAN HR. MUSLIM
Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain; lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku dari pada diam di kemah-kemah orang fasik. (Mazmur 84:10)
sama dengan:
Rasulullah bersabda: "Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) seribu kali lebih baik dari lainnya kecuali masjid al-Haram." (HR. Muslim)
Kalau persamaannya didasarkan kepada kata seribu saja, tentu ada banyak ayat-ayat lain yang mirip-mirip, bahkan dari Kitab Suci agama non-samawi sekalipun :).
Baca selengkapnya Mazmur 84:10-13
"Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain; lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku dari pada diam di kemah-kemah orang fasik. Sebab TUHAN Allah adalah matahari dan perisai; kasih dan kemuliaan Ia berikan; Ia tidak menahan kebaikan dari orang yang hidup tidak bercela. Ya TUHAN semesta alam, berbahagialah manusia yang percaya kepada-Mu!"
Konteks ayat-ayat diatas adalah raja (Daud) yang merupakan wakil TUHAN membawakan doa-doa pada hari raya itu untuk keseimbangan nasional kerajaannya. Bahwa pemazmur ingin bertahan dalam kenikmatan rohani, yaitu menikmati persekutuannya dengan Allah. Persekutuan dengan Allah inimelahirkan keriangan bukan karena bangunan/gedung tetapi karena Allah hadir yang diumpamakan sebagai Matahari dan Perisai, karuniaNya yang berkelimpahan.
11. YOHANES 5:30 DENGAN QS. 5:117
Aku (Yesus) tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia (Allah) yang mengutus Aku. (Yohanes 5:30)
sama dengan:
Aku (Yesus) tidak pernah mengatakan kepada mereka (Bani Israel) kecuali apa yang Engkau (Allah) perintahkan kepadaku (mengatakannya) yaitu: "Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu", dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu. (QS. 5:117)
Yesus dalam tugasNya dibumi juga berperan sebagai Seorang Nabi. Hal ini sudah dijelaskan pada TANGGAPAN 9, cuplikannya demikian :
Yesus Kristus adalah "Allah" yang menyatakan diri-Nya dalam wujud manusia.
* 1 Timotius 3:16,
"Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: 'Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah; yang dipercayai di dalam dunia, diangkat dalam kemuliaan.'"
Itulah bedanya Yesus Kristus dengan manusia lain. Dia adalah manusia seutuhnya, dan Allah sepenuhnya. Dia adalah anak Allah, anak manusia, nabi, utusan Allah, hamba Allah, Sang Firman, bahkan Allah itu sendiri.
Dalam jabatanNya sebagai utusan, Yesus juga berperan sebagai Nabi
* Yohanes 17:3
Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.
Yesus mempunyai gelar Mesias, Raja, Iman dan Nabi dan hal tersebut tidak boleh dipisahkan.
Nabi = Utusan Allah --> Yesus adalah Utusan.
Yang mengutus memiliki kedudukan yang lebih tinggi, itu betul, tetapi dari segi hakekat, mereka itu sama. Ayah dapat mengutus anaknya pergi ke warung untuk berbelanja, namun hakekat sang anak tetap tidak berubah, ia tetap sebagai manusia, tidak berubah hakekat menjadi kambing atau kucing.
Demikian pula dengan Yesus Kristus, secara hakekat Dia adalah "Allah".
ALLAH MENGUTUS ALLAH :
Bapa mengutus Yesus Kristus sama halnya Allah mengutus Sang Firman, jadi bisa diartikan Allah mengutus Allah (baca selengkapnya Injil Yohanes pasal 1).
Dalam pemikiran Yudaisme, jika seseorang berkata, maka perkataannya merupakan utusannya. Pemikiran inilah -- Allah berfirman maka Dia mengutus Firman-Nya untuk melaksanakan kehendak-Nya.
Bandingkan dengan :
* Yesaya 55:11,
"demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya."
"KEN {demikian} YIHYEH {ia akan menjadi} DEVARI {firman-Ku} 'ASYER {yang} YETSE' {ia keluar} MIPI {dari mulut-Ku} LO'-YASYUV {tidak ia akan kembali} 'ELAY {kepada-Ku} REYQAM {sia-sia} KI {bahwa} 'IM-'ASAH {ia akan melaksanakan} 'ET-'ASYER {yang} KHAFATSTI {Aku berkenan} VEHITSLIAKH {dan ia berhasil} 'ASYER {yang} SYELAKHTIV {Aku utus kepadanya}"
Perhatikan bahwa "firman-Ku" itu selanjutnya menggunakan kata ganti orang ketiga. Selanjutnya perhatikan kata "SYELAKHTIV". Kata ini berasal dari kata "SYALAKH", "mengutus" seperti Nuh "mengutus" seekor burung gagak dan merpati saat air bah, Tuhan "mengutus" malaikat-Nya (Kejadian 24:7), dan ini salah satu ayat populer dengan kata "SYALAKH".
* Keluaran 3:14,
"Firman Allah kepada Musa: 'AKU ADALAH AKU.' Lagi firman-Nya: 'Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah 'MENGUTUS' (SYALAKH) aku kepadamu."
"VAYO'MER 'ELOHIM 'EL-MOSYEH 'EHYEH 'ASYER 'EHYEH VAYO'MER KOH TO'MAR LIVNEY YISRA'EL 'EHYEH SYELAKHANI 'ALEYKHEM"
Bukankah Allah dapat "mengutus" firman-Nya seperti Yesaya 55:11 di atas?
12. IMAMAT 19:20 DENGAN QS. 4:25
Apabila seorang laki-laki bersetubuh dengan seorang perempuan, yakni seorang budak perempuan yang ada di bawah kuasa laki-laki lain, tetapi yang tidak pernah ditebus dan tidak juga diberi surat tanda merdeka, maka perbuatan itu haruslah dihukum; tetapi janganlah keduanya dihukum mati, karena perempuan itu belum dimerdekakan. (Imamat 19:20)
sama dengan:
...dan apabila mereka (budak-budak perempuan) telah menjaga diri dengan kawin, kemudian mereka melakukan perbuatan yang keji (zina), maka atas mereka separo hukuman dari hukuman wanita-wanita yang bersuami... (QS. 4:25)
Memang ada beberapa saja kesamaan hukum Taurat dengan hukum-hukum Islam, diantaranya ayat diatas, sebagian kecil hukum tentang haram/halal nya makanan, peraturan haid wanita dan sebagian tentang hukum waris, lain-lain.
Tetapi Hukum Taurat ditulis oleh Musa 2000tahun lebih sebelum era Muhammad.
51. KOREKSI KITAB KEJADIAN 22:1-18
Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu." .... kata-Nya: "Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri--demikianlah firman TUHAN--:Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku, maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya. Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku." (Kejadian 22:2,16-18 )
b]Mengapa nama ISHAK disebut 'the only son' dalam Kejadian 22:2?[/b]
Mari kita baca ayat yang sudah ditulis sebelumnya. Istilah itu mengacu pada ayat ini :
* Kejadian 21:12
LAI TB, Tetapi Allah berfirman kepada Abraham: "Janganlah sebal hatimu karena hal anak dan budakmu itu; dalam segala yang dikatakan Sara kepadamu, haruslah engkau mendengarkannya, sebab yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak."
KJV, And God said unto Abraham, Let it not be grievous in thy sight because of the lad, and because of thy bondwoman; in all that Sarah hath said unto thee, hearken unto her voice; for in Isaac shall thy seed be called.
Hebrew,
ืַืֹּืืֶืจ ืֱืֹืִืื ืֶื־ืַืְืจָืָื ืַื־ืֵืจַืข ืְּืขֵืื ֶืืָ ืขַื־ืַื ַּืขַืจ ืְืขַื־ืֲืָืชֶืָ ืֹּื ืֲืฉֶׁืจ ืชֹּืืַืจ ืֵืֶืืָ ืฉָׂืจָื ืฉְׁืַืข ืְּืงֹืָืּ ืִּื ืְืִืฆְืָืง ืִืงָּืจֵื ืְืָ ืָืจַืข׃
Translit, VAYO'MER 'ELOHIM 'EL-'AVRAHAM 'AL-YERA' BE'EYNEYKHA 'AL-HANA'AR VE'AL-'AMATEKHA KOL 'ASYER TO'MAR 'ELEYKHA SARAH SYEMA' BEQOLรH KI VEYITSKHAQ YIQARE' LEKHA ZARA'
Padahal dalam Tawarikh Ismael diakui juga sebagai anak Abraham :
* 1 Tawarikh 1:28
LAI TB, Anak-anak Abraham ialah Ishak dan Ismael.
KJV, The sons of Abraham; Isaac, and Ishmael.
Hebrew,
ืְּื ֵื ืַืְืจָืָื ืִืฆְืָืง ืְืִืฉְׁืָืขֵืื׃ ืก
Translit, BENEY 'AVRAHAM YITSKHAQ VEYISYMA'E'L
Ungkapan "yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak", 'KI VEYITSKHAQ YIKARE LEKHA ZARA' dapat dibandingkan dengan penjelasan berikut ini:
* Roma 9:7-8,
"dan juga tidak semua yang terhitung keturunan Abraham adalah anak Abraham, tetapi: 'Yang berasal dari Ishak yang akan disebut keturunanmu.' Artinya: bukan anak-anak menurut daging adalah anak-anak Allah, tetapi anak-anak perjanjian yang disebut keturunan yang benar."
Jadi, Kejadian 21:12 lebih menekankan sisi moral dan religius ketimbang keturunan langsung secara fisik.
Sekarang kita kaji ayat mengenai 'anakmu yang tunggal ' dalam bahasa aslinya :
* Kejadian 22:2
LAI TB, Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu."
KJV, And he said, Take now thy son, thine only son Isaac, whom thou lovest, and get thee into the land of Moriah; and offer him there for a burnt offering upon one of the mountains which I will tell thee of.
Hebrew,
ืַืֹּืืֶืจ ืงַื־ื ָื ืֶืช־ืִּื ְืָ ืֶืช־ืְืִืืְืָ ืֲืฉֶׁืจ־ืָืַืְืชָּ ืֶืช־ืִืฆְืָืง ืְืֶืְ־ืְืָ ืֶื־ืֶืจֶืฅ ืַืֹּืจִืָּื ืְืַืขֲืֵืืּ ืฉָׁื ืְืขֹืָื ืขַื ืַืַื ืֶืָืจִืื ืֲืฉֶׁืจ ืֹืַืจ ืֵืֶืืָ׃
Translit, VAYO'MER QAKH-NA' 'ET-BINKHA 'ET-YEKHIDKHA 'ASYER-'AHAVTA 'ET-YITSKHAQ VELEKH-LEKHA 'EL-'ERETS HAMORรYรH VEHA'ALรHร SYรM LE'OLรH 'AL 'AKHAD HEHARIM 'ASYER 'OMAR 'ELEYKHA
* Kejadian 22:16
LAI TB, kata-Nya: "Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri -- demikianlah firman TUHAN --: Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku,
KJV, And said , By myself have I sworn , saith the LORD, for because thou hast done this thing, and hast not withheld thy son, thine only son:
Hebrew,
ืַืֹּืืֶืจ ืִּื ื ִืฉְׁืַּืขְืชִּื ื ְืֻื־ืְืืָื ืִּื ืַืขַื ืֲืฉֶׁืจ ืขָืฉִׂืืชָ ืֶืช־ืַืָּืָืจ ืַืֶּื ืְืֹื ืָืฉַׂืְืชָּ ืֶืช־ืִּื ְืָ ืֶืช־ืְืִืืֶืָ׃
Translit, VAYOMER BI' NISYBATI NE'UM-YEHOVAH KI YA'AN ASYER 'ASITA 'ET-HADAVAR HAZEH VELO KHASAKHTA 'ET-BINKHA 'ET-YEKHIDEKHA
* Kejadian 22:18
LAI TB, Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku."
KJV, And in thy seed shall all the nations of the earth be blessed ; because thou hast obeyed my voice.
Hebrew,
ืְืִืชְืָּืจֲืืּ ืְืַืจְืขֲืָ ืֹּื ืֹּืืֵื ืָืָืจֶืฅ ืขֵืงֶื ืֲืฉֶׁืจ ืฉָׁืַืขְืชָּ ืְּืงֹืִื׃
Translit, [color=olive]VEHITBARAKHU VEZARAKHA KOL GOYEI HA'ARETS EKEV 'ASYER SYAMATA BEKOLI
"ET-BINKHA ET-YEKHIDEKHA", anakmu yang tunggal
ืื ื - BINKHA (anakmu/ your son) dari kata asal ืื - BEN, menurut Leksikon Ibrani :
son, grandson, child,
son, male child
grandson
children (pl. - male and female)
youth, young men (pl.)
young (of animals)
sons (as characterisation, i.e. sons of injustice [for un- righteous men] or sons of God [for angels]
people (of a nation) (pl.)
of lifeless things, i.e. sparks, stars, arrows (fig.)
a member of a guild, order, class
ืืืืื - YEKHIDEKHA dari kata ืืืื - YAKHID, menurut leksikon Ibrani, artinya :
only, only one, solitary, one
only, unique, one
solitary
only begotten son subst
one
Anak yang dikorbankan dinyatakan sebagai the only son of Abraham atau "anak tunggal Abraham", sebagaimana dinyatakan dalam versi Jewish Publication Society. Tapi dalam terjemahan Yahudi terakhir telah diubah menjadi the favored son of Abraham atau "anak kesayangan Abraham". Tapi, naskah Ibrani menyebutnya yehidika yang merupakan bentuk kata benda dari yahid. Yahid dalam bahasa Ibrani berarti wahid dalam bahasa Arab. Kedua macam kata tersebut artinya sama, yakni: sole, single, only, only one atau "sendiri, tunggal, hanya, hanya satu", seperti terdapat dalam Shilo Hebrew Dictionary.
Dengan demikian the only son of Abraham haruslah berarti Ismail, bukan Ishak karena Ishak tidak pernah menjadi the sole son of Abraham (anak tunggal Abraham) atau the only son of Abraham (satu-satunya anak Abraham). Namun, sementara mengakui bahwa yehidika berarti only son (satu-satunya anak), beberapa tafsir Yahudi memaksa mengartikan bahwa the only son mengacu pada Ishak karena menganggap bahwa Ismail adalah anak yang tidak sah atau anak haram, sehingga Ishak dengan demikian the only real son (satu-satunya anak yang sah) dari Abraham. Tapi, Taurat dari Bibel mengatakan:
Sudah dijelaskan diatas Untuk kata ืืืื - YAKHID dan pengertian 'anak yang tunggal' melalui pengertian ayat dalam Kejadian 21:12.
Alkitab dengan jelas menulis nama "Ishak" yang hendak dikorbankan, sedangkan saya tidak menemukan nama "Ismael" dalam Al~Qur'an yang akan dikorbankan.
Tanya : mengapa nama Ismael tidak ditulis di sana?
Ada beberapa yang menjadi dasar penyebutan "anak tunggal" :
1. Ishak dikatakan "anak tunggal" karena pada saat itu tidak ada anak lain lagi, lihat Kejadian 21:14 yaitu peristiwa sebelum terjadinya "pengorbanan-anak" ini, bahwa Hagar dan Ismael sudah "diusir" dari rumah Abraham.
2. Ishak disebut "anak tunggal" karena Allah menetapkan yang menjadi keturunan Abraham Adalah yang berasal dari Ishak (Kejadian 21:12).
Saya mengerti, Iman Muslim meyakini ISMAEL, yang dikorbankan
Tetapi saya pikir tidak usah diperdebatkan, sebab akhirnya Allah menyediakan seekor domba jantan yang digunakan sebagai kurban sebagai ganti anaknya. (Kejadian 22: 12-13)
Artinya : dua-duanya tidak jadi dikorbankan (bukan Ishak, bukan pula Ismael) tetapi DOMBA.
Jadi Sarai, isteri Abram itu, mengambil Hagar, hambanya, orang Mesir itu, --yakni ketika Abram telah sepuluh tahun tinggal di tanah Kanaan--,lalu memberikannya kepada Abram, suaminya, untuk menjadi isterinya. (Kejadian 16:3)
Karena Hagar menjadi isteri kedua dari Abraham, maka tidak bisa Ismail dikatakan sebagai "anak haram". Seorang laki-laki tidak mungkin mau menganggap anak-anaknya yang lahir dari isterinya sebagai anak haram. Lebih jauh mengenai Ismail, Tuhan berfirman, "ia akan Kuberkati ... dan Aku akan membuatnya menjadi bangsa yang besar." (Kejadian 17:20). Dalam Kejadian 17:23,25-26 dikatakan, "Setelah itu Abraham memanggil Ismael, anaknya ... Dan Ismael, anaknya, berumur tiga belas tahun ketika dikerat kulit khatannya. Pada hari itu juga Abraham dan Ismael, anaknya, disunat." Akhirnya ketika Abraham telah wafat, Bibel berkata, "Dan anak-anaknya, Ishak dan Ismael, menguburkan dia dalam gua Makhpela..." (Kejadian 25:9). Bibel menerangkan secara tegas bahwa Ismail sepenuhnya anak Abraham, dan bukan anak haram dengan alasan apapun!
Sebenarnya ada kesalahpahaman dari kalangan Muslim, Yahudi dan Kristen tentang Ismael.
Alkitab dengan jelas menulis meskipun Abraham mempunyai banyak putra lain, namun hanya Ismael dan Ishak yang mendapat keistimewaan sebagai sebutan putra.
* 1 Tawarikh 1:28
LAI TB, Anak-anak Abraham ialah Ishak dan Ismael.
KJV, The sons of Abraham; Isaac, and Ishmael.
Hebrew,
ืְּื ֵื ืַืְืจָืָื ืִืฆְืָืง ืְืִืฉְׁืָืขֵืื׃ ืก
Translit, BENEY 'AVRAHAM YITSKHAQ VEYISYMA'E'L
Selanjutnya, ada yang menafsirkan Ishak dan Ismail kemudian menjadi seteru. Anggapan itu keliru, sebab kedua saudara itu sama-sama memakamkan ayah mereka (lihat Kejadian 25:9). Dalam budaya Yahudi itu merupakan tanda keakraban saudara sedarah. Juga keturunan mereka tidak berseteru. Seorang keturunan Ismail menjadi panglima pasukan Daud (lihat 2 Samuel17:25), seorang lagi menjadi kepala pengawas unta-unta keluarga raja Daud (lihat 1 Tawarikh 27:30).
Dijelaskan di Artikel : ISMAEL – KELEDAI LIAR, di viewtopic.php?p=559#559
Sejarah Yahudi menunjukkan bahwa keturunan Ismail pada umumnya diterima baik sebagai bagian anak bangsa. Namun ada saja orang berprasangka.
Kitab Kejadian secara eksplisit menghargai Ismail dalam sejarah Yahudi, dengan mencatat bahwa Ismail disunat bersamaan dengan Abraham (lihat Kejadian 17:26). Alkitab juga mencatat bahwa janji berkat Allah berlaku atas Ismail (lihat Kejadian 21:3) lalu menyimpulkan pasal itu dengan ungkapan "Allah menyertai anak ini" (Kejadian 21:20).
Amin.
(...BERSAMBUNG...)
fm:
http://www.sarapanpagi.org/kebohongan-kristen-vf35-50.html
dan
http://www.sarapanpagi.org/kebohongan-kristen-vf35.html
* Matius 1:20
Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.
Lukas 1:41
Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus,
gampang saja : kita melihat disini Elizabeth dipenuhi dengan Roh Kudus; perbedaannya dengan Maria adalah dia mengandung seorang Anak dari benih Roh Kudus
Apa yang dialami oleh Elisabet dialami pula oleh semua orang percaya --> Roma 8:14 Semua orang yang dipimpin Roh Allah (Kudus) adalah anak Allah.
Tetapi apa yang dialami Maria tidak dialami oleh orang lain, yaitu mengandung dari benih Roh Kudus
Matius 1:18
"Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut : Pada waktu Maria, ibuNya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami istri"
12. Jika Yesus adalah Tuhan oleh karena ia memiliki mukjizat yang mampu menghilangkan berbagai penyakit dan mampu menghidupkan orang mati, mengapa Musa yang memiliki mukjizat jauh lebih dahsyat dari Yesus tidak menjadi Tuhan?
Lalu Musa mengulurkan tongkatnya ke langit, maka TUHAN mengadakan guruh dan hujan es, dan apipun menyambar ke bumi, dan TUHAN menurunkan hujan es meliputi tanah Mesir. Dan turunlah hujan es, beserta api yang berkilat-kilat di tengah-tengah hujan es itu, terlalu dahsyat, seperti yang belum pernah terjadi di seluruh negeri orang Mesir, sejak mereka menjadi suatu bangsa. (Keluaran 9:23-24)
Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman itu TUHAN menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, membuat laut itu menjadi tanah kering; maka terbelahlah air itu. Demikianlah orang Israel berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering; sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka. (Keluaran 14:21-22)
Yesus Kristus tidak disebut sebagai Tuhan oleh karena mujizat-mujizatNya, Yesus adalah Tuhan sebab Dia lahir dari benih Roh Allah.
13. Jika Yesus adalah Tuhan oleh karena ia seorang Kristus (Mesias), mengapa kristus-kristus lain tidak menjadi Tuhan?
Kristus-kristus lain dalam Alkitab: Daud Kristus (Mazmur 2:2), Koresh Kristus (Yesaya 45:1), Saul Kristus (1 Samuel 10:1), Harun Kristus (Imamat 8:12), Elisa Kristus (1 Raja-raja 19:16), dan Salomo Kristus (1 Raja-raja 1:39). Kristus (Yunani) = Mesias (Ibrani) = Yang diurapi.
MESIAS :
"Mesias", Ibrani "MASYIAKH", Aram "MESIHA", Arab "MASIH" artinya "yang diurapi".
Isa Al-Masih menunjukkan bahwa Isa itu "Yang Diurapi" dalam urutan nabi-nabi dalam agama samawi lainnya, hanya Isa yang mempunyai gelar "Al-Masih".
Saya membandingkan kata "MASYIAKH" dengan Al-Masih karena berasal dari rumpun bahasa yang sama.
Sebagai Anak Allah, Yesus Kristus adalah "Mesias" (Ibrani: MASYIAKH, "yang diurapi")
* Matius 16:16,
"Maka jawab Simon Petrus: 'Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!'"
"APOKRITHEIS DE SIMON PETROS EIPEN SU EI HO KHRISTOS HO HUIOS TOU THEOU TOU ZONTOS"
Sebenarnya manusia dapat saja mengenal dengan pengertian mengetahui keberadaan Allah, namun sulit bagi manusia untuk "memahami" Allah.
--------------
Kata "Mesias" untuk manusia (lain)?
Mari kita kaji :
* Yesaya 45:1
LAI : Beginilah firman TUHAN: "Inilah firman-Ku kepada orang yang Kuurapi, kepada Koresh yang tangan kanannya Kupegang supaya Aku menundukkan bangsa-bangsa di depannya dan melucuti raja-raja, supaya Aku membuka pintu-pintu di depannya dan supaya pintu-pintu gerbang tidak tinggal tertutup:
KJV : Thus saith the LORD to his anointed, to Cyrus, whose right hand I have holden, to subdue nations before him; and I will loose the loins of kings, to open before him the two leaved gates; and the gates shall not be shut;
KO-AMAR ADONAI LIMSHIKHO LEKHORESH ASHER-HEKHEZAKTI VIMINO LERAD-LEFANAV GOYIM UMATNEI MELAKHIM AFATEAKH LIFTOAKH LEFANAV DELATAYIM USHEARIM LO YISAGERU
* Mazmur 2:2
LAI : Raja-raja dunia bersiap-siap dan para pembesar bermufakat bersama-sama melawan TUHAN dan yang diurapi-Nya
KJV : The kings of the earth set themselves, and the rulers take counsel together, against the LORD, and against his anointed, saying,
YITYATSVU MALKHEI-ERETS VEROZNIM NOSDU-YAKHAD AL-YEHOVA VEAL-MESHIKHO
Yang Kuurapi adalah dasar dari gelar Mesias; tapi penggunaannya dalam PL adalah umum, terutama bagi raja-raja yang diurapi oleh Allah (misalmnya Saul dalam 1 Samuel 24:6-7). Disini ditekankan bahwa Koresh diangkat dan diperlengkapi untuk tugas yang agung dan mengalahkan raja-raja.
Apalagi dalam ayat diatas pengunaan kata urapan diatas tidak menggunakan kata "Mashiakh" sebagai suatu gelar, tetapi menggunakan kata "LIMSHIKHO" (yes 45:1) dan "MESHIKHO" (Maz 2:2) yang menunjukkan pribadi yang diurapiNya. Pada konteks ayat-ayat tersebut urapan itu diberikan kepada orang-orang yang dipilih Allah untuk diurapiNya.
Sedangkan Gelar Mesias bagi Yesus dijelaskan sbb :
Nama "Kristus" adalah persamaan "Mesias" dalam bahasa Yunani, sehingga nama Yesus Kristus sungguh berarti "Yesus Sang Mesias", atau "Yesus yang Diurapi". Mereka mengajarkan kebenaran ini dengan keyakinan dan kekuatan bahwa tidak hanya orang Yahudi tetapi, kemudian, orang-orang di seluruh dunia, percaya kepada Yesus, sebagai Kristus dan juga sebagai Tuhan dan Penyelamat semua orang.
Nubuat-nubuat dalam Perjanjian Lama mengenai Mesias secara unik tergenapi dalam diri Yesus Kristus. Ada ratusan nubuat mengenai hal ini, sehingga kemungkinan bahwa nubuat tersebut digenapi secara kebetulan pada satu orang biasa sangatlah bertentangan dengan hukum probabilitas.
Beberapa dari nubuat tersebut sangatlah sulit digenapi, seolah-olah tidak dapat dipenuhi oleh seorang pun yang hidup setelah abad pertama Masehi. Sebagai contoh, Yakub mengatakan, dalam Keluaran 49:10, "Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda, ataupun lambang pemerintahan dari antara kakinya, sampai Shiloh datang." Nama "Shiloh" adalah gelar untuk Mesias, dan nubuat menyatakan bahwa suku Yehuda akan tetap menjadi pemimpin bangsa di Israel, secara khusus menghasilkan raja-raja mereka, sampai Mesias datang. Nubuat sudah digenapi sebelum kehancuran Yehuda dan Yerusalem pada tahun 70 Masehi, ketika semua tongkat kerajaan telah meninggalkan Yehuda.
Janji juga diberikan kepada Raja Daud bahwa Mesias akan datang sebagai salah satu keturunannya, sebagai Raja abadi, seperti dikatakan Tuhan, "Dialah yang akan mendirikan rumah bagi nama-Ku dan aku akan mengokohkan tahta kerajaannya untuk selama-lamanya" (II Samuel 7:13). Yesaya mengatakan, "Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai (yaitu ayah Daud), dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah" (Yesaya 11:1). Ini adalah nama yang lain lagi untuk Mesias, dan menunjukkan bahwa, bahkan setelah pohon keluarga Isai terputus, masih ada satu cabang (taruk) yang tumbuh dari tunggulnya. Ternyata cabang terakhir yang muncul dari silsilah ini akhirnya terbukti merupakan Mesias terjanji!
Ini digenapi secara unik dalam diri Yesus. Ayah angkatnya, Yusuf, adalah keturunan Daud melalui Salomo dan karenanya mempunyai hak atas tahta (Matius 1:1-16). Ibunya, Maria, juga keturunan Daud melalui Nathan, seperti dijelaskan dalam silsilah dalam Lukas 3:23-31.
Andai saja silsilah Yesus tidak memenuhi kriteria itu tentu saja semua catatan silsilah akan segera dihancurkan setelahnya. Tetapi kenyataannya tidak demikian, silsilah itu memberikan bukti bahwa nubuat-nubuat itu tergenapi.
Nubuat yang lebih menusuk terdapat dalam Daniel 9:24-27. Dalam ayat itu Daniel menyatakan secara eksplisit bahwa Mesias akan datang 69 "sabat" (yaitu, 69 tahun sabat - atau total 483 tahun) setelah dekrit yang diberikan untuk membangun kembali Yerusalem, yang saat itu tinggal reruntuhan setelah Nebukadnezar, raja Babilonia, menghancurkannya.
Dekrit semacam itu diberikan kemudian oleh kaisar Persia. Walaupun tanggal yang pasti dari dekrit itu tidak diketahui dengan jelas, tanggal terakhir dari nubuat pasti suatu waktu dalam abad pertama Masehi. Sesungguhnya, hal itu pasti terjadi sebelum penghancuran kota dan Bait Allah oleh Romawi pada tahun 70 Masehi, sebab nubuat mengatakan secara eksplisit: "Setelah keenam puluh dua kali tujuh masa itu akan disingkirkan seorang Mesias, padahal tidak ada salahnya apa-apa; maka datanglah rakyat seorang raja memusnahkan kota dan tempat kudus itu" (Daniel 9:26). Bukan saja Mesias pasti datang sebelum pemusnahan kota ini, tetapi juga disebutkan bahwa Dia "disingkirkan", ditolak atau dibunuh, sebelum pemusnahan itu.
Sangat jelas bahwa tidak ada orang lain selain Yesus yang dapat menggenapi semua nubuat itu. Nubuat-nubuat tersebut jelas tidak memungkinkan Mesias di masa mendatang, kecuali bahwa harapan itu akan dipenuhi pada kedatangan kembali Kristus.
Dan kemudian, tentu saja, masih ada ratusan nubuat yang lain, semuanya tergenapi dalam diri Yesus Kristus: kelahiran-Nya dari seorang perawan (Yesaya 7:14); kelahiran-Nya di Betlehem (Mikha 5:2); kematian-Nya yang dikorbankan (Yesaya 53:5); penyaliban-Nya (Mazmur 22:14-18 ); kebangkitan badan-Nya (Mazmur 16:10); dan banyak lainnya. Semua itu bersatu dalam kesaksian mereka bahwa "Yesus adalah Kristus, Putra Allah" (Yohanes 20:31).
Kemungkinan bahwa ratusan prediksi yang begitu rinci, masing-masing saling tidak berhubungan, dapat tergenapi secara bersamaan dalam diri satu orang, amat sangat tidak mungkin terjadi, terutama dari pandangan mukjizat alami yang menyertai banyak di antaranya (yaitu, kelahiran dari seorang perawan, kebangkitan, dll.). Tidak ada kesimpulan yang rasional yang mungkin kecuali bahwa Yesus adalah semua yang dikatakan-Nya - Mesias, Penebus, Tuhan dan Allah.
14. Jika Yesus adalah Tuhan bagi ajaran Paulus, mengapa Yesus memerintahkan untuk menegakkan hukum Musa yang notabene bertentangan dengan ajaran Paulus?
"Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku (Yesus) datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga. Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. (Matius 5:17-20)
TUHAN YESUS KRISTUS MENGGENAPI HUKUM TAURAT
ada 4 pengertian "menggenapi" yang berkaitan dengan hal ini.
I. Menggenapi semua nubuatan mengenai diriNya dalam kitap Taurat, Nabi-nabi dan Mazmur.
* Lukas 24:44
Ia berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur."
* Matius 1: 22-23
Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" --yang berarti: Allah menyertai kita. --> Yesaya 7 : 14
* Matius 2:14-15
Maka Yusufpun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir, dan tinggal di sana hingga Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku." --> Hosea 11:1
* Matius 2:17:18
Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yeremia: "Terdengarlah suara di Rama, tangis dan ratap yang amat sedih; Rahel menangisi anak-anaknya dan ia tidak mau dihibur, sebab mereka tidak ada lagi." --> Yeremia 31: 15
* Matius 4: 13-16
Ia meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali, supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: "Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain, -- bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang." Yesaya 8: 23 - 9:1
* Matius 8:17
Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: "Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita." Yesaya 53:4
* Matius 12: 16-21
Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia, supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya:
"Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa. Ia tidak akan berbantah dan tidak akan berteriak dan orang tidak akan mendengar suara-Nya di jalan-jalan. Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang. Dan pada-Nyalah bangsa-bangsa akan berharap." Yesaya 42 : 1-4
* Matius 21: 4-5
Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi: "Katakanlah kepada puteri Sion: Lihat, Rajamu datang kepadamu, Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda." Zakharia 9:9
* Kisah Para Rasul 13:35
telah digenapi Allah kepada kita, keturunan mereka, dengan membangkitkan Yesus, seperti yang ada tertulis dalam mazmur kedua: Anak-Ku Engkau! Aku telah memperanakkan Engkau pada hari ini. Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati dan Ia tidak akan diserahkan kembali kepada kebinasaan. Hal itu dinyatakan oleh Tuhan dalam firman ini: Aku akan menggenapi kepadamu janji-janji yang kudus yang dapat dipercayai, yang telah Kuberikan kepada Daud.
Sebab itu Ia mengatakan dalam mazmur yang lain: Engkau tidak akan membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan.
* Yohanes 13:18.
Bukan tentang kamu semua Aku berkata. Aku tahu, siapa yang telah Kupilih. Tetapi haruslah genap nas ini: Orang yang makan roti-Ku, telah mengangkat tumitnya terhadap Aku. --> Mazmur 41: 10
* Yohanes 18:32
Demikian hendaknya supaya genaplah firman Yesus, yang dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana caranya Ia akan mati.
* Yohanes 19:24
Karena itu mereka berkata seorang kepada yang lain: "Janganlah kita membaginya menjadi beberapa potong, tetapi baiklah kita membuang undi untuk menentukan siapa yang mendapatnya." Demikianlah hendaknya supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci: "Mereka membagi-bagi pakaian-Ku di antara mereka dan mereka membuang undi atas jubah-Ku." Hal itu telah dilakukan prajurit-prajurit itu. --> Mazmur 22:19
* Yohanes 19:28
Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia--supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci--:"Aku haus!" --> Mazmur 22: 16, 69: 22
* Yohanes: 19:36
Sebab hal itu terjadi, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci: "Tidak ada tulang-Nya yang akan dipatahkan." Keluaran 12:46; Bilangan 9 : 12; Mazmur 34:21
* Yohanes 19:37
Dan ada pula nas yang mengatakan: "Mereka akan memandang kepada Dia yang telah mereka tikam." Zakharia 12: 10
II. Menggenapi hukum Taurat yang melambangkan pekerjaan penebusan yang dilakukan oleh Kristus (hukum upacara)
(al. penyembelihan binatang korban yang dibawa si pendosa untuk menjadi penggantinya; pekerjaan Imam di bilik kudus dan pekerjaan pendamaian di bilik maha kudus oleh Imam Besar; hari-hari raya lambang).
III. Menggenapi hukum Taurat yaitu melakukannya dengan sempurna.
Menggenapi = to fulfill = memenuhi (melaksanakan dengan penuh, dengan sempurna, tanpa cacat ).
Kita tidak bisa melaksanakan hukum Taurat dengan sempurna, namun Kristus telah melakukannya untuk kita. Kristus mendapatkan kebenaranNya bukan karena anugrah tetapi karena Dia memang telah melaksanakan seluruh perintah Allah dengan sempurna. Maka jika kita menerima Kritus menjadi pengganti kita, maka kebenaran Kristus menjadi milik kita.
* Roma 8 : 1-4
Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus. Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut.
Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging, supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh.
Gagal melaksanakan hukum Taurat mendatangkan hukuman (maut), daging kita tak berdaya melaksanakannya. Tapi hukuman maut itu sudah ditanggung Kristus. Kita kini hidup menurut Roh, yang menyanggupkan kita memenuhi kehendak Tuhan dalam hukumNya, yang mana tadinya tidak berdaya oleh daging.
Roma 8 : 12-13
Jadi, saudara-saudara, kita adalah orang berhutang, tetapi bukan kepada daging, supaya hidup menurut daging. Sebab jika kamu hidup menurut danging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.
Catatan :
"Menggenapi" pada beberapa keterangan Alkitab "Menggenapi" berarti "Memenuhi, sesuai dengan, melaksanakan dengan baik".
* Matius 3: 15
Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah." Dan Yohanespun menuruti-Nya.
* Roma 13:10
Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.
IV. Menggenapi hukum Taurat dan Kebenaran
* Roma 10:4
Sebab Kristus adalah kegenapan hukum Taurat, sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang yang percaya.
RSV. For Christ is the end of the law, that every one who has faith may be justified.
Interpretasi ayat ini harus lah selaras dengan bagian lebih awal dari tulisan Paulus dalam surat yang sama kepada jemaat Roma (Roma 3 : 31), yaitu :
"Adakah kami membatalkan hukum Taurat karena iman? Sekali-kali tidak! Sebaliknya, kami meneguhkannya."
Paulus selaras dengan Kristus, yang menyatakan bahwa Dia datang bukan untuk meniadakan Taurat. (Matius 5:17. "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.)
Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata: "Aku mau, jadilah engkau tahir." Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya. Lalu Yesus berkata kepadanya: "Ingatlah, jangan engkau memberitahukan hal ini kepada siapapun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah persembahan yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka." (Matius 8:3-4)
Pemenuhan Perjanjian Lama merupakan tema pusat dari Injil Matius.
Kita baca satu perikop Matius 8:1-4
* Matius 8:1-4 Yesus menyembuhkan seorang sakit kusta (lihat Markus 1:40-44, Lukas 5:12-14)
8:1 Setelah Yesus turun dari bukit, orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia.
8:2 Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepada-Nya, lalu sujud menyembah Dia dan berkata: "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku."
8:3 Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata: "Aku mau, jadilah engkau tahir." Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya.
8:4 Lalu Yesus berkata kepadanya: "Ingatlah, jangan engkau memberitahukan hal ini kepada siapa pun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah persembahan yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka."
Suatu perlakuan yang tidak biasa diantara orang-orang Yahudi, bahwa Yesus mengulurkan tanganNya, menjamah si-kusta dan berkata [bi]"Aku mau, jadilah engkau tahir."[/i]. Penyakit kusta dianggap sebagai penyakit kutukan, sehingga 'haram' bagi orang yang sehat menyentuh orang kusta. Dalam Perjanjian Lama terdapat peraturan-peraturan tentang 'pentahiran'. Termasuk apabila orang yang kusta ini menjadi tahir, maka ia harus mendapat pengakuan dari Para Imam lebih dahulu bahwa ia sudah tahir dan juga melakukan upacara pentahiran dan mempersembahkan persembahan sesuai peraturan Musa (Imamat 14:1-32. Setelah proses ini barulah ia diperbolehkan bergaul dan ada ditengah masyarakat yang tahir (sehat).
Maka perintah Yesus kepada si-kusta itu berkaitan dengan peraturan Taurat yang berlaku diantara orang-orang Yahudi masa itu, bahwa si-kusta ini haruslah mendapat pengakuan dahulu dari para Imam sebelum memberitahukan ketahirannya kepada orang-orang lain.
* Imamat 14:1-32 UPACARA PENTAHIRAN
14:1 TUHAN berfirman kepada Musa:
14:2 "Inilah yang harus menjadi hukum tentang orang yang sakit kusta pada hari pentahirannya: ia harus dibawa kepada imam,
14:3 dan imam harus pergi ke luar perkemahan; kalau menurut pemeriksaan imam penyakit kusta itu telah sembuh dari padanya,
14:4 maka imam harus memerintahkan, supaya bagi orang yang akan ditahirkan itu diambil dua ekor burung yang hidup dan yang tidak haram, juga kayu aras, kain kirmizi dan hisop.
14:5 Imam harus memerintahkan supaya burung yang seekor disembelih di atas belanga tanah berisi air mengalir.
14:6 Tetapi burung yang masih hidup haruslah diambilnya bersama-sama dengan kayu aras, kain kirmizi dan hisop, lalu bersama-sama dengan burung itu semuanya harus dicelupkannya ke dalam darah burung yang sudah disembelih di atas air mengalir itu.
14:7 Kemudian ia harus memercik tujuh kali kepada orang yang akan ditahirkan dari kusta itu dan dengan demikian mentahirkan dia, lalu burung yang hidup itu haruslah dilepaskannya ke padang.
14:8 Orang yang akan ditahirkan itu haruslah mencuci pakaiannya, mencukur seluruh rambutnya dan membasuh tubuhnya dengan air, maka ia menjadi tahir. Sesudah itu ia boleh masuk ke dalam perkemahan, tetapi harus tinggal di luar kemahnya sendiri tujuh hari lamanya.
14:9 Maka pada hari yang ketujuh ia harus mencukur seluruh rambutnya: rambut kepala, janggut, alis, bahkan segala bulunya harus dicukur, pakaiannya dicuci, dan tubuhnya dibasuh dengan air; maka ia menjadi tahir.
14:10 Pada hari yang kedelapan ia harus mengambil dua ekor domba jantan yang tidak bercela dan seekor domba betina berumur setahun yang tidak bercela dan tiga persepuluh efa tepung yang terbaik diolah dengan minyak sebagai korban sajian, serta satu log minyak.
14:11 Imam yang melakukan pentahiran itu harus menempatkan orang yang akan ditahirkan bersama-sama dengan persembahannya di hadapan TUHAN di depan pintu Kemah Pertemuan.
14:12 Dan ia harus mengambil domba jantan yang seekor dan mempersembahkannya sebagai tebusan salah bersama-sama dengan minyak yang satu log itu, dan ia harus mempersembahkannya sebagai persembahan unjukan di hadapan TUHAN.
14:13 Domba jantan itu harus disembelihnya di tempat orang menyembelih korban penghapus dosa dan korban bakaran, di tempat kudus, karena korban penebus salah, begitu juga korban penghapus dosa, adalah bagian imam; itulah bagian maha kudus.
14:14 Imam harus mengambil sedikit dari darah tebusan salah itu dan harus membubuhnya pada cuping telinga kanan dari orang yang akan ditahirkan dan pada ibu jari tangan kanan dan pada ibu jari kaki kanannya.
14:15 Imam harus mengambil sedikit dari minyak yang satu log itu dan menuangnya ke telapak tangan kiri imam sendiri;
14:16 ia harus mencelupkan jari kanannya ke dalam minyak yang di telapak tangan kirinya itu dan sedikit dari minyak itu haruslah dipercikkannya dengan jarinya tujuh kali di hadapan TUHAN.
14:17 Dari minyak selebihnya imam harus membubuh sedikit pada cuping telinga kanan orang itu, pada ibu jari tangan kanannya dan pada ibu jari kaki kanannya, di tempat mana darah tebusan salah dibubuhkan.
14:18 Dan apa yang tinggal dari minyak itu haruslah dibubuhnya pada kepala orang yang akan ditahirkan. Dengan demikian imam mengadakan pendamaian bagi orang itu di hadapan TUHAN.
14:19 Imam harus mempersembahkan korban penghapus dosa dan dengan demikian mengadakan pendamaian bagi orang yang akan ditahirkan dari kenajisannya, dan sesudah itu ia harus menyembelih korban bakaran.
14:20 Kemudian imam harus mempersembahkan korban bakaran dan korban sajian di atas mezbah. Dengan demikian imam mengadakan pendamaian bagi orang itu, maka ia menjadi tahir.
14:21 Tetapi jikalau orang itu miskin dan tidak mampu, ia harus mengambil domba jantan seekor saja sebagai tebusan salah untuk persembahan unjukan, supaya diadakan pendamaian bagi orang itu, juga sepersepuluh efa tepung yang terbaik diolah dengan minyak untuk korban sajian, dan satu log minyak.
14:22 Dan lagi dua ekor burung tekukur atau dua ekor burung merpati sekadar kemampuannya, yang seekor harus menjadi korban penghapus dosa dan yang seekor lagi menjadi korban bakaran.
14:23 Pada hari yang kedelapan ia harus membawa semuanya untuk pentahirannya kepada imam, ke depan pintu Kemah Pertemuan di hadapan TUHAN.
14:24 Kemudian imam harus mengambil domba tebusan salah dan minyak yang satu log itu, lalu imam harus mempersembahkan semuanya sebagai persembahan unjukan di hadapan TUHAN.
14:25 Ia harus menyembelih domba tebusan salah dan imam harus mengambil sedikit dari darah tebusan salah itu dan membubuhnya pada cuping telinga kanan orang itu dan pada ibu jari tangan kanan dan ibu jari kaki kanannya.
14:26 Dan imam harus menuang sedikit dari minyak itu ke telapak tangan kirinya sendiri,
14:27 lalu sedikit dari minyak itu haruslah dipercikkan oleh imam dengan jari kanannya tujuh kali di hadapan TUHAN.
14:28 Kemudian imam harus membubuh sedikit dari minyak itu pada cuping telinga kanan dari orang yang akan ditahirkan, pada ibu jari tangan kanannya dan pada ibu jari kaki kanannya, di tempat mana dibubuhi darah tebusan salah itu.
14:29 Dan minyak selebihnya haruslah dibubuhnya pada kepala orang yang akan ditahirkan, supaya diadakan pendamaian bagi orang itu di hadapan TUHAN.
14:30 Lalu ia harus mempersembahkan seekor dari kedua burung tekukur atau anak burung merpati, yang dibawa orang itu sekadar kemampuannya,
14:31 yang seekor sebagai korban penghapus dosa, dan yang seekor lagi sebagai korban bakaran, di samping korban sajian. Dengan demikian imam mengadakan pendamaian bagi orang yang akan ditahirkan di hadapan TUHAN.
14:32 Itulah hukum tentang pentahiran seorang yang kena kusta yang tidak mampu."
Maka berkatalah Yesus kepada orang banyak dan kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: "Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa. Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya. (Matius 23:1-3)
Silahkan baca selengkapnya Matius 23:1-12 mengenai 'Kecaman terhadap ahli Taurat dan orang Farisi' (lihat Markus 12:38, Lukas 20:45-47) Perdebatan dengan dan perumpamaan mengenai lawan-lawan Yesus memuncak pada serangan dalam Matius 23:1-39. Bagian ini berisikan peringatan keras untuk menghindari gaya hidup religius dari para ahli Kitab dan orang Farisi (Matius 23:1-23), tujuh sabda celaka ditujukan kepada orang Farisi (Matius 23:13-36) dan keluhan mengenai Yerusalem (ayat 37-39).
Para ahli Taurat adalah kaum intelek yang religius, ahli dalam menafsirkan Perjanjian Lama dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Orang Farisi termasuk dalam persekutuan yang mengungkapkan keakraban mereka dengan makan bersama dan membanggakan diri karena mentaati hukum dengan sebaik-baiknya. Tidak setiap ahli kitab adalah orang Farisi. Para ahli kitab dan orang Farisi dalam ayat 2-3 dikatakan duduk di kursi Musa, suatu gambaran untuk melukiskan kursi kehormatan dalam rumah ibadah, darimana seorang guru menyampaikan ajarannya.
Para pendengar didesak untuk mendengarkan ajaran mereka, tetapi hendaknya menghindari kemunafikan dan gaya hidup mereka.
Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: "Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah. Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?" Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah. Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu." (Yohanes 8:4-7)
Baca selengkapnya pada Yohanes 8:1-11 tentang perempuan yang ketahuan berzina.
Kejadian ini berlangsung ketika Yesus mengajar di Bait Allah. Ahli-ahli Taura dan orang-orang farisi mencari Yesus tatkala Ia dikerumuni orang banyak. Niat mereka adalah membuat Ia jauh bersalah terhadap pemimpin-pemimpin, atau dalam hal hukum agama dan hukum sipil yang berlaku kala itu. Pokok dasar yang sesungguhnya ialah mereka ingin mengetahui sikap Yesus terhadap Taurat Musa.
Para pemimpin agama segera menarik perhatian pada titah Musa dalam hal tindakan perzinahan yang mencolok mata (tertangkap basah). Apakah Yesus akan mempersalahkan perempuan itu dan berpegang pada peraturan Taurat. Sebab jika Yesus melakukan sesuai hukum Taurat (merajam) maka pelaksanaan ini tidak sesuai dengan hukum Romawi (hukum sipil yang berlaku), hukum Romawi tidak mengizinkan pelaksanaan hukuman itu. Ataukan Yesus akan mengelak memberikan hukuman rajam, jika saja demikian maka, Ia memaafkan dosa perempuan itu. Pada ayat 7 dicatat bahwa Yesus tidak melakukan keduanya, tetapi mengalihkan tantangan orang Farisi dan para ahli Taurat yang ingin menjebaknya itu "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu". Tuhan Yesus membiarkan persoalan itu di dalam hati nurani mereka. Yesus mengubah kaidah hukum menjadi kaidah moral. Pada ayat 9, Kepergian para pendakwa mulai dari yang paling tua hingga yang seterusnya mempertajam maksud kisah ini. Tidak usah memperdebatkan apa yang dituliskan Yesus dengan jari-Nya di tanah. kehadiranNya adalah cukup untuk membuat pendakwa-pendakwaNya tidak merasa senang, hingga sesaat kemudian hanya Yesus dan perempuan itu yang tinggal. Pada yata 11, Kata Yesus "Akupun tidak menghukum engkau, Pergilah dan jangan berbuat dosa lagi". Tuhan Yesus menekankan kembali esensi dari moralitas, dan penekanan suatu kasih dengan nasehat yang kuat : "jangan berbuat dosa lagi". suatu teladan yang tepat tentang bagaimana memperlakukan pelanggar-pelanggar. Nasehat itu dengan jelas bahwa tidak ada izin sedikitpun untuk perzinahan jelas terlihat pada sikap Yesus terhadap perbuatan dosa perempuan itu.
Bukankah setiap orang percaya selalu memohon ampun dari dosa-dosa / kesalahan yang diperbuatnya dan memohon agar jangan ia dihukum? Tuhan Yesus sudah demikian jelas menyatakan gambarannya, yaitu kasihNya. Tetapi sikapNya tetap tegas "jangan berbuat dosa lagi"!
15. Jika Yesus adalah Tuhan, mengapa ia tidak mampu mempengaruhi umat Israel untuk mengikuti ajarannya, padahal ia lahir, besar, dan mati di tanah Israel? (Bandingkan dengan ahli hipnotis Tommy Raphael yang mampu merubah perangai manusia dalam waktu sekejap!)
Suatu pekara mudah jilakau Allah mau membuat semua orang percaya. Manusia diciptakan dengan free-will (berkehendak bebas). Bandingkan dengan kehendak bebas yang dimilikiManusia pertama (Adam & Hawa), mereka tidak diciptakan sebagai boneka dan robot. Tetapi diberi kehendak bebas silahkan kaji dosa mula-mula yang diperbuat manusia pertama.
Allah memberikan tawaran keselamatan dan kehidupan kekal, tetapi hal ini hanya diberikan kepada mereka yang percaya.
Lalu mereka (umat Israel) kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka: "Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri dan di rumahnya." Dan karena ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mukjizat diadakan-Nya di situ. (Matius 13:57-58 )
Tetapi Yesus tetap diam. Lalu kata Imam Besar itu kepada-Nya: "Demi Allah yang hidup, katakanlah kepada kami, apakah Engkau Mesias, Anak Allah, atau tidak." Jawab Yesus: "Engkau telah mengatakannya. Akan tetapi, Aku berkata kepadamu, mulai sekarang kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di atas awan-awan di langit." Maka Imam Besar itu mengoyakkan pakaiannya dan berkata: "Ia menghujat Allah. Untuk apa kita perlu saksi lagi? Sekarang telah kamu dengar hujat-Nya. Bagaimana pendapat kamu?" Mereka menjawab dan berkata: "Ia harus dihukum mati!" Lalu mereka meludahi muka-Nya dan meninju-Nya; orang-orang lain memukul Dia, dan berkata: "Cobalah katakan kepada kami, hai Mesias, siapakah yang memukul Engkau?" (Matius 26:63-68 )
Hampir semua orang Israel menolak Yesus dan kerajaan-Nya. Mereka tidak mau percaya karena Ia datang sebagai Mesias yang rohani dan bukan sebagai Mesias yang politis.
Tuhan Yesus tidak menginjil dengan cara memaksa, apalagi mengabarkan injil dengan menyulap/menyihir seseorang untuk menjadi 'percaya'.
Allah memberikan tawaran keselamatan dan kehidupan kekal, tetapi hal ini hanya diberikan kepada mereka yang percaya.
16. Jika Yesus adalah Tuhan Semesta Alam, mengapa ia ketakutan menghadapi orang-orang Yahudi? (Bandingkan dengan firman Tuhan dalam Perjanjian Lama!)
Lalu keluarlah orang-orang Farisi itu dan bersekongkol untuk membunuh Dia. Tetapi Yesus mengetahui maksud mereka lalu menyingkir dari sana. (Matius 12:14-15)
Sesudah itu Yesus berjalan keliling Galilea, sebab Ia tidak mau tetap tinggal di Yudea, karena di sana orang-orang Yahudi berusaha untuk membunuh-Nya. (Yohanes 7:1)
Tidak ditulis bahwa Yesus ketakutan. Tetapi tindakan Yesus menghindar dari ancaman pembunuhan, sebab masih banyak pekerjaanNya yang belum digenapi. Bandingkan dengan peristiwa penangkapan Yesus di Taman Getsemani, Yesus tidak melarikan diri bahkan dengan tegas ia menyatakan diriNya :
* Yohanes 18:1-11Yesus ditangkap
18:1 Setelah Yesus mengatakan semuanya itu keluarlah Ia dari situ bersama-sama dengan murid-murid-Nya dan mereka pergi ke seberang sungai Kidron. Di situ ada suatu taman dan Ia masuk ke taman itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya.
18:2 Yudas, yang mengkhianati Yesus, tahu juga tempat itu, karena Yesus sering berkumpul di situ dengan murid-murid-Nya.
18:3 Maka datanglah Yudas juga ke situ dengan sepasukan prajurit dan penjaga-penjaga Bait Allah yang disuruh oleh imam-imam kepala dan orang-orang Farisi lengkap dengan lentera, suluh dan senjata.
18:4 Maka Yesus, yang tahu semua yang akan menimpa diri-Nya, maju ke depan dan berkata kepada mereka: "Siapakah yang kamu cari?"
18:5 Jawab mereka: "Yesus dari Nazaret." Kata-Nya kepada mereka: "Akulah Dia." Yudas yang mengkhianati Dia berdiri juga di situ bersama-sama mereka.
18:6 Ketika Ia berkata kepada mereka: "Akulah Dia," mundurlah mereka dan jatuh ke tanah.
18:7 Maka Ia bertanya pula: "Siapakah yang kamu cari?" Kata mereka: "Yesus dari Nazaret."
18:8 Jawab Yesus: "Telah Kukatakan kepadamu, Akulah Dia. Jika Aku yang kamu cari, biarkanlah mereka ini pergi."
18:9 Demikian hendaknya supaya genaplah firman yang telah dikatakan-Nya: "Dari mereka yang Engkau serahkan kepada-Ku, tidak seorang pun yang Kubiarkan binasa."
18:10 Lalu Simon Petrus, yang membawa pedang, menghunus pedang itu, menetakkannya kepada hamba Imam Besar dan memutuskan telinga kanannya. Nama hamba itu Malkhus.
18:11 Kata Yesus kepada Petrus: "Sarungkan pedangmu itu; bukankah Aku harus minum cawan yang diberikan Bapa kepada-Ku?"
17. Jika Yesus adalah Tuhan, mengapa ia tidak pernah menyatakan dirinya sebagai Tuhan Semesta Alam di depan umat Israel? (Bandingkan dengan firman Tuhan dalam Perjanjian Lama!)
Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku (Yesus): Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!" (Matius 7:21-23)
Matius 7: 22-23 harus dilihat latar belakangnya. Karena setiap ayat-ayat mempunyai maksud dan tujuan sesuai kontain dan konteks-nya. Maka, sebaiknya ayat ini tidak dicuplik 2 ayat saja tetapi kita mundur sedikit ke balakang. Kita mulai dari ayat 15 terus sampai pada ayat ke 23 dimana perikop ayat-ayat tersebut adalah HAL PENGAJARAN YANG SESAT.
* Matius 7:15-23 HAL PENGAJARAN SESAT
7:15 "Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.
7:16 Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri?
7:17 Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik.
7:18 Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik.
7:19 Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.
7:20 Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.
7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"
Jelas sekali konteks Tuhan Yesus memberikan peringatan kepada murid-muridnya, bahwa nanti akan ada orang-orang yang melakukan abusement terhadap pengajaran Tuhan yang sebenarnya, mereka ini bertindak seolah-olah sebagai nabi/ pengajar tetapi sesungguhnya mereka ini adalah penyesat-penyesat.
Dijelaskan pula dalam pasal yang lain, Tuhan Yesus memperingatkan kembali adanya nabi palsu/penyesat-penyesat :
* Matius 24:3-5,10-11
24:3 Ketika Yesus duduk di atas Bukit Zaitun, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya untuk bercakap-cakap sendirian dengan Dia. Kata mereka: "Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan dunia?"
24:4 Jawab Yesus kepada mereka: "Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu!
24:5 Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang.
24:10 dan banyak orang akan murtad dan mereka akan saling menyerahkan dan saling membenci.
24:11 Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang.
Seperti beberapa kali kita temukan, memang ada orang-orang yang mengklaim diri mereka itu seolah-olah nabi dan berbicara atas nama Tuhan, tetapi ajaran mereka ini sesat : Contohnya David Koresh yang dikenal dengan "sekte Davidian Clan" Jim Jones "Sekte Jones", Marshall Applewhite "Sekte Heaven’s Gate” , Luc-Jorret “Sekte Solar Temple”dan lain2. Dan yang terbaru adalah Pendeta Mangapin Sibuea di Bandung dengan "Sekte Hari Kiamat".
Nabi-nabi palsu diatas, berbicara atas nama Tuhan, melakukan segala sesuatu seolah-oleh demi nama Tuhan. Kegiatan inilah yang dimaksud dalam Matius 7:22-23, bahwa mereka ini berteriak Tuhan, Tuhan tetapi sebanarnya mereka ini para pelaku kejahatan. Tuhan Yesus memberikan petunjuk bagaimana mengenali ajaran-ajaran sesat yang dilakukan nabi palsu adalah di Matius 7:16-20 "Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka." Tuhan Yesus memberikan perumpamaan yang baik sekali.
Kita diberitahu untuk selalu waspada terhadap pengajar-pengajar sesat, dan mengenali mereka dari "buahnya" artinya dari hasil-hasil yang mereka dapatkan dan tunjukkan. Misalnya Sekte Children of God yang juga pernah dilarang di Indonesia ini, David Moses, orang yang di-nabi-kan di sekte itu, melakukan penyesatan dengan pengajaran "free sex" dalam ibadah-ibadah mereka. Padahal jelas sekali hal itu merupakan dosa, kebiasaan mereka ini justru bukan mencerminkan kasih Kristus, melainkan kasih hawa nafsu. Maka untuk pengajaran tersebut dengan mudah kita menilai bahwa mereka adalah sesat/ bidat.
Berseru-seru kepada Tuhan tidak selalu dibarengi dengan iman; percaya dan hormat kepada Allah. Melainkan seringkali manusia hanya mengucapkan seruan kepada Allah secara verbally; tetapi tanpa iman dan hormat; dengan tujuan-tujuan tertentu. Misalnya ingin mendapat pujian bahwa dia adalah orang saleh, karena tuntutan profesi karena dia adalah seorang pekerja di ladang Tuhan. Tetapi tidak sungguh- sungguh beribadah dengan iman kepada Tuhan.
inilah yang dimaksud. Maka jelaslah Matius 7:22-23 bukan ditujukan kepada murid-murid Yesus yang setia dan menjalankan kehendakNya, tetapi kepada penyesat-penyesat yang berbicara atas nama Tuhan. Untuk mereka ini Tuhan Yesus akan mengenyahkan mereka pada saat penghakiman nanti dengan mengatakan "Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"
18. Jika Yesus adalah Tuhan Semesta Alam, mengapa ia disetir oleh Allah/Bapa?
Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yag Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku. (Yohanes 5:30)
Jawab Yesus kepada mereka: "Ajaran-Ku tidak berasal dari diri-Ku sendiri, tetapi dari Dia yang telah mengutus Aku. Barangsiapa mau melakukan kehendak-Nya, ia akan tahu entah ajaran-Ku ini berasal dari Allah, entah Aku berkata-kata dari diri-Ku sendiri. Barangsiapa berkata-kata dari diri-Nya sendiri, ia mencari hormat bagi dirinya sendiri, tetapi barangsiapa mencari hormat bagi Dia yang mengutusnya, ia benar dan tidak ada ketidakbenaran padanya. (Yohanes 7:16-18 )
* Yohanes 5:30
"Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menurut kehendak diri-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus aku."
OU DUNAMAI EGร POIEIN AP EMAUTOU OUDEN KATHรS AKOUร KRINร KAI Hร KRISIS Hร EMร DIKAIA ESTIN HOTI OU ZรTร TO THELรMA TO EMON ALLA TO THELรMA TOU PEMPSANTOS ME PATROS
Penghakiman Allah adalah penghakiman yang sempurna. Hanya Allah saja yang suci, dan karena itu hanya Dia saja yang mengetahui ukuran yang benar untuk menghakimi orang. Hanya Allah saja yang secara sempurna mengasihi, dan hanya Dia saja yang melakukan penghakiman dengan belas kasih. Di dalam belas kasih itulah semua penghakiman yang benar dilakukan. Hanya Allah saja yang MENGETAHUI secara sempurna dan penuh, dan penghakiman itu bisa disebut sempurna apabila semua HAL YANG BERSANGKUTAN dengan itu dipertimbangkan. Pertimbangan Yesus sebagai yang berhak menghakimi didasarkan pada pengakuan bahwa di dalam diri-Nya terdapat pikiran Allah yang sempurna. Yesus tidak menghakimi berdasarkan motivasi manusiawi yang mungkin sulit dihindarkan. Yesus melakukan penghakiman dengan kesucian, kasih dan simpati Allah yang sempurna
19. Jika Yesus adalah Tuhan menurut ajaran Paulus, mengapa Melkisedek yang memiliki kesetaraan dengan Yesus tidak menjadi Tuhan? (Jika Yesus adalah Tuhan, maka Melkisedek pasti Tuhan. Sebaliknya, jika Melkisedek bukan Tuhan, maka Yesus pun pasti bukan Tuhan).
Ia (Melkisedek) tidak berbapa, tidak beribu, tidak bersilsilah, harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan, dan karena ia dijadikan sama dengan Anak Allah (Yesus), ia tetap menjadi imam sampai selama-lamanya." (Ibrani 7:3)
* Kejadian 14:18,
"Melkisedek, raja Salem, membawa roti dan anggur; ia seorang imam Allah Yang Mahatinggi."
รMALKร-TSEDEQ MELEKH SYรLรM HรTSร' LEKHEM VรYรYIN VEHร' KHOHรN LE'รL 'ELYรN
Melkisedek adalah manusia biasa, Ibrani MALKร-TSEDEQ dari MELEKH (raja) dan TSEDEQ (kebenaran) artinya "Sedek ialah raja (-ku)" atau, seperti dalam Ibrani 7:2, "raja kebenaran". Dia raja Salem (mungkin kota Yerusalem) dan imam "Allah yang Mahatinggi" ('รL ELYรN), yang menyongsong Abram sekembalinya dari perang melawan Kedorlaomer dan sekutu-sekutunya. Melkisedek memberi Abram roti dan anggur, memberkati dia dalam Nama Allah Yang Mahatinggi, dan menerima dari Abram sepersepuluh rampasan dari tangan musuh. Kemudian Abram menolak tawaran raja Sodom, bahwa semua rampasan perang itu menjadi milik Abram kecuali dari tawanan yang sudah dilepaskan, lalu bersumpah demi Allah Yang Mahatinggi bahwa tidak akan dibiarkannya satu orang pun membanggakan diri dengan berkata, bahwa dialah yang membuat Abram kaya. Peristiwa ini barangkali terjadi pada pertengahan Zaman Perunggu.
Selanjutnya Ibrani 7:3 menulis bahwa
"Ia tidak berbapa, tidak beribu, tidak bersilsilah, harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan ...."
APATรR AMรTรR AGENEALOGรTOS MรTE ARKHรN HรMERรN MรTE ZรรS TELOS EKHรN APHรMOIรMENOS DE Tร HUIร TOU THEOU MENEI HIEREUS EIS TO DIรNEKES
Ayat ini tidak berarti bahwa Melkisedek benar-benar tidak mempunyai ayah dan ibu atau tidak mempunyai kerabat atau bahwa ia seorang malaikat. Ayat ini hanyalah menunjukkan bahwa Alkitab tidak mencantumkan daftar keturunannya dan tidak mengatakan apa-apa mengenai awal dan akhir hidupnya, oleh karena itulah Melkisedek disamakan seperti Anak Allah.
Ungkapan Yunani APATรR atau "tidak berbapa" biasanya ditujukan kepada seseorang yang tidak memiliki ayah, kehilangan ayahnya atau seorang "yatim", seseorang yang lahir setelah kematian ayahnya sehingga ayahnya tidak dikenal, demikian pula halnya dengan AMรTรR, "tidak beribu". Seorang filsuf Yunani, Philo menulis bahwa Sara, istri Abraham (Ibrahim) adalah AMรTรR karena ibunya tidak ditulis dalam Alkitab.
Ungkapan "tidak bersilsilah", Yunani AGENEALOGรTOS dari 'a' (partikel negatif yang berarti "tidak") dan GENEALOGEร, harfiah menghitung dari bawah ke atas diterjemahkan "keturunan" atau "silsilah". Kata GENEALOGEร sendiri berasal dari kata GENEA (generasi, angkatan) dan LOGOS (perkataan, firman). Herbert Weir Smyth, 'A Greek Grammar for Colleges' memberi definisi bahwa AGENEALOGรTOS adalah 'one whose descent there is no record of', "seseorang yang silsilah/keturunannya tidak dicatat".
20. Jika Yesus adalah Tuhan bagi umat Kristen, mengapa ia tidak pernah menurunkan satu kitab pun kepada umat Kristen sebagai pedoman hidup?
Pengajaran Yesus tidak ditulis sendiri olehNya, melainkan oleh muridnya. Mungkin anda-anda akan bertanya, Yesus Kristus yang pasti cakap menulis – tidak menulis sendiri Kitab Injil?
Didalam Alkitab tidak dinyatakan jawaban dari pertanyaan tersebut. Namun, seandainya Yesus menulis sendiri kitab InjilNya, maka dikawatirkan kitab itu akan diperlakukan sebagai jimat dan diberhalakan. Bila hal ini terjadi, tentu bertentangan dengan kehendak Tuhan Yesus sendiri.
Perlu diingat bahwa Kitab Injil tidak daja menyinggung tulisan tangan Yesus, namun juga tidak mencatat ciri-ciri fisik diriNya dalam Injil (misalnya bagaimana warna kulit dan rambutNya, suaraNya, mataNya, gemuk-kurus-tinggi-pendekNya dll). Walaupun banyak sekali pengungkapan Injil tentang kepribadian Yesus, namun Tuhan tampaknya sengaja tidak mengilhamkan tanda-tanda fisikNya untuk ditulis dan diwariskan secara salah ke dunia. Tuhan tahu bahwa pengagungan (idola) unsur-unsur fisik oleh manusia akan berpotensi memicu SARA dan berhala.
BILA INJILNYA ASLI, TENTU HARUS ADA NASKAH KITAB INJIL YANG ASLI:
Sejauh ini agama-agama di dunia tidak memiliki lagi “naskah pengilhaman/ pewahyuan pertama” dimana ia pertama kali dicatat ketika ilham/wahyu itu sedang diucapkan Tuhan! Semua yang ada ditangan kita hanyalah himpunan dan salinan ulang yang dilakukan atas “teks yang dianggap/ dipercaya asli”. Naskah Asli dari materi kuno Alkitab, dalam lempengan batu, kulit, perkamen atau papirus pertama, diyakini telah lama musnah oleh waktu dan cara penyimpanan yang buruk. Namun Tuhan tetap menjaga keaslian isi dan pesan-pesan Injil dengan cara sunggub ajaib lewat naskah-naskah salinan Perjanjian Baru dan bagian-bagiannya. Setelah ribuan naskah-naskah salinannya dihimpun, dikonstruksikan dan diselidiki secara ilmiah, ternyata teks kitab-kitab Injil (Perjanjian Baru) yang sekarang ini adalah teks yang paling mendekati tulisan sumbernya.
Tak satupun dari keempat Injil Kristen - Markus, Matius, Lukas, dan Yohanes - ditulis oleh murid Yesus. Keempatnya ditulis oleh orang-orang yang tidak dikenal. Ini terbukti dari perbedaan-perbedaan narasi dan adanya kontradiksi diantara keempatnya, yang menunjukkan bahwa Injil-Injil tersebut ditulis atas inisiatif masing-masing penulisnya, bukan wahyu dan bukan pula atas perintah dari Yesus.
Injil Matius ini dengan tepat sekali ditempatkan pertama sebagai pengantar PB dan "Mesias, Anak Allah yang hidup" (Mat 16:16). Walaupun nama pengarang
tidak disebutkan dalam nas Alkitab, kesaksian semua bapa gereja yang mula-mula (sejak kira-kira tahun 130 M) menyatakan bahwa Injil ini ditulis oleh Matius, salah seorang murid Yesus.
Injil ini ditujukan untuk orang percaya bangsa Yahudi. Latar Belakang Yahudi dari Injil ini tampak dalam banyak hal, ketergantungannya pada penyataan, janji, dan nubuat PL untuk membuktikan bahwa Yesus memang Mesias yang sudah lama dinantikan, termasuk hal ini terlihat dari penggunaan istilah yang khas Yahudi seperti "Kerajaan Sorga" (yang searti dengan "Kerajaan Allah") sebagai ungkapan rasa hormat orang Yahudi sehingga segan menyebut nama Allah secara langsung. Juga petunjuknya kepada berbagai kebiasaan Yahudi tanpa memberikan penjelasan apa pun (berbeda dengan kitab-kitab Injil yang lain). Sekalipun demikian, Injil ini tidak semata-mata untuk orang Yahudi. Seperti amanat Yesus sendiri, Injil Matius pada hakikatnya ditujukan kepada seluruh gereja, serta dengan saksama menyatakan lingkup universal Injil (mis. Mat 2:1-12; Mat 8:11-12; Mat 13:38; Mat 21:43; Mat 28:18-20).
Injil Markus ditulis untuk orang Romawi.
Injil Lukas untuk Teofilus dan semua orang percaya bukan Yahudi.
Injil Yohanes ditulis oleh Yohanes salah satu murid Yesus, yang menjadi saksi mata penyaliban Yesus. Penulis diidentifikasikan secara tidak langsung sebagai "murid yang dikasihi-Nya" (Yoh 13:23; Yoh 19:26; Yoh 20:2; Yoh 21:7,20). Kesaksian tradisi Kekristenan serta bukti yang terkandung dalam Injil ini sendiri menunjukkan bahwa penulisnya adalah Yohanes anak Zebedeus, salah satu di antara dua belas murid dan anggota kelompok inti Kristus (Petrus, Yohanes, dan Yakobus).
Keilahian Yesus sebagai "Anak Allah" ditekankan. Dari prolog Yohanes dengan pernyataan yang luar biasa, "kita telah melihat kemuliaan-Nya" (Yoh 1:14) sampai akhirnya dengan pengakuan Tomas, "Ya Tuhanku dan Allahku" (Yoh 20:28 ), Yesus adalah Allah yang menjadi manusia.
Kurun waktu penulisan Injil-Injil Kristen antara tahun 65 hingga 115 M, yakni sekitar 45 tahun setelah dugaan penyaliban Yesus untuk kompilasi awal Injil, atau sekitar 70 tahun setelah dugaan penyaliban Yesus untuk kompilasi akhir Injil. Sebuah rentang waktu Injil yang sangat lama yang tidak mungkin ia ditulis oleh murid Yesus!
Jika diasumsikan bahwa usia murid-murid Yesus sama dengan Yesus, dan bahwa Yesus disalib pada usia 33 tahun,** maka murid-murid Yesus untuk pertama kalinya menulis Injil pada usia 78 tahun dan rampung ketika usia mereka mencapai 103 tahun. Mustahil! Jika memang diperintahkan oleh Yesus, mengapa harus menunggu waktu selama itu untuk menulis Injil? Selengkapnya baca: Injil atau Dusta atau Kanonisasi_Injil.
Yesus mulai pelayanannya di sekitar tahun 26 M. Ini diketahui dari :
Injil Lukas 3 : 1 yang menyatakan awal pelayanan “….. dalam tahun ke 15 pemerintahan kaisar Tiberius ….”.
Sejarah sekuler mencatat bahwa kaisar Tiberius mulai memerintah di tahun 11 M.
Jadi 11 M + 15 tahun = 26 M
Lama pelayanan Yesus adalah 3 tahun yang dicatat dalam Yoh 2, 6 dan 12 yang menyebutkan 3 masa paskah yang dilalui oleh Yesus.
Berarti masa pelayanan Yesus adalah dari tahun 26 M – 29 M.
Apa yang dilakukan dan dikatakan oleh Yesus diingat oleh murid-muridnya dan oleh mereka yang mendengar dan menyaksikan.
Hal ini dapat dipastikan dengan mempertimbangkan 2 hal :
1. Murid-murid Yesus adalah orang-orang Yahudi yang memiliki tradisi menghafal kitab suci dan ajaran-ajaran rabi mereka. Menurut Mishna (kitab peraturan hidup dan tafsir Taurat) : Murid yang baik adalah seperti tanki yang tidak bocor satu tetespun.
2. Lukas 6 : 46 dan 49 tertulis "Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan? dan “ Akan tetapi barangsiapa mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah di atas tanah tanpa dasar. Ketika banjir melandanya, rumah itu segera rubuh dan hebatlah kerusakannya.".
Untuk bisa melaksanakan tentu saja orang harus hafal apa yang diajarkan dan dicontohkan oleh Yesus.
Injil diturunkan secara lisan selama sekitar 29 tahun, mulai dari 26 M hingga 55 M ketika buku pertama dari Perjanjian Baru (PB) ditulis oleh rasul Paulus yaitu 1 Korintus (ada yang berpendapat Galatia ditulis sekitar 48 M).
Sekalipun tidak semua pakar sependapat, namun ada yang berpendapat tentang masa penulisan kitab-kitab PB sebagai berikut :
1. A.T. Robinson
Redating the New Testament, 1976.
“Seluruh kitab-kitab PB telah dituliskan sebelum kehancuran Yerusalem ditahun 70 M”
2. W.F. Albright
Recent Discoveries in Bible Lands, 1955, halaman 136
“atau selambat-lambatnya telah selesai ditulis sebelum tahun 80 M"
Namun pakar –pakar umumnya setuju bahwa penulisan sebagian besar kitab-kitab PB terjadi antara 55 M – 70 M.
Setelah Yerusalem dihancurkan oleh Jenderal Titus ditahun 70 M, maka pusat kekristenan beralih dari Yerusalem menuju ke wilayah Asia Kecil (Turki) dan ke Roma seperti tercatat dalam Kisah 2, 11 dan 18. Ini menyebabkan bertambahnya pemeluk Kristen yang bukan berasal dari bangsa Yahudi dan tidak memiliki latar belakang Yahudi. Kejadian ini mendorong kebutuhan akan rekaman tertulis Injil dan pengajaran Yesus.
Apa yang dikatakan oleh Yesus sangat mungkin telah dituliskan dengan mendasarkan pada :
1. Kesaksian dari Papias, seorang murid rasul Yohanes, yang menuliskan antara 120 M – 130 M yang terekam dalam buku kuno "Church History" V.33,4.1, oleh Eusebius (270 M – 340 M).
“Matius mengumpulkan perkataan-perkataan Yesus dalam bahasa Ibrani”
2. Dalam Lukas 1 : 1 tertulis, “… banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi diantara kita”.
Kitab Lukas ini ditulis antara 60 M – 63 M. Ayat diatas mengindikasinya adanya pencatatan-pencatatan yang dilakukan sebelum Lukas menuliskan injilnya.
Jadi sangat masuk akal bahwa perkataan-perkataan Yesus telah dicatatat oleh beberapa orang selama hidupnya.
Pengajaran Yesus tidak ditulis sendiri olehNya, melainkan oleh muridnya, yang tercatat menuliskan adalah Matius sesuai kesaksian murid rasul Yohanes yaitu Papias. Ke 4 Injil adalah hasil tulisan yang menginformasikan ucapan-ucapan dan tindakan Yesus yang ditulis oleh 4 orang yaitu Matius, Markus, Lukas (juga menulis Kisah Para Rasul) dan Yohanes (juga menulis 1,2 dan 3 Yohanes dan Wahyu). Mereka menuliskan dengan inspirasi dari Tuhan (2 Petrus 20 – 21) bagi komunitas yang berbeda-beda.
Mereka menuliskan dengan cara dan gaya penulisan mereka sendiri-sendiri sesuai dengan komunitas yang mereka layani. Sebagian besar penulis-penulis ini adalah saksi mata langsung dari apa yang diajarkan dan dilakukan oleh Yesus.
Antar ke 4 Injil memang tidak identik karena dituliskan oleh 4 orang yang berbeda.
Sejarah mencatat bahwa pernah ada usaha oleh Tatianus untuk membuat satu buku karangan Injil yang mensinergikan ke 4 Injil tersebut.
Sumber :
Rangkuman Sejarah Gereja Kristiani
G. Van Schie
Penerbit Obor, cetakan 1, jilid 1, halaman 424 :
Sekitar tahun 170 Tatianus mengarang buku yang berjudul Diatessaron, semacam injil pukul rata, dengan mengambil unsur dari keempat karangan Injil dan dari beberapa sumber lainnya.
Namun kitab Diatessaron ini tidak pernah digunakan oleh bapa-bapa gereja karena jelas adalah karangan belakangan.
Waktu penulisan kitab-kitab PB (sumber program Alkitab ver. 2.7)
Injil Matius : 60 an M
Injil Markus : 55 M – 65 M
Injil Lukas : 60 M – 63 M
Injil Yohanes : 80 M – 95 M
Kisah Para Rasul : 63 M
Roma : 57 M
1 dan 2 Korintus : 55 M – 56 M
Galatia : 48 M
Efsus : 62 M
Filipi : 63 M
Kolose : 62 M
1 dan 2 Tsalonika : 52 M – 53 M
1 dan 2 Timotius : 65 M – 67 M
Titus : 65 M – 66 M
Filemon : 62 M
Ibrani : 67 M – 69 M
Yakobus : 49 M (ada yang berpendapat 55 M)
1 dan 2 Petrus : 60 M – 68 M
1 – 3 Yohanes : 85 M – 95 M
Yudas : 70 M – 80 M
Wahyu : 90 M – 96 M
** Pengarang Kitab Lukas menempatkan pembaptisan Yesus pada tahun ke-15 pemerintahan Kaisar Roma Tiberius, dan saat Pontius Pilatus menjadi pejabat gubernur Yudaea (Lukas 3:1). Dalam hal ini dinyatakan bahwa Pontius Pilatus menjadi pejabat Yudaea dari tahun 26 hingga 36 M, dan bahwa Kaisar Tiberius menggantikan Kaisar Agustus pada tahun 14 M [Josephus F (1998); Asimov I (1969; Braid W (1971); Duncan GB (1971); Leon-Dufour X (1983)]. Oleh karenanya, jika kita menerima kronologi yang dibuat oleh pengarang Kitab Lukas, berarti Yesus dibaptis oleh Yohanes Pembaptis pada tahun 29 M, yakni ketika Yesus berumur kira-kira 30 tahun, dan pembaptisan tersebut menjadi titik tolak Yesus untuk memulai pekerjaannya sebagai seorang nabi (Lukas 3:23). Bahwa konon Yesus disalib pada masa pemerintahan Pontius Pilatus (Markus 15:5; Matius 27:26; Lukas 23:25; Yohanes 19:16), yang berarti waktunya tidak lebih dari tahun 36 M, dan dengan mengasumsikan bahwa peristiwa penyaliban terjadi pada pertengahan masa pemerintahan Pontius Pilatus, maka Yesus disalib pada usia kira-kira 33 tahun dengan mengemban misi kenabian hanya selama kira-kira 3 tahun!
Penjelasan diatas menuliskan bahwa masa pelayanan Yesus adalah dari tahun 26 M – 29 M.
Tiga tahun saja sudah cukup bagi Yesus melaksanakan misiNya sebagai Juru Selamat yang menebus manusia dari dosa-dosa.
Amin!
Sumber :
Yohannes/ Biblika
PERBANDINGAN SEJARAH AL-QUR’AN DAN INJIL (PERJANJIAN BARU) By Vivaldi.
Tafsir Alkitab Perjanjian Baru : Dianne Bergant, CSA
dan berbagai sumber.
35. KHAYALAN SILSILAH YESUS !
Allah berfirman di dalam Al-Qur'an:
Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: "Kun" (seorang manusia), maka jadilah ia. (QS. 3:59)
Berdasarkan ayat Al-Qur'an di atas, maka Isa/Yesus adalah manusia yang tidak memiliki silsilah!
SILSILAH KETURUNAN YESUS MENURUT INJIL KRISTEN
Injil-Injil hanya mengandung sedikit sekali kalimat-kalimat yang dapat menimbulkan pertentangan dengan hasil-hasil Sains modern. Banyak hikayat dalam Injil yang menggambarkan mukjizat tidak mendapat penafsiran ilmiah. Mukjizat-mukjizat itu ada yang berhubungan dengan orang seperti penyembuhan orang sakit (gila, buta, lumpuh, lepra, menghidupkan Lazarus yang sudah mati), dan ada pula yang mengenai fenomena material, di pinggir batas hukum alam (Yesus berjalan di atas air, Yesus mengganti air jadi anggur). Hal-hal tersebut mungkin hanya merupakan fenomena yang wajar tetapi dengan aspek yang luar biasa oleh karena terjadi dalam waktu yang sangat singkat seperti angin topan yang berhenti seketika, pohon tien yang kering mendadak, atau seperti mencari ikan secara ajaib, seakan-akan seluruh ikan yang ada dalam danau itu berkumpul di tempat di mana jala dilempar.
Dalam kejadian-kejadian tersebut, Tuhan campur tangan dengan kekuasaanNya. Kita tidak usah keheran-heranan bahwa Tuhan itu dapat berbuat hal yang mengherankan bagi manusia, tetapi bagi Tuhan merupakan hal biasa. Ini tidak berarti bahwa seorang yang percaya tidak memerlukan berhubungan dengan Sains. Percaya kepada mukjizat dan percaya kepada Sains adalah tidak bertentangan. Yang pertama adalah tahap ketuhanan yang kedua adalah tahap kemanusiaan.
Secara pribadi saya dengan senang hati dapat percaya bahwa Yesus menyembuhkan orang sakit lepra, tetapi saya tidak dapat menerima suatu teks yang dikatakan autentik dan diwahyukan Tuhan sedangkan dalam teks tersebut saya dapatkan bahwa antara manusia pertama dengan Nabi Ibrahim hanya berselisih waktu 20 generasi, seperti yang dikatakan Injil Lukas (3, 23-28 ). Kita akan lihat sebentar lagi sebab-sebab yang membuktikan bahwa teks Lukas, seperti juga teks Perjanjian Lama tentang hal yang sama, telah disusun menurut imajinasi manusia.
Injil (seperti Al Qur-an) memberikan kita riwayat yang sama mengenai asal-usul biologis Yesus. Membesarnya Yesus dalam kandungan ibunya di luar hukum-hukum alam yang umum bagi seluruh manusia. Biji telor dari ibunya tidak memerlukan bertemu dengan spermatozoid bapak untuk membentuk suatu embryo yang kemudian menjadi bayi. Fenomena yang berakhir dengan dilahirkannya seorang yang normal, tidak dengan campuran dan unsur lelaki, dinamakan parthenogenese. Dalam alam binatang parthenogenese dapat terjadi dengan syarat-syarat tertentu. Seperti halnya serangga, beberapa hewan invertebrata, dan secara sangat jarang, dalam jenis-jenis burung tertentu. Di antara binatang yang menyusui, orang dapat mengadakan percobaan dengan kelinci yang memperoleh perkembangan biji telor tanpa campur tangan spermatozoid dan menjadi embryo yang sederhana tetapi orang tidak dapat menemukan kelinci yang menunjukkan parthenogenese sempurna, secara eksperimental atau secara natural. Tetapi Yesus merupakan kasus parthenogenese. Ibunya adalah perawan dan tetap perawan serta tidak mempunyai anak selain Yesus: Yesus adalah kekecualian biologik.**
Silsilah keturunan Yesus
Dua silsilah keturunan yang terdapat dalam Injil Matius dan Injil Lukas menimbulkan persoalan tentang kebenaran, persesuaian dengan hasil-hasil ilmiah dan juga persoalan "autentik atau tidak." Problema-problema ini sangat menyulitkan ahli-ahli tafsir Kristen oleh karena mereka menolak untuk melihatnya sebagai hasil imajinasi manusia; Imajinasi manusia ini telah memberikan inspirasi kepada para pengarang-pengarang Sakerdotal (pendeta-pendeta) daripada Kitab Kejadian di abad VI S.M. untuk silsilah keturunan manusia-manusia pertama. Imajinasi manusia itu pulalah yang memberi inspirasi kepada Matius dan Lukas dalam hal-hal yang kedua pengarang Injil itu tidak mengambil dari Perjanjian Lama.
Yang perlu kita perhatikan adalah bahwa silsilah keturunan laki-laki tidak ada artinya sama sekali bagi Yesus. Jika orang ingin memberikan silsilah keturunan kepada Yesus, anak tunggal daripada Maryam, tanpa bapa, maka silsilah keturunan itu harus silsilah keturunan Maryam, ibunya. Di bawah ini adalah teks menurut Terjemahan Ekumenik terhadap Bibel, Perjanjian Baru.
Silsilah keturunan menurut Matius terdapat pada permulaan Injilnya (Matius 1:1-17).
KITAB ASAL-USUL YESUS KRISTUS, ANAK DAUD, ANAK IBRAHIM
Ibrahim mempunyai anak Ishak Ishak mempunyai anak Yakub Yakub mempunyai anak Yuda dan saudara-saudaranya Yuda mempunyai anak Phares dan Zara daripada Thamar Phares mempunyai anak Esrom Esrom mempunyai anak Aram Aram mempunyai anak Aminabad Aminabad mempunyai anak Naasson Naasson mempunyai anak Salmon Salmon mempunyai anak Booz daripada Rahad Booz mempunyai anak Yobed daripada Ruth Yobed mempunyai anak Yesse Yesse mempunyai anak Nabi Daud Daud mempunyai anak Suleman (dari istri Urie) Suleman mempunyai anak Roboam Roboam mempunyai anak Abia Abia mempunyai anak Asa Asa mempunyai anak Yosaphat Yosaphat mempunyai anak Yoram Yoram mempunyai anak Ozias Ozias mempunyai anak Yoathan Yoathan mempunyai anak Achaz Achaz mempunyai anak Ezechias Ezechias mempunyai anak Manasse Manasse mempunyai anak Amon Amon mempunyai anak Yosias Yosias mempunyai anak Yechonias dan saudara-saudaranya
Kemudian terjadi pengasingan di Babylon. Sesudah Pengasingan:
Yechonias mempunyai anak Salathiel Salathiel mempunyai anak Zorobabel Zorobabel mempunyai anak Abioud Abioud mempunyai anak Eliakim Eliakim mempunyai anak Azor Azor mempunyai anak Sadok Sadok mempunyai anak Akhim Akhim mempunyai anak Elioud Elioud mempunyai anak Eleazar Eleazar mempunyai anak Mathan Mathan mempunyai anak Yacob Yacob mempunyai anak Yusuf, suami Maryam, yang melahirkan Isa yang dinamakan Al Masih.
Jumlah generasi adalah 14 dari Ibrahim ke Daud, 14 dari Daud hingga pengasingan di Babylon, 14 dari pengasingan sampai Isa Al Masih.
Lukas (3:23-38 ) memberikan silsilah keturunan yang berlainan dari silsilah Matius.
Kita kutipkan di bawah ini dari Terjemahan Ekumenik:
"Yesus pada permulaannya berumur kira-kira 30 tahun. Ia adalah anak Yoseph, anak Heli anak Matthat, anak Levis, anak Melechi, anak Iannai, anak Yoseph, anak Matthatias, anak Amos, anak Naaum, anak Hesti, anak Naggai, anak Maath, anak Mattathias, anak Semein, anak Yosech, anak Ioda, anak Ionam, anak Resa, anak Zorobabel, anak Salathiel, anak Neri, anak Melchi, anak Addi, anak Kosam, anak Elmadam, anak Er, anak Yesus, anak Elieser, anak Yorim, anak Matthat, anak Levi, anak Symeon, anak Yuda, anak Yoseph, anak Ionam, anak Eliakim, anak Melea, anak Menna, anak Mattalha, anak Natham,anak David, anak Yesse, anak Iobed, anak Boos, anak Sola, anak Naasson, anak Aminabad, anak Admin, anak Arni, anak Esrom, anak Phares, anak Yuda, anak Yacob, anak Isaac, anak Abraham, anak Thara, anak Nachor, anak Serauch, anak Ragau, anak Phalek, anak Eber, anak Sala, anak Kainam, anak Arphaxad, anak Sem, anak Noe, anak Lamech, anak Mathausala, anak Enoch, anak Iaret, anak Maleleel, anak Kainam, anak Enos, anak Seth, anak Adam, anak Allah."
Silsilah-silsilah tersebut akan kelihatan lebih terang jika kita gambarkan dua daftar yang satu menggambarkan silsilah sebelum David, dan yang satu lagi menggambarkan silsilah sesudah David.
SILSILAH YESUS SEBELUM DAVID
Menurut Lukas
1. Adam
2. Seth
3. Enos
4. Kainam
5. Maleleel
6. Zaret
7. Enoch
8. Mathausala
9. Lamech
10. Nae
11. Sem
12. Arphaxad
13. Kainam
14. Sala
15. Eber
16. Phalek
17. Ragau
18. Serauch
19. Nachor
20. Thara
21. Abraham
22. Isaac
23. Yacob
24. Yuda
25. Phares
26. Esrom
27. Arni
28. Admin
29. Aminabad
30. Naasson
31. Sala
32. Booz
33. Yobed
34. Yesse
35. David
Menurut Matius
Matius tidak menyebutkan sesuatu nama sebelum Abraham
1. Abraham
2. Isaac
3. Yacob
4. Yuda
5. Phares
6. Esrom
7. Aram
8. Aminabad
9. Naasson
10. Salmon
11. Booz
12. Yobed
13. Yesse
14. David
Silsilah Yesus Sesudah David
Menurut Lukas
35. David
36. Nathan
37. Matlatha
38. Menna
39. Melea
40. Eliakim
41. Ionam
42. Yoseph
43. Yoda
44. Symeon
45. Levi
46. Matthat
47. Iorim
48. Elieser
49. Yesus
50. Er
51. Elmadam
53. Addi
54. Melchi
55. Neri
56. Salathiel
57. Zorobabel
58. Resa
59. Ionan
60. Ioda
61. Iosech
62. Semein
63. Malthatheas
64. Maalh
65. Naggar
66. Hesle
67. Naaum
68. Amos
69. Mattatheas
70. Yoseph
71. Iannai
72. Melchi
73. Levi
74. Matthat
75. Heli
76. Yoseph
77. Yesus
Menurut Matius
14. David
15. Salomon
16. Roboam
17. Abia
18. Asa
19. Yosaphat
20. Yoram
21. Azias
22. Yoathan
23. Achaz
24. Ezechias
25. Manasse
26. Amon
27. Yosias
28. Yechonias
Pengasingan di Babylon
29. Salathiel
30. Zorobabel
31. Abioud
32. Eliakim
33. Azor
34. Sadok
35. Akhim
36. Eliaud
37. Eleazar
38. Mathan
39. Yacob
40. Yoseph
41. Yesus
Perbedaan-Perbedaan Menurut Manuskrip dan dalam Hubungannya dengan Perjanjian Lama
Dengan mengenyampingkan perbedaan tulisan (orthographiq), kita sebutkan:
a). Injil Matius
Silsilah keturunan telah hilang dari Codex Bezae Cantabrigiensis, suatu manuskrip yang sangat penting dari abad VI dalam dua bahasa, Yunani dan Latin. Yang hilang dari teks Yunani adalah seluruh silsilah, sedang yang hilang dari teks Latin hanya sebagian besar. Tetapi hal ini mungkin hanya disebabkan oleh hilangnya halaman-halaman pertama.
Perlu kita sebutkan kebebasan yang sangat besar yang ditunjukkan oleh Matius dalam sikapnya terhadap Perjanjian Lama yang ia potong silsilahnya untuk keperluan penyajian dengan angka (yang pada akhirnya tidak ia lakukan seperti yang akan kita lihat).
b). Injil Lukas
1. Sebelum Nabi Ibrahim, Lukas menyebutkan 20 nama. Perjanjian Lama hanya menyebutkan 19 nama (silahkan lihat tabel keturunan Adam dalam bagian yang khusus untuk Perjanjian Lama), Lukas menambah sesudah Arphaxad (no. 12) nama Kainam (no. 13) yang tak tersebut dalam Kitab Kejadian sebagai anak Arphaxad.
2. Dari Nabi Ibrahim sampai nabi Daud kita dapatkan 14-16 nama menurut manuskrip.
3. Dari Nabi Daud sampai Nabi Isa.
Perbedaan yang sangat penting adalah perbedaan yang terdapat dalam Codex Bezae Cantabrigiensis yang menisbatkan suatu silsilah khayalan kepada Lukas dan silsilah itu terdiri dari silsilah Matius yang sudah ditambah oleh orang yang bikin naskah dengan lima nama. Sayang, silsilah Injil Matius dalam manuskrip tersebut telah hilang, sehingga kita tak dapat mengadakan perbandingan.
PENYELIDIKAN KRITIK MENGENAI TEKS
Di sini kita berhadapan dengan dua silsilah yang mempunyai sifat yang sama, yakni mulai dari Ibrahim dan Dawud. Unttzk memudahkan penyelidikan ini, kita akan menjadikan silsilah tersebut menjadi tiga bagian-bagian:
a. dari Adam sampai Ibrahim
b. dan Ibrahim sampai Dawud
c. dari Dawud sampai Yesus.
1. PERIODE DARI ADAM SAMPAI IBRAHIM
Matius yang memulai silsilahnya dari Ibrahim tidak ada hubungannya dengan periode ini. Lukas memberi keterangan tentang nenek moyang Nabi Ibrahim sehingga Adam; 20 nama, diantaranya 19 nama terdapat dalam Kitab Kejadian (fasal 4, 5 dan 11). Dapatkah kita gambarkan bahwa sebelum nabi Ibrahim hanya ada 19 atau 20 generasi manusia? Soal ini telah kita selidiki ketika kita membahas Perjanjian Lama. Jika kita ingin mendasarkan penyelidikan kita kepada tabel keturunan Adam seperti yang disebutkan dalam Kitab Kejadian dan menerima angka waktu yang ditunjukkan oleh teks Bibel, kita akan mendapat kesimpulan bahwa antara munculnya manusia pertama di atas bumi dengan lahirnya Nabi Ibrahim terdapat 19 abad. Orang memperkirakan bahwa Nabi Ibrahim hidup sekitar tahun 1850 S.M. Dengan begitu maka petunjuk-petunjuk yang terdapat dalam Perjanjian Lama menerangkan bahwa munculnya manusia di atas bumi terjadi pada 38 abad sebelum Yesus. Nampak sekali bahwa Lukas memakai bahan-bahan ini untuk Injilnya. Ia menyebutkan suatu kekeliruan besar untuk menerangkan mengapa ia memakai bahan-bahan tersebut. Kita telah membaca argumentasi sejarah yang meyakinkan yang mendorong kepada pikiran ini.
Hal-hal yang tersebut dalam Perjanjian lama tak dapat diterima lagi pada waktu ini. Bahan-bahan tersebut termasuk dalam golongan "Caduc" (lemah) yang dinyatakan oleh Konsili Vatikan II. Akan tetapi anggapan bahwa para pengarang Injil memakai bahan-bahan yang tidak sesuai dengan Sains modern, merupakan suatu keterangan yang sangat berbahaya bagi mereka yang mempertahankan faham bahwa teks Injil adalah sesuai dengan sejarah.
Para ahli tafsir merasakan bahaya ini. Mereka berusaha untuk mengelakkan kesulitan dengan mengatakan bahwa persoalannya bukan persoalan silsilah yang sempurna, bahwa ada nama-nama yang ditinggalkan oleh penulis Injil dengan sengaja, dan persoalan yang pokok adalah untuk membuktikan dalam garis-garis besar atau dalam unsur-unsurnya yang penting suatu garis yang didasarkan atas realistis sejarah. Disebutkan oleh A. Tricot dalam bukunya: Kamus Kecil tentang Perjanjian Baru, (Petit Dictionnaire du Noaveau Testament). Dalam teks Injil tak ada yang memungkinkan penafsiran semacam itu, karena teks itu teliti; A punya anak B, B punya anak C adalah anaknya B, dan B adalah anaknya A. Dan lagi mengenai periode sebelum Abraham, para penulis Injil mengambil bahan dari Perjanjian Lama, di mana silsilah itu diterangkan sebagai berikut: X pada umur sekian mempunyai anak Y, Y hidup sekian tahun dan mempunyai anak Z. Jadi tak terdapat hal-hal yang putus.
Bagian sebelum Nabi Ibrahim dalam silsilah Yesus menurut Lukas tidak dapat diterima atas dasar pengetahuan modern.
2. PERIODE DARI ABRAHAM SAMPAI DAVID
Di sini, dua silsilah itu cocok atau hampir cocok, kecuali dalam satu atau dua nama. Kesalahan yang tidak disengaja daripada tukang-tukang naskah dapat dijadikan alasan.
Apakah para penulis Injil benar mengenai periode ini?
Dawud dikatakan hidup sekitar tahun 1000 S.M., Ibrahim di sekitar tahun 1800-1850 S.M..
Apakah 14-16 generasi dapat hidup selama 8 abad? Tapi baiklah kita katakan saja bahwa teks Injil, mengenai periode ini, masih dalam batas hal-hal yang dapat diterima
3. PERIODE SESUDAH DAVID
Sayang, teks tidak mungkin lagi membuktikan bahwa Yoseph itu keturunan David.
Kita tinggalkan saja pemalsuan yang terang daripada Codex Bezae Cantabrigiensis yang mengenai Lukas, dan marilah mengadakan perbandingan tentang hal-hal yang diriwayatkan oleh dua manuskrip yang sangat terhormat, yakni Codex Vaticanus dan Codex Sinaiticus.
Dalam silsilah Lukas, kita dapatkan 42 nama sesudah David (no. 35) sampai Yesus (no. 77). Dalam silsilah Matius kita dapatkan 27 nama sesudah David (no. 14) sehingga Yesus (no. 41). Dengan begitu maka jumlah nenek moyang Yesus (fiktif) sesudah David dalam dua manuskrip terhormat tersebut berlainan. Nama-nama dalam silsilah tersebut juga berlainan.
Tetapi ada lagi yang ajaib. Matius mengatakan bahwa silsilah Yesus semenjak Ibrahim terdiri dari tiga kelompok dan masing-masing kelompok terdiri dari 14 nama. Kelompok pertama, dari Ibrahim sampai Dawud. Kelompok kedua, dari Dawud sampai pengasingan. Sedang kelompok ketiga, dari pengasingan di Babylon sampai Yesus. Teks Matius memang memuat 14 nama dalam kelompok pertama dan kedua, akan tetapi dalam kelompok ketiga (dari pengasingan di Babylon sampai Yesus) kita hanya mendapatkan 13 nama dan bukan 14 seperti yang kita harapkan, oleh karena tabel yang dikemukakan menunjukkan bahwa Salathiel adalah nomer 29 dan Yesus nomor 41. Tidak ada riwayat yang berbeda dengan Matius yang menyebutkan 14 nama untuk kelompok ketiga.
Akhirnya agar berhasil mendapatkan 14 nama dalam kelompok kedua, Matius mempergunakan kebebasan terhadap teks Perjanjian Lama. Nama-nama daripada 6 keturunan David yang pertama (no. 15 sampai 20) sesuai dengan apa yang tersebut dalam Perjanjian Lama. Akan tetapi tiga keturunan Ioram (no. 20) yang dikatakan dalam bab dua daripada kitab Tawarikh dalam Bibel sebagai Achazia, Yoas dan Amalsia, telah dihapuskan oleh Matius. Begitu juga, Yechonias (no. 28 ) disebutkan oleh Injil Matius sebagai anak Yosias (no. 27), padahal dalam kitab Raja-raja yang pertama daripada Perjanjian Lama terdapat nama Eliakim diantara Yosias dan Yechonias.
Dengan ini telah terbukti bahwa Matius telah merubah urutan silsilah yang terdapat dalam Perjanjian Lama untuk menonjolkan suatu kelompok buat-buatan yang terdiri daripada 14 nama, antara Nabi Dawud dan pengasingan ke Babylon.
Sesungguhnya kita tidak begitu heran mendapatkan bahwa dalam kelompok ketiga yang disajikan oleh Matius terdapat satu nama yang kurang, sehingga tak ada teks Injil Matius yang menyebutkan 42 nama seperti yang Matius umumkan, hal ini dapat saja dijelaskan dengan mengatakan bahwa seorang tukang naskah membuat kesalahan. Akan tetapi kita sangat heran karena para ahli tafsir Injil bersikap tutup mulut mengenai hal ini. W. Trilling, berbeda dari para ahli tafsir Injil, menulis satu baris mengenai hal tersebut dalam bukunya: Injil Matius. "Sesungguhnya persoalan ini tidak boleh diabaikan begitu saja oleh karena para ahli tafsir Injil, termasuk pengarang-pengarang Terjemahan Ekumenik dan Kardinal Danielou telah menunjukkan pentingnya simbol 3 kali 14 yang telah disebut oleh Matius. Untuk menonjolkan hal tersebut, bukanlah Matius sendiri telah menghilangkan beberapa nama yang tersebut dalam Bibel agar berhasil pembuktiannya tentang angka yang keramat itu."
Nanti akan kita lihat bahwa para ahli tafsir Injil akan membentuk suatu apologetik (cara mempertahankan agama) dengan membenarkan dihapuskannya beberapa nama, tetapi mereka tergelincir mengenai kekurangan-kekurangan nama sehingga mereka tidak berhasil mencapai hal yang diinginkan oleh Matius, si pengarang Injil.
4. TAFSIRAN PARA AHLI TAFSIR MODERN
Kardinal Danielou, dalam karangannya Les Evangiles de l'enfance (Injil Masa Kanak-kanak, terbit tahun 1967), setuju dengan daftar angka yang dibuat oleh Matius dan mengatakan bahwa daftar tersebut mempunyai nilai yang sangat tinggi, karena daftar itu menunjukkan silsilah asal usul Yesus, yang juga diterangkan oleh Lukas. Bagi Kardinal Danielou, "Lukas dan Matius adalah ahli sejarah yang telah mengadakan penyelidikan sejarah, dan silsilah keturunan telah dikutip dari arsip keluarga Yesus." Perlu diterangkan di sini bahwa arsip tersebut tak pernah ditemukan orang.
Kardinal Danielou, menyerang orang-orang yang mengkritik pendiriannya dengan kata-kata: "itu adalah mental orang Barat, kebodohan tentang agama Yahudi Kristen, ketidakadanya perasaan Semitik, yang telah menyesatkan beberapa ahli tafsir dalam memberi interpretasi kepada Injil. Mereka itu telah mempergunakan kategori Plato, Descartes, Hegel dan Heidegger. Memang ada suatu yang keruh dalam pikiran mereka." Sudah terang bahwa Plato, Descartes, Hegel dan Heidegger tidak ada hubungannya dengan sikap kritik terhadap silsilah keturunan yang bersifat khayalan.
Pengarang (Kardinal Danielou) menyelidiki arti 3 x 14 yang disebutkan Matius, dan membuat hipotesa-hipotesa seperti berikut: "Mungkin ada hubungannya dengan 10 minggu yang terkenal dalam hal-hal rahasia dari agama Yahudi, tiga minggu pertama yang mirip dengan periode dari Adam sampai Abraham, harus dihilangkan. Tinggal 7 minggu; enam minggu pertama merupakan tiga grup yang masing-masing terdiri dari 14 nama, dan minggu yang terakhir dimulai oleh Kristus yang memulai periode ke 7 daripada Dunia." Penjelasan semacam itu tak perlu diberi komentar.
Ahli-ahli tafsir "Terjemahan Ekumenik Bibel" -Perjanjian Baru- memberikan pembelaan dengan angka yang tidak kita sangka.
Untuk angka 3 x 14 yang dikemukakan oleh Matius:
Angka 14, mungkin merupakan jumlah nilai huruf yang membentuk nama Dawud dalam bahasa Ibrani D = 4, V = 6. Jadi jumlahnya 4+6+4 = 14.
Bagi Lukas, Terjemahan Ekumenik memberikan 77 nama. Hal ini memberi peluang untuk mengatakan bahwa angka 7 itu dasar. 7 x 11 = 77. Padahal kita sudah tahu bahwa bagi Lukas yang main hapus dan tambah, daftar yang memuat 77 nama itu sama sekali buat-buatan.
Silsilah Yesus dalam Injil-lnjil merupakan masalah yang menimbulkan permainan kata-kata yang sangat menyolok di antara para ahli tafsir Kristen, dan memang hal tersebut adalah sesuai dengan khayalan Lukas dan Matius.
Keterangan:
**Injil-injil menyebutkan saudara-saudara daripada Yesus (Matius 13:46-50; Markus 6:1-6; Yahya 7:3 & 2:12). Kata Yunani yang dipakai adalah Adelphai dan memang berarti saudara lelaki atau perempuan dalam arti biologik. Tentu saja di sini telah terjadi terjemahan yang salah daripada kata Semit yang berarti dekat (familiar), dan tidak lebih. Barangkali yang dimaksudkan di sini adalah saudara-saudara sepupu.
BIBEL, QUR'AN, dan Sains Modern
Dr. Maurice Bucaille
Judul Asli: La Bible Le Coran Et La Science
Alih bahasa: Prof. Dr. H.M. Rasyidi
Penerbit Bulan Bintang, 1979
Kramat Kwitang I/8 Jakarta
Orang sering disebut sebagai anak dari orang yang bukan ayahnya, tetapi kakeknya, atau nenek moyangnya, atau bahkan orang yang mengadopsinya. Karena itu bisa saja dalam satu bagian Kitab Suci seseorang disebut sebagai anak si A, sedangkan dalam bagian Kitab Suci yang lain ia disebut sebagai anak si B.
Contoh:
a. Matius 1 : 1 mengatakan Yesus Kristus anak Daud, Anak Abraham, bukan berarti Ayah Yesus adalah Raja Daud, juga bukan berarti Daud anak "langsung" dari Abraham, melainkan mempunyai pengertian Yesus lahir dari keturunan Daud, keturunan Abraham.
b. Mat 1:16a mengatakan ‘Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria’, sedangkan Luk 3:23b mengatakan ‘Yusuf, anak Eli’ Padaham Yusuf anak Eli ini adalah dalam pengertian "mantu", dan ini lazim dalam pengertian Yudaisme.
c. Matius 1:8 mengatakan bahwa ‘Yoram memperanakkan Uzia’. Sedangkan dalam 2Raja-raja:
- Yoram ayah dari Ahazia (2Raja-raja 8:24-25)
- Ahazia ayah dari Yoas (2Raja-raja 11:2)
- Yoas ayah dari Amazia (2Raja-raja 14:1)
- Amazia ayah dari Azarya (2Raja-raja 15:1)
Keterangan: Uzia (bahasa Yunani) = Azarya (bahasa Ibrani).
Jadi, Matius meloncati 3 orang yaitu Ahazia, Yoas dan Amazia.
d. Matius 1:11 mengatakan bahwa ‘Yosia memperanakkan Yekhonya’. Sedangkan dalam 2 Raja-raja:
Yosia ayah dari Elyakim / Yoyakim (2 Raja-raja 23:34)
Elyakim / Yoyakim ayah dari Yoyakhin (2 Raja-raja 24:6)
Keterangan: Yekhonya (bahasa Yunani)= Yoyakhin (bahasa Ibrani).
Jadi, lagi-lagi Matius meloncati 1 orang, yaitu Elyakim / Yoyakim.
John Murray mengatakan:
“Oftentimes, though we may not able to demonstrate the harmony of Scripture, we are able to show that there is no necessary contradiction” (= seringkali, sekalipun kita tidak bisa menun*jukkan keharmonisan Kitab Suci, kita bisa menunjukkan bahwa disana tidak harus terjadi kontradiksi) - ‘Collected Writings of John Murray’, vol I, p 10.
Jadi maksudnya adalah: pada waktu kita melihat dua bagian Kitab Suci yang kelihatannya kontradiksi, mungkin saja kita tidak bisa mengetahui bagaimana pengharmonisan yang sebenarnya, tetapi setidaknya kita bisa memberikan beberapa kemungkinan pengharmonisan, sehingga dua bagian itu tidak harus kontradiksi.
36. PENAFSIRAN YANG TEPAT TERHADAP AYAT2 INJIL2 KANONIK
Terlepas dari persoalan kebohongan injil2 kanonik, saya perlu menjelaskan ayat2 injil tertentu secara fair dan tidak menyesatkan.
1. KITAB YOHANES: Firman.
1:1. Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
1:14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.
* Yohanes 1:1-3
1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
en archรช รชn o logos kai o logos รชn pros ton theon kai theos รชn o logos
1:2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.
outos รชn en archรช pros ton theon
1:3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
panta di autou egeneto kai chรดris autou egeneto oude en o gegonen
Penjelasan :
Ayat 1,2
Pada mulanya sebelum dunia dijadikan.
Ayat ini menunjukkan bahwa, pada mulanya sebelum dunia dijadikan, menunjukkan bahwa semua alam semesta adalah hasil atau 'produk' yang dijadikan, kecuali Allah, yang ada sejak mulanya.
Sabda Allah (Firman) sudah ada... ada bersama Allah... Sang Sabda adalah Allah Yohanes 1:1 ini secara explicit mengatakan bahwa Firman / Yesus itu adalah Allah. Disini ditegaskan 3 pokok keberadaan Sang Sabda, yaitu :
1. Sabda itu selalu ada, hadir pada awalmulanya, sejak kekal sampai kekal.
2. Sabda itu bersosok, bersatu bersama Allah dan,
3. Sabda Allah itu hakekatnya (DzatNya) sama dengan Allah sepenuhnya)
...Sabda Allah Firman atau Kalam atau Kalimat Allah, ini bukan sekedar Gagasan atau Kata-kata, atau Komunikasi-wahyu yang dikeluarkan Allah, namun keseluruhan sosok "Aku Sang Sabda" (Bandingkan dengan Nama Tuhan (ha-Syem/ Sang Nama) YHVH, yang bukan sekedar terbatas nama, melainkan keseluruhan sosok AKU TUHAN (Keluaran 3:14).
Saba adalah Sebab Hakiki dan Penyebab Tunggal yang merupakan Pembicaraan-Ilahi dan Penyata-Diri Allah untuk Manusia (Ibrani 1:1, Yohanes 1:18) agar Allah yang tidak dipahami menjadi dapat dipahami. Dia mengadakan segala sesuatu, dan bukan yang diadakan. Dia menjadikannya dengan ber Sabda "jadilah" Dan terjadilah itu.
Ayat 3. Allah menciptakan segala sesuatu melalui Sang Sabda Sabda 9Sang Kalimat) tidak diciptakan, melainkan justru mencipta. Sabda mencipta dari yang tidak ada menjadi ada. Ia adalah sepenuhnya Sosok Penyebab yang terandung dalam Kalimat "Jadilah"
dan Ia bukan akubat dari Kalimat/ Sabda tersebut.
Dan inilah kebenaran itu ....
* Yeremia 32:27
"Sesungguhnya, Akulah TUHAN, Allah segala makhluk; adakah sesuatu apapun yang mustahil untuk-Ku?"
"HINEH 'ANI YEHOVAH 'ELOHEY KOL-BASAR HAMIMENI YIPALE' KOL-DAVAR"
* 1 Timotius 3:16
"Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: 'Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah; yang dipercayai di dalam dunia, diangkat dalam kemuliaan.'"
TR, "KAI HOMOLOGOUMENOS MEGA ESTIN TO TES EUSEBEIAS MUSTERION THEOS EPHANEROTHE EN SARKI EDIKAIOTHE EN PNEUMATI OPHTHE AGGELOIS EKERUKHTHE EN ETHNESIN EPISTEUTHE EN KOSMO ANELEPHTHE EN DOXE"
HBHK, "'AMENAH GADOL SOD HAKHASIDUT'ELOHIM NIGLAH BABASAR VETSIDQATO NIGLETAH VARUAKH MAL'AKIM RA'U FANAV VEGOYIM HITBASRU YESYU'ATO 'EMUNATO MALE'AH TEVEL VAYA'AL LAMAROM BEKHAVOD."
* Yohanes 1:14
"Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran."
Ada 2 hal yang perlu digarisbawahi berkaitan dengan frasa "Firman itu telah menjadi manusia" dalam ayat di atas yaitu:
(a) ia bukanlah dikatakan oleh Tuhan, dan
(b) ia juga bukanlah dikatakan oleh Yesus,
Ayat tersebut ditulis oleh Rasul Yohanes, murid Yesus yang dikasihiNya, menulis kitab dengan ilham Roh Kudus :
KONSEP PENGILHAMAN ALKITAB, ADA KESALAH-PAHAMAN YANG PENTING :
Banyak orang keliru dalam memahami Alkitab, mereka beranggapan bahwa suatu kitab Allah harus berisi wahyu Tuhan yang diturunkan langsung ke dunia. Kitab itu dianggap harus murni seratus persen dari surga tanpa campur tangan manusia; tanpa cacat, tanpa kekurangan, dan tanpa kelemahan sekecil apapun. Dengan alasan Tuhan Maha Sempurna tidak mungkin ada kekurangan sekecil apapun pada firmanNya yang telah ditulisNya di Surga.
Cara Allah yang memberi ilham pada penulisan Alkitab adalah berbeda dengan pewahyuan langsung (tanpa sentuhan manusia). Pengilhaman penulisan Alkitab adalah sebagai berikut :
1. Alkitab bukanlah kumpulan ayat-demi-ayat, yang setiap katanya didiktekan secara langsung dan mutlak oleh Tuhan tanpa sentuhan manusia.
Tuhan-Alkitab tidak mendiktekan FirmanNya dengan cara demikian. FirmanNya yang "dimasukkan" ke dunia dan tinggal di dunia untuk berkomunikasi dengan manusia melalui panca-indera dan nalarnya, ternyata justru memilih unsur-unsusr dunia yang terbatas, seperti: tempat, waktu, budaya dan bahasa-dunia. Bukankah ini dapat diumpamakan dengan orang-tua yang harus membatasi dirinya dan menurunkan tingkat bahasanya ketika ia berbicara dengan seorang anak kecil? Karena Tuhan memilih dan memakai hal-hal yang terbatas, maka Ia pun menggambarkan hakekat keilahianNya dalam batas-batas yang dipilihNya itu. melalui bahasa dan budaya manusia namun dalam hikmat Roh Allah, firmanNya disampaikan kepada manusia (1 Korintus 2:13)
2. Kalimat-kalimat di dalam Alkitab itu tidak seluruhnya berupa perkataan yang disabdakan secara langsung oleh Tuhan, melainkan ada pula berupa kisah-kisah yang ditulis dengan menggunakan tangan penulis, namun semua didasari pada ilham Roh Kudus kepada para penulisnya
Berita kebenaran Alkitab ditulis manusia yang tetap diberi kebebasan untuk menggunakan bakat dan gaya penulisan, huruf dan bahasa mereka masing-masing. Dengan demikian, hasil tulisan setiap penulis terkait dengan budaya dan kepribadian sera pengalamannya.
Namun semuanya telah dituntun oleh Roh Kudus untuk menghasilkan Firman-Nya yang dituangkan secara benar, perlu dan cukup, didalam batas-batas pengertian yang mampu diungkapkan melalui rangkaian abjad dunia yang terbatas. Oleh dorongan Roh Kudus orang-orang yang diilhami itu berbicara atas nama Tuhan (2 Petrus 1:21)
3. Alkitab bahkan tidak memuat seluruh perkataaan mujizat dan perbuatan Allah atau nabiNya selama karya utusanNya dibumi
Mengapa orang tidak mempersoalkan jumlah ayat-ayatNya yang terbatas dalam kitabNya, padahal Firman Allah tidak terbatas dalam segala aspek (segi) dan dimensinya? Mengapa orang emnganggap seluruh ayat-ayat tersaji itu sudah lengkap? Bukankah itu aneh.
Mengenai 'keanehan' yang sering tidak kita sadari, Alkitab menerangkan bahwa kelengkapannya tidak ditentukan oleh mutlaknya jumlah ayat dan pasal hukum untuk menjawab setiap masalah dunia kini dan nanti, melainkan lengkap dalam arti cukup untuk menyampaikan maksud dan kehendak Tuhan untuk menyelamatkan manusia, dan bahwa Yesus Kristus itulah Juru selamatnya. Hal ini tertulis antara lain Yohanes 20:30,31 sebagai berikut :
20:30 Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini,
20:31 tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.
Kitab-kitab Injil juga tidak perlu memuat semua ucapan dan perbuatan Yesus selama Ia tinggal di dunia. Lihat, misalnya Matius 4:23, Yohanes 2:23, Yohanes 16:12 atau Lukas 5:4, yang tidak menuliskan ucapan-ucapan dan perbuatan Yesus pada kitab-kitab Injil tersebut. Namun hal ini tidak mengurangi kebenaran dan kesempurnaan injil, yang telah ditulis supaya kita percaya.
* Yohanes 21:25
Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.
4. Dalam banyak hal, Tuhan menyampaikan pesanNya melalui perumpamaan-perumpamaan sederhana. Padahal mustahil perumpamaan-perumpamaan itu dapat menggambarkan secara mutlak kebenaran yang diumpamakan
Yang bisa sempurna menggambarkan sesuaru agaknya hanyalah duplikat atau kembaran atau foto-copy canggih dari gambar aslinya. Mustahil ada perumpamaan yang seratus persen sempurna menyamai rincian-rincian aslinya.
Ketidak sempurnaan ini hanya dapat diartikan bahwa penggambaran dan pengungkapan Firman Tuhan dengan menggunakan perumpamaanpun tidaklah sempurna secara mutlak, kecuali lebih memberikan pemahaman dan pesan-pesan pokok Firman Tuhan
5. Teks, Alkitab saja belum memberikan seluruh makna kebenaran
Alkitab bukan sekadar teks, melainkan Firman Tuhan yang dhidup. Ia bukan hanya pesan yang tersurat melainkan juga tersirat. Bahkan merupakan pesan ilahi yang barudapat dimengerti secara penuh bilamana hati pembacanya diberi pengertian khusus oleh Roh Allajh (devine illumination)
Orang-orang Yahudi, walaupun mengenal Abraham, Musa dan taurat telah ditegur oleh Yesus karena tidak mengenal "bahasanya Taurat", yaitu FirmanNya
" Apakah sebabnya kamu tidak mengerti bahasa-Ku? Sebab kamu tidak dapat menangkap firman-Ku" Yohanes 8:43
Bahkan Petrus dan murid-murid yesus, yang senantiasa bersama Yesus, juga tidak mengerti Kitab Suci sebelum Dia -Sang Pemilik Kitab Suci - membuka pikiran mereka (Lukas 24:44,45). Ini membuktikan, bahwa kebenaran penuhdari Kitab Suci tidak terletak pada kesempurnaan susunan kalimat, kelengkapan jumlah huruf dan semantika teksnya, melainkan pada kelengkapan pengertian yang diberikan oleh Roh Kudus atas teks tersebut.
Yesus berjanji akan memberikan pengertian tersebut kepada mereka yang menyambutNya " Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran;..." Yohanes 16:13
jadi, itulah keunikan pengilhaman Alkitab. Sekalipun tidak dikerjakan secara langsung dan mutlak-total dengan Tangan Tuhan (secara Robot didiktekan), dan sekalipun tunduk mengikuti segenap keterbatasan duniawi, namun Alkitab cukup sempurna untuk menyaksikan kebenaran Mesias, Anak Tuhan, menyampaikan kehendak Tuhan, memberi hikmat, berkat dan keselamatan bagi umat manusia
Pengetahuan tentang seluruh teks Alkitab dan upaya untuk mempelajarinya secara mendalam sangat penting bagi kehidupan dan pengembangan rohani. Namun bukan hal itu yang menjamin keselamatan seseorang. Alkitab tidak mengenal bahwa dengan makin pintarnya seseorang menemukan dan mengamalkan tradisi dan ayat tersembunyi, akan otomatis menempatkannya lebih berpahala sehingga lebih mudah naik ke surga, ketimbang orang-orang bodoh yang kurang mengetahuinya. Inilah keadilan Tuhan-Alkitab, atas orang-orang yangs ederhana dan yang tidak mampu membaca. mereka tetap dibuat pantas dan disetarakan oleh Tuhan dengan para Ahli Kitab yang bahkan menguasai perngertian seluruh ayat Alkitab yang ada!
tetapi merupakan redaksi/pendapat pribadi dengan gaya literer dari pengarangnya. Sehingga, ada 2 penafsiran yang mungkin berkaitan dengan frasa "Firman itu telah menjadi manusia", yaitu:
(a) Firman tersebut telah diwahyukan kepada Yesus berupa Kitab Suci Injil untuk disampaikan kepada manusia yang dalam hal ini adalah umat Israel. [/COLOR]
(b) Firman tersebut berkaitan dengan "penciptaan" Yesus dengan kalimat "Kun" dari Allah.
"KUN" jadilah, "FA" adalah kata sambung "maka", sedangkan huruf "YAA" di depan "KUN" berarti tindakan yang akan datang ('imperfect') atau menyusul kemudian. Dan para pakar Islam sering mengatakan 'KUN FAYAKUN' (QS. 19:35) dalam konteks penciptaan Yesus. Inilah perbedaan antara iman Muslim dan Iman Kristiani, dalam hal ini Alkitab dan Al~Qur'an tidak bisa dilinearkan.
Penjelasan sebelumnya sudah dijabarkan, Yesus bukan sosok ciptaan. Kita tinjau kembali ayat ini :
* Yohanes 1:1
EN {pada} ARCHร {permulaan} รN {Dia adalah} O LOGOS {Firman itu} KAI {dan} O LOGOS {Firman itu} รN {Dia adalah} PROS {ke arah} TON THEON {Allah itu} KAI {dan} THEOS {Allah} รN {Dia adalah} O LOGOS {Firman itu}
ayat diatas berbicara mengenai kepra-beradaan Yesus Kristus sebagai LOGOS, dan... THEOS!
Dan Ia datang sebagai manusia dengan berkenosis (mengosongkan diriNya) :
* Filipi 2:6-7
"yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia."
[QS. 3:45,47. (Ingatlah), ketika Malaikat berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putra yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah)... Maryam berkata: "Ya Tuhanku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-laki pun." Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril): "Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: "Kun", lalu jadilah dia.]
[QS. 3:59. Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: "Kun" (seorang manusia), maka jadilah ia.]
Yesus menurut Alkitab berbeda dengan nabi 'Isa menurut Al~Qur'an meskipun sosok pribadi-Nya sama. Hal ini dapat diilustrasikan dengan dua buah buku yang menulis tentang bung Karno. Kedua-dua buku menulis bahwa tokoh ini dilahirkan di Blitar, 6 Juni 1901, presiden pertama Republik Indonesia sejak 1945 hingga 1966, ayahnya beranama Raden Soekemi Sosrodihardjo, ibunya beranama Ida Ayu Nyoman Rai.
Meskipun ada yang sama, tetapi ada pula yang berbeda. Buku pertama menulis hal-hal positif tentang bung Karno sedangkan buku yang kedua menulis hal-hal yang sebaliknya, bahwa bung Karno adalah komunis, beristri banyak, dan lain-lain.
Tokohnya sama tetapi diceritakan berbeda oleh penulis yang berbeda. Demikian pula halnya dengan Yesus Kristus dalam Alkitab dengan nabi 'Isa dalam Al~Qur'an.
[QS. 19:35. Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: "Kun", maka jadilah ia.]
[QS. 36:82. Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: "Kun!" maka terjadilah ia.
Kita kaji Q.S. 112:3 terlebih dulu :
"LAM (tidak) YALID (Dia memperanakkan) WA (dan) LAM (tidak) YUULAD (Dia diperanakkan)"
Pengertian memperanakkan dan diperanakkan menurut ayat Al~Qur'an di atas adalah pengertian anak secara biologis, bandingkan dengan kata Ibrani YรLAD, memperanakkan secara biologis, sedangkan pengertian Anak Allah menurut Alkitab bukanlah pengertian biologis. Yesus Kristus bukanlah Anak Allah secara biologis.
QS. 19:35 , ini memang bertentangan dengan Alkitab. Ayat-ayat "Tidak layak bagi Allah mempunyai anak" (QS. 19:35 dan 92) tetapi dengan rujukan Q.S. 112:3 kita mengerti bahwa umat Muslim selalu mengartikan hal tersebut secara fisik/biologis, maka tidak layak bagi Allah mempunyai anak.
Iman Kristiani yang mengakui keilahian Yesus Kristus, tidak menganggap bahwa Yesus Kristus adalah Allah karena Dia lahir dari seorang wanita.
* 1 Timotius 3:16
"Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: 'Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah; yang dipercayai di dalam dunia, diangkat dalam kemuliaan."
KAI HOMOLOGOUMENรS MEGA ESTIN TO TรS EUSEBEIAS MUSTรRION THEOS EPHANERรTHร EN SARKI EDIKAIรTHร EN PNEUMATI รPHTHร AGGELOIS EKรRUKHTHร EN ETHNESIN EPISTEUTHร EN KOSMร ANELรPHTHร EN DOXร
Menurut ayat di atas, Ia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia adalah suatu rahasia yang agung. Kata-kata ini menunjukkan, bahwa kelahiran Yesus adalah suatu kebenaran yang tidak mungkin diselidiki oleh akal manusia. Kebenaran ini hanya mungkin disujudi dan disembah. Hanya iman, yang seperti iman rasul Yohaneslah yang dapat melihat kemuliaan-Nya, yang penuh kasih karunia dan kebenaran.
* Yohanes 1:14
"Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran."
KAI HO LOGOS SARX EGENETO KAI ESKรNรSEN EN HรMIN KAI ETHEASAMETHA TรN DOXAN AUTOU DOXAN HรS MONOGENOUS PARA PATROS PLรRรS KHARITOS KAI ALรTHEIAS
Sekalipun kelahiran Yesus adalah suatu rahasia yang agung, namun di sepanjang abad-abad yang telah lalu ada banyak orang yang ingin menjadikan rahasia itu dapat dimengerti. Ada orang yang mengajarkan, bahwa rahasia kelahiran Yesus itu harus diterangkan demikian, bahwa Firman atau LOGOS itu telah menghubungkan diri-Nya dengan seorang manusia. Jadi dapat digambarkan seperti ajaran agama Hindu di dalam ajarannya tentang awatara atau penitisan. Wisnu umpamanya, jikalau dunia berada di dalam kekacauan, menitis pada Rama, anak Dasaratha, atau menitis pada Kresna, anak Wasudewa.
Usaha yang lain lagi untuk menjelaskan rahasia ini ialah, bahwa Firman atau LOGOS dipandang sebagai menghubungkan diri-Nya dengan manusia tanpa roh, atau dengan manusia yang tidak lengkap kemanusiaannya. Ada lagi yang mengatakan seolah-olah Roh Kuduslah yang membuahi Maria, sehingga dilahirkanlah Yesus. Demikianlah masih ada usaha-usaha yang lain lain.
Semua usaha ini jelas bertentangan dengan pemberitaan Alkitab, yang memberitakan, bahwa Kristus adalah Firman yang menjadi manusia, dan bahwa di dalam Kristus telah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan, artinya, bahwa seluruh hakekat Allah dinyatakan di dalam diri Yesus.
* Kolose 2:9
"Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan,
HOTI EN AUTร KATOIKEI PAN TO PLรRรMA TรS THEOTรTOS SรMATIKรS
Di dalam diri Yesus itulah Allah menyatakan atau memperkenalkan diri-Nya secara sempurna. Oleh karena itu maka Yesus juga disebut "cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah", sehingga barangsiapa telah melihat Yesus, ia telah melihat Bapa.
* Ibrani 1:3
"Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi,"
HOS รN APAUGASMA TรS DOXรS KAI KHARAKTรR TรS HUPOSTASEรS AUTOU PHERรN TE TA PANTA Tร RHรMATI TรS DUNAMEรS AUTOU DI HEAUTOU KATHARISMON POIรSAMENOS TรN HAMARTIรN HรMรN EKATHISEN EN DEXIA TรS MEGALรSUNรS EN HUPSรLOIS
Di dalam Yesus itu Allah sendiri telah mendobrak penyembunyian diri-Nya. Hal ini semuanya memang tidak mungkin dapat diselidiki oleh anak manusia.
Jikalau kelahiran Yesus sendiri telah mewujudkan suatu rahasia yang agung, demikian jugalah "kelahiran-Nya 'dari anak dara' Maria".
Alkitab tidak banyak memberitakan hal ini. Dalam ayat di bawah ini malaikat Gabrial berkata kepada Maria, "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau". Apakah arti ungkapan "menaungi" itu?
* Lukas 1:35
"Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah."
KAI APOKRITHEIS HO AGGELOS EIPEN AUTร PNEUMA HAGION EPELEUSETAI EPI SE KAI DUNAMIS HUPSISTOU EPISKIASEI SOI DIO KAI TO GENNรMENON HAGION KLรTHรSETAI UIOS THEOU
Kata menaungi yang dipergunakan di sini sama dengan kata yang dipergunakan di Lukas 9:34, di mana disebutkan, bahwa ada awan yang menaungi Musa dan Yesus, ketika Yesus dimuliakan di atas gunung.
* Lukas 9:34
"Sementara ia berkata demikian, datanglah awan menaungi mereka. Dan ketika mereka masuk ke dalam awan itu, takutlah mereka."
TAUTA DE AUTOU LEGONTOS EGENETO NEPHELร KAI EPESKIASEN AUTOUS EPHOBรTHรSAN DE EN Tร EKEINOUS EISELTHEIN EIS TรN NEPHELรN
Kata ini juga sama dengan kata yang dipergunakan di Keluaran 40:34, yang menyebutkan, bahwa ada awan menutupi Kemah Pertemuan dan kemuliaan TUHAN memenuhi Kemah Suci. Ayat-ayat ini menunjukkan, bahwa ungkapan menaungi di sini menunjuk kepada kuasa mujizat Allah yang ajaib sekali. Maka jikalau disebutkan, bahwa Roh Kudus akan turun atas Maria dan kuasa Allah akan menaungi dia, hal itu tidak lain hanya berarti, bahwa Roh Kudus memberkati dan mempersiapkan Maria bagi tugas yang dikaruniakan kepadanya. Bagaimana hal itu terjadi, manusia tidak perlu mengetahuinya. Yang jelas ialah, bahwa kelahiran Yesus itu menunjuk kepada Kemahakuasaan Allah, yang kuasa untuk memakai cara yang berbeda sekali dengan cara yang biasa terjadi, jikalau ada manusia baru dilahirkan. Dengan karya-Nya yang mengungkapkan Kamahakuasaan-Nya Allah melahirkan Yesus dengan perantaraan Maria.
Kata-kata malaikat Gabriel di Lukas 1:34 hanya menunjukkan, bahwa kelahiran Yesus memakai cara yang berbeda dengan kelahiran yang biasa. Cara Allah yang demikian itu hanya dikenakan pada kelahiran Yesus saja, dan hal itu hanya dimengerti dari penyataan Allah sendiri.
Firman atau LOGOS telah ada sebelum Ia datang di dunia atau sebelum Ia dilahirkan sebagai manusia. Maka manusia Yesus bukan dilahirkan karena kehendak manusia, bukan dilahirkan karena persekutuan lelaki dan perempuan, seperti yang biasa terjadi pada kelahiran manusia baru yang biasa. Ia, yang telah ada sebelum dilahirkan, hanya dapat menjadi manusia dengan kelahiran dari seorang anak dara.
Yesus bukanlah seseorang yang dilahirkan dari seorang bapa dan seorang ibu, lalu dihubungkan dengan Firman Allah, bukan! Yesus adalah Firman yang menjadi manusia. Ia adalah yang semula dalam rupa Allah, tetapi yang kemudian telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Ia lahir di dunia, karena Ia menerima tugas untuk menyelamatkan manusia.
Firman Allah tidak mungkin dilahirkan oleh manusia. Ia sendiri yang lahir, dengan memakai manusia sebagai perantara. Dengan karya Roh Kudus, Firman Allah mengenakan cara hidup insani di dalam kandungan Maria.
Demikianlah kelahiran Yesus memang suatu rahasia yang agung, yang hanya mungkin disembah.
2. KITAB YOHANES: Perantara.
14:6 Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
Pernyataan yang dinisbahkan kepada mulut Yesus di atas adalah dalam konteks Bani Israel, bukan untuk seluruh umat manusia. Mengapa? Karena secara tegas Yesus berkata:
Sejak semula kedatangan Yesus ditujukan kepada segala bangsa, kita kaji ayat berikut ini :
* Yohanes 3:16
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
TR Interlinear :
outรดs {demikian} gar {karena} รชgapรชsen {mengasihi} o theos {Allah} ton kosmon {manusia di dunia} รดste {sehingga} ton uion{anak} autou ton monogenรช {yang tunggal/ yang unik} edรดken {Ia telah memberikan} ina {supaya} pas {setiap (orangyang)} o pisteuรดn {percaya} eis {kepada} auton {Dia} mรช {tidak} apolรชtai {menjadi binasa} all {melainkan} echรช {beroleh} zรดรชn {hidup} aiรดnion {kekal}
Kata "dunia" diatas dalam bahasa asli ditulis dengan kosmon yang berarti manusia di dunia. Ayat ini sudah menunjukkan ke-universalan Yesus bahwa Ia datang untuk semua orang, semua manusia di dunia.'
Seperti yang dijelaskan sebelumnya, Tuhan Yesus menginjil dengan tahapan-tahapan, mulai dari lingkunganNya dahulu, bani Israel kemudian meluas ke bangsa-bangsa.
MATIUS 15:24 Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel."
MATIUS 10:5-6. Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: "Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.
[QS. 61:6. Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata: "Hai Bani Israel, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)." Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata".
Injil itu untuk semua bangsa, tetapi dalam penyebarannya tentu akan melewati tahapan-tahapan
MATIUS 15:24
Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.
Matius 10:5-6
10:5 Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: "Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria
10:6 melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel
Ayat-ayat diatas sering diklaim bahwa Injil diperuntukkan bagi orang-orang Israel saja. Namun ayat tersebut tidak berdiri sendirian dan itu adalah diperuntukkan ketika murid-murid Yesus melaksanakan awal-awal penginjilan. Injil itu untuk semua bangsa, tetapi dalam penyebarannya tentu akan melewati tahapan-tahapan. Bahwa penginjilan adalah dimulai dari lingkungan dimana mereka berada; menyelamatkan dahulu kepada orang orang disekitarnya. Dan pada saat itu murid-murid Yesus masih dalam tahapan awal dalam usahanya mengabarkan kabar baik bahwa Sang juru Selamat/ Mesias itu sudah datang.
Ada pendapat :
Pada Matius 10, Yesus baru dikenal oleh kalangan Yahudi, dan Yesus sedang menggenapi nubuatan tentang Mesias yang memang ada di kepercayaan Yahudi. Kalo tiba-tiba Yesus memperkenalkan diri kepada bangsa non-Yahudi, lalu mengaku sebagai Mesias, otomatis mereka akan kebingungan sendiri. Tau juga enggak Mesias itu apa, siapa, tahu-tahu ada yang ngaku-ngaku penyelamat. Konyol kan ? :D
Nah, sejak karya kesembuhan Yesus meluas kepada bangsa-bangsa non Yahudi, barulah mereka melihat bahwa Yesus memiliki kuasa yang mereka juga butuhkan dalam hidup mereka. Sehingga ketika Matius 15 perempuan non Yahudi datang kepada Yesus untuk menyembuhkan anaknya, Yesus sempat menguji imannya, dengan sikap yang sama seperti Matius 10. Barulah setelah perempuan itu yakin bahwa kesembuhan itu juga merupakan bagiannya, Yesus akhirnya memuji imannya dan menyembuhkan anaknya. Sejak Matius 15:28, barulah karya Yesus diperluas kepada bangsa non-Yahudi juga, yang sudah melihat dan percaya kepadaNya.
Kemudian pada tahap akhir pelayanan Yesus dibumi, Tuhan Yesus memberikan Amanat Agung kepada murid-murid untuk mengabarkan injil bagi semua bangsa, menjadikan semua bangsa (tanpa terkecuali) menjadi murid Yesus :
Matius 28:19-20
18:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
28:20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."
Terlebih jauh lagi pada Kitab Kisah Para Rasul lebih jelas lagi tahapan-tahapannya bahwa pelayanan dimulai dari Yudea kemudian Samaria bahkan sampai ke ujung bumi.
Kisah Rasul 1:7-8 menuliskan,
JawabNya: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasaNya. Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksiKu di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."
Langkah pertama: melayani di Yerusalem dulu, setelah itu baru melangkah ke Yudea, Samaria dan sampai ke ujung-ujung bumi. Saya percaya bahwa peranan yang Tuhan percayakan untuk melangkah ke bangsa-bangsa tidak akan berhasil apabila daerah Yudea dan Samaria tidak ditangani dengan baik. Yudea dan Samaria berbicara tentang jemaat lokal, kota dan daerah sekitar dimana kita berada. Kalau ini tidak dikelola dengan baik, saya percaya pelayanan ke bangsa-bangsa itu tidak akan ada artinya. Karena Tuhan akan mempercaya-kan perkara yang kecil terlebih dahulu. Kalau kita lulus dalam perkara yang kecil baru Tuhan akan memberikan perkara yang lebih besar.
Yudea dan Samaria adalah langkah yang harus dilewati untuk sampai ke ujung-ujung bumi. Waktu murid-murid Yesus melangkah ke bangsa-bangsa, tentunya Yudea dan Samaria itu menjadi tanggungjawab terlebih dahulu. Mereka melayani di wilayah Yudea dan Samaria, baru nanti pelayanan mereka akan menentukan keberhasilan pelayanan di bangsa-bangsa lain.
Bagaimana mengukur keberhasilan mereka menjadi berkat bagi bangsa-bangsa adalah sangat tergantung kepada keberhasilan mereka melayani di wilayah Yudea dan Samaria.
Kemudian dengan jelas pula kita baca dalam ayat dibawah ini :
Kisah Para Rasul 16:10
Setelah Paulus melihat penglihatan itu, segeralah kami mencari kesempatan untuk berangkat ke Makedonia, karena dari penglihatan itu kami menarik kesimpulan, bahwa Allah telah memanggil kami untuk memberitakan Injil kepada orang-orang di sana.
Bahwa ada perintah untuk keluar dari lingkup Israel dan mengabarkan Injil kepada bangsa-bangsa lain. Rasul Paulus dikenal sebagai Rasul yang banyak melakukan terobosan-terobosan sehingga Injil bisa diterima oleh segala macam lapisan, orang Yahudi, non Yahudi dan bangsa-bangsa lain.
3. KITAB YOHANES: Guru dan Pemimpin.
13:13 Kamu menyebut Aku Guru dan Pemimpin, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Pemimpin.
Ayat di atas diterjemahkan dari Alkitab "New American Bible" dimana kata "master" saya terjemahkan sebagai "Pemimpin". Dalam beberapa Alkitab berbahasa Inggris lainnya, umat Kristen mengganti kata "master" dengan kata
AYAT TERSEBUT DALAM BAHASA ASLI ALKITAB:
Textus Receptus (transliterasi) :
"HUMEIS {kalian} PHONEITE {kalian memanggil} ME {-Ku} HO DIDASKALOS {guru} KAI {dan} HO KURIOS {Tuhan} KAI {dan} KALOS {benar} LEGETE {kalian berkata} EIMI {Aku adalah} GAR {karena}"
VERSI LAI TERJEMAHAN BARU:
Yohanes 13:13, "Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan."
VERSI BAHASA INDONESIA SEHARI-HARI :
Yohanes 13:13, Kalian memanggil Aku Guru dan Tuhan. Dan memang demikian.
VERSI TERJEMAHAN LAMA :
Yohanes 13:13, Kamu ini memanggil Aku Guru dan Tuhan, maka betullah katamu itu, karena Akulah Dia.
BAHASA INGGRIS :
New American Standard Bible Update (1995) -- The Lockman Foundation
John 13:13, "You call Me Teacher and Lord; and you are right, for so I am.
New International Version -- Background of the Translation - 1978 (rev. 1983)
John 13:13, "You call me 'Teacher' and 'Lord,' and rightly so, for that is what I am.
American Standard Version 1901 -- Preface to the American Edition
John 13 :13, Ye call me, Teacher, and, Lord: and ye say well; for so I am.
http://www.ccel.org/pager.cgi?
Darby Translation -- Introductory Notice (1890)
John 13:13, Ye call me the Teacher and the Lord, and ye say well, for I am [so].
King James Version -- The Translators to the Reader (KJV Preface, 1611)
John 13:13, Ye call me Master and Lord: and ye say well; for so I am.
New King James Version (1982) -- Ministry of the Word Bible Search
John 13:13, "You call me Teacher and Lord, and you say well, for [so] I am.
New Revised Standard Version (1989) -- The Online Study Bible w/verse notes
John 13:13, You call me Teacher and Lord—and you are right, for that is
Revised Standard Version
John 13:13, "You call me 'Teacher' and 'Lord,' and rightly so, for that is what I am.
World English Bible -- http://www.WorldEnglishBible.org
John 13:13, You call me, 'Teacher' and 'Lord.' You say so correctly, for so I am.
Young 's Literal Translation -- Publisher's Note & Preface (1898)
John 13:13, ye call me, The Teacher and The Lord, and ye say well, for I am;
The Orthodox Jewish Brit Chadasha, "You call me Rebbe and Adoneinu, and you say well, for Ani hu."
"Lord" yang diterjemahkan ke dalam Alkitab Indonesia sebagai "Tuhan"[/COLOR]. Kata "Lord" dalam Perjanjian Lama memang dapat diterjemahkan sebagai "Tuhan" atau "God", namun maknanya juga bisa bervariasi. Tetapi dalam konteks ini ia tidak tepat diterjemahkan sebagai "Tuhan". Sesungguhnya, terjemahan yang tepat untuk kata "Lord" dalam konteks ayat di atas adalah "tuan" bukan "Tuhan"! Bukti2nya dapat dilihat di bawah ini:
1 PETRUS 3:6. sama seperti Sara taat kepada Abraham dan menamai dia tuannya (his Lord). Dan kamu adalah anak-anaknya, jika kamu berbuat baik dan tidak takut akan ancaman.
Kurios tidak punya padanan yang cocok dalam bahasa Indonesia. Dalam bahasa Inggris ada, yaitu Lord, dalam bahasa Arab ada, yaitu Rabb. Dalam bahasa Jawa ada: Gusti,
Istilah "Kurios" tidak menunjuk pada atribut apakah dia manusia atau Allah. Itu menunjuk kepada kuasa, kedaulatan. Jadi bisa dipakai untuk manusia bisa juga buat Allah. Penerjemah Alkitab memilih menggunakan kata "Tuhan" bukan "Tuan" sebagai suatu terjemahan yang konsisten bahwa Yesus adalah Allah. Pemilihan ini adalah untuk menekankan segi ilahi Yesus.
* 1 Petrus 3:6
sama seperti Sara taat kepada Abraham dan menamai dia tuannya. Dan kamu adalah anak-anaknya, jika kamu berbuat baik dan tidak takut akan ancaman
sarra upรชkousen tรด abraam kurion auton kalousa รชs egenรชthรชte tekna agathopoiousai kai mรช phoboumenai mรชdemian ptoรชsin
Kata 'KURIOS' berasal dari kata 'KUROS', supremasi, keunggulan; dan kata 'KURIOS' itu ditujukan kepada pribadi yang memiliki orang atau benda sehingga pribadi itu memiliki kuasa untuk mengatur orang atau benda yang menjadi miliknya.
Bandingkan bahwa kata 'KURIOS' dalam bahasa Arab menggunakan kata 'RABB' yang dapat digunakan baik untuk Allah SWT maupun untuk manusia.
Dalam Injil sendiri, kata "Kurios" dalam banyak ayat dipakai untuk Allah. Misalnya Matius.1:20, 22, 24, Matius.2:13,15, 19; Matius.4:7; Matius.5:33 dan masih banyak lagi.
KURIOS: Tuhan atau Tuan
Genitif kuriou, nomina maskulin dari kuros, keunggulan (supremasi), kekuatan, tenaga, kuasa. Diterjemahkan dalam Alkitab LAI dengan Tuhan dan tuan, KJV: Lord, lord, master, sir, Sir, owner.
Dalam Perjanjian Baru Yunani (Septuaginta) kata ini digunakan untuk menerjemahkan kata Ibrani YHVH.
KURIOS, dipakai untuk:
1. Pemilik, yang empunya harta benda. Majikan, induk semang dari hamba, pelayan, budak.
2. Penguasa tertinggi, raja yang berkuasa, misalnya pembesar, kaisar Romawi.
3. Ilah-ilah,
4. Gelar kehormatan terutama bagi atasan
5. Panggilan dari seorang anak kepada ayahnya
6. Panggilan bagi seseorang yang bermartabat tinggi dan memiliki otoritas
7. Allah sebagai tuan tertinggi dan penguasa alam semesta, biasanya merujuk kepada terjemahan kata Ibrani YHVH dalam bahasa Yunani (Septuaginta). Dengan menggunakan kata sandang HO KURIOS.
Kata Kurios dipakai dalam artian Tuhan, sbb :
KURIOS SABAรTH : Tuhan semesta alam (Septuaginta : 1 Samuel 15:2)
KURIOS PANTOKRATรR : Tuhan Yang Mahakuasa (2 Korintus 6:18, Wahyu 11:17, Septuaginta 2 Samuel 7:8, Nahum 2:13)
KURIOS TรN KURIEUONTรN : Tuhan/Tuan dari segala tuan (1 Timotius 6:15)
OURANOU KAI GรS KURIOS : Tuhan atas langit dan bumi (Kisah Para Rasul 17:24, Matius 11:25, Lukas 10:21)
MAZMUR 82:6. Aku sendiri telah berfirman: "Kamu (umat Israel) adalah Allah (God), dan anak-anak Yang Mahatinggi kamu sekalian.
* Mazmur 82:6
"Aku sendiri telah berfirman: 'Kamu adalah allah, dan anak-anak Yang Mahatinggi kamu sekalian.'"
'ANร-'รMARTร 'ELOHรM 'ATEM รVENรY 'ELYรN KULEKHEM
*Yohanes 10:34-36
[34] Kata Yesus kepada mereka: "Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah allah?APEKRITHร AUTOIS HO IรSOUS OUK ESTIN GEGRAMMENON EN Tร NOMร HUMรN EGร EIPA THEOI ESTE
Note:
Kata 'theoi' adalah bentuk jamak dari 'theos', tidak pernah ditujukan kepada Sang Khalik. Pada hakim-hakim Israel juga disebut 'elohim dalam bentuk jamak karena mereka adalah wakil-wakil Allah.
[35] Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut allah-sedang Kitab Suci tidak dapat dibatalkan,
EI EKEINOUS EIPEN THEOUS PROS OUS HO LOGOS TOU THEOU EGENETO KAI OU DUNATAI LUTHรNAI Hร GRAPHร
Idem, ditulis 'theous', bentuk jamak dari 'theos' dalam kasus akusatif (obyek langsung)
[36] masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah?
HON HO PATรR รGIASEN KAI APESTEILEN EIS TON KOSMON HUMEIS LEGETE HOTI BLASPHรMEIS HOTI EIPON HUIOS TOU THEOU EIMI
Note:
Ungkapan "Engkau menghujat Allah" tidak ada kata Allah dalam naskah Yunani tetapi ditulis 'blasphรชmeis', present aktif indikatif orang ke-2 tunggal dari 'blasphรชmeรด', "menghujat"
'huios tou theou', "Anak Allah" dalam bentuk "tunggal" hanya ditujukan khusus kepada Yesus Kristus, 'tou theou' adalah bentuk genitif (menyatakan milik/sumber) dari kata 'ho theos', "Allah". Jika sebutan anak Allah ditujukan kepada manusia, selain dari Yesus Kristus, maka biasanya digunakan dalam bentuk "jamak", 'huioi (tou) theou' (Matius 5:9; Lukas 20:36; Roma 8:14, 9:26; Galatia 3:26) atau dalam bentuk lain (akusatif, datif), 'tรดn huiรดn tou theou' (Roma 8:19). Tidak ada satu pun ungkapan Yunani untuk Anak Allah dalam bentuk tunggal yang ditujukan kepada orang lain, selain daripada Yesus Kristus sendiri
---------------------------------
Kajian lain ada pada TANGGAPAN 7
http://sarapanpagi.6.forumer.com/viewto ... ?p=116#116
atau di http://www.sarapanpagi.org/viewtopic.php?p=1342#1342
, kutipannya demikian :
Kamu adalah allah, apakah ayat tersebut menyatakan orang-orang adalah allah? Mari kita kaji ayat tersebut dengan latar belakangnya.
Ayat tsb pernah dikutip oleh Yesus demikian :
* Yohanes 10:31-34
10:31 Sekali lagi orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Yesus.
10:32 Kata Yesus kepada mereka: "Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?"
10:33 Jawab orang-orang Yahudi itu: "Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah."
10:34 Kata Yesus kepada mereka: "Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah allah?
Ayat 31 Yesus mendapat ancaman perajaman, kemudian ayat 32-33 Yesus menantang orang Yahudi menyebut "pekerjan baik" untuk mana Ia dirajam, yangmenimbulkan balasan mereka mengenai penghujatan. Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu menunjuk kepada perbuatan-perbuatan Yesus sebagai saksi kasih Allah yang besar. karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah, adalah dakwaan yang menurut Hukum Taurat mendapat hukuman perajaman (Imamat 24:16).
Pada ayat 34 "Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah allah?" perkataan ini tepat! Metode penafsiran yang Yesus pakai adalah khas Yahudi dan menjelaskan lagi betapa Yesus memakai pendekatan yang sama dengan pendekatan Taurat yang dianut oleh orang-orang Yahudi yang hendak merajamNya.
Yesus mencuplik ayat dalam Tanakh Ibrani, demikian :
& Mazmur 82:6
Aku sendiri telah berfirman: "Kamu adalah allah, dan anak-anak Yang Mahatinggi kamu sekalian.
Mazmur 82:6 mempunyai latar belakang, untuk mengerti ayat tersebut harus dibaca 1 perikop penuh;
Kitab Mazmur ditulis dengan bahasa puisi (syair); dalam pemahami isi kitab Mazmur harus dipahami secara tersirat karena banyak menggunakan makna-makna Alegoris.
* MAZMUR 82 Allah dalam sidang ilahi
82:1. Mazmur Asaf. Allah berdiri dalam sidang ilahi, di antara para allah Ia menghakimi:
82:2 "Berapa lama lagi kamu menghakimi dengan lalim dan memihak kepada orang fasik? Sela
82:3 Berilah keadilan kepada orang yang lemah dan kepada anak yatim, belalah hak orang sengsara dan orang yang kekurangan!
82:4 Luputkanlah orang yang lemah dan yang miskin, lepaskanlah mereka dari tangan orang fasik!"
82:5 Mereka tidak tahu dan tidak mengerti apa-apa, dalam kegelapan mereka berjalan; goyanglah segala dasar bumi.
82:6. Aku sendiri telah berfirman: "Kamu adalah allah, dan anak-anak Yang Mahatinggi kamu sekalian. --
82:7 Namun seperti manusia kamu akan mati dan seperti salah seorang pembesar kamu akan tewas."
82:8 Bangunlah ya Allah, hakimilah bumi, sebab Engkaulah yang memiliki segala bangsa.
Penjelasan :
Mazmur 82 berbicara mengenai para hakim yang lupa diri. Ketika mazmur ini ditulis, para hakim tidak hanya menjalankan tugas yudikatif (hukum), tapi juga eksekutif (pemerintahan) dan legislatif (pembuat undang-undang).
Sebagai hakim, mereka harus memerintah dengan adil dan menghukum kejahatan (Ulangan 25:1). Namun, pada kenyataannya, ada hakim yang justru memutarbalikkan kebenaran dan membela kelaliman (ayat 2). Bagaimana mungkin mereka dapat membela kaum tertindas dan lemah (ayat 3-4) jika mereka tidak mengenal hikmat Allah dan tidak berjalan dalam kesucian (ayat 5)?
Itulah sebabnya kita melihat Allah berdiri di hadapan para "allah" untuk menghakimi mereka. Istilah "allah" dengan huruf kecil bukan merupakan suatu pujian untuk status para hakim yang seakan-akan menjadi wakil Allah, namun merupakan sindiran yang keras.
Mereka adalah orang-orang yang mengangkat diri menjadi allah-allah palsu. Kepada orang-orang yang congkak dan lupa diri inilah, Allah akan menumpahkan gemas-Nya (ayat 7). Di dalam "kebesaran", mereka akan dihempaskan, karena wewenang telah disalahgunakan.
Pengertian posisi HAKIM dalam dunia sekuler-pun ada; bahwa posisi seorang hakim adalah seolah-olah sebagai "yang maha kuasa" sebagai otoritas final menentukan seorang bersalah/tidak, dihukum/tidak dst..... Sehingga kita menyebut hakim pada persidangan dengan "yang mulia" atau "your highness", kebiasaan ini lazim dalam persidangan di seluruh dunia.
Mazmur 82, pasal ini ditutup dengan suatu permohonan pada Allah agar Ia segera mengulurkan tangan-Nya, membela kaum papa, dan menghajar para pemimpin yang sewenang-wenang. Ini adalah suatu pernyataan iman bahwa Allah tidak pernah menutup mata terhadap segala kejahatan dan penyimpangan. Sebab Allah sendirilah Hakim yang adil itu.
Kembali ke kasus dalam Yohanes 10:31-34 diatas :
Yesus mencuplik ayat dalam Kitab Mazmur, Kata "allah" dalam ayat ini dalam bahasa aslinya ditulis dalam bentuk jamak theoi : Jika pemerintah-pemerintah yang tidak adil disebut theioi atau allah-allah, dengan artian mereka "playing god" duduk di kursi Allah untuk memberi penghukuman bagi Duta Khusus Allah yang diberi nama " Anak Allah", bagaimana Yesus dapat didakwa dengan penghujatan?
Dengan cara inilah Yesus menunjukkan kesalahan dari dakwaan orang-orang Yahudi itu.
MAZMUR 110:1. Mazmur Daud. Demikianlah firman TUHAN (Lord) kepada tuanku (Lord): "Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuhmu menjadi tumpuan kakimu."
* Mazmur 110:1
Mazmur Daud. Demikianlah firman TUHAN kepada tuanku: "Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuhmu menjadi tumpuan kakimu."
KJV : The LORD (YHVH) said unto my Lord (Adonai), Sit thou at my right hand, until I make thine enemies thy footstool.
NASB : The LORD (YHVH) says to my Lord (Adonai): "Sit at My right hand Until I make Your enemies a footstool for Your feet."
ืืืืื ืชืืฉื-ืืข ืื ืืืื ืืฉ ืื ืืื ืืืื ืืื ืจืืืื ืืืื
:ืืืืืจื ืืื
Hebrew Translit, LEDAVID MIZMOR NEUM YHVH LE'ADONI SHEV LIMINI AD-ASHIT OIVEIKHA HADOM LERAGLEIKHA
Kita tinjau dari pemahaman Yudaisme :
Marmur 110 :1 ini merupakan sebuah nubuat tentang Mesias, sehingga Daud sendiri menyebutnya sebagai "ADONAI/tuanku". Suatu hal yang cukup menarik dimana paham Yudaisme tahu bahwa Mesias akan datang dari dinasty Daud, Daud yang menjadi kakek-moyangnya ini menyebut Sang Mesias sebagai "ADONAI".
Menghubungkan Mazmur 110 dengan Mesias tidak hanya tradisi Kristen, tetapi sudah diawali lebih dulu oleh tulisan-tulisan para rabbi (ulama Yahudi) sebelum zaman Yesus ataupun zaman sesudahnya. Misalnya, seperti ungkapan Rabbi Yodan yang mengajar atas nama rabbi Ahan bar Haninan, bahwa YHVH sendiri yang memanggil Mesias sebagai ADONAI dan akan menempatkan Mesias di sebelah kanan-Nya.
Tafsiran ini selain dijumpai Yalkut Shimoni (Tehilim 110), tercatat juga dalam Nedarim 32b dan Sanhedrin 108b.
Pemahaman Yahudi inilah yang melatarbelakangi khotbah Petrus dalam Kisah Para Rasul 2:36 bahwa Allah sendirilah yang telah menjadikan Yesus sebagai Tuhan dan Kristus. "Tuhan" di sini bukan dalam makna ilah selain Allah, melainkan sebagai rabbi (Penguasa) sesuai dengan pengharapan Yahudi.
Bagaimanakah makna lebih lanjut gelar ADONAI bagi Mesias tersebut?
Tradisi Yahudi tidak berani mengeja Nama Diri (ismu dzat, "proper name") Allah dalam bahasa Ibrani: YHVH (transiterasi: YEHOVAH). Sebagai gantinya, mereka tetap membiarkan empat huruf suci itu dalam Taurat dengan membacanya HA-SHEM (Sang Nama) atau membacanya dengan ADONAI (Yunani: KURIOS ; Aram: MARA; Arab: RABB atau Inggris: LORD).
Pada akhirnya Allah sendiri memberikan gelar itu kepada Yesus sebagai Mesias, Firman-Nya sendiri yang nuzul ke dunia. Karena itu Yesus telah bersabda:
"Segala kuasa di surga maupun di bumi telah dilimpahkan kepada-Ku" (Matius 28:20).
Makna pelimpahan kekuasaan dalam Matius 28:20 ini, sekalipun tidak persis sama, sejajar dengan ungkapan Alquran: (Q.s. ali Imran 3:45, "Al Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat ").
http://quran.al-islam.com/Targama/DispT ... a=45&t=ind
Penerapan gelar ADONAI bagi Sang Mesias berarti melalui Mesias-Nya Allah menyatakan keTuhanan-Nya. Dalam makna itulah, Yesus bi-idzinillah (dengan izin Allah) bergelar "Tuhan (RABBI/ADONAI) dan Mesias (AL-MASIH/ MASYIAKH)" (lihat, Kisah Para Rasul 2:11).
Gelar yang menurut harapan mesianik Yahudi akan diterapkan bagi Raja Mesias ini juga berhubungan erat dengan ungkapan "duduk di sebelah kanan Allah".
Mengapa? Ungkapan simbolik ini muncul dalam kaitan dengan pola bangunan Bait Suci (Ibrani: Beyt hammiqdash di mana istana raja-raja keturunan Raja Daud berada di sebelah selatan ruang Mahakudus (devir) Bait Allah yang menghadap ke timur. Ini berarti istana Daud berada "di sebelah kanan" ruang mahakudus yang melambangkan kehadiran Allah.
Jadi, firman "SHEV LIMINI" (duduklah di sebelah kanan-Ku), dalam Mazmur 110:1 bermakna bahwa kekuasaan yang diberikan kepada Raja Mesias itu kekal selama-lamanya. Maksudnya, Allah menghendaki takhta raja Mesias itu kekal selamanya.
Kata disini 'kanan' tidak bermakna harfiah, Jadi jangan terjebak kata-kata. Istilah (dalam bahasa kiasan) dalam masyarakat pun kita ada istilah "Tangan Kanan" yang artinya: "Kepercayaan" --> 'dia itu tangan-kanan owner perusahaan ini', artinya dia itu adalah orang kepercayaan.
Dalam bahasa Inggris ada pula istilah "Invisible Hand" yang artinya: bantuan atau pertolongan secara kasat mata atau mujizat.
Ayat-ayat lain dalam Perjanjian Baru, yang menyatakan Yesus "disebelah kanan", sebagai berikut :
* Kolose 3:1
Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.
TR, ฮตฮน ฮฟฯ ฮฝ ฯฯ ฮฝฮทฮณฮตฯฮธฮทฯฮต ฯฯ ฯฯฮนฯฯฯ ฯฮฑ ฮฑฮฝฯ ฮถฮทฯฮตฮนฯฮต ฮฟฯ ฮฟ ฯฯฮนฯฯฮฟฯ ฮตฯฯฮนฮฝ ฮตฮฝ ฮดฮตฮพฮนฮฑ ฯฮฟฯ ฮธฮตฮฟฯ ฮบฮฑฮธฮทฮผฮตฮฝฮฟฯ
Translit. Interlinear, ei {JIKA} oun {KARENA ITU} sunรชgerthรชte {KAMU DIBANGKITKAN BERSAMA} tรด christรด {DENGAN KRISTUS} ta {hal-hal} anรด {yang diatas} zรชteite {CARILAH} ou {DIMANA} o christos {KRISTUS} estin en{DI} dexia {KANAN} tou theou {ALLAH} kathรชmenos {DUDUK}
* Ibrani 1:3
Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi,
TR, ฮฟฯ ฯฮฝ ฮฑฯฮฑฯ ฮณฮฑฯฮผฮฑ ฯฮทฯ ฮดฮฟฮพฮทฯ ฮบฮฑฮน ฯฮฑฯฮฑฮบฯฮทฯ ฯฮทฯ ฯ ฯฮฟฯฯฮฑฯฮตฯฯ ฮฑฯ ฯฮฟฯ ฯฮตฯฯฮฝ ฯฮต ฯฮฑ ฯฮฑฮฝฯฮฑ ฯฯ ฯฮทฮผฮฑฯฮน ฯฮทฯ ฮดฯ ฮฝฮฑฮผฮตฯฯ ฮฑฯ ฯฮฟฯ ฮดฮน ฮตฮฑฯ ฯฮฟฯ ฮบฮฑฮธฮฑฯฮนฯฮผฮฟฮฝ ฯฮฟฮนฮทฯฮฑฮผฮตฮฝฮฟฯ ฯฯฮฝ ฮฑฮผฮฑฯฯฮนฯฮฝ ฮทฮผฯฮฝ ฮตฮบฮฑฮธฮนฯฮตฮฝ ฮตฮฝ ฮดฮตฮพฮนฮฑ ฯฮทฯ ฮผฮตฮณฮฑฮปฯฯฯ ฮฝฮทฯ ฮตฮฝ ฯ ฯฮทฮปฮฟฮนฯ
Translit. Interlinear, os {YANG} รดn {ADALAH} apaugasma {CAHAYA/PANTULAN} tรชs doxรชs {DARI KEMULIAAN} kai {DAN} charaktรชr {GAMBAR YANG PERSIS} tรชs upostaseรดs {DARI HAKIKAT} autou {NYA} pherรดn {MENOPANG} te {DAN} ta panta {SEGALA} tรด rรชmati {DENGAN SABDA} tรชs dunameรดs {YANG PENUH KUASA} autou {NYA} di {OLEH} eautou {(dirinya sendiri)} katharismon {PENGHAPUSAN} poiรชsamenos {SETELAH MENGADAKAN} tรดn amartiรดn {DOSA-DOSA} รชmรดn {KITA} ekathisen {DUDUK} en {DI} dexia {KANAN} tรชs megalรดsunรชs {YANG MAHABESAR} en upsรชlois {DI (Surga) YANG TINGGI}
* Ibrani 8:1
Inti segala yang kita bicarakan itu ialah: kita mempunyai Imam Besar yang demikian, yang duduk di sebelah kanan takhta Yang Mahabesar di sorga,
TR, ฮบฮตฯฮฑฮปฮฑฮนฮฟฮฝ ฮดฮต ฮตฯฮน ฯฮฟฮนฯ ฮปฮตฮณฮฟฮผฮตฮฝฮฟฮนฯ ฯฮฟฮนฮฟฯ ฯฮฟฮฝ ฮตฯฮฟฮผฮตฮฝ ฮฑฯฯฮนฮตฯฮตฮฑ ฮฟฯ ฮตฮบฮฑฮธฮนฯฮตฮฝ ฮตฮฝ ฮดฮตฮพฮนฮฑ ฯฮฟฯ ฮธฯฮฟฮฝฮฟฯ ฯฮทฯ ฮผฮตฮณฮฑฮปฯฯฯ ฮฝฮทฯ ฮตฮฝ ฯฮฟฮนฯ ฮฟฯ ฯฮฑฮฝฮฟฮนฯ
Translit. Interlinear, kephalaion {INTI} de {ADAPUN} epi {BERDASARKAN} tois {hal-hal yang} legomenois {DEKATAKAN} toiouton {DEMIKIAN} echomen {KITA MEMPUNYAI} archierea {IMAM BESAR} os {YANG} ekathisen {DUDUK} en {DI} dexia {SEBELAH KANAN} tou thronou {TAKHTA} tรชs megalรดsunรชs {YANG MAHABESAR} en tois ouranois {DI SURGA}
* Ibrani 10:12
Tetapi Ia, setelah mempersembahkan hanya satu korban saja karena dosa, Ia duduk untuk selama-lamanya di sebelah kanan Allah,
TR, ฮฑฯ ฯฮฟฯ ฮดฮต ฮผฮนฮฑฮฝ ฯ ฯฮตฯ ฮฑฮผฮฑฯฯฮนฯฮฝ ฯฯฮฟฯฮตฮฝฮตฮณฮบฮฑฯ ฮธฯ ฯฮนฮฑฮฝ ฮตฮนฯ ฯฮฟ ฮดฮนฮทฮฝฮตฮบฮตฯ ฮตฮบฮฑฮธฮนฯฮตฮฝ ฮตฮฝ ฮดฮตฮพฮนฮฑ ฯฮฟฯ ฮธฮตฮฟฯ
Translit. Interlinear, autos {(Imam) INI} de mian uper {DILAIN PIHAK HANYA SATU} amartiรดn {MENGHAPUS DOSA-DOSA} prosenegkas {TELAH MENYEMBAHKAN} thusian {KURBAN} eis to diรชnekes {UNTUK SELAMA-LAMANYA} ekathisen {DUDUK} en dexia {DISEBELAH KANAN} tou theou {ALLAH}
* Ibrani 12:2
Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.
TR, ฮฑฯฮฟฯฯฮฝฯฮตฯ ฮตฮนฯ ฯฮฟฮฝ ฯฮทฯ ฯฮนฯฯฮตฯฯ ฮฑฯฯฮทฮณฮฟฮฝ ฮบฮฑฮน ฯฮตฮปฮตฮนฯฯฮทฮฝ ฮนฮทฯฮฟฯ ฮฝ ฮฟฯ ฮฑฮฝฯฮน ฯฮทฯ ฯฯฮฟฮบฮตฮนฮผฮตฮฝฮทฯ ฮฑฯ ฯฯ ฯฮฑฯฮฑฯ ฯ ฯฮตฮผฮตฮนฮฝฮตฮฝ ฯฯฮฑฯ ฯฮฟฮฝ ฮฑฮนฯฯฯ ฮฝฮทฯ ฮบฮฑฯฮฑฯฯฮฟฮฝฮทฯฮฑฯ ฮตฮฝ ฮดฮตฮพฮนฮฑ ฯฮต ฯฮฟฯ ฮธฯฮฟฮฝฮฟฯ ฯฮฟฯ ฮธฮตฮฟฯ ฮตฮบฮฑฮธฮนฯฮตฮฝ
Translit. Interlinear, aphorรดntes {PANDANGLAH} eis {KEPADA} ton tรชs pisteรดs {DENGAN IMAN} archรชgon {IMAM} kai {DAN} teleiรดtรชn {PENYEMPURNA} iรชsoun {YESUS} os {YANG} anti {GANTI/UNTUK} tรชs {YANG} prokeimenรชs {ADA DI DEPAN/ DITENTUKAN} autรด {DIA/BAGI DIA} charas {KEBAHAGIAAN} upemeinen {TEKUN MENANGGUNG} stauron {SALIB} aischunรชs {PENGALAMAN DIPERMALUKAN} kataphronรชsas {(dengan) MENGABAIKAN} en {DI} dexia {SEBELAH KANAN} te {DAN} tou thronou {TAKHTA} tou theou {ALLAH} ekathisen {TELAH DUDUK}
* I Petrus 3:22
yang duduk di sebelah kanan Allah, setelah Ia naik ke sorga sesudah segala malaikat, kuasa dan kekuatan ditaklukkan kepada-Nya.
TR, ฮฟฯ ฮตฯฯฮนฮฝ ฮตฮฝ ฮดฮตฮพฮนฮฑ ฯฮฟฯ ฮธฮตฮฟฯ ฯฮฟฯฮตฯ ฮธฮตฮนฯ ฮตฮนฯ ฮฟฯ ฯฮฑฮฝฮฟฮฝ ฯ ฯฮฟฯฮฑฮณฮตฮฝฯฯฮฝ ฮฑฯ ฯฯ ฮฑฮณฮณฮตฮปฯฮฝ ฮบฮฑฮน ฮตฮพฮฟฯ ฯฮนฯฮฝ ฮบฮฑฮน ฮดฯ ฮฝฮฑฮผฮตฯฮฝ
Translit. Interlinear, os {YANG} estin {BERADA} en {DI} dexia {SEBELAH KANAN} tou theou {ALLAH} poreutheis {TELAH PERGI} eis ouranon {KE SURGA} upotagentรดn {TUNDUK} autรด {KEPADANYA} aggelรดn {MALAIKAT-MALAIKAT} kai {DAN} exousiรดn {PENGUASA-PENGUASA} kai {DAN} dunameรดn {KUASA-KUASA}
KELUARAN 7:1. Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Lihat, Aku mengangkat engkau sebagai Allah (God) bagi Firaun, dan Harun, abangmu, akan menjadi nabimu.
Kita kaji ayat tersbeut, apakah dengan demikian Musa diangkat sebagai allah?
* Keluaran 7:1
Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Lihat, Aku mengangkat engkau sebagai Allah bagi Firaun, dan Harun, abangmu, akan menjadi nabimu.
Ayat diatas bermakna bahwa Musa akan mendatangi Firaun "atas nama" Allah dan Harus sebagai nabi atau sebagai "pembawa pesan" atau juru bicara. Mengapa ayat ini diungkapkan?
Kita baca ayat sebelumnya dalam :
Keluaran 6:27-29
6:27 Pada waktu TUHAN berfirman kepada Musa di tanah Mesir,
6:28 TUHAN berfirman kepadanya: "Akulah TUHAN; katakanlah kepada Firaun, raja Mesir, segala yang Kufirmankan kepadamu."
6:29 Tetapi Musa berkata di hadapan TUHAN: "Bukankah aku ini seorang yang tidak petah lidahnya, bagaimanakah mungkin Firaun akan mendengarkan aku?"
7:1 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Lihat, Aku mengangkat engkau sebagai Allah bagi Firaun, dan Harun, abangmu, akan menjadi nabimu.
7:2 Engkau harus mengatakan segala yang Kuperintahkan kepadamu, dan Harun, abangmu, harus berbicara kepada Firaun, supaya dibiarkannya orang Israel itu pergi dari negerinya.
Ungkapan "Aku mengangkat engkau sebagai Allah bagi Firaun" --> Allah menjamin Musa, bahwa ia akan mempunyai fungsi yang bersifat ilahi. Hasilnya nanti adalah Allah benar-benar akan memimpin orang Israel akan keluar dari Mesir (Keluaran 7:4-5). Hal ini penting dilakukan supaya orang Mesir mengetahui bahwa "Aku adalah TUHAN" (ayat 5)
Keluaran 7:4-5
7:4 Bilamana Firaun tidak mendengarkan kamu, maka Aku akan mendatangkan tangan-Ku kepada Mesir dan mengeluarkan pasukan-Ku, umat-Ku, orang Israel, dari tanah Mesir dengan hukuman-hukuman yang berat.
7:5 Dan orang Mesir itu akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, apabila Aku mengacungkan tangan-Ku terhadap Mesir dan membawa orang Israel keluar dari tengah-tengah mereka."
Sekali lagi, Yesus adalah tuan/pemimpin, bukan Tuhan, hal ini dapat dibuktikan dengan pernyataan Yesus lainnya, yang sama2 ditulis oleh penulis yang sama:
YOHANES 17:3 Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah (God) yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.
YOHANES 5:30 Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku.
Jika Yesus adalah Tuhan, maka seharusnya pernyataan Yesus di atas adalah sebagai berikut:
YOHANES 17:3 Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa kamu (umat Israel) mengenal Aku, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Paulus Tarsus yang telah Aku utus.
YOHANES 5:30 Aku dapat berbuat apa saja dari diri-Ku sendiri, Aku menghakimi sesuai dengan apa yang kamu (umat Israel) kerjakan, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku berkehendak atas segala sesuatu dari diri-Ku sendiri.
[QS. 19:30. Berkata Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi.
Hal diatas berkaita dengan "kenosis" Yesus Kristus dalam kapasitasNya sebagai manusia (sudah dijelaskan dalam tangapan-tanggapan sebelumnya)
* Yohanes 5:30
"Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menurut kehendak diri-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus aku."
OU DUNAMAI EGร POIEIN AP EMAUTOU OUDEN KATHรS AKOUร KRINร KAI Hร KRISIS Hร EMร DIKAIA ESTIN HOTI OU ZรTร TO THELรMA TO EMON ALLA TO THELรMA TOU PEMPSANTOS ME PATROS
Penghakiman Allah adalah penghakiman yang sempurna. Hanya Allah saja yang suci, dan karena itu hanya Dia saja yang mengetahui ukuran yang benar untuk menghakimi orang. Hanya Allah saja yang secara sempurna mengasihi, dan hanya Dia saja yang melakukan penghakiman dengan belas kasih. Di dalam belas kasih itulah semua penghakiman yang benar dilakukan. Hanya Allah saja yang MENGETAHUI secara sempurna dan penuh, dan penghakiman itu bisa disebut sempurna apabila semua HAL YANG BERSANGKUTAN dengan itu dipertimbangkan. Pertimbangan Yesus sebagai yang berhak menghakimi didasarkan pada pengakuan bahwa di dalam diri-Nya terdapat pikiran Allah yang sempurna. Yesus tidak menghakimi berdasarkan motivasi manusiawi yang mungkin sulit dihindarkan. Yesus melakukan penghakiman dengan kesucian, kasih dan simpati Allah yang sempurna.
4. KITAB MATIUS & MARKUS: Ibadah Yesus.
Ketika Yesus bersama murid2nya sampai ke suatu tempat yang bernama Getsemani, Yesus merasa sedih dan gentar, kemudian ia sujud dan berdoa kepada Tuhan.
MATIUS 26:39 Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki."
MARKUS 14:35-36 Ia maju sedikit, merebahkan diri ke tanah dan berdoa supaya, sekiranya mungkin, saat itu lalu dari pada-Nya. Kata-Nya: "Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki."
Jelas sekali bahwa ayat2 di atas menunjukkan penghambaan Yesus kepada Tuhan dengan cara bersujud dan berdoa. Ironisnya, tatacara Yesus di atas tidak dilaksanakan oleh umat Kristen, dan bahkan hampir seluruh tatacara ibadah umat Kristen bukanlah yang diajarkan oleh Yesus, tetapi berdasarkan tradisi yang telah diciptakan oleh tokoh2 Gereja Kristen Awal pimpinan Paulus Tarsus. Termasuk pemberian nama "gereja" dan "Kristen", bukanlah diberikan oleh Yesus maupun Tuhan, tetapi justru oleh tokoh2 Gereja Kristen Awal.
Tatacara ibadah Yesus di atas sesungguhnya telah dilaksanakan oleh para nabi Bani Israel sebelumnya dan oleh umat Islam (Sholat). Perhatikan bukti2 di bawah ini:
KELUARAN 40:31-32 Musa dan Harun serta anak-anaknya membasuh tangan dan kaki mereka dengan air dari dalamnya. Apabila mereka masuk ke dalam Kemah Pertemuan dan apabila mereka datang mendekat kepada mezbah itu, maka mereka membasuh kaki dan tangan--seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa.
MAZMUR 95:5-6 Kepunyaan-Nya laut, Dialah yang menjadikannya, dan darat, tangan-Nyalah yang membentuknya. Masuklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan TUHAN yang menjadikan kita.
YOSUA 5:14 Jawabnya: "Bukan, tetapi akulah Panglima Balatentara TUHAN. Sekarang aku datang." Lalu sujudlah Yosua dengan mukanya ke tanah, menyembah dan berkata kepadanya: "Apakah yang akan dikatakan tuanku kepada hambanya ini?"
BILANGAN 20:6 Maka pergilah Musa dan Harun dari umat itu ke pintu Kemah Pertemuan, lalu sujud. Kemudian tampaklah kemuliaan TUHAN kepada mereka.
KEJADIAN 17:2-3 Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau, dan Aku akan membuat engkau sangat banyak." Lalu sujudlah Abram, dan Allah berfirman kepadanya:
KELUARAN 3:5 Lalu Ia berfirman: "Janganlah datang dekat-dekat: tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus."
IMAN KRISTIANI tidak mempermasalahkan tata cara berdoa; sujud; duduk; tangan dilipat; mengangkat tangan; berdiri; berteriak; berbisik; menangis dan sebagainya. Tidak ada ketentuan jam-dan waktu (Efesus 6:18 ); Tidak ada ketentuan untuk harus memakai pakaian tertentu jika berdoa; tidak ada koreografi tertentu untuk berdoa; Doa bukanlah sekedar pengucapan mantra yang diulang-ulang; Tepatnya tidak ada syariat yang mengikat tentang tata-cara penyembahan dan pengucapan doa. Dan Tuhan Yesus sudah memberikan contoh-contohnya. Martin Luther dan kebiasaan para bapak Gereja sering berdoa dengan merebahkan dirinya ke tanah, namun hal ini juga bukanlah suatu keharusan. Kamipun sering melakukan doa dengan sujud seperti yang dilakukan Yesus dan itu diperbolehkan, Tetapi iman Kristen tidak mengharuskan selalu bersujud sengan koreografi tertentu.
Definisi doa adalah adalah sebagai berikut : Hubungan persekutuan dengan Allah di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Atau lebih tepatnya Doa adalah komunikasi pribadi dengan Allah.
Prinsip yang mendasarinya adalah prinsip kekudusan bukan tingkah laku agamawi. "Sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada permohonan (doa) mereka..." (I Petrus. 3:12).
Doa disini adalah menekankan aspek rohani-nya buka jasmaninya (tata cara berdoa). Berdoa yang benar adalah : berdoa dalam roh dan kebenaran, bukan rutinitas dan tata cara jasmaniah, bukan pula ketentuan jumlah berdoa dalam satu hari; tidak terbatas pada ruang dan waktu; tidak harus memakai pakaian tertentu; Kita bisa setiap saat berdoa! inilah the simplicity of the Gospel!
BERDOA DALAM ROH DAN KEBENARAN
Alkitab berkata, "Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah yang benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran." (Yohanes 4:23). Dalam sembah sujud dan berbakti kepada Tuhan ada dua unsur penting. Pertama yaitu berbakti dengan jujur, berbakti di dalam kebenaran; ini suatu aspek fungsi rasio. Kedua, berbakti di dalam roh, berbakti di dalam kuasa Roh Kudus, ini aspek rohani. Iman mencakup dua wilayah; wilayah rasional dan wilayah spiritual. Wilayah rasional bersangkut-paut dengan fungsi pikiran. Wilayah spiritual bersangkut paut dengan fungsi kita berbakti dan memuliakan Allah.
BERDOA DENGAN ROH, BERDOA DENGAN PENGERTIAN
Berbakti dalam doa adalah mencakup aspek fungsi hidup rohani yang disebut berdoa; "Aku akan berdoa juga dengan akal budiku," demikian Paulus berkata dalam 1 Korintus 14:15. Doa dalam roh dan doa dalam pikiran, doa dalam roh dan doa dalam akal, dalam pengertian. Paulus menekankan bukan hanya berdoa dalam roh tetapi juga memakai pengertian. Jadi di sini keseimbangan yang ditekankan. Roh Kudus memimpin rohmu dan Firman memimpin pikiranmu.
Tidak ada seorangpun yang mampu memisahkan Roh Kudus dari kebenaran, dan tidak ada seorang pun berhak memisahkan pimpinan Roh Kudus dengan roh kita. Jika pikiran kita tidak dipimpin oleh Kebenaran, kita belum bisa berbakti kepada Allah. Jika hati dan nurani kita tidak dipimpin oleh Roh Kudus, kita belum mengerti bagaiman berdoa kepada Tuhan. Jadi, berbakti kepada Tuhan dalam kebenaran dan roh, berdoa kepada Tuhan dalam pikiran dan hati nurani yang dipimpin oleh Roh. Roh Kudus tidak mungkin memimpin seseorang tanpa memakai kebenaran. Dengan kebenaran Dia memimpin kita, karena Firman Tuhan menjadi pedoman hidup, Firman Tuhan menjadi pelita bagi jalan kita, Firman Tuhan menjadi penerang bagi hati nurani, dengan cahaya Firman kita dipimpin. Seorang yang bijaksana adalah seorang yang menaklukkan pikiran di bawah kuasa Roh Kudus dan kedaulatan Tuhan Allah.
[QS. 5:72 Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah adalah Al-Masih putra Maryam", padahal Al-Masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israel, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu." Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang lalim itu seorang penolong pun.]
Seperti yang sudah dijelaskan diatas, inilah letak perbedaannya dengan iman Kristiani yang dijelaskan dalam Alkitab. Alkitab dengan jelas menulis Yesus Kristus sudah ada dalam kepra-adaan-Nya sebagai manusia. (Yohanes 1:1-5, 9-11)
Amin.
37. FIRMAN TUHAN MENGGELIKAN DALAM ALKITAB
Alkitab, yang konon merupakan firman Tuhan, di dalamnya banyak ditemukan ayat-ayat Tuhan yang sangat menggelikan jika dibaca. Benarkah ayat-ayat berikut ini merupakan firman Tuhan?
1. KITAB ULANGAN: Tuhan meracuni orang asing.
14:21 Janganlah kamu memakan bangkai apapun, tetapi boleh kauberikan kepada pendatang yang di dalam tempatmu untuk dimakan, atau boleh kaujual kepada orang asing; sebab engkaulah umat yang kudus bagi TUHAN, Allahmu. Janganlah kaumasak anak kambing dalam air susu induknya."
(Hah? Tuhan mau meracuni bangsa asing? Rasialis!)
Sudah jelas bahwa peraturan dan hukum-hukum Taurat adalah spesifik bagi umat pilihan Allah "Israel". Dan memang demikian adanya. Penetapan hukum makanan ini menetapkan jati diri "umat pilihan Allah". Peraturan-peraturan itu secara efektif memotong setiap hubungan dengan bangsa bukan-Yahudi sehingga peraturan ini membantu untuk menghindari dorongan asimilasi. Hukum ini menjadi ketentuan agama Yahudi. kepentingan dasar hukum ini adalah : Umat Allah tidak boleh berperilaku seperti orang-orang yang beribadah kepada dewa dewa asing, dan pembedaan ini sangat menyeluruh termasuk ketentuan tentang makanan.
2. KITAB KEJADIAN: Tuhan capek dan beristirahat (lebih jelas, lihat Kitab Keluaran 31:16-17).**
2:2 Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-nya itu.
2:3 Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.
(Tuhan capek lalu istirahat seharian? Emangnya buruh yang harus libur sehari dalam seminggu?)
Pada hari yang ketujuh Allah telah menyelesaikan pekerjaan-Nya itu, lalu Ia beristirahat. Maka diberkati-Nya hari yang ketujuh itu dan dijadikan-Nya hari yang khusus, karena pada hari itu Allah beristirahat setelah menyelesaikan pekerjaan-Nya. (Kejadian 2:2-3)
Setelah penciptaan, Tuhan beristirahat. Dia tidak berkata “Aku akan mencipta lagi,” atau “Aku ingin menyelesaikan satu pekerjaan lagi.” Tidak. Kitab Kejadian jelas mengatakan, “Tuhan telah menyelesaikan pekerjaan-Nya, kemudian Dia beristirahat.”
Hari Sabat menjadi tanda bahwa Allah adalah Pencipta :
* Keluaran 31:16-17
31:16 Maka haruslah orang Israel memelihara hari Sabat, dengan merayakan sabat, turun-temurun, menjadi perjanjian kekal.
31:17 Antara Aku dan orang Israel maka inilah suatu peringatan untuk selama-lamanya, sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, dan pada hari yang ketujuh Ia berhenti bekerja untuk beristirahat."
Mengapa Allah beristirahat pada hari ke 7?
Inti dari hari ketujuh sebagai peringatan akan penciptaan Allah adalah sebagai berikut :
"Hari-hari Sabat-Ku juga Kuberikan kepada mereka menjadi peringatan di antara Aku dan mereka, supaya mereka mengetahui bahwa Akulah TUHAN, yang menguduskan mereka" (Yehezkiel 20 : 12 )
"...., kuduskanlah hari-hari Sabat-Ku, sehingga itu menjadi peringatan di antara Aku dan kamu, supaya orang mengetahui bahwa Akulah TUHAN, Allahmu..." (Yehezkiel 20 : 20)
Memang ada sedikit perbedaan antara bekerja dan beristirahat. Kapan terakhir kalinya Anda “duduk santai.” Dalam budaya kita seringkali kita menyamakan kesibukan dengan hidup yang berarti. Tapi sesungguhnya kesibukan tidak selalu sama dengan hidup yang berarti, terkadang justru malah sebaliknya. Dalam Alkitab tertulis, “Berhentilah dan ketahuilah, Aku ini Allah.” (Mazmur 46:10). Oleh sebab itu bila diam adalah prasyarat untuk mengenal Tuhan, maka adalah suatu keajaiban kalau dalam kesibukan kita mampu mengenal Dia.
Hubungan antara istirahat dan kerohanian bukanlah hal baru. Dalam Kitab Kejadian kita tahu bahwa Tuhan beristirahat pada hari ketujuh. Kita bicara tentang “istirahat (nafash) dalam arti spiritual.”
3. KITAB KEJADIAN: Adam dan Hawa bermain petak umpet dengan Tuhan.
3:8 Ketika mereka mendengar bunyi langkah Tuhan Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan istrinya itu terhadap Tuhan Allah di antara pohon-pohonan dalam taman.
3:9 Tetapi Tuhan Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?"
3:10 Ia menjawab, "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi."
(Tuhan berpatroli lalu Adam dan Hawa bersembunyi?)
* Kejadian 3:9,
"Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: 'Di manakah engkau?'"
VAYIQRร' YEHOVรH 'ELOHรM 'EL-Hร'รDรM VAYO'MER LO 'AYEKรH
Allah jelas mengetahui Adam bersembunyi di mana, namun Dia menghendaki jawaban atau pengakuan dari Adam sendiri. Allah melihat segala-galanya.
Hal yang sama dapat dijumpai dalam peristiwa Kain-Habel. Allah-pun bertanya kepada Kain, "Dimanakah Habel" hal ini tidak berarti bahwa Allah tidak mengetahui perbuatan Kain, melainkan Kain menyembunyikan bukti dosanya. Allah menghendaki pengakuan yang sesungguhnya dari Kain namun dengan pengakuan semu akan suatu dosa kelalaian, Kain berusaha menutupi dosa perbuatannya.
Menurut salah satu tafsiran Alkitab :
Allah bertanya "Adam, dimanakah engkau.....?"
Tentu saja Allah tahu bahwa Adam bersembunyi di semak-semak. Tentu Allah tahu, tapi ini semua dikatakanNya karena Allah sedih....., sebab Dia tidak dapat berhubungan dengan manusia seperti dulu lagi. Ini adalah suatu ungkapan yang mempunyai arti sangat dalam, bahwa Allah sungguh berduka. Dia kehilangan kekasih yang dicintainya.
Allah itu suci dan tidak dapat berkompromi dengan dosa. Manusia telah kehilangan kemuliaan Allah dan tak lepas dari hukuman Allah. Hukuman ini diberikan bukan karena Allah itu kejam, melainkan Allah itu Maha Adil (Yesaya 24:16). Allah yang Maha Adil selalu menghukum yang bersalah seperti tertulis : "upah dosa adalah maut" (Roma 6:23).
Puji Tuhan! Allah kita yang Maha Adil itu juga Maha Kasih. Ia ingin memulihkan hubunganNya dengan manusia kembali, sehingga Allah sendiri yang datang ke dunia dalam pribadi Yesus Kristus. Seorang penyelamat yang menebus manusia dari dosa, seperti yang tertulis dalam Yohanes 3 : 16 : "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak akan binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal."
Allah mengasihi kita!, Dia menyatakan niat baikNya untuk memulihkan hubunganNya dengan kita manusia yang seharusnya menerima hukuman mati, ternyata masih diberi kesempatan untuk memperoleh pengampunan.
Dapatkah manusia membebaskan dirinya dari hukuman maut itu dengan usahanya sendiri?. Tak ada seorangpun yang mampu melakukannya. Dalam hidupnya, manusia malah menambah dosa-dosanya. Semua manusia dari Adam sampai hari ini, termasuk nabi-nabi telah berbuat dosa, kecuali Yesus Kristus sebab Dia adalah Allah sendiri, didalam Dia, Yesus, tidak ada dosa 1 Yohanes 3 : 5 : "Dan kamu tahu, bahwa Ia (Allah) telah menyatakan diriNya, supaya Ia menghapus segala dosa, dan didalam Dia tidak ada dosa."
Kesaksian-kesaksian tersebut menyatakan bahwa tidak ada manusia yang luput dari dosa, dan yang tidak berdosa hanya Allah saja. Maka Allah sendiri datang ke dunia dengan mengambil rupa seorang hamba (manusia). Dia datang sebagai pribadi Yesus Kristus. Maka Yesus Kristus adalah satu-satunya manusia yang suci, yang tidak pernah berbuat dosa, sebab Dia adalah Allah sendiri. Karena Roh Allah tinggal didalam Yesus. Dia yang berkuasa di Surga, bumi dan semesta alam.
Juru selamat telah datang... dosa-dosa kita sudah ditanggungNya diatas kayu salib. Datanglah pada Yesus, jaminan keselamatan ada ditanganNya dan kita akan bersama-sama menjadi warga negara Kerajaan Surga dan memperoleh kehidupan yang kekal (Yohanes 5:24-25, Yohanes 14:1-7, Kisah Para Rasul 4:12).
4. KITAB KEJADIAN: Tuhan menggauli Sara.
21:1. TUHAN memperhatikan Sara, seperti yang difirmankan-Nya, dan TUHAN melakukan kepada Sara seperti yang dijanjikan-Nya.
21:2 Maka mengandunglah Sara, lalu ia melahirkan seorang anak laki-laki bagi Abraham dalam masa tuanya, pada waktu yang telah ditetapkan, sesuai dengan firman Allah kepadanya.
(Hah? Tuhan menggauli Sara?)
Ayat diatas jelas diartikan secara sempit oleh penulis diatas. Mari kita baca dengan seksama
* Kejadian 21:1-7 ISHAK LAHIR
21:1 TUHAN memperhatikan Sara, seperti yang difirmankan-Nya, dan TUHAN melakukan kepada Sara seperti yang dijanjikan-Nya.
21:2 Maka mengandunglah Sara, lalu ia melahirkan seorang anak laki-laki bagi Abraham dalam masa tuanya, pada waktu yang telah ditetapkan, sesuai dengan firman Allah kepadanya.
21:3 Abraham menamai anaknya yang baru lahir itu Ishak, yang dilahirkan Sara baginya.
21:4 Kemudian Abraham menyunat Ishak, anaknya itu, ketika berumur delapan hari, seperti yang diperintahkan Allah kepadanya.
21:5 Adapun Abraham berumur seratus tahun, ketika Ishak, anaknya, lahir baginya.
21:6 Berkatalah Sara: "Allah telah membuat aku tertawa; setiap orang yang mendengarnya akan tertawa karena aku."
21:7 Lagi katanya: "Siapakah tadinya yang dapat mengatakan kepada Abraham: Sara menyusui anak? Namun aku telah melahirkan seorang anak laki-laki baginya pada masa tuanya."
Bukankah setiap kelahiran anak merupakan anugerah bagi orang-tuanya? tentu hal demikian tidak boleh diartikan secara sempit bahwa Tuhan menggauli manusia. perhatikan ayat 3, dengan jelas ayat tersebut menuliskan bahwa anak yang baru lahir itu adalah anak dari Abraham.
5. KITAB KEJADIAN: Roh Allah melayang-layang.
1:2 Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.
(Bagaimana penulis Alkitab bisa tahu kalau "Roh Allah" melayang-layang di atas air?)
* KEJADIAN 1:1-2
1:1. Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.
1:2 Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air
Melayang-layang adalah kata yang beda dengan terapung-apung
terjemahan lainnya bisa kita kaji demikian :
KING JAMES :
1:1 In the beginning God created the heaven and the earth.
1:2 And the earth was without form, and void; and darkness was upon the face of the deep. And the Spirit of God moved upon the face of the waters.
Tuhan itu Roh 2 Korintus 3:17a Sebab Tuhan adalah Roh;
Raja Daud menuliskan syair yang indah tentang keberadaan Tuhan ini
* Mazmur 139:7-8
"Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu? Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situpun Engkau."
Artinya Roh Allah bisa melayang-layang kemana saja, sebab Dia Maha Hadir.
6. KITAB KEJADIAN: Rupa Allah.
1:26 Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."
(Rupa manusia seperti rupa Allah?)
Tuhan memutuskan untuk menciptakan individu seperti Dia yang dapat bernalar dan merasakan dan mencintai. Inilah yang dimaksud diciptakan menurut gambar Allah.
Gambar Allah berarti 'image Allah' ada dalam diri manusia. Hal yang kedua yang dinyatakan dalam ayat di atas adalah bahwa rancangan Allah atas manusia adalah menurut “rupa” dan “gambar” Allah. Berarti ini menunjuk kepada kenyataan bahwa “proto tipe” dari manusia yang akan diciptakan Allah itu adalah Allah sendiri. Jadi dalam benak Allah ketika merancangkan manusia yang akan Ia ciptakan adalah manusia yang seperti diri-Nya sendiri walaupun tidak akan pernah menjadi Allah.
Dalam hal ini yang dimaksud seperti Allah bukan dari segi fisiknya tetapi non-fisik. Itulah sebabnya, ketika Allah selesai membangun fisik manusia dari debu tanah, Dia memberikan non-fisik dari diri-Nya sendiri yaitu “nafas”. Bagian dari diri Allah inilah yang “dihembuskan” kedalam diri manusia, membuat manusia memiliki apa yang dimiliki oleh Allah. “... ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.” (Kejadian 2:7)
7. KITAB KEJADIAN: Tuhan lebih dari satu.
3:22 Berfirmanlah TUHAN Allah: "Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya."
(Memangnya Tuhan Allah ada berapa ya?)
Menjadi seperti salah satu dari Kita; bandingkan dengan Kejadian 1:26. Dengan melalui penggodaan/pencobaan itu manusia menjadi mengalami penuh pertentangan antara baik dan jahat, seperti makhluk-makhluk sorgawi sebelumnya sudah mengetahuinya. Memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya." . Penghukuman terhadap manusia yang tidak layak akan sakramen hidup itu akan berarti memberikan apa yang diinginkan, yaitu tidak terkena kematian jasmani, dan hal ini secara paradoksal, akan berarti menjadikan keadaan mati dan pengasingan manusia menjadi tetap, karena pendamaian hanya dapat terjadi dengan kematian sebagai korban (bandingkan dengan Kejadian 3:15,21).
Maka hal itu bukan berarti Tuhan akan menjadi banyak. Jika ingin lebih dalam mengerti ayat tersebut sebaiknya kita baca selengkapnya Kejadian 3:1-24
Manusia memang menjadi seperti Allah dalam arti bahwa ia sekarang menentukan apa yang terbaik bagi dirinya. tetapi, ia mengambil keputusan-keputusan itu selaku ciptaan, tanpa kebijaksanaan dan pandangan Sang Pencipta. Siapakah yang mengetahui apa yang paling baik bagi ciptaan? yang menciptakan ataukah ciptaan itu sendiri? Manusia telah menentukan keputusannya sendiri, akan tetapi keputusannya itu tanpa keluasan dan kedalaman kebijaksanaan Allah. Konsekwensi paling langsung dari dosa mula-mula manusia ini adalah kesadaran bahwa mereka telanjang, yang ingin mereka atasi dengan membuat cawat dari daun pohon ara (ayat 7). Kita segera melihat bahwa usaha mereka sia-sia. Dalam percakapan berikut antara TUHAN (YHVH) dengan Adam, kita lihat bahwa ia bukannya menjawab pertanyaan Allah domanakah engkau?, melainkan malah menjelaskan mengapa ia bersembunyi, 'karena aku telanjang'. Alasan itu tepat kendati tidak benar. Ia tidak telanjang, ia sudah berpakaian dengan daun pohon ara. tetapi, dalam kaitan dengan TUHAN, ia telanjang. Hubungannya dengan TIHAN telah terganggu dan akan terus menerus demikian. Manusia tidak dapat memulihkan kesalahan dan rasa malunya sendiri, dan tidak bisa memperbaiki hubungannya dengan TUHAN. Hanya TUHAN sendirilah yang dapat menghapus rasa malu dan rasa salah manusia. Hal ini disampaikan secara simbolis pada ayat 21, ketika TUHAN membuat pakaian untuk mereka dari kulit binatang (berarti disini ada darah yang tercurah). Pembuatan pakaian untuk manusia ini berarti "menutupi" kesalahan dan rasa malu mereka.
Perhatian TUHAN kepada manusia tidak terhenti karena dosa. Ia tetap memelihara manusia. Atas prakarya TUHAN, hubungan yang rusak oleh dosa diperbaiki.
Pada ayat 22 diatas, disinggung mengenai pohon kehidupan. Karena dosa, manusia tertutup kemungkinan untuk mendekati pohon itu, dan manusia diusir dari Taman Eden. Manusia tidak mempu menguasai hak istimewa ilahi untuk tidak bisa mati. Hal ini ditunjukkan dengan adanya malaikat-malaikat penjaga yang berdiri dengan pedang api yang menyala-nyala dan menyambar-nyambar.
6:6-7 maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya. Berfirmanlah TUHAN: "Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang-binatang melata dan burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka."
(Tuhan menyesal? Hati Tuhan pilu?)
Allah bukanlah Allah yang dingin, yang tidak pernah tergerak hati-Nya. Ia bereaksi terhadap perbuatan untuk-Nya. Firman dan karya-Nya adalah kongkrit bersejarah. Ia benar-benar turut menghayati kehidupan umat-Nya. I
* Kejadian 6:6-7
6:6 "maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya.
VAYINรKHEM {dan Dia menyesal} YEHOVรH {TUHAN} Kร-'รSรH {karena Dia menjadikan} 'ET-Hร'รDรM {manusia itu} Bร'รRETS {di bumi} VAYIT'ATSรV {dan memilukan} 'EL-LIBร {hati-Nya}
6:7 Berfirmanlah TUHAN: 'Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang-binatang melata dan burung-burung di udara, sebab AKU MENYESAL, bahwa Aku telah menjadikan mereka."
VAYO'MER {dan Dia berfirman} YEHOVรH {TUHAN} 'EMKHEH {Aku akan membinasakan} 'ET-Hร'รDรM {manusia itu} 'ASYER-BรRร'Tร {yang Aku sudah menciptakan} Mร'AL {dari atas} PENรY {muka} Hร'ADรMรH {tanah itu} Mร'รDรM {dari manusia} 'AD-BEHรMรH {hingga ternak} 'AD-REMES {hingga yang melata} VE'AD-'รF {dan hingga unggas} HASYรMรYIM {langit itu} KรNIKHAMTร {karena Aku menyesal} Kร {karena} 'ASรTIM {Aku menjadikan mereka}
Alkitab Terdjemahan Lama, "Maka firman Tuhan: Bahwa Aku akan membinasakan manusia, jang telah Kudjadikan diatas bumi, baik manusia baik binatang jang berkaki empat, dan binatang jang melata, dan unggas jang diudara, karena bersesallah Aku sebab telah Kudjadikan mereka itu."
King James Version, "And the LORD said, I will destroy man whom I have created from the face of the earth; both man, and beast, and the creeping thing, and the fowls of the air; for it repenteth me that I have made them."
New International Version, "So the LORD said, 'I will wipe mankind, whom I have created, from the face of the earth -- men and animals, and creatures that move along the ground, and birds of the air -- for I am grieved that I have made them.'"
Di dalam terang inilah Kejadian 6:6 di atas harus ditinjau. Di situ disebutkan, bahwa TUHAN MENYESAL (NAKHAM), bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan bahwa hal itu memilukan hati-Nya.
Kata "menyesal" pada ayat 6 diterjemahkan dari kata Ibrani 'nakham' yang secara konseptual bermakna tidak sesuai dengan yang dikehendaki sehingga memperlukan penghiburan, hal-hal yang tidak memuaskan hati. Bandingkan dengan nama "Nuh" dalam Kejadian 5:29 dan bandingkan pula Ishak "dihiburkan" ('nakham') oleh istrinya atas kematian ibunya (Kejadian 24:67), atau Yakub menolak "dihiburkan" ('nakham') atas kematian Yusuf (Kejadian 37:35). Jelas adalah hal-hal yang tidak sesuai dengan kehendak sehingga memerlukan pemakaian kata 'nakham' di situ.
Jadi, ungkapan Allah "menyesal" itu sebenarnya menggambarkan adanya suatu perasaan "negatif" di dalam diri Allah.
Bahwa Allah menyesal di sini ditujukan kepada perbuatan manusia yang membahayakan rencana Allah, menyelamatkan dunia ini. Manusia pada zaman Nuh membahayakan rencana Allah untuk menjadi sekutu manusia, yaitu dengan berbuat dosa yang menyolok sekali. Perbuatan mereka sama dengan perbuatan raja Saul. Oleh karena Allah setia kepada rencana-Nya, artinya oleh karena Ia tetap sama atau tidak berubah terhadap rencana-Nya; maka Ia MENYESALKAN PERBUATAN MANUSIA pada zaman Nuh itu.
KJV menerjemahkannya dengan 'it repenteth me' dan NIV menerjemahkannya dengan 'I am grieved'. Kata "menyesal" yang diterjemahkan dari kata Ibrani 'NรKHAM' mengandung banyak makna misalnya :
"Anak ini akan memberi kepada kita penghiburan ('nakham')" (Kejadian 5:29);
"Ishak mencintainya dan demikian ia dihiburkan {'nakham') setelah ibunya meninggal." (Kejadian 24:67);
"Sekalian anaknya laki-laki dan perempuan berusaha menghiburkan {'nakham') dia, tetapi ia menolak dihiburkan ('nakham')" (Kejadian 37:35).
Kata 'repent' dalam bahasa Inggris berarti 'think with regret or sorrow of; be full of regret (about); wish one had not done. Sedangkan 'grieve' dari 'grief' adalah 'deep or violent sorrow'.
Maka kata "menyesal" itu dapat diterjemahkan dengan kata lain yang lebih tepat ..., apa yang dikehendaki oleh Allah ternyata tidak terlaksana, hal itu tidak menyenangkan dan menghibur-NYA. Allah tidak menghendaki siapa pun berbuat dosa, namun tatkala manusia berbuat dosa maka DIA menjadi "NรKHAM".
Keterangan :
Dalam teologi (ilmu tentang Allah) ada istilah yang disebut "anthropomorphisme" yang berasal dari kata 'anthrรดpos' (manusia) dan 'morphรช' (bentuk, wujud), jadi bermakna mengambil bentuk atau wujud manusia.
Allah yang tidak terbatas itu tidak dapat dipahami oleh akal manusia yang terbatas, namun Allah dapat dikenal oleh manusia karena Dia berkenan menyatakan diri-Nya kepada manusia lewat para nabi dan tertulis pula di Alkitab. Untuk mempermudah pengenalan akan Allah yang tidak terbatas, maka digunakanlah bentuk bentuk yang lazim pada manusia, yang disebut "anthropomorphisme", misalnya:
Allah mendengar, apakah Allah memiliki telinga?
Allah melihat, apakah Allah memiliki mata?
Allah berjalan, apakah Allah memiliki kaki?
Hal yang sama juga digunakan dalam ungkapan Allah "menyesal", berarti ada sesuatu dalam perasaan Allah yang tidak sesuai dengan kehendak-Nya. Menjawab pertanyaan tentang Allah "menyesal" itu tidak sulit, asal kita dapat menjawab dua pertanyaan di bawah ini:
[1] Bagaimana perasaan Allah jika manusia menuruti firman-Nya? Senang, gembira, sukacita, tertawa? Jawaban atas pertanyaan ini saya masukkan ke dalam kategori perasaan Allah yang "positif".
[2] Bagaimana perasaan Allah jika manusia melanggar firman-Nya? Marah, murka, menyesal, pilu, sedih, menangis? Jawaban atas pertanyaan ini termasuk kategori perasaan Allah yang "negatif".
Jawaban atas kedua pertanyaan di atas sebenarnya lebih tepat ditujukan kepada manusia, namun dapat pula digunakan kepada Allah, tentu saja sebatas pengetahuan manusia karena kita tidak bakal dapat memahami perasaan Allah yang sebenarnya.
9. KITAB KEJADIAN: Tuhan berfirman di dalam hati.
8:21 Ketika TUHAN mencium persembahan yang harum itu, berfirmanlah TUHAN dalam hati-Nya: "Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya, dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan.
(Tuhan berfirman di dalam hati? Bagaimana penulis Alkitab bisa tahu?)
* Kejadian 8:21
Ketika TUHAN mencium persembahan yang harum itu, berfirmanlah TUHAN dalam hati-Nya: "Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya, dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan.
And the LORD smelled the sweet savour; and the LORD said in His heart: 'I will not again curse the ground any more for man's sake; for the imagination of man's heart is evil from his youth; neither will I again smite any more every thing living, as I have done.
VAYARAKH ADONAI ET-REIAKH HANIKHOAKH VAYOMER ADONAI EL-LIBO LO OSIF LEKALEL OD ET-HAADAMA BAAVUR HAADAM KI YETSER LEV HAADAM RA MINURAV VELO-OSIF OD LEHAKOT ET-KOL-KHAI KAASHER ASITI
Ayat tersebut menggunakan gaya bahasa "anthropomorphisme" yang sudah dijelaskan diatas.
berfirmanlah TUHAN dalam hati-Nya, sikapNya ini merupakan kebalikan murka Allah digaris-bawahi oleh pengulangan bentuk. (yaitu renungan ilahi) dan buah dari putusan penghakimanNya yang sebelumnya (Kejadian 6:5). Korban yang diberikan Nuh dengan mendirikan Mezbah, mengungkapkan pendamaian, hal ini berbuah berkat kasih karunia.
10. KITAB YESAYA: Tuhan bersuit.
5:26 Ia akan melambaikan panji-panji kepada bangsa yang dari jauh, dan akan bersuit memanggil mereka dari ujung bumi; sesungguhnya mereka akan datang dengan segera, dengan cepat!
7:18 Pada hari itu akan terjadi: TUHAN bersuit memanggil lalat yang ada di ujung anak-anak sungai Nil, dan memanggil lebah yang ada di tanah Asyur.
(Bagaimana suara suitan Tuhan?)
11. KITAB ZAKHARIA: Tuhan bersiul.
10:8 Aku akan bersiul memanggil mereka dan Aku akan mengumpulkan mereka, sebab Aku sudah membebaskan mereka, dan jumlah mereka menjadi banyak seperti dahulu.
(Bagaimana bunyi siulan Tuhan?)
12. KITAB YEREMIA: Tuhan mengaum.
25:30. Dan engkau ini, nubuatkanlah segala firman ini kepada mereka. Katakanlah kepada mereka: TUHAN akan menengking dari tempat tinggi dan memperdengarkan suara-Nya dari tempat pernaungan-Nya yang kudus; Ia akan mengaum hebat terhadap tempat penggembalaan-Nya, suatu pekik, seperti yang dipekikkan pengirik-pengirik buah anggur, terhadap segenap penduduk bumi.
(Kapan Tuhan mengaum? Bagaimana bunyinya?)
13. KITAB YESAYA: Tuhan mencukur.
7:20 Pada hari itu dengan pisau cukur yang dipinjam dari seberang sungai Efrat, yakni raja Asyur, Tuhan akan mencukur kepala dan bulu paha, bahkan pisau itu akan melenyapkan janggut juga.
(Hah? Tuhan meminjam pisau cukur? Tuhan mencukur kepala dan bulu paha?)
14. KITAB YEREMIA: Tuhan jemu menyesal.
15:6 Engkau sendiri telah menolak Aku, demikianlah firman TUHAN, telah pergi meninggalkan Aku. Maka Aku mengacungkan tangan-Ku dan membinasakan engkau; Aku sudah jemu untuk merasa sesal.
(Jemu juga rupanya Tuhan menyesal yah?)
15. KITAB 2 SAMUEL: Tuhan naik kerub.
22:11 Ia mengendarai kerub, lalu terbang, dan tampak di atas sayap angin.
(Hebat bisa terbang yah?)
16. KITAB YESAYA: Tuhan meme-kik, mengerang, mengah-mengah, dan megap-megap.
42:13. TUHAN keluar berperang seperti pahlawan, seperti orang perang Ia membangkitkan semangat-Nya untuk bertempur; Ia bertem-pik sorak, ya, Ia meme-kik, terhadap musuh-musuh-Nya Ia membuktikan kepahlawanan-Nya.
42:14. Aku membisu dari sejak dahulu kala, Aku berdiam diri, Aku menahan hati-Ku; sekarang Aku mau mengerang seperti perempuan yang melahirkan, Aku mau mengah-mengah dan megap-megap.
(Bagaimana suara pekikan Tuhan? Bagaimana Tuhan mengerang dan megap-megap?)
* Yesaya 5:26
Ia akan melambaikan panji-panji kepada bangsa yang dari jauh, dan akan bersuit memanggil mereka dari ujung bumi; sesungguhnya mereka akan datang dengan segera, dengan cepat! (Nubuat)
* Yesaya 7:18
Pada hari itu akan terjadi: TUHAN bersuit memanggil lalat yang ada di ujung anak-anak sungai Nil, dan memanggil lebah yang ada di tanah Asyur. (Pemberitaan mengenai Imanuel/ Nubuat)
* Zhakaria 10:8
Aku akan bersiul memanggil mereka dan Aku akan mengumpulkan mereka, sebab Aku sudah membebaskan mereka, dan jumlah mereka menjadi banyak seperti dahulu. (Syair)
* Yeremia 25:30
Dan engkau ini, nubuatkanlah segala firman ini kepada mereka. Katakanlah kepada mereka: TUHAN akan menengking dari tempat tinggi dan memperdengarkan suara-Nya dari tempat pernaungan-Nya yang kudus; Ia akan mengaum hebat terhadap tempat penggembalaan-Nya, suatu pekik, seperti yang dipekikkan pengirik-pengirik buah anggur, terhadap segenap penduduk bumi. (Piala amarah TUHAN atas bangsa-bangsa/ Nubuat)
* Yesaya 42:13
TUHAN keluar berperang seperti pahlawan, seperti orang perang Ia membangkitkan semangat-Nya untuk bertempur; Ia bertem-pik sorak, ya, Ia me-mekik, terhadap musuh-musuh-Nya Ia membuktikan kepahlawanan-Nya. (Puji-pujian tentang penyelamatan/ Syair)
* Yeremia 25:30
Dan engkau ini, nubuatkanlah segala firman ini kepada mereka. Katakanlah kepada mereka: TUHAN akan menengking dari tempat tinggi dan memperdengarkan suara-Nya dari tempat pernaungan-Nya yang kudus; Ia akan mengaum hebat terhadap tempat penggembalaan-Nya, suatu pekik, seperti yang dipekikkan pengirik-pengirik buah anggur, terhadap segenap penduduk bumi. (Piala amarah TUHAN atas bangsa-bangsa/ Nubuat)
* Yeremia 15:6
Engkau sendiri telah menolak Aku, demikianlah firman TUHAN, telah pergi meninggalkan Aku. Maka Aku mengacungkan tangan-Ku dan membinasakan engkau; Aku sudah jemu untuk merasa sesal (Kedasyatan yang ditimbulkan oleh perang/ Siapakah yang menaruh belas kasihan terhadap Yerusalem?, Jenis Ratapan/ Syair/ Nubuat)
Tidak semua kata bermakna harfiah : Makna alegoris. Makna figuratif, metafora, ibarat dan typologi. Kita akan menemukan banyak bahasa alegoris dalam Alkitab.
Demikian juga jika Alqur'an menulis tentang "memakan harta", emangnya harta seperti emas, perak, dan lain-lain itu ditelan?
Tuhan "mengaum" tidak berarti Tuhan jadi macan dulu dan mengaum, bukan?!
Alkitab seringkali menuliskan sebuah pengajaran tidak dengan "letterlig", banyak sekali figuratif-figuratif didalamnya. Jadi tidak selalu dimaksudkan seperti apa adanya menurut arti lahiriah.
Kitab-kitab seperti Ayub, Mazmur, Amsal, Pengkotbah, dan Kidung Agung adalah contoh-contoh kitab yang isinya berbentuk Puisi (poetical) mengungkapkan pergumulan batin manusia dengan Tuhannya yang diutarakan dalam bahasa sastra yang indah. Demikian juga Kitab Yesaya dan Kitab Yeremia banyak menjabarkan kejahatan manusia menyembah illah-illah lain diibaratkan sebagai "perzinahan" yang bersifat rohani, Alkitab menulis "Allah adalah pencemburu" (Ulangan 5:9, Nahum1:1-3 dan ada banyak lagi ayat-ayat sejenis).
Alkitab bisa disebut karya sastra bila nilai nilai kesusasteraannya anda pandang ada. Dan Anda pun bisa memandangnya sebagai buku manual kehidupan spiritual anda bila anda Pengikut Kristus. Anda bisa juga memandangnya sebagai Dongeng atau fabel bila anda tidak yakin isinya.
Apabila memang Tuhan benar-benar bersiul (bukan figuratif tetapi kenyataan), what's wrong guy?! apakah kehendak Tuhan dapat dibatasi oleh kita?, sehingga anda berpendapat "tidak pantas" Allah bersiul. Atau mustinya Tuhan itu "gengsi" untuk bersiul?
Manusia yang paling pinter-pun tidak akan memahami hakikat Tuhan.
Raja Daud menuliskan sebuah doa dhadapan Allah yang Maha Tahu (Mazmur 139), mengungkapkan dengan segala kerendahan hati dihadapan Tuhan yang kuasaNya tidak akan mampu diselami oleh manusia. Dengan bahasa poetical sekali, saya yakin ketika anda membaca ayat ini akan mengerti walaupun banyak memakai istilah yang bermakna alegoris.
17. KITAB HOSEA: Tuhan menyuruh melacur.
3:1. Berfirmanlah Tuhan kepadaku: "Pergilah lagi, cintailah perempuan yang suka bersundal dan berzinah, seperti Tuhan juga mencintai orang Israel, sekalipun mereka berpaling kepada allah-allah lain dan menyukai kue kismis."
(Mungkin pola hidup freesex dasarnya ayat ini yah?)
Dalam pemahaman Yudaisme maupun iman Kristiani ada istilah "PERZINAHAN ROHANI" (yang dijelaskan secara gamblang pada kitab Yehezkiel).
Berpaling dari Allah dan menyembah illah-illah lain adalah merupakan dosa, Allah mengibaratkan hal tersebut dengan "perzinahan". Demikian pula Kitab Hosea yang memuat kisah Nabi Hosea mengandung ajaran-ajaran :
Rumah tangga Nabi Hosea sebagai lambang hubungan bangsa Israel dengan Allah :
a. Istri Hosea (Gomer) yang melakukan perzinahan melambangkan bangsa Israel yang melakukan penyembahan berhala.
Ketidaksetiaan istri Hosea dicatat sebagai gambaran ketidaksetiaan Israel kepada Allah.
Gomer mengejar-ngejar laki-laki lain, sedangkan Israel mengejar-ngejar dewa-dewa/ illah-illah lain; Gomer melakukan zina jasmaniah, sedangkan Israel zina rohani.
b. Hosea sebagai suami yang mengampuni perzinahan istrinya, melambangkan betapa Allah selalu mengampuni kesalahan (penyembahan berhala) bangsa Israel.
----------------
PENJELASAN LANJUT :
Hosea, yang namanya berarti "keselamatan", diperkenalkan sebagai putra Beeri (Hosea 1:1). Kitab Hosea memuat kilasan otobiografis. Pernikahan Hosea yang tragis dalam kitab yang ditulisnya dipadukan sebagai pesan Allah kepada Israel.
Pada saat kitab ini ditulis (715 - 710 SM). Latar belakang sejarah pelayanan Hosea disebutkan sebagai dalam pemerintahan Yerobeam II (755-715 SM) dari Kerajaan Israel (Utara).
Hosea adalah penduduk Kerajaan Israel (utara), bukan Kerajaan Yehuda.
(Setelah kematian Salomo (992 SM.), Kerajaan Israel pecah menjadi 2 bagian : Kerajaan Israel (utara) dengan dengan ibukota Samaria dan Kerajaan Yehuda dengan ibukota Yerusalem selatan sekitar 930 SM).
Semenjak peristiwa pecahnya Kerajaan Israel, para nabi dengan pelbagai cara diutus oleh Allah kepada kedua kerajaan ini. Namun demikian, lagi-lagi banyak yang gagal untuk memperhatikan pesan peringatan yang dikirimkan oleh nabi-nabi ini.
Selanjutnya, Allah menghukum Kerajaan Israel utara, kerajaan itu hancur oleh kekaisaran Asyur sekitar 722 SM. Orang-orang Israel di Kerajaan Israel utara, yang terdiri atas sepuluh dari dua belas suku Israel, dijebloskan ke penjara, dan tidak muncul-kembali dalam lembaran-lembaran sejarah sebagai masyarakat yang bisa diidentifikasi. Peristiwa ini menyebabkan sepuluh suku Israel tersebut punah.
Kerajaan Yehuda di selatan, yang utamanya terdiri atas suku-suku Benjamin dan Yehuda, terus bertahan dalam kondisi yang sangat sulit selama kira-kira lebih dari 150 tahun. Para nabi terus diutus kepada masyarakat ini, tetapi pun mereka tidak mau kembali kepada Allah dan terus “berjinah”, mereka tidak lagi mengikuti ajaran-ajaran sebagaimana ditetapkan dalam perjanjian Musa, hanya sedikit orang saja yang memegang teguh ajaran-ajaran Musa. Oleh karenanya, Allah mengizinkan jatuhnya Kerajaan Yehuda di selatan kepada Kerajaan Babel/Raja Nebukadnezar sekitar (605-586 SM). Banyak orang-orang Israel yang dibuang ke Babel.
Melalui Nabi Ezra, nabi yang setia kepada Allah berusaha mengumpulkan kembali kitab-kitab suci PL menjadi satu unit, dan memulai bentuk ibadah yang dipakai di sinagoge dan mendirikan Sinagoge Besar di Yerusalem.
Inilah yang dimaksud dari kesetiaan Allah itu, Israel sebagai bangsa pilihan tetapi dalam sejarahnya sering meninggalkan Tuhan dan berpaling kepada ilah-ilah lain (perzinahan rohani). Dan menggambarkan Israel seperti seorang perempuan yang bersundal. Tetapi rencana keselamatan kepada umatNya inipun tetap menjadi agenda Allah. Kitab Ezra mencatat bagaimana Allah menggenapi janji nubuat-Nya melalui Yeremia (Ezra 29:10-14) untuk memulihkan orang Yahudi setelah 70 tahun pembuangan dengan membawa mereka kembali ke tanah air mereka (Ezra 1:1).
Dan lain sebagainya.
Keterangan:
** Kitab Keluaran 31:16-17, dapat dikontroversikan dengan firman Allah dalam Al-Qur'an:
QS.2:255. Allah, tidak ada tuhan melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya, Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Mahatinggi lagi Mahabesar.
Sudah dijelaskan diatas, berikut ini penjelasan tambahan :
* Keluaran 31:16-17
31:16 Maka haruslah orang Israel memelihara hari Sabat, dengan merayakan sabat, turun-temurun, menjadi perjanjian kekal.
VESHAMRU VENEI-YISRAEL ET-HASHABAT LAASOT ET-HASHABAT LEDOROTAM BERIT OLAM
31:17 Antara Aku dan orang Israel maka inilah suatu peringatan untuk selama-lamanya, sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, dan pada hari yang ketujuh Ia berhenti bekerja untuk beristirahat."
BEINI UVEIN BENEI YISRAEL OT HIV LEOLAM KI-SHESHET YAMIM ASA YEHOVAH ET-HASHAMAYIM VE'ET-HA'ARETS UVAYOM HASHEVI'I SHAVAT VAYINAFASH
Pertanyaan yang menarik ialah, Mengapa Allah yang tidak "menjadi lelah dan tidak menjadi lesu" (Yesaya 40:28 ) beristirahat?
Jawabnya diberikan dalam Keluaran 20:8-11, yang menyatakan bahwa Allah beristirahat adalah untuk memberikan contoh bagi umatNya. Kata Ibrani untuk istirahat dalam Keluaran 20:11 dan 31:17. Kata-kata itu berbeda, ada arti yang lebih luas mengenai istirahat. Dalam Keluaran 20:11 kata itu adalah nuach, yang memberikan pemikiran ketenangan ketenteraman, kedamaian dan istirahat.
Dalam Keluaran 31:17 kata itu adalah naphash/nafash, yang memberikan pemikiran mengambil hidup-baru, bernapas dengan bebas dan disegarkan. Bila digabungkan, kedua kata istirahat ini menunjukkan lebih dari sekadar istirahat jasmaniah. Sebaliknya, menunjukkan kepada "peremajaan" dan penyegaran yang datang dari persekutuan erat dengan Allah.
Hari Sabat itu adalah suci. Tetapi apakah yang membuatnya demikian? Penting untuk disadari bahwa Sabat tidak menjadi suci sebab umat Allah yang dipilihnya "memeliharanya". Hari Sabat itu suci karena Allah telah menjadikannya demikian. Esessi kesuciannya adalah hadirat Allah. Walaupun Allah hadir bersama kita sepanjang pekan, hari Sabat adalah hari yang dikhususkan Allah untuk bersekutu dengan umat pilihanNya. Yesaya menyebutnya "hari kenikmatan" (Yesaya 58:13). Kata Ibrani oneg bisa diterjemahkan "hari kenikmatan yang sangat indah" - suatu kata yang digunakan di mana saja dalam Perjanjian Lama hanya dalam hubungan dengan minikmati kesenangan kerajaan. Fakta bahwa Allah telah menetapkan kesempatan "kerajaan" untuk persekutuan erat dengan umatNya, menunjukkan betapa Ia mengasihi umatNya, dan betapa pentingnya persekutuan denganNya.
Amin.
38. INJIL ATAU BULLSHIT (LIE) ?
Secara harfiah, arti kata Ibrani Injil* adalah kabar gembira. Beberapa waktu yang lalu, para sarjana alkitabiah1 di United States of America berhasil merekonstruksi peristiwa bersejarah berupa kronologi waktu kompilasi kitab-kitab kanonik yang konon dinamakan Injil. Rekonstruksi tersebut secara ringkas diikhtisarkan sebagai berikut:
Kitab Kanonik / Waktu Kompilasi
Markus/ 65-85 M 2
Matius/80-90 M 3
Lukas/80-110 M 4
Yohanes/85-115 M 5
Yesus, yang konon menjadi actor utama dalam kitab-kitab tersebut, hidup tidak lebih dari tahun 36 M. Asumsi ini didasarkan pada kurun waktu Pontius Pilatus menjadi pejabat gubernur Yudaea dari tahun 26 hingga 36 M. 6 Pontius Pilatus konon menyerahkan Yesus kepada orang-orang Yahudi untuk disalibkan.7
Dengan mengasumsikan bahwa Yesus disalib pada pertengahan masa pemerintahan Pontius Pilatus, atau sekitar tahun 30 M, bahwa waktu kompilasi Kitab Markus sekitar tahun 75 M, dan bahwa waktu kompilasi Kitab Yohanes sekitar tahun 100 M, maka terdapat kurun waktu kira-kira 45 tahun antara waktu penyaliban Yesus dan waktu kompilasi-awal Injil atau kira-kira 70 tahun antara waktu penyaliban Yesus dan waktu kompilasi-akhir Injil.
Bahwa Yesus bangkit dari antara orang mati pada hari ketiga setelah penyalibannya,8 sama sekali tidak dapat dijadikan patokan untuk menghitung kurun waktu kompilasi Injil, oleh karena dasar "kebangkitan-kembali Yesus" ini bukan didasarkan pada apa yang dinamakan fakta ilmiah, tetapi didasarkan pada ayat-ayat yang termaktub di dalam Injil. Bahkan, secara mengejutkan, beberapa kitab apokrif 9 justru membantah tegas penyaliban Yesus, yang berarti tidak ada peristiwa "kebangkitan-kembali Yesus". Karenanya, satu-satunya cara penghitungan kurun waktu kompilasi Injilyang paling tepat adalah dengan menghitungnya dari peristiwa penyaliban yang konon dialami oleh Yesus ini.
Berkenaan dengan waktu kompilasi keempat kitab kanonik, yang diduga umat Kristen sebagai Injil, maka ayat-ayat kitab kanonik berikut ini, yang secara khusus berbicara tentang Injil, patut dipertanyakan:
Kitab Markus:
1:14 Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah,
1:15 kata-Nya: "Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepadaInjil!"
1:38 Jawab-Nya: "Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang."
1:39 Lalu pergilah Ia ke seluruh Galilea dan memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan.
3:14 Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil
8:35 Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya.
10:29 Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya,
13:10 Tetapi Injil harus diberitakan dahulu kepada semua bangsa.
14:9 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia."
16:15 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.
16:20 Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.
Kitab Matius:
4:23 Yesuspun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu.
9:35. Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.
11:1. Setelah Yesus selesai berpesan kepada kedua belas murid-Nya, pergilah Ia dari sana untuk mengajar dan memberitakan Injil di dalam kota-kota mereka.
24:14 Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya."
26:13 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil ini diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia."
Kitab Lukas:
4:43 Tetapi Ia (Yesus) berkata kepada mereka: "Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus."
4:44 Dan Ia memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat di Yudea
8:1. Tidak lama sesudah itu Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia
9:6 Lalu pergilah mereka dan mereka mengelilingi segala desa sambil memberitakan Injil dan menyembuhkan orang sakit di segala tempat
20:1. Pada suatu hari ketika Yesus mengajar orang banyak di Bait Allah dan memberitakan Injil, datanglah imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat serta tua-tua ke situ
PERTANYAAN:
Setelah memperhatikan ayat-ayat Injil di atas dan menimbang kronologi waktu kompilasi Injil, maka:
1. Injilyang bagaimanakah yang diajarkan Yesus kepada manusia pada masa itu?
2. Mengapakah Injil, yang diklaim umat Kristen sebagai Kitab Tuhan, harus ditunggu kedatangannya selama kurun waktu kira-kira 45 hingga 70 tahun setelah kepergian Yesus dari dunia?
3. Bagaimanakah aktivitas keagamaan murid-murid dan para pengikut Yesus sebelum disusunnya Injil? Kitab apakah yang mereka pakai sebagai pedoman aktivitas keagamaan?
Ketiga pertanyaan berstruktur di atas, harus dapat dijelaskan secara logis dan memuaskan oleh umat Kristen berkenaan dengan klaim mereka terhadap keempat kitab kanonik yang diduga sebagai Injil. Jika tidak, maka keempat kitab kanonik: Markus, Matius, Lukas, dan Yohanes, patut mendapat predikat bullshit (lie).10
Kata Injil berasal dari kata "ฮตฯ ฮฑฮณฮณฮตฮปฮนฮฟฮฝ - euaggelion" (Yunani) artinya adalah kabar baik . Kata 'injil' merupakan Arabisasi untuk kata Yunani "ฮตฯ ฮฑฮณฮณฮตฮปฮนฮฟฮฝ - euaggelion" .
Sedangkan Kitab Injil adalah Kitab yang menuliskan tentang kabar baik.
Jadi jikalau Alkitab Perjanjian Baru menuliskan "memberitakan Injil" itu artinya "memberitakan Kabar Baik" (bukan sebagai nama Kitab) :
* Matius 4:23
LAI TB, Yesus pun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu
TR, ฮบฮฑฮน ฯฮตฯฮนฮทฮณฮตฮฝ ฮฟฮปฮทฮฝ ฯฮทฮฝ ฮณฮฑฮปฮนฮปฮฑฮนฮฑฮฝ ฮฟ ฮนฮทฯฮฟฯ ฯ ฮดฮนฮดฮฑฯฮบฯฮฝ ฮตฮฝ ฯฮฑฮนฯ ฯฯ ฮฝฮฑฮณฯฮณฮฑฮนฯ ฮฑฯ ฯฯฮฝ ฮบฮฑฮน ฮบฮทฯฯ ฯฯฯฮฝ ฯฮฟ ฮตฯ ฮฑฮณฮณฮตฮปฮนฮฟฮฝ ฯฮทฯ ฮฒฮฑฯฮนฮปฮตฮนฮฑฯ ฮบฮฑฮน ฮธฮตฯฮฑฯฮตฯ ฯฮฝ ฯฮฑฯฮฑฮฝ ฮฝฮฟฯฮฟฮฝ ฮบฮฑฮน ฯฮฑฯฮฑฮฝ ฮผฮฑฮปฮฑฮบฮนฮฑฮฝ ฮตฮฝ ฯฯ ฮปฮฑฯ
Translit, kai periรชgen en olรช tรช galilaia olรชn tรชn galilaian ho iรชsous didaskรดn en tais sunagรดgais autรดn kai kรชrussรดn to euaggelion tรชs basileias kai therapeuรดn pasan noson kai pasan malakian en tรด laรด
* Markus 1:14
LAI TB, Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah
TR, ฮผฮตฯฮฑ ฮดฮต ฯฮฟ ฯฮฑฯฮฑฮดฮฟฮธฮทฮฝฮฑฮน ฯฮฟฮฝ ฮนฯฮฑฮฝฮฝฮทฮฝ ฮทฮปฮธฮตฮฝ ฮฟ ฮนฮทฯฮฟฯ ฯ ฮตฮนฯ ฯฮทฮฝ ฮณฮฑฮปฮนฮปฮฑฮนฮฑฮฝ ฮบฮทฯฯ ฯฯฯฮฝ ฯฮฟ ฮตฯ ฮฑฮณฮณฮตฮปฮนฮฟฮฝ ฯฮทฯ ฮฒฮฑฯฮนฮปฮตฮนฮฑฯ ฯฮฟฯ ฮธฮตฮฟฯ
Translit, meta de to paradothรชnai ton iรดannรชn รชlthen ho iรชsous eis tรชn galilaian kรชrussรดn to euaggelion tรชs basileias tou theou theou
* Lukas 4:43
LAI TB, Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus."
TR, ฮฟ ฮดฮต ฮตฮนฯฮตฮฝ ฯฯฮฟฯ ฮฑฯ ฯฮฟฯ ฯ ฮฟฯฮน ฮบฮฑฮน ฯฮฑฮนฯ ฮตฯฮตฯฮฑฮนฯ ฯฮฟฮปฮตฯฮนฮฝ ฮตฯ ฮฑฮณฮณฮตฮปฮนฯฮฑฯฮธฮฑฮน ฮผฮต ฮดฮตฮน ฯฮทฮฝ ฮฒฮฑฯฮนฮปฮตฮนฮฑฮฝ ฯฮฟฯ ฮธฮตฮฟฯ ฮฟฯฮน ฮตฮนฯ ฯฮฟฯ ฯฮฟ ฮฑฯฮตฯฯฮฑฮปฮผฮฑฮน
Translit, ho de eipen pros autous hoti kai tais eterais polesin euaggelisasthai me dei tรชn basileian tou theou hoti epi eis touto apestalรชn apestalmai
Jadi ketika Kitab Injil Matius menuliskan Yesus "memberitakan Injil" artinya Yesus "memberitakan Kabar Baik". Jikalau masih binggung anda boleh saja mengganti terjemahan diatas --> kata Injil diganti dengan kata "Kabar-Baik"
Sedangkan Kitab Injil, adalah menulis tentang kabar baik atau tepatnya 'kabar baik perihal Yesus. Istilah ini digunakan untuk menyebut ke-empat kitab awal dalam Alkitab Perjanjian Baru (Injil Kanonik : Matius, Markus, Lukas & Yohanes)
Disebut demikian karena ke-empatnya menceritakan 'Riwayat Hidup Yesus', khususnya 'ke-tiga kitab pertama (Matius, Markus & Lukas) menyorot kehidupan itu dari sudut pandangan yang sama karena itu disebut 'Injil Sinoptis' sedangkan kitab Yohanes melihatnya dari sudut berbeda yaitu sudut ke'Allah'an Yesus
KATA "INJIL" ("ฮตฯ ฮฑฮณฮณฮตฮปฮนฮฟฮฝ - euaggelion") Rujukan Perjanjian Lama :
Dalam Septuaginta (Kitab Suci Yudaisme "Tanakh Ibrani" dalam bahasa Yunani), kata "Kabar Baik" (Ibrani, ืืฉืืจื - BESORAH ) diterjemahkan menjadi ฮตฯ ฮฑฮณฮณฮตฮปฮนฮฟฮฝ - euaggelion.
Contoh Ayat :
* 2 Samuel 4:10
LAI TB, Ketika ada orang yang membawa kabar (baik) {Euaggelizo} kepadaku demikian: Saul sudah mati! dan memandang dirinya sebagai orang yang menyampaikan kabar baik, maka aku menangkap dan membunuh dia di Ziklag, dan dengan demikian aku memberikan kepadanya upah kabarnya {euaggelion}
Septuaginta (LXX), ฮฟฯฮน ฮฟ ฮฑฯฮฑฮณฮณฮตฮนฮปฮฑฯ ฮผฮฟฮน ฮฟฯฮน ฯฮตฮธฮฝฮทฮบฮตฮฝ ฯฮฑฮฟฯ ฮป ฮบฮฑฮน ฮฑฯ ฯฮฟฯ ฮทฮฝ ฯฯ ฮตฯ ฮฑฮณฮณฮตฮปฮนฮถฮฟ (translit: euaggelizo) ฮผฮตฮฝฮฟฯ ฮตฮฝฯฯฮนฮฟฮฝ ฮผฮฟฯ ฮบฮฑฮน ฮบฮฑฯฮตฯฯฮฟฮฝ ฮฑฯ ฯฮฟฮฝ ฮบฮฑฮน ฮฑฯฮตฮบฯฮตฮนtฮฝฮฑ ฮตฮฝ ฯฮตฮบฮตฮปฮฑฮบ ฯ ฮตฮดฮตฮน ฮผฮต ฮดฮฟฯ ฮฝฮฑฮน ฮตฯ ฮฑฮณฮณฮตฮปฮนฮฑ (translit: euaggelia)
* 1 Raja-raja 1:42
LAI TB, Selagi ia berbicara, datanglah Yonatan anak imam Abyatar. Lalu Adonia berkata: "Masuklah, sebab engkau seorang kesatria dan tentulah engkau membawa kabar baik{Euaggelizo}."
LXX, ฮตฯฮน ฮฑฯ ฯฮฟฯ ฮปฮฑฮปฮฟฯ ฮฝฯฮฟฯ ฮบฮฑฮน ฮนฮดฮฟฯ ฮนฯฮฝฮฑฮธฮฑฮฝ ฯ ฮนฮฟฯ ฮฑฮฒฮนฮฑฮธฮฑฯ ฯฮฟฯ ฮนฮตฯฮตฯฯ ฮทฮปฮธฮตฮฝ ฮบฮฑฮน ฮตฮนฯฮตฮฝ ฮฑฮดฯฮฝฮนฮฑฯ ฮตฮนฯฮตฮปฮธฮต ฮฟฯฮน ฮฑฮฝฮทฯ ฮดฯ ฮฝฮฑฮผฮตฯฯ ฮตฮน ฯฯ ฮบฮฑฮน ฮฑฮณฮฑฮธฮฑ ฮตฯ ฮฑฮณฮณฮตฮปฮนฯฮฑฮน (translit: euaggelisai)
2 Raja-raja 7:9
LAI TB, Lalu berkatalah yang seorang kepada yang lain: "Tidak patut yang kita lakukan ini. Hari ini ialah hari kabar baik {euaggelion} , tetapi kita ini tinggal diam saja. Apabila kita menanti sampai terang pagi, maka hukuman akan menimpa kita. Jadi sekarang, marilah kita pergi menghadap untuk memberitahukan hal itu ke istana raja."
LXX, ฮบฮฑฮน ฮตฮนฯฮตฮฝ ฮฑฮฝฮทฯ ฯฯฮฟฯ ฯฮฟฮฝ ฯฮปฮทฯฮนฮฟฮฝ ฮฑฯ ฯฮฟฯ ฮฟฯ ฯ ฮฟฯ ฯฯฯ ฮทฮผฮตฮนฯ ฯฮฟฮนฮฟฯ ฮผฮตฮฝ ฮท ฮทฮผฮตฯฮฑ ฮฑฯ ฯฮท ฮทฮผฮตฯฮฑ ฮตฯ ฮฑฮณฮณฮตฮปฮนฮฑฯ (Translit, euagelias) ฮตฯฯฮนฮฝ ฮบฮฑฮน ฮทฮผฮตฮนฯ ฯฮนฯฯฯฮผฮตฮฝ ฮบฮฑฮน ฮผฮตฮฝฮฟฮผฮตฮฝ ฮตฯฯ ฯฯฯฮฟฯ ฯฮฟฯ ฯฯฯฮน ฮบฮฑฮน ฮตฯ ฯฮทฯฮฟฮผฮตฮฝ ฮฑฮฝฮฟฮผฮนฮฑฮฝ ฮบฮฑฮน ฮฝฯ ฮฝ ฮดฮตฯ ฯฮฟ ฮบฮฑฮน ฮตฮนฯฮตฮปฮธฯฮผฮตฮฝ ฮบฮฑฮน ฮฑฮฝฮฑฮณฮณฮตฮนฮปฯฮผฮตฮฝ ฮตฮนฯ ฯฮฟฮฝ ฮฟฮนฮบฮฟฮฝ ฯฮฟฯ ฮฒฮฑฯฮนฮปฮตฯฯ
Maka disini jelas apa yang dimaksud dengan Kabar-baik {euaggelion} = Injil dengan Kitab Kabar-Baik {euaggelion} atau Kitab Injil dan kapan penggunaannya.
Persoalan-persoalan di atas menjadi semakin kacau dan rumit, oleh karena Paulus Tarsus dalam suratnya yang ke-4 kepada orang-orang di Galatia, mengaku telah menerima Injil bukan dari manusia, tetapi melalui penyataan Yesus secara langsung:
1:11 Sebab aku menegaskan kepadamu, saudara-saudaraku, bahwa Injil yang kuberitakan itu bukanlah injil manusia.
1:12 Karena aku bukan menerimanya dari manusia, dan bukan manusia yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku menerimanya oleh penyataan Yesus Kristus.
Injil yang bagaimanakah yang diterima Paulus dari Yesus ini?
Memang yang dimaksud Rasul Paulus bukanlah Kitab Injil, melainkan kabar baik (ฮตฯ ฮฑฮณฮณฮตฮปฮนฮฟฮฝ - euaggelion), anda boleh saja mengganti kata Injil diatas dengan kata "Kabar Baik" dimana Yesus datang secara pribadi kepada Paulus
Silahkan kaji peristiwa penampakan & pewahyuan kepada Paulus di Kisah 9:1-31
Keterangan:
1. Harus dibedakan pengertian antara "sarjana alkitabiah" dan "penganut Kristen". Seorang "sarjana alkitabiah" belum tentu seorang penganut Kristen, demikian pula sebaliknya, seorang "penganut Kristen" belum tentu seorang sarjana alkitabiah.
2. A) Duncan GB (1971) B) Davies JN (1929a) C) Moffat J (1929) D) Sundberg AC (1971) E) Pherigo LP (1971) F) Asimov I (1969) G) Mack BL (1996) H) Nineham DE (1973) I) Leon Dufour X (1983)
3. A) Duncan GB (1971) B) Sundberg AC (1971) C) Kee HC (1971) D) Leon Dufour X (1983) E) Mack BL (1996) F) Fenton JC (1973)
4. A) Mack BL (1996) B) Asimov I (1969) C) Duncan GB (1971) D) Baird W (1971) E) Sunberg AC (1971)
5. A) Mack BL (1996) B) Duncan GB (1971) C) Shepherd MH (1971) D) Leon Dufour X (1983)
6. A) Josephus F (1988) B) Asimov I (1969) C) Baird W (1971) D) Duncan GB (1971) E) Leon Dufour X (1983)
7. Markus 15:15; Matius 27:26; Lukas 23:25; Yohanes 19:16
8. Markus 16:6; Matius 28:6; Lukas 24:6; Yohanes 20:9
9. Kitab-kitab apokrif Perjanjian Baru yang secara tegas membantah penyaliban Yesus: Barnabas, Dua Kitab Jeus, Wahyu Petrus, Risalah Kedua Set Agung, dan Perbuatan-Perbuatan Yohanes. Kitab-kitab ini merupakan bagian dari 41 kitab apokrif yang dikompilasikan dari sumber-sumber: A) Platt RH, Brett JA (eds) B) Cameron R (1982) C) Pagels E (1979) D) Robinson JM (1990) E) Hennecke E, Schneemelcher W, Wilson RM (1963)
10. Mack BL (1996)
Rujukan:
- Asimov I (1968): Asimov's Guide to the Bible: Volume II. The New Testament. New York, Avon Books.
- Baird W (1971): The gospel according to Luke. Dalam Laymon CM (1971b): The Interpreter's One-Volume Commentary on the Bible. Nashville, Abingdon Press, 1971.
- Cameron R (1982): The Other Gospels: Non-Canonical Gospel Texts. Philadelphia, The Westminster Press.
- Davies JN (1929a): Mark. Dalam Eiselen FC, Lewis E, Downey DG (1929): The Abingdon Bible Commentary. New York, Abingdon-Cokesbury Press.
- Duncan GB (1971): Chronology. Dalam Laymon CM (1971b): The Interpreter's One-Volume Commentary on the Bible. Nashville, Abingdon Press, 1971.
- Fenton JC (1973): Saint Matthew. Baltimore, Penguin Books.
- Hennecke E, Schneemelcher W, Wilson RM (1963): New Testament Apocrypha. Volume I. Gospels and Related Writings. Philadelphia, The Westminster Press.
- Josephus F (1988): Jewish Antiquities. Dalam Majer PL (trans.): Josephus: The Essential Writings. A Condensation of Jewish Antiquities and The Jewish War. Grand Rapids, Kregel Publications.
- Kee HC (1971): The gospel according to Matthew. Dalam Laymon CM (1971b): The Interpreter's One-Volume Commentary on the Bible. Nashville, Abingdon Press, 1971.
- Leon Dufour X (1983): Dictionary of the New Testament. San Francisco, Harper & Row.
- Mack BL (1996): Who Wrote The New Testament?: The Making of the Christian Myth. San Francisco, Harper.
- Moffat J (1929): The formation of the New Testament. Dalam Eiselen FC, Lewis E, Downey DG (1929): The Abingdon Bible Commentary. New York, Abingdon-Cokesbury Press.
- Nineham DE (1973): Saint Mark. Baltimore, Penguin Books.
- Pagels E (1979): The Gnostic Gospels. New York, Random House.
- Pherigo LP (1971): The gospel according to Mark. Dalam Laymon CM (1971b): The Interpreter's One-Volume Commentary on the Bible. Nashville, Abingdon Press, 1971.
- Platt RH, Brett JA (eds): The Lost Books of the Bible and The Forgotten Books of Eden. New York, The World Publishing Co.
- Robinson JM (1990): The Nag Hamadi Library in English. San Francisco, Harper. Nag Hamadi, sebuah wilayah di Mesir, adalah tempat ditemukannya berbagai kitab apokrif dan dokumen-dokumen lainnya yang berhubungan erat dengan gereja Kristen awal (penggalian tahun 1945).
- Shepherd MH (1971): The gospel according to John. Dalam Laymon CM (1971b): The Interpreter's One-Volume Commentary on the Bible. Nashville, Abingdon Press, 1971.
- Sundberg AC (1971): The making of the New Testament canon. Dalam Laymon CM (1971b): The Interpreter's One-Volume Commentary on the Bible. Nashville, Abingdon Press, 1971.
Kontroversi:
* Umat Islam berkeyakinan, bahwa satu-satunya kitab yang secara khusus diwahyukan Allah kepada Yesus untuk disampaikan kepada Bani Israel adalah Injil. Sementara itu, umat Kristen beranggapan, bahwa yang dimaksud dengan Injil adalah empat kitab --dari lebih 45 kitab-- yang menjadi canon Perjanjian Baru: Markus, Matius, Lukas, dan [Yohanes. Klaim mereka didasarkan pada pernyataan pengantar Markus:
1:1. Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah.
Serupa, tetapi berbeda warna.
Kitab Injil bukanlah kitab yang ditulis oleh Yesus Kristus; dan Kitab Injil bukanlah kitab yang didiktekan oleh Allah. Sudah dibahas pada Tanggapan sebelumnya, kutipannya demikian :
KONSEP PENGILHAMAN ALKITAB, ADA KESALAH-PAHAMAN YANG PENTING :
Banyak orang keliru dalam memahami Alkitab, mereka beranggapan bahwa suatu kitab Allah harus berisi wahyu Tuhan yang diturunkan langsung ke dunia. Kitab itu dianggap harus murni seratus persen dari surga tanpa campur tangan manusia; tanpa cacat, tanpa kekurangan, dan tanpa kelemahan sekecil apapun. Dengan alasan Tuhan Maha Sempurna tidak mungkin ada kekurangan sekecil apapun pada firmanNya yang telah ditulisNya di Surga.
Cara Allah yang memberi ilham pada penulisan Alkitab adalah berbeda dengan pewahyuan langsung (tanpa sentuhan manusia). Pengilhaman penulisan Alkitab adalah sebagai berikut :
1. Alkitab bukanlah kumpulan ayat-demi-ayat, yang setiap katanya didiktekan secara langsung dan mutlak oleh Tuhan tanpa sentuhan manusia.
Tuhan-Alkitab tidak mendiktekan FirmanNya dengan cara demikian. FirmanNya yang "dimasukkan" ke dunia dan tinggal di dunia untuk berkomunikasi dengan manusia melalui panca-indera dan nalarnya, ternyata justru memilih unsur-unsusr dunia yang terbatas, seperti: tempat, waktu, budaya dan bahasa-dunia. Bukankah ini dapat diumpamakan dengan orang-tua yang harus membatasi dirinya dan menurunkan tingkat bahasanya ketika ia berbicara dengan seorang anak kecil? Karena Tuhan memilih dan memakai hal-hal yang terbatas, maka Ia pun menggambarkan hakekat keilahianNya dalam batas-batas yang dipilihNya itu. melalui bahasa dan budaya manusia namun dalam hikmat Roh Allah, firmanNya disampaikan kepada manusia (1 Korintus 2:13)
2. Kalimat-kalimat di dalam Alkitab itu tidak seluruhnya berupa perkataan yang disabdakan secara langsung oleh Tuhan, melainkan ada pula berupa kisah-kisah yang ditulis dengan menggunakan tangan penulis, namun semua didasari pada ilham Roh Kudus kepada para penulisnya
Berita kebenaran Alkitab ditulis manusia yang tetap diberi kebebasan untuk menggunakan bakat dan gaya penulisan, huruf dan bahasa mereka masing-masing. Dengan demikian, hasil tulisan setiap penulis terkait dengan budaya dan kepribadian sera pengalamannya.
Namun semuanya telah dituntun oleh Roh Kudus untuk menghasilkan Firman-Nya yang dituangkan secara benar, perlu dan cukup, didalam batas-batas pengertian yang mampu diungkapkan melalui rangkaian abjad dunia yang terbatas. Oleh dorongan Roh Kudus orang-orang yang diilhami itu berbicara atas nama Tuhan (2 Petrus 1:21)
3. Alkitab bahkan tidak memuat seluruh perkataaan mujizat dan perbuatan Allah atau nabiNya selama karya utusanNya dibumi
Mengapa orang tidak mempersoalkan jumlah ayat-ayatNya yang terbatas dalam kitabNya, padahal Firman Allah tidak terbatas dalam segala aspek (segi) dan dimensinya? Mengapa orang emnganggap seluruh ayat-ayat tersaji itu sudah lengkap? Bukankah itu aneh.
Mengenai 'keanehan' yang sering tidak kita sadari, Alkitab menerangkan bahwa kelengkapannya tidak ditentukan oleh mutlaknya jumlah ayat dan pasal hukum untuk menjawab setiap masalah dunia kini dan nanti, melainkan lengkap dalam arti cukup untuk menyampaikan maksud dan kehendak Tuhan untuk menyelamatkan manusia, dan bahwa Yesus Kristus itulah Juru selamatnya. Hal ini tertulis antara lain Yohanes 20:30,31 sebagai berikut :
20:30 Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini,
20:31 tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.
Kitab-kitab Injil juga tidak perlu memuat semua ucapan dan perbuatan Yesus selama Ia tinggal di dunia. Lihat, misalnya Matius 4:23, Yohanes 2:23, Yohanes 16:12 atau Lukas 5:4, yang tidak menuliskan ucapan-ucapan dan perbuatan Yesus pada kitab-kitab Injil tersebut. Namun hal ini tidak mengurangi kebenaran dan kesempurnaan injil, yang telah ditulis supaya kita percaya.
* Yohanes 21:25 :
Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.
4. Dalam banyak hal, Tuhan menyampaikan pesanNya melalui perumpamaan-perumpamaan sederhana. Padahal mustahil perumpamaan-perumpamaan itu dapat menggambarkan secara mutlak kebenaran yang diumpamakan
Yang bisa sempurna menggambarkan sesuaru agaknya hanyalah duplikat atau kembaran atau foto-copy canggih dari gambar aslinya. Mustahil ada perumpamaan yang seratus persen sempurna menyamai rincian-rincian aslinya.
Ketidak sempurnaan ini hanya dapat diartikan bahwa penggambaran dan pengungkapan Firman Tuhan dengan menggunakan perumpamaanpun tidaklah sempurna secara mutlak, kecuali lebih memberikan pemahaman dan pesan-pesan pokok Firman Tuhan
5. Teks, Alkitab saja belum memberikan seluruh makna kebenaran
Alkitab bukan sekadar teks, melainkan Firman Tuhan yang dhidup. Ia bukan hanya pesan yang tersurat melainkan juga tersirat. Bahkan merupakan pesan ilahi yang barudapat dimengerti secara penuh bilamana hati pembacanya diberi pengertian khusus oleh Roh Allajh (devine illumination)
Orang-orang Yahudi, walaupun mengenal Abraham, Musa dan taurat telah ditegur oleh Yesus karena tidak mengenal "bahasanya Taurat", yaitu FirmanNya
" Apakah sebabnya kamu tidak mengerti bahasa-Ku? Sebab kamu tidak dapat menangkap firman-Ku" Yohanes 8:43
Bahkan Petrus dan murid-murid yesus, yang senantiasa bersama Yesus, juga tidak mengerti Kitab Suci sebelum Dia -Sang Pemilik Kitab Suci - membuka pikiran mereka (Lukas 24:44,45). Ini membuktikan, bahwa kebenaran penuhdari Kitab Suci tidak terletak pada kesempurnaan susunan kalimat, kelengkapan jumlah huruf dan semantika teksnya, melainkan pada kelengkapan pengertian yang diberikan oleh Roh Kudus atas teks tersebut.
Yesus berjanji akan memberikan pengertian tersebut kepada mereka yang menyambutNya "Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran" Yohanes 16:13
jadi, itulah keunikan pengilhaman Alkitab. Sekalipun tidak dikerjakan secara langsung dan mutlak-total dengan Tangan Tuhan (secara Robot didiktekan), dan sekalipun tunduk mengikuti segenap keterbatasan duniawi, namun Alkitab cukup sempurna untuk menyaksikan kebenaran Mesias, Anak Tuhan, menyampaikan kehendak Tuhan, memberi hikmat, berkat dan keselamatan bagi umat manusia
Pengetahuan tentang seluruh teks Alkitab dan upaya untuk mempelajarinya secara mendalam sangat penting bagi kehidupan dan pengembangan rohani. Namun bukan hal itu yang menjamin keselamatan seseorang. Alkitab tidak mengenal bahwa dengan makin pintarnya seseorang menemukan dan mengamalkan tradisi dan ayat tersembunyi, akan otomatis menempatkannya lebih berpahala sehingga lebih mudah naik ke surga, ketimbang orang-orang bodoh yang kurang mengetahuinya. Inilah keadilan Tuhan-Alkitab, atas orang-orang yangs ederhana dan yang tidak mampu membaca. mereka tetap dibuat pantas dan disetarakan oleh Tuhan dengan para Ahli Kitab yang bahkan menguasai perngertian seluruh ayat Alkitab yang ada!
Catatan:
Penulisan inisial I pada kata Injil baik dalam Markus 1:1, Galatia 1:11, maupun dalam ayat-ayat kitab kanonik yang konteksnya dinisbahkan ke mulut Yesus, adalah dengan huruf besar. Ini menunjukkan bahwa kata Injil dalam ayat-ayat tersebut tidak dapat diterjemahkan secara harfiah sebagai kabar gembira, tetapi ia bermakna sebagai sebuah kitab.
Sudah dijelaskan diatas bahwa kata 'Kabar-baik' {euaggelion} pun sudah ada dalam Perjanjian Lama (Septuaginta) yang mengarahkan {euaggelion} sebagai kabar baik/ Good Tiding , bukan sebagai 'Kitab' Injil
Dengan demikian harap Anda tidak 'bingung' dengan istilah Injil dan Kitab Injil.
39. JIPLAK-MENJIPLAK DALAM ALKITAB
KITAB 2 RAJA-RAJA 18:13- 37, 19 :1-37
KITAB YESAYA 36:1-22, 27 :1-38
Siapa yang menyalin dan dari siapa? Siapa yang mencuri dan dari siapa? Tidak satupun penulis Perjanjian Lama yang diketahui namanya!
Kitab 2 Raja- raja, menurut penyelidikan ditulis sekitar 560- 550 sM.
Kitab ini lebih bersifat Kronologis- Historis sejarah.
Kitab Yesaya ditulis sekitar 700-680 sM oleh Yesaya sendiri.
Maka Kitab Yesaya itu lebih dahulu ditulis.
Kitab para Nabi termasuk Yesaya yang hidup pada jaman Raja- raja Israel dan Yehuda lebih memberikan pernyataan sejarah dan telologi penting yang tidak terdapat dalam 2 raja- raja mengenai kemerosotan moral kedua bangsa ini. Maka dalam hal- hal tertentu memang ada ayat- ayat yang sama dengan kitab 2 Raja- Raja itu.
Jadi besar kemungkinan ayat yang tertulis di kitab 2 Raja- raja itu mengambil dari Kitab Yesaya.
Kitab Raja-Raja, meskipun penulisnya tidak disebutkan, jelaslah dia seorang nabi merangkap sejarahwan yang terilhamkan untuk merekam kejadian pemerintahan semua raja Israel dan Yehuda dipandang dari sudut perjanjian Allah dengan bangsa Ibrani. Jelas pula penulis kitab raja- raja itu mempergunakan beberapa sumber masukan:
1. Kitab riawayat Salomo ( 1 Raja- raja 11:41),
2. Kitab sejarah raja- raja Israel ( 1 Raja- raja 14:9 misalnya)
3. Kitab sejarah raja- raja Yehuda ( misalnya 1 Raja- raja 14:29)
4. Penulis juga memeriksa tulisan nabi- nabi lain.
Kita memang menghadapi tuduhan yang bermacam-macam, ketika Matius mengutip ayat dalam PL dengan tidak sepenuhnya, penulis diatas mengatakan Matius 'mendistorsi ayat', ketika ada ayat-ayat yang sama persis dengan kitab lain, katanya plagiarisme
40. KANONISASI PERJANJIAN BARU
Injil Sebelum Kanonisasi
Mungkin sangat mengejutkan bagi sebagian besar kaum Kristen jika menyadari bahwa tulisan-tulisan Kristen awal hanya memberi sedikit perhatian kepada kata-kata dan perbuatan-perbuatan Yesus. Misalnya, surat-surat Paulus (Saulus dari Tarsus) hanya memberikan kiasan-kiasan sangat sederhana mengenai Yesus dalam sejarah (historical Jesust). Begitu sederhana, dalam gereja Kristen awal yang menghasilkan literatur Kristen pertama yang dipelihara, yaitu aspek dari gereja awal yang biasanya diidentifikasi sebagai Paulus atau non-Yahudi, Yesus dalam sejarah diidentikkan dengan apa yang diyakini sebagai proses pengilhaman dan pewahyuan yang terus berjalan. Oleh karenanya, apa yang dikatakan, dilakukan, atau diwahyukan oleh Yesus dalam sejarah sama sekali berlebihan. Yang penting adalah bahwa setiap individu bisa mengklaim otoritas ilahi bagi pernyataan-pernyataan dan tulisan-tulisannya, dengan menyeru pada pengilhaman dan pewahyuan yang terus berjalan melalui Yesus yang konon "dibangkitkan-kembali". Kenyataannya, seluruh klaim Paulus terhadap otoritas apostolik (rasuli) didasarkan pada penegasan yang membesarkan diri-sendiri.1 Dengan demikian, injil-injil yang diakui berkaitan dengan kehidupan, sejarah, dan perkataan-perkataan Yesus sebenarnya merupakan perkembangan yang relatif belakangan dalam literatur Kristen awal.2
Biasanya selalu dinyatakan oleh para sarjana alkitabiah bahwa pada awalnya, injil-injil tersebut berupa seni sastra selama perempat terakhir abad pertama Masehi.3 Lebih jauh, hingga kira-kira tahun 130 M, salah seorang Bapa Rasuli, yaitu, Papias, uskup Hierapolis, belum benar-benar menyebut injil sebagai nama.4 Selain itu, bahkan setelah injil-injil itu mulai tampil sebagai satu bentuk karya sastra, injil-injil tersebut tidak sering dikutip sebagai teks otoritatif oleh para pendeta gereja awal. Kenyataannya, selama pertengahan pertama abad ke-2 M, kata-kata yang dianggap berasal dari Yesus sebagaimana dicatat dalam pelbagai macam injil jarang sekali dianggap sebagai teks otoritatif. Baru menjelang akhir perempat ketiga abad ke-2 M, injil-injil tersebut mulai memiliki peran sebagai kitab suci yang otoritatif dalam gereja-gereja Kristen awal.5 Namun, tulisan injil kemudian mulai mengambil bentuk seni sastra, dan ini akhirnya mengarah pada munculnya injil yang sangat banyak. Berikut ini daftar injil-injil yang berhasil diidentifikasi.
DAFTAR INJIL-INJIL SEBELUM KANONISASI6
1. Injil Markus
2. Injil Matius
3. Injil Lukas
4. Injil Yohanes
5. Dialog Sang Juru Selamat
6. Injil Andreas
7. Injil Apelles
8. Injil Bardesanes
9. Injil Barnabas
10. Injil Bartelomeus
11. Injil Basilides
12. Injil Kelahiran Maria
13. Injil Cerinthus
14. Injil Hawa
15. Injil Ebionit
16. Injil Orang-orang Mesir
17. Injil Encratites
18. Injil Empat Wilayah Surgawi
19. Injil Orang-orang Ibrani
20. Injil Hesychius
21. Injil Masa Kecil Yesus Kristus
22. Injil Judas Iskariot
23. Injil Jude
24. Injil Marcion
25. Injil Mani
26. Injil Maria
27. Injil Matthias
28. Injil Merinthus
29. Injil Menurut Kaum Nazaret
30. Injil Nikomedus
31. Injil Kesempurnaan
32. Injil Petrus
33. Injil Philipus
34. Injil Pseudo-Matius
35. Injil Scythianus
36. Injil Tujuh Puluh
37. Injil Thaddaeus
38. Injil Tomas
39. Injil Titan
40. Injil Kebenaran
41. Injil Dua Belas Rasul
42. Injil Valentinus
43. Protevangelion James
44. Injil Rahasia Markus
45. Injil Tomas tentang Masa Kecil Yesus Kristus.
Injil Setelah Kanonisasi
Dua puluh tujuh kitab yang disebut Perjanjian Baru dalam Alkitab merupakan kitab suci yang khusus bagi agama Kristen. Di antara ke-27 kitab ini (buka: Alkitab), salah satunya adalah kitab Wahyu Yohanes, 1 berupa sejarah gereja awal (Kisah Para Rasul), 21 merupakan surat-surat dari jenis yang satu atau lainnya (Paulus dan lainnya), dan 4 disebut sebagai injil (Markus, Matius, Lukas, dan Yohanes). Sangatlah tidak mungkin bahwa ke-27 kitab ini ditulis oleh setiap orang yang memiliki hubungan langsung dengan Yesus,7 meskipun masing-masing dari keempat injil itu memuat sejarah ajaran dan kenabian Yesus.
Sangat mungkin bahwa kanon Perjanjian Baru berkembang secara bertahap selama beberapa abad. Pada awalnya, selama tiga abad pertama dari apa yang disebut era Kristen, tidak ada konsep mengenai kanon yang resmi dan tertutup berkenaan dengan kitab suci Perjanjian Baru. Beragam kitab dipandang sebagai kitab suci bergantung pada kekuatan klaimnya yang menyatakan sendiri bahwa kitab tersebut diwahyukan dari Tuhan. Peredaran dan popularitasnya di berbagai gereja Kristen menentukan kekuatan klaim itu. Akibatnya, apa yang dulunya dianggap sebagai kitab suci di satu tempat tidak lagi selalu dianggap demikian di tempat lain.
Namun demikian, pada awal abad ke-4 M, situasi tersebut mulai berubah. Dalam bukunya Ecclesiastical History, Eusebius Pamphili, uskup Kaisarea pada abad ke-4 M, mengusulkan sebuah kanon kitab suci Perjanjian Baru di mana ia mengabaikan banyak kitab yang sekarang ditemukan dalam Perjanjian Baru. Pada tahun 367 M, Athanasius, uskup Aleksandria, mengedarkan sepucuk surat Orang Timur, yang memasukkan daftar pertama kitab suci Perjanjian Baru yang sesuai dengan Perjanjian Baru sekarang, meskipun hanya beberapa tahun sebelumnya ia telah memperjuangkan Gembala Hermas (The Shepherd of Hermas) sebagai kitab suci yang akurat dan kanonik. Kitab suci Perjanjian Baru kemudian diratifikasi oleh Dewan Hippo tahun 393 M, Sinode Chartage tahun 397 M, dan Dewan Carthagina tahun 419 M. Namun demikian, tidak seluruh gereja Timur sepakat dengan kanon yang diusulkan ini hingga saat ketika terjemahan dalam bahasa Suriah yang kira-kira muncul pada tahun 508 M akhirnya sesuai dengan kanon ini.8
Dengan demikian, memerlukan waktu tiga hingga lima abad untuk mengikuti selesainya kenabian Yesus sebelum gereja-gereja Kristen awal merumuskan kanon akhir yang terdiri atas 27 kitab, yang kini merupakan Perjanjian Baru. Di antara ke-27 kitab ini, Al-Qur'an hanya merujuk pada Injil Yesus; empat injil kanonik agama Kristen pasti bukan merupakan kitab wahyu ini, meskipun mereka memasukkan bagian-bagian dari kitab ini dalam pelbagai catatan mereka mengenai "sabda-sabda" yang konon berasal dari Yesus.
Keterangan:
1. Galatia 1:11-12
2. Sunberg AC (1971)
3. A) Duncan GB (1971) B) Davies JN (1929a) C) Moffat J (1929) D) Sunberg AC (1971) E) Pherigo LP (1971) F) Asimov J (1969) G) Mack BL (1996) H) Nineham DE (1973) I) Leon Dufour X (1983) J) Kee HC (1971) K) Fenton JC (1973) L) Baird W (1971) M) Shepherd MH (1971)
4. Rujukannya adalah kepada Markus, yang dinisbahkan kepengarangannya pada seorang penerjemah Petrus, salah seorang murid Yesus. Penting dinyatakan bahwa rujukan oleh Papias dengan jelas menyatakan bahwa pengarang Markus tidak pernah bertemu dengan Yesus, dan bukan salah seorang pengikut Yesus. Lebih jauh, Papias menyatakan bahwa ia lebih menyukai tradisi-tradisi lisan daripada injil-injil tertulis yang akrab dengannya. (Jerald F. Dirks [2001])
5. Sunberg AC (1971)
6. A) Platt RH, Brett JA (eds) B) Cameron R (1982) C) Pagels E (1979) D) Robinson JM (1990) E) Hennecke E, Schneemelcher W, Wilson RM (1963)
7. A) Laymon CM (1971b) B) Mack BL (1996)
8. Sunberg AC (1971)
Rujukan:
- Asimov I (1968): Asimov's Guide to the Bible: Volume II. The New Testament. New York, Avon Books.
- Baird W (1971): The gospel according to Luke. Dalam Laymon CM (1971b): The Interpreter's One-Volume Commentary on the Bible. Nashville, Abingdon Press, 1971.
- Cameron R (1982): The Other Gospels: Non-Canonical Gospel Texts. Philadelphia, The Westminster Press.
- Davies JN (1929a): Mark. Dalam Eiselen FC, Lewis E, Downey DG (1929): The Abingdon Bible Commentary. New York, Abingdon-Cokesbury Press.
- Duncan GB (1971): Chronology. Dalam Laymon CM (1971b): The Interpreter's One-Volume Commentary on the Bible. Nashville, Abingdon Press, 1971.
- Fenton JC (1973): Saint Matthew. Baltimore, Penguin Books.
- Hennecke E, Schneemelcher W, Wilson RM (1963): New Testament Apocrypha. Volume I. Gospels and Related Writings. Philadelphia, The Westminster Press.
- Jerald F.Dirks (2001): The Cross and The Crescent. Maryland, Amana Publications.
- Kee HC (1971): The gospel according to Matthew. Dalam Laymon CM (1971b): The Interpreter's One-Volume Commentary on the Bible. Nashville, Abingdon Press, 1971.
- Laymon CM (1971b): The Interpreter's One-Volume Comentary on the Bible. Nashville, Abingdon Press, 1971.
- Leon Dufour X (1983): Dictionary of the New Testament. San Francisco, Harper & Row.
- Mack BL (1996): Who Wrote The New Testament?: The Making of the Christian Myth. San Francisco, Harper.
- Moffat J (1929): The formation of the New Testament. Dalam Eiselen FC, Lewis E, Downey DG (1929): The Abingdon Bible Commentary. New York, Abingdon-Cokesbury Press.
- Nineham DE (1973): Saint Mark. Baltimore, Penguin Books.
- Pagels E (1979): The Gnostic Gospels. New York, Random House.
- Pherigo LP (1971): The gospel according to Mark. Dalam Laymon CM (1971b): The Interpreter's One-Volume Commentary on the Bible. Nashville, Abingdon Press, 1971.
- Platt RH, Brett JA (eds): The Lost Books of the Bible and The Forgotten Books of Eden. New York, The World Publishing Co.
- Robinson JM (1990): The Nag Hamadi Library in English. San Francisco, Harper. Nag Hamadi, sebuah wilayah di Mesir, adalah tempat ditemukannya berbagai kitab apokrif dan dokumen-dokumen lainnya yang berhubungan erat dengan gereja Kristen awal (penggalian tahun 1945).
- Shepherd MH (1971): The gospel according to John. Dalam Laymon CM (1971b): The Interpreter's One-Volume Commentary on the Bible. Nashville, Abingdon Press, 1971.
- Sundberg AC (1971): The making of the New Testament canon. Dalam Laymon CM (1971b): The Interpreter's One-Volume Commentary on the Bible. Nashville, Abingdon Press, 1971.
Kanonisasi
Istilah kanon berasal dari bahasa Yunani yang berarti 'tongkat pengukur, standar atau norma'. Secara historis, Alkitab telah menjadi norma yang berotoritas bagi iman dan kehidupan bergereja. Proses pengkanonan ini dilakukan oleh berpuluh-puluh ahli kitab suci dan bahasa yang dengan teliti dan serius memilah-milah banyak tulisan yang dianggap suci untuk menemukan kitab-kitab yang benar-benar suci dan diwahyukan Allah untuk kemudian dijadikan satu.
Tanda-tanda kanonitas meliputi:
- Kitab tersebut ditulis atau disahkan oleh para nabi/rasul.
- Kitab tersebut diakui otoritasnya di kalangan gereja mula-mula.
- Kitab tersebut mengajarkan hal yang selaras dengan kitab-kitab lainnya yang jelas termasuk dalam kanon.
Setelah Tuhan Yesus naik ke surga, belum sebuah kitab pun ditulis mengenai diri dan ajaran-Nya, karena belum dirasa perlu – para saksi mata utama masih hidup. Jadi Injil masih dalam bentuk verbal, lisan; dari mulut ke mulut, oleh para rasul.
Seiring dengan berjalannya waktu, jumlah para saksi mata dan para rasul berkurang, dan semakin banyak ancaman pemberitaan ajaran-ajaran sesat. Pada masa itu banyak ditemukan tulisan-tulisan yang bercorak rohani, yang sebenarnya bukan Firman Allah. Oleh karena itu gereja merasakan pentingnya ditentukan kitab-kitab mana sajakah yang dapat diakui berotoritas sebagai Firman Allah. Kemudian para rasul mulai menuliskan surat-suratnya untuk para jemaat, lalu perlahan-lahan dibuat salinan surat-surat itu untuk berbagai gereja dan salinan itu dibacakan dalam pertemuan gereja (Kolose 4:16;
1 Tesalonika 5:7, Wahyu 1:3). Tulisan-tulisan ini diinspirasikan oleh Allah (2 Petrus 1:20-21; Wahyu 22:18; Efesus 3:5).
Pada waktu yang bersamaan, ada banyak orang-orang yang menulis kitab-kitab tentang Yesus dan surat-surat ke gereja-gereja, yang tidak termasuk kanon. Lambat-laun gereja-gereja mulai jelas mengenai kitab-kitab mana yang diinspirasikan oleh Roh Kudus dan mana yang bukan.
Pada abad ke 2 kanon PB telah lengkap. Hal ini kita ketahui dari:
1. The Old Syriac – terjemahan PB pada abad kedua dalam bahasa Syria. Semua kitab ada, kecuali: 2 Petrus, 2 Yohanes, 3 Yohanes, Yudas, dan Wahyu.
2. Justin Martyr pada tahun 140 M. Semua kitab PB ada, kecuali: Filipi dan 1 Timotius.
3. The Old Latin – sebuah terjemahan sebelum tahun 200 M. Terkenal sebagai Alkitab dari gereja Barat. Semua PB ada, kecuali Ibrani, Yakobus, 1 Petrus dan 2 Petrus.
4. The Muration Canon pada tahun 170 M. Semua PB ada, kecuali: Ibrani, Yakobus, 1 Petrus dan 2 Petrus (sama dengan The Old Latin).
5. Codex Barococcio pada tahun 206 M. Semua kitab PL dan PB ada, kecuali: Ester dan Wahyu.
6. Polycarp pada tahun 150 M pernah mengutip: Matius, Yohanes, sepuluh surat Paulus, 1 Petrus, 1 Yohanes dan 2 Yohanes.
7. Irenaeus (murid Polycarp) pada tahun 170 M. Semua kitab PB ada, kecuali: Filemon, Yakobus, 2 Petrus, dan 3 Yohanes.
8. Origen pada sekitar tahun 230 M menulis daftar kitab-kitab PB, sebagai berikut: ke-4 Injil, Kisah Para Rasul, ke-13 surat-surat Paulus, 1 Petrus, 1 Yohanes dan Wahyu.
9. Eusebius di awal abad ke 4 menyebut semua kitab PB.
10. Pada tahun 367 M dalam Festal Letter yang ditulis oleh Athanasius, Bishop Alexandria, mencantumkan daftar 27 kitab-kitab PB.
11. Jerome pada tahun 382 M, Ruffinua pada tahun 390 M dan Augustine pada tahun 394 M mencatat kanon PB sebanyak 27 kitab.
12. Akhirnya pada tahun 397 M, konsili gereja di Carthago mengesahkan 27 kitab PB.
Gereja sebagai persekutuan orang-orang yang ditebus, yang beriman sungguh-sungguh di dalam Kristus bukan menentukan atau menciptakan kanon, tetapi gereja hanya mengesahkan kitab-kitab yang memiliki tanda kanonitas dan karena itu kitab-kitab tersebut memiliki otoritas dalam gereja.
Tidak ada orang tertentu atau konferensi tertentu yang diadakan untuk menentukan syarat penerimaan sebuah surat atau tulisan ke dalam kanon Perjanjian Baru. Proses pengkanonan berkembang secara alamiah dari saling membandingkan hasil koleksi di kalangan jemaat-jemaat lokal sampai akhirnya secara universal mengakui dan menerima ke-27 kitab Perjanjian Baru sebagai kitab-kitab yang diilhamkan Allah.
Pembagian kitab dalam PB sesuai kanon:
Injil
Terdiri dari empat kitab: Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes. Mencatat tentang kehidupan dan pelayanan Yesus selama di dunia. Matius menekankan Yesus sebagai raja, Markus menekankan Yesus sebagai hamba, Lukas menekankan Yesus sebagai manusia, Yohanes menekankan Yesus sebagai Anak Allah. Meskipun keempat penulis mempunyai penekanan yang berbeda-beda, tetapi tulisan-tulisan mereka satu dengan yang lain tetap harmonis.
Sejarah
Terdiri dari satu kitab, yaitu Kitab Para Rasul. Mencatat perkembangan kekristenan setelah kenaikan Yesus.
Surat-surat
Terdiri dari:
- 14 surat Paulus: Roma, 1 Korintus, 2 Korintus, Galatia, Efesus, Filipi, Kolose, 1 Tesalonika, 2 Tesalonika, 1 Timotius, 2 Timotius, Titus, Filemon, dan Ibrani.
- 7 surat bukan dari Paulus : Yakobus, 1 Petrus, 2 Petrus, 1 Yohanes, 2 Yohanes, 3 Yohanes, dan Yudas.
Demikianlah keempat Injil dan kumpulan Surat-surat Paulus yang telah dipakai di kalangan luas, diumumkan bersifat alkitabiah bersama dengan beberapa tulisan lainnya yang menyatakan diri ditulis oleh para rasul. Baik pembicaraan mengenai ajaran dan yang bersifat ilmu maupun perkembangan, melanjutkan proses pengakuan sampai Kanon itu dilengkapi pada waktu perwujudan intelektual dan kegirangan dari umat Kristen pada abad 4-5. Tiga patokan dipakai, baik pada abad 2 atau 4, guna meneguhkan bahwa dokumen-dokumen tertulis itu mewujudkan laporan yang benar dari suara dan amanat kesaksian para rasul.
Pertama, mengkaitkannya dengan para rasul; ini tidak berlaku bagi semuanya, misalnya Markus dan Lukas diterima sebagai hasil karya orang-orang yang erat hubungannya dengan para rasul.
Kedua, pemakaian oleh gereja-gereja, yaitu pengakuan oleh gereja membimbing atau oleh sebagian besar gereja. Karena patokan ini banyak itab Apokrifa ditolak, beberapa barangkali tidak berbahaya dan bahkan erisi tradisi asli dari kata-kata Yesus, lebih banyak lagi yang hanya iksi saja, tapi tidak ada yang ditolak yang diakui oleh sebagian besar gereja.
Ketiga, kesesuaian dengan ukuran-ukuran ajaran yang sehat; atas dasar ini Injil keempat mula-mula diragukan tapi akhirnya diterima; atau (sebaliknya) Gospel of Peter dilarang oleh Serapion dari Antiokhia karena kecenderungannya kepada doketisme, sekalipun tuntutannya sudah ditulis oleh rasul.
Demikianlah sejarah perkembangan kanonik kitab Perjanjian Baru itu menunjukkan, bahwa Kanon adalah kumpulan kitab-kitab yang dikaitkan dengan rasul-rasul atau dengan murid-murid mereka, yang oleh gereja pada keempat abad pertama dipandang benar, karena kitab-kitab itu mampu memberitakan dan merumuskan ajaran para rasul, sehingga dipandang cocok bagi pengajaran umum dalam kebaktian kepada Allah. Jikalau ini dimengerti dengan pertumbuhannya yang bertahap dan keanekaan sifat Kanon itu, dapat diketahui mengapa dahulu dan sekarang ada persoalan-persoalan dan ada keraguan terhadap karya-karya tertentu yang dimasukkan ke dalamnya. Karena menganggap ketiga patokan itu memadai, maka umat Kristen Protestan kini tidak mendapatkan alasan untuk menolak keputusan-keputusan angkatan-angkatan terdahulu, dan karena itu menerima Perjanjian Baru sebagai suatu laporan lengkap dan berwibawa dari pernyataan Ilahi sesuai yang diumumkan sejak zaman kuno oleh orang-orang terpilih, yang penuh penyerahan dan yang diilhami.
41. KEBOHONGAN NATAL 25 DESEMBER
SEJARAH NATAL
Kata natal berasal dari bahasa Latin yang berarti lahir. Secara istilah Natal berarti upacara yang dilakukan oleh orang Kristen untuk memperingati hari kelahiran Isa Al Masih - yang mereka sebut Tuhan Yesus.
Peringatan Natal baru tercetus antara tahun 325 - 354 oleh Paus Liberius, yang ditetapkan tanggal 25 Desember, sekaligus menjadi momentum penyembahan Dewa Matahari, yang kadang juga diperingati pada tanggal 6 Januari, 18 Oktober, 28 April atau 18 Mei. Oleh Kaisar Konstantin, tanggal 25 Desember tersebut akhirnya disahkan sebagai kelahiran Yesus (Natal).
Kelahiran Yesus Menurut Bibel
Untuk menyibak tabir Natal pada tanggal 25 Desember yang diyakini sebagai Hari Kelahiran Yesus, marilah kita simak apa yang diberitakan oleh Bibel tentang kelahiran Yesus sebagaimana dalam Lukas 2:1:8 dan Matius 2:1, 10, 11 (Markus dan Yohanes tidak menuliskan kisah kelahiran Yesus).
Memang tidak pernah ada tertulis bahwa Yesus lahir pada tanggal 25 Desember, tetapi catatan tentang kelahiran Yesus pada kitab Lukas dan Matius tidak bertentangan.
Pada masa Yesus lahir seluruh wilayah palestina dalam kekuasaan Romawi yang kala itu kaisarnya adalah Kaisar Agustus. Sedangkan Herodes adalah raja wilayah Palestina (wilayah Yudea), tetapi dibawah pengawasan Romawi.
Lukas 2:1-8:
Pada waktu itu Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendaftarkan semua orang di seluruh dunia.
Inilah pendaftaran yang pertama kali diadakan sewaktu Kirenius menjadi wali negeri di Siria. Maka pergilah semua orang mendaftarkan diri, masing-masing di kotanya sendiri.
Demikian juga Yusuf pergi dan kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem, karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud-supaya didaftarkan bersama-sama dengan Maria, tunangannya yang sedang mengandung.
Ketika mereka disitu tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya didalam palungan, karena tidak ada tempat yang bagi mereka di rumah penginapan.
Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam.
Jadi, menurut Bibel, Yesus lahir pada masa kekuasaan Kaisar Agustus yang saat itu sedang melaksanakan sensus penduduk (7 M = 579 Romawi). Yusuf, tunangan Maryam Ibu Yesus berasal dari Betlehem, maka mereka bertugas ke sana, dan lahirlah Yesus Betlehem, anak sulung Maria. Maria membungkusnya dengan kain lampin dan membaringkannya dalam palungan (tempat makanan sapi, domba yang terbuat dari kayu). Peristiwa itu terjadi pada malam hari dimana gembala sedang menjaga kawanan ternak mereka di padang rumput.
Menurut Matius 2:1, 10, 11:
Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman Herodus, datanglah orang-orang Majus dari Timur ke Yerusalem. Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersuka citalah mereka. Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat anak itu bersama Maria, ibunya.
Jadi menurut Matius, Yesus lahir dalam masa pemerintahan raja Herodus yang disebut Herodus Agung yang memerintahkan tahun 37 SM - 4 M (749 Romawi), ditandai dengan bintang-bintang yang terlihat oleh orang-orang Majusi dari Timur.
Cukup jelas pertentangan kedua Injil tersebut (Lukas 2:1-8 dan Matius 2:1, 10, 11) dalam menjelaskan kelahiran Yesus. Namun begitu keduanya menolak kelahiran Yesus tanggal 25 Desember. Penggambaran kelahiran yang ditandai dengan bintang-bintang di langit dan gembala yang sedang menjaga kawanan domba yang dilepas bebas di padang rumput beratapkan langit dengan bintang-bintangnya yang gemerlapan, menunjukkan kondisi musim panas sehingga gembala berdiam di padang rumput dengan domba-domba mereka pada malam hari untuk menghindari sengatan matahari. Sebab jelas 25 Desember adalah musim dingin. Sedang suhu udara di kawasan Palestina pada bulan Desember itu sangat rendah sehingga salju merupakan hal tidak mustahil.
Bagi yang memiliki wawasan luas, hati terbuka dan lapang dalam mencari kebenaran, kitab suci Al Qur'an telah memberikan jawaban tentang kelahiran Yesus (Isa alaihissalam).
"Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (Maryam) bersandar pada pangkal pohon kurma, ia berkata: "Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti, lagi dilupakan". Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: "Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai dibawahmu (untuk minum). Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu". (Surat Maryam: 23-25).
Jadi menurut Al Qur'an Yesus dilahirkan pada musim panas disaat pohon-pohon kurma berbuah dengan lebatnya. Untuk itu perlu kita cermati pendapat sarjana Kristen Dr. Arthus S. Peak, dalam Commentary on the Bible - seperti dikutip buku Bible dalam Timbangan oleh Soleh A. Nahdi (hal 23) : Yesus lahir dalam bulan Elul (bulan Yahudi), bersamaan dengan bulan: Agustus - September.
Sementara itu Uskup Barns dalam Rise of Christianity - seperti juga dikutip oleh Soleh A. Nahdi berpendapat sebagai berikut:
There is, moreover, no authority for the belief than December 25 was the actual birthday of Jesus. If we can give any credence to the bith-story of Luke, with the shepherds keeping watch by night in the fields near Bethlehem, the birth of Jesus did not take place in winter, when the night temperature is so law in the hill country of judea that snow is not uncommon. After much argument our christmas day seems to have been accepted about A.D. 3000.
(Kepercayaan, bahwa 25 Desember adalah hari lahir Yesus yang pasti tidak ada buktinya. Kalau kita percaya cerita Lukas tentang hari lahir itu dimana gembala-gembala waktu malam menjaga di padang di dekat Behtlehem, maka hari lahir Yesus tentu tidak di musim dingin di saat suhu di negeri pengunungan Yudea amat rendah sekali sehingga salju merupakan hal yang tidak mustahil. Setelah terjadi banyak perbantahan tampaknya hari lahir tersebut diterima penetapannya kira-kira tahun 200 Masehi).
Pada Tahun Berapa Yesus Lahir?
Umat Kristen beranggapan bahwa Yesus dilahirkan pada tahun I, karena penanggalan Masehi yang dirancang oleh Dionysius justru dibuat dan disesuaikan dengan tahun kelahiran Yesus. Namun Injil Lukas 2:1 (sudah dikutip sebelumnya) menyatakan Yesus lahir dalam masa pemerintahan Kaisar Agustus, jadi antara tahun 27 Sebelum Masehi - 14 Sesudah Masehi.** Sedangkan Matius 2:1 (juga telah dikutip) menyatakan Yesus lahir dalam masa pemerintahan raja Herodes Agung: tahun 37 Sebelum Masehi - 4 sesudah Masehi.
Ternyata antara pemahaman yang beredar di kalangan umat Kristen tentang kelahiran Yesus dengan berita yang disampaikan oleh Injil, Lukas maupun Matius, tidaklah menunjukkan suatu kepastian, sehingga ilmuwan-ilmuwan mereka ada yang menyatakan Yesus lahir tahun 8 Sebelum Masehi, tahun 6 Sebelum Masehi, tahun 4 sesudah masehi. Antara lain kita kutip buku tulisan rev. Dr. Charles Franciss Petter, MA., B.D., S.T.M. yang berjudul The Lost Years of Jesus Revealed hal 119 sebagai berikut:
In the nineteehnt century, when it became evident and was finally admitted that Herod died in the year 4 B.C. and it was recalled that, according to story in Matthew's Gospel (2:16), King Herod, in order to eliminate little Jesus as a possible "King of the Jews", had ordered all infants of two years old and under to be killed, the birth-date of Jesus 0bviously had to be moved back to 4 B at least. Today, scholars prefer 5 to 6 B as the date best accomodating the indonsistent and even cont5radictory traditions, legens, and gospels, although some historians push the date back to 8 and 10 b.C. The problem of the correct dating of Jesus' birth, life, and death has now been raised again (due to several statemensin these Essence Scrolls) along with the related question on the deity.
(Pada abad ke-19 setelah terbukti dan akhirnya diajui bahwa Herodes telah mati 4 tahun sebelum masehi dan setelah ditetapkan, bahwa menurut cerita Matius (2:16) raja Herodes memerintahkan pembunuhan kanak-kanak umur/dibawah umur dua tahun untuk membinasakan Yesus yang masih bayi yang katanya bakal jadi raja orang-orang Yahudi, maka jelaslah tanggal lahir Yesus harus digeser ke belakang, paling sedikit 4 tahun sebelum masehi. Masa kini para sarjana lebih condong menggeserkan tanggal lahirnya Yesus itu 5 sampai 6 tahun ke belakang tahun Masehi. Kesulitan menentukan tanggal kelahiran Yesus, kehidupannya dan kematiannya terpaksa ditimbulkan kembali karena adanya keterangan-keterangan yang banyak terdapat dalam gulungan-gulungan Essene (yang terdapat di gua Qamran) malah soal-soal yang berhubungan dengan ketuhanannya juga harus dibangkitkan kembali).
Jadi sampai hari inipun tidak ada kejelasan tahun berapa Yesus dilahirkan.
Tuduhan kontradiksi diatas saya rangkum sbb :
Menurut Injil Lukas 2:1-8 Yesus lahir pada masa kekuasaan Kaisar Agustus yang saat itu yang sedang melaksanakan sensus penduduk (7M=579 Romawi).
Menurut Matius 2:1,10,11 yesus lahir dalam masa pemerintahan raja Herodus yang disebut Herodus Agung yang memerintah tahun 37 SM-4 M (749 Romawi)
jawabannya demikian :
Ada sensus yang pertama dilaksanakan dalam masa pemerintahan Kaisar Agustus yaitu pada tahun 4SM :
SENSUS KIRENIUS :
Pada masa-masa dulu, kejanggalan catatan sejarah ini menjadi masalah bagi peneliti Alkitab. Meskipun demikian belum lama ini ditemukan tulisan kuno yang mengungkapkan bahwa terdapat nama Kirenius menduduki jabatan DUA KALI sebagai Prokonsul Siria.
Injil Lukas, menjelaskan bahwa pendaftaran yang dimaksud adalah pendaftaran (sensus) "pertama kali" yaitu tahun 4SM.
Seorang arkeologis terkemuka bernama Jerry Vardaman telah menemukan sebuah koin dengan nama Kirenius di atasnya. Ini menunjuk Kirenius sebagai prokonsul Siria dan Kilikia dari tahun 11 SM sampai dengan setelah kematian Herodes.
Dengan demikian maka ada 2 nama Kirenius:
Satu yang memerintah hingga 4 SM, dan satu lagi yang memerintah setelah 6 M.
Ada kemungkinan Kirenius adalah orang yang sama, ada kemungkinan juga adalah 2 orang yang bernama sama.
Suatu hal yang biasa bila banyak orang memiliki nama Roma yang sama. Namun periode masa jabatan Kirenius tersebut sudah bisa membuktikan bahwa sensus yang dimaksudkan dalam Injil Lukas ini pasti berlangsung selama pemerintahan Kirenius yang lebih awal.
Jadi, yang dimaksudkan dalam Lukas 2 adalah Pendaftaran/Sensus pada tahun 4 S.M. yang umumnya dikenal sebagai tahun kelahiran Yesus, sehingga tidak ada konflik dengan kisah orang Majus dan Raja Herodes dalam Injil Matius.
Sumber : Lee Strobel, Pembuktian Atas Kebenaran Kristus, Penerbit Gospel Press
Asal usul Perayaan Natal 25 Desember
Perintah untuk menyelenggarakan peringatan Natal tidak ada dalam Bibel dan Yesus tidak pernah memberikan contoh ataupun memerintahkan pada muridnya untuk menyelenggarakan peringatan kelahirannya.
Perayaan Natal baru masuk dalam ajaran Kristen Katolik pada abad ke 4 M. Dan peringatan inipun berasal dari upacara adat masyarakat penyembah berhala. Dimana kita ketahui bahwa abad ke-1 sampai abad ke-4 M dunia masih dikuasai oleh imperium romawi yang paganis politheisme.
Ketika Konstantin dan rakyat Romawi menjadi penganut agama Katholik, mereka tidak mampu meninggalkan adat/budaya pagannya, apalagi terhadap pesta rakyat untuk memperingati hari Sunday (sun = matahari; day = hari) yaitu kelahiran Dewa Matahari tanggal 25 Desember.
Maka supaya agama Katholik bisa diterima dalam kehidupan masyarakat Romawi diadakanlah sinkretisme (perpaduan agama-budaya/penyembahan berhala), dengan cara menyatukan perayaan kelahiran Sun of God (Dewa Matahari) dengan kelahiran Son of God (Anak Tuhan = Yesus).
Maka pada konsili tahun 325, Konstantin memutuskan dan menetapkan tanggal 25 Desember sebagai hari kelahiran Yesus. Juga diputuskan: Pertama, hari Minggu (Sunday = hari matahari) dijadikan pengganti hari Sabat yang menurut hitungan jatuh pada Sabtu. Kedua, lambang dewa matahari yaitu sinar yang bersilang dijadikan lambang Kristen. Ketiga, membuat patung-patung Yesus, untuk menggantikan patung Dewa Matahari.
Sesudah Kaisar Konstantin memeluk agama Katolik pada abad ke-4 Masehi, maka rakyat pun beramai-ramai ikut memeluk agama Katholik. Inilah prestasi gemilang hasil proses sinkretisme Kristen oleh Kaisar Konstantin dengan agama paganisme politheisme nenek moyang.
Demikian asal-usul Christmas atau Natal yang dilestarikan oleh orang-orang Kristen di seluruh dunia sampai sekarang.
Darimana kepercayaan paganis politheisme mendapat ajaran tentang Dewa Matahari yang diperingati tanggal 25 Desember?
Mari kita telusuri melalui Bibel maupun sejarah kepercayaan paganis yang dianut oleh bangsa Babilonia kuni di dalam kekuasaan raja Nimrod (Namrud).
H.W. Armstrong dalam bukunya The Plain Truth About Christmas, Worldwide Church of God, California USA, 1994, menjelaskan:
Namrud cucu Ham. Anak nabi Nuh adalah pendiri sistem kehidupan masyarakat Babilonia kuno. Nama Nirod dalam bahasa Hebrew (Ibrani) berasal dari kota "Marad" yang artinya: "Dia membangkang atau Murtad" antara lain dengan keberaniannya mengawini ibu kandungnya sendiri bernama "Semiramis".
Namun usia Namrud tidak sepanjang ibu sekaligus istrinya. Maka setelah Namrud mati Semiramis menyebarkan ajaran, bahwa roh Namrud tetap hidup selamanya, walaupun jasadnya telah mati. Maka dibuatlah olehnya perumpamaan pohon "Evergreen" yang tumbuh dari sebatang kayu mati.
Maka untuk memperingati kelahirannya dinyatakan bahwa Namrud selalu hadir di pohon Evergreen dan meninggalkan bingkisan yang digantungkan di ranting-ranting pohon itu. Sedangkan kelahiran Namrud dinyatakan tanggal 25 Desember. Inilah asal-usul pohon Natal.
Lebih lanjut Semiramis dianggap sebagai "Ratu Langit" oleh rakyat Babilonia, kemudian Namrud dipuja sebagai "anak suci dari surga".
Putaran jaman menyatakan bahwa penyembah berhala versi Babilonia ini berubah menjadi "Mesiah palsu", berupa dewa "Ba-al" anak dewa matahari dengan obyek penyembahan "Ibu dan Anak" (Semiramis dan Namrud) yang lahir kembali. Ajaran tersebut menjalar ke negara lain: Di Mesir berupa "Isis dan Osiris", di Asia bernama "Cybele dan Deoius", di Roma disebut "Fortuna dan Yupiter". Bahkan di Yunani, "Kwan Im" di China, Jepang, dan Tibet, India, Persia, Afrika, Eropa, dan Meksiko juga ditemukan adat pemujaan terhadap dewa "Madonna" dan lain-lain.
Dewa-dewa berikut dimitoskan lahir pada tanggal 25 Desember, dilahirkan oleh gadis perawan (tanpa bapak), mengalami kematian (salib) dan dipercaya sebagai Juru Selamat (Penebus Dosa).
1. Dewa Mithras (Mitra) di Iran, yang juga diyakini dilahirkan dalam sebuah gua dan mempunyai 12 orang murid. Dia juga disebut sebagai Sang Penyelamat, karena ia pun mengalami kematian, dan dikuburkan, tapi bangkit kembali. Kepercayaan ini menjalar hingga Eropa. Konstantin termasuk salah seorang pengagum sekaligus penganut kepercayaan ini.
2. Apollo, yang terkenal memiliki 12 jasa dan menguasai 12 bintang/planet.
3. Hercules yang terkenal sebagai pahlawan perang tak tertandingi.
4. Ba-al yang disembah orang-orang Israel adalah dewa penduduk asli tanah Kana?an yang terkenal juga sebagai dewa kesuburan.
5. Dewa Ra, sembahan orang-orang Mesir Kuno; kepercayaan ini menyebar hingga ke Romawi dan diperingati secara besar-besar dan dijadikan sebagai pesta rakyat.
Demikian juga Serapsis, Attis, Isis, Horus,Adonis, Bacchus, Krisna, Osiris, Syamas, Kybele dan lain-lain. Selain itu ada lagi tokoh/pahlawan pada suatu bangsa yang oleh mereka diyakini dilahirkan oleh perawan, antara lain Zrates (Bangsa Persia) dan Fo Hi (Bangsa China). Demikian pula pahlawan-pahlawan Helenisme: Agis, Celomenes, Eunus, Solulus, Aristonicus, Tibarius, Grocesus, Yupiter, Minersa, Easter.
Jadi, konsep bahwa Tuhan itu dilahirkan seorang perawan pada tanggal 25 Desember, disalib/dibunuh kemudian dibangkitkan, sudah ada sejak zaman purba.
Konsep/dogma agama bahwa yesus adalah anak Tuhan dan bahwa Tuhan mempunyai tiga pribadi, dengan sangat mudahnya diterima oleh kalangan masyarakat Romawi karena mereka telah memiliki konsep itu sebelumnya. Mereka tinggal mengubah nama-nama dewa menjadi Yesus. Maka dengan jujur Paulus mengakui bahwa dogma-dogma tersebut hanyalah kebohongan yang sengaja dibuatnya. Kata Paulus kepada jemaat di Roma.
Tetapi jika kebesaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliannya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa ? (Roma 3:7).
Mengenai kemungkinan terjadinya pendustaan itu. Yesus telah mensinyalir lewat pesannya:
Jawab Yesus kepada mereka: Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu! Sebab banyak orang akan datang dengan memakai namaku dan berkata Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang?. (Matius 24:4-5).
Pandangan Bibel Tentang Upacara Natal
Untuk mengetahi pandangan Bibel tentang perayaan Natal yang diwarisi dari tradisi paganisme, baiklah kita telaah Yeremia 10:2-4:
"Beginilah firman Tuhan: "Janganlah biasakan dirimu dengan tingkah langkah bangsa-bangsa, janganlah gentar terhadap tanda-tanda di langit, sekalipun bangsa-bangsa gentar terhadapnya. Sebab yang disegani bangsa-bangsa adalah kesia-siaan. Bukankah berhala itu pohon kayu yang ditebang orang dari hutan, yang dikerjakan dengan pahat oleh tangan tukang kayu? Orang memperindahnya dengan emas dan perak, orang memperkuatnya dengan paku dan palu supaya jangan goyang."
Demikianlah pandangan Bibel tentang upacara Natal, yaitu melarang orang Kristen mengikuti kebiasaan bangsa-bangsa penyembah berhala.
Selanjutnya mari kita simak penjelasan dalam Yeremia 10:5:
"Berhala itu sama seperti orang-orangan di kebun mentimun. Tidak dapat berbicara, orang harus mengangkatnya, sebab tidak dapat melangkah. Janganlah takut kepadanya, sebab berhala itu tidak dapat berbuat jahat, dan berbuat baik pun dia tidak dapat."
Sumber-sumber Kristen yang Menolak Natal
1. Catholic Encyclopedia, edisi 1911 tentang Chrismas:
"Natal bukanlah upacara gereja yang pertama ... melainkan ia diyakini berasal dari Mesir, perayaan yang diselenggarakan oleh para penyembah berhala dan jatuh pada bulan Januari, kemudian dijadikan hari kelahiran Yesus."
Dalam buku yang sama, tentang "Natal Day" dinyatakan sebagai berikut:
"Di dalam kitab suci tidak ada seorangpun yang mengadakan upacara atau menyelenggarakan perayaan untuk merayakan hari kelahiran Yesus. Hanyalah orang-orang kafir saja (seperti Fir'aun dan Herodes) yang berpesta pora merayakan hari kelahirannya ke dunia ini."
2. Encyclopedia Britanica, edisi 1946 menyatakan:
"Natal bukanlah upacara gereja abad pertama, Yesus Kristus atau para muridnya tidak pernah menyelenggarakannya, dan Bible juga tidak pernah menganjurkannya. Upacara ini diambi oleh gereja dari kepercayaan kafir penyembah berhala.'
3. Encyclopedia Americana, edisi tahun 1944, menyatakan:
"Menurut para ahli, pada abad-abad permulaan, Natal tidak pernah dirayakan oleh umat Kristen. Pada umumnya umat Kristen hanya merayakan hari kematian orang-orang terkemuka saja, dan tidak pernah merayakan hari kelahiran orang tersebut". (Perjamuan Suci, yang termaktub dalam kitab Perjanjian Baru hanyalah untuk mengenang kematian Yesus Kristus) ... Perayaan Natal yang dianggap sebagai hari kelahiran Yesus, mulai diresmikan pada abad ke-4 M. Pada abad ke-5 M, Gereja Barat memerintahkan kepada umat Kristen untuk merayakan hari kelahiran Yesus, yang diambil dari hari pesta bangsa Roma yang merayakan hari "Kelahiran Dewa Matahari". Sebab tidak seorangpun mengetahui hari kelahiran Yesus."
Keterangan:
** Jika kita menerima keterangan Injil Lukas, maka Yesus dilahirkan pada tahun 2 Sebelum Masehi. Hal ini didasarkan pada keterangan Injil Lukas yang menempatkan pembaptisan Yesus pada tahun ke-15 pemerintahan Kaisar Roma Tiberius, dan saat Pontius Pilatus menjadi pejabat gubernur Yudaea (Lukas 3:1), dan bahwa Kaisar Tiberius menggantikan Kaisar Agustus pada tahun 14 Masehi,* maka Yesus dibaptis oleh Yohanes Pembaptis pada tahun 29 Masehi, yakni ketika Yesus berumur kira-kira 30 tahun (Lukas 3:23). Ini berarti, Yesus dilahirkan pada tahun 2 Sebelum Masehi.
Rujukan:
* A) Josephus F (1998) B) Asimov I (1969) C) Braid W (1971) D) Duncan GB (1971) E) Leon-Dufour X (1983) F) Jerald F. Dirks (2001).
Tidak ada kewajiban bagi orang Kristen untuk merayakan natal. Tidak ada anjuran/keharusan untuk merayakan hari lahir, ini hanya bagian dari tradisi (terutama kebudayaan barat). Tidak merayakannya-pun tidak berarti melanggar peraturan.
Umat Kristen yang merayakan Natal, mereka beribadah kepada Tuhan, bukan kepada dewa-dewa berhala, bukan pula kepada Mithra seperti yang anda tuduhkan diatas.
Istilah ‘Christmas’? Istilah ini berasal kata ‘Cristes Maesse’ yang berarti ‘misa Kristus.’
Sejak berabad-abad lalu, orang Kristen sadar asal muasal perayaan Natal. Ini bukan hal baru, tapi orang cenderung tidak mau repot dengan menanyakan, mengapa masih merayakan Natal. Ini juga menyangkut masalah hati, apakah waktu merayakan Natal orang Kristen merasa merayakan perayaan berhala atau bukan? Apakah ia merasa memuliakan Kristus atau bukan?
Terlebih masa kini umat Kristen tidak ada yang mengkaitkan hari Natal dengan hari dewa Matahari, tidak ada penyembahan atau apapun yang berkaitan dengan paganisme matahari dalam perayaan natal orang-orang Kristen. Karena Kristus-lah yang menjadi center-nya.
Memang tidak ada tertulis dalam Alkitab Yesus lahir pada tanggal 25 Desember.
Tanggal 25 Desember umat Kristen secara umum merayakan hari Natal pada salah satu hari di bulan Desember sampai Januari demi keseragaman
Ada banyak aliran Kristen yang tidak merayakan natal. Aliran tertentu memandangnya berbeda, seperti Kristen Orthodox dan Advent, perlu dimengerti sebagaimana agama ISLAM, agama Kristenpun terbagi dalam beberapa aliran, ini disebabkan karena "Perbedaan tafsir terhadap ayat-ayat suci dan bentuk atau cara ritual yang berbeda", tapi yang pasti mereka mengakui Yesus sebagai Tuhan dan pernah lahir ke dunia.
Mengenai Christmas; Sebenarnya perayaan ini tidak hanya dirayakan secara "religius" oleh umat Kristiani.
Orang-orang yang bukan Kristen di Jepang, orang dari Negara Komunis di China dan lain-lain mereka pun merayakan Christmas sebagai hari raya untuk bersenang-senang. Bahkan Christmas di seluruh dunia banyak digunakan sebagai "marketing tools". Di Malaysia, negara Muslim terakhir saya kesana pada saat menjelang natal; Mall, Dept Store, Restaurant dimana-mana didekor sedemikian rupa untuk menarik minat customer dan turis, walaupun mereka bukan orang Kristen.
Ini karena mereka juga tahu bahwa Christmas hanyalah tradisi, bukan perintah yang tertulis dalam Alkitab.
Saya melihat segi positifnya saja, dengan Christmas banyak orang mengemas acara, ie. gathering, dinner dan macam-macam acara lain, untuk bercengkerama dengan keluarga dan sahabat2 mereka walaupun mereka bukan Kristen. Tetapi Christmas bisa menjadi sesuatu moment bagi tiap orang untuk merayakannya dengan caranya masin-masing.
Amin.
42. KEBOHONGAN PAULUS TARSUS !
"Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang (Yahudi & Kristen) yang menulis Alkitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: 'Ini dari Allah', untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang mereka kerjakan." (QS. 2:79)
Paulus, seorang dari Tarsus (di Turki), kaki tangan penjajah Romawi dan Yunani atas bangsa Palestina, adalah PEMBOHONG nomor wahid dalam ajaran Yesus, yang telah menyesatkan sebagian umat manusia. Ajarannya, kemudian dikenal dengan sebutan "Kristen". Ajaran Kristen dan Gereja, sama sekali bukan dan tidak pernah diajarkan oleh Yesus! Seluruh surat2 Paulus yang berjumlah 14 kitab, yang tergabung dalam Perjanjian Baru, adalah BOHONG BESAR! Agama Kristen, kelahirannya dibidani oleh Paulus
Penulis kalangan Islam memang sering memojokkan Paulus seraya menuduh bahwa "agama" Kristen tidak didirikan oleh Yesus, melainkan oleh Paulus. Terhadap tuduhan itu, jelas sekali hal itu tidak benar karena jemaat Kristen mula-mula terbentuk di Yerusalem, jauh sebelum Paulus bertobat, bahkan Paulus inilah yang menganiaya, mengejar, dan membunuh sebagian besar anggota jemaat yang mula-mula.
* Kisah Para Rasul 8:3
"Tetapi Saulus berusaha membinasakan jemaat itu dan ia memasuki rumah demi rumah dan menyeret laki-laki dan perempuan ke luar dan menyerahkan mereka untuk dimasukkan ke dalam penjara."
Banyak serangan thd ajaran Paulus sebagai penyesat, tetapi Alkitab menulis secara jelas bahwa Murid-murid Yesus lainnya mengakui Paulus sebagai rasul.
* Kisah Para Rasul 15:22,
"Maka rasul-rasul dan penatua-penatua beserta seluruh jemaat itu mengambil keputusan untuk memilih dari antara mereka beberapa orang yang akan diutus ke Antiokhia bersama-sama dengan Paulus dan Barnabas, yaitu Yudas yang disebut Barsabas dan Silas. Keduanya adalah orang terpandang di antara saudara-saudara itu."
TR :TOTE EDOXEN TOIS APOSTOLOIS KAI TOIS PRESBUTEROIS SUN HOLร Tร EKKLรSIA EKLEXAMENOUS ANDRAS EX AUTรN PEMPSAI EIS ANTIOKHEIAN SUN Tร PAULร KAI BARNABA IOUDAN TON EPIKALOUMENON BARSABAN KAI SILAN ANDRAS รGOUMENOUS EN TOIS ADELPHOIS"
The Orthodox Jewish Brit Chadasha, : "Then it was mekabel by the Moshiach's Shluchim and the Zekenim with the entire Kehillah to choose anashim from them to send to Syrian Antioch with Rav Sha'ul and Bar-Nabba, also Yehudah called Bar Sabba, and Sila, all manhigim among the Achim b'Moshiach,"
* 2 Petrus 3:15,
"Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat, seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya."
TR : "KAI TรN TOU KURIOU HรMรN MAKROTHUMIAN SรTรRIAN รGEISTHE KATHรS KAI HO AGAPรTOS HรMรN ADELPHOS PAULOS KATA TรN AUTร DOTHEISAN SOPHIAN EGRAQEN HUMIN"
The Orthodox Jewish Brit Chadasha, : "And regard the zitzfleisch of Adoneynu as Yeshu'at Eloheynu. So also our chaver and ach b'Moshiach Sha'ul, according to the chochmah having been given to him, wrote to you."
SIAPAKAH PAULUS ?
Paulus dilahirkan di Tarsus daerah Silisia, sebuah pusat kebudayaan dan ilmu pengetahuan Yunani, Kis 9:11; 21:39; 22:3, Ia berasal dari sebuah keluarga Yahudi (Filipi 3:5) yang berbahasa Aram (Kisah Para Rasul 13:9) dan kaya (Kisah Para Rasul 22:28 ). Hari ke-8 setelah lahir ia di-sunat (Filipi 3:5) dan diberi nama Saul (nama Romawi: Paulus: Kisah Para Rasul 13:9). Sejak kecil ia belajar bahasa Yunani, bahasa pergaulan di Tarsus.
PAULUS ORANG FARISI
Sekitar umur 15 tahun ia diperkirakan datang ke Yerusalem dan menjadi pengikut seorang yang giat dari golongan kaum Farisi . Semasa mudanya Paulus dididik di Yerusalem oleh Gamaliel yang memberinya pengajaran mendalam tentang agama Yahudi sesuai ajaran mazhab Farisi, Kis 22:3; 26:4 dst; Gal 1;14. Flp 3:5.
Sesuai dengan kebiasaan Yahudi ia belajar mengerjakan salah satu pekerjaan tangan (ia adalah seorang pembuat kemah; Kisah Para Rasul 18:3) yang dilakukannya di tengah-tengah kesibukan karya kerasulannya, dan dipakainya untuk penghidupan (Kisah Para Rasul 18:3; 1 Korintus 4:12; 1 Tesalonika 2:9) sehingga ia tidak tergantung pada siapapun juga (1 Korintus 9:15).
PAULUS WARGA NEGARA ROMA KARENA KELAHIRAN
Paulus adalah warganegara Roma, karena rasul Paulus lahir di kota Tarsus yang berada diwilayah Asia Kecil di pesisir Laut Tengah yang adalah bagian kekaisaran Romawi.
Kisah 22:3. "Aku adalah orang Yahudi, lahir di Tarsus di tanah Kilikia...
Selanjutnya baca di Kisah 16:37 dst 22 :25-28; 23:27.
Kerajaan Roma memakai sistem Ius solis . azas Ius Solis adalah kewarganegaraan yang otomatis diterima seseorang berdasarkan tempat kelahiran.
Ilustrasinya begini: Si-A ini anak dari seorang bapak & ibu yg asli suku Jawa, yg beragama Islam aliran NU tapi Si-A lahir & dibesarkan di Australia sehingga anda berwarga negara Australia sebab australia menganut sistem Ius solis .
Jadi status Si-A ini memang WN Australia , orang asli Jawa, beragama Islam dan sekaligus orang NU.
Dalam hal Paulus :
Paulus mendapat privilege menjadi warga negara Roma karena dia dilahirkan di Tarsus daerah Silisia di area Kerajaan Roma (Ius Solis).
Sumber : Ensiklopedia Groulier 1999 :
Tarsus menjadi ibu kota provinsi Cilicia (Kilikia) yang adalah bagian dari kekaisaran Romawi Kuno . Sebagian warga Yahudi yang tinggal di Tarsus mulai mendapatkan kewarganegaraan Romawi pada jaman pendudukan oleh Pompeius (lahir 106 SM – wafat 48 SM).
Sumber :
Encyclopaedica Britannica
Tarsus
….. In 67 BC Tarsus was absorbed into the new Roman province of Cilicia. ….
….. Di tahun 67 SM Tarsus masuk kedalam propinsi Cilicia Romawi ……
Jadi tidak salah jika Rasul Paulus menyatakan dirinya warga negara Romawi
--------------
Ada pertanyaan yang sering beredar demikian :
Paulus tidak konsisten dan “terkesan” telah berbohong, sebab kalau ia orang Ruma berarti bukan orang Yahudi, bahkan peranakan Roma dengan Yahudi tidak diakui oleh Yahudi sesuai dengan hukum Taurat (Kitab Ezra 10:3-5).
Jawab :
Secara keturunan dia tetap diakui sebagai orang Yahudi Asli karena Bapak-Ibunya adalah orang Yahudi Asli dan masih memegang adat Istiadat dan agama Yahudi dan kemudian dididik kebagai seorang Farisi (Filipi 3:5).
Jadi Paulus orang yang mempunyai dwikewarganegaraan, yang diperbolehkan dalam hukum Romawi masa itu. Apalagi Tanah Israel kala itu masih menjadi daerah jajahan Romawi sehingga hal ini bukanlah menjadi masalah bagi status kewarga-negaraan Paulus.
Mengenai Kitab Ezra ini kita harus membacanya secara keseluruhan (paling tidak mulai dari Pasal 9 sampai dengan 10) apalagi Perikop Pasal 10 adalah berjudul TINDAKAN EZRA ATAS PERKAWINAN CAMPURAN. Kitab Ezra (pasal 9 dan 10) menyoroti kelakuan orang Israel yang meninggalkan Allah akibat perkawinan campuran mereka dengan perempuan-perempuan penganut paganisme.
Konteks yang dalam Kitab Ezra itu sama sekali berbeda dengan kisah Paulus.
Sedangkan Paulus lahir dari Keluarga Yahudi Asli (bukan campuran) dimana Paulus berada dalam lingkungan keluarga yang tetap sebagai penganut agama Yahudi yang taat.
Status Paulus sebagai Warga Negara Roma, memudahkan dirinya untuk mengadakan penginjilan diluar orang-orang Yahudi. Dari karya Paulus inilah Pengabaran berita tentang Yesus semakin meluas.
dalam GALATIA:
2:16 Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: "tidak ada seorangpun yang dibenarkan" oleh karena melakukan hukum Taurat.
Benar, keselamatan hanya ada di dalam Yesus Kristus, bukan dengan menaati hukum Taurat.
Segala sesuatu yang dapat diberikan oleh hukum Taurat Yahudi yang lama hanyalah suatu "bayangan", atau penyajian dalam garis besar.
Korban-korban yang setiap tahun diulangi di kebiasaan Yahudi, tidak berkuasa untuk memberikan keuntungan yang tetap bagi mereka yang dengannya hendak mendekati Allah. Pengulangannya yang terus-menerus itu pertama-tama justru merupakan kesaksian bahwa korban-korban itu tidak berdaya guna untuk menyempurnakan pekerjaan penyucian; dan kedua, kesaksian bahwa mereka yang dengan cara itu menggunakannya tidak mendapatkan dari penggunaannya kelepasan yang sejati dari rasa kesalahan.
* Mazmur 40:6
"Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan dan korban sajian, tetapi Engkau telah membuka telingaku; korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau tuntut."
* Yohanes 1:17
"sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus."
Paulus, sama sekali bukan dan tidak pernah menjadi murid Yesus! Bahkan, Paulus pun tidak pernah bertemu dengan Yesus! Paulus adalah seorang penyesat ajaran Yesus demi kepentingan penjajah Romawi dan Yunani yang menguasai Palestina. Ia bukanlah orang dimana Yesus mengemban misinya. Namun demikian, setelah terangkatnya Yesus ke langit, ia mengaku2 sudah bertobat dan mengaku2 sebagai rasul. Padahal, Yesus tidak pernah menyebut, menunjuk, mengenal, mengangkat, dan melihat manusia yang bernama Paulus dari Tarsus! Bahkan, ciri2nya pun Yesus tidak pernah menyebutkannya! Kecuali namanya dipromosikan melalui kitab propaganda karangan pengarang "Lukas" yang diberi nama "Kisah Para Rasul" (nama versi Alkitab Indonesia).
Seluruh ajaran Paulus bertentangan dengan misi dan tugas kerasulan Yesus yang terbatas hanya untuk umat Israel. Jika kita bahas seluruh ajaran Paulus ini, rasanya terlalu membuang2 waktu, karena akan memakan tulisan yang sangat melelahkan untuk dibaca.
Di sini, kami hanya menyuguhkan beberapa ajaran Paulus saja yang kami rasa cukup mewakili atas semua kebohongan ajaran Paulus Tarsus. Berikut ini kami suguhkan kebohongan fundamental ajaran Paulus terhadap ajaran Yesus dalam GALATIA:
1:10. Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus.
1:11 Sebab aku menegaskan kepadamu, saudara-saudaraku, bahwa Injil yang kuberitakan itu bukanlah injil manusia.
1:12 Karena aku bukan menerimanya dari manusia, dan bukan manusia yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku menerimanya oleh penyataan Yesus Kristus.
1:13 Sebab kamu telah mendengar tentang hidupku dahulu dalam agama Yahudi: tanpa batas aku menganiaya jemaat Allah dan berusaha membinasakannya.
1:14 Dan di dalam agama Yahudi aku jauh lebih maju dari banyak teman yang sebaya dengan aku di antara bangsaku, sebagai orang yang sangat rajin memelihara adat istiadat nenek moyangku.
1:15 Tetapi waktu Ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karunia-Nya,
1:16 berkenan menyatakan Anak-Nya di dalam aku, supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, maka sesaatpun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia;
1:17 juga aku tidak pergi ke Yerusalem mendapatkan mereka yang telah menjadi rasul sebelum aku, tetapi aku berangkat ke tanah Arab dan dari situ kembali lagi ke Damsyik.
1:18 Lalu, tiga tahun kemudian, aku pergi ke Yerusalem untuk mengunjungi Kefas, dan aku menumpang lima belas hari di rumahnya.
1:19 Tetapi aku tidak melihat seorangpun dari rasul-rasul yang lain, kecuali Yakobus, saudara Tuhan Yesus.
1:20 Di hadapan Allah kutegaskan: apa yang kutuliskan kepadamu ini benar, aku tidak berdusta.
1:21 Kemudian aku pergi ke daerah-daerah Siria dan Kilikia.
1:22 Tetapi rupaku tetap tidak dikenal oleh jemaat-jemaat Kristus di Yudea.
1:23 Mereka hanya mendengar, bahwa ia yang dahulu menganiaya mereka, sekarang memberitakan iman, yang pernah hendak dibinasakannya.
1:24 Dan mereka memuliakan Allah karena aku.
Dari tulisan tangan Paulus di atas, terdapat tiga fakta fundamental kebohongan Paulus:
1. Paulus mengaku menerima Injil bukan dari manusia, tetapi dari Yesus (ayat 12). Injil yang bagaimanakah yang diterima Paulus dari Yesus ini? Mengapakah Paulus tidak menunjukkannya kepada umat manusia? Jika injil yang dimaksud adalah keempat injil kanonik, bukankah keempat injil kanonik ini ditulis oleh masing2 pengarangnya jauh setelah terangkatnya Yesus ke langit? Pernyataan Paulus ini tidak lain hanyalah isapan jempol semata, tanpa bukti, dan mengada2!
Injil berasal dari kata 'euaggelion' (Yunani) artinya adalah kabar baik (Good Tidings).
Injil (kabar baik) itu datang kepada Paulus, karena Yesus datang secara pribadi kepada Paulus. Silahkan kaji peristiwa penampakan & pewahyuan kepada Paulus di Kisah 9:1-31
2. Paulus mengaku2 menerima wahyu dari Yesus untuk memberitakan ajarannya kepada bangsa2 non Yahudi (ayat 16). Sebagaimana tersurat dalam injil2 kanonik, Yesus diutus Allah hanya untuk umat sesat Israel. Jadi, bagaimana mungkin Paulus menerima wahyu dari Yesus, sementara Yesus sendiri hanya seorang rasul utusan Allah? Pernyataan ini juga tidak lain hanyalah isapan jempol, tanpa bukti, dan mengada2! Silahkan baca: Misi Kerasulan Yesus!
Misi Paulus selaras dengan misi Yesus Kristus, dengan kata lain para rasul termasuk Paulus meneruskan misi Yesus Kristus.
* Matius 28:19-20
18:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
28:20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."
Terlebih jauh lagi pada Kitab Kisah Para Rasul lebih jelas lagi tahapan-tahapannya bahwa pelayanan dimulai dari Yudea kemudian Samaria bahkan sampai ke ujung bumi.
* Kisah Rasul 1:7-8 menuliskan,
JawabNya: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasaNya. Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksiKu di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."
3. Lebih jelas, Paulus sendiri mengakui kalau rupanya tidak dikenal oleh orang2 Kristen Yudea (ayat 22), yaitu sebuah wilayah di Palestina selatan yang dihuni oleh orang2 Israel keturunan Yehuda, tempat dimana Yesus mengemban misinya. Bagaimana mungkin seorang rasul utusan Yesus tidak dikenal oleh umat Israel dimana Yesus dibesarkan dan mengajarkan ajarannya? Lebih jauh, kecuali hanya sedikit, umat Israel tidak pernah mengakui Yesus sebagai nabi atau pun Tuhan! Bahkan, saking jengkelnya mereka, Yesus pun diburunya dan "dibantai" di tiang salib! Dari sini, kita bisa melihat bahwa umat Israel tidak mungkin menerima Paulus, oleh karena ia bukan dari golongan umat Israel, melainkan seseorang dari bangsa lain. Pernyataan Paulus ini membuktikan bahwa ia sama sekali bukan dan tidak pernah bahkan tidak mungkin menjadi murid Yesus! Lebih jauh lagi, sebenarnya Paulus telah mengada2kan sendiri kesaksiannya yang seolah2 orang2 Yudea tersebut beragama Kristen, padahal orang2 Yudea adalah orang2 Israel yang beragama Yahudi yang lantang menolak Yesus! Kalau begitu, siapakah yang mengajarkan Kristen kepada orang2 Yudea? Bukankah Paulus sendiri ditolak? Benar2 isapan jempol!
Meskipun ada banyak kalangan Yahudi yang menolak ajaran Kristus, bukan berarti semua orang Yahudi menolak Kristus, terbukti ke-12 orang murid-murid Yesus adalah keturunan Yahudi. Dan bukan ke-12 rasul-rasul itu saja (termasuk Matias pengganti Yudas Iskariot) ada orang-orang lain dari kalangan Yahudi yang menerima Kristus.
Silahkan buka Kisah 2:41 : Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa. kemudian ayat 47 : sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.
Dengan demikian, meskipun murid-murid Yesus yang kemudian disebut Kristen ini kaum minoritas di lingkungan Yudea, tetapi mereka eksis dan menjadi sebuah "jemaat" yang mengaku diri mereka adalah murid-murid Yesus.
Terlalu jelas, bagaimana Paulus mengada2kan sendiri ajarannya dengan mengaku2 menjadi rasul yang diutus oleh Yesus. Sebagaimana telah disebutkan di atas, bahwa seluruh ajaran Paulus ini bertentangan dengan tugas kerasulan Yesus, yakni menegakkan hukum Taurat dengan menggenapinya dengan Kitab Suci Injil. Berikut pernyataan Yesus menurut MATIUS:
5:17. "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
5:18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.
5:20 Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
Menurut ayat2 di atas, Yesus datang bukan untuk menghilangkan hukum Taurat dan kitab para nabi, tetapi hanya untuk menggenapinya (melengkapinya). Bahkan, Yesus mengancam kepada umat Israel, jika kehidupan agama mereka tidak lebih baik dari ahli2 Taurat dan orang2 Farisi, mereka tidak akan masuk kerajaan surga. Perlu dijelaskan, bahwa ahli2 Taurat dan orang2 Farisi adalah kelompok masyarakat Israel yang selalu menentang dan mencari2 kesalahan Yesus, karena mereka menolak kerasulan Yesus.
Untuk mempersingkat, berikut ini kami suguhkan beberapa kebohongan ajaran Paulus yang nyata2 bertentangan dengan tugas kerasulan Yesus:
TUHAN YESUS KRISTUS MENGGENAPI HUKUM TAURAT
ada 4 pengertian "menggenapi" yang berkaitan dengan hal ini.
I. Menggenapi semua nubuatan mengenai diriNya dalam kitap Taurat, Nabi-nabi dan Mazmur.
* Lukas 24:44
Ia berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur."
* Matius 1: 22-23
Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" --yang berarti: Allah menyertai kita. --> Yesaya 7 : 14
* Matius 2:14-15
Maka Yusufpun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir, dan tinggal di sana hingga Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku." --> Hosea 11:1
* Matius 2:17:18
Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yeremia: "Terdengarlah suara di Rama, tangis dan ratap yang amat sedih; Rahel menangisi anak-anaknya dan ia tidak mau dihibur, sebab mereka tidak ada lagi." --> Yeremia 31: 15
* Matius 4: 13-16
Ia meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali, supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: "Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain, -- bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang." Yesaya 8: 23 - 9:1
* Matius 8:17
Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: "Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita." Yesaya 53:4
* Matius 12: 16-21
Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia, supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya:
"Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa. Ia tidak akan berbantah dan tidak akan berteriak dan orang tidak akan mendengar suara-Nya di jalan-jalan. Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang. Dan pada-Nyalah bangsa-bangsa akan berharap." Yesaya 42 : 1-4
* Matius 21: 4-5
Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi: "Katakanlah kepada puteri Sion: Lihat, Rajamu datang kepadamu, Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda." Zakharia 9:9
* Kisah Para Rasul 13:35
telah digenapi Allah kepada kita, keturunan mereka, dengan membangkitkan Yesus, seperti yang ada tertulis dalam mazmur kedua: Anak-Ku Engkau! Aku telah memperanakkan Engkau pada hari ini. Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati dan Ia tidak akan diserahkan kembali kepada kebinasaan. Hal itu dinyatakan oleh Tuhan dalam firman ini: Aku akan menggenapi kepadamu janji-janji yang kudus yang dapat dipercayai, yang telah Kuberikan kepada Daud.
Sebab itu Ia mengatakan dalam mazmur yang lain: Engkau tidak akan membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan.
* Yohanes 13:18.
Bukan tentang kamu semua Aku berkata. Aku tahu, siapa yang telah Kupilih. Tetapi haruslah genap nas ini: Orang yang makan roti-Ku, telah mengangkat tumitnya terhadap Aku. --> Mazmur 41: 10
* Yohanes 18:32
Demikian hendaknya supaya genaplah firman Yesus, yang dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana caranya Ia akan mati.
* Yohanes 19:24
Karena itu mereka berkata seorang kepada yang lain: "Janganlah kita membaginya menjadi beberapa potong, tetapi baiklah kita membuang undi untuk menentukan siapa yang mendapatnya." Demikianlah hendaknya supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci: "Mereka membagi-bagi pakaian-Ku di antara mereka dan mereka membuang undi atas jubah-Ku." Hal itu telah dilakukan prajurit-prajurit itu. --> Mazmur 22:19
* Yohanes 19:28
Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia--supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci--:"Aku haus!" --> Maz 22: 16, 69: 22
* Yohanes: 19:36
Sebab hal itu terjadi, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci: "Tidak ada tulang-Nya yang akan dipatahkan." Keluaran 12:46; Bilangan 9 : 12; Mazmur 34:21
* Yohanes 19:37
Dan ada pula nas yang mengatakan: "Mereka akan memandang kepada Dia yang telah mereka tikam." Zakharia 12: 10
II. Menggenapi hukum Taurat yang melambangkan pekerjaan penebusan yang dilakukan oleh Kristus (hukum upacara)
(al. penyembelihan binatang korban yang dibawa si pendosa untuk menjadi penggantinya; pekerjaan Imam di bilik kudus dan pekerjaan pendamaian di bilik maha kudus oleh Imam Besar; hari-hari raya lambang).
III. Menggenapi hukum Taurat yaitu melakukannya dengan sempurna.
Menggenapi = to fulfill = memenuhi (melaksanakan dengan penuh, dengan sempurna, tanpa cacat ).
Kita tidak bisa melaksanakan hukum Taurat dengan sempurna, namun Kristus telah melakukannya untuk kita. Kristus mendapatkan kebenaranNya bukan karena anugrah tetapi karena Dia memang telah melaksanakan seluruh perintah Allah dengan sempurna. Maka jika kita menerima Kritus menjadi pengganti kita, maka kebenaran Kristus menjadi milik kita.
* Roma 8 : 1-4
Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus. Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut.
Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging, supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh.
Gagal melaksanakan hukum Taurat mendatangkan hukuman (maut), daging kita tak berdaya melaksanakannya. Tapi hukuman maut itu sudah ditanggung Kristus. Kita kini hidup menurut Roh, yang menyanggupkan kita memenuhi kehendak Tuhan dalam hukumNya, yang mana tadinya tidak berdaya oleh daging.
* Roma 8 : 12-13
Jadi, saudara-saudara, kita adalah orang berhutang, tetapi bukan kepada daging, supaya hidup menurut daging. Sebab jika kamu hidup menurut danging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.
Catatan :
"Menggenapi" pada beberapa keterangan Alkitab "Menggenapi" berarti "Memenuhi, sesuai dengan, melaksanakan dengan baik".
* Matius 3: 15
Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah." Dan Yohanespun menuruti-Nya.
* Roma 13:10
Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.
IV. Menggenapi/ mengakhiri hukum Taurat sebagai alat mendapatkan Kebenaran
* Roma 10:4
Sebab Kristus adalah kegenapan hukum Taurat, sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang yang percaya.
RSV. For Christ is the end of the law, that every one who has faith may be justified.
Interpretasi ayat ini harus lah selaras dengan bagian lebih awal dari tulisan Paulus dalam surat yang sama kepada jemaat Roma (Roma 3 : 31), yaitu :
"Adakah kami membatalkan hukum Taurat karena iman? Sekali-kali tidak! Sebaliknya, kami meneguhkannya."
Paulus selaras dengan Kristus, yang menyatakan bahwa Dia datang bukan untuk meniadakan Taurat. (Matius 5:17. "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.)
1. KEBOHONGAN PAULUS 1: Yesus adalah Tuhan.
1 KORINTUS 8:6 namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.
Menurut ayat karangan Paulus di atas, Yesus adalah Tuhan. Padahal, Yesus sama sekali bukan dan tidak pernah menyatakan dirinya sebagai Tuhan! Kata2 Yesus dalam injil2 kanonik justru menunjukkan bahwa ia hanyalah seorang utusan Allah kepada umat Israel. Silahkan baca: Bantahan Ketuhanan Yesus 1.
ULANGAN 4:35 Engkau diberi melihatnya untuk mengetahui, bahwa Tuhanlah Allah, tidak ada yang lain kecuali Dia.
MATIUS 15:24 Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel."
MARKUS 12:29 Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.
12:30 Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.
IMAN KRISTEN MENGIMANI KE-ESA-AN ALLAH :
Ajaran Kitab Suci bahwa hanya ada satu Allah sangatlah penting untuk diperhatikan, terutama karena banyak yang tidak mempercayai ajaran ini. Ajaran ini sangat jelas sekali dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.
* Yesaya 45:5.
Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain; kecuali Aku tidak ada Allah. Aku telah mempersenjatai engkau, sekalipun engkau tidak mengenal Aku,
* Ulangan 4:35
Engkau diberi melihatnya untuk mengetahui, bahwa Tuhanlah Allah, tidak ada yang lain kecuali Dia.
Rasul Paulus menulis kepada Timotius, “Karena Allah itu esa (satu) dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus” (1 Timotius 2:5); demikian juga tertulis pada ayat-ayat lain :
* 1 Korintus 8:6
namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.
* Efesus 4:6
Satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua.
Yesus sendiri menekankan pentingnya ajaran Kitab Suci ini tentan ke-Esa-an Allah; ketika ia berkata:
* Markus 12:29
Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.
BAGAIMANA DENGAN AJARAN TRINITAS ?
TRINITAS adalah ajaran Kristen yang paling kontroversial, karena ajaran ini bukan saja sukar untuk dimengerti, namun banyak menimbulkan ke salah pahaman dengan timbulnya anggapan miring bahwa ‘Allah Kristen’ itu tiga, jadi tidak dapat dikatakan sebagai termasuk monotheisme namun lebih tepat termasuk politheisme atau percaya akan banyak ilah. Sebaliknya karena Alkitab secara jelas membicarakan mengenai masalah ini, tentu ajaran Trinitas itu tidak akan pupus hanya karena adanya mereka yang tidak mempercayainya.
Sebenarnya, pengertian Trinitas/Tritunggal mengungkapkan bahwa Allah Itu Esa : (Ulangan6:4; Galatia 3:20), namun dalam keesaanNya itu menyatakan diri dalam Tiga pribadi. Sekalipun demikian ke tiga pribadi itu sehakekat dalam kesatuan pemeliharaan Allah.
Dalam Kejadian 1:26;3:22;11:7, kita melihat TUHAN menyebut dirinya dalam bentuk jamak (Kita). Kejadian1:1-2 menunjuk Allah Bapa dengan Roh terlibat dalam penciptaan sedangkan Yohanes 1:1 menunjukkan Allah Bapa dan Logos terlibat pada peristiwa yang sama. Jadi baik Roh maupun Yesus sudah ada sejak awal sama halnya dengan Bapa, dan ketiganya bersatu dalam penciptaan langit dan bumi.
Kejadian 1 menunjukkan bahwa Elohim atau Allah Bapa itulah pencipta, namun kita melihat Mazmur 33:8 menyebut bahwa “oleh firman TUHAN langit telah dijadikan” sedangkan Yesus disebut sebagai firman yang menciptakan segala sesuatu (Yohanes 1:1-18 ), jadi kedua penyataan itu identik menunjuk pada yang Esa.
ALPHA DAN OMEGA
Yesus juga disamakan dengan ALLAH sebagai Alpha dan Omega (Wahyu 22:13; band.1:8;21:6) dan Awal dan Akhir (Wahyu 1:17; 2:8; bandingkan dengan Wahyu 21:6; Yesaya 44:6;48:12). Ini menunjukkan bahwa Yesus sudah ada sejak awal sama dengan Bapa, jadi Yesus bukannya ciptaaan yang pernah tidak ada sebelum penciptaan melainkan sudah ada sebelum adanya ciptaan.
Sekalipun disebutkan bahwa tidak seorangpun melihat Allah, TUHAN menyatakan diri sebagai Malaikat TUHAN yaitu tiga orang yang bertemu Abraham (Kejadian 18:1-22). Ini tentunya menunjukkan oknum Yesus yang menjelma menjadi manusia, karena Ialah yang berfungsi menyatakan kehadiran Allah kepada manusia.
Yesus juga mengatakan bahwa Ia ada sebelum Abraham ada (Yohanes 8:58 ). Ayat terakhir ini sebenarnya berkata bahwa sebelum Abraham lahir Yesus itu ‘Ada’ ( ‘ego eimi’ yang artinya sama dengan ‘Aku adalah Aku’ dalam Keluaran 3:14). Dalam kitab Hakim-Hakim kita melihat ke tiga oknum TUHAN, Malaekat Allah dan Roh Tuhan bekerja bersama atas diri Samson.
Yesaya menyebut mengenai keesaan Allah (Yesaya 44:6;45:5,22; 46:9), namun dalam surat yang sama kita melihat ketritunggalan itu hadir bersama pula (Yesaya 40; 48:16-17).
YESUS DIPERMULIAKAN
Juga difirmankan bahwa ALLAH tidak akan memberikan kemuliaan kepada yang lain (Yesaya 42:8;48:11), tetapi dalam inkarnasinya Yesus minta Bapa agar mempermuliakan Anak (Yohanes 17:1,5; Wahyu 14:7;15:4) ini menunjukkan bahwa keduanya sama-sama dipermuliakan.
Petrus mengaku Yesus sebagai Messias dan Anak Allah (Matius 16:16). Thomas memanggil Yesus Tuhan dan Allah (Yohanes 20: 28 ) suatu pengakuan yang kelihatannya sudah menjadi pengakuan jemaat awal mengacu pada pengakuan pemazmur (Mazmur 35:32).
Paulus dalam salamnya menyebut dua oknum Allah Bapa dan Tuhan Yesus Kristus sebagai kesatuan terkait (1Korintus 1:3). Demikian juga Yoh.14-16 menyebutkan oknum Roh Kudus sebagai pribadi yang menyatu dalam ke’Allah’an, justru karena pribadi, Roh Kudus disetarakan dengan pribadi Bapa dan Anak dalam rumus baptisan (Matius 28:19).
YESUS ADALAH ALLAH
Perendahan demikian juga berlaku dalam status Allah yang terkait Yesus yang diusahakan direndahkan dengan diterjemahkan menjadi ‘suatu allah’ (a god, Yohanes 1:1), namun dalam ayat lain yang tidak dapat dicari dalihnya diberi pengertian lain.
Sebagai contoh ayat Yesaya 9:5 jelas menunjukkan bahwa “Allah yang Perkasa, Bapa yang kekal, dan Raja Damai” ditujukan kepada Yesus.
Disebutkan bahwa Bapa mengatakan Anak sebagai ‘Allah’ yang diurapi ‘Allah’ (Ibrani 1:8,9) dan bukan hanya Bapa tetapi Anak pun disembah oleh malaIkat dan dimuliakan (Ibrani 1:6; bandingkan dengan Wahyu 1:17;4:10-11;14:7;15:4; dan 19:10;22:8-9). Yesus juga disebut “Imanuel” yaitu ‘Allah menyertai kita’ (Yesaya 7:14; Matius 1:23).
ROH KUDUS ADALAH ALLAH
Ayat-ayat di atas cukup jelas mengenai ke’Allah’an Yesus, dan bila kepribadian ‘Roh Kudus’ juga banyak dibuktikan dalam Alkitab, bagaimana kita bisa diyakinkan bahwa ‘Roh Kudus adalah Allah’?
Sekalipun tidak secara eksplisit disebutkan, kehadiran Roh Kudus selalu dikaitkan dengan Allah (Roh Allah & Roh TUHAN). Roh Kudus juga terlibat dalam penciptaan sejak awalnya (Kejadian 1: 1-2).
Juga disebut agar ‘Jangan Mendukakan Roh Kudus’ dan ‘yang menghujat tidak akan diampuni’ (Matius 12:31). Menghujat Allah adalah sifat si Dajal (Wahyu 13:5,6) dan ‘neraka adalah tempat hukuman mereka yang menghujat Allah’ dan tidak bertobat (Wahyu 16:9).
TRINITAS DALAM ALKITAB
Sekalipun dalam Perjanjian Baru istilah Tritunggal/Trinitas tidak ada. Namun petunjuk ke arah ke’tri’tunggalan ini sangat jelas, seperti dalam peristiwa pembaptisan Yesus (Matius 3: 16-17) dimana ketiga oknum itu menyatakan diri, demikian juga perintah agung penginjilan (Matius 28:19) yang diucapkan Yesus dengan jelas menyebutkan ke tiga oknum Allah dalam kesatuannya. Ketritung-galan itu juga tercermin dalam peristiwa pengurapan ‘Yesus yang berinkarnasi’ (Lukas 4: 18-19;Yesaya 61: 1,2).
Salam Berkat Paulus mengungkapkan keesaan tiga oknum (2 Korintus 13:13). Petrus menyebut Allah Bapa sebagai perencana, Roh sebagai pengudus, dan Yesus sebagai penebus (1Petrus 1:2; band. Yesaya 48:16-17).
Jadi, ketritunggalan Allah berkaitan dengan pemeliharaan dan penebusan Allah yang menyeluruh kepada manusia.
Yesaya 48:16-17 mengungkapkan ketiga oknum Allah bersama-sama dalam karya keselamatan (bandingkan dengan 1Korintus 12:3-6), dan ‘jalan keselamatan’ yang digenapi oleh Yesus yang dirintis jalannya oleh Yohanes Pembaptis merujuk nubuatan Yesaya tentang ‘jalan keselamatan ALLAH (Lukas 3:4-6; Yesaya 40:3-5).
Dari beberapa contoh ayat di atas kita dapat melihat bahwa pengertian Trinitas/Tritunggal sudah tersirat baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, dan sekalipun tidak dirumuskan dalam suatu rumusan doktrin tertentu, dapat dilihat bahwa disadari atau tidak, jemaat pada masa Yesus dan para Rasul sebenarnya sudah mengakui ketritunggalan Allah dan karena sudah jelas tidak perlu ada perumusan sebagai suatu doktrin.
YOHANES 17:3 Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.
Yesus mempunyai gelar Mesias, Raja, Iman dan Nabi dan hal tersebut tidak boleh dipisahkan.
Nabi = Utusan Allah
Yesus diutus?; mungkin ini agak ganjil bagi umat lain
Bagaimana Yesus yang adalah Tuhan itu diutus?
Ketika Yesus datang ke dunia dalam wujud manusia ada Yesus berada dalam batasan-batasan inkarnasi sehingga posisi Bapa saat itu adalah lebih besar.
Yesus dalam status inkarnasi di dunia ini yang memang lebih rendah. Namun ketika Yesus naik ke surga maka Yesus yang adalah Allah itu sendiri kembali dalam pada eksistensiNya yang hakiki :
* Ibrani 2:9
Tetapi Dia, yang untuk waktu yang singkat dibuat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, yaitu Yesus, kita lihat, yang oleh karena penderitaan maut, dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat, supaya oleh kasih karunia Allah Ia mengalami maut bagi semua manusia.
* Filipi 2:5-11
2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
2:6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
2:7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
2:9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
2:10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,
2:11 dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!
ALLAH MENGUTUS ALLAH :
Bapa mengutus Yesus Kristus sama halnya Allah mengutus Sang Firman, jadi bisa diartikan Allah mengutus Allah (baca selengkapnya Injil Yohanes pasal 1).
Bandingkan dengan :
* Yesaya 55:11
"demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya."
"KEN {demikian} YIHYEH {ia akan menjadi} DEVARI {firman-Ku} 'ASYER {yang} YETSE' {ia keluar} MIPI {dari mulut-Ku} LO'-YASYUV {tidak ia akan kembali} 'ELAY {kepada-Ku} REYQAM {sia-sia} KI {bahwa} 'IM-'ASAH {ia akan melaksanakan} 'ET-'ASYER {yang} KHAFATSTI {Aku berkenan} VEHITSLIAKH {dan ia berhasil} 'ASYER {yang} SYELAKHTIV {Aku utus kepadanya}"
Perhatikan bahwa "firman-Ku" itu selanjutnya menggunakan kata ganti orang ketiga. Selanjutnya perhatikan kata "SYELAKHTIV". Kata ini berasal dari kata "SYALAKH", "mengutus" seperti Nuh "mengutus" seekor burung gagak dan merpati saat air bah, Tuhan "mengutus" malaikat-Nya (Kejadian 24:7), dan ini salah satu ayat populer dengan kata "SYALAKH".
* Keluaran 3:14
"Firman Allah kepada Musa: 'AKU ADALAH AKU.' Lagi firman-Nya: 'Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah 'MENGUTUS' (SYALAKH) aku kepadamu."
"VAYO'MER 'ELOHIM 'EL-MOSYEH 'EHYEH 'ASYER 'EHYEH VAYO'MER KOH TO'MAR LIVNEY YISRA'EL 'EHYEH SYELAKHANI 'ALEYKHEM"
Bukankah Allah dapat "mengutus" firman-Nya seperti Yesaya 55:11 di atas?
2. KEBOHONGAN PAULUS 2: Sunat tidak penting.
GALATIA 5:6 Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih.
1 KORINTUS 7:19 Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak penting. Yang penting ialah mentaati hukum-hukum Allah.
Menurut ajaran Paulus di atas, sunat itu tidak penting dan tidak punya arti, yang penting adalah iman dan mentaati hukum2 Allah. Hukum2 Allah yang bagaimanakah yang dimaksud Paulus ini?
Silakan baca selengkapnya Galatia 5:1-12. Pokok persoalan adalah sunat.
Sebagai tanda dari Yahudi ortodoks, sunat dipandang mutlak hakiki untuk kesetiaan kepada syariat Taurat dan keselamatan. Sekalipun demikian, sunat adalah tindakan manusia untuk kebenaran. Karena itu, siapa Kristus dan apa yang dilakukan-Nya sedikit sekali artinya bagi orang yang hanya mementingkan pemenuhan dirinya akan syariat Taurat.
Keselamatan tidaklah datang oleh Kristus plus syariat Taurat, melainkan oleh Kristus saja. Paulus memprotes dari pengalamannya sendiri bahwa untuk menyerahkan diri kepada sunat, bukanlah suatu upacara yang berdiri sendiri. Tindakan itu membuat seseorang sekali lagi di bawah seluruh syariat Taurat yang menuntut kesetiaan yang sempurna, padahal hal itu merupakan sesuatu yang tidak mungkin.
Dengan penyerahan demikian, dan keinginan untuk dibenarkan karena amal perbuatan sedemikian rupa, seorang pada prinsipnya dan dalam kenyataannya memisahkan dirinya dari lingkungan "kasih karunia" dan dari kesetiaan iman dalam Yesus Kristus. Dengan demikian seseorang membuat anugerah itu tidak berhasil.
"Hidup di luar kasih karunia", 'tรชs kharitos exepesate', harfiah "jatuh, hilang, karam, dari kasih karunia, tidak berarti jatuh ke luar keselamatan, melainkan mereka telah jatuh terpisah dari suatu hidup yang berpautan dengan anugerah kepada suatu hidup yang terkungkung dalam legalisme. Kedua jalan tersebut saling berlawanan. Untuk menerima legalisme, berarti menolak Kristus. Seorang tidak dapat mencoba-coba menyelamatkan dirinya sendiri, dan pada saat yang sama menaruh seluruh kepercayaan kepada Kristus untuk keselamatan.
Menurut Kitab Kejadian berikut ini, sunat adalah salah satu hukum Allah yang paling penting bagi umat Israel, dan WAJIB dilaksanakan oleh umat Israel terhadap seluruh orang laki2. Jika menolak, maka orang itu harus dibunuh! Bahkan, Yesus pun disunat (LUKAS 2:21).
KEJADIAN 17:14 Dan orang yang tidak disunat, yakni laki-laki yang tidak dikerat kulit khatannya, maka orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya: ia telah mengingkari perjanjian-Ku."
Lukas 2 : 21 : Yesus disunat pada usia delapan hari
Yesus Kristus sebagai manusia seutuhnya dan sebagai orang Yahudi tetap disunat.
* Matius 3:15
"Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: 'Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.' Dan Yohanespun menuruti-Nya."
* Kejadian 17:9-11, 14
"Lagi firman Allah kepada Abraham: 'Dari pihakmu, engkau harus memegang perjanjian-Ku, engkau dan keturunanmu turun-temurun. Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat; haruslah dikerat kulit khatanmu dan itulah akan menjadi tanda perjanjian antara Aku dan kamu... Dan orang yang tidak disunat, yakni laki-laki yang tidak dikerat kulit khatannya, maka orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya; ia telah mengingkari perjanjian-Ku."
Praktek sunat yang sudah lebih dahulu terdapat di antara bangsa-bangsa lain, dipakai untuk menandakan orang dimasukkan ke dalam perjanjian Abraham. Artinya yang berlangsung telah diketahui dari fungsinya pada waktu ditetapkan. Perjanjian-perjanjian itu diteguhkan dengan sumpah; kutuk sumpah itu ditunjukkan di dalam upacara-upacara simbolis. Suatu kutuk yang lazim ialah "pemotongan" (penyerahan) orang yang ditaklukkan untuk dibinasakan dan peniadaan nama dari benihnya. Yang menyertai tindakan ini adalah suatu upacara dengan pisau yang melambangkan orang yang tidak memenuhi perjanjian akan dipotong-potong. Demikianlah sunat adalah suatu upacara pisau yang dengannya perjanjian Abraham "dipotong".
Ayat 14 menunjukkan bahwa upacara itu melambangkan kutuk pemotongan atau pemisahan dari persekutuan perjanjian. Lebih tepat lagi, pemotongan kulup kelamin lelaki melambangkan pemotongan para keturunan. Pada pihak lain, sebagai tanda sumpah mengakui ketuhanan Allah, maka sunat juga menandai pengudusan. Perjanjian dengan orang taklukan pada zaman purba meliputi; kecuali raja yang ditaklukkan itu, juga kerajaannya dan keturunannya. Demikian juga Tuhan memberikan perjanjian-Nya kepada Abraham, bukan hanya sebagai seorang pengku iman secara perorangan, melainkan sebagai kepala suatu masyarakat, dalam hal ini, suatu rumah tangga keluarganya, termasuk anak-anak dan hamba-hamba, dan hal itu diteruskan hingga keturunan-keturunannya.
Sunat dihisabkan ke dalam ajaran Musa terkait dengan Paskah, dan agaknya diteruskan sepanjang zaman Perjanjian Lama. Sunat menjadi ciri asasi Yudaisme dalam Perjanjian Baru dan menimbulkan pertentangan pada zaman para rasul. Masyarakat Yahudi pada zaman Perjanjian Baru mengaitkan sunat dengan Musa begitu rupa, sehingga mereka melupakan kaitannya yang lebih asasi dengan Abraham.
Yesus telah mengingatkan mereka bahwa sunat adalah lebih dahulu dari Musa. Paulus menekankan bahwa yang tak dapat diterima agama Kristen ialah pandangan umum yang menghubungkan sunat dengan Musa, dan senantiasa mengarahkan pembacanya kembali kepada Abraham.
Kejadian 17 menunjukkan bahwa sunat pertama-tama mewujudkan tanda rohani; kedua, mempunyai arti kebangsaan. Bahwa sunat bersifat kebangsaan, yang mencirikan keanggotaan bangsa Israel, tidak dapat disangkal. Hal ini memang sama jelasnya dalam Kejadian 34 seperti juga setelah Musa. Tapi sifat kebangsaan itu sebenarnya hanyalah dampak sampingan, karena umat Israel pemilik sunat itu disamakan dengan bangsa Israel Perjanjian Lama.
Dalam Kejadian 17:10-14 sunat disamakan dengan perjanjian yang dibuat oleh Abraham. Artinya, sunat menandai gerakan yang penuh kasih karunia dari Allah menuju manusia, dan hanya secara sekunder saja dapat dikatakan menandai penyerahan manusia kepada Allah. Ketika bangsa itu mengembara di padang gurun karena tidak diperkenankan Allah, perjanjian itu seolah-olah ditunda dan sunat tidak diberlakukan.
Lagi, ketika Musa berbicara tentang "seorang yang tidak petah lidaknya" (harfiah "tak bersunat"), hanya karunia firman Allah yang dapat menyembuhkannya. Selanjutnya, Perjanjian Lama berbicara tentang sunat sebagai "meterai" atau pemberian kebenaran dari Allah. Karena itu sunat menjadi tanda dari kasih karunia dimana Allah memilih dan menandai orang-orang milik-Nya.
Perjanjian sunat bekerja atas dasar kesatuan rohani antar anggota rumah tangga dan kepalanya. Perjanjian itu diadakan "antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun-temurun". Kejadian 17 ayat 26 dan 27 khususnya mengungkapkan kebenaran yang sama: "Abraham... Ismael... dan semua orang dari isi rumah Abraham... disunat bersama-sama dengan dia."
Demikianlah asal mula dan caranya sunat menjadi adat Israel, bukan diterima dan berasal dari Mesir atau negeri-negeri lain. Sunat Israel tegas berbeda dari sunat pada bangsa-bangsa lain yang terkait dengan "berjenjang dewasa", dan melulu bersifat sosial. Sunat Israel adalah pertanda kedudukan di hadirat Allah, dan bahwa kasih karunia ilahi mendahului perbuatan manusia.
Mereka yang dengan cara demikian menjadi anggota perjanjian diwajibkan menyatakannya secara lahiriah dengan menaati hukum Allah, seperti dengan tegas ditunjut kepada Abraham, "Hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela". Hubungan antara sunat dan ketaatan ditekankan sepanjang Alkitab. Dalam hal ini sunat mengandung gagasan penyerahan diri kepada Allah, tapi bukan inilah intinya. Sunat menjelmakan, menerapkan janji, dan menghimbau orang untuk hidup dalam ketaatan sesuai perjanjian.
Darah yang tumpah dalam sunat tidak menyatakan batas penyerahan diri itu, tapi mengungkapkan tuntutan yang mahal yang dibuat Allah bagi mereka yang dipanggil-Nya, dan dicirikan dengan tanda perjanjian-Nya.
Tanggapan taat ini tidak senantiasa muncul. Dan sekalipun tanda dan caranya disamakan dalam Kejadian 17:10-14, namun Alkitab terus terang mengakui, bahwa bisa saja orang memiliki tanda sunat, tapi tidak lebih dari itu. Jika demikian, tanda itu tak berarti secara rohani, melainkan menjadi tanda hukuman. Perjanjian Lama jelas mengajarkan hal itu, justru menuntut realitas penerapannya sesuai tanda itu, dan mengingatkan bahwa tanpa kenyataan itu maka tanda sunat sepi arti, dan menubuatkan sunat hati oleh Allah.
Perjanjian Baru tegas dan pasti: bahwa tanpa ketaatan, sunat adalah melulu omong kosong. Tanda lahiriah pudar tanpa arti jika dibandingkan dengan menaati perintah-perintah, iman bekerja oleh kasih, dan suatu ciptaan baru. Namun orang Kristen tidak bebas memandang rendah tanda itu. Walaupun sejauh tanda itu mengungkapkan keselamatan karena perbuatan-perbuatan hukum, orang Kristen harus menghindarinya, namun dalam arti batiniah orang Kristen memerlukannya. Justru ada "sunat Kristus", berupa "penanggalan akan tubuh (dan bukan hanya sebagian) yang berdosa", suatu perbuatan rohani, yang tidak dilakukan oleh tangan manusia, suatu hubungan dengan Kristus dalam kematian dan kebangkitan-Nya, dimeteraikan oleh peraturan penerimaan atas perjanjian baru. Sebagai akibatnya, orang Kristen ialah "orang bersunat".
* Filipi 3:3
"karena kitalah orang-orang bersunat, yang beribadah oleh Roh Allah, dan bermegah dalam Kristus Yesus dan tidak menaruh percaya pada hal-hal lahiriah."
3. KEBOHONGAN PAULUS 3: Salib menebus dosa.
GALATIA 3:13 Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!"
Menurut ajaran Paulus di atas, bahwa Yesus disalib adalah untuk menebus dosa2 manusia. Ajaran yang sangat sesat dan tak berdasar! Ajaran Paulus ini bertentangan dengan ajaran Taurat dan Yesus berikut ini:
YEHEZKIEL 18:20 Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya.
MARKUS 10:14 Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka: "Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah. (lihat juga MATIUS 19:14).
Menurut Yehezkiel, setiap orang akan menanggung akibat perbuatannya masing2. Bahkan menurut Yesus sendiri, anak2 adalah pemilik kerajaan surga, yang berarti keadaan mereka adalah suci tanpa dosa. Bagaimana mungkin anak2 yang suci tanpa dosa harus ditebus dosanya? Ini adalah ajaran Paulus yang paling ngawur!
Ketiga kutipan ayat dari kitab-kitab tersebut menjelaskan subject yang berbeda beda, Maka saya jelaskan satu-persatu sebagai berikut :
----
1. YESUS KRISTUS TERGANTUNG DI SALIB SEBAGAI KURBAN ATAS KUTUK DOSA MANUSIA
mengenai ayat dalam Kitab GALATIA 3:13 :
Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!"
Apa yang diucapkan Paulus adalah dapat dipertanggung jawabkan :
APAKAH HUKUMAN SALIB ITU?
Penyaliban merupakan suatu bentuk hukuman yang dikenal oleh beberapa bangsa penyembah berhala pada abad pertama. Tak dapat dipastikan bahwa hukuman ini digunakan oleh bangsa Yahudi kuno, tapi kemungkinan besar tidak. Karena hukuman mati menurut hukum Musa atau Taurat adalah dengan pedang (Keluaran 21), dibakar (Imamat 20:14), dan dirajam dengan batu (Ulangan 21:21).
Digantung di atas kayu salib merupakan bentuk hukuman mati yang mengerikan, dan bagi umat Yahudi hukuman ini dihindari, karena dikutuk oleh Allah (Ulangan 21:23).
Hukuman ini dimulai dengan mulai diolok-oloknya si terhukum. Dalam kasus Tuhan kita, pengolokannya dilakukan sebelum hukuman dijatuhkan, dan kemungkinan vonisnya dipercepat oleh Pilatus dengan tujuan untuk menghindari tuntutan hukuman yang lebih berat dari massa.
Si terhukum harus membawa kayu salibnya sendiri ke tempat eksekusi yang berada di luar kota. Sebelum dipaku secangkir cuka bercampur empedu (berfungsi semacam obat bius) diberikan kepada terhukum untuk meringankan rasa sakitnya . Tuhan kita menolak ini, sehingga Ia tetap sadar (Matius 27:34). Mereka mencucukkan bunga karang yang dicelupkan dalam anggur asam pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus (Matius 27:48, Lukas 23:36). Ia meminumnya untuk menghilangkan derita dahagaNya ( Yohanes 19:29).
PenyalibanNya dilakukan sesuai dengan hukum Romawi yang berlaku pada masa itu. Ia disalibkan di antara dua penjahat (penggenapan nubuatan Yesaya 53 :12, Lukas 23:32) dan disaksikan oleh sekelompok tentara Romawi dengan komandannya (Yoh 19:23, Mat 27:36,54). Pematahan kaki para terhukum yang disalib dilakukan untuk mempercepat kematian mereka (Yohanes 19:31), tapi karena cepatnya kematian Tuhan kita menyebabkan kakiNya tak dipatahkan (19:33), sehingga nubuatan dari Keluaran 12:46 digenapi.
KematianNya terbukti, prajurit Romawi menusuk lambungNya untuk membuktikan kematiannya (Yohanes 19:34).
Tuhan Yesus mengucapkan beberapa kata di atas kayu salib di antaranya,"Ya Bapa ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan." (Lukas 23:34). "Sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus." (23:43) dan juga dalam Yohanes 19:26, Matius 27:46, Markus 15 :34, Yohanes 19:28, Lukas 23:46 dan Yohanes 19:30 ("Sudah selesai")
--------------------------------------
APA ITU HUKUM TAURAT?
Baca Roma pasal 7-9
Setelah Rasul Paulus menjelaskan bahwa manusia dibenarkan karena percaya kepada Tuhan Yesus, bukan karena memenuhi tuntutan hukum Taurat, muncul berbagai pertanyaan: Bagaimana relasi hukum Taurat dengan kehidupan Kristen? Apa kaitan antara ajaran tentang kebenaran Allah dengan makna hukum Taurat? Apakah hukum Taurat tidak berlaku lagi setelah seseorang beriman kepada Allah?
Roma 7:1; Roma 8:39 secara khusus menjelaskan relasi hidup orang Kristen dan hukum Taurat. Hukum Taurat hanya berlaku selama orang hidup (Roma 7:1-6).
Orang yang percaya kepada Kristus tidak berada di bawah hukum Taurat, sebab ia telah mati bagi hukum Taurat. Apakah hukum Taurat itu dosa? Hukum Taurat tidak sama dengan dosa (Roma 7:7-26).
Rasul Paulus membagikan pengalamannya berjuang melawan hukum Taurat. Ada yang berpendapat bahwa pengalaman ini terjadi sebelum Rasul Paulus bertobat. Pandangan ini sulit diterima karena konteks dekat bagian ini menjelaskan hubungan orang Kristen dengan hukum Taurat.
Di samping itu, pengenalan akan dosa selalu berkaitan dengan orang yang sudah dilahirkan kembali. Bukan hukum Taurat yang membuat ia melakukan dosa, melainkan dosa di dalam dirinya yang mengunakan hukum Taurat untuk memperbudak dirinya. Hukum Taurat mengatakan 'dosa' (Roma 7:7-8 ) dan dosa hidup oleh karena hukum Taurat (Roma 7:9-13).
Hukum Taurat menimbulkan pertentangan dengan dosa (Roma 7:14-25). Paulus tahu bahwa ada jalan yang baik, tetapi justru jalan yang buruk yang dipilihnya. Hal ini terjadi karena adanya perbedaan antara sifat hukum Taurat (yang rohani) dan sifat dirinya (yang bersifat daging) atau pertentangan antara Roh dan daging.
Kemudian Rasul Paulus memaparkan realitas bahwa dosa telah dikalahkan oleh Kristus dan Roh (Roma 8:1-39). Hidup dalam kasih karunia sebagai pekerjaan Roh kontras dengan hidup dalam daging di bawah hukum Taurat. Hidup lama menempatkan perhatian dan kesenangan pada hal-hal yang bersifat daging, tetapi hidup yang baru menempatkannya pada hal- hal rohani. Kalau kita hidup menurut daging, ciri yang bersifat daging nampak juga pada pengharapan dalam pikiran kita. Kalau rohani kita kuat, hal itu akan nampak dalam arah hidup kita (Roma 8:5-11).
Rasul paulus bersukacita karena kemenangan kasih karunia di dalam Kristus dan hidup oleh Roh. Ia yakin bahwa kemuliaan yang akan datang (yaitu Allah menampakkan diri secara sempurna di dalam Yesus Kristus) jauh lebih besar daripada penderitaan sekarang. Di akhir pasal 8 dalam Kitab Roma. Rasul Paulus menutup uraiannya dengan kidung pujian yang bernada kemenangan tentang kemenangan hidup Kristen, yaitu hidup yang tidak di bawah hukum Taurat. Karena Allah di pihak kita, siapakah yang dapat merebut kita dari tangan-Nya. Ia, yang telah memberikan Anak-Nya, pasti akan mengaruniakan segala sesuatu di dalam Dia (Roma 8:31-39).
------
2. DOSA SEBAGAI TANGGUNG JAWAB PRIBADI
* YEHEZKIEL 18:20
Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya.
Kita harus melihat konteks yang diangkat oleh Yehezkiel ini adalah berbeda dengan topik DOSA dan KUTUK yang dibahas oleh Rasul Paulus dalam korelasinya dengan Hukum Taurat
Nabi Yehezkiel datang kepada bangsa Israel untuk menegur kesalahan mereka, dan mengajak mereka untuk memperbarui hidup. (Silahkan Baca keseluruhan Kitab Yehezkiel pasal 18 ini)
Pada jaman nabi Yehezkiel, berkembang sebuah pemikiran yang salah mengenai dosa turunan. Bangsa Israel saat itu merasa bahwa mereka hidup di bawah penghukuman akibat dosa/kesalahan yang dilakukan oleh generasi-generasi sebelum mereka (ay. 2). Orang pada saat itu percaya bahwa sifat baik dan sifat buruk meru pakan faktor keturunan, sehingga mereka merasa tidak perlu untuk merubah diri.
Pemahaman seperti ini muncul akibat mereka salah mengerti firman Allah dalam Keluaran 20:5 “Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku”
Konsep yang diangkat dalam Kel. 20:5 sebenarnya mau menunjukkan bahwa anak-anak dapat terpengaruh oleh dosa yang dilakukan orang-tua mereka, karena orang-tua adalah seorang model bagi anak. Kelakuan buruk orang-tua, dengan mudah dapat mempengaruhi kelakuan anak. Sehingga ketika mereka melakukan dosa yang sama seperti orang-tuanya, maka mereka juga akan menerima hukuman yang sama dengan orang-tua mereka. Namun apabila mereka tidak melakukan dosa seperti orang-tua mereka, mereka tidak akan menerima penghukuman itu. Jadi yang ditekankan di sini sebenarnya adalah tanggung-jawab pribadi terhadap dosa.
Nabi Yehezkiel membawa firman Allah untuk meluruskan pemahaman yang salah tersebut (ay. 3-4). Allah secara tegas mengatakan "..semua jiwa Aku punya!..", untuk menjelaskan bahwa Ia menciptakan semua orang, dan mereka diberi kehendak bebas untuk menuruti jalan Tuhan atau tidak, dan mereka tidak dibelenggu oleh keturunan. Tuhan menegaskan suatu prinsip bahwa orang berdosa Iah yang akan menerima hukuman (ay. 4).
Karena salah mengerti maksud firman Allah, bangsa Israel menganggap tindakan Allah tidak tepat (ay. 25a, 29b). Respon ini menunjukkan sikap kekanak-kanakan bangsa Israel. Allah itu adil, namun manusialah yang melanggar aturan Allah. Bangsa Israel ingin Allah untuk mengikuti standard mereka, padahal seharusnya mereka yang hidup menurut standard yang Allah berikan.
Allah menjelaskan bahwa orang yang berbalik dari dosanya akan hidup sedangkan mereka yang kembali kepada dosa akan mati (ay. 26-28 ), untuk menunjukkan bahwa prinsip keturunan tidak berlaku apabila orang bertobat dari dosa-dosanya. Semua itu tergantung dari pilihan orang yang bersangkutan (ay. 30).
Tuhan memanggil umat Israel untuk bertobat, karena Tuhan tidak menghendaki kematian manusia (ay. 32). Dengan kata lain "kematian" manusia bukanlah sebuah hukuman yang Tuhan berikan, namun sebagai sebuah konsekuensi logis dari dosa manusia. Tuhan ingin manusia hidup, oleh karena itu Ia menawarkan pengampunan bagi mereka yang bertobat.
Dosa dan hukuman atas dosa merupakan akibat dari pilihan pribadi seseorang, bukan masalah keturunan atau bawaan. Seseorang bisa saja terkena dampak dari dosa yang dilakukan oleh orang-lain, namun tidak otomatis bertanggung-jawab terhadap dosa tersebut.
Setiap orang bertanggung-jawab secara pribadi terhadap dosa--dosanya.
Tidak ada gunanya mencari kambing hitam bagi dosa-dosa yang seseorang lakukan.
Yehezkiel mampu menegur bangsa Israel atas kesalahan mereka, karena ia memegang firman Allah, bukan sekedar pendapat pribadinya.
Tuhan tidak menghendaki manusia mati akibat dosa-dosanya, oleh karena itu Ia menganjurkan pertobatan dan menawarkan pengampunan
---
3 IMAN SEPERTI ANAK-ANAK
* Markus 10:13-16
10:13 Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia menjamah mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu.
10:14 Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka: "Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah.
10:15 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya."
10:16 Lalu Ia memeluk anak-anak itu dan sambil meletakkan tangan-Nya atas mereka Ia memberkati mereka.
Dalam Lukas 18:15-17 tentang Yesus memberkati anak-anak ; lebih jelas menyatakan bahwa Iman seperti seorang anak kecil yang menyambut Kerajaan Allah itu berkenan dihati Yesus :
15 Maka datanglah orang-orang membawa anak-anaknya yang kecil kepada Yesus, supaya Ia menjamah mereka. Melihat itu murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu.
16 Tetapi Yesus memanggil mereka dan berkata: "Biarkanlah anak-anak itu datang kepada-Ku, dan jangan kamu menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah.
17 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya."
Menjadi seperti anak kecil berarti menjadi satu dengan Bapa, mencintai Bapa, berdamai dengan Bapa, Allah kita.
Jadi jelas yang diungkapkan disini adalah bukan membahas keselamatan pada diri anak kecil sebagai manusia; namun “eksistensi iman seperti anak kecil” itu yang sedang dinilai.
4. KEBOHONGAN PAULUS 4: Segala sesuatu halal.
1 KORINTUS 6:12 Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apa pun.
Pernyataan Paulus di ataslah yang menjadi dasar pola hidup freesex dan mabuk2an di negara2 Barat. Padahal, Tuhan mengharamkan zinah dan memerintahkan agar para pelakunya dilempari batu sampai mati (IMAMAT 20:1-27 dan ULANGAN 22:13-30); Tuhan mengharamkan anggur dan minuman keras (IMAMAT 10:9); Tuhan mengharamkan beberapa binatang termasuk babi (IMAMAT 11:1-47 dan ULANGAN 14:3-21); Tuhan mengharamkan darah (IMAMAT 17:12); Beberapa hal termasuk sperma adalah najis (IMAMAT 15:1-34); Laki2 yang keluar sperma atau campur dengan istri, keduanya harus mandi wajib (IMAMAT 15:16-18); Tuhan mengharamkan riba (ULANGAN 23:19-20); Yesus memerintahkan potong tangan/kaki bagi pencuri (MATIUS 5:30; 18:8 dan MARKUS 9:43,45); Yesus memerintahkan cungkil mata bagi laki2 yang yang mengingini perempuan bukan istrinya (MATIUS 5:29; 18:9 dan MARKUS 9:47); Yesus memerintahkan rajam bagi pelaku zinah (YOHANES 8:7); dan lain-lain.
DAN LAIN SEBAGAINYA..
Apakah 1 KORINTUS 6:12 mengarahkan umat boleh berbuat semaunya? tentu tidak!
Sikap Paulus terhadap perbuatan dosa sangat jelas :
* Galatia 5:19-21 Buah-buah perbuatan daging
5:19 Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,
5:20 penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,
5:21 kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu -- seperti yang telah kubuat dahulu -- bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.
* Galatia 5:22-23 Buah Roh
5:22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,
5:23 kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.
Maka "segala sesuatu halal" yang dimaksud Paulus adalah bahwa ia tidak lagi terikat pada hukum Taurat. Ketidak terikatan kepada Hukum Taurat ini bukan berarti Paulus menghalalkan dosa. Konsep pemikiran Paulus ini adalah merupakan konsep pemikiran karunia, sbb :
KONSEP PEMIKIRAN ANUGERAH/KASIH KARUNIA :
Konsep pemikiran dan cara pandang kita sebagai umat Kristen harus berkonsep pada pemikiran ANUGERAH/KASIH KARUNIA, bukan pemikiran IMBAL-BALIK. Keselamatan kita atas karya Tuhan Yesus diatas kayu salib adalah Anugerah.
Anugerah mempunyai arti dasar demikian : “yang memberi tidak berkewajiban, yang menerima tidak mempunyai hak”. Sedangkan konsep Imbal-Balik adalah “kita mendapatkan sesuatu karena melakukan sesuatu” seperti layaknya seorang pegawai yang diupah bulanan karena melakukan pekerjaannya selama satu bulan, seorang salesman mendapat bonus karena mampu menjual sekian jumlah barang dagangan. Kalau kita berpikiran kalau saya mentaati aturan Alkitab, kalau saya melakukan amal-ibadah maka saya akan mendapat pahala, itu adalah konsep pemikiran imbal-balik! Dimana hal tersebut menunjukkan kita belum sadar akan arti penebusan itu.
* Roma 6: 14
Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kamu tidak berada dibawah hukum Taurat, tetapi dibawah kasih karunia.
Kekristenan itu bukan agama tetapi sebuah relationship, hubungan kita dengan Allah bukan hubungan imbal-balik, kita bukan sekedar rakyat yang harus patuh akan titah Raja, dan bukan sekedar umat yang harus taat dan melaksanakan hukum-hukum. Tetapi kekristenan adalah hubungan kasih Bapa kepada anakNya, kasih anak kepada Bapanya. Maka ketika kita mempunyai konsep pikiran anugerah/kasih-karunia, kita akan dengan senang hati/ tulus ikhlas melakukan hal-hal yang baik sesuai Alkitab, yang bukan sekedar mentaati hukum, tetapi semuanya timbul karena kasih kita kepada Bapa.
Ketika kita memahami arti Anugerah Keselamatan dan kita sadar akan arti tebusan itu, maka otomatis “hukum taurat” itu mengikutinya, sehingga yang kita lakukan juga sesuai dengan landasan hukum Taurat itu.
* Galatia 5:1
Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.
Hukum Taurat itu sendiri tidak memberikan pembenaran. Kita dibenarkan oleh iman dalam Yesus Kristus (Galatia 2:16). Hidup yang kita jalankan adalah dengan iman dalam Tuhan Yesus Kristus (Galatia 2:20). Oleh hukum Taurat, kita mati oleh hukum Taurat supaya kita dapat hidup untuk Allah (Galatia 2:19). Kita menjalankan prilaku yang sesuai hukum Taurat karena Roh Kudus mengarahkan kita dan hukum Taurat yang memang berasal kodrat Ilahi, yang telah kita peroleh dan menjadi bagian darinya (2Petrus 1:4), seperti Kristus.
Selanjutnya, mari kita kaji tulisan yang menarik dari Rasul Paulus demikian :
* 1 Korintus 10:23
"Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.
Ayat di atas adalah tulisan Paulus kepada jemaat di Korintus, tetapi apakah ungkapan dalam tanda kutip itu merupakan pendapat Paulus? Paulus "mengutip" semboyan umum yang dipakai oleh orang-orang di Korintus untuk membenarkan tingkah laku mereka. Selanjutnya, mari kaji lagi ayat-ayat dalam 1 Korintus 6:12-20 demikian :
6:12 Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apapun.
6:13 Makanan adalah untuk perut dan perut untuk makanan: tetapi kedua-duanya akan dibinasakan Allah. Tetapi tubuh bukanlah untuk percabulan, melainkan untuk Tuhan, dan Tuhan untuk tubuh.
6:14 Allah, yang membangkitkan Tuhan, akan membangkitkan kita juga oleh kuasa-Nya.
6:15 Tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah anggota Kristus? Akan kuambilkah anggota Kristus untuk menyerahkannya kepada percabulan? Sekali-kali tidak!
6:16 Atau tidak tahukah kamu, bahwa siapa yang mengikatkan dirinya pada perempuan cabul, menjadi satu tubuh dengan dia? Sebab, demikianlah kata nas: "Keduanya akan menjadi satu daging."
6:17 Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia.
6:18 Jauhkanlah dirimu dari percabulan! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri.
6:19 Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, --dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?
6:20 Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!
Menjadi murid Yesus bukan sekedar taat akan peraturan, karena Yesus lebih menitik- beratkan bahwa apapun yang kita lakukan adalah karena kita benar-benar mengasihiNya.
Amin.
43. KEBOHONGAN KONSEP TRINITAS !
Perlu diketahui bahwa ketika Yesus diutus, wilayah Palestina itu di bawah dominasi/koloni Kerajaan Romawi, yang di dalamnya juga banyak orang Yunani. Nah, ketika Yesus disalib, berita penyalibannya itu menyebar ke seluruh penjuru Timur Tengah hingga daratan Eropa (terutama Yunani). Banyak orang yang ingin mengabadikan peristiwa tentang Yesus itu. Bukan sastrawan Yunani dan Romawi saja, tetapi juga ada sastrawan dari Timur Tengah sendiri. Terbukti ditemukannya 45 injil tentang Yesus (41 apokrif dan 4 kanonik). Hanya saja waktu itu pengaruh kekuasaan Romawi begitu kuat, sehingga hanya 4 injil saja yang diakui oleh Gereja Kristen Awal sebagai kanon Perjanjian Baru. Ke-4 injil Kristen ini banyak mengutip ayat2nya dari Septuaginta Perjanjian Lama berbahasa Yunani, disamping gagasan2 pengarangnya sendiri, dan sudah terbukti kebusukannya (Baca: Distorsi Kanonik, Markus, Matius, Lukas, dan Yohanes).
Tentang Septuaginta & Kanon Perjanjian Baru sudah dijelaskan pada TANGGAPAN-TANGGAPAN sebelumnya.
Kata Tritunggal/Trinitas tidak ada dalam Perjanjian Lama baik Tanakh Ibrani maupun Septuaginta, harap jangan diarahkan bahwa Septuaginta menuliskan muatan ayat yang berbeda dengan Tanakh Ibrani; Septuaginta hanyalah terjemahan Tanakh Ibrani ke bahasa Yunani. Tetapi isinya semua sama.
Juga dalam Perjanjian Baru istilah Tritunggal/Trinitas tidak ada. Namun petunjuk ke arah ke’tri’tunggalan ini sangat jelas, seperti dalam peristiwa pembaptisan Yesus (Matius 3: 16-17) dimana Ketiganya itu menyatakan diri, demikian juga perintah agung penginjilan (Matius 28:19) yang diucapkan Yesus dengan jelas menyebutkan ke tiga oknum Allah dalam kesatuannya. Ketritunggalan itu juga tercermin dalam peristiwa pengurapan 'Yesus yang berinkarnasi' (Lukas 4: 18-19; Yesaya 61: 1,2).
Salam Berkat Paulus mengungkapkan keesaan Ketiganya (2 Korintus 13:13). Petrus menyebut Allah Bapa sebagai perencana, Roh sebagai pengudus, dan Yesus sebagai penebus (1 Petrus1:2; bandingkan dengan Yesaya 48:16-17).
Jadi, ketritunggalan Allah berkaitan dengan pemeliharaan dan penebusan Allah yang menyeluruh kepada manusia.
Yesaya 48:16-17 mengungkapkan ketiga oknum Allah bersama-sama dalam karya keselamatan (bandingkan dengan 1Korintus 12:3-6), dan ‘jalan keselamatan’ yang digenapi oleh Yesus yang dirintis jalannya oleh Yohanes Pembaptis merujuk nubuatan Yesaya tentang ‘jalan keselamatan ALLAH (Lukas 3:4-6; Yesaya40:3-5).
Dari beberapa contoh ayat di atas kita dapat melihat bahwa pengertian Trinitas/Tritunggal sudah tersirat baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, dan sekalipun tidak dirumuskan dalam suatu rumusan doktrin tertentu, dapat dilihat bahwa disadari atau tidak, jemaat pada masa Yesus dan para Rasul sebenarnya sudah mengakui ketritunggalan Allah dan karena sudah jelas tidak perlu ada perumusan sebagai suatu doktrin.
Dalam Perjanjian Baru banyak terdapat kata "Bapa", "Anak", dan "Roh Kudus".
"Bapa", "Anak", dan "Roh Kudus" itu bukan berarti ada 3 Allah, karena Matius 28:19 menggunakan kata 'ONOMA' dalam bentuk tunggal, berarti hanya "satu" nama saja.
* Matius 28:19
"Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam 'nama' ('ONOMA']) Bapa dan Anak dan Roh Kudus,"
"POREUTHENTES OUN MATHETEUSATE PANTA TA ETHNE BAPTIZONTES AUTOUS EIS TO 'ONOMA' TOU PATROS KAI TOU HUIOU KAI TOU HAGIOU PNEUMATOS"
Perubahan bentuk kata 'ONOMA':
Tunggal:
Nominatif, 'ONOMA'
Genitif, 'ONOMATOS'
Datif, 'ONOMATI'
Akusatif, 'ONOMA'
Jamak:
Nominatif, 'ONOMATA'
Genitif, 'ONOMATON'
Datif, 'ONOMASIN'
Akusatif, 'ONOMATA'
Bapa, Anak, dan Roh Kudus, masing-masing bukanlah "nama".
Kata2 ini sebenarnya dikutip oleh para pengarangnya dari Septuaginta Perjanjian Lama berbahasa Yunani, karena di Perjanjian Lama sendiri kata2 tersebut juga banyak dijumpai. Hanya saja orang2 Yahudi tidak mempertuhankan manusia dan Roh Kudus, tidak seperti Kristen yang lebih sesat itu.
Roh Kudus = Roh TUHAN yang kudus :
Meski kalangan Yudaisme tidak mengenal kata TRINITAS, tetapi mereka mengakui Roh Kudus adalah Roh Allah :
* Yesaya 63:10-11
63:10 Tetapi mereka memberontak dan mendukakan Roh Kudus-Nya; maka Ia berubah menjadi musuh mereka, dan Ia sendiri berperang melawan mereka.
Hebrew Translit. : VEHEMA MARU VEITSVU ET-RUAKH KADSHO VAYEHAFEKH LAHEM LE'OYEV HU NILKHAM-BAM
63:11 Lalu teringatlah mereka kepada zaman dahulu kala, zaman Musa, hamba-Nya itu: Di manakah Dia yang membawa mereka naik dari laut bersama-sama dengan penggembala kambing domba-Nya? Di manakah Dia yang menaruh Roh Kudus-Nya dalam hati mereka;
Hebrew Translit. : VAYIZKOR YEMEI-OLAM MOSHEh AMO AYE HAMA'ALEM MIYAM ET ROEI TSONO AYE HASAM BEKIRBO ET-RUAKH KADSHO
Bahwa mendukakan Roh Kudus adalah mendukakan Allah dapat dibandingkan dengan Mazmur 78:8, 40, 49, 56; 95:9-11; Yehezkiel 6:9; Kisah Para Rasul 7:51, dan Efesus 4:30.
BUKTI BUKTI KEILAHIAN ROH KUDUS
a) Kitab Suci menggunakan sebutan Roh Kudus dan Allah / Tuhan (ADONAI) / TUHAN (YHVH) secara interchangeable (= bisa dibolak-balik).
Contoh:
1. Bandingkan Yesaya 6:8-10 dengan Kisah 28:25-27:
* Yesaya 6:8-10
"Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: ‘Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?’. Maka sahutku: ‘Ini aku, utuslah aku!’. Kemudian firman-Nya: ‘Pergilah, dan katakanlah kepada bangsa ini: Dengarlah sungguh-sungguh, tetapi mengerti: jangan! Lihatlah sungguh-sungguh, tetapi mengerti: jangan! Buatlah hati bangsa ini keras dan buatlah telinganya berat mendengar dan buatlah matanya melekat tertutup, supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya lalu berbalik dan menjadi sembuh’".
* Kisah 28:25-27
"Maka bubarlah pertemuan itu dengan tidak ada kesesuaian di antara mereka. Tetapi Paulus masih mengatakan perkataan yang satu ini: ‘Tepatlah firman yang disampaikan Roh Kudus kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi Yesaya: Pergilah kepada bangsa ini, dan katakanlah: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap. Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka’".
Kalau kita membandingkan 2 bagian Kitab Suci diatas, maka jelas terlihat bahwa apa yang dikatakan Paulus dalam Kisah 28:25-27 itu ia kutip dari Yesaya 6:8-10. Tetapi dalam Yesaya 6:8-10 itu dikatakan bahwa itu adalah ‘suara Tuhan’ kepada nabi Yesaya, sedangkan dalam Kisah 28:25-27 itu Paulus berkata bahwa ‘firman itu disampaikan oleh Roh Kudus’ dengan per-antaraan nabi Yesaya. Ini menunjukkan bahwa Roh Kudus adalah Tuhan sendiri!
2. Bandingkan Ibrani 3:7-11 dengan Mazmur 95:7b-11 dan Keluaran 17:1-7:
* Ibrani 3:7-11
"Sebab itu, seperti yang dikatakan Roh Kudus: ‘Pada hari ini, jika kamu mendengar suaraNya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman pada waktu pencobaan di padang gurun, di mana nenek moyangmu mencobai Aku dengan jalan menguji Aku, sekalipun mereka melihat perbuatan-perbuatanKu, empat puluh tahun lamanya. Itulah sebabnya Aku murka kepada angkatan itu, dan berkata: Selalu mereka sesat hati, dan mereka tidak mengenal jalanKu, sehingga Aku bersumpah dalam murkaKu: Mereka takkan masuk ke tempat perhentianKu’".
Karena kata-kata dalam Ibrani 3:7-11 ini merupakan kata-kata Roh Kudus, maka kata-kata ‘mencobai Aku’ berarti ‘mencobai Roh Kudus’.
Kalau sekarang kita melihat dalam Mazmur 95:7b-11, yang hampir-hampir identik dengan Ibrani 3:7-11 tadi, maka bisa kita dapatkan dari Mazmur 95:8 bahwa itu adalah peristiwa yang terjadi di Masa dan Meriba. Dan peristiwa Masa dan Meriba itu diceritakan dalam Keluaran 17:1-7. Sekarang perhatikan Keluaran 17:7 yang berbunyi:
"Dinamailah tempat itu Masa dan Meriba, oleh karena orang Israel telah bertengkar dan oleh karena mereka telah mencobai TUHAN dengan mengatakan: ‘Adakah TUHAN di tengah-tengah kita atau tidak?’".
Jadi disini dipakai istilah ‘mencobai TUHAN (YHVH)’, padahal tadi dalam Ibrani 3:7-11 dikatakan bahwa mereka ‘mencobai Roh Kudus’. Ini menunjukkan bahwa Roh Kudus itu adalah TUHAN (YHVH)!
3. Bandingkan Ibrani 10:15-17 dengan Yeremia 31:33-34.
* Ibrani 10:15-17
"Dan tentang hal itu Roh Kudus juga memberi kesaksian kepada kita, sebab setelah Ia berfirman: ‘Inilah perjanjian yang akan Kuadakan dengan mereka sesudah waktu itu,’ Ia berfirman pula: ‘Aku akan menaruh hukumKu di dalam hati mereka dan menuliskannya dalam akal budi mereka, dan Aku tidak lagi mengingat dosa-dosa dan kesalahan mereka.’"
* Yeremia 31:33-34
"Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN: Aku akan menaruh TauratKu dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umatKu. Dan tidak usah lagi orang mengajar sesamanya atau mengajar saudaranya dengan mengatakan: Kenallah TUHAN! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku, demikianlah firman TUHAN, sebab Aku akan mengampuni kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa mereka".
Jelas terlihat bahwa Ibrani 10:16-17 merupakan kutipan sebagian (tidak seluruhnya) dari Yeremia 31:33,34. Tetapi dalam Yeremia 31 dikatakan bahwa kata-kata itu diucapkan oleh TUHAN / Yahweh (perhatikan kata-kata ‘firman TUHAN’ dalam Yeremia 31:31,32c,34b). Sedangkan dalam Ibrani 10:15-17 dikatakan bahwa itu merupakan ‘kesaksian / firman Roh Kudus’ (Ibrani 10:15b,16b).
Disamping itu, dalam Yeremia 31 itu, yang mengadakan perjanjian, yang menaruh Taurat dalam batin umatNya, dan yang mengam-puni / tidak mengingat dosa umatNya, adalah TUHAN / Yahweh sendiri. Sedangkan dalam Ibrani 10:15-17, yang mengadakan per-janjian, yang menaruh hukum dalam hati, dan yang mengam-puni / tidak mengingat dosa, adalah Roh Kudus.
Juga perlu diperhatikan bahwa Roh Kudus dikatakan ‘tidak mengingat dosa’. Ini menunjukkan bahwa Roh Kudus mempu-nyai kuasa untuk mengampuni dosa.
Semua ini menunjukkan bahwa Roh Kudus adalah TUHAN / YHVH sendiri!
4. Sekarang mari kita melihat pada Kisah 5:3-4,9 yang berbunyi sebagai berikut:
"Tetapi Petrus berkata: 'Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu? Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu? Mengapa engkau merencana-kan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah. ... Kata Petrus: ‘Mengapa kamu berdua bersepakat untuk mencobai Roh Tuhan?’".
Perhatikan bahwa kalau dalam Kisah 5:3 Petrus berkata bahwa Ananias ‘mendustai Roh Kudus’, maka dalam Kisah 5:4 Petrus berkata bahwa Ananias ‘mendustai Allah’. Lalu dalam Kis 5:9 Petrus berkata bahwa mereka ‘mencobai Roh Tuhan’. Ini lagi-lagi menunjukkan bahwa Roh Kudus adalah Allah!
5. Dalam 1 Korintus 3:16 Paulus berkata bahwa tubuh kita adalah ‘bait Allah’ (= rumah Allah), kemudian ia melanjutkan dengan kata-kata ‘dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu’.
Kalau memang tubuh kita adalah bait / rumah Allah, maka itu seharusnya berarti bahwa Allahlah yang tinggal di dalam tubuh kita. Tetapi Paulus mengatakan Roh Allah (= Roh Kudus) yang tinggal di dalam kita.
Dan kalau kita melihat dalam 1 Korintus 6:19 maka di sana Paulus berkata bahwa tubuh kita adalah ‘bait Roh Kudus’.
Semua ini menunjukkan bahwa Roh Kudus itu adalah Allah!
6. Dengan cara yang sama, kalau kita membandingkan Yesaya 40:13 dengan Yes 40:14 maka bisa kita simpulkan bahwa ‘Roh TUHAN’ dalam Yesaya 40:13 itu adalah 'TUHAN' dalam Yesaya 40:14.
b) ALKITAB menunjukkan bahwa Roh Kudus mempunyai sifat-sifat Allah seperti:
1. Kekal (Ibrani 9:14).
2. Mahaada (Mazmur 139:7-10).
3. Mahatahu (1 Korintus 2:10-11, Yesaya 40:13).
1 Korintus 2:10-11 yang menunjukkan bahwa Roh Kudus itu tahu apa yang ada dalam diri Allah, jelas menunjukkan bahwa Roh Kudus itu mahatahu!
4. Mahakuasa (Matius 12:28 ).
5. Suci.
Ini terlihat dari sebutan ‘kudus’, dan juga terlihat dari Efesus 4:30 yang menunjukkan bahwa dosa kita mendukakan Roh Kudus.
c) Kitab Suci juga menunjukkan bahwa Roh Kudus melakukan pekerjaan-pekerjaan ilahi seperti:
1. Penciptaan (Kejadian 1:2, Ayub 33:4).
2. Melahirbarukan (Yohanes 3:5-6, Titus 3:5).
3. Membangkitkan Yesus (Roma 8:11).
d) Nama Roh Kudus ditempatkan dalam posisi yang sejajar dengan nama Bapa dan Anak, seperti dalam Mat 28:19 dan 2Kor 13:13.
Perlu kita ingat bahwa dalam Mat 28:19 nama Bapa, Anak dan Roh Kudus disejajarkan bukan dalam sembarang peristiwa, tetapi dalam formula baptisan. Adalah aneh, bahkan tidak masuk akal, kalau Yesus memerintahkan supaya seseorang dibaptis dalam nama Bapa (yang adalah Allah), Anak (yang juga adalah Allah), dan Roh Kudus (yang bukan Allah, bahkan bukan pribadi).
Demikian juga dalam 2 Korintus 13:13 Paulus menyejajarkan Yesus, Allah (Bapa) dan Roh Kudus, bukan dalam peristiwa sembarangan, tetapi pada saat ia memberi berkat kepada gereja Korintus.
Karena itu bisa disimpulkan bahwa dalam 2 ayat tersebut, penyejajaran Bapa, Anak dan Roh Kudus menunjukkan bahwa 3 pribadi itu setingkat! Dan ini membuktikan bahwa Roh Kudus adalah Allah sendiri!
Bahwa Yesus dan Roh Kudus juga adalah Allah, sebagaimana Bapa adalah Allah, jelas menunjukkan adanya kejamakan dalam diri Allah.
YESUS ADALAH ALLAH
Yohanes 1:1 dengan jelas kepra-beradaan Yesus Kristus sebagai LOGOS, dan ... THEOS
* Yohannes 1:1
Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah
en arkhรช รชn ho logos kai ho logos รชn pros ton theon kai theos รชn ho logos
* Yohanes 1:14
Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.
APA YANG ADALAH ALLAH, FIRMAN ITULAH DIA
WHAT GOD WAS, THE WORD WAS.
Kemudian, Yesaya 9:5 jelas menunjukkan bahwa “Allah yang Perkasa, Bapa yang kekal, dan Raja Damai” ditujukan kepada Yesus. Disebutkan bahwa Bapa mengatakan Anak sebagai ‘Allah’ yang diurapi ‘Allah’ (Ibrani1:8,9) dan bukan hanya Bapa tetapi Anak pun disembah oleh malaikat dan dimuliakan (Ibrani 1:6; band. Wahyu1:17;4:10-11;14:7;15:4; dan 19:10;22:8-9). Yesus juga disebut “Imanuel” yaitu ‘Allah menyertai kita’ (Yesaya 7:14; Matius 1:23). [/color]
dan masih banyak bukti-bukti yang lain yang sudah dijelaskan pada tanggapan-tanggapan sebelumnya.
Quote:
Adapun mengenai penuhanan terhadap Yesus dan Roh Kudus, yang tergabung dalam konsep Trinitas , sesungguhnya merupakan karangan tokoh2 Gereja Kristen Awal Kemudian yang dipelopori oleh Paulus Tarsus untuk menyesatkan umat manusia. Dan gagasan tentang konsep Trinitas ini sesungguhnya merupakan adopsi [dari ajaran2 Trinitas yang sangat populer pada saat itu, yaitu:
1. Ajaran Trinitas di Mesir: Iziris, Auzuris, dan Huris.
2. Ajaran Trinitas di India: Brahma, Wisynu, dan Syiwa.
3. Ajaran Trinitas di Yunani: Zeus, Poseidon, dan Pedos.
4. Ajaran Trinitas di Romawi: Jupiter, Nipton, dan Pluton.
Jadi, injil2 yang ada dalam Alkitab sekarang itu jauh lebih banyak bohongnya ketimbang apa yang sebenarnya dialami oleh Yesus/Nabi Isa as sendiri. Banyak sekali pernyataan2 Yesus yang sebenarnya merupakan karangan dari sastrawan Yunani dan Romawi tersebut.
Terlalu mudah untuk membuktikan kebohongan injil ini. Di satu sisi, ia banyak mengutip nubuat
Perjanjian Lama (yang sebenarnya melenceng semua), tetapi di lain pihak ia juga banyak pertentangannya dengan Perjanjian Lama itu sendiri. Karena para pengarang injil tampaknya lebih menonjolkan gagasan2nya ketika mengarangnya, sehingga tidak benar2 menguasai Perjanjian Lama, akibatnya banyak ayat injil yang tidak sinkron
dengan Perjanjian Lama yang mereka jadikan salah satu rujukannya itu.
JAWAB
Konsep Trinitas dalam pemahaman Kristiani tidak mengikut dalam ajaran-ajaran paganisme seperti yang disebutkan diatas. Alkitab dengan jelas menunjukkan keesaan Allah. Saya meyakini keesaan Allah yang multi-kompleks. Kata Allah dalam bahasa Ibrani 'ELOHIM menggunakan bentuk jamak tetapi dengan kata kerja tunggal, hal ini saja sudah menyiratkan keesaan Allah yang serba kompleks.
Sebenarnya kita dapat menggunakan ilustrasi untuk mempermudah pengkajian tentang tritunggal. Manusia sendiri dapat terdiri atas roh, manusia dapat berbicara, dan manusia itu merupakan "satu" hakekat.
Hanya ada "satu" Allah, bukan "tiga" Allah. Dialah Sang Pencipta alam semesta. Yang disebut Tritunggal adalah suatu istilah dan penjelasan teologis mengenai keberadaan yang ada di dalam diri Allah yang Esa itu. Haruslah ditegaskan bahwa iman Kristen adalah suatu iman yang menegaskan tauhid (keesaan Allah) sebagaimana yang nyata dalam ayat-ayat berikut ini :
* Ulangan 6:4
"Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!"
SYEMA' {dengarlah} YISRร'รL {wahai Israel} YHVH {baca: 'ADONรY, TUHAN) 'ELOHรYNU {Allah kita} YHVH {baca: 'ADONรY, TUHAN} 'EKHรD {satu, esa}
Yesus sendiri menekankan pentingnya ajaran Kitab Suci ini tentang ke-Esa-an Allah :
* Markus 12:29
Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.
HO DE {dan} IรSOUS {Yesus} APEKRITHร {Dia menjawab} AUTร {kepadanya} HOTI {bahwa} PRรTร {pertama} PASรN {dari segala} TรN ENTOLรN {perintah-perintah} AKOUE {dengarlah engkau} ISRAรL {Israel} KURIOS {Tuhan} HO THEOS {Allah} HรMรN {kita} KURIOS {Tuhan} HEIS {satu} ESTIN {Dia adalah}
Paham Ketritunggalan yang kudus sama sekali tidak berarti adanya tiga allah sebagaimana yang dibayangkan secara salah oleh beberapa orang. Arti dari paham ini ialah bahwa Allah itu satu adanya.....
- Berada dalam diriNya sendiri, Ia menyatakan diriNya sebagai Bapa
- Berbicara dalam FirmanNya. Ia menyatakan diriNya sebagai Anak, yakni Firman.
- Hidup dalam RohNya, Ia menyatakan diriNya sebagai Roh Kudus.
Kita jangan menarik pengertian dari nama-nama ini bahwa ada satu hubungan jasmaniah sebagaimana lazimnya pada sifat manusiawi, karena hal tersebut memiliki satu pengertian rohani.
Nama-nama ini tidak ditetapkan atau ditemukan manusia, melainkan adalah kata-kata dari ilham ilahi dalam Kitab Kudus, sebagaimana yang anda dapat lihat pada ayat-ayat berikut ini:
1. Yesus berkata kepada murid-muridNya, "Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus" (Matius 28:19). Monoteisme jelas sekali dalam kata-kataNya, "baptislah mereka dalam nama"--> 'ONOMA' (single). Yesus tidak berkata baptislah mereka dalam nama-nama 'ONOMATA' (plural) Bapa, Anak dan Roh Kudus. Namun Ketritunggalan dipaparkan dengan jelas dalam kata-kataNya, "Bapa dan Anak dan Roh Kudus." (lihat penjelasan diatas)
2. Rasul Yohanes dengan jelas sekali menegaskan pengertian ini, "Dan ada tiga yang memberikan kesaksian di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu" (I Yohanes 5:7).
Bapa, Anak dan Roh Kudus. Inilah Tritunggal Kudus dalam satu-satunya Allah yang kepadaNya kami percaya.
Amin.
44. KEBUSUKAN ALKITAB INDONESIA !
Kebusukan Alkitab Indonesia di sini hanya menyangkut revisi-revisi terhadap kata atau kata-kata tertentu dari teks yang dapat dikatakan "mendekati orisinal" tanpa konfirmasi terlebih dahulu dengan para pengarang Alkitab yang sesungguhnya sehingga mengurangi nilai kesejarahan ayat-ayat tersebut, antara lain:
Alkitab terjemahan, baik dalam bahasa Inggris maupun dalam bahasa lain-lain terdapat “revisi-revisi”. Demikian juga Alkitab Versi LAI/ Bahasa Indonesia, LAI yang memproduksi Alkitab dalam bahasa Indonesia dalam berbagai Versi.
Misalnya Versi Terjemahan Baru adalah merupakan “revisi” dari Versi Terjemahan Lama.
Mengapa hal ini terjadi?
Karena Bahasa itu senantiasa berubah dan berkembang. Bahasa apapun itu terus berubah, mengalami perubahan dan perkembangan. Contohnya kata "gerombolan". Kata "Gerombolan" jaman dulu tidak punya konotasi buruk. namun sekarang sering kali digunakan untuk menyebutkan suatu kelompok dalam konotasi yang jelek (untuk penjahat).
Dalam bahasa Inggris pun juga mempunyai perubahan, misalnya kata "gay", kata ini artinya adalah "happy, riang gembira dst", Namun sekarang sekarang konotasinya adalah "homosexuality". Di Tahun 1940an (mungkin sampai dengan tahun 1960an) Orang-orang bisa bilang "Oh, you're such a gay person" dan orang itu akan mengatakan "thank you".
Namun kata "gay" masa sekarang ini tidak boleh diucapkan dengan kalimat seperti diatas, karena bisa menyebabkan orang tersebut marah, karena dia bukanlah seorang "homoseks"
Maka versi-versi Alkitab harus mengikuti kaidah dan kecocokan bahasa pada masanya.
Kita ambil contoh lagi dalam bahasa Inggris. Proses penterjemahannya ada banyak macam. Ada yang menitik-beratkan pada akurasi kata per kata, ada yang menitik beratkan pada akurasi kalimat per kalimat, ada yang menitikberatkan pada akurasi tema per tema.
Alkitab Terjemahan Indonesia-pun demikian, ada yang diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia sehari-hari, dengan tujuan supaya pembaca lekas mengerti terhadap terjemahan kalimat yang dibuat dengan bahasa sederhana.
Akibat dari titik berat yang berbeda-beda ini , plus kadang-kadang penggunaan kata juga dipilih supaya sesuai dengan pembaca level tertentu, maka kita end up dengan Alkitab dalam berbagai versi terjemahan baik Inggris maupun Indonesia dan bahasa-bahasa lain.
Namun setiap versi ini berasal dari text Ibrani (PL)dan text Yunani (PB) yg sama. Dan tetap bisa dicek dasar penterjemahannya itu untuk dibandingkan dengan Text aslinya.
Dengan demikian kalau yang dipermasalahkan adalah versi Alkitab mengapa bermacam-macam, saya tegaskan disini bahwa hal tersebut tidak mengubah makna dan isi pengajarannya, setiap versi Alkitab diproses dengan hati-hati oleh para ahli teologi dalam sebuah "team" jadi bukan 1 orang, dan juga bukan asal cetak. Misalnya saja LAI (Lembaga Alkitab Indonesia) lembaga resmi alkitab. mempunyai team-work dalam proses penterjemahan Alkitab di Indonesia.
1. REVISI KITAB MATIUS:
2:23 Setibanya di sana iapun tinggal di sebuah kota yang bernama Nazaret. Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi-nabi, bahwa Ia akan disebut: Orang Nazaret.
Terjemahan yang tepat dari teks "orisinal":
2:23 Setibanya di sana iapun tinggal di sebuah kota yang bernama Nazaret. Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi-nabi, bahwa Ia akan disebut: Orang Nazorea.
(Para penerjemah Alkitab Indonesia merubah frasa "Orang Nazorea" menjadi "Orang Nazaret" tanpa dasar yang jelas)
Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:
Versi The Latin Vulgate (sebelum abad ke-15 M):
2:23 et veniens habitavit in civitate quae vocatur Nazareth ut adimpleretur quod dictum est per prophetas quoniam Nazareus vocabitur
Versi Greek Stephanos 1550 M:
2:23 kai elthon katokesen eis polin legomenen s=nazareth abt=nazaret opos plerothe to rethen dia ton propheton oti nazoraios klethesetai
Versi Douay-Rheims Bible 1582 M:
2:23 And coming he dwelt in a city called Nazareth: that it might be fulfilled which was said by the prophets: That he shall be called a Nazarene.
Versi Wycliffe New Testament:
2:23 and cam, and dwelte in a citee, that ys clepid Nazareth, that is shulde be fulfillid, that was seid bi profetis, For he shal be clepid a Nazarey.
Versi New American Bible:
2:23 He went and dwelt in a town called Nazareth, so that what had been spoken through the prophets might be fulfilled, "He shall be called a Nazorean."
Versi New Revised Standard Version:
2:23 There he made his home in a town called Nazareth, so that what had been spoken through the prophets might be fulfilled, "He will be called a Nazorean."
Alkitab bahasa Indonesia tidak pernah menterjemahkan kata 'Orang Nazaret' menjadi Orang Nazorea
Dalam kaidah bahasa Indonesia tidak mengenal cara terjemahan yang seperti itu.
Contoh :
'American' dalam bahasa Indonesia akan diterjemahkan sebagai 'Orang Amerika'
'Japanese' dalam bahasa Indonesia akan diterjemahkan sebagai 'Orang Jepang'
'Chinese' dalam bahasa Indonesia akan diterjemahkan sebagai 'Orang China'
'British' dalam bahasa Indonesia akan diterjemahkan sebagai 'Orang Inggris'
'Italian' dalam bahasa Indonesia akan diterjemahkan sebagai 'Orang Itali'
'Arabian' dalam bahasa Indonesia akan diterjemahkan sebagai 'Orang Arab' --> tidak diterjemahkan sebagai 'Orang Arabian'
dan seterusnya.
Mari kita kaji ayat tersebut dalam berbagai versi terjemahannya :
* Matius 2:23
Alkitab Klinkert 1870, Laloe datanglah doedoek dalam saboewah negari, jang bernama Nasaret, soepaja genaplah barang jang dikatakan olih segala nabi, bahwa ISA akan bergelar orang Nasaret.
Alkitab Ende, Sesampai disana berdiamlah ia disuatu kota jang bernama Nazaret. Demikianlah ditepati nubuat nabi, bunjinja: "Ia akan disebut Orang Nazaret".
Alkitab Melayu Baba, dan datang tinggal dalam satu negri yang bernama Nasarat, spaya bnarkan perkata'an nabi-nabi, "Dia nanti di-glarkan orang Nasarat."
LAI Terjemahan Lama, kemudian tibalah ia serta diam di dalam sebuah negeri yang bernama Nazaret, supaya sampailah sabda segala nabi, bahwa Yesus akan bergelar Nazari.
BIS Terjemahan Sehari-hari, Di situ ia tinggal di kota yang bernama Nazaret. Dengan demikian terjadilah apa yang dikatakan oleh nabi-nabi mengenai Anak itu: "Ia akan disebut Orang Nazaret."
LAI Terjemahan Baru, Setibanya di sana ia pun tinggal di sebuah kota yang bernama Nazaret. Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi-nabi, bahwa Ia akan disebut: Orang Nazaret.
ENGLISH :
New International Version (NIV), and he went and lived in a town called Nazareth. So was fulfilled what was said through the prophets: "He will be called a Nazarene."
King James Version KJV, And he came and dwelt in a city called Nazareth: that it might be fulfilled which was spoken by the prophets, He shall be called a Nazarene.
New King James Version (NKJV), And he came and dwelt in a city called Nazareth, that it might be fulfilled which was spoken by the prophets, "He shall be called a Nazarene."
New American Standard Bible (NASB), and came and lived in a city called Nazareth This was to fulfill what was spoken through the prophets: "He shall be called a Nazarene."
American Standard Version, and came and dwelt in a city called Nazareth; that it might be fulfilled which was spoken through the prophets, that he should be called a Nazarene.
NASKAH BAHASA ASLI :
Textus Receptus (TR), ฮบฮฑฮน ฮตฮปฮธฯฮฝ ฮบฮฑฯฯฮบฮทฯฮตฮฝ ฮตฮนฯ ฯฮฟฮปฮนฮฝ ฮปฮตฮณฮฟฮผฮตฮฝฮทฮฝ ฮฝฮฑฮถฮฑฯฮตฯ ฮฟฯฯฯ ฯฮปฮทฯฯฮธฮท ฯฮฟ ฯฮทฮธฮตฮฝ ฮดฮนฮฑ ฯฯฮฝ ฯฯฮฟฯฮทฯฯฮฝ ฮฟฯฮน ฮฝฮฑฮถฯฯฮฑฮนฮฟฯ ฮบฮปฮทฮธฮทฯฮตฯฮฑฮน
Translit, kai elthรดn katรดkรชsen eis polin legomenรชn nazaret hopรดs plรชrรดthรช to rรชthen dia tรดn prophรชtรดn hoti nazรดraios klรชthรชsetai
Interlinear Inggris, kai {AND} elthรดn {HAVING COME} katรดkรชsen {HE DWELT} eis {IN} polin {A CITY} legomenรชn {CALLED} nazaret {NAZARETH;} hopรดs {SO THAT} plรชrรดthรช {SHOULD BE FULFILLED} to {THAT WHICH} rรชthen {WAS SPOKEN} dia {BY} tรดn {THE} prophรชtรดn {PROPHETS,} hoti {THAT} nazรดraios {A NAZARENE} klรชthรชsetai {SHALL HE BE CALLED.}
Interlinear Indonesia, kai {KEMUDIAN} elthรดn {SETELAH DATANG} katรดkรชsen {TINGGAL} eis {DI} polin {SEBUAH KOTA} legomenรชn {(YANG) DIPANGGIL} nazaret {NAZARET;} hopรดs {SUPAYA} plรชrรดthรช {DIPENUHI} to {YANG} rรชthen {DIKATAKAN} dia {MELALUI} tรดn {(THE)~PARA} prophรชtรดn {NABI,} hoti nazรดraios {ORANG NAZARET} klรชthรชsetai {IA AKAN DISEBUT.}
Perhatikan, Tidak ada kata 'orang Nazorea'
Dalam Perjanjian Baru, kata ”Orang Nazaret” hanya ditujukan kepada Yesus (Matius 2:23;Markus 1:24; Lukas 2:39). Matius, Lukas dan Yohanes menggunakan kata 'nazรดraios' dengan maksud yang sama. Kata itu juga dipakai untuk menunjuk pada 'Yesus dari Nazaret/ Jesus of Nazareth' (ho apo Nazareth – Matius 21: 11; Maret 1:9; Yohanes 1:45; Kisah 10:38 ).
Catatan:
Di antara dakwaan-dakwaan yang ditujukan terhadap Petrus, salah satunya menyebutkan "Yesus dari Nazaret" (Matius 26:71), dan satu lagi menyebutkan "Yesus, orang dari Nazaret" (Markus 14:67). Pernyataan pertama sebenarnya merupakan terjemahan yang salah-arah dari kata Yunani Nazorean (A. Stegemann H - 1998 B. Perjanjian Matius 2:23 C. Kee HC - 1971), sedangkan pernyataan kedua merupakan terjemahan yang salah-arah dari istilah Yunani Nazarene. Istilah Yunani Nazorean dan Nazarene merupakan transliterasi (Nazarenoi atau Nazoraios) dari kata bahasa Arama Nasren atau Nasraya, yang berarti para pemelihara. Pada gilirannya, kata bahasa Arama itu bisa ditelusuri kembali pada istilah Nazir dalam bahasa Ibrani, yang berarti suci, kudus, atau pemantang. Jika sekte-sekte dan subsekte-subsekte agama Yahudi pada abad pertama Masehi dijajarkan pada poros keagamaan, dimana kutub kiri mewakili liberalisme Yahudi, dan kutub kanan mewakili konservatisme religius, maka kaum Farisi akan berada di tengah-tengah, sedangkan kaum Essene dan Nazorea akan berada di ujung kanan.
Jadi, siapakah, dan apakah sebenarnya, orang-orang Nazorea itu? Sederhananya, mereka adalah kelompok yang sama yang dirujuk dalam perjanjian Lama sebagai orang-orang Nazarite atau Nazirite. Nazarite atau Nazorea adalah seseorang yang melaksanakan sumpah pemantangan dan kesetiaan penuh kepada Hukum Musa, dimana sumpah semacam ini bisa berlaku selama hidup atau untuk jangka waktu trertentu. Aturan-aturan khusus yang mengatur periode menjadi seorang Nazarite atau Nazorea disebutkan satu per satu dalam Kitab Bilangan 6:1-21 dalam Alkitab, tetapi tidak diulangi dalam bab ini. Namun demikian, dijelaskan bahwa orang-orang Nazarite atau Nazorea dicirikahasi dengan penolakan mereka untuk memotong rambut, dengan pemantangan mutlak terhadap alkohol dan seluruh minuman yang berasal dari anggur, dengan penolakan mutlak untuk berada dekat jenazah, dan sebagainya. Tokoh-tokoh alkitabiah termasyur yang diidentifikasi sebagai orang-orang Nazarite atau Nazorea antara lain : Samson (Hakim-hakim 13:1-24; 16:13-17); Samuel (1 Samuel 1:1-22); mungkin Yohanes (Yahya) Sang Pembaptis, mungkin juga James, imam pertama gereja Kristen di Yerusalem (Kisah Para Rasul 21:17-26); dan untuk sementara Paulus (Kisah Para Rasul 21:17-26). Namun demikian, penggambaran alkitabiah mengenai Yesus Kristus sama sekali tidak ada sangkut-pautnya dengan penggambaran tentang seorang Nazorea, karena seorang Nazorea tidak akan pernah menerima apapun yang berasal dari buah anggur, dan tidak bisa mendekati Lazarus yang sudah meninggal, yang oleh Yesus, melalui kekuasaan Allah, konon dibangkitkan dari kematian (Yohanes 11:38-44).
Jadi, tidak ada hubungannya antara frasa "Orang Nazorea" (atau "Orang Nazarene") dengan kota Nazaret. Sekali lagi, orang-orang Nazorea adalah orang-orang yang memiliki keyakinan tertentu terhadap Hukum Musa yang para penganutnya tidak hanya ada di kota Nazaret, tetapi tersebar di seluruh wilayah Israel.
Lebih jauh, nubuat yang "dikutip" Matius tentang "Orang Nazorea" di atas, tidak ditemukan dalam naskah Perjanjian Lama. Singkatnya, Matius memiliki nubuat menyimpang yang "dikutip" yang sama sekali tidak ada! Kesalahan-kesalahan yang bertimbunan!
Ada pengertian yang berbeda antara kata nazรดraios (orang Nazareth) ; nazรดraiรดn aireseรดs (sekte Nasrani); dan Nazorea/ 'Natsorayya' (nama salah satu Sekte gnostik Mandaean).
Penjelasannya sebagai berikut :
1. nazรดraios (orang Nazareth) ;
Sudah dijelaskan diatas bahwa dalam Alkitab Perjanjian Baru bahwa istilah nazรดraios hanya ditujukan kepada Yesus --> Yesus Orang Nazareth (Matius 2:23; Markus 1:24; Lukas 2:39)
2. nazรดraiรดn aireseรดs (sekte Nasrani);
Kata Nasrani tidak mengarah kepada pengikut Yesus Kristus , sebab sebelumnya pengikut Yesus disebut dengan nama 'Kristen' (Christianous, Kisah 11:26).
Sebenarnya 'Sekte Nasrani' sudah ada sebelum kelahiran Yesus dan adanya kaitan nama Yesus dengan kota asalnya Nazaret. Sekte Nasrani adalah sekte Yahudi pra-Kristen yang menganut mistik gnostik orang Mandaean. Sekte ini disebut dalam Epiphanus Panar.I,Haer. 29,6 & Tafsiran Jerome (Yesaya 11:1).
Dalam Talmud (Ta'an.27b); Tertulianus: Marcion IV.3; Tafsiran Jerome (Yesaya 5:18 ), sekte ini jelas menunjukkan ciri sebuah sekte Yahudi yang kemudian bersinkretisasi juga dengan kekristenan (Yohanes Pembaptis) tetapi berbeda dengan pengikut Yesus, bahkan dalam Epiphanes (Panar.I, Haer.18 ) dengan jelas dibedakan antara 'sekte Nasrani' Mandaean dengan 'umat Kristen.'
* Kisah 24:5
LAI TB, Karena orang ini hamba sekalian dapati seperti sampar, yaitu seorang penggerak huru-hara kepada sekalian orang Yahudi di seluruh dunia, dan menjadi kepala mazhab Nasrani
KJV, For we have found this man a pestilent fellow, and a mover of sedition among all the Jews throughout the world, and a ringleader of the sect of the Nazarenes
TR, ฮตฯ ฯฮฟฮฝฯฮตฯ ฮณฮฑฯ ฯฮฟฮฝ ฮฑฮฝฮดฯฮฑ ฯฮฟฯ ฯฮฟฮฝ ฮปฮฟฮนฮผฮฟฮฝ ฮบฮฑฮน ฮบฮนฮฝฮฟฯ ฮฝฯฮฑ ฯฯฮฑฯฮนฮฝ ฯฮฑฯฮนฮฝ ฯฮฟฮนฯ ฮนฮฟฯ ฮดฮฑฮนฮฟฮนฯ ฯฮฟฮนฯ ฮบฮฑฯฮฑ ฯฮทฮฝ ฮฟฮนฮบฮฟฯ ฮผฮตฮฝฮทฮฝ ฯฯฯฯฮฟฯฯฮฑฯฮทฮฝ ฯฮต ฯฮทฯ ฯฯฮฝ ฮฝฮฑฮถฯฯฮฑฮนฯฮฝ ฮฑฮนฯฮตฯฮตฯฯ
Translit, eurontes gar ton andra touton loimon kai kinounta staseis stasin pasin tois ioudaiois tois kata tรชn oikoumenรชn prรดtostatรชn te tรชs tรดn nazรดraiรดn{Nasrani} aireseรดs {Mazhab/sekte}
3. Nazorea/ 'Natsorayya' (nama salah satu Sekte gnostik Mandaean)
Sekte gnostik Mandaean lainnya menyebut diri mereka dengan sebutan 'Natsorayya'/ 'Nazorea' (berasal dari kata 'nazar') atau bahasa Siria 'natsar' (dalam logat Siria istilah Aram 'z' ditulis 'ts). Nazar/natsar berarti 'menjaga' yaitu menjaga tradisi dan mencerminkan usaha untuk mempertahankan tradisi Yahudi & Taurat dengan ketat. Tetapi, sekte ini sekaligus bersifat sinkretis dengan faham gnostik.
Sekte Nasrani bukan Kristen :
'Sekte Nasrani' sudah ada sebelum kelahiran Yesus dan adanya kaitan nama Yesus dengan kota asalnya Nazaret. Sekte Nasrani adalah sekte Yahudi pra-Kristen yang menganut mistik gnostik orang Mandaean. Sekte ini disebut dalam Epiphanus Panar.I,Haer. 29,6 & Tafsiran Jerome (Yesaya 11:1).
Dalam Talmud (Ta'an.27b); Tertulianus:Marcion IV.3; Tafsiran Jerome (Yesaya 5:18 ), sekte ini jelas menunjukkan ciri sebuah sekte Yahudi yang kemudian bersinkretisasi juga dengan kekristenan (Yohanes Pembaptis) tetapi berbeda dengan pengikut Yesus, bahkan dalam Epiphanes (Panar.I, Haer.18 ) dengan jelas dibedakan antara 'sekte Nasrani' Mandaean dengan 'umat Kristen.'
Pada awal perkembangan kekristenan di kalangan Yahudi, masih banyak yang memelihara torat seperti yang dijumpai dalam persidangan di Yerusalem (Kisah15) dan murid-murid Yakobus (Kisah 21:20), tetapi kita mengetahui bahwa kemudian mereka mengikuti ajaran Kristus melalui pengajaran Petrus dan Paulus untuk mengikuti jalan pertobatan iman kepada Tuhan Yesus Kristus dan pertolongan Roh Kudus.
Jadi dapat dimaklumi kalau para orang Kristen yang masih dalam proses transisi 'Taurat menuju Injil' itu kemudian disamakan oleh para pemimpin Yahudi dan dianggap 'sekte Nasrani' juga (Kisah 24:5). Tetapi dengan berkembangnya waktu dan ajaran para rasul maka makin jelas beda antara mereka yang mengikuti 'sekte Nasrani' dengan yang mengikuti ajaran Yesus yang kemudian disebut sebagai 'Kristen' (Kisah 11:26;26:28; 1 Petrus 4:16)
Dalam Al-Quran pengikut Yesus disebut sebagai 'Nasrani' (Nashara, Sura.5:82) Ini bisa dimaklumi mengingat bahwa latar belakang Islam banyak berinteraksi dengan agama Yahudi (terutama di Medinah) dan menggunakan julukan orang Yahudi kepada orang Kristen sebagai julukan mereka juga. Orang Yahudi tidak menerima 'Yesus sebagai Kristus' (Messias) itulah sebabnya label Nasrani yang mereka pakai. Sebenarnya Al-Quran sudah menggunakan nama 'Al-Masihi' (QS 4:157) yang artinya 'messiah' untuk menyebut Yesus (Isa), sedangkan pengikut Yesus disebut sebagai 'Masihi'. Penggunaan nama ini menurut Ensiklopedia Islam disebut disebarluaskan oleh misionaris Kristen menggantikan istilah 'Nasrani' (Nashara, QS.5:82) (lihat Cyril Glasse, dibawah kata 'Masihi').
Maka penyebutan yang umum kita dengar 'Nasrani' bagi kaum Kristiani sebenarnya 'kurang tepat'.
2. REVISI KITAB MATIUS:
19:16. Ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata: "Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"
19:17 Jawab Yesus: "Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah."
Terjemahan yang tepat dari teks "orisinal":
19:16 Ada seorang datang kepada Yesus dan berkata: "Guru yang baik, perbuatan apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"
19:17 Jawab Yesus: "Mengapa engkau memanggil-Ku Guru yang baik? Hanya Satu yang baik, yaitu Tuhan. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah-Nya.
(Para penerjemah Alkitab Indonesia merubah frasa "Guru yang baik" menjadi "perbuatan baik" dan menghilangkan kata "Tuhan" yang merujuk kepada Allah, agar seolah-olah Yesus adalah Allah)
Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:
Versi Douay-Rheims Bible 1582 M:
19:16 And behold one came and said to him: Good master, what good shall I do that I may have life everlasting?
19:17 Who said to him: Why askest thou me concerning good? One is good, God. But if thou wilt enter into life, keep the commandments.
Versi King James 1611 M:
19:16 And, behold, one came and said unto him, Good Master, what good thing shall I do, that I may have eternal life?
19:17 And he said unto him, Why callest thou me good? there is none good but one, that is, God: but if thou wilt enter into life, keep the commandments.
* Matius 19:16
LAI TB,Ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata: "Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"
NIV, Now a man came up to Jesus and asked, "Teacher, what good thing must I do to get eternal life?"
KJV, And, behold , one came and said unto him, Good Master, what good thing shall I do , that I may have eternal life?
NKJV, Now behold, one came and said to Him, "Good Teacher, what good thing shall I do that I may have eternal life?"
TEXTUS RECEPTUS (TR): ฮบฮฑฮน ฮนฮดฮฟฯ ฮตฮนฯ ฯฯฮฟฯฮตฮปฮธฯฮฝ ฮตฮนฯฮตฮฝ ฮฑฯ ฯฯ ฮดฮนฮดฮฑฯฮบฮฑฮปฮต ฮฑฮณฮฑฮธฮต ฯฮน ฮฑฮณฮฑฮธฮฟฮฝ ฯฮฟฮนฮทฯฯ ฮนฮฝฮฑ ฮตฯฯ ฮถฯฮทฮฝ ฮฑฮนฯฮฝฮนฮฟฮฝ
Translit, kai {AND} idou {BEHOLD,} eis {ONE} proselthรดn {HAVING COME TO [HIM]} eipen {SAID} autรด eipen{TO HIM,} didaskale {TEACHER} agathe {GOOD,} ti {WHAT} agathon {GOOD [THING]} poiรชsรด {SHALL I DO} hina {THAT} skhรด ekhรด {I MAY HAVE} zรดรชn {LIFE} aiรดnion {ETERNAL}
WESCOTT HORT (WH), ฮบฮฑฮน ฮนฮดฮฟฯ ฮตฮนฯ ฯฯฮฟฯฮตฮปฮธฯฮฝ ฮฑฯ ฯฯ ฮตฮนฯฮตฮฝ ฮดฮนฮดฮฑฯฮบฮฑฮปฮต ฯฮน ฮฑฮณฮฑฮธฮฟฮฝ ฯฮฟฮนฮทฯฯ ฮนฮฝฮฑ ฯฯฯ ฮถฯฮทฮฝ ฮฑฮนฯฮฝฮนฮฟฮฝ
Translit, kai {AND} idou {BEHOLD,} eis {ONE} proselthรดn autฯ {HAVING COME TO HIM} eipen {SAID} didaskale {TEACHER} ti {WHAT} agathon {GOOD [THING]} poiรชsรด {SHALL I DO} hina {THAT} skhรด ekhรด {I MAY HAVE} zรดรชn {LIFE} aiรดnion {ETERNAL}
LAI mengikuti naskah UBS/WH, sama seperti versi NIV yang menuliskan 'didaskale' {Guru} saja dan tidak memasukkan ฮฑฮณฮฑฮธฮต - agathe {YANG BAIK}.
PENJELASAN TAMBAHAN :
Alkitab Bahasa Indonesia versi LAI, Perjanjian Lama diterjemahkan dari naskah Ibrani BHS (Biblia Hebraica Stuttgartensia), sedangkan Perjanjian Baru diterjemahkan dari naskah Nestle/Kurt Aland - UBS (United Bible Society).
Ada "dua" Alkitab versi bahasa Inggris yang populer yaitu KJV (King James Version) dan NIV (New International Version). KJV menganut sistem 'static', penerjemahan harfiah kata demi kata, sedangkan NIV menganut sistem 'dynamic', penerjemahan kontekstual.
Naskah Perjanjian Baru berbahasa Yunani pun beraneka ragam, namun yang populer ada dua pula yaitu naskah Stephanus yang disebut Textus Receptus berasal dari manuskrip sekitar abad ke-7 Masehi yaitu naskah Barat (Western-type text), dan naskah Westcott/Hort yang diteruskan oleh Nestle/K. Aland dan dikenal sebagai Revised Text berasal dari manuskrip sekitar abad ke-4 Masehi, dikenal sebagai naskah Aleksandria.
KJV menerjemahkan utuh dari naskah Textus Receptus, sedangkan NIV menerjemahkan dari UBS, menggunakan kombinasi antara kedua naskah tersebut. Demikian pula halnya dengan Alkitab terjemahan LAI. Jika kita menemukan ayat dalam tanda kurung dalam Alkitab LAI, berarti ayat itu dijumpai dalam naskah Textus Receptus, tetapi tidak ada dalam naskah WH (Westcott/Hort).
Mengapa ada aneka ragam naskah berbahasa Yunani? Barangkali Anda dapat menelusuri dari ilustrasi ini:
Paulus menulis surat kepada jemaat di Roma, hanya "satu" tulisan tangan Paulus. Surat kiriman Paulus ini diperlukan oleh jemaat di Efesus, maka mereka "menyalin" tulisan tangan Paulus. Jemaat di tempat lain pun memerlukan tulisan serupa, maka mereka "menyalin" pula, terkadang menyalin dari salinan, demikian seterusnya sehingga bermunculanlah 'manuskrip' (salinan naskah tulis tangan). Bahan yang digunakan pun bukanlah bahan yang awet berabad-abad sehingga naskah awal tidak bakal bertahan lama.
Nah, kodrat manusia itu lemah, tidak selamanya salinan dari salinan ini persis, terkadang muncul perbedaan-perbedaan.
3. REVISI KITAB MATIUS:
4:15 "Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain
Terjemahan yang tepat dari teks "orisinal":
4:15 "Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, Galilea, yang dihuni orang-orang non Yahudi
(Para penerjemah Alkitab Indonesia merubah frasa "yang dihuni orang-orang non Yahudi" menjadi "wilayah bangsa-bangsa lain" untuk mempersempit kontradiksi dengan ayat yang dikutip dan telah dimodifikasi oleh pengarang/penerjemah Matius dari Kitab Yesaya 9:1)
Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:
Versi Douay-Rheims Bible 1582 M:
4:15 Land of Zabulon and land of Nephthalim, the way of the sea beyond the Jordan, Galilee of the Gentiles:
Versi King James 1611 M:
The land of Zabulon, and the land of Nephthalim, by the way of the sea, beyond the Jordan, Galilee of the Gentiles;
Catatan:
Pengarang/penerjemah Matius membual bahwa misi kerasulan Yesus bukan hanya untuk orang-orang Israel atau Yahudi saja, tetapi juga untuk orang-orang dari bangsa-bangsa lain, karenanya, frasa "pelbagai umat" dalam teks Yesaya 9:1 yang menjadi rujukan Matius, diubah menjadi "orang-orang non Yahudi" dalam Matius 4:15. Selengkapnya, baca: Distorsi Matius 7.
4. REVISI KITAB MATIUS:
12:18 "Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa
12:21 Dan kepada-Nyalah bangsa-bangsa akan berharap."
Terjemahan yang tepat dari teks "orisinal":
12:18 "Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada orang-orang non Yahudi
12:21 Dan kepada-Nyalah orang-orang non Yahudi akan berharap."
(Para penerjemah Alkitab Indonesia merubah frasa "orang-orang non Yahudi" menjadi "bangsa-bangsa" untuk mempersempit kontradiksi dengan ayat-ayat yang dikutip dan telah dimodifikasi oleh pengarang/penerjemah Matius dari Kitab Yesaya 42:1,4)
Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:
Versi Douay-Rheims Bible 1582 M:
12:18 Behold my servant whom I have chosen, my beloved in whom my soul hath been well pleased. I will put my spirit upon him, and he shall shew judgement to the Gentiles.
12:21 And in his name the Gentiles shall hope.
Versi King James 1611 M:
12:18 Behold my servant, whom I have chosen; my beloved, in whom my soul is well pleased: I will put my spirit upon him, and he shall shew judgement to the Gentiles.
12:21 And in his name shall the Gentiles trust.
Catatan:
Pengarang/penerjemah Matius membual bahwa misi kerasulan Yesus bukan hanya untuk orang-orang Israel atau Yahudi saja, tetapi juga untuk orang-orang dari bangsa-bangsa lain, karenanya, frasa "bangsa-bangsa" dan "segala pulau" dalam teks Yesaya 42:1,4 yang menjadi rujukan Matius, diubah menjadi "orang-orang non Yahudi" dalam Matius 12:18,21. Selengkapnya, baca: Distorsi Matius 10.
Versi Douay-Rheims Bible 1582 M dan Versi King James 1611 M, adalah terjemahan, maka sebaiknya kita kaji teks asli ayat tersebut :
Seperti kasus diatas, maka sebaiknya kita kaji terjemahan tersebut dengan teks aslinya demikian :
* Matius 4:15
LAI Terjemahan Baru, "Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain,
LAI Terjemahan Lama, Tanah Zebulon dan tanah Naftali, yang di sebelah jalan ke tasik, di seberang Yarden, yaitu Galilea, tanah orang kafir;
KJV, The land of Zabulon, and the land of Nephthalim, by the way of the sea, beyond Jordan, Galilee of the Gentiles (bangsa-bangsa kafir);
TR, ฮณฮท ฮถฮฑฮฒฮฟฯ ฮปฯฮฝ ฮบฮฑฮน ฮณฮท ฮฝฮตฯฮธฮฑฮปฮตฮนฮผ ฮฟฮดฮฟฮฝ ฮธฮฑฮปฮฑฯฯฮทฯ ฯฮตฯฮฑฮฝ ฯฮฟฯ ฮนฮฟฯฮดฮฑฮฝฮฟฯ ฮณฮฑฮปฮนฮปฮฑฮนฮฑ ฯฯฮฝ ฮตฮธฮฝฯฮฝ
Translit, gรช zaboulรดn kai gรช nephthalim nephthaleim hodon thalassรชs peran tou iordanou galilaia tรดn ethnรดn
INTERLINEAR TR-KJV, gรช {LAND} zaboulรดn {OF ZEBULUN} kai {AND} gรช {LAND} nephthaleim {OF NAPHTALI,} hodon {WAY} thalassรชs {OF [THE] SEA,} peran {BEYOND} tou {THE} iordanou {JORDAN,} galilaia {GALILEE} tรดn {OF THE} ethnรดn {NATIONS,}
* Matius 12:18
LAI Terjemahan Baru, "Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa.
LAI Terjemahan Lama, Inilah hamba pilihan-Ku, dan kekasih-Ku, yang berkenan kepada hati-Ku; maka Aku akan membubuhkan Roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan menyatakan hukum kepada segala orang kafir.
KJV, Behold my servant, whom I have chosen; my beloved, in whom my soul is well pleased: I will put my spirit upon him, and he shall shew judgment to the Gentiles.
TR, ฮนฮดฮฟฯ ฮฟ ฯฮฑฮนฯ ฮผฮฟฯ ฮฟฮฝ ฮทฯฮตฯฮนฯฮฑ ฮฟ ฮฑฮณฮฑฯฮทฯฮฟฯ ฮผฮฟฯ ฮตฮนฯ ฮฟฮฝ ฮตฯ ฮดฮฟฮบฮทฯฮตฮฝ ฮท ฯฯ ฯฮท ฮผฮฟฯ ฮธฮทฯฯ ฯฮฟ ฯฮฝฮตฯ ฮผฮฑ ฮผฮฟฯ ฮตฯ ฮฑฯ ฯฮฟฮฝ ฮบฮฑฮน ฮบฯฮนฯฮนฮฝ ฯฮฟฮนฯ ฮตฮธฮฝฮตฯฮนฮฝ ฮฑฯฮฑฮณฮณฮตฮปฮตฮน
Translit, idou ho pais mou hon hรชretisa ho agapรชtos mou eis hon eudokรชsen hรช psukhรช mou thรชsรด to pneuma mou ep auton kai krisin tois ethnesin apaggelei
TR-KJV INTERLINEAR, idou {BEHOLD} ho pais mou {MY SERVANT} hon {WHOM} hรชretisa {I HAVE CHOSEN,} ho agapรชtos mou {MY BELOVED} eis {IN} hon {WHOM} eudokรชsen {HAS FOUND DELIGHT} hรช psukhรช mou {MY SOUL.} thรชsรด to {I WILL PUT}pneuma mou {MY SPIRIT} ep {UPON} auton {HIM,} kai {AND} krisin {JUDGMENT} tois {TO THE} ethnesin {NATIONS} aapaggelei {HE SHALL DECLARE.}
* Matius 12:21
LAI Terjemahan Baru, Dan pada-Nyalah bangsa-bangsa akan berharap.
LAI Terjemahan Lama, Dan kepada nama-Nya segala orang kafir akan berharap
KJV, And in his name shall the Gentiles trust.
TR, ฮบฮฑฮน ฮตฮฝ ฯฯ ฮฟฮฝฮฟฮผฮฑฯฮน ฮฑฯ ฯฮฟฯ ฮตฮธฮฝฮท ฮตฮปฯฮนฮฟฯ ฯฮนฮฝ
Translit, kai en tรด onomati autou ethnรช elpiousin
TR-KJV INTERLINEAR : kai {AND} en tรด {IN} onomati autou {HIS NAME [THE]} ethnรช {NATIONS} elpiousin {SHALL HOPE.}
Menurut Leksikon Yunani definisi ethnรช; ethnรดn (jamak) ; ฮตฮธฮฝฮฟฯ - ethnos (tunggal), adalah :
1) a multitude (whether of men or of beasts) associated or living together; a company, troop, swarm.
2) a multitude of individuals of the same nature or genus;the human family.
3) a tribe, nation, people group.
4) in the OT, foreign nations not worshipping the true God, pagans, Gentiles (nations, usually non-Jewish)
5) Paul uses the term for Gentile Christians.
Maka penerjemahan ethnรดn bisa diterjemahkan sebagai bangsa-bangsa non Yahudi (bangsa-bangsa lain); dalam pengertian bukan penyembah Allah nenek moyang Israel (Allah Ibrahim, Ishak, dan Yakub) atau bangsa-bangsa Kafir (The Gentiles).
Tidak ada yang perlu dipermasalahkan.
5. REVISI KITAB YOHANES:
2:4 Kata Yesus kepadanya (ibunya): "Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba."
Terjemahan yang tepat dari teks "orisinal":
2:4 Kata Yesus kepadanya (ibunya): "Mau apakah engkau dari pada-Ku, perempuan? Saat-Ku belum tiba."
(Para penerjemah Alkitab Indonesia merubah kata "perempuan" menjadi "ibu", agar lebih sopan)
Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:
Versi Douay-Rheims Bible 1582 M:
2:4 And Jesus saith to her: Woman, what is that to me and to thee? My hour is not yet come.
Versi King James 1611 M:
2:4 Jesus saith unto her, Woman, what have I to do with thee? mine hour is not yet come.
Versi Douay-Rheims Bible 1582 M dan Versi King James 1611 M, adalah terjemahan, maka sebaiknya kita kaji teks asli ayat tersebut :
Seperti kasus diatas, maka sebaiknya kita kaji terjemahan tersebut dengan teks aslinya demikian :
* Yohanes 2:3-4
LAI Terjemahan Baru,
2:3 Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: "Mereka kehabisan anggur."
2:4 Kata Yesus kepadanya: "Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba."
Alkitab Terjemahan lama,
2:3 Apabila kekurangan air anggur, berkatalah ibu Yesus kepada-Nya, "Mereka itu tiada berair anggur."
2:4 Maka kata Yesus kepadanya, "Hai perempuan, apakah yang kena-mengena di antara Aku dengan engkau? Saat-Ku belum sampai."
Alkitab Bahasa Inggris :
Jesus saith unto her, Woman, what have I to do with thee? mine hour is not yet come. (KJV john 2:4)
And Jesus said to her, "O woman, what have you to do with me? My hour has not yet come." (RSV 1965)
Jesus said to her, Woman, this is not your business; my time is still to come (Bible in Basic English)
Jesus says to her, What have I to do with thee, woman? mine hour has not yet come. (John Nelson Darby translation).
"Woman, what have you to do with me?" (NIV Bible)
TEXTUS RECEPTUS :
ฮปฮตฮณฮตฮน ฮฑฯ ฯฮท ฮฟ ฮนฮทฯฮฟฯ ฯ ฯฮน ฮตฮผฮฟฮน ฮบฮฑฮน ฯฮฟฮน ฮณฯ ฮฝฮฑฮน ฮฟฯ ฯฯ ฮทฮบฮตฮน ฮท ฯฯฮฑ ฮผฮฟฯ [/color]
Translit, legei autรช ho iรชsous ti emoi kai soi gunai oupรด รชkei hรช hรดra mou
Kata GUNAI berasal dari kata ฮณฯ ฮฝฮท - gunรช, berarti : women, a woman of any age, (whether a virgin, or married, or a widow)
Terhadap terjemahan LAI TB yang dipermasalahkan :
Kata 'ibu' dalam kehidupan masyarakat Indonesia, bukan selalu berarti 'mother' bisa juga berarti sebagai 'nyonya'.
Kaidah kata 'ibu' sekarang ini artinya meluas dan sering dipakai sebagai 'sapaan hormat' kepada seorang Wanita, kata 'ibu' ini bisa berarti 'Madame' atau 'lady' dalam bahasa Inggris
Maka LAI Terjemahan Baru (TB) lebih memilih kata 'ibu' yang kesannya lebih ‘manis’ dan sesuai jaman sekarang.
Tetapi penerjemahan yang tepat adalah seperti LAI TL, yaitu 'perempuan'
Penjelasan :
Ketika Yesus memanggil ibu-Nya dengan “Perempuan” ("kasar" kata sebagian orang). Tetapi Kita perlu juga tahu latar belakang budaya / adat-istiadat orang Yahudi untuk panggilan/sapaan kepada orang ke-dua.
Ungkapan "perempuan" Jangan disamakan dengan bahasa Indonesia, atau bahasa Inggris, atas sapaan kepada ibu, dengan dan latar kebudayaan dan bahasa yang digunakan oleh Yesus Kristus.
Bahasa dan kebudayaan serta tradisi suatu bangsa berbeda dengan bangsa lain.
Jika Yesus Kristus memanggil Maria dengan sapaan "Ibu" (Ibrani " ืֵื - EM" ; Aram 'EMA) , maka Dia tidak layak berada di muka khalayak ramai, dianggap masih anak-anak yang perlu momongan orang tua.
Orang Yahudi dewasa di muka khalayak ramai tidak akan memanggil ibunya dengan sapaan demikian, karena sudah menjadi tradisi mereka. Panggilan "Ibu" hanya boleh dilakukan di dalam lingkungan rumah tangga, bukan di muka umum.
* Yohanes 2:4
"Kata Yesus kepadanya: 'Mau apakah engkau dari pada-Ku, 'ibu' Saat-Ku belum tiba.'"
KJV, Jesus saith unto her, Woman, what have I to do with thee? mine hour is not yet come.
TR, ฮปฮตฮณฮตฮน ฮฑฯ ฯฮท ฮฟ ฮนฮทฯฮฟฯ ฯ ฯฮน ฮตฮผฮฟฮน ฮบฮฑฮน ฯฮฟฮน ฮณฯ ฮฝฮฑฮน ฮฟฯ ฯฯ ฮทฮบฮตฮน ฮท ฯฯฮฑ ฮผฮฟฯ
Translit interlinear, legei {berkata} autรช {kepadanya} ho iรชsous {Yesus} ti emoi kai {jangan mengganggu Aku} soi gunai {hai perempuan} oupรด {masih belum} รชkei {tiba} hรช hรดra {waktu} mou {-Ku}
Panggilan akrab, baik, dan hormat yang digunakan di muka khalayak ramai terhadap perempuan, termasuk ibu sendiri adalah kata Aram 'antta’, dalam bahasa Yunani menggunakan kasus vokatif 'ฮณฯ ฮฝฮฑฮน - gunai' dari kata dasar 'ฮณฯ ฮฝฮท - gunรช'.
Orang Yahudi bahkan tidak boleh memanggil seseorang dengan "nama kecil", meskipun ybs. menggunakan nama kecil. Panggilan seperti ini dianggap sebagai " ืืฉืื ืืจืข - LASYON HA-RA'" (evil tongue, sin of gossip).
Panggilan 'ฮณฯ ฮฝฮฑฮน - gunai', juga ditujukan kepada perempuan yang lain sebagai sapaan :
Contoh ayat :
* Matius 15:28
LAI TB, Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: 'Hai 'ibu', besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki.' Dan seketika itu juga anaknya sembuh.
LAI TL, Lalu jawab Yesus, serta berkata kepadanya, "Hai perempuan, besarlah imanmu; jadilah bagimu sama seperti engkau kehendaki." Maka sembuhlah anaknya yang perempuan itu pada ketika itu juga.
NIV,Then Jesus answered, "Woman, you have great faith! Your request is granted." And her daughter was healed from that very hour.
KJV, Then Jesus answered and said unto her, O woman, great is thy faith: be it unto thee even as thou wilt. And her daughter was made whole from that very hour.
TR, ฯฮฟฯฮต ฮฑฯฮฟฮบฯฮนฮธฮตฮนฯ ฮฟ ฮนฮทฯฮฟฯ ฯ ฮตฮนฯฮตฮฝ ฮฑฯ ฯฮท ฯ ฮณฯ ฮฝฮฑฮน ฮผฮตฮณฮฑฮปฮท ฯฮฟฯ ฮท ฯฮนฯฯฮนฯ ฮณฮตฮฝฮทฮธฮทฯฯ ฯฮฟฮน ฯฯ ฮธฮตฮปฮตฮนฯ ฮบฮฑฮน ฮนฮฑฮธฮท ฮท ฮธฯ ฮณฮฑฯฮทฯ ฮฑฯ ฯฮทฯ ฮฑฯฮฟ ฯฮทฯ ฯฯฮฑฯ ฮตฮบฮตฮนฮฝฮทฯ
Translit. tote apokritheis ho iรชsous eipen autรช hรด gunai megalรช sou hรช pistis genรชthรชtรด soi hรดs theleis kai iathรช hรช thugatรชr autรชs apo tรชs hรดras ekeinรชs
* Lukas 13:12
LAI TB, Ketika Yesus melihat perempuan itu, Ia memanggil dia dan berkata kepadanya: "Hai 'ibu', penyakitmu telah sembuh."
LAI TL, Apabila Yesus nampak dia, lalu Ia memanggil perempuan itu serta berkata kepadanya, "Hai perempuan, terlepaslah engkau daripada penyakit lemahmu itu."
NIV, When Jesus saw her, he called her forward and said to her, "Woman, you are set free from your infirmity."
KJV, And when Jesus saw her, he called her to him, and said unto her, Woman, thou art loosed from thine infirmity.
TR, ฮนฮดฯฮฝ ฮดฮต ฮฑฯ ฯฮทฮฝ ฮฟ ฮนฮทฯฮฟฯ ฯ ฯฯฮฟฯฮตฯฯฮฝฮทฯฮตฮฝ ฮบฮฑฮน ฮตฮนฯฮตฮฝ ฮฑฯ ฯฮท ฮณฯ ฮฝฮฑฮน ฮฑฯฮฟฮปฮตฮปฯ ฯฮฑฮน ฯฮทฯ ฮฑฯฮธฮตฮฝฮตฮนฮฑฯ ฯฮฟฯ
Translit, idรดn de autรชn ho iรชsous prosephรดnรชsen kai eipen autรช gunai apolelusai tรชs astheneias sou
* Yohanes 4:21
LAI TB, Kata Yesus kepadanya: "Percayalah kepada-Ku, hai 'perempuan', saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem."
LAI TL, Maka kata Yesus kepadanya, "Hai perempuan, percayalah kepada-Ku, bahwa masanya akan datang apabila kamu akan menyembah Bapa itu, bukan di atas bukit ini dan bukan pula di Yeruzalem.
NIV, Jesus declared, "Believe me, woman, a time is coming when you will worship the Father neither on this mountain nor in Jerusalem.
KJV, Jesus saith unto her, Woman, believe me, the hour cometh, when ye shall neither in this mountain, nor yet at Jerusalem, worship the Father.
TR, ฮปฮตฮณฮตฮน ฮฑฯ ฯฮท ฮฟ ฮนฮทฯฮฟฯ ฯ ฮณฯ ฮฝฮฑฮน ฯฮนฯฯฮตฯ ฯฮฟฮฝ ฮผฮฟฮน ฮฟฯฮน ฮตฯฯฮตฯฮฑฮน ฯฯฮฑ ฮฟฯฮต ฮฟฯ ฯฮต ฮตฮฝ ฯฯ ฮฟฯฮตฮน ฯฮฟฯ ฯฯ ฮฟฯ ฯฮต ฮตฮฝ ฮนฮตฯฮฟฯฮฟฮปฯ ฮผฮฟฮนฯ ฯฯฮฟฯฮบฯ ฮฝฮทฯฮตฯฮต ฯฯ ฯฮฑฯฯฮน
Translit, legei autรช ho iรชsous gunai pisteuson moi hoti erkhetai hรดra hote oute en tรด orei toutรด oute en hierosolumois proskunรชsete tรด patri
* Yohanes 20:13
LAI TB, "Kata malaikat-malaikat itu kepadanya: 'Ibu', mengapa engkau menangis?' Jawab Maria kepada mereka: "Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan."
LAI TL, Maka berkatalah malaekat itu kepada Maryam, "Hai perempuan, apakah sebabnya engkau menangis?" Maka kata Maryam kepadanya, "Sebab orang sudah mengambil Tuhan, dan hamba tiada tahu, di mana orang menaruh Dia."
NIV, They asked her, "Woman, why are you crying?"
KJV, And they say unto her, Woman, why weepest thou? She saith unto them, Because they have taken away my LORD, and I know not where they have laid him.
TR, ฮบฮฑฮน ฮปฮตฮณฮฟฯ ฯฮนฮฝ ฮฑฯ ฯฮท ฮตฮบฮตฮนฮฝฮฟฮน ฮณฯ ฮฝฮฑฮน ฯฮน ฮบฮปฮฑฮนฮตฮนฯ ฮปฮตฮณฮตฮน ฮฑฯ ฯฮฟฮนฯ ฮฟฯฮน ฮทฯฮฑฮฝ ฯฮฟฮฝ ฮบฯ ฯฮนฮฟฮฝ ฮผฮฟฯ ฮบฮฑฮน ฮฟฯ ฮบ ฮฟฮนฮดฮฑ ฯฮฟฯ ฮตฮธฮทฮบฮฑฮฝ ฮฑฯ ฯฮฟฮฝ
Translit, kai legousin autรช ekeinoi gunai ti klaieis legei autois hoti รชran ton kurion mou kai ouk oida pou ethรชkan auton
6. REVISI KITAB 1 SAMUEL:
6:19. Dan Ia membunuh beberapa orang Bet-Semes, karena mereka melihat ke dalam tabut TUHAN; Ia membunuh tujuh puluh orang dari rakyat itu. Rakyat itu berkabung, karena TUHAN telah menghajar mereka dengan dahsyatnya.
Terjemahan yang tepat dari teks "orisinal":
6:19. Dan Ia membunuh beberapa orang Bet-Semes, karena mereka melihat ke dalam tabut TUHAN; Ia membunuh lima puluh ribu tujuh pulu orang dari rakyat itu. Rakyat itu berkabung, karena TUHAN telah menghajar mereka dengan dahsyatnya.
(Para penerjemah Alkitab Indonesia merubah jumlah "50.070" menjadi "70" saja untuk mempersempit kontradiksi dengan Kitab Kejadian 8:21)
Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:
Versi Douay-Rheims Bible 1582 M:
6:19 But he slew of the men of Bethsames, because they had seen the ark of the Lord, and he slew of the people seventy men, and fifty thousand of the common people. And the people lamented, because the Lord had smitten the people with a great slaughter.
Versi King James 1611 M:
6:19 And he smote the men of Bethshemesh, because they had looked into the ark of the LORD, even he smote of the people fifty thousand and threescore and ten men: and the people lamented, because the LORD had smitten many of the people with a great slaughter.
* 1 Samuel 6:19
LAI TB, Dan Ia membunuh beberapa orang Bet-Semes, karena mereka melihat ke dalam tabut TUHAN; Ia membunuh tujuh puluh orang dari rakyat itu. Rakyat itu berkabung, karena TUHAN telah menghajar mereka dengan dahsyatnya
LAI TL, Hata, maka dipalu Tuhan akan orang Bait-Semes sebab mereka itu sudah mengintai ke dalam tabut Tuhan, bahkan, dipalu-Nya dari pada mereka itu tujuh puluh orang dari lima puluh ribu orang. Maka pada masa itu merataplah orang banyak, sebab dipalu Tuhan di antara mereka itu dengan palu yang besar.
Kita kaji teks asli ayat tersebut :
Biblia Hebraic Stuttgartensia (BHS), Hebrew with vowels,
ืַืַּืְ ืְּืַื ְืฉֵׁื ืֵืืช־ืฉֶׁืֶืฉׁ ืִּื ืจָืืּ ืַּืֲืจֹืื ืְืืָื ืַืַּืְ ืָּืขָื ืฉִׁืְืขִืื ืִืืฉׁ ืֲืִืฉִּׁืื ืֶืֶืฃ ืִืืฉׁ ืַืִּืชְืַืְּืืּ ืָืขָื ืִּื־ืִืָּื ืְืืָื ืָּืขָื ืַืָּื ืְืֹืืָื׃
Translit : VAYAKH BEANSYEY VE'IT-SYEMESY KI RAU BAARON YEHOVAH VAYAKH BA'AM {people} SYIVIM {seventy} ISY {man} KHAMISYIM {fifty/ a multiple of fifty (with other numbers) } 'ELEF {thousand} ISY {man} VAYITABLU HA'AM KI-HIKA YEHOVAH BA'AM MAKA GEDOLAH
Jewish Publication Society Tanakh,
And He smote of the men of Beth-shemesh, because they had gazed upon the ark of the LORD, even He smote of the people seventy men, and fifty thousand men; and the people mourned, because the LORD had smitten the people with a great slaughter.
Maka, terjemahan versi LAI TL lebih tepat mendekati teks aslinya. Meski kedua terjemahan tsb tidak bertentangan keduanya menulis bahwa yang dibunuh adalah sebanyak 70 orang
7. REVISI KITAB 2 SAMUEL:
17:25 Absalom telah mengangkat Amasa menggantikan Yoab untuk mengepalai tentara. Amasa adalah anak seorang yang bernama Yitra, seorang Ismael yang telah memperisteri Abigal binti Nahas, saudara perempuan Zeruya ibu Yoab.
Terjemahan yang tepat dari teks "orisinal":
17:25 Absalom telah mengangkat Amasa menggantikan Yoab untuk mengepalai tentara. Amasa adalah anak seorang yang bernama Yitra, seorang Israel yang telah memperisteri Abigal binti Nahas, saudara perempuan Zeruya ibu Yoab.
(Para penerjemah Alkitab Indonesia merubah kata "Israel" menjadi "Ismael" untuk menghilangkan kontradiksi dengan Kitab 1 Tawarikh 2:17)
Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:
Versi The Latin Vulgate (sebelum abad ke-15 M):
17:25 Amasam vero constituit Absalom pro Ioab super exercitum Amasa autem erat filius viri qui vocabatur Iethra de Hiesreli qui ingressus est ad Abigail filiam Naas sororem Sarviae quae fuit mater Ioab
Versi Douay-Rheims Bible 1582 M:
17:25 Now Absalom appointed Amasa in Joab's stead over the army: and Amasa was the son of a man who was called Jethra, of Jezrael, who went in to Abigail the daughter of Naas, the sister of Sarvia who was the mother of Joab.
Versi King James 1611 M:
17:25 And Absalom made Amasa captain of the host instead of Joab: which Amasa was a man's son, whose name was Ithra an Israelite, that went in to Abigail the daughter of Nahash, sister to Zeruiah Joab's mother.
Kita kaji teks asli Tanakh Ibrani :
* 2 Samuel 17:25
Hebrew,
ืְืֶืช־ืขֲืָืฉָׂื ืฉָׂื ืַืְืฉָׁืֹื ืชַּืַืช ืֹืืָื ืขַื־ืַืฆָּืָื ืַืขֲืָืฉָׂื ืֶื־ืִืืฉׁ ืּืฉְׁืֹื ืִืชְืจָื ืַืִּืฉְׂืจְืֵืִื ืֲืฉֶׁืจ־ืָּื ืֶื־ืֲืִืืַื ืַּืช־ื ָืָืฉׁ ืֲืֹืืช ืฆְืจืּืָื ืֵื ืֹืืָื׃
Translit, VE'ET-AMASA SAM AVSYALOM TAKHAT YO'AV AL-HATSAVA VA'AMASA VEN-ISY USYEMO YITRA HAYISRE'ELI ASYER-BA 'EL-AVIGAL BAT-NAKHASY 'AKHOT TSERUYA 'EM YO'AV
Terjemahan Hebrew Tanakh, And Absalom had set Amasa over the host instead of Joab. Now Amasa was the son of a man, whose name was Ithra the Jesraelite, that went in to Abigal the daughter of Nahash, sister to Zeruiah Joab's mother.
LAI TB, Absalom telah mengangkat Amasa menggantikan Yoab untuk mengepalai tentara. Amasa adalah anak seorang yang bernama Yitra, seorang Ismael yang telah memperisteri Abigal binti Nahas, saudara perempuan Zeruya ibu Yoab
LAI TL, Maka telah diangkat Absalom akan Amasa atas balatentara akan ganti Yoab: maka Amasa itu anak seorang yang bernama Yitera, orang Israel yang sudah berbinikan Abigail, anak Nahas, saudara perempuan Zeruya, ibu Yoab itu
semestinya memang diterjemahkan dengan orang Israel, sesuai Tanakh Ibrani. Maka terjemahan LAI TL tebih tepat.
Sekarang kita kaji ayat :
* 1 Tawarikh 2:17
Hebrew,
ืַืֲืִืืַืִื ืָืְืָื ืֶืช־ืขֲืָืฉָׂื ืַืֲืִื ืขֲืָืฉָׂื ืֶืชֶืจ ืַืִּืฉְׁืְืขֵืืִื׃
Translit, VA'AVIGAYIL YALDAH 'ET-AMASA VA'AVI AMASA YETER HAYISYME'ELI
Jewish Publication Society Tanakh, And Abigail bore Amasa; and the father of Amasa was Jether the Ishmaelite.
LAI TB, Abigail melahirkan Amasa dan ayah Amasa ialah Yeter, orang Ismael itu
LAI TL, Maka Abigail beranaklah Amasa, dan bapa Amasa itu Yeter, seorang Ismaeli.
apakah dengan demikian 2 Samuel 17:25 dan 1 Tawarikh 2:17 kontradiksi?
Kitab Samuel
Diperkirakan ditulis oleh nabi Samuel, Natan dan Gad pada sekitar tahun 1000 SM hingga 930 SM pada masa pemerintahan Raja Saul (Thalut menurut Qur’an), raja Daud dan raja Sulaiman.
Pada waktu ini kerajaan Israel telah menjadi kerajaan besar dikawasan timur tengah
Jadi nama Israel lebih mengacu pada kerajaan / negara.
Sedangkan jika berbicara sebagai suku bangsa lebih mengacu pada nama ke 12 suku bangsa Israel.
Yeter hidup pada masa raja Daud pada saat kerajaan Israel sedang berada dalam masa kegemilangannya.
Itulah sebabnya dalam Kitab Samuel dia ditulis sebagai orang Israel yang lebih mengacu kepada WARGA NEGARA ISRAEL.
Kitab Tawarikh
Ditulis pada masa pembuangan di Babel oleh Ezra sekitar tahun 450 SM. Setelah raja Sulaiman wafat, kerajaan Israel terpecah 2 sekitar tahun 930 SM yaitu Israel di Utara dan Yehuda di selatan.
Kerajaan Israel berakhir pada tahun 722 SM dengan ditaklukkan oleh Asyur. Sementara kerajaan Yehuda sendiri pada tahun 589 SM jatuh ketangan Babel dan penduduknya dibuang ke Babel.
Jadi pada waktu Ezra menuliskan kitab Tawarik, kerajaan Israel telah lama lenyap
Itulah sebabnya dalam Kitab Tawarikh, dia ditulis sebagai orang Ismael yang mengacu kepada KETURUNAN.
Jadi kesimpulannya :
Yeter/Yitra adalah seorang keturunan bani Ismail namun menjadi warga kerajaan Israel.
Sama saja seperti petinju Nasim Hamed, dia warganegara Inggris, tapi lebih mengaku sebagai orang keturunan Yaman.
8. REVISI KITAB 2 SAMUEL:
24:13 Kemudian datanglah Gad kepada Daud, memberitahukan kepadanya dengan berkata kepadanya: "Akan datangkah menimpa engkau tiga tahun kelaparan di negerimu? Atau maukah engkau...
Terjemahan yang tepat dari teks "orisinal":
24:13 Kemudian datanglah Gad kepada Daud, memberitahukan kepadanya dengan berkata kepadanya: "Akan datangkah menimpa engkau tujuh tahun kelaparan di negerimu? Atau maukah engkau...
(Para penerjemah Alkitab Indonesia merubah kata "tujuh" menjadi "tiga" untuk menghilangkan kontradiksi dengan Kitab 1 Tawarikh 21:12)
Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:
Versi Douay-Rheims Bible 1582 M:
24:13 And when Gad was come to David, he told him, saying: Either seven years of famine shall come to thee in thy land: or thou shalt...
Versi King James 1611 M:
24:13 So Gad came to David, and told him, and said unto him, Shall seven years of famine shall come to thee in thy land? or wilt thou...
Para penerjemah Alkitab LAI Terjemahan Baru terdiri atas Drs. C.D. Grijns, P.S. Naipospos, Dr. Chr.F. Barth, E.I. Soekarso, Dr. R. Soedarmo, M.H. simanungkalit, O.E.Ch. Woewoengan, Dr. Liem Khiem Yang, J.P.Siboroetorop, Dr. A. de Kuiper, beserta J. Koper dan Drs. Rikin-Bijleveld. Mereka tidak mengubah ayat Alkitab tetapi menerjemahkan Alkitab dari beberapa naskah, dengan meneliti dari berbagai aspek.
* 2 Samuel 24:13
LAI TB, Kemudian datanglah Gad kepada Daud, memberitahukan kepadanya dengan berkata kepadanya: "Akan datangkah menimpa engkau tiga tahun kelaparan di negerimu? Atau maukah engkau melarikan diri tiga bulan lamanya dari hadapan lawanmu, sedang mereka itu mengejar engkau? Atau, akan adakah tiga hari penyakit sampar di negerimu? Maka sekarang, pikirkanlah dan timbanglah, jawab apa yang harus kusampaikan kepada Yang mengutus aku.
naskah Ibrani:
ืַืָּืֹื־ืָื ืֶื־ืָּืִื ืַืַּืֶּื־ืֹื ืַืֹּืืֶืจ ืֹื ืֲืชָืֹืื ืְืָ ืฉֶׁืַืข ืฉָׁื ִืื ืจָืขָื ืְּืַืจְืฆֶืָ ืִื־ืฉְׁืֹืฉָׁื ืֳืָืฉִׁืื ื ֻืกְืָ ืִืคְื ֵื־ืฆָืจֶืืָ ืְืืּื ืจֹืְืคֶืָ ืְืִื־ืֱืֹืืช ืฉְׁืֹืฉֶׁืช ืָืִืื ืֶּืֶืจ ืְּืַืจְืฆֶืָ ืขַืชָּื ืַּืข ืּืจְืֵื ืָื־ืָืฉִׁืื ืฉֹׁืְืִื ืָּืָืจ׃ ืก
Translit, VAYรVO'-GรD 'EL-DรVID VAYAGED-Lร VAYO'MER Lร HATรVร' LEKHA SYEVA' {tujuh} SYรNรM {tahun} Rร'รV BE'ARTSEKHA 'IM-SYELOSYรH KHODรSYรM NUSKHA LIFNรY-TSรREYKHA VEHร' RODEFEKHA VE'IM-HEYรT SYELOSYET YรMรM DEVER BE'ARTSEKHA 'ATรH DA' รRE'รH MรH-'รSYรV SYOLEKHร DรVรR
* 1 Tawarikh 21:11-12,
naskah Ibrani:
21:11
ืַืָּืֹื ืָื ืֶื־ืָּืִืื ืַืֹּืืֶืจ ืֹื ืֹּื־ืָืַืจ ืְืืָื ืงַืֶּื־ืָืְ׃
Translit, VAYรVO' GรD 'EL-DรVรD VAYO'MER Lร KOH-'รMAR YEHOVรH QABEL-LรKH
21:12
ืִื־ืฉָׁืֹืืฉׁ ืฉָׁื ִืื ืจָืขָื ืְืִื־ืฉְׁืֹืฉָׁื ืֳืָืฉִׁืื ื ִืกְืคֶּื ืִืคְּื ֵื־ืฆָืจֶืืָ ืְืֶืจֶื ืֹืืְืֶืָ ืְืַืฉֶּׂืֶืช ืְืִื־ืฉְׁืֹืฉֶׁืช ืָืִืื ืֶืจֶื ืְืืָื ืְืֶืֶืจ ืָּืָืจֶืฅ ืּืַืְืַืְ ืְืืָื ืַืฉְׁืִืืช ืְּืָื־ืְּืืּื ืִืฉְׂืจָืֵื ืְืขַืชָּื ืจְืֵื ืָื־ืָืฉִׁืื ืֶืช־ืฉֹׁืְืִื ืָּืָืจ׃ ืฃ
Translit, 'IM-SYรLรSY {tiga} SYรNรM {tahun} Rร'รV VE'IM-SYELOSYรH KHODรSYรM NISPEH MIPENรY-TSรREYKHA VEKHEREV 'รYEVEKHA LEMASEGET VE'IM-SYELOSYET YรMรM KHEREV YEHOVรH VEDEVER Bร'รRETS รMAL'AKH YEHOVรH MASYKHรT BEKHOL-GEVรL YISRร'รL VE'ATรH RE'รH MรH-'รSYรV 'ET-SYOLEKHร DรVรR
Jika kita perhatikan, ada suatu bentuk paralelisme dalam ayat-ayat di atas yang berhubungan dengan angka, tiga tahun kelaparan, tiga bulan melarikan diri, tiga hari penyakit sampar, seyogianya 2 Samuel 24:13 menulis tiga tahun dan bukan tujuh tahun sesuai dengan kaidah bahasa kesusastraan Perjanjian Lama, namun mengapa teks Ibrani justru menulis, ืฉֶׁืַืข ืฉָׁื ִืื - SYEVA' SYรNรM (tujuh tahun)?
Ada yang memperkirakan bahwa telah terjadi kesalahan penyalinan dari generasi ke generasi.
Kedua kata "tiga" dan "tujuh" ini sama-sama dimulai dengan huruf ืฉ - SYIN sedangkan huruf yang mengikuti ืฉֶׁืַืข - SYEVA', "tujuh" yakni ื - BรT dan ืฆ - AYIN mirip dengan ื - LรMED dan ืฉ - SYINsehingga penyalinan ืฉֶׁืַืข - SYEVA' menjadi ืฉָׁืֹืืฉׁ - SYรLOSY.
Aksara ื - BรT tanpa disadari terbubuhi sedikit garis di atasnya menjadi ื - LรMED, demikian pula dengan ืฉ - SYIN, jika seandainya -- maaf -- ada sehelai janggut pendek sang penyalin yang jatuh pas di sebelah kiri huruf ini, maka ืฉ - SYIN akan terbaca - ืฆ - AYIN.
Bagaimana dengan terjemahan lain seperti Septuaginta yang usianya hampir sama tuanya dengan naskah salinan? Ternyata Septuaginta benar, menerjemahkannya dengan tiga tahun sesuai dengan paralelisme sastra Ibrani.
* 2 Samuel 24:13 menurut Septuaginta:
ฮบฮฑฮน ฮตฮนฯฮทฮปฮธฮตฮฝ ฮณฮฑฮด ฯฯฮฟฯ ฮดฮฑฯ ฮนฮด ฮบฮฑฮน ฮฑฮฝฮทฮณฮณฮตฮนฮปฮตฮฝ ฮฑฯ ฯฯ ฮบฮฑฮน ฮตฮนฯฮตฮฝ ฮฑฯ ฯฯ ฮตฮบฮปฮตฮพฮฑฮน ฯฮตฮฑฯ ฯฯ ฮณฮตฮฝฮตฯฮธฮฑฮน ฮตฮน ฮตฮปฮธฮท ฯฮฟฮน ฯฯฮนฮฑ ฮตฯฮท ฮปฮนฮผฮฟฯ ฮตฮฝ ฯฮท ฮณฮท ฯฮฟฯ ฮท ฯฯฮตฮนฯ ฮผฮทฮฝฮฑฯ ฯฮตฯ ฮณฮตฮนฮฝ ฯฮต ฮตฮผฯฯฮฟฯฮธฮตฮฝ ฯฯฮฝ ฮตฯฮธฯฯฮฝ ฯฮฟฯ ฮบฮฑฮน ฮตฯฮฟฮฝฯฮฑฮน ฮดฮนฯฮบฮฟฮฝฯฮตฯ ฯฮต ฮท ฮณฮตฮฝฮตฯฮธฮฑฮน ฯฯฮตฮนฯ ฮทฮผฮตฯฮฑฯ ฮธฮฑฮฝฮฑฯฮฟฮฝ ฮตฮฝ ฯฮท ฮณฮท ฯฮฟฯ ฮฝฯ ฮฝ ฮฟฯ ฮฝ ฮณฮฝฯฮธฮน ฮบฮฑฮน ฮนฮดฮต ฯฮน ฮฑฯฮฟฮบฯฮนฮธฯ ฯฯ ฮฑฯฮฟฯฯฮตฮนฮปฮฑฮฝฯฮน ฮผฮต ฯฮทฮผฮฑ
Translit, KAI EISรLTHEN GAD PROS DAUID KAI ANรGGEILEN AUTร KAI EIPEN AUTร EKLEXAI SEAUTร GENESTHAI EI ELTHร SOI TRIA ETร LIMOS EN Tร Gร SOU ร TREIS MรNAS PHEUGEIN SE EMPROSTHEN TรN EKHTHRรN SOU KAI ESONTAI DIรKONTES SE ร GENESTHAI TREIS HรMERAS THANATON EN Tร Gร SOU NUN OUN GNรTHI KAI IDE TI APOKRITHร Tร APOSTEILANTI ME RHรMA
Pendapat lain menyatakan kekeliruan penulisan nilai numeral. Aksara Ibrani di samping berfungsi sebagai huruf, juga digunakan sebagai angka, dan sebagian naskah Ibrani menggunakan fungsi ini saat menyalin nilai tertentu.
Ada kemiripan antara aksara ื - ZรYIN yang bernilai tujuh dengan aksara ื - GรMEL yang bernilai tiga, apalagi jika hurufnya ditulis kecil.
9. REVISI KITAB LUKAS:
3:23 Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, Ia adalah anak Yusuf, anak Eli,
Terjemahan yang tepat dari teks "orisinal":
3:23 Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan Ia adalah anak Yusuf, anak Eli,
(Para penerjemah Alkitab Indonesia menambah frasa "menurut anggapan orang" untuk menciptakan persepsi baru bagi umat Kristen)
Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:
Versi Douay-Rheims Bible 1582 M:
3:23 And Jesus himself was beginning about the age of thirty years: being (as it was supposed) the son of Joseph, who was of Heli, who was of Mathat,
Versi King James 1611 M:
3:23 And Jesus himself began to be about thirty years of age, being (as was supposed) the son of Joseph, which was the son of Heli,
Catatan:
Kata-kata yang terdapat di dalam tanda kurung merupakan tambahan dari penerjemah!
* Lukas 3:23
LAI TB, Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, Ia adalah anak Yusuf, anak Eli,
LAI TL, Maka Yesus sendiri tatkala Ia mulai mengajar, umur-Nya sekira-kira tiga puluh tahun; maka pada sangka orang Ia itu anak Yusuf, anak Heli
KJV, And Jesus himself began to be about thirty years of age, being (as was supposed) the son of Joseph, which was the son of Heli,
NIV, "Now Jesus himself was about thirty years old when he began his ministry. He was the son, so it was thought, of Joseph, the son of Heli,
TR, ฮบฮฑฮน ฮฑฯ ฯฮฟฯ ฮทฮฝ ฮฟ ฮนฮทฯฮฟฯ ฯ ฯฯฮตฮน ฮตฯฯฮฝ ฯฯฮนฮฑฮบฮฟฮฝฯฮฑ ฮฑฯฯฮฟฮผฮตฮฝฮฟฯ ฯฮฝ ฯฯ ฮตฮฝฮฟฮผฮนฮถฮตฯฮฟ ฯ ฮนฮฟฯ ฮนฯฯฮทฯ ฯฮฟฯ ฮทฮปฮน
Translit, kai {dan} autos {Dia} รชn {adalah} ho iรชsous {Yesus} hรดsei {kira-kira} etรดn {tahun} triakonta {tiga puluh} arkhomenos {MULAI} รดn {menjadi} hรดs {seperti} enomizeto {Ia dianggap} huios {Anak} iรดsรชph {yusuf} tou {yang dari} รชli {eli}
ฮตฮฝฮฟฮผฮนฮถฮตฯฮฟ - enomizeto, Ia dianggap, 'was supposed' didalam KJV yang dalam tanda kurung bukanlah tambah-tambahan dari penterjemah, kata ini berasal dari kata ฮฝฮฟฮผฮนฮถฯ - nomizรด, Leksikon Yunani : to hold by custom or usage, own as a custom or usage, to follow a custom or usage. it is the custom, it is the received usage. To deem, think, suppose.
Pemakaian kata ฯ ฮนฮฟฯ- huios' di depan nama Yusuf, kemudian penggunaan kata sandang genitif ฯฮฟฯ - tou sesudah itu menyiratkan bahwa Yesus bukanlah anak kandung Yusuf.
Tetapi Yesus 'dianggap' sebagai anak Yusuf secara Hukum Yahudi, Yusuf mengawini Maria, oleh karena itu Yusuf adalah ayah Yesus. Yusuf adalah ayah 'de iure', bukan ayah 'de facto' Yesus. Inilah yang dimaksud dalam terjemahan bahasa Indonesia 'menurut anggapan orang'
Orang menganggap Yesus adalah anak Yusuf karena mereka tidak percaya bahwa Yesus lahir dari benih perempuan tanpa dibuahi oleh benih manusia.
10. REVISI KITAB LUKAS:
24:42 Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng.
Terjemahan yang tepat dari teks "orisinal":
24:42 Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng dan sebuah sarang madu.
(Para penerjemah Alkitab Indonesia menghilangkan frasa "dan sebuah sarang madu" tanpa alasan yang jelas)
Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:
Versi Douay-Rheims Bible 1582 M:
24:42 And they offered him a piece of a broiled fish and a honeycomb.
Versi King James 1611 M:
24:42 And they gave him a piece of a broiled fish, and of an honeycomb.
*Lukas 24:42
LAI TB, Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng
LAI TL, Lalu diberinya Dia ikan goreng sepotong.
Klinkert 1870, Maka diberikanlah olih mareka-itoe sapotong ikan goreng dan sedikit sarang lebah.
KJV, And they gave him a piece of a broiled fish, and of an honeycomb.
NIV, They gave him a piece of broiled fish,
TEXTUS RECEPTUS (TR) :
ฮฟฮน ฮดฮต ฮตฯฮตฮดฯฮบฮฑฮฝ ฮฑฯ ฯฯ ฮนฯฮธฯ ฮฟฯ ฮฟฯฯฮฟฯ ฮผฮตฯฮฟฯ ฮบฮฑฮน ฮฑฯฮฟ ฮผฮตฮปฮนฯฯฮนฮฟฯ ฮบฮทฯฮนฮฟฯ
Translit, hoi de {TETAPI} epedรดkan {MEREKA MEMBERIKAN} autรด {KEPADA-NYA} ikhthuos {IKAN} optou {GORENG} meros {BAGIAN} kai {DAN} apo {DARI} 'melissiou kรชriou' {SARANG MADU}"
WESTCOTT-HORT (WH):
ฮฟฮน ฮดฮต ฮตฯฮตฮดฯฮบฮฑฮฝ ฮฑฯ ฯฯ ฮนฯฮธฯ ฮฟฯ ฮฟฯฯฮฟฯ ฮผฮตฯฮฟฯ
hoi de {TETAPI} epedรดkan {MEREKA MEMBERIKAN} autรด {KEPADA-NYA} ikhthuos {IKAN} optou {GORENG} meros {BAGIAN}
LAI mengikuti naskah UBS/WH, sama seperti versi NIV yang tidak memasukkan ฮบฮฑฮน ฮฑฯฮฟ ฮผฮตฮปฮนฯฯฮนฮฟฯ ฮบฮทฯฮนฮฟฯ ; kai apo melissiou kรชriou, "dan dari sarang madu".
11. REVISI KITAB 2 KORINTUS:
12:16 Baiklah, aku sendiri tidak merupakan suatu beban bagi kamu, tetapi--kamu katakan--dalam kelicikanku aku telah menjerat kamu dengan tipu daya.
Terjemahan yang tepat dari teks "orisinal":
12:16 Baiklah, aku sendiri tidak merupakan suatu beban bagi kamu, tetapi dalam kelicikanku aku telah menjerat kamu dengan tipu daya.
(Para penerjemah Alkitab Indonesia menambah frasa "kamu katakan" untuk menciptakan persepsi baru bagi umat Kristen)
Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:
Versi Douay-Rheims Bible 1582 M:
12:16 But be it so: I did not burthen you: but being crafty, I caught you by guile.
Versi King James 1611 M:
12:16 But be it so, I did not burden you: nevertheless, being crafty, I caught you with guile.
GAYA BAHASA DIATRIBE
Gaya penulisan yang sering digunakan oleh Paulus adalah DIATRIBE. Coraknya adalah rasul Paulus seakan-akan berdebat dengan orang lain.
Jadi dengan kata lain tulisan tersebut seolah disajikan dalam bentuk pertanyaan/tuduhan dan jawaban.
Maka untuk memahami ayat dalam 2 Korintus 12:16 diatas, paling tidak anda harus membaca ayat 14 dahulu diteruskan sampai ke ayat 18, dengan penjelasan demikian :
Beberapa orang Korintus salah menanggapi bahwa kunjungan rasul Paulus adalah demi uang.
ayat 14 : .... sebab bukan hartamu yang aku cari ....
Rasul Paulus menuliskan tuduhan orang Korintus tersebut :
ayat 16 : ..... dalam kelicikanku aku telah menjerat kamu dengan tipu daya.
ayat 17 dan 18 adalah jawaban langsung dari rasul Paulus terhadap tuduhan diatas, yaitu : "Jadi pernahkan aku mengambil untung dari pada kamu oleh seorang dari antara mereka yang kuutus kepada kamu?
inilah gaya DIATRIBE Paulus, yang sering dicuplik sisi negatifnya saja oleh kalangan Muslim.
Hal yang sama juga sering dituduhkan, misalnya ayat Roma 3:7, ini digunakan sebagai tuduhan bahwa Paulus Rasul Palsu, dengan tanpa mamahami ayat-ayat lain yang terkait, bahwa dalam Roma 3:1–8 terdapat gaya DIATRIBE seperti di 2 Korintus 12:14-18 ini.
Dibawah ini kajian ayat 16:
* 2 Korintus 12:16
LAI TB, Baiklah, aku sendiri tidak merupakan suatu beban bagi kamu, tetapi -- kamu katakan -- dalam kelicikanku aku telah menjerat kamu dengan tipu daya.
LAI TL, Tetapi biarlah begitu, aku ini tiada membebankan kamu, melainkan sebab cerdik, aku tangkap kamu dengan muslihat
KJV, But be it so, I did not burden you: nevertheless, being crafty, I caught you with guile.
NKJV, But be that as it may, I did not burden you. Nevertheless, being crafty, I caught you by cunning!
NIV, Be that as it may, I have not been a burden to you. Yet, crafty fellow that I am, I caught you by trickery!
TEXTUS RECEPTUS, ฮตฯฯฯ ฮดฮต ฮตฮณฯ ฮฟฯ ฮบฮฑฯฮตฮฒฮฑฯฮทฯฮฑ ฯ ฮผฮฑฯ ฮฑฮปฮป ฯ ฯฮฑฯฯฯฮฝ ฯฮฑฮฝฮฟฯ ฯฮณฮฟฯ ฮดฮฟฮปฯ ฯ ฮผฮฑฯ ฮตฮปฮฑฮฒฮฟฮฝ
TR Interlinear KJV: estรด de {BUT BE IT SO,} egรด {I} ou katebarรชsa {DID NOT BURDEN} humas {YOU;} alla huparkhรดn {BEING} panourgos {CRAFTY} dolรด {WITH GUILE} humas {YOU} elabon {I TOOK.}
Frasa "kamu katakan" dalam terjemahan LAI TB, memang tidak terdapat dalam teks asli Yunani TR. Tetapi dapat anda pahami ketika membaca konteks seluruhnya yang sedang ditulis oleh Paulus yaitu misi pelayanannya yang dicurigai oleh beberapa orang di Korintus.
12. REVISI KITAB YOHANES:
13:13 Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan.
13:14 Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu;
Terjemahan yang tepat dari teks "orisinal":
13:13 Kamu menyebut Aku kepala (guru) dan tuan, dan katamu itu tepat, sebab begitulah Aku.
13:14 Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah tuan dan kepala (guru)-mu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu;
(Para penerjemah Alkitab Indonesia menerjemahkan kata "lord" atau "master" sebagai "Tuhan" agar seolah-olah Yesus adalah Tuhan, padahal arti kata-kata tersebut bersifat relatif: kepala, tuan, pemimpin, redaktur, sri paduka raja, dan lain-lain)
Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:
Versi Douay-Rheims Bible 1582 M:
13:13 You call me Master and Lord. And you say well: for so I am.
13:14 If then I being your Lord and Master, have washed your feet; you also ought to wash one another?s feet.
Versi King James 1611 M:
13:13 Ye call me Master and Lord: and ye say well; for so I am.
13:14 If I then, your Lord and Master, have washed your feet; ye also ought to wash one another's feet.
Versi New American Bible:
13:13 You call me 'teacher' and 'master,' and rightly so, for indeed I am.
13:14 If I, therefore, the master and teacher, have washed your feet, you ought to wash one another's feet.
Catatan:
Kata "Lord" dalam Perjanjian Lama memang dapat diterjemahkan sebagai "Tuhan" atau "God", namun maknanya juga bisa bervariasi. Tetapi dalam konteks ini ia tidak tepat diterjemahkan sebagai "Tuhan". Sesungguhnya, terjemahan yang tepat untuk kata "Lord" dalam konteks ayat di atas adalah "tuan" bukan "Tuhan"! Bukti-buktinya dapat dilihat di bawah ini:
Alkitab bahasa Indonesia tidak diterjemahkan dari Alkitab bahasa Inggris, melainkan dari Salinan Naskah aslinya. Penterjemahan kata Kurios dalam Alkitab Bahasa Indonesia adalah 'Tuhan' dan 'Tuan'
Sebenarnya tidak ada yang bertentangan antara Alkitab LAI dengan Alkitab terjemahan bhs Inggris, silahkan buka buku kamus anda atau buka di :
http://www.kamus.web.id (kamus netral)
atau
http://kamus.ugm.ac.id/english.php (kamus netral)
masukkan kata "Lord" maka dengan segera diterjemahkan menjadi : penguasa tertinggi, Tuhan, bangsawan, pejabat tinggi
http://www.yourdictionary.com/ (kamus netral) masukkan kata "Lord"
Dalam English Dictionary-Thesaurus Kata “Lord” berarti :
a. God.
b. Christianity Jesus.
c. A man of renowned power or authority.
d. A man who has mastery in a given field or activity.
e. Archaic The male head of a household.
f. Archaic A husband.
Lebih jauh lagi "Lord" memang dipakai untuk menunjukkan :
A man of high rank in a feudal society or in one that retains feudal forms and institutions, especially:
a. A king.
b. A territorial magnate.
c. The proprietor of a manor.
Lords The House of Lords.
Abbr. Ld. Chiefly British The general masculine title of nobility and other rank: a. Used as a form of address for a marquis, an earl, or a viscount. b. Used as the usual style for a baron. c. Used as a courtesy title for a younger son of a duke or marquis. d. Used as a title for certain high officials and dignitaries: Lord Chamberlain; the Lord Mayor of London. e. Used as a title for a bishop.
Sudah menjadi hal yang lazim bahwa orang yang berbahasa Inggris menyebut Tuhan Yesus sebagai "Lord Jesus"
Demikian pula origin dari kata "Tuhan" adalah berasal dari "tuan"
Kita memper-tuan-kan; meng-agung-kan satu oknum tertinggi, Tuan dari segala tuan, maka kita menyebut "Tuhan".
* YOHANES 13:13
VERSI LAI TERJEMAHAN BARU:
"Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan."
VERSI BAHASA INDONESIA SEHARI-HARI :
Kalian memanggil Aku Guru dan Tuhan. Dan memang demikian.
VERSI TERJEMAHAN LAMA :
Kamu ini memanggil Aku Guru dan Tuhan, maka betullah katamu itu, karena Akulah Dia.
BAHASA INGGRIS :
New American Standard Bible Update (1995) -- The Lockman Foundation
"You call Me Teacher and Lord; and you are right, for so I am.
New International Version -- Background of the Translation - 1978 (rev. 1983)
"You call me 'Teacher' and 'Lord,' and rightly so, for that is what I am.
American Standard Version 1901 -- Preface to the American Edition
Ye call me, Teacher, and, Lord: and ye say well; for so I am.
Darby Translation -- Introductory Notice (1890)
Ye call me the Teacher and the Lord, and ye say well, for I am [so].
King James Version -- The Translators to the Reader (KJV Preface, 1611)
Ye call me Master and Lord: and ye say well; for so I am.
New King James Version (1982) -- Ministry of the Word Bible Search
"You call me Teacher and Lord, and you say well, for [so] I am.
New Revised Standard Version (1989) -- The Online Study Bible w/verse notes
You call me Teacher and Lord—and you are right, for that is what I am.
Revised Standard Version
"You call me 'Teacher' and 'Lord,' and rightly so, for that is what I am.
World English Bible --
You call me, 'Teacher' and 'Lord.' You say so correctly, for so I am.
Young 's Literal Translation -- Publisher's Note & Preface (1898)
ye call me, The Teacher and The Lord, and ye say well, for I am;
The Orthodox Jewish Brit Chadasha,
"You call me Rebbe and Adoneinu, and you say well, for Ani hu."
AYAT TERSEBUT DALAM BAHASA ASLI ALKITAB:
Textus Receptus (TR), ฯ ฮผฮตฮนฯ ฯฯฮฝฮตฮนฯฮต ฮผฮต ฮฟ ฮดฮนฮดฮฑฯฮบฮฑฮปฮฟฯ ฮบฮฑฮน ฮฟ ฮบฯ ฯฮนฮฟฯ ฮบฮฑฮน ฮบฮฑฮปฯฯ ฮปฮตฮณฮตฯฮต ฮตฮนฮผฮน ฮณฮฑฯ
Translit, humeis phรดneite me ho didaskalos kai ho kurios kai kalรดs legete eimi gar
Interlinear, humeis {kalian} phรดneite {kalian memanggil} me {-Ku} ho didaskalos {Guru} kai {dan} ho kurios {Tuhan} kai {dan} kalรดs {benar} legete {kalian berkata} eimi {Aku} gar {karena}
1 Petrus 3:6. sama seperti Sara taat kepada Abraham dan menamai dia tuannya (his Lord). Dan kamu adalah anak-anaknya, jika kamu berbuat baik dan tidak takut akan ancaman.
Abraham boleh aja dipanggil ฮบฯ ฯฮนฮฟฯ – kurios, tetapi ia bukan Allah. Tidak semuanya dapat disebut Allah pula, kecuali Yesus Kristus.
Kata Yunani ฮบฯ ฯฮนฮฟฯ – kurios tidak punya padanan yang cocok dalam bahasa Indonesia. Dalam bahasa Inggris ada, yaitu Lord, dalam bahasa Arab ada, yaitu Rabb. Dalam bahasa Jawa ada: Gusti.
Istilah ฮบฯ ฯฮนฮฟฯ – kurios tidak menunjuk pada atribut apakah dia manusia atau Allah. Itu menunjuk kepada kuasa, kedaulatan. Jadi bisa dipakai untuk manusia bisa juga buat Allah. Penerjemah Alkitab memilih menggunakan kata "Tuhan" bukan "Tuan" sebagai suatu terjemahan yang konsisten bahwa Yesus adalah Allah. Pemilihan ini adalah untuk menekankan segi ilahi Yesus.
* 1 Petrus 3:6
LAI TB, sama seperti Sara taat kepada Abraham dan menamai dia tuannya. Dan kamu adalah anak-anaknya, jika kamu berbuat baik dan tidak takut akan ancaman
TR, ฯฯ ฯฮฑฯฯฮฑ ฯ ฯฮทฮบฮฟฯ ฯฮตฮฝ ฯฯ ฮฑฮฒฯฮฑฮฑฮผ ฮบฯ ฯฮนฮฟฮฝ ฮฑฯ ฯฮฟฮฝ ฮบฮฑฮปฮฟฯ ฯฮฑ ฮทฯ ฮตฮณฮตฮฝฮทฮธฮทฯฮต ฯฮตฮบฮฝฮฑ ฮฑฮณฮฑฮธฮฟฯฮฟฮนฮฟฯ ฯฮฑฮน ฮบฮฑฮน ฮผฮท ฯฮฟฮฒฮฟฯ ฮผฮตฮฝฮฑฮน ฮผฮทฮดฮตฮผฮนฮฑฮฝ ฯฯฮฟฮทฯฮนฮฝ
Translit, sarra upรชkousen tรด abraam kurion auton kalousa รชs egenรชthรชte tekna agathopoiousai kai mรช phoboumenai mรชdemian ptoรชsin
Kata ฮบฯ ฯฮนฮฟฯ – kurios berasal dari kata ฮบฯ ฯฮฟฯ - KUROS, supremasi, keunggulan; dan kata ฮบฯ ฯฮนฮฟฯ – kurios itu ditujukan kepada pribadi yang memiliki orang atau benda sehingga pribadi itu memiliki kuasa untuk mengatur orang atau benda yang menjadi miliknya.
Bandingkan bahwa kata ฮบฯ ฯฮนฮฟฯ – kurios dalam bahasa Arab menggunakan kata 'RABB' yang dapat digunakan baik untuk Allah SWT maupun untuk manusia.
Dalam Injil sendiri, kata ฮบฯ ฯฮนฮฟฯ – kurios dalam banyak ayat dipakai untuk Allah. Misalnya Matius.1:20, 22, 24, Matius.2:13,15, 19; Matius.4:7; Matius.5:33 dan masih banyak lagi.
ฮบฯ ฯฮนฮฟฯ – kurios: Tuhan atau Tuan :
Genitif ฮบฯ ฯฮนฮฟฯ - kuriou, nomina maskulin dari kuros, keunggulan (supremasi), kekuatan, tenaga, kuasa. Diterjemahkan dalam Alkitab LAI dengan Tuhan dan tuan, KJV: Lord, lord, master, sir, Sir, owner.
Dalam Perjanjian Baru Yunani (Septuaginta) kata ini digunakan untuk menerjemahkan kata Ibrani ืืืื – YHVH.
ฮบฯ ฯฮนฮฟฯ – kurios, dipakai untuk:
1. Pemilik, yang empunya harta benda. Majikan, induk semang dari hamba, pelayan, budak.
2. Penguasa tertinggi, raja yang berkuasa, misalnya pembesar, kaisar Romawi.
3. Ilah-ilah,
4. Gelar kehormatan terutama bagi atasan
5. Panggilan dari seorang anak kepada ayahnya
6. Panggilan bagi seseorang yang bermartabat tinggi dan memiliki otoritas
7. Allah sebagai tuan tertinggi dan penguasa alam semesta, biasanya merujuk kepada terjemahan kata Ibrani YHVH dalam bahasa Yunani (Septuaginta). Dengan menggunakan kata sandang HO KURIOS.
Kata ฮบฯ ฯฮนฮฟฯ – kurios dipakai dalam artian Tuhan, sbb :
KURIOS SABAรTH : Tuhan semesta alam (Septuaginta : 1 Samuel 15:2)
KURIOS PANTOKRATรR : Tuhan Yang Mahakuasa (2 Korintus 6:18, Wahyu 11:17, Septuaginta 2 Samuel 7:8, Nahum 2:13)
KURIOS TรN KURIEUONTรN : Tuhan/Tuan dari segala tuan (1 Timotius 6:15)
OURANOU KAI GรS KURIOS : Tuhan atas langit dan bumi (Kisah Para Rasul 17:24, Matius 11:25, Lukas 10:21)
ฮบฯ ฯฮนฮฟฯ – kurios dalam bahasa Ibrani adalah ืืื ื - 'ADONAY :
Yesus disebut Tuhan (Ibrani = ืืื ื - 'ADONรY) :
The Orthodox Jewish Brit Chadasha, John 13:13
You call me Rebbe and Adoneinu, and you say well, for Ani hu.
Mazmur 82:6. Aku sendiri telah berfirman: "Kamu (umat Israel) adalah Allah (God), dan anak-anak Yang Mahatinggi kamu sekalian.
Mazmur 110:1. Mazmur Daud. Demikianlah firman TUHAN (Lord) kepada tuanku (my lord): "Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuhmu menjadi tumpuan kakimu."
Keluaran 7:1. Berfirmanlah TUHAN (Lord) kepada Musa: "Lihat, Aku mengangkat engkau sebagai Allah (God) bagi Firaun, dan Harun, abangmu, akan menjadi nabimu.
Sekali lagi, Yesus adalah pemimpin/tuan, bukan Tuhan, hal ini dapat dibuktikan dengan pernyataan Yesus lainnya, yang sama-sama ditulis oleh penulis yang sama:
Yohanes 17:3 Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah (God) yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.
Yohanes 5:30 Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku.
Jika Yesus adalah Tuhan, maka seharusnya pernyataan Yesus di atas adalah sebagai berikut:
Yohanes 17:3 Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa kamu (umat Israel) mengenal Aku, satu-satunya Allah (God) yang benar, dan mengenal Paulus Tarsus yang telah Aku utus.
Yohanes 5:30 Aku dapat berbuat apa saja dari diri-Ku sendiri, Aku menghakimi sesuai dengan apa yang kamu (umat Israel) kerjakan, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku berkehendak atas segala sesuatu dari diri-Ku sendiri.
[QS. 19:30. Berkata Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi.]
Lebih jauh, dalam versi Alkitab Indonesia, seluruh kata "lord" yang menunjuk kepada Yesus, diterjemahkan sebagai "Tuhan". Benar-benar buat-buatan!
13. REVISI NAMA "ELOHIM" DAN "JAHWEH":
Dalam versi Alkitab Indonesia, seluruh kata "Elohim" dan "Jahweh" dalam Perjanjian Lama, masing-masing diterjemahkan sebagai "Allah" dan "Tuhan Allah" (atau "Tuhan" saja), padahal "Elohim" dan "Jahweh" adalah nama-nama Tuhan yang sebenarnya dari umat Yahudi Israel yang menunjukkan kekhasan dari suku-suku tertentu di Israel (Kerajaan Israel utara dan selatan). COLOR=RED]Mengapa seenaknya dirubah?[/COLOR] Berikut contoh-contohnya:
Kitab Kejadian versi Alkitab Indonesia:
1:1. Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.
2:4. Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan. Ketika TUHAN Allah menjadikan bumi dan langit,
Terjemahan yang tepat dari teks "orisinal":
1:1. Pada mulanya Elohim menciptakan langit dan bumi.
2:4. Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan. Ketika Tuhan Jahweh menjadikan bumi dan langit,
Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:
Versi The Darby Translation:
2:4 These are the histories of the heavens and the earth, when they were created, in the day that Jehovah Elohim made earth and heavens,
Versi World English Bible:
2:4 This is the history of the generations of the heavens and of the earth when they were created, in the day that Yahweh God made earth and the heavens.
DAN LAIN SEBAGAINYA.
Begitu mudahnya firman Tuhan dalam Alkitab ditambah, dikurangi, dihilangkan, dan dirubah semaunya sendiri !!!
Ungkapan ืืืืื - 'ELOHIM dan "Jahweh" bukan menunjukkan ke-khasan suku-suku Israel di utara dan selatan, sebab kata ini dikenal manusia sejak Awal Dunia dijadikan yaitu dalam Kitab Kejadian yang ditulis pada zaman Musa, jauh sebelum kerajaan Israel terpecah menjadi utara dan selatan.
Sedangkan Versi The Darby Translation dan Versi World English Bible, keduanya adalah Alkitab terjemahan. makan untuk menelaah makna kata "TUHAN Allah", kita kaji teks Aslinya demikian.
* Kejadian 1:1
LAI TB, Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.
KJV, In the beginning God created the heaven and the earth.
Hebrew,
ืְּืจֵืืฉִׁืืช ืָּืจָื ืֱืֹืִืื ืֵืช ืַืฉָּׁืַืִื ืְืֵืช ืָืָืจֶืฅ׃
Translit, BERE'SYIT {pada mulanya} BARA' {Dia menciptakan} 'ELOHIM {Allah} 'ET HASYAMAYIM {langit itu} VE'ET {dan} HA'ARETS {bumi itu}"[/b]
* Kejadian 2:4
LAI TB, Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan. Ketika TUHAN Allah menjadikan bumi dan langit,
[/color]KJV, These are the generations of the heavens and of the earth when they were created, in the day that the LORD God made the earth and the heavens,
Hebrew,
ืֵืֶּื ืชֹืืְืֹืืช ืַืฉָּׁืַืִื ืְืָืָืจֶืฅ ืְּืִืָּืจְืָื ืְּืֹืื ืขֲืฉֹׂืืช ืְืืָื ืֱืֹืִืื ืֶืจֶืฅ ืְืฉָׁืָืִื׃
Translit, 'ELEH TOLEDOT HASYAMAYIM VEHA'ARETS BEHIBAR'AM BEYOM 'ASOT YHVH (YEHOVAH/ YAHWEH) 'ELOHIM 'ERETS VESYAMAYIM
ืืืืื - 'ELOHIM, 'alef - lamed - he' - yod - mem, adalah kata benda jamak maskulin bermakna Allah. Kata ini muncul lebih dari 2.600 kali dalam Tanakh Ibrani (Perjanjian Lama), pada umumnya merujuk pada Allah yang benar dan sering berpadanan dengan nama unik Allah yaitu ืืืื – YHVH (ditulis YHVH/ YEHOVAH tetapi dibaca ืืื ื - 'ADONAY oleh kalangan Yudaisme).
Kata TUHAN Allah, sering muncul pada perjanjian lama dengan tulisan dalam bahasa Asli adalah ืืืื ืืืืื ; YHVH ELOHIM.
kata TUHAN (memakai huruf besar semua), dalam Alkitab bahasa Indonesia adalah terjemahan kata ืืืื – YHVH yang merupakan ha-Syem (Sang Nama) dari Allah.
Karena kata ืืืื – YHVH itu suci, kalangan Yudaisme tidak berani menyebutnya dan lebih memilih kata ืืื ื - 'ADONAY sebagai gantinya.
Dalam terjemahan Septuaginta, kalangan Yudaisme memilih kata ฮบฯ ฯฮนฮฟฯ – kurios sebagai terjemahan dari ืืืื – YHVH itu.
Pengertian YHVH - Ha-Syem (Sang Nama)ini memang tidak ada di kalangan Muslim yang hanya mengenal kata ALLAH. Sedangkan 'Allah' adalah kata Arab merupakan terjemahan dari kata EL, ELOAH, ELOHIM dalam bahasa Ibrani.
Berikut ini adalah contoh-contoh ayat yang memuat kata TUHAN ( ืืืื – YHVH) Allah ( ืืืืื - 'ELOHIM) :
* Keluaran 9:30
LAI TB, Tetapi tentang engkau dan para pegawaimu, aku tahu, bahwa kamu belum takut kepada TUHAN Allah.
KJV, But as for thee and thy servants, I know that ye will not yet fear the LORD God.
Hebrew,
ืְืַืชָּื ืַืขֲืָืֶืืָ ืָืַืขְืชִּื ืִּื ืֶืจֶื ืชִּืืจְืืּื ืִืคְּื ֵื ืְืืָื ืֱืֹืִืื׃
Translit, VE'ATAH VA'AVADEYKHA YADA'TI KI TEREM TIR'UN MIPENEY YHVH (YEHOVAH) 'ELOHIM"
* 2 Samuel 7:25
LAI TB, Dan sekarang, ya TUHAN Allah, tepatilah untuk selama-lamanya janji yang Kauucapkan mengenai hamba-Mu ini dan mengenai keluarganya dan lakukanlah seperti yang Kaujanjikan itu.
KJV, And now, O LORD God, the word that thou hast spoken concerning thy servant, and concerning his house, establish it for ever, and do as thou hast said.
Hebrew,
ืְืขַืชָּื ืְืืָื ืֱืֹืִืื ืַืָּืָืจ ืֲืฉֶׁืจ ืִּืַּืจְืชָּ ืขַื־ืขַืְืְּืָ ืְืขַื־ืֵּืืชֹื ืָืงֵื ืขַื־ืขֹืืָื ืַืขֲืฉֵׂื ืַּืֲืฉֶׁืจ ืִּืַּืจְืชָּ׃
Translit, VE'ATAH YHVH 'ELOHIM HADAVAR 'ASYER DIBARTA 'AL-'AVDEKHA VE'AL-BEYTO HAQEM 'AD-'OLAM VA'ASEH KA'ASYER DIBARTA
* 2 Raja-raja 19:19
LAI TB, Maka sekarang, ya TUHAN, Allah kami, selamatkanlah kiranya kami dari tangannya, supaya segala kerajaan di bumi mengetahui, bahwa hanya Engkau sendirilah Allah, ya TUHAN.
KJV, Now therefore, O LORD our God, I beseech thee, save thou us out of his hand, that all the kingdoms of the earth may know that thou art the LORD God, even thou only.
Hebrew,
ืְืขַืชָּื ืְืืָื ืֱืֹืֵืื ืּ ืֹืืฉִׁืืขֵื ืּ ื ָื ืִืָּืֹื ืְืֵืְืขืּ ืָּื־ืַืְืְืֹืืช ืָืָืจֶืฅ ืִּื ืַืชָּื ืְืืָื ืֱืֹืִืื ืְืַืֶּืָ׃ ืก
Translit, VE'ATAH YHVH 'ELOHEYNU HOSYI'ENU NA' MIADO VEYEDE'U KOL-MAMLEKHOT HA'ARETS KI 'ATAH YHVH 'ELOHIM LEVADEKHA
* 1 Tawarikh 17:16
LAI TB, Lalu masuklah raja Daud ke dalam, kemudian duduklah ia di hadapan TUHAN sambil berkata: "Siapakah aku ini, ya TUHAN Allah, dan siapakah keluargaku, sehingga Engkau membawa aku sampai sedemikian ini?"
KJV, And David the king came and sat before the LORD, and said, Who am I, O LORD God, and what is mine house, that thou hast brought me hitherto?
Hebrew,
ืַืָּืֹื ืַืֶּืֶืְ ืָּืִืื ืַืֵּืฉֶׁื ืִืคְื ֵื ืְืืָื ืַืֹּืืֶืจ ืִื־ืֲื ִื ืְืืָื ืֱืֹืִืื ืּืִื ืֵืืชִื ืִּื ืֲืִืืֹืชַื ִื ืขַื־ืֲืֹื׃
Translit, VAYAVO' HAMELEKH DAVID VAYESYEV LIFNEY YHVH VAYO'MER MI-'ANI YHVH 'ELOHIM UMI VEYTI KI HAVI'OTANI 'AD-HALOM
* 2 Tawarikh 1:9
LAI TB, Maka sekarang, ya TUHAN Allah, tunjukkanlaah keteguhan janji-Mu kepada Daud, ayahku, sebab Engkaulah yang telah mengangkat aku menjadi raja atas suatu bangsa yang banyaknya seperti debu tanah.
KJV, Now, O LORD God, let thy promise unto David my father be established: for thou hast made me king over a people like the dust of the earth in multitude.
Hebrew,
ืขַืชָּื ืְืืָื ืֱืֹืִืื ืֵืָืֵื ืְּืָืจְืָ ืขִื ืָּืִืื ืָืִื ืִּื ืַืชָּื ืִืְืַืְืชַּื ִื ืขַื־ืขַื ืจַื ืַּืขֲืคַืจ ืָืָืจֶืฅ׃
Translit, 'ATAH YHVH 'ELOHIM YE'AMEN DEVARKHA 'IM DAVID 'AVI KI 'ATAH HIMLAKHTANI 'AL-'AM RAV KA'AFAR HA'ARETS"
* Mazmur 59:6
LAI TB, Engkau, TUHAN, Allah semesta alam, adalah Allah Israel. Bangunlah untuk menghukum segala bangsa; janganlah mengasihani mereka yang melakukan kejahatan dengan berkhianat! Sela
59:5 KJV, Thou therefore, O LORD God of hosts, the God of Israel, awake to visit all the heathen: be not merciful to any wicked transgressors. Selah.
Hebrew,
ืְืַืชָּื ืְืืָื־ืֱืֹืִืื ืฆְืָืֹืืช ืֱืֹืֵื ืִืฉְׂืจָืֵื ืָืงִืืฆָื ืִืคְืงֹื ืָּื־ืַืֹּืืִื ืַื־ืชָּืֹื ืָּื־ืֹּืְืֵื ืָืֶื ืกֶืָื׃
Translit, VE'ATAH YHVH-'ELOHIM TSEVA'OT 'ELOHEY YISRA'EL HAQITSAH LIFQOD KOL-HAGOYIM 'AL-TAKHON KOL-BOGEDEY 'AVEN SELAH
* Yunus 4:6
LAI TB, Lalu atas penentuan TUHAN Allah tumbuhlah sebatang pohon jarak melampaui kepala Yunus untuk menaunginya, agar ia terhibur dari pada kekesalan hatinya. Yunus sangat bersukacita karena pohon jarak itu.
KJV, And the LORD God prepared a gourd, and made it to come up over Jonah, that it might be a shadow over his head, to deliver him from his grief. So Jonah was exceeding glad of the gourd.
Hebrew,
ืַืְืַื ืְืืָื־ืֱืֹืִืื ืงִืืงָืֹืื ืַืַּืขַื ืֵืขַื ืְืֹืื ָื ืִืְืֹืืช ืฆֵื ืขַื־ืจֹืืฉֹׁื ืְืַืฆִּืื ืֹื ืֵืจָืขָืชֹื ืַืִּืฉְׂืַื ืֹืื ָื ืขַื־ืַืงִּืืงָืֹืื ืฉִׂืְืָื ืְืֹืืָื׃
Translit, VAYMAN YHVH-'ELOHIM QIQAYON VAYA'AL ME'AL LEYONAH LIHYOT TSEL 'AL-RO'SYO LEHATSIL LO MERA'ATO VAYISMAKH YONAH 'AL HAQIQAYON SIMKHAH GEDOLAH
keterangan :
ืืืื transliterasi YEHOVAH/ YAHWE/ JAHWE 'diucapkan' ADONAY oleh kalangan Yudaisme.
45. QURBAN & KEBUSUKAN TAURAT-ISRAEL !
Judul di atas sengaja disuguhkan untuk membuktikan bahwa "Taurat" yang sekarang adalah Taurat yang sudah dirombak oleh tangan2 Bani Israel. Namun demikian, di sini hanya disuguhkan 2 contoh saja, sekedar untuk membuktikan bahwa "Taurat" sekarang sudah benar2 dirubah dan ditambah!
Sebelum masuk pada pembahasan ini, ada baiknya kita lihat dulu Kitab Kejadian berikut ini:
16:16 Abram berumur delapan puluh enam tahun, ketika Hagar melahirkan Ismael baginya.
21:5 Adapun Abraham berumur seratus tahun, ketika Ishak, anaknya, lahir baginya.
25:9 Dan anak-anaknya, Ishak dan Ismael, menguburkan dia (Abraham) dalam gua Makhpela, di padang Efron bin Zohar, orang Het itu, padang yang letaknya di sebelah timur Mamre,
Dalam Kejadian 16, Ismail lahir ketika Abraham berumur 86 tahun. Sedangkan dalam Kejadian 21, Ishak lahir ketika Abraham berumur 100 tahun. Ini berarti selisih umur antara Ismail dan Ishak adalah 14 tahun.
Dalam Kejadian 25, Ismail dan Ishak secara bersama2 menguburkan bapaknya, Abraham.
Ada beberapa perbedaan mendasar pada pemahaman diantara agama-agama Samawi/Semitik, mengenai siapa yang disebut sebagai Anak Perjanjian : ISHAK atau ISMAEL.
Alkitab dengan jelas menyebut nama ISHAK, sedangkan Kitab yang lain 'tidak menyebut nama' melainkan hanya kata 'anak' saja, dan kemudian ini ditafsirkan sebagai Ismael.
Ismael memang diakui sebagai anak dari Abraham :
* 1 Tawarikh 1:28
LAI TB, Anak-anak Abraham ialah Ishak dan Ismael.
KJV, The sons of Abraham; Isaac, and Ishmael.
Hebrew,
ืְּื ֵื ืַืְืจָืָื ืִืฆְืָืง ืְืִืฉְׁืָืขֵืื׃ ืก
Translit, BENรY'AVRรHรM YITSKHรQ VEYISYMร'ร'L
Tetapi yang menjadi 'anak perjanjian adalah' yang lahir dari Istri yang bernama Sara :
* Kejadian 21:12
LAI TB, Tetapi Allah berfirman kepada Abraham: "Janganlah sebal hatimu karena hal anak dan budakmu itu; dalam segala yang dikatakan Sara kepadamu, haruslah engkau mendengarkannya, sebab yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak."
KJV, And God said unto Abraham, Let it not be grievous in thy sight because of the lad, and because of thy bondwoman; in all that Sarah hath said unto thee, hearken unto her voice; for in Isaac shall thy seed be called.
Hebrew,
ืַืֹּืืֶืจ ืֱืֹืִืื ืֶื־ืַืְืจָืָื ืַื־ืֵืจַืข ืְּืขֵืื ֶืืָ ืขַื־ืַื ַּืขַืจ ืְืขַื־ืֲืָืชֶืָ ืֹּื ืֲืฉֶׁืจ ืชֹּืืַืจ ืֵืֶืืָ ืฉָׂืจָื ืฉְׁืַืข ืְּืงֹืָืּ ืִּื ืְืִืฆְืָืง ืִืงָּืจֵื ืְืָ ืָืจַืข׃
Translit, VAYO'MER 'ELOHรM 'EL-'AVRรHรM 'AL-YรRA' BE'รYNEYKHA 'AL-HANA'AR VE'AL-'AMรTEKHA KOL 'ASYER TO'MAR 'รLEYKHA SรRรH SYEMA' BEQOLรH Kร VEYITSKHรQ YIQรRร' LEKHA ZรRA'
Ungkapan "yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak", 'Kร VEYITSKHรQ YIQรRร' LEKHA ZรRA' dapat dibandingkan dengan penjelasan rasul Paulus dalam ayat-ayat berikut ini:
Ungkapan "yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak",'Kร VEYITSKHรQ YIQรRร' LEKHA ZรRA' dapat dibandingkan dengan penjelasan rasul Paulus dalam ayat-ayat berikut ini:
* Roma 9:7-8
9:7 dan juga tidak semua yang terhitung keturunan Abraham adalah anak Abraham, tetapi: "Yang berasal dari Ishak yang akan disebut keturunanmu."
9:8 Artinya: bukan anak-anak menurut daging adalah anak-anak Allah, tetapi anak-anak perjanjian yang disebut keturunan yang benar.
Ishak adalah putera Mahkota karena lahir dari Istri Abraham yang sah, Istri pertama/ permaisuri. Maka Ishak-lah yang menerima hak kesulungan (First Born). walaupun Ishak bukan "born first"
Jadi, Kejadian 21:12 lebih menekankan sisi moral dan religius ketimbang keturunan langsung secara fisik.
Sekarang marilah kita lihat pembahasan berikut ini:
1. Peristiwa Terbentuknya Sumur Zam-Zam.
Menurut catatan Alkitab dalam Kitab Kejadian 21:8-13, setelah menyapih Ishak, yang berarti Ismail berusia sekitar 16 tahun, Sarah cemburu dengan Ismail ketika melihat ia bermain bersama Ishak. Kemudian, ia meminta agar Abraham membuang Hagar dan Ismail. Abraham konon merasa tertekan dengan permintaan ini, tetapi Allah meyakinkan Abraham bahwa ia harus mengikuti permintaan Sarah. Kisah Alkitab kemudian dilanjutkan dalam Kitab Kejadian berikut ini:
"Keesokan harinya pagi-pagi Abraham mengambil roti serta sekirbat air dan memberikannya kepada Hagar. Ia meletakkan itu beserta anaknya di atas bahu Hagar, kemudian disuruhnyalah perempuan itu pergi. Maka pergilah Hagar dan mengembara di padang gurun Bersyeba. Ketika air yang dikirbat itu habis, dibuangnyalah anak itu ke bawah semak-semak, dan ia duduk agak jauh, kira-kira sepemanah jauhnya, sebab katanya: "Tidak tahan aku melihat anak itu mati." Sedang ia duduk di situ, menangislah dia dengan suara nyaring. Allah mendengar suara anak itu, lalu Malaikat Allah berseru dari langit kepada Hagar, kata-Nya kepadanya: "Apakah yang engkau susahkan, Hagar? Janganlah takut, sebab Allah telah mendengar suara anak itu dari tempat ia terbaring. Bangunlah, angkatlah anak itu, dan peganglah erat-erat dengan tanganmu, sebab Aku akan membuat dia menjadi bangsa yang besar." Lalu Allah membuka mata Hagar, sehingga ia melihat sebuah sumur; ia pergi mengisi kirbatnya dengan air, kemudian diberinya anak itu minum." (Kejadian 21:14-19 - DRB 1582 & KJV 1611).
Dalam kutipan di atas, cetak biru ditambahkan untuk frasa2 kunci yang mengilustrasikan kemustahilan catatan Kitab Kejadian mengenai Ismail yang berusia 16 tahun pada saat itu. Hagar dengan berbagai cara harus memperlakukan Ismail dengan cara:
- meletakkan Ismail, roti dan sekirbat air di atas bahunya
- membuang Ismail ke bawah semak-semak (membaringkannya)
- mengangkat Ismail dari tempat ia terbaring dan memegang erat2 Ismail dengan tangannya.
Tindakan Hagar di atas, tidaklah pantas dilakukan untuk anak berusia 16 tahun. Tetapi tindakan tersebut mungkin saja dilakukan terhadap seorang balita yang belum disapih dan belum bisa berjalan. Padahal sebelumnya, Ismail sudah bisa bermain bersama dengan Ishak, yang berarti Ismail sudah besar dan sudah bisa berlari2.
Perhatikan juga nama tempat yang tertulis dalam Taurat adalah Bersyeba, padahal peristiwa tersebut terjadi di lembah Baka/Mekah. Tidak ada bukti sama sekali bahwa peristiwa tersebut terjadi di Bersyeba (Palestina dan sekitarnya), tetapi bukti2 itu justru dapat dilihat di Baka/Mekah, yaitu Bukit Shafa dan Marwah, dan Sumur Zam-Zam. Oleh karena Ismail, semenjak diungsikan hingga wafatnya adalah di kota Baka/Mekah.
Ketika itu, Ismail memang masih bayi yang baru beberapa hari dilahirkan. Untuk menghindari kecemburuan Sara, istri pertama Abraham, Allah memerintahkan Abraham untuk mengungsikan Ismail dan ibunya, Hagar, ke lembah Baka/Mekah. Sesampainya di lembah Baka/Mekah, Abraham diperintahkan oleh Allah untuk kembali ke Palestina (Kanaan) menemui Sara dan meninggalkan Ismail dan Hagar di lembah tersebut. Beberapa saat kemudian, Ismail menangis kehausan dan segala persediaan sudah habis. Hagar pun harus mondar mandir antara Bukit Shafa dan Bukit Marwah sebanyak 7 kali untuk mencari air dan tidak pula ia dapatkannya. Atas pertolongan Allah melalui malaikat Jibril, tiba2 muncullah mata air yang deras dari bawah kaki Ismail, dan Hagar pun berteriak kegirangan, "Zam Zam, Zam Zam!" Oleh karena itu, mukjizat Nabi Ismail ini sekarang dikenal sebagai Sumur Zam-Zam.
Indikasi peristiwa terbentuknya Sumur Zam-Zam di Baka/Mekah ini masih dapat ditemukan dalam Kitab Mazmur berikut ini:
84:5 (84-6) Berbahagialah manusia yang kekuatannya di dalam Engkau, yang berhasrat mengadakan ziarah!
84:6 (84-7) Apabila melintasi lembah Baka, mereka membuatnya menjadi tempat yang bermata air; bahkan hujan pada awal musim menyelubunginya dengan berkat.
Jelas sekali bahwa kisah di atas merupakan salah satu bukti telah terjadinya perombakan di dalam Taurat. Ismail yang berusia 16 tahun diperlakukan seperti bayi yang masih berumur 2 bulanan. Perombak Taurat tampaknya ingin menunjukkan seolah2 Ishaklah kakak Ismail, oleh karena Ishak baru saja disapih yang berarti usianya sekitar 2 tahunan, sementara Ismail masih bayi (padahal usia Ismail sekitar 16 tahunan). Dengan demikian, perombak Taurat dapat mengarang kisah selanjutnya di bawah ini.
2. Kisah Penyembelihan dan Penyebutan Ishak sebagai Anak Tunggal.
Setelah semuanya itu Allah mencoba Abraham. Ia berfirman kepadanya: "Abraham," lalu sahutnya: "Ya, Tuhan." Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu." Keesokan harinya pagi-pagi bangunlah Abraham, ia memasang pelana keledainya dan memanggil dua orang bujangnya beserta Ishak, anaknya; ia membelah juga kayu untuk korban bakaran itu, lalu berangkatlah ia dan pergi ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Ketika pada hari ketiga Abraham melayangkan pandangnya, kelihatanlah kepadanya tempat itu dari jauh. Kata Abraham kepada kedua bujangnya itu: "Tinggallah kamu di sini dengan keledai ini; aku beserta anak ini akan pergi ke sana; kami akan sembahyang, sesudah itu kami kembali kepadamu." Lalu Abraham mengambil kayu untuk korban bakaran itu dan memikulkannya ke atas bahu Ishak, anaknya, sedang di tangannya dibawanya api dan pisau. Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama. Lalu berkatalah Ishak kepada Abraham, ayahnya: "Bapa." Sahut Abraham: "Ya, anakku." Bertanyalah ia: "Di sini sudah ada api dan kayu, tetapi di manakah anak domba untuk korban bakaran itu?" Sahut Abraham: "Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku." Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama. Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Lalu Abraham mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu, diikatnya Ishak, anaknya itu, dan diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api. Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya. Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: "Abraham, Abraham." Sahutnya: "Ya, Tuhan." Lalu Ia berfirman: "Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku." Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya. (Kejadian 22:1-13).
Dalam kisah di atas, terdapat 2 kejanggalan besar, yaitu:
1. Ishak disebut sebagai [COLOR=BLUE]anak tunggal Abraham, padahal Ishak adalah adik Ismail.
2. Usia Ishak baru saja disapih, tapi diperlakukan seperti anak berusia 16 tahun ketika akan disembelih Abraham. Silahkan periksa kembali Kejadian 21 di atas. Di sana Ismail yang berusia 16 tahun diperlakukan seperti anak yang baru berumur 2 bulanan. Dengan dasar ini, perombak Taurat ingin menunjukkan seolah2 Ishaklah kakak Ismail, karena Ishak baru saja disapih sementara Ismail masih bayi. Karenanya, mereka dengan konyol menyebut Ishak sebagai anak tunggal Abraham. Padahal, bukti2 Alkitab sendiri sudah jelas, bahwa Ismail adalah kakak Ishak!
Kejanggalan2 di atas tampaknya diakibatkan oleh banyaknya tangan2 Bani Israel yang turut merombak, sehingga antara pasal yang satu dengan yang lain kelihatan tidak ada kesesuaian. Sangat mungkin, ketika mengumpulkan Taurat, mereka tidak meneliti sedemikian jauh sehingga kejanggalan itu tetap saja terlihat dengan jelas.
Umat Yahudi dan Kristen menganggap penyebutan Ishak sebagai anak tunggal Abraham adalah karena Ishak merupakan anak dari istri yang sah, yaitu Sara. Padahal, dalam Kitab Kejadian 16:3 dikatakan bahwa Abraham mengambil Hagar sebagai istrinya. Ini berarti, Hagar juga adalah istri sah Abraham. Suatu alasan yang tidak masuk akal! Sesungguhnya, alasan tersebut sengaja dibuat oleh Bani Israel oleh karena mereka iri/dengki bahwa yang menjadi penerus agama samawi, sebagaimana masih dapat terlihat dengan jelas dalam "Taurat dan Injil", adalah keturunan Ismail (Muhammad).
Dalam kisah versi Taurat di atas, peristiwa penyembelihan itu terjadi di Moria, padahal peristiwa tersebut sebenarnya terjadi di Mina.
Sekarang, marilah kita lihat kisah penyembelihan Ismail menurut [COLOR=BLUE]Al-Qur'an (QS. 37:102-112):
[102] Maka tatkala [COLOR=BLUE]anak itu (Ismail) sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar".
[103] Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis (nya), (nyatalah kesabaran keduanya).
[104] Dan Kami panggillah dia: "Hai Ibrahim,
[105] sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu", sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
[106] Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.
[107] Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.
[108] Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian,
[109] (yaitu) "Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim".
[110] Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
[111] Sesungguhnya ia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.
[112] Dan Kami beri dia (Ibrahim) kabar gembira dengan kelahiran Ishak, seorang nabi yang termasuk orang-orang yang saleh.
Lihat ayat 102, memang tidak tersebut nama Ismail, mungkin ini disebabkan oleh begitu populernya Ismail di Mekah pada saat itu. Sebut saja, adanya situs2 peninggalan Ismail berupa kuburan Ismail, Ka'bah, Hijir Ismail, Sumur Zam-Zam, dan Bukit Shafa dan Marwah, serta situs peninggalan Ibrahim, maqam Ibrahim. Tapi identifikasi Ismail ini tidak diragukan lagi, oleh karena pada ayat 112, Ishak baru dilahirkan. Jadi, anak tunggal pada waktu penyembelihan itu adalah ISMAIL, bukan Ishak sebagaimana tertulis dalam "Taurat" sekarang.
Perlu diketahui juga bahwa Ibrahim (Abraham) bukanlah seorang Yahudi ataupun Kristen. Perhatikan Firman Allah berikut ini (QS. 3:67-71):
[67] Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Kristen, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik."
[68] Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini (Muhammad), serta orang-orang yang beriman (kepada Muhammad), dan Allah adalah Pelindung semua orang-orang yang beriman.
[69] Segolongan dari Ahli Kitab (Yahudi dan Kristen) ingin menyesatkan kamu, padahal mereka (sebenarnya) tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak menyadarinya.
[70] Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mengingkari ayat-ayat Allah, padahal kamu mengetahui (kebenarannya).
[71] Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mencampur adukkan yang hak dengan yang batil, dan menyembunyikan kebenaran, padahal kamu mengetahui?
Lihat ayat 67, bahwa Ibrahim (Abraham) bukanlah seorang Yahudi ataupun Kristen. Bagi orang awam mungkin kelihatan aneh. Bagaimana mungkin Abraham disebut Yahudi ataupun Kristen sementara Yehuda dan Yesus belum lahir? Ayat di atas diturunkan sekaligus untuk memberi jawaban kepada golongan Ahli Kitab (Yahudi dan Kristen) pada waktu itu yang mengklaim Abraham sebagai golongan mereka (hingga sekarang).
Lihat juga ayat 68, bahwa nabi yang paling dekat dengan Ibrahim adalah Nabi Muhammad. Karena hanya umat Muhammad-lah yang senantiasa memuliakan nabi Ibrahim (Sholawat Nabi dalam setiap sholat).
Pendapat di atas wajar-wajar saja karena berasal dari kalangan Muslim, padahal Alkitab sama sekali tidak mendukung.
* Kejadian 17:18
18 Dan Abraham berkata kepada Allah: "Ah, sekiranya Ismael diperkenankan hidup di hadapan-Mu!"
19 Tetapi Allah berfirman: "Tidak, melainkan isterimu Saralah yang akan melahirkan anak laki-laki bagimu, dan engkau akan menamai dia Ishak, dan Aku akan mengadakan perjanjian-Ku dengan dia menjadi perjanjian yang kekal untuk keturunannya.
20 Tentang Ismael, Aku telah mendengarkan permintaanmu; ia akan Kuberkati, Kubuat beranak cucu dan sangat banyak; ia akan memperanakkan dua belas raja, dan Aku akan membuatnya menjadi bangsa yang besar.
21 Tetapi perjanjian-Ku akan Kuadakan dengan Ishak, yang akan dilahirkan Sara bagimu tahun yang akan datang pada waktu seperti ini juga."
Jika ungkapan di atas diganti "Ibrahim, Ismael ..." maka akan terputus karena Alkitab tidak menulis nabi-nabi yang berasal dari Ismael. Yakub, Yusuf, Musa, Daud, Sulaiman, dan seterusnya di dalam Al~Qur'an pun tertulis adalah keturunan Ishak, bukan Ismael.
***
Alkitab dengan jelas menulis nama "Ishak" yang hendak dikorbankan, sedangkan kami tidak menemukan nama "Ismael" dalam Al~Qur'an yang akan dikorbankan.
Tanya : mengapa nama Ismael tidak ditulis di sana?
* Kejadian 22:2
LAI TB, Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu."
KJV, And he said, Take now thy son, thine only son Isaac, whom thou lovest, and get thee into the land of Moriah; and offer him there for a burnt offering upon one of the mountains which I will tell thee of.
Hebrew,
ืַืֹּืืֶืจ ืงַื־ื ָื ืֶืช־ืִּื ְืָ ืֶืช־ืְืִืืְืָ ืֲืฉֶׁืจ־ืָืַืְืชָּ ืֶืช־ืִืฆְืָืง ืְืֶืְ־ืְืָ ืֶื־ืֶืจֶืฅ ืַืֹּืจִืָּื ืְืַืขֲืֵืืּ ืฉָׁื ืְืขֹืָื ืขַื ืַืַื ืֶืָืจִืื ืֲืฉֶׁืจ ืֹืַืจ ืֵืֶืืָ׃
Translit, VAYO'MER QAKH-Nร' 'ET-BINKHA 'ET-YEKHรDKHA 'ASYER-'รHAVTร 'ET-YITSKHรQ VELEKH-LEKHA 'EL-'ERETS HAMORรYรH VEHA'ALรHร SYรM LE'OLรH 'AL 'AKHAD HEHรRรM 'ASYER 'OMAR 'รLEYKHA
***
Ibrahim (Abraham) bukan beragama Yahudi (Yudaisme), Yahudi itu berasal dari kata "Yehuda", anak Yakub (Israel) yang notabene adalah cucu buyut Ibrahim. Tidak juga beragama Kristen, apalagi beragama Islam karena agama Islam baru muncul setelah Muhammad. Tetapi saya setuju bahwa Ibrahim adalah bapa dari tiga agama besar: Islam, Kristen, dan Yahudi :
* Kejadian 17:5
LAI TB, Karena itu namamu bukan lagi Abram, melainkan Abraham, karena engkau telah Kutetapkan menjadi bapa sejumlah besar bangsa.
KJV, Neither shall thy name any more be called Abram, but thy name shall be Abraham; for a father of many nations have I made thee.
Hebrew,
ืְืֹื־ืִืงָּืจֵื ืขֹืื ืֶืช־ืฉִׁืְืָ ืַืְืจָื ืְืָืָื ืฉִׁืְืָ ืַืְืจָืָื ืִּื ืַื־ืֲืֹืื ืֹּืืִื ื ְืชַืชִּืืָ׃
Translit, VELO'-YIQรRร' {dan tidak akan dipanggil} 'OD {lagi} 'ET-SYIMKHA {namamu} 'AVRรM {Abram} VEHรYรH {dan ia adalah} SYIMKHA {namamu} 'AVRรHรM {Abraham} Kร {karena} 'AV-HAMON {bapa banyak} GOYIM{bangsa-bangsa} NETATรKHA {Aku menjadikan engkau}
46. KEMUSTAHILAN AYAT-AYAT TUHAN DALAM ALKITAB
Berbagai kemustahilan ayat-ayat yang konon difirmankan oleh Tuhan dalam Alkitab, antara lain disuguhkan di bawah ini:
1. KITAB BILANGAN: Seekor keledai berbicara.
22:27 Melihat Malaikat TUHAN meniaraplah keledai itu dengan Bileam masih di atasnya. Maka bangkitlah amarah Bileam, lalu dipukulnyalah keledai itu dengan tongkat.
22:28 Ketika itu TUHAN membuka mulut keledai itu, sehingga ia berkata kepada Bileam: "Apakah yang kulakukan kepadamu, sampai engkau memukul aku tiga kali?"
22:29 Jawab Bileam kepada keledai itu: "Karena engkau mempermain-mainkan aku; seandainya ada pedang di tanganku, tentulah engkau kubunuh sekarang."
(Perhatikan, Bileam sama sekali tidak terkejut mendengar keledainya berbicara kepadanya)
Malaikat Tuhan membuat keledai itu berbicara. Bileam yang salah itu ditegur, melalui keledainya. Keledai tidak bisa maju tidak bisa lari karena ia melihat malaikat yang membawa pedang. Karena keledainya berhenti, Bileam marah memukul keledai itu supaya berjalan. Tiba-tiba Tuhan membuka mulut keledai, berbicara dalam bahasa manusia, "Kenapa tuan memukuli saya?" Kejadian ini menegur Bileam yang tidak taat kepada perintah Tuhan, penjelasannya sbb :
Baca selengkapnya Bilangan 22 :
Bileam yang kelihatannya patuh pada Tuhan tetapi sebenarnya tidak taat dan patuh pada Tuhan. Balak bertanya kepada Tuhan dan Tuhan memerintahkan agar jangan Bileam ini pergi bersama-sama dengan Raja Moab, dan jangan mengutuk bangsa Israel (ayat 9-12). Jika saja Bileam ini seorg nabi yg takut akan Tuhan, dia akan langsung mengatakan tidak kepada org2 suruhan Balak. That'll be the end of the story.
Tetapi ternyata kejadiannya tidak berhenti sampai di situ. Bileam tergiur dengan upah penenung yangg dibawa oleh suruhan raja Balak, dan dengan janji2 yang ditawarkan oleh raja Balak, sehingga Bileam berani untuk bertanya kepada Tuhan untuk yang ke 2 kalinya. Mungkin dia berpikir.. hhmm siapa tahu Tuhan akan berubah pikiran?!
Tuhan melihat isi hati Bileam, bahwa sebenarnya hati Bileam itu tergiur dengan segala apa yg ditawarkan oleh Raja Balak. Oleh karena itu, waktu Tuhan ditanya yang ke 2 kali oleh Bileam, Tuhan jawabnya : "Jikalau orang-orang itu memang sudah datang untuk memanggil engkau, bangunlah, pergilah bersama-sama dengan mereka, tetapi hanya apa yang akan Kufirmankan kepadamu harus kaulakukan." (ayat 20)
Mengapa kali ini Allah mengizinkan Balak pergi?
Walaupun sebenarnya Tuhan punya kehendak Bileam untuk tidak pergi. Tetapi karena Bileam adalah manusia yang punya free-will, dan yang hatinya sedang tergiur akan upah yg dari Raja Balak, akhirnya pun dia berani untuk bertanya lagi kepada Tuhan. Melihat itu Tuhan tahu bahwa Bileam hanya ingin melakukan rencananya sendiri, dan seakan-akan dia minta persetujuan dari Tuhan untuk memberkati rencananya. Dan pada akhirnya Tuhan sepertinya mengabulkan kehendaknya itu, meskipun demikian Tuhan memberikan Bileam batas-batas utk hanya mengatakan apa yg Tuhan akan sampaikan utk bangsa Israel.
Prinsip ini juga ada di ayat Yehezkiel 14:4. Ini ayatnya dr KJV;
Therefore speak unto them, and say unto them, Thus saith the Lord GOD; Every man of the house of Israel that setteth up his idols in his heart, and putteth the stumblingblock of his iniquity before his face, and cometh to the prophet; I the LORD will answer him that cometh according to the multitude of his idols..
Jadi kalau di dalam hati kita sudah ada idol/ilah lain yg sangat kita ingini, atau kita nomer satukan... dan ketika kita berdoa ama Tuhan, maka Tuhan akan menjawab doa2 kita "according to" idols/ilah-ilah yg ada di dalam hati kita. Dan kita akan berpikir bahwa Tuhan tuh SETUJU dgn apa yg kita sedang jalan'in. Padahal sebenarnya Tuhan tidak setuju.
Peristiwanya dengan keledai yang bisa berbicara akibat kuasa Tuhan melalui malaikat yang menampakkan diri. Peristiwa ini merupakan peristiwa kiasan/ nubuat dan menjadi peringatan bagi orang yang jalannya menuju kebinasaan. Bileam mengakui Aku telah berdosa, karena aku tidak mengetahui bahwa engkau ini berdiri di jalan menentang aku. Ayat 35: Maksud ilahi dapat dilihat disini, bahwa Tuhan memperkenankan Bileam pergi bersama pemuka-pemuka Balak, tetapi dia hanya boleh berkata-kata kepada Israel sesuai yang difirmankan Allah.
2. KITAB IMAMAT: Kelahiran anak perempuan mempunyai masa nifas dua kali lebih banyak.
12:2 "Katakanlah kepada orang Israel: Apabila seorang perempuan bersalin dan melahirkan anak laki-laki, maka najislah ia selama tujuh hari. Sama seperti pada hari-hari ia bercemar kain ia najis.
12:3 Dan pada hari yang kedelapan haruslah dikerat daging kulit khatan anak itu.
12:4 Selanjutnya tiga puluh tiga hari lamanya perempuan itu harus tinggal menantikan pentahiran dari darah nifas, tidak boleh ia kena kepada sesuatu apapun yang kudus dan tidak boleh ia masuk ke tempat kudus, sampai sudah genap hari-hari pentahirannya.
12:5 Tetapi jikalau ia melahirkan anak perempuan, maka najislah ia selama dua minggu, sama seperti pada waktu ia bercemar kain; selanjutnya enam puluh enam hari lamanya ia harus tinggal menantikan pentahiran dari darah nifas.
(Masa nifas untuk kelahiran anak perempuan dua kali lebih banyak dari pada anak laki-laki?)
* Imamat 12 : 1-5 PENTAHIRAN SESUDAH MELAHIRKAN ANAK
12:1 TUHAN berfirman kepada Musa, demikian:
12:2 "Katakanlah kepada orang Israel: Apabila seorang perempuan bersalin dan melahirkan anak laki-laki, maka najislah ia selama tujuh hari. Sama seperti pada hari-hari ia bercemar kain ia najis.
12:3 Dan pada hari yang kedelapan haruslah dikerat daging kulit khatan anak itu (sunat).
12:4 Selanjutnya tiga puluh tiga hari lamanya perempuan itu harus tinggal menantikan pentahiran dari darah nifas, tidak boleh ia kena kepada sesuatu apa pun yang kudus dan tidak boleh ia masuk ke tempat kudus, sampai sudah genap hari-hari pentahirannya.
12:5 Tetapi jikalau ia melahirkan anak perempuan, maka najislah ia selama dua minggu, sama seperti pada waktu ia bercemar kain; selanjutnya enam puluh enam hari lamanya ia harus tinggal menantikan pentahiran dari darah nifas.
Ayat diatas tidak boleh diartikan bahwa perempuan mempunyai masa nifas 2X lebih banyak, penjelasannya sbb :
Pertama saya jelaskan ttg kenajisan ibu setelah melahirkan.
Najis disini artinya : tidak boleh melakukan ritual keagamaan, tidak hubungan seksual, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan ketentuan-ketentuan Taurat. masa ini bisa diartikan pula sebagai masa rehat.
Masa ini penting untuk perempuan yang sudah saya jelaskan disini : http://www.sarapanpagi.org/viewtopic.php?p=742#742 (Hak Wanita Dalam Alkitab)
Jikalau yang dilahirkan adalah anak laki-laki : Masa najis pertama berlangsung selama 7 hari setelah melahirkan, hari ke 8 setelah anaknya lahir ada upacara ritual sunat (bandingkan dengan kejadian 21:4) Si ibu boleh menghadirinya. Sesudah itu upacara ritual penyunatan itu, ibunya akan kembali masuk dalam masa rehat selama 33hari.
Jikalau yang dilahirkan adalah anak perempuan : (yang notabene tidak melakukan upacara penyunatan). Masa kenajisannya ini dikalikan 2 yang berjumlah total 66hari, pentahiran dari darah nifas. Tidak dijelaskan dalam ayat tersebut mengapa hal ini diharuskan, mungkin dalam Kitab Ibrani Talmud ada penjelasan-penjelasan lain, yang alasannya mungkin tidak hanya terkait pada alasan biologis semata/ masa rehat wanita setelah melahirkan.
3. KITAB HAKIM-HAKIM: Samgar membunuh 600 orang dengan sebuah tongkat penghalau lembu.
3:31. Sesudah dia, bangkitlah Samgar bin Anat; ia menewaskan orang Filistin dengan tongkat penghalau lembu, enam ratus orang banyaknya. Demikianlah ia juga menyelamatkan orang Israel.
(Firman Tuhan atau kesombongan orang Israel?)
4. KITAB HAKIM-HAKIM: Simson membunuh 1000 orang dengan tulang rahang keledai.
15:15 Kemudian ia menemui sebuah tulang rahang keledai yang masih baru, diulurkannya tangannya, dipungutnya dan dipukulnya mati seribu orang dengan tulang itu.
15:16 Berkatalah Simson: "Dengan rahang keledai bangsa keledai itu kuhajar, dengan rahang keledai seribu orang kupukul."
(Firman Tuhan atau kesombongan orang Israel?)
3. KITAB HAKIM-HAKIM: Samgar membunuh 600 orang dengan sebuah tongkat penghalau lembu.
3:31. Sesudah dia, bangkitlah Samgar bin Anat; ia menewaskan orang Filistin dengan tongkat penghalau lembu, enam ratus orang banyaknya. Demikianlah ia juga menyelamatkan orang Israel.
(Firman Tuhan atau kesombongan orang Israel?)
4. KITAB HAKIM-HAKIM: Simson membunuh 1000 orang dengan tulang rahang keledai.
15:15 Kemudian ia menemui sebuah tulang rahang keledai yang masih baru, diulurkannya tangannya, dipungutnya dan dipukulnya mati seribu orang dengan tulang itu.
15:16 Berkatalah Simson: "Dengan rahang keledai bangsa keledai itu kuhajar, dengan rahang keledai seribu orang kupukul."
(Firman Tuhan atau kesombongan orang Israel?)
5. KITAB WAHYU: Seekor macan tutul berkepala tujuh.
13:1. (12-18 ) Dan ia tinggal berdiri di pantai laut. (13-1) Lalu aku melihat seekor binatang keluar dari dalam laut, bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh; di atas tanduk-tanduknya terdapat sepuluh mahkota dan pada kepalanya tertulis nama-nama hujat.
13:2 Binatang yang kulihat itu serupa dengan macan tutul, dan kakinya seperti kaki beruang dan mulutnya seperti mulut singa. Dan naga itu memberikan kepadanya kekuatannya, dan takhtanya dan kekuasaannya yang besar.
(Firman Tuhan atau dongeng?)
Kitab Wahyu ditulis dengan bahasa-bahasa kias, maka ungkapan diatas tidak boleh diartikan secara harfiah. Untuk menafsirkannya perlu pemahaman latar belakang tentang Eskatologi.
Binatang berkepala tujuh artinya : KEPALA = KERAJAAN, BAGIAN-BAGIAN KERAJAAN
Rujukan ayat-ayat yang lain :
* Daniel 7: 6
"Lagipula binatang itu berkepala empat, dan kepadanya diberikan kekuasaan."
* Wahyu 12: 3
"Seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh."
* Wahyu 13: 1
"Lalu saya melihat seekor binatang keluar dari dalam laut, bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh."
* Wahyu 17: 3
"Dan aku melihat seorang perempuan duduk di atas Seekor binatang yang merah ungu.... Mempunyai tujuh kepala dan sepuluh tanduk."
* Wahyu 17: 9, 10
"Ketujuh kepala itu adalah tujuh gunung, yang di atasnya perempuan itu duduk, ketujuhnya adalah juga tujuh raja (kerajaan)."
6. KITAB 2 RAJA-RAJA: Memakan tahi dan meminum air kencing (lihat juga Yesaya 36:12).
18:26 Lalu berkatalah Elyakim bin Hilkia, Sebna dan Yoah kepada juru minuman agung: "Silakan berbicara dalam bahasa Aram kepada hamba-hambamu ini, sebab kami mengerti; tetapi janganlah berbicara dengan kami dalam bahasa Yehuda sambil didengar oleh rakyat yang ada di atas tembok."
18:27 Tetapi juru minuman agung berkata kepada mereka: "Adakah tuanku mengutus aku untuk mengucapkan perkataan-perkataan ini hanya kepada tuanmu dan kepadamu saja? Bukankah juga kepada orang-orang yang duduk di atas tembok, yang memakan tahinya dan meminum air kencingnya bersama-sama dengan kamu?"
(Niscaya tubuh mereka menjadi semakin sehat setelah memakan tahi dan meminum air kencing)
Kutipan ayat :
* 2 RAJA RAJA 18:13-37 YERUSALEM DIKEPUNG OLEH SANHERIP
18:13 Dalam tahun keempat belas zaman raja Hizkia majulah Sanherib, raja Asyur, menyerang segala kota berkubu negeri Yehuda, lalu merebutnya.
18:14 Hizkia, raja Yehuda, mengutus orang kepada raja Asyur di Lakhis dengan pesan: "Aku telah berbuat dosa; undurlah dari padaku; apa pun yang kaubebankan kepadaku akan kupikul." Kemudian raja Asyur membebankan kepada Hizkia, raja Yehuda, tiga ratus talenta perak dan tiga puluh talenta emas.
18:15 Hizkia memberikan segala perak yang terdapat dalam rumah TUHAN dan dalam perbendaharaan istana raja.
18:16 Pada waktu itu Hizkia mengerat emas dari pintu-pintu dan dari jenang-jenang pintu bait TUHAN, yang telah dilapis oleh Hizkia, raja Yehuda; diberikannyalah semuanya kepada raja Asyur.
18:17 Sesudah itu raja Asyur mengirim panglima, kepala istana dan juru minuman agung dari Lakhis kepada raja Hizkia di Yerusalem disertai suatu tentara yang besar. Mereka maju dan sampai ke Yerusalem. Setelah mereka maju dan sampai di situ, mereka mengambil tempat dekat saluran kolam atas yang di jalan raja pada Padang Tukang Penatu.
18:18 Dan ketika mereka memanggil-manggil kepada raja, keluarlah mendapatkan mereka Elyakim bin Hilkia, kepala istana, dan Sebna, panitera negara, serta Yoah bin Asaf, bendahara negara.
18:19 Lalu berkatalah juru minuman agung kepada mereka: "Baiklah katakan kepada Hizkia: Beginilah kata raja agung, raja Asyur: Kepercayaan macam apakah yang kaupegang ini?
18:20 Kaukira bahwa hanya ucapan bibir saja dapat merupakan siasat dan kekuatan untuk perang! Sekarang, kepada siapa engkau berharap, maka engkau memberontak terhadap aku?
18:21 Sesungguhnya, engkau berharap kepada tongkat bambu yang patah terkulai itu, yaitu Mesir, yang akan menusuk dan menembus tangan orang yang bertopang kepadanya. Begitulah keadaan Firaun, raja Mesir, bagi semua orang yang berharap kepadanya.
18:22 Dan apabila kamu berkata kepadaku: Kami berharap kepada TUHAN, Allah kami, -- bukankah Dia itu yang bukit-bukit pengorbanan-Nya dan mezbah-mezbah-Nya telah dijauhkan oleh Hizkia sambil berkata kepada Yehuda dan Yerusalem: Di depan mezbah yang di Yerusalem inilah kamu harus sujud menyembah!
18:23 Maka sekarang, baiklah bertaruh dengan tuanku, raja Asyur: Aku akan memberikan dua ribu ekor kuda kepadamu, jika engkau sanggup memberikan dari pihakmu orang-orang yang mengendarainya.
18:24 Bagaimanakah mungkin engkau memukul mundur satu orang perwira tuanku yang paling kecil? Padahal engkau berharap kepada Mesir dalam hal kereta dan orang-orang berkuda!
18:25 Sekarang pun, adakah di luar kehendak TUHAN aku maju melawan tempat ini untuk memusnahkannya? TUHAN telah berfirman kepadaku: Majulah menyerang negeri itu dan musnahkanlah itu!"
18:26 Lalu berkatalah Elyakim bin Hilkia, Sebna dan Yoah kepada juru minuman agung: "Silakan berbicara dalam bahasa Aram kepada hamba-hambamu ini, sebab kami mengerti; tetapi janganlah berbicara dengan kami dalam bahasa Yehuda sambil didengar oleh rakyat yang ada di atas tembok."
18:27 Tetapi juru minuman agung berkata kepada mereka: "Adakah tuanku mengutus aku untuk mengucapkan perkataan-perkataan ini hanya kepada tuanmu dan kepadamu saja? Bukankah juga kepada orang-orang yang duduk di atas tembok, yang memakan tahinya dan meminum air kencingnya bersama-sama dengan kamu?"
18:28 Kemudian berdirilah juru minuman agung dan berserulah ia dengan suara nyaring dalam bahasa Yehuda. Ia berkata: "Dengarlah perkataan raja agung, raja Asyur!
18:29 Beginilah kata raja: Janganlah Hizkia memperdayakan kamu, sebab ia tidak sanggup melepaskan kamu dari tanganku!
18:30 Janganlah Hizkia mengajak kamu berharap kepada TUHAN dengan mengatakan: Tentulah TUHAN akan melepaskan kita; dan kota ini tidak akan diserahkan ke dalam tangan raja Asyur.
18:31 Janganlah dengarkan Hizkia, sebab beginilah kata raja Asyur: Adakanlah perjanjian penyerahan dengan aku dan datanglah ke luar kepadaku, maka setiap orang dari padamu akan makan dari pohon anggurnya dan dari pohon aranya serta minum dari sumurnya,
18:32 sampai aku datang dan membawa kamu ke suatu negeri seperti negerimu ini, suatu negeri yang bergandum dan berair anggur, suatu negeri yang beroti dan berkebun anggur, suatu negeri yang berpohon zaitun, berminyak dan bermadu; dengan demikian kamu hidup dan tidak mati. Tetapi janganlah dengarkan Hizkia, sebab ia membujuk kamu dengan mengatakan: TUHAN akan melepaskan kita!
18:33 Apakah pernah para allah bangsa-bangsa melepaskan negerinya masing-masing dari tangan raja Asyur?
18:34 Di manakah para allah negeri Hamat dan Arpad? Di manakah para allah negeri Sefarwaim, Hena dan Iwa? Apakah mereka telah melepaskan Samaria dari tanganku?
18:35 Siapakah di antara semua allah negeri-negeri yang telah melepaskan negeri mereka dari tanganku, sehingga TUHAN sanggup melepaskan Yerusalem dari tanganku?"
18:36 Tetapi rakyat itu berdiam diri dan tidak menjawab dia sepatah kata pun, sebab ada perintah raja, bunyinya: "Jangan kamu menjawab dia!"
18:37 Kemudian pergilah Elyakim bin Hilkia, kepala istana, dan Sebna, panitera negara, dan Yoah bin Asaf, bendahara negara, menghadap Hizkia, dengan pakaian yang dikoyakkan, lalu memberitahukan kepadanya perkataan juru minuman agung.
---------------
PENJELASAN :
Kita mundur sedikit dengan membaca
2 Raja-Raja 18 : 1-12 HIZKIA RAJA YEHUDA :
Hizkia berbeda sekali dengan ayahnya, ia bahkan disejajarkan dengan Daud! Hizkia tidak hanya dianggap berjasa menghancurkan sisa-sisa penyembahan berhala Ahas, ayahnya. Tetapi Hizkia juga menyingkirkan ular tembaga yang dibuat Musa (lihat Bilangan 21:9). Sebab pada saat itu orang memberhalakan ular ini yang mereka sebut Nehustan. Kesetiaannya ini mendapat ganjaran masa pemerintahan 29tahun, kemakmuran, kemenangan atas kota-kota filistin, dan jaminan kemerdekaan dari Asyur di awal masa pemerintahannya, persis pada saat Israel dikalahkan.
Selanjutnyakita baca
2 Raja-Raja 18: 13-16 YERUSALEM DIKEPUNG
Bandingkan dengan Yesaya 36:1-39:8
Bagaimanapun juga Asyur tetap merupakan ancaman serius, dialog yang disajikan disini berfokus pada siapa yang harus dipercayai. Hizkia yang disertai Allah atau Raja Asyur yang berkuasa (bandingkan Yesaya 36 dan 1 Raja-Raja 18 ). Hizkia dibuat kelihatan lemah, sementara kemenangan Asyur dimasa lalu diceritakan.
Sanherip naik takhta pada tahun 14 pemerintahan Hizkia (kira-kira 705SM). Yerusalem dalam kepungan pasukan Asyur. Hizkia membayar upeti : 30talenta Mas, 800 talenta perak, ditambah dengan banyak barang-barang lain.
2 Raja-Raja 18: 17-37 EJEKAN JURU MINUMAN
Diceritakan bahwa Raja Asyur mengirim panglima, kepala istana dan juru minuman agung dari Lakhis kepada Raja Hizkia. Juru minuman ini mencela/ mengejek dengan taruhan.
Dihadapan Kepala Istana raja Hizkia (Elyakim bin Hilkia) Juru minuman mengejek dengan bualan bahwa ia telah datang atas perintah Tuhan. Juru minuman itu berkata-kata dengan tidak sopan (ayat 19-25).
Kemudian ayat 26 Elyakim bin Hilkia meminta agar Juru minuman bicara dalam bahasa Aram saja (bahasa ini adalah bahasa yang digunakan oleh para diplomat dan pedagang pada masa itu). Supaya ejekannya ini tidak didengar rakyat Yehuda (yang ada diatas tembok). Bahasa Aram waktu itu ini tidak digunakan sebagai bahasa sehari-hari oleh oleh rakyat Yehuda pada zaman itu.
Jadi bisa kita tafsirkan sebelumnya Juru minuman itu berbicara dalam bahasa Ibrani atau berbicara dalam bahasa Aram dengan perantaraan penterjemah.
Juru minuman itu tidak menggubris permintaan Elyakim, dan ia terus mengejek, Pada ayat ke 27 (lihat Yesaya 36:12). Jawaban Juru minuman itu sangat menghinakan bangsa Yehuda dengan menyebut kata-kata tidak senonoh "Adakah tuanku mengutus aku untuk mengucapkan perkataan-perkataan ini hanya kepada tuanmu dan kepadamu saja? Bukankah juga kepada orang-orang yang duduk di atas tembok, yang memakan tahinya dan meminum air kencingnya bersama-sama dengan kamu?".
Dan tidak berhenti sampai disitu, seruannya itu diteruskan dihadapan orang-orang Yehuda menunjukkan kecongkakannya dan penghinaan kepada rakyat Yehuda dan Allah orang-orang Yehuda (ayat 29-35).
Rakyat Yehuda berdiam diri tidak menimpali ejekan juru minuman itu (ayat 36) sebab ada perintah raja “jangan kamu menjawab dia”. Kemudian Elyakim bin Hilkia dan Sebna dan Yoab menghadap Hizkia dengan pakaian dikoyakkan menghadap Raja Hizkia (ayat 37)
-----
Jadi jelas disini ayat 27 yang “tidak senonoh” itu adalah perkataan seorang yang sombong dari kerajaan Asyur yang saat itu menguasai Yehuda, mereka adalah bangsa penyembah berhala yang tidak takut-takut melecehkan TUHAN Allah bangsa Yehuda.
Dalam kisah selanjutnya, di Pasal 19. Raja Hizkia dengan Nabi Yesaya, secara tegas menentang persekutuan dengan Mesir (bandingkan dengan Yesaya 30:1-7,15; 31:1-9). Selanjutnya Pasal 19:35-37 dicatat bahwa Kerajaan Yehuda terbebas dari Asyur (kekuasaan Sanherip) bandingkan dengan Yesaya 37:36-38, 2 Tawarikh 32:21-23. Dan akhir masa pemerintahan Hizkia dicatat pada pasal 20:1-21.
Dalam kisah ini kita diajar bahwa Kesetiaan Tuhan dan perjanjian akan membawa keberhasilan. Percaya kepada kekuatan asing dan bangsa yang menyembah berhala akan membawa kehancuran.
7. KITAB MALEAKHI: Kotoran hewan pada muka para imam.
2:1. Maka sekarang, kepada kamulah tertuju perintah ini, hai para imam!
2:3 Sesungguhnya, Aku akan mematahkan lenganmu dan akan melemparkan kotoran ke mukamu, yakni kotoran korban dari hari-hari rayamu, dan orang akan menyeret kamu ke kotoran itu.
2:4 Maka kamu akan sadar, bahwa Kukirimkan perintah ini kepadamu, supaya perjanjian-Ku dengan Lewi tetap dipegang, firman TUHAN semesta alam.
(Hah? Tuhan akan melempar kotoran ke muka para imam?)
Ayat diatas itu adalah bagian dari teguran keras kepada para imam yang menodai perjanjian Tuhan. Bahwa mereka adalam para imam, utusan Tuhan yang bertugas mengajar dan memimpin umat, dan mereka mengabaikan dan menodainya dengan hal-hal yang tidak pantas dilakukan oleh para imam.
Kita baca pasal 1 dahulu supaya kita mengerti konteks dan kontain ayat diatas.
Kitab Maleakhi ini berisi tentang Nubuat-nubuat. Nubuat pertama adalah “Kasih Tuhan terhadap Israel”. Dan Nubuat kedua adalah “Dosa para Imam”. Kita baca mulai Maleakhi 1 ayat 6 dan seterusnya. Delapan nubuat telah digabungkan untuk membahas 2 dosa utama para imam : mempersembahkan korban yang tercemar (Maleakhi 1:6-14) dan menarik kembali peranan guru dan para pemimpin (Maleakhi 2:1-9).
Teguran 1 :
* MALEAKHI 1:6-14 PENCEMARAN KORBAN-KORBAN
1:6 Seorang anak menghormati bapanya dan seorang hamba menghormati tuannya. Jika Aku ini bapa, di manakah hormat yang kepada-Ku itu? Jika Aku ini tuan, di manakah takut yang kepada-Ku itu? firman TUHAN semesta alam kepada kamu, hai para imam yang menghina nama-Ku. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menghina nama-Mu?"
1:7 Kamu membawa roti cemar ke atas mezbah-Ku, tetapi berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami mencemarkannya?" Dengan cara menyangka: "Meja TUHAN boleh dihinakan!"
1:8 Apabila kamu membawa seekor binatang buta untuk dipersembahkan, tidakkah itu jahat? Apabila kamu membawa binatang yang timpang dan sakit, tidakkah itu jahat? Cobalah menyampaikannya kepada bupatimu, apakah ia berkenan kepadamu, apalagi menyambut engkau dengan baik? firman TUHAN semesta alam.
1:9 Maka sekarang: "Cobalah melunakkan hati Allah, supaya Ia mengasihani kita!" Oleh tangan kamulah terjadi hal itu, masakan Ia akan menyambut salah seorang dari padamu dengan baik? firman TUHAN semesta alam.
1:10 Sekiranya ada di antara kamu yang mau menutup pintu, supaya jangan kamu menyalakan api di mezbah-Ku dengan percuma. Aku tidak suka kepada kamu, firman TUHAN semesta alam, dan Aku tidak berkenan menerima persembahan dari tanganmu.
1:11 Sebab dari terbitnya sampai kepada terbenamnya matahari nama-Ku besar di antara bangsa-bangsa, dan di setiap tempat dibakar dan dipersembahkan korban bagi nama-Ku dan juga korban sajian yang tahir; sebab nama-Ku besar di antara bangsa-bangsa, firman TUHAN semesta alam.
1:12 Tetapi kamu ini menajiskannya, karena kamu menyangka: "Meja Tuhan memang cemar dan makanan yang ada di situ boleh dihinakan!"
1:13 Kamu berkata: "Lihat, alangkah susah payahnya!" dan kamu menyusahkan Aku, firman TUHAN semesta alam. Kamu membawa binatang yang dirampas, binatang yang timpang dan binatang yang sakit, kamu membawanya sebagai persembahan. Akan berkenankah Aku menerimanya dari tanganmu? firman TUHAN.
1:14 Terkutuklah penipu, yang mempunyai seekor binatang jantan di antara kawanan ternaknya, yang dinazarkannya, tetapi ia mempersembahkan binatang yang cacat kepada Tuhan. Sebab Aku ini Raja yang besar, firman TUHAN semesta alam, dan nama-Ku ditakuti di antara bangsa-bangsa.
Dosa mempersembahkan korban tercemar digambarkan dalam 2 bagian (ayat 6-9 dan ayat 10-14). Tuhan mempertanyakan kesetiaan dari mitra perjanjian. Nada pertanyaan retoris mengisyaratkan bahwa hubungan perjanjian telah dinodai “di manakah hormat yang kepada-Ku itu? di manakah takut yang kepada-Ku itu?” (ayat 6b) bandingkan dengan Keluaran 4:22, Hosea 11:1 dan Yesaya 1:2.
“hai para imam yang menghina nama-Ku” Penghinaan kepada nama Tuhan adalah pelanggaran yang sangat serius, ini sama dengan penghinaan terhadap Tuhan sendiri.
Selanjutnya persoalan imamat (ayat 6c-7, lihat ayat 12). Telah ada aturan standard yang sangat ketat dalam mempersembahkan korban yang sesungguhnya (lihat Imamat 22:18-25 dan Ulangan 15:21). Jelas ada aturan-aturan yang mengharuskan untuk menjaga kesucian ritual.
Ungkapan “meja Tuhan” yang dimaksud adalah meja untuk menyembelih korban yang terletak pada bilik sebelah dalam Bait Suci. Satu meja diletakkan di tempat yang kudus, dimana menurut peraturan Yudaisme, hanya iman saja yang diperbolehkan masuk (lihat Yehezkiel 40:39-43).
Pemberian korban yang cemar sangat jelas ditulis pada ayat 8 (lihat ayat 3-5) binatang yang buta, lumbuh dan sakit merupakan “makanan yang tercemar” apabila persembahan ini diberikan kepada seorang bupati yang adalah manusia itu, ini dianalogikan dengan “perasaan” Tuhan. Pada ayat 9, Maleakhi menuliskan suatu pertanyaan ironis yang menutup nubuatan ini.
Jawaban Tuhan kepada persebahan korban yang tercemar itu (ayat 10-14) : “Biarlah diberhentikan semua korban di Bait Suci” (bandingkan dengan Yehezkiel 40:39-41). Tuhan memilih tanpa korban “ Aku tidak suka kepada kamu, firman TUHAN semesta alam, dan Aku tidak berkenan menerima persembahan dari tanganmu”. Pernyataan ini menimbulkan keresahan para imam.
Pada ayat 11 dijelaskan bahwa pada masa itu bahkan orang-orang non Yahudi membersembahkan korban yang lebih sungguh-sungguh daripada yang di Yerusalem. Pertimbangan Maleakhi ini mungkin disejajarkan dengan “agama persia” yang rupanya jauh lebih murni. Ayat ini menyajikan kelakuan yang kontras antara imam dan bangsa-bangsa lain. Nubuat terakhir mengemukakan sebuah kutukan kepada para imam yang menipu diri sendiri dan jemaat dengan mengorbankan binatang yang “dikebiri” dan menahan binatang yang jantan (ayat 14a, lihat Imamat 22:18 ). Suatu kontras yang tersirat antara jemaat perjanjian dan “bangsa-bangsa”/ Tuhan adalah Raja besar yang namaNya ditakuti bangsa-bangsa (ayat 14b). pengulangan kata “besar” (ayat 5,11,14) dan “nama” (ayat 6,11,14) dalam teguran terhadap “korban yang tercemar” (ayat 6-14) menekankan hakekat Tuhan dan bagaimana tanggapan para imam yang tidak layak.
Teguran ke-2 :
* MALEAKHI 2:1-6 MURKA TUHAN TERHADAP PARA IMAM
2:1 Maka sekarang, kepada kamulah tertuju perintah ini, hai para imam!
2:2 Jika kamu tidak mendengarkan, dan jika kamu tidak memberi perhatian untuk menghormati nama-Ku, firman TUHAN semesta alam, maka Aku akan mengirimkan kutuk ke antaramu dan akan membuat berkat-berkatmu menjadi kutuk, dan Aku telah membuatnya menjadi kutuk, sebab kamu ini tidak memperhatikan.
2:3 Sesungguhnya, Aku akan mematahkan lenganmu dan akan melemparkan kotoran ke mukamu, yakni kotoran korban dari hari-hari rayamu, dan orang akan menyeret kamu ke kotoran itu.
2:4 Maka kamu akan sadar, bahwa Kukirimkan perintah ini kepadamu, supaya perjanjian-Ku dengan Lewi tetap dipegang, firman TUHAN semesta alam.
2:5 Perjanjian-Ku dengan dia pada satu pihak ialah kehidupan dan sejahtera dan itu Kuberikan kepadanya -- pada pihak lain ketakutan -- dan ia takut kepada-Ku dan gentar terhadap nama-Ku.
2:6 Pengajaran yang benar ada dalam mulutnya dan kecurangan tidak terdapat pada bibirnya. Dalam damai sejahtera dan kejujuran ia mengikuti Aku dan banyak orang dibuatnya berbalik dari pada kesalahan.
2:7 Sebab bibir seorang imam memelihara pengetahuan dan orang mencari pengajaran dari mulutnya, sebab dialah utusan TUHAN semesta alam.
2:8 Tetapi kamu ini menyimpang dari jalan; kamu membuat banyak orang tergelincir dengan pengajaranmu; kamu merusakkan perjanjian dengan Lewi, firman TUHAN semesta alam.
2:9 Maka Aku pun akan membuat kamu hina dan rendah bagi seluruh umat ini, oleh karena kamu tidak mengikuti jalan yang Kutunjukkan, tetapi memandang bulu dalam pengajaranmu
Teguran ini diberikan atas kegagalan para imam sebagai guru dan pemimpin karena mereka telah meninggalkan integritas pribadi (2:1-9). Seluruh bagian ini adalah ungkapan perjanjian. Para imam akan dikutuk jika mereka tidak memperhatikan peringatan Tuhan (ayat 1-2, lihat Ulangan 27:14; 28:68 ).
Ayat 2 : “Lengan” adalah bagian binatang kurban yang dipilih untuk para imam (lihat Ulangan 18:3). Maknanya disini adalah para imam akan terhalang dalam melaksanakan tugasnya di mezbah. “Kotoran” atau "Peresh" yang dimaksud adalah isi perut dari binatang-binatang yang disembelih (bandingkan dengan Imamat 4:11). “Dan orang akan menyeret kamu ke kotoran itu” menyatakan bahwa para imam itu tidak sanggup dalam tugas-tugasnya, para imam itu akan diberi malu terang-terangan dan dihinakan sedalam-dalamnya, jika mereka tidak belajar menjadi wakil-wakil Allah yang layak dari perjanjian Allah dengan Lewi (ayat 4). Lihat Bilangan 25:12,13 dan Ulangan 33:9.
* Maleakhi 2:3
Sesungguhnya, Aku akan mematahkan lenganmu dan akan melemparkan kotoran ke mukamu, yakni kotoran korban dari hari-hari rayamu, dan orang akan menyeret kamu ke kotoran itu.
Hebrew Translit. : HINNI GO'ER LAKHEM ET-HAZERA VEZERITI FERESH AL-PENEIKHEM PERESH KHAGEIKHEM VENASA ETKHEM ELAV
Tuhan memberikan tanda kepada para imam, bahwa perintah-perintah ditujukan kepada mereka. Itu adalah “perjanjian dengan Lewi”. Lewi megajarkan Taurat yang benar dan dengan hormat, hidup dalam kejujuran (ayat 6). Para imam harus setia kepada perjanjian sebab mereka adalah utusan TUHAN semesta alam (ayat 7b). Ayat ini sangat istimewa, bahwa hanya di ayat inilah dalam Perjanjian Lama, yang menyebutkan bahwa seorang imam adalah “utusan TUHAN”, biasanya kata “utusan” ini selalu dikaitkan dengan Nabi. Jadi jelas disini bahwa peranan imam juga mengemban sebagai utusan Tuhan, dan ini adalah sebagai dasar dari penghakiman para imam itu (ayat 8-9).
Para Imam telah tidak setia kepada kewajiban-kewajiban dari perjanjian/peranan mereka sebagai pengajar dan pemimpin (ayat 8 ). Karena mereka menolak mentataati perjanjian Tuhan dan mengajar jemaat dalam hukum-hukumnya. Mereka mengajar dengan pandang bulu (terhadap orang kaya). Kesemuanya menunjukkan bahwa mereka telah meniadakan perjanjian Lewi. Tuhan mengambil kedudukan mereka. Mereka menjadi hina dan rendah bagi seluruh umat (ayat 9).
8. KITAB YEHEZKIEL: Memakan roti dengan tahi.
4:12 Makanlah roti itu seperti roti jelai yang bundar dan engkau harus membakarnya di atas kotoran manusia yang sudah kering di hadapan mereka."
4:13 Selanjutnya TUHAN berfirman: "Aku akan membuang orang Israel ke tengah-tengah bangsa-bangsa dan demikianlah mereka akan memakan rotinya najis di sana."
4:14 Maka kujawab: "Aduh, Tuhan ALLAH, sesungguhnya, aku tak pernah dinajiskan dan dari masa mudaku sampai sekarang tak pernah kumakan bangkai atau sisa mangsa binatang buas; lagipula tak pernah masuk ke mulutku ini daging yang sudah basi."
4:15 Lalu firman-Nya kepadaku: "Lihat, kalau begitu Aku mengizinkan engkau memakai kotoran lembu ganti kotoran manusia dan bakarlah rotimu di atasnya."
(Berani coba firman Tuhan ini?)
Untuk mengerti ayat diatas kita harus baca keseluruhannya :
Judul Perikop pada Yehezkiel 4 adalah LAMBANG PENGEPUNGAN KOTA YERUSALEM
Dalam bahasa Inggris ditulis dengan THE SIEGE OF JERUSALEM PORTRAYED
Telah kita pelajari di atas tentang Perjinahan Rohani dan bahasa-bahasa Alegoris banyak sekali diungkap pada kitab Yehezkiel ini, juga dalam kitab-kitab lain Yesaya, Yeremia dan sebagainya.
Yehezkiel Pasal 4 dan Pasal 5 maksud dan topiknya adalah Tindakan simbolis pengepungan dan pembuangan.
Ada 4 tindakan simbolis dalam Yehezkiel 4:1-5:17 menggambarkan nasip orang-orang Yehuda yang tidak masuk ke pembuangan. Yehezkiel bertindak dalam berbagai cara. Ia melaksanakan peran Allah terhadap umat Yehuda dan sekelilingnya, yang akan dihukum.
Dalam tindakan simbolis pertama (4:1-3), Nabi menggambarkan Yerusaem yang dikepung di atas sejenis batu bata yang digunakan di Babel untuk pembangunan. Dengan "menunjukkan pandangannya" (4:3) kepada yang digambar, Yehezkiel mendramatisasi kekuasaan Allah yang aktif atas Yerusalem dengan bahasa Alegoris.
Dalam tindakan simbolis yang kedua (4:4-8 ), Yehezkiel berbaring beberapa hari lamanya pada sisi kirinya menghadap ke utara. Selanjutnya dalam waktu singkat berbaring di sisi kanan dengan menghadap ke selatan, untuk menunjukkan jumlah tahun bahwa Israel Utara dan Yehuda harus mengalami pembuangan.
Pembuangan Yehuda disini ditentukan empat puluh tahun (4:6). Penyebutan Allah mengikat Yehezkiel (4:8 ) adalah kiasan dari penindasan yang dialami oleh nabi demi bangsanya.
Tindakan simbolis ketiga (4:9-17) menggambarkan kekurangan makanan di Yerusalem selama pengepungan. Nabi hanya mendapat sedikit sekali jatah makanan dan air. Ia dengan hati-hati makan campuran gandum yang sesuai dengan perintah harus ia masak dengan menggunakan kotoran manusia sebagai api (4:12). Tindakan demikian membuat Yehezkiel jijik, sehingga Allah memberikan ijin untuk mempergunakan kotoran lembu yang memang biasa dipakai untuk memasak (4:15).
Tindakan simbolis keempat (5:1-17) menggambarkan kematian dan kekerasan yang akan dialami umat di tangan musuh. Yehezkiel memotong rambut di kepala dan janggutnya, dan membagikannya menjadi tiga bagian dengan berat yang sama. Sebagian dibakar dalam api, sebagian lagi dibuang ke udara dan dicerai-beraikan dengan sabetan pedang, sementara bagian ketiga dibiarkan dihembus angin. kekacauan besar akan menimpa penduduk kota yang dikepung. Tafsiran terperinsi dari tindakan simbolis ini barangkali diperluas oleh komunitas di kemudian hari. Kanibalisme yang diisyaratkan dalam ayat 10, seperti terdapat di bagian lain Perjanjian Lama, merupakan ungkapan hukuman berat Allah (lihat Imamat 26:29, 2 Raja-raja 6:29; Yeremia 19:9).
Beberapa penafsir mengisyaratkan bahwa Yehezkiel melakukan tindakan simbolis dari Firman Tuhan karena ia tidak dapat berbicara sehabis menerima pengelihatan. Tafsiran ini bisa jadi benar. Tindakan nabi yang tidak dapat berbicara merupakan cara yang sangat mengesankan untuk menyampaikan pesan Allah. Pemunculan keempat tindakan simbolis bersama-sama dalam bab 4-5, dan fakta bahwa nabi-nabi lain juga melakukan tindakan simbolis, mengisyaratkan bahwa tafsiran di atas tidak sepenuhnya benar. Kumpulan ini mungkin sekali dibuat oleh beberapa pengikut Yehezkiel yang menggolong-golongkan tradisi untuk menggambarkan pengepungan Yerusalem. Tindakan dramatis ini mengingatkan kepada tindakan Yesaya, yang berjalan mengelilingi Yerusalem dengan telanjang dan tidak berkasut tiga tahun lamanya sebagai tanda, bahwa penduduk Yerusalem hendaknya jangan percaya kepada Mesir ataupun Etiopia (Yesaya 20:2-6). Tindakan itu mengingatkan juga kepada tindakan Yeremia, yang diperintahkan untuk membeli ikat pinggang dari kain dan memakainya beberapa waktu, lalu menguburnya, kemudian menggalinya kembali tetapi sudah hancur dan tidak berharga sama sekali. Ini dimaksudkan untuk melambangkan kehancuran "kebanggan Yerusalem" (Yeremia 13:1-11). Para nabi biasanya menggunakan baik tindakan maupun kata-kata dan pengelihatan ataupun mimpi untuk melukiskan kehendak Allah secara simbolis. Dalam Kitab Yehezkiel, penggolongan tindakan simbolis ini mendahului ucapan-ucapan Firman Allah oleh nabi.
Tidak ada kata-kata atau nubuat langsung dari yehezkiel yang menunjukkan dosa mana dari umat yang mendatangkan penghakiman Allah. Penggarapan tindakan simbolis terakhir (bab 5) menunjukkan kepada pengingkaran Israel atas ketetapan dan perintah-perintah Allah 95:6) kepada penodaan tempat kudus (5:11). tetapi, mungkin sekali bahwa penunjukkan-penunjukkan ini berasal dari tradisi kemudia. Rupanya Yehezkiel pada mulanya melakukan beberapa tindakan simbolis, yang menggambarkan nasip Yerusalem dan Yehuda, tanpa menunjukkan mengapa Allah mendatangkan kehancuran. Namun, bab 6-11 memaparkan dengan terperinci kejelekan hidup orang Israel dan ibadahnya. menurut pandangan Yehezkiel, inilah yang mnyebabkan Allah terus menghancurkan kota suci dan sekelilingnya.
9. KITAB HAKIM-HAKIM: Simson berhubungan sex dengan pelacur di Gaza.
16:1. Pada suatu kali, ketika Simson pergi ke Gaza, dilihatnya di sana seorang perempuan sundal, lalu menghampiri dia.
(Firman Tuhan atau buku sex?)
Harus dibaca kisah keseluruhan dari SIMSON ini dalam dalam Kitab Hakim-Hakim pasal 16 ; Apa akibat dari kelakuan Simson yang tidak bia mengendalikan hasrat seksualnya; konsekwensi apa yang dia terima.
Alkitab mengajarkan secara gamblang; sebab akibat dari orang yang tidak bisa menahan nafsu.
Ini bukanlah cerita porno, seperti yang dimaksud penulis diatas.
10. KITAB RUT: Rut tinggal bersama sebagai suami-istri dengan Boaz di tempat pengirikan.
3:6. Sesudah itu pergilah ia ke tempat pengirikan dan dilakukannyalah tepat seperti yang diperintahkan mertuanya kepadanya.
3:7 Setelah Boas habis makan dan minum dan hatinya gembira, datanglah ia untuk membaringkan diri tidur pada ujung timbunan jelai itu. Kemudian datanglah perempuan itu dekat dengan diam-diam, disingkapkannyalah selimut dari kaki Boas dan berbaringlah ia di situ.
3:8 Pada waktu tengah malam dengan terkejut terjagalah orang itu, lalu meraba-raba ke sekelilingnya, dan ternyata ada seorang perempuan berbaring di sebelah kakinya.
3:9 Bertanyalah ia: "Siapakah engkau ini?" Jawabnya: "Aku Rut, hambamu: kembangkanlah kiranya sayapmu melindungi hambamu ini, sebab engkaulah seorang kaum yang wajib menebus kami."
3:10 Lalu katanya: "Diberkatilah kiranya engkau oleh TUHAN, ya anakku! Sekarang engkau menunjukkan kasihmu lebih nyata lagi dari pada yang pertama kali itu, karena engkau tidak mengejar-ngejar orang-orang muda, baik yang miskin maupun yang kaya.
3:11 Oleh sebab itu, anakku, janganlah takut; segala yang kaukatakan itu akan kulakukan kepadamu; sebab setiap orang dalam kota kami tahu, bahwa engkau seorang perempuan baik-baik.
3:12 Maka sekarang, memang aku seorang kaum yang wajib menebus, tetapi walaupun demikian masih ada lagi seorang penebus, yang lebih dekat dari padaku.
3:13 Tinggallah di sini malam ini; dan besok pagi, jika ia mau menebus engkau, baik, biarlah ia menebus; tetapi jika ia tidak suka menebus engkau, maka akulah yang akan menebus engkau, demi TUHAN yang hidup. Berbaring sajalah tidur sampai pagi."
3:14. Jadi berbaringlah ia tidur di sebelah kakinya sampai pagi; lalu bangunlah ia, sebelum orang dapat kenal-mengenal, sebab kata Boas: "Janganlah diketahui orang, bahwa seorang perempuan datang ke tempat pengirikan."
(Firman Tuhan atau buku sex?)
Klaim tentang Ruth dan Boas berzinah jelas tidak benar.
Sebab Alkitab mencatat Ruth dan Boas berhubungan sebagai suami istri ketika Boas secara resmi menikahinya :
Baca di :
Rut 4:13 Lalu Boas mengambil Rut dan perempuan itu menjadi isterinya dan dihampirinyalah dia. Maka atas karunia TUHAN perempuan itu mengandung, lalu melahirkan seorang anak laki-laki.
Jika kita membaca Rut pasal 3 secara keseluruhan kita akan mengerti betapa Boas adalah seorang laki-laki tang bertanggung jawab. Sungguh suatu figur yang mengagumkan dan patut menjadi panutan bagi orang lain. Boas bukan hanya seorang yang beriman, cekatan, takut akan Tuhan, murah hati dan tidak mata keranjang, tetapi ia juga seorang yang bijaksana dan bertanggung jawab. Bagaimana bijaksana dan bertanggung jawabnya Boas dapat dilihat dari tindakan dan keputusannya yang sungguh mencerminkan kearifan seorang yang takut akan Tuhan.
Ketika Boas terjaga dari tidurnya dan menyadari bahwa ada Rut yang masuk ke dalam selimutnya di tengah malam di mana tidak ada orang lain yang hadir, ia tidak menggunakan kesempatan itu untuk menodai Rut. Ia juga tidak mengatakan hal-hal yang buruk tentang Rut karena telah berani datang sendirian kepadanya di tengah malam yang mungkin dapat merusak nama baiknya. Perkataan yang keluar dari mulut Boas justru adalah perkataan yang memberkati Rut, „Diberkatilah kiranya engkau oleh TUHAN, ya anakku!“ Bahkan Boas tetap menyapa Rut dengan sebutan anakku! Boas juga bahkan memuji tindakan Rut yang telah menunjukkan kasihnya kepada mertuanya dan sekarang memintanya untuk menjadi pelindung bagi dirinya sesuai hukum yang berlaku.
Juga Boas dengan bijaknya tidak mengusir Rut untuk pulang sendirian di tengah malam, tetapi ia mengatakan kepada Rut agar tidur saja di tempatnya hingga menjelang pagi. Dan ketika Rut mau pulang, Boas masih memikirkan keberadaan mertua Rut dan membekali Rut dengan enam takar jelai atau sekitar 30 kg jelai.
Tindakan Boas yang bertanggung jawab juga terlihat ketika ia tidak menerima begitu saja permintaan Rut untuk menjadi penebusnya karena masih ada orang yang lebih berhak untuk menjadi penebus Rut. Boas berjanji akan menanyakan terlebih dahulu kepada orang yang lebih berhak itu, apakah ia mau menebus Rut atau tidak. Dan memang, Boas melakukan apa yang telah dijanjikannya kepada Rut dengan penuh tanggung jawab. Keesokan harinya ia pergi ke pintu gerbang dan duduk di sana agar dapat bertemu dengan orang yang ia maksudkan. Ketika orang yang dimaksudkan lewat, Boas langsung menanyakan apakah ia bersedia menebus ladang Elimelekh, Mahlon dan Kilyon yang sekarang dimiliki oleh Naomi sebagai janda mendiang Elimelekh dan Rut sebagai janda dari mendiang Mahlon ?
Berlaku bijak dan bertanggung jawab dapat menjauhkan kita dari berbagai macam masalah yang seharusnya tidak perlu terjadi. Berlaku bijak dan bertanggung jawab dapat membuat suasana menjadi penuh damai sejahtera. Oleh karena itu, mari kita belajar dari Boas, dengan berlaku bijak dan penuh tanggung jawab di dalam setiap keputusan dan permasalahan yang kita hadapi. Mintalah hikmat dan tuntunan kepada Tuhan agar kita semua dapat menjadi orang yang bijak dan bertanggung jawab.
11. KITAB 1 RAJA-RAJA: Daud (kakek Yesus) tidur dengan perawan yang masih muda.
1:1. Raja Daud telah tua dan lanjut umurnya, dan biarpun ia diselimuti, badannya tetap dingin.
1:2 Lalu para pegawainya berkata kepadanya: "Hendaklah dicari bagi tuanku raja seorang perawan yang muda, untuk melayani dan merawat raja; biarlah ia berbaring di pangkuanmu, sehingga badan tuanku raja menjadi panas."
1:3 Maka di seluruh daerah Israel dicarilah seorang gadis yang cantik, dan didapatlah Abisag, gadis Sunem, lalu dibawa kepada raja.
(Kalau yang ini kayaknya perlu dicoba.)
Penulis diatas sengaja tidak menyertakan ayat 4 :
1 Raja-Raja 1:4 Gadis itu amat cantik, dan ia menjadi perawat raja dan melayani dia, tetapi raja tidak bersetubuh dengan dia.
Maka, tidak ada cerita porno seperti yang dituduhkan.
12. KITAB MATIUS: Roh Allah seperti burung merpati (lihat juga Markus 1:10; Lukas 3:22; Yohanes 1:32; Yesaya 60:8 ).
3:16 Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,
(Betapa mustahilnya ayat di atas. Roh Allah seperti burung merpati? Akankah kita percaya pada bualan begitu saja?)
Alkitab mencatat, TUHAN saat menampakkan diriNya sering mengambil perwujutan tertentu. Misalkan dalam Kel 3 : 11 dimana menampakkan dalam bentuk tiang awan atau Kejadian 32:30 dalam wujud manusia. Penampakan inilah yang dapat dilihat oleh manusia. Dan dalam peristiwa Babtisan Yesus Kristus ini, Roh Allah menterupai burung merpati. Tetapi wujud Allah yang sesungguhnya dalam ROH tidak pernah dilihat manusia.
Sebagai perbandingan Al-Qur’anpun mencatat penampakan TUHAN dalam perwujutan kayu:
* QS 28 : 30
Maka tatkala Musa sampai ke (tempat) api itu, DISERULAH DIA dari (arah) pinggir lembah yang sebelah kanan(nya) pada tempat yang diberkahi, DARI SEBATANG POHON KAYU, yaitu : “Ya Musa, sesungguhnya Aku adalah Allah, Tuhan semesta alam”.
Apakah perwujudan itu juga dianggap bualan?
13. KITAB MATIUS: Bangkitnya orang-orang mati gara-gara gempa bumi.
27:50 Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya.
27:51 Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah,
27:52 dan kuburan-kuburan terbuka dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit.
27:53 Dan sesudah kebangkitan Yesus, merekapun keluar dari kubur, lalu masuk ke kota kudus dan menampakkan diri kepada banyak orang.
(Siapa yang bersaksi atas bualan Matius di atas? Hah, orang-orang kudus pada bangkit dari kuburan gara-gara gempa bumi? Lalu mereka masuk ke kota kudus dan menampakkan diri kepada orang banyak? Hiiiiii takuuuuut..!)
* Matius 27:50-54
27:50 Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya.
KJV, Jesus, when he had cried again with a loud voice, yielded up the ghost.
TR, ฮฟ ฮดฮต ฮนฮทฯฮฟฯ ฯ ฯฮฑฮปฮนฮฝ ฮบฯฮฑฮพฮฑฯ ฯฯฮฝฮท ฮผฮตฮณฮฑฮปฮท ฮฑฯฮทฮบฮตฮฝ ฯฮฟ ฯฮฝฮตฯ ฮผฮฑ
Interlinear, ho de {lalu} iรชsous {Yesus} palin {pula} kraxas {setelah berseru} phรดnรช {dengan suara} megalรช {nyaring} aphรชken {menyerahkan} to pneuma {roh (-Nya)}
27:51 Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah,
KJV, And, behold, the veil of the temple was rent in twain from the top to the bottom; and the earth did quake, and the rocks rent;
TR, ฮบฮฑฮน ฮนฮดฮฟฯ ฯฮฟ ฮบฮฑฯฮฑฯฮตฯฮฑฯฮผฮฑ ฯฮฟฯ ฮฝฮฑฮฟฯ ฮตฯฯฮนฯฮธฮท ฮตฮนฯ ฮดฯ ฮฟ ฮฑฯฮฟ ฮฑฮฝฯฮธฮตฮฝ ฮตฯฯ ฮบฮฑฯฯ ฮบฮฑฮน ฮท ฮณฮท ฮตฯฮตฮนฯฮธฮท ฮบฮฑฮน ฮฑฮน ฯฮตฯฯฮฑฮน ฮตฯฯฮนฯฮธฮทฯฮฑฮฝ
Interlinear, kai {dan} idou {perhatikanlah} to katapetasma {tabir/ gorden} tou naou {Bait (Allah)} eschisthรช {terbelah} eis {menjadi} duo {dua} apo anรดthen {atas} eรดs {sampai} katรด {bawah} kai {dan} รช gรช {bumi} eseisthรช {diguncangkan} kai {dam} ai petrai {batu-batu besar} eschisthรชsan {terbelah}
27:52 dan kuburan-kuburan terbuka dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit.
KJV, And the graves were opened; and many bodies of the saints which slept arose,
TR, ฮบฮฑฮน ฯฮฑ ฮผฮฝฮทฮผฮตฮนฮฑ ฮฑฮฝฮตฯฯฮธฮทฯฮฑฮฝ ฮบฮฑฮน ฯฮฟฮปฮปฮฑ ฯฯฮผฮฑฯฮฑ ฯฯฮฝ ฮบฮตฮบฮฟฮนฮผฮทฮผฮตฮฝฯฮฝ ฮฑฮณฮนฯฮฝ ฮทฮณฮตฯฮธฮท
Interlinear, kai {dan} ta mnรชmeia {kubur-kubur} aneรดchthรชsan {terbuka} kai {lalu} polla {banyak} sรดmata {mayat-mayat} tรดn {yang} kekoimรชmenรดn {telah meninggal} agiรดn {(orang-orang) kudus} รชgerthรช {dibangunkan/ dibangkitkan}
27:53 Dan sesudah kebangkitan Yesus, mereka pun keluar dari kubur, lalu masuk ke kota kudus dan menampakkan diri kepada banyak orang.
KJV, And came out of the graves after his resurrection, and went into the holy city, and appeared unto many.
TR, ฮบฮฑฮน ฮตฮพฮตฮปฮธฮฟฮฝฯฮตฯ ฮตฮบ ฯฯฮฝ ฮผฮฝฮทฮผฮตฮนฯฮฝ ฮผฮตฯฮฑ ฯฮทฮฝ ฮตฮณฮตฯฯฮนฮฝ ฮฑฯ ฯฮฟฯ ฮตฮนฯฮทฮปฮธฮฟฮฝ ฮตฮนฯ ฯฮทฮฝ ฮฑฮณฮนฮฑฮฝ ฯฮฟฮปฮนฮฝ ฮบฮฑฮน ฮตฮฝฮตฯฮฑฮฝฮนฯฮธฮทฯฮฑฮฝ ฯฮฟฮปฮปฮฟฮนฯ
Interlinear, kai {lalu} exelthontes {keluar} ek {dari} tรดn mnรชmeiรดn {kubur} meta {sesudah} tรชn egersin {kebangkitan} autou {-Nya} eisรชlthon {masuk} eis {ke} tรชn agian {kudus} polin {kota} kai {dan} enephanisthรชsan {tertampak} pollois {kepada (orang) banyak}
27:54 Kepala pasukan dan prajurit-prajuritnya yang menjaga Yesus menjadi sangat takut ketika mereka melihat gempa bumi dan apa yang telah terjadi, lalu berkata: "Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah."
KJV, Now when the centurion, and they that were with him, watching Jesus, saw the earthquake, and those things that were done, they feared greatly, saying, Truly this was the Son of God.
TR, ฮฟ ฮดฮต ฮตฮบฮฑฯฮฟฮฝฯฮฑฯฯฮฟฯ ฮบฮฑฮน ฮฟฮน ฮผฮตฯ ฮฑฯ ฯฮฟฯ ฯฮทฯฮฟฯ ฮฝฯฮตฯ ฯฮฟฮฝ ฮนฮทฯฮฟฯ ฮฝ ฮนฮดฮฟฮฝฯฮตฯ ฯฮฟฮฝ ฯฮตฮนฯฮผฮฟฮฝ ฮบฮฑฮน ฯฮฑ ฮณฮตฮฝฮฟฮผฮตฮฝฮฑ ฮตฯฮฟฮฒฮทฮธฮทฯฮฑฮฝ ฯฯฮฟฮดฯฮฑ ฮปฮตฮณฮฟฮฝฯฮตฯ ฮฑฮปฮทฮธฯฯ ฮธฮตฮฟฯ ฯ ฮนฮฟฯ ฮทฮฝ ฮฟฯ ฯฮฟฯ
Interlinear, ho de {adapun} ekatontarchos {kepala pasukan seratus} kai {dan} oi {orang2 yang} met {bersama} autou {dia} tรชrountes {menjaga} ton iรชsoun {Yesus} idontes {ketika melihat} ton seismon {gempa-bumi} kai {dan} ta {hal-hal yang} genomena {terjadi} ephobรชthรชsan {menjadi takut} sphodra {sangat} legontes {berkata} alรชthรดs {benar-benar} theou {Allah} uios {Anak} รชn {adalah} outos {(orang) ini}
ada rekan Muslim lain yang mengatakan mereka jadi Zombie seperti dalam film. Namun, Alkitab tidak menulis mayat-mayat bangkit berubah bagaikan hantu yang menakutkan. Kami meyakini apa yang tertulis dalam Alkitab bukan fiksi. Matius menulis tanda-tanda yang terjadi setelah kematian Yesus dan pada saat kebangkitanNya. Tanda-tanda itu diantaranya adalah kebangkitan orang-orang kudus.
Kebangkitan orang-orang kudus melambangkan kemenangan Kristus atas kematian. Dan hal ini adalah peragaan nyata bahwa kematian dan kebangkitan Kristus menghasilkan pelepasan bagi orang-orang benar yang sudah mati dari dunia orang mati :
* Efesus 4:8-9
4:8 Itulah sebabnya kata nas: "Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia."
4:9 Bukankah "Ia telah naik" berarti, bahwa Ia juga telah turun ke bagian bumi yang paling bawah?
Mengenai siapa orang-orang kudus yang bangkit ini tidak disebutkan. Namun diperkirakan adalah mereka yang belum lama meninggal dan tampil di Yerusalem serta dikenal oleh banyak orang. Jika orang-orang kudus itu adalah mereka yang sudah lama meninggal seperti Abraham, Ishak, para nabi Perjanjian Lama, dan lain-lain, wajah mereka tidak dikenal lagi.
Matius 27:52, "dan kuburan-kuburan terbuka dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit." adalah bahwa orang-orang kudus itu "bangkit" (Yunani, 'รชgerthรช', "mereka dibangunkan" dari kata dasar 'egeirรด') pada waktu itu tetapi tidak "keluar dari kubur" sampai saat "sesudah kebangkitan Yesus" (ayat 53). Kristus adalah yang pertama bangkit dari antara orang mati (Kolose 1:18, 1 Korintus 15:20).
Mereka yang bangkit ini diperkirakan adalah orang-orang kudus yang belum lama mati dan dikuburkan di dekat Yerusalem karena mereka "menampakkan diri" kepada banyak orang, tentu saja penduduk Yerusalem saat itu masih mengenal mereka secara fisik.
Bayangkan, jika seandainya Nuh termasuk "orang kudus" yang bangkit, kemudian menampakkan diri di Yerusalem, apakah penduduk Yerusalem mengenalnya? Jika seandainya pula Abraham, Ishak, Yakub, dan para leluhur Israel termasuk di sana, apakah penduduk Yerusalem mengenal mereka?
Jelas yang bangkit dan kemudian "menampakkan diri" kepada banyak orang adalah mereka yang dikenal pada zaman itu, seperti Zakharia (ayah Yohanes Pembaptis), Yohanes Pembaptis, dan lain-lain, yang "dikenal" oleh penduduk di zaman itu.
47. HARI TUHAN DALAM AL-QUR'AN VS ALKITAB
Sepintas lalu, ketika kita membaca kata "hari" baik dalam Al-Qur'an maupun Alkitab, khususnya yang berkaitan dengan "hari" di sisi Tuhan, kelihatan sepele, tidak penting, dan dibaca sambil lalu saja. Namun demikian, dalam uraian singkat di bawah ini kita akan menemukan sebuah konsep "hari" di sisi Tuhan yang amat penting dan prinsipil yang menunjukkan kelogisan dan kemustahilan sebuah catatan kitab suci.
HARI TUHAN DALAM AL-QUR'AN
Kita tidak menemukan kejanggalan dalam Al-Qur'an mengenai konsep "hari" di sisi Tuhan. Secara tegas, dua kali Allah berfirman dalam Al-Qur'an menyangkut "hari" di sisi-Nya:
[QS.22:47] Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari disisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.
[QS.32:5] Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu.
Menurut dua ayat Al-Qur'an di atas, satu "hari" di sisi Allah adalah seperti seribu tahun menurut perhitungan manusia. Ringkasnya, menurut Al-Qur'an, konsep "hari" di sisi Allah berbeda dengan konsep "hari" menurut perhitungan manusia dimana satu "hari" lamanya hanya 12 jam saja.** Dan ini cukup logis mengingat Allah tidak bertempat tinggal di bumi, tetapi di atas 'Arasy (QS.13:2; 20:5), sehingga tidak perlu "hari"-Nya dihitung berdasarkan terbit-terbenamnya matahari seperti manusia menghitung lamanya hari. Matahari, hanyalah salah satu bintang dari milyaran bahkan trilyunan bintang yang diciptakan-Nya.
"………dihadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari".
Apa yang hendak dipermasalahkan? TANAKH IBRANI (Perjanjian Lama) yang ditulis ribuan tahun sebelum Al~Quran menulis demikian :
* Mazmur 90:4
LAI TB, Sebab di mata-Mu seribu tahun sama seperti hari kemarin, apabila berlalu, atau seperti suatu giliran jaga di waktu malam.
KJV, For a thousand years in thy sight are but as yesterday when it is past, and as a watch in the night.
Hebrew,
ืִּื ืֶืֶืฃ ืฉָׁื ִืื ืְּืขֵืื ֶืืָ ืְּืֹืื ืֶืชְืֹืื ืִּื ืַืขֲืֹืจ ืְืַืฉְׁืืּืจָื ืַืָּืְืָื׃
Translit, KI {bahwa} 'ELEF {seribu} SYANIM {tahun} BE'EYNEYKHA {di mata-Mu} KEYOM {seperti sehari} 'ETMOL {kemarin} KI {bahwa} YA'AVOR {ia berlalu} VE'ASYMURAH {dan seperti giliran jaga} VALAYLAH {waktu malam}
Demikian pula Perjanjian Baru, Surat dari Rasul Petrus yang ditulis kurang-lebih 700tahun sebelum Era Islam menuliskan yang sama demikian :
* 2 Petrus 3:8.
3:8 Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari.
KJV, But, beloved, be not ignorant of this one thing, that one day is with the Lord as a thousand years, and a thousand years as one day.
TR, ฮตฮฝ ฮดฮต ฯฮฟฯ ฯฮฟ ฮผฮท ฮปฮฑฮฝฮธฮฑฮฝฮตฯฯ ฯ ฮผฮฑฯ ฮฑฮณฮฑฯฮทฯฮฟฮน ฮฟฯฮน ฮผฮนฮฑ ฮทฮผฮตฯฮฑ ฯฮฑฯฮฑ ฮบฯ ฯฮนฯ ฯฯ ฯฮนฮปฮนฮฑ ฮตฯฮท ฮบฮฑฮน ฯฮนฮปฮนฮฑ ฮตฯฮท ฯฯ ฮทฮผฮตฯฮฑ ฮผฮนฮฑ
Translit. interlinear, en de touto mรช lanthanetรด humas agapรชtoi hoti {bahwa} mia {satu} hรชmera {hari} para {disamping} kuriรด {Tuhan} hรดs {sama seperti} khilia {seribu} etรช {tahun} kai {dan} khilia {seribu} etรช {tahun} hรดs {sama seperti} hรชmera {hemera} mia {satu}
HARI TUHAN DALAM ALKITAB
Sebelum menguraikan lebih lanjut mengenai konsep "hari" di sisi Tuhan menurut Alkitab, maka ayat-ayat Alkitab yang berkenaan dengan "hari" Tuhan disuguhkan di bawah ini:
Kitab Keluaran:
20:8 Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat:
20:9 enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu,
20:10 tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu.
20:11 Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.
(Harap baca juga Kitab Keluaran 31:12-18).
Menurut catatan Alkitab dalam Kitab Keluaran 20:11 di atas, dinyatakan bahwa "enam hari lamanya Tuhan menjadikan langit dan bumi dan segala isinya dan Tuhan berhenti bekerja pada hari ketujuh". Karena itulah "Tuhan memberkati hari Sabat (Sabtu) dan menguduskannya".
Tak bisa dibantah lagi, menurut Kitab Keluaran di atas, Tuhan menciptakan langit dan bumi dan segala isinya selama enam "hari" yang lamanya sama persis seperti "hari" menurut perhitungan manusia, yakni 12 jam.
Dijelaskan dalam ayat-ayat Kitab Keluaran di atas, bahwa "Tuhan berhenti pada hari ketujuh", yakni pada hari Sabat atau hari Sabtu. Sehingga, "enam hari penciptaan langit dan bumi dan segala isinya" adalah Minggu, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, dan Jumat.
Jadi, sekali lagi, konsep "hari" di sisi Tuhan menurut Alkitab adalah sama dengan konsep "hari" menurut perhitungan manusia, yakni selama 12 jam saja[/color].
KEMUSTAHILAN HARI TUHAN DALAM ALKITAB
Sebagaimana sudah dijelaskan di atas, bahwa satu "hari" di sisi Tuhan menurut Alkitab adalah sama dengan satu "hari" menurut perhitungan manusia, maka ayat-ayat Alkitab di bawah ini yang menunjukkan kemustahilan "hari" Tuhan harus disuguhkan berikut ini:
Kitab Kejadian:
1:3. Berfirmanlah Allah: "Jadilah terang." Lalu terang itu jadi.
1:4 Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap.
1:5 Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama.
1:14. Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,
1:15 dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian.
1:16 Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.
1:17 Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,
1:18 dan untuk menguasai siang dan malam, dan untuk memisahkan terang dari gelap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
1:19 Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keempat.
2:1. Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya.
2:2 Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu.
2:3 Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.
Sebagaimana kita ketahui, bahwa manusia menghitung lamanya "hari" berdasarkan terbit dan terbenamnya matahari terhadap bumi. Terbit dan terbenamnya matahari ini, tidak lain disebabkan oleh perputaran bumi pada porosnya (rotasi) terhadap matahari, sehingga terjadilah apa yang disebut siang dan malam.
Sehubungan dengan hal tersebut, catatan Alkitab dalam Kitab Kejadian di atas menunjukkan kemustahilan "hari" Tuhan dalam Alkitab.
Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, bahwa satu "hari" di sisi Tuhan dalam Alkitab adalah sama dengan satu "hari" menurut perhitungan manusia, maka Kejadian 1:3-5 menunjukkan kemustahilan "hari" Tuhan. Menurut Kejadian 1:5, Tuhan menciptakan siang dan malam pada "hari" pertama, yakni Minggu. Padahal, menurut Kejadian 1:16, matahari, yang menjadi penyebab terjadinya siang dan malam, baru diciptakan pada "hari" keempat atau Rabu. Lebih jauh, bagaimanakah Alkitab menetapkan "hari" pertama (Minggu), kedua (Senin), dan ketiga (Selasa) pada tahapan penciptaan langit dan bumi, sementara matahari baru diciptakan pada "hari" keempat (Rabu)?
Lebih jauh lagi, Tuhan tidak bertempat tinggal di bumie, tetapi di suatu tempat yang tidak dapat dijangkau oleh manusia. Kita bisa membayangkan, betapa luasnya jagat raya ini, ada milyaran bahkan trilyunan bintang atau "matahari" di jagat raya ini. Bagaimana mungkin satu "hari" di sisi Tuhan sama dengan 12 jam seperti perhitungan manusia? Memangnya Tuhan bertempat tinggal di bumi sampai hari kiamat? Menurut banyak ayat dalam Alkitab (al. Matius 5:16), Tuhan bertempat tinggal di sorga. Pertanyaannya, apakah di sorga ada matahari sehingga lamanya "hari" Tuhan sama dengan lamanya "hari" manusia di bumi?
Dengan demikian, maka konsep "hari" Tuhan yang semula dianggap remeh oleh para pembaca Alkitab, sekarang menemukan identitasnya, yaitu bahwa Alkitab sama sekali bukan firman Allah, tetapi merupakan karangan manusia yang masih sangat terbatas wawasannya pada waktu itu khususnya menyangkut ilmu ruang angkasa. Akankah kita beriman pada kemustahilan catatan Alkitab seperti ini?
Keterangan:
** 12 jam adalah perkiraan lamanya waktu dalam sehari di bumi, yang perhitungannya diambil dari zone waktu sepanjang garis katulistiwa.
Jangan lupa, Al~Qur'an pun menulis "enam" hari (Arab: YAUM, Ibrani: ืืื - YOM
* Q.S. 7:54
"Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam 'ENAM MASA', lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan matahari, bulan dan bintang-bintang tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam."
http://quran.al-islam.com/Targama/DispT ... a=54&t=ind
* Terjemahan Abdullah Yusuf Ali,
"Your Guardian-Lord is Allah, Who created the heavens and the earth in 'SIX DAYS', and is firmly established on the throne: He draweth the night as a veil o'er the day, each seeking the other in rapid succession: He created the sun, the moon, and the stars, governed by laws under His command.
Is it not His to create and to govern? Blessed be Allah, the Cherisher and Sustainer of the worlds!"
* Terjemahan PICKTHAL,
"Lo! your Lord is Allah Who created the heavens and the earth in 'SIX DAYS', then mounted He the Throne. He covereth the night with the day, which is in haste to follow it, and hath made the sun and the moon and the stars subservient by His command. His verily is all creation and commandment. Blessed be Allah, the Lord of the Worlds!"
* Terjemahan Palmer,
"Verily, your Lord is God who created the heavens and the earth in 'SIX DAYS'; then He made for the Throne. He covers night with the day-it pursues it incessantly- and the sun and the moon and the stars are subject to His bidding. Aye!- His is the creation and the bidding,- blessed be God the Lord of the worlds!"
* Terjemahan Sarwar,
"Your Lord is God who established His dominion over the Throne after having created the heavens and the earth in 'SIX DAYS'. He made the night darken the day which it pursues at a (considerable) speed and He made the sun and the moon submissive to His command. Is it not He Who creates and governs all things? Blessed is God, the Cherisher of the Universe."
Arab "YAUM" dengan "HARI".
* Q.S. 1:4,
"Yang menguasai di Hari Pembalasan (YAUMIDDIN)"
* Q.S. 2:8,
"Di antara manusia ada yang mengatakan: 'Kami beriman kepada Allah dan 'Hari kemudian' (AL YAUMI AL AAKHIRI)', pada hal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman."
* Q.S. 2:48,
"Dan jagalah dirimu dari 'hari' (YAUMAN) seseorang tidak dapat membela orang lain, walau sedikitpun; dan tidak diterima syafa'at dan tebusan dari padanya, dan tidaklah mereka akan ditolong."
* Q.S. 2:80,
"Dan mereka berkata: 'Kami sekali-kali tidak akan disentuh oleh api neraka, kecuali selama 'beberapa hari' (AYYAAMAN) saja." Katakanlah: "Sudahkah kamu menerima janji dari Allah sehingga Allah tidak akan memungkiri janji-Nya, ataukah kamu hanya mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?"
Dan ayat-ayat ini yang ada hubungannya dengan "angka" hari:
* Q.S. 2:196,
"Dan sempurnakanlah ibadah haji dan 'umrah karena Allah. Jika kamu terkepung, maka korban yang mudah didapat, dan jangan kamu mencukur kepalamu, sebelum korban sampai di tempat penyembelihannya. Jika ada di antaramu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya, maka wajiblah atasnya berfid-yah, yaitu: berpuasa atau bersedekah atau berkorban. Apabila kamu telah aman, maka bagi siapa yang ingin mengerjakan 'umrah sebelum haji, korban yang mudah didapat. Tetapi jika ia tidak menemukan , maka wajib berpuasa 'tiga hari' (THALAATHATI AYYAAMIN)) dalam masa haji dan tujuh hari apabila kamu telah pulang kembali. Itulah sepuluh yang sempurna. Demikian itu bagi orang-orang yang keluarganya tidak berada Masjidil Haram. Dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksaan-Nya."
* Q.S. 2:203,
"Dan berdzikirlah Allah dalam beberapa hari yang berbilang. Barangsiapa yang ingin cepat berangkat sesudah 'dua hari' (YAUMAYNI), maka tiada dosa baginya. Dan barangsiapa yang ingin menangguhkan, maka tidak ada dosa pula baginya, bagi orang yang bertakwa. Dan bertakwalah kepada Allah, dan ketahuilah, bahwa kamu akan dikumpulkan kepada-Nya."
* Q.S. 69:7,
"yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama 'tujuh malam' (SABAA LAYAALIN) dan 'delapan hari' (THAMAANIYATA
AYYAAMIN) terus menerus; maka kamu lihat kaum 'Aad pada waktu itu mati bergelimpangan seakan-akan mereka tunggul pohon kurma yang
telah kosong."
Sekarang bandingkan dengan ayat dibawah ini, kata 'AYYAAMIN' yang dipelesetkan menjadi "masa":
* Q.S. 7:54,
"Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam 'ENAM MASA' (SITTATI AYYAAMIN), lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan matahari, bulan dan bintang-bintang tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam."
Kata Arab "YAUM" tidak berbeda dengan kata Ibrani "YOM" yang juga dipergunakan untuk menerjemahkan penciptaan selama "ENAM HARI".
* Keluaran 20:11.
LAI TB, Sebab 'enam hari' (SYESYET-YAMIN) lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.
KJV, For in six days the LORD made heaven and earth, the sea, and all that in them is, and rested the seventh day: wherefore the LORD blessed the sabbath day, and hallowed it.
Hebrew,
ืִּื ืฉֵׁืฉֶׁืช־ืָืִืื ืขָืฉָׂื ืְืืָื ืֶืช־ืַืฉָּׁืַืִื ืְืֶืช־ืָืָืจֶืฅ ืֶืช־ืַืָּื ืְืֶืช־ืָּื־ืֲืฉֶׁืจ־ืָּื ืַืָּื ַื ืַּืֹּืื ืַืฉְּׁืִืืขִื ืขַื־ืֵּื ืֵּืจַืְ ืְืืָื ืֶืช־ืֹืื ืַืฉַּׁืָּืช ืַืְืงַืְּืฉֵׁืืּ׃ ืก
Translit, KI SYESYET-YAMIM 'ASAH YEHOVAH 'ET-HASYAMAYIM VE'ET HA'ARETS 'ET-HAYAM VE'ET-KOL-'ASYER-BAM VAYANAKH BAYOM HASYEVI'I 'AL-KEN BERAKH YEHOVAH 'ET-YOM HASYABAT VAYQADESYEHU
Al~Qur'an terjemahan Indonesia menerjemahkan YAUM dengan "masa" barangkali kuatir kalo tabrakan dengan penemuan ilmiah bahwa bumi ini sudah berusia jutaan tahun, padahal jika Allah menghendaki, jangankan enam hari, dalam hitungan detik pun langit dan bumi ini akan tercipta.....
Tiada yang mustahil bagi Allah!
Maka, tidak ada yang perlu dipermasalahkan
48. INCEST DALAM AL-QUR'AN VERSUS ALKITAB
Tak seorang pun dari umat Kristen yang tertarik untuk membaca ayat-ayat Alkitab tentang incest (hubungan suami-istri) anak-anak Adam yang melahirkan keturunan bagi mereka. Demikian juga dengan umat Islam, tak ada yang tertarik untuk membaca ayat-ayat Al-Qur'an tentang hal tersebut. Namun demikian, uraian singkat di bawah ini, menunjukkan bahwa persoalan incest tersebut sangatlah penting dan prinsipil khususnya berkaitan dengan keabsahan firman Tuhan dalam sebuah kitab suci. Uraian di bawah ini, dengan jelas menunjukkan kelogisan dan kemustahilan ayat-ayat firman Tuhan dalam sebuah kitab suci.
INCEST DALAM AL-QUR'AN
Catatan Al-Qur'an mengenai persoalan incest anak-anak Adam dijelaskan secara umum dan sangat singkat. Mengingat hal ini, ada baiknya kita uraikan persoalan incest tersebut dimulai dari proses kejadian awal manusia (Adam dan Hawa) hingga incest anak-anak mereka:
Pertama, Allah menciptakan Adam dari tanah (QS. 3:59; 15:28; 55:14; 37:11; 15:29, 71:17; 32:7; 32:9).
Kedua, Allah menciptakan Hawa dari diri Adam (QS. 4:1; 39:6).
Ketiga, Adam dan Hawa berinses sebagai suami-istri yang memperkembangbiakkan manusia, laki-laki dan perempuan. Diantara mereka saling berinses sehingga bertambah banyak seperti sekarang ini.
"Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri (Adam), dan dari padanya Allah menciptakan isterinya (Hawa); dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu." (QS. 4:1)
Incest anak-anak Adam dalam Al-Qur'an hanya dapat diketahui dari QS. 4:1 sebagaimana dikutip ayatnya di atas. Selebihnya, Al-Qur'an tidak menjelaskannya. Namun demikian, adalah hak Allah untuk menjelaskan atau tidak tentang incest anak-anak Adam ini, tetapi yang terpenting adalah bahwa Al-Qur'an sudah menjelaskan kepada umat manusia bahwa manusia pertama di dunia ini adalah Adam. Kemudian, dari diri Adam diciptakanlah Hawa sebagai istrinya. Dari keduanya, Allah memperkembangbiakkan manusia hingga sebanyak sekarang ini.
Reproduksi manusia melalui incest menurut ayat-ayat Al-Qur'an di atas, meski hanya secara singkat, cukuplah logis mengingat Al-Qur'an bukanlah buku sex yang menjelaskan proses reproduksi, tetapi sebuah kitab suci yang secara khusus diturunkan untuk menyeru jin dan manusia agar hanya menyembah kepada Allah saja. Disamping juga berbagai perintah dan larangan serta ancaman. Namun demikian, ajaran inti Al-Qur'an adalah ajaran Tauhid, yakni bahwa tidak ada tuhan selain Allah. Dialah Raja yang sebenar-benarnya di jagat raya ini. Karena itu, sembahlah Dia saja, Tuhan pencipta semesta alam.
INCEST DALAM ALKITAB
Sebelum membahas persoalan incest dalam Alkitab, terlebih dahulu perhatikan dan cermati baik-baik ayat-ayat Kitab Kejadian berikut ini:
4:1. Kemudian manusia itu bersetubuh dengan Hawa, isterinya, dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Kain; maka kata perempuan itu: "Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan pertolongan TUHAN."
4:2 Selanjutnya dilahirkannyalah Habel, adik Kain; dan Habel menjadi gembala kambing domba, Kain menjadi petani.
4:8. Kata Kain kepada Habel, adiknya: "Marilah kita pergi ke padang." Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel, adiknya itu, lalu membunuh dia.
4:16. Lalu Kain pergi dari hadapan TUHAN dan ia menetap di tanah Nod, di sebelah timur Eden.
4:17 Kain bersetubuh dengan isterinya dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Henokh; kemudian Kain mendirikan suatu kota dan dinamainya kota itu Henokh, menurut nama anaknya.
4:25. Adam bersetubuh pula dengan isterinya, lalu perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki dan menamainya Set, sebab katanya: "Allah telah mengaruniakan kepadaku anak yang lain sebagai ganti Habel; sebab Kain telah membunuhnya."
5:3 Setelah Adam hidup seratus tiga puluh tahun, ia memperanakkan seorang laki-laki menurut rupa dan gambarnya, lalu memberi nama Set kepadanya.
5:4 Umur Adam, setelah memperanakkan Set, delapan ratus tahun, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
5:5 Jadi Adam mencapai umur sembilan ratus tiga puluh tahun, lalu ia mati.**
5:6. Setelah Set hidup seratus lima tahun, ia memperanakkan Enos.
Dari ayat-ayat Kitab Kejadian di atas, dapat disimpulkan sebagai berikut:
- Nama anak-anak Adam berturut-turut adalah: Kain (laki-laki), Habel (laki-laki), dan Set (laki-laki).
- Umur Adam 130 tahun ketika memperanakkan Set (laki-laki).
- Umur Adam 235 tahun ketika Set memperanakkan Enos.
- Setelah umur Adam 800 tahun, ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
KEMUSTAHILAN CATATAN ALKITAB TENTANG INCEST
Berdasarkan kesimpulan di atas, tanpa bisa dibantah lagi, terdapat dua kemustahilan catatan Alkitab berkaitan dengan incest anak-anak Adam, yaitu:
Pertama, kemustahilan incest Set yang memperanakkan Enos.
Sebagaimana disimpulkan di atas, ketika umur Adam 235 tahun, Set memperanakkan Enos, padahal Adam belum memperanakkan anak perempuan hingga umur 800 tahun. Lalu, dengan siapa Set berincest sehingga memperanakkan Enos? Tentu, ini sebuah kemustahilan catatan Alkitab.
Kedua, kemustahilan incest Kain yang memperanakkan Henokh.
Sebagaimana dijelaskan Alkitab, Adam baru memperanakkan anak perempuan ketika ia berumur 800 tahun. Adam memperanakkan putra ketiganya, Set, ketika ia berumur 130 tahun. Dengan demikian, maka Adam memeperanakkan putra pertamanya, Kain, jauh sebelum umur Adam mencapai 130 tahun.
Jika diasumsikan umur Adam 120 tahun ketika mempertanakkan Kain, dan anak perempuan pertama Adam berumur 20 tahun ketika diambil istri oleh Kain, maka umur Kain ketika berincest dengan istrinya adalah 700 tahun. Sebuah catatan yang tidak masuk akal! Seorang laki-laki normal harus menunggu waktu selama 700 tahun untuk berincest dengan pasangannya.
Lebih jauh, Alkitab mencatat bahwa Kain pergi dan menetap di tanah Nod dan beranak-cucu di sana hingga mendirikan sebuah kota yang bernama Henokh. Dari mana Kain mendapatkan istrinya? Bukankah manusia pertama menurut Alkitab adalah Adam?
Dengan demikian, jelaslah bahwa ayat-ayat Alkitab di atas sama sekali bukan firman Tuhan
, karena mengandung catatan kemustahilan yang sangat fatal. Ayat-ayat di atas, tampaknya lebih merupakan penjabaran dari firman Tuhan yang sebenarnya yang telah dicorengkan secara ngawur oleh tangan-tangan jahil Bani Israel dalam Kitab Kejadian.
Pantaskah manusia beriman pada kemustahilan firman Tuhan dalam Alkitab?
Keterangan:
** Kejadian 5:1-5 adalah berasal dari Sumber P, ayat-ayat selanjutnya sampai dengan Kejadian 5:32 menggunakan Sumber E. Akibatnya, redaksinya menjadi kacau balau dan menimbulkan kontradiksi yang sangat fatal.
Kain adalah anak pertama Adam dan Hawa seperti yang dicatat dalam Alkitab (Kejadian 4:1). Saudara-saudara lelakinya, Habel (Kejadian 4:2) dan Set (Kejadian 4:25), adalah bagian dari generasi pertama dari anak-anak yang lahir di bumi ini.
Walau hanya ketiga anak lelaki ini yang disebut namanya, Adam dan Hawa memiliki anak-anak yang lain. Dalam Kejadian 5:4 sebuah pernyataan menyimpulkan kehidupan Adam dan Hawa -- "Umur Adam, setelah memperanakkan Set, delapan ratus tahun, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan." Tidak dikatakan kapan mereka lahir, tetapi bukan berarti Adam baru mempunyai anak-anak perempuan setelah umur 800tahun. Banyak yang mungkin telah lahir ketika Adam berumur130 tahun (Kejadian 5:3) sebelum Set lahir.
Alkitab tidak mengatakan kepada kita berapa banyak (jumlah total) anak-anak yang dilahirkan dari Adam dan Hawa. Namun dengan mempertimbangkan rentang kehidupan mereka yang panjang (Adam hidup selama 930 tahun -- Kejadian 5:5), masuk akal bila menyatakan mereka ada banyak! Ingat, Mereka diperintahkan untuk "Beranakcuculah, dan bertambah banyak" (Kejadian 1:28 ).
49. AYAT-AYAT TUHAN YANG RAGU-RAGU DALAM ALKITAB
Tuhan ragu-ragu dalam ispirasi wahyu-Nya, sehingga memakai kata dugaan "kira-kira".
Kira-kira jam 3 malam (Matius 14:25, Markus 6:48 ),
Ungkapan kira-kira dalam terjemahan LAI dikarenakan bahwa pada masa Alkitab ditulis tidak menggunakan sistem jam seperti yang kita pakai sekarang ini dan pembagian waktu-nya juga berbeda dengan pembagian waktu masa sekarang.
* Matius 14:25
LAI TB, Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air.
KJV, And in the fourth watch of the night Jesus went unto them, walking on the sea.
TR, ฯฮตฯฮฑฯฯฮท ฮดฮต ฯฯ ฮปฮฑฮบฮท ฯฮทฯ ฮฝฯ ฮบฯฮฟฯ ฮฑฯฮทฮปฮธฮตฮฝ ฯฯฮฟฯ ฮฑฯ ฯฮฟฯ ฯ ฮฟ ฮนฮทฯฮฟฯ ฯ ฯฮตฯฮนฯฮฑฯฯฮฝ ฮตฯฮน ฯฮทฯ ฮธฮฑฮปฮฑฯฯฮทฯ
Translit interlinear, TETARTร {ke-empat} DE {adapun} PHULAKร {pada jam jaga} TรS {itu} NUKTOS {malam} APรLTHEN {Ia datang} PROS {kepada} AUTOUS {mereka} HO IรSOUS {Yesus} PERIPATรN {berjalan} EPI {di atas} TรS THALASSรS {danau}
LAI menerjemahkan kira-kira jam tiga malam dari ungkapan Yunani, ฯฮตฯฮฑฯฯฮท ฮดฮต ฯฯ ฮปฮฑฮบฮท ฯฮทฯ ฮฝฯ ฮบฯฮฟฯ - 'TETARTร PHULAKร TรS NUKTOS', harfiah "keempat - jaga - malam", tidak ada kata "kira-kira" di sana.
Orang Yahudi di era Perjanjian Lama membagi malam menjadi tiga bagian :
- jaga pertama,
- jaga kedua,
- dan jaga ketiga;
Sedangkan di era Yesus Kristus, malam dibagi menjadi empat bagian masing-masing lamanya tiga jam :
- Jaga pertama dihitung mulai matahari terbenam yaitu jam 18:00 - 21:00,
- Jaga kedua dari jam 21:00-24:00,
- Jaga ketiga dari jam 00:00 - 03:00,
- Jaga keempat dari jam 03:00 - 06:00.
Jadi, Yesus Kristus berjalan di atas air antara jam 03:00 dini hari hingga menjelang fajar.
* Markus 6:48
LAI TB, Ketika Ia melihat betapa payahnya mereka mendayung karena angin sakal, maka kira-kira jam tiga malam Ia datang kepada mereka berjalan di atas air dan Ia hendak melewati mereka.
KJV, And he saw them toiling in rowing; for the wind was contrary unto them: and about the fourth watch of the night he cometh unto them, walking upon the sea, and would have passed by them.
TR, ฮบฮฑฮน ฮตฮนฮดฮตฮฝ ฮฑฯ ฯฮฟฯ ฯ ฮฒฮฑฯฮฑฮฝฮนฮถฮฟฮผฮตฮฝฮฟฯ ฯ ฮตฮฝ ฯฯ ฮตฮปฮฑฯ ฮฝฮตฮนฮฝ ฮทฮฝ ฮณฮฑฯ ฮฟ ฮฑฮฝฮตฮผฮฟฯ ฮตฮฝฮฑฮฝฯฮนฮฟฯ ฮฑฯ ฯฮฟฮนฯ ฮบฮฑฮน ฯฮตฯฮน ฯฮตฯฮฑฯฯฮทฮฝ ฯฯ ฮปฮฑฮบฮทฮฝ ฯฮทฯ ฮฝฯ ฮบฯฮฟฯ ฮตฯฯฮตฯฮฑฮน ฯฯฮฟฯ ฮฑฯ ฯฮฟฯ ฯ ฯฮตฯฮนฯฮฑฯฯฮฝ ฮตฯฮน ฯฮทฯ ฮธฮฑฮปฮฑฯฯฮทฯ ฮบฮฑฮน ฮทฮธฮตฮปฮตฮฝ ฯฮฑฯฮตฮปฮธฮตฮนฮฝ ฮฑฯ ฯฮฟฯ ฯ
Translit interlinear, KAI {dan} EIDEN {ketika melihat} AUTOUS {mereka} BASANIZOMENOUS {terganggu/ dengan susah payah} EN {saat} Tร ELAUNEIN {maju/ mendayung} รN {adalah} GAR {karena} HO ANEMOS {angin} ENANTIOS {yang berlawanan (arah)} AUTOIS {terhadap mereka} KAI {dan} PERI {kira-kira} TETARTรN {ke-empat} PHULAKรN {jam jaga} TรS NUKTOS {malam} ERKHETAI {Ia datang} PROS {kepada} AUTOUS {mereka} PERIPATรN {berjalan} EPI {di atas} TรS THALASSรS {danau} KAI {dan} รTHELEN {hendak} PARELTHEIN {melewati} AUTOUS {mereka}
Tidak berbeda dengan Matius 14:25 yang telah dijelaskan sebelumnya, ฯฮตฯฮฑฯฯฮทฮฝ ฯฯ ฮปฮฑฮบฮทฮฝ ฯฮทฯ ฮฝฯ ฮบฯฮฟฯ - 'TETARTรN PHULAKรN TรS NUKTOS' berarti : jaga keempat malam hari, yaitu antara jam 03:00 - 06:00.
-----
kira-kira jam 3 (Matius 27:46),
* Matius 27:46
LAI TB, Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: 'Eli, Eli, lama sabakhtani?' Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau
meninggalkan Aku?
KJV, And about the ninth hour Jesus cried with a loud voice, saying, Eli, Eli, lama sabachthani? that is to say, My God, my God, why hast thou forsaken me?
TR, ฯฮตฯฮน ฮดฮต ฯฮทฮฝ ฮตฮฝฮฝฮฑฯฮทฮฝ ฯฯฮฑฮฝ ฮฑฮฝฮตฮฒฮฟฮทฯฮตฮฝ ฮฟ ฮนฮทฯฮฟฯ ฯ ฯฯฮฝฮท ฮผฮตฮณฮฑฮปฮท ฮปฮตฮณฯฮฝ ฮทฮปฮน ฮทฮปฮน ฮปฮฑฮผฮฑ ฯฮฑฮฒฮฑฯฮธฮฑฮฝฮน ฯฮฟฯ ฯ ฮตฯฯฮนฮฝ ฮธฮตฮต ฮผฮฟฯ ฮธฮตฮต ฮผฮฟฯ ฮนฮฝฮฑ ฯฮน ฮผฮต ฮตฮณฮบฮฑฯฮตฮปฮนฯฮตฯ
Translit interlinear, PERI {kira-kira} DE {lalu} TรN HENNATรN {ke sembilan} HรRAN {jam} ANEBOรSEN {berseru} HO IรSOUS {Yesus} PHรNร {dengan suara} MEGALร {nyaring} LEGรN {berkata} รLI รLI LAMA SABACTHANI {Eli, Eli, lama sabakhtani} TOUT {artinya} ESTIN {adalah} THEE {Allah} MOU {-ku} THEE {Allah} MOU {-ku} HINATI {mengapa} ME {aku} EGKATELIPES {Engkau meninggalkan}
LAI menggunakan sistem 12 jam siang dan 12 jam malam, jam tiga di atas berarti jam tiga sore, sedangkan naskah Yunani menulis ฯฮตฯฮน ฯฮทฮฝ ฮตฮฝฮฝฮฑฯฮทฮฝ ฯฯฮฑฮฝ - 'PERI TรN HENNATรN HรRAN' harfiah "sekitar jam kesembilan".
Dengan tidak menggunakan kata ฯฯ ฮปฮฑฮบฮท - 'PHULAKร', jam ronda/jaga, yang diterapkan malam hari sejak matahari terbenam hingga matahari terbit keesokan harinya, ayat di atas menggunakan kata ฯฯฮฑ - HรRA, "jam". Orang Yahudi di era Yesus Kristus membagi satu hari dan satu malam masing-masing menjadi dua belas bagian dimulai sejak matahari terbit dan matahari terbenam. Jam kesembilan adalah jam 15:00 - 16:00, atau jam 3 - 4 sore.
Catatan :
Di era Yesus Kristus, pembagian waktu malam sbb :
Perincian Jam : Mulai perhitungan jam Yahudi, matahari terbit ± jam 06:00 pagi
Jam ke- 1, jam 07:00 pagi
Jam ke- 2, jam 08:00 pagi
Jam ke- 3, jam 09:00 pagi
Jam ke- 4, jam 10:00 pagi
Jam ke- 5, jam 11:00 pagi
Jam ke- 6, jam 12:00 siang
Jam ke- 7, jam 13:00 siang
Jam ke- 8, jam 14:00 siang
Jam ke- 9, jam 15:00 sore
Jam ke-10, jam 16:00 sore
Jam ke-11, jam 17:00 sore
Malam menjadi empat bagian yang masing-masing terdiri atas tiga jam :
- Jam pertama disebut malam mulai dari jam 18:00 hingga jam 21:00.
- Jam kedua disebut tengah malam mulai dari jam 21:00 hingga jam 24:00.
- Jam ketiga disebut kokok ayam mulai jam 00:00 hingga jam 03:00.
- Jam keempat disebut pagi mulai jam 03:00 hingga jam 06:00.
Kira-kira jam 3 petang (Kisah Para Rasul 10:3),
* Kisah Para Rasul 10:3
LAI TB, Dalam suatu penglihatan, kira-kira jam tiga petang, jelas tampak kepadanya seorang malaikat Allah masuk ke rumahnya dan berkata kepadanya: "Kornelius!"
KJV, He saw in a vision evidently about the ninth hour of the day an angel of God coming in to him, and saying unto him, Cornelius.
TR, ฮตฮนฮดฮตฮฝ ฮตฮฝ ฮฟฯฮฑฮผฮฑฯฮน ฯฮฑฮฝฮตฯฯฯ ฯฯฮตฮน ฯฯฮฑฮฝ ฮตฮฝฮฝฮฑฯฮทฮฝ ฯฮทฯ ฮทฮผฮตฯฮฑฯ ฮฑฮณฮณฮตฮปฮฟฮฝ ฯฮฟฯ ฮธฮตฮฟฯ ฮตฮนฯฮตฮปฮธฮฟฮฝฯฮฑ ฯฯฮฟฯ ฮฑฯ ฯฮฟฮฝ ฮบฮฑฮน ฮตฮนฯฮฟฮฝฯฮฑ ฮฑฯ ฯฯ ฮบฮฟฯฮฝฮทฮปฮนฮต
Translit interlinear, EIDEN {melihat} EN {dalam} ORAMATI {suatu pengelihatan} PHANERรS {dengan jelas} HรSEI {kira-kira} HรRAN {jam} HENNATรN {ke sembilan} TรS {itu} HรMERAS {hari} AGGELON {seorang malaikat} TOU THEOU {Allah} EISELTHONTA {datang} PROS {kepada} AUTON {dia} KAI {dan} EIPONTA {berkata} AUTร {kepadanya} KORNรLIE {kornelius}
Tentang ฯฯฮตฮน ฯฯฮฑฮฝ ฮตฮฝฮฝฮฑฯฮทฮฝ ฯฮทฯ ฮทฮผฮตฯฮฑฯ - 'HรSEI HรRAN HENNATรN TรS HรMERAS', harfiah "kira-kira - jam - kesembilan - hari" silakan merujuk kepada penjelasan tentang ฯฮตฯฮน ฯฮทฮฝ ฮตฮฝฮฝฮฑฯฮทฮฝ ฯฯฮฑฮฝ - 'PERI TรN HENNATรN HรRAN', "sekitar jam kesembilan" dalam Matius 27:46 sebelumnya.
Kira-kira jam 4 (Yohanes 1:39),
* Yohanes 1:39
LAI TB, Ia berkata kepada mereka: "Marilah dan kamu akan melihatnya." Merekapun datang dan melihat di mana Ia tinggal, dan hari itu mereka tinggal bersama-sama dengan Dia; waktu itu kira-kira pukul empat.
KJV, He saith unto them, Come and see. They came and saw where he dwelt, and abode with him that day: for it was about the tenth hour.
TR, ฮปฮตฮณฮตฮน ฮฑฯ ฯฮฟฮนฯ ฮตฯฯฮตฯฮธฮต ฮบฮฑฮน ฮนฮดฮตฯฮต ฮทฮปฮธฮฟฮฝ ฮบฮฑฮน ฮตฮนฮดฮฟฮฝ ฯฮฟฯ ฮผฮตฮฝฮตฮน ฮบฮฑฮน ฯฮฑฯ ฮฑฯ ฯฯ ฮตฮผฮตฮนฮฝฮฑฮฝ ฯฮทฮฝ ฮทฮผฮตฯฮฑฮฝ ฮตฮบฮตฮนฮฝฮทฮฝ ฯฯฮฑ ฮดฮต ฮทฮฝ ฯฯ ฮดฮตฮบฮฑฯฮท
Translit interlinear, LEGEI {ia berkata} AUTOIS {kepada mereka} ERKHESTHE {datanglah} KAI {dan} IDETE {kamu akan melihat} รLTHON {mereka pergi} KAI {dan} EIDON {melihat} POU {di mana} MENEI {Ia tinggal} KAI {lalu} PAR {bersama} AUTร {Dia} EMEINAN {tinggal} TรN HรMERAN {hari} EKEINรN {itu} HรRA {jam} DE รN {waktu itu} HรS {kira-kira} DEKATร {ke sepuluh}
Berbeda dengan ketiga penulis Injil lainnya, Yohanes senantiasa menggunakan perhitungan jam ala Romawi sehingga ฯฯฮฑ ฮดฮต ฮทฮฝ ฯฯ ฮดฮตฮบฮฑฯฮท - 'HรRA รN HรS DEKATร',"jam - ia adalah - kira-kira - sepuluh" adalah jam sepuluh pagi, bukan jam empat sore seperti diterjemahkan oleh LAI karena LAI terpengaruh dengan penulisan jam menurut ketiga penulis Injil. Hal ini dapat dibandingkan dengan Yohanes 20:19 dan 19:14.
Kira-kira jam 5 petang (Matius 20:6),
* Matius 20:6
LAI TB, Kira-kira pukul lima petang ia keluar lagi dan mendapati orang-orang lain pula, lalu katanya kepada mereka: Mengapa kamu menganggur saja di sini sepanjang hari?
KJV, And about the eleventh hour he went out, and found others standing idle, and saith unto them, Why stand ye here all the day idle?
TR, ฯฮตฯฮน ฮดฮต ฯฮทฮฝ ฮตฮฝฮดฮตฮบฮฑฯฮทฮฝ ฯฯฮฑฮฝ ฮตฮพฮตฮปฮธฯฮฝ ฮตฯ ฯฮตฮฝ ฮฑฮปฮปฮฟฯ ฯ ฮตฯฯฯฯฮฑฯ ฮฑฯฮณฮฟฯ ฯ ฮบฮฑฮน ฮปฮตฮณฮตฮน ฮฑฯ ฯฮฟฮนฯ ฯฮน ฯฮดฮต ฮตฯฯฮทฮบฮฑฯฮต ฮฟฮปฮทฮฝ ฯฮทฮฝ ฮทฮผฮตฯฮฑฮฝ ฮฑฯฮณฮฟฮน
Translit interlinear, PERI {kira-kira} DE {lalu} TรN HENDEKATรN {ke-sebelas} HรRAN {jam} EXELTHรN {ketika keluar} HEUREN {ia menemukan} ALLOUS {yang lain} HESTรTAS {berdiri} ARGOUS {istirahat/ menganggur} KAI {dan} LEGEI {berkata} AUTOIS {kepada mereka} TI {mengapa} HรDE {di sini} HESTรKATE {kamu berada} HOLรN {sepanjang} TรN HรMERAN {hari} ARGOI {menganggur/ istirahat}
"Kira-kira pukul lima petang", ฯฮตฯฮน ฯฮทฮฝ ฮตฮฝฮดฮตฮบฮฑฯฮทฮฝ ฯฯฮฑฮฝ - 'PERI TรN HENDEKATรN HรRAN', "sekitar -- kesebelas -- jam" menurut perhitungan Yahudi adalah sekitar jam 17:00 WIB seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya.
Mulai perhitungan jam, matahari terbit ± jam 06:00 WIB
Jam ke- 1, jam 07:00 WIB
Jam ke- 2, jam 08:00 WIB
Jam ke- 3, jam 09:00 WIB
Jam ke- 4, jam 10:00 WIB
Jam ke- 5, jam 11:00 WIB
Jam ke- 6, jam 12:00 WIB
Jam ke- 7, jam 13:00 WIB
Jam ke- 8, jam 14:00 WIB
Jam ke- 9, jam 15:00 WIB
Jam ke-10, jam 16:00 WIB
Jam ke-11, jam 17:00 WIB
Kira-kira jam 5 (Matius 20:9),
* Matius 20:9
LAI TB, Maka datanglah mereka yang mulai bekerja kira-kira pukul lima dan mereka menerima masing-masing satu dinar.
KJV, And when they came that were hired about the eleventh hour, they received every man a penny.
TR, ฮบฮฑฮน ฮตฮปฮธฮฟฮฝฯฮตฯ ฮฟฮน ฯฮตฯฮน ฯฮทฮฝ ฮตฮฝฮดฮตฮบฮฑฯฮทฮฝ ฯฯฮฑฮฝ ฮตฮปฮฑฮฒฮฟฮฝ ฮฑฮฝฮฑ ฮดฮทฮฝฮฑฯฮนฮฟฮฝ
Translit interlinear, KAI {maka} ELTHONTES {datang} HOI {orang-orang} PERI TรN HENDEKATรN {ke sebelas} HรRAN {jam} ELABON {menerima} ANA {masing-masing} DรNARION {sedinar/ satu dinar}
Lihat tanggapan tentang Matius 20:6 sebelumnya, ฯฮตฯฮน ฯฮทฮฝ ฮตฮฝฮดฮตฮบฮฑฯฮทฮฝ ฯฯฮฑฮฝ - 'PERI TรN HENDEKATรN HรRAN', "sekitar jam kesebelas" adalah jam 17:00 WIB atau jam 5 petang.
Kira-kira jam 9 (Kisah Para Rasul 23:23),
* Kisah Para Rasul 23:23
LAI TB, Kemudian kepala pasukan memanggil dua perwira dan berkata: "Siapkan dua ratus orang prajurit untuk berangkat ke Kaisarea beserta tujuh puluh orang berkuda dan dua ratus orang bersenjata lembing, kira-kira pada jam sembilan malam ini
KJV, And he called unto him two centurions, saying, Make ready two hundred soldiers to go to Caesarea, and horsemen threescore and ten, and spearmen two hundred, at the third hour of the night;
TR, ฮบฮฑฮน ฯฯฮฟฯฮบฮฑฮปฮตฯฮฑฮผฮตฮฝฮฟฯ ฮดฯ ฮฟ ฯฮนฮฝฮฑฯ ฯฯฮฝ ฮตฮบฮฑฯฮฟฮฝฯฮฑฯฯฯฮฝ ฮตฮนฯฮตฮฝ ฮตฯฮฟฮนฮผฮฑฯฮฑฯฮต ฯฯฯฮฑฯฮนฯฯฮฑฯ ฮดฮนฮฑฮบฮฟฯฮนฮฟฯ ฯ ฮฟฯฯฯ ฯฮฟฯฮตฯ ฮธฯฯฮนฮฝ ฮตฯฯ ฮบฮฑฮนฯฮฑฯฮตฮนฮฑฯ ฮบฮฑฮน ฮนฯฯฮตฮนฯ ฮตฮฒฮดฮฟฮผฮทฮบฮฟฮฝฯฮฑ ฮบฮฑฮน ฮดฮตฮพฮนฮฟฮปฮฑฮฒฮฟฯ ฯ ฮดฮนฮฑฮบฮฟฯฮนฮฟฯ ฯ ฮฑฯฮฟ ฯฯฮนฯฮทฯ ฯฯฮฑฯ ฯฮทฯ ฮฝฯ ฮบฯฮฟฯ
Translit interlinear, KAI {dan} PROSKALESAMENOS {memanggil datang} DUO {dua} TINAS {tertentu} TรN HEKATONTARKHรN {dari kepala pasukan seratus} EIPEN {bekata} HETOIMASATE {siapkanlah} STRATIรTAS {prajurit-prajurit} DIAKOSIOUS {dua ratus} HOPรS {suapaya} POREUTHรSIN {mereka pergi} HEรS {hingga} KAISAREIAS {kaisaria} KAI {dan} HIPPEIS {pasukan-pasukan berkuda} HEBDOMรKONTA {tujuh-puluh} KAI {dan} DEXIOLABOUS {orang bersenjata lembing} DIAKOSIOUS {dua ratus} APO {mulai dari} TRITรS {ke-tiga} HรRAS {jam} TรS NUKTOS {(itu) malam}
"Kira-kira pada jam sembilan malam ini", ฮฑฯฮฟ ฯฯฮนฯฮทฯ ฯฯฮฑฯ ฯฮทฯ ฮฝฯ ฮบฯฮฟฯ - 'APO TRITรS HรRAS TรS NUKTOS', "dari - ketiga - jam - itu - malam", tidak berbeda dengan perhitungan jam ala Yahudi untuk siang hari yaitu dimulai dari matahari terbenam ± jam 18:00. "Jam ketiga" berarti jam 21:00 WIB atau jam 9 malam.
Kira-kira jam 9 pagi (Matius 20:3),
* Matius 20:3
LAI TB, Kira-kira pukul sembilan pagi ia keluar pula dan dilihatnya ada lagi orang-orang lain menganggur di pasar.
KJV, And he went out about the third hour, and saw others standing idle in the marketplace,
TR, ฮบฮฑฮน ฮตฮพฮตฮปฮธฯฮฝ ฯฮตฯฮน ฯฮทฮฝ ฯฯฮนฯฮทฮฝ ฯฯฮฑฮฝ ฮตฮนฮดฮตฮฝ ฮฑฮปฮปฮฟฯ ฯ ฮตฯฯฯฯฮฑฯ ฮตฮฝ ฯฮท ฮฑฮณฮฟฯฮฑ ฮฑฯฮณฮฟฯ ฯ
Translit interlinear, KAI {lalu} EXELTHรN {keluar} PERI {kira-kira} TรN TRITรN {ke-tuga} HรRAN {jam} EIDEN {ia melihat} ALLOUS {yang lain} HESTรTAS {berdiri} EN {di} Tร AGORA {pasar} ARGOUS {menganggur}
"Kira-kira pukul sembilan pagi", ฯฮทฮฝ ฯฯฮนฯฮทฮฝ ฯฯฮฑฮฝ - 'PERI TรN TRITรN HรRAN' harfiah "sekitar - ketiga - jam" adalah jam 09:00 WIB, lihat penjelasan sebelumnya.
Sekedar patokan, kurangi saja perhitungan jam kita dengan angka 6, niscaya kita akan memperoleh perhitungan jam ala Yahudi tempo doeloe karena jam nol dimulai dari jam 06:00 WIB dan jam 18:00 WIB (6 sore).
Kira-kira jam 12 (Lukas 23:44, Yohanes 19:14),
* Lukas 23:44
LAI TB, Ketika itu hari sudah kira-kira jam dua belas, lalu kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga,
KJV, And it was about the sixth hour, and there was a darkness over all the earth until the ninth hour.
TR, ฮทฮฝ ฮดฮต ฯฯฮตฮน ฯฯฮฑ ฮตฮบฯฮท ฮบฮฑฮน ฯฮบฮฟฯฮฟฯ ฮตฮณฮตฮฝฮตฯฮฟ ฮตฯ ฮฟฮปฮทฮฝ ฯฮทฮฝ ฮณฮทฮฝ ฮตฯฯ ฯฯฮฑฯ ฮตฮฝฮฝฮฑฯฮทฯ
Translit interlinear, รN {adalah} DE {adapun} HรSEI {sekitar} HรRA {jam} HEKTร {ke enam} KAI {ketika} SKOTOS {kegelapan} EGENETO {terjadi} EPH {atas} HOLรN {seluruh} TรN GรN {bumi/ tanah (daerah)} HEรS {hingga/ sampai} HรRAS {jam} HENNATรS {ke-enam}
ฯฯฮตฮน ฯฯฮฑ ฮตฮบฯฮท - 'HรSEI HรRA HEKTร', "kira-kira jam keenam" adalah jam 12:00; ฮตฯฯ ฯฯฮฑฯ ฮตฮฝฮฝฮฑฯฮทฯ - 'HEรS HรRAS HENNATรS', "hingga jam kesembilan" adalah jam 15:00.
* Yohanes 19:14
LAI TB, Hari itu ialah hari persiapan Paskah, kira-kira jam dua belas. Kata Pilatus kepada orang-orang Yahudi itu: "Inilah rajamu!"
KJV, And it was the preparation of the passover, and about the sixth hour: and he saith unto the Jews, Behold your King!
TR, ฮทฮฝ ฮดฮต ฯฮฑฯฮฑฯฮบฮตฯ ฮท ฯฮฟฯ ฯฮฑฯฯฮฑ ฯฯฮฑ ฮดฮต ฯฯฮตฮน ฮตฮบฯฮท ฮบฮฑฮน ฮปฮตฮณฮตฮน ฯฮฟฮนฯ ฮนฮฟฯ ฮดฮฑฮนฮฟฮนฯ ฮนฮดฮต ฮฟ ฮฒฮฑฯฮนฮปฮตฯ ฯ ฯ ฮผฯฮฝ
Translit interlinear, รN {adalah} DE {adapun} PARASKEUร {(hari) persiapan} TOU PASKHA {paskah} HรRA {jam} DE {adapun} HรSEI {kira-kira} HEKTร {ke-enam} KAI {lalu} LEGEI {ia berkata} TOIS IOUDAIOIS {(kepada) orang-orang yahudi} IDE {inilah} HO BASILEUS {raja} HUMรN {kalian}
Sudah ditanggapi sebelumnya bahwa perhitungan waktu menurut Yohanes berbeda dengan ketiga penulis Injil lainnya. Yohanes menggunakan perhitungan ala Romawi, ฯฯฮฑ ฯฯฮตฮน ฮตฮบฯฮท 'HรRA HรSEI HEKTร', "kira-kira jam keenam" adalah jam 06:00 -- bukan jam 12:00
Kira-kira pukul 12 (Matius 20:5, Yohanes 4:6, Kisah Para Rasul 10:9),
* Matius 20:5
LAI TB, Kira-kira pukul dua belas dan pukul tiga petang ia keluar pula dan melakukan sama seperti tadi.
KJV, Again he went out about the sixth and ninth hour, and did likewise.
TR, ฮฟฮน ฮดฮต ฮฑฯฮทฮปฮธฮฟฮฝ ฯฮฑฮปฮนฮฝ ฮตฮพฮตฮปฮธฯฮฝ ฯฮตฯฮน ฮตฮบฯฮทฮฝ ฮบฮฑฮน ฮตฮฝฮฝฮฑฯฮทฮฝ ฯฯฮฑฮฝ ฮตฯฮฟฮนฮทฯฮตฮฝ ฯฯฮฑฯ ฯฯฯ
Translit interlinear, HOI {mereka} DE {adapun} APรLTHON {pergi} PALIN {pula} EXELYรN {keluar} PERI {kira-kira} HEKTรN {ke-enam} KAI {dan} HENNATรN {ke sembilan} HรRAN {jam} EPOIรSEN {ia melakukan} HรSAUTรS {demikian juga}
ฯฮตฯฮน ฮตฮบฯฮทฮฝ ฮบฮฑฮน ฮตฮฝฮฝฮฑฯฮทฮฝ ฯฯฮฑฮฝ - 'PERI HEKTรN KAI HENNATรN HรRAN', "sekitar jam keenam dan kesembilan" berarti jam 12:00 dan jam 15:00.
* Yohanes 4:6
LAI TB, Di situ terdapat sumur Yakub. Yesus sangat letih oleh perjalanan, karena itu Ia duduk di pinggir sumur itu. Hari kira-kira pukul dua belas.
KJV, Now Jacob's well was there. Jesus therefore, being wearied with his journey, sat thus on the well: and it was about the sixth hour.
TR, ฮทฮฝ ฮดฮต ฮตฮบฮตฮน ฯฮทฮณฮท ฯฮฟฯ ฮนฮฑฮบฯฮฒ ฮฟ ฮฟฯ ฮฝ ฮนฮทฯฮฟฯ ฯ ฮบฮตฮบฮฟฯฮนฮฑฮบฯฯ ฮตฮบ ฯฮทฯ ฮฟฮดฮฟฮนฯฮฟฯฮนฮฑฯ ฮตฮบฮฑฮธฮตฮถฮตฯฮฟ ฮฟฯ ฯฯฯ ฮตฯฮน ฯฮท ฯฮทฮณฮท ฯฯฮฑ ฮทฮฝ ฯฯฮตฮน ฮตฮบฯฮท
Translit interlinear, รN {ada } DE {dan} EKEI {disitu} PรGร {sumur} TOU IAKรB {yakub} HO OUN {lalu} IรSOUS {Yesus} KEKOPIAKรS {(yang) merasa letih} EK {karena} TรS HODOIPORIAS {perjalanan} EKATHEZETO {duduk} HOUTรS {saja} EPI {dekat} Tร PรGร {sumur} HรRA {jam} รN {adalah} HรSEI {kira-kira} HEKTร {ke-enam}
"Kira-kira pukul dua belas", ฯฯฮฑ ฮทฮฝ ฯฯฮตฮน ฮตฮบฯฮท - 'HรRA รN HรSEI HEKTร' harfiah "jam -- ia adalah -- kira-kira -- keenam" adalah jam 06:00 sore atau jam 18:00, bukan jam 12:00 menurut terjemahan LAI. Wanita Yahudi, maupun Samaria, tidak pernah menimba air di siang bolong. (Artikel terkait : YESUS DAN PEREMPUAN SAMARIA, di yesus-dan-perempuan-samaria-vt465.html#p925 )
* Kisah Para Rasul 10:9
LAI TB, Keesokan harinya ketika ketiga orang itu berada dalam perjalanan dan sudah dekat kota Yope, kira-kira pukul dua belas tengah hari, naiklah Petrus ke atas rumah untuk berdoa.
KJV, On the morrow, as they went on their journey, and drew nigh unto the city, Peter went up upon the housetop to pray about the sixth hour:
TR, ฯฮท ฮดฮต ฮตฯฮฑฯ ฯฮนฮฟฮฝ ฮฟฮดฮฟฮนฯฮฟฯฮฟฯ ฮฝฯฯฮฝ ฮตฮบฮตฮนฮฝฯฮฝ ฮบฮฑฮน ฯฮท ฯฮฟฮปฮตฮน ฮตฮณฮณฮนฮถฮฟฮฝฯฯฮฝ ฮฑฮฝฮตฮฒฮท ฯฮตฯฯฮฟฯ ฮตฯฮน ฯฮฟ ฮดฯฮผฮฑ ฯฯฮฟฯฮตฯ ฮพฮฑฯฮธฮฑฮน ฯฮตฯฮน ฯฯฮฑฮฝ ฮตฮบฯฮทฮฝ
Translit interlinear, Tร DE {adapun} EPAURION {pada (keesokan hari) yang berikut} HODOIPOROUNTรN {ketika berada dalam perjalanan} EKEINรN {(orang-orang) itu} KAI {dan} Tร POLEI {(itu) kota} EGGIZONTรN {mendekati} ANEBร {naik} PETROS {petrus} EPI {ke atas} TO DรMA {atap rumah} PROSEUXASYAI {untuk berdoa} PERI {sekitar} HรRAN {jam} HEKTรN {ke-enam}
"Kira-kira pukul dua belas tengah hari", ฯฮตฯฮน ฯฯฮฑฮฝ ฮตฮบฯฮทฮฝ - 'PERI HรRAN HEKTรN', harfiah "sekitar -- jam -- keenam" adalah enam jam sesudah matahari terbit. Penulisan jam oleh Lukas sama seperti yang ditulisnya dalam Injil, yaitu menurut perhitungan Yahudi; sedangkan Yohanes menggunakan jam ala Romawi.
* Matius 20:5
LAI TB, Kira-kira pukul dua belas dan pukul tiga petang ia keluar pula dan melakukan sama seperti tadi.
KJV, Again he went out about the sixth and ninth hour, and did likewise.
TR, ฮฟฮน ฮดฮต ฮฑฯฮทฮปฮธฮฟฮฝ ฯฮฑฮปฮนฮฝ ฮตฮพฮตฮปฮธฯฮฝ ฯฮตฯฮน ฮตฮบฯฮทฮฝ ฮบฮฑฮน ฮตฮฝฮฝฮฑฯฮทฮฝ ฯฯฮฑฮฝ ฮตฯฮฟฮนฮทฯฮตฮฝ ฯฯฮฑฯ ฯฯฯ
Translit interlinear, HOI {mereka} DE {adapun} APรLTHON {pergi} PALIN {pula} EXELYรN {keluar} PERI {kira-kira} HEKTรN {ke-enam} KAI {dan} HENNATรN {ke sembilan} HรRAN {jam} EPOIรSEN {ia melakukan} HรSAUTรS {demikian juga}
ฯฮตฯฮน ฮตฮบฯฮทฮฝ ฮบฮฑฮน ฮตฮฝฮฝฮฑฯฮทฮฝ ฯฯฮฑฮฝ - 'PERI HEKTรN KAI HENNATรN HรRAN', "sekitar jam keenam dan kesembilan" berarti jam 12:00 dan jam 15:00.
* Yohanes 4:6
LAI TB, Di situ terdapat sumur Yakub. Yesus sangat letih oleh perjalanan, karena itu Ia duduk di pinggir sumur itu. Hari kira-kira pukul dua belas.
KJV, Now Jacob's well was there. Jesus therefore, being wearied with his journey, sat thus on the well: and it was about the sixth hour.
TR, ฮทฮฝ ฮดฮต ฮตฮบฮตฮน ฯฮทฮณฮท ฯฮฟฯ ฮนฮฑฮบฯฮฒ ฮฟ ฮฟฯ ฮฝ ฮนฮทฯฮฟฯ ฯ ฮบฮตฮบฮฟฯฮนฮฑฮบฯฯ ฮตฮบ ฯฮทฯ ฮฟฮดฮฟฮนฯฮฟฯฮนฮฑฯ ฮตฮบฮฑฮธฮตฮถฮตฯฮฟ ฮฟฯ ฯฯฯ ฮตฯฮน ฯฮท ฯฮทฮณฮท ฯฯฮฑ ฮทฮฝ ฯฯฮตฮน ฮตฮบฯฮท
Translit interlinear, รN {ada } DE {dan} EKEI {disitu} PรGร {sumur} TOU IAKรB {yakub} HO OUN {lalu} IรSOUS {Yesus} KEKOPIAKรS {(yang) merasa letih} EK {karena} TรS HODOIPORIAS {perjalanan} EKATHEZETO {duduk} HOUTรS {saja} EPI {dekat} Tร PรGร {sumur} HรRA {jam} รN {adalah} HรSEI {kira-kira} HEKTร {ke-enam}
"Kira-kira pukul dua belas", ฯฯฮฑ ฮทฮฝ ฯฯฮตฮน ฮตฮบฯฮท - 'HรRA รN HรSEI HEKTร' harfiah "jam -- ia adalah -- kira-kira -- keenam" adalah jam 06:00 sore atau jam 18:00, bukan jam 12:00 menurut terjemahan LAI. Wanita Yahudi, maupun Samaria, tidak pernah menimba air di siang bolong. (Artikel terkait : YESUS DAN PEREMPUAN SAMARIA, di yesus-dan-perempuan-samaria-vt465.html#p925 )
* Kisah Para Rasul 10:9
LAI TB, Keesokan harinya ketika ketiga orang itu berada dalam perjalanan dan sudah dekat kota Yope, kira-kira pukul dua belas tengah hari, naiklah Petrus ke atas rumah untuk berdoa.
KJV, On the morrow, as they went on their journey, and drew nigh unto the city, Peter went up upon the housetop to pray about the sixth hour:
TR, ฯฮท ฮดฮต ฮตฯฮฑฯ ฯฮนฮฟฮฝ ฮฟฮดฮฟฮนฯฮฟฯฮฟฯ ฮฝฯฯฮฝ ฮตฮบฮตฮนฮฝฯฮฝ ฮบฮฑฮน ฯฮท ฯฮฟฮปฮตฮน ฮตฮณฮณฮนฮถฮฟฮฝฯฯฮฝ ฮฑฮฝฮตฮฒฮท ฯฮตฯฯฮฟฯ ฮตฯฮน ฯฮฟ ฮดฯฮผฮฑ ฯฯฮฟฯฮตฯ ฮพฮฑฯฮธฮฑฮน ฯฮตฯฮน ฯฯฮฑฮฝ ฮตฮบฯฮทฮฝ
Translit interlinear, Tร DE {adapun} EPAURION {pada (keesokan hari) yang berikut} HODOIPOROUNTรN {ketika berada dalam perjalanan} EKEINรN {(orang-orang) itu} KAI {dan} Tร POLEI {(itu) kota} EGGIZONTรN {mendekati} ANEBร {naik} PETROS {petrus} EPI {ke atas} TO DรMA {atap rumah} PROSEUXASYAI {untuk berdoa} PERI {sekitar} HรRAN {jam} HEKTรN {ke-enam}
"Kira-kira pukul dua belas tengah hari", ฯฮตฯฮน ฯฯฮฑฮฝ ฮตฮบฯฮทฮฝ - 'PERI HรRAN HEKTรN', harfiah "sekitar -- jam -- keenam" adalah enam jam sesudah matahari terbit. Penulisan jam oleh Lukas sama seperti yang ditulisnya dalam Injil, yaitu menurut perhitungan Yahudi; sedangkan Yohanes menggunakan jam ala Romawi.
* Kisah Para Rasul 19:34
LAI TB, Tetapi ketika mereka tahu, bahwa ia adalah orang Yahudi, berteriaklah mereka bersama-sama kira-kira dua jam lamanya: "Besarlah Artemis dewi orang Efesus!"
KJV, But when they knew that he was a Jew, all with one voice about the space of two hours cried out, Great is Diana of the Ephesians.
TR, ฮตฯฮนฮณฮฝฮฟฮฝฯฯฮฝ ฮดฮต ฮฟฯฮน ฮนฮฟฯ ฮดฮฑฮนฮฟฯ ฮตฯฯฮนฮฝ ฯฯฮฝฮท ฮตฮณฮตฮฝฮตฯฮฟ ฮผฮนฮฑ ฮตฮบ ฯฮฑฮฝฯฯฮฝ ฯฯ ฮตฯฮน ฯฯฮฑฯ ฮดฯ ฮฟ ฮบฯฮฑฮถฮฟฮฝฯฯฮฝ ฮผฮตฮณฮฑฮปฮท ฮท ฮฑฯฯฮตฮผฮนฯ ฮตฯฮตฯฮนฯฮฝ
Translit interlinear, EPIGNONTรN {ketika mengetahui} DE {tetapi} HOTI {bahwa} IOUDAIOS {orang yahudi} ESTIN {ia adalah} PHรNร {teriakan} EGENETO {terjadi} MIA {(menjadi) satu} EK {dari} PANTรN {semua (orang)} HรS {seolah-olah} EPI {di atas} HรRAS {jam-jam} DUO {dua} KRAZONTรN {(yang) berteriak-teriak} MEGALร {besarlah} Hร ARTEMIS {artemis} EPHESIรN {(orang-orang) efesus}
"Kira-kira dua jam lamanya", ฯฯ ฮตฯฮน ฯฯฮฑฯ ฮดฯ ฮฟ - 'HรS EPI HรRAS DUO', "seolah-olah -- di atas -- jam -- dua" merujuk kepada lama atau selang waktu bukan angka jam atau waktu pada suatu titik tertentu. Kata "jam" (Yunani: ฯฯฮฑ - HรRA) ditulis dalam bentuk jamak ฯฯฮฑฯ - 'HรRAS'. Contoh bentuk jamak lainnya:
* Yohanes 11:9
LAI TB, Jawab Yesus: "Bukankah ada dua belas ('DรDEKA') jam ('HรRAI') dalam satu hari? Siapa yang berjalan pada siang hari, kakinya tidak terantuk, karena ia melihat terang dunia ini.
KJV, Jesus answered, Are there not twelve hours in the day? If any man walk in the day, he stumbleth not, because he seeth the light of this world.
TR, ฮฑฯฮตฮบฯฮนฮธฮท ฮฟ ฮนฮทฯฮฟฯ ฯ ฮฟฯ ฯฮน ฮดฯฮดฮตฮบฮฑ ฮตฮนฯฮนฮฝ ฯฯฮฑฮน ฯฮทฯ ฮทฮผฮตฯฮฑฯ ฮตฮฑฮฝ ฯฮนฯ ฯฮตฯฮนฯฮฑฯฮท ฮตฮฝ ฯฮท ฮทฮผฮตฯฮฑ ฮฟฯ ฯฯฮฟฯฮบฮฟฯฯฮตฮน ฮฟฯฮน ฯฮฟ ฯฯฯ ฯฮฟฯ ฮบฮฟฯฮผฮฟฯ ฯฮฟฯ ฯฮฟฯ ฮฒฮปฮตฯฮตฮน
Translit, APEKRITHร HO IรSOUS OUKHI DรDEKA EISIN HรRAI TรS HรMERAS EAN TIS PERIPATร EN Tร HรMERA OU PROSKOPTEI HOTI TO PHรS TOU KOSMOU TOUTOU BLEPEI
Kira-kira 3 jam (Kisah Para Rasul 5:7).
* Kisah Para Rasul 5:7
LAI TB, Kira-kira ('HรS') tiga ('TRIรN') jam ('HรRรN') kemudian masuklah isteri Ananias, tetapi ia tidak tahu apa yang telah terjadi.
KJV, And it was about the space of three hours after, when his wife, not knowing what was done, came in.
TR, ฮตฮณฮตฮฝฮตฯฮฟ ฮดฮต ฯฯ ฯฯฯฮฝ ฯฯฮนฯฮฝ ฮดฮนฮฑฯฯฮทฮผฮฑ ฮบฮฑฮน ฮท ฮณฯ ฮฝฮท ฮฑฯ ฯฮฟฯ ฮผฮท ฮตฮนฮดฯ ฮนฮฑ ฯฮฟ ฮณฮตฮณฮฟฮฝฮฟฯ ฮตฮนฯฮทฮปฮธฮตฮฝ
Translit interlinear, EGENETO {terjadi} DE {adapun} HรS {kira-kira} HรRรN {jam} TRIรN {tiga} DIASTรMA {jarak waktu kemudian} KAI {ketika} Hร GUNร {istri} AUTOU {-nya} Mร {tidak} EIDUIA {ia tahu} TO GEGONOS {(hal yang) terjadi} EISรLTHEN {masuk}
Kira-kira 12 orang (Kisah Para Rasul 19:7),
Kira-kira 20 orang (I Samuel 14:14), Kira-kira 400 orang (I Samuel 25:13, I Raja-raja 22:6, Kisah Para Rasul 5:36), kira-kira 600 orang (I Samuel 14:2; 23:13).
Kira-kira 1000 orang (Yudas 9:49), kira-kira dua atau tiga ribu orang (Yosua 7:3), kira-kira 3000 orang (Yosua 7:4, Yudas 16:27), kira-kira 3000 jiwa (Kisah Para Rasul 2:41), kira-kira 4000 orang (I Samuel 4:2, Markus 8:9), kira-kira 5000 orang (Yosua 8:12), kira-kira 5000 laki-laki (Matius 14:21, Lukas 9:14, Yohanes 6:10, Kisah Para Rasul 4:4).
Kira-kira 10.000 orang (Yudas 3:9), kira-kira lima belas ribu orang (Yudas 8:10), kira-kira 40.000 orang (Yosua 4:13).
Kira-kira 8 hari (Lukas 9:28 ), kira-kira 10 hari (I Samuel 25:38 ), Kira-kira 3 bulan (Kejadian 38:24, Lukas 1:56), kira-kira 12 tahun (Lukas 8:42), kira-kira 30 tahun (Lukas 3:23), kira-kira 100 tahun (Roma 4:19), kira-kira 450 tahun (Kisah Para Rasul 13:20).
Kira-kira 50 kaki (Yohanes 19:39), kira-kira 200 hasta (Yohanes 21:8 ), kira-kira 2000 ekor babi (Markus 5:13), kira-kira 2 mil (Yohanes 11:18 ).
Sebelum mengkritik semestinya penulis diatas menelaah dulu Kitab Sucinya.
Coba bandingkan dengan :
* QS 37:146-147
Dan Kami tumbuhkan untuk dia sebatang pohon dari jenis labu.
Dan Kami utus dia kepada seratus ribu orang atau lebih.
Atau yang berikut ini.
* QS 53:8 - 9
Kemudian dia mendekat, lalu bertambah dekat lagi.
maka jadilah dia dekat (pada Muhammad sejarak) dua ujung busur panah atau lebih dekat (lagi).
Ternyata kitab suci masing-masing mengandung "kira-kira".
50. KESAMAAN ALKITAB DENGAN AL-QUR'AN DAN AL-HADITS
Penting untuk diingat selalu bahwa persamaan antara ajaran/hukum Taurat, Injil, dan Alquran harus dipahami sebagai Firman Allah yang tetap, sedangkan perbedaan ajarannya harus dipahami sebagai nasakh (penggantian/perubahan hukum secara progressif).
Sebaliknya, ajaran Paulus (Kristen) secara tegas menolak hukum Taurat (Galatia 2:16), sehingga dengan demikian, maka penolakan Paulus (Kristen) terhadap hukum Taurat harus dipahami sebagai Pembangkangan terhadap Firman Allah.
Beberapa teks Alkitab di bawah ini memiliki kesamaan atau keserupaan dengan teks Al-Qur'an dan Al-Hadits yang cukup mengagumkan:
1. YESAYA 29:11-12 DENGAN HR. BUKHARI
Maka bagimu penglihatan dari semuanya itu seperti isi sebuah kitab yang termeterai, apabila itu diberikan kepada orang yang tahu membaca dengan mengatakan: "Baiklah baca ini," maka ia akan menjawab: "Aku tidak dapat, sebab kitab itu termeterai"; dan apabila kitab itu diberikan kepada seorang yang tidak dapat membaca dengan mengatakan: "Baiklah baca ini," maka ia akan menjawab: "Aku tidak dapat membaca." (Yesaya 29:11-12)
sama dengan:
Malaikat itu mendekapku (Muhammad) sampai aku sulit bernapas. Kemudian, ia melepaskanku dan berkata, "Bacalah!" Kujawab, "Aku tak dapat membaca." Ia mendekapku lagi hingga aku pun merasa tersesak. Ia melepasku dan berkata, "Bacalah!" dan kembali kujawab, "Aku tak dapat membaca!" Lalu, ketiga kalinya, ia mendekapku seperti sebelumnya, kemudian melepaskanku dan berkata: "baca: QS. 96:1-5" (HR. Bukhari)
Yesaya 29:11-12 tidak menubuatkan adanya Nabi dari kalangan Ismael yang ''tidak dapat membaca'
Ayat tsb harus dibaca yang lebih lengkap hingga ayat 14-nya, jangan cuma ayat 11-12 saja.
* Yesaya 29 : 12-14
29:12 dan apabila kitab itu diberikan kepada seorang yang tidak dapat membaca dengan mengatakan: "Baiklah baca ini," maka ia akan menjawab: "Aku tidak dapat membaca."
29:13 Dan Tuhan telah berfirman: "Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku, dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan,
29:14 maka sebab itu, sesungguhnya, Aku akan melakukan pula hal-hal yang ajaib kepada bangsa ini, keajaiban yang menakjubkan; hikmat orang-orangnya yang berhikmat akan hilang, dan kearifan orang-orangnya yang arif akan bersembunyi.
Jadi ayat diatas adalah merupakan teguran terhadap sikap BEBAL Bani Israel.
Pada Markus 7:6-8 Yesus mengutip Ayat diatas sebagai gambaran Farisiisme . Bahwa adat-istiadat buatan manusia dan perintah manusia yang dihafalkan tidak memiliki wibawa yang sama dengan Firman Allah. Seringkali tokoh agama (orang Farisi/ahli-ahli Taurat) lebih membesarkan adat-istiadat daripada Hukum Allah. Seringkali manusia menyukai upacara keagamaan daripada yang secara batin bersifat susila dan rohani, dan memang banyak orang bersikap demikian dari sejak zaman dahulu hingga sekarang. Tabiat manusia yang demikian pada dasarnya adalah sama pada segala angkatan.
2. YESAYA 60:1 DENGAN QS. 74:1-3
Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu. (Yesaya 60:1)
sama dengan:
"Hai orang yang berselimut (Muhammad), bangkitlah, lalu berilah peringatan, dan Tuhanmu, agungkanlah." (QS. 74:1-3)
Penulis diatas hanya menyamakan 1 kata saja yaitu 'bangkitlah', padahal ada banyak ayat-ayat lain yang memuat kata bangkitlah totalnya ada 93 ayat.
3. YESAYA 40:25 DENGAN QS. 42:11
Dengan siapa hendak kamu samakan Aku, seakan-akan Aku seperti dia? firman Yang Mahakudus. (Yesaya 40:25)
sama dengan:
...Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Melihat. (QS. 42:11)
Yudaisme, Kristen dan Islam mewarisi paham monotheisme Abraham.
4. YESAYA 42:1 DENGAN QS. 25:1
Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa. (Yesaya 42:1)
sama dengan:
Maha Suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan (Al Qur'an) kepada hamba-Nya (Muhammad), agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam. (QS. 25:1)
Tidak ada nubuat Nabi Muhammad dalam Perjanjian Lama
* Yesaya 42:1
Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa.
Al~Qur'an mengamini ayat tersebut untuk Yesus Kristus, coba perhatikan ayat berikut :
* QS 66 : 12
dan (ingatlah) Maryam puteri Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan kedalam rahimnya sebagian dari roh (ciptaan) Kami ; dan dia membenarkan kalimat Tuhannya dan kitab-kitabNya ; dan adalah dia termasuk orang-orang yang taat.
Kata (ciptaan) tidak ada dalam bahasa Arabnya, berarti pengertian yang tepat dari ayat diatas adalah : Yesus adalah sebagian dari Roh Allah SWT, cocok dengan Yes 42 “Aku telah menaruh roh Ku ke atasnya”
Selengkapnya mari kita baca :
* Yesaya 42:1-4
42:1 Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa.
42:2 Ia tidak akan berteriak atau menyaringkan suara atau memperdengarkan suaranya di jalan.
42:3 Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum.
42:4 Ia sendiri tidak akan menjadi pudar dan tidak akan patah terkulai, sampai ia menegakkan hukum di bumi; segala pulau mengharapkan pengajarannya.
Peristiwa babtisan Yesus dalam (Matius 3:15-17, Markus 1:9-11, Lukas 3:21-22 dan Yohanes 1:32-34) ke-4 Kitab Injil menuliskan kisah yang seragam, walaupun ditulis dengan kalimat yang berbeda. Adalah merupakan penggenapan Nubuat pada Yesaya 42:1-4 dan beberapa ayat lain.
5. KEJADIAN 12:2-3 DENGAN QS. 33:56-57
Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat." (Kejadian 12:2-3)
sama dengan:
Sesungguhnya Allah dan malaikat2-Nya bersholawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. Sesungguhnya orang-oang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya, Allah akan melaknatinya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan baginya siksa yang menghinakan. (QS. 33:56-57)
Saya tidak melihat kesamaan ayat-ayat dalam 2 Kitab tersebut :
* Kejadian 12:2-3
12:2 Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.
VE'ESKHA LEGOI {bangsa} GADOL {besar} VAAVAREKHKHA VAAGADLA SHEMEKHA VEHYE BERAKHA {berkat}
12:3 Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat."
VA'AVARKHA MEVARAKHEIKHA UMEKALELKHA AOR VENIVREKHU VEKHA KOL MISHPEKHOT HA'ADAMA
Ayat diatas adalah janji kepada bapa Abraham, penjelasannya :
Ayat 2 : Bangsa (GOI) yang besar (GADOL) mengandung didalamnya daerah dan rakyat. Abraham mendapat berkat ini termasuk kepada 'tanah air' yang lebih baik, yaitu yang 'sorgawi' (Ibrani 11:10, 13-16); Abraham dan keturunannya akan menjadi berkat, berkat ini serupa dengan berkat yang tertulis pada kejadian 1:22,25.
Ayat 3 : 'olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat' atau diberkati (lihat Kisah 3:25; Galatia 3:8 ). Berkat itu diberikan dengan peranrataan Abraham dan keturunannya (bandingkan dengan Kejadian 22:18, Kejadian 26:4; Kejadian 28:14), dan berkat itu adalah berkat Allah.
6. MARKUS 12:29 & ULANGAN 6:4; 32:39 DENGAN QS. 39:4
Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. (Markus 12:29)
Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! (Ulangan 6:4)
Lihatlah sekarang, bahwa Aku, Akulah Dia. Tidak ada Allah kecuali Aku. Akulah yang mematikan dan yang menghidupkan, Aku telah meremukkan, tetapi Akulah yang menyembuhkan, dan seorangpun tidak ada yang dapat melepaskan dari tangan-Ku. (Ulangan 32:39)
sama dengan:
...Maha Suci Allah. Dialah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan. (QS. 39:4)
Abraham (lbrahim)disebut sebagai bapak orang percaya ( Roma 4:11 ) : Agama Yahudi, Kristen dan Islam adalah agama-agama semitik/samawi yang mengikut monoteisme Abraham.
Maka kesamaan ayat diatas tentang 'Tuhan yang Esa' bukanlah hal yang aneh.
Perlu disadari, ketiga agama Semitik/Samawi menyembah El/Allah yang sama yang disembah Abraham/Ibrahim yang sama pula. Yang membedakan adalah pengajaran/aqidah mengenai Allah yang sama itu berbeda.
Agama Yahudi mempercayai Allah Abraham yang memberikan perjanjian melalui Abraham, Ishak dan Yakub (sesuai Tanakh Ibrani).
Agama Kristen percaya juga dan penggenapannya dalam Yesus Kristus (sesuai PL & PB), ini diragukan keotentikannya oleh agama Yahudi.
Agama Islam secara implisit beriman pada kitab-kitab Yahudi & Kristen (QS.2:136) namun secara eksplisit meragukan keotentikannya, dan beriman pada Allah Ibrahim namun juga wahyu yang dipercayai diterima oleh Muhammad. Tetapi wahyu ini diragukan keontentikannya oleh agama Yahudi maupun Kristen.
7. MARKUS 12:31 DENGAN HR. TIRMIDZI
Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri... (Markus 12:31)
sama dengan:
Dari Abdullah bin 'Amru: Rasulullah SAW bersabda: "Orang yang mengasihi akan dikasihi oleh Yang Maha Pengasih. Kasihilah siapapun yang di atas bumi, maka engkau akan dikasihi yang ada di langit..." (HR. Tirmidzi)
Perintah mengasihi telah tertulis dalam Alkitab, jauh sebelum Hadits diatas ditulis. Maka seperti tuduhan penulis diatas sebelumnya tentang PLAGIARISME. Apakah penulis diatas akan menggunakan standard yang sama terhadap hadits diatas? :)
Tuhan Yesus kristus kembali memberikan rumusan yang dikenal sebagai HUKUM KASIH :
* Matius 22:34-40
22:34 Ketika orang-orang Farisi mendengar, bahwa Yesus telah membuat orang-orang Saduki itu bungkam, berkumpullah mereka
22:35 dan seorang dari mereka, seorang ahli Taurat, bertanya untuk mencobai Dia:
22:36 "Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?"
22:37 Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
22:38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
22:39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
22:40 Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."
Tuhan Yesus memberi pengajaran yang sederhana dan jelas; meskipun kelihatannya sederhana, tetapi hukum diatas mencakup seluruh hukum Taurat!
Bahwa jika kita mengasihi Allah, maka kita akan melakukan prinsip-prinsip bahwa TUHAN adalah satu-satunya sesembahan kita, dan pelaksanaan ini akan selaras dengan hukum ke1-5 dalam Dasa Titah.
Jika kita mengasihi sesama, tentu kita tidak boleh membunuh (hukum ke 6); berzinah (hukum ke 7) dan seterusnya. Dan semuanya akan selaras dengan (hukum 6-10)
10 Hukum yang menulis ”Jangan ini, jangan itu” harus kita akui, memang cenderung negatif. Ini berbeda gaya dengan apa yang dirumuskan Yesus tentang Hukum Kasih yang lebih positif ”Hendaklah begini atau begitu”. Dasa Titah memberi peringatan bahwa orang telah salah jalan, sedangkan Hukum Kasih memberi petunjuk, ke mana orang mesti putar haluan.
Tuhan Yesus merangkum 10 Hukum/ Dasa Titah itu menjadi 2 point yang sederhana. Pelaksanaan Hukum Kasih sudah mencerminkan seluruh hukum Taurat (ayat 40).
8. ULANGAN 19:21 DENGAN QS. 5:45
Janganlah engkau merasa sayang kepadanya, sebab berlaku: nyawa ganti nyawa, mata ganti mata, gigi ganti gigi, tangan ganti tangan, kaki ganti kaki." (Ulangan 19:21)
Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi. (Matius 5:38 )
sama dengan:
Dan Kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (At Taurat) bahwasanya nyawa (dibalas) dengan nyawa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka luka (pun) ada kisasnya. Barangsiapa yang melepaskan (hak kisas) nya, maka melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa baginya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim.(QS. 5:45)
Alkitab ditulis lebih dahulu daripada Al~Qur'an.
Hukum lex talionis (Ulangan 19:21) ini telah direformulasi ulang oleh Tuhan Yesus Kristus :
* Matius 5:38
"Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi. Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu. Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil. Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu
Tidak selesai sampai disitu, Tuhan Yesus kristus kembali memberikan rumusan baru yang dikenal sebagai HUKUM KASIH yang sudah dijelaskan diatas.
9. KELUARAN 34:8-9, MATIUS 26:39 & LUKAS 22:41 DENGAN HR. MUSLIM
Segeralah Musa berlutut ke tanah, lalu sujud menyembah serta berkata (berdoa): ... (Keluaran 34:8-9)
Maka Ia (Yesus) maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: ... (Matius 26:39)
Kemudian Ia (Yesus) menjauhkan diri dari mereka kira-kira sepelempar batu jaraknya, lalu Ia berlutut dan berdoa, kata-Nya: ... (Lukas 22:41)
sama dengan:
Dari Abi Hurairah: bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Sedekat-dekatnya seorang hamba dari Tuhannya ketika dia sedang sujud, maka perbanyaklah doa." (HR. Muslim)
Umat Kristiani dalam berdoa, meski tidak ada perintah khusus tentang cara dan koreografinya, bukan berarti umat Kristen tidak boleh bersujud ketika berdoa. Tetapi rumusan doa yang terpenting adalah aspek rohaninya, bukan tingkah lagu agamawi yang sifatnya ragawi.
Definisi doa adalah adalah sebagai berikut : Hubungan persekutuan dengan Allah di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Atau lebih tepatnya Doa adalah komunikasi pribadi dengan Allah.
Prinsip yang mendasarinya adalah prinsip kekudusan bukan tingkah laku agamawi. "Sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada permohonan (doa) mereka..." (1 Petrus. 3:12).
Doa disini adalah menekankan aspek rohani-nya buka jasmaninya (tata cara berdoa). Berdoa yang benar adalah : berdoa dalam roh dan kebenaran, bukan rutinitas dan tata cara jasmaniah, bukan pula ketentuan jumlah berdoa dalam satu hari; tidak terbatas pada ruang dan waktu; tidak harus memakai pakaian tertentu; Kita bisa setiap saat berdoa! inilah the simplicity of the Gospel!
10. MAZMUR 84:10 DENGAN HR. MUSLIM
Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain; lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku dari pada diam di kemah-kemah orang fasik. (Mazmur 84:10)
sama dengan:
Rasulullah bersabda: "Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) seribu kali lebih baik dari lainnya kecuali masjid al-Haram." (HR. Muslim)
Kalau persamaannya didasarkan kepada kata seribu saja, tentu ada banyak ayat-ayat lain yang mirip-mirip, bahkan dari Kitab Suci agama non-samawi sekalipun :).
Baca selengkapnya Mazmur 84:10-13
"Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain; lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku dari pada diam di kemah-kemah orang fasik. Sebab TUHAN Allah adalah matahari dan perisai; kasih dan kemuliaan Ia berikan; Ia tidak menahan kebaikan dari orang yang hidup tidak bercela. Ya TUHAN semesta alam, berbahagialah manusia yang percaya kepada-Mu!"
Konteks ayat-ayat diatas adalah raja (Daud) yang merupakan wakil TUHAN membawakan doa-doa pada hari raya itu untuk keseimbangan nasional kerajaannya. Bahwa pemazmur ingin bertahan dalam kenikmatan rohani, yaitu menikmati persekutuannya dengan Allah. Persekutuan dengan Allah inimelahirkan keriangan bukan karena bangunan/gedung tetapi karena Allah hadir yang diumpamakan sebagai Matahari dan Perisai, karuniaNya yang berkelimpahan.
11. YOHANES 5:30 DENGAN QS. 5:117
Aku (Yesus) tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia (Allah) yang mengutus Aku. (Yohanes 5:30)
sama dengan:
Aku (Yesus) tidak pernah mengatakan kepada mereka (Bani Israel) kecuali apa yang Engkau (Allah) perintahkan kepadaku (mengatakannya) yaitu: "Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu", dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu. (QS. 5:117)
Yesus dalam tugasNya dibumi juga berperan sebagai Seorang Nabi. Hal ini sudah dijelaskan pada TANGGAPAN 9, cuplikannya demikian :
Yesus Kristus adalah "Allah" yang menyatakan diri-Nya dalam wujud manusia.
* 1 Timotius 3:16,
"Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: 'Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah; yang dipercayai di dalam dunia, diangkat dalam kemuliaan.'"
Itulah bedanya Yesus Kristus dengan manusia lain. Dia adalah manusia seutuhnya, dan Allah sepenuhnya. Dia adalah anak Allah, anak manusia, nabi, utusan Allah, hamba Allah, Sang Firman, bahkan Allah itu sendiri.
Dalam jabatanNya sebagai utusan, Yesus juga berperan sebagai Nabi
* Yohanes 17:3
Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.
Yesus mempunyai gelar Mesias, Raja, Iman dan Nabi dan hal tersebut tidak boleh dipisahkan.
Nabi = Utusan Allah --> Yesus adalah Utusan.
Yang mengutus memiliki kedudukan yang lebih tinggi, itu betul, tetapi dari segi hakekat, mereka itu sama. Ayah dapat mengutus anaknya pergi ke warung untuk berbelanja, namun hakekat sang anak tetap tidak berubah, ia tetap sebagai manusia, tidak berubah hakekat menjadi kambing atau kucing.
Demikian pula dengan Yesus Kristus, secara hakekat Dia adalah "Allah".
ALLAH MENGUTUS ALLAH :
Bapa mengutus Yesus Kristus sama halnya Allah mengutus Sang Firman, jadi bisa diartikan Allah mengutus Allah (baca selengkapnya Injil Yohanes pasal 1).
Dalam pemikiran Yudaisme, jika seseorang berkata, maka perkataannya merupakan utusannya. Pemikiran inilah -- Allah berfirman maka Dia mengutus Firman-Nya untuk melaksanakan kehendak-Nya.
Bandingkan dengan :
* Yesaya 55:11,
"demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya."
"KEN {demikian} YIHYEH {ia akan menjadi} DEVARI {firman-Ku} 'ASYER {yang} YETSE' {ia keluar} MIPI {dari mulut-Ku} LO'-YASYUV {tidak ia akan kembali} 'ELAY {kepada-Ku} REYQAM {sia-sia} KI {bahwa} 'IM-'ASAH {ia akan melaksanakan} 'ET-'ASYER {yang} KHAFATSTI {Aku berkenan} VEHITSLIAKH {dan ia berhasil} 'ASYER {yang} SYELAKHTIV {Aku utus kepadanya}"
Perhatikan bahwa "firman-Ku" itu selanjutnya menggunakan kata ganti orang ketiga. Selanjutnya perhatikan kata "SYELAKHTIV". Kata ini berasal dari kata "SYALAKH", "mengutus" seperti Nuh "mengutus" seekor burung gagak dan merpati saat air bah, Tuhan "mengutus" malaikat-Nya (Kejadian 24:7), dan ini salah satu ayat populer dengan kata "SYALAKH".
* Keluaran 3:14,
"Firman Allah kepada Musa: 'AKU ADALAH AKU.' Lagi firman-Nya: 'Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah 'MENGUTUS' (SYALAKH) aku kepadamu."
"VAYO'MER 'ELOHIM 'EL-MOSYEH 'EHYEH 'ASYER 'EHYEH VAYO'MER KOH TO'MAR LIVNEY YISRA'EL 'EHYEH SYELAKHANI 'ALEYKHEM"
Bukankah Allah dapat "mengutus" firman-Nya seperti Yesaya 55:11 di atas?
12. IMAMAT 19:20 DENGAN QS. 4:25
Apabila seorang laki-laki bersetubuh dengan seorang perempuan, yakni seorang budak perempuan yang ada di bawah kuasa laki-laki lain, tetapi yang tidak pernah ditebus dan tidak juga diberi surat tanda merdeka, maka perbuatan itu haruslah dihukum; tetapi janganlah keduanya dihukum mati, karena perempuan itu belum dimerdekakan. (Imamat 19:20)
sama dengan:
...dan apabila mereka (budak-budak perempuan) telah menjaga diri dengan kawin, kemudian mereka melakukan perbuatan yang keji (zina), maka atas mereka separo hukuman dari hukuman wanita-wanita yang bersuami... (QS. 4:25)
Memang ada beberapa saja kesamaan hukum Taurat dengan hukum-hukum Islam, diantaranya ayat diatas, sebagian kecil hukum tentang haram/halal nya makanan, peraturan haid wanita dan sebagian tentang hukum waris, lain-lain.
Tetapi Hukum Taurat ditulis oleh Musa 2000tahun lebih sebelum era Muhammad.
51. KOREKSI KITAB KEJADIAN 22:1-18
Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu." .... kata-Nya: "Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri--demikianlah firman TUHAN--:Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku, maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya. Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku." (Kejadian 22:2,16-18 )
b]Mengapa nama ISHAK disebut 'the only son' dalam Kejadian 22:2?[/b]
Mari kita baca ayat yang sudah ditulis sebelumnya. Istilah itu mengacu pada ayat ini :
* Kejadian 21:12
LAI TB, Tetapi Allah berfirman kepada Abraham: "Janganlah sebal hatimu karena hal anak dan budakmu itu; dalam segala yang dikatakan Sara kepadamu, haruslah engkau mendengarkannya, sebab yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak."
KJV, And God said unto Abraham, Let it not be grievous in thy sight because of the lad, and because of thy bondwoman; in all that Sarah hath said unto thee, hearken unto her voice; for in Isaac shall thy seed be called.
Hebrew,
ืַืֹּืืֶืจ ืֱืֹืִืื ืֶื־ืַืְืจָืָื ืַื־ืֵืจַืข ืְּืขֵืื ֶืืָ ืขַื־ืַื ַּืขַืจ ืְืขַื־ืֲืָืชֶืָ ืֹּื ืֲืฉֶׁืจ ืชֹּืืַืจ ืֵืֶืืָ ืฉָׂืจָื ืฉְׁืַืข ืְּืงֹืָืּ ืִּื ืְืִืฆְืָืง ืִืงָּืจֵื ืְืָ ืָืจַืข׃
Translit, VAYO'MER 'ELOHIM 'EL-'AVRAHAM 'AL-YERA' BE'EYNEYKHA 'AL-HANA'AR VE'AL-'AMATEKHA KOL 'ASYER TO'MAR 'ELEYKHA SARAH SYEMA' BEQOLรH KI VEYITSKHAQ YIQARE' LEKHA ZARA'
Padahal dalam Tawarikh Ismael diakui juga sebagai anak Abraham :
* 1 Tawarikh 1:28
LAI TB, Anak-anak Abraham ialah Ishak dan Ismael.
KJV, The sons of Abraham; Isaac, and Ishmael.
Hebrew,
ืְּื ֵื ืַืְืจָืָื ืִืฆְืָืง ืְืִืฉְׁืָืขֵืื׃ ืก
Translit, BENEY 'AVRAHAM YITSKHAQ VEYISYMA'E'L
Ungkapan "yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak", 'KI VEYITSKHAQ YIKARE LEKHA ZARA' dapat dibandingkan dengan penjelasan berikut ini:
* Roma 9:7-8,
"dan juga tidak semua yang terhitung keturunan Abraham adalah anak Abraham, tetapi: 'Yang berasal dari Ishak yang akan disebut keturunanmu.' Artinya: bukan anak-anak menurut daging adalah anak-anak Allah, tetapi anak-anak perjanjian yang disebut keturunan yang benar."
Jadi, Kejadian 21:12 lebih menekankan sisi moral dan religius ketimbang keturunan langsung secara fisik.
Sekarang kita kaji ayat mengenai 'anakmu yang tunggal ' dalam bahasa aslinya :
* Kejadian 22:2
LAI TB, Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu."
KJV, And he said, Take now thy son, thine only son Isaac, whom thou lovest, and get thee into the land of Moriah; and offer him there for a burnt offering upon one of the mountains which I will tell thee of.
Hebrew,
ืַืֹּืืֶืจ ืงַื־ื ָื ืֶืช־ืִּื ְืָ ืֶืช־ืְืִืืְืָ ืֲืฉֶׁืจ־ืָืַืְืชָּ ืֶืช־ืִืฆְืָืง ืְืֶืְ־ืְืָ ืֶื־ืֶืจֶืฅ ืַืֹּืจִืָּื ืְืַืขֲืֵืืּ ืฉָׁื ืְืขֹืָื ืขַื ืַืַื ืֶืָืจִืื ืֲืฉֶׁืจ ืֹืַืจ ืֵืֶืืָ׃
Translit, VAYO'MER QAKH-NA' 'ET-BINKHA 'ET-YEKHIDKHA 'ASYER-'AHAVTA 'ET-YITSKHAQ VELEKH-LEKHA 'EL-'ERETS HAMORรYรH VEHA'ALรHร SYรM LE'OLรH 'AL 'AKHAD HEHARIM 'ASYER 'OMAR 'ELEYKHA
* Kejadian 22:16
LAI TB, kata-Nya: "Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri -- demikianlah firman TUHAN --: Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku,
KJV, And said , By myself have I sworn , saith the LORD, for because thou hast done this thing, and hast not withheld thy son, thine only son:
Hebrew,
ืַืֹּืืֶืจ ืִּื ื ִืฉְׁืַּืขְืชִּื ื ְืֻื־ืְืืָื ืִּื ืַืขַื ืֲืฉֶׁืจ ืขָืฉִׂืืชָ ืֶืช־ืַืָּืָืจ ืַืֶּื ืְืֹื ืָืฉַׂืְืชָּ ืֶืช־ืִּื ְืָ ืֶืช־ืְืִืืֶืָ׃
Translit, VAYOMER BI' NISYBATI NE'UM-YEHOVAH KI YA'AN ASYER 'ASITA 'ET-HADAVAR HAZEH VELO KHASAKHTA 'ET-BINKHA 'ET-YEKHIDEKHA
* Kejadian 22:18
LAI TB, Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku."
KJV, And in thy seed shall all the nations of the earth be blessed ; because thou hast obeyed my voice.
Hebrew,
ืְืִืชְืָּืจֲืืּ ืְืַืจְืขֲืָ ืֹּื ืֹּืืֵื ืָืָืจֶืฅ ืขֵืงֶื ืֲืฉֶׁืจ ืฉָׁืַืขְืชָּ ืְּืงֹืִื׃
Translit, [color=olive]VEHITBARAKHU VEZARAKHA KOL GOYEI HA'ARETS EKEV 'ASYER SYAMATA BEKOLI
"ET-BINKHA ET-YEKHIDEKHA", anakmu yang tunggal
ืื ื - BINKHA (anakmu/ your son) dari kata asal ืื - BEN, menurut Leksikon Ibrani :
son, grandson, child,
son, male child
grandson
children (pl. - male and female)
youth, young men (pl.)
young (of animals)
sons (as characterisation, i.e. sons of injustice [for un- righteous men] or sons of God [for angels]
people (of a nation) (pl.)
of lifeless things, i.e. sparks, stars, arrows (fig.)
a member of a guild, order, class
ืืืืื - YEKHIDEKHA dari kata ืืืื - YAKHID, menurut leksikon Ibrani, artinya :
only, only one, solitary, one
only, unique, one
solitary
only begotten son subst
one
Anak yang dikorbankan dinyatakan sebagai the only son of Abraham atau "anak tunggal Abraham", sebagaimana dinyatakan dalam versi Jewish Publication Society. Tapi dalam terjemahan Yahudi terakhir telah diubah menjadi the favored son of Abraham atau "anak kesayangan Abraham". Tapi, naskah Ibrani menyebutnya yehidika yang merupakan bentuk kata benda dari yahid. Yahid dalam bahasa Ibrani berarti wahid dalam bahasa Arab. Kedua macam kata tersebut artinya sama, yakni: sole, single, only, only one atau "sendiri, tunggal, hanya, hanya satu", seperti terdapat dalam Shilo Hebrew Dictionary.
Dengan demikian the only son of Abraham haruslah berarti Ismail, bukan Ishak karena Ishak tidak pernah menjadi the sole son of Abraham (anak tunggal Abraham) atau the only son of Abraham (satu-satunya anak Abraham). Namun, sementara mengakui bahwa yehidika berarti only son (satu-satunya anak), beberapa tafsir Yahudi memaksa mengartikan bahwa the only son mengacu pada Ishak karena menganggap bahwa Ismail adalah anak yang tidak sah atau anak haram, sehingga Ishak dengan demikian the only real son (satu-satunya anak yang sah) dari Abraham. Tapi, Taurat dari Bibel mengatakan:
Sudah dijelaskan diatas Untuk kata ืืืื - YAKHID dan pengertian 'anak yang tunggal' melalui pengertian ayat dalam Kejadian 21:12.
Alkitab dengan jelas menulis nama "Ishak" yang hendak dikorbankan, sedangkan saya tidak menemukan nama "Ismael" dalam Al~Qur'an yang akan dikorbankan.
Tanya : mengapa nama Ismael tidak ditulis di sana?
Ada beberapa yang menjadi dasar penyebutan "anak tunggal" :
1. Ishak dikatakan "anak tunggal" karena pada saat itu tidak ada anak lain lagi, lihat Kejadian 21:14 yaitu peristiwa sebelum terjadinya "pengorbanan-anak" ini, bahwa Hagar dan Ismael sudah "diusir" dari rumah Abraham.
2. Ishak disebut "anak tunggal" karena Allah menetapkan yang menjadi keturunan Abraham Adalah yang berasal dari Ishak (Kejadian 21:12).
Saya mengerti, Iman Muslim meyakini ISMAEL, yang dikorbankan
Tetapi saya pikir tidak usah diperdebatkan, sebab akhirnya Allah menyediakan seekor domba jantan yang digunakan sebagai kurban sebagai ganti anaknya. (Kejadian 22: 12-13)
Artinya : dua-duanya tidak jadi dikorbankan (bukan Ishak, bukan pula Ismael) tetapi DOMBA.
Jadi Sarai, isteri Abram itu, mengambil Hagar, hambanya, orang Mesir itu, --yakni ketika Abram telah sepuluh tahun tinggal di tanah Kanaan--,lalu memberikannya kepada Abram, suaminya, untuk menjadi isterinya. (Kejadian 16:3)
Karena Hagar menjadi isteri kedua dari Abraham, maka tidak bisa Ismail dikatakan sebagai "anak haram". Seorang laki-laki tidak mungkin mau menganggap anak-anaknya yang lahir dari isterinya sebagai anak haram. Lebih jauh mengenai Ismail, Tuhan berfirman, "ia akan Kuberkati ... dan Aku akan membuatnya menjadi bangsa yang besar." (Kejadian 17:20). Dalam Kejadian 17:23,25-26 dikatakan, "Setelah itu Abraham memanggil Ismael, anaknya ... Dan Ismael, anaknya, berumur tiga belas tahun ketika dikerat kulit khatannya. Pada hari itu juga Abraham dan Ismael, anaknya, disunat." Akhirnya ketika Abraham telah wafat, Bibel berkata, "Dan anak-anaknya, Ishak dan Ismael, menguburkan dia dalam gua Makhpela..." (Kejadian 25:9). Bibel menerangkan secara tegas bahwa Ismail sepenuhnya anak Abraham, dan bukan anak haram dengan alasan apapun!
Sebenarnya ada kesalahpahaman dari kalangan Muslim, Yahudi dan Kristen tentang Ismael.
Alkitab dengan jelas menulis meskipun Abraham mempunyai banyak putra lain, namun hanya Ismael dan Ishak yang mendapat keistimewaan sebagai sebutan putra.
* 1 Tawarikh 1:28
LAI TB, Anak-anak Abraham ialah Ishak dan Ismael.
KJV, The sons of Abraham; Isaac, and Ishmael.
Hebrew,
ืְּื ֵื ืַืְืจָืָื ืִืฆְืָืง ืְืִืฉְׁืָืขֵืื׃ ืก
Translit, BENEY 'AVRAHAM YITSKHAQ VEYISYMA'E'L
Selanjutnya, ada yang menafsirkan Ishak dan Ismail kemudian menjadi seteru. Anggapan itu keliru, sebab kedua saudara itu sama-sama memakamkan ayah mereka (lihat Kejadian 25:9). Dalam budaya Yahudi itu merupakan tanda keakraban saudara sedarah. Juga keturunan mereka tidak berseteru. Seorang keturunan Ismail menjadi panglima pasukan Daud (lihat 2 Samuel17:25), seorang lagi menjadi kepala pengawas unta-unta keluarga raja Daud (lihat 1 Tawarikh 27:30).
Dijelaskan di Artikel : ISMAEL – KELEDAI LIAR, di viewtopic.php?p=559#559
Sejarah Yahudi menunjukkan bahwa keturunan Ismail pada umumnya diterima baik sebagai bagian anak bangsa. Namun ada saja orang berprasangka.
Kitab Kejadian secara eksplisit menghargai Ismail dalam sejarah Yahudi, dengan mencatat bahwa Ismail disunat bersamaan dengan Abraham (lihat Kejadian 17:26). Alkitab juga mencatat bahwa janji berkat Allah berlaku atas Ismail (lihat Kejadian 21:3) lalu menyimpulkan pasal itu dengan ungkapan "Allah menyertai anak ini" (Kejadian 21:20).
Amin.
(...BERSAMBUNG...)
fm:
http://www.sarapanpagi.org/kebohongan-kristen-vf35-50.html
dan
http://www.sarapanpagi.org/kebohongan-kristen-vf35.html






I constantly spent my half an hour to read this blog's posts everyday along with a mug of coffee.
Also visit my blog ; http://www.teenpornsexpussy.com/
This paragraph is actually a nice one it helps new internet people, who are wishing in
favor of blogging.
My site: nude teens
Awesome! Its truly remarkable post, I have got
much clear idea concerning from this post.
my website > naked teens
Every weekend i used to pay a visit this website, for the reason that i wish for enjoyment, since this this web site conations truly pleasant funny data too.
My web page - sittercity promo codes