.::| Pencarian |::.

.::| Pilihan |::.


| Kebohongan Kristen part. 1 |

1. AYAT-AYAT ILLAHIAH DALAM ALKITAB

Tuhan itu Esa (monoteisme), bukan Trinitas


1. Tauhid Nabi Musa.
Engkau diberi melihatnya untuk mengetahui, bahwa Tuhanlah Allah, tidak ada yang lain kecuali Dia. (Ulangan 4:35)
Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! (Ulangan 6:4)
Lihatlah sekarang, bahwa Aku, Akulah Dia. Tidak ada Allah kecuali Aku. Akulah yang mematikan dan yang menghidupkan, Aku telah meremukkan, tetapi Akulah yang menyembuhkan, dan seorangpun tidak ada yang dapat melepaskan dari tangan-Ku. (Ulangan 32:39)


2. Tauhid Nabi Daud.
Sebab itu Engkau besar, ya Tuhan ALLAH, sebab tidak ada yang sama seperti Engkau dan tidak ada Allah selain Engkau menurut segala yang kami tangkap dengan telinga kami. (II Samuel 7:22)

Tidak ada seperti Engkau di antara para allah, ya Tuhan, dan tidak ada seperti apa yang Kaubuat. Segala bangsa yang Kaujadikan akan datang sujud menyembah di hadapan-Mu, ya Tuhan, dan akan memuliakan nama-Mu. Sebab Engkau besar dan melakukan keajaiban-keajaiban; Engkau sendiri saja Allah. Tunjukkanlah kepadaku jalan-Mu, ya TUHAN, supaya aku hidup menurut kebenaran-Mu; bulatkanlah hatiku untuk takut akan nama-Mu. Aku hendak bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, Allahku, dengan segenap hatiku, dan memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya; (Mazmur 86:8-12)

3. Tauhid Nabi Sulaiman.
Kemudian berdirilah Salomo di depan mezbah TUHAN di hadapan segenap jemaah Israel, ditadahkannyalah tangannya ke langit, lalu berkata: "Ya TUHAN, Allah Israel! Tidak ada Allah seperti Engkau di langit di atas dan di bumi di bawah; Engkau yang memelihara perjanjian dan kasih setia kepada hamba-hamba-Mu yang dengan segenap hatinya hidup di hadapan-Mu; (I Raja-raja 8:22-23)

4. Tauhid Nabi Yesaya.
"Kamu inilah saksi-saksi-Ku," demikianlah firman TUHAN, "dan hamba-Ku yang telah Kupilih, supaya kamu tahu dan percaya kepada-Ku dan mengerti, bahwa Aku tetap Dia. Sebelum Aku tidak ada Allah dibentuk, dan sesudah Aku tidak akan ada lagi. Aku, Akulah TUHAN dan tidak ada juruselamat selain dari pada-Ku. (Yesaya 43:10-11)

Beginilah firman TUHAN, Raja dan Penebus Israel, TUHAN semesta alam: "Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Allah selain dari pada-Ku. (Yesaya 44:6)

Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain; kecuali Aku tidak ada Allah. Aku telah mempersenjatai engkau, sekalipun engkau tidak mengenal Aku, supaya orang tahu dari terbitnya matahari sampai terbenamnya, bahwa tidak ada yang lain di luar Aku. Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain, (Yesaya 45:5-6)

Ingatlah hal-hal yang dahulu dari sejak purbakala, bahwasanya Akulah Allah dan tidak ada yang lain, Akulah Allah dan tidak ada yang seperti Aku, (Yesaya 46:9)

5. Tauhid Nabi Isa/Yesus.
Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. (Markus 12:29)
Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku. (Yohanes 5:30)
Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. (Yohanes 17:3)

IMAN KRISTEN MENGIMANI KE-ESA-AN ALLAH :


Ajaran Kitab Suci bahwa hanya ada satu Allah sangatlah penting untuk diperhatikan, terutama karena banyak yang tidak mempercayai ajaran ini. Ajaran ini sangat jelas sekali dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.


* Yesaya 45:5
LAI TB, Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain; kecuali Aku tidak ada Allah. Aku telah mempersenjatai engkau, sekalipun engkau tidak mengenal Aku,
KJV, I am the LORD, and there is none else, there is no God beside me: I girded thee, though thou hast not known me:
Hebrew,
אֲנִי יְהוָה וְאֵין עֹוד זוּלָתִי אֵין אֱלֹהִים אֲאַזֶּרְךָ וְלֹא יְדַעְתָּנִי׃
Translit, 'ANI YEHOVAH (baca 'Adonay) VE'EIN 'OD ZULATI 'EIN 'ELOHIM 'A'AZERKHA VELO' YEDATANI


* Ulangan 4:35
LAI TB, Engkau diberi melihatnya untuk mengetahui, bahwa Tuhanlah Allah, tidak ada yang lain kecuali Dia.
KJV, Unto thee it was showed, that thou mightest know that the LORD he is God; there is none else beside him.
Hebrew,
אַתָּה הָרְאֵתָ לָדַעַת כִּי יְהוָה הוּא הָאֱלֹהִים אֵין עֹוד מִלְבַדֹּו׃
Translit, 'ATAH HARETA LADA'AT KI YEHOVAH (baca 'Adonay) HU HA'ELOHIM 'EIN 'OD MILVADO


Rasul Paulus menulis kepada Timotius, “Karena Allah itu esa (satu) dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus” (1 Timotius 2:5); demikian juga tertulis pada ayat-ayat lain :


* 1 Korintus 8:6
LAI TB, namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.
KJV, But to us there is but one God, the Father, of whom are all things, and we in him; and one Lord Jesus Christ, by whom are all things, and we by him.
TR, αλλ ημιν εις θεος ο πατηρ εξ ου τα παντα και ημεις εις αυτον και εις κυριος ιησους χριστος δι ου τα παντα και ημεις δι αυτου
Translit, all hêmin eis theos ho patêr ex ou ta panta kai hêmeis eis auton kai eis kurios iêsous khristos di ou ta panta kai hêmeis di autou


* Efesus 4:6
LAI TB, satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua.
KJV, One God and Father of all, who is above all, and through all, and in you all.
TR, εις θεος και πατηρ παντων ο επι παντων και δια παντων και εν πασιν υμιν
Translit, heis theos kai patêr pantôn ho epi pantôn kai dia pantôn kai en pasin humin


Yesus sendiri menekankan pentingnya ajaran Kitab Suci ini tentan ke-Esa-an Allah; ketika ia berkata:


* Markus 12:29
LAI TB, Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.
KJV, And Jesus answered him, The first of all the commandments is, Hear, O Israel; The Lord our God is one Lord:
TR, ο δε ιησους απεκριθη αυτω οτι πρωτη πασων των εντολων ακουε ισραηλ κυριος ο θεος ημων κυριος εις εστιν
Translit, ho de iêsous apekrithê autô hoti prôtê pasôn tôn entolôn akoue israêl kurios ho theos hêmôn kurios heis estin



BAGAIMANA DENGAN AJARAN TRINITAS ?


TRINITAS adalah ajaran Kristen yang paling kontroversial, karena ajaran ini bukan saja sukar untuk dimengerti, namun banyak menimbulkan ke salah pahaman dengan timbulnya anggapan miring bahwa ‘Allah Kristen’ itu tiga, jadi tidak dapat dikatakan sebagai termasuk monotheisme namun lebih tepat termasuk politheisme atau percaya akan banyak ilah. Sebaliknya karena Alkitab secara jelas membicarakan mengenai masalah ini, tentu ajaran Trinitas itu tidak akan pupus hanya karena adanya mereka yang tidak mempercayainya.

Sebenarnya, pengertian Trinitas/Tritunggal mengungkapkan bahwa Allah Itu Esa : (Ulangan 6:4; Galatia 3:20), namun dalam keesaanNya itu menyatakan diri dalam Tiga pribadi. Sekalipun demikian ke tiga pribadi itu sehakekat dalam kesatuan pemeliharaan Allah.

Kejadian1:1-2 menunjuk Allah Bapa dengan Roh terlibat dalam penciptaan sedangkan Yohanes 1:1 menunjukkan Allah Bapa dan Logos terlibat pada peristiwa yang sama. Jadi baik Roh maupun Yesus sudah ada sejak awal sama halnya dengan Bapa, dan ketiganya bersatu dalam penciptaan langit dan bumi.

Kejadian 1 menunjukkan bahwa Elohim atau Allah Bapa itulah pencipta, namun kita melihat Mazmur 33:8 menyebut bahwa “oleh firman TUHAN langit telah dijadikan” sedangkan Yesus disebut sebagai firman yang menciptakan segala sesuatu (Yohanes 1:1-18 ), jadi kedua penyataan itu identik menunjuk pada yang Esa.


ALPHA DAN OMEGA

Yesus juga disamakan dengan ALLAH sebagai Alpha dan Omega (Wahyu 22:13; bandingkan 1:8;21:6) dan Awal dan Akhir (Wahyu 1:17; 2:8; bandingkan dengan Wahyu 21:6; Yesaya 44:6;48:12). Ini menunjukkan bahwa Yesus sudah ada sejak awal sama dengan Bapa, jadi Yesus bukannya ciptaaan yang pernah tidak ada sebelum penciptaan melainkan sudah ada sebelum adanya ciptaan.

Sekalipun disebutkan bahwa tidak seorangpun melihat Allah, TUHAN menyatakan diri sebagai Malaikat TUHAN yaitu tiga orang yang bertemu Abraham (Kejadian 18:1-22). Ini tentunya menunjukkan oknum Yesus yang menjelma menjadi manusia, karena Ialah yang berfungsi menyatakan kehadiran Allah kepada manusia.

Yesus juga mengatakan bahwa Ia ada sebelum Abraham ada (Yohanes 8:58 ). Ayat terakhir ini sebenarnya berkata bahwa sebelum Abraham lahir Yesus itu ‘Ada’ ('ego eimi' yang artinya sama dengan ‘Aku adalah Aku’ dalam Keluaran 3:14). Dalam kitab Hakim-Hakim kita melihat ke tiga oknum TUHAN, Malaekat Allah dan Roh Tuhan bekerja bersama atas diri Samson.

Yesaya menyebut mengenai keesaan Allah (Yesaya 44:6;45:5,22; 46:9), namun dalam surat yang sama kita melihat ketritunggalan itu hadir bersama pula (Yesaya 40; 48:16-17).


YESUS DIPERMULIAKAN

Juga difirmankan bahwa ALLAH tidak akan memberikan kemuliaan kepada yang lain (Yesaya 42:8;48:11), tetapi dalam inkarnasinya Yesus minta Bapa agar mempermuliakan Anak (Yohanes 17:1,5; Wahyu 14:7;15:4) ini menunjukkan bahwa keduanya sama-sama dipermuliakan.

Petrus mengaku Yesus sebagai Messias dan Anak Allah (Matius 16:16). Thomas memanggil Yesus Tuhan dan Allah (Yohanes 20: 28 ) suatu pengakuan yang kelihatannya sudah menjadi pengakuan jemaat awal mengacu pada pengakuan pemazmur (Mazmur 35:32).

Paulus dalam salamnya menyebut dua oknum Allah Bapa dan Tuhan Yesus Kristus sebagai kesatuan terkait (1 Korintus 1:3). Demikian juga Yohanes 14-16 menyebutkan oknum Roh Kudus sebagai pribadi yang menyatu dalam ke’Allah’an, justru karena pribadi, Roh Kudus disetarakan dengan pribadi Bapa dan Anak dalam rumus baptisan (Matius 28:19).


YESUS ADALAH ALLAH

Perendahan demikian juga berlaku dalam status Allah yang terkait Yesus yang diusahakan direndahkan dengan diterjemahkan menjadi ‘suatu allah’ (a god, Yohanes 1:1), namun dalam ayat lain yang tidak dapat dicari dalihnya diberi pengertian lain.

Sebagai contoh ayat Yesaya 9:5 jelas menunjukkan bahwa “Allah yang Perkasa, Bapa yang kekal, dan Raja Damai” ditujukan kepada Yesus.
Disebutkan bahwa Bapa mengatakan Anak sebagai ‘Allah’ yang diurapi ‘Allah’ (Ibrani 1:8,9) dan bukan hanya Bapa tetapi Anak pun disembah oleh malaIkat dan dimuliakan (Ibrani 1:6; bandingkan dengan Wahyu 1:17;4:10-11;14:7;15:4; dan 19:10;22:8-9). Yesus juga disebut “Imanuel” yaitu ‘Allah menyertai kita’ (Yesaya 7:14; Matius 1:23).


ROH KUDUS ADALAH ALLAH

Ayat-ayat di atas cukup jelas mengenai ke’Allah’an Yesus, dan bila kepribadian ‘Roh Kudus’ juga banyak dibuktikan dalam Alkitab, bagaimana kita bisa diyakinkan bahwa ‘Roh Kudus adalah Allah’?

Sekalipun tidak secara eksplisit disebutkan, kehadiran Roh Kudus selalu dikaitkan dengan Allah (Roh Allah & Roh TUHAN). Roh Kudus juga terlibat dalam penciptaan sejak awalnya (Kejadian 1: 1-2).

Juga disebut agar ‘Jangan Mendukakan Roh Kudus’ dan ‘yang menghujat tidak akan diampuni’ (Matius 12:31). Menghujat Allah adalah sifat si Dajal (Wahyu 13:5,6) dan ‘neraka adalah tempat hukuman mereka yang menghujat Allah’ dan tidak bertobat (Wahyu 16:9).


TRINITAS DALAM ALKITAB

Sekalipun dalam Perjanjian Baru istilah Tritunggal/Trinitas tidak ada. Namun petunjuk ke arah ke'tri'tunggalan ini sangat jelas, seperti dalam peristiwa pembaptisan Yesus (Matius 3: 16-17) dimana ketiga oknum itu menyatakan diri, demikian juga perintah agung penginjilan (Matius 28:19) yang diucapkan Yesus dengan jelas menyebutkan ke tiga oknum Allah dalam kesatuannya. Ketritung-galan itu juga tercermin dalam peristiwa pengurapan ‘Yesus yang berinkarnasi’ (Lukas 4: 18-19; Yesaya 61: 1,2).

Salam Berkat Paulus mengungkapkan keesaan tiga oknum (2Korintus 13:13). Petrus menyebut Allah Bapa sebagai perencana, Roh sebagai pengudus, dan Yesus sebagai penebus (1 Petrus 1:2; bandingkan dengan Yesaya 48:16-17).

Jadi, ketritunggalan Allah berkaitan dengan pemeliharaan dan penebusan Allah yang menyeluruh kepada manusia.

Yesaya 48:16-17 mengungkapkan ketiga oknum Allah bersama-sama dalam karya keselamatan (bandingkan dengan 1 Korintus 12:3-6), dan ‘jalan keselamatan’ yang digenapi oleh Yesus yang dirintis jalannya oleh Yohanes Pembaptis merujuk nubuatan Yesaya tentang ‘jalan keselamatan ALLAH (Lukas 3:4-6;Yesaya 40:3-5).

Dari beberapa contoh ayat di atas kita dapat melihat bahwa pengertian Trinitas/Tritunggal sudah tersirat baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, dan sekalipun tidak dirumuskan dalam suatu rumusan doktrin tertentu, dapat dilihat bahwa disadari atau tidak, jemaat pada masa Yesus dan para Rasul sebenarnya sudah mengakui ketritunggalan Allah dan karena sudah jelas tidak perlu ada perumusan sebagai suatu doktrin.

Marilah kita membuka diri kepada penyataan Alkitab dan berdoa dalam nama Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus.

Nabi Isa/Yesus bukan Tuhan dan tidak sama dengan Tuhan


1. Yesus lebih kecil daripada Tuhan.
Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa. (Yohanes 10:29)

2. Tuhan lebih besar daripada Yesus.
Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku. (Yohanes 14:28 )

Yesus berkata dalam Yohanes 14:28, 'Bapa lebih besar daripada Aku' .

Apakah ini berarti Yesus kurang daripada Tuhan?

Murid-murid meratap karena Yesus berkata bahwa Ia akan pergi. Dalam Yohanes 14:28 Yesus berkata 'Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku'. Ini artinya Yesus akan kembali ke kemuliaan yang adalah milik-Nya.

Dalam Yohanes 17:5 Yesus berkata 'Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada', yang artinya 'Bapa lebih besar dari Aku'.

Ketika Yesus datang ke dunia dalam wujud manusia ada Yesus berada dalam batasan-batasan inkarnasi sehingga posisi Bapa saat itu adalah lebih besar.

Yesus dalam status inkarnasi di dunia ini yang memang lebih rendah. Namun ketika Yesus naik ke surga maka Yesus yang adalah Allah itu sendiri kembali dalam pada eksistensiNya yang hakiki :


* Ibrani 2:9
Tetapi Dia, yang untuk waktu yang singkat dibuat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, yaitu Yesus, kita lihat, yang oleh karena penderitaan maut, dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat, supaya oleh kasih karunia Allah Ia mengalami maut bagi semua manusia.

* Filipi 2:5-11
2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
2:6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
2:7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
2:9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
2:10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,
2:11 dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!


Ketika saya berkata 'Presiden Indonesia' lebih besar dari saya, tidak berarti dia punya sifat/esensi lebih besar dari saya. Ia lebih besar dalam kapasitas politik dan sambutan publik, tetapi ia tidak lebih daripada saya sebagai manusia.

Andaikata saya naik ke mimbar dan berkhotbah dan berkata 'Dengan sungguh sungguh saya menyatakan kepada Anda sekalian bahwa Bapa lebih besar daripada saya', itu adalah suatu perkataan yang agak konyol karena semua orang tahu dengan jelas.

Pernyataan ini akan menjadi bermakna jika yang dibandingkan adalah 2 pribadi yang setara, dalam hal ini Yesus dan Bapa. Dalam hal ini justru jelas bahwa Yesus adalah setara dengan Bapa.

3. Yesus duduk di sebelah kanan Tuhan.
Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah. (Markus 16:19)

4. Yesus berdiri di sebelah kanan Tuhan.
Tetapi Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit, lalu melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah. (Kisah Para Rasul 7:55)

"Duduk di sebelah kanan Allah" adalah suatu ungkapan alegoris,
Kata "kanan" sering digunakan oleh orang-orang Yahudi sebagai simbol kekuasaan. Duduk di sebelah kanan Allah adalah lambang dari kekuasaan Yesus sebagai pemegang otoritas keallahan sejati.


* Keluaran 15:6,
"Tangan kanan-Mu, TUHAN, mulia karena kekuasaan-Mu, tangan kanan-Mu, TUHAN, menghancurkan musuh."

* Keluaran 15:12,
"Engkau mengulurkan tangan kanan-Mu; bumipun menelan mereka."

* Ulangan 33:2,
"Berkatalah ia: 'TUHAN datang dari Sinai dan terbit kepada mereka dari Seir; Ia tampak bersinar dari pegunungan Paran dan datang dari tengah-tengah puluhan ribu orang yang kudus; di sebelah kanan-Nya tampak kepada mereka api yang menyala.'"



LATAR BELAKANG PENGHAYATAN YAHUDI :


LATAR BELAKANG PENGHAYATAN YAHUDI :


Kata "kanan" dalam penghayatan Yahudi dipakai dalam mengungkapkan kebaikan atau kemuliaan, kita kaji ayat-ayat dibawah ini :

* Keluaran 15:6
LAI TB, Tangan kanan-Mu, TUHAN, mulia karena kekuasaan-Mu, tangan kanan-Mu, TUHAN, menghancurkan musuh.
KJV, Thy right hand, O LORD, is become glorious in power: thy right hand, O LORD, hath dashed in pieces the enemy.
Hebrew,
יְמִינְךָ יְהוָה נֶאְדָּרִי בַּכֹּחַ יְמִינְךָ יְהוָה תִּרְעַץ אֹויֵב׃
Translit, YEMINKHA YEHOVAH (baca 'Adonay) NEDARI BAKO'AKH YEMINKHA YEHOVAH TIR'ATS 'OYEF


* Keluaran 15:12
LAI TB, "Engkau mengulurkan tangan kanan-Mu; bumipun menelan mereka."
KJV, Thou stretchedst out thy right hand, the earth swallowed them.
Hebrew,
נָטִיתָ יְמִינְךָ תִּבְלָעֵמֹו אָרֶץ׃
Translit, NATITA YEMINKHA TIVLA'EMO 'ARETS


* Ulangan 33:2
LAI TB, Berkatalah ia: "TUHAN datang dari Sinai dan terbit kepada mereka dari Seir; Ia tampak bersinar dari pegunungan Paran dan datang dari tengah-tengah puluhan ribu orang yang kudus; di sebelah kanan-Nya tampak kepada mereka api yang menyala."
KJV, And he said, The LORD came from Sinai, and rose up from Seir unto them; he shined forth from mount Paran, and he came with ten thousands of saints: from his right hand went a fiery law for them.
Hebrew,
וַיֹּאמַר יְהוָה מִסִּינַי בָּא וְזָרַח מִשֵּׂעִיר לָמֹו הֹופִיעַ מֵהַר פָּארָן וְאָתָה מֵרִבְבֹת קֹדֶשׁ מִימִינֹו [אֵשְׁדָּת כ] (אֵשׁ ק) (דָּת ק) לָמֹו׃
Translit, VAYOMAR YEHOVAH MISINAY BA VEZARAKH MISE'IR LAMO HOFI'A MEHAR PARAN VE'ATAH MERIV'VOT QODESY MIMINO ESYDAT LAMO


Kita dapat melacak latar belakang teologinya dari penghayatan Yudaisme tentang Allah dan Messias-Nya yang akan datang. Dalam pengharapan mesianik Yahudi, salah satu gelar Mesias (Ibrani משיח - MASYIAKH; Yunani χριστος - KHRISTOS) akan datang adalah אדני - 'ADONAY (Ibrani) atau κυριος – KURIOS (Yunani), "Tu(h)an".

Sebagaimana disebutkan dalam Mazmur 110:1 yang berbunyi: "NE'UM YHVH LE'ADONI SYEV LIMINI"
Yakni : "Firman YHVH (TUHAN) kepada 'ADONAY (Tuanku), "Duduk-lah di sebelah kanan-Ku."

Menghubungkan Mazmur 110 dengan Mesias tidak hanya tradisi Kristen, tetapi sudah diawali lebih dulu oleh tulisan-tulisan para rabbi (ulama Yahudi) sebelum zaman Yesus ataupun zaman sesudahnya. Misalnya, seperti ungkapan Rabbi Yodan yang mengajar atas nama rabbi Ahan bar Haninan, bahwa YHVH sendiri yang memanggil Mesias sebagai אדני - 'ADONAY dan akan menempatkan Mesias di sebelah kanan-Nya.

Tafsiran ini selain dijumpai Yalkut Shimoni (Tehilim 110), tercatat juga dalam Nedarim 32b dan Sanhedrin 108b.
Pemahaman Yahudi inilah yang melatarbelakangi khotbah Petrus dalam Kisah Para Rasul 2:36 bahwa Allah sendirilah yang telah menjadikan Yesus sebagai Tuhan dan Kristus. "Tuhan" di sini bukan dalam makna ilah selain Allah, melainkan sebagai rabbi (Penguasa) sesuai dengan pengharapan Yahudi.


Bagaimanakah makna lebih lanjut gelar אדני - 'ADONAY bagi Mesias tersebut?

Tradisi Yahudi tidak berani mengeja Nama Diri (ismu dzat, "proper name") Allah dalam bahasa Ibrani: יהוה (transiterasi: YEHOVAH baca ADONAY). Sebagai gantinya, mereka tetap membiarkan empat huruf suci itu dalam Taurat dengan membacanya HA-SYEM (Sang Nama) atau membacanya dengan ADONAY (Yunani: KURIOS ; Aram: MARA; Arab: RABB atau Inggris: LORD).

Pada akhirnya Allah sendiri memberikan gelar itu kepada Yesus sebagai Mesias, Firman-Nya sendiri yang nuzul ke dunia. Karena itu Yesus telah bersabda:
"Segala kuasa di surga maupun di bumi telah dilimpahkan kepada-Ku" (Matius 28:20).


Makna pelimpahan kekuasaan dalam Matius 28:20 ini, sekalipun tidak persis sama, sejajar dengan ungkapan Alquran: (Q.s. ali Imran 3:45, "Al Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat ").
http://quran.al-islam.com/Targama/DispT ... a=45&t=ind


Penerapan gelar ADONAY bagi Sang Mesias berarti melalui Mesias-Nya Allah menyatakan keTuhanan-Nya. Dalam makna itulah, Yesus bi-idzinillah (dengan izin Allah) bergelar "Tuhan (RABBI/ADONAI) dan Mesias (AL-MASIH/ MASYIAKH)" (lihat, Kisah Para Rasul 2:11).

Gelar yang menurut harapan mesianik Yahudi akan diterapkan bagi Raja Mesias ini juga berhubungan erat dengan ungkapan "duduk di sebelah kanan Allah".

Mengapa? Ungkapan simbolik ini muncul dalam kaitan dengan pola bangunan Bait Suci (Ibrani: Beyt hammiqdash di mana istana raja-raja keturunan Raja Daud berada di sebelah selatan ruang Mahakudus (devir) Bait Allah yang menghadap ke timur. Ini berarti istana Daud berada "di sebelah kanan" ruang mahakudus yang melambangkan kehadiran Allah.

Jadi, firman "SYEV LIMINI" (duduklah di sebelah kanan-Ku), dalam Mazmur 110:1 bermakna bahwa kekuasaan yang diberikan kepada Raja Mesias itu kekal selama-lamanya. Maksudnya, Allah menghendaki takhta raja Mesias itu kekal selamanya.

Kata disini 'kanan' tidak bermakna harfiah, Jadi jangan terjebak kata-kata. Istilah (dalam bahasa kiasan) dalam masyarakat pun kita ada istilah "Tangan Kanan" yang artinya: "Kepercayaan" --> 'dia itu tangan-kanan owner perusahaan ini', artinya dia itu adalah orang kepercayaan.
Dalam bahasa Inggris ada pula istilah "Invisible Hand" yang artinya: bantuan atau pertolongan secara kasat mata atau mujizat.



Ayat-ayat lain dalam Perjanjian Baru, yang menyatakan Yesus "disebelah kanan", sebagai berikut :


* Kolose 3:1
LAI TB, Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.
KJV, If ye then be risen with Christ, seek those things which are above, where Christ sitteth on the right hand of God.
TR, ει ουν συνηγερθητε τω χριστω τα ανω ζητειτε ου ο χριστος εστιν εν δεξια του θεου καθημενος
Translit. Interlinear, ei {jika} oun {karena itu} sunêgerthête {kamu dibangkitlan bersama} tô khristô {dengan Kristus} ta {hal-hal} anô {yang diatas} zêteite {carilah} hou {dimana} ho khristos {Kristus} estin en {di} dexia {kanan} tou theou {Allah} kathêmenos {duduk}


* Ibrani 1:3
LAI TB, Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi,
KJV, Who being the brightness of his glory, and the express image of his person, and upholding all things by the word of his power, when he had by himself purged our sins, sat down on the right hand of the Majesty on high:
TR, ος ων απαυγασμα της δοξης και χαρακτηρ της υποστασεως αυτου φερων τε τα παντα τω ρηματι της δυναμεως αυτου δι εαυτου καθαρισμον ποιησαμενος των αμαρτιων ημων εκαθισεν εν δεξια της μεγαλωσυνης εν υψηλοις
Translit. Interlinear, hos {yang} ôn {adalah} apaugasma {cahaya/ pantulan} tês doxês {dari kemuliaan} kai {dan} kharaktêr {gambar yang persis} tês hupostaseôs {dari hakikat} autou {-Nya} pherôn {menopang} te {dan} ta panta {segala} tô rêmati {dengan sabda} tês dunameôs {yang penuh kuasa} autou {-Nya} di {oleh} eautou {(diriNya sendiri)} katharismon {penghapusan} poiêsamenos {setelah mengadakan} tôn hamartiôn {dosa-dosa} hêmôn {kita} ekathisen {duduk} en {di} dexia {kanan} tês megalôsunês {Yang Mahabesar} en hupsêlois {di(surga) yang tinggu}


* Ibrani 8:1
LAI TB, Inti segala yang kita bicarakan itu ialah: kita mempunyai Imam Besar yang demikian, yang duduk di sebelah kanan takhta Yang Mahabesar di sorga,
KJV, Now of the things which we have spoken this is the sum: We have such an high priest, who is set on the right hand of the throne of the Majesty in the heavens;
TR, κεφαλαιον δε επι τοις λεγομενοις τοιουτον εχομεν αρχιερεα ος εκαθισεν εν δεξια του θρονου της μεγαλωσυνης εν τοις ουρανοις
Translit. Interlinear, kephalaion {inti} de {apapun} epi {berdasarkan} tois {hal-hal yang} legomenois {dikatakan} toiouton {demikian} ekhomen {kita mempunyai} arkhierea {Imam Besar} hos {yang} ekathisen {duduk} en {di} dexia {sebelah kanan} tou thronou {takhta} tês megalôsunês {Yang Mahabesar} en tois ouranois {di surga}


* Ibrani 10:12
LAI TB, Tetapi Ia, setelah mempersembahkan hanya satu korban saja karena dosa, Ia duduk untuk selama-lamanya di sebelah kanan Allah,
KJV, But this man, after he had offered one sacrifice for sins for ever, sat down on the right hand of God;
TR, αυτος δε μιαν υπερ αμαρτιων προσενεγκας θυσιαν εις το διηνεκες εκαθισεν εν δεξια του θεου
Translit. Interlinear, autos {(Imam) ini} de mian huper {di lain pihak hanya satu} hamartiôn {menghapus dosa-dosa} prosenegkas {telah mempersembahkan} thusian {kurban} eis to diênekes {untuk selama-lamanya} ekathisen {duduk} en dexia {di sebelah kanan} tou theou {Allah}


* Ibrani 12:2
LAI TB, Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.
KJV, Looking unto Jesus the author and finisher of our faith; who for the joy that was set before him endured the cross, despising the shame, and is set down at the right hand of the throne of God.
TR, αφορωντες εις τον της πιστεως αρχηγον και τελειωτην ιησουν ος αντι της προκειμενης αυτω χαρας υπεμεινεν σταυρον αισχυνης καταφρονησας εν δεξια τε του θρονου του θεου εκαθισεν
Translit. Interlinear, aphorôntes {pandanglah} eis {kepada} ton tês pisteôs {dengan iman} arkhêgon {imam} kai {dan} teleiôtên {penyempurna} iêsoun {Yesus} hos {yang} anti {ganti/ untuk} tês {yang} prokeimenês {ada di depan/ ditentukan} autô {Dia/ bagi Dia} kharas {kebahagiaan} hupemeinen {tekun menanggung} stauron {salib} aiskhunês {pengalaman dipermalukan} kataphronêsas {(dengan) mengabaikan} en {di} dexia {sebelah kanan} te {dan} tou thronou {takhta} tou theou {Allah} ekathisen {telah duduk}


* I Petrus 3:22
LAI TB, yang duduk di sebelah kanan Allah, setelah Ia naik ke sorga sesudah segala malaikat, kuasa dan kekuatan ditaklukkan kepada-Nya.
KJV, Who is gone into heaven, and is on the right hand of God; angels and authorities and powers being made subject unto him.
TR, ος εστιν εν δεξια του θεου πορευθεις εις ουρανον υποταγεντων αυτω αγγελων και εξουσιων και δυναμεων
Translit. Interlinear, hos {yang} estin {berada} en {di} dexia {sebelah kanan} tou theou {Allah} poreutheis {telah pergi} eis ouranon {ke surga} hupotagentôn {tunduk} autô {kepadanya} aggelôn {malaikat-malaikat} kai {dan} exousiôn {penguasa-penguasa} kai {dan} dunameôn {kuasa-kuasa}


Karena Allah adalah ROH dalam Yohanes 4:24 Yesus berkata : Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran." Dengan wujud multidimensi dan Maha Hadir, dan bukan sosok fisik seperti kita sekarang ini, bahkan dalam Perjanjian Lama sering di gambarkan sebagai cahaya terang dan tidak bisa kita lihat dengan mata.

Maka ungkapan "Yesus duduk di sebelah kanan Allah" bukan berarti ada 2 allah, atau diartikan 'ada dua person yaitu Allah dan Yesus'. Ayat-ayat diatas sering dipakai sebagai penyerangan kepada iman Kristiani bahwa, iman Kristiani adalah politeisme.


LEBIH LANJUT TENTANG MAZMUR 110:1 ;

Daud menyebut Dia (Yesus) Tuannya ('ADONAY), bagaimana mungkin Ia (Yesus) anaknya (Daud) pula?


Menjawab hal tersebut, kita kaji perikop dalam Matius 22:41-46 demikian :


* MATIUS 22:41-46 Hubungan antara Yesus dan Daud
22:41 Ketika orang-orang Farisi sedang berkumpul, Yesus bertanya kepada mereka, kata-Nya:
22:42 "Apakah pendapatmu tentang Mesias? Anak siapakah Dia?" Kata mereka kepada-Nya: "Anak Daud."
22:43 Kata-Nya kepada mereka: "Jika demikian, bagaimanakah Daud oleh pimpinan Roh dapat menyebut Dia Tuannya, ketika ia berkata:
22:44 TUHAN telah berfirman kepada Tuanku: duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu.
22:45 Jadi jika Daud menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin Ia anaknya pula?"
22:46 Tidak ada seorang pun yang dapat menjawab-Nya, dan sejak hari itu tidak ada seorang pun juga yang berani menanyakan sesuatu kepada-Nya.


Mesias, lihat Markus 12:35-37; Lukas 20:41-44.
Yesus bertanya mengenai pandangan orang Farisi terhadap Mesias. Mereka menjawab secara benar bahwa Mesias adalah anak Daud (ayat 42).

Pertanyaan Yesus lebih lanjut dalam ayat 43-44 mengandaikan bahwa (sebagaimana yang diyakini orang-orang Yahudi pada zaman-Nya). Daud adalah penulis Kitab Mazmur, dibawah ilham Roh yang berisikan pernyataan kenabian mengenai masa depan (nubuat). Dalam Mazmur 110:1, Daud menunjuk kepada Mesias sebagai "Tuanku". Maka jelas disini Sang Mesias itu kedudukannya lebih tinggi daripada Daud, sehingga sebutan "Anak Daud" bukanlah sebutan yang layak untuk Mesias (ayat 45).

Tetapi atas pertanyaan Yesus pada ayat 45 ini tidak bisa dijawab oleh orang-orang Farisi itu. Namun kita sebagai orang percaya, akhirnya bisa mengerti dan faham akan konteks yang dipertanyakan Yesus itu. Bahwa Sang Mesias yang lahir dari Roh Allah, Dia adalah Allah yang "kenosis" atau "merendahkan diriNya" mengambil rupa seorang hamba dan menjadi serupa dengan manusia (Filipi 2:6-8 ), lahir dari anak dara Maria seorang keturunan dari Daud melalui Natan (Lukas 3:31), sehingga Ia-pun disebut "Anak Daud" (Keturunan Daud).

Sehingga ketika Yesus kembali dalam kemuliaanNya, Ia digambarkan dalam ungkapkan alegoris sesuai pemahaman orang Yahudi "Kristus (Mesias) duduk di sebelah kanan Allah", yaitu Pribadi pemegang otoritas ke-Allah-an sejati.


Amin.

5. Allah tahu datangnya hari kiamat, sedang Yesus tidak tahu.
Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri." (Matius 24:36)

* Matius 24:36
LAI TB, Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di surga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri.
KJV, But of that day and hour knoweth no man, no, not the angels of heaven, but my Father only.
TR, περι δε της ημερας εκεινης και της ωρας ουδεις οιδεν ουδε οι αγγελοι των ουρανων ει μη ο πατηρ μου μονος
Translit, peri de tes hêmeras ekeinês kai tês hôras oudeis oiden oude hoi aggeloi ton ouranôn ei mê ho patêr mou monos


Tidak ditulis di sana AKU TIDAK TAHU, melainkan ANAK PUN TIDAK karena ada perbedaan fungsi dan jabatan.
Hanya waktunya "hari itu" sajalah yang tidak pasti, karena terkunci di dalam rencana Bapa, sedemikian rupa sehingga sekalipun Anak, dalam batas-batas penjadian daging yang Ia terima dengan sukarela, tidak ikut memiliki rahasia itu. Penggunaan ungkapan "Anak" tanpa kata-kata lain ini menentang pandangan, bahwa Yesus tidak memungkin memandang diri-Nya sendiri sebagai Anak Allah yang khas. Sebagai manusia, Yesus tidak tahu tentang "hari itu" namun sebagai Allah tentu saja Ia mengetahuinya, dan ungkapan di atas hanya sekedar menekankan bahwa "hari itu" tak diduga-duga. Ungkapan ini termasuk bagian dari eskatologi Alkitab yang memerlukan pembahasan tersendiri.


6. Yesus bersyukur kepada Tuhan.

Pada waktu itu berkatalah Yesus: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. (Matius 11:25)

Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. (Lukas 10:21)

* Matius 11:25
Pada waktu itu berkatalah Yesus: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.

* Lukas 10:21
Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.


Ayat diatas memberikan pengajaran dan contoh yang konkrit agar kita selalu bersyukur dan mengikuti kehendak Allah Yang Mahakuasa . Bagi Yesus, tujuan tujuan perjalanan-nya (Yunaninya εξοδος - exodos; Lukas 9:31) dicapai dengan cara mengajar, menyembuhkan orang-orang yang menderita, menjauhkan mereka dari kuasa yang jahat, mengajarkan kepada orang banyak siapa Yang Mahakuasa.

Perlu dipahami perendahan diri Yesus ('kenosis'). Artinya, dalam keadaanNya sebagai manusia, ada hal-hal yang bersifat kemanusiawian yang harus dipikul oleh Yesus. Dalam hal ini, Ia telah membuat diriNya menjadi lebih rendah dari BapaNya, dalam tubuh manusia, Yesus memiliki keterbatasan untuk sementara waktu.


* Ibrani 2:9
Tetapi Dia, yang untuk waktu yang singkat dibuat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, yaitu Yesus, kita lihat, yang oleh karena penderitaan maut, dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat, supaya oleh kasih karunia Allah Ia mengalami maut bagi semua manusia.

* Filipi 2:5-11
2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
2:6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
2:7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
2:9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
2:10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,
2:11 dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!

7. Yesus disetir oleh Tuhan.

Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku. (Yohanes 5:30)

* Yohanes 5:30
LAI TB, Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menurut kehendak diri-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus aku.
KJV, I can of mine own self do nothing: as I hear, I judge: and my judgment is just; because I seek not mine own will, but the will of the Father which hath sent me.
TR, ου δυναμαι εγω ποιειν απ εμαυτου ουδεν καθως ακουω κρινω και η κρισις η εμη δικαια εστιν οτι ου ζητω το θελημα το εμον αλλα το θελημα του πεμψαντος με πατρος
Translit, ou dunamai egô poiein ap emautou ouden kathôs akouô krinô kai hê krisis hê emê dikaia estin hoti ou zêtô to thelêma to emon alla to thelêma tou pempsantos me patros


Penghakiman Allah adalah penghakiman yang sempurna. Hanya Allah saja yang suci, dan karena itu hanya Dia saja yang mengetahui ukuran yang benar untuk menghakimi orang. Hanya Allah saja yang secara sempurna mengasihi, dan hanya Dia saja yang melakukan penghakiman dengan belas kasih. Di dalam belas kasih itulah semua penghakiman yang benar dilakukan. Hanya Allah saja yang MENGETAHUI secara sempurna dan penuh, dan penghakiman itu bisa disebut sempurna apabila semua HAL YANG BERSANGKUTAN dengan itu dipertimbangkan. Pertimbangan Yesus sebagai yang berhak menghakimi didasarkan pada pengakuan bahwa di dalam diri-Nya terdapat pikiran Allah yang sempurna. Yesus tidak menghakimi berdasarkan motivasi manusiawi yang mungkin sulit dihindarkan. Yesus melakukan penghakiman dengan kesucian, kasih dan simpati Allah yang sempurna.

Nabi Isa/Yesus adalah utusan Tuhan (Rasul Allah)

Dalil: Matius 15:24; Markus 9:37; Yohanes 5:24,30; 7:29,33; 8:16,18,26; 9:4; 10:36; 11:42; 13:20; 16:5; 17:3,8,23,25.
Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel." (Matius 15:24)
"Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. Dan barangsiapa menyambut Aku, bukan Aku yang disambutnya, tetapi Dia yang mengutus Aku." (Markus 9:37)
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup. (Yohanes 5:24)

Yesus diutus?; mungkin ini agak ganjil bagi umat lain
Bagaimana Yesus yang adalah Tuhan itu diutus?

Pada bagian sebelumnya telah dibahas mengenai ayat dalam kitab Yohanes 14:28, 'Bapa lebih besar daripada Aku'

Ketika Yesus datang ke dunia dalam wujud manusia ada Yesus berada dalam batasan-batasan inkarnasi sehingga posisi Bapa saat itu adalah lebih besar.

Dalam kapasitasNya menjadi manusia Yesus juga berperan sebagai Nabi.
Kita harus memlihat bahwa Yesus dalam status inkarnasi di dunia ini Yesus mempunyai sifat 100% manusia :
- terikat pada ruang dan waktu
- merasa lapar
- merasa haus
- merasa sakit dll

Namun ketika Yesus naik ke surga maka Yesus yang adalah Allah itu sendiri kembali dalam pada eksistensiNya yang hakiki.


* Ibrani 2:9
Tetapi Dia, yang untuk waktu yang singkat dibuat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, yaitu Yesus, kita lihat, yang oleh karena penderitaan maut, dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat, supaya oleh kasih karunia Allah Ia mengalami maut bagi semua manusia.

* Filipi 2:5-11
2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
2:6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
2:7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
2:9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
2:10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,
2:11 dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!

Tidak ada Dosa Waris dan Penebusan Dosa

Para nabi Allah tidak ada yang mengajarkan Dosa Waris dan Penebusan Dosa. Risalah Allah yang dibawa oleh semua nabi-Nya itu pada hakikatnya sama saja, yaitu Tauhid dan amal shalih. Semua nabi menekankan adanya tanggung jawab individu atas segala perbuatan setiap manusia.

Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya. (Yehezkiel 18:20)

Janganlah ayah dihukum mati karena anaknya, janganlah juga anak dihukum mati karena ayahnya; setiap orang harus dihukum mati karena dosanya sendiri. (Ulangan 24:16)

Pada waktu itu orang tidak akan berkata lagi: Ayah-ayah makan buah mentah, dan gigi anak-anaknya menjadi ngilu, melainkan: Setiap orang akan mati karena kesalahannya sendiri; setiap manusia yang makan buah mentah, giginya sendiri menjadi ngilu. (Yeremia 31:29-30)
Tetapi anak-anak mereka tidak dihukum mati olehnya, melainkan ia bertindak sesuai dengan apa yang tertulis dalam Taurat, yakni kitab Musa, di mana TUHAN telah memberi perintah: "Janganlah ayah mati karena anaknya, janganlah juga anak mati karena ayahnya, melainkan setiap orang harus mati karena dosanya sendiri." (II Tawarikh 25:4)

Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya. (Matius 16:27)

Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka: "Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah. (Markus 10:14)

Ayat yang dipertanyakan konteksnya berbeda-beda, pembahasannya demikian


DOSA SEBAGAI TANGGUNG JAWAB PRIBADI


* YEHEZKIEL 18:20
Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya.


Kita harus melihat konteks yang diangkat oleh Yehezkiel ini adalah berbeda dengan topik DOSA dan KUTUK yang dibahas oleh Rasul Paulus dalam korelasinya dengan Hukum Taurat

Nabi Yehezkiel datang kepada bangsa Israel untuk menegur kesalahan mereka, dan mengajak mereka untuk memperbarui hidup. (Silahkan Baca keseluruhan Kitab Yehezkiel pasal 18 ini)

Pada jaman nabi Yehezkiel, berkembang sebuah pemikiran yang salah mengenai dosa turunan. Bangsa Israel saat itu merasa bahwa mereka hidup di bawah penghukuman akibat dosa/kesalahan yang dilakukan oleh generasi-generasi sebelum mereka (ayat 2). Orang pada saat itu percaya bahwa sifat baik dan sifat buruk meru pakan faktor keturunan, sehingga mereka merasa tidak perlu untuk merubah diri.

Pemahaman seperti ini muncul akibat mereka salah mengerti firman Allah dalam Keluaran 20:5 “Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku”

Konsep yang diangkat dalam Keluaran 20:5 sebenarnya mau menunjukkan bahwa anak-anak dapat terpengaruh oleh dosa yang dilakukan orang-tua mereka, karena orang-tua adalah seorang model bagi anak. Kelakuan buruk orang-tua, dengan mudah dapat mempengaruhi kelakuan anak. Sehingga ketika mereka melakukan dosa yang sama seperti orang-tuanya, maka mereka juga akan menerima hukuman yang sama dengan orang-tua mereka. Namun apabila mereka tidak melakukan dosa seperti orang-tua mereka, mereka tidak akan menerima penghukuman itu. Jadi yang ditekankan di sini sebenarnya adalah tanggung-jawab pribadi terhadap dosa.

Nabi Yehezkiel membawa firman Allah untuk meluruskan pemahaman yang salah tersebut (ayat 3-4). Allah secara tegas mengatakan "..semua jiwa Aku punya!..", untuk menjelaskan bahwa Ia menciptakan semua orang, dan mereka diberi kehendak bebas untuk menuruti jalan Tuhan atau tidak, dan mereka tidak dibelenggu oleh keturunan. Tuhan menegaskan suatu prinsip bahwa orang berdosa-lah yang akan menerima hukuman (ayat 4).

Karena salah mengerti maksud firman Allah, bangsa Israel menganggap tindakan Allah tidak tepat (ay. 25a, 29b). Respon ini menunjukkan sikap kekanak-kanakan bangsa Israel. Allah itu adil, namun manusialah yang melanggar aturan Allah. Bangsa Israel ingin Allah untuk mengikuti standard mereka, padahal seharusnya mereka yang hidup menurut standard yang Allah berikan.

Allah menjelaskan bahwa orang yang berbalik dari dosanya akan hidup sedangkan mereka yang kembali kepada dosa akan mati (ayat 26-28 ), untuk menunjukkan bahwa prinsip keturunan tidak berlaku apabila orang bertobat dari dosa-dosanya. Semua itu tergantung dari pilihan orang yang bersangkutan (ayat 30).

Tuhan memanggil umat Israel untuk bertobat, karena Tuhan tidak menghendaki kematian manusia (ayat 32). Dengan kata lain "kematian" manusia bukanlah sebuah hukuman yang Tuhan berikan, namun sebagai sebuah konsekuensi logis dari dosa manusia. Tuhan ingin manusia hidup, oleh karena itu Ia menawarkan pengampunan bagi mereka yang bertobat.

Dosa dan hukuman atas dosa merupakan akibat dari pilihan pribadi seseorang, bukan masalah keturunan atau bawaan. Seseorang bisa saja terkena dampak dari dosa yang dilakukan oleh orang-lain, namun tidak otomatis bertanggung-jawab terhadap dosa tersebut.

Setiap orang bertanggung-jawab secara pribadi terhadap dosa--dosanya.
Tidak ada gunanya mencari kambing hitam bagi dosa-dosa yang seseorang lakukan. Yehezkiel mampu menegur bangsa Israel atas kesalahan mereka, karena ia memegang firman Allah, bukan sekedar pendapat pribadinya.

Tuhan tidak menghendaki manusia mati akibat dosa-dosanya, oleh karena itu Ia menganjurkan pertobatan dan menawarkan pengampunan


3 IMAN SEPERTI ANAK-ANAK


*Markus 10:13-16
10:13 Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia menjamah mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu.
10:14 Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka: "Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah.
10:15 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya."
10:16 Lalu Ia memeluk anak-anak itu dan sambil meletakkan tangan-Nya atas mereka Ia memberkati mereka.


Dalam Lukas 18:15-17 tentang Yesus memberkati anak-anak ; lebih jelas menyatakan bahwa Iman seperti seorang anak kecil yang menyambut Kerajaan Allah itu berkenan dihati Yesus :

15:15 Maka datanglah orang-orang membawa anak-anaknya yang kecil kepada Yesus, supaya Ia menjamah mereka. Melihat itu murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu.
15:16 Tetapi Yesus memanggil mereka dan berkata: "Biarkanlah anak-anak itu datang kepada-Ku, dan jangan kamu menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah.
15:17 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya."


Menjadi seperti anak kecil berarti menjadi satu dengan Bapa, mencintai Bapa, berdamai dengan Bapa, Allah kita.

Jadi jelas yang diungkapkan disini adalah bukan membahas keselamatan pada diri anak kecil sebagai manusia; namun “eksistensi iman seperti anak kecil” itu yang sedang dinilai.
Ini harus dibedakan ketika kita membicarakan dosa asal dan dosa waris.

Ramalan tentang kedatangan Nabi Muhammad SAW

Ramalan ini masih bisa diidentifikasi secara jelas dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru namun dengan tingkat pemahaman yang tinggi.

Kita kaji beberapa ungkapan saja apakah Ulangan 18:15, 18 itu merujuk kepada Muhammad atau Yesus Kristus.


* Ulangan 18:15,
LAI TB, Seorang nabi dari tengah tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan.
KJV, The LORD thy God will raise up unto thee a Prophet from the midst of thee, of thy brethren, like unto me; unto him ye shall hearken;
Hebrew,
נָבִיא מִקִּרְבְּךָ מֵאַחֶיךָ כָּמֹנִי יָקִים לְךָ יְהוָה אֱלֹהֶיךָ אֵלָיו תִּשְׁמָעוּן׃
Translit Interlinear, NAVI' {seorang nabi} MIQIRBEKHA {dari tengah-tengahmu} ME'AKHEYKHA {dari saudara-saudaramu} KAMONI {seperti engkau} YAQIM {Aku akan membangkitkan} LEKHA {bagimu} YEHOVAH {baca 'Adonay, TUHAN} 'ELOHEYKHA {Allahmu} 'ELAV {kepadanya} TISYMA'UN {engkau harus mendengar}


Kita kaji beberapa ungkapan saja apakah Ulangan 18:15, 18 itu merujuk kepada "nabi lain" atau Yesus Kristus :

מקרבך - MIQIRBEKHA terdiri atas kata קרב - QEREV, qõf-rêsy-bêt, "tengah-tengah" plus prefiks "mêm", "dari" dan suffiks pronomina 'EKHA', "engkau" dalam bentuk tunggal, diterjemahkan "DARI TENGAH-TENGAHMU".

מאחיך - ME'AKHEYKHA" juga sama, terdiri atas kata אח - AKH, "saudara" yang dalam bentuk jamak ditulis "'AKHEY", plus prefiks "mêm", "dari" dan suffiks pronomina 'EKHA', "engkau" dalam bentuk tunggal, diterjemahkan "DARI SAUDARA-SAUDARAMU".


* Ulangan 18:18
LAI TB, seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya.
KJV, I will raise them up a Prophet from among their brethren, like unto thee, and will put my words in his mouth; and he shall speak unto them all that I shall command him.
Hebrew,
נָבִיא אָקִים לָהֶם מִקֶּרֶב אֲחֵיהֶם כָּמֹוךָ וְנָתַתִּי דְבָרַי בְּפִיו וְדִבֶּר אֲלֵיהֶם אֵת כָּל־אֲשֶׁר אֲצַוֶּֽנּוּ׃
Interlinear, NAVI {seorang nabi} AKIM {Aku akan membangkitkan} LAHEM {bagi mereka} MIKEREV {dari tengah-tengah} AKHEIHEM {saudara mereka} KAMOKHA {seperti engkau} VENATATI {dan Aku akan meletakkan} DEVARAI {firman-Ku} BEFIV {pada mulutnya} VEDIBER {dan ia akan berkata} ALEIHEM {kepada mereka} ET KOL-ASHER {seluruh yang} ATSAVENU {Aku akan memerintahkan kepadanya}

Note:
מקרב - MIQEREV telah dibahas di atas, אחיהם - 'AKHEYHEM adalah kata אח - 'AKH, "saudara" dalam bentuk jamak plus suffiks pronomina "-HEM", "mereka".

Pertanyaan, siapakah nabi yang akan dibangkitkan "dari tengah-tengah" bangsa Israel, dan "dari saudara-saudara Israel"?

[1] Muhammad tidak berasal "dari tengah-tengah" bangsa Israel, belum terbukti pula bahwa Muhammad berasal dari keturunan Ismael. Jika seandainya Muhammad berasal dari keturunan Ismael, hal itu pun tidak memenuhi syarat karena Ismael bukan "dari tengah-tengah" bangsa Israel.

[2] Muhammad tidak berasal "dari saudara-saudara Israel". Jika seandainya Muhammad berasal dari Ismael, Ismael bukan "saudara" Israel.

Saudara kandung Israel (Yakub) adalah Esau, Ismael adalah "paman" Israel. Bangsa Edom keturunan Esau yang notabene adalah saudara kandung Israel pun tidak disebut sebagai "saudara" Israel.

"Dari antara saudara-saudaramu", מאחיך - MÊ'AKHEYKHA, harfiah "dari saudara-saudaramu" tanpa kata "antara" bermakna dari "kedua belas suku

Israel". Demikian pula "dari antara saudara mereka", מקרב אחיהם ;MIQEREV 'AKHEYHEM, harfiah "dari saudara-saudara mereka", memiliki makna dari "kedua belas suku Israel", contoh:


* Ulangan 17:15
LAI TB, maka hanyalah raja yang dipilih TUHAN, Allahmu, yang harus kauangkat atasmu. Dari tengah-tengah saudara-saudaramu haruslah engkau mengangkat seorang raja atasmu; seorang asing yang bukan saudaramu tidaklah boleh kauangkat atasmu.
KJV, Thou shalt in any wise set him king over thee, whom the LORD thy God shall choose: one from among thy brethren shalt thou set king over thee: thou mayest not set a stranger over thee, which is not thy brother.
Hebrew,
שֹׂום תָּשִׂים עָלֶיךָ מֶלֶךְ אֲשֶׁר יִבְחַר יְהוָה אֱלֹהֶיךָ בֹּו מִקֶּרֶב אַחֶיךָ תָּשִׂים עָלֶיךָ מֶלֶךְ לֹא תוּכַל לָתֵת עָלֶיךָ אִישׁ נָכְרִי אֲשֶׁר לֹא־אָחִיךָ הוּא׃
Translit Interlinear, SÕM TÂSÏM 'ÂLEYKHA MELEKH 'ASYER YIVKHAR YEHOVÂH 'ELOHEYKHA BÕ MIQEREV 'AKHEYKHA TÂSÏM 'ÂLEYKHA MELEKH LO' TÛKHAL LÂTÊT 'ÂLEYKHA 'ÏSY NOKHRÏ 'ASYER LO'-'ÂKHÏKHA HÛ'


Tahukah Anda siapa yang dimaksud dengan "raja dari tengah-tengah saudara-saudaramu", "MELEKH ... MIQEREV 'AKHEYKHA" menurut ayat di atas? Apakah dari bangsa Edom -- saudara kandung Yakub (Israel) -- atau dari bangsa Arab -- saudara Ishak, paman Israel? Ternyata raja pertama Israel adalah Saul, bangsa Israel dari suku Benyamin, raja yang kedua adalah Daud, dari suku Yehuda, dan seterusnya. Tidak pernah ada raja "dari tengah-tengah saudara Israel" yang berasal dari bangsa Arab.


* Ulangan 18:2
LAI TB, Janganlah ia mempunyai milik pusaka di tengah-tengah saudara-saudaranya; Tuhanlah milik pusakanya, seperti yang dijanjikan-Nya kepadanya.
KJV, Therefore shall they have no inheritance among their brethren: the LORD is their inheritance, as he hath said unto them.
Hebrew,
וְנַחֲלָה לֹא־יִהְיֶה־לֹּו בְּקֶרֶב אֶחָיו יְהוָה הוּא נַחֲלָתֹו כַּאֲשֶׁר דִּבֶּר־לֹו׃ ס
Translit Interlinear, VENAKHALÂH LO'-YIHYEH-LÕ BEQEREV 'EKHÂV YEHOVÂH HÛ' NAKHALÂTÕ KA'ASYER DIBER-LÕ


Siapakah "ia" yang tidak boleh memiliki pusaka "di tengah-tengah saudara Israel"? Bangsa Arab? Yang dimaksud adalah suku Lewi, suku yang tidak memiliki warisan di tengah-tengah "sebelas suku Israel" lainnya karena warisan mereka adalah YHVH, mereka melayani Allah di Bait Suci turun-temurun (Suku Lewi adalah suku para imam, yang mempunyai tugas khusus sebagai imam secara turun-temurun).



BAGAIMANA DENGAN YESUS KRISTUS?


[1] Yesus Kristus jelas berasal "dari tengah-tengah" bangsa Israel.

[2] Yesus Kristus jelas berasal "dari saudara-saudara Israel" karena Dia berasal dari suku Yehuda, salah satu dari dua belas "saudara-saudara" Israel.


Muhammad = Penolong yang lain dalam Injil Yohanes?


Dengan segala kerendahan hati pula, saya menjawab bahwa TIDAK ADA ayat Alkitab yang menubuatkan kedatangan nabi Muhammad SAW.

Ayat-ayat yang mungkin maknanya sudah dipelintir oleh mereka untuk kepentingan hati mereka yang ingin menyesatkan orang-orang yang tidak berpengertian.

Kesimpulan ini dibuat karena banyak pakar-pakar agama Islam yang kurang mengerti telah mengajar (dan telah diajarkan oleh orang lain yang kurang mengerti pula) bahwa perkataan Yunani Parakletos (yang diterjemahkan Penolong), sebenarnya satu pengadaptasian perkataan Yunani "Periklitos". Parakletos bermaksud seorang pembela, pembantu atau penghibur atau secara literal "orang yang dipanggil ke sisi untuk menolong."

Menurut pakar-pakar agama Islam, perkataan "Periklitos" yang apabila diterjemahkan ke dalam bahasa Arab boleh diterjemahkan sebagai Ahmad, yang bermaksud "Dia yang terpuji", yang beberapa penulis Islam percaya sebagai nama untuk nabi Muhammad. Meski demikian, kalau kita meneliti kata-kata Yunani itu, kita akan dapati bahawa perkataan periklytos tidak pernah wujud dalam bahasa Yunani Perjanjian Baru! Perkataan ini sebenarnya satu pengadaptasian perkataan Yunani kleos yang bermaksud "mulia" atau "puji".

Jika kita membaca konteks Yohanes 14:16, dengan cepat kita akan melihat bahawa Penolong yang disebut di sini ialah "Roh kebenaran" (ayat 17) atau "Roh Kudus (ayat 26). Hal ini sama untuk Yohanes 15:26 dan 16:7 apabila dibaca dalam konteksnya.

Roh Kebenaran ini bukan seorang manusia tetapi Roh yang dikirim oleh Allah dalam Kristus (Isa Al-Masih) setelah Ia bangkit dari kematian. Seperti yang tertulis tentang Roh ini: Dia akan diam bersama kamu dan akan berada di dalam kamu (Yohanes 14:17).

Banyak pakar-pakar Muslim percaya bahwa "parakletos" itu merujuk kepada Muhammad karena tafsiran ayat berikut dari Al-Quran:Surah Ash-Shaf 61:6

Petikan ini mengesankan bahwa Yesus Kristus (Isa Al-Masih) ialah rasul kepada bani Israel yang mengesahkan Taurat Musa. Ini secara tidak langsung juga mengesahkan Isa Al-Masih sebagai nabi yang dijanjikan dalam Ulangan 18:18-19.

"Dia yang diutus" dalam surah ini, menurut Injil Yohanes 14 sampai 16, ialah Roh Allah dan bukan manusia bernama Muhammad.

Yusuf Ali dalam uraiannya akan surah ini mengaku bahawa perkataan Yunani asal dalam Injil Yahya itu mungkin sekali "parakletos" dan bukan "periklitos". Pandangan seorang pakar agama seperti Yusuf Ali menampilkan kelemahan teori periklitos yang diheboh-hebohkan selama ini.

Satu daripada kelemahan Islam ialah ketidakmauannya menerima penyataan Allah dalam Roh Kudus. Allah dalam Islam hanya boleh menyatakan dirinya melalui orang tengah, sama ada malaikat atau nabi dan rasul.

Kebanyakan pakar agama Islam mengajar bahwa Roh Kudus adalah malaikat Jibril. Dalam kasus "parakletos" ini, mereka telah berusaha melarikan diri dari konteks asal dengan tujuan menjadikan ayat-ayat ini satu ramalan tentang kedatangan Muhammad.

Apa yang dijanjikan dan dinubuatkan oleh nubuatan Isa Al-Masih sebenarnya sesuatu yang jauh lebih mulia, iaitu kedatangan Roh Kudus/ Roh Allah Sendiri yang suci dan murni.

Nubuat inipun sudah digenapi :

Janji akan turunnya Roh Kudus telah terjadi pada Hari Pentakosta seperti yang dicatat di Kisah Rasul 2:1-13. Roh Kudus, Sang Penolong itu telah ada bersama-sama dengan kita dan senantiasa berkenan untuk menyatakan karyaNya yang agung itu. Ini sesuai dengan janji Yesus yang lain bahwa Dia menyertai kita sampai kesudahaan jaman (Matius 28:20)

Roh Kebenaran (Roh Kudus) ini akan menyertai para murid dan orang-orang percaya selama-lamanya. Roh Kudus adalah Allah, artinya Allah akan menyertai manusia didalam RohNya yang Kudus.





2. AYAT-AYAT IRRASIONAL DALAM ALKITAB

Berikut ini beberapa contoh ayat-ayat Alkitab yang tidak masuk akal (irrasional), yang menunjukkan bahwa ayat-ayat di bawah ini sama sekali bukan firman Tuhan, tetapi merupakan karya tulis tangan manusia yang kurang profesional:

1. Anak lebih tua 2 tahun daripada ayahnya.

Dalam 2 Tawarikh 21:5,19-20, dikatakan bahwa Yoram berusia 32 tahun pada waktu menjadi raja dan memerintah Yerusalem, lalu meninggal karena penyakit pada tahun kedelapan masa pemerintahannya, yang berarti ia meninggal pada usia 40 tahun. Sementara itu, dalam 2 Tawarikh 22:1-2, setelah Yoram meninggal, ia digantikan oleh Ahazia, anaknya yang berusia 42 tahun. Jadi, Ahazia lebih tua 2 tahun daripada ayahnya.

Yoram berumur tiga puluh dua tahun pada waktu ia menjadi raja dan delapan tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem ... Beberapa waktu berselang, kira-kira sesudah lewat dua tahun, keluarlah ususnya karena penyakitnya itu, lalu ia mati dengan penderitaan yang hebat. Rakyatnya tidak menyalakan api baginya seperti yang diperbuat mereka bagi nenek moyangnya. Ia berumur tiga puluh dua tahun pada waktu ia menjadi raja dan delapan tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Ia meninggal dengan tidak dicintai orang. Ia dikuburkan di kota Daud, tetapi tidak di dalam pekuburan raja-raja. (2 Tawarikh 21:5,19-20)

Lalu penduduk Yerusalem mengangkat Ahazia, anaknya yang bungsu, menjadi raja menggantikan dia, karena semua anaknya yang lebih tua umurnya telah dibunuh oleh gerombolan yang datang ke tempat perkemahan bersama-sama orang-orang Arab. Dengan demikian Ahazia, anak Yoram raja Yehuda, menjadi raja. Ahazia berumur empat puluh dua tahun pada waktu ia menjadi raja dan setahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Atalya, cucu Omri. (2 Tawarikh 22:1-2)

* 2 Raja-raja 8:26
LAI TB, Ia berumur dua puluh dua tahun pada waktu ia menjadi raja dan setahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Atalya, cucu Omri raja Israel.
KJV, Two and twenty years old was Ahaziah when he began to reign; and he reigned one year in Jerusalem. And his mother's name was Athaliah, the daughter of Omri king of Israel.
Hebrew,
בֶּן־עֶשְׂרִים וּשְׁתַּיִם שָׁנָה אֲחַזְיָהוּ בְמָלְכֹו וְשָׁנָה אַחַת מָלַךְ בִּירוּשָׁלִָם וְשֵׁם אִמֹּו עֲתַלְיָהוּ בַּת־עָמְרִי מֶלֶךְ יִשְׂרָאֵל׃
Translit interlinear, BEN-'ESRÏM {anak dua puluh} ÛSYETAYIM {dan dua} SYÂNÂH {tahun} 'AKHAZYÂHÛ {Ahazia} VEMOLKHÕ {ia memerintah} VESYÂNÂH {dan tahun} 'AKHAT {satu} MÂLAKH {ia memerintah} BÏRÛSYÂLÂIM {di Yerusalem} VESYÊM {dan nama} 'IMÕ {ibunya} 'ATALYÂHÛ {Atalya} BAT-'ÂMRÏ {anak perempuan Omri} MELEKH {raja} YISRÂ'ÊL {Israel}
Septuaginta (LXX), υιος εικοσι και δυο ετων οχοζιας εν τω βασιλευειν αυτον και ενιαυτον ενα εβασιλευσεν εν ιερουσαλημ και ονομα της μητρος αυτου γοθολια θυγατηρ αμβρι βασιλεως ισραηλ
Translit interlinear, , huios {anak} eikosi {dua puluh} kai {dan} duo {dua} etôn {tahun} okhozias {Ahazia} en tô basileuein {menjadi raja} auton {ia} kai {dan} eniauton {tahun} hena {satu} ebasileusen {menjadi raja} en {di} hierousalêm {Yerusalem} kai {dan} onoma {nama} tês mêtros {ibu} autou {-nya} gotholia {Atalya} thugatêr {anak perempuan} ambri {Omri} basileôs {raja} israêl {Israel}


* 2 Tawarikh 22:2
LAI TB, Ahazia berumur empat puluh dua tahun pada waktu ia menjadi raja dan setahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Atalya, cucu Omri.
KJV, Forty and two years old was Ahaziah when he began to reign, and he reigned one year in Jerusalem. His mother's name also was Athaliah the daughter of Omri.
Hebrew,
בֶּן־אַרְבָּעִים וּשְׁתַּיִם שָׁנָה אֲחַזְיָהוּ בְמָלְכֹו וְשָׁנָה אַחַת מָלַךְ בִּירוּשָׁלִָם וְשֵׁם אִמֹּו עֲתַלְיָהוּ בַּת־עָמְרִי׃
Translit interlinear, BEN-'ARBÂ'ÏM {anak empat puluh} USYETAYIM {dan dua} SYÂNÂH {tahun} 'AKHAZYÂHU {Ahazia} VEMOLKHO {ia memerintah} VESYÂNÂH {dan tahun} 'AKHAT {satu} MÂLAKH {ia memerintah} BÏRUSYÂLÂIM {di Yerusalem} VESYÊM {dan nama} 'IMO {ibunya} 'ATALYÂHU {Atalya} BAT-'ÂMRÏ {anak perempuan Omrin}
Septuaginta (LXX), ων εικοσι ετων οχοζιας εβασιλευσεν και ενιαυτον ενα εβασιλευσεν εν ιερουσαλημ και ονομα τη μητρι αυτου γοθολια θυγατηρ αμβρι
Translit interlinear, , hôn {yang} eikosi {dua puluh} etôn {tahun} okhozias {Ahazia} ebasileusen {menjadi raja} kai {dan} eniauton {tahun} hena {satu} ebasileusen {menjadi raja} en {di} hierousalêm {Yerusalem} kai {dan} onoma {nama} tê mêtri {ibu} autou {-nya} gotholia {Atalya} thugatêr {anak perempuan} ambri {Omri}


Penafsiran pertama, Ahazia dilantik menjadi raja pada usia 22 tahun, baru menduduki takhta setelah ayahnya wafat, yaitu ketika ia berusia 42 tahun. Naskah Ibrani menulis bahwa Atalya adalah anak perempuan ( בת - 'BAT', bêt-tâv) dari Omri, raja Israel; padahal sebenarnya Atalya adalah anak perempuan Ahab [2 Raja-raja 8:18], putera Omri, sehingga Atalya adalah cucu perempuan Omri, namun dalam keluarga kerajaan, cucu sering disebut anak.

Penafsiran pertama di atas meragukan, karena jika Ahazia menduduki takhta pada usia 42 tahun setelah ayahnya wafat, terdapat perbedaan usia, Ahazia menjadi lebih tua 2 tahun daripada ayahnya. Yoram, ayah Ahazia menjadi raja pada usia 32 tahun, memerintah selama 8 tahun kemudian wafat (2 Tawarikh 21:5), berarti usia Yoram mencapai 40 tahun, tidak mungkin saat itu Ahazia berusia 42 tahun.

Andaikan Ahazia dilantik pada tahun 1900 maka:

Versi satu: ditinjau dari Ahazia, perhitungan maju

1900 Ahazia dilantik usia 22 tahun
1920 usia Ahazia 42 tahun, ayahnya wafat

Versi dua: ditinjau dari Yoram, perhitungan mundur.

1920 Yoram wafat
1912 Yoram mulai memerintah selama 8 tahun, usia 32 tahun
1900 Usia Yoram 32 - 12 tahun = 20 tahun.

Jika dipadukan versi satu dan dua maka di tahun 1900 Ahazia berusia 22 tahun, sedangkan ayahnya Yoram baru berusia 20 tahun...

Penafsiran lain, kekeliruan penerjemahan. Jika diperhatikan susunan 2 Tawarikh 22:2 kata per kata diperoleh sebagai berikut, "anak empat puluh dua tahun Ahazia memerintah tahun satu raja Yerusalem nama ibu Atalya anak perempuan Omri". Diperkirakan yang berumur 42 tahun sebenarnya adalah Atalya, ibu Ahazia dengan penafsiran bahwa anak yang ibunya empat puluh dua tahun itulah yang memerintah selama satu tahun di Yerusalem.

Solusi yang terbaik adalah dengan menyelidiki Septuaginta, terjemahan Yunani yang paling utama dari Perjanjian Lama Ibrani, dan terjemahan tertua (± 100 - 80 sebelum Masehi) yang kita kenal dalam bahasa manapun.

Ternyata Septuaginta menulis εικοσι - 'eikosi' (dua puluh) untuk kedua ayat tersebut di atas.

Berikut ini daftar simbol angka-angka dalam aksara Ibrani :

א - 'ÂLEF = 1
ב - BÊT = 2
ג - GÏMEL = 3
ד - DÂLET = 4
ה - HÊ' = 5
ו - VÂV = 6
ז - ZAYIN = 7
ח - KHET = 8
ט - TÊT = 9
י - YÕD = 10
כ - KÂF = 20
ל - LÂMED = 30
מ - MÊM = 40
נ - NÛN = 50
ס - SÂMEKH = 60
ע - 'AYIN = 70
פ - PÊ' = 80
צ - TSÂDÊ = 90
ק - QÕ F = 100
ר - RÊSY = 200
ש - SYÏN = 300
ת - TÂV = 400
ך - KÂF SÕFÏT = 500
ם - MÊM SÕFÏT = 600
ן - NÛN SÕFÏT = 700
ף - PÊ' SÕFÏT = 800
ץ - TSÂDÊ SÕFÏT = 900


Penyalinan naskah asli secara turun-temurun meskipun seteliti mungkin, tidak luput dari kesalahan seperti aksara numeral במ - 'bêt-mêm', "empat puluh dua", menjadi בכ - 'bêt-kâf', "dua puluh dua". Ibarat, maaf, saat menyalin, jenggot sang penyalin jatuh di sebelah kiri huruf כ - 'kâf' yang bernilai dua puluh, maka jadilah huruf מ - 'mêm' yang bernilai empat puluh.


Kesalahan tulisan seperti ini deketahui oleh banyak pihak sejak dulu, namun keaslian salinannya tetap dijaga dan tidak diubah. Tidak ada orang Yahudi maupun Kristen yang terpengaruhi kepercayaannya gara-gara kesalahan sebuah salinan Kitab. Dalam beberapa peristiwa, justru bagian tertentu dari kitab suci dapat digunakan untuk mengkoreksi sesuatu yang salah (misalnya 2 Raja 8:26 itulah). Justru perlu disimpulkan bahwa para penyalin ulang Alkitab yang bertanggung jawab telah membuat kejujuran yang paling terpercaya. Mereka, walau mengetahui kesalahan teks itu, tetap menulis apa adanya menurut keaslian yang mereka peroleh tanpa berani melakukan perubahan terhadap apa yang diduga bermasalah, yang untungnya kesalahan penulisan salinan itu tidak signifikan.

2. Usia 11 tahun sudah punya anak.

Dalam 2 Raja-raja 16:2, dikatakan bahwa Ahas berumur 20 tahun ketika naik menjadi raja dan memerintah kerajaan selama 16 tahun. Sepeninggal Ahas, tahta kerajaan diganti oleh Hizkia, anaknya (2 Raja-raja 16:20). Smentara itu, dalam 2 Raja-raja 18:2, dijelaskan bahwa umur Hizkia ketika menggantikan ayahnya menjadi raja adalah 25 tahun. Jadi, dalam usia 11 tahun Ahas sudah punya anak??!!

Ahas berumur dua puluh tahun pada waktu ia menjadi raja dan enam belas tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Ia tidak melakukan apa yang benar di mata TUHAN, Allahnya, seperti Daud, bapa leluhurnya, (2 Raja-raja 16:2)

Kemudian Ahas mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangnya, dan ia dikuburkan di samping nenek moyangnya di kota Daud. Maka Hizkia, anaknya, menjadi raja menggantikan dia. (2 Raja-raja 16:20)

Maka dalam tahun ketiga zaman Hosea bin Ela, raja Israel, Hizkia, anak Ahas raja Yehuda menjadi raja. Ia berumur dua puluh lima tahun pada waktu ia menjadi raja dan dua puluh sembilan tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Abi, anak Zakharia. (2 Raja-aja 18:1-2)

Saya tidak melihat kontradiksi disini, walaupun ayat-ayat tersebut sukar dimengerti:


* 2 Raja-Raja 16:2
Ahas berumur dua puluh tahun pada waktu ia menjadi raja dan enam belas tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Ia tidak melakukan apa yang benar di mata TUHAN, Allahnya, seperti Daud, bapa leluhurnya,


Ahas (Ibrani אחז - 'AKHAZ) umur 20 menjadi Raja dan memerintah selama 16 tahun. berarti umur terakhir Ahas menjadi raja adalah 36tahun.

Raja Ahas kemudian digantikan anaknya Hizkia (Ibrani, חזקיה - KHIZQIYAH) :

2 Raja-Raja 16:20, Kemudian Ahas mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangnya, dan ia dikuburkan di samping nenek moyangnya di kota Daud. Maka Hizkia, anaknya, menjadi raja menggantikan dia.


DARI PASAL 16 INI KITA MELOMPAT KE PASAL 18:


Hizkia berumur 25tahun ketika menjadi raja :


* 2 Raja-Raja 18:1-2
18:1. Maka dalam tahun ketiga zaman Hosea bin Ela, raja Israel, Hizkia, anak Ahas raja Yehuda menjadi raja.
18:2 Ia berumur dua puluh lima tahun pada waktu ia menjadi raja dan dua puluh sembilan tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Abi, anak Zakharia.


Pernyataan dalam pasal 18 ini memang sukar untuk diharmoniskan dengan 2 Raja-Raja 16:2 yang mengatakan bahwa ayah Hizkia menjadi raja pada usia 20 tahun dan memerintah selama 16 tahun, karena itu menunjukkan bahwa ayah Hizkia (Ahas), Namun apakah ini berarti otomatis bahwa (pasti) Ahas itu menikah pada usia 10 tahun dan mempunyai anak Hizkia pada usia 11 tahun?


Ayat-ayat tersebut tidak boleh dibaca secara kronologis: ada kemungkinan besar terdapat masa tenggang dimana kerajaan Yehuda dipimpin bukan oleh seorang Raja melainkan oleh seorang Perdana Menteri sambil menunggu dewasanya Sang Raja Baru atau menunggu masa Dewasanya HIZKIA siap dan matang menjadi Raja (dalam hal ini Alkitab mencatat Hizkia naik tahta pada umur 25 tahun)

3. Tuhan salah hitung.

Dalam Kejadian 46:8-15, daftar nama-nama bani Israel yang datang ke Mesir berjumlah 34 nama, tetapi pada ayat 15 disebutkan: "Jadi seluruhnya, laki-laki dan perempuan, berjumlah 33 jiwa." Pakai Tuhan tidak pandai berhitung??

Inilah nama-nama bani Israel yang datang ke Mesir, yakni Yakub beserta keturunannya. Anak sulung Yakub ialah Ruben. Anak-anak Ruben ialah Henokh, Palu, Hezron dan Karmi. Anak-anak Simeon ialah Yemuel, Yamin, Ohad, Yakhin dan Zohar serta Saul, anak seorang perempuan Kanaan. Anak-anak Lewi ialah Gerson, Kehat dan Merari. Anak-anak Yehuda ialah Er, Onan, Syela, Peres dan Zerah; tetapi Er dan Onan mati di tanah Kanaan; dan anak-anak Peres ialah Hezron dan Hamul. Anak-anak Isakhar ialah Tola, Pua, Ayub dan Simron. Anak-anak Zebulon ialah Sered, Elon dan Yahleel. Itulah keturunan Lea, yang melahirkan bagi Yakub di Padan-Aram anak-anak lelaki serta Dina juga, anaknya yang perempuan. Jadi seluruhnya, laki-laki dan perempuan, berjumlah tiga puluh tiga jiwa. (Kejadian 46:8-15)

Kita akurin satu persatu yuk

* Kejadian 46:8-15
46:8 Inilah nama-nama bani Israel yang datang ke Mesir, yakni Yakub (1) beserta keturunannya. Anak sulung Yakub ialah Ruben (2).
46:9 Anak-anak Ruben (2) ialah Henokh (3), Palu (4), Hezron (5) dan Karmi (6).
46:10 Anak-anak Simeon (7) ialah Yemuel (8), Yamin (9), Ohad (10), Yakhin (11) dan Zohar (12) serta Saul (13), anak seorang perempuan Kanaan.
46:11 Anak-anak Lewi (14) ialah Gerson (15), Kehat (16) dan Merari (17).
46:12 Anak-anak Yehuda (18) ialah Er (19), Onan (20), Syela (21), Peres (22) dan Zerah (23); tetapi Er (19+) dan Onan (20+) mati di tanah Kanaan; dan anak-anak Peres (22) ialah Hezron (24) dan Hamul (25).
46:13 Anak-anak Isakhar (26) ialah Tola (27), Pua (28), Ayub (29) dan Simron (30).
46:14 Anak-anak Zebulon (31) ialah Sered (32), Elon (33) dan Yahleel (34).
46:15 Itulah keturunan Lea, yang melahirkan bagi Yakub di Padan-Aram anak-anak lelaki serta Dina (35) juga, anaknya yang perempuan. Jadi seluruhnya, laki-laki dan perempuan, berjumlah tiga puluh tiga jiwa.


1. YAKUB
2. RUBEN
3. HENOKH
4. PALU
5. HEZRON
6. KARMI
7. SIMEON
8. YEMUEL
9. YAMIN
10. OHAD
11. YAKHIN
12. ZOHAR
13. SAUL
14. LEWI
15. GERSON
16. KEHAT
17. MERARI
18. YEHUDA
19. ER-- MATI DITANAH KANAAN
20. ONAN-- MATI DITANAH KANAAN
21. SYELA
22. PERES
23. ZERAH
24. HEZRON
25. HAMUL
26. ISAKHAR
27. TOLA
28. PUA
29. AYUB
30. SIMRON
31. ZEBULON
32. SERED
33. ELON
34. YAHLEEL
35. DINA (satu-satunya anak perempuan)


Yakub dan keturunannya dalam ayat diatas = 35 jiwa DIKURANGI ER DAN ONAN YANG MENINGGAL

35 - 2 = 33 jiwa laki-laki dan perempuan (Yakub dan keturunannya)

apanya yang salah?
apanya yang tidak masuk akal?





3. AYAT-AYAT ALKITAB YANG MUSTAHIL DIPRAKTEKKAN

1. Hukum Sabat

Hari Sabat (sabtu) adalah hari tuhan yang harus dikuduskan. Pada hari itu setiap orang dilarang bekerja, dilarang memasang api di rumah (lampu, kompor, dan lain-lain) karena Sabat adalah hari perhentian penuh. Orang yang bekerja pada hari Sabtu harus dihukum mati (Keluaran 20:8-11, 31:15, 35:2-3). Ayat ini mustahil dipraktekan di jaman modern. Siapa yang sanggup mengamalkan? Siapa yang mau dibunuh apabila melanggar hukum Sabat?

Kalangan Yudaisme yang ortodok masih melakukan ketentuan ini.


Bagi Umat Kristiani :

1. Ada 10 hukum Taurat, salah satu yang "mudah dilaksanakan" adalah ingat dan kuduskan hari Sabat. Ternyata yang mudah ini pun tidak dapat dijalankan oleh bangsa Israel.

2. Sejak pembuangan bangsa Israel ke Babilonia, tidak ada lagi bangsa Israel secara "utuh". Kebanyakan dari mereka sudah bercampur baur dengan bangsa lain (istilah kerenya : blasteran).

3. Pengertian Sabat sendiri sudah bias di mata bangsa Israel. Apa yang boleh dilakukan, apa yang tidak boleh dilakukan, tidak jelas. Suka-suka mereka saja.


Ilustrasi singkat :


* Matius 12:10-12
12:10 Di situ ada seorang yang mati sebelah tangannya. Mereka bertanya kepada-Nya: "Bolehkah menyembuhkan orang pada hari Sabat?" Maksud mereka ialah supaya dapat mempersalahkan Dia.
12:11 Tetapi Yesus berkata kepada mereka: "Jika seorang dari antara kamu mempunyai seekor domba dan domba itu terjatuh ke dalam lobang pada hari Sabat, tidakkah ia akan menangkapnya dan mengeluarkannya?
12:12 Bukankah manusia jauh lebih berharga dari pada domba? Karena itu boleh berbuat baik pada hari Sabat."


* Markus 3:1-5
3:1 Kemudian Yesus masuk lagi ke rumah ibadat. Di situ ada seorang yang mati sebelah tangannya.
3:2 Mereka mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang itu pada hari Sabat, supaya mereka dapat mempersalahkan Dia.
3:3 Kata Yesus kepada orang yang mati sebelah tangannya itu: "Mari, berdirilah di tengah!"
3:4 Kemudian kata-Nya kepada mereka: "Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?" Tetapi mereka itu diam saja.
3:5 Ia berdukacita karena kedegilan mereka dan dengan marah Ia memandang sekeliling-Nya kepada mereka lalu Ia berkata kepada orang itu: "Ulurkanlah tanganmu!" Dan ia mengulurkannya, maka sembuhlah tangannya itu.


4. Yesus adalah Tuhan atas hari Sabat


* Matius 12:8
"Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat."


Penggenapan Taurat dalam Yesus adalah ketika Yesus mulai menyembuhkan orang pada hari Sabat.


* Yohanes 5:15-18
5:15 Orang itu keluar, lalu menceriterakan kepada orang-orang Yahudi, bahwa Yesuslah yang telah menyembuhkan dia.
5:16 Dan karena itu orang-orang Yahudi berusaha menganiaya Yesus, karena Ia melakukan hal-hal itu pada hari Sabat.
5:17 Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Akupun bekerja juga."
5:18 Sebab itu orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah.


2. Bunuh orang kafir dan musyrik !! (Ulangan 13:6-9)
Ayat ini memerintahkan kewajiban membunuh orang yang mengajak menyembah tuhan selain Allah. Ayat ini tidak bisa diterapkan. Buktinya umat Yahudi dan Kristen tidak pernah membunuh umat Hindu, Budha, Kong Hu Chu, dan lain-lain.

Ulangan 13:6-9
13:6 Apabila saudaramu laki-laki, anak ibumu, atau anakmu laki-laki atau anakmu perempuan atau isterimu sendiri atau sahabat karibmu membujuk engkau diam-diam, katanya: Mari kita berbakti kepada allah lain yang tidak dikenal olehmu ataupun oleh nenek moyangmu,
13:7 salah satu allah bangsa-bangsa sekelilingmu, baik yang dekat kepadamu maupun yang jauh dari padamu, dari ujung bumi ke ujung bumi,
13:8 maka janganlah engkau mengalah kepadanya dan janganlah mendengarkan dia. Janganlah engkau merasa sayang kepadanya, janganlah mengasihani dia dan janganlah menutupi salahnya,
13:9 tetapi bunuhlah dia! Pertama-tama tanganmu sendirilah yang bergerak untuk membunuh dia, kemudian seluruh rakyat.


Hukum-Hukum yang diberikan kepada Bani Israel termasuk Hukuman Rajam sebagai faktor pendisiplinan Bani Israel sebagai Umat Pilihan Tuhan.
Hukum-hukum itu diberikan ketika orang Israel bersiap masuk ke tanah Perjanjian, mereka diperintahkan Allah untuk hidup disiplin. Ada tiga disiplin yang harus mereka terapkan Hukum Taurat yang berlaku bagi Umat Isarel :

Pertama, disiplin seorang ayah. Orang Israel yang mempunyai lebih dari satu istri dan memiliki anak-anak laki-laki dari istri-istrinya itu, harus berlaku adil terhadap semua anak laki-laki itu. Bila anak laki-laki sulungnya adalah berasal dari istri yang tidak dikasihinya, maka ia tidak boleh memberikan hak kesulungan itu kepada anak laki-laki dari istri yang lebih dikasihinya .

Kedua, disiplin dalam mendidik anak dan ketaatan anak. Orang Israel diperintahkan untuk mendisiplin anak-anak mereka. Anak-anak diperintahkan untuk menuruti disiplin orang tuanya. Apabila mereka tidak mendengarkan orang tuanya, maka ada hukuman yang lebih fatal, yaitu rajam.

Ketiga, orang Israel dituntut untuk disiplin di dalam menghukum kejahatan yang sepadan dengan hukuman mati. Orang yang dihukum ini akan digantung di sebuah pohon dan harus dikuburkan sesuai dengan hukum yang berlaku.

Banyak aplikasi yang kita bisa pelajari dari firman untuk orang Israel ini. Kita diajak untuk lebih disiplin di dalam hidup kita, menghargai firman Tuhan yang mendisiplinkan diri kita agar hidup kita teratur.

Paulus di 1 Korintus 14:40 mengajarkan agar kehidupan Kristen dapat menjadi teratur. Keteraturan melambangkan hidup yang sesuai dengan ajaran firman Tuhan.


Ayat ini memerintahkan kewajiban membunuh orang yang mengajak menyembah tuhan selain Allah. Ayat ini tidak bisa diterapkan. Buktinya umat Yahudi dan Kristen tidak pernah membunuh umat Hindu, Budha, Kong Hu Chu, dan lain-lain.

Konteks ayat tersebut adalah untuk kalangan Israel sendiri, pada waktu itu. Telah kita pelajari bahwa penyembahan kepada berhala/ilah-ilah lain dalam pemahaman Yudaisme itu sama dengan melawan Allah, dan seringkali ketetapan ini mengakibatkan "perang suci" bagi umat Israel. Sehingga siapapun akan menjadi musuh Allah jika mereka berpaling dari Allah nenek moyang mereka (Allah Abraham, Ishak dan Yakub).


3. Dilarang memakai pakaian yang dibuat dari pada dua jenis bahan (Imamat 19:19)

Bila ayat ini diamalkan, maka manusia akan kembali kepada jaman primitif, ketinggalan jaman, ketinggalan gaya dan tidak modernis.

Imamat Pasal 19 secara rinci dan mendetai menuliskan berbagai macam peraturan kelakuan.
Ini merupakan ke-khas-an Hukum Taurat. Hukum Taurat dibuat sebagai faktor pendisiplinan bagi umat pilihan Allah "Israel".
Dua aturan dasar yang mencermintan hukungan ilahi-manusiawi --> Kasih kepada Allah dan Kasih kepada sesama. Ayat 2 dan 18 berbunyi "Kuduslah kamu, sebab Aku, TUHAN, Allahmu kudus" dan "Kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri"

Pada ayat 4 menegaskan agar umat Allah itu jangan berpaling kepada berhala-berhala.
Ayat 5-8 mengatur tentang kurban keselamatan
ayat 16 melarang umat untuk menyebarkan firnah
ayat 17-18 mengajarkan agar mengasihi sesamamu manusia seperti dirimu sendiri

Ayat 19 yang dipertanyakan berbunyi demikian :


* Imamat 19:19
Kamu harus berpegang kepada ketetapan-Ku. Janganlah kawinkan dua jenis ternak dan janganlah taburi ladangmu dengan dua jenis benih, dan janganlah pakai pakaian yang dibuat dari pada dua jenis bahan.

Dilarang percampuran tertentu. Dalam usaha untuk mencerminkan keesaan Allah dalam seluruh hidup umat pilihan Allah "Israel", ada ketentuan yang tidak boleh mengkawin-campurkan ternak, atau benih tanaman dan benang pakaian. Akibat dari kawin campur ternak dapat membengaruhi bibit ternak yang kemudian berhubungan dengan hasil ternak mereka. Dan benih yang berbeda dapat merusak tanah (hal ini bisa terjadi karena ada kemungkinan bahwa pengetahuan umat Allah pada waktu itu belum sehebat sekarang tentang budi-daya kawin campur ternak, budidaya benih dalam pertanian). Kebagusan kain akan hilang dan kesatuan penenunan akan rusak.

Selanjutnya Imamat pasal 19 mengatur tentang budak perempuan, yang kala itu lazim dalam kehidupan mereka (ayat 20-22)
Ayat 23-25 mengatur hasil pertanian (hasil buah)
Dan terakhir Imamat 19 ini diakhiri dengan ketentuan/ nasehat untuk Hormat kepada orang-tua


4. Cungkil mata yang menyesatkan orang untuk berbuat dosa (Matius 5:-29)

Secara Letterlijk maupun Figuurlijk, ayat ini mustahil dipakai. Bila diterapkan, maka banyak orang Kristen menjadi buta.

5. Potong kaki dan tangan orang yang menyesatkan ke arah dosa (Matius l8:8-9)

Secara Letterlijk maupun Figuurlijk, ayat ini mustahil dipakai. Bila diterapkan, maka banyak orang kristen menjadi pincang dan buntung.

ZINAH DALAM HATI
Bagi Allah imajinasi seksual pun termasuk zinah

Baca : Matius 5:27-30


Perzinahan dalam hati / pikiran.

1) Kesalahan penafsiran hukum ke 7. (JANGAN BERZINAH)

Yesus mengutip hukum Taurat dan memberikan pengajaran bahwa mengingini seseorang secara seksual walaupun belum dilakukan, orang tsb sudah berbuat zinah. Karena masa itu banyak penafsiran yang salah tentang hukum Taurat. Sama seperti dengan hukum yang ke 6 (Mat 5:21-26), pada saat itu pelanggaran hukum ke 7 ini baru dianggap terjadi kalau betul-betul terjadi perzinahan fisik.

Kesalahan penafsiran ini sudah terjadi untuk waktu yang lama, dengan demikian lamanya suatu kesalahan tidak boleh menjadi alasan bagi kita untuk mendukung kesalahan tersebut.

2) Perzinahan tidak hanya bisa terjadi secara fisik, tetapi juga dalam hati pikiran kita.

Kata ‘hati’ di sini bukan hanya mempersoalkan emosi / perasaan, tetapi mencakup intelek / pikiran, perasaan, dan kehendak.


3) Ayat ini memang lebih ditekankan untuk laki-laki, sekalipun tentu juga berlaku untuk perempuan.

Ayat 27-28 - “Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya”.

Kata-kata ‘setiap orang yang memandang’ dalam Alkitab bahasa asli (Yunani) menggunakan bentuk masculine / laki-laki.

Mengapa ditekankan pada laki-laki? Karena pada umumnya orang perempuan baru terangsang melalui sentuhan, sedangkan orang laki-laki sudah terangsang melalui penglihatan.

4) Hukum ke 7 ini juga bisa dilanggar dengan kata-kata.

Ini tidak dinyatakan dalam ayat tersebut diatas, tetapi ada dalam:


* Efesus 4:29
Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia. (Bandingkan dengan. Kolose 3:8 )


* Efesus 5:3-4
Tetapi percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau keserakahan disebut sajapun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus. Demikian juga perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono - karena hal-hal ini tidak pantas - tetapi sebaliknya ucapkanlah syukur.


Penerapan:

Ini harus diperhatikan oleh orang yang senang dengan guyonan / lelucon ataupun percakapan yang berbau porno dan bersifat erotis / membangkitkan nafsu.


Cara mengatasi dosa ini

Tuhan jelas menghendaki kita membuang dosa ini, dan itu terlihat dari Kolose 3:5 – “Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala”.


Bagaimana cara membuang dosa ini?

1)

* Matius 5: 29-30:
5:29 Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka.
5:30 Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka.


Bandingkan dengan Matius 18:8-9 – “Jika tanganmu atau kakimu menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung atau timpang dari pada dengan utuh kedua tangan dan kedua kakimu dicampakkan ke dalam api kekal. Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan bermata satu dari pada dicampakkan ke dalam api neraka dengan bermata dua”.

Ada beberapa hal yang perlu dibahas dari text tersebut di atas:


a) Kata ‘menyesatkan’.

NKJV/RSV/NIV: ‘causes you to sin’ (= menyebabkan kamu berdosa).
NASB: ‘makes you to stumble’ (= membuat kamu tersandung).


b) Arti dari ungkapan ‘mencungkil mata kanan’ dan ‘memenggal tangan kanan’.

‘mata kanan’ dan ‘tangan kanan’ menunjuk pada dosa-dosa yang paling menyenangkan dan paling disukai. Maka Perintah ini tidak boleh diartikan secara hurufiah!. Arti yang umum dari text ini adalah ini: ‘Ambillah tindakan drastis untuk membuang apapun yang secara alamiah akan mencobai engkau ke dalam dosa’


------

Beberapa orang kristen, yang semangatnya jauh melebihi hikmatnya, mengartikan kata-kata Yesus secara hurufiah dan membuntungi dirinya sendiri. Mungkin contoh yang paling terkenal adalah ahli teologia abad ketiga, Origen dari Alexandria. Ia memasuki ke-extrim-an dari pertapaan, meninggalkan / membuang semua miliknya, makanan dan bahkan tidur, dan dalam suatu penafsiran yang kelewat hurufiah dari text ini dan Matius 19:12, ia betul-betul membuat dirinya seorang sida-sida / orang yang dikebiri. Tidak lama setelahnya, dalam tahun 325 M., sidang gereja di kota Nicea dengan benar melarang praktek kejam ini) – (‘The Message of the Sermon on the Mount’, hal 89.)

John Stott seorang ahli teologia, memberikan penafsiran tentang ayat 29-30 ini sebagai berikut: kalau matamu menyebabkan engkau berdosa karena ada pencobaan datang kepadamu melalui matamu, maka ‘cungkillah matamu’. Artinya: jangan melihatnya. Berlakulah seakan-akan engkau betul-betul telah mencungkil matamu dan membuangnya, dan sekarang engkau buta dan tidak bisa melihat hal itu. Demikian juga kalau pencobaan datang melalui tangan atau kaki. Penggallah tangan / kakimu. Artinya: Jangan lakukan hal itu / jangan pergi ke sana. Berlakulah seakan-akan engkau betul-betul telah memenggal tangan / kakimu, sehingga engkau tidak bisa melakukan hal itu / pergi ke sana.

Selanjutnya Calvin berpendapat: “Engkau harus memilih untuk berpisah dengan matamu dari pada berpisah dari perintah-perintah Allah”. Tetapi Yesus tidak memaksudkan bahwa kita harus membuntungi tubuh kita, supaya bisa mentaati Allah. Yesus Kristus menggunakan ungkapan itu untuk menunjukkan bahwa apapun yang menghalangi kita dari penyerahan dan ketaatan kepada Allah yang Ia kehendaki dalam hukumNya, harus dibuang -


Ayat 29,30: ‘cungkillah dan buanglah itu ... penggallah dan buanglah’.


Tidak cukup untuk menutup mata, atau menghentikan tangan; yang satu harus dicungkil, dan yang lain dipenggal. Ini juga belum cukup, kita harus membuang pikiran-pikiran kotor dari kita. Arti sebenarnya adalah Jangan sesaatpun mengadakan kompromi dengan nafsu jahat atau keinginan yang berdosa.

Memang jelas bahwa penafsiran hurufiah tidak memungkinkan, karena kalaupun mata / tangan kanan dibuang, kita masih bisa berdosa dengan mata / tangan kiri, dan kalaupun mata / tangan kiri dibuang, kita masih bisa berdoa dengan pikiran kita.


BAGAIMANA MENGATASI DOSA INI?


* Mazmur 119:37a
“Lalukanlah mataku dari pada melihat hal yang hampa”.


Kalau dosa ini memang merupakan kita, maka banyaklah berdoa untuk hal ini.
Isilah otak kita dengan pikiran-pikiran yang baik :


* Filipi 4:8
“Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu”.


-AMIN-

6. Dilarang melawan penjahat (Matius 5:39-44)
Ayat ini mustahil dipraktekkan di masyarakat manapun. Bila ajaran ini diterapkan, maka menghancurkan tatanan sosial dan keamanan masyarakat. Apa jadinya di masyarakat apabila suatu kejahatan tidak dilawan? Tidak melawan kejahatan berarti mendukung kejahatan. Bila kejahatan tidak dilawan, berarti mendukung kejahatan. Bila kejahatan tidak dilawan, maka kriminalitas akan meningkat dan subur berkembang.

7. Kasihilah musuhmu (Lukas 6:27-29)
Ajaran ini sangat menguntungkan penjajah.

* Matius 5:38-44
5:38 Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi.
5:39 Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.
5:40 Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu.
5:41 Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil.
5:42 Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu.
5:43 Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.
5:44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.
5:45 Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.


Ini adalah ajaran Yesus yang utama tentang Hukum Kasih

Ajaran lex talionis (mata ganti mata, gigi ganti gigi, dst.) pada dasarnya mencegah pembalasan yang berlebihan. Hukum yang penting di Taurat ini dimaksudkan supaya umat Allah tidak main hakim sendiri, melainkan menyerahkannya kepada lembaga keimaman yang mendapatkan wewenang untuk hal itu.

Dari penjelasan Yesus kita mendapati bahwa sebagai pengikut-Nya, kita dituntut untuk melakukan lebih daripada yang biasa dilakukan orang lain. Membalas orang yang menyakiti kita merupakan hal yang biasa dilakukan orang lain, tetapi kita dituntut untuk berbuat lebih daripada itu. Tidak membalas perlakuan jahat orang lain kepada kita pun bukan merupakan sikap yang langka, dan kita pun dituntut untuk bersikap lebih dari itu. Yesus menuntut setiap anak Tuhan untuk mampu menyatakan kebaikan Allah Bapa kepada setiap orang, bahkan kepada orang-orang yang jahat (ayat 39-42). Yesus menuntut anak-anak Tuhan menyatakan berkat kepada mereka yang mengutuk dan menganiaya (ayat 43-44).

Ada dua alasan mengapa kita dituntut bukan hanya mengampuni tetapi juga memberkati orang yang jahat kepada kita. Pertama, karena kita sudah mendapatkan pengampunan dari Bapa atas dosa-dosa kita, bahkan lebih daripada itu Ia memberkati kita dengan limpahnya. Kesalahan orang lain kepada kita, betapa pun besarnya tidak pernah dapat melampaui keberdosaan kita di hadapan-Nya. Kedua, Bapa memberikan berkat yang sama kepada orang baik dan orang jahat, maka kita pun wajib menjadi saluran berkat yang sama untuk mereka (ayat 45). Tuntutan Tuhan Yesus adalah kesempurnaan dalam kasih sama seperti kasih Bapa sempurna.


* Lukas 6:27-29
6:27 "Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu;
6:28 mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu.
6:29 Barangsiapa menampar pipimu yang satu, berikanlah juga kepadanya pipimu yang lain, dan barangsiapa yang mengambil jubahmu, biarkan juga ia mengambil bajumu.


Bila dunia hidup dengan prinsip mengalahkan dan menguasai, anak-anak Tuhan harus hidup dengan prinsip ilahi, yakni menjadi berkat bagi sesama.


8. Dilarang membawa perbekalan, dilarang membawa dua helai baju dan dilarang membawa kasur dalam perjalanan (Matius 10:9-10)

Kenyataannya, umat Kristen sendiri tak ada yang bisa mengamalkan ayat ini.

Semua yang tertulis dalam Alkitab adalah Firman Allah bagi umat Kristen, namun perintah diatas bukan merupakan "perintah" bagi umat Kristen.
Selain itu kita harus melihat konteks yang dibicarakan, dengan membaca keseluruhan kisah dalam satu perikop.


* Matius 10:5-15 YESUS MEMANGGIL KEDUA BELAS RASUL :
10:5 Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: "Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria,
10:6 melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.
10:7 Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat.
10:8 Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.
10:9 Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu.
10:10 Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya.
10:11 Apabila kamu masuk kota atau desa, carilah di situ seorang yang layak dan tinggallah padanya sampai kamu berangkat.
10:12 Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka.
10:13 Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun ke atasnya, jika tidak, salammu itu kembali kepadamu.
10:14 Dan apabila seorang tidak menerima kamu dan tidak mendengar perkataanmu, keluarlah dan tinggalkanlah rumah atau kota itu dan kebaskanlah debunya dari kakimu.
10:15 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya pada hari penghakiman tanah Sodom dan Gomora akan lebih ringan tanggungannya dari pada kota itu."


Banyak contoh dalam Alkitab yang Allah mau kita "ketahui" namun tidak secara langsung ditujukan kepada kita secara pribadi.
Misalnya Matius 11:4, "Yesus menjawab mereka: 'Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat:" Orang-orang yang mula-mula mendengar perintah itu adalah murid-murid Yohanes Pembaptis. Kita membaca "tentang" perintah itu, dan perintah itu bukan buat kita.

Misalnya Matius 11:4, "Yesus menjawab mereka: 'Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat:" Orang-orang yang mula-mula mendengar perintah itu adalah murid-murid Yohanes Pembaptis. Kita membaca "tentang" perintah itu, dan perintah itu bukan buat kita.

Demikian pula orang-orang yang mula-mula mendengar dan membaca aturan Perjanjian Lama adalah orang Israel masa lalu.
Kita membaca "tentang" aturan itu, namun itu bukanlah aturan bagi kita. Aturan atau hukum itu amat berharga bagi orang Kristen namun belum tentu masih tetap berlaku untuk orang Kristen.




4. AYAT-AYAT ALKITAB YANG DISKRIMINATIF


1. Perbuatan riba (rente) dilarang dilakukan kepada Israel, tapi boleh dilakukan kepada non Israel (Ulangan 23:19-20).

"Janganlah engkau membungakan kepada saudaramu, baik uang maupun bahan makanan atau apapun yang dapat dibungakan. Dari orang asing boleh engkau memungut bunga, tetapi dari saudaramu janganlah engkau memungut bunga -- supaya TUHAN, Allahmu memberkati engkau dalam segala usahamu di negeri yang engkau masuki untuk mendudukinya."

Ayat ini jelas buatan orang Yahudi, sebab tidak mungkin Tuhan berlaku diskriminatif dengan melarang mengambil bunga uang kepada bangsa Yahudi, sementara mengambil bunga kepada orang selain Yahudi diperbolehkan. Dan sangat bertentangan dengan kitab Keluaran 22:25: "Jika engkau meminjamkan uang kepada salah seorang umat-Ku, orang miskin di antaramu, maka janganlah engkau berlaku sebagai penagih hutang terhadap dia; janganlah kamu bebankan bunga kepadanya".

Yudaisme tak pernah secara mutlak mengharamkan riba. Memungut riba, menurut mereka, boleh-boleh saja. Asal tidak dikenakan pada ”saudara” sendiri. Tapi kalau memungut riba dari ”orang-orang non-yahudi”, dari para ”goyim” – ini oke-oke saja.

Dalam Perjanjian Lama disebutkan secara eksplisit larangan memungut riba, paling sedikit di antara sesama orang Yahudi. Misalnya, ”Jika engkau meminjamkan uang kepada salah seorang dari umat-Ku, orang yang miskin di antaramu, janganlah engkau berlaku sebagai seorang penagih hutang terhadap dia; janganlah kamu bebankan bunga uang kepadanya” (Keluaran 22:25).

Larangan ini diulangi dalam Imamat 25:35-37, ”Apabila saudaramu jatuh miskin, sehingga tidak sanggup bertahan di antaramu, maka engkau harus menyokong dia sebagai orang asing dan pendatang, supaya ia dapat hidup di antaramu. Janganlah engkau mengambil bunga uang atau riba dari padanya … juga makananmu janganlah kau berikan dengan meminta riba” .

Dan sekali lagi dalam Ulangan 23:19-20. ”Janganlah engkau membungakan kepada saudaramu, baik uang maupun bahan makanan atau apapun yang dapat dibungakan. Dari orang asing boleh engkau memungut bunga, tetapi dari saudaramu janganlah engkau memungut bunga …”

Ayat dalam Kitab Ulangan inilah yang kemungkinan besar ditafsirkan secara sempit. Bahwa seolah-olah Allah sendirilah yang membenarkan diskriminasi, eksklusivisme, dan chauvinisme. Bahwa seolah-olah Allah sendirilah yang menetapkan ”moralitas ganda”: beriba hati terhadap kelompok sendiri, bertega hati terhadap kelompok lain.
Padahal, so pasti tidak! Memahami roh dan semangat yang mendasari seluruh kesaksian alkitab, tahulah kita betapa mustahilnya Allah bisa sampai membenarkan -- apalagi menganjurkan -- perbuatan-perbuatan tak terpuji seperti itu.

Pertanyaannya adalah, kalau ”standar ganda” tidak mungkin, apakah itu berarti ”riba” secara mutlak dilarang -- dalam kodisi apa pun dan kepada siapa pun? Tidak juga! Ketika kita menghadapi keragu-raguan untuk memahami dengan benar ayat-ayat Alkitab yang ”multi-interpretatif” seperti dalam kasus kita, maka cara yang paling aman adalah, dengan memahami ayat-ayat tersebut dalam kerangka dan konteks yang lebih luas.

Setiap ayat tidak boleh dipenggal-penggal, seolah-olah setiap ayat berdiri sendiri-sendiri. Semua ayat mempunyai kontain dan konteks-nya.Jika anda jumpai ada ayat-ayat yang sepintas lalu seolah-oleh saling bertentangan, lalu kita hanya memilih ayat yang ”cocok” dengan logika dan selera kita, seraya ”membuang” yang lain. Sebab tidak jarang, Firman Tuhan justru merupakan kritik terhadap asumsi dan cara berpikir kita!

Menurut keyakinan saya, cara pemahaman yang tidak mungkin salah ialah, meletakkan kontroversi sekitar halal-haramnya ”memungut riba”, di bawah terang prinsip alkitabiah yang lebih tinggi dan lebih menyeluruh. Prinsip ini, apa lagi kalau bukan KASIH. (Ulangan 6:1-9). Tidak mungkin ada ayat Alkitab yang isinya berlawanan dengan ”prinsip kasih”.

Nah, bila soal ”memungut riba” kita soroti dalam terang ”prinsip kasih”, apa yang kita dapati? Paling sedikit adalah pantang dan tabu, menarik keuntungan dari kemalangan orang lain! Baik sekelompok dengan kita, maupun tidak.

Saya akui, prinsip ini bertentangan dengan salah satu prinsip pilar dalam ekonomi, yaitu ”hukum permintaan dan penawaran”. Menurut hukum besi ekonomi ini, kesempatan untuk menarik keuntungan yang sebesar-besarnya, justru datang ketika permintaan (baca: kebutuhan) juga sedang tinggi-tingginya.
Semakin seseorang terjerembab di jurang musibah, semakin potensial-lah ia untuk menjadi mangsa manusia-manusia ”pemakan bangkai”. Hukum inilah yang dengan amat konsekuen diterapkan oleh para ”binatang ekonomi”. Pandangan haramnya riba itu membuat Finance institutions/ Bank-Bank haram semuanya donk? :)

Jadi permasalahannya bukanlah pada haram atau halalnya "riba". Memungut bunga dari seseorang yang meminjam uang untuk mengembangkan usahanya adalah sesuatu yang adil dan wajar. Pihak yang meminjamkan modal, sehingga orang lain dapat menikmati keuntungan yang lebih besar, tentu berhak memperoleh imbalan dari ”jasa”nya, bukan? Semua itu tentu saja harus dilakukan dalam batas-batas kewajaran. Artinya, tingkat bunga yang ditetapkan tidak terlalu rendah sehingga merugikan si pemodal, namun juga jangan terlampau tinggi sehingga si peminjam tidak mungkin mengembangkan usahanya.

Alkitab memang menyajikan berbagai Hukum Allah yang tetap, tetapi di samping itu ada pula perintah-perintah dan ketentuan-ketentuan yang lebih bersifat insidentil dan kontekstual, sesuai dengan kondisi dan peristiwa waktu itu. Demikian pula halnya tentang ”bunga” dan ”riba” dalam Perjanjian Lama.
Perlu diperhatikan bahwa di zaman Perjanjian Lama, hal membungakan uang secara komersial seperti sekarang, belum dikenal. Di zaman itu orang meminjam uang karena ia miskin. Kesempatan dalam kesempitan yang demikian dipakai oleh para tukang riba di masa itu.

Oleh karena itulah, para nabi seperti Musa, Yehezkiel dan Nehemia perlu melarang menarik bunga atau riba dari orang miskin dan ”saudara-saudara sebangsa”, sebab di zaman mereka para tukang riba itu merajalela sedemikian rupa sehingga menyengsarakan bangsa (baca: Keluaran 22:25, Imamat 25:35-37, Ulangan 23:19-20, Nehemia 5:7).

Dengan demikian, hal menarik bunga dari uang pinjaman merupakan suatu kebiasaan, yang pada dasarnya tidak dilarang. Hanya dikatakan: ”Jika engkau meminjamkan uang kepada salah seorang dari umat-Ku, orang yang miskin di antaramu, maka janganlah engkau berlaku sebagai seorang yang menagih hutang terhadap dia: janganlah kamu bebankan bunga uang kepadanya” (Keluaran 22:25).

Dan dalam Imamat 25:35-37 dikatakan: ”Apabila saudaramu jatuh miskin, sehingga tidak sanggup bertahan di antaramu, maka engkau harus menyokong dia sebagai orang asing dan pendatang, supaya ia dapat hidup di antaramu. Jangan engkau ambil bunga atau riba dari padanya, melainkan engkau harus takut akan Allahmu, supaya saudaramu dapat hidup di antaramu. Janganlah engkau memberi uangmu kepadanya dengan meminta bunga, juga makananmu jangalah kauberikan dengan meminta riba.” Itulah pembatasan yang diberikan oleh Perjanjian Lama.

2. Tuhan meracuni orang asing (Ulangan 14:21).

"Janganlah kamu memakan bangkai apapun, tetapi boleh kauberikan kepada pendatang yang di dalam tempatmu untuk dimakan, atau boleh kaujual kepada orang asing; sebab engkaulah umat yang kudus bagi TUHAN, Allahmu. Janganlah kaumasak anak kambing dalam air susu induknya."

Hah?! Tuhan mau meracuni bangsa asing? Benar-benar rasialis!

Sudah jelas bahwa peraturan dan hukum-hukum Taurat adalah spesifik bagi umat pilihan Allah "Israel". Dan memang demikian adanya. Penetapan hukum makanan ini menetapkan jati diri "umat pilihan Allah". Peraturan-peraturan itu secara efektif memotong setiap hubungan dengan bangsa bukan-Yahudi sehingga peraturan ini membantu untuk menghindari dorongan asimilasi. Hukum ini menjadi ketentuan agama Yahudi. kepentingan dasar hukum ini adalah : Umat Allah tidak boleh berperilaku seperti orang-orang yang beribadah kepada dewa dewa asing, dan pembedaan ini sangat menyeluruh termasuk ketentuan tentang makanan.


3. Yang akan disebut keturunan Abraham adalah keturunan Ishak (Kejadian 21:12).

Tetapi Allah berfirman kepada Abraham: "Janganlah sebal hatimu karena hal anak dan budakmu itu; dalam segala yang dikatakan Sara kepadamu, haruslah engkau mendengarkannya, sebab yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak.

Menurut catatan Alkitab, Abraham memiliki beberapa orang anak, diantara mereka adalah Ismail dan Ishak. Tetapi menurut ayat di atas, yang akan disebut keturunan Abraham adalah yang berasal dari Ishak. Benar-benar rasialis dan diskriminatif !


Ismael adalah anak Abraham juga, bahkan keturunan Abraham.


* Kejadian 21:12
"Tetapi Allah berfirman kepada Abraham: 'Janganlah sebal hatimu karena hal anak dan budakmu itu; dalam segala yang dikatakan Sara kepadamu, haruslah engkau mendengarkannya, sebab yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak.'"
"VAYO'MER 'ELOHÎM 'EL-'AVRÂHÂM 'AL-YÊRA' BE'ÊYNEYKHA 'AL-HANA'AR VE'AL-'AMÂTEKHA KOL 'ASYER TO'MAR 'ÊLEYKHA SÂRÂH SYEMA' BEQOLÂH KÎ VEYITSKHÂQ YIQÂRÊ' LEKHA ZÂRA'"


* 1 Tawarikh 1:28
"Anak-anak Abraham ialah Ishak dan Ismael."
"BENÊY'AVRÂHÂM YITSKHÂQ VEYISYMÂ'Ê'L"


Ungkapan "yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak",'KÎ VEYITSKHÂQ YIQÂRÊ' LEKHA ZÂRA' dapat dibandingkan dengan penjelasan rasul Paulus dalam ayat-ayat berikut ini:


* Roma 9:7-8
"dan juga tidak semua yang terhitung keturunan Abraham adalah anak Abraham, tetapi: 'Yang berasal dari Ishak yang akan disebut keturunanmu.' Artinya: bukan anak-anak menurut daging adalah anak-anak Allah, tetapi anak-anak perjanjian yang disebut keturunan yang benar."


Sarah adalah istri sah, istri pertama, permaisuri.
Hagar adalah Gundik (istri ke-2, seorang budak)
Ishak adalah putera Mahkota karena lahir dari Istri Abraham yang sah, Ishak-lah yang menerima hak kesulungan (First Born). walaupun Ishak bukan "born first"



4. Jika Yesus adalah Tuhan, maka ia telah berlaku diskriminatif kepada non Israel/Yahudi (Matius 10:5-6).

"Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: "Janganlah kamu menyimpang ke negeri orang-orang non Yahudi atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel."

Sungguh sangat diskriminatif pernyataan Tuhan di atas!

Injil itu untuk semua bangsa, tetapi dalam penyebarannya tentu akan melewati tahapan-tahapan


* Matius 10:5-6
10:5 Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: "Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria,
10:6 melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.


Ayat tersebut diklaim bahwa Injil diperuntukkan bagi orang-orang Israel saja. Namun ayat tersebut tidak berdiri sendirian dan itu adalah diperuntukkan ketika murid-murid Yesus melaksanakan awal-awal penginjilan. Bahwa penginjilan adalah dimulai dari lingkungan dimana mereka berada; menyelamatkan dahulu kepada orang orang disekitarnya. Dan pada saat itu murid-murid Yesus masih dalam tahapan awal dalam usahanya mengabarkan kabar baik bahwa Sang juru Selamat/ Mesias itu sudah datang.

Kemudian pada tahap akhir pelayanan Yesus dibumi, Tuhan Yesus memberikan Amanat Agung kepada murid-murid untuk mengabarkan injil bagi semua bangsa, menjadikan semua bangsa (tanpa terkecuali) menjadi murid Yesus :


* Matius 28:19-20
18:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
28:20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."


Terlebih jauh lagi pada Kitab Kisah Para Rasul lebih jelas lagi tahapan-tahapannya bahwa pelayanan dimulai dari Yudea kemudian Samaria bahkan sampai ke ujung bumi.


* Kisah Rasul 1:7-8 menuliskan,
JawabNya: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasaNya. Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksiKu di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."


Langkah pertama: melayani di Yerusalem dulu, setelah itu baru melangkah ke Yudea, Samaria dan sampai ke ujung-ujung bumi. Saya percaya bahwa peranan yang Tuhan percayakan untuk melangkah ke bangsa-bangsa tidak akan berhasil apabila daerah Yudea dan Samaria tidak ditangani dengan baik. Yudea dan Samaria berbicara tentang jemaat lokal, kota dan daerah sekitar dimana kita berada. Kalau ini tidak dikelola dengan baik, saya percaya pelayanan ke bangsa-bangsa itu tidak akan ada artinya. Karena Tuhan akan mempercaya-kan perkara yang kecil terlebih dahulu. Kalau kita lulus dalam perkara yang kecil baru Tuhan akan memberikan perkara yang lebih besar.

Yudea dan Samaria adalah langkah yang harus dilewati untuk sampai ke ujung-ujung bumi. Waktu murid-murid Yesus melangkah ke bangsa-bangsa, tentunya Yudea dan Samaria itu menjadi tanggungjawab terlebih dahulu. Mereka melayani di wilayah Yudea dan Samaria, baru nanti pelayanan mereka akan menentukan keberhasilan pelayanan di bangsa-bangsa lain.

Bagaimana mengukur keberhasilan mereka menjadi berkat bagi bangsa-bangsa adalah sangat tergantung kepada keberhasilan mereka melayani di wilayah Yudea dan Samaria.

Kemudian dengan jelas pula kita baca dalam ayat dibawah ini :


* Kisah Para Rasul 16:10
Setelah Paulus melihat penglihatan itu, segeralah kami mencari kesempatan untuk berangkat ke Makedonia, karena dari penglihatan itu kami menarik kesimpulan, bahwa Allah telah memanggil kami untuk memberitakan Injil kepada orang-orang di sana.


Bahwa ada perintah untuk keluar dari lingkup Israel dan mengabarkan Injil kepada bangsa-bangsa lain. Rasul Paulus dikenal sebagai Rasul yang banyak melakukan terobosan-terobosan sehingga Injil bisa diterima oleh segala macam lapisan, orang Yahudi, non Yahudi dan bangsa-bangsa lain.




5. AYAT-AYAT RAMALAN ALKITAB YANG MELESET TAK TERPENUHI

1. Ramalan Paulus tentang kedatangan Yesus (I Tesalonika 4:16-17).

Dalam ayat ini Paulus meramalkan bahwa setelah kebangkitan Yesus dari kubur, dia dan seluruh pengikutnya yang masih hidup itu akan diangkat bersama-sama dengan Yesus dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Ramalan ini tidak terpenuhi, bukan Yesus yang menjemput Paulus, tapi pedang kaisar Nero yang memenggal leher Paulus di Roma tahun 64 M.

Ramalan Paulus ini tidak akan terjadi, meski dia diberi waktu 2000 tahun lagi untuk menunggu kegenapan nubuatnya.

Paulus memakai kata "kita" dalam 1 Tesalonika 4:17 karena ia mengetahui bahwa kedatangan Tuhan dapat saja terjadi sementara ia hidup, dan ia menyampaikan harapan yang sama kepada semua orang Tesalonika. Alkitab menekankan penantian yang tak berkeputusan dengan keinginan terhadap kedatangan Tuhan. Orang percaya masa kini harus senantiasa waspada dan dengan penuh harapan menunggu kedatangan Kristus untuk mengangkat mereka.

Ayat 17 menulis, "sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan."

Kata "sesudah itu" dalam bahasa Yunani ditulis 'EPEITA', tidak bermakna bahwa hal itu terjadi sekonyong-konyong atau dalam waktu singkat, bandingkan dengan dua ayat di bawah ini, saya tandai khusus kata yang diterjemahkan dari 'EPEITA'.


* Galatia 1:21
"Kemudian ('EPEITA') aku pergi ke daerah-daerah Siria dan Kilikia."


* Yakobus 4:14
"sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu ('EPEITA') lenyap."


2. Ramalan kedatangan Yesus (Matius 10:23; 16:28; Markus 9:1 dan Lukas 9:27).

Yesus menubuatkan bahwa dia dan kerajaan Allah akan datang sebelum para muridnya selesai mengunjungi kota-kota Israel. Ramalan ini meleset jauh, sebab sampai saat ini Yesus belum juga turun datang kembali ke dunia. Padahal para murid Yesus sudah mati semua 2000 tahun yang lalu.

Matius 10:23,
"Apabila mereka menganiaya kamu dalam kota yang satu, larilah ke kota yang lain; karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sebelum kamu selesai mengunjungi kota-kota Israel, Anak Manusia sudah datang."
"HOTAN DE DIÔKÔSIN HUMAS EN TÊ POLEI TAUTÊ PHEUGETE EIS TÊN ALLÊN AMÊN GAR LEGÔ HUMIN OU MÊ TELESÊTE TAS POLEIS TOU ISRAÊL HEÔS AN ELTHÊ HO HUIOS TOU ANTHRÔPOU"


Ayat ini memang agak sulit penafsirannya. Schweitzer mendasarkan ajarannya tentang "eskatologi yang sedang berlangsung" pada ayat ini, dengan mengatakan bahwa Yesus mengharapkan hari akhir pada waktu itu.
Jelas Matius tidak berpikir demikian. Suatu pemecahan ialah bahwa sebelum mereka selesai melarikan diri ke "kota-kota Israel", penghakiman "Anak Manusia" sudah datang dengan perantaraan orang Roma dalam Perang Yahudi.

Hal ini dapat dibandingkan dengan gagasan Koresy, raja Persia sebagai gembala yang diurapi Allah dalam ayat-ayat berikut ini:


Yesaya 44:28
"Akulah yang berkata tentang Koresh: Dia gembala-Ku; segala kehendak-Ku akan digenapinya dengan mengatakan tentang Yerusalem: Baiklah ia dibangun! dan tentang Bait Suci: Baiklah diletakkan dasarnya!"
"HÂ'OMÊR LEKHÔRESY RO'Î VEKHOL-KHEFTSÎ YASYLIM VELÊ'MOR LÎRÛSYÂLAIM TIBÂNEH VEHÊYKHÂL TIVÂSÊD"


Yesaya 45:1
"Beginilah firman TUHAN: 'Inilah firman-Ku kepada orang yang Kuurapi, kepada Koresh yang tangan kanannya Kupegang supaya Aku menundukkan bangsa-bangsa di depannya dan melucuti raja-raja, supaya Aku membuka pintu-pintu di depannya dan supaya pintu-pintu gerbang tidak tinggal tertutup'"
"KOH-'ÂMAR YEHOVÂH LIMSYÎKHÔ LEKHÔRESY 'ASYER-HEKHEZAQTÎ VÎMÎNÔ LERAD-LEFÂNÂV GOYIM ÛMOTNÊY MELÂKHÎM 'AFATÊAKH LIFTOAKH LEFÂNÂV DELÂTAYIM ÛSYE'ÂRÎM LO' YISÂGÊRÛ"


Penafsiran lain, ada yang memakai Matius 10:23 ini untuk mengartikan bahwa Yesus mengharapkan misi kedua belas murid itu membuat satu gerakan pertobatan yang besar di antara Israel sehingga kerajaan eskatologis datang sebelum mereka menyelesaikan misi mereka. Tafsiran ini tidak memperhitungkan campuran karakter dari pasal itu. Perikop ini jelas jelas melihat ke balik misi kedua belas murid saat itu kepada misi masa depan di dunia. Ayat sekarang tidak lagi mengatakan bahwa misi murid-murid Yesus kepada bangsa Israel akan berakhir hingga kedatangan Anak Manusia. Ayat itu menunjukkan bahwa di samping kebutaannya, Allah tidak membuang Israel. Umat Allah yang baru akan memperhatikan Israel hingga akhir zaman.


Matius 16:27-28
16:27 Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya.
MELLEI GAR HO HUIOS TOU ANTHRÔPOU ERKHESTHAI EN TÊ DOXÊ TOU PATROS AUTOU META TÔN AGGELÔN AUTOU KAI TOTE APODÔSEI HEKASTÔ KATA TÊN PRAXIN AUTOU
16:28 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Anak Manusia datang sebagai Raja dalam Kerajaan-Nya."
AMÊN LEGÔ HUMIN EISIN TINES TÔN HÔDE HESTÊKOTÔN HOITINES OU MÊ GEUSÔNTAI THANATOU HEÔS AN IDÔSIN TON HUION TOU ANTHRÔPOU ERKHOMENON EN TÊ BASILEIA AUTOU"


"Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya", 'APODÔSEI HEKASTÔ KATA TÊN PRAXIN AUTOU'. Hanya Matius yang memuat kata-kata ini, yang diambil dari Mazmur 62:13, "dan dari pada-Mu juga kasih setia, ya Tuhan; sebab Engkau membalas setiap orang menurut perbuatannya."; Amsal 24:12, "Kalau engkau berkata: 'Sungguh, kami tidak tahu hal itu!'
Apakah Dia yang menguji hati tidak tahu yang sebenarnya? Apakah Dia yang menjaga jiwamu tidak mengetahuinya, dan membalas manusia menurut perbuatannya?".


Perbuatan adalah bukti dari sikap (Matius 7:21, "Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Surga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga.")

"Anak Manusia datang sebagai Raja dalam Kerajaan-Nya", 'TON HUION TOU ANTHRÔPOU ERKHOMENON EN TÊ BASILEIA AUTOU'. "Sebagai Raja" tidak disebut secara nyata dalam naskah Yunani. Markus menulis "Kerajaan Allah telah datang dengan kuasa". Kata-kata ini tentu menunjuk kepada suatu peristiwa yang sangat penting yang akan membenarkan pengertian tentang nilai-nilai baru dalam ayat-ayat sebelumnya.

Banyak ahli berpendapat bahwa kata-kata itu menunjuk kepada 'parousia', dan bahwa Yesus salah tentang waktunya, ini membuat umat Kristen ragu-ragu apakah Ia pernah mengatakan Kerajaan itu akan datang sebelum beberapa orang dari antara mereka mati (bandingkan dengan Matius 24:36, "Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di surga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri.")

Ada ahli yang mengatakan bahwa yang dimaksud dalam kata-kata itu ialah pemuliaan-Nya di atas bukit, tapi rasanya aneh bahwa ada disebut tentang kematian padahal pemuliaan di atas gunung itu terjadi enam hari kemudian. Lebih besar kemungkinannya, kata-kata itu menunjuk kepada suatu peristiwa besar pada waktu mana Kerajaan itu datang sesudah Yesus sendiri mengalami kematian dan yang lain-lain (murid-murid dan orang-orang percaya) mengatakan kesediaan untuk mati (Matius 26:35, "Kata Petrus kepada-Nya: 'Sekalipun aku harus mati bersama-sama Engkau, aku takkan menyangkal Engkau.' Semua murid yang lainpun berkata demikian juga.")

Kata "kuasa" dalam Markus dihubungkan dengan kebangkitan (Roma 1:4, "dan menurut Roh kekudusan dinyatakan oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati, bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa, Yesus Kristus Tuhan kita.") dan Pentakosta (Kisah Para Rasul 1:8, "Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.") dan kata itu dapat memaksudkan kedua peristiwa itu.


3. Hak keturunan Abraham (Kejadian 21:12).

Dalam ayat ini Tuhan menubuatkan bahwa yang disebut keturunan Abraham adalah berasal dari Ishak. Nubuat ini meleset jauh lebih besar, Sebab dalam I Tawarikh 1:28-30 Ismail juga disebut sebagai anak keturunan Abraham.

Ismael adalah anak Abraham juga, bahkan keturunan Abraham.


* Kejadian 21:12
"Tetapi Allah berfirman kepada Abraham: 'Janganlah sebal hatimu karena hal anak dan budakmu itu; dalam segala yang dikatakan Sara kepadamu, haruslah engkau mendengarkannya, sebab yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak.'"
"VAYO'MER 'ELOHÎM 'EL-'AVRÂHÂM 'AL-YÊRA' BE'ÊYNEYKHA 'AL-HANA'AR VE'AL-'AMÂTEKHA KOL 'ASYER TO'MAR 'ÊLEYKHA SÂRÂH SYEMA' BEQOLÂH KÎ VEYITSKHÂQ YIQÂRÊ' LEKHA ZÂRA'"


* 1 Tawarikh 1:28
"Anak-anak Abraham ialah Ishak dan Ismael."
"BENÊY 'AVRÂHÂM YITSKHÂQ VEYISYMÂ'Ê'L"


Ungkapan "yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak", 'KÎ VEYITSKHÂQ YIQÂRÊ' LEKHA ZÂRA' dapat dibandingkan dengan penjelasan rasul Paulus dalam ayat-ayat berikut ini:


* Roma 9:7-8
"dan juga tidak semua yang terhitung keturunan Abraham adalah anak Abraham, tetapi: 'Yang berasal dari Ishak yang akan disebut keturunanmu.' Artinya: bukan anak-anak menurut daging adalah anak-anak Allah, tetapi anak-anak perjanjian yang disebut keturunan yang benar."


Jadi, Kejadian 21:12 lebih menekankan sisi moral dan religius ketimbang keturunan langsung secara fisik.

4. Ramalan Tuhan Meleset (Yeremia 34:4-5)

Dalam ayat Tuhan berfirman bahwa Zedekia, raja Yehuda tidak akan mati oleh pedang, melaikan akan mati dengan damai. Nubuat ini meleset jauh, dalam kitab Yeremia 52:10-11 diceritakan bahwa pada akhir hayatnya Zedekia tewas ditangan raja Babel. Sebelum meninggal, mata Zedekia dibutakan, lalu dibelenggu dengan rantai tembaga. Kemudian ditaruh dalam rumah hukuman sampai meninggal.

Saya tidak melihat pertentangan yang mendasar terutama jika kita membaca secara lengkap:


* Yeremia 34:2-5
34:2 "Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Pergilah berbicara kepada Zedekia, raja Yehuda, katakan kepadanya: Beginilah firman TUHAN: Sesungguhnya, Aku menyerahkan kota ini ke dalam tangan raja Babel, supaya dihanguskannya dengan api.
KOH-'ÂMAR YEHOVÂH 'ELOHÊY YISRÂ'ÊL HÂLOKH VE'ÂMARTÂ 'EL-TSIDQÎYÂHÛ MELEKH YEHÛDÂH VE'ÂMARTÂ 'ÊLÂV KOH 'ÂMAR YEHOVÂH HINENÎ NOTÊN 'ET-HÂ'ÎR HAZO'T BEYAD MELEKH-BÂVEL ÛSERÂFÂH BÂ'ÊSY


Dikatakan bahwa Yerusalem akan diserahkan ke dalam tangan raja Babel, dan ini terbukti (Yeremia 34:22; 21:4, 10; 32:3, 28, 29; 37:8-10; 38:23; 39:8 ).


34:3 Dan engkau sendiri tidak akan luput dari tangannya, melainkan akan pasti tertangkap dan diserahkan ke dalam tangannya; engkau akan melihat raja Babel mata berhadapan mata dan ia akan berbicara dengan engkau mulut berhadapan mulut. Kemudian engkau akan pergi ke Babel.
VE'ATÂH LO' TIMÂLÊT MÎYÂDÔ KÎ TÂFOS TITÂFÊS ÛVEYÂDÔ TINÂTÊN VE'ÊYNEYKHA 'ET-'ÊYNÊY MELEKH-BÂVEL TIR'EYNÂH ÛFÎHÛ 'ET-PÎKHA YEDABÊR ÛVÂVEL TÂVÔ'


Dikatakan pula bahwa Zedekia tertangkap, diserahkan kepada raja Babel, dan seterusnya. Ini pun terbukti (Yeremia 34:21; 21:7; 32:4; 37:17; 38:18; 39:4-5; 52:7-9; 2 Raja-raja 25:4-5).


34:4 Namun demikian, dengarlah firman TUHAN, hai Zedekia, raja Yehuda, beginilah firman TUHAN mengenai engkau: engkau tidak akan mati oleh pedang!
'AKH SYEMA' DEVAR-YEHOVÂH TSIDQÎYÂHÛ MELEKH YEHÛDÂH KOH-'ÂMAR YEHOVÂH 'ÂLEYKHA LO' TÂMÛT BEKHÂREV


Selanjutnya dikatakan bahwa Zedekia tidak akan dibunuh, Yeremia 52:11 tidak menulis bahwa raja ini mati dibunuh melainkan hanya matanya saja yang dibutakan, kemudian ia dipenjara "sampai kepada hari matinya".

5. Nubuat Tuhan tidak terjadi (Yeremia 36: 30).

Dalam kitab Yeremia 36: 30 Tuhan berfirman bahwa keturunan Yoyakim tidak ada yang naik tahta kerajaan Daud. Nubuat ini ternyata meleset. Diceritakan dalam kitab II Raja-raja 24:6 bahwa sepeninggal Yoyakim, yang naik tahta menggantikannya adalah Yoyakhin, anaknya.


Yoyakin memang menggantikan ayahnya Yoyakim, tetapi coba selidiki berapa lama Yoyakin menjadi raja?




6. AYAT-AYAT TAKHAYUL (MISTIS) DALAM ALKITAB

Simson (Inggris: Samson) adalah utusan Tuhan yang sakti mandraguna selama rambutnya tidak dicukur. (Hakim-hakim 16:1-22).

Diceritakan dalam kitab Hakim-hakim 16:1-22 bahwa Samson adalah utusan Tuhan yang sakti mandraguna. Dia bisa mencabut kedua daun pintu gerbang kota beserta kedua tiang dan semua palangnya, lalu semuanya diletakkan di atas kedua bahunya dan dipindahkan ke puncak gunung (ayat 3). Tapi sayangnya dia jatuh cinta kepada seorang pelacur (wanita sundal) yang bernama Delila. Delila disewa oleh raja Filistin dengan bayaran 1100 uang perak untuk mencari rahasia Samson (ayat 5).

Di atas pangkuan pelacur Delila, akhirnya Samson tergoda rayuan dan bujukan sehingga membuka rahasia kesaktiannya. Bahwa jika rambut kepalanya dicukur, maka seluruh kekuatannya akan musnah dan dia menjadi orang lemah (ayat 17). Maka setelah nabi Samson tertidur di atas pangkuan pelacur Delila, rambutnya dicukur. Lalu musnahlah seluruh kesaktian dan kekuatan Samson, (ayat 19). Kemudian kedua mata Samson dicungkil sehingga jadilah Samson buta mata akibat rahasia kesaktiannya dicukur (ayat 21).

Cerita ini adalah cerita takhayul (mistik) yang biasanya berkembang di masyarakat primitif.

Mengapa kisah ini dipermasalahkan, jika pengajaran Islam pun mengamini kejadiannya :

kutipannya :
Quote:
Keutamaan Lailatul Qadar

Ibn Abbas r.a. meriwayatkan , rasulullah SAW pernah bercerita bahwa beliau mendapat wahyu dari Allah tentang seorang laki-laki Bani Israil yang berjihad di jalan Allah selama seribu bulan tanpa henti. Rasulullah SAW sangat kagum , lalu beliau berdoa, "Tuhanku , Engkau telah menjadikan umatku orang-orang yang pendek usia dan sedikit amalan".

Kemudian Allah memberi keutamaan kepada Rasulullah SAW dengan memberikan Lailatul Qadar yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan yang digunakan oleh laki-laki Bani Israil itu berjihad di jalan Allah.

Nama laki-laki Bani Israil itu adalah Syam'un (Samson). Ia berperang melawan kaum kafir selama seribu bulan tanpa henti. Ia diberi kekuatan dan keberanian yang membuat musuh-musuhnya ketakutan. Lalu kaum kafir mendatangi istri Syam'un. Mereka membujuk istrinya bahwa mereka akan memberi hadiah perhiasan emas jika ia dapat mengikat suaminya. Menurut perkiraan mereka, Syam'un dapat ditangkap dengan mudah jika dalam keadaan terikat.

Ketika Syam'un sedang tidur, secara diam-diam istrinya mengikat badan Syam'un dengan tali. Namun, ketika Syam'un bangun, dengan mudahnya ia memutuskan tali-tali yang mengikat tubuhnya.

"Apa maksudmu berbuat demikian kepadaku?" tanya Syam'un kepada istrinya.

"Aku hanya ingin menguji kekuatanmu," jawab istrinya pura-pura.

Kaum kafir itu tidak putus asa. Lalu mereka memberi rantai kepada istri Syam'un dan memerintahkannya agar mengikat suaminya dengan rantai itu. Istri Syam'un segera melaksanakannya. Namun, sebagaimana kejadian sebelumnya, dengan mudah Syam'unmemutuskan rantai besi yang mengikat tubunya.

Iblis mendatangi kaum kafir, lalu berkata kepada mereka agar memerintahkan istri Syam'un untuk bertanya kepada suaminya di mana letak kelemahannya. Setelah dibujuk, Syam'un mengatakan kepada istrinya bahwa kelemahannya ada pada delapan jambul dikepalanya. Ketika Syam'un tidur, istrinya memotong delapan jambul suaminya itu lalu mengikatkannya pada tubuhnya. Empat jambul digunakan untuk mengikat tangan dan empat jambul lagi untuk mengikat kakinya. Syam'un tidak mampu melepaskan dirinya dari ikatan itu
karena itulah kelemahannya.

Akhirnya, kaum kafir dapat menangkap Syam'un. Lalu mereka menyiksanya. Telinga dan bibir Syam'un dipotong lalu badannya digantung disuatu tiang yang sangat tinggi. Syam'un berdoa kepada Allah agar diberi kekuatan untuk melepaskan diri dari penyiksaan musuh-musuhnya. Allah mengabulkan do'a Syam'un, hingga ia dapat melepaskan diri dari tali-tali yang menjeratnya dan menghancurkan tiang yang dipakai untuk menggantungnya . Semua kaum kafir mati tertimpa tiang tersebut.

Para sahabat Rasulullah SAW sangat kagum mendengar cerita itu. Mereka bertanya," Ya Rasulullah , dapatkah kami meraih pahala sebagaimana yang diperoleh Syam'un?"
"Aku sendiri tidak tahu, " jawab Rasulullah SAW.

Kemudian beliau berdoa kepada Allah . Allah mengabulkannya dengan memberi malam Lailatul Qadar yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan yang dipakai Syam'un berjihad di jalan Allah.

Anas meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Jika datang malam Lailatul Qadar, malaikat Jibril turun ke Bumi diiringi para malaikat yang lain Mereka memberi salam kepada setiap orang yang berzikir kepada Allah. Dalam hadis yang diriwayatkan Abu Hurayrah, dikatakan bahwa pada malam Lailatul Qadar, para malaikat turun ke Bumi dengan jumlah yang tidak dapat dihitung. Mereka turun dari pintu-pintu langit yang terbuka bagaikan cahaya yang memancar. Terbukalah kerajaan malakut pada saat itu. Bagi orang yang terbuka hijabnya, ia dapat melihat malaikat yang sedang berdiri, rukuk, dan sujud kepada Allah sambil berzikir dan bertasbih. Di antara mereka ada yang dapat melihat surga dan neraka dengan segala isisnya.

Umar meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Barangsiapa menghidupkan malam kedua puluh tujuh dari bulan Ramadhan sampai
Subuh, hal itu lebih dicintai Allah daripada melaksanakan salat di seluruh malam pada bulan itu."

Fathimah bertanya,"Ayah, apa yang harus dilakukan oleh orang-orang yang tidak mampu menghidupkan malam itu karena sakit?"

Rasulullah SAW menjawab,"Mereka tidak perlu menyingkirkan bantal-bantal mereka, hendaklah mereka duduk lalu berdoa kepada Allah pada malam itu. Itu lebih disukai Allah daripada salat umatku pada malam Ramadhan."

Aisyah berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda," Barangsiapa menghidupkan malam Lailatul Qadar, lalu melaksanakan salat dua rakaat dan memohon ampunan Allah, Allah akan mengampuni dosa-dosanya dan memberikan rahmat-Nya; malaikat Jibrilpun akan membelai dengan sayapnya. Barangsiapa yang dibelai sayap malaikat Jibril, ia akan masuk surga."

Dikutip dari buku menyingkap hati mendekati Ilahi, karya Al Ghazali




7. TIDAK ADA BUKTI KETUHANAN YESUS !

[QS. 21:24-25. Apakah mereka mengambil tuhan-tuhan selain-Nya? Katakanlah (hai Muhammad): "Unjukkanlah hujahmu! (Al Qur'an) ini adalah peringatan bagi orang-orang yang bersamaku, dan peringatan orang-orang yang sebelumku". Sebenarnya kebanyakan mereka tiada mengetahui yang hak, karena itu mereka berpaling. Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu (Muhammad), melainkan Kami wahyukan kepadanya: "Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku".]

[QS. 5:68. Katakanlah: "Hai Ahli Kitab (Yahudi dan Kristen), kamu tidak dipandang beragama sedikit pun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil dan apa (Al Qur'an) yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu". Sesungguhnya apa yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu akan menambah kedurhakaan dan kekafiran kepada kebanyakan dari mereka (Ahli Kitab); maka janganlah kamu bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir itu.


1. Bukti yang Tidak Memadai.

Yesus lahir dalam keadaan suci. Orang Kristen sering menyebut berbagai keajaiban yang ditunjukkannya sebagai bukti ketuhanannya. Jelas, dasar pemikiran ini lemah. Di dalam Alkitab dikisahkan penciptaan Adam tanpa ayah dan ibu (Kejadian 2), juga tentang mukjizat Nabi Elisa (2 Raja-raja 4,5,6). Bahkan, Alkitab sendiri menjelaskan bahwa Melkisedek, raja Salem, adalah seorang imam yang tidak berbapak, tidak beribu, tidak bersilsilah, tidak berawal, dan tidak berakhir, karena ia sama dengan anak Allah (Kejadian 14:18; Ibrani 7:3). Meskipun ketiga pribadi tersebut secara umum memiliki kualifikasi yang sama dengan Yesus, tidak ada seorang Kristen pun yang menuhankannya.

Kejadian Adam jelas sekali bahwa meskipun ia tidak lahir dari seorang ibu dan seorang bapak tetapi Alkitab dengan jelas menuliskan bahwa Adam itu diciptakan, hal ini disebabkan karena Adam adalah manusia pertama, baca selengkapnya Kejadian pasal 2.


Sekarang tentang Melkisedek :



14:18 LAI TB, Melkisedek, raja Salem, membawa roti dan anggur; ia seorang imam Allah Yang Mahatinggi.
KJV, And Melchizedek king of Salem brought forth bread and wine: and he was the priest of the most high God.
Biblia Hebraic Stuttgartensia (BHS), Hebrew with vowels,
וּמַלְכִּי־צֶדֶק מֶלֶךְ שָׁלֵם הֹוצִיא לֶחֶם וָיָיִן וְהוּא כֹהֵן לְאֵל עֶלְיֹון׃
Translit interlinear, ÛMALKÎ-TSEDEQ {dan Melkisedek} MELEKH {raja} SYÂLÊM {Salem} HÔTSÎ'{membawa} LEKHEM {roti} VÂYÂYIN {dan anggur} VEHÛ' {dan dia} KHOHÊN {imam} LE'ÊL {Allah} 'ELYÔN {Yang Mahatinggi}


Melkisedek adalah manusia biasa, Ibrani MALKÎ-TSEDEQ dari MELEKH (raja) dan TSEDEQ (kebenaran) artinya "Sedek ialah raja (-ku)" atau, seperti dalam Ibrani 7:2, "raja kebenaran". Dia raja Salem (mungkin kota Yerusalem) dan imam "Allah yang Mahatinggi" ('ÊL ELYÔN), yang menyongsong Abram sekembalinya dari perang melawan Kedorlaomer dan sekutu-sekutunya. Melkisedek memberi Abram roti dan anggur, memberkati dia dalam Nama Allah Yang Mahatinggi, dan menerima dari Abram sepersepuluh rampasan dari tangan musuh. Kemudian Abram menolak tawaran raja Sodom, bahwa semua rampasan perang itu menjadi milik Abram kecuali dari tawanan yang sudah dilepaskan, lalu bersumpah demi Allah Yang Mahatinggi bahwa tidak akan dibiarkannya satu orang pun membanggakan diri dengan berkata, bahwa dialah yang membuat Abram kaya. Peristiwa ini barangkali terjadi pada pertengahan Zaman Perunggu.


Selanjutnya Ibrani 7:3 menulis bahwa :

Ia tidak berbapa, tidak beribu, tidak bersilsilah, harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan, dan karena ia dijadikan sama dengan Anak Allah, ia tetap menjadi imam sampai selama-lamanya.
KJV, Without father, without mother, without descent, having neither beginning of days, nor end of life; but made like unto the Son of God; abideth a priest continually.
TR, απατωρ αμητωρ αγενεαλογητος μητε αρχην ημερων μητε ζωης τελος εχων αφωμοιωμενος δε τω υιω του θεου μενει ιερευς εις το διηνεκες
Interlinear, apatôr {tidak berbapa} amêtôr {tidak beribu} agenealogêtos {tidak bersilsilah} mête {tidak juga} arkhên {awal} hêmerôn {hari} mête {tidak juga} zôês {hidup} telos {akhir} ekhôn {memiliki} aphômoiômenos {dijadikan sama} de {tetapi} tô huiô {Anak} tou theou {Allah} menei {tetap} hiereus {imam} eis {sampai} to diênekes {terus-menerus}



Ayat ini tidak berarti bahwa Melkisedek benar-benar tidak mempunyai ayah dan ibu atau tidak mempunyai kerabat atau bahwa ia seorang malaikat. Ayat ini hanyalah menunjukkan bahwa Alkitab tidak mencantumkan daftar keturunannya dan tidak mengatakan apa-apa mengenai awal dan akhir hidupnya, oleh karena itulah Melkisedek disamakan seperti Anak Allah.

Ungkapan Yunani APATÔR atau "tidak berbapa" biasanya ditujukan kepada seseorang yang tidak memiliki ayah, kehilangan ayahnya atau seorang "yatim", seseorang yang lahir setelah kematian ayahnya sehingga ayahnya tidak dikenal, demikian pula halnya dengan AMÊTÔR, "tidak beribu". Seorang filsuf Yunani, Philo menulis bahwa Sara, istri Abraham (Ibrahim) adalah AMÊTÔR karena ibunya tidak ditulis dalam Alkitab.

Ungkapan "tidak bersilsilah", Yunani AGENEALOGÊTOS dari 'a' (partikel negatif yang berarti "tidak") dan GENEALOGEÔ, harfiah menghitung dari bawah ke atas diterjemahkan "keturunan" atau "silsilah". Kata GENEALOGEÔ sendiri berasal dari kata GENEA (generasi, angkatan) dan LOGOS (perkataan, firman). Herbert Weir Smyth, 'A Greek Grammar for Colleges' memberi definisi bahwa AGENEALOGÊTOS adalah 'one whose descent there is no record of', "seseorang yang silsilah/keturunannya tidak dicatat".

Di dalam teks Alkitab, Yesus menggunakan istilah "anak manusia", "anak Allah", "mesias", dan "saviour" (juru selamat), namun istilah2 tersebut juga digunakan untuk merujuk kepada orang2 selain Yesus. Misalnya, Yehezkiel disebut sebagai "anak manusia" (Yehezkiel 3:1). Selain itu, Yesus menyebut para pembawa kedamaian sebagai "anak-anak Allah" (Matius 5:9). Sikap mendua para penerjemah Alkitab terlihat dengan diterjemahkannya kata "mesias" yang tidak menunjuk kepada Yesus sebagai "orang yang Kuurapi". Misalnya, Koresy, raja Persia, diterjemahkan sebagai "orang yang Kuurapi" (Yesaya 45:1), padahal kata asli Ibraninya adalah "mesias". Lihat juga Mazmur 2:2, dimana "mesias" yang menunjuk kepada Daud diterjemahkan sebagai "yang diurapi-Nya", padahal kata asli Ibraninya adalah "mesias". Sementara itu, ayat2 yang menunjuk kepada Yesus mereka terjemahkan dengan "mesias" atau padanan kata Yunani "kristus". Dengan cara ini, mereka berusaha memberikan kesan bahwa hanya ada satu Mesias. Untuk orang selain Yesus, mereka menggunakan kata "penolong" (2 Raja-raja 13:5), tetapi untuk ayat2 yang menunjuk Yesus, mereka terjemahkan sebagai "juru selamat", padahal sama2 mengemban misi "saviour".

Yesus Kristus adalah Anak Allah menurut "daging" atau secara manusiawi.


* Roma 1:3
LAI TB, tentang Anak-Nya, yang menurut daging diperanakkan dari keturunan Daud
KJV, Concerning his Son Jesus Christ our Lord, which was made of the seed of David according to the flesh;
TR, περι του υιου αυτου του γενομενου εκ σπερματος δαβιδ κατα σαρκα
Translit, peri tou huiou autou tou genomenou ek spermatos dabid kata sarka



Perbedaan Anak Allah dan anak-anak Allah :

"Anak Allah" (bentuk tunggal dengan huruf besar) hanya Yesus Kristus
anak-anak Allah (jamak dengan huruf kecil) memang ada banyak

misalnya :
Yakub (Israel) disebut anak Allah
Efraim disebut anak Allah
bani Israel disebut anak-anak Allah
sayapun adalah anak Allah........

Contoh Ayat :


* Roma 8:14
LAI TB, Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.
KJV, For as many as are led by the Spirit of God, they are the sons of God.
TR, οσοι γαρ πνευματι θεου αγονται ουτοι εισιν υιοι θεου
Translit Interlinear, hosoi {semua (orang) yang} gar {karena} pneumati {oleh Roh} theou {Allah} agontai {dipimpin} houtoi {(orang-orang) ini} eisin {adalah} huioi {putera-putera} theou {Allah}



'υιοι θεου - HUIOI THEOU' adalah bentuk jamak dari 'HUIOS THEOU'.



MESIAS :


"Mesias", Ibrani משיח - MASYIAKH , Arab "MASIH" artinya "yang diurapi".

Isa Al-Masih menunjukkan bahwa Isa itu "Yang Diurapi" dalam urutan nabi-nabi dalam agama samawi lainnya, hanya Isa yang mempunyai gelar "Al-Masih". Kitab Suci umat Muslim memberi gelar mulis "Al-Masih" (Mesias/ Kristus) kepada sosok anak Mariam.

Saya membandingkan kata משיח - MASYIAKH dengan Al-Masih karena berasal dari rumpun bahasa yang sama.

Sebagai Anak Allah, Yesus Kristus adalah "Mesias" (Ibrani: משיח - MASYIAKH, "yang diurapi")


* Matius 16:16,
LAI TB, Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!"
KJV, And Simon Peter answered and said, Thou art the Christ, the Son of the living God.
TR, αποκριθεις δε σιμων πετρος ειπεν συ ει ο χριστος ο υιος του θεου του ζωντος
Interlinear, apokritheis {menajwab} de {maka} simôn {Simon} petros {Petrus} eipen {berkata} su {Engkau} ei {adalah} ho khristos {MESIAS} ho huios {ANAK} tou theou {ALLAH} tou {(yang)} zôntos {hidup}


Sebenarnya manusia dapat saja mengenal dengan pengertian mengetahui keberadaan Allah, namun sulit bagi manusia untuk "memahami" Allah.


--------------


Kata "Mesias" untuk manusia (lain)?


Mesias dalam arti umum, adalah gelar yang diberikan kepada raja-raja Israel, juga kepada para imam-imam. Kata "Sang Mesias" (Ibrani, המשיח - HAMASYIAKH, dialek Asykenazik 'HAMOSTYIAKH') adalah HAMOSYIA' (Sang Penyelamat) atau "MOSYA'AH" (keselamatan). Kedua kata ini sering digunakan bersama-sama, yang diurapi (misalnya raja Israel) dikatakan akan "menyelamatkan" umatnya. :


* 1 Samuel 9:16
LAI terjemahan Baru (TB), Besok kira-kira waktu ini Aku akan menyuruh kepadamu seorang laki-laki dari tanah Benyamin; engkau akan mengurapi ('MASYAKH') dia menjadi raja atas umat-Ku Israel dan ia akan menyelamatkan ('YASYA') umat-Ku dari tangan orang Filistin. Sebab Aku telah memperhatikan sengsara umat-Ku itu, karena teriakannya telah sampai kepada-Ku.
King James Version (KJV), To morrow about this time I will send thee a man out of the land of Benjamin, and thou shalt anoint him to be captain over my people Israel, that he may save my people out of the hand of the Philistines: for I have looked upon my people, because their cry is come unto me.
Biblia Hebraic Stuttgartensia (BHS), Hebrew with vowels,
כָּעֵת ׀ מָחָר אֶשְׁלַח אֵלֶיךָ אִישׁ מֵאֶרֶץ בִּנְיָמִן וּמְשַׁחְתֹּו לְנָגִיד עַל־עַמִּי יִשְׂרָאֵל וְהֹושִׁיעַ אֶת־עַמִּי מִיַּד פְּלִשְׁתִּים כִּי רָאִיתִי אֶת־עַמִּי כִּי בָּאָה צַעֲקָתֹו אֵלָֽי׃
Translit, KA'ET MAKHAR ESYLAKH ELEIKHA ISY ME'ERETS BINYAMIN UMESYAKHTO {dan engkau akan mengurapinya} LENAGID AL-AMI YISRA'EL VEHOSYIA {dan ia akan menyelamatkan} ET-AMI MIYAD PELISYTIM KI RAITI ET-AMI KI BA'AH TSA'AKATO ELAI


Bahkan gelar itu juga diberikan kepada Koresh, Raja Persia :


* Yesaya 45:1
LAI TB, Beginilah firman TUHAN: "Inilah firman-Ku kepada orang yang Kuurapi, kepada Koresh yang tangan kanannya Kupegang supaya Aku menundukkan bangsa-bangsa di depannya dan melucuti raja-raja, supaya Aku membuka pintu-pintu di depannya dan supaya pintu-pintu gerbang tidak tinggal tertutup:
KJV, Thus saith the LORD to his anointed, to Cyrus, whose right hand I have holden, to subdue nations before him; and I will loose the loins of kings, to open before him the two leaved gates; and the gates shall not be shut;
Hebrew,
כֹּה־אָמַר יְהוָה לִמְשִׁיחֹו לְכֹורֶשׁ אֲשֶׁר־הֶחֱזַקְתִּי בִֽימִינֹו לְרַד־לְפָנָיו גֹּויִם וּמָתְנֵי מְלָכִים אֲפַתֵּחַ לִפְתֹּחַ לְפָנָיו דְּלָתַיִם וּשְׁעָרִים לֹא יִסָּגֵֽרוּ׃
Translit, KOH-AMAR YEHOVAH LIMSYIKHO LEKHORESY ASYER-HEKHEZAKTI VIMINO LERAD-LEFANAV GOYIM UMATNEI MELAKHIM AFATE'AKH LIFTOAKH LEFANAV DELATAYIM 'USYEARIM LO YISAGERU


"Yang Kuurapi" adalah dasar dari gelar Mesias; tapi penggunaannya dalam PL adalah umum, terutama bagi raja-raja yang diurapi oleh Allah (misalnya Saul dalam 1 Samuel 24:6-7). Disini ditekankan bahwa Koresh diangkat dan diperlengkapi untuk tugas yang agung dan mengalahkan raja-raja. Pada konteks ayat dalam Yesaya 45:1 tersebut urapan itu diberikan kepada orang-orang yang dipilih Allah untuk melakukan penyelamatan bagi umat Allah, sebagaimana juga dalam ayat ini :


* Mazmur 2:2
LAI TB, Raja-raja dunia bersiap-siap dan para pembesar bermufakat bersama-sama melawan TUHAN dan yang diurapi-Nya
KJV, The kings of the earth set themselves, and the rulers take counsel together, against the LORD, and against his anointed, saying,
Hebrew,
יִתְיַצְּבוּ ׀ מַלְכֵי־אֶרֶץ וְרֹוזְנִים נֹֽוסְדוּ־יָחַד עַל־יְהוָה וְעַל־מְשִׁיחֹֽו׃
Translit, YITYATSVU MALKHEI-ERETS VEROZNIM NOSDU-YAKHAD AL-YEHOVAH VE'AL-MESYIKHO


Namun Mesias yang dijanjikan, bukanlah raja Koresh ataupun raja-raja Israel yang sudah ada. Mesias yang dinuatkan dalam Alkitab jelas seorang yang lahir dari kalangan Israel sendiri yang kebesarannya melebihi Daud, dimana dalam nubuat yang dituliskannya ini Daud menyebut Dia adalah Tuannya :


* Mazmur 110:1
LAI TB, Mazmur Daud. Demikianlah firman TUHAN kepada tuanku: "Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuhmu menjadi tumpuan kakimu."
KJV, The LORD said unto my Lord, Sit thou at my right hand, until I make thine enemies thy footstool.
Hebrew,
לְדָוִד מִזְמֹור נְאֻם יְהוָה ׀ לַֽאדֹנִי שֵׁב לִֽימִינִי עַד־אָשִׁית אֹיְבֶיךָ הֲדֹם לְרַגְלֶֽיךָ׃
Translit, LEDAVID MIZMOR NE'UM YEHOVAH LE'ADONI SYEV LIMINI AD-ASYIT OIVEIKHA HADOM LERAGLEIKHA


Bandingkan dengan Matius 22:41-46 dan penjelasannya secara lengkap di viewtopic.php?p=992#992


Sedangkan Gelar Mesias bagi Yesus dijelaskan sbb:


Ada banyak sekali nubuat tentang Mesias dalam Perjanjian Lama. Misalnya di kitab Yesaya, Mazmur, dan lain-lain. Dalam pemahaman masyarakat Yahudi, mesias yang dijanjikan itu adalah Musa baru, seorang pemimpin besar bangsa Yahudi. Bagi bangsa Yahudi jelas bahwa Mesias itu dikaitkan dengan nasionalisme mereka sendiri. Perlu diketahui juga pada zaman Yesus, negara Israel sudah tidak ada lagi bahkan 10 suku Israel pun hilang. Kerajaan Yehuda/Israel sudah lenyap, oleh panjajahan Babel, Asyur, Makedonia, sampai dengan Romawi pada zaman Yesus.

Istilah MESIAS/ ALMASIH/ KRISTUS (artinya : Raja yang diurapi) dipakai sebagai gelar resmi dari tokoh utama yang dinanti-nantikan oleh orang Yahudi, merupakan Juruselamat yang mereka tunggu. Menurut Tanakh Ibrani (Perjanjian Lama), Mesias yang dijanjikan adalah orang yang dipilih Allah, ditetapkan untuk menggenapi suatu tujuan penyelamatan bagi umat Allah, dan menggenapi hukuman terhadap musuh- musuh-Nya. Kepadanya diberikan kuasa untuk memerintah bangsa-bangsa, dan dalam semua tindakannya, yang sesungguhnya bertindak adalah Allah sendiri.

Namun dalam pemahaman orang Yahudi, Mesias yang dijanjikan itu, mereka berpikir harusnya sosok Mesias itu akan memenuhi kriteria sebagai berikut :

1. Membebaskan bangsa Yahudi dari penjajahan (Romawi).
2. Mengumpulkan kembali bangsa Israel dari segala penjuru bumi.
3. Memimpin pada penyembahan pada Tuhan Allah yang benar.
4. Membawa era perdamaian.
5. Mendirikan kembali negara Israel.


Jadi bayangan orang Yahudi tentang sosok yang disebut Mesias itu harus seperti Musa dalam kepemimpinannya, secara spiritual dan juga kenegarawanannya. Mesias haruslah menjadi sosok yang lebih besar dari Musa sebagai pembebas, lebih besar dari Daud sebagai raja, lebih besar dari Harun sebagai imam, lebih besar dari Elia sebagai nabi, pendeknya, Mesias adalah manusia super dibanding semua manusia.


Memang, kepada Mesias yang dinjanjikan yang tertulis dalam Perjanjian Lama, diberikan kuasa untuk memerintah bangsa-bangsa, dan dalam semua tindakannya, yang sesungguhnya bertindak adalah Allah sendiri. Referensi ayat-ayat dalam Perjanjian Lama sangat banyak sekali.

Namun, pengharapan Yahudi berpusat akan didirikannya pemerintahan atau Kerajaan Allah, dan pengharapan ini sering dihubungkan dengan datangnya seorang tokoh yang mewakili Allah untuk menjalankan pemerintahanNya. Tokoh seperti itu tentulah "Raja", yang diurapi oleh Allah dan dari suku Daud. Istilah "Yang Diurapi" biasanya ditetapkan untuk raja, imam, atau nabi, pada zaman antar perjanjian dapat digunakan sebagai istilah tekhnis bagi tokoh yang mewakili Allah yang dinantikan itu.



GELAR MESIAS BAGI YESUS :


ישוע המשיח ; YESYUA HAMASYIAKH
ιησους χριστος - IÊSOUS KHRISTOS


Nubuat-nubuat dalam Perjanjian Lama mengenai Mesias secara unik tergenapi dalam diri Yesus Kristus. Ada ratusan nubuat mengenai hal ini, sehingga kemungkinan bahwa nubuat tersebut digenapi secara kebetulan pada satu orang biasa sangatlah bertentangan dengan hukum probabilitas.

Beberapa dari nubuat tersebut sangatlah sulit digenapi, seolah-olah tidak dapat dipenuhi oleh seorang pun yang hidup setelah abad pertama Masehi. Sebagai contoh, Yakub mengatakan, dalam :


* Kejadian 49:10
LAI TB, Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda ataupun lambang pemerintahan dari antara kakinya, sampai dia datang yang berhak atasnya, maka kepadanya akan takluk bangsa-bangsa.
LAI TL, Bahwa tongkat kerajaan itu tiada akan undur dari pada Yehuda dan pemberi hukumpun tidak dari antara kakinya, sehingga datanglah Silo, maka kepadanyalah segala bangsa akan menurut.
KJV, The sceptre shall not depart from Judah, nor a lawgiver from between his feet, until Shiloh come; and unto him shall the gathering of the people be.
Hebrew,
לֹא־יָסוּר שֵׁבֶט מִיהוּדָה וּמְחֹקֵק מִבֵּין רַגְלָיו עַד כִּי־יָבֹא [כ שִׁילֹה] [ק שִׁילֹו] וְלֹו יִקְּהַת עַמִּים׃
Translit, LO-YASUR SYEVET MIHUDA 'UMEKHOQEQ MIBE'YN RAGLAV AD KI-YAVO' SYILOH VELO' YIQHAT AMIM


Nama שילה - SYILOH adalah gelar untuk Mesias, dan nubuat menyatakan bahwa suku Yehuda akan tetap menjadi pemimpin bangsa di Israel, secara khusus menghasilkan raja-raja mereka, dari Raja Daud sampai Mesias datang. Nubuat sudah digenapi sebelum kehancuran Yehuda dan Yerusalem pada tahun 70 Masehi, ketika semua tongkat kerajaan telah meninggalkan Yehuda.


Arti dari kata SYILOH :
- Tranquility (ketenangan / kesentosaan).
- The Peaceable One (Orang yang suka damai).
- The Pacifier (Pembawa damai / perdamaian).

Arti dari kata SYILOH :
- Tranquility (ketenangan / kesentosaan).
- The Peaceable One (Orang yang suka damai).
- The Pacifier (Pembawa damai / perdamaian).


Reff : http://www.sacrednamebible.com/kjvstron ... .htm#S7886
Menurut Keil & Delitzsch: Kata שילה - SYILOH diturunkan dari kata Ibrani שלה - SYALAH, yang berarti to be quiet (= tenang), to enjoy rest (= menikmati ketenangan), security (= keamanan). Shiloh tidak harus menunjuk pada tempat (a place of rest) tetapi bisa menunjuk kepada orang, yaitu ‘the man of rest’ (= manusia damai) atau ‘the bearer of rest’ (= pembawa damai), untuk itulah kembali dalam Yesaya ditegaskan banwa Mesias yang dijanjikan itu adalah "Sang Raja Damai" (Yesaya 9:5).

Janji akan datangnya Sang Mesias juga diberikan kepada Raja Daud, bahwa Mesias akan datang sebagai salah satu keturunannya, sebagai Raja abadi, seperti dikatakan Tuhan, "Dialah yang akan mendirikan rumah bagi nama-Ku dan aku akan mengokohkan tahta kerajaannya untuk selama-lamanya" (2 Samuel 7:13). Yesaya mengatakan, "Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai (yaitu ayah Daud), dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah" (Yesaya 11:1). Ini adalah "sebutan" yang lain lagi untuk Mesias, dan menunjukkan bahwa, bahkan setelah pohon keluarga Isai terputus, masih ada satu cabang (taruk) yang tumbuh dari tunggulnya. Ternyata cabang terakhir yang muncul dari silsilah ini akhirnya terbukti merupakan Mesias terjanji.

Nubuat hadirnya Mesias dari keturunan Daud, digenapi secara unik dalam diri Yesus. Ayah angkatnya, Yusuf, adalah keturunan Daud melalui Salomo dan karenanya mempunyai hak atas tahta (Matius 1:1-16). IbuNya, Maria, juga keturunan Daud melalui Nathan, seperti dijelaskan dalam silsilah dalam Lukas 3:23-31.

Andai saja silsilah Yesus tidak memenuhi kriteria itu tentu saja semua catatan silsilah akan segera dihancurkan setelahnya. Tetapi kenyataannya tidak demikian, silsilah itu memberikan bukti dan meneguhkan bahwa nubuat-nubuat itu tergenapi.

Nubuat yang lebih menusuk terdapat dalam Daniel 9:24-27. Dalam ayat itu Daniel menyatakan secara eksplisit bahwa Mesias akan datang 69 "sabat" (yaitu, 69 tahun sabat - atau total 483 tahun) setelah dekrit yang diberikan untuk membangun kembali Yerusalem, yang saat itu tinggal reruntuhan setelah Nebukadnezar, raja Babilonia, menghancurkannya.

Dekrit semacam itu diberikan kemudian oleh Raja Persia. Walaupun tanggal yang pasti dari dekrit itu tidak diketahui dengan jelas, tanggal terakhir dari nubuat pasti suatu waktu dalam abad pertama Masehi. Sesungguhnya, hal itu pasti terjadi sebelum penghancuran kota dan Bait Allah oleh Romawi pada tahun 70 Masehi, sebab nubuat mengatakan secara eksplisit: "Setelah keenam puluh dua kali tujuh masa itu akan disingkirkan seorang Mesias, padahal tidak ada salahnya apa-apa; maka datanglah rakyat seorang raja memusnahkan kota dan tempat kudus itu" (Daniel 9:26). Bukan saja Mesias pasti datang sebelum pemusnahan kota ini, tetapi juga disebutkan bahwa Dia "disingkirkan", ditolak atau dibunuh, sebelum pemusnahan itu. Penjelasan selanjutnya bisa dibaca di viewtopic.php?p=1175#1175

Sangat jelas bahwa tidak ada orang lain selain Yesus yang dapat menggenapi semua nubuat itu. Nubuat-nubuat tersebut jelas tidak memungkinkan Mesias di masa mendatang, kecuali bahwa harapan itu akan dipenuhi pada kedatangan kembali Kristus yang kedua kali nanti.

Dan kemudian, tentu saja, masih ada ratusan nubuat yang lain, semuanya tergenapi dalam diri Yesus Kristus: kelahiran-Nya dari seorang perawan (Yesaya 7:14); kelahiran-Nya di Betlehem (Mikha 5:2); kematian-Nya yang dikorbankan (Yesaya 53:5); penyaliban-Nya (Mazmur 22:14-18); kebangkitan badan-Nya (Mazmur 16:10); dan banyak lainnya. Semua itu bersatu dalam kesaksian mereka bahwa "Yesus adalah Kristus, Anak Allah" (Yohanes 20:31).

Kemungkinan bahwa ratusan prediksi yang begitu rinci, masing-masing saling tidak berhubungan, dapat tergenapi secara bersamaan dalam diri satu orang, amat sangat tidak mungkin terjadi, terutama dari pandangan mukjizat alami yang menyertai banyak di antaranya (yaitu, kelahiran dari seorang perawan, kebangkitan, dll.). Tidak ada kesimpulan yang rasional yang mungkin kecuali bahwa Yesus adalah semua yang dikatakan-Nya - Mesias, Penebus, Tuhan dan Allah

Persekongkolan dalam aktivitas penerjemahan modern dapat ditunjukkan dengan mudah. Alkitab King James 1611 tersebar secara luas. Bandingkan Alkitab tersebut dengan versi terjemahan yang lebih akhir, misalnya New American Bible. Pada Alkitab yang pertama, di dalam 2 Raja-raja 13:5 kita dapatkan kata "saviour", sedangkan pada New American Bible, kata itu diganti dengan sinonimnya, "deliverer".

Jelasnya, menurut Alkitab sendiri, "juru selamat" itu tidak hanya menunjuk kepada Yesus maupun Tuhan (Yesaya 43:3), tetapi juga menunjuk kepada orang2 lain selain Yesus, hanya saja mereka menerjemahkannya secara tidak fair (2 Raja-raja 13:5, Nehemia 9:27 dan Obaja 1:21, saviours, bentuk jamak).

* 2 Raja-Raja 13:5
LAI TB, TUHAN memberikan kepada orang Israel seorang penolong, sehingga mereka lepas dari tangan Aram dan dapat duduk di kemah-kemah mereka seperti yang sudah-sudah
KJV, And the LORD gave Israel a saviour, so that they went out from under the hand of the Syrians: and the children of Israel dwelt in their tents, as beforetime.
NASB, The LORD gave Israel a deliverer, so that they escaped from under the hand of the Arameans; and the sons of Israel lived in their tents as formerly,
Hebrew,
וַיִּתֵּן יְהוָה לְיִשְׂרָאֵל מֹושִׁיעַ וַיֵּצְאוּ מִתַּחַת יַד־אֲרָם וַיֵּשְׁבוּ בְנֵי־יִשְׂרָאֵל בְּאָהֳלֵיהֶם כִּתְמֹול שִׁלְשֹׁום׃
Translit, VAYITEN YEHOVAH (baca ADONAY) LEYISRAEL MOSYIA' VAYETSU MITAKHAT YAD-ARAM VAYESYVU VENEY-YISRA'EL BE'AHOLEIHEM KITMOL SYILSYOM
Jewish Publication Society Tanakh, And the LORD gave Israel a deliverer, so that they went out from under the hand of the Arameans; and the children of Israel dwelt in their tents, as beforetime.


* Yesaya 43:3
LAI TB, Sebab Akulah TUHAN, Allahmu, Yang Mahakudus, Allah Israel, Juruselamatmu. Aku menebus engkau dengan Mesir, dan memberikan Etiopia dan Syeba sebagai gantimu
KJV, For I am the LORD thy God, the Holy One of Israel, thy Saviour: I gave Egypt for thy ransom, Ethiopia and Seba for thee.
NASB, "For I am the LORD your God, The Holy One of Israel, your Savior; I have given Egypt as your ransom, Cush and Seba in your place.
Hebrew,
כִּי אֲנִי יְהוָה אֱלֹהֶיךָ קְדֹושׁ יִשְׂרָאֵל מֹושִׁיעֶךָ נָתַתִּי כָפְרְךָ מִצְרַיִם כּוּשׁ וּסְבָא תַּחְתֶּיךָ׃
Translit, KI 'ANI YEHOVAH (baca ADONAY) ELOHEIKHA KEDOSY YISRA'EL MO'OSYIEKHA NATATIY KHAFREKHA MITSRAYIM KUSY 'USEVA TAKHTEIKHA


* Nehemia 9:27
LAI TB, Lalu Engkau menyerahkan mereka ke tangan lawan-lawan mereka, yang menyesakkan mereka. Dan pada waktu kesusahan mereka berteriak kepada-Mu, lalu Engkau mendengar dari langit dan karena kasih sayang-Mu yang besar Kauberikan kepada mereka orang-orang yang menyelamatkan mereka dari tangan lawan mereka
KJV, Therefore thou deliveredst them into the hand of their enemies, who vexed them: and in the time of their trouble, when they cried unto thee, thou heardest them from heaven; and according to thy manifold mercies thou gavest them saviours, who saved them out of the hand of their enemies.
NASB, Therefore You delivered them into the hand of their oppressors who oppressed them, But when they cried to You in the time of their distress, You heard from heaven, and according to Your great compassion You gave them deliverers who delivered them from the hand of their oppressors.
Hebrew,
וַתִּתְּנֵם בְּיַד צָרֵיהֶם וַיָּצֵרוּ לָהֶם וּבְעֵת צָרָתָם יִצְעֲקוּ אֵלֶיךָ וְאַתָּה מִשָּׁמַיִם תִּשְׁמָע וּכְרַחֲמֶיךָ הָרַבִּים תִּתֵּן לָהֶם מֹושִׁיעִים וְיֹושִׁיעוּם מִיַּד צָרֵיהֶם׃
Translit, VATITNEM BEYAD TSAREYHEM VAYATSERU LAHEM 'UVE'ET TSARATAM YITSAKU 'ELEIKHA VE'ATAH MISYAMAYIM TISYMA 'UKHERAKHAMEIKHA HARABIM TITEN LAHEM MO'OSYI'IM VEYOSYIUM MIYAD TSAREIHEM


Perhatikan ke-3 ayat diatas menggunakan kata מֹושִׁיעַ - MOSYIA artinya adalah :
1. Savior
2. Deliverer.
3. One who “makes wide" or "makes sufficient.”
4. One who gives freedom from distress and the ability to pursue one's way.


Kata "Juru Selamat/Pembebas" atau "Savior/Dedeliverer" seringkali digunakan kepada Tuhan yang adalah "Juru Selamat bagi Israel"

מֹושִׁיעַ - MOSYIA root-nya dari kata Ibrani verb ישע - YASYA Sebagai catatan Nama Yesus dalam bahasa Ibrani adalah - ישוע - YESYUA' - kata ini berasal dari akar yang sama yaitu ישע - YASYA.

Ayat yang dipertanyakan mengapa מֹושִׁיעַ - MOSYIA dipakai juga dalam bentuk jamak מֹושִׁיעִים - MO'OSYI'IM Nehemia 9:27 ?

perhatikan : Lalu Engkau menyerahkan mereka ke tangan lawan-lawan mereka, yang menyesakkan mereka. Dan pada waktu kesusahan mereka berteriak kepada-Mu, lalu Engkau mendengar dari langit dan karena kasih sayang-Mu yang besar Kauberikan kepada mereka orang-orang yang menyelamatkan mereka dari tangan lawan mereka

Jelas muatan ayat tersebut bahwa Allah, atas kasih-sayangNya yang besar mengirimkan orang-orang yang menyelamatkan מֹושִׁיעִים - MO'OSYI'IM

Contoh sederhana : "Seorang polisi menjadi penyelamat bagi seorang ibu yang dirampok oleh sekelompok penjahat",
"penyelamat" diatas tentu saja dalam bahasa Ibrani akan ditulis dengan akar kata מֹושִׁיעַ - MOSYIA .
Kata "penyelamat" bisa diberikan kepada Allah dan manusia. Maka setiap ada kata מֹושִׁיעַ - MOSYIA , kita harus melihat konteks apa yang sedang dibicarakan.

Ada pernyataan lain yang dapat disebutkan di sini. Dalam Yohanes 8:58 dikatakan, "...sebelum Abraham jadi, Aku telah ada." Seandainya Yesus bermaksud mengklaim bahwa ia telah hidup sebelum Abraham, apakah itu merupakan alasan yang cukup kuat untuk menyatakan bahwa ia adalah Tuhan? Orang Kristen mungkin tidak mengira bahwa Nabi Yeremia juga telah mengalami kehidupan sebelum manusia (Yeremia 1:5). Seharusnya, mereka menafsirkan pernyataan di dalam Yeremia tersebut dengan cara yang sama ketika mereka menafsirkan Yohanes 8:58, yaitu secara harfiah. Namun, mengapa mereka tidak menerapkan pemahaman yang sama?

* Yohanes 8:58
LAI TB, Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada."
KJV, Jesus said unto them, Verily, verily, I say unto you, Before Abraham was, I am.
TR, ειπεν αυτοις ο ιησους αμην αμην λεγω υμιν πριν αβρααμ γενεσθαι εγω ειμι
Translit. interlinear, eipen {berkata} autois {kepada mereka} ho iêsous {Yesus} amên {sesungguhnya} amên {sesungguhnya} legô {Aku berkata} humin {kepadamu} prin {sebelum} abraam {Abraham} genesthai {ada/ menjadi/ eksis (lahir)} egô {Aku} eimi {Ada}.


Mempelajari isi ayat tersebut tidak boleh secara harfiah, tetapi ayat itu mengandung arti Theologis demikian :


Yesus Kristus membuat pernyataan yang tegas dalam jawabnya, merujuk kepada keberadaan mutlak. Kedua kata kerja γενεσθαι - genesthai dari kata γινομαι - ginomai . Kata kerja γενεσθαι - genesthai, "ada", "menjadi", "eksis" ditulis dalam second aorist, mirip dengan simple past tense.

sedangkan "Aku telah ada", "εγω ειμι - egô eimi" , seharusnya "Aku ada" ditulis dalam bentuk Present Tense. Menurut kaidah tata bahasa, perbedaan kedua kata kerja ini menunjukkan bahwa Yesus Kristus itu 'timeless being'. Kaya Yunani εγω - egô (Aku) dan ειμι - eimi, kata kerja to be yang juga bermakna ada, eksis, mengungkapkan perbedaan dan merujuk kepada kelebihagungan Kristus.

Kontras sekali antara γενεσθαι - genesthai dalam tense aorist (mirip dengan past tense Inggris) dengan eimi yang present tense. "εγω ειμι - egô eimi", "Aku ada" mencerminkan bahwa Yesus Kristus tidak terikat dengan waktu. Dan yang paling penting disini bahwa Yesus itu bukan "ciptaan".


sedangkan Yeremia 1:5 konteksnya berbeda dengan ayat diatas, sebab isinya demikian :

"Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa.


Jelas ayat ini menyatakan bahwa Yeremia itu manusia yang "diciptakan". Sebelum dikandung dan antara masa kandungan dengan kelahiran, kesadaran penuh dari Allah telah mengenal dan menguduskan, inilah yang menjadi dasar pengangkatan Yeremia sebagai nabi bagi bangsa-bangsa. Firman ini diberikan kepada Yeremia karena sikap Yeremia yang mengelak dari tugas. Pada ayat 6 Yeremia amsih protes "aku ini masih muda" dalam arti Yeremia merasa tidak punya kualifikasi. Namun Allah tetap pada ketetapanNya bahwa Ia mengutus Yeremia (ayat 7). Pada ayat 8 dengan jelas dinyatakan "Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman TUHAN."

Dengan demikian, jelas bahwa ayat dalam Yohanes 8:58 berbeda konteks dengan Yeremia 1:5


2. Bukti yang Mendua.

Di dalam Yohanes 14:10 Yesus berkata, "...Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku..." dan di dalam Yohanes 10:30 Yesus mengatakan, "Aku dan Bapa adalah satu." Bahasa Yunani menerjemahkan "satu" dengan "hen". Beberapa sarjana menegaskan bahwa satu2nya pemahaman yang mungkin dari kata tersebut adalah "satu dalam esensi atau wujud". Namun, kedua pernyataan itu tidak berdasar, satu contoh untuk membantahnya sudah cukup. Kata2 yang sama dipakai oleh Yesus di dalam Yohanes 17:11,21,22,23 menunjukkan bahwa Yesus dan murid2nya berada di dalam satu kesatuan. Dengan demikian, kedua pernyataan yang dinisbahkan penulisnya ke dalam mulut Yesus di atas belumlah cukup untuk menunjukkan ketuhanan Yesus.

* Yohanes 10:30
LAI TB, Aku dan Bapa adalah satu
KJV, I and my Father are one.
TR, εγω και ο πατηρ εν εσμεν
Interlinear, egô {Aku} ka i{dan} ho patêr {Bapa itu} hen {satu} esmen {kami adalah}


Bahasa Yunani Perjanjian Baru menggunakan tiga kata yang diterjemahkan dengan satu yaitu εις - HEIS (maskulin), μια - MIA (feminin), dan εν - HEN (netral).

Kata bilangan satu, dua, tiga, dan seterusnya menggunakan bentuk maskulin, HEIS, DUO, TREIS, TETTARES, PENTE, dan seterusnya.

Jika ada nomina yang feminin, maka akan digunakan MIA, DUO, TRIA, TETTARA, tetapi tidak digunakan untuk menghitung secara berurutan, melainkan menerangkan kuantitas nomina yang feminin. Baik bentuk maskulin maupun feminin dapat diadakan operasi penambahan dan pengurangan.

Kata εις - HEIS yang maskulin dan μια - MIA yang feminin ini dapat dibandingkan dengan kata Ibrani יחיד - YAKHID atau kata Arab WAHID.

Sebaliknya εν - HEN yang netral senantiasa berhubungan dengan hakekat, natura, tidak pernah merujuk kepada satu oknum atau satu pribadi. Kata ini dapat pula dibandingkan dengan kata Ibrani אחד - 'EKHAD atau kata Arab 'AHAD (Esa).

The Orthodox Jewish Brit Chadasha (Perjanjian Baru Yahudi Ortodoks) menerjemahkan Yohanes 10:30 dengan, "I and HaAv are ECHAD."


bandingkan dengan :


* Ulangan 6:4
LAI-TB, Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!
KJV, Hear, O Israel: The LORD our God is one LORD:
Hebrew,
שְׁמַע יִשְׂרָאֵל יְהוָה אֱלֹהֵינוּ יְהוָה ׀ אֶחָֽד ׃
Translit interlinear, SYEMA' {dengarlah} YISRA'EL {Israel} YEHOVAH {YHVH dibaca Adonai, TUHAN} 'ELOHEINÛ {Allah kita} YEHOVAH {YHVH dibaca Adonai, TUHAN} EKHAD {esa}

• King James Version, "Hear, O Israel: The LORD our God is one LORD:"
• New International Version, "Hear, O Israel: The LORD our God, the LORD is one."
• The Living Torah, "Shma Yisra'el Adonay Eloheynu Adonay Echad." – "Listen, Israel, God is our Lord, God is One."
• Tanach Stone Edition, "Hear, O Israel: HASHEM is our God, HASHEM is the One and Only."
• The Orthodox Jewish Bible, "Shema Yisroel Adonoi Eloheinu Adonoi Echad."


Yohanes 10:30 dari segi kaidah bahasa Yunani, menyatakan bahwa Yesus dan Bapa memiliki satu Dzat, satu Hakekat yaitu Allah. Konteks kata satu εν - HEN untuk ayat diatas menunjukkan pernyataan Yesus adalah Allah, yang "satu" sama hakekat dengan Bapa yang dipertegas dengan pernyataan "εν εσμεν - hen esmen". Kata Yunani εσμεν - esmen dalam Yohanes 10:30 adalah "to be" dalam modus indikatif, pernyataan fakta.

Ayat diatas lebih lanjut dipertegas dalam ayat-ayat :"Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa" (Yohanes 14:9), dan "Akulah jalan dan kebenaran, dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku." (Yohanes 14:6).

Muatan ayat tersebut tidak akan diterima/ masuk dalam logika/pengertian umat non-Kristen. Tetapi inilah perbedaan utama Kekristenan dengan kepercayaan lain.


Oleh karena Yesus Kristus adalah Allah, dosa-dosa kita telah dihapuskan dalam darah Allah; hanya oleh darah Allah yang sempurnalah dosa-dosa kita dapat terhapuskan untuk memenuhi keinginan Allah yang suci dan benar. Dasar dari keselamatan kita adalah karya Yesus Kristus. Maka utamanya iman Kristen adalah berpegang pada satu jalan keselamatan yaitu melalui Kristus seperti tertulis pada Yohanes 14:6



Murid-murid Yesus akan menjadi bagian dari Yesus; Yesus dan Bapa adalah satu.



Tidak ada yang perlu dipermasalahkan; bahwa ini adalah pernyataan yang ajaib dimana orang-orang percaya “dimuliakan” menjadi bagian dari diri Yesus. Gereja Tuhan adalah terdiri dari orang-orang percaya dan Yesus sebagai kepala gereja itu.

Hal ini harus dibaca secara lengkap dalam doa Yesus; anda tidak akan menemukan pertentangan dalam pernyataan Yesus tersebut :


* YOHANES 17: DOA YESUS
17:1. Demikianlah kata Yesus. Lalu Ia menengadah ke langit dan berkata: "Bapa, telah tiba saatnya; permuliakanlah Anak-Mu, supaya Anak-Mu mempermuliakan Engkau.
17:2 Sama seperti Engkau telah memberikan kepada-Nya kuasa atas segala yang hidup, demikian pula Ia akan memberikan hidup yang kekal kepada semua yang telah Engkau berikan kepada-Nya.
17:3 Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.
17:4 Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya.
17:5 Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada.

DOA YESUS UNTUK MURID-MURIDNYA
17:6. Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan mereka telah menuruti firman-Mu.
17:7 Sekarang mereka tahu, bahwa semua yang Engkau berikan kepada-Ku itu berasal dari pada-Mu.
17:8 Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.
17:9 Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu
17:10 dan segala milik-Ku adalah milik-Mu dan milik-Mu adalah milik-Ku, dan Aku telah dipermuliakan di dalam mereka.
17:11. Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita.
17:12 Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorangpun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci.
17:13 Tetapi sekarang, Aku datang kepada-Mu dan Aku mengatakan semuanya ini sementara Aku masih ada di dalam dunia, supaya penuhlah sukacita-Ku di dalam diri mereka.
17:14 Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia.
17:15 Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat.
17:16 Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia.
17:17. Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.
17:18 Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia;
17:19 dan Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya merekapun dikuduskan dalam kebenaran.

DOA YESUS UNTUK ORANG-ORANG PERCAYA
17:20. Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka;
17:21 supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.
17:22 Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu:
17:23 Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.
17:24. Ya Bapa, Aku mau supaya, di manapun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, agar mereka memandang kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan.
17:25 Ya Bapa yang adil, memang dunia tidak mengenal Engkau, tetapi Aku mengenal Engkau, dan mereka ini tahu, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku;
17:26 dan Aku telah memberitahukan nama-Mu kepada mereka dan Aku akan memberitahukannya, supaya kasih yang Engkau berikan kepada-Ku ada di dalam mereka dan Aku di dalam mereka."


Ayat yang dipersoalkan :

* Yohanes 17:11
Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita.
TR, και ουκ ετι ειμι εν τω κοσμω και ουτοι εν τω κοσμω εισιν και εγω προς σε ερχομαι πατερ αγιε τηρησον αυτους εν τω ονοματι σου ους δεδωκας μοι ινα ωσιν εν καθως ημεις
Interlinear, kai {adapun} ouk {tidak} eti {lama} eimi {Akiu ada} hen {di dalam} tô kosmô {dunia} kai {tetapi} outoi {mereka} hen {didalam} tô kosmô {dunia} eisin {masih ada} kai {dan} egô {Aku} pros {kepada} se {Engkau} erchomai {pergi} pater {ya Bapa} agie {Yang Kudus} têrêson {peliharakanlah} autous {mereka} hen {dengan} tô onomati {Nama} sou {Mu} ous {yang} dedôkas {Engkau telah memberikan} moi {kepada-Ku} hina {supaya} ôsin {mereka} hen {satu} kathôs {sama} hêmeis {seperti kita}


Dalam Yohanes 17:11, menjadi satu ditulis hina ôsin hen kathôs hêmeis. Kata ôsin adalah "to be" dalam modus subjunktif, modus probabilitas, kemungkinan, dapat saja terjadi seperti yang diharapkan, dapat pula tidak, sedangkan esmen dalam Yohanes 10:30 adalah "to be" dalam modus indikatif, pernyataan fakta. Hanya ada dua ayat yang menulis tentang "hen esmen" yaitu Yohanes 10:30 dan Yohanes 17:22 di bawah ini:


* Yohanes 17:22
Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu:
TR, και εγω την δοξαν ην δεδωκας μοι δεδωκα αυτοις ινα ωσιν εν καθως ημεις εν εσμεν
Interlinear, kai {dan} egô {Aku} tên doxan {kemuliaan} hên {yang} dedôkas {Engkau telah memberikan} moi {kepadaKu} dedôka {telah memberikan} autois {kepada mereka} hina {supaya} ôsin {mereka menjadi} hen {satu} kathôs {sama seperti} hêmeis {kita} hen {satu} esmen {kita adalah}


Perhatikan perbedaan antara "hina ôsin hen", harfiah : "supaya – mereka (barangkali) adalah, menjadi –satu", dengan "hêmeis hen esmen : "kita - satu - kita adalah (fakta). "


to be indikatif (fakta)

ειμι – eimi : aku adalah
ει – ei : engkau adalah
εστιν – estin : ia adalah
εσμεν – esmen : kami/kita adalah
εστε – este : kalian adalah
εισιν – eisin : mereka adalah


to be subjunktif (probabilitas, kemungkinan :

ω – ô : aku (barangkali) menjadi
ης – ês : engkau (barangkali) menjadi
η – ê : ia (barangkali) menjadi
ωμεν – ômen : kami/kita (barangkali) menjadi
ητε – ête : kalian (barangkali) menjadi
ωσιν – ôsin : mereka (barangkali) menjadi


Kemudian, silahkan cek ayat-ayat dibawah ini :

* Yohanes 17:21,23
17:21 supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.
TR, ινα παντες εν ωσιν καθως συ πατερ εν εμοι καγω εν σοι ινα και αυτοι εν ημιν εν ωσιν ινα ο κοσμος πιστευση οτι συ με απεστειλας
Interlinear, hina {supaya} pantes {semua} hen {satu} ôsin {menjadi} kathôs {sama seperti} su {Engkau} pater {ya Bapa} hen {didalam} emoi {Aku} kagô {dan Aku} hen {didalam} soi {Engkau} hina {supaya} kai {juga} autoi {mereka} hen {didalam} êmin {kita} hen {satu} ôsin {berada} hina {supaya} ho kosmos {dunia} pisteusê {percaya} hoti {bahwa} su {Engkau} me {Aku} apesteilas {telah mengutus}

17:23 Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.
TR, εγω εν αυτοις και συ εν εμοι ινα ωσιν τετελειωμενοι εις εν και ινα γινωσκη ο κοσμος οτι συ με απεστειλας και ηγαπησας αυτους καθως εμε ηγαπησας
Interlinear, egô {Aku} hen {didalam} autois {mereka} kai {dan} su {Engkau} hen {didalam} emoi {Aku} hina {supaya} ôsin teteleiômenoi {mereka (boleh) dengan sempurna} eis {menjadi} hen {satu} kai {dan} hina {supaya} ginôskê {tahu} ho kosmos {dunia} hoti {bahwa} su {Engkau} me {Aku} apesteilas {telah mengutus} kai {dan} êgapêsas {Engkau telah mengasihi} autous {mereka} kathôs {sama seperti} eme {Aku} êgapêsas {Engkau telah mengasihi}



YESUS MENYATU DENGAN MURID-MURIDNYA :


Murid-murid Yesus akan menjadi bagian dari Yesus; Yesus dan Bapa adalah satu.

Pernyataan Yesus yang mengatajan ia menyatu dengan murid-muridnya adalah pernyataan yang ajaib dimana orang-orang percaya "dimuliakan" menjadi bagian dari Yesus. Dan ini jelas tidak bermakna bahwa murid-murid Yesus akan "sama hakikat denganNya", namun makna pernyataan Yesus dalam doaNya itu adalah murid-muridNya menjadi bagian dari diriNya.

Perhatikan ayat dibawah ini yang menyatakan jemaat/Gereja Tuhan adalah terdiri dari orang-orang percaya dan Yesus sebagai kepala jemaat/gereja itu.


* Efesus 1:22-23
1:22 Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada.
TR, και παντα υπεταξεν υπο τους ποδας αυτου και αυτον εδωκεν κεφαλην υπερ παντα τη εκκλησια
Interlinear, kai {lalu} panta {segala (sesuatu)} upetaxen {ia menundukkan} hupo {dibawah} tous podas {kaki-kaki} autou {Nya} kai {dan} auton {Dia} edôken {Ia mengangkat} kephalên {(menjadi) Kepala} huper {atas} panta {segala (sesuatu)} tê ekklêsia {bagi jemaat}

1:23 Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.
TR, ητις εστιν το σωμα αυτου το πληρωμα του παντα εν πασιν πληρουμενου
Interlinear, êtis {yaitu} estin to sôma {tubuh} autou {NYA} to plêrôma {pelengkap/ Dia yang dipenuhi} tou {(dari Dia/ oleh Dia)} panta {segala} en {didalam} pasin {segala} plêroumenou { (yang) sipenuhi/ (yang) memenuhi}


Inilah yang dimaksud dengan kesatuan antara Kristus dengan murid-muridNya yang menjadi jemaat Tuhan. Dimana diibaratkan bahwa Yesus Kristus menjadi kepala dari jemaat dan jemaat adalah Tubuhnya


Maka Pengertian Tentang Yohanes 17, perikop ini harus dibaca secara lengkap mulai ayat 6 sampai dengan 26; Anda tidak akan menemukan pertentangan dalam pernyataan Yesus bahwa "Yesus dan Bapa adalah satu" (satu hakikat)

Kalimat lain yang sering dikemukakan oleh kalangan Kristen adalah apa yang dikatakan sebagai pernyataan Yesus di dalam Yohanes 3:16, "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal..." Orang Kristen mengatakan bahwa kata "tunggal" dalam ayat itu secara khusus mengacu kepada Yesus, bukan "anak-anak Allah" yang lain.

Kita kaji ayat sebelumnya dalam Injil Yohanes demikian :


*Yohanes 1:18
LAI TB, Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.
KJV, No man hath seen God at any time, the only begotten Son, which is in the bosom of the Father, he hath declared him.
TR, θεον ουδεις εωρακεν πωποτε ο μονογενης υιος ο ων εις τον κολπον του πατρος εκεινος εξηγησατο
Interlinear, theon {Allah} oudeis {tidak satupun} eôraken {melihat} pôpote {pernah} ho monogenês {Yang Tunggal} theos {Allah} huios {Anak} ho {yang} hôn {ada} eis {di} ton kolpon {pangkuan/pelukan} tou patros {Bapa} ekeinos {Dia itu} exêgêsato {menyatakanNya}


* Yohanes 1:14
LAI TB, Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.
KJV, And the Word was made flesh, and dwelt among us, and we beheld his glory, the glory as of the only begotten of the Father, full of grace and truth.
TR, και ο λογος σαρξ εγενετο και εσκηνωσεν εν ημιν και εθεασαμεθα την δοξαν αυτου δοξαν ως μονογενους παρα πατρος πληρης χαριτος και αληθειας
Interlinear, kai {adapun} ho {itu} logos {Firman} sarx {manusia (yang berdaging)} egeneto {menjadi,} kai {dan} eskênôsen {berdiam} en {diantara} hêmin {kita,} kai {(bahkan)} etheasametha tên {kita melihat} doxan {kemuliaan} autou {-Nya} hôs {sebagai} monogenous {Yang Unik/ Yang Tunggal/(of an only begotten)} para {dari} patros {Bapa} plêrês {penuh} kharitos {anugerah} kai {dan} alêtheias {kebenaran}


* Yohanes 3:16
LAI TB, Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
King James Version (KJV), For God so loved the world, that he gave his only begotten Son, that whosoever believeth in him should not perish, but have everlasting life.
TR, ουτως γαρ ηγαπησεν ο θεος τον κοσμον ωστε τον υιον αυτου τον μονογενη εδωκεν ινα πας ο πιστευων εις αυτον μη αποληται αλλ εχη ζωην αιωνιον
Translit Interlinear, outôs {demikian} gar {karena} êgapêsen {mengasihi} ho theos {Allah} ton kosmon {manusia di dunia} hôste {sehingga} ton huion{anak} autou ton monogenê {yang tunggal/ yang unik} edôken {Ia telah memberikan} hina {supaya} pas {setiap (orang yang)} ho pisteuôn {percaya} eis {kepada} auton {Dia} mê {tidak} apolêtai {menjadi binasa} all {melainkan} ekhê {beroleh} zôên {hidup} aiônion {kekal}



Anak Tunggal diatas adalah sebutan, bagi Yesus yang adalah Allah itu ketika datang ke bumi sebagai manusia. Kristus adalah Firman yang menjadi manusia, dan bahwa di dalam Kristus telah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan, artinya, bahwa seluruh hakekat Allah dinyatakan di dalam diri Yesus.


* Kolose 2:9
LAI TB, Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan
KJV, For in him dwelleth all the fulness of the Godhead bodily.
TR, οτι εν αυτω κατοικει παν το πληρωμα της θεοτητος σωματικως
Translit, hoti {sebab} en {didalam} autô {Dia} katoikei {berdiam} pan {seluruh} to plêrôma {kelimpahan} tês theotêtos {ke-Allah-an} sômatikôs {secara jasmaniah/ dengan nyata}


Di dalam diri Yesus itulah Allah menyatakan atau memperkenalkan diri-Nya secara sempurna. Oleh karena itu maka Yesus juga disebut "cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah", sehingga barangsiapa telah melihat Yesus, ia telah melihat Bapa


* Ibrani 1:3
LAI TB, Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi
KJV, Who being the brightness of his glory, and the express image of his person, and upholding all things by the word of his power, when he had by himself purged our sins, sat down on the right hand of the Majesty on high:
TR, ος ων απαυγασμα της δοξης και χαρακτηρ της υποστασεως αυτου φερων τε τα παντα τω ρηματι της δυναμεως αυτου δι εαυτου καθαρισμον ποιησαμενος των αμαρτιων ημων εκαθισεν εν δεξια της μεγαλωσυνης εν υψη λοις
Translit. Interlinear, hos {yang} hôn {adalah} apaugasma {cahaya/pantulan} tês doxês {dari kemuliaan} kai {dan} charaktêr {gambar yang persis} tês hupostaseôs {dari hakikat} autou {Nya} pherôn {menopang} te {dan} ta panta {segala} tô rêmati {dengan sabda} tês dunameôs {Yyang penuh kuasa} autou {Nya} di {oleh} eautou {(dirinya sendiri)} katharismon {penghapusan} poiêsamenos {setelah mengadakan} tôn hamartiôn {dosa-dosa} êmôn {kita} ekathisen {duduk} en {di} dexia {kanan} tês megalôsunês {Yang Mahabesar} en hupsêlois {di (Surga) Yang Tinggi}


Dalam kriteria inilah Yesus mendapat sebutan Anak Tunggal

Ini juga menunjukkan sikap mereka yang tidak konsisten, sebab dalam Keluaran 4:22 dikatakan bahwa Israel adalah anak sulung Allah, dan dalam Yeremia 31:9 dikatakan bahwa Efraim adalah anak sulung Allah. Jadi, bagaimana mungkin Yesus disebut sebagai anak tunggal Allah? Lebih jauh, kata "tunggal" juga terdapat dalam Ibrani 11:17 yang mengacu kepada Ishak. Sementara itu, Alkitab sendiri menjelaskan bahwa kakak Ishak, Ismael, hidup lebih lama daripada ayahnya (Kejadian 25:9). Dengan demikian, Ishak tidak pernah secara tegas mengatakan dirinya sebagai anak tunggal Abraham. Sadar akan kejanggalan ini, sarjana Kristen tidak menafsirkan kata tersebut secara harfiah. Namun, mengapa hal itu tidak mereka terapkan juga pada Yohanes 3:16? Sekali lagi, sikap mendua ini membuktikan bahwa Yohanes 3:16 adalah bukti yang tidak meyakinkan.

Siapakah anak sulung Allah? Israel ataukah Efraim?


Kita baca dulu pada Kejadian 48:14; Bahwa Efraim adalah anak (keturunan langsung) dari Yakub (Israel) yang menerima hak kesulungan. Kejadian ini mengulang kisah Yakub (Israel) dengan Esau. Dikisahkan Bahwa Israel menerima Hak Kesulungan dan kemudian pada saat Israel uzur Hak Kesulungannya dilimpahkan kepada Efraim salah satu anak lelakinya.

Sebutan "anak-anak Allah" selanjutnya kita kaji ayat berikut :


* Matius 5:9
Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah


perhatikan tulisan anak dalam huruf kecil) dan dalam pengertian jamak. Sedangkan gelar Anak Allah pada Yesus Kristus adalah dalam bentuk tunggal. Kedua-duanya memiliki pengertian hubungan yang akrab dengan Allah, namun berbeda dengan gelar Anak Allah dalam bentuk tunggal karena Yesus Kristus adalah Anak Allah dengan pengertian memiliki hakekat sebagai Allah.

Perhatikan kata "monogenês/monogenous" seperti yang tertulis dalam Yohanes 3:16, Yohanes 1: 14,18 tidak pernah diberikan kepada orang lain --> Anak Tunggal Allah adalah Yesus Kristus.

Diakui atau tidak, istilah "Bapa" yang dipakai Yesus ketika ia berbicara dengan Tuhan juga menimbulkan kontroversi. Tetapi, pada kesempatan ini, kami sekedar ingin menunjukkan bahwa penggunaan istilah tersebut oleh Yesus bukanlah bukti yang meyakinkan bahwa Tuhan adalah Bapa dari Yesus. Semua orang Kristen memakai kata "Bapa" ketika menyebut Tuhan. Bahkan, orang Yahudi pun memakai istilah itu (Yohanes 8:41).
Sementara itu, sarjana tertentu menggunakan ayat Markus 14:36 (yang di dalamnya Yesus menggunakan kata "Abba" untuk Bapa) sebagai landasan argumentasi. Menurut mereka, penggunaan kata "Abba" menunjukkan adanya hubungan yang sangat unik antara Yesus dan Tuhan, yaitu antara Tuhan Anak dan Tuhan Bapa. Namun, argumentasi ini sangat lemah karena bagian2 kitab suci seperti Roma 8:15 dan Galatia 4:6 menyebutkan bahwa setiap orang Kristen dianjurkan memakai istilah "Abba" jika menyebut Tuhan.

*Matius 5:9
Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah


Ucapan "bahagia" dalam Khotbah diatas bukit ini menjadi suatu indikasi bahwa Yesus mengajarkan bahwa umat percaya adalah anak-anak Allah. sehingga mereka dimungkinkan untuk menyebut Allah Bapa kita.

Kita kaji lagi dalam doa Bapa kami :


*Matius 6:9-13
6:9 Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,
6:10 datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
6:11 Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya
6:12 dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;
6:13 dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.


Yesus mengajar murid-muridNya untuk menyebut Allah sebagi Bapa.
Dalam pengajaranNya, Yesus selalu mengucapkan bahwa Allah itu adalah BapaNya; hal ini dimaksudkan bahwa, orang-orang percaya bukan sekedar umat, tetapi mereka adalah anak-anak Allah. Predikat anak-anak Allah ini sangat istimewa, sebab "anak" dengan "Bapa" mempunyai hubungan yang istimewa.Bukan itu saja, anak mempunyai hak atas waris Bapanya, dan memang demikianlah yang dianugerahkan kepada umat percaya :


* Galatia 4:6
Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: "ya Abba, ya Bapa!


*Roma 8:14-15
8:14 Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.
8:15 Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!


Dikatakan bahawa ungkapan menjadikan kamu anak Allah sebenarnya tidak membawa arti menjadikan sebagai anak angkat, tetapi sebaliknya, menjadi anak sebenarnya –

Menyebut Allah kita dengan panggilan "Bapa" mengisyaratkan kedekatan Allah dengan umatNya. ayat 15 diatas menjelaskan Roh Kuduslah yang memperbolehkan kita berseru kepada Allah, "Bapa, ya Bapaku". Dia juga memberi keyakinan kepada kita apabila kita memanggil Allah "Bapa". Perkataan "Abba" ialah nama yang dipakai seorang anak kecil untuk memanggil bapanya. Jadi Roh Kudus membawa kita menghampiri Allah dengan rasa tidak takut, sama seperti seorang anak kecil tidak takut untuk menghampiri bapanya.

Lebih jauh lihat pula Roma 8:17 yang berbunyi,
Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia

3. Bukti yang Lemah.

Di dalam sebuah kisah dalam Perjanjian Baru (Yohanes 20:28 ), disebutkan bahwa Tomas mengatakan, "My Lord and my God" (Tuanku dan Tuhanku). Orang Kristen bersikukuh bahwa Tomas menyebut Yesus dengan kedua sebutan itu.

Ada yang harus diingat disini bahwa Alkitab Bahasa Inggis bukanlah bahasa Asli Alkitab. Dan Alkitab bahasa Indonesia tidak diterjemahkan berdasarkan Alkitab Bahasa Inggris. Baik Alkitab Bahasa Inggris maupun Alkitab Bahasa Indonesia keduanya adalah terjemahan.


* Yohanes 20:28
LAI TB, Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!"
KJV, And Thomas answered and said unto him, My LORD and my God.
The Orthodox Jewish Brit Chadasha (ORTHJBC), In reply, T'oma said to Rebbe, Melech HaMoshiach, 'Adoni and Elohai!'
TR, και απεκριθη ο θωμας και ειπεν αυτω ο κυριος μου και ο θεος μου
Translit, kai apekrithê ho thômas kai eipen autô ho kurios mou kai ho theos mou


“Tuhanku (ho Kurios) dan Allahku (ho Theos)”
Kurios tidak punya padanan yang cocok dalam bahasa Indonesia. Dalam bahasa Inggris ada, yaitu Lord. Dalam bahasa Jawa ada: Gusti


Istilah "Kurios" tidak menunjuk pada atribut apakah dia manusia atau Allah. Itu menunjuk kepada kuasa, kedaulatan. Jadi bisa dipakai untuk manusia bisa juga buat Allah.

Penerjemah Alkitab memilih menggunakan kata "Tuhan" bukan "Tuan" untuk Yesus, penggunaannya di seluruh PB justru konsisten. Pemilihan ini adalah untuk menekankan segi ilahi Yesus. Tapi bukan atas dasar itu maka orang kristen menganggap Yesus itu ilahi.

Lebih lanjut, beberapa sebutan lain yang disertakan pada penyebutan Kurios dalam Artian Tuhan, sbb :

KURIOS SABAÔTH : Tuhan semesta alam (Septuaginta : 1 Samuel 15:2)
KURIOS PANTOKRATÔR : Tuhan Yang Mahakuasa (2 Korintus 6:18, Wahyu 11:17, Septuaginta 2 Samuel 7:8, Nahum 2:13)
KURIOS TÔN KURIEUONTÔN : Tuhan/Tuan dari segala tuan (1 Timotius 6:15)
OURANOU KAI GÊS KURIOS : Tuhan atas langit dan bumi (Kisah Para Rasul 17:24, Matius 11:25, Lukas 10:21)

Orang Islam tidak keberatan terhadap istilah "lord" karena kata tersebut (sebagaimana dijelaskan di dalam Alkitab) mempunyai arti "tuan", kecuali bagian2 tertentu dalam Perjanjian Lama, kata "lord" bisa disetarakan dengan "God". Misalnya, dalam Mazmur 110:1 terdapat dua kata "lord", yang pertama berarti "Tuhan", sedang yang kedua berarti "tuan". Sara juga memanggil suaminya dengan sebutan "Lord" (1 Petrus 3:6). Pendapat Tomas yang menyatakan bahwa Yesus adalah "Tuhan" adalah masalah lain. Yesus menunjukkan bahwa kitab2 Perjanjian Lama sendiri menyebut orang2 sebagai "Allah" atau "God" (Yohanes 10:34, Mazmur 82:6), bahkan Musa diangkat Tuhan sebagai "Allah" atau "God" (Keluaran 7:1).

Kata Lord/ Kurios bisa dipergunakan untuk manusia dan Tuhan

Sebenarnya tidak ada yang bertentangan antara Alkitab LAI dengan Alkitab terjemahan bhs Inggris, silahkan buka buku kamus anda atau buka di : http://www.kamus.web.id (kamus netral)
atau http://kamus.ugm.ac.id/english.php (kamus netral)

masukkan kata "Lord" maka dengan segera diterjemahkan menjadi : penguasa tertinggi, Tuhan, bangsawan, pejabat tinggi

http://www.yourdictionary.com/ (kamus netral) masukkan kata "Lord"

Dalam English Dictionary-Thesaurus Kata “Lord” berarti :

a. God.
b. Christianity Jesus.
c. A man of renowned power or authority.
d. A man who has mastery in a given field or activity.
e. Archaic The male head of a household.
f. Archaic A husband.

Lebih jauh lagi "Lord" memang dipakai untuk menunjukkan :
A man of high rank in a feudal society or in one that retains feudal forms and institutions, especially:
a. A king.
b. A territorial magnate.
c. The proprietor of a manor.

Lords The House of Lords.
Abbr. Ld. Chiefly British The general masculine title of nobility and other rank: a. Used as a form of address for a marquis, an earl, or a viscount. b. Used as the usual style for a baron. c. Used as a courtesy title for a younger son of a duke or marquis. d. Used as a title for certain high officials and dignitaries: Lord Chamberlain; the Lord Mayor of London. e. Used as a title for a bishop.

Sudah menjadi hal yang lazim bahwa orang yang berbahasa Inggris menyebut Tuhan Yesus sebagai "Lord Jesus"

Demikian pula origin dari kata "Tuhan" adalah berasal dari "tuan"
Kita memper-tuan-kan; meng-agung-kan satu oknum tertinggi, Tuan dari segala tuan, maka kita menyebut "Tuhan".

* Mazmur 110:1
LAI TB, Mazmur Daud. Demikianlah firman TUHAN kepada tuanku: "Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuhmu menjadi tumpuan kakimu."
KJV, The LORD said unto my Lord, Sit thou at my right hand, until I make thine enemies thy footstool.
Hebrew,
לְדָוִד מִזְמֹור נְאֻם יְהוָה לַאדֹנִי שֵׁב לִימִינִי עַד־אָשִׁית אֹיְבֶיךָ הֲדֹם לְרַגְלֶיךָ׃
Translit, LEDAVID MIZMOR NE'UM YEHOVAH (baca 'Adonay) LE'ADONI SYEV LIMINI 'AD-ASYIT OIVEIKHA HADOM LERAGLEIKHA


"Duduk di sebelah kanan" adalah suatu ungkapan alegoris. Kata "kanan" sering digunakan oleh orang-orang Yahudi sebagai simbol kekuasaan. Ungkapan "disebelah kanan" (kenapa tidak disebelah kiri, belakang atau depan) adalah : "Diam dalam Kerajaan Sorga" (bahasa Tradisi Yahudi, mengkiaskan sisi kanan adalah kebaikan atau kemuliaan ). Maka "Duduk di sebelah kanan Allah" dalam ayat-ayat diatas adalah lambang dari kekuasaan Yesus sebagai pemegang otoritas keallahan sejati.


LATAR BELAKANG PENGHAYATAN YAHUDI :


Kata "kanan" dalam penghayatan Yahudi dipakai dalam mengungkapkan kebaikan atau kemuliaan, kita kaji ayat-ayat dibawah ini :


* Keluaran 15:6
LAI TB, Tangan kanan-Mu, TUHAN, mulia karena kekuasaan-Mu, tangan kanan-Mu, TUHAN, menghancurkan musuh.
KJV, Thy right hand, O LORD, is become glorious in power: thy right hand, O LORD, hath dashed in pieces the enemy.
Hebrew,
יְמִינְךָ יְהוָה נֶאְדָּרִי בַּכֹּחַ יְמִינְךָ יְהוָה תִּרְעַץ אֹויֵב׃
Translit, YEMINKHA YEHOVAH (baca 'Adonay) NEDARI BAKO'AKH YEMINKHA YEHOVAH (baca 'Adonay)


* Keluaran 15:12
LAI TB, Engkau mengulurkan tangan kanan-Mu; bumipun menelan mereka.
KJV, Thou stretchedst out thy right hand, the earth swallowed them.
Hebrew,
טִיתָ יְמִינְךָ תִּבְלָעֵמֹו אָרֶץ׃
Translit, NATITA YEMINKHA TIVLA'EMO 'ARETS


* Ulangan 33:2
LAI TB, Berkatalah ia: "TUHAN datang dari Sinai dan terbit kepada mereka dari Seir; Ia tampak bersinar dari pegunungan Paran dan datang dari tengah-tengah puluhan ribu orang yang kudus; di sebelah kanan-Nya tampak kepada mereka api yang menyala."
KJV, And he said, The LORD came from Sinai, and rose up from Seir unto them; he shined forth from mount Paran, and he came with ten thousands of saints: from his right hand went a fiery law for them.
Hebrew,
וַיֹּאמַר יְהוָה מִסִּינַי בָּא וְזָרַח מִשֵּׂעִיר לָמֹו הֹופִיעַ מֵהַר פָּארָן וְאָתָה מֵרִבְבֹת קֹדֶשׁ מִימִינֹו אֵשְׁדָּת לָמֹו׃
Translit, VAYOMAR YEHOVAH (baca 'Adonay) MISINAY BA VEZARAKH MISE'IR LAMO' HOFI'A MEHAR PARAN VEATAH MERIVEVOT KODESY MIMINO' 'ESYDAT LAMO'


Kita dapat melacak latar belakang teologinya dari penghayatan Yudaisme tentang Allah dan Messias-Nya yang akan datang. Dalam pengharapan mesianik Yahudi, salah satu gelar Mesias (Ibrani 'MASYIAKH'; Yunani 'KHRISTOS') akan datang adalah 'ADONAY' (Ibrani) atau 'KURIOS' (Yunani), "Tu(h)an".

Sebagaimana disebutkan dalam Mazmur 110:1 yang berbunyi: "NE'UM YHVH LE'ADONI SYEV LIMINI"
Yakni : "Firman YHVH (TUHAN) kepada ADONI (Tuanku), "Duduk-lah di sebelah kanan-Ku."

Menghubungkan Mazmur 110 dengan Mesias tidak hanya tradisi Kristen, tetapi sudah diawali lebih dulu oleh tulisan-tulisan para rabbi (ulama Yahudi) sebelum zaman Yesus ataupun zaman sesudahnya. Misalnya, seperti ungkapan Rabbi Yodan yang mengajar atas nama rabbi Ahan bar Haninan, bahwa YHVH sendiri yang memanggil Mesias sebagai ADONAY dan akan menempatkan Mesias di sebelah kanan-Nya.

Tafsiran ini selain dijumpai Yalkut Shimoni (Tehilim 110), tercatat juga dalam Nedarim 32b dan Sanhedrin 108b.
Pemahaman Yahudi inilah yang melatarbelakangi khotbah Petrus dalam Kisah Para Rasul 2:36 bahwa Allah sendirilah yang telah menjadikan Yesus sebagai Tuhan dan Kristus. "Tuhan" di sini bukan dalam makna ilah selain Allah, melainkan sebagai rabbi (Penguasa) sesuai dengan pengharapan Yahudi.

Bagaimanakah makna lebih lanjut gelar ADONAY bagi Mesias tersebut?

Tradisi Yahudi tidak berani mengeja Nama Diri (ismu dzat, "proper name") Allah dalam bahasa Ibrani: YHVH (transiterasi: YEHOVAH). Sebagai gantinya, mereka tetap membiarkan empat huruf suci itu dalam Taurat dengan membacanya HA-SHEM (Sang Nama) atau membacanya dengan ADONAY (Yunani: KURIOS ; Aram: MARA; Arab: RABB atau Inggris: LORD).

Pada akhirnya Allah sendiri memberikan gelar itu kepada Yesus sebagai Mesias, Firman-Nya sendiri yang nuzul ke dunia. Karena itu Yesus telah bersabda:
"Segala kuasa di surga maupun di bumi telah dilimpahkan kepada-Ku" (Matius 28:20).


Makna pelimpahan kekuasaan dalam Matius 28:20 ini, sekalipun tidak persis sama, sejajar dengan ungkapan Alquran: (Q.s. ali Imran 3:45, "Al Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat ").
http://quran.al-islam.com/Targama/DispT ... a=45&t=ind


Penerapan gelar ADONAI bagi Sang Mesias berarti melalui Mesias-Nya Allah menyatakan keTuhanan-Nya. Dalam makna itulah, Yesus bi-idzinillah (dengan izin Allah) bergelar "Tuhan (RABBI/ADONAY) dan Mesias (AL-MASIH/ MASYIAKH)" (lihat, Kisah Para Rasul 2:11).

Gelar yang menurut harapan mesianik Yahudi akan diterapkan bagi Raja Mesias ini juga berhubungan erat dengan ungkapan "duduk di sebelah kanan Allah".

Mengapa? Ungkapan simbolik ini muncul dalam kaitan dengan pola bangunan Bait Suci (Ibrani: Beyt hammiqdash di mana istana raja-raja keturunan Raja Daud berada di sebelah selatan ruang Mahakudus (devir) Bait Allah yang menghadap ke timur. Ini berarti istana Daud berada "di sebelah kanan" ruang mahakudus yang melambangkan kehadiran Allah.

Jadi, firman "SYEV LIMINIY" (duduklah di sebelah kanan-Ku), dalam Mazmur 110:1 bermakna bahwa kekuasaan yang diberikan kepada Raja Mesias itu kekal selama-lamanya. Maksudnya, Allah menghendaki takhta raja Mesias itu kekal selamanya.

Kata disini 'kanan' tidak bermakna harfiah, Jadi jangan terjebak kata-kata. Istilah (dalam bahasa kiasan) dalam masyarakat pun kita ada istilah "Tangan Kanan" yang artinya: "Kepercayaan" --> 'dia itu tangan-kanan owner perusahaan ini', artinya dia itu adalah orang kepercayaan.
Dalam bahasa Inggris ada pula istilah "Invisible Hand" yang artinya: bantuan atau pertolongan secara kasat mata atau mujizat.



Ayat-ayat lain dalam Perjanjian Baru, yang menyatakan Yesus "disebelah kanan", sebagai berikut :


* Kolose 3:1
LAI TB, Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.
KJV, If ye then be risen with Christ, seek those things which are above, where Christ sitteth on the right hand of God.
TR, ει ουν συνηγερθητε τω χριστω τα ανω ζητειτε ου ο χριστος εστιν εν δεξια του θεου καθημενος
Translit. Interlinear, ei {jika} oun {karena itu} sunêgerthête {kamu dibangkitlan bersama} tô khristô {dengan Kristus} ta {hal-hal} anô {yang diatas} zêteite {carilah} hou {dimana} ho khristos {Kristus} estin en {di} dexia {kanan} tou theou {Allah} kathêmenos {duduk}


* Ibrani 1:3
LAI TB, Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi,
KJV, Who being the brightness of his glory, and the express image of his person, and upholding all things by the word of his power, when he had by himself purged our sins, sat down on the right hand of the Majesty on high:
TR, ος ων απαυγασμα της δοξης και χαρακτηρ της υποστασεως αυτου φερων τε τα παντα τω ρηματι της δυναμεως αυτου δι εαυτου καθαρισμον ποιησαμενος των αμαρτιων ημων εκαθισεν εν δεξια της μεγαλωσυνης εν υψηλοις
Translit. Interlinear, hos {yang} ôn {adalah} apaugasma {cahaya/ pantulan} tês doxês {dari kemuliaan} kai {dan} kharaktêr {gambar yang persis} tês hupostaseôs {dari hakikat} autou {-Nya} pherôn {menopang} te {dan} ta panta {segala} tô rêmati {dengan sabda} tês dunameôs {yang penuh kuasa} autou {-Nya} di {oleh} eautou {(diriNya sendiri)} katharismon {penghapusan} poiêsamenos {setelah mengadakan} tôn hamartiôn {dosa-dosa} hêmôn {kita} ekathisen {duduk} en {di} dexia {kanan} tês megalôsunês {Yang Mahabesar} en hupsêlois {di(surga) yang tinggu}


* Ibrani 8:1
LAI TB, Inti segala yang kita bicarakan itu ialah: kita mempunyai Imam Besar yang demikian, yang duduk di sebelah kanan takhta Yang Mahabesar di sorga,
KJV, Now of the things which we have spoken this is the sum: We have such an high priest, who is set on the right hand of the throne of the Majesty in the heavens;
TR, κεφαλαιον δε επι τοις λεγομενοις τοιουτον εχομεν αρχιερεα ος εκαθισεν εν δεξια του θρονου της μεγαλωσυνης εν τοις ουρανοις
Translit. Interlinear, kephalaion {inti} de {apapun} epi {berdasarkan} tois {hal-hal yang} legomenois {dikatakan} toiouton {demikian} ekhomen {kita mempunyai} arkhierea {Imam Besar} hos {yang} ekathisen {duduk} en {di} dexia {sebelah kanan} tou thronou {takhta} tês megalôsunês {Yang Mahabesar} en tois ouranois {di surga}


* Ibrani 10:12
LAI TB, Tetapi Ia, setelah mempersembahkan hanya satu korban saja karena dosa, Ia duduk untuk selama-lamanya di sebelah kanan Allah,
KJV, But this man, after he had offered one sacrifice for sins for ever, sat down on the right hand of God;
TR, αυτος δε μιαν υπερ αμαρτιων προσενεγκας θυσιαν εις το διηνεκες εκαθισεν εν δεξια του θεου
Translit. Interlinear, autos {(Imam) ini} de mian huper {di lain pihak hanya satu} hamartiôn {menghapus dosa-dosa} prosenegkas {telah mempersembahkan} thusian {kurban} eis to diênekes {untuk selama-lamanya} ekathisen {duduk} en dexia {di sebelah kanan} tou theou {Allah}


* Ibrani 12:2
LAI TB, Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.
KJV, Looking unto Jesus the author and finisher of our faith; who for the joy that was set before him endured the cross, despising the shame, and is set down at the right hand of the throne of God.
TR, αφορωντες εις τον της πιστεως αρχηγον και τελειωτην ιησουν ος αντι της προκειμενης αυτω χαρας υπεμεινεν σταυρον αισχυνης καταφρονησας εν δεξια τε του θρονου του θεου εκαθισεν
Translit. Interlinear, aphorôntes {pandanglah} eis {kepada} ton tês pisteôs {dengan iman} arkhêgon {imam} kai {dan} teleiôtên {penyempurna} iêsoun {Yesus} hos {yang} anti {ganti/ untuk} tês {yang} prokeimenês {ada di depan/ ditentukan} autô {Dia/ bagi Dia} kharas {kebahagiaan} hupemeinen {tekun menanggung} stauron {salib} aiskhunês {pengalaman dipermalukan} kataphronêsas {(dengan) mengabaikan} en {di} dexia {sebelah kanan} te {dan} tou thronou {takhta} tou theou {Allah} ekathisen {telah duduk}


* I Petrus 3:22
LAI TB, yang duduk di sebelah kanan Allah, setelah Ia naik ke sorga sesudah segala malaikat, kuasa dan kekuatan ditaklukkan kepada-Nya.
KJV, Who is gone into heaven, and is on the right hand of God; angels and authorities and powers being made subject unto him.
TR, ος εστιν εν δεξια του θεου πορευθεις εις ουρανον υποταγεντων αυτω αγγελων και εξουσιων και δυναμεων
Translit. Interlinear, hos {yang} estin {berada} en {di} dexia {sebelah kanan} tou theou {Allah} poreutheis {telah pergi} eis ouranon {ke surga} hupotagentôn {tunduk} autô {kepadanya} aggelôn {malaikat-malaikat} kai {dan} exousiôn {penguasa-penguasa} kai {dan} dunameôn {kuasa-kuasa}

Karena Allah adalah ROH dalam Yohanes 4:24 Yesus berkata : Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran." Dengan wujud multidimensi dan Maha Hadir, dan bukan sosok fisik seperti kita sekarang ini, bahkan dalam Perjanjian Lama sering di gambarkan sebagai cahaya terang dan tidak bisa kita lihat dengan mata.

Maka ungkapan "Yesus duduk di sebelah kanan Allah" bukan berarti ada 2 allah, atau diartikan 'ada dua person yaitu Allah dan Yesus'. Ayat-ayat diatas sering dipakai sebagai penyerangan kepada iman Kristiani bahwa, iman Kristiani adalah politeisme.



LEBIH LANJUT TENTANG MAZMUR 110:1 ;


Daud menyebut Dia (Yesus) Tuannya (ADONAY), bagaimana mungkin Ia (Yesus) anaknya (Daud) pula?


Menjawab hal tersebut, kita kaji perikop dalam Matius 22:41-46 demikian :


* MATIUS 22:41-46 Hubungan antara Yesus dan Daud
22:41 Ketika orang-orang Farisi sedang berkumpul, Yesus bertanya kepada mereka, kata-Nya:
22:42 "Apakah pendapatmu tentang Mesias? Anak siapakah Dia?" Kata mereka kepada-Nya: "Anak Daud."
22:43 Kata-Nya kepada mereka: "Jika demikian, bagaimanakah Daud oleh pimpinan Roh dapat menyebut Dia Tuannya, ketika ia berkata:
22:44 TUHAN telah berfirman kepada Tuanku: duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu.
22:45 Jadi jika Daud menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin Ia anaknya pula?"
22:46 Tidak ada seorang pun yang dapat menjawab-Nya, dan sejak hari itu tidak ada seorang pun juga yang berani menanyakan sesuatu kepada-Nya.


Mesias, lihat Markus 12:35-37; Lukas 20:41-44.
Yesus bertanya mengenai pandangan orang Farisi terhadap Mesias. Mereka menjawab secara benar bahwa Mesias adalah anak Daud (ayat 42).

Pertanyaan Yesus lebih lanjut dalam ayat 43-44 mengandaikan bahwa (sebagaimana yang diyakini orang-orang Yahudi pada zaman-Nya). Daud adalah penulis Kitab Mazmur, dibawah ilham Roh yang berisikan pernyataan kenabian mengenai masa depan (nubuat). Dalam Mazmur 110:1, Daud menunjuk kepada Mesias sebagai "Tuanku". Maka jelas disini Sang Mesias itu kedudukannya lebih tinggi daripada Daud, sehingga sebutan "Anak Daud" bukanlah sebutan yang layak untuk Mesias (ayat 45).

Tetapi atas pertanyaan Yesus pada ayat 45 ini tidak bisa dijawab oleh orang-orang Farisi itu. Namun kita sebagai orang percaya, akhirnya bisa mengerti dan faham akan konteks yang dipertanyakan Yesus itu. Bahwa Sang Mesias yang lahir dari Roh Allah, Dia adalah Allah yang "kenosis" atau "merendahkan diriNya" mengambil rupa seorang hamba dan menjadi serupa dengan manusia (Filipi 2:6-8 ), lahir dari anak dara Maria seorang keturunan dari Daud melalui Natan (Lukas 3:31), sehingga Ia-pun disebut "Anak Daud" (Keturunan Daud).

Sehingga ketika Yesus kembali dalam kemuliaanNya, Ia digambarkan dalam ungkapkan alegoris sesuai pemahaman orang Yahudi "Kristus (Mesias) duduk di sebelah kanan Allah", yaitu Pribadi pemegang otoritas ke-Allah-an sejati.


Amin.

Sekarang kita kaji ayat dalam :


* Yohanes 10:34
Kata Yesus kepada mereka: "Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah allah
apekrithê autois ho iêsous ouk estin gegrammenon en tô nomô humôn hoti egô eipa theoi este

theoi adalah bentuk jamak dari theos, berarti allah-allah (jamak)


Mari kita baca latar belakang ayat itu


* Yohanes 10:31-34
10:31 Sekali lagi orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Yesus.
10:32 Kata Yesus kepada mereka: "Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?"
10:33 Jawab orang-orang Yahudi itu: "Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah."
10:34 Kata Yesus kepada mereka: "Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah allah?


Ayat 31 Yesus mendapat ancaman perajaman, kemudian ayat 32-33 Yesus menantang orang Yahudi menyebut "pekerjan baik" untuk mana Ia dirajam, yangmenimbulkan balasan mereka mengenai penghujatan. Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu menunjuk kepada perbuatan-perbuatan Yesus sebagai saksi kasih Allah yang besar. karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah, adalah dakwaan yang menurut Hukum Taurat mendapat hukuman perajaman (Imamat 24:16).

Pada ayat 34 ""Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah allah?" perkataan ini tepat! Metode penafsiran yang Yesus pakai adalah khas Yahudi dan menjelaskan lagi betapa Yesus memakai pendekatan yang sama dengan pendekatan Taurat yang dianut oleh orang-orang Yahudi yang hendak merajamNya.

Yesus mencuplik ayat dalam Tanakh Ibrani, demikian :


* Mazmur 82:6
Aku sendiri telah berfirman: "Kamu adalah allah, dan anak-anak Yang Mahatinggi kamu sekalian.


Mazmur 82:6 mempunyai latar belakang, untuk mengerti ayat tersebut harus dibaca 1 perikop penuh;
Kitab Mazmur ditulis dengan bahasa puisi (syair); dalam pemahami isi kitab Mazmur harus dipahami secara tersirat karena banyak menggunakan makna-makna Alegoris.


* MAZMUR 82 Allah dalam sidang ilahi
82:1. Mazmur Asaf. Allah berdiri dalam sidang ilahi, di antara para allah Ia menghakimi:
82:2 "Berapa lama lagi kamu menghakimi dengan lalim dan memihak kepada orang fasik? Sela
82:3 Berilah keadilan kepada orang yang lemah dan kepada anak yatim, belalah hak orang sengsara dan orang yang kekurangan!
82:4 Luputkanlah orang yang lemah dan yang miskin, lepaskanlah mereka dari tangan orang fasik!"
82:5 Mereka tidak tahu dan tidak mengerti apa-apa, dalam kegelapan mereka berjalan; goyanglah segala dasar bumi.
82:6. Aku sendiri telah berfirman: "Kamu adalah allah, dan anak-anak Yang Mahatinggi kamu sekalian. --
82:7 Namun seperti manusia kamu akan mati dan seperti salah seorang pembesar kamu akan tewas."
82:8 Bangunlah ya Allah, hakimilah bumi, sebab Engkaulah yang memiliki segala bangsa.


Penjelasan :


Mazmur 82 berbicara mengenai para hakim yang lupa diri. Ketika mazmur ini ditulis, para hakim tidak hanya menjalankan tugas yudikatif (hukum), tapi juga eksekutif (pemerintahan) dan legislatif (pembuat undang-undang).

Sebagai hakim, mereka harus memerintah dengan adil dan menghukum kejahatan (Ulangan 25:1). Namun, pada kenyataannya, ada hakim yang justru memutarbalikkan kebenaran dan membela kelaliman (ayat 2). Bagaimana mungkin mereka dapat membela kaum tertindas dan lemah (ayat 3-4) jika mereka tidak mengenal hikmat Allah dan tidak berjalan dalam kesucian (ayat 5)?

Itulah sebabnya kita melihat Allah berdiri di hadapan para "allah" untuk menghakimi mereka. Istilah "allah" dengan huruf kecil bukan merupakan suatu pujian untuk status para hakim yang seakan-akan menjadi wakil Allah, namun merupakan sindiran yang keras.
Mereka adalah orang-orang yang mengangkat diri menjadi allah-allah palsu. Kepada orang-orang yang congkak dan lupa diri inilah, Allah akan menumpahkan gemas-Nya (ayat 7). Di dalam "kebesaran", mereka akan dihempaskan, karena wewenang telah disalahgunakan.

Pengertian posisi HAKIM dalam dunia sekuler-pun ada; bahwa posisi seorang hakim adalah seolah-olah sebagai "yang maha kuasa" sebagai otoritas final menentukan seorang bersalah/tidak, dihukum/tidak dst..... Sehingga kita menyebut hakim pada persidangan dengan "yang mulia" atau "your highness", kebiasaan ini lazim dalam persidangan di seluruh dunia.

Mazmur 82, pasal ini ditutup dengan suatu permohonan pada Allah agar Ia segera mengulurkan tangan-Nya, membela kaum papa, dan menghajar para pemimpin yang sewenang-wenang. Ini adalah suatu pernyataan iman bahwa Allah tidak pernah menutup mata terhadap segala kejahatan dan penyimpangan. Sebab Allah sendirilah Hakim yang adil itu.


Kembali ke kasus dalam Yohanes 10:31-34 diatas :

Yesus mencuplik ayat dalam Kitab Mazmur, Kata "allah" dalam ayat ini dalam bahasa aslinya ditulis dalam bentuk jamak theoi : Jika pemerintah-pemerintah yang tidak adil disebut theioi atau allah-allah, dengan artian mereka "playing god" duduk di kursi Allah untuk memberi penghukuman bagi Duta Khusus Allah yang diberi nama " Anak Allah", bagaimana Yesus dapat didakwa dengan penghujatan?

Dengan cara inilah Yesus menunjukkan kesalahan dari dakwaan orang-orang Yahudi itu

Selanjutnya kita kaji ayat :

* Keluaran 7:1
LAI TB, Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Lihat, Aku mengangkat engkau sebagai Allah bagi Firaun, dan Harun, abangmu, akan menjadi nabimu.
KJV, And the LORD said unto Moses, See, I have made thee a god to Pharaoh: and Aaron thy brother shall be thy prophet.

Ayat diatas bermakna bahwa Musa akan mendatangi Firaun "atas nama" Allah dan Harus sebagai nabi atau sebagai "pembawa pesan" atau juru bicara. Mengapa ayat ini diungkapkan?

Maka pengertian ayat diatas adalah demikian; Musa bukan Allah, tetapi "mewakili" Allah. Allah tidak pernah memanggil Musa sebagai "Allah", melainkan " נתן - NATAN' (memberikan jabatan, menjadikan) Musa sebagai "Allah" bagi Firaun

Kita tinjau teks bahasa aslinya demikian :

Hebrew,
וַיֹּאמֶר יְהוָה אֶל־מֹשֶׁה רְאֵה נְתַתִּיךָ אֱלֹהִים לְפַרְעֹה וְאַהֲרֹן אָחִיךָ יִהְיֶה נְבִיאֶךָ׃
Translit interlinear, VAYO'MER {dan Dia berfirman} YEHOVAH {baca ADONAY, TUHAN} 'EL-MOSYEH {kepada Musa} RE'EH {lihatlah} NETATIKHA {Aku sudah menjadikan engkau} 'ELOHIM {ilah} LEFAR'OH {kepada Firaun} VE'AHARON {dan Harun} 'AKHIKHA {saudaramu} YIHYEH {ia akan menjadi} NEVI'EKHA {nabimu}


Ayat diatas bermakna bahwa Musa akan mendatangi Firaun "atas nama" Allah dan Harus sebagai nabi atau sebagai "pembawa pesan" atau juru bicara. Mengapa ayat ini diungkapkan?

Kita baca ayat sebelumnya dalam :


* Keluaran 6:27-29
6:27 Pada waktu TUHAN berfirman kepada Musa di tanah Mesir,
6:28 TUHAN berfirman kepadanya: "Akulah TUHAN; katakanlah kepada Firaun, raja Mesir, segala yang Kufirmankan kepadamu."
6:29 Tetapi Musa berkata di hadapan TUHAN: "Bukankah aku ini seorang yang tidak petah lidahnya, bagaimanakah mungkin Firaun akan mendengarkan aku?"
7:1 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Lihat, Aku mengangkat engkau sebagai Allah bagi Firaun, dan Harun, abangmu, akan menjadi nabimu.
7:2 Engkau harus mengatakan segala yang Kuperintahkan kepadamu, dan Harun, abangmu, harus berbicara kepada Firaun, supaya dibiarkannya orang Israel itu pergi dari negerinya.


Ungkapan "Aku mengangkat engkau sebagai Allah bagi Firaun" --> Allah menjamin Musa, bahwa ia akan mempunyai fungsi yang bersifat ilahi. Hasilnya nanti adalah Allah benar-benar akan memimpin orang Israel akan keluar dari Mesir (Keluaran 7:4-5). Hal ini penting dilakukan supaya orang Mesir mengetahui bahwa "Aku adalah TUHAN" (ayat 5)


* Keluaran 7:4-5
7:4 Bilamana Firaun tidak mendengarkan kamu, maka Aku akan mendatangkan tangan-Ku kepada Mesir dan mengeluarkan pasukan-Ku, umat-Ku, orang Israel, dari tanah Mesir dengan hukuman-hukuman yang berat.
7:5 Dan orang Mesir itu akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, apabila Aku mengacungkan tangan-Ku terhadap Mesir dan membawa orang Israel keluar dari tengah-tengah mereka."

Menurut "doktrin trinitas", perbedaan antara Bapa dan Anak adalah esensial. Namun, prinsip ini dikaburkan oleh Yohanes 14:9. Di sini Yesus berkata kepada seseorang bernama Filipus, "...Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa..." Pernyataan yang secara harfiah sangat tegas itu mengandung sebuah doktrin yang sulit diterima, yaitu Yesus adalah Bapa. Para penafsir mengatakan bahwa "Bapa" adalah sinonim "Tuhan". Kita bisa memahami maksud ucapan yang dinisbahkan ke dalam mulut Yesus sebagai "melihat dia adalah sama dengan melihat Tuhan karena ia adalah Tuhan". Padahal, penulis yang sama juga menuturkan di dalam Yohanes 5:37, yang merupakan pernyataan Yesus sebaliknya. Dalam ayat ini, Yesus berkata mengenai Bapa kepada orang banyak, "...Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nya pun tidak pernah kamu lihat." Jelaslah, bahwa Yohanes 14:9 adalah bukti yang lemah.

* Yohanes 14:9-11
14:9 LAI TB, Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami
TR, λεγει αυτω ο ιησους τοσουτον χρονον μεθ υμων ειμι και ουκ εγνωκας με φιλιππε ο εωρακως εμε εωρακεν τον πατερα και πως συ λεγεις δειξον ημιν τον πατερα
Translit, legei autô ho iêsous tosoutô tosouton khronô khronon meth humôn eimi kai ouk egnôkas me philippe ho heôrakôs eme heôraken ton patera kai pôs su legeis deixon hêmin ton patera

14:10 LAI TB, Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya.
TR, ου πιστευεις οτι εγω εν τω πατρι και ο πατηρ εν εμοι εστιν τα ρηματα α εγω λαλω υμιν απ εμαυτου ου λαλω ο δε πατηρ ο εν εμοι μενων αυτος ποιει τα εργα
Translit, ou pisteueis hoti egô en tô patri kai o patêr en emoi estin ta rhêmata a egô legô lalô humin ap emautou ou lalô ho de patêr ho en emoi menôn autos poiei ta erga autou

14:11 LAI TB, Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.
TR, πιστευετε μοι οτι εγω εν τω πατρι και ο πατηρ εν εμοι ει δε μη δια τα εργα αυτα πιστευετε μοι
Translit, pisteuete moi hoti egô en tô patri kai ho patêr en emoi ei de mê dia ta erga auta pisteuete moi


Ayat 9 diatas linear dengan


Yohanes 1:18,
LAI TB, Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.
TR, θεον ουδεις εωρακεν πωποτε ο μονογενης υιος ο ων εις τον κολπον του πατρος εκεινος εξηγησατο
Translit, theon oudeis heôraken pôpote ho monogenês theos huios ho ôn eis ton kolpon tou patros ekeinos exêgêsato


Dalam kitab Perjanjian Lama (PL) sering diungkapkan orang penah melihat Allah (contoh-contoh perwujutan & penjelasannya yang saya sampaikan diatas). Dengan pengertian Allah bisa menampakkan wujudnya dengan pelbagai cara dan kadar pengelihatan menurut keperluannya. Bisa ditampakkan lewat semak duri yang terbakar, atau seperti dalam awan, menampakkan bagian-bagian "tubuh"Nya, atau ujud diri yang dikenakanNya sementara waktu saja dalam penampakan itu, atau lewat mimpi, vision dll. Namun tidak satupun yang betul-betul melihat sebagaimana hakekat/ Dzat diriNya yang sesungguhnya. Sebab tidak ada orang yang tahan memandang wajah Allah (dalam hakekatNya) dan tetap hidup, kecuali Yesus (Keluaran 33: 20, Yohanes 6:46). Kini Yesus sendiri telah menyatakan "rupa" Allah kepada setiap manusia. Walau demikian, banyak orang tetap tidak mampu melihat "rupa" yang satu ini!

"Yang ada dipangkuan Bapa", dalam bahasa Inggris diterjemahkan dengan " in the bosom of the Father" maksudnya yang ada bersama-sama Bapa, ini merupakan penggambaran/ ilustrasi untuk menyatakan kedekatan, keintiman pribadi yang tak terpisahkan dalam kesamaan hakekat Bapa, seperti yang dinyatakan dalam Injil Yohanes 1:1.


Kemudian marilah kita kaji


Yohanes 5:37
LAI TB, Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku. Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nya pun tidak pernah kamu lihat
TR, και ο πεμψας με πατηρ αυτος μεμαρτυρηκεν περι εμου ουτε φωνην αυτου ακηκοατε πωποτε ουτε ειδος αυτου εωρακατε
Translit, kai ho pempsas me patêr ekeinos autos memarturêken peri emou oute phônên autou akêkoate pôpote akêkoate oute eidos autou heôrakate


Ayat diatas diambil dengan latar belakang orang-orang Yahudi yang berdialog dengan Yesus Kristus pada saat itu memang tidak pernah mendengar suara Allah apalagi melihat wajah-Nya.
Perkataan itu ditujukan kepada orang-orang Yahudi dan ayat di atas berkaitan dengan ungkapan "autos memarturêken peri emou", Dia yang bersaksi tentang Aku.

Ayat ini menunjuk kepada saksi Allah yang tidak kelihatan yang terdapat di dalam hati manusia. Orang Yahudi tentu akan menekankan bahwa tidak ada seorang pun yang pernah melihat Allah. Bahkan pada saat Dasa Firman (10 hukum) diberikan, "suara kata-kata kamu dengar, tetapi suatu rupa tidak kamu lihat, hanya ada suara" (Ulangan 4:12).

Jadi perkataan Yesus Kristus bermakna bahwa "Memang benar Allah itu tidak kelihatan, demikian juga kesaksian-Nya, karena kesaksian-Nya itu adalah jawaban yang keluar dari hati manusia ketika manusia itu berhadapan dengan Aku." Jika kita diperhadapkan dengan Kristus, maka kita melihat di dalam Dia semua yang indah dan bijaksana; keyakinan seperti itu adalah kesaksian Allah di dalam hati kita.


DISTORSI KE TRINITAS ?

Pernyataan Yesus "AKU INI DIDALAM BAPA, dan BAPA PUN DIDALAM AKU”, adalah merupakan salah satu dasar keyakinan bahwa Yesus merupakan penjelmaan Allah yang turun ke dunia:


Yohanes.14:10
“Tidak percayakah engkau, bahwa AKU DI DALAM BAPA dan BAPA DIDALAM AKU? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya."


Kedua pernyataan tersebut walaupun tidak sama namun jelas SERUPA, maka kalau pernyataan Yesus mengisyaratkan bahwa Yesus adalah penjelmaan Allah dalam diri Yesus.

Allah menjelma jadi manusia, bermakna Allah telah menyatakan dirinya; menyatakan wujudnya, me-wahyu-kan karyanya dan lain-lain dalam pribadi manusia yang nampak itu, dalam hal ini didalam Yesus Kristus.

Dalam ayat-ayat lain dapat kita hayati apa yang diucapkan Yesus. :
"bahwa Bapa didalam Aku dan Aku didalam Bapa". (Yohanes10: 38b)
"Aku dan Bapa adalah satu" (Yohanes 10:30)
"Barang siapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa". (Yohanes 14: 9b).

Rasul Paulus mengatakan : "Sebab dalam Dialah (Yesus), berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allah-an." (Kolose 2:9).

Dalam tulisan terdahulu sudah dijelaskan mengenai makna Trinitas. Kami meyakini keesaan Allah yang multi-kompleks. Kata Allah dalam bahasa Ibrani 'ELOHIM menggunakan bentuk jamak tetapi dengan kata kerja tunggal, hal ini saja sudah menyiratkan keesaan Allah yang serba kompleks.

4. Bukti secara Menyeluruh.

Orang Kristen bersandar pada ayat di dalam Yohanes 5:18, "...karena ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapanya sendiri dan dengan demikian menyamakan dirinya dengan Allah." Mereka melewatkan ayat2 selanjutnya yang menjelaskan bahwa Yesus menundukkan dirinya di hadapan Tuhan dan menjelaskan kerendahan posisinya di hadapan Tuhan, bahkan secara tegas Yesus menyatakan dirinya sebagai rasul/utusan Tuhan (Yohanes 5:30-31).

* Yohanes 5:18
LAI TB, Sebab itu orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah
KJV, Therefore the Jews sought the more to kill him, because he not only had broken the sabbath, but said also that God was his Father, making himself equal with God.
TR, δια τουτο ουν μαλλον εζητουν αυτον οι ιουδαιοι αποκτειναι οτι ου μονον ελυεν το σαββατον αλλα και πατερα ιδιον ελεγεν τον θεον ισον εαυτον ποιων τω θεω
Translit, dia touto oun mallon ezêtoun auton hoi ioudaioi apokteinai hoti ou monon eluen to sabbaton alla kai patera idion elegen ton theon ison eauton poiôn tô theô


Pengkritik dari kalangan Yahudi memandang bahwa Yesus menyamakan diriNya dengan Allah. Bagi pemikiran Yahudi tentu hal ini merupakan pelanggaran yang lebih serius daripada pelanggaran terhadap hari Sabat. Penyamaan diriNya dengan Allah menurut paham Yahudi adalah menentang Monoteisme Asasi yang mereka anut.

Kita baca latar belakang dan konteks ayat itu dengan membaca Yohanes 5:1-23 secara lengkap, judul perikopnya adalah PENYEMBUHAN PADA HARI SABAT DI KOLAM BETESDA & KESAKSIAN YESUS TENTANG DIRINYA :


Dan marilah kita kaji ayat 17 :
LAI TB, Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga.
KJV, But Jesus answered them, My Father worketh hitherto, and I work.
TR, ο δε ιησους απεκρινατο αυτοις ο πατηρ μου εως αρτι εργαζεται καγω εργαζομαι
Translit, ho de iêsous apekrinato autois ho patêr mou heôs arti ergazetai kagô ergazomai


Jawaban ini diberikan kepada kalangan Yahudi bahwa melakukan pekerjaan ilahi (penyembuhan) lebih penting daripada peraturan-peraturan manusiawi. Tidak ada perbedaan pekerjaan Bapa dengan Yesus. Tuhan Yesus bertujuan menunjukkan kesatuan asasi antara Bapa-dengan-Anak. Pada ayat 19 "Sesungguhnya" ini memberi tekanan yang khidmat "Anak bertindak tepat seperti Bapa". Ayat 20 Bapa menunjukkan rencanaNya kepada Anak. Ayat 21 Anak sama seperti Bapa, mempunyai kekuasaan memberi hidup. Ayat 22 Anak mempunyai kekuasaan dan wibawa yang diberikan Bapa untuk menghakimi.


Yohanes 5:23
supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia.


Ayat ini merupakan suatu tantangan yang tajam bagi kalangan Yahudi, dimana mereka juga memanggil Allah dengan sebutan "Bapa"


Sekarang kita cermati "makna Pengutusan" :


Yohanes 5: 30-31
5:30 LAI TB, Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku.
KJV, I can of mine own self do nothing: as I hear, I judge: and my judgment is just; because I seek not mine own will, but the will of the Father which hath sent me.
TR, ου δυναμαι εγω ποιειν απ εμαυτου ουδεν καθως ακουω κρινω και η κρισις η εμη δικαια εστιν οτι ου ζητω το θελημα το εμον αλλα το θελημα του πεμψαντος με πατρος
Translit, ou dunamai egô poiein ap emautou ouden kathôs akouô krinô kai hê krisis hê emê dikaia estin hoti ou zêtô to thelêma to emon alla to thelêma tou pempsantos me patros

5:31 LAI TB, Kalau Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, maka kesaksian-Ku itu tidak benar;
KJV, If I bear witness of myself, my witness is not true.
TR, εαν εγω μαρτυρω περι εμαυτου η μαρτυρια μου ουκ εστιν αληθης
Translit, ean egô marturô peri emautou Hê marturia mou ouk estin alêthês


---------


AYAT 30 :

Dalam jabatanNya sebagai utusan, Yesus juga berperan sebagai Nabi


* Yohanes 17:3
Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.


Yesus mempunyai gelar Mesias, Raja, Iman dan Nabi dan hal tersebut tidak boleh dipisahkan.
Nabi = Utusan Allah

Yesus diutus?; mungkin ini agak ganjil bagi umat lain
Bagaimana Yesus yang adalah Tuhan itu diutus?

Ketika Yesus datang ke dunia dalam wujud manusia ada Yesus berada dalam batasan-batasan inkarnasi sehingga posisi Bapa saat itu adalah lebih besar.

Yesus dalam status inkarnasi di dunia ini yang memang lebih rendah. Namun ketika Yesus naik ke surga maka Yesus yang adalah Allah itu sendiri kembali dalam pada eksistensiNya yang hakiki :


* Ibrani 2:9
Tetapi Dia, yang untuk waktu yang singkat dibuat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, yaitu Yesus, kita lihat, yang oleh karena penderitaan maut, dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat, supaya oleh kasih karunia Allah Ia mengalami maut bagi semua manusia.


* Filipi 2:5-11
2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
2:6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
2:7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
2:9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
2:10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,
2:11 dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!



ALLAH MENGUTUS ALLAH :


Bapa mengutus Yesus Kristus sama halnya Allah mengutus Sang Firman, jadi bisa diartikan Allah mengutus Allah (baca selengkapnya Injil Yohanes pasal 1).

Bandingkan dengan :

* Yesaya 55:11
LAI TB, demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.
KJV, So shall my word be that goeth forth out of my mouth: it shall not return unto me void, but it shall accomplish that which I please, and it shall prosper in the thing whereto I sent it.
Hebrew,
כֵּן יִהְיֶה דְבָרִי אֲשֶׁר יֵצֵא מִפִּי לֹא־יָשׁוּב אֵלַי רֵיקָם כִּי אִם־עָשָׂה אֶת־אֲשֶׁר חָפַצְתִּי וְהִצְלִיחַ אֲשֶׁר שְׁלַחְתִּיו׃
Translit interlinear, KEN {demikian} YIHYEH {ia akan menjadi} DEVARI {firman-Ku} 'ASYER {yang} YETSE' {ia keluar} MIPI {dari mulut-Ku} LO'-YASYUV {tidak ia akan kembali} 'ELAY {kepada-Ku} REYQAM {sia-sia} KI {bahwa} 'IM-'ASAH {ia akan melaksanakan} 'ET-'ASYER {yang} KHAFATSTI {Aku berkenan} VEHITSLIAKH {dan ia berhasil} 'ASYER {yang} SYELAKHTIV {Aku utus kepadanya}"


Perhatikan bahwa "firman-Ku" itu selanjutnya menggunakan kata ganti orang ketiga. Selanjutnya perhatikan kata שלחתיו - SYELAKHTIV". Kata ini berasal dari kata שלח - SYALAKH, "mengutus" seperti Nuh "mengutus" seekor burung gagak dan merpati saat air bah, Tuhan "mengutus" malaikat-Nya (Kejadian 24:7), dan ini salah satu ayat populer dengan kata שלח - SYALAKH.



* Keluaran 3:14
LAI TB, Firman Allah kepada Musa: AKU ADALAH AKU Lagi firman-Nya: "Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus (SYALAKH) aku kepadamu."
KJV, And God said unto Moses, I AM THAT I AM: and he said, Thus shalt thou say unto the children of Israel, I AM hath sent me unto you.
Hebrew,
וַיֹּאמֶר אֱלֹהִים אֶל־מֹשֶׁה אֶהְיֶה אֲשֶׁר אֶהְיֶה וַיֹּאמֶר כֹּה תֹאמַר לִבְנֵי יִשְׂרָאֵל אֶהְיֶה שְׁלָחַנִי אֲלֵיכֶם׃
Translit interlinear, VAYO'MER {dan Dia berfirman} 'ELOHIM {Allah} 'EL-MOSYEH {kepada Musa} 'EHEYEH {Aku akan ada} 'ASYER {yang} 'EHEYEH {Aku akan ada} VAYO'MER {dan Dia berfirman} KOH {demikian} TO'MAR {engkau harus berkata} LIVENEI {kepada anak-anak} YISERA'EL {Israel} 'EHEYEH {Aku akan ada} SYELAKHANI {mengutus aku} 'ALEYKHEM {ke atas kalian}



Bukankah Allah dapat "mengutus" firman-Nya seperti Yesaya 55:11 di atas? :)


-----------

AYAT 31 :


Yohanes 5:31-33
5:31 LAI TB, Kalau Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, maka kesaksian-Ku itu tidak benar;
KJV, If I bear witness of myself, my witness is not true.
TR, εαν εγω μαρτυρω περι εμαυτου η μαρτυρια μου ουκ εστιν αληθης
Translit, ean egô marturô peri emautou Hê marturia mou ouk estin alêthês

5:33 LAI TB, Kamu telah mengirim utusan kepada Yohanes dan ia telah bersaksi tentang kebenaran;
KJV, Ye sent unto John, and he bare witness unto the truth.
TR, υμεις απεσταλκατε προς ιωαννην και μεμαρτυρηκεν τη αληθεια
Translit, humeis apestalkate pros iôannên kai memarturêken tê alêtheia


Ayat 31 ini sering dipermasalahkan dengan anggapan "kontradiksi" yang tertulis pada :


Yohanes 8:14
LAI TB, Jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: "Biarpun Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, namun kesaksian-Ku itu benar, sebab Aku tahu, dari mana Aku datang dan ke mana Aku pergi. Tetapi kamu tidak tahu, dari mana Aku datang dan ke mana Aku pergi
KJV, Jesus answered and said unto them, Though I bear record of myself, yet my record is true: for I know whence I came, and whither I go; but ye cannot tell whence I come, and whither I go.
TR, απεκριθη ιησους και ειπεν αυτοις καν εγω μαρτυρω περι εμαυτου αληθης εστιν η μαρτυρια μου οτι οιδα ποθεν ηλθον και που υπαγω υμεις δε ουκ οιδατε ποθεν ερχομαι και που υπαγω
Translit, apekrithê iêsous kai eipen autois kan egô marturô peri emautou alêthês estin hê marturia mou hoti oida pothen êlthon kai pou hupagô humeis de ouk oidate pothen erkhomai hê kai pou hupagô


Dalam Yohanes 5:31 Yesus menjawab tuduhan para lawan-Nya yang menuntut, "Bukti apakah yang dapat Engkau ajukan, bahwa pernyataan-Mu benar?" Yesus mengemukakan prinsip-prinsip universal, yaitu bahwa bukti yang dikemukakan hanya oleh satu orang dan tak didukung oleh apa-apa yang lain tidak dapat dianggap sebagai bukti yang benar. Jadi harus ada paling sedikit dua saksi.


Bandingkan dengan ayat berikut ini:


* Ulangan 17:6,
"Atas keterangan dua atau tiga orang saksi haruslah mati dibunuh orang yang dihukum mati; atas keterangan satu orang saksi saja janganlah ia dihukum mati."


* Ulangan 19:15,
"Satu orang saksi saja tidak dapat menggugat seseorang mengenai perkara kesalahan apapun atau dosa apapun yang mungkin dilakukannya; baru atas keterangan dua atau tiga orang saksi perkara itu tidak disangsikan."


Paulus pernah pula mengemukakan hal ini dalam ayat di bawah ini:


* 2 Korintus 13:1,
"Ini adalah untuk ketiga kalinya aku datang kepada kamu: Baru dengan keterangan dua atau tiga orang saksi suatu perkara sah."


Yesus pun mengatakan bahwa jika orang Kristen mengajukan tuduhan terhadap sesamanya, ia harus membawa beberapa orang saksi.


* Matius 18:16,
"Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan."


Jawaban Yesus terhadap lawan-Nya sepenuhnya mengikuti hukum Yahudi yang berkenaan dengan penguatan bukti atas tuduhan. Jadi Yesus pun setuju bahwa kesaksian yang dibuat-Nya tentang diri-Nya sendiri tidak perlu dibenarkan. Yesus menceritakan pekerjaan-Nya itu bukan untuk menonjolkan diri-Nya sendiri melainkan untuk menonjolkan kuasa Allah yang bekerja di dalam dan melalui diri-Nya. Saksi agung Yesus adalah Allah sendiri.

Berbeda - bukan bertentangan - dengan Yohanes 8:14, Yesus menjawab jawaban Dia sendiri adalah cukup. Dia menyadari benar kuasa-Nya sendiri, sehingga tidak perlu ada saksi lain. Ini bukanlah kebanggaan yang timbul dari kepercayaan atas diri sendiri. Suatu ilustrasi yang dapat membantu misalnya seorang ahli bedah yang besar yakin atas ketetapannya sendiri; dia tidak membutuhkan orang lain untuk mendukung dia, saksinya adalah ketrampilannya sendiri. Seorang ahli hukum atau hakim yang besar yakin atas interpretasi dan penerapan hukum, bukan karena dia bangga akan pengetahuannya, tetapi disebabkan oleh dia tahu bahwa dia tahu. Demikian pula halnya dengan Yesus, Dia tidak membutuhkan kuasa lain untuk mendukung tuntutan-Nya kecuali hubungan-Nya dengan Allah.

Yesus berkata dalam kenyataan sesungguhnya bahwa Dia telah mempunyai saksi kedua, dan saksi kedua itu adalah Allah. Allah memberi kesaksian atas otoritas yang tertinggi dari Yesus dapat dilihat dalam berbagai hal di bawah ini:

1. Kesaksian Allah ada dalam kata-kata Yesus. Tidak ada seorang pun dapat berkata-kata dengan hikmat kecuali Allah memberikannya pengetahuan.

2. Kesaksian Allah adalah perbuatan-perbuatan Yesus. Tidak ada seorang pun dapat berbuat perkara-perkara yang demikian, kecuali Allah bertindak melalui dia.

3. Kesaksian Allah ada di dalam akibat tindakan Yesus pada manusia. Dia mengerjakan perubahan dalam diri manusia yang jelas tidak mungkin dapat dikerjakan oleh kuasa manusia.

4. Kesaksian Allah nampak dalam reaksi orang terhadap Yesus.

Jadi Yohanes 5:31 dapat diilustrasikan dengan kesaksian di pengadilan yang memerlukan saksi lain, sedangkan Yohanes 8:14 dapat diilustrasikan dengan kesaksian seorang dokter mengobati pasiennya, tanpa perlu didukung oleh saksi lain, dia dapat mengobati dengan keahliannya.

Di dalam Matius 2:5, Yesus berkata kepada seorang yang lumpuh, "Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni." Beberapa orang ahli Taurat yang hadir di situ merasa kaget dan bertanya2 di dalam hati, "Siapakah yang dapat mengampuni dosa selain dari Allah sendiri?" Sementara itu, di dalam ayat Yohanes 12:49 Yesus menafikan inisiatif pribadi dengan berkata, "Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan." Lihat juga Yohanes 8:40-42 yang sangat tegas menyatakan bahwa Yesus hanyalah seorang rasul/utusan Tuhan untuk umat Israel.

Makna pengutusan sudah dijelaskan diatas.

Sekarang kita cermati
Yesus adalah Allah, dalam eksistensinya sebagai Allah. Yesus mempunyai otoritas mengampuni dosa

Koreksi : ayat yang benar adalah Matius 9:2 bukan Matius 2:5

Kita baca lengkap 1 perikop :


* Matius 9:1-8 ORANG LUMPUH DISEMBUHKAN
9:1 Sesudah itu naiklah Yesus ke dalam perahu lalu menyeberang. Kemudian sampailah Ia ke kota-Nya sendiri.
kai embas eis to ploion dieperasen kai êlthen eis tên idian polin
9:2 Maka dibawa oranglah kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni."
kai idou prosepheron autô paralutikon epi klinês beblêmenon kai idôn ho iêsous tên pistin autôn eipen tô paralutikô tharsei teknon aphientai apheôntai sou soi ai hamartiai sou
9:3 Maka berkatalah beberapa orang ahli Taurat dalam hatinya: "Ia menghujat Allah."
kai idou tines tôn grammateôn eipan eipon en eautois houtos blasphêmei
9:4 Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata: "Mengapa kamu memikirkan hal-hal yang jahat di dalam hatimu?
kai idôn ho iêsous tas enthumêseis autôn eipen hinati hina ti humeis enthumeisthe ponêra en tais kardiais humôn
9:5 Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah dan berjalanlah?
ti gar estin eukopôteron eipein aphientai apheôntai sou soi ai hamartiai hê eipein egeirai kai peripatei
9:6 Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" --lalu berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu--:"Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!"
hina de eidête hoti exousian ekhei ho huios tou anthrôpou epi tês gês aphienai hamartias tote legei tô paralutikô egertheis aron sou tên klinên kai hupage eis ton oikon sou
9:7 Dan orang itupun bangun lalu pulang.
kai egertheis apêlthen eis ton oikon autou
9:8 Maka orang banyak yang melihat hal itu takut lalu memuliakan Allah yang telah memberikan kuasa sedemikian itu kepada manusia.
idontes de oi okhloi ephobêthêsan ethaumasan kai edoxasan ton theon ton donta exousian toiautên tois anthrôpois


Yesus pergi ke kotaNya sendiri, Kapernaum (bandingkan dengan Matius 4:13). Dalam ayat 2 diceritakan bahwa kesembuhan rohani mendahului kesembuhan tubuh. Iman mereka (yang dimaksud adalah iman dari si sakit dan orang-orang yang membawanya) mempunyai kekuatan yang besar (bandingkan dengan Matius 18:19). Atas tindakan Yesus yang "mengampuni dosa ini" Yesus dianggap oleh para ahli Taurat sebagai penghujatan kepada Allah. Sebab mengampuni dosa adalah hak prerogatif Allah (bandingkan dengan Markus 2:7). Tetapi Yesus mengetahui apa yang ada dalam hati ahli-ahli Taurat itu, artinya Yesus mempunyai pengetahuan ilahi yaitu kemampuan mengetahui, mengenal dan membedakan dengan tajam hal-hal rohani. Maka Yesus menjelaskan lebih mudah bicara tentang pengampunan dosa sebab hal itu tidak dapat diuji. Tetapi sebenarnya untuk mengampuni dosa memerlukan kukuasaan yang lebih besar, malahan lebih besar daripada kekuasaan menyembuhkan sakit-penyakit. Walaupun tidak diceritakan bahwa penyakit lumpuh orang itu adalah akibat langsung dari dosanya (bandingkan Yohanes 9:2-3).
Mujizat penyembuhan dari Yesus dengan pengampunan dosa ini membuahkan reaksi positif dimana orang-orang yang melihatNya, memuliakan Allah.

Dalam hal ini Yesus menyatakan identitas-Nya. Dia bukan saja manusia, Dia Allah yang turun dari sorga dan melalui mukjizat kelahiran dari seorang perawan dan mukjizat inkarnasi (penjelmaan), Anak Allah sudah menjadi Anak Manusia dan kini langsung berdiri di depan orang banyak itu. Itulah sebabnya Dia tidak hanya memiliki kuasa untuk menyembuhkan orang sakit tetapi Dia juga berkuasa untuk mengampuni dosa.

Inilah persis apa yang dikatakan Raja Daud dalam Mazmur 103:3, “Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu.”

Yesus adalah TUHAN Allah. Hanya Allah dapat mengampuni dosa dan waktu Yesus mengampuni dosa orang itu, dan itu sama saja kalau Dia berkata, “Aku adalah Allah!” Tantangan sudah diberikan di hadapan semua orang tetapi apa itu dapat dibuktikan? Apakah Yesus mempunyai hak untuk mengampuni dosa?

Maka, untuk membuktikan bahwa Dia berhak mengampuni dosa, Dia berkata kepada orang lumpuh itu, “Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!". Dan orang itupun bangun lalu pulang.




8. KEMUSTAHILAN KETUHANAN YESUS !

Alkitab mencatat beberapa kemustahilan berkaitan dengan dugaan ketuhanan Yesus, misalnya, Yesus sujud menyembah kepada Allah (Matius 26:39 dan Markus 14:35-36).


* Matius 26:39
Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.


* Markus 14:35-36
14:35 Ia maju sedikit, merebahkan diri ke tanah dan berdoa supaya, sekiranya mungkin, saat itu lalu dari pada-Nya.
14:36 Kata-Nya: "Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki."


Definisi doa adalah adalah sebagai berikut : Hubungan persekutuan dengan Allah, atau lebih tepatnya Doa adalah komunikasi pribadi dengan Allah.
Yesus memberikan teladan bagi murid-muridNya, bahwa Yesus suka berdoa.
Pengajaran dan contoh yang konkrit agar kita selalu berdoa dan mengikuti kehendak Allah Yang Mahakuasa .
Bagi Yesus, tujuan tujuan perjalanan-nya (Yunaninya exodos; Luk 9:31) dicapai dengan cara mengajar, menyembuhkan orang-orang yang menderita, menjauhkan mereka dari kuasa yang jahat, mengajarkan kepada orang banyak siapa Yang Mahakuasa.
Dari kisah "Doa di Getsemani" itu, Yesus Kristus menjadi model yang realistis dari kepercayaan dan kasih dalam saat-saat yang penug penderitaan sebagai umat Kristiani.


Pertanyaannya; Yesus itu sendiri adalah Allah kok pakai berdoa segala?


Hal ini berkaitan dengan "kenosis" Yesus Kristus, bahwa Ia hadir ke bumi sebagai manusia seutuhnya. Dalam Alkitab ada banyak bukti yang membuktikan bahwa Yesus adalah manusia tetapi Alkitan juga mencatan banyak bukti yang membuktikan bahwa Yesus adalah Allah. Dan "ayat-ayat yang menyatakan kemanusiaan Yesus tidak boleh digunakan untuk menyerang keberadaan Yesus sebagai Tuhan.
Demikian pula sebaliknya, ayat-ayat yang menyatakan Ke-Allahan Yesus tidak boleh digunakan untuk menyerang keberadaan Yesus sebagai Manusia.

Doa Yesus di Getsemani juga sebagai persiapan Yesus untuk menghadapi siksa salib.
Perlu dipahami perendahan diri 'kenosis' Yesus Kristus. Artinya, dalam keadaanNya sebagai manusia, ada hal-hal yang bersifat kemanusiawian yang harus dipikul oleh Yesus. Dalam hal ini, Ia telah membuat diriNya menjadi lebih rendah dari BapaNya, dalam tubuh manusia, Yesus memiliki keterbatasan untuk sementara waktu.


* Ibrani 2:9
Tetapi Dia, yang untuk waktu yang singkat dibuat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, yaitu Yesus, kita lihat, yang oleh karena penderitaan maut, dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat, supaya oleh kasih karunia Allah Ia mengalami maut bagi semua manusia.


* Filipi 2:5-11
2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
2:6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
2:7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
2:9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
2:10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,
2:11 dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!

Selain itu, ketika disalib, Yesus berteriak memohon pertolongan kepada Allah (Matius 27:46 dan Markus 15:34, teks ini sebenarnya dikarang dari Mazmur 22:2-6).

* Matius 27:46,
"Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: 'Eli, Eli, lama sabakhtani?' Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?"
PERI DE TÊN HENNATÊN HÔRAN ANEBOÊSEN HO IÊSOUS PHÔNÊ MEGALÊ LEGÔN ÊLI ÊLI LAMA SABAKHTHANI TOUT ESTIN THEE MOU THEE MOU HINATI ME EGKATELIPES


Yesus mengutip ayat dalam kitab Mazmur :

* Mazmur 22:2,
"Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? Aku berseru, tetapi Engkau tetap jauh dan tidak menolong aku."
'ÊLÎ'ÊLÎ LÂMÂH 'AZAVTÂNÎ RÂKHÔQ MÎSYÛ'ÂTÎ DIVRÊY SYA'AGÂTÎ


Yesus Kristus tidak pernah memanggil Bapa dengan panggilan "Allah". Ia mengalami penderitaan dan kesakitan serta mengutip Mazmur di atas seperti yang diungkapkan oleh pemazmur. Mazmur 22:2 di atas sering diucapkan sebagai doa oleh kalangan Yahudi tatkala mereka mengalami penderitaan. Orang Indo juga, saat mengalami kedukaan pun sering menyanyikan lagu-lagu sedih...

“'Eli, Eli, lama sabakhtani?'” itu menyerukan kepahitan yang dialami Kristus karena Ia harus terpisah dari Allah Bapa karena Ia harus menanggung dosa manusia.
Hukuman dosa adalah keterpisahan.
Kalau Yesus menanggung hukuman dosa, maka Dia harus mengalami keterpisahan (dan kematian). Keterpisahan itulah yang menyakitkan hatiNya.

Ini adalah perkataan keempat dalam 7 perkataan salib dan ini adalah kategori “ucapan penderitaan rohani”.

Kita tahu bahwa ketika Yesus disalibkan, Dia mengalami banyak siksaan. Dia diludahi dan diolok-olok. Mereka mengenakan duri tajam di kepala-Nya, mencabik-cabik punggung-Nya dengan cambuk berpaku, dipaku ke salib, dan ditusuk dengan tombak. Dia bahkan ditinggalkan murid-murid-Nya sendiri. Penderitaan fisik-Nya sangat hebat. Mereka bahkan mencabuti janggut diwajah-Nya. Tapi kita tidak pernah mendengar Tuhan Yesus mengeluh karena siksaan tersebut.

Sebaliknya, puncak dari kesakitan -Nya dan penderitaan-Nya adalah ketika Ia berkata, "Allah-Ku, Allah-Ku mengapa Engkau meninggalkan Aku?" Puncak penderitaan yang sebenarnya bagi Yesus adalah ketika “ditinggalkan Allah dan dibiarkan sendiri.” Ini jauh lebih menyakitkan daripada duri dan tombak dan paku dan cambuk dan ludah dan lain sebagainya--ditinggalkan Allah.

Mengapa Roh Allah harus pergi? Sebab kalau tidak demikian Yesus tidak akan pernah bisa mati; dan ini adalah keharusan/ cawan pahit yang harus diterima oleh Yesus bahwa Dia harus mati sebagai “kurban” atas dosa-dosa manusia.

Oleh karena keterpisahan itu, kita telah ditebus oleh Kristus. Setiap kita yang percaya padaNya dan mengaku Yesus adalah Tuhan dan Juru Selamat, kita dipersatukan kembali dalam komuni yang kudus dengan Allah.


Yesus juga tidak mengetahui kapan datangnya hari kiamat (Markus 13:31-32).

*Markus 13:31-32
13:31 Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.
13:32 Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorang pun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa saja."


Tidak ditulis di sana AKU TIDAK TAHU, melainkan ANAK PUN TIDAK karena ada perbedaan fungsi dan jabatan.
Hanya waktunya "hari itu" sajalah yang tidak pasti, karena terkunci di dalam rencana Bapa, sedemikian rupa sehingga sekalipun Anak, dalam batas-batas penjadian daging yang Ia terima dengan sukarela, tidak ikut memiliki rahasia itu. Penggunaan ungkapan "Anak" tanpa kata-kata lain ini menentang pandangan, bahwa Yesus tidak memungkin memandang diri-Nya sendiri sebagai Anak Allah yang khas. Sebagai manusia, Yesus tidak tahu tentang "hari itu" namun sebagai Allah tentu saja Ia mengetahuinya, dan ungkapan di atas hanya sekedar menekankan bahwa "hari itu" tak diduga-duga. Ungkapan ini termasuk bagian dari eskatologi Alkitab yang memerlukan pembahasan tersendiri

Bahkan, Yesus menyuruh umatnya untuk berdoa dan memohon ampun kepada Allah (Matius 6:9-13). Tindakan/sifat2 Yesus tersebut, sangat mustahil dimiliki oleh Tuhan, tetapi tindakan/sifat2 tersebut hanya mungkin dimiliki oleh makhluk2-Nya yang sudah semestinya menjadi hamba2-Nya.

*Matius 6:9-13
6:9 Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,
6:10 datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
6:11 Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya
6:12 dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;
6:13 dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.


Apa yang hendak dipertanyakan tentang ayat-ayat diatas?

Tuhan Yesus mengajar murid-muridNya berdoa. Latar belakang Yesus mengajarkan berdoa kepada para muridNya diawali dengan dilihatNya cara berdoa orang-orang Farisi yang terkesan hanya mencari pujian dari orang lain dan sombong. Pada zaman itu orang Yahudi menganggap hal berdoa sebagai suatu kewajiban agama yang sekurang-kurangnya sama pentingnya dengan hal memberi sedekah.

Sebutan Bapa yang mengawali doa Bapa Kami menunjukkan bahwa Allah ingin memperlihatkan sesuatu yang lebih mulia, agung, dan luarbiasa sebelum segala sesuatu terjadi. Dalam PL dijelaskan begitu gamblang bahwa makna sebutan Bapa sebagai sumber segala sesuatu dan Penebus. Bukankah Engkau Bapa kami?……Ya TUHAN, Engkau sendiri Bapa kami; namaMu ialah "Penebus kami" sejak dahulu kala. (Yesaya 63:16)

Pengajaran doa kepada murid-muridNya bukan berarti Yesus kurang daripada Allah. Tuhan Yesus memandang penting kehidupan doa, disamping itu para murid tidak selamanya akan bersama-sama dengan Dia. 40hari setelah kematianNya Yesus naik ke Surga. Artinya para murid akan ditinggalkanNya, tetapi Yesus tidak serta-merta meninggalkan para murid itu. Perhatikan janji Yesus ini :


* Yohanes 14:15-18
14:15 "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.
14:16 Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,
14:17 yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.
14:18 Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu.


Janji ini diulangi lagi pada :


* Yohanes 15:26
Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku


Janji akan turunnya Roh Kudus telah terjadi pada Hari Pentakosta seperti yang dicatat di Kisah Rasul 2:1-13. Roh Kudus, Sang Penolong itu telah ada bersama-sama dengan kita dan senantiasa berkenan untuk menyatakan karyaNya yang agung itu. Ini sesuai dengan janji Yesus yang lain bahwa Dia menyertai kita sampai kesudahaan jaman (Matius 28:20)

Roh Kebenaran (Roh Kudus) ini akan menyertai para murid dan orang-orang percaya selama-lamanya. Roh Kudus adalah Allah, artinya Allah akan menyertai manusia didalam RohNya yang Kudus. Nah bagaimana manusia bisa tetap berhubungan dengan Allah, maka dengan berdoa!


Maka doa itu penting :

* Yohanes 4:23
Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian


Berdoa salah satu aspek hidup rohani; berdoa dengan roh, berdoa dengan pengertian. "Aku akan berdoa juga dengan akal budiku," demikian Paulus berkata dalam 1 Korintus 14:15. Doa merupakan nafas orang orang percaya, suatu komunikasi antara yang diselamatkan dan Juruselamat. Doa merupakan persatuan dari kehendak yang diciptakan dengan kehendak yang menciptakan, "the unity of the will of the created one and the Creator". Doa merupakan persatuan dari kehendak kita, kemauan kita, yang disesuaikan dengan kehendak Allah Pencipta. Doa penting sekali, tetapi Alkitab dengan jujur mengatakan kepada kita, bahwa kita sebenarnya tidak tahu bagaimana seharusnya berdoa. Ini jujur sekali. Siapa yang mengetahui bagaimana seharusnya berdoa? Kita selalu hanya minta-minta kalau berdoa, meminta menurut kemauan kita sendiri. Dalam berdoa kita mau supaya Tuhan menyesuaikan dengan kehendak kita.


* Roma 8:26-27
8:26 Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.
8:27 Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.

Catatan2 Alkitab di atas, jelas2 membantah ketuhanan Yesus. Tetapi mengapa umat Kristen bersikukuh menuhankan Yesus? Jawabannya terletak pada "doktrin gereja" yang sudah ditanamkan kepada setiap individu Kristen semenjak ia masih kanak2. Umat Kristen, pada dasarnya tidak benar2 memahami isi Alkitab yang sebenarnya. Mereka lebih mendasarkan diri pada apa yang gereja katakan tentang Yesus, bukan berdasarkan pada apa yang sebenarnya Alkitab katakan tentang Yesus. Di sinilah penyebab kesalahpahaman umat Kristen tentang pribadi Yesus.


Ada banyak ayat yang membuktikan bahwa Yesus adalah Allah
Ada banyak ayat yang membuktikan bahwa Yesus adalah manusia
Tetapi ayat-ayat yang membuktikan bahwa Yesus adalah Tuhan tidak boleh digunakan untuk menyerang keberadaan Yesus sebagai manusia, sebaliknya ayat-ayat yang membuktikan bahwa Yesus adalah Manusia tidak boleh digunakan untuk menyerang keberadaan Yesus sebagai Tuhan.


Apakah Yesus Memiliki Sifat-sifat Tuhan?

Yesus menyatakan diri sebagai Tuhan. Namun apakah Ia memiliki sifat-sifat ketuhanan ini? Jika kita memeriksa dengan teliti, apakah Ia sesuai dengan sketsa Tuhan yang kita temukan di bagian-bagian Alkitab

Pengantar

Perjanjian Lama memberikan banyak mengenai sifat-sifat Tuhan. Tuhan dijelaskan sebagai maha hadir, maha tahu, maha kuasa, kekal dan tak berubah. Ia mengasihi, kudus, benar, bijaksana dan adil.

Yesus menyatakan diri sebagai Tuhan. Namun apakah Ia memiliki sifat-sifat ketuhanan ini? Jika kita memeriksa dengan teliti, apakah Ia sesuai dengan sketsa Tuhan yang kita temukan di bagian-bagian Alkitab yang lain?

Sebagai contoh, ketika Yesus menyampaikan Khotbah di Bukit di sebuah bukit di luar Kapernaum, pada saat yang bersamaan Ia tidak berdiri di Jalan Utama Yerikho, jadi dalam pengertian apa Ia disebut maha hadir?

Bagaimana Ia dapat disebut maha tahu jika dalam Markus 13:32 Ia mengakui bahwa Ia tidak mengetahui kedatangan-Nya yang kedua kali?
Jika Ia kekal adanya, mengapa Kolose 1:15 menyebut-Nya "yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan"?


1. Bisakah Yesus Mengampuni Dosa

Apa yang Ia katakan atau Ia lakukan, yang meyakinkan Anda bahwa Yesus adalah Tuhan?

Seseorang dapat menunjuk pada hal-hal seperti mujizat-mujizat-Nya, tetapi orang lain juga melakukan mujizat-mujizat, jadi meskipun ini bisa memberikan indikasi, ini tidak menentukan. Tentu saja, Kebangkitan adalah pembenaran puncak identitas-Nya. Dari banyak hal yang Ia lakukan, yang paling menyolok adalah pengampunan-Nya atas dosa.

Maka dibawa oranglah kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni."

Maka berkatalah beberapa orang ahli Taurat dalam hatinya: "Ia menghujat Allah."

Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata: "Mengapa kamu memikirkan hal-hal yang jahat di dalam hatimu?
Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah dan berjalanlah?
Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" --lalu berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu--:"Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!"
Dan orang itupun bangun lalu pulang.
Maka orang banyak yang melihat hal itu takut lalu memuliakan Allah yang telah memberikan kuasa sedemikian itu kepada manusia.
(Matius 9:2-8 )

Jika Anda melakukan sesuatu yang melukai saya, saya memiliki hak untuk mengampuni Anda. Tetapi jika Anda melukai saya dan seseorang lain datang menimbrung dan berkata,'aku mengampuni', kelancangan macam apa itu?

Satu-satunya orang yang dapat mengatakan hal semacam itu dengan penuh makna adalah Tuhan sendiri, karena dosa, bahkan jika dilakukan terhadap orang lain, pertama-tama dan terutama adalah suatu penentangan terhadap Tuhan dan hukum-hukum-Nya. Jelas di sini Yesus melakukan pekerjaan pengampunan dosa, suatu pekerjaan yang hanya Allah yang mempunyai hak untuk melakukannya.

Ketika Daud berdosa dengan melakukan perzinahan dan mengatur kematian suami wanita itu, akhirnya ia berkata kepada Tuhan dalam Mazmur 51:6, "Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa dan melakukan yang Kau anggap jahat". Daud mengakui bahwa meskipun ia telah berbuat salah kepada orang-orang, pada akhirnya ia berdosa terhadap Tuhan yang menciptakannya dan Tuhan perlu mengampuninya.

Yesus tidak hanya mengampuni dosa, namun juga Ia tidak berdosa. Dan tentu saja ketidakberdosaan merupakan sifat ketuhanan.


2. Mengapa Yesus Mengosongkan Diri

Bagaimana Yesus bisa maha hadir, jika Ia tidak dapat berada di dua tempat secara bersamaan? Bagaimana Ia bisa maha tahu jika Ia berkata, 'Bahkan Anak Manusia pun tidak tahu jamnya Ia datang kembali? Bagaimana Ia bisa maha kuasa sedangkan Injil-injil dengan terus terang memberitahu kita bahwa Ia tidak mampu mengadakan banyak mujizat di kampung halaman-Nya?


Dalam Filipi 2:5-7 dijelaskan
Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.


Yesus telah mengosongkan diri-Nya dalam penggunaan independen sifat-sifat-Nya. Ia berfungsi sebagai Tuhan ketika Bapa memberi-Nya persetujuan untuk melakukannya.

Pengosongan diri Yesus akan pemakaian independen sifat-sifat-Nya menjelaskan kepada kita mengapa beberapa kasus Ia tidak mempertunjukkan kemahakuasaan, kemahatahuan, kemahahadiran dalam keberadaan-Nya di bumi, bahkan meskipun Perjanjian Baru dengan jelas menyebutkan bahwa semua kualitas ini pada akhirnya memang benar dimiliki-Nya


3. Yesus Pencipta atau Diciptakan?

Ada ayat yang mengisyaratkan bahwa Yesus adalah makhluk yang diciptakan, misalnya Kolose 1:15 mengatakan bahwa Ia adalah 'yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan'. Tidakkah ini dengan jelas mengimplikasikan bahwa Yesus diciptakan, berlawanan dengan keberadaan sebagai Pencipta?

Dalam Perjanjian Baru, anak sulung, normalnya menerima bagian tanah yang terbesar, atau anak sulung akan menjadi raja dalam kasus sebuah keluarga kerajaan. Anak sulung dengan demikian adalah yang pada akhirnya memiliki semua hak dari ayah.

Pada abad kedua sebelum Kristus, ada tempat-tempat di mana kata sulung tidak lagi mengandung makna yang pertama diperanakkan atau dilahirkan namun memuat gagasan kewenangan yang disertai dengan posisi sebagi pewaris yang berhak. Pengertian itulah yang diterapkan kepada Yesus.

Jika Anda hendak mengutip Kolose 1:15, Anda harus tetap mempertahankannya dalam konteks dengan melanjutkannya ke Kolose 1:19, 'Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia'.
Jadi istilah 'sulung' tidak dapat meniadakan kekekalan Yesus, karena itu adalah bagian dari memiliki kepenuhan Allah.

Dalam Yohanes 1:3 dikatakan Yesus adalah pencipta:
Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.


4. Yesus Guru yang Baik

Dalam Markus 10:17-18 dikisahkan ada seorang yang bertanya,'Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?'
kemudian Yesus menjawab 'Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja'.
Tidakkah Ia menyangkali ketuhanan-Nya dengan mengatakan seperti itu ?

Tidak. Ia sedang membuat orang berhenti dan berpikir tentang apa yang Ia katakan. Engkau mengatakan Aku baik, hanya untuk kesopanan, ataukah karena kamu tahu siapa Aku? Apakah engkau benar menganggap Aku memiliki sifat yang seharusnya hanya dimiliki Tuhan? Justru di sinilah Yesus menyatakan diri-Nya Allah.


5. Bapa Lebih Besar daripada Aku

Yesus berkata dalam Yohanes 14:28, 'Bapa lebih besar daripada Aku' .
Apakah ini berarti Yesus kurang daripada Tuhan?

Murid-murid meratap karena Yesus berkata bahwa Ia akan pergi.
Dalam Yohanes 14:28 Yesus berkata 'Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku'. Ini artinya Yesus akan kembali ke kemuliaan yang adalah milik-Nya.
Dalam Yohanes 17:5 Yesus berkata 'Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada', yang artinya 'Bapa lebih besar dari Aku'.
Yesus berada dalam batasan-batasan inkarnasi, Ia sedang menuju ke salib, Ia sedang menuju ke kematian, namun Ia sedang akan kembali kepada Bapa dan kepada kemuliaan yang Ia miliki bersama Bapa sebelum dunia ada.

Ketika saya berkata 'Presiden Indonesia' lebih besar dari saya, tidak berarti dia punya sifat/esensi lebih besar dari saya. Ia lebih besar dalam kapasitas politik dan sambutan publik, tetapi ia tidak lebih daripada saya sebagai manusia.

Andaikata saya naik ke mimbar dan berkhotbah dan berkata 'Dengan sungguh-sungguh saya menyatakan kepada Anda sekalian bahwa Bapa lebih besar daripada saya', itu adalah suatu perkataan yang agak konyol karena semua orang tahu dengan jelas.
Pernyataan ini akan menjadi bermakna jika yang dibandingkan adalah 2 pribadi yang setara, dalam hal ini Yesus dan Bapa. Dalam hal ini justru jelas bahwa Yesus adalah setara dengan Bapa.


5. Menyesuaikan Sketsa Tuhan


Dalam Perjanjian Baru semua atribut Tuhan ditemukan dalam diri Yesus Kristus:

Maha tahu
Sekarang kami tahu, bahwa Engkau mengetahui segala sesuatu. (Yohanes 16:30)

Maha hadir
Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman. (Matius 28:20)

Maha kuasa
Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. (Matius 28:18 )

Kekekalan
Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. (Yohanes 1:1)

Tidak berubah
Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya. (Ibrani 13:8 )

Juga, Perjanjian Lama melukiskan suatu gambaran akan Tuhan dengan menggunakan gelar-gelar dan deskripsi-deskripsi sebagai Alfa dan Omega, Tuhan, Juruselamat, Raja, Hakim, Terang, Batu Karang, Penebus, Gembala, Pencipta, Pemberi Kehidupan, Pengampun Dosa, dan Pembicara dengan Kekuasaan Ilahi. Sungguh memukau bila diperhatikan bahwa dalam Perjanjian Baru setiap dan semuanya itu diaplikasikan kepada Yesus.

Yesus mengatakan dalam Yohanes 14:7,'Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku'.
Artinya, 'Bila kamu melihat sketsa Tuhan dari perjanjian Lama, kamu akan melihat hal itu di dalam Aku'.

Sumber :
Lee Strobel, Pembuktian Atas Kebenaran Kristus, Penerbit Gospel Press



Lebih jauh, hampir semua orang yang mendengar cerita penyaliban ketika itu, beranggapan bahwa yang disalib itu adalah Yesus, oleh karena rupa orang tersebut benar2 mirip dengan Yesus. Hal ini dimanfaatkan oleh para sastrawan dari Yunani dan Romawi (dimana bangsa Romawi ketika itu menjajah Palestina) yang ingin mengabadikan cerita penyaliban itu, dengan menjadikan Septuaginta Perjanjian Lama berbahasa Yunani sebagai salah satu sumber karangan mereka. Lebih jauh lagi, nama "injil" yang diklaim umat Kristen untuk menyebut karya sastrawan "Matius", "Markus", "Lukas", dan "Yohanes", justru baru muncul pada akhir abad ke-2 Masehi ("Salib di Bulan Sabit", karya: DR. Jerald F. Dirks). Adapun Kitab Suci Injil yang diturunkan Allah kepada Yesus, sebagaimana dinarasikan dalam injil2 kanonik di bawah ini, telah hilang dimusnahkan oleh tangan2 Bani Israel.

SUPREMASI ALKITAB

Zaman yang terus berputar meninggalkan banyak sekali catatan sejarah. Ada yang datang dan juga pergi. Seperti Hieraclitus, seorang filsuf Yunani, yang berkata, “Tidak ada yang tetap di dunia ini kecuali perubahan!” Perubahan demi perubahan terjadi dan terus mewarnai perputaran roda sejarah itu sendiri. Ketika kita sedang asyik dengan sebuah kenyataan faktual, sadar atau tidak, ada begitu banyak peristiwa lain yang sedang menyusul di belakangnya. Dalam kacamata manusia sekarang, orang-orang yang mengikuti derap perubahanlah yang akan tetap bertahan hidup.

Seiring dengan itu, ada sebuah kenyataan lain yang tidak bisa kita lupakan begitu saja. Tentang bagaimana Alkitab tetap berdiri kokoh sebagai kebenaran, di tengah-tengah situasi dan kondisi yang mudah dan terus berubah. Konsistensi dan keunggulannya dalam berbicara dan menilai zaman, belum terkalahkan oleh buku manapun. Relevansi yang diberikannya juga tak tergantikan oleh dokumen lain, baik yang sezaman dengannya atau yang ditulis sebelum dan sesudahnya.

Kekristenan adalah kehidupan yang tak bisa dipisahkan dari kehadiran Alkitab. Bahwa Alkitab menjadi sumber dan rujukan terhadap berbagai aspek hidup Kristen adalah kenyataan yang tak terbantahkan. Di sinilah letak vitalitas Alkitab bagi kekristenan. Kebenarannya yang mutlak telah menjadi pegangan hidup banyak orang yang menyakininya sebagai tulisan yang diilhamkan Allah. Sesuai dengan 2 Timotius 3:16, ia sendiri kemudian meninggalkan beberapa implikasi yang berguna bagi praktek hidup Kristen sehari-hari. Mendidik orang di dalam kebenaran, menegor dan menyatakan kesalahan, juga berotoritas dalam memperbaiki kelakuan. Bahkan bagi orang yang belum percaya, Alkitab adalah pemberi hikmat dan penuntun kepada jalan keselamatan.

Sejak dulu, telah banyak usaha-usaha yang sistematis dilakukan untuk memusnahkan Alkitab. Mulai dari meragukan keotentikannya, sampai usaha-usaha yang benar-benar frontal semacam merusak, merobek dan membakarnya. Hasilnya? Sekali lagi sejarahlah yang lalu membuktikan bahwa usaha-usaha itu selalu berujung pada satu hasil: nihil!!
Antiokhus Epifanes, seorang tiran yang sangat kejam, suatu kali menaklukkan Israel. Ia mempersembahkan seekor babi di atas mezbah di bait Allah (sebuah penghinaan besar bagi orang Yahudi) dan mulai membunuh orang-orang yang memiliki jilid-jilid Kitab Suci. Sesudah itu timbullah pemberontakan Makabe yang pada akhirnya menewaskannya, dan hasilnya, kecintaan terhadap Kitab Suci menjadi semakin besar. Salinan-salinannya justru dibuat lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya.

Kaisar Diokletian memusuhi Alkitab dengan mengeluarkan dekrit yang memerintahkan untuk menyita dan membakarnya, pada akhirnya bertobat dan percaya kepada Kristus sebagai Juru Selamatnya. Ia mendorong semua orang memiliki dan membaca Alkitab di seluruh kekaisaran Romawi.

John Tyndale, seorang penerjemah Alkitab dibakar hidup-hidup karena usahanya untuk menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa penduduk setempat, di mana ia melayani. John Huss yang berkeyakinan bahwa Alkitab memiliki kewibawaan paling tinggi, mengalami nasib yang sama. Bahkan John Wycliffe digali tulang belulangnya untuk dibakar dan kemudian abunya dihamburkan ke sungai, gara-gara menerjemahkan Alkitab ke dalam Bahasa Inggris. Nyatanya, Alkitab tetap menunjukkan diri sebagai buku yang tidak bisa dimusnahkan.

Bukan hanya itu, Alkitab juga membuktikan diri sebagai buku yang melihat segala sesuatu secara akurat. Pontius Pilatus pernah diragukan eksistensi historisnya oleh para kritikus Alkitab. Ia hanya dianggap sebagai tokoh dongeng isapan jempol. Para arkeolog akhirnya menemukan sebuah batu di Kaisarea dengan nama Pilatus tercantum di sana. Penemuan ini sekaligus mengukuhkan kesaksian Alkitab bahwa Pontius Pilatus adalah seseorang yang pernah hidup di dalam sejarah. Penemuan tablet-tablet yang mengungkap misteri Bangsa Hitit, yang disebut-sebut dalam PL tetapi diragukan jejaknya oleh sejarawan, menguatkan dan mengukuhkan catatan-catatan Alkitab. Walau bukan buku yang disusun sebagai studi sains, argumentasi dan gagasan yang diberikan Alkitab tentang sains tidak kampungan dan ngawur. Clifford Wilson menambahkan bahwa sepanjang seluruh Alkitab, salah satu bukti terjelas tentang pemahaman penulis terhadap zamannya dibuktikan dengan cara menyebut adat kebiasaan para pejabat waktu itu dengan ketepatan yang tinggi.

Yang lebih mengherankan lagi adalah digenapinya nubuatan yang tercantum di dalamnya. Yesaya menubuatkan Sirus menjadi Raja Persia 150 tahun sebelum ia naik takhta (Yes 44:28, 45:7, Ezr 1:1-4). Daniel memprediksi secara tepat, empat kerajaan yang berturut-turut akan berkuasa; Babilonia, Media-Persia, Yunani dan Romawi (Dan 2, 7). Kedatangan Kristus ke dunia dalam peristiwa Natal, menggenapi setidaknya 200 nubuatan (bahkan lebih dari itu) yang telah ditulis dalam PL. Tidak ada satu kitab dan bukupun di kolong langit yang mendekati, apalagi menyamai Alkitab dari segi akurasi nubuatan. Kenyataan ini sekaligus menjadi jaminan bahwa nubuatan yang lain, yang tercatat di dalamnya akan secara akurat pula digenapi.

Sekelumit bukti yang disusun di atas menunjukkan tentang keunggulan Alkitab jika dibanding dengan kitab-kitab suci yang diyakini oleh agama lain. Apakah Alkitab layak dipercayai sebagai pedoman dan jawaban atas pertanyaan hidup sebagaimana kita mempercayai Allah sebagai Inspirator Agungnya? Adalah kesimpulan yang logis jika kemudian kita berkata bahwa Alkitab adalah firman Allah yang tanpa salah sebagai konsekuensi dari inspirasi yang diberikan Allah. Kekristenan tidak meyakini kebenaran Alkitab sebagai bentuk fanatisme, tetapi karena memiliki data yang bisa dipertanggungjawabkan. Tak berubah, handal dan 100% diilhamkan Allah. Itulah mengapa kemudian kita meyakini Alkitab tidak akan mengecewakan, menipu dan membodohi kita. Jika masalah hidup tidak pernah kita temukan jawabannya di dunia ini, kenapa tidak beralih kepada Alkitab?

(Joko Prihanto)
*Sumber: Bagaimana Jika Alkitab Tidak Pernah Ditulis (oleh: James Kennedy dan Jerry
Newcombe), Filsafat dan Apologetika (oleh: Richard Ngun).

Matius 4:23 Yesuspun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu. (Lihat juga Matius 9:35; 11:1; 24:14; dan 26:13).

Markus 1:14 Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah, (Lihat juga Markus 1:15,38-39; 3:14; 8:35; 10:29; 13:10; 14:9; dan 16:15,20).
Lukas 4:43 Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus." (Lihat juga Lukas 4:44; 8:1; 9:6; dan 20:1).

Jelasnya, nama "injil" yang diberikan kepada "Matius", "Markus", "Lukas", dan "Yohanes", BUKANLAH Kitab Suci Injil yang asli, yang diturunkan Allah kepada Yesus. Sedangkan Injil sebagaimana tersebut dalam ayat2 "injil" kanonik di atas, tentu saja Injil yang asli yang diturunkan Allah kepada Yesus. Pada waktu itu, sedikit sekali orang yang benar2 tahu dan mengerti tentang "Injil". Barulah setelah Al-Qur'an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, tabir kebohongan Perjanjian Baru itu sedikit demi sedikit semakin terbongkar.

Injil berasal dari kata 'euaggelion' (Yunani) artinya adalah kabar baik.
Sedangkan Kitab Injil adalah Kitab yang menuliskan tentang kabar baik

Jadi jikalau Alkitab Perjanjian Baru menuliskan "memberitakan Injil" itu artinya "memberitakan Kabar Baik" :


*Matius 4:23
Yesus pun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu
TR, kai periêgen en olê tê galilaia olên tên galilaian o iêsous didaskôn en tais sunagôgais autôn kai kêrussôn to euaggelion tês basileias kai therapeuôn pasan noson kai pasan malakian en tô laô


* Markus 1:14
Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah
TR, [color=olive]meta de to paradothênai ton iôannên êlthen o iêsous eis tên galilaian kêrussôn to euaggelion tês basileias tou theou[/color]


* Lukas 4:43
Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus."
TR, o de eipen pros autous oti kai tais eterais polesin euaggelisasthai me dei tên basileian tou theou oti epi eis touto apestalên apestalmai


Jadi ketika Kitab Injil Matius menuliskan Yesus "memberitakan Injil" artinya Yesus "memberitakan Kabar Baik"
Sedangkan Kitab Injil, adalah menulis tentang kabar baik atau tepatnya 'kabar baik perihal Yesus. Istilah ini digunakan untuk menyebut ke-empat kitab awal dalam Alkitab Perjanjian Baru (Injil Kanonik : Matius, Markus, Lukas & Yohanes).

Disebut demikian karena ke-empatnya menceritakan 'Riwayat Hidup Yesus', khususnya 'ke-tiga kitab pertama (Matius, Markus & Lukas) menyorot kehidupan itu dari sudut pandangan yang sama karena itu disebut 'Injil Sinoptis' sedangkan kitab Yohanes melihatnya dari sudut berbeda yaitu sudut ke'Allah'an Yesus.


Rujukan Perjanjian Lama :

Dalam Septuaginta (Kitab Suci Yudaisme "Tanakh Ibrani" dalam bahasa Yunani), kata "Kabar Baik" diterjemahkan menjadi "euaggelion"

Contoh Ayat :


* 2 Samuel 4:10
LXX, οτι ο απαγγειλας μοι οτι τεθνηκεν σαουλ και αυτος ην ως ευαγγελιζο (translit: euaggelizo) μενος ενωπιον μου και κατεσχον αυτον και απεκτειtνα εν σεκελακ ω εδει με δουναι ευαγγελια (translit: euaggelia)
Ketika ada orang yang membawa kabar kepadaku demikian: Saul sudah mati! dan memandang dirinya sebagai orang yang menyampaikan kabar baik, maka aku menangkap dan membunuh dia di Ziklag, dan dengan demikian aku memberikan kepadanya upah kabarnya


* 1 Raja-raja 1:42
LXX, ετι αυτου λαλουντος και ιδου ιωναθαν υιος αβιαθαρ του ιερεως ηλθεν και ειπεν αδωνιας εισελθε οτι ανηρ δυναμεως ει συ και αγαθα ευαγγελισαι (translit: euaggelisai)
Selagi ia berbicara, datanglah Yonatan anak imam Abyatar. Lalu Adonia berkata: "Masuklah, sebab engkau seorang kesatria dan tentulah engkau membawa kabar baik."


2 Raja-raja 7:9
LXX, και ειπεν ανηρ προς τον πλησιον αυτου ουχ ουτως ημεις ποιουμεν η ημερα αυτη ημερα ευαγγελιας (Translit, euagelias) εστιν και ημεις σιωπωμεν και μενομεν εως φωτος του πρωι και ευρησομεν ανομιαν και νυν δευρο και εισελθωμεν και αναγγειλωμεν εις τον οικον του βασιλεως
Lalu berkatalah yang seorang kepada yang lain: "Tidak patut yang kita lakukan ini. Hari ini ialah hari kabar baik , tetapi kita ini tinggal diam saja. Apabila kita menanti sampai terang pagi, maka hukuman akan menimpa kita. Jadi sekarang, marilah kita pergi menghadap untuk memberitahukan hal itu ke istana raja."


Maka disini jelas apa yang dimaksud dengan Kabar-baik {euaggelion} = Injil dengan Kitab Kabar-Baik {euaggelion} atau Kitab Injil dan kapan penggunaannya.





9. YESUS MEMBANTAH KETUHANANNYA !

Simak baik2 pernyataan Yesus menurut 4 injil kanonik di bawah ini yang sangat tegas membantah ketuhanannya (perhatikan cetak merah):

MATIUS:
4:10 Maka berkatalah Yesus kepadanya: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!"


Tentu ayat diatas tidak boleh dicuplik sendirian, dan kemudian dugunakan untuk menyerang eksistensi ketuhanan Yesus Kristus.

Kita baca selengkapnya

Matius 4:1-11 PERCOBAAN DI PADANG GURUN
4:1 Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis.
4:2 Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus.
4:3 Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti."
4:4 Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."
4:5 Kemudian Iblis membawa-Nya ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah,
4:6 lalu berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu."
4:7 Yesus berkata kepadanya: "Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!"
4:8 Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya,
4:9 dan berkata kepada-Nya: "Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku."
4:10 Maka berkatalah Yesus kepadanya: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!"
4:11 Lalu Iblis meninggalkan Dia, dan lihatlah, malaikat-malaikat datang melayani Yesus.


Yesus sebagai manusia, tidak luput dari pencobaan.
Sebagai perbandingan Adam-Hawa yang belum pernah berbuat dosa-pun dihasut oleh iblis dalam bentuk ular. Bedanya dengan Yesus Kristus, Dia tidak jatuh dalam dosa.


PENJELASAN :

Ini pekerjaan Roh sebab adalah perlu bagi Yesus untuk mengatasi pencobaan. Ayat 2-4 Empat puluh hari di padang gurun sesudah pembabtisanNya mencerminkan 40 orang Israel di padang gurun.
Ayat 6 "Jika Engkau Anak Allah"(bandingkan dengan Matius 27:40,43). Pernyataan Allah dalam Matius 3:17 diuji (bandingkan dengan Kejadian 3:1). Membuat batu menjadi roti merupakan taktik iblis yang melihat posisi Yesus yang "sedang lapar". Tetapi dengan tegas Yesus menjawab godaan itu dengan mengutip Firman Allah daru Ulangan 8:3 : "ada tertulis......" sambil menunjuk kembali pada sikap sungut-sungut Israel tentang Manna (Bilangan 11: 4-9). Jadi pencobaan pertama ini sifatnya kepada pencobaan kepada "tubuh manusia" (keinginan daging) bandingkan pencobaan ini dengan Kejadian 3:6 (baik untuk dimakan...). Atas pencobaan pertama ini Yesus menang atas tipu daya iblis, yaitu dengan tidak menuruti sahutan iblis, jika saja Yesus menurutinya artinya Yesus "bisa diperintah" oleh iblis.

Pencobaan kedua (ayat 5-7) "Bubungan"barangkali adalah suatu menara atau penyangga. Kata "membawa-Nya" tidak dimaksudkan secara harfiah. Kemudian iblis kembali mencobainya dengan mengutip ayat dari Mazmur 91:11-12 secara licik. Tetapi Yesus membali menjawabnya dengan mengutip Firman Tuhan dari Ulangan 6:16 "Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!", kalimat ini secara eksplisit menyatakan bahwa Yesus itu Tuhan!.

Eksistensi Yesus sebagai manusia masih dicobai dengan pencobaan ketiga (ayat 8-10) "Gunung yang sangat tinggi" nampaknya kalimat ini adalah kalimat alegoris. Ayat yang dikutip dari Ulangan 6:13 menunjuk kembali kepada peristiwa tentang "anak lembu emas" (Keluaran 32:1-6). Inilah puncak dari pencobaan itu, yakti pencobaan terhadap jiwa (keangkuhan hidup; bandingkan dengan Kejadian 3:5--> Kamu akan menjadi seperti Allah). Jawaban Yesus yang dikutip dari Ulangan 6:13 itu menunjuk secara eksplisit bahwa bahwa Yesus adalah Tuhan, walaupun penyampaiannya dikatakan dengan kata ganti orang ke-3 "Dia, KepadaNya".

Ke-tidak-bisa-berdosa-an Kristus tidak berarti bahwa Ia tidak menderita pada waktu mengalami serangan setan :


* Ibrani 2:18
Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai


Semua cobaan itu ditujukan langsung pada keadaan-Nya sebagai manusia, dan bukan sebagai Tuhan


* Yakobus 1:13
"Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: "Pencobaan ini datang dari Allah!" Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun."


Yesus sebagai manusia tidak luput dari pencobaan, tetapi perbedaannya dengan manusia lain "Adam-Hawa", Dia tidak jatuh dalam pencobaan dan Dia tidak berbuat dosa.


* Ibrani 4: 15
Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa

MATIUS 7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

Matius 7: 22-23 harus dilihat latar belakangnya. Karena setiap ayat-ayat mempunyai maksud dan tujuan sesuai konten dan konteks-nya. Maka, sebaiknya ayat ini tidak dicuplik 2 ayat saja tetapi kita mundur sedikit ke balakang. Kita mulai dari ayat 15 terus sampai pada ayat ke 23 dimana perikop ayat-ayat tersebut adalah HAL PENGAJARAN YANG SESAT.


Matius 7:15-23 HAL PENGAJARAN SESAT
7:15 "Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.
7:16 Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri?
7:17 Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik.
7:18 Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik.
7:19 Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.
7:20 Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.
7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"


Jelas sekali konteks Tuhan Yesus memberikan peringatan kepada murid-muridnya, bahwa nanti akan ada orang-orang yang melakukan abusement terhadap pengajaran Tuhan yang sebenarnya, mereka ini bertindak seolah-olah sebagai nabi/ pengajar tetapi sesungguhnya mereka ini adalah penyesat-penyesat.

Dijelaskan pula dalam pasal yang lain, Tuhan Yesus memperingatkan kembali adanya nabi palsu/penyesat-penyesat :


Matius 24:3-5,10-11
24:3 Ketika Yesus duduk di atas Bukit Zaitun, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya untuk bercakap-cakap sendirian dengan Dia. Kata mereka: "Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan dunia?"
24:4 Jawab Yesus kepada mereka: "Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu!
24:5 Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang.
24:10 dan banyak orang akan murtad dan mereka akan saling menyerahkan dan saling membenci.
24:11 Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang.


Seperti beberapa kali kita temukan, memang ada orang-orang yang mengklaim diri mereka itu seolah-olah nabi dan berbicara atas nama Tuhan, tetapi ajaran mereka ini sesat : Contohnya David Koresh yang dikenal dengan "sekte Davidian Clan" Jim Jones "Sekte Jones", Marshall Applewhite "Sekte Heaven’s Gate” , Luc-Jorret “Sekte Solar Temple”dan lain2. Dan yang terbaru adalah Pendeta Mangapin Sibuea di Bandung dengan "Sekte Hari Kiamat".

Nabi-nabi palsu diatas, berbicara atas nama Tuhan, melakukan segala sesuatu seolah-oleh demi nama Tuhan. Kegiatan inilah yang dimaksud dalam Matius 7:22-23, bahwa mereka ini berteriak Tuhan, Tuhan tetapi sebanarnya mereka ini para pelaku kejahatan. Tuhan Yesus memberikan petunjuk bagaimana mengenali ajaran-ajaran sesat yang dilakukan nabi palsu adalah di Matius 7:16-20 "Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka." Tuhan Yesus memberikan perumpamaan yang baik sekali.

Kita diberitahu untuk selalu waspada terhadap pengajar-pengajar sesat, dan mengenali mereka dari "buahnya" artinya dari hasil-hasil yang mereka dapatkan dan tunjukkan. Misalnya Sekte Children of God yang juga pernah dilarang di Indonesia ini, David Moses, orang yang di-nabi-kan di sekte itu, melakukan penyesatan dengan pengajaran "free sex" dalam ibadah-ibadah mereka. Padahal jelas sekali hal itu merupakan dosa, kebiasaan mereka ini justru bukan mencerminkan kasih Kristus, melainkan kasih hawa nafsu. Maka untuk pengajaran tersebut dengan mudah kita menilai bahwa mereka adalah sesat/ bidat.

Berseru-seru kepada Tuhan tidak selalu dibarengi dengan iman; percaya dan hormat kepada Allah. Melainkan seringkali manusia hanya mengucapkan seruan kepada Allah secara verbally; tetapi tanpa iman dan hormat; dengan tujuan-tujuan tertentu. Misalnya ingin mendapat pujian bahwa dia adalah orang saleh, karena tuntutan profesi karena dia adalah seorang pekerja di ladang Tuhan. Tetapi tidak sungguh- sungguh beribadah dengan iman kepada Tuhan.
inilah yang dimaksud. Maka jelaslah Matius 7:22-23 bukan ditujukan kepada murid-murid Yesus yang setia dan menjalankan kehendakNya, tetapi kepada penyesat-penyesat yang berbicara atas nama Tuhan. Untuk mereka ini Tuhan Yesus akan mengenyahkan mereka pada saat penghakiman nanti dengan mengatakan "Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

MATIUS 19:16 Ada seorang datang kepada Yesus dan berkata: "Guru yang baik, perbuatan apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"
19:17 Jawab Yesus: "Mengapa engkau memanggil-Ku Guru yang baik, hanya satu yang baik, yaitu Tuhan. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah-Nya. (al. KJV, Douay-Rheims Bible).

YESUS MENOLAK DISEBUT BAIK?


Injil Lukas 18:18-27 “Orang kaya sukar masuk Kerajaan Allah”
18:18 Ada seorang pemimpin bertanya kepada Yesus, katanya: "Guru yang baik, apa yang harus aku perbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"
18:19 Jawab Yesus: "Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja.
18:20 Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayahmu dan ibumu."
18:21 Kata orang itu: "Semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku."
18:22 Mendengar itu Yesus berkata kepadanya: "Masih tinggal satu hal lagi yang harus kaulakukan: juallah segala yang kaumiliki dan bagi-bagikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku."
18:23 Ketika orang itu mendengar perkataan itu, ia menjadi amat sedih, sebab ia sangat kaya.
18:24 Lalu Yesus memandang dia dan berkata: "Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah.
18:25 Sebab lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah."
18:26 Dan mereka yang mendengar itu berkata: "Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?"
18:27 Kata Yesus: "Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah."


Lukas 18:18-27. Dikisahkan ada seorang Kaya bertanya kepada Yesus dengan keyakinannya bahwa dia adalah orang yang baik karena sudah menuruti semua hukum-hukum Taurat dan perintah agama, demikian : "Guru yang baik, apa yang harus aku perbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" . Kemudian jawab Yesus: "Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja”

Jawaban Yesus ini merupakan jawaban yang sulit untuk dicerna, seolah-olah Yesus menolak diriNya disebut baik. Siapapun akan tahu lawan kata baik adalah buruk/jahat. Apakah benar demikian?

Mari kita coba pahami apa maksud pertanyaan orang kaya tadi kepada Yesus. Bahwa Ketika dia melihat Yesus, dia tidak mengerti bahwa Yesus adalah Allah, tapi dia hanya melihat Yesus sebagai “guru”, dan oleh sebab itu, dia mengira Yesus adalah juga seorang yang baik (Baca ayat 18) seperti pemahamannya terhadap dirinya sendiri yang sudah berusaha menjadi orang baik.

Kemudian kita perhatikan jawaban Yesus yang juga merupakan pertanyaan balik di ayat 19 ; “Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja”. Pertanyaan ini dilontarkan kepada orang itu sebab Yesus tahu bahwa orang ini tidak melihat-Nya sebagai Allah. Orang kaya itu tahu betul bahwa Yesus itu baik, tapi dia menyebut Yesus baik untuk alasan yang keliru. Orang kaya itu mengira Yesus itu juga baik sebagaimana dia baik karena menuruti hukum-hukum Allah.

Disini Yesus Kristus mengajarkan bahwa percaya pada kehidupan yang baik; atau melakukan perbuatan yang baik tidak akan memberikan kehidupan kekal. Dalam Yesaya 64:6 tertulis “Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor; kami sekalian menjadi layu seperti daun dan kami lenyap oleh kejahatan kami seperti daun dilenyapkan oleh angin”. Sebab apabila untuk mendapat keselamatan didasarkan dengan perbuatan baik, untuk apa Tuhan Yesus datang?. Sejauh mana kebaikan manusia bisa meraih kehidupan kekal itu, jika kutuk dosa masih mencengkeram manusia.Sebab manusia akan tetap berada dibawah murka Allah (akibat dosa manusia pertama). Hal ini memang tidak semuanya diterangkan dalam satu perikop tersebut, tetapi kita tahu dari bagian-bagian lain dari Alkitab banyak menjelaskan; walaupun kita berusaha menjalani kehidupan sesempurna mungkin, namun satu dosa saja sudah cukup untuk membawa manusia ke dalam neraka selamanya. Jadi manusia itu benar-benar membutuhkan seorang Penebus. Yesus Kristus datang untuk menebus dosa-dosa manusia. Dia datang untuk menyelamatkan manusia dari kutuk dosa.

Yesus adalah satu-satunya cara pemecahan masalah dosa-dosa kita dan memungkinkan kita untuk mendapat kehidupan yang kekal seperti yang diharapkan oleh orang kaya itu.

MARKUS:
12:28. Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: "Hukum manakah yang paling utama?"
12:29 Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.
12:30 Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.
12:31 Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini." 12:32 Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: "Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia.

Kita baca satu perikop biar jelas demikian :


MARKUS 12:28-34 HUKUM YANG TERUTAMA
12:28 Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: "Hukum manakah yang paling utama?"
12:29 Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.
12:30 Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.
12:31 Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini."
12:32 Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: "Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia.
12:33 Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan."
12:34 Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: "Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!" Dan seorang pun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus


Ayat 28 Seorang Ahli Taurat bertanya kepada Yesus "hukum manakah yang paling utama?" Yesus tentu saja menjawab dengan pandangan dasar Yudaisme. Ayat 29-31 Jawaban Yesus ajaib karena menyatukan dua bagian Alkitab yang terpisah jauh guna menyimpulkan tugas manusia. Namun keduanya itu sebenarnya sudah umum diketahui. Yang pertama : Ulangan 6:4-5 adalah "Shema" atau pengakuan iman Israel (bisa disebut kalimat syahadatnya orang Israel), yang biasanya dibawakan dua kali sehari oleh kalangan Yudaisme. Perintah ini dipakai pada "sabuk doa" yang seringkali dipajang pada tiang pintu sebagai tanda ketaatan mereka (Ulangan 6:8-9).

Yang Kedua, diambil dari Kitab Imamat 19:18, jawaban Yesus ini merangkumkan dalam satu kata "kasih", pertama kasih kepada Allah, sesudah itu kasih kepada manusia. Kasih bukanlah dipahami dari perasaan yang emosionil, melainkan atas asas yang aktif meliputi seluruh kepribadian. Tuhan Yesus menghubungkan keduanya dan mengutamakan kasih kepada Allah.

Ayat 29, bukan berarti Yesus menolak/ deny terhadap ketuhananNya, melainkan jawaban tersebut diberikan kepada seorang yang bertanya, dan yang bertanya ini orang yang mempunyai dasar kepercayaan Yudaisme yang kuat, tentu saja Yesus memulai "penginjilanNya" dari pemahaman mereka dulu. Hasil dari perbincangan ini membuahkan suatu reformulasi Taurat menjadi sederhana dan tetapi merangkum semua perintah Taurat dalam Hukum Kasih.

LUKAS:
4:8 Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!"

Baca penjelasan diatas mengenai PENCOBAAN DI PADANG GURUN

YOHANES:
12:49 Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan.
12:50 Dan Aku tahu, bahwa perintah-Nya itu adalah hidup yang kekal. Jadi apa yang Aku katakan, Aku menyampaikannya sebagaimana yang difirmankan oleh Bapa kepada-Ku.

17:3 Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.

20:17 Kata Yesus kepadanya: "Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu.

Berikut ini kesaksian orang2 Israel dimana Yesus menjalankan misi kerasulannya, tentang kenabian Yesus (bukan Tuhan):

MATIUS:
21:10 Dan ketika Ia masuk ke Yerusalem, gemparlah seluruh kota itu dan orang berkata: "Siapakah orang ini?"
21:11 Dan orang banyak itu menyahut: "Inilah nabi Yesus dari Nazaret di Galilea."

LUKAS:
24:17 Yesus berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu percakapkan sementara kamu berjalan?" Maka berhentilah mereka dengan muka muram.
24:18 Seorang dari mereka, namanya Kleopas, menjawab-Nya: "Adakah Engkau satu-satunya orang asing di Yerusalem, yang tidak tahu apa yang terjadi di situ pada hari-hari belakangan ini?"
24:19 Kata-Nya kepada mereka: "Apakah itu?" Jawab mereka: "Apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret. Dia adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami.
24:20 Tetapi imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin kami telah menyerahkan Dia untuk dihukum mati dan mereka telah menyalibkan-Nya.
24:21 Padahal kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel. Tetapi sementara itu telah lewat tiga hari, sejak semuanya itu terjadi.


Perhatikan juga kutipan dua kisah Yesus menurut "Injil" Yohanes berikut ini, yang menunjukkan bahwa Yesus sama sekali tidak pantas menyandang predikat "Tuhan", bahkan ia justru menunjukkan penghambaannya di hadapan Tuhan sebagai seorang Nabi/Rasul Allah bagi umat Israel:

YOHANES:
7:15 Maka heranlah orang-orang Yahudi dan berkata: "Bagaimanakah orang ini mempunyai pengetahuan demikian tanpa belajar!"
7:16 Jawab Yesus kepada mereka: "Ajaran-Ku tidak berasal dari diri-Ku sendiri, tetapi dari Dia yang telah mengutus Aku.
7:17 Barangsiapa mau melakukan kehendak-Nya, ia akan tahu entah ajaran-Ku ini berasal dari Allah, entah Aku berkata-kata dari diri-Ku sendiri.
7:18 Barangsiapa berkata-kata dari dirinya sendiri, ia mencari hormat bagi dirinya sendiri, tetapi barangsiapa mencari hormat bagi Dia yang mengutusnya, ia benar dan tidak ada ketidakbenaran padanya.

11:33. Ketika Yesus melihat Maria menangis dan juga orang-orang Yahudi yang datang bersama-sama dia, maka masygullah hati-Nya. Ia sangat terharu dan berkata:
11:34 "Di manakah dia kamu baringkan?" Jawab mereka: "Tuhan, marilah dan lihatlah!"
11:35 Maka menangislah Yesus.
11:36 Kata orang-orang Yahudi: "Lihatlah, betapa kasih-Nya kepadanya!"
11:37 Tetapi beberapa orang di antaranya berkata: "Ia yang memelekkan mata orang buta, tidak sanggupkah Ia bertindak, sehingga orang ini tidak mati?"
11:38 Maka masygullah pula hati Yesus, lalu Ia pergi ke kubur itu. Kubur itu adalah sebuah gua yang ditutup dengan batu.
11:39 Kata Yesus: "Angkat batu itu!" Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: "Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati."
11:40 Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?"
11:41 Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata: "Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku.
11:42 Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku."
11:43 Dan sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras: "Lazarus, marilah ke luar!"
11:44 Orang yang telah mati itu datang ke luar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kapan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka: "Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi."

Yesus Kristus adalah "Allah" yang menyatakan diri-Nya dalam wujud manusia.


* 1 Timotius 3:16,
"Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: 'Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah; yang dipercayai di dalam dunia, diangkat dalam kemuliaan.'"


Itulah bedanya Yesus Kristus dengan manusia lain. Dia adalah manusia seutuhnya, dan Allah sepenuhnya. Dia adalah anak Allah, anak manusia, nabi, utusan Allah, hamba Allah, Sang Firman, bahkan Allah itu sendiri. Masih bingung? :)

Dalam jabatanNya sebagai utusan, Yesus juga berperan sebagai Nabi


* Yohanes 17:3
Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.


Yesus mempunyai gelar Mesias, Raja, Iman dan Nabi dan hal tersebut tidak boleh dipisahkan.
Nabi = Utusan Allah --> Yesus adalah Utusan.

Yang mengutus memiliki kedudukan yang lebih tinggi, itu betul, tetapi dari segi hakekat, mereka itu sama. Ayah dapat mengutus anaknya pergi ke warung untuk berbelanja, namun hakekat sang anak tetap tidak berubah, ia tetap sebagai manusia, tidak berubah hakekat menjadi kambing atau kucing.

Demikian pula dengan Yesus Kristus, secara hakekat Dia adalah "Allah".


ALLAH MENGUTUS ALLAH :

Bapa mengutus Yesus Kristus sama halnya Allah mengutus Sang Firman, jadi bisa diartikan Allah mengutus Allah (baca selengkapnya Injil Yohanes pasal 1).

Dalam pemikiran Yudaisme, jika seseorang berkata, maka perkataannya merupakan utusannya. Pemikiran inilah -- Allah berfirman maka Dia mengutus Firman-Nya untuk melaksanakan kehendak-Nya.

Bandingkan dengan :


* Yesaya 55:11,
"demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya."
Hebrew Translit Interlinear, "KEN {demikian} YIHYEH {ia akan menjadi} DEVARI {firman-Ku} 'ASYER {yang} YETSE' {ia keluar} MIPI {dari mulut-Ku} LO'-YASYUV {tidak ia akan kembali} 'ELAY {kepada-Ku} REYQAM {sia-sia} KI {bahwa} 'IM-'ASAH {ia akan melaksanakan} 'ET-'ASYER {yang} KHAFATSTI {Aku berkenan} VEHITSLIAKH {dan ia berhasil} 'ASYER {yang} SYELAKHTIV {Aku utus kepadanya}"


Perhatikan bahwa "firman-Ku" itu selanjutnya menggunakan kata ganti orang ketiga. Selanjutnya perhatikan kata "SYELAKHTIV". Kata ini berasal dari kata "SYALAKH", "mengutus" seperti Nuh "mengutus" seekor burung gagak dan merpati saat air bah, Tuhan "mengutus" malaikat-Nya (Kejadian 24:7), dan ini salah satu ayat populer dengan kata "SYALAKH".


* Keluaran 3:14
"Firman Allah kepada Musa: 'AKU ADALAH AKU.' Lagi firman-Nya: 'Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah 'MENGUTUS' (SYALAKH) aku kepadamu."
Hebrew Translit Interlinear, "VAYO'MER 'ELOHIM 'EL-MOSYEH 'EHYEH 'ASYER 'EHYEH VAYO'MER KOH TO'MAR LIVNEY YISRA'EL 'EHYEH SYELAKHANI 'ALEYKHEM"


Bukankah Allah dapat "mengutus" firman-Nya seperti Yesaya 55:11 di atas?



10. BANTAHAN KEUNIVERSALAN ALKITAB

YESUS UNIVERSAL


KASIH TUHAN UNTUK DUNIA :

Yohanes 3: 16
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Agama Yahudi adalah akar dari Kekristenan, tetapi kita semua tahu bahwa Agama Yahudi eksklusif bagi bangsa Yahudi demikian juga bangsa Yahudi adalah bangsa yang bersikap eksklusif karena mereka adalah The Chosen People. Tuhan adalah yang mempunyai alam semesta sehingga bangsa-bangsa lainpun kemudian diizinkan mempeloleh keselamatan dariNya melalui Yesus Kristus. Kita telah melihat karya agungNya bahwa penyembahan dan ibadah kita di bumi sekarang seperti penyembahan di surga dimana orang-orang dari banyak bangsa, suku dan bahasa menyanyi kepada Yesus dihadapan Tahta Allah. Wahyu 7, 9-10 : Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka. Dan dengan suara nyaring mereka berseru: "Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba!"


INJIL DAN SEJARAH :

Tokoh sejarah Iskandar Agung (356-323 SM) dari Makedonia, atau Alexander the Great, atau di kalangan muslim dan melayu sebagian menyebutnya dengan nama Iskandar Zulkarnain. Adalah salah satu tokoh terhebat yang pernah hidup, tetapi mati muda, telah menaklukkan tiga benua, Eropa, Afrika dan Asia. Di Afrika, Alexander menaklukkan Mesir dan mendirikan kota Alexandria atau dalam bahasa Arabnya, Iskandariah. Di benua Asia, dia menaklukkan Iran sampai ke India. Pada tahun 332SM Alexander datang ke Yerusalem. Terhadap semua daerah jajahannya Alexander mempersatukannya dengan membuat Koine Dialek, (Istilah koine itu berarti umum); jadi Koine Yunani berarti bahasa Yunani yang berlaku untuk umum untuk masyarakat luas. Sebelum Alexander berkuasa, bahasa Yunani merupakan campuran dari sejumlah dialek atau bahasa daerah. Ketika Alexander berkuasa, ia berupaya agar bahasa Yunani itu menjadi bahasa yang digunakan untuk umum atau masyarakat luas. Pada masa penjajahannya Alexander juga membangun infrastruktur dengan pembangunan jalan-jalan yang menghubungkan daerah satu dengan yang lain pada wilayah jajahannya, dan kemudian ratusan tahun kemudian memberikan kemudahan bagi para Rasul untuk memulai mengabarkan Injil, tentu saja kita boleh memandang hal ini sebagai kemudahan karena Para Rasul tidak perlu "babat alas", dan dengan mudah melalui jalan-jalan yang sebelumnya telah dirintis mulai dari masa pemerintahan Alexander Agung itu.

Mengapa Alexander begitu hebat, perlu diingat bahwa dia adalah anak didik dari seorang Filsuf dan Ilmuwan terkemuka Yunani yaitu Aristoteles (384-322 SM). Bisa diartikan pikiran yang ada di otak Alexander adalah buah pikir dari Aristoteles. Tuhan memberi hikmah kepada mereka untuk menciptakan, mengeksplorasi dan menyebarkan Ilmu-ilmu, Budaya, Seni, Olah raga, Tata Bahasa, Kesusastraan, dan lain-lain. Dari situ kita bisa menangkap sebuah maksud, mengapa Allah mengizinkan bangsa-bangsa kafir menjajah umat pilihan Allah itu, atau dalam pemikiran yang lebih sederhana, kita bisa melihat bahwa hal tersebut mungkin diijinkan Allah untuk mempersiapkan kedatangan Kristus ke dunia, hingga demikianlah jalannya. Taurat yang sifatnya eksklusif itu akan sulit untuk ditransferkan ke bangsa lain selain Yahudi. Perlu sebuah bahasa diluar bahasa orang Yahudi untuk mengabarkan Injil Yesus.

Pemahaman diatas memberikan kita satu jawaban mengapa Perjanjian Baru dalam Alkitab kita yang asli adalah ditulis dalam bahasa Yunani. Banyak kalangan non-Kristen mempertanyakan hal ini, mengapa Injil tidak ditulis dalam bahasa Ibrani atau bahasa Aram, bahasa sehari-harinya Yesus?. Pada waktu itu bahasa Yunani adalah bahasa pergaulan, terutama di kalangan kaum terpelajar, sering digunakan oleh orang Yahudi pendatang sebagai bahasa pergaulan di Timur Dekat; pada umumnya Yahudi pendatang berbahasa Yunani ini mengunjungi Yerusalem untuk perdagangan dan berziarah ke Bait Allah. Pada masa itu pula naskah-naskah Perjanjian Lama berbahasa Ibrani (Tanakh Ibrani) diterjemahkan kedalam bahasa Yunani yang dikenal dengan Septuaginta. Selanjutnya dengan datangnya Bangsa Romawi pada tahun 63SM tambah lagi satu bahasa di wilayah itu yaitu bahasa Latin.

Pada masa Perjanjian Baru ditulis, koine Yunani sudah menjadi bahasa yang digunakan secara luas oleh bangsa Israel. Perjanjian Baru yang tertulis dalam Koine Yunani menandakan bahwa Yesus bukan milik bangsa Yahudi saja. Seiring bertambahnya waktu dan berkembangnya jaman, karya dari para-rasul yang mengemban secara teguh Amanat Agung Yesus Kristus agar berita Injil dapat dinikmati semua bangsa. Bahasa Yunani adalah bahasa yang sangat representatif untuk menyampaikan Firman Allah, salah satu contohnya : ada kata agape, filia, eros dan storge, yang semuanya diterjemahkan dengan kata "love" (Inggris) dan "kasih" (Indonesia). Hanya kata Yunani yang bisa menggambarkan Kasih Allah secara tepat yaitu AGAPE.

Alkitab kemudian diterjemahkan kedalam berbagai macam bahasa termasuk bahasa Indonesia, bahkan bahasa daerah-daerah. Mengapa Alkitab diterjemahkan ke berbagai bahasa?. Karena berita keselamatan itu lebih effektif disampaikan lewat bahasa yang bersangkutan, daripada mereka harus mempelajari bahasa aslinya dulu untuk mengenal Yesus. Tentu, bagi yang ingin mempunyai dan mempelajari Bahasa Asli Alkitab, baik Ibrani maupun Yunani, kesempatan tersebut dapat diperoleh bagi semua orang yang mau. Tetapi INJIL menekankan cakupan universal - bahwa Yesus datang untuk membawa keselamatan bagi semua orang, baik orang Yahudi maupun orang bukan Yahudi (semua bangsa).


YESUS BUKAN HANYA UNTUK DOMBA-DOMBA ISRAEL :

Kekristenan kita ini seringkali mendapat serangan-serangan dengan mencuplik ayat Alkitab sendiri :
Matius 15:24 : "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel"
Benarkah demikian?, Karena ayat tsb tidak berdiri sendirian, dan untuk memahaminya harus kita baca dan dipelajari pada keseluruhan ayat-ayat dalam satu perikopnya sbb :

Perempuan Kanaan yang percaya (Matius 15:21-28 )
21 Lalu Yesus pergi dari situ dan menyingkir ke daerah Tirus dan Sidon.
22 Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: "Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita."
23 Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawabnya. Lalu murid-murid-Nya datang dan meminta kepada-Nya: "Suruhlah ia pergi, ia mengikuti kita dengan berteriak-teriak."
24 Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel."
25 Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: "Tuhan, tolonglah aku."
26 Tetapi Yesus menjawab: "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."
27 Kata perempuan itu: "Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya."
28 Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: "Hai Ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." Dan seketika itu juga anaknya sembuh.

Ayat 24 Seringkali diklaim oleh orang-orang di luar Kristus sebagai suatu pernyataan yang rasialis. Padahal justru sebaliknya ada pengajaran yang sangat berharga bisa dipetik dari kisah itu. Yesus kala itu berada didalam lingkungan masyarakat yang memiliki pola pikir bahwa orang-orang Yahudi adalah umat pilihan Allah; sedangkan bangsa lain tidak berhak menerima berkat Allah. Bangsa lain lebih rendah dan sebagainya. Yesus menjawab "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel". Hal ini adalah untuk menguji iman perempuan tersebut dan bahkan lebih jauh lagi Yesus mengucapkan kata-kata yang kedengarannya “kasar” sekali yaitu "anjing". Mengapa Yesus menggunakan kata “anjing” dalam kasus tersebut? Karena memang orang-orang Yahudi menganggap orang-orang Kanaan rendah dan menyebut orang-orang Kanaan “anjing”. Dan Yesus “sengaja” mengangkat topik ini.

Satu hal yang kita harus perhatikan dalam kisah ini adalah bahwa Yesus telah menyembuhkan begitu banyak orang tetapi tidak semuanya memiliki IMAN seperti perempuan Kanaan ini, yang justru dari kalangan yang terhina dengan sebutan “anjing”. Bukan itu saja perempuan Kanaan tidak merasa tersinggung dan bahkan mempunyai keberanian untuk tetap memohon; ayat 27 Kata perempuan itu: "Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya."

Perempuan Kanaan itu tetap dengan berani memohon agar anak perempuannya disembuhkan oleh Yesus, luar biasa. Ia mengatakan bahwa ia tidak meminta apa yang diperuntukkan bagi orang Israel tetapi ia hanya meminta yang layak ia dapatkan, yakni remah-remahnya. Di sini kita melihat bagaimana besar imannya, karena ia tidak memaksakan kehendaknya tetapi ia benar-benar memfokuskan permohonnya kepada belas-kasihan dari Yesus. Ia tetap menganggap suatu anugerah walaupun dia hanya mendapatkan remah-remah, sesuatu yang tidak lagi dihargai orang lain.

Pelajaran besar yang diambil dari iman perempuan Kanaan itu bahwa dia tidak goyah ketika Yesus menjawab “tidak patutlah mengambil roti yang disedikan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.", dia balik menjawab dengan keberanian yang luar biasa “bahwa anjing yang berada di bawah meja itu makan remah-remah roti yang jatuh”. Seorang perempuan dari kalangan kafir dan seorang dari warga kelas dua, keprihatinannya terhadap anak perempuannya telah membuat dia berani menembus batas-batas budaya, tradisi dan gender dengan ketabahan dan keberanian. Inilah yang kemudian membuat Tuhan Yesus menjadi kagum.

Dalam kejadian itu, terbukti bahwa pelayanan Yesuspun menembus batas-batas kebiasan eksklusifitas Yahudi, Perempuan Kanaan itupun mendapat belas-kasihan dari Yesus. Perempuan ini telah datang pada alamat yang tepat, dia memiliki sikap yang benar, dan mendapatkan anugerah-Nya yang telah terbukti mendobrak pola pikir rasialis bangsa Yahudi masa itu. Yesus berkata "Hai Ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." Dan seketika itu juga anaknya sembuh. Yesus telah dibuat kagum oleh iman dan kesederhanaan pola pikir dari perempuan Kanaan itu. Pujian semacam ini sangat jarang diucapkan oleh Yesus!


INJIL UNTUK SEMUA BANGSA :

Matius 10:5-6
Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: "Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.

Ayat tersebut sering diklaim oleh kalangan non-Kristen, bahwa Injil hanya diperuntukkan bagi orang-orang Israel saja. Tetapi harus dipahami bahwa hal tersebut adalah merupakan perintah yang sifatnya temporary yang diperuntukkan ketika murid-murid Yesus melaksanakan awal-awal penginjilan. Bahwa Pengabaran Injil mempunyai tahapan-tahapan, mulai dari lingkungannya (orang-orang Yahudi), kemudian orang-orang di Yudea, Samaria, kemudian terus berjalan keluar, menyebar ke bangsa-bangsa lain (Kitab Kisah Para Rasul menuliskan perjalanan mereka mengabarkan Injil Yesus kepada bangsa-bangsa), Hal tersebut sesuai Amanat Agung Yesus Kristus :

Matius 28:19-20
Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

Terlebih jauh lagi pada Kitab Kisah Para Rasul lebih jelas lagi tahapan-tahapannya bahwa pelayanan dimulai dari Yudea kemudian Samaria bahkan sampai ke ujung bumi.

Kisah Para Rasul 1:7-8 menuliskan,
JawabNya: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasaNya. Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksiKu di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."

Yudea dan Samaria adalah langkah yang harus dilewati untuk kemudian sampai ke ujung-ujung bumi. Waktu murid-murid Yesus melangkah ke bangsa-bangsa, tentunya Yudea dan Samaria itu menjadi tanggung-jawab terlebih dahulu. Bagaimana mengukur keberhasilan mereka menjadi berkat bagi bangsa-bangsa adalah sangat tergantung kepada keberhasilan mereka melayani di wilayah Yudea dan Samaria. Kemudian dengan jelas pula kita baca dalam ayat dibawah ini :

Kisah Para Rasul 16:10 Setelah Paulus melihat penglihatan itu, segeralah kami mencari kesempatan untuk berangkat ke Makedonia, karena dari penglihatan itu kami menarik kesimpulan, bahwa Allah telah memanggil kami untuk memberitakan Injil kepada orang-orang di sana.

Yesus memerintahkan murid-muridnya untuk keluar dari lingkup Israel dan mengabarkan Injil kepada bangsa-bangsa lain. Rasul Paulus dikenal sebagai Rasul yang banyak melakukan terobosan-terobosan sehingga Injil bisa diterima oleh segala macam lapisan, orang Yahudi, non Yahudi dan bangsa-bangsa lain.

Yesus yang universal, artinya Karya Agung Keselamatan dan berkat Kehidupan Kekal dari Tuhan Yesus Kristus diperuntukkan kepada semua orang dan tidak dapat dibatasi oleh dinding-dinding suatu negara, suku bangsa, ras dan budaya.
Untuk itulah Dia datang. Dan semua orang dapat menikmati kasihNya.


Amin.



11. KEBOHONGAN INJIL-INJIL KANONIK !

Ada banyak distorsi dan rekayasa yang telah dilakukan oleh para pengarang injil2 kanonik (Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes) khususnya yang berkaitan dengan gagasan2 pemenuhan nubuat akan datangnya sang Juru Selamat. Namun demikian, saya hanya akan menyuguhkan beberapa contoh kasus saja agar tidak terlalu membosankan untuk dibaca.

Para pengarang injil2 kanonik mengambil ayat2 tertentu dari Septuaginta Perjanjian Lama berbahasa Yunani sebagai nubuat, kemudian mereka mengada2kan kisah2 tertentu dalam kehidupan Yesus (Isa Al-Masih), semoga kesejahteraan senantiasa terlimpah atasnya, yang seolah2 kisah2 tersebut merupakan pemenuhan nubuat datangnya sang Juru Selamat, Yesus Kristus.

Mungkin sekali gagasan2 tersebut dilatarbelakangi oleh ramalan akan datangnya seorang Nabi yang seperti Musa, semoga kesejahteraan senantiasa terlimpah atasnya, sebagaimana disebutkan dalam Kitab Ulangan berikut ini:

18:18 seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya.
18:19 Orang yang tidak mendengarkan segala firman-Ku yang akan diucapkan nabi itu demi nama-Ku, dari padanya akan Kutuntut pertanggungjawaban.
18:20 Tetapi seorang nabi, yang terlalu berani untuk mengucapkan demi nama-Ku perkataan yang tidak Kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi nama allah lain, nabi itu harus dibunuh. (al. Douay Rheims Bible & New Century Version).

Untuk memenuhi ramalan tersebut yang diklaim menunjuk pada Yesus, para pengarang injil2 kanonik tampaknya berupaya keras menciptakan persamaan antara kehidupan Yesus dengan Musa antara lain dengan mengada2kan kisah2 tertentu dalam kehidupan Yesus dan menghubung2kannya dengan nubuat tertentu dalam Perjanjian Lama sehingga seolah2 nubuat tersebut terpenuhi dalam kehidupan Yesus.

Namun demikian, jika kita mencermati kisah2 kehidupan Yesus yang diklaim sebagai pemenuhan nubuat tersebut, kemudian kita membandingkannya atau mencocokkannya dengan nubuat yang dikutip dari Perjanjian Lama, maka akan terlihat jelas betapa nubuat2 yang dikutip tersebut telah didistorsi sedemikian rupa sehingga bagi pembaca yang awam akan tampak bahwa kisah2 dalam kehidupan Yesus tertentu benar2 merupakan pemenuhan nubuat dari Perjanjian Lama.

YESUS NABI PALSU? YANG HARUS MATI DIBUNUH?


* Ulangan 18:20
LAI TB, Tetapi seorang nabi, yang terlalu berani untuk mengucapkan demi nama-Ku perkataan yang tidak Kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi nama allah lain, nabi itu harus mati.
KJV, But the prophet, which shall presume to speak a word in my name, which I have not commanded him to speak, or that shall speak in the name of other gods, even that prophet shall die.
Hebrew,
אַךְ הַנָּבִיא אֲשֶׁר יָזִיד לְדַבֵּר דָּבָר בִּשְׁמִי אֵת אֲשֶׁר לֹא־צִוִּיתִיו לְדַבֵּר וַאֲשֶׁר יְדַבֵּר בְּשֵׁם אֱלֹהִים אֲחֵרִים וּמֵת הַנָּבִיא הַהוּא׃
Translit, 'AKH HANÂVÎ' 'ASYER YÂZÎD LEDABÊR DÂVÂR BISYMÎ 'ÊT 'ASYER LO'-TSIVÎTÎV LEDABÊR VA'ASYER YEDABÊR BESYÊM 'ELOHÎM 'AKHÊRÎM ÛMÊT HANÂVÎ' HAHÛ'
LXX/Septuaginta, πλην ο προφητης ος αν ασεβηση λαλησαι επι τω ονοματι μου ρημα ο ου προσεταξα λαλησαι και ος αν λαληση επ' ονοματι θεων ετερων αποθανειται ο προφητης εκεινος
Translit, PLÊN HO PROPHÊTÊS HOS AN ASEBÊSÊ LALÊSAI EPI TÔ ONOMATI MOU RHÊMA HO OU PROSETAXA LALÊSAI KAI HOS AN LALÊSÊ EP ONOMATI THEÔN HETERÔN APOTHANEITAI HO PROPHÊTÊS EKEINOS


Tidak ditulis tentang mati "terbunuh/dibunuh" tetapi mati saja.
Apakah Yesus Kristus mati hingga saat ini? Apakah para nabi mati saat ini?

Di manakah Yesus Kristus ? dimanakah para nabi saat ini berada?
Setahu saya, jasad para nabi ada dalam kuburan, termasuk nabi dari kalangan Half Bother kita.
Sedangkan Yesus Kristus naik ke Surga.


KEBOHONGAN INJIL2 KANONIK 1: Yohanes Sang Pembaptis.


Para pengarang injil2 kanonik memperkenalkan tokoh Yohanes (Yahya) sang Pembaptis, semoga kesejahteraan senantiasa terlimpah atasnya, yang ingin digambarkan mereka sebagai pemenuhan nubuat akan datangnya seorang Juru Selamat lainnya. Dalam kasus ini, bukanlah Yohanes sang Pembaptis yang menjadi Juru Selamat, tetapi bahwa Yohanes sang Pembaptis merupakan pemenuhan nubuat datangnya seorang tokoh yang konon mendahului kedatangan sang Juru Selamat, Yesus Kristus. Berikut ini petikan injil2 kanonik:

MATIUS:

3:1. Pada waktu itu tampillah Yohanes Pembaptis di padang gurun Yudea dan memberitakan:
3:2 "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!"
3:3 Sesungguhnya dialah yang dimaksudkan nabi Yesaya ketika ia berkata: "Ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya."
3:11 Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.

MARKUS:

1:2 Seperti ada tertulis dalam kitab nabi Yesaya: "Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan bagi-Mu;
1:3 ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya", 1:4 demikianlah Yohanes Pembaptis tampil di padang gurun dan menyerukan: "Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu."

LUKAS:

3:3 Maka datanglah Yohanes ke seluruh daerah Yordan dan menyerukan: "Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu,
3:4 seperti ada tertulis dalam kitab nubuat-nubuat Yesaya: Ada suara yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya.
3:16 Yohanes menjawab dan berkata kepada semua orang itu: "Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia yang lebih berkuasa dari padaku akan datang dan membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak. Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.

YOHANES:

1:22 Maka kata mereka kepadanya: "Siapakah engkau? Sebab kami harus memberi jawab kepada mereka yang mengutus kami. Apakah katamu tentang dirimu sendiri?"
1:23 Jawabnya: "Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan! seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya."
1:27 yaitu Dia, yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak."


Kutipan injil2 kanonik di atas sebenarnya merujuk pada satu keterangan dari Perjanjian Lama yang benar2 eksis, tetapi mereka mengutipnya dari versi Septuaginta Perjanjian Lama berbahasa Yunani. Dalam uraian berikut, terjemahan teks berbahasa Ibrani mengenai ayat2 Kitab Yesaya tersebut dikutip di bawah ini:

40:3 Ada suara yang berseru-seru: "Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita!
40:4 Setiap lembah harus ditutup, dan setiap gunung dan bukit diratakan; tanah yang berbukit-bukit harus menjadi tanah yang rata, dan tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran;
40:5 maka kemuliaan TUHAN akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama-sama; sungguh, TUHAN sendiri telah mengatakannya."
40:6 Ada suara yang berkata: "Berserulah!" Jawabku: "Apakah yang harus kuserukan?" "Seluruh umat manusia adalah seperti rumput dan semua semaraknya seperti bunga di padang.
40:7 Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, apabila TUHAN menghembusnya dengan nafas-Nya. Sesungguhnyalah bangsa itu seperti rumput.
40:8 Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya."

Terjemahan injil2 kanonik yang diambil dari Septuaginta Perjanjian Lama berbahasa Yunani tampaknya sangat cocok dengan Yohanes sang Pembaptis. Tentu saja, karena para pengarang injil2 kanonik tersebut menarasikan seolah2 nabi Allah ini muncul dan mewartakan pesannya di wilayah belantara di sekitar Sungai Yordan, dan dibuat sedemikian rupa sehingga seolah2 pesan Yohanes selaras dengan yang dilaporkan dalam kutipan Yesaya di atas. Namun, jika kita meneliti terjemahan dari bahasa Ibrani, sebagaimana dipertentangkan dengan versi bahasa Yunani dari teks Yesaya, maka kita akan mengetahui adanya PERSOALAN YANG MENCOLOK. Bahwa ia bukanlah "suara dari seseorang yang berseru2 di padang gurun", tetapi meneriakkan bahwa kita harus mempersiapkan jalan Tuhan "di padang gurun/belantara".

Suara itu tidak berada di padang gurun, tetapi "jalan Tuhan" itulah yang berada di padang gurun/belantara yang harus dipersiapkan dan diluruskan. Betapa krusialnya perubahan ini! Para pengarang injil2 kanonik, menerjemahkan keterangan itu sedemikian rupa sehingga seolah2 sesuai dengan Yohanes sang Pembaptis. Akan tetapi, itu bukanlah yang dikatakan Yesaya. Kata2 Yesaya yang sebenarnya dari teks berbahasa Ibrani tidak memiliki kaitan sama sekali dengan Yohanes sang Pembaptis, tetapi ia justru lebih cocok dengan nabi setelah Yesus. Nabi itu telah mengubah Jazirah Arab yang berupa padang gurun dan gunung2 batu, yang luasnya ratusan kali luas padang gurun Yudea, menjadi kota dan negeri yang senantiasa ramai oleh hamba2 Allah.

Jelasnya, teks Yesaya di atas tidak berbicara tentang "suara orang yang berseru-seru di padang gurun", tetapi ia berbicara tentang "mempersiapkan jalan Tuhan di padang gurun/belantara". Menurut Yesaya, "suara orang yang berseru-seru" itu berada di suatu tempat yang tidak diketahui, yang menyerukan umatnya untuk mempersiapkan dan meluruskan jalan Tuhan di padang gurun/belantara. Sebaliknya, para pengarang injil2 kanonik mendistorsi teks Yesaya tersebut sedemikian rupa sehingga seolah2 ia berbicara tentang "suara orang yang berseru-seru di padang gurun", yang dimaksudkan untuk menunjuk kepada Yohanes sang Pembaptis, yang menyerukan umatnya untuk mempersiapkan dan meluruskan jalan Tuhan (dimana???). Benar2 tidak berbicara kebenaran!

Lebih jauh, dalam Yesaya 40:8 di atas terdapat frasa "tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya". Perlu dicamkan di sini, bahwa TIDAK ADA Firman Allah yang "tetap suci" keadaannya di dunia ini, dan PASTI terjaga kesuciannya hingga hari kiamat, selain Al-Qur'an!

Wassalaam.

Jika anda menganggap Perjanjian Baru berlandaskan Septuaginta. Baiklah kita ambil ayat dari bahasa asli Tanakh Ibrani dengan terjemahan dari kalangan Yudaisme :


* Yesaya 40:3-5
40:3 QOL QORE BAMIDBAR PANU DEREKH YEHOVAH YASYRU BA'ARAVAH MESILAH LELOHEINU
קֹול קֹורֵא בַּמִּדְבָּר פַּנּוּ דֶּרֶךְ יְהוָה יַשְּׁרוּ בָּעֲרָבָה מְסִלָּה לֵאלֹהֵינוּ׃
Hark! one calleth: 'Clear ye in the wilderness the way of the LORD, make plain in the desert a highway for our God.

40:4 KOL-GEI YINASE VEKHOL-HAR VEGIVAH YISYPALU VEHAYAH HE'AQOV LEMISYOR VEHARKHASIM LEVIQAH
כָּל־גֶּיא יִנָּשֵׂא וְכָל־הַר וְגִבְעָה יִשְׁפָּלוּ וְהָיָה הֶעָקֹב לְמִישֹׁור וְהָרְכָסִים לְבִקְעָה׃
Every valley shall be lifted up, and every mountain and hill shall be made low; and the rugged shall be made level, and the rough places a plain;

40:5 VENIGLAH KEVOD YEHOVAH VERAU KHOL-BASAR YAKHDAV KI PI YEHOVAH DIBER
וְנִגְלָה כְּבֹוד יְהוָה וְרָאוּ כָל־בָּשָׂר יַחְדָּו כִּי פִּי יְהוָה דִּבֵּר׃ ס
And the glory of the LORD shall be revealed, and all flesh shall see it together; for the mouth of the LORD hath spoken it.'


Tanakh Ibrani menuliskan dengan jelas padang gurun dan padang belantara.

במדבר - BAMIDBAR asal kata מדבר - "MIDBAR" menurut Leksikon Ibrani artinya : wilderness

בערבה - BA'ARAVAH asal kata ערבה - 'ARABAH menurut Leksikon Ibrani artinya : desert plain, steppe, desert, wilderness

Terjemahan kalangan Hebrew Bible :
Hark! one calleth: 'Clear ye in the wilderness the way of the LORD, make plain in the desert a highway for our God. --> ada orang berseru-seru/ menyuarakan.


Jadi apa yang sebenarnya dipermasalahkan?


Kita selidiki tugas Yohanes Pembabtis ini (Matius 3:1-12, Markus 1:2-8, Lukas 3:2-9, Yoh 1:23) demikian :

Yohanes Pembabtis, sebelum melakukan tugas utamanya yaitu membabtis Kristus. Padang Gurun Yudea meliputi daerah yang luas yang tidak digunakan untuk pertanian, tetapi ada bagian-bagian yang digunakan untuk penggembalaan ternak. Padang gurun biasa menjadi lambang kehidupan sederhana bersama Allah, bertentangan dengan kehidupan di kota yang penuh kebejatan. Beberapa nabi dari golongan esketis hidup dalam atau keluar dari padang gurun itu. Yohanes Pembabtis memakai kata-kata yang sama dengan isi pemberitaan Yesus (Matius 4:17) "Bertobatlah" berarti mengubah sikap hidup terhadap diri sendiri dan terhadap Allah. Sebelum Yesus melakukan pelayanan dengan "dibabtis" terlebih dahulu, Yohanes pembabtis ini sudah menyeru-nyerukan orang untuk bertobat karena kerajaan Mesias sudah dekat. Matius memakai istilah Kerajaan Sorga sedangkan Injil sinoptik lainnya menulis Kerajaan Allah. Tugas dari Yohanes Pembabtis ini sangat tepat tertulis pada Kitab Yesaya 40:3.




12. KEBOHONGAN INJIL2 KANONIK 2: Anak yang Dikasihi Allah


Digambarkan dalam injil2 kanonik bahwa ketika semua orang dari daerah Yudea dan semua penduduk Yerusalem telah dibaptis oleh Yohanes sang Pembaptis di Sungai Yordan, lalu datanglah Yesus dari Nazaret kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya. Narasi selanjutnya dikutip di bawah ini:

MATIUS:

12:16 Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia,
12:17 supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya:
12:18 "Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada orang-orang non-Yahudi.
12:19 Ia tidak akan berbantah dan tidak akan berteriak dan orang tidak akan mendengar suara-Nya di jalan-jalan.
12:20 Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang.
12:21 Dan pada-Nyalah orang-orang non-Yahudi akan berharap."

3:15 Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah." Dan Yohanespun menuruti-Nya.
3:16 Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,
3:17 lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan."

MARKUS:

1:9. Pada waktu itu datanglah Yesus dari Nazaret di tanah Galilea, dan Ia dibaptis di sungai Yordan oleh Yohanes.
1:10 Pada saat Ia keluar dari air, Ia melihat langit terkoyak, dan Roh seperti burung merpati turun ke atas-Nya.
1:11 Lalu terdengarlah suara dari sorga: "Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan."

LUKAS:

3:21. Ketika seluruh orang banyak itu telah dibaptis dan ketika Yesus juga dibaptis dan sedang berdoa, terbukalah langit
3:22 dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atas-Nya. Dan terdengarlah suara dari langit: "Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan."

YOHANES:

1:32 Dan Yohanes memberi kesaksian, katanya: "Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya.
1:33 Dan akupun tidak mengenal-Nya, tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus.
1:34 Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah."

Ayat2 injil di atas tidak secara eksplisit menunjuk keterangan dalam Perjanjian Lama, kecuali MATIUS 12:16-21.

Peristiwa babtisan Yesus dalam (Matius 3:15-17, Markus 1:9-11, Lukas 3:21-22 dan Yohanes 1:32-34) ke-4 Kitab Injil menuliskan kisah yang seragam, walaupun ditulis dengan kalimat yang berbeda. Adalah merupakan penggenapan Nubuat pada Yesaya 42:1-4 dan beberapa ayat lain.

Permunculan Yesus dari air di Sungai Yordan diiringi oleh berbagai gejala yang luar biasa dan adikodrati dengan latar belakang yang panjang dan kaya dari kutipan-kutipan Perjanjian Lama. Dengan pembukaan langit, pemisah antara Surga dan Bumi telah terbuka (Yehezkiel 1:1; Yesaya 64:1)


* Yehezkiel 1:1
Pada tahun ketiga puluh, dalam bulan yang keempat, pada tanggal lima bulan itu, ketika aku bersama-sama dengan para buangan berada di tepi sungai Kebar, terbukalah langit dan aku melihat penglihatan-penglihatan tentang Allah.


Perhatikan Yesus dibabtis dan memulai pekerjaan-Nya pada usianya yang ke 30 tahun (Lukas 3:23).
Turunnya Roh Kudus seperti burung merpati mengingatkan kegiatan Roh Allah dalam penciptaan (lihat Kejadian 1:2). Suara dari Surga menggambarkan Yesus dalam ungkapan-ungkapan yang diambil dari berbagai kutipan Perjanjian lama (Kejadian 22:2, Mazmur 2:7, Yesaya 42:1)


* Kejadian 22:2
Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.


* Mazmur 2:7
Aku mau menceritakan tentang ketetapan TUHAN; Ia berkata kepadaku: "Anak-Ku engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini


* Yesaya 42:1
Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa.


Catatan kisah ini mencapai puncaknya dalam identifikasi Yesus sebagai Anak Allah.
Penegasan peristiwa diatas diulangi pada Matius 12:15-21. Kesederhanaan hidup dan kelembutanNya menghadapi sikap permusuhan sebagai pemenuhan dari apa yang telah tertulis dalam :


* Yesaya 42:1-4
42:1 Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa.
42:2 Ia tidak akan berteriak atau menyaringkan suara atau memperdengarkan suaranya di jalan.
42:3 Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum.
42:4 Ia sendiri tidak akan menjadi pudar dan tidak akan patah terkulai, sampai ia menegakkan hukum di bumi; segala pulau mengharapkan pengajarannya.


Dengan menolak menggunakan kekerasan melawan orang-orang Farisi untuk mengungkapkan diriNya secara terbuka. Yesus tidak mengeluh atau berteriak. Tetapi kutipan lain dari Perjanjian Lama juga menarik: Jati Diri Yesus sebagai Hamba Tuhan (Lihat Matius 3:17 dan Matius 17:5). Yesus yang sepenuhnya memiliki Roh Kudus, dan perananNya dalam rencana keselamatan Allah bagi orang-orang kafir (non-Yahudi). Identifikasi Tuhan menciptakan latar belakang untuk perdebatan dengan orang farisi mengenai sumber dari kuasa Yesus Kristus. Pokok serangan dari kaum Farisi ini adalah Yesus bersekongkol dengan iblis. Tetapi pembaca Injil tahu bahwa Yesus adalah benar benar Allah yang berkuasa(hal ini dijelaskan pada perikop selanjutnya di ayat 22 s/d 37).

Namun, dengan mempertimbangkan kebiasaan injil2 kanonik menunjuk nubuat Yesaya dalam narasinya dan mengingat KEBOHONGAN INJIL2 KANONIK 1, maka sesungguhnya ayat2 injil kanonik di atas diinspirasikan dan dikutip oleh para pengarangnya dari Kitab Yesaya berikut ini:

42:1. Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa. (a)
42:2 Ia tidak akan berteriak atau menyaringkan suara atau memperdengarkan suaranya di jalan.
42:3 Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum.
42:4 Ia sendiri tidak akan menjadi pudar dan tidak akan patah terkulai, sampai ia menegakkan hukum di bumi; segala pulau mengharapkan pengajarannya.
42:5. Beginilah firman Allah, TUHAN, yang menciptakan langit dan membentangkannya, yang menghamparkan bumi dengan segala yang tumbuh di atasnya, yang memberikan nafas kepada umat manusia yang mendudukinya dan nyawa kepada mereka yang hidup di atasnya:
42:6 "Aku ini, TUHAN, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan, telah memegang tanganmu; Aku telah membentuk engkau dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa,
42:7 untuk membuka mata yang buta, untuk mengeluarkan orang hukuman dari tempat tahanan dan mengeluarkan orang-orang yang duduk dalam gelap dari rumah penjara.
42:8 Aku ini TUHAN, itulah nama-Ku; Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain atau kemasyhuran-Ku kepada patung. 42:9 Nubuat-nubuat yang dahulu sekarang sudah menjadi kenyataan, hal-hal yang baru hendak Kuberitahukan. Sebelum hal-hal itu muncul, Aku mengabarkannya kepadamu."
42:10 Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN dan pujilah Dia dari ujung bumi! Baiklah laut bergemuruh serta segala isinya dan pulau-pulau dengan segala penduduknya. (b)
42:11 Baiklah padang gurun menyaringkan suara dengan kota-kotanya dan dengan desa-desa yang didiami Kedar! Baiklah bersorak-sorai penduduk Bukit Batu, baiklah mereka berseru-seru dari puncak gunung-gunung! (c)
42:12 Baiklah mereka memberi penghormatan kepada TUHAN, dan memberitakan pujian yang kepada-Nya di pulau-pulau.
42:13. TUHAN keluar berperang seperti pahlawan, seperti orang perang Ia membangkitkan semangat-Nya untuk bertempur; Ia bertem-pik sorak, ya, Ia me-mekik, terhadap musuh-musuh-Nya Ia membuktikan kepahlawanan-Nya. (d)
42:14 Aku membisu dari sejak dahulu kala, Aku berdiam diri, Aku menahan hati-Ku; sekarang Aku mau mengerang seperti perempuan yang melahirkan, Aku mau mengah-mengah dan megap-megap.
42:15 Aku mau membuat tandus gunung-gunung dan bukit-bukit, dan mau membuat layu segala tumbuh-tumbuhannya; Aku mau membuat sungai-sungai menjadi tanah kering dan mau membuat kering telaga-telaga.
42:16 Aku mau memimpin orang-orang buta di jalan yang tidak mereka kenal, dan mau membawa mereka berjalan di jalan-jalan yang tidak mereka kenal. Aku mau membuat kegelapan yang di depan mereka menjadi terang dan tanah yang berkeluk-keluk menjadi tanah yang rata. Itulah hal-hal yang hendak Kulakukan kepada mereka, yang pasti akan Kulaksanakan.
42:17 Orang-orang yang percaya kepada patung pahatan akan berpaling ke belakang dan mendapat malu, yaitu orang-orang yang berkata kepada patung tuangan: "Kamulah allah kami!" (e)
42:18. Dengarkanlah, hai orang-orang tuli pandanglah dan lihatlah, hai orang-orang buta!
42:19 Siapakah yang buta selain dari hamba-Ku, dan yang tuli seperti utusan yang Kusuruh? Siapakah yang buta seperti suruhan-Ku dan yang tuli seperti hamba TUHAN? (f)
42:20 Engkau melihat banyak, tetapi tidak memperhatikan, engkau memasang telinga, tetapi tidak mendengar.
42:21 TUHAN telah berkenan demi penyelamatan-Nya untuk memberi pengajaran-Nya yang besar dan mulia;

Penulis diatas mungkin sedang mengarahkan kepada "keturunan Kedar" --> dengan maksud bahwa “Sang Nabi” akan hadir dari rumpun Kedar.

Tetapi, Kedar dikonotasikan sebagai musuh Israel.


* Mazmur 120 : 5 – 7 :
120:5 CELAKALAH akukarena harus tinggal sebagai orang asing di Mesekh, karena harus diam diantara kemah-kemah KEDAR.
120:6 Cukup lama aku tinggal bersama-sama dengan orang-orang yang MEMBENCI PERDAMAIAN.
120:7 Aku ini suka perdamaian, tetapi apabila aku berbicara, maka MEREKA MENGHENDAKI PERANG


Jadi Kedar muncul dalam konteks PEPERANGAN dan KETIDAKDAMAIAN.

Yesaya pasal 42 Judul perikopnya adalah HAMBA ALLAH, marilah kita telaah satu-persatu ayat-ayatnya, dan harap dimengerti bahwa ayat-ayat dalam Yesaya 42 terkait erat dengan pasal-pasal sebelum dan sesudahnya, bahkan berkaitan dengan kitab-kitab lain dalam Perjanjian Lama (Tanakh). Jadi jika dicuplik-cuplik satu atau sedikit ayat untuk di-match-kan dengan "nabi lain" dari "rumpun lain" tentu akan berkontradiksi dan tidak akan pernah cocok. Ayat-ayat dalam Alkitab selalu mempunyai konteks dan latar belakang, setiap ayat bisa di-linearkan dengan ayat-ayat lain dalam Alkitab, setiap ayat selalu mempunyai latar belakang dan konklusinya. Maka setiap usaha untuk menghubung-hubungkan seseorang dari “rumpun lain”, maka usaha ini akan sia-sia saja.

Baiklah, kita bahas satu-persatu konteks ayat-ayatnya :


Bagian Pertama Yesaya 42: 1-17 TERANG BAGI BANGSA-BANGSA

Yesaya 42:1-7 "Nyanyian Hamba Allah" yang pertama: Hamba Allah, selaku "seorang untuk orang-orang lain" dengan tekanan yang kian meningkat pada penderitaan dalam Yesaya 49:1-13; Yesaya 50:4-9: Yesaya 52:13 dan Yesaya 53:12 diikuti dengan ayat ayat penuh dengan kegembiraan dalam Yesaya 61:1-4 yang menjelaskan satu per satu berkat-berkat yang dibagi-bagikannya.

Pada penghujung terakhir dari rangkaian "nyanyian/syair" itu, Hamba Allah yang dimaksud adalah seorang yang bertindak sebagai pengganti bagi orang lain yang jumlahnya sangat banyak.

Ayat 1: Diperkenalkan selaku hamba-Ku dan orang-pilihan-Ku, dia adalah dekat sekali berhubungan dengan "Israel" (Lihat Yesaya 41:8-20) Perlengkapan dengan Roh dan pelaksanaan dari hukum (ayat 1,3,4) atau agama yang benar, adalah hal-hal yang penting dari raja keturunan Daud (lihat Yesaya 11:1-10, Yesaya 32:1-8 ) --> Bandingkan penggabungan dari perikop ini dengan yang bercorak kerajaan dalam Mazmur 2:7 pada pembabtisan Yesus di Matius 3:17). Pada saat ini seorang individu sudah tampil berdiri dari massa Israel. Penutup dari pasal ini (ayat 8-25) dengan kuat mengukuhkan kesan ini.

Ayat 2 - 7 kelemahlembutan Hamba Allah itu, baik selaku ketidak-menonjolan (ayat 2) maupun keramahan pada yang lemah (ayat 3), pudar dan patah terkulai (ayat 4) dengan tegas memakai kata-kata Ibrani yang telah dipakai dalam ayat 3. Gambaran ini dikenakan pada Yesus dalam Matius 12:15-21, dan sekilas tentang dunia yang menanti (ayat 4c) mengukuhkan ciri dari misiNya. Menjadi terang bangsa-bangsa (ayat 6) adalah salah satu petunjuk utama pada Yesus (bandingkan Lukas 2:32), dan dalah satu dari gelar-gelar yang membantu membentuk umatNya yang percaya kepadaNya (gerejaNya) (bandingkan dengan Kisah 13:47). Tapi sementara gereja mengambil bagian dalam pembebasan orang buta dan orang hukuman (ayat 7; bandingkan "hamba Allah" yang dilukiskan dalam 2 Timotius 2: 24-26), digambarkan selaku perjanjian Allah, yang mempersatukan Tuhan dengan umat (ayat 6; bandingkan dengan Yesaya 49:8 ) di dalam pribadiNya sendiri (bandingkan dengan Matius 26:28 ).

Ayat 8-9 Menghubungkan tema "Hamba Allah" dengan tema-tema dari Yesaya pasal 40 dan 41 masing-masing karena "kecemburuan TUHAN" akan kemuliaan-Nya yang sebenarnya, terutama diungkapkan dalam memancarkan terangNya ke seluruh penjuru dunia. Inilah tahap berikut dari rencana-Nya, hal-hal baru dinyatakan pada garis besarnya "semenjak permulaannya" (Lihat Yesaya 41:26-27; bandingkan dengan Kejadian 12:1-3).

Yesaya 42:10-12 Dunia menyambut Tuhan dengan gembira. Menggeloranya nyanyian/syair adalah ciri-ciri dari pasal-pasal ini (bandingkan dengan Yesaya 44:23, yesaya 49:13, Yesaya 52:9 dll), sama seperti dalam pasal 24 s/d 27 dan mirip sekali dengan Mazmur pasal 93, 95 s/d 100, dalam tema dan bahasa. Ayat 10 bandingkan dengan ayat dalam Mazmur 93:3, bukan saja alam tetapi juga bangsa-bangsa menggelora bernyanyi, menyambut kegembiraan karena pembebasan yang baru disebutkan tadi.

Ayat 11 Lawan-lawan Israel yang keras, Kedar (bandingkan dengan Mazmur 120:5-7) yang dulu tampak pada konteks penghukuman (Yesaya 21:16-17), menyatakan luasnya anugerah ini. Tetapi lihat ayat-ayat berikutnya :

Yesaya 42:13-17 Tuhan menyatakan kegairahannya. Tamsil-tamsil yang bertalian dengan kekerasan, seperti orang perang (ayat 13), ... seperti perempuan yang melahirkan (ayat 14) membongkar gagasan bahwa anugerah hanya suatu kemurahan hati Allah. Sebaliknya, kedasyatanNya (ayat 13) melawan yang jahat, dan semangatNya yang meluap untuk memperbaikinya (ayat 14; bandingkan dengan Lukas 12:50), merupakan alasan tindakanNya sama seperti kelemah-lembutanNya (ayat 16a) dan keteguhan pendirianNya (ayat 16b) terhadap korban-korbannya. Keselamatan hanya datang melalui penghukuman, dan tidak akan diberikan bagi orang-orang yang tidak jera (ayat 17). Bandingkan dengan Yesaya 63:1-6, perlengkapan yang berapi-api pada pasal 53.

Yesaya 42:18-25 Pemimpin-pemimpin buta dari yang buta Antiklimaks yang pahit dari gambaran hamba yang benar (ayat 1-9), dari bumi yang menunggu (ayat 10-12) dan dari Penyelamat yang ingin datang (ayat 13-17) adalah sangat cocok bagi kegagalan umat pilihan Tuhan yang sering terjadi untuk hidup sesuai panggilannya. Dalam pengelihatan Yesaya yang pertama : "Melihat dan mendengar tanpa daya tanggap" (ayat 18-20) adalah suatu tanda bahaya (bandiingkan dengan Yesaya 6:10-11); disini hal itu adalah ketidak mampuan yang melumpuhkan. Kepercumaan dari pesuruh yang tidak kompeten (bandingkan "Aku melihat keributan yang besar,....tetapi aku tidak tahu apa itu", 2 Samuel 18:29) adalah kepercumaan dari Israel, dan hal itu dilakukan dengan sengaja : dia adalah ahli waris perjanjian (ayat 19b, hamba-Ku atau suruhan-Ku, yang telah kupilih dengan tulus/ kasih sayang "Yesruyun" Ibr., Lihat Yesaya 44:2); dia memiliki kemampuan (ayat 20) dan pengajaran (ayat 21) tentang pengetahuan akan kehendak Allah; dia masih diundang untuk memperhatikan dan mendengarkan (ayat 23). Bahkan keadaan buruk yang diperhatikannya sekarang adalah dihayatinya untuk mengajarnya bahkan untuk menghancurkannya (ayat 25b); tapi pelajaran hingga taraf ini masih belum dipahami oleh umah Allah ini.

Kemudian pasal 42 ini dilanjutkan pada penegasan bahwa Allah satu-satunya penebus yang mengarah pada nubuat selanjutnya tentang anugerah yaitu datangnya Yesus Kristus (ayat 1-21) kemudian pasal-pasal lain selanjutnya setelah pasal 42 pun mengarah kepada Kedatangan Kristus dan sikap umat pilihan terhadap anugerah itu.

60:7 Segala kambing domba Kedar akan berhimpun kepadamu, domba-domba jantan Nebayot akan tersedia untuk ibadahmu; semuanya akan dipersembahkan di atas mezbah-Ku sebagai korban yang berkenan kepada-Ku, dan Aku akan menyemarakkan rumah keagungan-Ku.
60:8 Siapakah mereka ini yang melayang seperti awan dan seperti burung merpati ke pintu kandangnya?

Tentang Kedar sudah dijelaskan diatas bahwa Kedar dikonotasikan sebagai musuh Israel :


* Mazmur 120:5-7
120:5 Celakalah aku, karena harus tinggal sebagai orang asing di Mesekh, karena harus diam di antara kemah-kemah Kedar!
120:6 Cukup lama aku tinggal bersama-sama dengan orang-orang yang membenci perdamaian.
120:7 Aku ini suka perdamaian, tetapi apabila aku berbicara, maka mereka menghendaki perang.


Kedar Ini tampak pada konteks penghukuman :


* Yesaya 21:16-17
21:16 Sebab beginilah firman Tuhan kepadaku: "Dalam setahun lagi, menurut masa kerja prajurit upahan, maka segala kemuliaan Kedar akan habis.
21:17 Dan dari pemanah-pemanah yang gagah perkasa dari bani Kedar, akan tinggal sejumlah kecil saja, sebab TUHAN, Allah Israel, telah mengatakannya.


Kemudian, baca seluruhnya satu pasal, Yesaya 60 berbicara tentang kota Yerusalem

Perhatikan Yesaya 60 : 14 :
..…. Mereka akan menyebut engkau “kota TUHAN”, Sion, milik Yang Maha Kudus Allah Israel.


Sion adalah nama lain dari Yerusalem.

1 Raja-Raja 8:1 Pada waktu itu raja Salomo menyuruh semua para tua-tua Israel dan semua kepala suku … berkumpul di hadapannya di Yerusalem …. yaitu Sion.


Kemudian silahkan kaji kembali ayat diatas domba-domba jantan yang dikorbankan.... mezbah dan rumah apakah itu akan mengarah pada hadirnya seorang nabi dari kaum Kedar?


Tentang Kedar ada catatan sendiri yang bisa kita simak :

Kutipan dari sumber sekuler, bukan dari ahli kitab.
The Encyclopedia of World History. 2001.
dapat diakses di : http://www.bartleby.com/67/127.html

THE KINGDOM OF QEDAR. The Qedarites were the most organized of the Northern Arabian tribes, and at its height in the 6th century, the organization controlled a large region from the Persian Gulf to the Sinai. Ashurbanipal allied himself with the King Yauta` (676–652), though he later helped depose him in favor of Abiyate (652–644). After this, nothing is known of Qedar until the 5th century, when an Aramaic inscription names Geshem and Qainu as kings. The “Geshem the Arab” mentioned in the Book of Nehemiah is possibly this person (Neh. 2:19, 6:1).


KERAJAAN KEDAR

Kaum Kedar adalah yang paling terorganisir diantara suku-suku ARAB DI UTARA, mencapai kejayaannya di abad 6 SM dengan mengontrol wilayah dari TELUK PERSIA HINGGA SINAI. Ashurbanipal mengadakan aliansi dengan raja Yauta (676 SM – 652 SM) sekalipun kemudian Ashurbanipal memecat Yauta dan menggantikan dengan Abiyate (652 SM – 644 SM). Setelah ini, tidak ada yang diketahui lagi tentang Kedar hingga abad ke 5 SM, ketika sebuah inskripsi Aramaic menyebutkan Geshem dan Qainu sebagai raja. “Geshem Orang Arab” dalam kitab Nehemia 2 : 19 kemungkinan adalah Geshem dalam inskripsi tersebut.

Jadi Kedar adalah suku yang tinggal di ARAB BAGIAN UTARA, jelas “bukan di Mekah”.

Jadi Kedar adalah suku yang mengontrol wilayah dari TELUK PERSIA HINGGA SINAI, jelas “bukan berkuasa di Mekah”.

Cocok dengan penuturan Alkitab :

Kalau menurut Alkitab, Keturunan Ismail tinggal di TIMUR MESIR
Kej 25 : 18 : Mereka mendiami daerah dari Hawila sampai Syur, yang letaknya di sebelah timur Mesir kearah Asyur

Ditambah lagi dengan kaum Nabit/Nebayot (anak Ismael yang pertama) yang tinggal di Petra dan menguasai wilayah Sinai.


Sekarang mengenai Nebayot :

Dikutip lagi dari sumber sekuler, bukan dari ahli kitab.
Encyclopedia Britannica edisi 2003,
topic Sinai Peninsula

Setelah melemahnya kerajaan Mesir, kaum Nabayot (Nabit) dari Petra mengontrol rute perjalanan di SINAIselama 2 abad hingga saat mereka dikalahkan oleh kekaisaran Romawi di tahun 106 M. Daerah ini kemudian menjadi bagian dari propinsi Arab dari kekaisaran Romawi.

Petra itu ada di ujung timur semenanjung Sinai.

Jadi keturunan Ismail, yaitu Nabit dan Kedar menguasai wilayah dari TELUK PERSIA HINGGA SINAI, dan arah ini adalah SEBELAH TIMUR MESIR menuju ke ASYUR.

Nabit/Nebayot adalah anak sulung Ismail.


* Kejadian 25 :13
Inilah nama anak-anak Ismael, disebutkan menurut urutan lahirnya: Nebayot, anak sulung Ismael, selanjutnya Kedar, Adbeel, Mibsam.


Ayat2 Yesaya yang dikutip injil2 kanonik tampak tidak terlihat adanya distorsi, mengingat tidak ada penunjukan nash dari injil2 tersebut tentang peristiwa pembaptisan Yesus oleh Yohanes sang Pembaptis, kecuali MATIUS 12:16-21. Namun demikian, kalau kita meneliti dan membandingkan antara teks Yesaya dengan injil2 kanonik di atas, maka akan terlihat adanya upaya "pemenuhan nubuat yang tersembunyi" dari para pengarang injil2 kanonik.

Di sini terdapat dua frasa yang dikutip oleh pengarang injil2 kanonik, yaitu "Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan" dan "Roh seperti merpati turun ke atas-Nya", yang sebenarnya merupakan teks dari Yesaya, "Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya" dan "Siapakah mereka ini yang melayang seperti awan dan seperti burung merpati ke pintu kandangnya".

Jelaslah sekarang, bahwa para pengarang injil kanonik telah membuat suatu "pemenuhan nubuat yang tersembunyi" yang seolah2 peristiwa pembaptisan Yesus oleh Yohanes sang Pembaptis merupakan pemenuhan nubuat dari Perjanjian Lama. Padahal, teks Yesaya yang mereka kutip sesungguhnya tidak berkaitan sama sekali dengan Yesus, tetapi teks Yesaya justru mengindikasikan akan datangnya seorang nabi yang lainnya, bukan Yesus. Hal ini dapat kita lihat dari ayat2 selanjutnya dari teks Yesaya tersebut.

Lebih mengherankan, penulis diatas mau memelintir nubuat untuk nabi mereka sendiri.
Suatu standard ganda, di satu sisi mengatakan Alkitab sudah dipalsukan dan tidak layak dipercayai; tetapi dilain pihak "beranggapan & percaya" ada nubuat nabi mereka pada Alkitab yang dipercayai "telah dipalsukan"

Sekarang, marilah kita selidiki ayat2 Yesaya selanjutnya dengan tetap menyandarkan penjelasan ini pada nubuat datangnya seorang nabi yang seperti Musa sebagaimana dimaksud Kitab Ulangan 18:18-20.

(a) Perlu dicatat, bahwa Yesaya 42:1 di atas menjelaskan tentang konsep "hamba" yang telah dipilih oleh Tuhan untuk seluruh alam semesta, dan secara tegas Al-Qur'an berbicara mengenai hal tersebut:

[QS. 25:1. Maha Suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan (Al Qur'an) kepada hamba-Nya (Muhammad), agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam,

Kita kaji beberapa ungkapan saja apakah Ulangan 18:15, 18 itu merujuk kepada "nabi lain" atau Yesus Kristus.


* Ulangan 18:15,
LAI TB, Seorang nabi dari tengah tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan.
KJV, The LORD thy God will raise up unto thee a Prophet from the midst of thee, of thy brethren, like unto me; unto him ye shall hearken;
Hebrew,
נָבִיא מִקִּרְבְּךָ מֵאַחֶיךָ כָּמֹנִי יָקִים לְךָ יְהוָה אֱלֹהֶיךָ אֵלָיו תִּשְׁמָעוּן׃
Translit Interlinear, NÂVÏ' {seorang nabi} MIQIRBEKHA {dari tengah-tengahmu} MÊ'AKHEYKHA {dari saudara-saudaramu} KÂMONÏ {seperti engkau} YÂQÏM {Aku akan membangkitkan} LEKHA {bagimu} YEHOVÂH {baca ADONAY, TUHAN} 'ELOHEYKHA {Allahmu} 'ÊLÂV {kepadanya} TISYMÂ'ÛN {engkau harus mendengar}


Note: מקרבך - MIQIRBEKHA terdiri atas kata קרב - QEREV, qõf-rêsy-bêt, "tengah-tengah" plus prefiks "mêm", "dari" dan suffiks pronomina 'EKHA', "engkau" dalam bentuk tunggal, diterjemahkan "DARI TENGAH-TENGAHMU".

מאחיך - MÊ'AKHEYKHA" juga sama, terdiri atas kata אח - ÂKH, "saudara" yang dalam bentuk jamak ditulis "'AKHÊY", plus prefiks "mêm", "dari" dan suffiks pronomina 'EKHA', "engkau" dalam bentuk tunggal, diterjemahkan "DARI SAUDARA-SAUDARAMU".




* Ulangan 18:18
LAI TB, seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya.
KJV, I will raise them up a Prophet from among their brethren, like unto thee, and will put my words in his mouth; and he shall speak unto them all that I shall command him.
Hebrew,
נָבִיא אָקִים לָהֶם מִקֶּרֶב אֲחֵיהֶם כָּמֹוךָ וְנָתַתִּי דְבָרַי בְּפִיו וְדִבֶּר אֲלֵיהֶם אֵת כָּל־אֲשֶׁר אֲצַוֶּֽנּוּ׃
Translit Interlinear, NÂVÏ' {seorang nabi} 'ÂQÏM {Aku akan membangkitkan} LÂHEM {bagi mereka} MIQEREV {dari tengah-tengah} 'AKHÊYHEM {saudara mereka} KÂMOKHA {seperti engkau} VENÂTATÏ {dan Aku akan meletakkan} DEVÂRAY {firman-Ku} BEFÏV {pada mulutnya} VEDIBER {dan ia akan berkata} 'ALÊYHEM {kepada mereka} 'ÊT KOL-'ASYER {seluruh yang} 'ATSAVENÛ {Aku akan memerintahkan kepadanya}


Note:
מקרב - MIQEREV telah dibahas di atas, אחיהם - 'AKHÊYHEM adalah kata אח - ÂKH, "saudara" dalam bentuk jamak plus suffiks pronomina "-HEM", "mereka".



Pertanyaan, siapakah nabi yang akan dibangkitkan "dari tengah-tengah" bangsa Israel, dan "dari saudara-saudara Israel"?

[1] Muhammad tidak berasal "dari tengah-tengah" bangsa Israel, belum terbukti pula bahwa Muhammad berasal dari keturunan Ismael. Jika seandainya Muhammad berasal dari keturunan Ismael, hal itu pun tidak memenuhi syarat karena Ismael bukan "dari tengah-tengah" bangsa Israel.

[2] Muhammad tidak berasal "dari saudara-saudara Israel". Jika seandainya Muhammad berasal dari Ismael, Ismael bukan "saudara" Israel.

Saudara kandung Israel (Yakub) adalah Esau, Ismael adalah "paman" Israel. Bangsa Edom keturunan Esau yang notabene adalah saudara kandung Israel pun tidak disebut sebagai "saudara" Israel.

"Dari antara saudara-saudaramu", מאחיך - MÊ'AKHEYKHA, harfiah "dari saudara-saudaramu" tanpa kata "antara" bermakna dari "kedua belas suku

Israel". Demikian pula "dari antara saudara mereka", מקרב אחיהם ;MIQEREV 'AKHÊYHEM, harfiah "dari saudara-saudara mereka", memiliki makna dari "kedua belas suku Israel", contoh:


* Ulangan 17:15
LAI TB, maka hanyalah raja yang dipilih TUHAN, Allahmu, yang harus kauangkat atasmu. Dari tengah-tengah saudara-saudaramu haruslah engkau mengangkat seorang raja atasmu; seorang asing yang bukan saudaramu tidaklah boleh kauangkat atasmu.
KJV, Thou shalt in any wise set him king over thee, whom the LORD thy God shall choose: one from among thy brethren shalt thou set king over thee: thou mayest not set a stranger over thee, which is not thy brother.
Hebrew,
שֹׂום תָּשִׂים עָלֶיךָ מֶלֶךְ אֲשֶׁר יִבְחַר יְהוָה אֱלֹהֶיךָ בֹּו מִקֶּרֶב אַחֶיךָ תָּשִׂים עָלֶיךָ מֶלֶךְ לֹא תוּכַל לָתֵת עָלֶיךָ אִישׁ נָכְרִי אֲשֶׁר לֹא־אָחִיךָ הוּא׃
Translit Interlinear, SÕM TÂSÏM 'ÂLEYKHA MELEKH 'ASYER YIVKHAR YEHOVÂH 'ELOHEYKHA BÕ MIQEREV 'AKHEYKHA TÂSÏM 'ÂLEYKHA MELEKH LO' TÛKHAL LÂTÊT 'ÂLEYKHA 'ÏSY NOKHRÏ 'ASYER LO'-'ÂKHÏKHA HÛ'


Tahukah Anda siapa yang dimaksud dengan "raja dari tengah-tengah saudara-saudaramu", "MELEKH ... MIQEREV 'AKHEYKHA" menurut ayat di atas? Apakah dari bangsa Edom -- saudara kandung Yakub (Israel) -- atau dari bangsa Arab -- saudara Ishak, paman Israel? Ternyata raja pertama Israel adalah Saul, bangsa Israel dari suku Benyamin, raja yang kedua adalah Daud, dari suku Yehuda, dan seterusnya. Tidak pernah ada raja "dari tengah-tengah saudara Israel" yang berasal dari bangsa Arab.


* Ulangan 18:2
LAI TB, Janganlah ia mempunyai milik pusaka di tengah-tengah saudara-saudaranya; Tuhanlah milik pusakanya, seperti yang dijanjikan-Nya kepadanya.
KJV, Therefore shall they have no inheritance among their brethren: the LORD is their inheritance, as he hath said unto them.
Hebrew,
וְנַחֲלָה לֹא־יִהְיֶה־לֹּו בְּקֶרֶב אֶחָיו יְהוָה הוּא נַחֲלָתֹו כַּאֲשֶׁר דִּבֶּר־לֹו׃ ס
Translit Interlinear, VENAKHALÂH LO'-YIHYEH-LÕ BEQEREV 'EKHÂV YEHOVÂH HÛ' NAKHALÂTÕ KA'ASYER DIBER-LÕ


Siapakah "ia" yang tidak boleh memiliki pusaka "di tengah-tengah saudara Israel"? Bangsa Arab? Yang dimaksud adalah suku Lewi, suku yang tidak memiliki warisan di tengah-tengah "sebelas suku Israel" lainnya karena warisan mereka adalah YHVH, mereka melayani Allah di Bait Suci turun-temurun (Suku Lewi adalah suku para imam, yang mempunyai tugas khusus sebagai imam secara turun-temurun).



BAGAIMANA DENGAN YESUS KRISTUS?


[1] Yesus Kristus jelas berasal "dari tengah-tengah" bangsa Israel.

[2] Yesus Kristus jelas berasal "dari saudara-saudara Israel" karena Dia berasal dari suku Yehuda, salah satu dari dua belas "saudara-saudara" Israel.


(b) Menurut Yesaya 42:10, Tuhan memerintahkan untuk membuat "nyanyian baru". Frasa "nyanyian baru" jelas merupakan kiasan yang dapat diterjemahkan sebagai "syariat baru". Kita tahu, Yesus datang bukanlah untuk membawa syariat baru, tetapi justru untuk melengkapi syariat yang sudah ada yaitu syariat Taurat, sebagaimana dijelaskan oleh salah satu injil kanonik sendiri (Matius 5:17-20). Dengan demikian, maka ayat Yesaya ini juga tidak cocok diterapkan kepada Yesus.

Yang tertulis dalam Yesaya 42 sendiri adalah Nyanyian!
Jikalau hendak dipaksakan "nyanyian" itu "syariat, dibawah ini saya sajikan ayat-ayat dari nabi-nabi setelah Yesaya dimana NYANYIAN ADALAH NYANYIAN, bukan syariat :


* Ezra 3 : 11
Secara berbalas-balasan mereka menyanyikan bagi TUHAN nyanyian pujian dan syukur ……


* Nehemia 11 : 22
Pengawas orang-orang Lewi di Yerusalem adalah Uzi bin Bani bin Hasabya bin Matanya bin Mikha dari bani Asaf, yakni para penyanyi yang menyanyi sementara berlangsung kebaktian di rumah Allah.


Nyanyian adalah nyanyian tidak bisa ditafsirkan sebagai Hukum (Syariat).
Bangsa Israel banyak mengenal nyanyian-nyanyian saat memuji TUHAN:


* Keluaran 15 : 21
Dan menyanyilah Miryam memimpin mereka: "Menyanyilah bagi TUHAN, sebab Ia tinggi luhur; kuda dan penunggangnya dilemparkan-Nya ke dalam laut."

* Keluaran 32 : 18
Tetapi jawab Musa: "Bukan bunyi nyanyian kemenangan, bukan bunyi nyanyian kekalahan--bunyi orang menyanyi berbalas-balasan, itulah yang kudengar."

* Bilangan : 21 : 17
Pada waktu itu orang Israel menyanyikan nyanyian ini: "Berbual-buallah, hai sumur! Mari kita bernyanyi-nyanyi berbalas-balasan karena sumur yang digali oleh raja-raja,

* 2 Samuel :1 :17 – 18 :
Daud menyanyikan nyanyian ratapan ini karena Saul dan Yonatan, anaknya, dan ia memberi perintah untuk mengajarkan nyanyian ini kepada bani Yehuda; itu ada tertulis dalam Kitab Orang Jujur.


Coba hal yang sama kita aplikasikan terhadap pandangan penafsir, kata nyanyian kita terjemahkan sebagai “syariat” :


* Keluaran 15 : 21
Dan mensyariatlah Miryam memimpin mereka: "Mensyariatlah bagi TUHAN, ….."

* Keluaran 32 : 18
Tetapi jawab Musa: "Bukan bunyi syariat kemenangan, bukan bunyi syariat kekalahan--bunyi orang mensyariat berbalas-balasan, itulah yang kudengar."

* Bilangan : 21 : 17
Pada waktu itu orang Israel mensyariatkan syariat ini: "Berbual-buallah, hai sumur! Mari kita bersyariat-syariat berbalas-balasan karena sumur yang digali oleh raja-raja,

* II Samuel :1 :17 – 18 :
Daud mensyariatkan syariat ratapan ini karena Saul dan Yonatan, anaknya, …….


Menjadi kacau.

(c) Dalam Yesaya 42:11, terdapat frasa "didiami Kedar" dan "Bukit Batu" (lihat juga Yesaya 60:7-8 di atas). Kita juga tahu, bahwa "Kedar" adalah nama sebuah kabilah bangsa Arab di Mekah yang merupakan keturunan Nabi Ismail dari anak keduanya yang bernama Kedar (Kejadian 25:13). Demikian juga dengan Nebayot, ia adalah anak sulung Nabi Ismail. Mekah juga secara geologis terkenal dengan gunung2 batunya. Sedangkan Yesus adalah keturunan Ishak, adik Ismail, dengan "memaksakan" garis keturunannya melalui jalur Yusuf, bapak tiri Yesus, oleh karena Yesus lahir dari perawan suci Maria. Dengan demikian, maka ayat Yesaya ini juga tidak cocok diterapkan kepada Yesus.

Tentang Kedar sudah dijelaskan diatas

Sekarang pihak yang mana yang "memaksakan"
Tidak ada bukti/fakta "tertulis" bahwa akan ada nabi dari kalangan Ismael.

kita kaji lagi dalam bahasa yang sederhana :


* Ulangan 18:15
Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan.


Dari tengah-tengahmu = dari tengah-tengah bangsa Israel
Dari antara saudara-saudaramu = dari antara 12 saudara suku bangsa Israel

Saudara Israel bukan Ismael, Ismael = paman (tiri) dari Israel
Sementara bangsa Israel tidak mengacu pada Ishak melainkan Yakub (anak Ishak).


* Kejadian 32:2
"Namamu tidak akan disebut lagi Yakub, tetapi Israel, …… "


Jika menyebut 12 suku bangsa Israel selalu mengacu pada nama anak-anak Yakub.


* 2 Raja-Raya 17:34
Sampai hari ini mereka berbuat sesuai dengan adat yang dahulu. Mereka tidak berbakti kepada TUHAN dan tidak berbuat sesuai dengan ketetapan, hukum, undang-undang dan perintah yang diperintahkan TUHAN kepada anak-anak Yakub yang telah dinamai-Nya Israel.


Saudara Yakub adalah Esau, yang menurunkan bangsa Edom.


* Kejadian 25 : 30
Kata Esau kepada Yakub, “Berikanlah kiranya ………..”. Itulah sebabnya namanya disebutkan Edom


* Kejadian 36 : 43
… Edom ialah Esau, bapa orang Edom.


Jadi saudara Israel adalah Edom, bukan Ismael

Kalau ayat diatas harus mengacu ke Ismael maka seharusnya berbunyi :
Ulangan 18:18 : “Seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka, dari paman mereka …” :)


YESUS LAHIR DARI BANGSA ISRAEL


untuk itulah sangat penting ditulis asal usul kedatanganNya, sebab itu akan menjadi bukti bahwa Yesus adalah Mesias yang dijanjikan.

Injil Matius mulai dengan daftar silsilah ini, yang merunut garis keturunan Yesus melalui garis Yusuf sebagaimana kebiasaan Yahudi ketika itu. Walaupun Yusuf bukan merupakan ayah Yesus secara biologis, ia tetap merupakan ayah Yesus secara hukum. Karena Allah sudah berjanji bahwa Mesias akan menjadi keturunan Abraham dan Daud, maka Matius merunut silsilah Yesus sampai ke kedua tokoh ini untuk membuktikan kepada orang Yahudi bahwa Yesus mempunyai silsilah yang tepat sehingga memenuhi syarat sebagai Mesias.

Matius menetapkan bahwa Yesus adalah keturunan Daud yang sah dengan merunut garis keturunan Yusuf yang berasal dari keluarga Daud. Walaupun Yesus dikandung oleh Roh Kudus, secara resmi Ia tetap dicatat sebagai anak Yusuf dan menurut hukum adalah anak Daud melalui garis keturunan anaknya Salomo.

Silsilah yang disajikan oleh Lukas mengurut garis keturunan Yesus melalui kaum pria dalam garis keturunan Maria (yang juga dari keturunan Daud melalui anaknya yang bernama Natan). Lukas menekankan bahwa Yesus adalah anak kandung Maria sehingga menjadi sama seperti kita. Dengan demikian para penulis kitab Injil menegaskan bahwa Yesus berhak menjadi Mesias baik secara hukum maupun secara biologis.

Mengapa garis silsilah untuk Yesus Kristus Sang Mesias itu ketika lahir sebagai manusia begitu penting, dan ini perlu disampaikan oleh Matius dan Lukas. Sebab kedatangan Kristus adalah pemenuhan nubuat bahwa Mesias itu akan lahir dari keturunan Daud. Kita berbalik ke belakang ke seribu tahun sebelum kelahiran Kristus, bahkan sebelum itu, janji itu telah diberikan bahwa Kristus akan dari suku Yehuda dan dari keturunan Daud. Ketika Bayi itu lahir di Betlehem merupakan verifikasi dari janji-janji itu :



MESIAS DARI KETURUNAN DAUD :


* Yesaya 11:1-16 RAJA DAMAI AKAN DATANG
11:1 Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah.
11:2 Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN;
11:3 ya, kesenangannya ialah takut akan TUHAN. Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang.
11:4 Tetapi ia akan menghakimi orang-orang lemah dengan keadilan, dan akan menjatuhkan keputusan terhadap orang-orang yang tertindas di negeri dengan kejujuran; ia akan menghajar bumi dengan perkataannya seperti dengan tongkat, dan dengan nafas mulutnya ia akan membunuh orang fasik.
11:5 Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang.
11:6 Serigala akan tinggal bersama domba dan macan tutul akan berbaring di samping kambing. Anak lembu dan anak singa akan makan rumput bersama-sama, dan seorang anak kecil akan menggiringnya.
11:7 Lembu dan beruang akan sama-sama makan rumput dan anaknya akan sama-sama berbaring, sedang singa akan makan jerami seperti lembu.
11:8 Anak yang menyusu akan bermain-main dekat liang ular tedung dan anak yang cerai susu akan mengulurkan tangannya ke sarang ular beludak.
11:9 Tidak ada yang akan berbuat jahat atau yang berlaku busuk di seluruh gunung-Ku yang kudus, sebab seluruh bumi penuh dengan pengenalan akan TUHAN, seperti air laut yang menutupi dasarnya.
11:10 Maka pada waktu itu taruk dari pangkal Isai akan berdiri sebagai panji-panji bagi bangsa-bangsa; dia akan dicari oleh suku-suku bangsa dan tempat kediamannya akan menjadi mulia.
11:11 Pada waktu itu Tuhan akan mengangkat pula tangan-Nya untuk menebus sisa-sisa umat-Nya yang tertinggal di Asyur dan di Mesir, di Patros, di Etiopia dan di Elam, di Sinear, di Hamat dan di pulau-pulau di laut.
11:12 Ia akan menaikkan suatu panji-panji bagi bangsa-bangsa, akan mengumpulkan orang-orang Israel yang terbuang, dan akan menghimpunkan orang-orang Yehuda yang terserak dari keempat penjuru bumi.
11:13 Kecemburuan Efraim akan berlalu, dan yang menyesakkan Yehuda akan lenyap. Efraim tidak akan cemburu lagi kepada Yehuda, dan Yehuda tidak akan menyesakkan Efraim lagi.
11:14 Tetapi mereka akan terbang ke barat, ke atas lereng gunung Filistin, bersama-sama mereka akan menjarah bani Timur; mereka akan merampas Edom dan Moab, dan orang Amon akan patuh kepada mereka.
11:15 TUHAN akan mengeringkan teluk Mesir dengan nafas-Nya yang menghanguskan, serta mengacungkan tangan-Nya terhadap sungai Efrat dan memukulnya pecah menjadi tujuh batang air, sehingga orang dapat melaluinya dengan berkasut.
11:16 Maka akan ada jalan raya bagi sisa-sisa umat-Nya yang tertinggal di Asyur, seperti yang telah ada untuk Israel dahulu, pada waktu mereka keluar dari tanah Mesir.


Catatan : Isai adalah Ayah dari Daud


Yeremia 23:5-8
23:5 Sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku akan menumbuhkan Tunas adil bagi Daud. Ia akan memerintah sebagai raja yang bijaksana dan akan melakukan keadilan dan kebenaran di negeri.
23:6 Dalam zamannya Yehuda akan dibebaskan, dan Israel akan hidup dengan tenteram; dan inilah namanya yang diberikan orang kepadanya: TUHAN--keadilan kita.
23:7 Sebab itu, demikianlah firman TUHAN, sesungguhnya, waktunya akan datang, bahwa orang tidak lagi mengatakan: Demi TUHAN yang hidup yang menuntun orang Israel keluar dari tanah Mesir!,
23:8 melainkan: Demi TUHAN yang hidup yang menuntun dan membawa pulang keturunan kaum Israel keluar dari tanah utara dan dari segala negeri ke mana Ia telah menceraiberaikan mereka!, maka mereka akan tinggal di tanahnya sendiri."


MESIAS LAHIR DARI SUKU YEHUDA:


* Kejadian 49:10
Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda ataupun lambang pemerintahan dari antara kakinya, sampai dia datang yang berhak atasnya, maka kepadanya akan takluk bangsa-bangsa.


* Ulangan 18:15
[i]Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan.


* Ulangan 18:18-19
18:18 seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya.
18:19 Orang yang tidak mendengarkan segala firman-Ku yang akan diucapkan nabi itu demi nama-Ku, dari padanya akan Kutuntut pertanggungjawaban.


* Kejadian 17:19
17:19 Tetapi Allah berfirman: "Tidak, melainkan isterimu Saralah yang akan melahirkan anak laki-laki bagimu, dan engkau akan menamai dia Ishak, dan Aku akan mengadakan perjanjian-Ku dengan dia menjadi perjanjian yang kekal untuk keturunannya.


Yehuda adalah anak dari Yakub bin Ishak bin Abraham (dari ibu yang bernama Sara).


JADI :
Kedua silsilah dalam (Matius 1:1 dan Lukas 3:31) membuktikan bahwa Yesus adalah keturunan Daud, suku Yehuda.


PENEGASAN :
Kelahiran Yesus Sang Mesias di Betlehem adalah pemenuhan nubuat nabi Mikha :


* Mikha 5:1
“Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala.”


Nubuat ini sudah dipenuhi dengan lahirnya Kristus di Betlehem.

(d) Dalam Yesaya 42:13, terdapat frasa "Tuhan keluar berperang seperti pahlawan". Ayat ini juga tidak cocok dengan Yesus, karena Yesus tidak pernah berperang atau memimpin peperangan secara fisik. Bahkan, Yesus justru "dibunuh" oleh kaumnya sendiri, yang berarti Yesus bukanlah "pahlawan perang" yang dimaksud Yesaya tersebut.

Konteks "perang" dalam pemahaman Kristiani bukanlah perang dalam arti fisik. "The Battle" atau medan juang kaum Kristiani adalah dalam artian rohaniah. "Musuh" sesungguhnya dalam pemahaman Kristiani adalah bukan sesama mausia tetapi iblis.


* 2 Korintus 10:3-6
10:3 Memang kami masih hidup di dunia, tetapi kami tidak berjuang secara duniawi,
10:4 karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng.
10:5 Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus,
10:6 dan kami siap sedia juga untuk menghukum setiap kedurhakaan, bila ketaatan kamu telah menjadi sempurna.


Dalam Spiritual War-Spiritual Battle / Peperangan Rohani-Medan peperangan Rohani ini, umat Allah memerlukan perlengkapan senjata dari Allah. Bagaimana menjadi pejuang yang baik untuk berperang dengan musuh-musuh kita itu?, Rasul Paulus memberikan nasehat hendaknya sebagai laskar Kristus kita mempunyai perlengkapan rohani yang dijelaskan secara rinci dibawah ini :


* Efesus 6:10-17 PERLENGKAPAN ROHANI
6:10 Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.
6:11 Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis;
6:12 karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.
6:13 Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu.
6:14 Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan,
6:15 kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera;
6:16 dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat,
6:17 dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah,


Umat Allah diibaratkan sebagai seorang prajurit dalam peperangan rohani itu :


* 2 Timotius 2: 3-4
2:3 Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus.
2:4 Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.


Peperangan Rohani adalah praktek sehari-hari dari orang-orang yang percaya pada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Musuh yang kita hadapi bukanlah manusia melainkan iblis (ayat 12).


* Yakobus 4:7
Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!


Sebagai seorang laskar/prajurit mari kita lebih waspada terhadap musuh kita si iblis, terutama terhadap tipu muslihatnya. Alkitab mencatat bahwa Hawa jatuh ke dalam dosa karena tipu muslihat iblis. Sebelum kita maju berperang kita perlu berlatih dahulu, kita perlu mengenal senjata yang akan dipakai dengan baik dalam peperangan itu, dan perlu tahu juga apa kelebihan dan kekuatan musuh kita. Semakin banyak jam terbang atau pengalaman berperang maka tentara tersebut akan makin mahir berperang. Inilah peperangan sesungguhnya dalam iman Kristiani.

Dan benar Yesus adalah Pahlawan! Dia menang atas maut :


* 1 Korintus 15:54-57
15:54 Dan sesudah yang dapat binasa ini mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang dapat mati ini mengenakan yang tidak dapat mati, maka akan genaplah firman Tuhan yang tertulis: "Maut telah ditelan dalam kemenangan.
15:55 Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?"
15:56 Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat.
15:57 Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita


KemenanganNya atas maut memenuhi nubuat dalam Yesaya 25:8 dan Hosea 13:14, atas kriteria ini "nabi lain" tidak memenuhinya.

Amin.

(d) Dalam Yesaya 42:13, terdapat frasa "Tuhan keluar berperang seperti pahlawan". Ayat ini juga tidak cocok dengan Yesus, karena Yesus tidak pernah berperang atau memimpin peperangan secara fisik. Bahkan, Yesus justru "dibunuh" oleh kaumnya sendiri, yang berarti Yesus bukanlah "pahlawan perang" yang dimaksud Yesaya tersebut.

Konteks "perang" dalam pemahaman Kristiani bukanlah perang dalam arti fisik. "The Battle" atau medan juang kaum Kristiani adalah dalam artian rohaniah. "Musuh" sesungguhnya dalam pemahaman Kristiani adalah bukan sesama mausia tetapi iblis.


* 2 Korintus 10:3-6
10:3 Memang kami masih hidup di dunia, tetapi kami tidak berjuang secara duniawi,
10:4 karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng.
10:5 Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus,
10:6 dan kami siap sedia juga untuk menghukum setiap kedurhakaan, bila ketaatan kamu telah menjadi sempurna.


Dalam Spiritual War-Spiritual Battle / Peperangan Rohani-Medan peperangan Rohani ini, umat Allah memerlukan perlengkapan senjata dari Allah. Bagaimana menjadi pejuang yang baik untuk berperang dengan musuh-musuh kita itu?, Rasul Paulus memberikan nasehat hendaknya sebagai laskar Kristus kita mempunyai perlengkapan rohani yang dijelaskan secara rinci dibawah ini :


* Efesus 6:10-17 PERLENGKAPAN ROHANI
6:10 Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.
6:11 Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis;
6:12 karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.
6:13 Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu.
6:14 Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan,
6:15 kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera;
6:16 dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat,
6:17 dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah,


Umat Allah diibaratkan sebagai seorang prajurit dalam peperangan rohani itu :


* 2 Timotius 2: 3-4
2:3 Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus.
2:4 Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.


Peperangan Rohani adalah praktek sehari-hari dari orang-orang yang percaya pada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Musuh yang kita hadapi bukanlah manusia melainkan iblis (ayat 12).


* Yakobus 4:7
Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!


Sebagai seorang laskar/prajurit mari kita lebih waspada terhadap musuh kita si iblis, terutama terhadap tipu muslihatnya. Alkitab mencatat bahwa Hawa jatuh ke dalam dosa karena tipu muslihat iblis. Sebelum kita maju berperang kita perlu berlatih dahulu, kita perlu mengenal senjata yang akan dipakai dengan baik dalam peperangan itu, dan perlu tahu juga apa kelebihan dan kekuatan musuh kita. Semakin banyak jam terbang atau pengalaman berperang maka tentara tersebut akan makin mahir berperang. Inilah peperangan sesungguhnya dalam iman Kristiani.

Dan benar Yesus adalah Pahlawan! Dia menang atas maut :


* 1 Korintus 15:54-57
15:54 Dan sesudah yang dapat binasa ini mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang dapat mati ini mengenakan yang tidak dapat mati, maka akan genaplah firman Tuhan yang tertulis: "Maut telah ditelan dalam kemenangan.
15:55 Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?"
15:56 Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat.
15:57 Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita


KemenanganNya atas maut memenuhi nubuat dalam Yesaya 25:8 dan Hosea 13:14, atas kriteria ini "nabi lain" tidak memenuhinya.

Amin.

(e) Dalam Yesaya 42:17, terdapat frasa " Orang-orang yang percaya kepada patung pahatan akan berpaling ke belakang". Umat Israel ketika Yesus diutus, bukanlah penyembah berhala dari patung2 buatan manusia, sehingga ayat ini juga tidak cocok diterapkan pada sosok Yesus.

Yesus tidak hanya datang kepada bangsa Israel saja : perhatikan ayat-ayat berikut :


* MATIUS 12:16-21
12:16 Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia,
12:17 supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya:
12:18 "Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada orang-orang non-Yahudi.
12:19 Ia tidak akan berbantah dan tidak akan berteriak dan orang tidak akan mendengar suara-Nya di jalan-jalan.
12:20 Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang.
12:21 Dan pada-Nyalah orang-orang non-Yahudi akan berharap."


perhatikan kata "orang-orang non Yahudi" ditulis dalam bentuk Jamak.
Non-Yahudi artinya "semua bangsa" --> Yesus untuk semua bangsa!


* Matius 28:19-20
18:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
28:20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."


* Kisah Rasul 1:7-8,
JawabNya: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasaNya. Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksiKu di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."


* Yohanes 3:16
LAI TB, Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
KJV, For God so loved the world, that he gave his only begotten Son, that whosoever believeth in him should not perish, but have everlasting life.
TR, ουτως γαρ ηγαπησεν ο θεος τον κοσμον ωστε τον υιον αυτου τον μονογενη εδωκεν ινα πας ο πιστευων εις αυτον μη αποληται αλλ εχη ζωην αιωνιον
Translit Interlinear, houtôs {demikian} gar {karena} êgapêsen {mengasihi} ho theos {Allah} ton kosmon {manusia di dunia} hôste {sehingga} ton huion{anak} autou ton monogenê {yang tunggal/ yang unik} edôken {Ia telah memberikan} hina {supaya} pas {setiap (orang yang)} ho pisteuôn {percaya} eis {kepada} auton {Dia} mê {tidak} apolêtai {menjadi binasa} all {melainkan} ekhê {beroleh} zôên {hidup} aiônion {kekal}



Perhatikan : Allah mengasihi manusia di dunia..... supaya setiap orang kata ini sangat universal, artinya setiap orang mendapat kesempatan untuk memperoleh kehidupan yang kekal melalui percaya kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang Tunggal.

(f) Dalam Yesaya 42:19, terdapat kata2 ungkapan "buta" dan "tuli". Kata "buta" merupakan ungkapan Tuhan yang dapat diartikan sebagai "tidak dapat membaca dan menulis", sedangkan kata "tuli" dapat diartikan sebagai "tidak pernah mendengar satu kitab pun sebelumnya". Ayat ini juga tidak cocok dengan Yesus, karena Yesus datang justru untuk menggenapi hukum Taurat dan kitab2 para nabi dengan diterimanya kitab Injil dari Tuhan (Matius 5:17-20).

Berdasarkan uraian di atas, maka "pemenuhan nubuat tersembunyi" sebagaimana dinarasikan dalam injil2 kanonik di atas, yang sebenarnya dikutip dari teks Yesaya ini, menjadi semakin jelas dan terbukti mengada-ada! Nabi itu bukanlah Yesus, karena dalam segala hal yang tersebut dalam nubuat Yesaya di atas bertolak belakang dengan kehidupan Yesus, tetapi ia justru cocok dengan nabi setelah Yesus, yang dalam berbagai hal sama persis dengan nubuat Yesaya di atas. Lebih jauh, nubuat Yesaya di atas justru membuka tabir kebohongan peristiwa pembaptisan Yesus oleh Yohanes sang Pembaptis!

Nah sekarang jelas kita lihat sama-sama, siapa sebenarnya yang "memaksakan" nubuat, dan siapa yang terbukti mengada-ada!

Kita cermati ayat ini :


* Yesaya 42:18-19
42:18 Dengarkanlah, hai orang-orang tuli pandanglah dan lihatlah, hai orang-orang buta
42:19 Siapakah yang buta selain dari hamba-Ku, dan yang tuli seperti utusan yang Kusuruh? Siapakah yang buta seperti suruhan-Ku dan yang tuli seperti hamba TUHAN?


Perhatikan ayat 18, ditulis “orang-orang” artinya jamak.


Siapa yang dimaksud si buta dan si tuli itu? . Ayat 19 itu tidak boleh dicuplik 1 ayat tanpa melihat ayat berikutnya.


Perhatikan Yesaya 42 : 20 :
Engkau melihat banyak, tetapi tidak memperhatikan, engkau memasang telinga, tetapi tidak mendengar.


Artinya apa yang tertulis pada ayat 19 itu bermakna:
Buta --> maksudnya melihat tapi tidak memperhatikan (ayat 20)'
Tuli --> maksudnya mempunyai telinga, tetapi tidak mau mendengar

Anda tentu sering mendengar sebuah lagu yang sering diperdengarkan di TV, di Mall, di radio dll., pada bulan suci menjelang hari-raya. Lagu yang judulnya "Bermata tapi tak melihat" dari kelompok music Bimbo. Cuplikan lyric-nya “bermata tapi tak melihat, bertelinga tapi tak mendengar……..”. Kepada siapa lyric itu ditujukan? saya yakin lyric itu tidak ditujukan kepada "Sang Nabi", sebab akhir lyric lagu itu menulis "semoga kita terhindar dari hal-hal sedemikian....." Lagu ini selaras dengan Yesaya 42:19-20. Dan ungkapan umum dalam bahasa Inggris : “ you only see what your eyes want to see” atau “Seeing only what they want to See, listening only what they want to listen”.

Jikalau masih ngotot menghubung-hubungkan ayat tsb untuk "nabi setelah Yesus" anda pasti kecewa berat :

Masih di pasal yang sama, mari kita baca :


* Yesaya 42:23-25
42:23 Siapakah di antara kamu yang mau memasang telinga kepada hal ini, yang mau memperhatikan dan mendengarkannya untuk masa yang kemudian?
42:24 Siapakah yang menyerahkan Yakub untuk dirampas, dan Israel kepada penjarah? Bukankah itu TUHAN? Sebab kepada-Nya kita telah berdosa, dan orang tidak mau mengikuti jalan yang telah ditunjuk-Nya (maksudnya si buta), dan kepada pengajaran-Nya orang tidak mau mendengar (maksudnya si tuli).
42:25 Maka Ia telah menumpahkan kepadanya kepanasan amarah-Nya dan peperangan yang hebat, yang menghanguskan dia dari sekeliling, tetapi ia tidak menginsafinya, dan yang membakar dia, tetapi ia tidak memperhatikannya.


Jadi jelas bahwa Yesaya 42 : 18–25 berbicara tentang satu permasalahan, yaitu perilaku orang Israel yang tidak mau mengikuti jalan yang telah ditunjukNya (maksudnya buta), dan kepada pengajaranNya tidak mau mendengar (maksudnya tuli).

Saya heran, bagaimana mungkin "mereka" menggunakan ayat-ayat teguran kepada bangsa Israel ini sebagai nubuatan akan kedatangan nabi mereka dengan MEMOTONG SATU AYAT SAJA, yaitu ayat 19





13. KEBOHONGAN INJIL2 KANONIK 3: Firman Tuhan kepada Tuhan


Ketika orang-orang Farisi sedang berkumpul, Yesus bertanya kepada mereka: "Apakah pendapatmu tentang Mesias? Anak siapakah Dia?" Mereka menjawab: "Anak Daud." (Matius 22:41-42). Narasi selanjutnya dikutip di bawah ini:

MATIUS:

22:43 Kata-Nya kepada mereka: "Jika demikian, bagaimanakah Daud oleh pimpinan Roh dapat menyebut Dia Tuannya, ketika ia berkata:
22:44 Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu.
22:45 Jadi jika Daud menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin Ia anaknya pula?"
22:46 Tidak ada seorangpun yang dapat menjawab-Nya, dan sejak hari itu tidak ada seorangpun juga yang berani menanyakan sesuatu kepada-Nya.

MARKUS:

12:35. Pada suatu kali ketika Yesus mengajar di Bait Allah, Ia berkata: "Bagaimana ahli-ahli Taurat dapat mengatakan, bahwa Mesias adalah anak Daud?
12:36 Daud sendiri oleh pimpinan Roh Kudus berkata: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu.
12:37 Daud sendiri menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin Ia anaknya pula?" Orang banyak yang besar jumlahnya mendengarkan Dia dengan penuh minat.

LUKAS:

20:41 Tetapi Yesus berkata kepada mereka: "Bagaimana orang dapat mengatakan, bahwa Mesias adalah Anak Daud?
20:42 Sebab Daud sendiri berkata dalam kitab Mazmur: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: duduklah di sebelah kanan-Ku,
20:43 sampai Kubuat musuh-musuh-Mu menjadi tumpuan kaki-Mu.
20:44 Jadi Daud menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin Ia anaknya pula?"

Secara sepintas, ayat yang dikutip oleh para pengarang injil2 kanonik dari Kitab Mazmur, tidak terlihat adanya kesalahan ataupun distorsi. Lagi2 mereka mengutipnya dari Septuaginta Perjanjian Lama berbahasa Yunani. Namun, sebelum kita meneliti lebih lanjut, teks asli Kitab Mazmur harus disuguhkan berikut ini:

110:1. Mazmur Daud. Demikianlah firman TUHAN kepada tuanku: "Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuhmu menjadi tumpuan kakimu."
110:2 Tongkat kekuatanmu akan diulurkan TUHAN dari Sion: memerintahlah di antara musuhmu!
110:3 Pada hari tentaramu bangsamu merelakan diri untuk maju dengan berhiaskan kekudusan; dari kandungan fajar tampil bagimu keremajaanmu seperti embun.
110:4 TUHAN telah bersumpah, dan Ia tidak akan menyesal: "Engkau adalah imam untuk selama-lamanya, menurut Melkisedek."

Jika kita meneliti secara cermat dan membandingkan teks yang dikutip para pengarang injil2 kanonik dengan teks asli Mazmur, kita akan menemukan 2 persoalan yang mencolok, yaitu:

1. Bahwa frasa "firman Tuhan kepada tuanku" dalam Mazmur adalah redaksi dari penyusun-tak-dikenal Kitab Mazmur untuk menyebut/menunjuk kepada Daud. Sementara para pengarang injil2 kanonik telah mendistorsi teks asli Mazmur sedemikian rupa, dengan menjadikan frasa tersebut seolah2 ditulis oleh Daud yang bercerita tentang "firman Tuhan kepada Yesus". Betapa krusialnya perubahan ini!

2. Perhatikan inisial "t" (huruf kecil) pada kata "tuanku" dan inisial "m" (huruf kecil) pada kata2 "musuh-musuhmu" dan "kakimu" dalam Mazmur, oleh penerjemah Alkitab, inisial tersebut dirubah menjadi"T" (huruf besar) dan "M" (huruf besar) ketika menerjemahkannya ke dalam teks ayat injil2 kanonik. Ini jelas2 merupakan upaya terselubung yang dimaksudkan untuk memenuhi gagasan "mesias" orang2 Yahudi yang "dipaksakan" terpenuhi oleh Yesus. Benar2 tidak berbicara kebenaran!

Tidak ada yang perlu dipermasalahkan, apalagi huruf Ibrani tidak mengenal huruf besar dan huruh kecil (termasuk Arab), apabila dipandang suatu terjemahan "kurang tepat" maka kita melihat Alkitab bahasa asli sebagai pemegang otoritas Final.

Terjemahan Lai TB Perjanjian Baru, demikian juga terjemahan2 dalam bahasa Inggris (KJV, NASB dll) menggunakan huruf awal kapital untuk kata "Lord/Tuan", hal ini sebagai suatu penyajian terjemahan yang konsisten, bahwa Yesus Kristus itu Allah. Sehingga gelar yang ditujukan kepadaNya ditulis dengan awalan huruf kapital.


Berikut ini ayat tersebut dalam bahasa asli Ibrani dan terjemahannya :

* Mazmur 110:1
Mazmur Daud. Demikianlah firman TUHAN kepada tuanku: "Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuhmu menjadi tumpuan kakimu."
KJV : The LORD (YHVH) said unto my Lord (Adonai), Sit thou at my right hand, until I make thine enemies thy footstool.
NASB : The LORD (YHVH) says to my Lord (Adonai): "Sit at My right hand Until I make Your enemies a footstool for Your feet."
ךיביא תישא-דע ינימיל בש ינדאל הוהי םאנ רומזמ דודל
:ךילגרל םדה
Hebrew Translit, LEDAVID MIZMOR NEUM YHVH LE'ADONI SHEV LIMINI AD-ASHIT OIVEIKHA HADOM LERAGLEIKHA


Kita tinjau dari pemahaman Yudaisme :


Marmur 110 :1 ini merupakan sebuah nubuat tentang Mesias, sehingga Daud sendiri menyebutnya sebagai "ADONAI/tuanku". Suatu hal yang cukup menarik dimana paham Yudaisme tahu bahwa Mesias akan datang dari dinasty Daud, Daud yang menjadi kakek-moyangnya ini menyebut Sang Mesias sebagai "ADONAI".

Menghubungkan Mazmur 110 dengan Mesias tidak hanya tradisi Kristen, tetapi sudah diawali lebih dulu oleh tulisan-tulisan para rabbi (ulama Yahudi) sebelum zaman Yesus ataupun zaman sesudahnya. Misalnya, seperti ungkapan Rabbi Yodan yang mengajar atas nama rabbi Ahan bar Haninan, bahwa YHVH sendiri yang memanggil Mesias sebagai ADONAI dan akan menempatkan Mesias di sebelah kanan-Nya.

Tafsiran ini selain dijumpai Yalkut Shimoni (Tehilim 110), tercatat juga dalam Nedarim 32b dan Sanhedrin 108b.
Pemahaman Yahudi inilah yang melatarbelakangi khotbah Petrus dalam Kisah Para Rasul 2:36 bahwa Allah sendirilah yang telah menjadikan Yesus sebagai Tuhan dan Kristus. "Tuhan" di sini bukan dalam makna ilah selain Allah, melainkan sebagai rabbi (Penguasa) sesuai dengan pengharapan Yahudi.

Bagaimanakah makna lebih lanjut gelar ADONAI bagi Mesias tersebut?

Tradisi Yahudi tidak berani mengeja Nama Diri (ismu dzat, "proper name") Allah dalam bahasa Ibrani: YHVH (transiterasi: YEHOVAH). Sebagai gantinya, mereka tetap membiarkan empat huruf suci itu dalam Taurat dengan membacanya HA-SHEM (Sang Nama) atau membacanya dengan ADONAI (Yunani: KURIOS ; Aram: MARA; Arab: RABB atau Inggris: LORD).

Pada akhirnya Allah sendiri memberikan gelar itu kepada Yesus sebagai Mesias, Firman-Nya sendiri yang nuzul ke dunia. Karena itu Yesus telah bersabda:
"Segala kuasa di surga maupun di bumi telah dilimpahkan kepada-Ku" (Matius 28:20).

Makna pelimpahan kekuasaan dalam Matius 28:20 ini, sekalipun tidak persis sama, sejajar dengan ungkapan Alquran: (Q.s. ali Imran 3:45, "Al Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat ").
http://quran.al-islam.com/Targama/DispT ... a=45&t=ind


Penerapan gelar ADONAI bagi Sang Mesias berarti melalui Mesias-Nya Allah menyatakan keTuhanan-Nya. Dalam makna itulah, Yesus bi-idzinillah (dengan izin Allah) bergelar "Tuhan (RABBI/ADONAI) dan Mesias (AL-MASIH/ MASYIAKH)" (lihat, Kisah Para Rasul 2:11).

Gelar yang menurut harapan mesianik Yahudi akan diterapkan bagi Raja Mesias ini juga berhubungan erat dengan ungkapan "duduk di sebelah kanan Allah".

Mengapa? Ungkapan simbolik ini muncul dalam kaitan dengan pola bangunan Bait Suci (Ibrani: Beyt hammiqdash di mana istana raja-raja keturunan Raja Daud berada di sebelah selatan ruang Mahakudus (devir) Bait Allah yang menghadap ke timur. Ini berarti istana Daud berada "di sebelah kanan" ruang mahakudus yang melambangkan kehadiran Allah.

Jadi, firman "SHEV LIMINI" (duduklah di sebelah kanan-Ku), dalam Mazmur 110:1 bermakna bahwa kekuasaan yang diberikan kepada Raja Mesias itu kekal selama-lamanya. Maksudnya, Allah menghendaki takhta raja Mesias itu kekal selamanya.



Kata disini 'kanan' tidak bermakna harfiah, Jadi jangan terjebak kata-kata. Istilah (dalam bahasa kiasan) dalam masyarakat pun kita ada istilah "Tangan Kanan" yang artinya: "Kepercayaan" --> 'dia itu tangan-kanan owner perusahaan ini', artinya dia itu adalah orang kepercayaan.
Dalam bahasa Inggris ada pula istilah "Invisible Hand" yang artinya: bantuan atau pertolongan secara kasat mata atau mujizat.



Ayat-ayat lain dalam Perjanjian Baru, yang menyatakan Yesus "disebelah kanan", sebagai berikut :


* Kolose 3:1
Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.
TR, ει ουν συνηγερθητε τω χριστω τα ανω ζητειτε ου ο χριστος εστιν εν δεξια του θεου καθημενος
Translit. Interlinear, ei {JIKA} oun {KARENA ITU} sunêgerthête {KAMU DIBANGKITKAN BERSAMA} tô christô {DENGAN KRISTUS} ta {hal-hal} anô {yang diatas} zêteite {CARILAH} ou {DIMANA} o christos {KRISTUS} estin en{DI} dexia {KANAN} tou theou {ALLAH} kathêmenos {DUDUK}


* Ibrani 1:3
Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi,
TR, ος ων απαυγασμα της δοξης και χαρακτηρ της υποστασεως αυτου φερων τε τα παντα τω ρηματι της δυναμεως αυτου δι εαυτου καθαρισμον ποιησαμενος των αμαρτιων ημων εκαθισεν εν δεξια της μεγαλωσυνης εν υψηλοις
Translit. Interlinear, os {YANG} ôn {ADALAH} apaugasma {CAHAYA/PANTULAN} tês doxês {DARI KEMULIAAN} kai {DAN} charaktêr {GAMBAR YANG PERSIS} tês upostaseôs {DARI HAKIKAT} autou {NYA} pherôn {MENOPANG} te {DAN} ta panta {SEGALA} tô rêmati {DENGAN SABDA} tês dunameôs {YANG PENUH KUASA} autou {NYA} di {OLEH} eautou {(dirinya sendiri)} katharismon {PENGHAPUSAN} poiêsamenos {SETELAH MENGADAKAN} tôn amartiôn {DOSA-DOSA} êmôn {KITA} ekathisen {DUDUK} en {DI} dexia {KANAN} tês megalôsunês {YANG MAHABESAR} en upsêlois {DI (Surga) YANG TINGGI}


* Ibrani 8:1
Inti segala yang kita bicarakan itu ialah: kita mempunyai Imam Besar yang demikian, yang duduk di sebelah kanan takhta Yang Mahabesar di sorga,
TR, κεφαλαιον δε επι τοις λεγομενοις τοιουτον εχομεν αρχιερεα ος εκαθισεν εν δεξια του θρονου της μεγαλωσυνης εν τοις ουρανοις
Translit. Interlinear, kephalaion {INTI} de {ADAPUN} epi {BERDASARKAN} tois {hal-hal yang} legomenois {DEKATAKAN} toiouton {DEMIKIAN} echomen {KITA MEMPUNYAI} archierea {IMAM BESAR} os {YANG} ekathisen {DUDUK} en {DI} dexia {SEBELAH KANAN} tou thronou {TAKHTA} tês megalôsunês {YANG MAHABESAR} en tois ouranois {DI SURGA}


* Ibrani 10:12
Tetapi Ia, setelah mempersembahkan hanya satu korban saja karena dosa, Ia duduk untuk selama-lamanya di sebelah kanan Allah,
TR, αυτος δε μιαν υπερ αμαρτιων προσενεγκας θυσιαν εις το διηνεκες εκαθισεν εν δεξια του θεου
Translit. Interlinear, autos {(Imam) INI} de mian uper {DILAIN PIHAK HANYA SATU} amartiôn {MENGHAPUS DOSA-DOSA} prosenegkas {TELAH MENYEMBAHKAN} thusian {KURBAN} eis to diênekes {UNTUK SELAMA-LAMANYA} ekathisen {DUDUK} en dexia {DISEBELAH KANAN} tou theou {ALLAH}


* Ibrani 12:2
Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.
TR, αφορωντες εις τον της πιστεως αρχηγον και τελειωτην ιησουν ος αντι της προκειμενης αυτω χαρας υπεμεινεν σταυρον αισχυνης καταφρονησας εν δεξια τε του θρονου του θεου εκαθισεν
Translit. Interlinear, aphorôntes {PANDANGLAH} eis {KEPADA} ton tês pisteôs {DENGAN IMAN} archêgon {IMAM} kai {DAN} teleiôtên {PENYEMPURNA} iêsoun {YESUS} os {YANG} anti {GANTI/UNTUK} tês {YANG} prokeimenês {ADA DI DEPAN/ DITENTUKAN} autô {DIA/BAGI DIA} charas {KEBAHAGIAAN} upemeinen {TEKUN MENANGGUNG} stauron {SALIB} aischunês {PENGALAMAN DIPERMALUKAN} kataphronêsas {(dengan) MENGABAIKAN} en {DI} dexia {SEBELAH KANAN} te {DAN} tou thronou {TAKHTA} tou theou {ALLAH} ekathisen {TELAH DUDUK}


* I Petrus 3:22
yang duduk di sebelah kanan Allah, setelah Ia naik ke sorga sesudah segala malaikat, kuasa dan kekuatan ditaklukkan kepada-Nya.
TR, ος εστιν εν δεξια του θεου πορευθεις εις ουρανον υποταγεντων αυτω αγγελων και εξουσιων και δυναμεων
Translit. Interlinear, os {YANG} estin {BERADA} en {DI} dexia {SEBELAH KANAN} tou theou {ALLAH} poreutheis {TELAH PERGI} eis ouranon {KE SURGA} upotagentôn {TUNDUK} autô {KEPADANYA} aggelôn {MALAIKAT-MALAIKAT} kai {DAN} exousiôn {PENGUASA-PENGUASA} kai {DAN} dunameôn {KUASA-KUASA}

Lebih kacau lagi, jika kita mencermati narasi ketiga pengarang injil2 kanonik di atas, maka narasi tersebut justru BERTENTANGAN dengan "Silsilah Yesus" yang dikarang oleh pengarang Matius dan Lukas yang menyatakan bahwa Yesus adalah keturunan Daud (Matius 1:1 dan Lukas 3:31). Perhatikan frasa yang dinisbahkan ke mulut Yesus oleh para pengarang injil2 kanonik, "Daud menyebut Dia (Yesus) Tuannya, bagaimana mungkin Ia (Yesus) anaknya (Daud) pula?". Frasa ini jelas2 menunjukkan bahwa Yesus BUKANLAH keturunan Daud. Benar2 kacau-balau!

Daud menyebut Dia (Yesus) Tuannya, bagaimana mungkin Ia (Yesus) anaknya (Daud) pula?

Jangankan Daud, Yesus Kristus justru sudah ada sebelum Abraham ada.


* Yohanes 8:58
Kata Yesus kepada mereka: 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.'
KJV, Jesus said unto them, Verily, verily, I say unto you, Before Abraham was, I am.
TR Translit Interlinear, eipen {berkata} autois {kepada mereka} ho iêsous {Yesus} amên {sesungguhnya} amên {sesungguhnya} legô {Aku berkata} humin {kepadamu} prin {sebelum} abraam {Abraham} genesthai {ada/ menjadi/ eksis (lahir)} egô {Aku} eimi {Ada}.

Yesus Kristus membuat pernyataan yang tegas dalam jawabnya, merujuk kepada keberadaan mutlak. Kedua kata kerja genesthai dari kata ginomai . Kata kerja 'genesthai', "ada", "menjadi", "eksis" ditulis dalam second aorist, mirip dengan simple past tense.

sedangkan "Aku telah ada", "egô eimi" , seharusnya "Aku ada" ditulis dalam bentuk Present Tense. Menurut kaidah tata bahasa, perbedaan kedua kata kerja ini menunjukkan bahwa Yesus Kristus itu 'timeless being'. "eimi", kata kerja to be yang juga bermakna ada, eksis, mengungkapkan perbedaan dan merujuk kepada kelebihagungan Kristus.

Kontras sekali antara genesthai dalam tense aorist (mirip dengan past tense Inggris) dengan eimi yang present tense. "egô eimi", "Aku ada" mencerminkan bahwa Yesus Kristus tidak terikat dengan waktu.


Menurut konsep yang benar, Tuhan itu adalah pencipta segalanya, bagaimana Yesus menciptakan Daud, Maryam, dll, jika Yesus sendiri adalah keturunan dari orang2 tsb?

Silakan kaji Yohanes 1:1-5, 9-11. Penciptaan itu terjadi pada saat Yesus Kristus ada dalam kepra-adaan-Nya sebagai manusia.


Sekarang kita bahas perikop dalam Matius 22:41-46 demikian :


* MATIUS 22:41-46 Hubungan antara Yesus dan Daud
22:41 Ketika orang-orang Farisi sedang berkumpul, Yesus bertanya kepada mereka, kata-Nya:
22:42 "Apakah pendapatmu tentang Mesias? Anak siapakah Dia?" Kata mereka kepada-Nya: "Anak Daud."
22:43 Kata-Nya kepada mereka: "Jika demikian, bagaimanakah Daud oleh pimpinan Roh dapat menyebut Dia Tuannya, ketika ia berkata:
22:44 TUHAN telah berfirman kepada Tuanku: duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu.
22:45 Jadi jika Daud menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin Ia anaknya pula?"
22:46 Tidak ada seorang pun yang dapat menjawab-Nya, dan sejak hari itu tidak ada seorang pun juga yang berani menanyakan sesuatu kepada-Nya.


Mesias, lihat Markus 12:35-37; Lukas 20:41-44.
Yesus bertanya mengenai pandangan orang Farisi terhadap Mesias. Mereka menjawab secara benar bahwa Mesias adalah anak Daud (ayat 42).

Pertanyaan Yesus lebih lanjut dalam ayat 43-44 mengandaikan bahwa (sebagaimana yang diyakini orang-orang Yahudi pada zaman-Nya). Daud adalah penulis Kitab Mazmur, dibawah ilham Roh yang berisikan pernyataan kenabian mengenai masa depan (nubuat). Dalam Mazmur 110:1, Daud menunjuk kepada Mesias sebagai "Tuanku". Maka jelas disini Sang Mesias itu kedudukannya lebih tinggi daripada Daud, sehingga sebutan "Anak Daud" bukanlah sebutan yang layak untuk Mesias (ayat 45).

Tetapi atas pertanyaan Yesus pada ayat 45 ini tidak bisa dijawab oleh orang-orang Farisi itu. Namun kita sebagai orang percaya, akhirnya bisa mengerti dan faham akan konteks yang dipertanyakan Yesus itu. Bahwa Sang Mesias yang lahir dari Roh Allah, Dia adalah Allah yang "kenosis" atau "merendahkan diriNya" mengambil rupa seorang hamba dan menjadi serupa dengan manusia (Filipi 2:6-8 ), lahir dari anak dara Maria seorang keturunan dari Daud melalui Natan (Lukas 3:31), sehingga Ia-pun disebut "Anak Daud" (Keturunan Daud).

Sehingga ketika Yesus kembali dalam kemuliaanNya, Ia digambarkan dalam ungkapkan alegoris sesuai pemahaman orang Yahudi "Kristus (Mesias) duduk di sebelah kanan Allah", yaitu Pribadi pemegang otoritas ke-Allah-an sejati.


Amin.





14. DISTORSI INJIL2 KANONIK 4: Kematian Yesus.

Konon, menurut keyakinan umat Kristen, Yesus mati di tiang salib. Keyakinan mereka didasarkan pada kisah-kisah imajinasi yang dikarang oleh para pengarang injil-injil kanonik yang ayat-ayatnya disuguhkan di bawah ini. Kisah-kisah kematian Yesus menurut keempat injil kanonik ini bervariasi antara injil yang satu dengan yang lainnya, yang menunjukkan bahwa kisah kematian Yesus ini--meski masing-masing injil menyatakan kematian Yesus--benar-benar merupakan hasil imajinasi dan rekayasa para pengarang injil-injil kanonik.

DONGENGAN MARKUS:

15:33. Pada jam dua belas, kegelapan meliputi seluruh daerah itu dan berlangsung sampai jam tiga.
15:34 Dan pada jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eloi, Eloi, lama sabakhtani?", yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?
15:35 Mendengar itu, beberapa orang yang berdiri di situ berkata: "Lihat, Ia memanggil Elia."
15:36 Maka datanglah seorang dengan bunga karang, mencelupkannya ke dalam anggur asam lalu mencucukkannya pada sebatang buluh dan memberi Yesus minum serta berkata: "Baiklah kita tunggu dan melihat apakah Elia datang untuk menurunkan Dia."
15:37 Lalu berserulah Yesus dengan suara nyaring dan menyerahkan nyawa-Nya.
15:38 Ketika itu tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah.
15:39 Waktu kepala pasukan yang berdiri berhadapan dengan Dia melihat mati-Nya demikian, berkatalah ia: "Sungguh, orang ini adalah Anak Allah!"
15:40 Ada juga beberapa perempuan yang melihat dari jauh, di antaranya Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus Muda dan Yoses, serta Salome.
15:41 Mereka semuanya telah mengikut Yesus dan melayani-Nya waktu Ia di Galilea. Dan ada juga di situ banyak perempuan lain yang telah datang ke Yerusalem bersama-sama dengan Yesus.

BUALAN MATIUS:

27:45 Mulai dari jam dua belas kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga.
27:46 Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eli, Eli, lama sabakhtani?" Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?
27:47 Mendengar itu, beberapa orang yang berdiri di situ berkata: "Ia memanggil Elia."
27:48 Dan segeralah datang seorang dari mereka; ia mengambil bunga karang, mencelupkannya ke dalam anggur asam, lalu mencucukkannya pada sebatang buluh dan memberi Yesus minum.
27:49 Tetapi orang-orang lain berkata: "Jangan, baiklah kita lihat, apakah Elia datang untuk menyelamatkan Dia."
27:50. Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya.
27:51 Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah,
27:52 dan kuburan-kuburan terbuka dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit.
27:53 Dan sesudah kebangkitan Yesus, merekapun keluar dari kubur, lalu masuk ke kota kudus dan menampakkan diri kepada banyak orang.
27:54 Kepala pasukan dan prajurit-prajuritnya yang menjaga Yesus menjadi sangat takut ketika mereka melihat gempa bumi dan apa yang telah terjadi, lalu berkata: "Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah."
27:55 Dan ada di situ banyak perempuan yang melihat dari jauh, yaitu perempuan-perempuan yang mengikuti Yesus dari Galilea untuk melayani Dia.
27:56 Di antara mereka terdapat Maria Magdalena, dan Maria ibu Yakobus dan Yusuf, dan ibu anak-anak Zebedeus.

KHAYALAN LUKAS:

23:44. Ketika itu hari sudah kira-kira jam dua belas, lalu kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga,
23:45 sebab matahari tidak bersinar. Dan tabir Bait Suci terbelah dua.
23:46 Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: "Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku." Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya.
23:47 Ketika kepala pasukan melihat apa yang terjadi, ia memuliakan Allah, katanya: "Sungguh, orang ini adalah orang benar!"
23:48 Dan sesudah seluruh orang banyak, yang datang berkerumun di situ untuk tontonan itu, melihat apa yang terjadi itu, pulanglah mereka sambil memukul-mukul diri.
23:49 Semua orang yang mengenal Yesus dari dekat, termasuk perempuan-perempuan yang mengikuti Dia dari Galilea, berdiri jauh-jauh dan melihat semuanya itu.

SKENARIO YOHANES:

19:25 Dan dekat salib Yesus berdiri ibu-Nya dan saudara ibu-Nya, Maria, isteri Klopas dan Maria Magdalena.
19:26 Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: "Ibu, inilah, anakmu!"
19:27 Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Inilah ibumu!" Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.
19:28 Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia--supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci--:"Aku haus!"
19:29 Di situ ada suatu bekas penuh anggur asam. Maka mereka mencucukkan bunga karang, yang telah dicelupkan dalam anggur asam, pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus.
19:30 Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.
19:31. Karena hari itu hari persiapan dan supaya pada hari Sabat mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung pada kayu salib--sebab Sabat itu adalah hari yang besar--maka datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang itu dipatahkan dan mayat-mayatnya diturunkan.
19:32 Maka datanglah prajurit-prajurit lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus;
19:33 tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya,
19:34 tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.
19:35 Dan orang yang melihat hal itu sendiri yang memberikan kesaksian ini dan kesaksiannya benar, dan ia tahu, bahwa ia mengatakan kebenaran, supaya kamu juga percaya.
19:36 Sebab hal itu terjadi, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci: "Tidak ada tulang-Nya yang akan dipatahkan."
19:37 Dan ada pula nas yang mengatakan: "Mereka akan memandang kepada Dia yang telah mereka tikam."

Keempat cerita khayalan injil kanonik di atas dengan jelas memberikan narasi yang berbeda-beda. Markus dan Matius memberikan gagasan pemenuhan nubuat yang sama tentang teriakan Yesus dan tindakan seseorang dengan bunga karang kepada Yesus menjelang kematiannya sebagaimana yang tersebut dalam Markus 15:34,36 dan Matius 27:46,48 yang sebenarnya merupakan kutipan ayat-ayat dari Mazmur 22:2; 69:22. Sementara Lukas mengutip Mazmur 31:6 sebagai gagasan pemenuhan nubuat oleh Yesus menjelang kematiannya sebagaimana tersebut dalam Lukas 23:46. Sedangkan Yohanes mengutip Mazmur 22:16; 69:22 sebagai gagasan pemenuhan nubuat oleh Yesus seperti tersebut dalam Yohanes 19:28, "Aku haus!".

Itulah maksudnya mengapa ada "empat" Injil dan bukan hanya "satu" Injil. Keempat-empatnya ber"variasi" dan saling melengkapi, bukan saling ber"kontradiksi". Anda tentu memahami makna "variasi" dan "kontradiksi". Jika satu ayat menulis "haus", dan ayat lain menulis "tidak haus", maka kedua ayat itu saling "kontradiksi", tetapi jika suatu ayat menulis "Aku haus" dan ayat lain tidak menulis apa-apa, hal itu berarti "variasi".

Misalnya, peliputan kunjungan Presiden ke Pulau Nias, diliput berbagai media, tentu saja tulisan dari wartawan Kompas, Suarab Pembaharuan, Media Indonesia akan berbeda, namun berbedaan laporan mereka "bukan" kontradiksi. Masing-masing wartawan akan menulis berdasarkan pemahamannya dan penekanan-penekanan yang berbeda berdasarkan sudut pandang masing-masing, tetapi perbedaannya bukan bekontradiksi, sebab apabila sebuah Media kedapatan menuliskan laporan yang salah (kontradiksi) maka hal tersebut akan mempertaruhkan kredibilitas media yang diwakilinya.


Lebih jauh, Yohanes memberikan skenario lanjutan yang tidak terdapat dalam ketiga injil kanonik lainnya tentang khayalan pemenuhan nubuat oleh Yesus dengan mengutip ayat-ayat Keluaran 12:46, Bilangan 9:12, dan Mazmur 34:21 dan meletakkannya pada Yohanes 19:36, dan mengutip Zakharia 12:10 untuk ditambahkan sebagai ayat sebagaimana tersebut dalam Yohanes 19:37.

Saya akan jelaskan panjang lebar secara theologis peristiwa penyaliban berdasarkan Injil Yohanes termasuk kaitan-kaitannya dengan pemenuhan nubuat-nubuat yang tertulis dalam Perjanjian Lama, yang mungkin dianggap oleh penulis diatas sebagai hal yang mengada-ada, tetapi semuanya tertulis tepat seperti nubuat itu, Yesus telah menggenapinya.
Murid yang dikasihiNya, Rasul Yohanes, menyaksikan dan menulis Injil ini.

Ayat 25-27 Ibu Yesus dan murid terkasih Kisah ini ditempatkan dalam momen yang paling penting dalam Injil, dan tentu mempunyai makna yang lebih mendalam daripada sekedar perhatian anak kepada ibunya. Masalah yang hendak diungkapkan oleh Yohanes dalam peristiwa ini mengandung banyak arti. Bagian ini ada dalam konteks penyerahan roh Yesus (ayat 30) dan darah serta air mengalir dari lambungNya yang ditombak (ayat 34). Yohanes hendak memberikan makna simbolis kelahiran jemaat Kristus. Moment ini adalah moment kemuliaan Yesus, yakni bahwa hidupNya ditinggikan saat Ia mati, yakni saat penyerahan Roh-Nya. Dibawah salibNya, berdirilah seorang perempuan dan seorang murid. Keduanya tidak disebutkan namanya, seolah-olah mau menekankan sifat simbolis itu. Si perempuan (ibu-Nya) menandakan ibu dari jemaat Kristus (gereja), dan Murid yang Dikasihi adalah semua murid yang dipanggil untuk mengikutinya dalam ketaatan kepada Tuhan kita. Ketika kepada tokoh ibu Gereja dan Murid yang dikasihi ditambahkan Roh Kudus, yang diberikan oleh Yesus (ayat 30), Ia telah dimuliakan (lihat Yohanes 7:39), dan darah serta air menjadi lambang dari babtisan dan perjamuan kudus (ekaristi), maka berdirinya jemaat Kristus dinyatakan. Perlambangan ini meskipun samar, namun tidaklah berlebihan, terutama jika mengingat bahwa pemikiran Kristiani selalu memandang aspek rohaniah dengan kadar theological bi-levels.

Kemudian kita kaitkan dengan apa yang tertulis pada Kejadian 3:15 (permusuhan antara keturunan perempuan dengan ular). Rasul Yohanes menunjukkan perhatian terhadap kitab Kejadian. Ini terlihat jelas, karena Yohanes memulai Injilnya dengankalimat pertama dan suatu referensi pada penciptaan. Lebih jauh lagi Yohanes mencatat konflik antara iblis dengan Yesus (lihat Yohanes 12:31-33, Yohanes 14:30), dan Yohanes mengemukakan mengenai keturunan iblis (Yudas dan para musuh, lihat Yohanes 8:44). "Perempuan" dalam Yohanes 19:26 juga berkaitan dengan Kejadian 3:15 bahwa Yesus adalah keturunan perempuan (tanpa benih laki-laki). Maka dengan jelas Yohanes telah mengumpulkan semua unsur dari kisah dalam Kejadian untuk suatu peristiwa ciptaan kembali: ular dan keturunan ular, perempuan dan keturunan perempuan, dan juga "taman" (lihat Yohanes 18:1). Penekanan ini hanya terdapat pada Injl Yohanes diantara keempat Injil lainnya.

Maka dalam perspektif Injil Yohanes, menempatkan Maria ibu Yesus, dibawah salib dalam peranannya yang ganda.

1) Sebagai lambang feminim ibu Gereja. Dalam pandangan theologis gereja selalu diibaratkan sebagai "mempelai perempuan" dan Kristus adalah Kepala dari gereja itu.
2) Sebagai kemenangan perempuan, yang menekankan peran serta perempuan dalam karya penyelamatan. Gambaran negatif Hawa telah digantikan Hawa yang memberi kehidupan.


Ayat 28-30 kematian Yesus mati, ketika Ia siap untuk mati, pada waktu yang tepat pada saat nubuat-nubuat dalam Kitab Suci terpenuhi. Ucapan "Aku haus" (ayat 28 )menunjuk pada Mazmur 69:22 dan Mazmur 22:16. Kedua Mazmur itu kerap kali dipergunakan dalam Perjanjian Baru. Anggur asam (ayat 29) adalah minuman pahit para serdadu. Tanaman hisop (ayat 29) berfungsi sebagai "spon" yang dicelupkan pada anggur (karena posisi Yesus ada diatas kayu salib). Hal-hal itu dituliskan disini untuk mengingatkan kepada pembaca kalangan Yahudi akan tanaman yang digunakan Israel untuk memerciki pintu dengan darah domba Paskah dalam Keluaran 12:22. Maka dengan demikian, hal ini sangat erat hubungannya dengan apa yang dinyatakan berikutnya "sudah selesai" (ayat 30). Selesaialah sudah pekerjaan pekerjaan yang harus dilakukan Yesus, yakni melaksanakan kehendak Bapa, memenuhi nubuat-nubuat dalam Kitab Suci, menyelamatkan umat manusia. Lalu Ia menundukkan kepalaNya dan menyerahkan nyawaNya (ayat 30). Ungkapan ini sangat unik, merupakan kekhasan Injil Yohanes. kemuliaan kematian Yesus telah melepaskan Roh Kudus ke dalam dunia (lihat Yohaes 7:39, Yohanes 19:34, Yohanes 20:22).


Ayat 31-37 Tombak. Urgensi yang tampak dalam ayat 31 muncul dari kenyataan bahwa saat itu ada pada saat menjelang sore (matahari terbenam), hanya tinggal beberapa jam saja terseisa sebelum Sabat dimulai. Maka untuk menangani hal-hal yang perlu bagi mayat-mayat itu, dan memastikan mereka mati, konsekwesinya kaki ke-2 orang lain yang disalibkan dipatahkan untuk mempercepat kematiannya. Tindakan seperti itu tidak perlu dilakukan untuk Yesus yang sudah mati. Maka hanya saja lambungNya yang ditusuk dengan tombak, sehingga mengalirkan campuran darah dan air. Kesaksian ini ditulis oleh seorang yang melihat sendiri peristiwa itu. Maka tafsiran mengenai peristiwa itu oleh bapak-bapak Gereja melihat bahwa air dan darah merupakan tanda babtisan dan perjamuan Kudus (ekaristi), hal ini adalah sumber hidup bagi Gereja Tuhan. Hawa yang baru, yang muncul di sisi Adam baru. Rasul Yohanes menunjuk lagi kepada kutipan Perjanjian Lama "Tidak ada tulang yang dipatahkan" adalah gabungan pemenuhan dari keluaran 12:46 yang berbicara mengenai anak domba Paskah, dan Mazmur 34:21 yang melukiskan perlindungan Allah terhadap orang benar. "Mereka akan memandang kepada Dia yang telah mereka tikam" (ayat 37) menunjuk pada Zakharia 12:10, dimana penusukanadalah pencurahan Roh Kemurahan dan belas kasihan dari Allah kepada penduduk Yerusalem. Penduduk Yerusalem dalampengertian Kristiani, mempunyai arti rohaniah, dimana orang-orang percaya disebut sebagai Israel Rohani.

"Sebab yang disebut Yahudi bukanlah orang yang lahiriah Yahudi, dan yang disebut sunat, bukanlah sunat yang dilangsungkan secara lahiriah. Tetapi orang Yahudi sejati ialah dia yang tidak nampak keyahudiannya dan sunat ialah sunat di dalam hati, secara rohani, bukan secara harafiah. Maka pujian baginya datang bukan dari manusia, melainkan dari Allah." (Roma 2:28-29)

Israel itu terdiri dari orang-orang Yahudi, tetapi ayat ini sedang berbicara tentang mereka yang sudah menjadi orang-orang yang percaya. Sedangkan bangsa Israel yang ada di Timur Tengah memang mereka bisa melacak keturunannya yang berasal dari Abraham, yang merupakan permulaan dari bangsa Israel. Abraham mempunyai anak yang bernama Ishak, dan Ishak mempunyai anak yang bernama Yakub, dan Yakub mempunyai 12 orang anak yang menjadi kepala dari suku-suku Israel. Dan keturunan darah Abraham berlanjut terus sampai hari ini. Tetapi Allah memberikan kepada kita definisi dari anak-anak Abraham di Galatia 3, ayat 7-9, kita baca:

"Jadi kamu lihat, bahwa mereka yang hidup dari iman, mereka itulah anak-anak Abraham. Dan Kitab Suci, yang sebelumnya mengetahui, bahwa Allah membenarkan orang-orang bukan Yahudi oleh karena iman, telah terlebih dahulu memberitakan Injil kepada Abraham: "Olehmu segala bangsa akan diberkati." Jadi mereka yang hidup dari iman, merekalah yang diberkati bersama-sama dengan Abraham yang beriman itu."

Nama Abraham sendiri berarti "bapa dari banyak bangsa." Dan Allah menyimpulkan hal ini di Galatia 3:29:

"Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah."

Dengan kata lain, menjadi keturunan darah dari Abraham tidak menjadikan kita sebagai bangsa Israel rohani milik Allah. Kita harus menjadi milik Kristus, dan iman Kristus-lah yang menyelamatkan kita dan membuat kita menjadi pewaris-pewaris menurut janji Allah. Di dalam pandangan Allah, orang-orang yang percaya sejati yang ada di seluruh dunia, tanpa memandang kebangsaan mereka, mereka adalah Israel rohani kepunyaan Allah.

Amin.

Perbedaan gagasan pemenuhan nubuat di antara keempat injil kanonik di atas dengan jelas membuktikan bahwa kematian Yesus di tiang salib hanyalah omong kosong dan rekayasa belaka. Keempat pengarangnya memberikan kisah yang berbeda-beda dengan mengutip ayat-ayat tertentu dari Perjanjian Lama sebagai inspirasi untuk mengarang injilnya yang diyakini Kristen sebagai pemenuhan nubuat datangnya sang Juru Selamat Yesus Kristus, padahal ayat-ayat yang dikutip tersebut sama sekali tidak ada relevansinya dengan sosok Yesus dan sama sekali bukan ayat nubuat, terlebih secara khusus menunjuk pada Yesus. Meski Markus dan Matius memberikan gagasan yang sama tentang pemenuhan nubuat oleh Yesus, namun Matius menambahkan narasi fiktif tentang gempa bumi dan kebangkitan orang-orang kudus lantaran gempa bumi tersebut:

27:51 Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah,
27:52 dan kuburan-kuburan terbuka dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit.
27:53 Dan sesudah kebangkitan Yesus, merekapun keluar dari kubur, lalu masuk ke kota kudus dan menampakkan diri kepada banyak orang.
27:54 Kepala pasukan dan prajurit-prajuritnya yang menjaga Yesus menjadi sangat takut ketika mereka melihat gempa bumi dan apa yang telah terjadi, lalu berkata: "Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah."

Bagaimana mungkin orang-orang yang sudah mati bangkit dari kubur gara-gara gempa bumi dan menampakkan diri kepada orang banyak? Akankah kita percaya begitu saja pada bualan Matius yang ditulis puluhan tahun setelah dugaan penyaliban Yesus?

Lebih jauh lagi, ayat-ayat selanjutnya dari keempat injil kanonik di atas memberikan narasi yang kontradiktif dan berbeda-beda yaitu: daftar nama wanita yang datang ke kubur Yesus tidak sama, hari penampakan Yesus yang berbeda, dan tempat penampakan Yesus tidak sama.

Seperti yang telah dijelaskan diatas bahwa ke-4 Injil itu bervariasi dan saling melengkapi. Jika injil-injil lain menulis "tidak ada gempa bumi", barulah termasuk kategori "kontradiksi".

Kematian Yesus diiringi dengan berbagai tanda (Matius 27:51-54) dari sini kita bisa memahami maknanya. Pertama, pembukaan tabir di Bait Allah Yerusalem terbelah (ayat 51a), ini menandakan akhir dari halangan antara Allah dengan kemanusiaan atau akhir dari Perjanjian Lama (makna ini akan mudah dipahami jika anda sudah mempelajari "Tabernakel" dalam perjanjian Lama). Bandingkan dengan Ibrani 10:19-20.


KEBANGKITAN ORANG-ORANG KUDUS DAN KOTA KUDUS :


Hanya Matius yang menjelaskan tentang kebangkitan orang-orang kudus (ayat 52). Pada ayat 53, menuliskan "sesudah kebangkitan Yesus, merekapun keluar dari kubur, lalu masuk ke kota kudus dan menampakkan diri kepada banyak orang". Maksud keluar dari kubur adalah sesudah kebangkitan Yesus. Kristus adalah yang pertama bangkit dari antara orang mati (Kolose 1:18, 1 Korintus 15:20). Lebih lanjut Matius mengatakan bahwa mereka menampakkan diri kepada banyak orang, ayat ini tidak bermakna harfiah, ayat ini menunjuk pada suatu macam kebangkitan sebelum kebangkitan umum pada hari terakhir.
"Kota kudus" yang dimaksud di Matius 27:53 bisa kita dapatkan jawabannya di Wahyu 21:2 yang menulis :

"Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya."

Kota kudus itu adalah "Yerusalem yang baru" atau surga. Orang-orang kudus dibangkitkan dalam antisipasi dengan kebangkitan pada hari terakhir, apabila semua tubuh orang-orang percaya akan dibangkitkan. Kita akan diangkat untuk bersama-sama dengan Kristus di angkasa dan kemudian kita akan berada bersama-sama dengan Kristus untuk selama-lamanya (1 Tesalonika 4:17).

Di Matius 27:50-53 ini, Tuhan menunjukkan kepada kita kemenangan dari kayu salib. Kristus telah bangkit dari antara orang mati, oleh sebab itu keselamatan dari mereka yang percaya akan disempurnakan. Ini adalah bayangan yang menunjukkan bagaimana tubuh-tubuh kita akan dibangkitkan dan pergi untuk bersama dengan Kristus.

Jadi ungkapan "menampakkan diri kepada banyak orang" berarti mereka menampakan diri kepada semua orang yang percaya di surga. Ini termasuk semua orang-orang yang percaya dari zaman Habel dibunuh sampai pada waktu itu. Mereka semua berada di surga didalam keadaan jiwa mereka, atau seperti Henokh, Elia dan Musa yang berada di surga didalam keadaan tubuh mereka yang sudah dibangkitkan. (Pengertian tentang hal ini bisa dipelajari lebih lanjut pada pengajaran tentang Eskatologi/ second-coming).


Keselamatan bagi bangsa lain:


Ayat Matius 27:51b-53 telah menulis tentang tanda-tanda untuk mengiringi kedatangan Kerajaan Allah. Tanda-tanda itu dilukiskan dengan ungkapan-ungkapan yang terdapat dalam Yehezkiel 37 dan menjelaskan bahwa kematian Yesus memulai suatu tahap baru dari sejarah yang akan memuncak dalam kebangkitan dari kematian. Akhirnya, dalam ayat 54, perwira dan anak buahnya, yang jelas mereka ini bukan orang yahudi, mengakui bahwa Yesus adalah benar-benar Anak Allah. pengakuan mereka merupakan model bagi semua orang yang bukan Yahudi yang menerima Yesus sebagai Anak Allah.
Ini adalah salah satu gambaran bukti bahwa Yesus telah menyatakan diriNya juga kepada bangsa lain.

Berkenaan dengan khayalan penampakan Yesus setelah dugaan kematian dan kebangkitannya, Paulus Tarsus dalam 1 Korintus memberikan bualan yang sangat berbeda dengan imajinasi keempat injil kanonik dengan mengatakan dalam suratnya:

15:5 bahwa Ia telah menampakkan diri kepada Kefas dan kemudian kepada kedua belas murid-Nya.
15:6 Sesudah itu Ia menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus; kebanyakan dari mereka masih hidup sampai sekarang, tetapi beberapa di antaranya telah meninggal.
15:7 Selanjutnya Ia menampakkan diri kepada Yakobus, kemudian kepada semua rasul.

Bandingkan dengan ayat-ayat injil kanonik di bawah ini tentang siapa saja yang mula-mula bertemu dengan Yesus:

Memang Paulus tidak menyinggung seorang perempuan yang mula-mula ditemui Yesus, namun hal itu bukan berarti Yesus tidak menemui Kefas (Petrus).
Injil kanonik menulis bahwa setelah kebangkitanNya Yesus menemui murid-muridNya, termasuk Thomas yang meragukan kebangkitanNya. Ayat 5 Paulus menulis kedua belas murid ini suatu sebutan yang menunjuk pada jumlah resmi murid Yesus (walaupun ketika mula-mula Yesus menemui murid-muridNya Thomas tidak hadir, juga Yudas tidak hadir) dilaporkan dalam Lukas 24:34-36. Ayat 6 Lima ratus saudara dapat dihubungkan dengan Matius 28:10,16 dab. Kebanyakan dari mereka ini masih hidup ketika Paulus menulis suratnya: Kesaksian mereka masih dapat dicocokkan oleh mereka yang meragu-ragukannya.
Ayat 7Yakobus yang dimaksud ini adalah saudara Yesus, yang belum percaya pada waktu pelayanan Yesus (Yohanes 7:5), tetapi Yakobus ini kemudian menjadi percaya segera setelah kebangkitan Yesus (Kisah 1:14), dan Yakobus ini kemudian menjadi tokoh Jemaat di Yerusalem (Galatia 2:9). Kebenarang kebangkitan Kristus yang diteguhkan itu adalah azas yang kuat dan hakiki dalam tulisan Paulus mengenai pengajaran tentang kebangkitan dalam pasal ini.

MARKUS (satu orang, dengan catatan):

16:9 Setelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan. (Maria Magdalena tahu bahwa itu adalah Yesus).

MATIUS (dua orang):

28:9 Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka (Maria Magdalena dan Maria yang lain) dan berkata: "Salam bagimu." Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya.

LUKAS (dua orang, tetapi berbeda nama dengan bualan Matius):

24:15 Ketika mereka (Kleopas dan yang lain) sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, datanglah Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka.

YOHANES (satu orang):

20:14 Sesudah berkata demikian ia (Maria Magdalena) menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus.

Keempat khayalan injil kanonik sendiri berbeda-beda narasi khususnya tentang siapa orang yang mula-mula bertemu dengan Yesus setelah dugaan kematian dan kebangkitannya. Akankah kita beriman pada segala macam cerita konyol seperti di atas?

Orang pertama yang melihat Yesus yang sudah bangkit adalah Maria Magdalena sebagaimana yang dicatat oleh Markus 16:9. Setelah dia baru Yesus menampakkan diri pada yang lain. Konteks dari ayat-ayat yang lain tidak menimbulkan masalah sama sekali.
Bagian ini menjelaskan, penampakan kepada Maria Magdalena (Markus 16:9-11); penampakan kepada dua orang yang sedang pergi keluar kota (Markus 16:12-13 bandingkan dengan Lukas 24:13-35); kemudian penampakan kepada kesebelas murid (Markus 16:14-18, Yohanes 20:19-29 ).







15. KEBOHONGAN "INJIL" MATIUS !


Ada banyak distorsi yang telah dilakukan oleh pengarang "Injil" Matius (selanjutnya disebut Matius) khususnya yang berkaitan dengan gagasan pemenuhan nubuat akan datangnya sang Juru Selamat. Ditemukan lebih dari 25 (dua puluh lima) distorsi yang berkaitan dengan hal tersebut.

Mungkin sekali gagasan2 Matius dilatarbelakangi oleh ramalan akan datangnya seorang Nabi yang seperti Musa, semoga kesejahteraan senantiasa terlimpah atasnya, sebagaimana disebutkan dalam Kitab Ulangan berikut ini:

18:18 seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya.
18:19 Orang yang tidak mendengarkan segala firman-Ku yang akan diucapkan nabi itu demi nama-Ku, dari padanya akan Kutuntut pertanggungjawaban.
18:20 Tetapi seorang nabi, yang terlalu berani untuk mengucapkan demi nama-Ku perkataan yang tidak Kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi nama allah lain, nabi itu harus dibunuh. (al. Douay Rheims & New Century Version).

Sudah dibahas pada bagian sebelumnya, tetapi kali ini penjelasan lanjutannya, sbb:


TYPOLOGI MUSA MENGGAMBARKAN PELAYANAN TUHAN YESUS KRISTUS


Sebagai salah satu nabi dan pemimpin terbesar di Perjanjian Lama, tidak mengherankan bila Musa menggambarkan Kristus. Musa meramalkan kepada umat Israel atas dasar Wahyu yang diberikan kepadanya oleh Tuhan : Bahwa Seorang Nabi akan datang yang sama seperti dirinya, kepada Siapa mereka harus mendengarkan :


* Ulangan 18:15-19
18:15 Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan.
18:16 Tepat seperti yang kamu minta dahulu kepada TUHAN, Allahmu, di gunung Horeb, pada hari perkumpulan, dengan berkata: Tidak mau aku mendengar lagi suara TUHAN, Allahku, dan api yang besar ini tidak mau aku melihatnya lagi, supaya jangan aku mati.
18:17 Lalu berkatalah TUHAN kepadaku: Apa yang dikatakan mereka itu baik;
18:18 seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya.
18:19 Orang yang tidak mendengarkan segala firman-Ku yang akan diucapkan nabi itu demi nama-Ku, dari padanya akan Kutuntut pertanggungjawaban.


Typologi Musa adalah didasarkan terutama atas pentingnya peristiwa-peristiwa dalam hidupnya, yang membayangkan kedatangan Kristus.

Seperti Kristus, Musa dimasa kanak-kanak berada dalam bahaya dibunuh, karena ia dilahirkan semasa Irael dibawah penindasan Mesir. Oleh pemilihan Allah menurut kehendakNya sendiri, keduanya dipilih menjadi juru selamat dan pelepas


* Keluaran 3: 7-10
3:7. Dan TUHAN berfirman: "Aku telah memperhatikan dengan sungguh kesengsaraan umat-Ku di tanah Mesir, dan Aku telah mendengar seruan mereka yang disebabkan oleh pengerah-pengerah mereka, ya, Aku mengetahui penderitaan mereka.
3:8 Sebab itu Aku telah turun untuk melepaskan mereka dari tangan orang Mesir dan menuntun mereka keluar dari negeri itu ke suatu negeri yang baik dan luas, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ke tempat orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus.
3:9 Sekarang seruan orang Israel telah sampai kepada-Ku; juga telah Kulihat, betapa kerasnya orang Mesir menindas mereka.
3:10 Jadi sekarang, pergilah, Aku mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umat-Ku, orang Israel, keluar dari Mesir."


* Kisah 7: 25
Pada sangkanya saudara-saudaranya akan mengerti, bahwa Allah memakai dia untuk menyelamatkan mereka, tetapi mereka tidak mengerti.


Keduanya ditolak oleh saudara saudaranya :


* Keluaran 2: 11-15
2:11. Pada waktu itu, ketika Musa telah dewasa, ia keluar mendapatkan saudara-saudaranya untuk melihat kerja paksa mereka; lalu dilihatnyalah seorang Mesir memukul seorang Ibrani, seorang dari saudara-saudaranya itu.
2:12 Ia menoleh ke sana sini dan ketika dilihatnya tidak ada orang, dibunuhnya orang Mesir itu, dan disembunyikannya mayatnya dalam pasir.
2:13 Ketika keesokan harinya ia keluar lagi, didapatinya dua orang Ibrani tengah berkelahi. Ia bertanya kepada yang bersalah itu: "Mengapa engkau pukul temanmu?"
2:14 Tetapi jawabnya: "Siapakah yang mengangkat engkau menjadi pemimpin dan hakim atas kami? Apakah engkau bermaksud membunuh aku, sama seperti engkau telah membunuh orang Mesir itu?" Musa menjadi takut, sebab pikirnya: "Tentulah perkara itu telah ketahuan."
2:15 Ketika Firaun mendengar tentang perkara itu, dicarinya ikhtiar untuk membunuh Musa. Tetapi Musa melarikan diri dari hadapan Firaun dan tiba di tanah Midian, lalu ia duduk-duduk di tepi sebuah sumur.


* Yohanes 1: 11
Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.


* Kisah 7: 23-28
7:23 Pada waktu ia berumur empat puluh tahun, timbullah keinginan dalam hatinya untuk mengunjungi saudara-saudaranya, yaitu orang-orang Israel.
7:24 Ketika itu ia melihat seorang dianiaya oleh seorang Mesir, lalu ia menolong dan membela orang itu dengan membunuh orang Mesir itu.
7:25 Pada sangkanya saudara-saudaranya akan mengerti, bahwa Allah memakai dia untuk menyelamatkan mereka, tetapi mereka tidak mengerti.
7:26 Pada keesokan harinya ia muncul pula ketika dua orang Israel sedang berkelahi, lalu ia berusaha mendamaikan mereka, katanya: Saudara-saudara! Bukankah kamu ini bersaudara? Mengapakah kamu saling menganiaya?
7:27 Tetapi orang yang berbuat salah kepada temannya itu menolak Musa dan berkata: Siapakah yang mengangkat engkau menjadi pemimpin dan hakim atas kami?
7:28 Apakah engkau bermaksud membunuh aku, sama seperti kemarin engkau membunuh orang Mesir itu?


* Kisah 18:5-6
18:5 Ketika Silas dan Timotius datang dari Makedonia, Paulus dengan sepenuhnya dapat memberitakan firman, di mana ia memberi kesaksian kepada orang-orang Yahudi, bahwa Yesus adalah Mesias.
18:6 Tetapi ketika orang-orang itu memusuhi dia dan menghujat, ia mengebaskan debu dari pakaiannya dan berkata kepada mereka: "Biarlah darahmu tertumpah ke atas kepalamu sendiri; aku bersih, tidak bersalah. Mulai dari sekarang aku akan pergi kepada bangsa-bangsa lain."


Semasa penolakan itu keduanya melayani orang kafir dan memperoleh mempelai dari orang kafir, yang menggambarkan gereja/jemaat :


* Keluaran 2 :16-21
2:16. Adapun imam di Midian itu mempunyai tujuh anak perempuan. Mereka datang menimba air dan mengisi palungan-palungan untuk memberi minum kambing domba ayahnya.
2:17 Maka datanglah gembala-gembala yang mengusir mereka, lalu Musa bangkit menolong mereka dan memberi minum kambing domba mereka.
2:18 Ketika mereka sampai kepada Rehuel, ayah mereka, berkatalah ia: "Mengapa selekas itu kamu pulang hari ini?"
2:19 Jawab mereka: "Seorang Mesir menolong kami terhadap gembala-gembala, bahkan ia menimba air banyak-banyak untuk kami dan memberi minum kambing domba."
2:20 Ia berkata kepada anak-anaknya: "Di manakah ia? Mengapakah kamu tinggalkan orang itu? Panggillah dia makan."
2:21 Musa bersedia tinggal di rumah itu, lalu diberikan Rehuellah Zipora, anaknya, kepada Musa.


* 2 Korintus 11:2
Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus.


* Efesus 5:25-32
5:25 Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya
5:26 untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman,
5:27 supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.
5:28 Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri.
5:29 Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat,
5:30 karena kita adalah anggota tubuh-Nya.
5:31 Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.
5:32 Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat.
5:33 Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku: kasihilah isterimu seperti dirimu sendiri dan isteri hendaklah menghormati suaminya.


Musa, Sesudah periode perpisahan dengan saudara-saudaranya selesai, kembali untuk melepaskan Israel, dan Kristuspun dinubuatkan akan kembali membebaskan Israel. Pada kedatanganNya yang kedua kali, keduanya diterima oleh Israel :


* Keluaran 4: 19-31
4:19 Adapun TUHAN sudah berfirman kepada Musa di Midian: "Kembalilah ke Mesir, sebab semua orang yang ingin mencabut nyawamu telah mati."
4:20 Kemudian Musa mengajak isteri dan anak-anaknya lelaki, lalu menaikkan mereka ke atas keledai dan ia kembali ke tanah Mesir; dan tongkat Allah itu dipegangnya di tangannya.
4:21 Firman TUHAN kepada Musa: "Pada waktu engkau hendak kembali ini ke Mesir, ingatlah, supaya segala mujizat yang telah Kuserahkan ke dalam tanganmu, kauperbuat di depan Firaun. Tetapi Aku akan mengeraskan hatinya, sehingga ia tidak membiarkan bangsa itu pergi.
4:22 Maka engkau harus berkata kepada Firaun: Beginilah firman TUHAN: Israel ialah anak-Ku, anak-Ku yang sulung;
4:23 sebab itu Aku berfirman kepadamu: Biarkanlah anak-Ku itu pergi, supaya ia beribadah kepada-Ku; tetapi jika engkau menolak membiarkannya pergi, maka Aku akan membunuh anakmu, anakmu yang sulung."
4:24. Tetapi di tengah jalan, di suatu tempat bermalam, TUHAN bertemu dengan Musa dan berikhtiar untuk membunuhnya.
4:25 Lalu Zipora mengambil pisau batu, dipotongnya kulit khatan anaknya, kemudian disentuhnya dengan kulit itu kaki Musa sambil berkata: "Sesungguhnya engkau pengantin darah bagiku."
4:26 Lalu TUHAN membiarkan Musa. "Pengantin darah," kata Zipora waktu itu, karena mengingat sunat itu.
4:27 Berfirmanlah TUHAN kepada Harun: "Pergilah ke padang gurun menjumpai Musa." Ia pergi dan bertemu dengan dia di gunung Allah, lalu menciumnya.
4:28 Kemudian Musa memberitahukan kepada Harun segala firman TUHAN yang disuruhkan-Nya kepadanya untuk disampaikan dan segala tanda mujizat yang diperintahkan-Nya kepadanya untuk dibuat.
4:29 Lalu pergilah Musa beserta Harun dan mereka mengumpulkan semua tua-tua Israel.
4:30 Harun mengucapkan segala firman yang telah diucapkan TUHAN kepada Musa, serta membuat di depan bangsa itu tanda-tanda mujizat itu.
4:31 Lalu percayalah bangsa itu, dan ketika mereka mendengar, bahwa TUHAN telah mengindahkan orang Israel dan telah melihat kesengsaraan mereka, maka berlututlah mereka dan sujud menyembah.


* Roma 11:24-26
11:24 Sebab jika kamu telah dipotong sebagai cabang dari pohon zaitun liar, dan bertentangan dengan keadaanmu itu kamu telah dicangkokkan pada pohon zaitun sejati, terlebih lagi mereka ini, yang menurut asal mereka akan dicangkokkan pada pohon zaitun mereka sendiri.
11:25 Sebab, saudara-saudara, supaya kamu jangan menganggap dirimu pandai, aku mau agar kamu mengetahui rahasia ini: Sebagian dari Israel telah menjadi tegar sampai jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa lain telah masuk.
11:26 Dengan jalan demikian seluruh Israel akan diselamatkan, seperti ada tertulis: "Dari Sion akan datang Penebus, Ia akan menyingkirkan segala kefasikan dari pada Yakub.


* Kisah 15: 14,17
15:14 Simon telah menceriterakan, bahwa sejak semula Allah menunjukkan rahmat-Nya kepada bangsa-bangsa lain, yaitu dengan memilih suatu umat dari antara mereka bagi nama-Nya.
15:17 supaya semua orang lain mencari Tuhan dan segala bangsa yang tidak mengenal Allah, yang Kusebut milik-Ku demikianlah firman Tuhan yang melakukan semuanya ini,


Seperti Kristus, Musa adalah Nabi :


* Bilangan 34:1-2
34:1. TUHAN berfirman kepada Musa:
34:2 "Perintahkanlah kepada orang Israel dan katakanlah kepada mereka: Apabila kamu masuk ke negeri Kanaan, maka inilah negeri yang akan jatuh kepadamu sebagai milik pusaka, yakni tanah Kanaan menurut batas-batasnya.


* Matius 21:11
Dan orang banyak itu menyahut: "Inilah nabi Yesus dari Nazaret di Galilea."


*Kisah 3:22-23
3:22 Bukankah telah dikatakan Musa: Tuhan Allah akan membangkitkan bagimu seorang nabi dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku: Dengarkanlah dia dalam segala sesuatu yang akan dikatakannya kepadamu.
3:23 Dan akan terjadi, bahwa semua orang yang tidak mendengarkan nabi itu, akan dibasmi dari umat kita.


Imam pengantara :


* Keluaran 32:31-35
32:31 Lalu kembalilah Musa menghadap TUHAN dan berkata: "Ah, bangsa ini telah berbuat dosa besar, sebab mereka telah membuat allah emas bagi mereka.
32:32 Tetapi sekarang, kiranya Engkau mengampuni dosa mereka itu--dan jika tidak, hapuskanlah kiranya namaku dari dalam kitab yang telah Kautulis."
32:33 Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa: "Siapa yang berdosa kepada-Ku, nama orang itulah yang akan Kuhapuskan dari dalam kitab-Ku.
32:34 Tetapi pergilah sekarang, tuntunlah bangsa itu ke tempat yang telah Kusebutkan kepadamu; akan berjalan malaikat-Ku di depanmu, tetapi pada hari pembalasan-Ku itu Aku akan membalaskan dosa mereka kepada mereka."
32:35 Demikianlah TUHAN menulahi bangsa itu, karena mereka telah menyuruh membuat anak lembu buatan Harun itu.


* 1 Yohanes 2:1-2
2:1. Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil.
2:2 Dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia.


Dan Sebagai Raja atau Pemimpin :


* Ulangan 33:4-5
33:4 Musa telah memerintahkan hukum Taurat kepada kita, suatu milik bagi jemaah Yakub.
33:5 Ia menjadi raja di Yesyurun, ketika kepala-kepala bangsa datang berkumpul, yakni segala suku Israel bersama-sama


* Yohanes 1:49
Kata Natanael kepada-Nya: "Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!"


Seperti Kristus, Musa harus mati sebelum umat Israel dapat masuk ke tanah perjanjian, yang menggambarkan milik orang Kriaten. Sebagaimana Ishak dan Yusuf, Musa adalah contoh yang menyolok dari kebenaran Typologis yang berharga dalam membayangkan kehidupan dan pelayanan Kristus.


Ulangan 18:20
Tetapi seorang nabi, yang terlalu berani untuk mengucapkan demi nama-Ku perkataan yang tidak Kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi nama allah lain, nabi itu harus dibunuh. (al. Douay Rheims & New Century Version).

YESUS NABI PALSU? YANG HARUS MATI DIBUNUH?


* Ulangan 18:20
LAI TB, Tetapi seorang nabi, yang terlalu