| Pencarian |

| Pilihan |


Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani

Jumat, Juli 10

| Si Kecil Gemar Menarik Rambut |

Sudah pernahkah kita memerhatikan tingkah polah si kecil? Menggemaskan bukan? Tetapi tahu tidak, ternyata si kecil juga gemasan, lho, terhadap benda-benda yang baru dan menarik baginya. Sehingga hasrat untuk meraih benda tersebut dengan tangannya begitu besar. Buktinya saat kita berada di dekatnya atau saat membacakannya buku, karena rambut kita menarik perhatiannya, timbullah keinginan untuk meraih rambut dan setelah didapat akan ditarik-tariknya—tanpa perduli si pemilik rambut kesakitan.

Sebenarnya bayi melakukan hal ini bukan karena gemas. Menurut Riselligia Caninsti, MPsi dari Fakultas Psikologi Universitas YARSI, Jakarta, hal ini dilakukan bayi karena apa pun yang dilihat seorang bayi pasti ingin diraba dan diraihnya. Setelah berhasil diraih, dieksplorasilah benda tersebut. Karena genggaman atau rengkuhan tangannya belum terampil, jadilah seperti sedang mengacak-ngacak, menarik-narik, atau mencabik-cabik. Misalnya, kalau yang dilihat rambut, maka benda yang diraih lalu ditariknya adalah rambut. Atau si bayi akan menyobek-nyobek kertas jika benda yang bisa diraihnya saat itu adalah kertas.


Diawali dengan menggenggam
Seperti apa yang disampaikan Gia, sapaan akrab psikolog ini, perkembangan motorik adalah proses tumbuh dan berkembang kemampuan gerak seorang anak. Ada pun kejadian-kejadian di atas seperti mencabik, meraih, menarik, dan memukul-mukul, adalah proses perkembangan motorik halus bayi yang baru terjadi di usia 6 bulan.

Sebelumnya, aktivitas lewat tangan belum kelihatan benar karena kemampuan bayi hanya membuka dan menutup genggaman tangannya. Sejumlah ahli perkembangan mengamati bahwa kesadaran bayi terhadap tangan baru muncul setelah usia 2 bulan. Di bawah usia tersebut, bayi belum menyadari bahwa tangannya bisa berfungsi untuk banyak hal. Yang ada adalah refleks menggenggam yang dibawanya ketika baru lahir, yang membantunya menjalani kehidupan baru.

Refleks menggenggam tampak jika telapak tangannya kita sentuh dengan jari, sehingga dia pun akan menggenggam jari kita. Refleks menggenggam adalah termasuk refleks dasar dan akan menghilang di usia 3 bulan. Setelah itu, si kecil akan terampil mengatur gerakan kedua tangannya. Selanjutnya, sekitar usia 2 – 6 bulan, bayi mulai melakukan gerakan yang bertujuan seperti mengisap tangan (jempol, beberapa jari, memasukkan tangan ke mulut), meraba, menggenggam mainan, memainkan baju ibu ketika menyusui, dan lain-lain.

Perkembangan “aktivitas tangan” ini, lanjut Gia, menandakan si anak telah mencapai tahap perkembangan motorik halus awal seiring dia sudah mampu juga menunjukkan gerakan matanya tanda memberi reaksi terhadap gerakan objek tertentu, dan berinteraksi dengan orang lain melalui tatapan dan senyuman. Keterampilan motorik pada dasarnya berkembang sejalan dengan kematangan syaraf dan otot. Setiap gerakan yang dilakukan oleh anak, sesederhana apapun, sebenarnya merupakan hasil pola interaksi yang kompleks dari berbagai bagian dan sistem di dalam tubuh yang dikontrol oleh otak.

Hindari respons negatif
Jika sekarang ini si kecil berada pada fase mengembangkan kemampuan motorik halus dalam hal meraih, menarik, dan mengkoordinasikan kedua tangannya, “Kita sebagai orang tua jangan latah banyak melarang anak. Seperti, ‘jangan tarik rambut bunda nak, sakit,’ atau ‘Awas, jangan pegang itu,’ kata Gia lagi.

Perlu diperhatikan orangtua bahwa setiap tahapan perkembangan yang sedang “diperjuangkan” anak, adalah supaya dia bisa masuk ke tahap selanjutnya yang lebih kompleks.“ Nah, jika dia mendapat respons negatif dalam tahapan perkembangannya itu, efek yang dihasilkan pun akan negatif. Seperti saat rambut kita ditarik si kecil lalu kita berekspresi kesakitan, bahkan mengibaskan tangannya, hal ini akan ditangkap anak sebagai respons negatif. Sehingga si bayi bisa jadi merasa hal tersebut sesuatu yang tidak kita sukai dan anak akan takut untuk mencobanya kembali.

Sebaliknya jika saat timbul hasrat dalam dirinya untuk meraih dan memegang rambut, misalnya, terpenuhi, “Anak akan menjadi yakin dan percaya akan kemampuannya, ‘Eh, aku bisa pegang’.” Kalau sudah begini, anak akan percaya diri dan tak akan takut lagi mencoba atau melakukan hal-hal lain yang bisa mengasah keterampilannya.

Saat bayi menarik atau mencabik sesuatu, kita tetap harus memberikan respons positif seperti memintanya untuk melepaskan rambut, tentu sambil bercanda. Atau ketika ia ingin memasukkan benda ke mulutnya, maka orang tua dapat meminta anak untuk memberikan benda tersebut dengan cara yang halus, tidak merebutnya dari anak. Kemudian menggantinya dengan benda lain, seperti biskuit.

Intinya, bayi perlu dikenalkan pada hal-hal yang dekat di lingkungannya. Di setiap tahap perkembangan aktivitas motorik halus lewat tangannya, mumpung anak masih dalam tahap tertarik untuk meraih benda-benda yang menarik perhatiannya, “Berikanlah banyak benda-benda baru untuk dia eksplorasi. Tentu pilih yang aman buatnya, tidak bisa ditelannya dan tidak luntur.” Tapi Gia mengingatkan, jangan memberikan aneka stimulasi sekaligus dalam waktu bersamaan karena dapat mengacaukan konsentrasinya.

Read the Story below:







Widget by Scrapur

0 评论:

Poskan Komentar

d
The Day After Tomorrow is Not Active | © Copyright 2008-2009 | 我的帖子可能会被复制,印刷和分发 | Powered by: Blogger
Top